Jifaldi Afrian M Sedar

Salam kenal

3 posts in this topic

On 5/20/2017 at 11:21 AM, Jifaldi Afrian M Sedar said:

Salam kenal

sy aldi, sdg tugas belajar di seoul, ewha woman university

tugas selama 3 bulan (mei 18 - aug 13)

mohon bantuannya utk info2 hidup aman dan selamat di korea

trimkasih, i love indonesia

halo @Jifaldi Afrian M Sedar welcome di forum jalan2

wah hidup aman dan selamat di Korea. Saya rasa aman2 saja selama belum di nuklir oleh Korea Utara hehehe

btw ada @mega_yoora juga yang udah tinggal di sana mungkin lebih dari 3 tahun. PM aja ke dia untuk tanya2 :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By vie asano
      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By vie asano
      Saya sudah beberapa kali membahas tentang aneka kartu multifungsi yang berlaku di Korea Selatan, mulai dari T-Money (baca: Kenalan Dengan T-Money, Kartu Transit Multifungsi di Seoul 1 dan 2), T-Money M-Pass (baca: T-Money M-Pass vs T-Money, Mana Yang Lebih Oke?), serta tentang Seoul Citypass dan Seoul Citypass Plus (baca: Seoul City Pass VS Seoul Citypass Plus, Pilih Mana?). Nah, berhubung 2 hari kemarin saya fokus menulis tentang panduan wisata belanja di Seoul (baca: Shopping Guide: Belanja Dimana? dan Seoul Shopping Guide: Tips & Trick), maka kali ini saya akan menginformasikan sebuah kartu multifungsi bagi shopaholic yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul: Korea Pass.
      Sekilas tentang Korea Pass

      Korea Pass merupakan sebuah kartu khusus untuk turis asing yang hobi belanja. Sebetulnya kartu ini mirip-mirip dengan T-Money dan T-Money M-Pass. Bedanya, Korea Pass menawarkan diskon khusus untuk berbelanja di berbagai tempat yang terafiliasi dengan kartu ini (detail bisa dilihat di bagian keuntungan). Tak hanya berfungsi sebagai kartu diskon, kartu ini juga bisa digunakan sebagai kartu transportasi lho. Seru kan? Oya, Korea Pass ini terdiri dari 2 tipe: Korea Pass – Basic Type dan Korea Pass - Busan. Yang akan saya bahas lebih lanjut hanya Korea Pass Basic type saja yah.
      Keuntungan membeli Korea Pass
      Di atas sebetulnya sudah disinggung jika salah satu keuntungan membeli Korea Pass adalah mendapatkan diskon di berbagai tempat yang terafiliasi oleh kartu ini. Wisatawan juga akan mendapat panduan untuk turis dan kumpulan kupon diskon saat mmbeli kartu ini. Secara lebih detail, berikut sebagian informasi besaran diskon yang bisa didapat menggunakan Korea Pass:
      Wisata dan hiburan (diskon 5-30%): N Seoul Tower, Korea House, National Museum of Korea, Nanta, 63 City, Lotte World, Drawing Show: HERO, Lotte Cinema (65 cabang), dan lain-lain.
      Belanja (diskon 5-10%): Lotte Duty Free (9 cabang), Lotte Mart (90 cabang), 7-Eleven (4000 cabang), Lotte Super, Lotte Department Store, dan lain-lain.
      Akomodasi (diskon 10-30%): Lotte Hotel (5 cabang)
      Penukaran mata uang (rate khusus antara 30-50%): Hana Bank
      Makan dan minum (diskon 10-30%): TGIF, Lotteria, Korea House, dan lain-lain.
      Kecantikan dan kesehatan (diskon 10%): Zen Hair Salon, Bella Skin Care, dan lain-lain.
      Itu baru sebagian keuntungan diskon yang bisa di dapat dengan membeli Korea Pass. Kalau semuanya ditulis, daftarnya bisa sangat panjang karena ada lebih dari 6000 tempat yang berafiliasi dengan kartu ini.
      Tambahan lain, kartu ini juga memiliki fungsi sebagai kartu transportasi. Namun fungsi sebagai kartu transportasi baru bisa diaktifkan jika saldonya diisi ulang menggunakan berbagai mesin isi ulang yang ada di stasiun subway maupun tempat lainnya (antara lain: 7-Eleven, kios khusus, dan tempat-tempat yang memasang logi “Cashbee: maupun “Mybiâ€). Jadi nominal penggunaan untuk kartu transportasi berbeda dengan nominal kartu (lihat bagian harga kartu).
      Dimana tempat membeli Korea Pass
      -Di tempat penjualan Korail yang ada di bagian Imigrasi sebelah barat dan timur di Incheon International Airport. Btw, bagi yang akan wisata ke Korea Selatan, Korail ini menarik untuk diketahui lebih lanjut lho. Kapan-kapan saya ulas terpisah yah.
      -Di Lotte Mart dan 7-Eleven di seluruh Seoul.
      -Di Korea Tourism Organization Headquarters B1. Alamatnya bisa dicek disini: Wajib Tahu: Aneka Tourist Information Center di Seoul.
      -Gimhae International Airport.
      -Khusus untuk Korea Pass: Busan Card, kartunya bisa dibeli di Lotte Mart dan 7-Eleven yangn ada di Busan, serta di Busan International Ferry Terminal dan KTX Busan Station.
      Seputar masalah harga
      Diluar tipe Korea Pass: Basic Type dan Korea Pass: Busan, kartu ini bisa dibagi dalam 2 kategori: pre-paid cards dan check cards. Pre-paid cards memiliki pilihan nominal KRW50000*, KRW100000*, KRW300000*, dan KRW500000*. Sedangkan check cards khusus bagi orang asing yang menetap di Korea dan sudah mendapat ‘Alien Registration Number.
      Prosedur refund
      Sama seperti kartu pass lainnya yang berlaku di Seoul dan Korea Selatan, Korea Pass ini juga bisa di refund lho jika sudah selesai digunakan. Jadi nggak harus menghabiskan seluruh saldo yang ada di kartu itu, karena sisa saldo bisa dikembalikan dalam bentuk tunai. Secara prinsip, berikut prosedur refund yang bisa ditempuh:
      Untuk merefund saldo dari kartu pre-paid
      -Jika nominalnya kurang dari 20% dari nominal awal kartu, refund bisa dilakukan di Global Tax Free booth dan seluruh cabang 7-Eleven yang menjual Korea Pass. Oya, untuk kategori ini tidak ada charge tambahan yang dikenakan bagi pemilik kartu.
      -Jika noinalnya lebih dari 20% dari nominal awal kartu, ada charge 5% dari sisa nominal yang akan dibebankan pada pemilik kartu. Proses refund ini hanya bisa dilakukan di Global Tax Free booth saja.
      Sedangkan jika ingin me-refund sisa deposit kartu transportasi, bisa dilakukan di 7-Eleven maupun Global Tax Free booth yang ada di seluruh Korea, dengan dipotong biaya sebesar KRW500*. Untuk Korea Pass: Busan Card, penukaran sisa deposit kartu transportasi bisa dilakukan di Busan. Tepatnya di berbagai convenience store yang berafiliasi dengan Mybi, seperti 7-Eleven, GS25, dan Family Mart. Bisa juga dilakukan di Global Tax Free Booth.
      Tambahan informasi, Global Tax Free booth terdapat di tempat-tempat berikut ini:
      [seoul] Lantai 5 Doota di Dongdaemun, kamar nomor 1007 di Hotel President, dan Incheon International Airport lantai 3 (di dekat Gate 28).
      [busan] Gimhae International Airport lantai 2.
      Demikian sekilas info tentang Korea Pass. Bagi traveller yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul dan kota lain di Korea Selatan, boleh mempertimbangkan untuk melirik kartu ini. Semoga informasinya bermanfaat.
    • By Diny Puspa Dewi
      hallo hallo 
      aku lagi cari temen nih buat ke korea tahun depan tepatnya pas libur lebaran berarti sekitar tanggal 1 juni s/d 8 juni 2019, plan stay nya memang 1 minggu
      aku belum beli tiket pesawat atau apapun karena bener2 cari temen yang bisa bareng2 dari berangkat sampe pulang trus diskusiin semuanya brg2 biar enak ><
      pengalaman taun kmrn nekat berangkat sendiri jadi ngebego sendirian di perjalanan huhu
      but thanks to jalan2.com aku dpt tmn ngebolang pas diseoul 
      so kalau ada yang minat dan emg punya plan sama kaya aku boleh hubungin aku di WA 085314754967
      thank you
      ps: emang sih masih lama plannya tapi biar persiapannya lebih mateng aja jadi dr sekarang carinya hehe
    • By vie asano
      Oppa Gangnam Style
      Akhir-akhir ini putri cilik saya lagi gandrung banget dengan lagu Gangnam Style yang dipopulerkan oleh Psy. Agak telat sih, karena lagu Gangnam Style sebetulnya mencapai puncak popularitasnya beberapa waktu silam. Saking populernya, pada masa itu lagu Gangnam Style selalu terdengar setiap kali masuk ke berbagai pusat perbelanjaan, mulai dari level mini market hingga hypermarket. Pindah ke tempat lain, ketemu lagi dengan lagu Gangnam Style. Belum lagi koreografi ala naik kuda yang viral banget, sampai-sampai teman saya ada yang berpendapat “nggak gaul kalau nggak bisa nari Gangnam Styleâ€. Sayangnya saya termasuk golongan nggak gaul itu, hehe.
      Bicara soal Gangnam, sedikit intro sudah saya tulis saat menulis tentang Guryong. Namun saya rasa masih banyak yang belum ngeh apa itu Gangnam. Atau malah mungkin ada yang seperti teman saya lainnya, yang salah mengartikan Gangnam dengan Gang Enam? Daripada panjang lebar, yuk lah mari kita jalan-jalan ke Gangnam.
      Sekilas tentang Gangnam
      Gangnam adalah nama sebuah distrik yang ada di kota Seoul, ibu kota Korea Selatan. Nama Gangnam sendiri secara literal dapat diterjemahkan sebagai “di selatan sungai Hanâ€. Secara geografis, posisi persisnya distrik ini berada di bagian tenggara kota Seoul, dan wilayahnya berbatasan dengan Tancheon di sebelah timur, Songpa-gu dan Seocho-gu di sebelah barat, Seongnam-si di sebelah selatan, dan Seongdong-gu dari sungai Han di sebelah utara.
      Foto 01:
      (a.) Gangnam dilihat dari udara [foto: Brücke-Osteuropa/wikimedia], (b.) Posisi Gangnam di Seoul [foto: Kurykh/wikimedia], (c.) Pembagian wilayah di Gangnam [foto: 장길산 /wikimedia]
      Sejarah singkat
      Jauh sebelum distrik Gangnam terbentuk, tepatnya pada Periode Joseon (1392-1897), di daerah tersebut sudah ada area yang bernama Gwangju-gun dan Gwacheon-gun. Kedua daerah tersebut kemudian mulai melebur sejak dibentuknya Seoul Metropolitan Government pada tahun 1963, dan akhirnya menjadi distrik Gangnam. Saat ini, dari 25 distrik yang ada di Seoul, Gangnam merupakan distrik dengan luas area terbesar ke-3 (totalnya 39,5 kilometer persegi) dan distrik dengan populasi terbanyak ke-4 (sebanyak 527,641 jiwa per-2010). Gangnam sendiri dibagi lagi ke dalam 22 lingkungan/wilayah yang lebih kecil dan disebut dong.
      Foto 02 (a-d):
      Gangnam [foto: Duesride/wikimedia, JoopDorresteijn/wikimedia, Yoshi/wikimedia, Francisco Anzola/wikimedia]
      Oya, jangan tertukar antara Gangnam dengan Greater Gangnam Area yah. Jika menyebut nama “Gangnamâ€, berarti yang dimaksud adalah distrik Gangnam saja. Sedangkan jika yang disebut adalah Greater Gangnam Area, maka istilah itu mengacu pada distrik Gangnam dan 2 distrik lain disekitarnya (yaitu distrik Seocho dan distrik Songpa) yang membentuk area sendiri dengan luas total wilayah mencapai 120 kilometer persegi (kurang lebih 15% dari total populasi Seoul).
      Gangnam saat ini
      Saat ini, Gangnam dan Greater Gangnam Area dikenal sebagai salah satu wilayah elit di Seoul dan di Korea Selatan. Jika dibandingkan dengan kota lain, kira-kira setara dengan Beverly Hills di California serta Ginza di Jepang. Buktinya adalah harga tanah di Gangnam yang semakin melambung, bisa mencapai 3,5 kali dari rata-rata harga tanah se-Korea Selatan. Untuk perbandingan yang lebih ekstrim, harga tanah di seluruh wilayah Gangnam setara dengan harga tanah di seluruh kota Busan yang merupakan kota terbesar kedua di Korea Selatan. Jadi bisa dibayangkan kan seberapa elit kawasan Gangnam ini?
      Foto 03 (a-d):
      Gangnam [foto: Piotrus/wikimedia, Cherry Blossom OK/wikimedia, Joop/wikimedia, Francisco Anzola/wikimedia]
      Yang seru dari Gangnam
      Pertanyaannya, kenapa daerah Gangnam bisa menjadi distrik elit? Dan sebetulnya di Gangnam ada apa? Yang paling utama, Gangnam ini menjadi salah satu pusat bisnis terkemuka di Korea Selatan. Pusat bisnis ini terutama terletak di sekitar Teheranno (alias Tehran Street) yang membentang timur-barat dari Stasiun Gangnam ke Stasiun Samseong.
      Foto 04 (a-d):
      Tehran Street [foto: Pac2pac/wikimedia, Deiz/wikimedia, Patriotmissile/wikimedia, Patriotmissile/wikimedia]
      Gangnam juga menjadi rumah bagi berbagai perusahaan hiburan besar seperti SM Entertainment, Cube Entertainment, JYP Entertainment, dan banyak lagi. Gangnam juga dikenal memiliki sekolah-sekolah dengan standar pendidikan yang sangat tinggi sehingga memacu kompetensi tinggi untuk masuk ke univesitas terkemuka di Korea Selatan. Konon 6% mahasiswa di Seoul National University, salah satu universitas terbaik di Korea Selatan, berasal dari Gangnam. Prosentase siswa di Gangnam yang melanjutkan sekolah ke luar negeri pun jauh lebih besar dibanding prosentase siswa di seluruh Korea Selatan.
      Foto 05:
      (a.) Gedung SM Entertainment [foto: Michaela den/wikimedia], (b.) Gangnam University [foto: 안우ì„/wikimedia], (c.) Daemyeong Middle School di Gangnam [foto: Ins9759/wikimedia], (d.) Gangnam Library [foto: Leedors527/wikimedia]
      Selain dikenal sebagai pusat bisnis dan pendidikan, Gangnam juga dikenal sebagai pusat hiburan dan belanja. Terdapat berbagai pusat perbelanjaan kelas atas seperti Cheongdam-dong, Apgujeong, dan COEX Mall. Ingin mencoba main di kasino? Di COEX Shopping Complex ada Seven Luck Casino yang bisa dicoba. Untuk hiburan keluarga, ada COEX Aquarium. Menariknya, Gangnam juga dikenal sebagai salah satu tempatnya wisata museum, budaya, dan wisata alam lho. Beberapa museum yang bisa ditemukan disini antara lain Kimchi Field Museum dan Simone Handbag Museum. Untuk kuil, Bongeun yang lokasinya tak jauh dari COEX Mall menjadi salah satu yang terfavorit untuk dikunjungi. Sedangkan beberapa tempat bernuansa alam yang bisa dikunjungi di Gangnam ini antara lain Dosan Park, Yangjae Stream, hingga sungai Han (1, 2).
      Foto 06:
      (a.) Apjugeong [foto: Abasaa/wikimedia], (b.) COEX Mall [foto: Kanzelberger/wikimedia], (c.) Bongeunsa [foto: Gaël Chardon/wikimedia], (d.) Dosan Memorial Park [foto: Daderot/wikimedia]
      Masih banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di Gangnam yang belum saya sebut di atas. Misalnya saja, Gangnam juga populer sebagai tempatnya restoran papan atas lho. Gangnam juga populer dengan bioskop dan toko bukunya. Belum lagi di distrik ini ada beberapa festival populer seperti Gangnam Fashion Festival, dan International Peace Marathon. Hmm, mungkin lain kali saya coba susun dalam bentuk itinerary wisata saja ya.
      Cara mengakses Gangnam
      Berniat main ke Gangnam? Salah satu cara terbaik untuk mengakses distrik ini adalah melalui Stasiun Gangnam (via Seoul Subway Line 2), dan keluar di Exit 10 atau 11. Namun distrik ini juga dilayani oleh beberapa jalur lainnya seperti Seoul Subway Line 3, Seol Subway Line 7, Seoul Subway Line 9, Bundang Line, dan Shinbundang Line.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Masih seputar yang hemat-hemat dari Korea Selatan. Dalam rangka mencicil janji tulisan yang ternyata sudah mulai menumpuk, kali ini saya ingin melunasi dulu janji tulisan tentang aneka obyek wisata gratisan di Korea Selatan. Berhubung Seoul masih menjadi kota tujuan wisata favorit dari seluruh kota yang ada di Korea Selatan, jadi yang saya sharing aneka wisata gratis yang ada di Seoul dulu yah.
      Aktifitas wisata 1: Eksplorasi distrik tertentu
      Budget untuk wisata sangat terbatas? Nggak ada budget untuk masuk ke taman bermain seperti Lotte World (1, 2, 3) maupun untuk ikutan tur seperti Seoul City Tour Bus dan Gangnam City Tour Bus? Nggak perlu sedih. Salah satu tips paling wahid bagi budget traveller agar tetap bisa menikmati suasana wisata tanpa harus jadi kere adalah…… dengan melakukan eksplorasi pada distrik/kawasan tertentu. Bahasa lainnya, jalan-jalan dan window shopping di kawasan populer di Seoul.
      Seoul punya banyak distrik yang wajib masuk dalam daftar wisata. Misalnya saja Gangnam, distrik yang dipopulerkan oleh Psy lewat lagunya yang berjudul Gangnam Style. Berfoto di depan Stasiun Gangnam sudah cukup jadi bukti Anda telah mengunjungi distrik paling elit di Seoul tersebut. Lumayan kan untuk pamer-pamer doang? Jika ingin sambil cuci mata, Apgujeong Rodeo Street dan Chungcheongdam di Gangnam terkenal akan butik kelas atas yang bisa membuat ngiler hanya dengan melihat-lihat area pajangannya saja.
      Foto 01:
      (a.) Gangnam district [foto: Duesride/wikimedia], (b-d.) Apgujeong [foto: Abasaa/wikimedia, karendotcom127/flickr, jgmarcelino/flickr]
      Distrik lain yang direkomendasikan untuk dijelajahi adalah Myeongdong, sebuah distrik fashion paling tersohor di Seoul. Kawasan populer lainnya adalah Dongdaemun yang dikenal sebagai salah satu distrik komersial terbesar dan populer sebagai surga belanja. Lalu ada Insadong yang populer sebagai distrik budaya; Hongdae yang dikenal sebagai tempatnya kehidupan malam untuk anak muda; dan Itaewon yang dipenuhi dengan berbagai toko, klub, dan restoran trendi.
      Foto 02:
      (a.) Myeongdong [foto: Adria¡n Perez/flickr], (b.) Dongdaemun [foto: Mroach/wikimedia], (c.) Insadong [foto: Nathan Wilson/wikimedia], (d.) Hongdae [foto: Michaela Den/wikimedia]
      Sedangkan jika suka dengan suasana tradisional, di Seoul juga ada beberapa kawasan yang masih terjaga suasana kuno-nya seperti Bukchon Hanok Village. Anda tidak akan dipungut biaya jika berjalan-jalan saja di kawasan yang berada di antara Gyeongbokgung Palace dan Changdeokgung Palace ini. Tiket baru diperlukan jika ingin masuk ke beberapa museum yang ada disana. Alternatif lainnya, bisa mampir dan berkunjung ke Namsangol Hanok Village.
      Foto 03 (a-d.):
      Bukchon Hanok Village [foto: Penmerahpenbiru/wikimedia, Gaël Chardon/wikimedia, Steve/wikimedia, Sakaori/wikimedia]
      Aktifitas wisata 2: Datang ke tempat wisata gratisan
      Banyak lho tempat wisata populer di Seoul yang ternyata gratis biaya tiket masuk. Salah satunya adalah The War Memorial of Korea. Tempat ini memiliki 8 area pamer yang seluruhnya gratis alias bebas tiket masuk. National Folk Museum of Korea juga bebas tiket masuk lho. Menarik dikunjungi oleh Anda-anda yang suka dengan budaya tradisional Korea. National Museum of Korea, salah satu museum nasional terbaik di Korea Selatan, juga gratis tiket masuk Anda hanya perlu membayar jika ingin pinjam alat panduan digital maupun jika ada pameran khusus.
      Aktifitas wisata 3: Ikut tour gratisan
      Sewaktu menulis tentang obyek wisata hemat di Tokyo, salah satu aktifitas yang saya rekomendasikan adalah mengikuti tour gratis menjelajahi berbagai istana kekaisaran seperti Tokyo Imperial Palace (1, 2, 3), Imperial Palace Garden (1, 2, 3), Kyoto Imperial Palace (1, 2), dan lain-lain. Nah, di Seoul juga ada tour untuk mengelilingi Cheong Wa Dae alias The Blue House (1, 2) yang merupakan kediaman Presiden Korea Selatan. Tournya gratis, namun wisatawan harus mendaftar dulu untuk bisa mengikuti tour resmi mengelilingi Cheong Wa Dae minimal 21 hari sebelum waktu yang diinginkan. Informasi tentang tour bisa baca disini.
      Masih ada lho tour gratisan lainnya di Seoul. Salah satu yang paling populer adalah Seoul Walking Tour, sebuah program wisata resmi yang dikelola oleh kota Seoul. Tour ini memiliki 9 pilihan rute untuk 7 kawasan, dan masing-masing rute akan menyinggahi tempat-tempat wisata populer dengan dipandu oleh pemandu wisata yang akan menggunakan bahasa Korea, Inggris, Jepang, ataupun Cina. Oya, tour ini sepenuhnya gratis, namun tidak termasuk dengan tiket masuk ke berbagai tempat wisata yang akan disinggahi saat tour. Informasi lebih detail saya ulas terpisah karena menarik juga nih tournya.
      Untuk alternatif tour gratisan lainnya, ada beberapa komunitas pelajar yang menyelenggarakan tour gratis. Syaratnya, Anda harus membiayai sendiri biaya pribadi seperti tiket masuk ke lokasi wisata, transportasi, dan sejenisnya. Memang sih nggak betul-betul gratis, tapi tetap jauh lebih hemat dibanding menggunakan jasa pemandu profesional. Informasi lebih lanjut bisa cek Meteor Youth dan Free Tour Seoul.
      Aktifitas wisata 4: bermain dengan alam
      Seoul memiliki banyak taman cantik yang sayang untuk dilewatkan, dan pastinya gratis tiket masuk. Misalnya saja Hangang Park, taman publik yang lokasinya tak jauh dari Hangang River, sungai yang melintasi kota Seoul. Namsan Park juga menarik untuk dikunjungi karena lokasinya yang terletak di Gunung Namsan dan juga karena faktor sejarahnya. Masuk ke taman ini sih gratis, kecuali jika ingin menggunakan fasilitas di Namsan Park seperti kereta gantung, masuk ke Maritime Aquarium, dan berbagai fasilitas lainnya. Untuk taman lainnya, ada Seoul Children's Grand Park yang juga bisa dikunjungi secara cuma-cuma, dan Olympic Park (1, 2, 3). Jika ingin lebih puas main-main dengan alamnya, kenapa nggak sekalian saja hiking? Di Seoul banyak gunung yang populer sebagai spot hiking lho, seperti Gunung Namsan.
      Aktifitas wisata 5: tempat wisata lainnya
      Namdaemun Market menjadi salah satu obyek wisata lain yang wajjib dikunjungi di Seoul. Shopping street ini menawarkan banyak benda menarik dengan harga murah meriah. Spot populer lainnya adalah Gwanghwamun Square yang terdapat di distrik Jongno. Sedangkan jika ingin jalan-jalan di malam hari, sempatkan untuk melihat-lihat Banpo Rainbow Bridge Fountain, jembatan air mancur yang konon adalah jembatan terpanjang di dunia.
      ***
      Demikian sebagian tempat wisata gratisan yang bisa saya temukan di Seoul. Saya yakin masih banyak spot gratisan lainnya di Seoul yang belum ditulis disini. Jadi kalau ada yang mau menambahkan, monggo banget.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.