Dhistiraz

KOPDAR ( MeetUp) 7 - Jalaners REGIONAL MEDAN ( SUMUT )

31 posts in this topic

Hi Jalaners  

Regional Medan mo update info nih.. 

Minggu yang lalu tepatnya  hari Sabtu, 22 April 2017 Jalaners Regional Medan mengadakan kopdar ( MeetUp ) bersama, sebagaimana yang rutin sudah kita adakan setiap bulan sekali.

Tempat kopdar di JUMPA KAWAN CAFE Medan, dari jam 5 sore sampe tutup cafe, nggak puas ngobrol.. sambung di pelataran parkir, sampe tutup pagar baru pada bubar :ngakak:ngakak hiks..

Kami (jalaners medan) sih sudah pada setuju untuk menjadikan kopdar adalah kegiatan rutin bulanan, karena dengan ketemu bareng bisa saling bertukar pengalaman. Bukan saja yang berhubungan dengan wisata, namun hal-hal lain pun biasa kami share di pertemuan ini. Bahkan kami sudah merasa sangat akrab jika bertemu, meskipun terkadang ada anggota yang baru ketemu pada saat itu.

Oke lah.. berikut dokumen narsis kami di acara kopdar kemaren...:tersipu

p3.thumb.jpg.4e7302c286ac345e66721bf0ef7909fd.jpg

 

p5.thumb.jpg.df052336890344613294e6042e39699c.jpg

 

p7.thumb.jpg.f8013d1d52b68a782fbfac985110ef78.jpg

 

p1.thumb.jpg.4b8a12d5e4618d7417f46ad97b0ff4c8.jpg

 

p2.thumb.jpg.c1c4a7c92158b9d3f711295cb2ed917b.jpg

 

p10.thumb.jpg.a2cd90c0e5915f48d08738f22bdf6a24.jpg

 

p9.thumb.jpg.2c07d142e52bbbb55b740bc770ceb94c.jpg

p8.thumb.jpg.d2d9745a45275495815a4edf2395bdd7.jpg

 

Kalo diatas Photo Narsisnya, sekarang yuk lihat langsung Videonya 

 

 

Karena waktunya bersamaan dengan liburan( panjang) sebagian temen-temen nggak bisa ikutan hadir di acara meetup rutin ini,  seperti mas bro @thepo ,  @Muhammad Al Aufa , @Gempur Pranata Sumitro , @Vean Tristan , @dhiedhut , @kafkaalfarizdi  enggak sempat datang karena mereka ada kegiatan liburan luar kota dan kegiatan lain. Tapi meskipun tidak datang kami tetap berkomunikasi via chat Group di WhatsApp. 

Owh ya... bro @thepo pas hari itu dia nggak datang karena lagi bawa rombongan ke Sabang :hiking:foto2

Special Note @thepo : Paling rame kalo chat di Group WA :ngakak  

Temen yang bisa hadir di MeetUp kemaren antara lain : Kenzie @Dhistiraz, Panca @pancaiwa, Anjas @just0682, Icha @Hafiza Humaira, Arie Arhen @arie arhen linggabersama calon (:kesengsem), Jenathan @Jenatan Sianipar, Boby(baru gabung), Eva (baru gabung), Sarah(baru gabung), Muni(baru gabung), Mariaty(baru gabung).

 

Yang belum bisa datang & kami rindukan :senyum : Aufa @Muhammad Al Aufa, Vean @Vean Tristan, Gempur @Gempur Pranata Sumitro, Thepo @thepo, Rita @dhiedhut, Melda @Melda Quarter Goeltom( masih di Amerika) kafka @kafkaalfarizdi, Rizal, Santuo(baru gabung), Zaenal(baru gabung), Endri (baru gabung), Eko (baru gabung), Tito (baru gabung), Fany (baru gabung), silvi (baru gabung), Arrisqi @Arrizqi Fadhilah

Note : sebagian jalaners yang baru gabung akan segera  regist di forum kita  Jalan2.com ( tercinta ini )  biar lebih kenal dengan temen jalaners dari seluruh Indonesia....

Buat temen2 jalaners yang berada di wilayah Sumatera Utara (Medan) hayuuk merapat... 

Jalaners....  Jangan Lupa.. BAHAGIA..!!

 

:melambai:melambai:ngakak

  

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, kyosash said:

wah mantap nih tambah rame pasukan-nya :salut 

Iya nih, kita suka ngajakin temen2 yg laen buat gabung biar makin rame nih Regional Medan :dance

Next kopdar mudah-muudahan kita bisa buat planning nge-Trip bareng 

Mas @deffa n mas @kyosash kapan nih ada waktu buat maen ke Medan? :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, just0682 said:

Iya nih, kita suka ngajakin temen2 yg laen buat gabung biar makin rame nih Regional Medan :dance

Next kopdar mudah-muudahan kita bisa buat planning nge-Trip bareng 

Mas @deffa n mas @kyosash kapan nih ada waktu buat maen ke Medan? :senyum

hahay dah lama gak ke medan neh semenjak Gathering Nasional waktu itu

kangen juga Ucok Durian :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, just0682 said:

Iya nih, kita suka ngajakin temen2 yg laen buat gabung biar makin rame nih Regional Medan :dance

Next kopdar mudah-muudahan kita bisa buat planning nge-Trip bareng 

Mas @deffa n mas @kyosash kapan nih ada waktu buat maen ke Medan? :senyum

iya kapan yah, terakhir mampir kesana waktu gathnas.

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, Jenatan Sianipar said:

Tadi udah nambah kan 2 org teman juga ke grup WA, tinggal nunggu jadwal kopdar selanjutnya bawa mereka jmpa langsung dgn teman2 lain nya.

wih mantap neh idenya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On Wednesday, May 10, 2017 at 11:58 AM, annarose said:

Hello kpn lagi nih anak medan bikin kopdar? @Dhistiraz

& dkk :makan

Klw mw ikutan kopdar boleh pm saya k....

Soalnya hari ini juga kopdar kok

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 10/5/2017 at 11:58 AM, annarose said:

Hello kpn lagi nih anak medan bikin kopdar? @Dhistiraz

& dkk :makan

maren kita tanggal 20 baru kopdar  mbak @annarose

besok dibulan puasa kita ada kumpul2 bareng biasa sih buka puasa bareng.. gitu...

coba pm aja ke 085216429123   biar masuk ke group wa regional medan

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
23 hours ago, Dhistiraz said:

maren kita tanggal 20 baru kopdar  mbak @annarose

besok dibulan puasa kita ada kumpul2 bareng biasa sih buka puasa bareng.. gitu...

coba pm aja ke 085216429123   biar masuk ke group wa regional medan

 

nah pas tuh  acara bukber cc @annarose

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/28/2017 at 4:41 PM, Dedy_737 said:

Hai salam kenal warga medan, sy member baru disini.. 

salam kenal kembali @Dedy_737 :melambai

 

kebetulan kita ada Group Whatsapp Jalan2 Regional Sumut nih mas, jadi kalo mau kopdar atau meet up biasanya kita ngobrol disitu,
kalo ada WA, info aja nomor WA-nya, biar ntar kita invite ke Group :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Dhistiraz
      AKSI Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “

      Hutan Mangrove  memiliki manfaat yang sangat penting antara lain ; Mencegah Intrusi air laut atau perembasan air laut ke tanah daratan yang menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak layak untuk di konsumsi, Mencegah Erosi dan Abrasi pantai, sebagai pencegah dan penyaring alami, sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa, berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir, serta manfaat-manfaat yang lainnya.
      “ Pantai kita butuh kepedulian kita, mari tanam ribuan mangrove !! “
      Setidaknya itu adalah kalimat yang tersirat di benak teman-teman relawan yang peduli terhadap  lingkungan kita,  salah satunya adalah Komunitas “ Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT “.
      Hari Minggu, 17 September 2017 kemaren  teman-teman dari Komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, mengadakan kegiatan Peduli Lingkungan yang melibatkan berbagai kalangan baik dari indvidu, Pelajar & mahasiswa maupun dari berbagai lintas komunitas yang ada di Sumatera Utara.
      Kegiatan peduli lingkungan yang bertema “ Tanam Ribuang  Mangrove “ ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya jumlah peserta  yang mencapai 800 orang lebih yang ikut  dalam kegiatan ini. Aksi peduli lingkungan ini di pusatkan di lokasi “ " Mekar Bahari Konservasi Area RUMAH MANGROVE “ Desa Percut, Bagan Percut Dusun XVIII, Deli Serdang, Sumatera Utara.
      Tentu saja,  kegiatan yang bersifat peduli lingkungan ini mendapat tanggapan yang positif pula dari temen-temen Jalaners yang tergabung dalam Komunitas Jalan-jalan Indonesia Regional SUMUT (  Jalan2.com Regional SUMUT ).
      Mengapa ? karena; meskipun beda komunitasnya, namun memiliki kesamaan prinsip dan pandangan yakni sama-sama peduli sekitar tanpa mengharapkan imbalan. Selama ini temen-temen dari TKP sering mengadakan kegiatan amal utk kemanusiaan, sedangkan temen-temen dari komunitas Jalan2.com Regional SUMUT sering mengadakan kegiatan explore wisata yang masih terpendam  dan meng-expose keluar melalui berbagai media agar di ketahui khalayak ramai dan diharapkan berdampak positif pula terhadap perekonomian  masyarakat yang ada di lingkungan wisata.
      Okehlah .. persamaan pandangan clear…!!
      Yuk Ikuti keseruannya..
      Sesuai Instruksi panitia kegiatan bahwa; para peserta yang sudah mengetahui lokasi kegiatan diharapkan bisa langsung ke lokasi kegiatan,  sedangkan para peserta  yang tidak/belum mengetahui letak lokasi kegiatan Tanam Ribuan Mangrove “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ diharapkan  berkumpul di SPBU Haji Anif di Jalan Cemara Medan,  pada  Minggu pagi ,17 September 2017   jam 07.00 wib, dan dari sana rencananya akan dipandu oleh panitia dan berkonvoi menuju lokasi kegiatan.
      Terus bagaimana dengan saya dan rekan-rekan jalaners  Regional SUMUT ?
      Awalnya kami mau menggunakan sepeda motor dan berkonvoi bersama, namun karena ada teman yang rumahnya  sangat jauh  dan ada sebagian teman yang sepeda motornya tidak sehat sehingga saya putuskan untuk pake mobil saya saja, kebetulan yang bisa ikut kegiatan hanya 7 orang karena temen-teman yang lain sudah ada schedule  pribadi pada tanggal itu. Dan kami sepakat untuk berkumpul di depan Kantor Pos Pusat samping lapangan merdeka  pada  jam  06.30 Wib, dan ternyata teman-teman pada tepat waktu ! thanks.
      Sarapan dulu !!
      Yew… ternyata sama ! , sama-sama belum isi perut ! , yuklah sarapan dulu…
      “ Buk.. Lontong sayur 5,  satu pake perkedel, empat pake telor , duanya lagi nasi gurih.. "
      Ok Mas ! kata ibu yang jualan menu sarapan, tidak berselang lama semua pesanan pun sudah ada di atas meja dan kami pun siap untuk menyantapnya. Ayuk sarapaaan…

      Sarapan udah kelar, yuk langsung ke SPBU  Haji Anif,  OK ! kata temen-temen..
      Dan sesampai di SPBU Haji Anif, ternyata belum semua peserta kumpul baru sebagian saja yang sudah pada menunggu, meskipun sudah jam 07.30 wib, saya pantau dari pembicaraan di chat group ternyata masih banyak yang OTW = on the way alias masih pada ngaspal ho ho ho….

      Yaw udahlah kita coba duluan aja ke lokasi, meskipun belum tau posisi lokasinya kita coba ikuti Google Map ajah, saat itu HP saya lowbat !! haduuh padahal  info lokasi ada di chat group TKP ! ya udahlah seingat  saya namanya Bagan Percut, so pake HP nya si Vean, dan buka google map, cari Bagan Percut dan akhirnya mengikuti petunjuk GPS nya Google… sudah sekitar 30 menitan lamanya kami mengikuti petunjuk.. udah jauuuh bahkan sudah sampai pinggiran laut, udah habis jalan beraspalnya, sekarang sudah masuk ke jalan tanah tanggul sungai… sudah sekitar 3km lebih kami menyusuri pinggiran sungai tapi lokasi kegiatan tidak ketemu-ketemu !
      Kami kesasar paaak….!! 
      Ternyata  GPS nya mengarah jalan yang salah !   ya iyalah wong titik point nya yang di ambil Bagan percut,  Bagan percut itu luas ! Plaak plaak .. tepuk jidat lah….
      Untung bro Anjas bawa PowerBank, setelah ngecarge HP,  buka chat group dan teriak “ Saya kesasar paak !! …
      Dan Fast Response, panitia langsung Share Location  by google map ,  jadi langsung balik lagi… dan akhirnya sampai dah ke lokasi kegiatan… Horeeeee  !!!
      Sesampai di lokasi ternyata sudah ramai peserta yang datang, langsung dah jumpai panitia untuk konfirmasi peserta, dan panitia memberikan tanda peserta berupa Pita warna Hijau untuk di sematkan di kaos atau topi.

      Setelah pakai tanda peserta, kami langsung menuju di mana para peserta di kumpulkan dan……. Tiba-tiba suara keras terdengar dari soundsytem “ Ayok teman-teman dari komunitas Jalan2.com silahkan maju dan bergabung… “

      Wah ternyata itu suara Abangda “Syukur Ricky Roy Aritonang, sang komandan TKP ! Ok bangnda kami  bergabuuung….
      Setelah panitia mengenalkan para  petugas kegiatan serta  pengenalan dan tata cara tanam pohon mangrove  kami pun dibagi 3 kelompok besar  untuk pengaturan lokasi tanam, dan masing-masing group  di pimpin oleh satu petugas pengarah, kami diarahkan menuju lokasi bibit, dan setiap peserta di jatah minimal 5 bibit mangrove.
      Ayuk tanam Mangrove nya…. Semangaatt…. !!!
       

        Masing-masing bawa 5 bibit yaks.....




       
      Selama menanam mangrove, tentu saja kami saling berkenalan dengan banyak orang dari berbagai komunitas,  ya ! di  kegiatan peduli lingkungan seperti ini tentu banyak positifnya, selain belajar mengenal mangrove  sambil berwisata juga menambah kenalan dengan teman-teman baru… !
       


       

      Mau hiburan ?... tenang …  di komunitas kita ada biduan, hahaha biduan… iya bener biduan.. Vokalis  gitu lhoo..
      Ada Muni yang suaranya merdu  ada thepo yang menjadi teman duetnya 
      Lanjuuut maang….     
       


      Hari sudah sore, dan acara sudah selesai, setelah menerima sertifikat dari panitia , kami pun meninggalkan lokasi kegiatan, dan dalam perjalanan pulang kami sepakat untuk  mampir  dan makan bakso di warung bakso Mas Edo di jalan sunggal, tepatnya di depan perumahan Somerset Regency. Kami suka makan disana karena disana ada bonus ceker dan tulang ayam yang banyak, tentu saja  rasa nya enak dan harganya juga tidak terlalu mahal.
      Namun sayang, sesampai disana warung baksonya gak buka, alias tutup !!, waduh kemana  nih mas edo nya.. ?  ah barang kali lagi liburan… masa jualan melulu… Piknik dunk…
       
      Okeh, Fine !, kita cari warung bakso yang lain… 
      Bakso  Sahabat di jalan Merak, sunggal ini akhirnya menjadi pilihan, rasanya lumayan enak, apa lagi buat kami yang lagi kelaparan… 
       
      OK Guys…. Sebegituh ajah ya  Field Report (FR) saya di kegiatan Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “ semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua. 
      Terima kasih kepada Komunitas  Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, yang sudah menyelenggarakan kegiatan peduli lingkungan ini.
      Terima kasih kepada “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ yang sudah menyediakan tempat dan berbagi ilmu tentang mangrove
      Dan tentu saja terima kasih buat temen-teman komunitas Jalan2.com Regional SUMUT yang  sudah ikutan kegiatan peduli lingkungan; @Dhistiraz Kenzie, @Vean Tristan Vean, @just0682 Anjas,  @thepo Thepo, Muni, Nopita, Indah jho..
      Salam komunitas, dan  Salam Lestari..

       
       
       
       
       
       
       
       
          
       
       
       
       
       
    • By Dhistiraz
      GATHERING ADVENTURE 
      Jalaners  Regional SUMUT,  9 - 10 September 2017

      Hola semuwah…….
      Horassss..!!
      Berawal dari ide temen-temen  saat kopdar  jalaners Sumut di Raden's Crispy Steak & Spicy Chicken di akhir bulan Juli kemaren, akhirnya keluarlah rencana Gathering  Adventure untuk explore Pesona Sumatera Utara yang di fix kan tanggalnya di 9-10 September 2017.
      Total ShareCost per orang   hanya  RP.  433.000, itu sudah  termasuk  ( Transportasi, Akomodasi, konsumsi,   Penyebrangan Ferry, Retribusi Wisata, Parkir wisata & umum dan pengeluaran lain-lain) pokoknya sudah semua.  Sebenarnya  ShareCost Awal hanya Rp. 350.000  per orang, namun karena adanya biaya-biaya tambahan yang tidak di anggarkan sebelumnya,  maka Sharecost tambahan  dikenakan Rp.  83.000 per orang sehingga totalnya menjadi  seperti yang di sebutkan diatas.
      Mari kita ikuti keseruannya…
      TITIK KUMPUL & KEBERANGKATAN
      Schedule Gatheringnya sih Sabtu-Minggu, 9-10 September 2017,  tapi  keberangkatan kami  di hari Jum’atnya , dan sesuai kesepakatan  kami  pilih SPBU Setia Budi sebagai Titik Kumpul keberangkatan. Jum’at , 8 September 2017  sekitar jam 20.00 wib temen-temen sudah pada kumpul  di  SPBU Setia Budi, setelah saling berkenalan dengan teman-teman yang baru bergabung di komunitas maka kami pun mulai mempersiapkan  tas masing-masing untuk di susun di bagasi mobil.

      Selanjutnya.. pengarahan dari ketua Team Gathering Adventure  @Dhistiraz ( Kenzie ) dan berdo’a bersama sebelum keberangkatan.  Tepatnya pukul  22.00 Wib kami berangkat dari titik kumpul menuju ke kota Pamatang Siantar sebagai destinasi  pertama  yang akan kami kunjungi.
       
      WISATA MALAM DI KOTA PEMATANG SIANTAR
      Berangkat dari titik kumpul  pukul  22.00 wib dan sampai di Pematang Siantar pukul  00.30 wib ( dini hari ). Sesampainya di kota Pematang Siantar hujanpun turun dengan derasnya, kamipun mampir ke SPBU  yang berada di seberang  RS. Horas Insani, menurut rencana sih kami akan istirahat disana hingga pagi hari.
       Sudah satu setengah jam kami disana namun hujan tidak kunjung berhenti, baru sekitar menjelang jam 2.30 wib hujan  mulai reda..

       
      Sepertinya ada yang  aneh nih,  temen-temen pada clingak clinguk  pandang-pandangan…  eh ternyata temen-temen pada kelaperan…  Karena di sekitar  SPBU nggak ada kedai  makanan yang buka, akhirnya kami menuju ke SIANTAR SQUARE  yang berada di Jl. Vihara  Pematang Siantar. Untuk  Menuju ke Siantar Square sangat mudah, Jika Anda dari Arah Medan menuju Parapat, pasti akan melewati Jalan Sutomo atau Jalan Lintas Tengah Sumatera yang berada di pusat kota , nah dari  pusat Perbelanjaan Ramayana terus saja, nanti di sebelah kiri jalan ada gapura bertuliskan SIANTAR SQUARE pas di pangkalnya  Jl. Vihara. Jika Anda kemalaman  dan tidak ada lagi rumah makan yang buka, silahkan mampir kemari saja, karena mereka buka sampai pagi.

      Mulai dari sate padang, indomie rebus, nasi goreng, teh manis panas, kopi panas  , kopi susu panas pun kami tuntaskan  wkwkwww 
       
      TUGU  BECAK  BSA PEMATANG SIANTAR
      Setelah perut kenyang…  sembari menunggu waktu subuh tiba,   kamipun tidak mau menghabiskan waktu percuma,  jam 04.00 wib kami menuju TUGU BECAK SIANTAR,  disana  mobil kami parkirkan di tempat parkir disamping tugu,  tepatnya dihalaman Gedung Dinas Kebudayaan  Pematang Siantar.
      Turun dari mobil…… weshhhh  para  Celebgram  langsung cari posisi joss  buat selfie, maklum Tugu Becak Siantar adalah salah satu Hot Spot  yang lagi naik daun dan menjadi  salah satu objek yang paling di buru oleh  para Celebgram.
      Sebagai informasi, Tugu Becak Siantar ini di resmikan pada hari sabtu, 15 September 2016,  Becak Siantar  yang ber merk Birmingham Small Army (BSA )  dan sejenisnya ini merupakan warisan Perang Dunia yang masih beroperasi dengan baik. So ..jika rekan-rekan main ke Pematang Siantar, pastikan mampir ke Tugu Becak Siantar ini.


      Lokasi  Tugu Becak Siantar (BSA)  berada di Jalan  Merdeka,  di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan Pematang Siantar, Sumatera Utara.
       
      Hingga akhirnya Adzan subuh pun berkumandang,  saya  dan teman-teman kita yang muslim tentu harus menunaikan ibadah wajib, dan sekitar 15 menit dari  Tugu Becak Siantar, kami pun singgah di Masjid Rindam ( Al-Huda ) yang berada di jl. Bangau, Pematang Siantar. Masjidnya cukup besar dengan pelataran parkir yang luas.
      Setelah mobil terparkir di halaman Masjid kami semua pun  turun  baik yang muslim maupun yang non muslim, setelah bersih-bersih di kamar mandi kami yang muslim masuk ke dalam masjid untuk sholat subuh, dan teman-teman kami yang tidak sholat subuh beristirahat di teras depan masjid.
      Setelah selesai sholat subuh, kami bergabung kembali dengan teman-teman yang berada diteras depan, dan disana kami rebahan meluruskan badan sambil cerita kesana kemari.


       
      PEMANDIAN BAH  DAMANIK 
      Sekitar  jam  06.30 kami bergerak dari Masjid Rindam untuk mulai melanjutkan Adventure, Jam 6.50 wib kami sampai di simpang tiga SPBU Simarimbun, atau lebih jelasnya  persimpangan  Jalan Parapat ( menuju Parapat) dengan Jalan Pematang Purba yang mengarah ke Sidamanik.
      Tujuan kami adalah pemandian Bah Damanik, sekitar 40 menit dari Simpang tiga SPBU, sampailah kami di Sidamanik tepatnya pas di depan  Plank yang bertuliskan  “Pemandian Bah Damanik”,  Sebenarnya  secara jarak  sih tidaklah  jauh  dari simpang tiga SPBU, andaikan jalannya bagus, harusnya sekitar  15 menit sudah sampai . Tapi karena jalannya rusak sana sini membuat kami harus berhati-hati .  dalam hal ini “ jika ada pejabat pemerintah yg berwenang  yang membaca tulisan ini, mohon kiranya jalan menuju Sidamanik ini diperbaiki.. “
      Lanjut….
      Dari plank  nama pemandian Bah Damanik, mobil kami terus masuk kedalam sekitar  10 menitan, jalan pelan-pelan , dan akhirnya sampai ke pelataran parkir mobil dan sepeda motor. Untuk tarif parkir disini dikenakan Rp.  15.000.- per mobil, kalo bisa dinego saja,  bisa aja jadi Rp. 10.000 per mobil, soalnya belum ada aturan khusus yg mengatur tarif parkir disini.
      Setelah turun dari mobil kami bersiap menuju pemandian Bah Damanik dengan menuruni anak tangga, namun sebelumnya kami harus membayar retribusi terlebih dahulu sebesar Rp. 5.000,- per orang,  harusnya sih kalo di kali 14 orang  totalnya, Rp. 70.000.-  tapi kami minta diskon jadi kami hanya bayar RP.  60.000.- saja untuk 14 orang, lumayan..
      BTW nih, tarif Rp. 5.000.- itu hanya untuk mandi-mandi di pemandian, naik rakit, dan untuk kamar kecil, sedangkan untuk sewa pondok di kenakan Rp. 25.000.- per pondok.
      Selanjutnya….. acara bebas di pemandian…



       
      Air nya sungguh dingin dan segar…   kami yang tidak tidur semalaman ini menjadi bugar begitu nyemplung ke air. Rasa kantuk juga hilang… kalo pakar kesehatan bilang, itu karena  banyaknya  “ ION NEGATIF “ sehingga tubuh menjadi segar….    Au  ah…….
      Tips : Karena Pemandian BAH DAMANIK adalah salah satu Spot Wisata yang paling diburu wisatawan, maka datanglah pagi-pagi agar teman-teman bisa menikmati jernihnya air Bah Damanik, sebagaimana kami yang  menjadi tamu pertama di hari itu, karena jika teman-teman datangnya siang atau sore hari, sudah keburu rame orang, daaan… airnya udah nggak jernih lagi.
       
      KEBUN TEH BAH BUTONG
      Jam 9.30 wib kami harus keluar dari pemandian Bah Damanik, karena masih ada destinasi wisata yang harus di kunjungi yaitu  Perkebunan Teh . Kebun teh yang  ada di PTPN IV  Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari  di Kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Pematangsiantar kerap ramai disambangi wisatawan. Oleh karenanya kami juga tidak ingin melewatkan perkebunan teh  yang konon  hasil teh dari perkebunan ini adalah merupakan teh terbaik di dunia.  
      Lama perjalanan dari pemandian Bah Damanik ke perkebunan Bah Butong Ini hanya memakan waktu 3 menit saja, dari kejauhan sudah terlihat plank nama milik PTPN IV yang di bawahnya bertuliskan Selamat Datang di Kebun Bah Butong.
      Sesampai disana ternyata sudah ada beberapa rombongan wisatawan  yang sudah tiba terlebih dahulu, dan kamipun mengambil posisi parkir di pinggir jalan. Tarif parkir disini Rp. 10.000, per mobil tapi  di nego jadi Rp. 5.000.- saja .  Satu hal yang menjadi perhatian kami disana adalah, penduduknya yang sangat ramah,  siapapun orang nya yang kami tanya-tanya disana, mereka akan menjelaskan dengan ramahnya… kami bisa melihat dari mata mereka akan rasa ingin menolong orang lain yang membutuhkan jawaban.
       


       
      Jika Anda ingin membawa oleh-oleh dari sini, ada beberapa pedagang yang menawarkan teh hijau, teh benalu, teh linting dll  yang harganya juga tidak mahal. Saya membeli  1 bungkus teh hijau seharga  Rp. 15.000.- untuk ukuran 250 gr.
       
      AIR TERJUN  BAH BIAK
      Setelah puas kami perfoto dan ber selfie ria di perkebunan teh Bah Butong ini, kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun  BAH BIAK,  lokasi nya tidak jauh dari perkebunan Bah Butong, sekitar 3 menit perjalanan kami sudah melihat Plank Petunjuk  menuju air terjun Bah Biak, kami pun belok ke kiri mengikuti petunjuk, sayangnya jalan menuju ke air terjun Bah Biak ini masik tanah, belum di lapisi batu krikil  apa lagi aspal hehehe.. maklumlah ini kan sebenarnya jalan perkebunan..

      Beberapa kali saya harus turun untuk mengecek kondisi jalan yang kami lalui, karena khawatir  kalo nanti mobil akan kepater, selip atau apalah… tapi ternyata disana tanahnya  pasir bercampur batu bukan tanah liat, sehingga walaupun berlumpur tapi bagian bawahnya keras. Sehingga aman untuk dilalui kendaraan.
      Dan sekitar 10 menitan lamanya  akhirnya kamipun sampai di tempat parkiran Air Terjun Bah Biak yang letaknya berada di perkebunan teh Sidamanik. Setelah parkir , kami langsung menuju ke air terjun Bah Biak, dengan menuruni  anak tangga terlebih dahulu.  Retribusi  masuk tempat wisata ini, Rp. 2.000 per orang.



       
      Sesampai di air terjun Bah Biak kami langsung ambil posisi cantik untuk jeprat-jepret. Namun karena hari sudah mulai siang kamipun tidak sempat untuk basah-basahan disana,  karena harus melanjutkan  destinasi  selanjutnya, “ BUKIT SIPOLHA “.
      Seyogyanya  kami  berencana mengunjungi  BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG  terlebih dahulu sebelum menuju Bukit Sipolha, namun karena pertimbangan waktu  akhirnya kami memutuskan untuk men-skip kunjungan ke Simarjarunjung. Next Time lah kami akan kesana.
       
      BUKIT SIPOLHA
      Rasa nya sudah tengah hari dan perut pun mulai lapar, dalam perjalanan menuju Bukit  Sipolha,  kami singgah di rumah makan padang yang ada di desa Sait buttu,  untuk membeli nasi bungkus, yang rencananya akan kami nikmati nanti  pas di Bukit Sipolha.  Setelah membeli  nasi bungkus, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah beberapa menit sampailah kami di pertigaan antara Jalan Pematang Purba dan Jalan Simarjarunjung.  Jika belok kekanan menuju Simarjarunjung dan Tigaras, sedangkan jika belok ke kiri menuju Sipolha dan Parapat, maka kamipun memilih belok ke kiri jalan yang menuju ke Bukit Sipolha dan Parapat.
      Selama perjalanan menuju bukit sipolha, kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan, kilauan air danau toba terlihat dari kejauhan, didalam mobil teman-teman pada kegirangan melihat pemandangan pinggiran danau toba yang begitu indah. Dan sekitar 30 menitan kami sampai di persimpangan menuju Bukit Sipolha,  kami pun menyusuri jalan sempit yang berbatu  dan sedikit curam, namun bagi kami itu sudah biasa, jadi ya santai sajah…
      Sekitar 10 menitan sampailah kami di pelataran parkir yang sederhana dan mobil kamipun ambil posisi parkir yang strategis sesuai dengan arahan tukang parkir.
      Sayangnya Sesampai kami di parkiran, hujan turun dengan deras, sehingga kami  tidak bisa langsung naik ke Bukit Sipolha, tapi kami mampir di warung kopi, sembari menunggu hujan reda,  sekalian lah nyantap nasi bungkusnya,  Udah lapar….
      Baru sekitar setengah jam  hujan mulai reda.. dan akhirnya cuaca kembali panas, maka saatnya untuk naik keatas Bukit Sipolha yang selama ini sudah di impikan…



       
      PENYEBERANGAN TIGARAS
      Setelah berpuas-puas di Bukit Sipolha, kami harus segera menuju ke pelabuhan Tigaras, karena kami harus mengejar jadwal penyebrangan  jam 15.15 WIB, menuju Simanindo, Samosir.
      Sesampai di Pelabuhan Tigaras, sudah ada 12 mobil yang mengisi palataran pelabuhan dan mobil kami masuk pada urutan 13 dan 14, amanlah. Karena  Kapal penyebrangan hanya bisa memuat 15-16 mobil saja, dan sisanya akan di masukan ke jadwal berikutnya.
      Saya langsung  menuju Loket  untuk membayar administrasi penyebrangan,  dengan perincian sbb: Untuk Minibus  Rp. 96.500, Penumpang  6 orang dewasa ( Supir tidak dihitung) Rp. 40.200,  jadi perorangnya Rp. 6.700.- Asuransi keseluruhan 6.550 jadi totalny Rp. 143.250.-  untuk Retribusi parkir per mobil  Rp. 10.000 per mobil tapi negolah jadi Rp. 5.000.- bisa kok.

      Waktu penyeberangan sekitar 40 menit dari Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo.
       
      TUGU SITIO TIO
      Selepas keluar dari Dermaga Simanindo kami langsung mampir ke Tugu Sitio- tio untuk sekedar berfoto-foto saja, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju  Wisma AGAPE yang berada di Tomok, Samosir.

      Perjalanan dari Pelabuhan Simanindo ke Tomok memakan waktu sekitar 50 menitan, dengan kecepatan sedang antara 30-40 km/jam.
       
      PENGINAPAN WISMA AGAPE, TOMOK, SAMOSIR.
      Sengaja Kami memilih Wisma  Agape  karena secara harga cukup murah, untuk kamar berisi 6 ranjang seharga Rp. 180.000,- + 10% ppn + uang kebersihan Rp. 10.000 per orang. Lumayanlah untuk menghemat budget, tapi dengan catatan tidak ada air minum, tidak ada sarapan.  It’s OK air mineral kami sudah lebih dari cukup.  Kondisi kamar cukup bersih, kamar mandi besar dan juga bersih. Kami memesan 2 kamar, 1 kamar untuk para ladies dan 1 kamar lagi untuk para cowok..
      Untuk makan malam kami beli nasi bungkus kerumah makan padang, FYI  untuk temen-temen yang muslim tidak perlu  khawatir, karena di Tomok, cukup banyak rumah makan Muslim . Untuk masalah harga, sepertinya sudah pada kompakan  antara rumah-makan satu dengan yang lain. Yaitu harga rata-rata Rp. 20.000.-  untuk nasi bungkus pake ayam maupun ikan, kecuali ikan Lele harganya Rp. 18.000.- perbungkus.  Lebih mahal sih memang jika dibandingkan dengan yang di jual dikota Medan yang  sebungkusnya hanya paling  9.000 – 11.000 saja. Tapi yah maklumlah mungkin karena ini tempat wisata, yang penting masih ada makanan yang bisa kami makan.


      Setelah makan malam bersama, kami melanjutkan dengan acara tukar kado, dimana kado ini sudah kita sepakati  harganya Rp. 10.000.-  saja, dan tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk mencari kado seharga Rp. 10.000.-  udahlah… yang penting ada kado .. hahahaha
      Setelah acara tukar kado selesai , temen-temenpun sudah tidak sabar menuju tempat tidurnya masing-masing, maklumlah pada kurang tidur ditambah full day wisata jadi tidur malam ini sangat lelap…


      Pagi harinya, untuk meregangkan otot kami  zumba dan aerobik  ala kadarnya, yang  penting  otot-otot tidak kaku dan badan berkeringat.. di lanjutkan dengan mandi pagi di danau toba… segeerrrrr..
       
      WISATA BELANJA DI TOMOK , 10 September 2017 ( day 2 )
      Jam 8 pagi kami harus beres-beres dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan wisata, destinasi pertama  adalah pusat oleh-oleh / kerajinan di Tomok, temen-temen pingin beli oleh-oleh buat dibawa pulang. Jadi silahkan berbelanjaa…  sekali lagi mereka beruntung, karena mereka dapat harga bukaan dasar…

       
      PEMANDANGAN PULAU TAO
      Sebenarnya dari Tomok kami ingin langsung menuju Pantai Pasir Putih Parbaba, tapi ditengah perjalanan kami melihat pemandangan yang lumayan indah, yakni pemandangan pinggirian danau dengan background Pulau Tao, jadi kami mampir sejenak sekedar untuk perphoto-photo.
      Yang penting happy…


       
      PANTAI PASIR PUTIH PARBABA
      Mungkin sebagian dari kami sudah ada yang pernah ke mari,  tapi pergi bersama teman-teman komunitas tentu lebih berbeda & seru. Tiket masuk pantai pasir putih parbaba  Rp. 2.000.- per orang, jadi untuk 14 orang RP. 28.000.- namun seperti biasa kami minta diskon, jadi hanya bayar RP. 25.000.- saja.
      Rencana kami memang ingin makan siang di Parbaba, makanya pada saat kami masih di Tomok pagi tadi, kami sudah membeli  nasi bungkus terlebih dahulu.
      Kami menyewa tikar seharga Rp. 30.000.- untuk kami duduk dan makan siang bareng-bareng, sayang duitnya sih sebenarnya karena kami hanya memakainya untuk makan siang saja, dan setelahnya kami sudah kearah tepi danau untuk berphoto ria.


      Dari semua pantai pasir putih yang ada di Samosir, Pantai Pasir Putih Parbaba inilah yang paling ramai dikunjungi, mungkin karena  namanya yang sudah dikenal  orang terlebih dahulu, dan fasilitas permainannya yang cukup banyak, sehingga wisatawan menjadikan pantai pasir putih Parbaba sebagai destinasi pilihan.
       
      PEMANDIAN AIR HANGAT – AEK RANGAT
      Setelah dari pantai pasir putih Parbaba, kami melanjutkan perjalanan ke AEK RANGAT,  namun terlebih dahulu kami harus mengisi BBM kendaraan di kota Pangururan  yang merupakan ibu kota kabupaten Samosir. 
      Nah Bagi teman-teman yang membawa kendaraan ke pulau samosir, sebaiknya isilah BBM terlebih dahulu disini. Karena SPBU di Pulau Samosir hanya ada di sini. SPBU terdekatnya adalah di Parapat, dan  Simpang tiga Jalan menuju Sidikalang  itu jika temen-temen ingin pulang ke Medan melalu Tele, Jauh bukan ?
      Setelah isi full BBM, kami menuju ke Aek Rangat, sampai di Aek Rangat kami membayar retribusi masuk RP. 2000. Per orang,  dan kami angsung menuju keatas dimana  tempat biasa orang-orang berfoto dengan background Abjad “ AEK RANGAT ".



       
      Jika kami menginap satu malam lagi disini mungkin kami akan menikmati hangatnya air belerang dikawasan ini, namun karena kami masih punya beberapa destinasi  lagi, maka kami harus melanjutkan perjalanan. Dan tujuan kami selanjutnya adalah Tempat Wisata AEK SIPITUDAI atau Air Tujuh Rasa.
       
      AEK SIPITUDAI
      Aek Sipitudai yang berarti Air Tujuh Rasa ini sudah sangat tersohor namanya dari dulu kala, namun beberapa temen-temen ada yang belum pernah mampir kemari untuk melihatnya secara langsung. So tentu saja tempat ini menjadi destinasi yang tidak boleh di lewatkan.
      Tiket Masuk Ke Tempat wisata ini RP. 2.000.- per orang,  parkir Rp. 10.000.- per mobil, bisa saja dinego jadi  RP. 5000.- per mobil. Tips Guide   sukarela saja.


      Yang menjadi menarik para pengunjung adalah rasa airnya,  penasaran” mengapa airnya bisa berbeda rasa  di setiap pancurannya ”, karena mata airnya berbeda ?  itu benar, tetapi dari semua mata air itu airnya megalir kedalam satu kolam penampungan dan bercampur menjadi satu. Dan dari kolam penampungan itulah airnya di alirkan ke dalam 7 Pancuran yang berbeda. Pendeknya  satu penampungan 7 pancuran tapi rasanya beda.
      Untuk hal yang satu ini, tentu ada penjelasan  secara ilmiahnya, namun saya sih menganggap ini adalah keajaiban yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
       
      BUKIT HOLBUNG ( DOLOK HOLBUNG )
      Nama Bukit Holbung Baru mencuat beberapa tahun terakhir ini, keindahan pemandangan danau toba dari puncak bukit Holbung ini tidak diragukan lagi, bahkan  orang-orang yang sudah pernah kemari pun masih ingin kembali kemari hanya demi pemandangan yang menakjubkan.
      Tidak luput pula banyaknya informasi yang kurang pas mengenai Bukit Holbung ini, menjadikan banyak perdebatan  diantara netizen  mengenai  letak posisi bukit ini. Ada yang mengatakan  terletak di desa holbung, desa Janji Martahan, desa Hariara Pohan.
      Yang benar dan bisa di validasi kebenarannya adalah, Bukit Holbung / Dolok Holbung, berada di Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Anda bisa cek via Map batas desa milik pemerintah daerah maupun bisa melalui Google map.
      Terlepas dari perdebatan letaknya dimana, yang jelas Bukit Holbung ini menjadi daya tarik tersendiri  bagi para pecinta wisata, terutama bagi para Celebgram. Untuk mendapatkan  hasil photo dan view yang bagus, memang untung-untungan, karena cuaca disini sangat cepat perubahannya. Terutama jika di musim hujan seperti sekarang ini. Namun secara keseluruhan pemandangan Bukit Holbung tetap Indah di cuaca apapun.
      Sampai saat ini tidak ada kutipan retribusi apapun, selain parkir sebesar RP. 5000.- per mobil



      Setelah puas kami di bukit holbung, kamipun kembali melanjutkan destinasi berikutnya, yakni air terjun Sampuran Efrata.  Namun karena waktu Ashar sudah tiba, mampirlah kami  ke Masjid yang ada di pinggir jalan di desa Janji Martahan untuk sholat Ashar.  Sekalianlah kami numpang buang air kecil di sana soalnya udah kebelet sedari tadi.
      Tips :
      Bawalah makanan, karena udara yang dingin Anda pasti akan cepat merasa lapar, dan disini tidak ada satupun penjual makanan.
      Jika Anda berkunjung kemari, sebaiknya memakai sendal gunung atau sepatu tracking, karena anak tangga bisa licin bila habis diguyur hujan.
      Kenakanlah Jaket untuk menahan udara dingin, dan topi jika cuaca panas.
      Karena background pemandangan  mayoritas berwarna hijau, maka pakailah pakaian yang cerah selain hijau, agar jika di photo  akan terlihat lebih bagus alias mentereng....
      Jika Anda kemari menggunakan sepeda motor, sebaiknya persiapkan mantel, atau setidaknya plastik pelindung tas dari air. Karena curah hujan disini tinggi. Satu-satunya tempat berteduh disini hanyalah pos penjagaan yang ukurannya kecil. Tapi jika Anda membawa tenda ya tidak akan menjadi masalah.
       
      AIR TERJUN SAMPURAN EFRATA
      Air terjun Efrata ini berada di desa Sosor Dolok, kecamatan Harian, kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Jaraknya sekitar 20 km dari kota pangururan,  sebenarnya jalan menuju  Air terjun Efrata ini searah dengan jalan menuju Bukit Holbung. Namun kami melewatkannya , karena kami mau mengunjungi Bukit Holbung terlebih dahulu.
      Baru setelah kami pulang dari bukit holbung, kami mampir ke Air Terjun Efrata ini. Tarif masuknya Rp. 2.000 per orang, dan parkir  Rp. 5000 per mobil.
      Setelah turun dari mobil kami langsung menuju air terjun, yang letaknya tidak jauh dari rumah warga.
      Sebenarnya air terjun Efrata ini sangat indah, namun sepertinya tidak banyak wisatawan yang datang kemari, mungkin karena letaknya jauh dari tempat wisata utama Samosir, seperti Parapat, Tuk Tuk dan Tomok.


      Saran :  Jika Anda mengunjungi Air terjun efrata, sebaiknya membawa bekal makanan yang cukup, minimal cemilanlah, terutama bagi yang muslim. Karena di sekitar air terjun hanya ada satu yang jual makanan, dan  mungkin tidak bisa dikonsumsi oleh temen-temen yang muslim.
       
      MENARA PANDANG TELE
      Dari Air terjun Efrata, kami langsung menuju TELE, sebagai destinasi terakhir yang bisa kami kunjungi . Tepat pukul  18.30 wib kami sampai di Menara Pandang Tele. Sebenarnya kami khawatir jika sampai di tele ini hari sudah gelap, tapi Alhamdulillah, pukul 18.30 itu cuaca masih belum terlalu gelap, masih terlihat jelas pemandangan gunung pusuk buhit yang  menjulang tinggi dan pinggiran danau toba yang terlihat indah.

      Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan pemandangan  yang menakjubkan ini, sayangnya  tidak bisa lama, karena hanya dalam beberapa menit saja hari sudah gelap dan malam pun tiba.
      Tiket masuk Rp. 2.000 per orang, Toilet Rp. 3.000
      Setelah selesai photo-photo, kamipun melanjutkan perjalanan pulang ke Medan.
      Tips :
      Karena tidak ada Rumah makan disini, jadi sebaiknya belilah Cemilan untuk mengganjal perut.
       
      PERJALANAN PULANG KE MEDAN
      Tepat Pukul 19.00 wib, kami bertolak dari  Menara Pandang Tele, menuju Medan.  Kami melintasi jalan Dolok sanggul-Sidikalang, selama perjalanan kami tidak melihat adanya rumah makan yang buka, padahal kami sudah mulai lapar, dan persediaan cemilan sudah menipis.
      Dan setelah beberapa jam diperjalanan sampailah kami di simpang tiga Sidikalang, kami merasa senang karena kami melihat ada rumah makan yang buka, namun sayangnya  itu rumah makan untuk non halal, sehingga kami tidak jadi singgah dan harus melanjutkan perjalanan lagi sambil berharap ada rumah makan yang buka, tapi ternyata tidak ada satupun  rumah makan yang buka, mungkin karena sudah malam dan hujan pula, sehingga rumah makan tutup lebih awal.
      Sesampainya di Sumbul, sebenarnya kami ingin pulang lebih cepat, dengan melewati jalan besar Medan Sidikalang, namun saya mendapat informasi dari beberapa teman yang kemaren malamnya melewati jalan tersebut, mengatakan bahwa ada beberapa titik rawan longsor,  dan mobil temen saya juga hampir terkena longsoran pada malam itu. Selain longsor jalanan juga sangat berkabut jarak pandang hanya sekitar 5 meter  jika melintas diatas jam 9 malam, apalagi ini musim hujan.
      Sehingga  sebagai ketua team Adventure  saya memutuskan untuk mengambil  jalan amannya saja, dengan pertimbangan keselamatan, meskipun  dengan resiko jalan lebih jauh dan lebih buruk, mau tidak mau kami harus tempuh melalui  jalan Silalahi, menyusuri pinggiran danau toba hingga akhirnya sampai ke Tongging, dan dari tongging kami naik menuju simpang merek , tepat pukul  22.30 malam kami sampai disana,  dan kami berhenti di salah satu rumah makan yang masih buka, kamipun memesan makanan dan makan dengan lahap saking laparnya..
      Setelah makan  kami melajutkan perjalanan pulang, alhamdulillah perjalanan lancar, dan kami sampai ke Kota Medan sekitar pikul 02.00 dinihari.  Dan masih sesuai Schedule, karena schedulenya jam 02.30 pagi sampai Medan.
       
      TIPS UMUM :
      1.       Sebaiknya persiapkan SmartPhone dan PowerBank dalam kondisi Full Charge, karena Anda akan banyak menggunakannya untuk berselfie ria dan merekam video, pastikan juga Anda membawa SD Card tambahan untuk menyimpan file video/foto atau sekurang-kurangnya, pindahkan dan kosongkan terlebih dahulu ruang penyimpanan Smartphone Anda.
      2.       Pastikan Anda Membawa Makanan/cemilan, Obat-obatan pribadi, karena bisa jadi anda tidak akan menemukannya di perjalanan.
      3.       Pastikan Anda membawa baju untuk mandi-mandi, dan baju ganti.
      4.       Konsumsilah Vitamin C, agak tubuh Anda tetap Vit, selama dalam perjalanan.
       
      PENUTUP
      Terima kasih buat temen-temen Jalaners Regional MEDAN ( SUMATERA UTARA ), yang sudah ikutan GATHERING ADVENTURE dalam Rangka Explore Pesona Sumatera Utara,  semoga  Pariwisata di Sumatera Utara semakin baik dan maju. Amin.
      Sampai Jumpa  & Nantikan Keseruan Kami di Gathering Adventure Berikutnya..... 
      Peserta  Gathering Adventure : @Dhistiraz ( Kenzie Yudhistira ), @Jenatan Sianipar ( Jenatan Sianipar), @Just Fadli ( Anjas), @Vean Tristan  ( Vean Tristan), @thepo (Thepo), Rizal Jali, @Hasrol Aswad Hasrol Aswad, @Diana Rose (Diana Rose), @Diana Ray (Diana Ray), @Nur Affanny Rezky (Fanny), Rara, Muni, Sarah, Indah Jho

       
    • By Dhistiraz
      Hi Jalaners..... 
      Dear Mimin @Jalan2  Momod  @deffa ,
      Mau Info nih,  Regional Medan mo Ngadain Gathering Adventure  pada 9-10 September 2017, 
      Gathering kali ini mempunyai misi " Explore spot-spot wisata yang masih terpendam di Sumatera Utara, untuk kemudian bisa di expose ke kalangan luas... "
      Kawasan-kawasan yang kami Explore diantaranya : kawasan wisata kabupaten Simalungun,  Samosir, Dairi dan Tanah Karo
       
       
      Gathering Adventure ini bersifat Share Cost, dengan iuran dana sementara per orang Rp. 350.000.- , jika ternyata dilapangan nanti  mengalami kekurangan dana, maka akan ditarik iuran tambahan sesuai kesepakatan bersama, dan jika ada kelebihan dana maka akan dibagi rata dan dikembalikan, atau dipergunakan untuk hal lain sesuai kesepakatan bersama di lapangan.
      Daftar Peserta Sementara : 
      1. Kenzie  @Dhistiraz ,  2. Vean Tristan @Vean Tristan , 3. Anjas @Just Fadli, 4. Jenatan @Jenatan Sianipar, 5. Rizal alias Thepo @thepo, 6. Rizal Jali , 7. Hasrol,  8. Diana Rose @annarose, 9. Indah jho, 10. Fanny, 11. Rara, 12. Sarah, 13. Silvi padang @silvi Padang need  confirm,  14. Yoe  @Yoe zubair need confirm
       
       
      NB :
      Buat Temen Jalaners yang ingin merekomendasikan Spot Wisata Menarik di 4 kawasan diatas , dengan senang hati kami akan menerimanya, dan semoga bisa kami explore dan bisa di Expose lebih luas..
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By idhostigo
      Saya sudah hampir 6 Bulan gabung di group WA jalan2 sumut, tapi baru ini berkesempatan untuk memperkenalkan diri, dan selanjutnya akan memberikan referensi tempat wisata sumut yg sudah pernah saya kunjungi
    • By thepo
      Alo alo semuanya
      Thepo comeback lagi nih dengan cerita singkat ngetrip ke pulau pandang dan salahn amo.
      Pulau pandang dan salah namo yang terletak di kabupaten batubara,sumatera utara. Perjalanan dari medan  ke kabupaten batubara kurang lebih sekitar 3 jam,dan kita merapat ke pelabuhan tanjung tiram 
      Berangkat dari medan di malam hari pukul 20.00 wib,karena ini ikutan open trip dan semuanya sudah di sediakan oleh penyelenggara dengan harga Rp.400.000/ 3 malam 2 hari
      Pulaunya cantik dan kebetulan lagi surut pantainya,bisa main-main ke pantai di paginya. Sempat terkendala di keberangkatan kemarin gegara hujan yang turun lumayan deras dan mengguyur badan  
      Pantainya,bukitnya,karangnya sebuah penyatuan yang sempurna tapi sayangnya kurang kesadaran akan kebersihan lingkungan,terbukti banyaknya sampah di sekitar pantai dan penjaga pulau juga kurang memadai
       

      Ini penampakan pulau pandangnya
       

      Salah satu objek wisata di pulau pandang adalah batu belahnya,yang benar-benar terbelah 
       

      Ketika  pantai lagi surut,indahnya bikin mata seger
       

      Mendungnya sempat membuat hati galau,tapi tapi syukurnya hanya sebentar saja
       

      Ini penampakan pantai tempat kami menginap
      penampakan karang ketika pantainya surut
       

      Mercusuar di pagi hari
       

      Keindahan garis pantai yang terlihat dari mercusuar
      Dan sedikit info,pulaunya terbagi dua kepemilikan yang pertama milik pemda batubara dan satu lagi dari marinir,masih banyak sih yang mau diceritakan tapi paket sudah menipis dan terbatas karena saya menulis dari ponsel odong-odong saya
      Sekian dan terimakasih
    • By Atmosfer Wisata
      Mohon maaf, 10 desember 2016 channel youtube saya sudah kena suspend. Jadi, saya upload videonya di vidio.com.
      https://www.vidio.com/watch/550480-panorama-air-terjun-tarunggang

      Air terjun tarunggang berada di Desa Rumah Lengo, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu (STM Hulu), Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Negara Indonesia. Air Terjun Tarunggang memiliki ketinggian 15 meter dengan pemandangan tebing goa serta ada...


      Blog
      http://bit.ly/2dpupIu