singgihfuadi13

Musim Semi di Jepang

6 posts in this topic

Selamat pagi rekans Backpacker Internasional, kali ini mau sharing perjalanan liburan musim semi kami di negeri Sakura Jepang yang semuanya diurus sendiri modal searching2 dan ga malu banyak tanya (maap yg merasa direpotkan kmrin2 ya...)

Bermodal tiket promo Garuda Indonesia dari T*******a, akhirnya kesampaian ke Jepang utk melihat sakura, tidak hanya itu, kami juga dapet bonus bisa ngliat salju di Takayama dan Shirakawago...

Untuk transportasi selama di Jepang, kami menggunakan JR Pass, Tokyo Subway Metro Pass dan Donichi Eco Kippu utk one day pass di Nagoya..

Berikut rincian perjalana kami dan nanti detailnya bisa dibaca di blog amatiran saya ya rekans :
Day 1 : - CGK - DPS 
Day 2 : - DPS - NRT
- NRT - Shinjuku
- Apartemen 
- Shinjuku Gyoen 
- Jeonji Temple 
Day 3 : - Tokyo - Nagoya 
- Hotel utk check in
- Nagoya Castle 
- Osu Cannon Temple 
- Tsuruma Park 
- Yamazaki River 
Day 4 : - Nagoya - Kyoto 
- Fushimi Inari 
- Arashiyama Bamboo Forest 
- Kyoto - Osaka (Kemasakuaranomiya Park)
- Dotonburi 
Day 5 : - Nagoya - Takayama
- Shirakawago
Day 6 : - Takayama - Nagoya - Shibuya 
- Nakameguro River park
- Omotesando, Harajuku 
Day 7 : - Chidorigafuchi canal 
- Shinjuku Gyoen 
- Liberty Statue at Odaiba 
Day 8 : - Sensoji Temple 
- Sumida River Park 
- Akihabara 
Day 9 : - Shibuya - Narita 
- NRT - DPS - CGK

*Semoga bisa memberi gambaran destinasi rekans yg ingin merencanakan musim semi di Jepang.

selengkapnya rekans bisa baca di http://singgihusman.blogspot.co.id/2017/05/liburan-musim-semi-di-negeri-sakura.html

ketemu sama mbak @Monfi .. semoga bisa gabung lagi kami di lain kesempatan ..

1494483581907.JPEG

1494483587433.JPEG

LRM_EXPORT_20170411_192225.jpg

LRM_EXPORT_20170411_190939.jpg

LRM_EXPORT_20170506_161028.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, singgihfuadi13 said:

akhirnya kesampaian ke Jepang utk melihat sakura, tidak hanya itu, kami juga dapet bonus bisa ngliat salju di Takayama dan Shirakawago

Cui, hoki banget cui :tersipu

Gw untuk liat sakura pergi sekali,

Buat liat salju, harus pergi lagi :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
      JAPAN ALPINE ROUTE  #TATEYAMA KUROBE
       
       Rute Saya Di Mulai Dari KYOTO >> Kanazawa 
       
      Pulang Ke Kanazawa   Via Nagano * * 2 Stasiun Ke TAKASak  3200 yen ( karena tidak Pake Jr nasional ) 
       Sebagian Tercover Oleh Jr west pass 15000 yen 
      Yang mana Jr West pas  Lumayan Membantu Perjalanan Saya
       
       Selama Di Kyoto/ Osaka /Kobe /Kanazawa / Gokayama  dan Banyak Lainnya
       
      Lanjut  dengan itin Sistim “Deffa Hajaaarrr Saja Ko Acong”
      Nah inilah Rute Yang Saya Pake
      Menyusuri Alpine Route One Day Trip Dimulai Jam 07.00 Sd jam 20.00 Waktu Kanazawa
       
      Kanazawa Toyama Jr  west pass   >>> lanjut Tateyama Kurobe Pass Sd Nagano  9000 Yen
      Terakhir Pilih  setasiun Nagano Lanjutb 2 Titik Stasiun Ke Takasaki    Baru tercover Jr west Pass Lagi  Pulang ke kanazawa
      Nah Ini Rute Simple Saya Yang Pasti Semua Orang Lebih Bisa
      Secara Mengingat “KEKURANGAN “  Sibocah Tua Nakal
       Durasi Pertitik nya Lupa  Maklum Wiss sepuh
       Yang Pasti Durasi Trip PP nya 12 jam Sangat santai semua Tercapai
       
       Trip Autum Di Toyama Perfektur ini 
       
      SEmoga nanti Di musim Puncak Kunjungan ALPINE ROUTE di bulan April Tahun Depan Saya Berkesempatan Tuk Menikmati Keindahan View Yang Berbeda Sensasinya
      Tunggulah Cerita Perjalanan Saya Yang Lainnya Menyusul
       
       
      Ayo Rencanakan Teman 2 Yang Akan Ke japan  Sibocah tua nakal Saja Berani kok  “  “   
       

























    • By Linda Kusumo
      Zuerr ... keliling kota Surabaya cuma pake duit Rp.7.500,-?
      So pasti, dunk ... kalau kita jalan-jalannya pake bis Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT). Mau ... ???
      Hayuukk ... kalau gitu ikutin terus, ya ..pengalaman jalan-jalanku pake bis SSCT di bawah ini.
      Jadi, sebelum memulai acara jalan-jalannya, kita harus beli tiketnya dulu di bagian Surabaya Tourism Information Center yang ada di gedung Balai Pemuda (jalan Gubernur Suryo 15, Surabaya). Rute bis SSCT ini ada 2, ya ... yaitu visit museum buat setiap minggu ganjilnya dan visit bahari buat setiap minggu genapnya (masing-masing setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu, dimulai jam 9.00 - 14.00).
      Kali ini aku memilih rute visit bahari . Pemberangkatan awalnya dari gedung Balai Pemuda dan kudu on time, loh .... jam 9 pagi tet .... gak pake nawar kalo gak mau ditinggal sama bisnya... hehehe .... Tempo hari itu, sih ... pemandunya Ning Suroboyo 2017 (yaitu Ning Astrid sama Ning Sheri. Hallo, Ning ... kita pada mejenx di sini, neh ... ).
      O'ya ... jangan kuatir kepanasan, ya ... karena bis SSCT-nya ber-ac dan selama ada di dalam bis, peserta dilarang makan dan minum kecuali minum air putih sekedar melepas dahaga. Harap maklum, sih ... bis SSCT-nya bersih bingit ... kan sayang kalo sampe harus dikotori remah-remah makanan.
      Hayuukk... kita mulai acara jalan-jalannya, yaaa ... Dari gedung Balai Pemuda, kita langsung ke :
      1.  gedung BALAI KOTA (jalan Walikota Mustajab-Surabaya) yang jarak tempuhnya cuma sekitar 15 menit saja karena kedua gedung ini memang letaknya berdekatan. 
      Gedung Balai Kota ini dikenal sebagai  Taman Surya yang dipergunakan sebagai kantor dinas Walikota Surabaya. Kita langsung dibawa masuk ke dalam gedung trus di-infokan asal usul dan lambangnya kota Surabaya berikut pendiri gedung Balai Kota.
      Gedung Balai Kota sendiri didirikan pada tahun 1923 pada masa walikota kedua Surabaya (GJ Dijkerman) dengan menghabiskan biaya sebesar 1000 gulden dan merupakan hasil karya dari arsitek berkebangsaan Belanda (GC.Citroen) dengan pelaksananya HV Hollandsche Beton Mij.
      Ternyata gedung Balai Kota yang ada sekarang sebetulnya cuma bagian belakangnya saja, loh .... dari rencana keseluruhan pembangunannya sendiri di masa penjajahan. Berhubung keterbatasan dana, ya akhirnya pembangunan  selanjutnya harus dihentikan. Wow ... halaman belakangnya sendiri saja sudah begitu luas, yaaa ... bagaimana kalo sampai pembangunan selesai keseluruhannya?
      Gedung Balai Kota ini sendiri dilengkapi dengan bunker bawah tanah, loh ... yang semula dipersiapkan sebagai tempat perlindungan dalam menghadapi Perang Dunia II (tahun 1939-1945) dan konon merupakan salah satu dari 257 bunker yang dibangun sebelum tahun 1942 pada gedung-gedung yang ada di Surabaya.
      Ning Astrid lagi in action, tuh ... di belakangnya persis terletak bunkernya. Hadooohhh ... beratnya itu pintu bunker pas ditarik. Di dalam bunker ada 2 anak tangga ke lorong bawah tanah yang bisa tembus ke kantor Gubernur Surabaya sedangkan di seberangnya adalah lorong bawah ke GPIB Maranatha (jalan Yos Sudarso nomor 11, Embong Kaliasin-Surabaya/sekitar 350 meter dari gedung Balai Kota). Untuk alasan keamanan, lorong-lorong ini  ditutup karena adanya gas beracun di dalamnya. Waaaa ... kalo gak ikutan bis SSCT, mana bisa masuk ke dalam bunker gedung Balai Kota, yaaa ...
      Dari gedung Balai Kota, kita lanjut, yukk ... ke :
      2. MONUMEN KAPAL SELAM (MONKASEL/jalan Pemuda 39, Surabaya).
      Di sini ada tiket masuknya sebesar Rp.10.000,-/orang. Kapal selam ini merupakan salah satu armada Angkatan Laut RI yang punya nama KRI Pasopati-410, buatan Rusia tahun 1952 dan pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Panjang keseluruhannya 76 meter dan lebar maksimumnya 6,30 meter dan untuk sampai di tempatnya sekarang dilakukan pemotongan bagian per bagiannya terlebih dulu. Hayukk ... sekarang kita masuk ke dalamnya.
      Sempit, uiyyy ...Untung ada ac di dalamnya, ya ... kalo gak bisa pengap, neh ... kita soalnya seperti jalan di dalam lorong, loh ...Ada penampakan barak tempat tidur prajuritnya. Hehehe ... kalo kita-kita yang bobok di situ, dijamin bakalan ngglundung, tuh ... Oopss ... Ruang tinggal perwiranya disendirikan, tapi tetep sama sempitnya. Maklum ... ini di dalam kapal selam, uiyyy... bukan di kamar hotel .... hohoho ....
      Ruangan komunikasinya juga dipisahkan tersendiri. So pastinya ada kelengkapan mesin-mesin yang ada di dalam kapal selam. Puyeng, dah ...buat yang gak ngerti, hehehe .... Ada teropongnya juga buat lihat sikon di luar kapal selam. Dan dari lorong satu ke lorong lainnya, kita harus melewati lobang sempit yang cuma cukup buat 1 orang saja, yaaa .... Sesudah kita menyusuri seluruh isi kapal selam, kita dipandu ke dalam sebuah ruangan semacam mini theatre, gitu ... buat menyaksikan filem dokumenter tentang Angkatan Laut RI, ya ... Sayangnya kualitas gambarnya kurang bagus dan terkesan monoton. Coba kalo dibuat filem 3 dimensi, kayaknya bakalan seru, tuh ... hehehe ...
      Okey ... dari MONKASEL, kita lanjut terus, yuukk ... ke :
      3. MUSEUM SURABAYA (gedung Siola-Tunjungan, Surabaya).
      Gedung museumnya sendiri jadi satu sama pusat pelayanan terpadu pemkot Surabaya untuk warganya, loh ... keren .... Memang barang-barang koleksinya gak seberapa banyak tapi patut diacungi jempol pemikiran buat menyatukan museum ini sama pusat kegiatan masyarakat. Warga yang kebetulan jenuh nunggu antrian buat dilayani bisa mampir dulu ke museum ini lihat-lihat koleksinya, apalagi gak ada tiket masuk alias gratis, tinggal isi buku tamu saja. Ada pemandunya juga, loh ...Ning Sheri lagi in action, tuh ... jelasin perlambang dan maknanya pakaian daerah Cak dan Ning Suroboyo.
      Ada beberapa barang koleksi museum juga yang jadi perhatianku, ya ... diantaranya kursi roda kayu ini yang didapat dari rumah sakit di Surabaya. Kreatif bingit, loh ... dari kursi kayu biasapun jadi, tinggal dipasangi roda, pegangan tangan dan dudukan kaki. Ada 2 buah piano asli peninggalan penjajah Belanda yang diambil dari gedung Balai Pemuda. Dulunya piano ini dipergunakan penjajah Belanda untuk menghibur diri mereka. Sampai sekarang kualitas suaranya masih bagus dengan pemeliharaan yang teratur. Ada perlengkapan makannya juga buat sajian prasmanan pada masa itu.
      Cermin hias Ratu Belanda Wilhelmina kalo pas dia berkunjung ke Indonesia, ada juga, loh di sini ... yang  dibawa dari gedung Balai Pemuda. Di pinggir meja kecilnya ada lambang huruf W sebagai inisial namanya. Nyempetin mejenx, ah ... siapa tau ketularan jadi ratu, hehehe ....
      Dari Museum Surabaya, kita lanjut, yuk .... ke :
      4. TAMAN HIBURAN PANTAI KENJERAN (THP KENJERAN)/Jalan Pantai Ria Kenjeran-Bulak, Surabaya.
      Gak banyak yang aku ulas di sini berhubung full pengunjung. Pantainya juga keruh airnya dan gak punya bibir pantai. Ada panggung hiburan ndangdut yang dipasang di pinggir pantainya. Aku cuma nunut makan siang di sini. Gak bisa intip-intip juga berbagai kios souvenir di sepanjang pantainya berhubung keterbatasan waktu.
      Dari THP KENJERAN, kita lanjutin perjalanan ke :
      5. SENTRA IKAN BULAK (Jalan Sukolilo 7 nomor 24-Kedung Cowek-Bulak, Surabaya).
      Bangunannya sendiri bagus, bersih dan memanjang. Dipisahkan antara tempat para pedagang ikan segar dan para pedagang hasil olahan ikannya. . Anginnya lumayan besar. Maklum ... diseberangnya persis sudah pantai Kenjeran. Trus kalo kita beli krupuk dari kantong plastik besar itu, sesudah ditimbang sama penjualnya, nanti dimasukin ke dalam kantong plastik khusus bermerk dagangannya trus ujungnya dipress rapi pake mesin.
      Ok ... kita lanjut lagi, yuk ... ke :
      6. JEMBATAN SUROBOYO (Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak-Surabaya)
      Sesudah menyusuri pantai Kenjeran yang banyak nongkrong pasangan muda-mudinya, bis wisatanya dibawa sama sopir pak Yit melewati Jembatan Suroboyo. Peresmian jembatannya sendiri, sih sebetulnya sejak tanggal 9 Juli 2016 lalu, tapi toh, tetep aja sampai sekarang masih banyak pengunjungnya, apalagi persis di bawah lengkungan jembatannya itu dan ... anginnya besar banget, uiyyy .... Pengunjung juga bisa naik ke atas lengkungannya, tapi hati-hati, ya ... soalnya kalo jatuh bisa langsung nyemplung langsung ke pantai Kenjeran ... hehehe ....
      Ada sekitar setengah jam kita dikasih kesempatan turun dari bis. Di sebelah kanan jembatan terdapat pemukiman penduduk dengan atap rumah yang sengaja diwarna-warni supaya menarik. Sedang di sebelah kirinya terdapat pantai Kenjeran dengan pemukuman penduduk serta perahu para nelayan.
      7. Hayuukkk ... kita lanjut ke Sentra UKM Merr (Jl Dokter Ir Haji Soekarno no.11/Medokan Semampir,Sukolilo-Surabaya).
      Tujuan terakhir kita adalah Sentra UKM Merr ... itu, tuh ... pusatnya semua produk UKM dijual. Gedungnya sendiri diresmikan sama Walikota Surabaya bu Risma pada tanggal 16 Desember 2014, full ac dan terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama menjual berbagai macam produk kerajinan (rotan, hasil laut, dedaunan dan biji-bijian). Lantai dua menjual berbagai produk pakaian pria dan wanita berikut pernak-pernik perlengkapannya. Lantai tiga menjual berbagai olahan makanan dan lantai empatnya dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Sedang toiletnya sendiri ada di lantai pertama dan ketiga.
      Harga produknya rata-rata relatif terjangkaulah ... hitung-hitung dengan membeli berbagai produk di tempat ini berarti kita juga turut memajukan produk ukm yang ada di Surabaya. 
      Ok, deh .... akhirnya selesai sudah acara jalan-jalan SSCT-nya ... jalan-jalan yang berkesan karena selain membuka wawasan pengetahuan, kita juga diajak berbelanja di sentranya sekaligus.
      Thanks buat SSCT, Ning Suroboyo (Ning Astrid dan Ning Sheri) dan sopiir Pak Yit ...  Sampai ketemu lagi, ya ....


















    • By Ikamarizka
      Halo Semuaaaa! sayah rencana mau ke jupun lagi nih autumn ini, a k a minggu depan. (beuuuh meped bener) tapi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dan kayaknya butuh masukan dari temen temen nih. berhubung nanti bawa banyaaaak orang, jadi gw agak deg deg an mau kemana mana nya takut salah ahahaha. 
      jadi begini
      1. tiba2 kepengen ke kochia hitachi seaside park. kalo dari 'misalnya' nih tokyo, ada yang tau ga yah pake jr dan bus apa? soalnya liat di hyperdia kok agak2 membingungkan rutenya.
      2. kale flight malam baru same haneda, enaknya pake kereta aja atau ada uber taxi ga sih dari haneda? soalnya tamu gw ada yang baru sampe haneda jam 12 malam. Taun lalu sih kereta udah pada ga ada jam segitu. tapi ada yang bilang masih ada. ada juga yg bilang pake taxi aja kalo malem. jumlah tamu ada 4 orang, dan lumayan udah ber umur, jadi agak kasian juga kalo naik kereta malam. ada ide kah??
      3. makanaaaaan. plis bgt bantuannya buat makanan yang enak dan halal daerah tokyo, kyoto, osaka atau dimana yang punya ide? karena selama ini gw kebanyakan makan di lawson dan tempat2 supermarket ahahahahahahaha. sedangkan ini tamu2 gw kayaknya pada pgn makan restoran. ide yaaaah manteman. 
       
      maaciiiii @deffa @kyosash @twindry @Vaylyn 
    • By jajaq
      Beberapa tahun lalu, saat saya masih dinas di Manado, saya sempat mengunjungi tempat ini.
      Walau tujuannya bukan untuk jalan-jalan, namun desa Werdhi Agung sungguh menarik untuk ditengok. Tak hanya menengok kultur yang masih kental, namun juga menggali sejarah dan asal usul dari adanya kampung Bali ini.   Tulisan ini saya copy dari blog saya http://jejalanjajan.com/jejalan/ada-kampung-bali-di-ujung-sulawesi/ ------------------------------------------------------------------------------------------------------   Alunan rekaman gamelan Bali yang keluar dari sound system terdengar di belakang rumah salah satu warga Werdhi Agung ketika rombongan kami baru turun dari mobil Kijang kapsul milik kantor. Di halaman belakang itu, warga desa sedang berkumpul memandikan jenazah kemudian berdoa dipimpin Pedande. Saya bersama rombongan dari kantor mengunjungi Werdhi Agung karena salah satu kerabat rekan kantor saya meninggal. Eits jangan kira desa ini berada di pulau Dewata, tempat ini berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sekitar hampir 5 jam perjalanan dari kota Manado. Yap, ada kampung Bali di ujung Sulawesi.   Pedande   Desa ini dihuni transmigran dari Bali setelah gunung Agung meletus tahun 1963. Terpisah jauh dari pulau Dewata tak membuat warga melupakan asal usulnya, begitu memasuki Werdhi Agung nuansa arsitektur Bali masih kental terasa, lengkap dengan bangunan di persimpangan jalan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, tak heran pasokan beras se-Sulawesi Utara kebanyakan berasal dari Bolaang Mongondow.       Pura Untuk mencapai Werdhi Agung, kita harus melewati dulu Kotamobagu lalu tanya saja warga sekitar di mana letak kampung Bali. Sebenarnya ada 1 atau 2 desa lagi yang berisi warga keturunan Bali, namun saya lupa namanya, letaknya cukup jauh dari Werdhi Agung dan jalannya tidak terlalu bagus.    
      Sembahyang  
      Warga  
      Iringan Jenazah  
         
      Sesajen
    • By kyosash
      Hello Jalan2ners 
      Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.
      Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat 
      jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \
      jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.
       
      ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.
       
      dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.
      setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 
      kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).
       
      23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)
      Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. 
      sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.
      setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 
      kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.
      walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.
      waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.
      saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.
       
      setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.
       
      Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap
       
      waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! "
      begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.
      alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.
       
      Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.
      berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.
      setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori
      disini teman saya memesan berbagai macam menu.
        
       
      setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.
       
      waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

       
      Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya
      ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

      kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen


       
      setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

       
      Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)
      begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .
       
      Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.
       
      Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)
      karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.
      Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.
      sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

      (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari  )

      Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 
      Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

      walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. 

      waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

        


      karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.


       
      Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.
        
        
       
      walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih 
        
       
      Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)
      kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech  
      dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja 
       
       
       
      makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

      walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.
       
      demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.
       
      sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.
        
      tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

      setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an 
      walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan  
       
      NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda
       
      untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 
       
      Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan
      Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.
      kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 
      setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.
       
       
      Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 
      26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)
      30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)
      1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)
      4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)
       
      Simak juga perjalanan saya lain-nya 
       
    • By Gulali56
      Part 1 silakan baca dulu ini:
      dan part 2:
      Day 8: Kamis, 24 Agustus 2017
      Pagi ini kami kembali ke Moscow. Check out hostel jam 8.15, kereta 09.10-13.04. Jalan kaki ke St. Peterburg Moscovsky station memakan waktu 15menit di pagi yg berangin.

      Krn masih lama brgkt nya, kami beli bekal di cafeteria station. Basically satu2nya makanan rusia yg rasanya standard tp harga mahal. Tumis timun, kentang dan irisan daging RUB 475. Sup borscht RUB 110 yg berasa minum perasaan buah bit, krn sour cream nya kurang .

      15menit sblm kereta brgkt barulah kita naik kereta. Berhubung jarak kereta Sapsan ke Moscow hanya selisih 10menit. Jadi rada was2 takut salah naik kereta.Tp sih sblm naik memang ada yg cek sih, walau kalo salah platform, cari gerbongnya cukup jauh.

      Kami sampai di Moscow sekitar jam 1, lanjut naik metro ke apt sahabat saya dan istirahat dan makan siang di aptnya. Di Moscow cuacanya sudah mulai mendekati St.Petersburg, pdhal baru hari minggu sblmnya mencapai titik tertinggi 31 derajat Celcius, tp hari Kamis ini sudah turun ke kisaran 18-20 derajat celcius.
      Selesai mager/istirahat kami baru lanjut jalan ke Novodevichy  cemetery ,pemakaman kuno  yg cukup terkenal di Moscow. Yup, saya dan kecintaan saya utk makam kuno.



      Novodevichy ini sebnrnya tutup jam 5 sore tp mungkin krn summer, kami sampai jam 5 kurang ternyata masih bisa  krn keliatannya kalau summer tutup jam 6sore.
      Sejujurnya tokoh terkenal yg saya tau cuma Boris Yeltsin yg makamnya dihiasi bendera rusia. Selebihnya adalah makam2 sastrawan dan tokoh2 politik Russia. Yang cukup menarik adalah hampir setiap makam dihiasi patung2 yg besar. Nampaknya di Russia terbiasa serba extravagant even ke makam skalipun. Walau kalau mau membanding2kan saya lebih suka makam Pere Lachaise di Paris yang lebih terawat. Di Novodevichy ini makamnya agak tdk terurus, sehingga cenderung lbh creepy walau datangnya masih siang skalipun.
      How to go to Novodevichy Cemetery (Новодевичье кладбище ~ Novodevichy Kladbishe ) : Metro: Sportivaya.
      Open: 09.00-17.00.
      www.novodevichye.com

      Didkt sini jg ada stadion Luzhniki , stadion yg designnya di jadikan inspirasi Bung Karno ketika membangun GBK. Berhubung sedang ada pembangunan utk World cup 2018, jalan menuju stadion ditutup dan kami tll males krn angin makin kencang shg memutuskan lgsg deviasi ke Gorky Park krn sahabat saya mendadak ngidam makan Pho Bo mie Vietnam di situ gara2 angin makin lama makin kencang.
      How to go to Gorky Park: Metro: Park Kultury or Oktiabrskaya Station
      http://park-gorkogo.com/en/

      Gorky park ini ibaratnya taman tempat anak muda Moscow berkumpul, dari iseng naik2 jembatan (asli gak penting) , main skateboard, rollerskate, cannoing, dancing sampai open air cinema.

      Krn tujuan utama kami makan mie kuah asal Vietnam jadi selesai makan mie kami segera melintas taman utk cari taxi dan balik apt.
       
      Day 9: Jumat, 25 Agustus 2017
      Hari terakhir full day di Moscow. Hari ini kami memutuskan ke Kremlin krn hari pertama Cuma foto2 diluar. Sampai di Kremlin jam 10pagi. Dan antrian di loket sudah mengular. Somehow krn pintu loket yg mengular Cuma 2 loket. Jadi kami ini entah justru bener apa resek luar biasa, memutuskan lewat pintu loket yg tidak ada antriannya. Ternyata gak pake antri dan lgsg beli tiket Cathedral square di Kremlin seharga RUB 500. Later on nyesel, krn semua gereja didlm Kremlin tdk boleh foto2 dan kalo membandingkan dgn semua gereja yg kami kunjungin di Moscow dan St.Petersburg, gereja2 di Kremlin ini suram bgt. Lbh suram dari Spilled blood di St.Peters.




      Kalau memang tdk ada rencana ke Armoury chamber di Kremlin, saran saya sih ambil jenis tiket yg paling murah, utk masuk Kremlin complex.
      How to go to Kremlin:  Metro Biblioteka Imeni Lenina Stn (Red line)
      Open: 10am-5pm.
      Ticket: Armoury chamber RUB 700, Cathedral square RUB 500, Ivan the Great Bell tower RUB 250.
      Didlm Kremlin ini saya sering ada desas desus byk petugas yg cek passport lah ada yg sial sampai berkali2. Ini yg salah1 yg bikin saya parno di Moscow. Tp selama 9hari di Russia, satu2nya cek passport cuma pas naik kereta cepat Sapsan dan di Imigrasi. Mungkin krn kami tampangnya turis Asia yg turis bgt?? Ato nyaru muka Thailand bgt yg bersiweran dimana2.
      Kelar Kremlin yg mnrt saya failed bgt. Mending foto2 dari luar gerbang.
      Kami kembali ke Ismailovsky market. Cari souvenir titik darah penghabisan. Sblmnya maksi dkt station yg lbh murah daripada beli sate2 ini di dlm market.

       
      Baru masuk entrance udh ketemu penjual yg bisa bhs Indonesia dan lgsg belanja disitu terus lanjut ketemu sahabat saya di Radisson hotel utk naik Radisson cruise.
      .: Hotel Radisson :.

      Hotel Radisson ini merupakan salah 1 dari gedung pencakar langit yg dinamai The Seven Sisters “Stalinskie Vysotki” (Сталиские высотки )di Moscow. Seven Sisters ini merupakan warisan jaman Stalin yang merasa suatu kota baru terlihat modern dan megah apabila memiliki gedung2 pencakar langit.
      Hotel Radisson yang memiliki nama historical Hotel Ukraina, merupakan gedung ke-2 terbesar dari Seven Sisters ini.
      .: Radisson cruise :.


       
      Radison cruise ini merupakan cruise yg cukup popular di kalangan local Moscow sendiri. Utk yg start dari dermaga dekat Hotel Ukraina/Radisson, tiketnya start from RUB 750. Saking popular nya beli via online nya suka error, apalagi jam2 keberangkatan diatas jam 5 sore.

      Utk keberangkatan jam 5sore kami kena RUB 950 (main deck), utk kelas first class yang interiornya lbh fancy (mnrt ukuran org Russia) seharga RUB 2000. Kami duduk di dining area, saya pesan café latte RUB 250 sepanjang durasi 3jam cruise ini.

      How to go to Radisson cruise via dermaga Hotel Ukraina/Hotel Radisson:
      Metro:  Kiyeskaya Stn
      http://www.radisson-cruise.ru/schedule_en.php
      Untuk cruise2/tourist boat yg pernah saya coba …,  cruise ini mnrt saya sangat worth it. Dari durasinya yg cukup panjang (2.5-3jam) objek wisata yg dilewati cukup bnyk dan dgn hrg makanan minuman yg masih 11-12 dengan hrg café café di Jakarta.
      Cruise kami selesai jam 19.30, sempatkan diri dulu masuk ke Hotel Radisson Ukraina utk liat diorama dan melihat kemewahan hotel, walao jujur stlh liat mewahnya palace2, gak tll terpukau jg dgn lobby hotel ini.

      Kelar menikmati diorama kota Moscow yg gratis,segera kita lgsg naik metro menuju fancy dinner berikutnya sbg farewell dinner di Moscow dgn host kami alias sahabat saya dan suaminya,
      .: Turandot :.
       (https://www.turandot-palace.ru/en/ )

      Kalau liat dari Google maps yg lbh dikenal adalah Café Pushkin which is satu gedung dgn Restorant Turandot ini. Dari luar susah diliat krn ga ada plang jelasnya.
      Saran sih kalo kata google maps udh nyampe, masuk aja kepintu yg bisa diketemukan dan cari2 didlmnya.

      Turandot ini tempat fancy dining yang interiornya 11-12 sama Hermitage museum. Jadi berasa makan di palace2. Harganya cukup fantastic tp service nya memang kelas atas. Berasa kyk bangsawan2 gt deh makannya , makanya disini pada niat rapih2 , walau memang dress code nya gak ada, tp malu aja sama interior kalo pake baju casual. Basically disini yg gak terima kalau pake sandal dan celana pendek aja. Bandingkan misalnya kamu masuk ke Sky bar di Jakarta atau Blowfish, udh  berasa rapih, masih dianggap kurang fashionable, terus ditolak masuk pdhal udh bawa duit segepok.
      Eniwei dari masuk, kami diladenin, disimpenin jaket dan tas belanjaannya, diantar ke meja oleh staf2 yg fluent English dan diperlakukan dgn tata cara yg super formal. Sampai gelagapan sendiri. Maklum rada ndeso.
      Makanannya tasty, saya pesen lamb. Krn rada murah.hahah.Enak , gak bau kambing yg prengus , tampilannya jg oke ,kekurangannya kurang gede aja porsinya.
      Day 10: Sabtu, 26 Agustus 2017
      Last day… pswt kami take off dari Domodedovo jam 18.25. Tp lagi2 oleh sahabat saya di squeeze nyobain makanan khas Georgia di Chaihona no.1m ( https://www.chaihona.com/ ) yg kebetulan dkt apt nya.


      Masih sempet2nya ke outlet di stadion lama dkt apt yg beralih fungsi jadi semacam ITC utk cari winter boot. Tp gagal krn hrgnya cukup mahal dan selidik py selidik yg tadinya pikir merek local Russia ternyata merek dari China. Lol.
      Dkt stadiun jg ada Mesjid besar di Moscow. Cantik tp gak sempet masuk krn saya gak bawa shawl sedangkan wajib pake baju tertutup.

       
      Kelar makan siang, kami pesen Yandex taxi, taxi online yg pamornya di Russia lbh oke dari UBER dan bahkan berencana mengambil alih UBER di Russia. Sayangnya pas kami pesen si sopirnya nyasar2 dari tadinya mo brgkt dari apt jam 14.30pm ke Paveletskaya Station utk ngejar Aeroexpress jam 15.30 , taxi br sampai jam 3.

       
      Sampai station dan platformnya pas jam 15.30. Akhirnya nunggu 30menit lagi utk trip berikutnya. Sempet deg2an bgt sampai sakit perut mo pingsan, plus bawaan kyk bawa batu kali saking beratnya. Lari dari station Aeroexpress di airport menuju counter check in. Memang sih udh web check in tp tetep aja stress takut bagian checking gate nya rese.
      Muka saya saking pucet nya sampai dibolehin ngelewatin semua org…wkwkwk untung masih boleh naik pesawat, gak dikarantina dulu. Kami sampai gate pas 10menit sblm waktu boarding. Gak lagi2 deh di negara org santai2 berangkat ke airportnya…
      Akhirnya kelar sudah petualangan kami di Russia.
      Terimakasih sudah membaca FR ini ya 
      Sampai bertemu lagi di trip berikutnya....