Sign in to follow this  
ameryudha

Live report from bali : Sunset on Jimbaran, ngeliatin orang pacaran, sedih deh :(.

4 posts in this topic

hari ini saya berkesempatan untuk jalan2 ke Bali. sampai di Bali tadi jam 3 siang, dan sekarang sedang istirahat di hotel. hemmm, hotel ane di kuta. kira2 nanti malam ane harus kemana ya gan ????

tadi sore sempat ke jimbaran nih, makan di new moon cafe( kalo tidak salah). sayangnya , momen nya kurang pas nih, soalnya saya kesini gak bawa pasangan. sedih deh, liatin bule di depan saya asoy aja pacaran gitu.

btw tadi saya makan bertiga, makan kakap merah bakar 1kg, orange jus 3 biji, es kelapa 2 biji, cumi tepung 1 kg, nasi 3 biji, pelecing kangkung, telor dadar disana habis 508rb , terus terang ane gak tau itu mahal atau murah, ada rekomendasi lain ????

oh nih foto2 ane gan....

544030_10200140352492867_828899962_n.jpg

224799_10200140352652871_1064967527_n.jpg481597_10200140351972854_1389732887_n.jpg

68914_10200140352132858_625776700_n.jpg

397062_10200140352252861_1790301097_n.jpg

tuh kan gan, sunset di jimbaran emang ajib banget dah. coba momen2 tersebut gak dirusak sama bule2 yang cipokan di pinggir pantai, itu lihat gan ada 2 pasangan depan ane yang sepanjang ane makan disana kerjanya cipokan terus. ane ambil gambar mereka lagi cipokan gan, tapi kalo ane pajang rasanya gak etis ya gan. hehehehehe.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By IthaBBV
      What's up guys !  Itha come back hahaha 
      Ane sediakan Voucher Wisata di Bali gak pake ribet , beberapa ada bisa bayar dilokasi, agen terpercaya bisa cek testimoni. Ga jaman tipu-tipu sudah berikrar buat jadi mangku . 
      Daripada jualan lebih ke rasa kangen sama forum ini ..... aaaaaaaaaa Jalan2.com aaaaa miiisss you !
      Itha sediakan
      A. Voucher Watersport murah Tanjung Benoa , ga akan ribet bisa bayar lokasi kebetulan ane kerja dimari gan 
      B. Voucher Dinner Jimbaran ane ada di 6 resto dengan view beda-beda start harga 70rb 
      C. Voucher Rafting Ubud / Tegalawaja , Bakas 
      D. Voucher Bali Zoo , Bali Safari , Bali Bird Park (Buat family bagus nih )
      E. Voucher Hotel ane pilihin sesuai req mau dekat pantai , dekat hutan , dekat semak-semak
      F. Voucher Snorkeling Menjangan , Padang Bai ,Blue Lagoon 
      G. Voucher Cruise Lembongan , Penida dll 
      H. Voucher Fastboat Lembongan , Nusa Penida dll 
       
       
      Untuk momod: Jangan dihapus iklan inih kan tag line nya satu intinya Voucher 
      Percayakan deh sama Itha berbagai rancangan wisata anda biar murah selama di Bali , yang jelas dengan harga Voucher 
      Buat Bukti ane no tipu2 ane kumpulin testi sama beberapa bukti yang udah pake jasa ane di Instagram 
      Sekalian nyari temen deh 
      Reservasi buat tanya-tanya lebih detail 
      Itha 
      WA: 087 861 224 586
      Line id : @ sewamotorbali 
      Pin : 5D9DAF38
      Instagram bukti no tipu tipu : @sewamotorbali
       
      Buat Deffa : Please jangan di hapus thread ane ,,,, ngetiknya lelah ....mikir kata-katanya capek ...lelah ati hayati bang ! hehe ...Saya akan berikrar buat banyak -banyak nulis field report ga cuma jualan aje disini 






    • By Tarmizi Arl
      Apakah kamu pemburu senja? Mencintai ketenangan yang dihadirkan oleh semburat mentari kala menuju peraduannya?
      Senja sejatinya tidak hanya menarik bagi mereka yang mencintainya, melainkan bisa dengan mudah dicintai oleh siapapun. Itulah keajaiban senja. Keajaiban yang diciptakan Sang Maha Cipta sebagai bentuk pengingat umatnya untuk setidaknya meluangkan sedikit waktu menikmati keindahan alami dari rutinitas alam.
      Indonesia sendiri sudah sangat terkenal sebagai surganya penikmat sunset dengan berbagai variasi. Kamu menyukai gunung, lembah, hingga pantai bisa menikmati sunset di Indonesia tercinta ini.
      Kali ini, kita akan menelusuri tempat-tempat di Pulau Jawa yang memiliki spot terbaik untuk melihat lukisan alam berupa senja. Apakah salah satu atau beberapanya sudah pernah kalian alami?
       
      1. Bagai Terbingkai, Sunset di Istana Ratu Boko Jogja Dijamin Membuatmu Tak Henti Terpanah

      Sudah mengenal tentang Situs Ratu Boko? Situs atau Candi yang berada di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta ini memang sudah sangat populer dan diburu oleh wisatawan. Tidak hanya karena merupakan peninggalan sejarah, namun juga karena situs ratu boko ini memiliki bentuk yang artisitik untuk difoto, apalagi saat senja tiba.
      Senja menjadi waktu terbaik datang dan menikmati peninggalan agung abad ke-8 ini. Lokasinya yang berada di atas bukit ketingian 196 mdpl menjadi alasan mengapa sunset disana berhasil memanah siapa saja yang datang.
      Jika kalian berniat datang ke Istana Ratu Boko ini bukanlah hal sulit karena berjarak hanya sekitar 18 km dari Stasiun Tugu Jogja. Jika kebetulan menggunakan angkutan umum, bisa naik Transjogja rute 1A tujuan Prambanan. Barulah kemudian harus dilanjutkan dengan naik ojek karena belum tersedia angkot yang langsung menuju lokasi.
      Tiket masuknya sendiri terbagi dalam 2 tipe yaitu sebelum jam 3 sore sebesar Rp 25 ribu dan setelah jam 3 sore sebesar Rp 100 ribu. Ya, perbedaan ini dikarenakan memang saat senja merupakan waktu paling populer sehingga dikenakan biaya jauh lebih mahal. Namun jika ingin lebih hemat maka tentu datanglah sebelum jam 3 dengan resiko harus menunggu lebih lama tentunya untuk menuju momen senja yang dinanti.
       
      2. Rasakan Betapa Indahnya Karunia Tuhan Kala Senja di Air Terjun Toroan Madura

      Sudah pernah mengenal Air Terjun Toroan? Air terjun ini terkenal karena mengalir langsung ke lautan lepas alias berlokasi di tepi pantai. Berlokasi di Desa Ketapang Daja, Kabupaten Sampang, kalian jangan sampai melewatkan mengunjungi objek wisata ini jika ke Pulau Madura. Jika melalui Jembatan Suramadu, kalian bisa mengikuti jalur Jalan Pantura Bangkalan kemudian melalui Kecamatan Ketapang kemudian hanya sekitar 4 km akan sampai di Air Terjun Toroan tersebut. Atau jika dari Kota Sampang, jaraknya sekitar 43 km.
      Air Terjun Toroan memang menyimpan sejuta pesona. Tidak hanya dari keunikannya karena langsung bermuara ke Laut Jawa, tetapi juga karena kealamian yang masih terbilang perawan. Ya, air terjun ini belum begitu banyak dikenal sehingga memang belum serius dikelola bahkan belum ada fasilitas penunjang wisata seperti toilet, dan sebagainya.
      Dengan segala kealamiannya tersebutlah yang akhirnya membuat air terjun ini semakin menawan, terutama ketika senja menjelang. Kalian bisa melihat dua mahakarya secara bersamaan yaitu air terjun bersanding dengan semburat jingga dari matahari yang bersiap menuju peraduan.
      Keindahan yang tidak hanya dapat dinikmati secara visual namun juga secara pendengaran dari riuh air terjun, burung yang berterbangan, dan suasana alam lainnya. Kolaborasi tersebut akhirnya mampu menusuk ke jiwa hingga akan terekam secara indah dalam memori siapa saja. Jadi, bagi kalian pemburu senja, jangan lewatkan melihat keagungan alam milik Air Terjun Toroan, ya !
       
      3. Pantai Buyutan di Pacitan Tak Sekedar Indah Kala Senja, Tapi Nampak Artistik nan Eksotis

      Jika kalian pemburu sunset sejati, sangat disarankan untuk menyempatkan diri ke Pantai Buyutan yang berada di Kecamatan Donorojo atau sekitar 44 km dari pusat Kota Pacitan, Jawa Timur. Ada dua pilihan untuk menikmati pantai ini yaitu dari atas tebing atau turun ke pantainya. Keduanya sama-sama mempesona. Jika dari atas, hijaunya rumput berpadu lahan pertanian akan menjadi dasar alam, sedangkan jika turun ke pantai maka putihnya pasir akan membuat terlena mata. Dan beruntungnya lagi ialah untuk turun ke pantainya kini sudah terbangun jalan sehingga tak perlu bertaruh nyawa melewati tebing.
      Yang menjadikan spesial dari pantai ini ialah keberadaan karang-karang besar dan yang paling artistik ialah sebuah karang bernama Watu Narodo. Bisa dikatakan bahwa karang satu ini menjadi landmark dari Pantai Buyutan itu sendiri.
      Menikmati keindahan pantai dengan ombaknya yang berkejaran nampak akan membuat terlena, namun tetaplah berhati-hati karena ombak yang besar khas pantai selatan selalu menghantui. Jadi tak perlu dan memang tidak disarankan untuk berenang, cukup nikmati saja keindahan yang sudah sangat mempesona.
      Tentunya kalian juga tak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas melihat langsung spot terbaik sunset di Pacitan ini. Dari pantai ini, semburat jingga akan memberikan kesan dramatis yang tak bisa ditemukan di lokasi lain. Apalagi dengan adanya Karang Watu Narodo yang akan menjadi lukisan siluet terbaik milik alam. Dijamin kalian tidak akan pernah merasa puas untuk mengabadikannya dalam jepretan foto.
       
      4. Magelang Punya Punthuk Sukmojoyo untuk Memuaskan Hasratmu Berburu Senja

      Ini dia objek wisata di Magelang yang mungkin belum banyak dikenal luas oleh wisatawan pecinta alam, Punthuk Sukmojoyo. Beralamatkan di Dusun Krinjing, Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur, objek wisata alam di ketinggian 1000 mdpl ini sangat cocok bagi kalian pemburu senja ataupun fajar. Ya, karena berada di atas ketinggian membuat Punthuk Sukmojoyo dapat merekam dua fenomenal rutin sekaligus yaitu sunrise dan sunset.
      Untuk menuju puncaknya, kalian harus mendaki sekitar 20 menit. Terlihat singkat namun karena cukup curam sehingga akan cukup pula menghasilkan peluh. Siapkan fisik termasuk makanan dan minuman untuk berjaga-jaga. Tetapi, jika sudah sampai di atas puncak, maka tak ada pilihan lain selain menikmati panorama lanskap yang dihadirkan.
      Dari atas Puncak Puncak Sukmojoyo, kalian bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, bahkan termasuk Candi Borobudur. Semuanya nampak terhampar luas didepan mata. Apalagi, sudah tersedia plaza kecil seperti rumah pohon yang siap membuat puas pandangan sekaligus mempercantik foto apalagi saat sunrise dan sunset.
      Di kala senja, bentang alam yang dilapisi jingganya cahaya mentari akan membuat kalian tak ingin berkedip. Begitu luas dan siap memukau pengunjung, Jangan sia-siakan untuk mengabadikan momen tersebut karena ada banyak pilihan spot untuk menghasilkan foto dengan cerita dan kesan yang berbeda-beda.
      Jika kalian tertarik untuk datang, kalian bisa langsung menuju arah candi Borobudur lalu ambil jalan ke Amanjiwo atau Rumah Kamera. Ikutlah jalan menuju Desa Giri Tengah, kalian bisa tanya ke penduduk setempat jika bingung karena jalannya cukup banyak kelokan. Jika sudah tiba di Desa Giri Tengah dan melihat Balai desa, kalian tinggal belok kanan dan menemukan masjid, disanalah awal perjalanan kalian untuk mendaki. Kendaraan bisa kalian titipkan dimasjid karena sudah ada petugas parkirnya.
       
      5. Panorama Senja Milik Pantai Puncak Guha di Garut, Tak Kalah Memukau Mata

      Garut tidak hanya tentang kesejukan di dataran tinggi, karena Garut Selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Salah satu panorama indah yang dimiliki Garut ialah Pantai Puncak Guha. Pantai apa Puncak? Ya, begitulah nama pantai ini, dinamakan demikian karena pantai ini berbatasan langsung dengan tebing tinggi dengan kata lain wisatawan akan menikmati lautan lepas dari atas ketinggian.
      Lokasi pantai ini berada sekitar 2 km dari Pantai Rancabuaya atau sekitar 90 km dari Pusat Kota Garut. Wisatawan pada umumnya lebih mengenal Pantai Rancabuaya, padahal Pantai Puncak Guha yang berada di tepi jalan ini juga tak kalah menariknya apalagi saat senja mulai menunjukkan dirinya. Tiket masuknya sendiri hanya sebesar Rp 5ribu per orangnya.
      Sebelum benar-benar berada di puncak, pengunjung memang harus melakukan usaha lebih terlebih dahulu yaitu dengan menaiki tanjakan. Namun semua kelelahan yang mungkin dirasa akan langsung terbayar ketika sudah sampai di puncak. Luas dengan deburan ombak pantai selatan yang terkenal dahsyat.
      Sebenarnya tidak hanya panorama dari atas bukit saja yang menjadi daya tariknya melainkan juga bisa menuju goa di salah satu sisi tebing. Hanya saja karena terlalu curam, tidak semua orang berani menuju goa tersebut.
      Sebagaimana tema tulisan kali ini, maka waktu terbaik untuk datang ialah saat sore hari. Romantisme senja yang dihadirkan akan memberikan pengalaman yang spesial. Ditambah lagi, puncak Pantai Guha ini merupakan padang rumput yang luas sehingga akan memberikan pandangan yang seolah tanpa batas langsung menuju barat tepat ke peraduan sang mentari.
       
      6. Pulau Umang di Banten Menjadi Penutup Sunset-nya Pulau Jawa

      Tidak benar-benar berada di garis ter-Barat dari Pulau Jawa memang, namun cukup menyimbolkan diri sebagai penutupnya mentari di Pulau Jawa. Begitulah Pulau Umang yang berada di provinsi paling Barat Pulau Jawa, Banten.
      Masuk dalam Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Perjalanan menuju Kecamatan Sumur dapat ditempuh sekitar 6 jam dari Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan boat menyebrang ke Pulau Umang hanya sekitar 10 menit. Untuk urusan akomodasipun tak perlu dikhawatirkan karena ada beberapa pilihan penginapan di dalam pulau umang ini.
      Menikmati keindahan pulau umang ini ada baiknya dinikmati secara penuh seharian, karena selain melihat sunset, kegiatan snorkeling juga sangat direkomendasikan mengingat keindahan biota laut yang dimiliki perairan barat jawa ini. Jika tidak ingin snorkeling pun, menikmati keindahan laut biru berpadu pasir putih juga bisa dilakukan dengan sekedar bersantai di pantai hingga momen yang ditunggu pun tiba. Ya, keindahan senja dari Pulau Umang.
      Senja di Pulau Umang ibarat magnet bagi wisatawan untuk datang. Banyak spot yang bisa kalian pilih untuk menghasilkan siluet tersendiri dari hasil kilau mentari sore. Kesemuanya menghadirkan kesan tersendiri yang akan membuat kalian tidak menyesal. Tentunya agar lebih maksimal, datanglah saat musim kemarau, ya.
       
    • By Vara Deliasani
      Caravan di Pintu Masuk La Laguna
       
      Ini dia tempat nongkrong wajib di Bali, "La Laguna"
      La Laguna merupakan "anggota keluarga" terbaru dari keluarga "La" yang lain di Bali, seperti La Favela dan La Plancha. Masih sama dengan anggota keluarga yang lain, La Laguna memiliki konsep yang unik, dengan suasana bohemian. Terletak di daerah Canggu, tepatnya di ujung Jalan Pantai Kayu Putih, membuat La Laguna menjadi pilihan yang menarik bagi orang yang bosan dengan daerah Seminyak, Legian, Nusa Dua ataupun Kuta. La Laguna menyediakan makanan yang terinspirasi dari makanan Australia-Mexico. Cafe ini menyediakan 2 (dua) jenis lokasi, yaitu indoor dan outdoor. 
      La Laguna merupakan cafe pinggir pantai yang cocok buat duduk-duduk santai sambil menikmati sunset. Desainnya yang unik dan suasana yang menyenangkan membuat pengunjung betah berada disni. Sepanjang jalan masuk kita akan disambut dengan deretan caravan berwarna warni dengan desain-desain yang unik, tepat dijung jalan kita akan menemukan bangunan utama yang merupakan bagian indoor dari cafe ini. Sedangkan lokasi outdoor berada di sekeliling bangunan utama ini.

      Susana Indoor La Laguna
       


      Lokasi Outdoor
       
      Jika kita terus menyusuri jalan utama kita akan tiba di sebuah jembatan kayu. Jembatan ini menghubungkan antara La Laguna dengan Pantai Berawa. Spot paling tepat untuk menikmati sunset adalah area outdoor yang tepat mengarah ke arah pantai. 
       

      Jembatan Kayu antara La Laguna dan Pantai Berawa
       

      Sunset di La Laguna
       
      Harga makanan disini relatif standar untuk ukuran cafe di Bali. Untuk rasa sendiri juga "standard", namun semua tergantikan oleh suasana dan pemandangan yang memang tidak terlupakan. Menikmati sunset, ditemani beer dingin, margarita dan fried calamari sambil berbincang seru bersama teman-teman. Aaaaaahhh... sungguh pengalaman yang menyenangkan.

       
       
       
      Tips :
      Kalau ingin mendapatkan tempat yang pas buat menikmati sunset, datang pukul 16.00 WITA. Kalau kamu datang terlalu sore biasanya tempat yang menghadap ke pantai sudah penuh. Bawa kamera dan habiskan waktu dengan berburu foto sambil menunggu waktu sunset. Hati-hati memilih makanan, banyak menu yang mengadung olahan babi. Tempatnya agak masuk ke dalam, sehingga baca petunjuk jalan dengan hati-hati, jangan sampai kelewatan. La Laguna dapat di akses baik dari pinggir pantai Berawa maupun dari parkiran.  
       
    • By Tarmizi Arl
      Pulau Sumatera atau dikenal pula dengan sebutan Andalas, merupakan pulau besar Indonesia yang secara geografis berada pada sisi paling Barat. Di Sumatera, terdapat banyak spot pilihan untuk berwisata baik dari segi wisata alam, kuliner, hingga budaya. Selain di pulau utamanya sendiri yang memanjang dari Barat Laut ke Tenggara, pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya juga tak kalah memberikan daya tarik. Bahkan masih terbilang banyak pulau-pulau disekitaran Pulau Sumatera yang masih perawan.
      Keindahan kepulauan Sumatera sebagai kepulauan paling Barat Indonesia juga dapat dinikmati ketika senja tiba. Sinar mentari terakhir tiap harinya yang melalui Pertiwi akan melalui Kepulauan Sumatera ini dan memberikan sensasi menarik seolah menjadi salam perpisahan terindah. Ada banyak pilihan spot istimewa jika kalian pemburu senja untuk menikmati sunset dari Sumatera, dan 6 diantaranya akan kita ulas berikut.
       
      1. Tak Ada Tempat Untuk Gelisah, Sunset Pulau Sikulai di Mentawai Hanya untuk Kalian yang Mencari Senang

      Sunset Pantai Sikulai, (via caranoadventure.blogspot.co.id)
      Kepulauan Mentawai mungkin sudah tidak asing lagi bagi travelers. Kepulauan yang berada di sisi Barat Pulau Sumatera ini terkenal sebagai surganya wisata bahari milik Provinsi Sumatera Barat. Di kepulauan ini ada banyak spot indah yang bisa dipilih untuk menikmati lautan lepas dengan pantai berpasir putih. Salah satu yang bisa kalian pilih ialah Pulau Sikulai.
      Pulau Sikulai secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Jaraknya sekitar setengah mil laut dari Pusat Kota Padang dan dapat dicapai dari Dermaga Bungus atau dari Pelabuhan Muara dengan menggunakan kapal. Durasi pelayarannya sendiri ialah sekitar 30 hingga 45 menit.
      Keindahan pulau yang memiliki luas 44 hektar ini ialah dari pantai berpasir putihnya yang luas bertemu dengan laut biru khas Samudera Hindia. Kawasan hijau di dalam pulau juga sangat alami sehingga nampak kesan tropis yang kuat.
      Dengan kondisi pulau dan lautnya yang masih terbilang alami tersebut membuat kawasan pulau ini sering dijadikan spot untuk Snorkeling. Pesona bawah laut dari Sikulai yang dipenuhi biota laut yang beragamlah yang menjadikan aktivitas snorkeling menjadi menyenangkan.
      Ketika sore mulai berjalan, maka keindahan sunset menjadi daya pikat utama untuk dinikmati para pengunjung. Ada banyak pilihan spot untuk melihat dan memotret sunset dari Pulau Sikulai ini, baik dari atas pasir pantainya ataupun kalian juga bisa naik ke atas bukit di tepi pantai. Untuk menuju puncak bukit, sudah tersedia tangga yang harus didaki sekitar 30 menit. Meskipun cukup melelahkan, keindahan sunset dari atas bukit akan membuat lupa segala kelelahan yang terasa.
       
      2. Dari Atas Ketinggian, Memotret Sunset dari Bukit Langkisau Ibarat Memotret Mahakarya Alam

      Bukit Langkisau Kala Senja, (via twitter.com/kelilingminang)
      Masih di Tanah Minang, kali ini kita menuju Kabupaten Pesisir Selatan, sekitar 82 km dari Pusat Kota Padang. Bukit Langkisau, begitulah lokasi menawan yang berada di Painan, Ibukota Kabupaten Pesisir Selatan. Bukit yang merupakan salah satu jajaran Bukit Barisan ini menjadi spot yang populer dikunjungi terutama untuk melihat sunset.
      Menuju Bukit Langkisau kini bukan hal sulit karena sudah dibuat akses yang bisa dilalui mobil. Perjalanan menanjak akan dipadu pula dengan kelok-kelok yang khas perbukitan. Namun sesampainya di titik terakhir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan kaki lagi dengan menaiki sekitar 50 anak tangga. Barulah akan tiba di atas puncak dan melihat luas pemandangan lanskap alam didepan mata.
      Dari atas bukit setinggi sekitar 400 mdpl tersebut, pantai dan lautan lepas nampak tersuguh cantik memanjakan mata. Di sisi lain, nampak juga pemandangan kota serta hijaunya lahan khas daerah tropis. Keindahan ini akan semakin lengkap ketika senja dimana saat-saat matahari yang akan kembali ke peraduannya nampak menyuguhkan mahakarya berupa semburat jingga yang mempesona. Dari atas bukit, luasnya pemandangan membuat sunset dan cahayanya ibarat tiada yang mampu membatasi pesonanya. Tak salah jika di sini menjadi spot favorit berkumpul sekaligus tempat terbaik untuk memotret sunset.
       
      3. Kepulauan Mursala di Tapanuli Tengah Siap Menjamu Dengan Senja yang Istimewa

      Sore di Murasala (via Tribun Medan-Silfa Humairah)
      Pesona alam Sumatera Utara, tidak sekedar Danau Toba. Provinsi berpenduduk terbanyak di Sumatera ini juga memiliki keindahan bahari dari kepulauan yang ada di sekitarnya. Memang masih banyak yang belum dikenal luas, padahal keindahan yang dimilikinya tidak bisa dipandang sebelah mata, salah satunya ialah Kepulauan Mursali yang masuk dalam wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
      Kepulauan Mursula terdiri dari gugusan pulau-pulau dan yang terbesar bernama Pulau Mursula. Kepulauan ini sudah cukup terkenal sebagai lokasi wisata bagi warga Sumatera Utara termasuk dari Kota Medan. Padahal untuk menuju lokasi ini dengan jalur darat dari Kota Medan bisa mencapai waktu 10 jam lebih, apalagi saat liburan kemacetan tidak bisa dihindarkan di kawasan Tapanuli.
      Meskipun cukup memakan waktu, nyatanya tetap saja Kepualuan Mursula tak kehilangan pesona. Keindahan yang dimilikinya berhasil menyedot banyak perhatian wisatawan. Kejernihan dan birunya lautan lepas berpadu dengan pulau-pulau yang masih alami menjadikan pemgunjung merasa sangat nyaman dalam berlibur. Beberapa pulau yang paling mempesona ialah Pulau Kalimantung, Pulau Bakar, dan Pulau Putri. Pasir pantai dan eksotismenya saat senja menjadikan pulau ini tak kalah menawannya dengan pulau-pulau wisata lain di Indonesia. Apalagi jika di hari biasa, sangat sedikit wisatawan yang datang sehingga membuatnya seolah menjadi pulau pribadi bagi siapa saja yang datang.
      Menyewa kapal untuk seharian di kepulauan Mursala memang tidak murah, namun jika kalian datang berombongan belasan hingga 20an orang, maka dijamin harga tersebut sudah sangat murah.
      Pesona senja yang dimiliki dari Kepulauan Mursala adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Dari pulau manapun yang kalian pilih, siap menyuguhkan cantiknya cahaya senja dari sunset. Memotret sunset pun menjadi kegiatan yang tak akan terpuaskan karena terus dan terus pesonanya semakin menjadi hingga mentari benar-benar tenggelam.
       
      4. Tak Hanya Soal Alam, Kemegahan Masjid An Nur di Pekanbaru pun Siap Menyuguhkan Pesona Senja yang Menawan

      Masjid Agung An Nur Pekanbaru (via suzannita.com)
      Jika sebelumnya kita bisa melihat senja di nuansa alam terbuka dengan berbagai pilihan lanskapnya, maka suguhan senja berpadu bentuk arsitektur dari bangunan juga bisa menjadi pilihan untuk memberi pengalaman lain. Pilihan lokasi yang istimewa untuk melihat sunset tersebut salah satunya ialah di Pekanbaru yaitu di Masjid Agung An Nur.
      Masjid terbesar di Pekanbaru ini digadang-gadang sebagai Taj Mahalnya Indonesia. Hal ini karena bentuk arsitekturnya yang mirip. Apalagi bagi pecinta fotografi, ketika sore hari matahari akan bergulir ke sisi belakang masjid sehingga menimbulkan siluet bagi masjid itu sendiri serta cahaya jingga yang akan menjadi latarnya.
      Kemegahan dan keanggunan masjid yang bersebelahan dengan Gereja HKBP ini disaat sore hari memang berhasil menyedot kunjungan. Tak khayal, selain sebagai tempat ibadah banyak pula yang datang untuk sekedar rekreasi dan wisata.
      Masjid An Nur sendiri sudah dibangun tahun 1964, namun bentuknya yang semegah saat ini merupakan hasil renovasi besar di tahun 2002 silam. Saat ini, fasilitas di area masjid sangat lengkap meliputi Islamic Centre, Perpustakaan, Aula, dan taman-taman yang mengelilingi bangunannya.
       
      5. Danau Kerinci, Keindahan Sunset yang Sangat Terperinci

      Suasana senja di Danau Kerinci (via twitter,com/jalanjalanbro)
      Sebagian besar kita tentu sudah mengenal Kerinci. Kabupaten di Provinsi Jambi ini memiliki sejuta pesona, apalagi lokasinya di dataran tinggi dengan Gunung Kerinci sebagai puncak tertingginya menjadikan Kerinci diberkahi oleh kekayaan alam yang melimpah.
      Danau Kerinci menjadi satu diantara berkah alam yang Tuhan berikan di Bumi Kerinci. Danau ini tidak sekedar sebuah perairan luas namun lebih dari itu karena latar pegunungan yang nampak berlapis mengelilinginya. Gunung Raya dan Gunung Kerinci menjadi latar utama yang membuat pesona Danau Kerinci semakin terpancar. Aktivitas warga di atas perairan juga menambah sensasi dari danau seluas 4.200 meter persegi tersebut.
      Banyak hal yang bisa dilakukan di danau yang berada di ketinggian 783 mdpl ini, seperti memancing, berperahu, berkemah, atau sekedar bersantai di tepi danau. Apalagi ada banyak rumah makan yang tersedia sehingga tidak perlu merasa khawatir kelaparan.
      Dikala senja tiba, pemandangan lanskap Danau Kerinci semakin terpancar sebagaimana terpancarnya cahaya jingga dari mentari. Sunset yang disuguhkan seolah bersiap kembali keperaduan yang berada di balik perbukitan. Pantulan cahaya di atas air juga menjadikan nuansa dramatis lebih terasa. Bagi pecinta fotografi, memotret sunset dari Danau Kerinci adalah kesempatan emas menghasilkan karya foto yang memukau terutama saat cuaca cerah.
      Jika kalian tertarik datang ke Danau Kerinci, dari Jambi bisa langsung menuju Sungai Penuh yang berjarak 16 km dari lokasi danau. Jarak Kota Jambi ke Sungai penuh memang cukup jauh yaitu sekitar 10-11 jam perjalanan mobil. Apabila tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menggunakan jasa travel reguler.
       
      6. Keindahan Senja Terakhir dari Sumatera yang Disajikan oleh Pantai Lampuuk Aceh

      Pantai Lamphuuk (via talitha-nandhik.ablogspot.co.id)
      Bicara Aceh maka tak bisa dilepaskan dari pantai-pantainya. Lokasi provinsi terbarat Indonesia ini yang berada diujung pulau membuatnya dilalui oleh garis pantai yang panjang. Banyak pantai yang bisa dijumpai dengan karakter yang berbeda-beda, salah satunya pantai yang masih satu garis dengan pantai Lhoknga, yaitu Pantai Lampuuk.
      Pantai Lampuuk berada di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Secara geografis lokasi pantai ini berada di sisi paling Barat daratan Aceh, sehingga dapat dikatakan pula sebagai penutup senja dari Bumi Nusantara.
      Keunikan dari Pantai Lampuuk ialah garis pantainya yang memanjang serta barisan perbukitan di sekitarnya. Pemandangan cantik tersebut didukung pula oleh birunya lautan serta buih putih gelombang yang membuatnya semakin mempesona. Keindahan-keindahan yang dimiliki Pantai Lampuuk inilah yang akhirnya membuat pantai ini sangat digemari oleh wisatawan.
      Banyak kegiatan pula yang bisa dilakukan di pantai ini, dari mulai olahraga air seperti berselancar, snorkeling, banana boat, atau hanya sekedar bersantai di atas pasir pantai. Bahkan di lokasi Babah dua terdapat penangkaran penyu yang bisa dijadikan pilihan untuk berwisata edukasi. Namun dari kesemuanya, ada satu lagi yang tak boleh dilewatkan begitu saja yaitu pesona senja yang siap memukau mata.
      Pesona sunset dari Pantai Lampuuk memang berhasil menghipnotis penikmatnya. Hal ini tidak terlepas dari perbukitan yang nampak menjorok membentuk tanjung kecil. Dengan latar itulah, memotret sunset di Pantai Lampuuk akan memberikan kesan yang lebih dramatis.
    • By Tarmizi Arl
      Pulau Seribu Sungai, Kalimantan terkenal sebagai paru-parunya Indonesia. Pulau yang ditempati oleh 3 negara ini memang memiliki ekosistem hutan tropis yang luas yang menjadikannya cukup kaya pula akan habitat satwa.
      Keelokan Pulau terbesar ke 3 dunia ini juga dapat kalian nikmati dikala senja tiba. Beberapa spot atau lokasi memiliki pemandangan terbaik untuk melihat sunset. Pengalaman wisata kalianpun tentu akan semakin kaya karena dapat menyaksikan langsung sang cahaya surya menghilang perlahan dari pulau yang terkenal juga dengan sebutan Borneo tersebut. Lantas apa dan dimana sajakah lokasi-lokasi pilihan untuk menikmati senja tersebut?
       
      1. Jangan Ketinggalan Tren untuk Merasakan Senja di Pantai Melawai Balikpapan

      Balikpapan, kota di Provinsi Kalimantan Timur ini tidak hanya terkenal sebagai kota industri minyak. Beberapa tahun belakang, Kota berpenduduk lebih dari 700 ribu jiwa tersebut juga mulai mengembangkan promosi kepariwisataan. Pengembangan tersebut mencakup pula perbaikan fasilitas dan tata kota termasuk pembangunan bandara yang kini masuk dalam jajaran Bandara megah di Indonesia.
      Salah satu objek wisata paling terkenal dari Balikpapan ialah Pamtai Melawai. Pantai yang berada di Sepanjang Jalan Sudirman tersebut sudah sangat populer oleh warga kota sebagai lokasi bersantai saat sore hingga malam. Hal tersebut karena pantai ini secara geografis menghadap barat yang berarti menghadap langsung ke arah matahari ketika menuju peraduannya. Ya, meskipun Balikpapan sendiri sejatinya berada di pesisir Timur Kalimantan, tetapi terdapat teluk kecil yang membelahnya sehingga terdapatlah sisi pantai menghadap Barat.
      Pantai Melawai sendiri bukan pantai berpasir, namun begitu pemerintah setempat sudah mengelola dan membangunnya sehingga tertata menjadi pelataran dan beberapa spot lainnya. Di sepanjang tepi pantai pula terdapat cafe-cafe dan toko-toko makanan sehingga membuatnya sangat nyaman untuk didatangi. Tak heran jika kawasan ini menjadi favorit berkumpul warga Balikpapan.
      Tidak hanya menarik untuk melihat lautan lepas, tetapi Pantai Melawai juga dihiasi oleh kapal-kapal segala ukuran yang tengah berlayar. Di salah satu bagian terdapat juga pulau kecil yang nampak timbul dari tengah lautan sehingga memberikan kesan berbeda. Semuanya akan terbingkai penuh pesona ketika senja tiba dimana semburat jingga akan memeberikan warna bagi Pantai Merawai.
       
      2. Bertabur Nyiur, Sunset dari Pantai Takisung Kalimantan Selatan akan Membuatmu Tak Ingin Cepat Beranjak

      Masih tak beranjak dari pantai, kali ini Kalimantan Selatan memiliki sebuah pantai di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Pantai yang berada sekitar 87 km dari ibukota provinsi di Kota Banjarmasin ini menjadi salah satu tempat favorit warga untuk berkumpul terutama saat sore hari. Apalagi lokasinya yang tidak begitu jauh dari Kota Banjarmasin dan karakter Kota Banjarmasin yang tidak akrab dengan nuansa pantai membuat Pantai Takisung menjadi lokasi paling masuk akal untuk warga kota yang ingin liburan.
      Keindahan pantai yang menghadap Laut Jawa ini ialah pasirnya yang membentang luas serta pepohonan kelapa yang menambah nuansa tropis yang khas. Di kawasan pantai ini juga ramai dengan jasa olahraga dan hiburan seperti banana boat, motor racing, serta kapal-kapal yang siap mengantarkan berkeliling pantai. Pedangan kaki lima juga banyak memenuhi pinggir pantai yang membuatnya semakin semarak. Kondisi ini memang terbilang terlalu ramai apalagi saat liburan, namun tetap saja menarik kunjungan wisatawan.
      Ketika senja tiba, maka panorama sunsetlah yang akan membuat siapa saja terpaku sejenak. Hamparan laut yang membentang luas menjadikan sunset nampak begitu jelas didepan mata. Bagi kalian pecinta fotografi, jangan sia-siakan keberadaan deretan nyiur yang akan menjadi siluet indah kala senja. Jika ingin lebih beragam lagi, kalian bisa menuju perkampungan nelayan yang berada tidak jauh dari pantai. Dari perkampungan nelayan ini suasana senja juga tak kalah menariknya, apalagi tergolong lebih sepi dari kawasan pantai.
       
      3. Kemilau Sunset Dari Sungai Kapuas, Mentadbirkan Kalimantan Sebagai Pesona Pulau Seribu Sungai

      Tak lengkap memang jika membahas kalimantan jika tidak membahas sungainya. Pulau berjuluk ‘seribu sungai’ tersebut memang memiliki kedekatan pada sungai. Sungai memiliki pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Kalimantan, bahkan sungai jugalah yang membentuk pola kemasyarakatan disana.
      Banyak nya aliran sungai di Kalimantan sudah tentu menjadi potensi menarik pula bagi sektor kepariwisataan, seperti Sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai terpanjang, tidak hanya di Kalimantan tetapi juga di Indonesia. Panjangnya mencapai lebih dari 1.100 km.
      Ada banyak pesona yang bisa dinikmati dari sungai Kapuas, termasuk ketika senja tiba. Jika kalian berada di Kota Pontianak sebagai salah satu wilayah yang dilalui Sungai Kapuas ini, maka sempatkan untuk menikmati keindahan Sungai Kapuas ketika sore hari. Kalian bisa mencoba naik perahu atau sekedar bersantai di tepian sungai. Memandangi sungai dengan beragam aktivitas didalamnya saat sunset tentu akan memberikan pengalaman yang berbeda. Apalagi jingganya langit yang memantul dari riak tenang arus sungai akan memberikan kemilaunya sendiri.
       
      4. Bukit Batas di Banjar Siap Menghadirkan Cantiknya Senja Tanpa Batas

      Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan ternyata memiliki pesona alam yang sangat istimewa. Di kabupaten yang beribukota di Martapura ini terdapat sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Batas. Lokasi persisnya ialah di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, atau lebih dikenal juga sebagai Wilayah Waduk Riam Kanan. Ya, lokasi bukit ini dikeliling oleh perairan berupa waduk yang berfungsi sebagai sumber air penggerak turbin PLTA.
      Keunikan dari Bukit Batas dan pemandangan waduk dibawahnya ialah adanya pulau-pulau kecil yang nampak bertebaran. Panorama ini membuat viewnya mirip dengan kepulauan Raja Ampat di Papua. Tak jarang, orang-orang yang kesana mebyebutnya sebagai miniatur Raja Ampat dari Kalimantan Selatan.
      Banyak wisatawan yang datang bahkan untuk camping, hal ini karena dari atas bukit tersebut, kalian bisa melihat sunrise dari sisi Timur. Dan ketika petang, Bukit Batas tak kehabisan pesonanya karena juga siap menyapa dengan cantiknya senja.
      Ketika senja, cahaya yang meredup seolah bersiap untuk berpaling ke balik perbukitan yang ada jauh didepan mata. Perbukitan juga nampak berlapis sehingga nampak sangat mempesona siapa saja yang melihatnya. Jingganya cahaya juga memantul dari perairan waduk yang tenang membuat nuansa semakin syahdu.
      Jika kalian tertarik untuk datang, perjalanan untuk menuju puncak Bukit Batas terbilang menantang. Perjalanan akan dilalui dengan 2 tipe yaitu darat dan perairan. Dari Bandara Syamsudin Noor, kalian bisa langsung menuju simpang 4 Banjarbaru dan menuju Sungai ulin lalu ke arah Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio. Barulah dari sana, tepatnya Pelabuhan Riam Kanan, perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal  sekitar 30 menit menuju Pinus 2. Perjalanan belum berakhir justru dari sanalah pendakian dimulai. Pendakian sendiri tidak begitu lama yaitu sekitar 1,5 – 2 jam. Selama perjalanan, dijamin tidak akan merasa bosan karena akan ditemani pemandangan indah.
       
      5. Bukit Batu Daya di Ketapang, Sensasi Sunset yang Memperdaya Mata

      Jika kalian ingin melihat Bukit Batu Uluru atau Ayers Rock di Australia tapi belum memiliki kesempatan, maka kalian ada baiknya mengunjungi juga sebuah bukit batu yang tak kalah mempesona di Kalimantan Barat.  Tersebutlah Bukit Batu Daya, sebuah bukit batu dengan bentukan unik yang berada di Taman Nasional Gunung Palung, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
      Banyak sebutan untuk Bukit Batu Daya ini, beberapa menyebutnya Bukit Gantang dan beberapa lain menyebutnya Bukit Onta. Ya, kesemua sebutan tersebut menjadi bukti bahwa memang bukit ini berhasil memperdaya, sesuai namanya, Bukit Daya. Bukit ini memang akan terlihat berbeda-beda bentuknya jika dilihat dari sisi-sisi yang berbeda, seolah bukan satu bukit yang sama.
      Bukit ini memang sangat mempesona, bentukannya yang unik menjadikannya sangat bagus sebagai objek foto. Selain itu, bagi pecinta olahraga rock climbing, bukit ini sangat cocok dijadikan spot berlatih, hanya saja bentuknya yang sangat terjal membuatnya cukup berbahaya jika bukan atlit profesional.
      Namun begitu, bagi kalian yang hanya ingin menikmati keindahan Bukit Batu Daya ini, cukup memandanginya dari sisi-sisi yang diinginkan. Dan seperti yang sudah diungkap bahwa setiap sisi akan menghadirkan view yang berbeda. Jika ingin melihat nuansa yang lebih mempesona maka datanglah saat petang dari sisi timur atau memandang ke ufuk barat. Dari sana, panorama mentari dengan semburat cahaya jingganya akan membuat suasana Bukit Batu Daya semakin dramatis dan mempesona.
      Jika kalian tertarik untuk datang ke Bukit Batu Daya ini, kalian bisa langsung naik speedboat dari kota Pontianak menuju Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir. Jadwal regulernya ialah jam 9 pagi dengan biaya Rp 110 ribu. Perjalanan sungai akan ditempuh selama 3 jam. Setelahnya perjalanan dilanjutkan menuju Desa Perawas dimana dari sanalah kenggunan bukit ini sudah dapat terlihat. Namun jika ingin mengambil spot lebih dekat lagi, kalian bisa menggunakan jasa ojek.
       
      6. Pantai Pasir Panjang Singkawang Berselimut Senja Terakhir yang Menyapa Kalimantan

      Kalimantan Barat menjadi provinsi terakhir yang menerima cahaya mentari tiap sore harinya. Provinsi yang beribukota di Pontianak ini juga memiliki sejuta kisah tentang senja, salah satunya yang dimiliki oleh Singkawang, kota yang berjuluk Kota Seribu Klenteng.
      Kota Singkawang berjarak sekitar 145 km sebelah utara dari Kota Pontianak. Kota ini berjuluk Seribu Klenteng karena memang di sana terdapat banyak klenteng yang tersebar diseluruh penjuru kota. Hal tersebut tentu tak terlepas dari masyarakatnya yang memang kebanyakan keturunan Tionghoa, sehingga dikenal juga sebagai pecinannya Kalimantan Barat.
      Singkawang juga terkenal sebagai kota wisata. Selain karena multikulturnya, berbagai pesona alam juga bisa dinikmati di sana, salah satu yang populer ialah Pantai Pasir Panjang.
      Pantai yang berada di Kecamatan Tujuh Belas atau sekitar 30 menit dari Pusat Kota Singkawang tersebut merupakan pantai berpasir dengan karakter ombak yang cukup tenang. Kawasan sekitarnya juga masih alami sehingga cukup menyegarkan pandangan.
      Menikmati panorama Pantai Pasir Panjang akan semakin komplit jika datang kala senja. Sunset yang disuguhkan oleh pantai ini terkenal sangat difavoritkan oleh pengunjung dan wisatawan. Birunya air laut seolah berubah menjadi berkilau dengan sentuhan warna jingga khas cahaya sore. Bersantai sembari menikmati sunset menjadi pilihan paling tepat karena akan membuat kalian merasa tenang.
    • By Tarmizi Arl
      Pulau Sulawesi atau biasa dikenal juga dengan sebutan Celebes, merupakan salah satu dari lima pulau besar Indonesia. Pulau yang memiliki bentukan unik ini terkenal dengan kehidupan baharinya, bahkan mereka dengan bangga mentakbirkan diri sebagai keturunan dari para pelaut ulung.
      Sulawesi juga kaya akan pesona alam, hasil bumi, dan budaya yang beragam. Keterkaitan semuanya menghasilkan kearifan lokal yang unik dan menarik. Kekhasan itulah yang akhirnya membuat banyak wisatawan datang ke pulau ini.
      Tak kalah khasnya dengan kekayaan alam dan budaya, penghujung haripun memberikan kesan yang unik pula. Di setiap sisi pulau nampaknya selalu saja menghadirkan pengalaman yang indah bagi pecinta sunset. Pesona cahaya senja dari Bumi Sulawesi tersebut menjadi atraksi yang menarik untuk disaksikan oleh para pelancong, seperti beberapa spot pilihan yang akan diulas berikut ini
       
      1. Bunaken Tak Hanya Taman Lautnya ! Nikmati Senjanya, Maka Hidup Serasa di Surga

      Bicara tentang wisata di Manado, maka yang terpintas dari sebagian besar kita pasti tentang Bunaken. Taman Laut yang terkenal karena keindahan bawah lautnya tersebut memang sudah mendunia. Taman Laut atau Taman Nasional Bunaken sendiri terdiri dari beberapa gugusan pulau yaitu Pulau Bunaken, Pulau Mentehage, Pulau Nani, Pulau Siladen, dan Pulau Manado Tua. Pulau Manado Tua sendiri berada di sisi ter-Barat dari Taman Nasional Bunaken yang artinya akan memberikan latar siluet ketika kita berada di sisi pulau lainnya seperti dari Pulau Bunaken.
      Menjadikan indah jika memandang sunset berhadapan dengan Pulau Manado Tua ialah karena di pulau ini terdapat gunung setinggi 655 mdpl. Gunung tersebut ialah gunung berapi. Namun jangan disangka jika gunung apinya berada di atas permukaan laut yang nampak, karena justru gunung apinya berada di bawah laut dengan kedalaman sekitar 50 meter. Dengan kata lain, dataran sesungguhnya dari pulau ini berada di bawah permukaan laut.
      Terlepas dari semua fenomena alam yang mencengangkan tersebut, fenomena secara visual juga menjadi daya pikat ketika senja tiba. Dari Pulau Bunaken, ketika kita memandang ke ufuk Barat maka mentari seolah bersiap bersembunyi dibalik gunung di Pulau Manado Tua tersebut. Semburat jingga khas senja juga nampak menambah dramatisasi alami yang dihadirkan, ditambah lagi cahaya dari pantulan air laut juga menambah pesona Bunaken Kala Senja.
       
      2. Benteng Otanaha Gorontalo, Sejarah dan Senja yang Kaya Cerita

      Jika kalian berkesempatan mengunjungi Provinsi Gorontalo, maka jangan sampai melewatkan menyambangi benteng bernama Otanaha. Benteng yang berada di atas bukit tersebut menjadi salah satu objek wisata andalan dari Gorontalo terkhusus penduduk Kota Gorontalonya sendiri.
      Benteng peninggalan Portugis yang dibangun tahun 1522 tersebut memiliki cerita sejarahnya sendiri dengan berbagai versi. Hal ini karena memang belum ada hasil penelitian yang pasti akan kisah sejarahnya. Namun begitu, keberadaan benteng dapat dipastikan sebagai bentuk pertahanan kerajaan Gorontalo yang artinya juga bentuk kegagahan kerajaan pada masanya.
      Terlepas dari cerita yang melatari keberadaan benteng, kekayaan visual yang dimiliki kawasan benteng juga tak kalah menariknya. Memang waktu terbaik untuk datang ke Benteng yang berada tidak jauh dari Danau Limboto tersebut ialah saat sore hari. Hal ini tidak lain karena suasana senja yang indah. Karena berada di atas bukit, tentu pemandangan sunset menjadi sangat leluasa di lihat mata, apalagi bangunan tua benteng dapat menjadi siluet yang akan memperkaya hasil foto kalian.
      Apabila tertarik untuk datang ke Benteng Otonaha, kalian bisa langsung menuju Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, sekitar 30 menit berkendara dari Pusat kota Gorontalo. Sebelum masuk dan naik ke Benteng, kalian harus membayar tiket seharga Rp 5 ribu saja. Siapkan juga fisik kalian karena harus mendaki tangga sebanyak 351 anak tangga dengan kemiringan sekitar 60 derajat.
       
      3. Lupakan Derita yang Ada ! Karena Kepualaun Togean Hanya Menyediakan Ruang Bahagia

      Kepulauan Togean di Provinsi Sulawesi Tengah merupakan Taman Nasional. Pulau utamanya ialah Pulau Togean dan ulau Batudaka yang berposisi berdampingan. Kepulauan yang masuk wilayah Teluk Tomini ini memiliki sejuta keindahan bahari, bahkan sering disebut sebagai raja ampatnya Sulawesi.
      Pesona yang dimiliki Kepulauan Togean memang tak sekedar diucapan saja, karena keindahannya mampu menyentuh setiap indera. Kekayaan terumbu karang dan biota laut yang dimiliki tercatat sebagai salah satu ekosistem terumbu karang penting dari ‘coral triangle’ yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Jepang, dan Australia.
      Keindahan bawah laut Kepulauan Togean juga berbanding lurus dengan keindahan alam sekitarnya. Panorama yang dihadirkan akan membuat siapa saja melupakan kepenatan dan langsung merasakan kebahagian. Apalagi saat sore tiba, memandang ufuk barat dari salah satu pulau yang ada, akan memberikan gambaran dahsyat akan keanggunan alam. Dari setiap pulau, akan menghadirkan kesan yang berbeda-beda pula.
      Untuk datang ke Kepulauan Togean, pelancong harus menempuh jarak 375 km atau sekitar 10 jam dari Kota Palu. Rutenya ialah dari Palu menuju Ampana baik dengan kendaraan pribadi, travel, atau bisa juga menggunakan Bus umum. Kemudian barulah melanjutkan perjalanan dengan Kapal atau Fery yang tersedia setiap hari Senin, Rabu, Sabtu (kapal) dan Senin, Kamis, Minggu (ferry) pukul 10 pagi. Pelayaran ini berlangsung sekitar 4-5 jam.
       
      4. Jangan Palingkan Mata dari Ufuk Barat Pantai Lakeba Kala Senja

      Mendengar kata Pantai Lakeba mungkin sebagian besar kita belum mengetahuinya, tapi jika disebut Kota Bau Bau apalagi Pulau Buton, pasti sebagian besar tahu. Pulau yang terkenal dengan produksi aspalnya tersebut menjadi salah satu pulau wisata yang cukup populer di Sulawesi Tenggara selain Kepulauan Wakatobi.
      Pantai Lakeba sendiri berada di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau. Selain pantainya yang berpasir putih, air lautnya juga amat sangat jernih. Cukup beberapa meter dari bibir pantai, kejernihan air akan membuat ekosistem di bawah laut nampak begitu nyata. Jangan lewatkan untuk berenang atau sekedar bermain air karena tentu akan sangat menggoda melihat kejernihan airnya.
      Selain faktor keindahan alam yang sudah ada, daya tarik lain dari pantai ini ialah suasana senja dengan sunsetnya yang terkenal sangat indah. Tak salah jika banyak pelancong yang sengaja datang hanya untuk menikmati nuansa senjanya. Dari pantai ini, nampak cahaya jingga memantul dari kejernihan air.
      Terdapat pula jembatan yang menjadi spot terbaik menikmati suasana senja, baik dari atasnya maupun menjadikannya latar untuk berfoto. Jembatan inilah yang cukup populer oleh wisatawan karena akan memberikan kesan berbeda pada hasil foto.
      Selain itu, di kawasan pantai juga banyak restoran dan cafe sehingga membuat pengunjung semakin nyaman. Jika tidak ingin menikmati langsung semburat cahaya dari atas pasir pantai, bersantai di restoran juga sering dijadikan pilihan.
       
      5. Ketika Mentari Bersembunyi di Barisan Batu Karst, Siapa yang Tak Terpesona !

      Jika membahas kawasan karst terbesar di Indonesia, maka nama Maros di Sulawesi Selatan tak bisa terbantahkan lagi. Di sana terdapat gugusan pegunungan karst atau kapur yang tidak hanya luas tetapi eksotis secara visual. Seperti Rammang-Rammang berikut, salah satu lokasi perbukitan karst paling terkenal di Maros.
      Beralamat persis di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, sekitar 40 km dari ibukota provinsi di Makassar, Rammang-Rammang sudah sangat populer sebagai lokasi wisata. Di sini pegunungan karst nampak dramatis dengan kolaborasi bersama lahan pertanian dan perairan. Di lokasi tersebut juga terdapat beberapa objek wisata yaitu Hutan batu Kapur, Telaga Bidadarim Gua Bulu Barakka< Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, dan Sungai Pute.
      Keindahan panorama nan artistik tersebut akan semakin manis ketika sore menjelang. Nampak mentari mulai meluncur perlahan menuju balik pegunungan batu karst. Semburat cahaya terkadang melewati celah-celah antar batu sehingga memberikan kesan yang dramatis. Apalagi jika kalian pecinta fotografi, maka dijamin tak akan merasa puas karena semakin difoto maka semakin menarik saja.
      Jika ingin memiliki nuansa yang tak biasa, kalian bisa menyewa perahu dan mengarungi sungai. Melihat senja dari atas perahu tentu akan memberikan kesan berbeda.
       
      6. Pantai Losari? Mainstream Sih, Tapi Rela Datang Lagi !

      Siapa tak kenal Pantai Losari. Pantai di Kota Makassar tersebut memang sudah terkenal seantero negeri. Belum ke Makassar jika belum ke Losari, begitulah kira-kira ungkapan yang sering diucapkan.
      Pantai di pesisir Barat Makassar ini sangat populer dijadikan pilihan oleh warga kota sekaligus wisatawan untuk menghabiskan waktu sore hingga malam. Tak berlebihan memang, karena disini lah lokasi untuk melihat sunset yang sempurna menghiasi langit Makassar. Pemandangannya yang luas dan berhadapan langsung lautan menjadikan sinar mentari menjadi tak terhalang.
      Pengunjung pantai tak berpasir ini menyukai untuk sekedar duduk-duduk santai menghadap ufuk barat. Aktivitas lain yang bisa dilakukan ialah bersepeda, nongkrong di cafe atau warung tenda, hingga menyewa kapal yang akan membawa keliling kawasan sekitar.
      Daya tarik lain yang menjadikan Pantai Losari ini nampak memukau kala senja ialah Signage raksasa bertuliskan Pantai Losari. Siluet yang disajikan oleh tulisan serta latar  mentari bersinar jingga menjadikan nuansanya berbeda. Tak hanya signage bertuliskan Pantai Losari, terdapat juga signage lain bertuliskan City of Makassar dan 4 suku yang ada di Sulawesi Selatan. Terdapat juga patung-patung seperti patung kapal pinisi dan lainnya. Kesemuanya menjadikan Pantai Losari memiliki alterantif pemandangan yang beragam.
      Selepas terpukau dengan suasana senja di Pantai Losari, pengunjung juga bisa puas berwisata kuliner. Bagaimana tidak, di sepanjang jalan terdapat jejeran toko, cafe, restoran, hingga gerobak makanan. Jangan lewatkan mencicipi pisang epe dan es palu butung yang memang terkenal di Makassar. Ada banyak pilihan yang kesemuanya siap memanjakan. Mata termanjakan, Lidah pun termanjakan. Inilah yang membuat siapa saja mau lagi dan lagi untuk datang kesana meskipun tampak menjadi tujuan mainstream wisatawan.
      Jika kalian tertarik datang, bukanlah hal sulit untuk menuju Pantai Losari ini karena memang sangat strategis. Jika dari bandara, apabila hendak menggunakan angkutan umum kalian bisa langsung naik damri ke kawasan jalan Somba Opu. Dari sana cukup berjalan kaki saja menuju Pantai Losari.
    • By Tarmizi Arl
      Indonesia Timur terkenal sebagai surganya bahari Indonesia. Di sana, kekayaan dan keindahan lautnya tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan harus dilihat dengan mata sejelas-jelasnya. Namun tak hanya soal pantai dan lautan, tetapi Indonesia Timur juga masih memiliki segudang keindahan lanskap alami lainnya. Semua nampak berpadu serasi membentuk surganya sendiri.
      Segala keindahan karunia Tuhan tersebut semakin apik ketika alam mendukungnya dengan menghadirkan nuansa berbeda kala senja. Indonesia Timur menjadi wilayah pertama di Indonesia yang merasakan senja setiap harinya. Setiap harinya pula, ada pesona yang dihadirkan tanpa bosannya. Seperti beberapa lokasi pilihan berikut yang terkenal indah dan semakin mempesona ketika mentari bersiap menuju peraduannya.
       
      1. Surganya Senja yang Disuguhkan oleh Pantai Tuada di Halmahera Barat, Siap Menghipnotis Penikmatnya

      Berlokasi di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku, Pantai Tuada terbilang populer bagi warga setempat sebagai lokasi wisata. Bahkan di kawasan Jailolo sendiri kini rutin diadakan Festival Teluk Jailolo seperti pada waktu dekat yaitu awal bulan Mei 2016 ini akan diadakan Festival tersebut.
      Pantai karang sepanjang sekitar 1 km tersebut nampak sangat menarik karena kejernihan airnya sehingga cukup beberapa meter dari bibir pantai maka keindahan bawah lautnya sudah dapat dinikmati.
      Berhadapan dengan muka pantainya, terdapatlah pulau kecil bernama Babua. Keberadaan pulau inilah yang akhirnya membuat pamandangan dari Pantai Tuada semakin menarik mata, apalagi saat senja dimana mentari nampak beranjak bersembunyi dari balik pulau tersebut.
      Jika kalian tertarik berburu senja di Pantai Tuada ini, kalian bisa menuju Ternate terlebih dahulu yaitu Bandara Sultan Babullah. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Dufa-dufa. Dari sanalah banyak speed boat yang akan membawa ke Jailolo, Halmahera.
       
      2. Bersama Monumen Sang Pahlawan, Kita Nikmati Indahnya Ambon Manise Kala Senja

      Ambon Manise, begitulah ibukota Provinsi Maluku tersebut biasa disebut. Ambon memang manis, akan menghadirkan kisah manis pada siapa saja yang menyambanginya, termasuk ketika kalian berkesempatan mengunjungi monumen Sang Pahlawan Wanita Kebanggan orang Maluku yaitu Martha Tiahahu.
      Monumen patung dari Pahlawan yang lahir tahun 1800 tersebut dapat kalian temui di Karang Panjang, sebuah kawasan bukit di Ambon yang juga berhadapan langsung dengan Laut Banda.
      Kawasan monumen ini memang cukup populer dijadikan lokasi berkumpul bagi warga terutama muda-mudi setempat. Selain pemandangan laut dan perbukitan di sekeliling, taman yang ada di sekitarnya juga nampak rapih sehingga menarik untuk dijadikan tempat kongkow.
      Semakin menarik dan mempesona ialah saat petang dimana mentari yang mulai turun di sisi barat akan memberikan efek dramatis bagi kawasan sekitar monumen. Nampak seperti patung Christina Tiahahu memandang gagah ke arah terbenamnya matahari dan menimbulkan siluet indah jika kita berada di belakang monumennya.
      Perpaduan antara seni patung buatan manusia dan mahakarya lanskap alami berupa lautan dan perbukitan nampak begitu selaras dan memberikan kesan tersendiri bagi yang melihatnya. Tak salah dan tak akan menyesal memang jika kalian berkesempatan datang kesini.
      Ketika senja mulai berganti malam pun, pesona yang dihadirkanpun tak akan pergi begitu saja. Sempatkan untuk tetap menikmati betapa indahnya Kota Ambon dari ketinggian karena dari lokasi tersebut, gemerlap lampu-lampu kota nampak sangat indah dan penuh warna.
       
      3. Teluk Triton, Pesona Senja dari Barat Papua

      Papua nampaknya menjadi surga Indonesia yang belum terjamah. Banyak lokasi terutama keindahan alam yang belum diketahui luas oleh wisatawan, salah satunya ialah Teluk Triton.
      Teluk Triton berlokasi di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Wisata paling terkenal di sini ialah wisata bawah laut karena keberagaman dan keindahan yang dimilikinya. Tercatat, surga bawah laut milik Teluk Triton terdiri hampir seribu jenis ikan karang dan hampir 500 jenis karang, bahkan beberapa diantaranya merupakan spesies baru. Jika beruntung kalian juga bisa menemui paus Bryde’s yang sedang berenang di lautan tersebut.
      Tidak cukup sekedar keindahan alami tetapi ternyata Teluk Triton juga menyimpan peninggalan sejarah. Di salah satu dinding tebing karang yang mencapai panjang sekitar 1 km, terdapat lukisan kuno yang diprediksi peninggalan prasejarah. Ada beberapa bentuk lukisan seperti telapak tangan, tengkorak, hingga binatang.
      Puas melihat dan menyaksikan keindahan alam dan peninggalan sejarah, maka pesona Teluk Tritoan akan semakin memukau mata dengan nuansa senjanya. Kala senja tersebut, pengunjung seolah dibawa ke dimensi lain karena siluet dan gradasi warna langit yang dihasilkan seolah menjadi pesona titisan surga yang sengaja di perlihatkan Tuhan.
       
      4. Menyapa Senja dari Teluk Cendrawasih

      Apakah kalian pernah mendengar tentang Hiu terbesar di dunia? Itulah Hiu Paus. Bangganya lagi ialah bahwa salah satu lokasi terbaik untuk dapat melihat bahkan berinteraksi langsung dengan Hiu Paus tersebut berada di Indonesia tepatnya di Bumi Papua.
      Taman Nasional Teluk Cendrawasih menjadi lokasi konservasi dari spesies tersebut. Taman Nasional yang juga menjadi kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia tersebut sudah cukup terkenal bagi para peneliti dunia termasuk wisatawan minat khusus.
      Hiu Paus yang menjadi primadona disini tidak hanya sekedar omong kosong belaka karena nyatanya wisatawan dapat secara langsung berinteraksi dengan berenang bersama mereka. Hiu yang bisa mencapai panjang 14 meter tersebut juga dikenal cukup jinak sehingga aman bagi wisatawan.
      Terlepas dari Hius Paus yang menjadi primadona, Teluk Cendrawasih di sisi Barat juga memiliki pesona lain yang tak boleh terlewatkan begitu saja. Senja di kawasan ini dijamin akan membuat siapa saja terpaku sejenak. Ketenangan laut yang ada juga menjadi pelengkap suasana syahdu berpadu semburat cahaya yang berasal dari mentari sore. Perlahan, warna-warni alam khas petang nampak berubah-ubah seiring tenggelamnya sang pemberi cahaya semesta. Apalagi, batu-batu karang yang ada seperti menjadi pemanis pesona senja milik negeri Cendrawasih ini.
      Jika kalian tertarik menuju Teluk Cendrawasih, kalian bisa memili penerbangan dari Jakarta atau Surabaya, Denpasar, dan Makassar tujuan Biak. Dari Biak, barulah naik pesawat perintis tujuan Manokwari atau Nabire. Perjalanan lalu dilanjutkan dengan perahu motor langsung menuju Teluk Cendrawasih.
       
      5. Keanggunan Senja Pulau Lelei Akan Membuatmu Tak Ingin Cepat Pulang

      Indonesia Timur tak akan pernah ada habisnya. Pantai Lelei yang berada di Halmahera ini juga berhasil mengisi bagian dari pesona negeri Timur Indonesia tersebut.
      Pulau Lelei sendiri sebenarnya menjadi salah satu dari dua pulau wisata andalan yang berada di Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Satu lainnya yaitu Pulau Guraici yang berhadapan langsung dengan Pulau Lelei ini.
      Kelebihan dari Pulau Lelei ini ialah pasir putihnya, suasana hijau didaratannya yang masih sangat alami, serta tentu saja airnya yang sangat jernih. Di tambah lagi jika kalian menyukai ketenangan, maka pantai ini akan sangat senang hati menyuguhkan suasana tersebut.
      Ketika hari mulai berada diujung lelahnya, maka senja yang ditunggu akan menyapa. Dari Pulau Lelei inilah, kalian akan menyaksikan secara langsung betapa indahnya pancaran khas dari cahaya petang. Selain dari tepi pantainya, lokasi terbaik untuk melihat secara utuh panorama lautan dan gugusan pulau ialah dari menara pandang dengan tinggi sekitar 25 meter. Salah satu keunikan senja yang bisa dinikmati dari menara pandang tersebut ialah pemandangan pulau-pulau memanjang yang nampak timbul dari tengah lautan. Hal tersebutlah yang memberikan kesan berbeda yang akhirnya membuat siapa saja tak ingin cepat pulang.
      Wisatawan yang tertarik berliburpun kini sudah tak perlu khawatir soal akomodasi. Di Pulau Lelei sudah tersedia cottage dan homestay. Rumah makan juga tersedia dan siap melayani pengunjung.
      Jika kalian tertarik untuk datang ke Pulau Lelei, kalian bisa naik speed boad dari Ternate tepatnya Pelabuhan Bastiong. Hanya saja untuk kapal reguler hanya tersedia 2 kali seminggu yaitu Rabu dan Jumat pagi dengan tarif sekitar Rp 100 ribu. Perjalanan laut akan ditempuh cukup lama yaitu mencapai 5 jam. Namun jika kalian berkocek tebal, bisa menyewa speedboad dengan tarif sekitar Rp 5 juta atau sesuai kesepakatan.
       
      6. Nikmati Lukisan Alam Kala Senja dari Danau Sentani Papua

      Danau Sentani mungkin sudah tidak asing bagi kallian. Keindahan danau dengan bentukan tak biasa tersebut berhasil menyihir siapa saja yang melihatnya. Tak jarang, banyak wisatawan yang datang ke Papua akan menyempatkan diri menyaksikan langsung mahakarya alam dari bumi Papua tersebut.
      Berada di Kabupaten Jayapura, bentukan alam dari danau terluas di Papua tersebut memang terbilang unik. Tidak seperti umumnya danau yang terbentang luas airnya dan dikeliling daratan, Danau Sentani ini justru memiliki seperti tanjung dan teluk yang menyebar. Selain itu, terdapat juga 21 pulau kecil di tengah danau sehingga jika dilihat dari ketinggian bukit, maka nampak danau ini seperti lautan dengan gugusan pulau.
      Berada di ketinggian 75 mdpl, untuk menuju Danau Sentani dapat dilakukan dengan menggunakan mobil dari Kota Jayapura. Jaraknya sekitar 50 km. Jika dari kota lain seperti Jakarta, maka kalian bisa langsung memilih penerbangan tujuan Bandara Sentani. Dari bandara, perjalanan dilanjutkan dengan sewa mobil atau ojek dengan waktu tempuh hanya sekitar 15 menit saja.
      Menikmati keindahan danau inipun tidak hanya dari daratannya saja karena kalian bisa menyewa kapal untuk berkeliling. Tarifnya juga terbilang murah sekitar Rp 30 sampai 50 ribuan perorang.
      Ketika senja mulai menampakan dirinya, maka tak ada pilihan lain selain untuk menikmati suguhan alam tersebut. Suasananya yang tenang tanpa kebisingan serta visual perbukitan yang memanjakan mata akan membuat kalian lupa permasalahan hidup. Manfaatkan pula momen berharga tersebut dengan mengabadikannya dalam kamera kalian dari segala sisi, hal ini karena ada banyak spot yang bisa kalian pilih dari atas perbukitan yang begitu luas terbentang. Apalagi karena berupa bukit hamparan rumput dan jarang ada pohon membuat hasil jepretan akan nampak luas nan eksotis.
      Apabila kalian ingin datang disaat yang lebih semarak, maka datanglah saat perayaan Festival Danau Sentani. Perayaan rutin tahunan tersebut terselenggara setiap pertengahan bulan Juni. Acara budaya tersebut akan dimeriahkan dengan beragam kekayaan budaya seperti tarian yang tidak hanya dari daratan tetapi juga disuguhkan dari atas perahu. Momen itu juga menjadi waktu terbaik untuk kalian pecinta wisata kuliner.