• 0
siskawul

Minta Pendapat Itin Lombok

Question

Misi Mas mbak, mau minta pendapat itin Lombok. Ini Itin saya

 

Day 1

1.    Sampai di Bandara (jam 10 pagi)

2.    Pantai Tanjung Aan

3.    Bukit merese

4.    Pantai seger

5.    Pantai Kuta

6.    Pantai mawun

7.    Pantai Semeti 

8.    Pantai Selong Belanak 

wahaha, gak bakal cukup si waktunya

 

Day 2

1.    Gili Trawangan >> menginap

 

Day 3

1.    Air terjun benang kelambu dan benang stokel

2.    Desa Sade

 

Day 4

1.    One day trip 3 gili (Nanggu, Sudak, Kedis)

2.    Beli oleh-oleh Di Cidomo dan Sasaku

 

 

Dari itin tersebut di atas, saya mau minta pendapat ini:

1. misal kami nginepnya di senggigi (selain nginep di Trawangan), apakah jaraknya tidak terlalu jauh? 

2. Untuk day 1 kan waktunya terbatas banget, enaknya pilih pantai yg mana ya? soalnya pasti gak bisa semuanya. itu itin terlalu maruk

3. Untuk day 3, explore air terjun benang stokel dan kelambu, seharian masih sisa banyak gak waktunya? misal buat lanjut explore pantai yang belum sempat di day 1 masih bisakah? (mengingat penginapan kami di senggigi)

 

 

Makasih sebelumnya mas mbak atas masukannya. *hope

Share this post


Link to post
Share on other sites

9 answers to this question

  • 0
36 minutes ago, siskawul said:

Dari itin tersebut di atas, saya mau minta pendapat ini:

1. misal kami nginepnya di senggigi (selain nginep di Trawangan), apakah jaraknya tidak terlalu jauh? 

2. Untuk day 1 kan waktunya terbatas banget, enaknya pilih pantai yg mana ya? soalnya pasti gak bisa semuanya. itu itin terlalu maruk

3. Untuk day 3, explore air terjun benang stokel dan kelambu, seharian masih sisa banyak gak waktunya? misal buat lanjut explore pantai yang belum sempat di day 1 masih bisakah? (mengingat penginapan kami di senggigi)

saya coba bantu jawab ya mba @siskawul:

  1. Bisa aja kok nginap di Senggigi, dari Pantai Senggigi ada Fast Boat untuk ke Trawangan tiap hari dari pagi ampe sore jadi bisa PP, perjalanan cuma 15 - 30 menit tergantung cuaca
  2. Pantai Selong Belanak yang paling jauh, tapi kalau semua nya di lakukan bentar2 aja ya bisa aja kok
  3. Masih cukup kok itu

mungkin mas @Dimaz bisa tambahkan

Dimaz and kyosash like this

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Aku coba atur itinnya ya mas biar semua dapat kecuali pantai semeti.

 

Day 1

1.    Sampai di Bandara (jam 10 pagi)

2.    Pantai Selong belanak.

3.    Pantai Mawun.

4.    Pantai Kuta Lombok.

5.    Pantai seger.

 

Day 2

1.    Gili Trawangan >> menginap

( Bisa juga gak menginap, malem langsung balik ke hotel di Senggigi atau di kota Mataram/Cakranegara)

 

Day 3

1.    Air terjun benang kelambu dan benang stokel

2.  Bukit merese.

3. Pantai Tanjung ann.

4.    Desa Sade

 

Day 4

1.    One day trip 3 gili (Nanggu, Sudak, Kedis)

2.    Beli oleh-oleh Di Cidomo dan Sasaku

deffa likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Nb.

Saranku lebih baik jangan nginap di trawangan mengingat tujuannya beda arah (trawangan daerah Utara sementara tujuannya daerah ujung selatan). Lebih baik menginap di seputaran kota, paling jauh senggigi.

Tapi klo cuman semalem di trawangan dan destinasi hari itu gak terlalu jauh ya di atur waktunya mas.

Semoga bermanfaat.!!

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
2 hours ago, Dimaz said:

Aku coba atur itinnya ya mas biar semua dapat kecuali pantai semeti.

 

Day 1

1.    Sampai di Bandara (jam 10 pagi)

2.    Pantai Selong belanak.

3.    Pantai Mawun.

4.    Pantai Kuta Lombok.

5.    Pantai seger.

 

Day 2

1.    Gili Trawangan >> menginap

( Bisa juga gak menginap, malem langsung balik ke hotel di Senggigi atau di kota Mataram/Cakranegara)

 

Day 3

1.    Air terjun benang kelambu dan benang stokel

2.  Bukit merese.

3. Pantai Tanjung ann.

4.    Desa Sade

 

Day 4

1.    One day trip 3 gili (Nanggu, Sudak, Kedis)

2.    Beli oleh-oleh Di Cidomo dan Sasaku

nah ini bisa jadi tambahan info nya mba: @siskawul

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 27/4/2017 at 0:47 PM, Dimaz said:

Aku coba atur itinnya ya mas biar semua dapat kecuali pantai semeti.

 

Day 1

1.    Sampai di Bandara (jam 10 pagi)

2.    Pantai Selong belanak.

3.    Pantai Mawun.

4.    Pantai Kuta Lombok.

5.    Pantai seger.

 

Day 2

1.    Gili Trawangan >> menginap

( Bisa juga gak menginap, malem langsung balik ke hotel di Senggigi atau di kota Mataram/Cakranegara)

 

Day 3

1.    Air terjun benang kelambu dan benang stokel

2.  Bukit merese.

3. Pantai Tanjung ann.

4.    Desa Sade

 

Day 4

1.    One day trip 3 gili (Nanggu, Sudak, Kedis)

2.    Beli oleh-oleh Di Cidomo dan Sasaku

Huah, makasih mas master Lombok @Dimaz sangat membantu. kalau gili trawangan, pingin tetep nginep. pingin ngerasain malem di sana semalem. paginya langsung cus kembali ke pulau utama. mas dimas, kalau dari bandara ke kuta dkk (hari pertama) terus lanjut ke senggigi enaknya naik apa ya? ada semacam damri gak? kalau gak ada, naik motor memungkinkan gak?

Makasih mas min @deffa.

kayaknya belum sempat mas @noped. hiks. 

Dimaz likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
2 hours ago, siskawul said:

ada semacam damri gak? kalau gak ada, naik motor memungkinkan gak?

ada kok saya waktu itu make damri juga kalau gak salah harga nya 40 ribu, ada yang jurusan ke Senggigi @siskawul cc @Dimaz

Dimaz likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@siskawul

Klo dari bandara ke Kuta lihat2 waktu kedatangan yah, jangan sampai kesorean,klo kesorean dan maksa banget lbh baik pake mobil Travel.(jgn pake motor, gak kenal sikon disana).

Klo dr bandara sih jam brp ajah aman, di bandara ada bus DAMRI khusus penumpang bandara tujuan sweta - mataram - Senggigi , tarifnya 25.000,(ke sweta/pool DAMRI) - 35.000, (ke Mataram dan Senggigi).

Nb. 

Maaf telat reply.

Klo bingung2 ... Kontak ajah langsung,okay'.:) .

Oya...Klo mo ngerasain malem di Trawangan bisa juga gak nginep, tinggal minta di jemput jam berapa ajah, jam 10 malem kek ato jam 12 malem ato jam terserah, hehehe.

SEMOGA BERMANFAAT.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 5/20/2017 at 4:15 PM, Dimaz said:

@siskawul

Klo dari bandara ke Kuta lihat2 waktu kedatangan yah, jangan sampai kesorean,klo kesorean dan maksa banget lbh baik pake mobil Travel.(jgn pake motor, gak kenal sikon disana).

Klo dr bandara sih jam brp ajah aman, di bandara ada bus DAMRI khusus penumpang bandara tujuan sweta - mataram - Senggigi , tarifnya 25.000,(ke sweta/pool DAMRI) - 35.000, (ke Mataram dan Senggigi).

Nb. 

Maaf telat reply.

Klo bingung2 ... Kontak ajah langsung,okay'.:) .

Oya...Klo mo ngerasain malem di Trawangan bisa juga gak nginep, tinggal minta di jemput jam berapa ajah, jam 10 malem kek ato jam 12 malem ato jam terserah, hehehe.

SEMOGA BERMANFAAT.

nah ini bisa di coba mba @siskawul

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By siskawul
      Halo mas mbak. mau nanya nih. saya ada rencana ke lombok awal mei besok.
      Saya sampe Bandara jam 10 pagi. terus mau explore pantai2 di Lombok Barat bagian selatan kayak Tanjung Aan, Seger, Kuta, Mawun. terus dari situ mau nginepnya di senggigi. Nah, dari Bandara ke Pantai2 itu bagusnya naik apa ya? kalau sewa motor, ada tidak ya, sewa motor yg dianter ke bandara? Terus, jalanan dari pantai di selatan itu ke senggigi itu bagaimana seandainya kami kemaleman? Terus lagi, misal kami nitip tas keril kami di salah satu pantai, sementara kami muter2 explore pantai, apakah itu bisa?
      Thanks mas dan mbak
    • By Deeyan
      Hi semua~ salam kenal!!!! 
      Mohon bantuannya untuk menjadi jalan2ers yang cihuuyy~~
      Oh iya, april bsok aq ada trip ke China, alone~~ alias solo travelling. Adakah yg mau kesana juga??
    • By Dimaz
      [PROMO ] OPEN TRIP LOMBOK 3H2M
      (24-26FEB/2017) (03-05MARET/2017) (10-12MARET/2017) (17-19MARET/2017)
      Day 1
      -- Gili petelu
      -- Pink beach 1
      -- Gili semangkok
      -- Pantai segui / pink beach 2
      -- Pulau pasir

      Day 2.
      -- Air terjun Sendang gile
      -- Air terjun Tiu kelep
      -- Oleh2 mutiara/kaos/makanan
      Day 3.
      -- Pantai Mawun.
      -- Pantai Kuta Lombok.
      -- Pantai Seger.
      -- Pantai Tanjung ann.
      -- Pantai Batu payung.
      -- Bukit Merese.
      -- Desa Sade.

      Harga paket tour/trip Rp. 750.000 / org.

      Minimal peserta 30 orang.
      Jika kurang dari 30 orang maka biaya akan di kalkulasi ulang.

      1.) Paket tour/trip termasuk :
      -- Transportasi selama tour/trip .
      -- Hotel / penginapan ( 1 kamar isi 2 orang)
      -- Makan 3X ( L,L,L) (Lunch box).
      -- Tiket kapal/boat/perahu ke gili-gili.
      -- Tiket masuk lokasi wisata.
      -- Porter.
      -- Air mineral.
      -- Tiket parkir.
      2.) Paket tour/trip tidak termasuk :
      -- Tiket pesawat.
      -- Tips sopir.
      -- Sarapan pagi dan makan malam.
      -- Yang tidak di sebutkan di point' 1.

      SEGERA HUBUNGI KAMI DI :
      TELP / WA / SMS : 
      0853-3881-0789 | 0852-3720-2925
      EMAIL :
      dimazcalippo7@gmail.com | paddytour@gmail.comh | http://www.paddytour.com

    • By Dimaz
      KEAMANAN DAN TRANSPORTASI TUJUAN WISATA DI LOMBOK.
      Selamat sore all jjers dan semuanya.
      Disaat melihat foto/gambar daerah wisata mungkin Dalam benak orang ada saja yg berfikiran bahwa daerah tersebut jalurnya mudah dan aman untuk di jangkau, tapi kadang tidak seperti yg di bayangkan.
      Nah kali ini sy akan mengupas sedikit pengetahuan sy pribadi tentang KEAMANAN DAN TRANSPORTASI daerah wisata di LOMBOK.
      KEAMANAN yang sy maksud adalah baik dari medannya dan kriminalnya.
      Langsung saja ya All jjers.
      Biar lebih singkat maka saya akan kelompokkan dalam beberapa POINT.

      POINT 1.
      --pantai Selong blanak
      –pantai mawun
      --Pantai sungkun
      --Pantai Tunak
      TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan sepeda motor dan mobil minibus/medium bus.
      KEAMANAN : (pantai sungkun dan Tunak) dari segi medan kalo pakai mobil hrs berhati2 karena rumput dan tumbuhan liar di samping kiri kanan bisa membuat body mobil tergores hancur.
      Dari segi kriminalitas....Harus berhati2 di POINT 1 ini, jangan pergi/pulang terlalu sore apalagi sampai malam hari bisa bahaya.
      POINT 2.
      –pantai kuta lombok
      –pantai tanjung aan 
      --pantai cemara
      --bukit merese
      --Pantai seger
      –desa adat suku sasak
      TRANSPORTASI : Bisa di jangkau oleh semua jenis kendaraan darat.
      KEAMANAN : walopun ahir2 ini sudah relatif aman tapi sebaiknya jangan pergi/pulang malam.
      POINT 3.
      --Pantai batu payung
      --Gili layar
      --Gili gede
      --Gili Rengit
      --Gili anyaran
      --Gili Asahan 
      –gili trawangan
      --Gili air
      --Gili meno
      –pantai pink 1
      –gili gosong 
      –gili petelu 
      –pantai pink 2
      --Gili semangkok
      --Pulau pasir
      –gili nanggu
      –gili sudak
      –gili kedis
      –gili kondo
      –gili kapal
      –gili petagan
      --gili bidara
      TRANSPORTASI : naah di POINT 3 ini harus menggunakan 2 jenis transportasi yaitu TRANSPORTASI DARAT (pilihannya yaitu sepedamotor/minibus/medium bus/largebus ) & TRANSPORTASI LAUT  (pilihannya yaitu perahu,boat atau fastboat).
      KEAMANAN : dari segi Medan maupun kriminalitasnya sudah cukup aman dan nyaman untuk di kunjungi, jadi tidak perlu di khawatirkan lagi.
      POINT 4.
      –air terjun sendang gile
      –air terjun tiu kelep
      –air terjun benang stokel
      –air terjun benang kelambu
      TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan semua jenis transportasi darat. Namun karena Medan yg cukup menguras energi...Di POINT 4 ini bisa di lanjutkan dengan tranportasi tambahan berupa ojek sepeda motor.
      KEAMANAN : sudah sangat aman dan nyaman.

      POINT 5.
      --Pusuk Sembalun
      --Bukit Selong & rumah adat
      --Air terjun Mangku sakti 
      --Air terjun Mangku kode
      TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan sepeda motor/minibus/medium bus.
      KEAMANAN : dari segi Medan harus berhati2 karena jalur yg di lalu adalah pegunungan , jalur tanjakan dan berkelok2. Jangan lengah apalagi ngantuk. Di setiap perjalanan barengi dengan BERDOA .
      Dari segi kriminalitas tidak perlu di khawatirkan alias aman2 saja.

      SEMOGA RANGKUMAN INI BISA DI JADIKAN PERTIMBANGAN BAIK ITU PERTIMBANGAN BIAYA PENGELUARAN (BUDGETING) MAUPUN KEAMANAN (SAFETY).
      SEMOGA BERMANFAAT.
      SALAM JALAN2.COM
    • By alexandra anastasya

      Wisatawan yang dituduh mencuri di arak mass di Gili Trawangan
      (Facebook/Gili Trawangan, Meno, Air)
       
      Gili Trawangan - Baru-baru ini ada kejadian menghebohkan di Gili Trawangan. Sepasang turis bule sedang diarak massa. Mereka diarak karena dituduh atas kasus pencurian. Waduh!

      Di sosial media Facebook, tengah ramai beredar foto-foto sepasang turis bule yang sedang diarak massa. Foto tersebut memperlihatkan mereka tengah berjalan di tengah iringan banyak orang, termasuk kawalan beberapa petugas berseragam. Lokasi foto ini disebutkan ada di Gili Trawangan. 

      Dilihat detikTravel dari BBC World, Rabu (21/12/2016), di leher 2 orang turis bule tersebut tergantung sebuah papan karton yang bertuliskan 'I AM THIEVE. DON'T DO WHAT I DID!' (Saya pencuri. Jangan lakukan apa yang telah kulakukan).

      Sepasang turis bule yang tidak disebutkan identitasnya ini diarak massa karena kedapatan melakukan tindak pidana pencurian. Dari rekaman kamera CCTV, turis pria dan wanita asal Australia ini tengah tertangkap kamera sedang mencuri sepeda. Mereka pun tidak bisa menyangkal perbuatan tersebut.

      Foto: (Facebook/Gili Trawangan, Meno, Air)
      Oleh penduduk setempat dan petugas kepolisian, mereka pun diarak keliling pulau dengan membawa papan bertuliskan saya pencuri. Tujuannya jelas, membuat mereka malu di depan publik, sehingga ke depannya ada efek jera atas perbuatan yang mereka lakukan, dan tidak akan mengulanginya lagi.

      Praktek diarak massa bagi pelaku tindak kejaharan di Gili Trawangan seperti ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, meski awal mulanya tidak ada yang tahu pasti sejarah ritual tidak biasa itu. Seperti sudah jadi kesepakatan bersama antara penduduk setempat dan polisi bila ada yang dianggap melakukan tindak kejahatan, mereka akan diarak keliling pulau.

      Beberapa traveler pengguna Facebook pun mempertanyakan tentang ritual mengarak pelaku kejahatan itu. Mereka mempertanyakan apakah tindakan tersebut sah di mata hukum? apakah tidak melanggar privasi para tertuduh? Sementara sebagian yang lain, menanyakan apakah tindakan mempermalukan tertuduh seperti itu efektif atau tidak dalam menimbulkan efek jera. (wsw/wsw) Wahyu Setyo Widodo - detikTravel - Rabu, 21/12/2016 12:10 WIB
      SUMBER
             
    • By min0ru
      Akhir bulan lalu saya liburan hemat ke lombok. Yup hemat ala backpacker / flashpacker kali yah :p. Pada perjalanan ini saya dapat tiket promo dari citilink loh, tiketnya seharga Rp. 980.000 untuk pulang pergi dari Soekarno-Hatta Intl Airport. Kira-kira jam 06.00 WIB saya sudah sampai dibandara dan langsung check in tanpa bagasi karena cuma bawa ransel gendong aja. Sayangnya promo yang saya dapatkan ini transit selama 1 jam di Surabaya (gpplah yang penting promo :p) Keberangkatan ini lancar tanpa delay, ngga seperti perjalanan saya ke Malang yang delay hampir 3 jam 

      Kira-kira jam 11.30 itu saya sudah tiba di LOP (Lombok Airport) begitu turun pesawat langsung cari counter DAMRI yang berada persis setelah pintu otomatis keluar dari ruang kedatangan. Harga tiket DAMRI untuk sampai kota Mataram adalah Rp. 25.000 sedangkan jika mau sampai Senggigi Rp. 35.000. Berbeda dengan DAMRI di Jakarta yang dengan kondisi apa pun (penuh atau tidak penuh) tetap berangkat, DAMRI di Lombok nunggu sampai penuh! baru jalan dan saya menghabiskan 1 jam untuk nunggu bus itu penuh :(. Saya naik yang sampai Senggigi lalu makan siang di warung soto pinggir jalan karena darurat sudah kelaparan banget ; makan soto ayam 2 mangkok + es teh manis + aqua botol + krupuk 3 seharga Rp. 55.000 :D.

      Dari situ nyambung ke pelabuhan ferry bangsal yang berjarak kurang lebih 30-40 menit dari senggigi dengan menggunakan taksi burung biru alias bluebird seharga Rp. 80.000. Sebenarnya ada cara lebih hemat untuk ke pelabuhan bangsal dari kota mataram dengan naik semacam angkot gitu tetapi lama harus menunggu sampai penuh baru berangkat dan menurut saya sangat membuang waktu. Oh ya biasanya taksi tidak boleh masuk sampai kedalam pelabuhan tetapi beruntungnya waktu saya datang diperbolehkan untuk masuk sampai kedalam. Buat kalian yang nanti akan mengalami larangan masuk ini ga usah kuatir, jalan kaki cuma 6-10 menit aja dari depan gerbang pelabuhan kira-kira 300 meter atau naik delman yang disebut cidomo kalau di Lombok yang harganya Rp. 25.000 – 30.000 aja.
      Well kira-kira jam 15.00 saya sampai di pelabuhan bangsal dan membeli tiket kapal umum Rp. 20.000 untuk sekali jalan menuju ke Gili Trawangan. Alternatif untuk ke Gili Trawangan bisa juga dengan kapal cepat seharga Rp. 80.000 cuma 15 menit katanya, tapi saya memilih kapal umum (nunggu penuh baru berangkat). Ngga sampai 5 menit nunggu sudah mau berangkat aja nih kapal yang saya tumpangi dan perjalanan ke Gili Trawangan hanya memakan waktu 40 menit aja.

      Sesampainya di Gili Trawangan saya pun langsung menuju ke penginapan karena badan sudah cukup lelah eh ternyata jalannya jauhhhh dan agak menanjak menuju penginapan kira-kira 15-20 menit jalan kaki dari pelabuhan GilTraw. Sampai penginapan mandi dan leyeh-leyeh dulu sebentar dan menjelang sunset baru keluar lagi naik sepeda.

      Lokasi kekinian untuk melihat sunset adalah Ombak Sunset yang ada ayunannya itu loh tapi sayangnya hari itu saya kurang beruntung karena ada awan tebal yang menutupi matahari terbenam :(. Yoweslahhh lanjutkan muterin pulau dan akhirnya berhenti di The Exile Bar and Resto lanjut nikmatin sisaan sunset yang malah warna orangenya keluar dan bagus. Beer disini Rp. 30.000 / botol sedangkan snack kayak chicken wing Rp. 40.000-an ya harga yang standartlah ya. 

      Lanjut dari The Exile saya coba lanjut lagi gowes sepeda dan menemukan pasar malam yang isinya makanan semua! wah surgaaaa buat perut buncit saya ini :p. Bentuknya sih sederhana ya hanya gerobak-gerobak besar dengan pilihan makanan yang sangat bervariasi mulai dari ikan, ayam, udang, sate, martabak, pancake dan masih banyak lagi dengan harga yang relatif murah Rp. 10.000 – Rp. 50.000.

      Keesokan harinya saya sudah standby kembali didekat pelabuhan GilTraw karena ikutan island hopping 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) dengan snorkeling. Harga paketnya Rp. 100.000 per orang sudah termasuk kapal dan alat snorkeling. Paket 3 pulau ini dimulai jam 10.30 dan berakhir jam 15.00 dengan 3 spot snorkeling dan makan siang di Gili Air (kalau tidak salah jika dengan makan siang harganya menjadi Rp. 120.000).

      Kondisi perairan di 3 Gili ini masih sangat bersih makanya ngga heran banyak sekali turis yang kesini untuk snorkeling bahkan diving. Banyak juga sekolah diving di Gili Trawangan ini. Dilokasi snorkeling terakhir, guide saya memberikan roti untuk makan ikan sehingga nanti ikan berkumpul disekitaran kita yang snorkeling dan bisa difoto-foto. Sore harinya saya coba mencari sunset tetapi masih juga ketemu awan yang tebal, alhasil melipir aja deh ke toko kebab, es krim gelato dan ditutup dengan makan malam dipasar malam.

      Hari berikutnya setelah breakfast saya sudah bersiap menuju kembali ke Lombok dengan kapal umum yang kali ini tiketnya cukup Rp. 15.000 ga jelas kenapa lebih murah, mungkin yang lalu termasuk tiket wisata kali ya :p. Jam 10.00-an saya sudah merapat kembali ke pelabuhan bangsal dan naik siburung biru lagi menuju ke senggigi karena malam terakhir akan saya habiskan disenggigi. Dijalan menuju senggigi saya sempat mampir di 2 tempat yaitu warung ayam taliwang dan tempat oleh-oleh. Menurut saya pribadi, ayam taliwang yang begitu terkenal itu ternyata ngga seenak yang saya bayangkan atau mungkin saya makan diwarung yang kurang pas ya :). Oleh-oleh juga sama seperti diBali, Surabaya dan lainnya yang isinya cuma keripik, kacang, emping pedes, kerupuk dll dan menurut saya masih lebih murah belinya dicarrefour atau dihypermart ahahaha.
      Hari terakhir ini saya habiskan hanya dihotel saja bersantai dan berenang plus mencoba spa 15 menit yang gratisan. 

      Hari keempat waktunya pulang kembali ke Jakarta, bawaan sudah banyak dan gamau repot jadinya langsung naik burung biru ke bandara dengan jarak tempuh 50 menit saja dan bayar Rp. 170.000 karena kalau naik damri mesti ke pool DAMRI Mataram lalu nunggu penuh lagi seperti membuang waktu dan tenaga. Sampai di Jakarta masih sore sekitar jam 15.00 dan tiba kembali dirumah masih jam 17.00, bisa istirahat dulu sebelum besoknya kerja lagi.
      Estimasi pengeluaran selama dilombok:
      Tiket Pesawat PP : Rp. 980.000 DAMRI LOP – Senggigi : Rp. 35.000 Taksi Senggigi – Bangsal : Rp. 80.000 Kapal Bangsal – Gili Trawangan : Rp. 20.000 Hotel di Gili Trawangan : Rp. 350.000 / 2 malam Paket Snorkeling 3 Gili : Rp. 100.000 Kapal Gili Trawangan – Bangsal : Rp. 15.000 Taksi Bangsal – Senggigi : Rp. 150.000 (sudah termasuk mampir 2 tempat) Hotel di Senggigi : Rp. 500.000 / malam Taksi Senggigi – LOP : Rp. 170.000 Total : Rp. 2.400.000
      Nahh kira-kira itu yang bisa saya sharing mengenai liburan hemat ke lombok versi saya. Pengeluaran untuk makan tidak saya sertakan karena tergantung selera tetapi ditulisan diatas sudah saya tuliskan perkiraan biaya untuk persekali makan. Pengeluaran diatas pun masih bisa ditekan lagi sehingga bisa lebih hemat seperti hotel dan transportasi. Silahkan disesuaikan dengan kantong masing-masing.
      Cheers! 
    • By eka wibisono
      Gak kerasa udh hampir 1 tahun mengikuti Gatnas KJJI ke 9 di Lombok bln Oktober 2015, dan timbul perasaan kangen  pingin kumpul2 dgn teman-teman ex Gatnas Lombok. Akhirnya pas bulan Juni 2016, beberapa dari kami @luxia, @siti uko, @menie ketemuan di rumah @sitiuko di Ciawi. Nah disitulah tercetus ide utk ajakin reuni teman2 ex Gatnas Lombok, pergi bersama-sama ke Lombok tgl. 18-20  November 2016, pastinya dgn rute yg berbeda  dengan thn 2015. Eh ternyata ngumpulin teman2 ex Gatnas Lombok utk jalan bareng2 lg susah-susah gampang lho hehehe.... ada yg udh daftar...tiba2 cancel. Akhirnya dari teman2 yg sudah daftar,  ini lah yg terkumpul:
       1.  saya 
         2. @titisetianingsih 
         3 . @luxia 
        4.   @sitiuko
              5. @menie  
               6. @dimaz
                       7. @dhan doank 
                     8. fb@dutynath 
                     9.    fb@nettyneh 
                10.  fb@gayatrinainggolan
                11. fb@onyadeisi
      Berhubung peserta reuni ex Gatnas Lombok sedikit, akhirnya diputuskan kami boleh ajak teman2 kami yg lain. Jadilah bertambah 4 orang yg salah satunya fb@Lenny Zein (ex Gatnas KJII 8 di Padang). Jadi total peserta 15 orang. Walaupun ada peserta baru, tapi gak kalah seru  suasana reuni kami ini hehehe... maklum biang gokilnya jd nambah. 
      Untuk acara kami ini, kami minta tolong ke Dimas untuk atur transportasi dan itinerary selama di sana. 
      Yuk kita mulai perjalanan reuni kami. 
      Hari 1: tgl. 18 November 2016:
      Gili Petelu, Pantai Tangsi (Pink Beach), Gili Segui (Pink Beach 2),  dan Gili Pasir (Lombok Timur)
      Kami berangkat dari M Hotel di kota Cakranegara sekitar jam 7.00 pagi WITA menuju Pelabuhan Tanjung Luar di daerah Lombok Timur  yg memakan waktu perjalanan sekitar +/- 1,5 jam. Dalam perjalanan sempet tuh kami mampir ke daerah Puyung (Lombok Tengah) utk cobain Nasi Balap Inaq Esun yg terkenal di Lombok. Utk menuju tempat makan ini, dr jalan raya kita harus jalan kaki 150 meter memasuki gang rumah penduduk. Gak nyangka, di rumah yg sederhana ini nasi balap yg terkenal itu dijual. Utk teman-teman yg belum tau nasi balap, nih sedikit info ya. Nasi balap yaitu nasi dgn lauk ayam suwir crispy bumbu pedes, ikan asin crispy, sambal dan kacang kedele goreng.

      Yg terkenal dari nasi balap ini ya pedesnya itu yg super (dijamin perut langsung panas & mules kalo yg gak tahan pedes hahaha...), tp buat yg gak doyan pedes bisa minta kok nasi balap yg tidak pedes dan pedes sedeng. Nasi balap Inaq Esun ini harganya Rp.15 ribu per porsi, enak, murah dan kenyang jg lho. Setelah kenyang, lanjutlah perjalanan kami ke pelabuhan Tanjung Luar.
      Setelah tiba di pelabuhan Tanjung Luar, gak buang waktu lg kami langsung dibagi menjadi 2 kapal utk explore  ke gili-gili.
       
       
      1.        Gili Petelu.
      Di Gili Petelu ini airnya bening dan keliatan tuh karang-karang yg di bawah laut. Sayang kami gak bisa main lama-lama disini karena arus bawah lautnya tiba-tiba makin kuat.
       

       
      Diputuskan langsung kami lanjut ke Pantai Tangsi (Pink Beach).
       
      2.        Pantai Tangsi/Pink Beach.
      Nah ini lah dia Pink Beachnya Lombok. Warna pasirnya ternyata udah gak terlalu pink lho senasib dgn pink beach di Pulau Komodo, mungkin krn udah byk orang yg berkunjung ya jd plankton pinknya berkurang. Pantai Tangsi ini bagus lho viewnya tp sayang kebersihan di pantai ini kurang terjaga, jd kita mau main air di sini jadi males. Setelah makan siang, krn gak pada mau main air, kita semua pergi ke bukit di Pantai Tangsi utk foto-foto aja deh.
       

       
      Setelah puas foto-foto, lanjut lah perjalanan kami menuju Gili Segui.
       
      3.        Gili Segui.
      Letak Gili Segui ini gak terlalu jauh dari Pantai Tangsi, dan Gili Segui ini dijuluki Pink Beach 2. Hmm...benar lho pantainya msh bersih krn belum banyak dikunjungi orang. Dan pasirnya memang lebih keliatan pinknya dr pada di Pantai Tangsi. Mana tahan deh gak main air di sini.
       

       
      4.        Gili Semangkuk.
      Dalam perjalanan dari Gili Segui ke Gili Pasir, kami diajak mampir sebentar utk snorkling di Gili Semangkuk ini.

       
      Airnya masih bersih dan karang-karangnya juga masih bagus.
       

      Nah istimewanya dr Gili Semangkuk yaitu ada sumur di dasar laut. So pasti bikin kita penasaran pingin tau. Ini dia tampilan sumurnya.
       

       
      Bagus kan?  Krn airnya msh bening, gak usah susah-susah nyelem dalam-dalam, dgn  modal alat snorkling dan ngapung-ngapung santai aja kita udah bisa liat tuh sumur.
       
      5.        Gili Pasir.
      Akhirnya tiba juga kita di Gili terakhir yg dikunjungi yaitu Gili Pasir. Gili Pasir ini akan muncul jika air laut surut menjelang sore hari.
       

      Bagus bgt Gili Pasir ini karena selain bentuk pulaunya,bintang lautnya unik lho krn  ada berwarna kuning dan pasirnya beralur-alur seperti pasir berbisik di Bromo.
       

       
       
      Kami semua menghabiskan waktu agak lama di Gili Pasir ini sambil menikmati sunset.
       
       

       
      Akhirnya lewat magrib kami baru mendarat lagi di Tanjung Luar. Satu hal yg disayangkan nih, fasilitas kamar kecil utk bilas kurang  banget krn jumlah kamar kecil cuma 2 dan air bersih utk bilas kurang. Jd terpaksa deh kami bilas sekedarnya...hehehe...lumayan bawa “oleh-oleh” pasir yg nempel di badan dan rambut.
      Dari gili-gili yg kami kunjungi hari ini, kesan aku sih bagus-bagus kecuali Pantai Tangsi/Pink Beach yg kurang memuaskan, ya itu krn kurang bersih.
       
      Hari 2: tgl 19 November 2016:  Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat.
      Terinspirasi dgn kunjungan Deffa dan Dimas ke 2 Pulau ini setelah selesai Gatnas Lombok 2015,  kami semua penasaran jg pingin liat keindahan Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Makanya 2 Pulau ini kami masukkan ke kunjungan utama kami. Perjalanan dari kota Cakranegara ke Pelabuhan Kayangan yg terletak di Lombok Timur ditempuh +/- 2 jam. Di Pelabuhan Kayangan ini banyak bgt penjual nanas krn Lombok Timur (daerah Masbagik) memang  terkenal dgn nanasnya. Sambil nunggu Dimas beli tiket, dr pada penasaran kami beli deh 2 ikat nanas. 1 ikat nanas (5 buah) dihargai Rp. 15 rb (incl. ongkos kupas & potong) murah kan. Wah ternyata enak lho nanasnya,seger dan gak asem. Kalau teman-teman nyebrang ke Pototano via pelabuhan Kayangan jgn lupa cobain nanasnya ya, oh iya  sebaiknya membeli jg bekal makan siang  di rumah makan yg ada di sini sebelum menyeberang krn lebih higienis.

      Kapal ferry dari pelabuhan Kayangan ke Pototano (Sumbawa Barat) berangkat setiap 1 jam sekali, beroperasi 24 jam dan perjalanan penyebrangan sekitar 2 jam. Setelah kapal keluar dari pelabuhan Kayangan kita  akan disuguhi pemandangan yg bagus bgt.

      Suasana di kapal ferry ini cukup bersih dan ada hiburan musik organ tunggal tuh. Siapa aja boleh minta lagu, mau joget atau mau nyanyi jg boleh asal nyawer ke pemain organ tunggal.  Nah disini lah Netty, Menie, Onya, Ven-Ven dan Abdy (adik Lenny Zein) unjuk kebolehan mereka berjoget hehehe..... pokoke heboh deh.

      Lumayan sih bikin perjalanan gak bosen.
      Setelah sampai di pelabuhan Pototano, kami berjalan kaki sebentar menuju ke dermaga kecil utk naik kapal yang akan antar kami ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Jgn kaget ya liat dermaganya, hehehe....ya a la kadarnya gitu deh.

      1.    Pulau Paserang.
      Dari dermaga ini, kita akan berlayar sekitar 30 menit sudah sampai di Pulau Paserang.

      Kesannya..... ya ampun ternyata sepi dan gersang bgt ya Pulau Paserang. Sebaiknya bawa bekal makan dan minum deh krn gak ada orang yg jualan di pulau ini. Setelah makan siang, gak buang waktu, langsung deh kami berjalan menuju puncak bukit.

      Untuk yg gak kuat jalan, gak usah kawatir trekkingnya gak jauh  dan gak berat kok... enaknya udah ada jalur trekking yg disemen, tapi.....siap-siap  kaki kebaret-baret dengan tanaman liar putri malu yg berduri itu...hehehe... yg minta ampun banyak banget.

      Setelah sampai puncak bukit, rasa perih di kaki gak berasa lagi krn kita udah terpesona dengan viewnya.

      Setelah puas foto-foto, cusss.... kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kenawa.
       
      2.    Pulau Kenawa
      Dari Pulau Paserang cuma berlayar sekitar 15 menit  udah sampe deh kita  di Pulau Kenawa. 

      Apa yg istimewa dari Pulau Kenawa ini? Selain view dari atas bukit,  uniknya rumput savananya bergerombol sendiri-sendiri seperti tanaman padi gitu deh.  Sambil menunggu panas matahari berkurang, kami santai-santai dulu di warung yg dekat dermaga, ada juga teman2 yg snorkling krn memang lautnya masih bersih dan bagus. Untuk toilet, jgn ngarep toilet yg bagus ya, adanya toilet darurat gitu . Sayang ya, fasilitas umum belum dibikin yg bagus padahal pengunjungnya  sudah banyak lho  dan ada yg kemping jg.
      Setelah sinar matahari gak terlalu ngejreng, kami semua memulai trekking ke puncak bukitnya. Sepanjang jalan, mata adem rasanya liat padang rumputnya yg mulai keliatan warna hijaunya.

      Setelah melewati padang rumput, siap-siap trekking ke atas bukit, gak terlalu tinggi kok, paling cuma 10 menit, asal jangan buru-buru dan harus hati-hati krn selain menanjak byk batu krikil kecil2 yg bisa bikin kepleset.

      Semua rasa cape dan panas terbayar lho dengan pemandangan yg terhampar di depan kita. Ini buktinya.


      Gak kerasa, duduk2 sambil menikmati pemandangan, tiba lah waktu sunset di bukit ini. Baguus.....banget sunsetnya. Emang Pulau Kenawa top deh.

      Udah posisi PW gini males rasanya mo jalan turun lg, tp dr pada kemaleman di atas dan susah turunnya krn gak ada lampu senter, cepet2  kami jalan turun lagi menuju pinggir pantai. Pas sampe di pantai, hari udah lumayan malam dan akhirnya sekitar jam 19.30 WITA kami meninggalkan Pulau Kenawa untuk menuju dermaga asal. 
      Akhirnya kami sampai kembali di Cakranegara sekitar jam 12.30  dinihari.
       
      Hari 3: tgl.20 November 2016: Air Terjun Benang Stokel, Air Terjun Benang kelambu dan Bukit Merese di Tanjung Aan. 
      Baru tidur sekitar 3 jam, mau gak mau mata harus melek pagi2 lagi. Waktunya packing! Ini lah hari terakhir perjalanan reuni kami dan kami semua cepat-cepat sarapan dan check out dari Hotel karena gak sabaran pingin liat keindahan Air Terjun Benang Kelambu. 
       

      Air terjun yg akan kami kunjungi ini termasuk kawasan hutan  di kaki Gunung Rinjani tepatnya di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Dari Kota Cakranegara,  lama perjalanan sekitar 1 jam, kita  bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Sedau-Pancor Dau-Teratak-Desa Aik Berik.Ke 2 air terjun ini belum setenar air terjun Tiu Kelep di kalangan wisatawan, jadi gak heran pengunjungnya sebagian besar orang lokal Lombok.
       

      Oh iya kalo teman-teman merasa gak sanggup jalan kaki menuju air terjun, byk ojek motor yg sudah standby di gerbang masuk kawasan air terjun. Ada jg beberapa teman kami yg lsng sewa ojek motor seharga Rp.30.000,- pulang pergi, tp nyesel lho kalo naik ojek motor krn kita gak bisa liat Air Terjun Benang Stokel.Jalan kendaraan bermotor dan mobil ternyata langsung menuju ke lokasi Air Terjun Benang Kelambu.
       
      1.    Air terjun Benang Stokel.
      Setelah kita melewati gerbang masuk, kita mulai berjalan melewati kawasan  pepohonan yang rindang dan hiruplah udara segar yg belum kena polusi. Jalur menuju ke lokasi air terjun sudah dibangun undakan2, sehingga kita berjalan menuju ke air terjun dengan cukup nyaman sih. Dari pintu gerbang, kita akan berjalan sekitar 1 km untuk menuju air terjun Benang Stokel.
       
       

      Dr kejauhan kita udah bisa liat tuh  Air Terjun Benang Stokel. Di air terjun ini ternyata ada dua air terjun dan nama air terjun ini yaitu “Benang Stokel” dalam bahasa lokal memiliki arti “seikat benang”. Dinamai demikian karena bentuknya yang menyerupai ikatan benang. Air terjun ini memiliki dua air terjun, dengan ketinggian masing-masing sekitar 20 Meter. Airnya sangat jernih dan segar.
       
       

       
       
      2.    Air terjun  Benang Kelambu.
      Setelah puas foto-foto di Air Terjun Benang Setokel, lanjutlah perjalanan kami menuju Air Terjun Benang Kelambu. Jalur trekkingnya cukup nyaman sih, gak yg curam banget (lebih gempor trekking di Air Terjun Tiu Kelep hehehe...).
       

      Santai aja jalannya supaya gak terlalu capek.Kalo haus atau lapar, gak usah takut, sepanjang jalan setapak ada beberapa warung yg standby jual makanan dan minuman.
       
       
      Taraaa... dari jauh udh keliatan tuh air terjunnya. Baguss kan air terjunnya dan kita cuma bisa bilang memang ciptaan Tuhan indah .
       
       

      Air terjun ini dinamai Air Terjun Benang Kelambu karena terjunan airnya yang berbentuk seperti kelambu. Air terjun ini memiliki 3 tingkat. Tingkat yang paling atas berasal langsung dari mata air, dan memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Tingkat yang kedua merupakan lanjutan dari tingkat pertama, dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Tingkat yang ketiga memiliki ketinggian hanya 5 Meter.

      Gak seperti Air Terjun Benang Setokel, Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam, jadi cuma bisa basah-basahan di bawah terjun. Kalo mau berenang bisa juga sih, dibawah ada tuh kolam buatan utk pengunjung berenang.
       
       

      Nah utk jalan pulang kami cobain lewat jalur kendaraan bermotor, dan ternyata jalannya lebih landai dan gak usah menderita melewati jalan menanjak dan anak tangga yg bikin kaki pegel hehehe... 
       
      3.    Bukit Merese, Kuta, Lombok
       
      Setelah istirahat makan siang, langsung cuss... kita mampir dulu beli oleh-oleh di toko oleh-oleh Gandrung (jual kaos, baju dgn kualitas dr yg biasa sampai yg bagus) dan toko Lestari (jual oleh-oleh makanan lokal). Sebelum menuju ke Bukit Merese, kami antar teman kami bang Duty Nath ke Bandara dulu krn pesawat dia lbh cepat dr pd kita semua.
      Dr bandara ke Bukit Merese gak terlalu jauh sih... sekitar 45 menit lah. Arah menuju ke Bukit Merese, ternyata melewati Pantai Kuta dulu dan melewati Pantai Tanjung Aan.
      Bukit Merese ini menarik lho krn ada padang rumputnya yg bagus utk foto-foto dan kita bisa melihat Pantai Tanjung Aan dan Batu Payung di kejauhan.
      Ini lah dia, view Bukit Merese. Bagus kan teman-teman.
       
       

      Nah karena terlalu menikmati suasana di Bukit Merese ini, jd lupa waktu deh, gak berasa udh jam 18, waah..langsung kami semua panik takut telat sampai di Bandara. Untung sopir mobil Elf kami cepet tuh nyupirnya... pas jam 19 malam sampe di Bandara (pesawat kami sekitar jam 20 malam). Puji Tuhan gak telat.
      Nah teman-teman demikian sedikit cerita dari reuni ex Gatnas IX.  Semoga kami semua tetap kompak deh. Salam jalan-jalan!