Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

PENJELAJAHAN 3 HARI DI KOTA WARISAN DUNIA: BUDAPEST (BAGIAN 1)

5 posts in this topic

Tak banyak kota yang menjadi warisan dunia dan dilindungi oleh UNESCO. Kota yang mendapat pengakuan ini tentunya adalah kota-kota yang sangat spesial dan memang memiliki sejarah berharga. Itulah yang dimiliki Budapest, ibukota negara Hungaria.

 

58fb0cd6807ef_apeta.jpg.b5d67550a555922e6bfc7cd3181beaab.jpg

Peta Buda dan Pest yang dipisahkan Sungai Denube

Kota seluas sekitar 525,16 km persegi ini memiliki sejarah peradaban bahkan sejak sebelum abad pertama. Pada masa awal, Budapest menjadi pemukiman yang dibangun orang Celtic. Setelahnya barulah bangsa Romawi yang menguasainya. Sisa-sisa peninggalan Romawi masih bisa dilihat hingga kini dari bangunan-bangunan tuanya. Budapest juga bahkan pernah menjadi bagian dari wilayah Kekaisaran Utsmaniyah atau Ottoman, tak heran jika budaya Turki juga berpengaruh termasuk bangunan peninggalan seperti Masjid yang masih ada hingga sekarang.

Nama Budapest sendiri adalah penggabungan dari nama dua kota, Obuda dan Pest. Obuda atau Buda adalah kota di sisi Barat dan Pest adalah kota di sisi Timur. Kedua kota ini dipisahkan oleh Sungai yang bernama Donau atau Denube. Penggabungan kedua kawasan kota ini menjadi Budapest terjadi pada tahun 1873. Menariknya, kedua sisi kota ini memiliki karakter alam yang berbeda, sisi Kota Buda merupakan area perbukitan, sedangkan sisi Kota Pest yang wilayahnya lebih luas merupakan dataran landai.

 

Menuju Budapest dan Persiapannya

Sejauh ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Budapest. Penerbangan dari beberapa maskapai akan dua bahkan tiga kali transit. Tarif tiket pesawatnya hampir sama dengan kebanyakan penerbangan ke negara-negara Eropa lainnya.

Persiapan lain selain tiket pesawat tentunya ialah Visa selain yang pastinya paspor. Untuk visa, beruntungnya Hungaria sudah masuk dalam deretan 25 negara Visa Schengen yang artinya kamu bisa menggunakan satu visa ini untuk ke negara-negara lain di Eropa yang tergabung dalam perjanjian Schengen. Nah, karena kita mau ke Hungaria, maka pengurusan visa Schengennya dilakukan di kedutaan Hungaria tentu saja yang beralamat di Jl. Rasuna Said No.1, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jika tidak sempat mengurus sendiri, kamu juga bisa menggunakan jasa agen perjalanan, namun tentu dengan tambahan biaya untuk agen tersebut.

 

Biaya Hidup

Untuk ukuran negara Eropa, Budapest terkenal cukup murah. Biaya akomodasi misalnya, kamu yang backpacker masih bisa menemukan hostel dengan biaya kurang dari 300 ribuan rupiah permalam. Oh iya, meskipun tergabung dengan Uni Eropa, Hungaria menggunakan mata uang sendiri yaitu Forint (HUF). 1 Forint saat ini setara dengan sekitar 45 Rupiah atau 1 Euro setara dengan sekitar 313 Forint. Namun meskipun menggunakan mata uang lokal, mata uang Euro juga masih bisa digunakan di beberapa lokasi seperti hotel dan tiket wisata.

Selain penginapan, urusan makan juga bisa dihemat di negara ini. Kamu bisa menemukan makanan dengan harga terjangkau di Central market atau foodcourt. Ada juga ‘warteg’nya Hungaria yang bisa kamu cari di area keramaian, menu masakannya ialah masakan rumahan khas sana sehingga harganya tentu bisa lebih murah. Sekali makan di tempat-tempat seperti ini kamu bisa hanya mengeluarkan uang kurang dari 500 HUF.

 

Transportasi Umum

Tak mau kalah bersaing, Transportasi umum di Budapest juga terbilang bersahabat baik dari segi kualitas maupun tarif. Terdapat beberapa pilihan moda amgkutan umum yang ada di kota ini yaitu Bus, Trem, dan kereta bawah tanah alias Metro.

58fb0cf36df21_bbus.jpg.07e7a977015faca67e5af5f01f3e1775.jpg

Bus Wisata Budapest via

Bus menjadi salah satu yang moda transportasi yang mudah ditemui. Jalurnya juga cukup banyak menghubungkan antar titik di dalam hingga pinggir kota, termasuk untuk berpindah dari sisi Kota Buda dan sisi Kota Pest. Bagi wisatawan, kalian bisa memilih Bus tingkat khusus wisata Hop on Hop off. Bus ini berkeliling tempat-tempat  wisata di Budapest dan kalian bisa turun di setiap halte yang dilalui lalu kemudian naik lagi dengan bus lainnya dimana durasi antar busnya juga tak begitu lama. Tarif tiketnya memang cukup tinggi yaitu sekitar 6.500 HUF tetapi selain fasilitas bus yang sangat nyaman termasuk pemandu wisata, penumpang bisa menggunakan tiket ini untuk 48 jam atau 2 hari. Tak hanya itu, tarif ini juga termasuk dengan minuman dan makanan Goulas yaitu gulai sapi khas Budapest serta termasuk 2 kali boat trip di Sungai Danube.

58fb0d219e996_ctram.thumb.jpg.351ffe36a78e34109f9df1f42259bd54.jpg

 

Tram di jalanan Kota Budapest via traveluxblog.com

Lalu ada Tram sebagai alternatif lain. Tram juga terbilang cukup mudah dijangkau dengan setidaknya ada 4 trayek atau line yang tersedia. Beberapa Tram masih bergaya klasik sedangkan yang lainnya menggunakan produksi modern.

 

58fb0d2cbee3a_dmetro.jpg.a4f734975f3ae450354f7a36eacf06a2.jpg

Stasiun dan kereta Metro jalur M1 yang tampak Klasik via budapestagent.com

Berikutnya ialah kereta bawah tanah atau Metro. Hal yang membuat Metro di Budapest layak dan patut dicoba setidaknya sekali saja ialah karena Gerbong kereta yang digunakan termasuk stasiunnya masih bergaya klasik alias kuno tapi artistik. Hal ini juga karena Metro Budapest menjadi salah satu yang tertua didunia. Gaya kuno sudah bisa terasa dari memasuki stasiunnya dimana kita harus turun menggunakan eskalator yang cukup panjang bak masuk ke lorong waktu. Di bagian interior stasiun, tidak banyak ornamen tetapi keklasikannya membuat kita seolah masuk ke era awal abad ke 20. Ketika kereta datang, maka nuansanya akan lebih kental lagi karena sebagian besar gerbong yang masih beroperasi ialah gerbong lama. Ada kekurangan dari penggunaan kereta jenis kuno ini ialah jalannya yang tidak secepat kereta modern. Tak heran jika justru warga lokal juga masih lebih memilih berjalan kaki jika harus pergi ke jarak yang tidak begitu jauh dibanding naik metro. Tapi sebagai wisatawan, tentu ini menjadi hal yang menarik.

Untuk urusan tiket, selain single trip atau tiket sekali jalan, ada juga tiket yang bisa digunakan untuk jangka waktu tertentu seperti 24 jam, 72 jam, hingga 7 hari. Tiket single trip dipatok seharga sekitar 320 HUF, sedangkan jika menggunakan 24 hours travel ticket, harganya sekitar 1600 HUF.  Tapi sebelum memilih memakai paket tiket ini, perhitungkan dahulu baik baik kebutuhan penggunaan transportasi karena banyak lokasi di Budapest ini masih bisa dituju dengan berjalan kaki.

 

Hari 1 : Sisi Pest

Pilihan di hari pertama untuk berkeliling Budapest bisa kalian mulai dari wilayah kota sisi Pest. Karakter lanskap yang landai bisa menjadi pertimbangan sebagai pemanasan dihari pertama menjelajah.

 

1.Hungarian Parliament House

 

1.thumb.jpg.2f6b57805af8275253d1503ef4f27d11.jpg

Parliament House di Sungai Denube via asatours.com.au

Gedung megah di tepi Sungai Danube ini menjadi ikon bagi Kota Budapest. Bangunan dengan gaya Gothic Revival ini merupakan salah satu gedung parlemen atau legislatif tertua di dunia dan dianggap sebagai yang terindah ke 3 dunia. Dibangun tahun 1885 hingga 1896, Parliament House sengaja dibangun dalam rangka peringatan ulang tahun Hungaria yang ke 1000.

Melihat keindahan arsitektur bangunan di area dengan panjang 268 meter dan lebar 123 meter ini tak hanya cukup dari jauh. Jika dilihat lebih dekat, detil aristekturnya akan jauh lebih menarik dengan deretan jendela, menara-menara runcing, hingga ke atap kubahnya di bagian tengah.

 

2. St. Stephen’s Basilica

Destinasi wisata utama berikutnya ialah Gereja St. Stephen atau dalam bahasa lokal disebut Szent Istvan Bazilika. Bangunan gereja ini juga dibangun dalam rangka ulang tahun ke 1000 Hungaria.  Nama gereja ini diambil dari nama raja pertama Hungaria, Stephen.

 

2.thumb.jpg.0d71fefa880fb871c617348961719ce2.jpg

St. Stephen’s Basilica via yourholidayhomes.com

Kemegahan Gereja Katolik Roma bergaya arsitektur Neoklasik ini memiliki tinggi mencapai 96 meter. Detil di dinding hingga menara dan kubah utamanya sangat menarik perhatian. Apalagi dibagian depan gereja merupakan pelataran luas sehingga pengunjung bisa puas mengambil gambar keseluruhan sisi depan gereja.

Pengunjung yang ingin masuk ke bagian dalam juga diizinkan dan tanpa tiket khusus, namun pengunjung bisa juga memberikan sumbangan seikhlasnya. Interior dalam gereja dijamin akan membuat berdecak kagum. Patung-patungnya, ukiran di dindingnya, jendela kaca patrinya, hingga kubah utama dengan lukisannya menjadi satu bagian yang harmoni.

Bagian lain yang bisa kamu coba ialah naik ke atas menara. Namun untuk yang satu ini dikenakan biaya sebesar 500 HUF. Tersedia lift untuk memudahkan wisatawan tetapi liftnya hanya cukup menampung sekitar 4 orang saja sehingga harus antri. Namun jika kamu cukup bertenaga, menaiki tangga juga bisa dilakukan. Meskipun harus melalui ratusan anak tangga, tetapi bentuk tangganya yang melingkar cukup menarik perhatian. Sesampainya diatas, maka pemandangan 360 derajat suasana Kota Budapest akan bisa kita saksikan.

 

3. Hungarian State Opera

 

3a.thumb.jpg.a4d1600e727f66a45ee196baea921261.jpg

Bangunan Opera via wikipedia.org

Opera House di Andrassy Ave 22, Kota Budapest menjadi daya tarik wisata yang patut untuk dikunjungi. Neo-Renaissance menjadi gaya arsitektur yang digunakan oleh sang perancang, Muklos Ybl. Pembangunannya sendiri mulai dibangun pada tahun 1875 dan pertama kali diperkenalkan pada publik pada tahun 1884.

 

3b.thumb.jpg.68dc92b7dc7ca82db60eb3fd7a84ccac.jpg

Bagian dalam Bangunan Opera via beautiful-eastern-europe.blogspot.co.id

Tak lengkap jika datang hanya melihat arsitektur luarnya saja, karena ini merupakan gedung opera maka tentu bagian dalamnya akan sangat menarik. Terdapat dua kali sesi tur setiap harinya yaitu siang dan sore sekitar jam 15:00. Biaya tur ini ialah sebesar 3000 HUF dengan pemanduan menggunakan bahasa Inggris.

Dibagian dalam opera ini, kemegahan akan sangat kuat terasa dengan sentuhan seni tinggi. Bagian dinding hingga langit-langit seolah tanpa celah untuk dieksplore karena dipenuhi dengan lukisan dan ukiran. Begitupun dibagian ruang utamanya yang nampak menawan dengan pencahaayaan remang warna kuning.

 

4. Chain Bridge dan Denube Promenade

 

4a.thumb.jpg.811828e28eb4867bd14c9fe92aadc133.jpg

Chain Bridge via THreePullpa.com

Menjelang malam setelah ikut tur di State Opera, kamu bisa meluncur menuju salah satu jembatan terkenal penghubung sisi Buda dan Pest yaitu Jembatan Chain atau dikenal juga dengan nama Jembatan Rantai Szechenyi. Jembatan khusus pejalan kaki dan pesepeda yang dibangun antara tahun 1839-1849 ini memiliki dua menara dibagian tengah dengan bentuk seperti gerbang. Kesan unik nampak dari lampu-lampu antik yang menghiasi sisi jembatan dan termasuk patung singa di kanan dan kiri bagian jembatan yang mengarah ke sisi Pest.

 

4b.jpg.d439faebc0a4b099488ae3c6dcf23fb1.jpg

Patung Monumen Holocaust di Denube Promenade via wagonersabroad.com

Setelah berfoto dan melintasi Chain Bridge, selanjutnya kalian bisa menyusuri tepi Sungai Denube. Bukan sekedar tepi sungai biasa, di tepian antara Jembatan Chain dan Jembatan Liberty baik dari sisi Pest maupun Buda ini dihiasi dengan patung-patung yang menarik. Seperti patung berupa ratusan sepatu yang berada tepat di ujung tepi sungai. Karya ini menjadi monumen untuk mengenang korban Holocaust yang dulu ditenggelamkan di Sungai Denube. Patung-patung lain seperti orang duduk dan macam lainnya juga bisa menjadi daya tarik untuk dijadikan objek foto. Saat malam, nuansanya pun akan berbeda dengan lampu-lampu dari bangunan kota yang menyala termasuk lampu Jembatan Chain.

 

 

Hari 2 : Castle Hill di Sisi Buda

Hari kedua berada di Budapest saat pagi hari kamu bisa langsung memilih ke Buda Castle Hill. Komplek Benteng dan Istana ini dibangun tahun 1265 dan diperuntukan sebagai tempat tinggal raja. Untuk menuju lokasi ini kalian bisa naik Metro Line M2 dari Stasiun Moszkva ter. Sesampai di Stasiun tujuan, kalian masih harus mendaki karena namanya saja Castle Hill yang berarti berada di atas perbukitan. Namun jika kamu terlalu malas untuk mendaki manual atau berjalan, sudah tersedia kereta yang akan membawa pengunjung ke atas. Kereta ini dikenal dengan nama Buda Furnicular. Tarifnya sekitar 1500 HUF pergi-pulang dengan durasi sekali jalan hanya sekitar 2 menit saja. Pilihan lain ialah dengan langsung naik Bus nomor 16 dari Deak Square. Dengan naik bus kalian akan sampai ke titik yang lebih strategis alias tidak perlu mendaki jauh.

Perlu diingat bahwa Castle Hill ini merupakan komplek luas yang terdiri atas beberapa objek. Artinya kamu harus menyiapkan waktu yang panjang bahkan mungkin seharian untuk bisa menikmati semua pesonanya. Tentu tidak akan menguras waktu karena toh disanalah objek-objek wisata berada, justru kita akan lebih hemat biaya dan waktu karena tak perlu berpindah terlalu jauh.

 

5. Matthias Church

 

5.jpg.63186f0835712a7e4c6c005a531e56a5.jpg

Gereja Matthias via planetware.com

Bagian pertama yang bisa dieksplore dari Buda Castle Hill ialah Gereja Matthias. Gereja Katolik Roma yang awal sekali dibangun tahun 1025 lalu dibangun ulang dengan gaya Neo-Gothic pada abad ke 14 ini tampak megah dan menarik. Pada masa pemerintahan Ottoman, gereja ini bahkan sempat dialihfungsikan sebagai Masjid selama kurang lebih 150 tahun sebelum akhirnya kembali menjadi gereja seperti saat ini.

Pengunjung atau wisatawan bisa menjelajah bagian dalam museum setiap harinya diluar waktu ibadah yaiu Senin-Jumat jam 9 pagi sampai 5 sore, Sabtu jam 9 pagi sampai 1 siang, dan Minggu dari jam 1 siang sampai 5 sore. Tiket masuknya yaitu sebesar 1.500 HUF.

 

6. Fisherman’s Bastion

Melewati Gereja Matthias, lokasi selanjutnya yang akan kalian jumpai ialah sebuah area benteng dengan balkon atau menara-menara kecil beratap kerucut dan sebuah bangunan utamanya dengan gaya neo-Gotihc dan neo-Romanesque. Itulah Fisherman’s Bastion atau dalam bahasa lokal disebut Halaszbastya.

 

6.thumb.jpg.9b781b01748764a8d95b41a897498681.jpg

Fisherman’s Bastion via annzventures.com

Dibangun antara tahun 1892 hingga 1902, Fisherman’s Bastion awalnya merupakan teras atau pelataran dimana disana menjadi perkampungan para nelayan Sungai Danube. Itulah kenapa namanya Fisherman’s Bastion. Menariknya jika diperhatikan, bangunan ini dengan atap kerucut menaranya tersebut mirip dengan logo ‘Walt Disney’ sehingga seolah kita masuk kedunia dongeng.

Dari lokasi ini pula, menjadi spot terbaik untuk melihat pemandangan Kota Budapest dari mulai Sungai Denube dan jembatan-jembatannya, Sisi Kota Pest, hingga Gedung Parlemen Hungaria yang juga bisa tampak dari ketinggian lokasi Fisherman’s Bastion ini. Apalagi saat senja dan malam ketika lampu kota mulai menyala, pemandangannya tentu akan tampak lebih romantis. Menariknya lagi, ada sebuah cafe disalah satu sudut sehingga wisatawan juga bisa duduk santai mencoba cemilan dan kopi sembari menikmati pemandangan yang tersaji.

Untuk bisa masuk ke area Fisherman’s Bastion ini sebenarnya tidak dipungut tiket masuk lagi. Hanya saja khusus di bangunan utamanya yang menjadi menara titik tertinggi ada tiket yang harus dibeli yaitu sebesar 800 HUF atau sekitar 2,7 Euro.

 

7. Royal Palace

 

7a.thumb.jpg.23b02f68d497ce63a22928ac467d2199.jpg

Komplek Royal Palace dilihat dari seberang sungai via free-budapest-tours.com

Sedikit menjauh sekitar 1 km dari Gereja Matthias dan Fisherman’s Bastion, kalian bisa menuju ke arah selatan yaitu Royal Palace atau dikenal juga dengan Buda Castle. Bangunan yang juga di atas perbuktian dekat dengan Sungai Denube ini dibangun pertama kali setelah invasi Bangsa Mongol pada abad ke 13 dan terus berlanjut hingga abad 20.  Kemegahan bangunan di area hampir 5 km persegi ini bahkan dianggap sebagai istana bergaya Gothic terbesar di akhir abad pertengahan. Sayangnya bangunan ini sempat beberapa kali rusak termasuk saat Perang Dunia II yang mengakibatkan kerusakan parah hingga Royal Palace terpaksa dibangun lagi namun dengan perpaduan gaya Neo-Boroque seperti yang ada hingga sekarang ini.

Royal Palace sendiri saat ini diperuntukan bagi 3 tempat yaitu Hungarian National Gallery. Budapest History Museum, dan National Library. Taman-taman yang berada di kompleknya juga menjadi daya tarik tersendiri dengan cirinya masing-masing seperti tugu dam patung.

 

7b.thumb.jpg.4af831ceccb6491b6386dbbbd5862814.jpg

Bagian depan Buda Castle via wikipedia.org

Galeri Nasional Hungaria menempati area gedung A, B, C, dan D dimana disana menampilkan koleksi sejarah dan perkembangan seni di Hungaria. Koleksi yang bisa dikatakan sangat bernilai seperti bangunan batu abad pertengahan dan renaisans, patung kayu Gothic, dan altar Gothic. Sedangkan Museum Sejarah Budapest menempati bagian Gedung E dimana disana menjadi museum bagi koleksi peninggalan dan kisah sejarah Budapest dari awal hingga era modern. Terakhir ialah Perpusataakn Nasional yang berada di Gedung F.

Perlu diingat juga bahwa semua Museum di Budapest tutup setiap hari Senin. Begitupun National Gallery dan Budapest History Museum. Keduanya buka setiap hari Selasa sampai Minggu dari jam 10 pagi sampai 6 petang. Tetapi saat libur nasional keduanya tetap buka normal mengingat itulah waktu kunjungan wisatawan.

 

Bagaimana dengan hari ke 3? Simak lanjutan artikel ini disini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this