Titi Setianingsih

PESONA RAJA AMPAT, 12-16 APRIL 2017

30 posts in this topic

On 8/8/2017 at 9:07 AM, deffa said:

wah ada mba @enha welcome back

gak ada temannya kah yang di ajakin kesana? 

Iya nih, belum nemu yang bisa barengan.Biasanya ada ajakan open trip atau sharecost tapi biasanya kendala waktunya ngak pas ma jadwal cuti :(

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, enha said:

Iya nih, belum nemu yang bisa barengan.Biasanya ada ajakan open trip atau sharecost tapi biasanya kendala waktunya ngak pas ma jadwal cuti :(

yang kayak gitu biasanya di Weekdays ya mba :) @enha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
       
       SIBOCAH TUA NAKAL KLILING  Di KiLING FieL  dan Saigon City
      Sibo ngubek2 SAIGON city ingin ketemu Dewi ular yang Cantik
      dengan modal 2 USD @100
      LOW Gadget
      Low/ min Bhs Ingris
      Menurut Pengamatan Dan Menurut penglitan saya dengan perasaan yang real
      Awal pertama saya mendarat di Tan son nath Airport sudah Mulai Panic  Dipalak Petugas Imigrasi  minta Siao chien Sio vey (tip) Diselipkan 5 lbr @1 ringgit Cop cop cop
      Setelah Keluar Bandara Saya Arahkan Kaki  belok Kanan dengan senjata Senyum dan Xie xie Kepada Para Calo pemangsa Yang Nengok kiri dan kanan
      Beruntung Saya Sudah Hapal dikepala Dengan Masukan Info Ter Up Date 
      Salah satu nya Di Bandara Tan Son nath 
      Al tempat Tukar Uang / beli Simcar
      dan Terpenting info yellow Bus  Beroprasi Dari jam 00.03 S/ D 00.01
       
       
      Bohong Kalo Dibilang Bus Malam Tidak Ada  (Bus Hijau)
      Seperti KataKomentator Traveller “Katanya Katanya”  “Konon Menurut Cerita Temen saya” 
      Itu Info Dah Kadaluarsa 5 ato 7 Tahun lalu  Bahkan Copet pun Mati kutu sekarang
       
       
      Lanjut 
      Tentang Shutle Bus Ada Yellow Bus To Down town Harga 12000 VND stara Rp 7200 Setelah bus Berjalan Kenektur Dengan Sabar Menanyakan Tujuan Hotel kita dan Saya Sebutkan Beng than Area  Dan di Halteu bakal sampe diberitahukan unkle next stop bus Ok
      H2 Setelah Pulih Dari Penatnya Perjalanan BD KL Ho chi Minh City
      Setelah Semalam Pesan Trip Mekong River
       
      Dengan 2 tempat Kunjungan  utama Delta River Dan sampan dan Kunjungan
      Wajib Coconout King serta Big Budha  
      dengan Plus Makan Siang Paket Harga 600.000 VND hasil Nawar beli Di Hotel
       
      * Sebenarnya Masih Bisa Mendapatkan Yang Lebih Murah Namun bisa bisa Jadi Mahal Bila nga
      Punya Waktu Karena + Sewa Taxi tuk ngejar Bus Atao Tanpa Paket Makan
       
      Ato Seperti Share2 Yang Dulu Katanya Pake Bus Umum itu Sangat Tidak Disarankan
       
      1 Terminal bus Masih Jauh dari Distrik 1 Masih Jauh ke Delta mewkongnya
      Dan Jarang sekali Keberangkatannya…. Belum Pulangnya kita Kehabisan Last Bus To City
       
      Harus Sewa Ojek or Taxi Ke Pelabuhanya dan Ke lokasi Chuchi Tunel
      Belum susah Kita Mendapatkan Boat nya Harus Tunggu Sampe Kuota Penuh Baru Shae River Boat Dimulai
       
      Inilah Yang Bisa menjadi Mahal; Di waktu  /  Mahal Ke Harga berpotensi kena Scam jauh Diluar Pengawasan Petugas Turism
       
      Bule Kere Saja Nga Mau Pusing mereka Pake Tur local juga
       
      Perjalanan Mekong river cuise semua Menyenangkan dengan Dihibur Tur Guide Yang Humories
       
      Jadi Pengamatyan saya Kita Ke Saigon Sebaiknya Ambil 2 Sesi tur Lokal Mekong tur 1 day fuul
      antara 500000 sd 600000 VNd
      Chuchi Tunel Half day Tur 300 sd 400 vnd
       Total Rate Tengah 900.000 Vnd x0.6 =Rp 540.000.-
       
       
      Untuk City Tur Kita Pake Grab
      Missal tujuan ke Remand Warmen Yang Paling Jauh 40.000sd 50.000 VND
       Atao Setelah Pulang Dari Chu chi Tunel minta Turun Di tengah Jalan tujuan Reamen War museum langsung ekplor jl Kaki Durai 2 Jam
                                                                                                         
      Total Pengeluaran Saya Selama 4 H 3 malam Di Saigon
      Sbb Rinciannya
       
      15 jam · Berawal Tukar 2 lbr @100 USD rate 2.290.000
                              
      Bayar Hotel Plus 2 Item Tur ( 1 Mekong Fullday + Chuchi Half Day ) 1.858.000 VND
       
       
      12 x Kopi@ 12000vnd + Duren 1x  210000Vnd 
      Total Habis Pengeluaran 1.488.000 Bandara
      Jadi Rincian selama Saya Di Saigon sbb
      Mendarat Tukar USD jatah 200
      Beli Simcar 190.000
      Tiket Bus 24.000
      Hotel Bill Cek out
      Tur Mekong + chuci Tunel 1.858.000 VND.
      Jatah Makan 20000 x 3d 600.000 VND  
      Kopi sepuasnya 12000x//// tambah Duren Total 210.000 VND
      _____________________________________________________
      Total Estimasi .2882.000 VND D
      Setara RP 1.729.000.-
       
       

       
       
       













































    • By kyosash
      Hello Jalan2ners 
      Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.
      Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat 
      jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \
      jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.
       
      ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.
       
      dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.
      setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 
      kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).
       
      23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)
      Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. 
      sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.
      setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 
      kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.
      walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.
      waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.
      saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.
       
      setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.
       
      Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap
       
      waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! "
      begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.
      alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.
       
      Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.
      berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.
      setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori
      disini teman saya memesan berbagai macam menu.
        
       
      setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.
       
      waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

       
      Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya
      ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

      kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen


       
      setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

       
      Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)
      begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .
       
      Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.
       
      Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)
      karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.
      Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.
      sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

      (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari  )

      Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 
      Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

      walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. 

      waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

        


      karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.


       
      Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.
        
        
       
      walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih 
        
       
      Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)
      kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech  
      dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja 
       
       
       
      makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

      walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.
       
      demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.
       
      sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.
        
      tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

      setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an 
      walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan  
       
      NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda
       
      untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 
       
      Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan
      Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.
      kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 
      setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.
       
       
      Untuk Sementara sampai disini dulu yah  , ditunggu lanjutan-nya
       
      Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 
      26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)
      30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)
    • By Monfi

       
      Hallo semuanya..
      Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April.
       
      Overall itinerarynya ialah :
      Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong
      Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka
      Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe
      Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 30 Maret 2017 : Nara
      Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana
      Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara
      Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya
      Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate
      Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen
      Tanggal 5 April 2017 : Hikone
      Tanggal 6 April 2017 : Himeji
      Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong
       
      Prologue
      Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto.
       
      Day 1, 24 Maret 2017
      Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com.
      Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu:
      Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji. Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe. Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka. Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain:
      Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia. Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu.
      Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu:
      ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit). SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja. Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana.
       

      Hongkong International Airport
       

      Cathay Pacific Moslem Meal
       

      Koleksi Travel Pass
       

      Apartemen Airbnb
       
      Day 2, 25 Maret 2017
      Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu:
      Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus. Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary.
       


      One Day in Osaka
       
      Sekian untuk saat ini..
      Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini
      Terima kasih semuanya..
    • By petrus.sitepu
      Penang adalah salah satu kota dari Malaysia, Kuala Lumpur yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Medan, Indonesia. Tiba di Penang pada tanggal 25 Agustus 2012 pada jam 08.25 dengan menggunakan penerbangan Air Asia. Ini adalah pertama kali saya mengunjungi Penang. Penang tidak terlalu teratur dan juga rapi seperti di Kuala Lumpur. Daerah penang terdiri dari pegunungan dan juga pantai, pulau penang adalah salah satu pulau yang kecil seperti pulau bali. 
          Hal pertama yang harus dilakukan ketika sampai di Bandar Udara International Pulau Penang adalah mengambil peta kota penang dan diberikan secara cuma cuma di bandara. Tidak seperti halnya di bandara Soekarno Hatta yang tidak memberikan peta Jakarta secara cuma-cuma. Ada 2 peta yang harus diambil yaitu peta tempat wisata dan juga peta tempat tempat makan di Penang. Peta ini sangat mebantu sekali selama saya berada di penang.


      St George's Church    Daerah yang sangat penting dalam pulau penang adalah George Town.  George Town  mendapatkankan sebuah penghargaan sebagai salah satu UNESCO World Heritage. Di daerah George Town banyak sekali objek wisata, dari Temple, Gereja, sampai dengan Tempat Makan. Di sepanjang jalan George Town banyak sekali ditemukan bangunan bangunan tua peninggalan sejarah yang dijaga keasliannya hingga sekarang.

      Saya menginap di daerah George Town, tidak terlalu jauh dari pusat George Town dan juga bus stasiun yaitu Komtar. Komtar adalah stasiun bus terbesar ke dua di George Town setelah Jetty. Apabila kita ingin mengunji tempat wisata kita bisa menggunkan bus dan naik dari Komtar. Sarana transportasi di Penang yang cukup baik adalah bus.
        Tempat wisata di Penang yang saya kunjungi antara lain City Hall, Town Hall, Esplenade, St George’s Church, The Catedral of The Assumption , Kek Lok Si Temple, dan Penang Hill. 
      Kek Lok Si Temple    Di Kek Lok Si Temple kita akan bisa lihat patung Dewi Kwan In yang cukup besar yang berada di atas bukit. Selain patung Dewi Kwan In kita juga akan melihat sebuah pagoda yang ckup besar disana. Kalau kita menuju Kek Lok Si Temple sebaiknya kita juga menuju Penang Hill, dari sini kita akan bisa melihat kota pulau penang dari atas bukit dan udaranya yang cukup sejuk

      Di Pulau Penang tidak terdapat pantai yang bagus untuk berenang maupun snorkling, itu sesuai dengan yang saya baca dalam beberapa blog tentang pulau penang. Tapi di pulau penang ada sebuah pantai yang cukup terkenal yaitu Batu Feringghi, dan juga memiliki sebuah night market yang cukup terkenal dan di rekomendasikan oleh warga pulau penang sendiri yaitu Batu Feringghi Night Market.

      Char Kaoy Toey (Siam Road)

      Selain tempat wisata yang menjadi daya tarik lainnya dari Penang adalah makanannya salah satu yang terkenal adalah Koay Teoy atau dalam bahasa Indonesia adalah kwetaui. Koay Teoy yang di disajikan disini dengan cara di goreng ataupun di rebus selain itu ditambahkan juga seafood ataupun bacon. Salah satu Koay Teoy yang terkenal adalah Char Koay Teoy, yang berada di ujung jalan Siam Road yang sudah ada sejak 1940-an dan hanya buka dari jam 3pm sampai 7pm. 
      Almond Susu
       
      Selain makanan di Penang terkenal juga dengan beberapa buah-buahan khususnya adalah Durian, tapi ketika saya disana saya kurang beruntung karena sedang tidak musim durian. Musim durian pada Juni, Juli. Di sana juga banyak tempat-tempat untuk kita menghabiskan waktu di malam hari salah satunya di Upper Penang Road. Upper Penang Road tempat sangat menarik untuk kita "kongkow kongkow" bersama teman sambil meminum segelas beer setelah seharian mengelilingi George Town

      Di Penang matahari baru mulai terbit sekitar pukul 07.00am sedangkan baru terbenam pada pukul 19.00pm. Selama berada di Pulau Penang akan lebih baik menggunakan Rapid Penang Tourist Passpor untuk memudahkan kita dalam sarana transportasi menggunaan bus. Hanya dengan dengan RM 30 kita bisa gunakan selama seminggu kemana saja kita inginkan dengan menggunakan bus.


      Upper Penang Road
      Sumber : http://yienyien.com/
       
      dari cerita blog saya di www.cerita-bangpaitrus.blogspot.com. Ini pengalaman saya waktu ke penang. yoyoyoyo......
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
       
      Melanjutkan Field Report petualangan saya 28 April - 5 Mei di Thailand (Pattaya - Hua Hin - Phuket) 
      Yang sebelum nya saya Eksplor Pattaya 1 hari 2 malam di
       
      Kali ini saya menuju Hua Hin tepatnya area Cha Am yang katanya disini ada Santorini yang seperti di Yunani itu loh. 
      Ya mungkin gak mirip karena yang disini berupa Waterpark hehe. Namun perlu di ingat Hua Hin dan Cha Am itu berbeda ya. Mereka emang berdekatan hanya 30 menitan jarak nya namun Cha Am masuk Propinsi Petchaburi dan Hua Hin masuk Propinsi Prachuap Khiri Khan
       
      Destinasi saya kesini berawal dari Twitter ketika saya lagi di Bank dan iseng menulis status "Rampok bank dulu buat modal ke Santorini" eh ada yang Retweet mba @Sari Suwito "kalo ke Santorini di Thailand gak perlu mahal mod" dan saya langsung ingat kalau di Hua Hin memang ada sekilas Santorini nya heheh
       
      30 April 2015
      Nah saya tiba lagi di Bangkok pukul 11.00 WIB dengan menggunakan Pattaya Van dan langsung menuju Pool nya di dekat BTS Victory Monument, dan ternyata disini juga ada destinasi menuju Cha Am seharga 160 Baht, yasudah gak usah repot langsung saya ambil dan cuma menunggu 10 menit, mini bus nya pun berangkat 

       
      Perjalanan ditempuh selama 2 jam dan di dalam Mini Bus penuh dan saya kebagian kursi paling belakang, dan dalam perjalanan ini lagi-lagi tidak bisa tidur karena ya Demam saya mulai berulah lagi
       
      SANTORINI PARK
      Setelah 2 jam perjalanan sekitar pukul 13.00 WIB sang supir pun berteriak "Santorini Santorini" saya pun langsung bilang "Yes Please". Ternyata rute mini bus nya pas melalui Santorini Park jadi saya tinggal menyebrang jalan sedikit saja.

       
      Ini loh tampilan depan nya Santorini Park masih belum terlihat ya gaya khas Santorini Yunani nya hehe

       
      Ok saya masuk ke dalam dan udah mulai terlihat neh gaya bangunan khas Santorini yang ada di Yunani berupa bangunan kotak berdempetan dan penuh nuansa Putih dan Biru. Di loket masuk tertera untuk wisatawan asing seharga 150 Baht

       
      Dan ketika saya masuk, mulai lah saya sedikit terkagum-kagum dengan arsitektur nya yang memang agak mirip dengan yang saya sering lihat di Internet tentang Santorini di Yunani sana. Walaupun tidak terlalu mirip tapi mendekati lah. Dari arsitektur bangunan rumah-rumah nya yang khas kotak ditambah warna nya yang dominan putih dan biru.

       
      Lalu ada beberapa area yang di dinding rumah nya di khiasi taman gantung cukup unik dan cantik loh untuk spot foto-foto kalian hehe

       
      Pada dasarnya bangunan berupa rumah khas itu di fungsi kan juga sebagai Kafe, Restoran ataupun Toko Souvenir dan Baju. Jangan salah disini ada toko Adidas juga loh hehehe
       
      Oh ya saya sempat makan siang disini di salah satu restoran menu Jepang nya, saya pesan Chicken Katsu seharga 200 baht
       
      Ya walaupun sebentar cukup lah waktu yang di habiskan disini, memang disini lebih ke spot foto-foto, dengan bangunan-bangunan yang unik kita bisa dapat background yang bagus pula.
       
      Nah beres dari sini permasalahan berikut nya adalah bagaimana cara dari Santorini Park ke Penginapan saya di Blue Lagoon Guesthouse dekat Pantai Cha Am. Karena minim nya transportasi umum dan ketika saya tanya ke petugas Santorini, jika mau saya harus ambil semacam taksi saja seharga 400 baht ke Pantai Cha Am. Ya sudah saya ambil taksi deh.

       
      Pukul 16.30 WIB saya sudah berada di Blue Lagoon Guesthouse, reviewnya nanti ya, pemilik nya bernama Stuart, dan dia sangat baik sekali menjelaskan semua kegiatan dan destinasi wisata yang ada di Cha Am ini, hingga pas besok nya dia menawari mengantar saya ke Mini Bus Pool untuk kembali ke Bangkok. Oh iya saya booking via Agoda semalam harga nya 580 baht
       
      Karena badan sudah tidak enak jadi saya putuskan untuk istirahat saja, niat hati ingin eksplor Cha Am tapi ya apa boleh buat.
       
      Pukul 20.00 WIB saya bangun untuk cari makan malam, dan ternyata di malam hari di sini suasananya mirip di Krabi, dimana tidak berisik dan cukup tenang, banyak pedagang jualan makanan kaki lima. Akhirnya saya coba makan di salah satu resto dekat pantai dan order Thai Fried Rice Seafood seharga 100 baht + Thai Tea seharga 40 baht

       
      Beres makan Pukul 21.00 WIB saya putuskan untuk balik ke penginapan untuk istirahat dan saya ketemu lagi dengan Stuart dan dia sekali lagi menawarkan untuk mengantar saya ke Pool Mini Bus besok pukul 08.00 WIB dan saya meng iya kan
       
      01 Mei 2015
      Saya terbangun pukul 06.00 WIB langsung saya cari makanan untuk sarapan, karena di Pantai Cha Am ada Seven Eleven saya menuju kesana sekalian mau lihat pantai nya kayak gimana.
       
      Pukul 06.00 WIB pagi ini ternyata di Pantai Cha Am sudah banyak aktifitas dan ternyata juga pantai nya saya rasa kurang menarik dan tidak terlalu bersih, dan juga kurang mengenakkan nya banyak nya tenda yang di pasang di area pantai, mengurangi keindahan pantai itu sendiri.

       
      Ya sudah saya beli sarapan saja berupa Tom Yam Fried Rice di Seven Eleven seharga 50 baht.
       
      Oh iya di Cha Am ini ada satu lagi destinasi favorit yaitu Jetty Stone Cha Am. Berupa semenanjung dan tempat yang bagus jika kalan mengincar poto sunset. Sayang saya tidak sempat kesana

       
      Pukul 08.00 WIB saya sudah siap dan menunggu di lobby tidak lama kemudian Stuart datang dengan mobil nya dan langsung mengantar saya ke Pool Mini Bus untuk ke Bangkok, tidak terlalu jauh ternyata hanya 1 km dari penginapannya dan pas berada di perempatan jalan. Setelah saya mengucapkan terima kasih banyak ke Stuart saya langsung ke Pool Mini Bus tersebut dan membayar tiket seharga 160 Baht untuk menuju ke Victory Monument Bangkok

       
      Mungkin Web ini sedikit menggambarkan Santorini Park klik di SINI
       
      BANGKOK
      Perjalanan pulang hampir sama sekitar 2 jam an. Tiba di Victory Monument sekitar pukul 10.30 WIB. Tujuan saya disini hanya ke Platinum Mall untuk beli celana renang dan juga ke RCA Road untuk ke Siam Tamiya, yup apalagi kalo bukan beli Tamiya hahaha
       
      Ternyata di BTS Victory Monument ini kalo siang ini sangat ramai, mungkin karena lagi ada demo Hari Buruh Internasional ya bertepatan libur juga 1 Mei. Saya cukup lama antri untuk membeli tiket BTS ini. Tujuan saya ke BTS Siam untuk ke Platinum Mall namun melintasi Central World Mall dulu seharga 25 baht
       
      Kebetulan di Central World ini lagi ada pameran Toys & Hobbies Exhibition namun sayang gak ada Tamiya cuma ada Die Cast dan Action Figure

       
      Central World dan Platinum Mall hanya berjarak jalan kaki sekitar 10 - 15 menitan, disini saya cuma beli Celana Renang seharga 100 baht dan nyantai dulu di Starbucks nya minum Ice Chocolate seharga 70 baht
       
      Beres langsung balik lagi ke Central World untuk ke BTS nya kali ini naik BTS Chit Lom untuk menuju BTS Asok seharga 25 baht. Dan berganti ke MRT Sukhumvit menuju MRT Phra Ram 9 seharga 16 baht
       
      Tujuan saya adalah ke Siam Tamiya dari sini saya jalan kaki sekitar 1,5 km lumayan lah hahaha

       
      Dan setelah 30 menit jalan kaki akhirnya sampai juga di Siam Tamiya ini. Saya hanya beli 2 kit disini seharga total 700 baht

       
      Ok beres dari sini saya balik lagi ke Phra Ram 9 MRT Station tapi kali ini saya naik Bus aja deh seharga 10 baht langsung turun di MRT Station nya hahahha
       
      Ini peta BTS dan MRT Bangkok

       
      Sekarang tujuannya adalah ke Bandara Don Mueang karena nanti malam saya harus Flight pukul 20.35 ke Phuket, sekarang sudah pukul 18.00 WIB. Jadi dari Phra Ram 9 MRT Station saya menuju ke Mo Chit MRT Station seharga 30 baht
       
      Tiba di Mo Chit MRT Station saya harus menyebrang ke sisi sebelah nya karena saya berada di sisi Catchucak Market dan Bus A1 yang menuju Bandara Don Mueang ada di halte sisi sebelah nya, jadi saya menyebrang dan tidak lama Bus A1 khusus untuk ke Don Mueang tiba seharga 30 baht perorang.
       
      Tiba di Don Mueang sekitar pukul 19.30 WIB langsung saya Self Check in karena tidak ada bagasi, dan tinggal menunggu flight saya pukul 20.35 WIB ke Phuket.
       
      Sekian Petualangan saya ke Santorini Park Cha Am. Intinya jika kalian belum ada biaya untuk ke Santorini di Yunani, Santorini Park di Cha Am Thailand ini bisa jadi Opsi loh, walaupun tidak terlalu mirip tapi lumayan lah. 
       
      Ini perbedaan nya Santorini Yunani dan Cha Am Thailand, poto dari mas @chrisvild

       
      Ya saya bilang lumayan lah untuk Low Budget Santorini hehe
      Silahkan yang mau coba ke Santorini Park nya Cha Am di Thailand ya
       
      Pengeluaran Cha Am :
      Mini Bus Victory Monument ke Cha Am = 160 baht Tiket Santorini Park = 150 baht Makan Siang = 200 baht Penginapan = 580 baht Makan Malam = 140 baht Sarapan = 50 baht Mini Bus Cha Am ke Victory Monument = 160 baht Pengeluaran Bangkok :
      BTS Victory Monument ke BTS Siam = 25 baht Celana Renang = 100 baht Ice Chocolate Starbucks = 70 baht BTS Chit Lom ke BTS Asok = 25 baht MRT Sukhumvit ke MRT Phra Ram 9 = 16 baht Beli Tamiya = 700 baht Bus ke MRT Phra Ram 9 = 10 baht MRT Phra Ram 9 ke MRT Mo Chit = 30 baht Bus A1 ke Don Mueang = 30 baht UPDATE
      Untuk Mini Van dari Victory Monument ke Cha Am dan Huahin sudah pindah ke Bangkok Southern Terminal dan Ekkamai Terminal. Info dari @nashir

    • By Lee_ega
      Sudah pada tau kan kalau Morotai termasuk salah 1 destinasi kece pilihan dari "10 bali baru"? Kalau belum tau, makanya cuss kepoin akun sosmed milik Kemenpar Indonesia 
      Nah, berhubung ane sudah pernah menginjakkan kaki di Pulau Morotai, and sedikit riya' ceritanya, ODT morotai 
      Jadi, September 2016 silam, kami berdua, start dari Pelabuhan Ahmad Yani, berangkat pukul 20.30 WIT menumpangi KM Ratu Maria, dg tujuan pelabuhan Daruba Morotai, tiket waktu itu 160ribu. Perjalanan laut sekitar 8 jam, tiba pukul 06.00 WIT. Kapal ini menyediakan bunkbead jadi semua penumpang masih bisa istirahat selama perjalanan.
       
      Esok paginya kami tiba di Pelabuhan Daruba tepat jam 06.00 WIT, jalan kurleb 150 meter, ada masjid yg bisa dibuat numpang ishoma (Istirahat-sholat-mandi) yah walaupun dengan air tawar seadanya. Maklumlah, bekpekere nyari gratisan 
      Jam 07.00 an kami beranjak ke pelabuhan speedboat, kurleb jalan 300 meter. Makan di warung padang, tanya2 sama ibu pemilik warung, rupanya si ibu punya anak yg berprofesi sebagai divemaster + guide nya bule2, sayang gak ketemu anaknya, di sini sinyal yg ada cuma T*lkoms*l, cuma 2 tiang di layar hp 
      Makan nasi campur lauk ikan + minum air putih(yg ini free) habis 15rb. Tambahan kalau makan disini hati2, bisa tekorr makan lauk selain ikan bisa dihargai 20-30k, lauk telur 1butir aja bisa 20-25k.
      Kelar makan + belanja logistik buat piknik sehari, kami beranjak ke pelabuhan yg banyak speedboat berjejer, jadi kalau mau keliling pulau/ hoping island atau balik ke pulau utama halmahera via tobelo, bisa dari pelabuhan sini.
      Tawar menawar dari yg sejuta akhirnya bisa turun 600k, eitsss, itu buat sehari, dg rute tujuan pulau Zum-zum/ macArthur- pulau Dodola-Pulau Kolorai. Dan berangkat lah kita jam 9 WIT tennggooo
      1. Pulau Zum-zum
      tujuan awal ke sini selain liat panorama nya, kita sembari belajar sejarah, karena di sini terdapat 2 buah patung, yg pertama patung Jenderal MacArthur, dan yg kedua patung pemimpin tentara Jepang Terus Nakamura. Nanti biar lebih jelasnya bisa sambil mengunjungi museum di kota Daruba Morotai, atau monggo gugling sendiri
      Cuma sayangnya masih pagi banyak nyamuk rawa2 dan terik, pas airnya bening banget bersih, paling juga yg bikin kotor tuh ranting dan daun kering, asli pas ke sini cuma kami ber4, and, temen ane, nakhoda plus ABK, serasa pulau pribadi kannn 
      2. Lanjut jalan ke pulau Dodola, ini nih primadona nya Morotai yg sering kalian liat di mana-mana..wkwkwk. Pulau Dodola terdiri dari 3 pulau kecil: dodola besar, dodola kecil, dodolidodoliprett, bukan ding wkwkw, ane gak tau namanya apa yg ujung setelah dodola kecil, atau sebut saja dodolamini. yg jelas view nya 360 derajat kecee badai.. Jadi di dodola besar sudah tersedia dermaga, homestay/resort 3 buah, bananaboat, speedboat milik disbudpar untuk keperluan visitmorotai2017, ke sini lagi lagi sepi, baru sejam kemudian ada rombongan keluarga dari Jakarta yg start dari Tobelo. Jam 10 pagi masih air pasang, belum bisa nyebrang jalan ke dodola kecil. Jadi buat buang waktu, kami muter2 ke belakang resort, sampai jam 12an siang kami baru bisa nyebrang sampai dodolamini. Kalau beruntung, bisa ketemu kawanan nelayan lokal di dodola kecil, seperti kami yg ditawarin makan siang bareng dg ikan fufu cakalang dg sambal dabu-dabu homemade 
      Kelar makan, kami balik ke pulau utama, dodola besar dengan jalan memutari pulau. Kesan selama di sini, asli view nya kece badai, airnya bening biru dg kombinasi gradasi yg cantik banget, dg ombak yg tenang, pasirnya putih, bersih, apalagi kalau jalan sampai dodolamini, ampun dah pengen kesana lagi.
      Lanjut jam setengah 2 siang kami beranjak ke Pulau Kolorai, Kolorado nya Morotai. Atau dalam bahasa setempat artinya yang terurai. Salah 1 desa nelayan yg dikembangkan menjadi desa wisata di gugusan pulau di Morotai, dengan bantuan para mahasiswa KKN dari UGM jogja dan berkat kesadaran wisata dan semangat kerja keras para warga, akhirnya dibentuklah Pokdarwis Kolorai, desa wisata, di lahan seluas 1km2, dihuni tidak lebih dari 100KK, applauss dong Kaka
      Di Kolorai, listrik sudah memakai tenaga solar panel, homestay milik warga yg berjejer dihiasi ornamen bikinan ibu2 PKK. ada pula toko/stand suvenir. Sayangnya untuk fasilitas seperti air tawar cuma ada 1 di pulau ini, mau digali di berbagai sudut manapun di pulau ini tetep aja gak akan ketemu sumber airnya kecuali di tengah2 pulau ini, yg letaknya persis di sebelah masjid satu2nya di pulau ini. Ya karena seluruh warga disini adalah muslim 100%. Dan sekolah di sini cuma sampai SD dengan gurunya cuma 2 orang dari pulau Jawa. Pas muter2 mau balik ke kapal, kami ditegur oleh salah 1 warga, namanya Pak Fauzi, beliau kira, kami adalah mahasiswa KKN yg lagi survey, karena jarang banget wisatawan yg mampir ke sini. Usut punya usut, beliau ternyata asli orang Jawa Banyuwangi, yg merantau hingga menikah dengan wanita asli keturunan Kolorai hingga 10tahun lebih. Beliau bercerita senang sekali bisa bertemu dg sesama orang Jawa, seperti kami. Karena di pulau ini cuma 3 orang pendatang dari Jawa, selebihnya asli penduduk sana.
      Beliau bercerita tentang asal usul nama desa ini, Kolorai artinya yang terurai (konon berkonotasi negatif) dan beliau sempat curhat tentang apa saja yg sudah dialami warga desa ini sampai beliau menyarankan pada tetua desa untuk mengganti nama desa ini tujuannya supaya lebih berkah. lalu beliau juga bercerita tentang susahnya akses menuju fasilitas umum seperti sekolah lanjutan bagi anak2 pulau ini, fasilitas kesehatan di pulau utama, karena ombak di sini termasuk tinggi dan cukup ganas, pengalaman beliau sewaktu membantu persalinan istrinya yg butuh rujukan, 1jam perjalanan dg speedboat itu tidak mudah, belanja kebutuhan dapur, intinya hidup di pulau itu tidak seindah yg dibayangkan, namun beliau tetap bersyukur meski terkadang rindu kampung halaman, sampai dibelain bareng pesawat hercules milik TNI. beliau menawarkan bila mampir kesana lagi, bisa menginap di homestay kelolaan para warga. Beliau juga berpesan kalau masih ada 1 nilai plus di pulau ini, yaitu ikan fufu cakalang nya juara, daripada pulau2 lain, sayangnya lagi-lagi nelayan di sini terkendali dg faktor distribusi nya. Semoga ada dari para pembaca di sini yg sudi membantu demi kemajuan perekonomian di sana.
      Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, saatnya kami kembali ke pulau Motorai.
      Cari penginapan d dekat pelabuhan Daruba, lupa nama penginapan nya, sehari 160k, dg fasilitas ac +KM dalam, bangunannya bertingkat seperti ruko, dan ada fasilitas karaoke di sampingnya, bersih iya.
      Cuma seharian jalan2 baru nyasar, kalau orang Morotai rata2 memiliki tipikal wajah seperti peranakan Jepang dg kulit eksotisnya, dan tentunya ramah 
      Total biaya ODT Morotai hoping island zumzum-dodola-kolorai 600ribu/boat + makan 15k + logistik 15k +jajan es m*rim*s 1000rupiah, jadi per orang setelah dibagi 2 jadi 331ribu, yeayy

      Gb.1 suasana dalam KM Ratu Maria

      Gb.2 pulau Zumzum

      Gb.3 zumzum lagi

      Gb.4 patung Jenderal MacArthur

      Gb.5 patung Jenderal Teruo Nakamura

      Gb.6 view Pulau Dodola besar dan Dodola kecil dari bagian belakang Pulau Dodola besar

      Gb. 7 Pulau Dodola dari dermaga, terlihat speedboat yg kami sewa

      Gb.8 resort/homestay di Pulau Dodola Besar,modelnya babang nakhoda n frens, gak nanya berapaan perhari krn gak ada yg jaga

      Gb.9 foto ala2 livefolk view Dodolamini dari Dodolakecil, ini yg paling bersih versi ane

      Gb.10 pulau Kolorai

      Gb. 11 Plang penyambutan di Pulau Kolorai

      Gb.12 plang arah dan jarak di dermaga Pulau Kolorai

      Gb. 13 keseruan aktivitas sehari-hari anak2 di pulau Kolorai selepas sekolah, bikin mainan pistol sendiri Lur

      Gb.14 sekolah satu2nya di Pulau Kolorai dg 2 guru, hayo loh yg masih bisa sekolah tinggi, mesti rajin

      Gb.15 kapal yg jadi sarana penunjang apapun bagi warga Pulau Kolorai

      Gb.16 bonus sunset swering di dermaga daruba morotai
      Gb.17 swering ala anak2 Meridai, berenang dan freestyle d dermaga
       
    • By desty_da10
      Salam kenal semua
      Mau share perjalanan ke Raja Ampat, 16-22 Desember 2016 kemarin. 
      4H3M Wayag-Pianemo-Kabui
      * Total peserta 15 orang
      * All in Per orang Rp. 2,4 Juta*
      Include :
      1. Penjemputan dari Bandara Sorong / Hotel bagi peserta trip yang datang di hari sebelumnya.
      2. Kapal Express Sorong - Misool PP
      3. Makan, minum, snack selama trip.
      4. Boat keliling pulau-pulau
      5. Tiket masuk lokasi
      6. Homestay di Arborek 1 Kamar 2 orang.
       
      Itinerary Raja Ampat Utara :
      Tgl 16 Des :
      * Meeting point di Pelabuhan Sorong jam 09.00
      * Jam 10.00 berangkat menuju Waisai dg Kapal express.
      * Tiba di Pelabuhan Sekitar Jam 12.00.
      Istirahat dan makan siang di pelabuhan waisai.
      * Jam 14.00 perjalanan ke Arborek.Tiba di Arborek sekitar jam 16.00 (Molor karena Boat bermasalah).
      * Istirahat, Bermalam di Arborek.
       
      Tgl 17 Des :
      * 06.00 Sarapan
      * 07.00 Perjalanan ke Wayag
      * 11.00 Tiba Di Wayag. Explore Puncak 2 Wayag, dan pantai di sekitar wayag. Makan siang di pantai.
      * 14.00 Balik Ke Arborek
      * Tiba Di arborek sekitar jam 17.00
      * 19.00 Makan malam
      * Istirahat
       
      Tgl 18 Des :
      * 06.00 Sarapan
      * 07.00 Perjalanan menuju Pianemo
      * 08.00 Tiba di Pianemo
      Explore Pianemo, Laguna Bintang, Teluk Kabui, Pulau Yeben, Makan siang di Pulau Friwen, Pasir timbul.
      * 16.00 Kembali Ke Arborek
      * 19.00 Makan malam
      * Istirahat
       
      Tgl 19 Des :
      * 07.00 Manta poin
      * 10.00 Kembali Ke Waisai
      * 14.00 Perjalanan ke Sorong dg Kapal express
      * Tiba di Sorong 16.00
      * Explore Sorong sambil menunggu kapal Feri ke Misool.
      -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Itinerary Raja Ampat Selatan :
      Tgl 20 Des :
      * 00.00 Perjalanan ke Misool
      * 09.00 Tiba Di Pelabuhan 35 Misool
      * 10.00 Tiba di Penginapan Kampung Harapan Jaya
      * 11.00 Explore misool.Yapap, Dafalen, Pulau Banos, Danau Ubur-ubur.
      * 17.00 Kembali Ke penginapan
      * 19.00 Makan malam
      * Istirahat
       
      Tgl 21 Des :
      * 07.00 Perjalanan menuju Balbulol. Explore Balbulol, Goa Putri termenung, Pantai Di Goa termenung, Puncak Harfat, Dapunlol, Dafalen love, Pantai Lenmakana.
      * 17.00 Kembali ke Penginapan
      * 19.00 Makan malam
      * Istirahat
       
      Tgl 22 Des :
      * 05.00 Sunrise di Misool
      * 07.00 Sarapan
      * 09.00 Menuju Pelabuhan Yellu
      * 10.00 Naik Feri menuju Sorong
      * 16.00 Tiba di Sorong
       
      * 3H2M Misool
      * Total peserta 16 orang
      Include :
      1. Kapal Feri Sorong - Misool PP
      2. Makan, minum, snack selama trip.
      3. Boat keliling pulau
      4. Tiket Di Puncak Harfat.
      5. Penginapan homestay di Harapan jaya
      Booking 2 Kamar besar,
      1 kamar ber 8 org cew, dan kamar satunya lagi 8 org Cowok.
       
      Rincian :
      * Boat : 4 Jt x 2 hari = 8 Jt
      * Penginapan dan Makan : 400 rb × 2 hari x 16 orang = 12.8 Jt
      * Tiket Harfat : 50rb x 16 orang = 800rb
      * Total : (8 jt + 12.8 + 800rb) / 16 org =  1.35 jt
      * Kapal Feri PP : 200rb x 2 = 400 Rb
      *Total per orang = 1.35 jt + 400rb = 1.75 Juta.
      (Infonya sekarang homestay di Misool harganya turun, dan sudah ada kapal express Sorong-Misool PP. Jadi lebih mudah pastinya akses kesana dan harganya juga lbh murah :D)
       
      Total 7h6m di Wayag-Misool = Rp 4.15 Juta.
      Ok Sekian share pengalaman trip Raja Ampat, semoga bermanfaat ya :)
      Tetap semangat jalan-jalan untuk menyusuri nusantara yg indah ini.
       
      Salam.
      Desty
       
      *Foto-foto 
      1. Wayag

       


       
      2. Pianemo

       
      3. Laguna Bintang

       
      4. Yeben

       
      5. Friwen

       
      6. Pasir Timbul

       
      7. Pulau Pef
      Raja4 divers Dive Resort

       
      8. Penginapan di Arborek

       
      9. Yapap Misool

       
      10. Puncak Harfat



       
      11. Dafalen Love

       
      12. Balbulol


       
      13. Kampung Harapan Jaya