Endar

Sumba, Tanah Indah yang Akan Kurindukan

24 posts in this topic

Cerah berawan menyambut aku dan teman-temanku di bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Bukan bandara besar jadi dengan cepat kami bisa bertemu Pak Harlan  yang sudah dua puluh tahun menjelajah jalan-jalan Sumba. Selama empat hari kedepan kami akan ditemani Pak Harlan di tanah Sumba.

 

Sebelum ke tujuan pertama, kami mengisi perut terlebih dahulu. Kami tidak menemukan tempat makan khusus yang menjual makanan khas Sumba. Namun kami dapat memesan makanan spesial yang tidak ada di menu, sambal bunga pepaya tumis di Warungku tempat dimana kami santap siang.
Jalan utama di Sumba sudah baik, tidak ada lubang-lubang. Hanya saja  jalan berliku-liku mengikuti kontur bukit. Untuk mencapai danau Weekuri sebagai tujuan pertama membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Tambolaka karena jalan yang dilalui bukan jalan utama, jadi tidak semuanya mulus. Danau berair asin karena air laut yang terperangkap ini sungguh indah. Siang itu banyak pengunjung lokal karena hari libur nasional. Saya tidak mandi di danau tapi menikmati suasana danau dan deburan air laut yang menghantam dinding sebelah danau.

592002a07f330_IMG_20170515_225757_6411.thumb.jpg.4594e69107bc4762451825cc3f09a476.jpg

Ke arah selatan kami pergi ke kampung adat Ratenggaro. Kubur-kubur batu seperti tugu selamat datang berbaris di pintu utama. Lestarinya agama adat Marapu juga menjadikan budaya megalitik ini tetap ada sampai sekarang. Kepercayaan akan roh orang yang sudah meninggal menjadi pengubung dengan Sang Pencipta menjadikan orang Sumba tidak bisa jauh dari kerabat yang telah meninggal maka dari itu kubur batu diletakkan di depan rumah atau perkampungan.

591fffe629569_LRM_EXPORT_20170518_2158461.thumb.jpg.423ef057a9f4f14fec9e0a32fc9aa77c.jpg

Hari menjelang sore, bergegas kami melanjutkan perjalanan ke pantai Mawana atau Bawana. Setelah berjalan sepuluh menit di jalan setapak yang terjal kami diberikan keindahan alam yang luar biasa. Menikmati sunset di pantai Bawana bersama penduduk lokal yang memancing ikan.

591ffa71bd385_LRM_EXPORT_20170515_1302291.thumb.jpg.90fda46b561412ac01592ced4b6b6908.jpg

Besok pagi kami bertolak ke Sumba Timur. Jika di Sumba barat pohon hijau tinggi di pinggir jalan, Sumba Timur berbeda. Bukit-bukit dengan padang rumput berpohon perdu lebih mendominasi. Hal ini terlihat jelas di Bukit Wairinding. Walaupun matahari terik tapi udara tetap sejuk dan dengan gembiranya anak-anak sumba bermain di atas bukit segembira saya melihatnya. 

591ffb0549ce0_LRM_EXPORT_20170515_1257011.thumb.jpg.8750d192d7d79cfab8d62e359585c785.jpg

 

Setelah melapor di hotel kami melanjutkan ke bukit Morinda. Di atas bukit itu ada rumah makan dan juga kamar jika ingin menginap. Pemandangan di bukit Morinda begitu memesona dengan bukit yang mengelilingi dan lembah subur di bawahnya, tidak mau pulang rasanya. Mama yang menjaga tempat makan sangat ramah dan dengan semangat mempelajari bahas Inggris sebagai penunjang berkomunikasi. 

591ffcfbf1596_LRM_EXPORT_20170515_1245351.thumb.jpg.c436709e56dfc8c7e49fd3f0ac83848e.jpg

Belum puas sebenarnya bersantai di Morinda tapi karena waktu kami harus meninggalkan Morinda untuk mendapatkan pesona matahari terbenam di pantai Walakiri. Dalam perjalanan ke pantai Walakiri akan banyak kandang-kandang peternakan alam dengan pohon sebagai pagar. Kuda, sapi, babi, kerbau atau kambing tidak jarang kita temui di sepanjang jalan. Pantai Walakiri bukan pantai berpasir putih atau pantai dengan laut biru dengan banyak terumbu. Di pantai ini sedikit berlumpur dengan banyak pohon bakau tapi kondisi ini menjadikan pantai ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. 

591ff90eb0de5_LRM_EXPORT_20170514_0934251.thumb.jpg.19875f749a426c48238a68232f7dc1f8.jpg

Waingapu bukan kota yang besar tapi lebih ramai di banding Tambolaka atau Waikabubak. Kota ini sudah memiliki bandara dan karena letaknya yang lebih dekat dengan Flores menjadikan pelabuhan di Waingapu lebih ramai. Malam itu dengan perut yang lapar kami mencoba makanan laut di pinggir pelabuhan. Bukan musim yang tepat memang sehingga hasil laut tidak begitu banyak. Hanya ada ikan dan cumi tapi kesegarannya tidak dapat dipungkiri. Bulan terang dengan sedikit awan mengurungkan niat kami untuk menikmati malam dengan langit penuh bintang di atas bukit pintu kedatangan kota Waingapu. Sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat, kami berhenti di alun-alun Waingapu. Jangan lupa untuk menikmati STMJ disini.

592003b6d9564_LRM_EXPORT_20170518_2324062.thumb.jpg.5385e97350f199040c5e4672ee8afe92.jpg

Pagi-pagi sebelum matahari terbit kami menuju ke Puru Kambera dimana padang rumput dan pantai berpadu bersama kuda-kuda yang dibiarkan bebas. Tidak ada matahari bulat pagi itu karena cuaca yang berawan tapi pemandangan di Puru Kambera sudah membuat suasana hatu kami pagi itu begitu bahagia. 

591ffd879cd43_LRM_EXPORT_20170514_0939301.thumb.jpg.9903597775edae157b99d49e08183e63.jpg

Menjelang siang kami menuju pantai Tarimbang. Perjalanan ke Tarimbang memang agak lama karena jalan yang tidak bagus . Hal ini juga yang membuat pantai ini jarang dikunjungi. Tapi pemandangan dalam perjalanan seolah-olah menghilangkan waktu sehingga perjalanan tidak terasa lama. Hanya kami yang ada di pantai Tarimbang waktu itu. Sayangnya, indah pasir putih, deburan ombak dan birunya warna laut tidak dapat dibawa pulang. Hujan menemani kami dalam perjalanan kembali ke Tambolaka sehingga kami tidak bisa melihat matahari terbenam di bukit Lailara. 

59200295180b2_IMG_20170514_111051_0521.thumb.jpg.3ee8ef09a35a0c7110d57bcc410227e2.jpg

Hari terakhir di Sumba, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar tradisional. Tidak ada penjual makanan jadi atau oleh-oleh. Hanya ada sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Saya membeli cabai yang sangat pedas yang saya bawa ke Jakarta dan alpukat. Dibanding harga di Ibukota, harga kebutuhan sehari-hari yang dihasilkan sendiri dari tanah Sumba tidak mahal.

Sayangnya siang itu saya harus meninggalkan Sumba, tempat dimana matahari tidak perlu malu untuk menyinari alam dengan bukit-bukit sabana indah. Masih banyak tempat yang sangat indah di Sumba dan tanah ini akan kurindukan.

5920011c601ad_IMG_20170515_231836_9041.thumb.jpg.76f75114ce68d3a496074d4341016658.jpg

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, kyosash said:

wah keren2 viewnya, nice share :salut 

thanks mas @kyosash

 

3 hours ago, deffa said:

wih mantap akhir nya jadi juga ke Sumba nya

juara banget ini ceritanya @Endar

iya mas @deffa dadakan + kebanyakan on the spot..
 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 hours ago, deffa said:

gak papa itulah seru nya :D

iya.. berasa serunya mas

 

7 hours ago, HarrisWang said:

Oh, sekalian bawa client prewed kah?

Temen temen gw juga beberapa kali ke Sumba foto prewed. Kece emang view nya yak hahaha

hahha.. ini teman mas @HarrisWangdah nikah..prewednya pas ke belitung.. wkwkkw

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Rawoniste said:

Nice share @Endar , itu kuda liar ? 

Kudanya bertuan mas @Rawonistetapi dibiarkan di alam bebas.
kok kalo baca nama mas jadi inget rawon ya.. wkwkwk
 

21 minutes ago, Mulyati Asih said:

Romantis banget ya alam Sumba, aku belum kesampean nih ke Sumba.

kesana mbak @Mulyati Asih  tapi mesti agak libur panjang, sayang kalo cuma sebentar.

Share this post


Link to post
Share on other sites
31 minutes ago, Endar said:

Kudanya bertuan mas @Rawonistetapi dibiarkan di alam bebas.
kok kalo baca nama mas jadi inget rawon ya.. wkwkwk
 

kesana mbak @Mulyati Asih  tapi mesti agak libur panjang, sayang kalo cuma sebentar.

Gak nyoba makanan yg khas nya disana ... Apa gitu ? 

Kalo Aku denger Sumba itu langsung inget susu kuda liar Sumbawa hehehehe. Rawon emng makanan fav saya 

@Endar  udah pada tau demian ikut American got talent kan ? Ada orng blue yg komen I know him from wkwkwk land . Berarti ngetop jg tulisan ketawa orng indo ini. Wkwkwkwk  

Kalo Jajajaja itu ketawa orang sebia

Xixixixi ini ketawa siapa yah ? 

 

@deffa ngarep yah ada yg polos bahwa Sumbawa itu sama dgn sumba hahahaha 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, Rawoniste said:

Gak nyoba makanan yg khas nya disana ... Apa gitu ? 

Kalo Aku denger Sumba itu langsung inget susu kuda liar Sumbawa hehehehe. Rawon emng makanan fav saya 

@Endar  udah pada tau demian ikut American got talent kan ? Ada orng blue yg komen I know him from wkwkwk land . Berarti ngetop jg tulisan ketawa orng indo ini. Wkwkwkwk  

Kalo Jajajaja itu ketawa orang sebia

Xixixixi ini ketawa siapa yah ? 

 

@deffa ngarep yah ada yg polos bahwa Sumbawa itu sama dgn sumba hahahaha 

nah itu.. susah cari makanan khas disana. Dapatnya tumis bunga pepaya sama terong goreng tepung Mas. Awalnya memang cari susu kuda atau madu ternyata juga ga ada di Sumba.
Jadi pengen rawon kan...
udah dong, yang  banyak dicemooh itu kan. kasian banget.. :(
Baru tau loh wkwkwkwkwk itu ketawa khas orang Indo. xixixixi kayaknya china daratan dah. 5555 thailand punya.
 
@deffabeda pulau beda provinsi mas.. hahhahaha... wkwkwkwk
 

 

3 hours ago, HarrisWang said:

Lau kapan? *ehh wkwkwkwkwk

eng ing enggggggg... >><<

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, deffa said:

hahahah iya gue salah satu nya pertama kali dengar antara Sumbawa dan Sumba kirain sama :P 

@Rawoniste

Aslinya @deffa saya tadi lihat map saya sendiri Bingung mana Lombok,ntt,ntb,sumba,sumbawa ,kupang . Sekarang udah tau lokasi masing2. Kaya Labuan bajo Kiran di Lombok :ngakak

1 hour ago, Endar said:

nah itu.. susah cari makanan khas disana. Dapatnya tumis bunga pepaya sama terong goreng tepung Mas. Awalnya memang cari susu kuda atau madu ternyata juga ga ada di Sumba.
Jadi pengen rawon kan...
udah dong, yang  banyak dicemooh itu kan. kasian banget.. :(
Baru tau loh wkwkwkwkwk itu ketawa khas orang Indo. xixixixi kayaknya china daratan dah. 5555 thailand punya.
 
@deffabeda pulau beda provinsi mas.. hahhahaha... wkwkwkwk
 

 

eng ing enggggggg... >><<

Kalo tumis bunga papaya berarti sama saja dgn daerah kupang , Meskipun beda pulau .

Di tempat asalnya malah Susah nyari susu kuda liar ? :senyum

Eh Thailand punya 555555 , hihihihi

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, Rawoniste said:

Aslinya @deffa saya tadi lihat map saya sendiri Bingung mana Lombok,ntt,ntb,sumba,sumbawa ,kupang . Sekarang udah tau lokasi masing2. Kaya Labuan bajo Kiran di Lombok :ngakak

wah kalau labuan bajo saya tau itu heheh

ya deketan seh mereka jadi mungkin salah sebut :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Daniel0705
      Day 1 ( xian-tianshui)
      Perjalan di mulai dari Fuzhou, ibu kota provinsi Fujian dengan menumpang pesawat xiamen air menuju ke kota Xi’an dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 40 menit. Sekitar pukul 10.40 saya tiba di bandara Xianyang, Xi’an. Saya lalu bergegas ke bagian depan bandara untuk membeli tiket bus yang akan mengantar saya ke stasiun Xi’an karena hari ini juga saya harus meneruskan perjalanan saya ke kota Tianshui di provinsi Gansu.  Setelah membeli tiket bus, saya lalu antre untuk naik bus yang akan membawa saya ke stasiun xi'an. Perjalanan dari badara Xianyang ke stasiun Xi’an memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalan dengan catatan tidak ada kemacetan. Pukul 12 saya sampai di stasiun Xi’an. Kereta yang akan memebawa saya ke Tianshui sendiri pukul 13.00.  Waktu tempuh Xi’an- Tianshui sendiri kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kereta biasa. Pukul 17.00 saya sampai di stasiun Tianshui. Setelah itu saya langsung check in dan meninggalkan barang bawaan saya di penginapan. Kebetulan penginapan saya cukup dekat stasiun, berjalan kaki tidak sampai 5 menit. Awalnya saya berencana makan malam disekitar stasiun, tapi saya merasa sayang kalau sudah sampai ke Tianshui tapi tidak jalan-jalan menikmati suasana malam di Tianshui. Menumpang bus no 6 dari depan stasiun saya melanjutkan perjalan ke pusat kota Tianshui. Jarak pusat kota Tianshui dengan stasiun kurang lebih 1 jam perjalan. 
      Pusat kota Tianshui sendiri cukup ramai. Setelah makan malam, saya melanjutkan jalan2 tanpa arah. Di pinggir jalan saya melihat kerumunan orang yang sedang melihat pertunjukan wayang khas Tiongkok, dalam bahasa mandari disebut 影戏 yingxi. Lumayan dapat tontonan gratis. Dari situ saya baru menyadari kalau ternyata lusanya ada event besar di kota Tianshui, yaitu pemujaan kepada dewa Fuxi. Tidak hanya seluruh provinsi yang ada di Tiongkok mengirim wakilnya untuk datang ke Tianshui untuk mengikuti pemujaan kepada dewa Fuxi, bahkan ada perwakilan dari Hongkong, Makao dan Taiwan.
      Setelah menonton pertunjukan wayang, saya menuju ke kuil Fuxi, ternyata disana sedang di adakan latihan untuk event besar tersebut. Saya yang awalnya Cuma 2 hari 1 malam ditianshui, memutuskan untuk menambah waktu satu malam. Rencana awal di tianshui 2 hari satu malam, lalu di lanzhou juga 2 hari 1 malam. Akhirnya diputuskan di tianshui 3 hari 2 malam, dan di lanzhou hanya 5-6 jam.
       
       
       

      Tugu Kota Tianshui di depan stasiun

      pusat kota Tianshui

      kuil Fuxi
       

      Persiapan acara untuk penghormatan ke pada dewa Fuxi ( lapangan didepan kuil Fuxi)

      (影戏 yingxi: wayang Tiongkok)
       

      Day 2 Tianshui
       
      Pukul 7 saya memulai perjalan saya untuk mengunjungi 麦积山石窟 maijishan shiku (Mt Maiji Caves).Bus yang akan membawa saya ke maijishan shiku  berada di depan stasiun Tianshui. Jadi alasan utama saya untuk menginap di dekat stasiun adalah mempermudah perjalan ke maijishan shiku ini. Dengan jarak tempuh sekitar 1-1,5 jam akhirnya saya  tiba di maijishan shiku. Dari loket tiket sampai ke lokasi harus berjalan kaki kurang lebih 1-2km, namun jika enggan berjalan kaki bisa juga naik bus dengan membayar sekitar 15 rmb pp. Setelah kurang lebih 2 jam di maijishan shiku, saya melanjutkan perjalan ke 仙人崖xianrenya. Waktu tempuh dari maijishan shiku sampai  xianrenya kurang lebih 1 jam perjalan.  Setelah itu kembali ke kota tianshui.
       
      maijishan shiku
       

       



       
       
      xianrenya

       
       
       Day 3
      Saya hanya setengah hari di Tianshui, karena saya harus tiba di Lanzhou sebelum pukul 10 malam untuk melanjutkan perjalan ke kota Jiayuguan. kereta dari tianshui ke lanzhou berangkat pukul 13.07 dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Pagi- pagi sekali saya bergegas ke kota tianshui, perayaan penghormatan kepada dewa Fuxi sendiri di pusatkan di pelataran kuli Fuxi , namun, saya gak kecewa karena acaranya tertutup untuk umum, saya hanya bisa menyaksikannya lewat layar besar di jalanan. Jalanan utama menuju Kuil Fuxi di tutup sepanjang kurang lebih 1 km. Rasa kecewa saya sedikit terobati karena bisa menyaksikan panggung rakyat di sekitar kuil Fuxi. Setelah selesai melihat panggung rakyat, saya makan siang dan melanjutkan perjalanan ke stasiun tianshui untuk keberangkatan ke Lanzhou. Tiba di lanzhou sekitar 17,30. saya hanya punya waktu 3 jam di Lanzhou. setelah menitipkan barang bawaan di stasiun saya langsung menuju ke Patung Ibu dan anak yang menjadi icon kota Lanzhou dan berada di tepian sungai Kuning ( 黄河 ), lalu lanjut ke pusat jajanan di tengah kota. Setelah makan malam kembali ke stasiun Lanzhou untuk melanjutkan perjalanan ke ke kota Jiayuguan.

      Dewa Fuxi yang ada di Kuil Fuxi, Tianshui( sumber baidu)
      *saya tidak masuk ke dalam kuilnya
       
      Foto2 di Lanzhou





       
      Day 4 Lanzhou -  jia yu guan
      Dari lazhou saya menlanjutkan ke jia yu guan untuk melihat sisa peninggalan kota tua jia yu guan di sini .  KOta jiayuguan ini sepi sekali, bus kota juga cukup jarang ditemukan. Sebenarnya ada bebrapa destinasi wisata di sini, namun hanya  tembok cina jiayuguan yang bisa ditempuh dengan bus umum.Untuk ke sana bisa naik bus no 4 atau 6, dan destinasi ini ada di paling ujung.  harga tiket masuknya sekitar 120 RMB. karena areanya luas kita bisa sewa sepeda untuk keliling2 disana, bisa juga naik unta.
       
       





       
      Day 5 zhangye 
       Gunung pelangi....






       
      Day 6 - 7 Dunhuang
      Mogao Caves


       
       
      Crescent Lake




    • By itsmeu
      Haloooooo~
      Long time no see banget ga aktif di grup ini karena di tahun 2017 aku vakum backpackeran dan jalan-jalan krn satu dan lain hal,pokoknya real life di 2017 bener2 ga memungkinkan keadaanya hiks. Sampai di toel-toel kakak @deffadi thread ditanya kabarnya... btw aku baik kakk :))
      mau liat forum jalan2 takut sedih dan ngiler liat field report temen-temen semua
      Tapi tapi tapiii 2018 ini aku akan berpetualang lagiii dan baru sempet mau share field report aku.
      Jadi di awal tahun aku berencana buat refresh dr tahun kemarin, kemana aja deh yang deket yang terjangkau juga biayanya akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk ke Malaka, salah 1 kota yang dilindungi oleh UNESCO dan tentunya ke Kuala Lumpur juga.
      Ok start.
      Tanggal perjalanan: 19 – 21 Januari 2018. Jumlah orang: 4 orang
      Tiket pesawat: AA PP Rp. 669300
      Stay di: Condo Merci Summer Suites Studio. 1 malam : RM 143.1 ~ Rp 481.000 / 4 (org) = Rp 120250/orang
       
      19/01 Kita sampe di KLIA2 itu jam 14.15, begitu sampe kita langsung beli simcard HOTLINK. Note: Aku sampe cuman berdua, 2 temenku lagi nyusul sorenya dan bakal ketemuan di hotel aja
      Simcard hotlink: RM 30. Dapet pulsa RM 13 dan kuota 3 gb, nahh tipsnya kita harus donlot aplikasi Hotlink RED di playstore. Nah di bagian internetnya, jangan lupa klik CLAIM. Disana kita bisa claim paket social dan chat (kalau ga salah inget). Nah sebagai anak yg suka instastoryan dan tau kuota IG itu gede maka pilihan jatuh di paket social. Wa sama line mah ga gitu makan kuota dan udah punya kuota 3Gb kan tadi, cukuplah.
      Abis itu proses imigrasi berjalan dengan lancar, kita turun ke Lt. 1 buat beli tiket bus KLIA2-KL Sentral.
      Tiket bus KLIA2-KL Sentral Aeorobus RM 9 jam 15.00
      Abis itu cari makan dulu. Makan murah banyak di KLIA2 ada di... yes.. NZCurry dong, tau dari forum sini juga. NZ Curry ada di lantai 1 ya, deket loket bus-bus ke KL. Krn brangkatnya jam 15.00 kita take away aja, udah sore banget soalnya.
      Nasi briyani, telor dadar, ais teh tarik RM 11 kalau pake sayur + RM 1

      Jam 15.00 kita masuk bus, jalan tol lenggang dan hujan sedikit deras. Mendung. Wah rencana ke Genting kayaknya ga bisa terlaksana nih, soalnya perkiraan kita sampe KL sentral pasti jam 16.30an,nanti baru berangkat jam 17.00 walah,, sampe genting udah gelap mau liat apaa? Lagian masih dalam renovasi juga kan untuk pembuatan themepark 20th century fox itu. Yaudah pending besok.
      16.45 Sampe KL Sentral, jalan ke ujung arah sevel, naik 1 lantai trus ke pojok kiri, cari counter Go-Genting. Bener pemberangkatan selanjutnya jam 17.00 , bener prakiraan kita jd kita pending besok pagi aja,lagian genting bukan tujuan utama kita kok.
      Jadi kita lanjutin check in hotel dulu, dari KL Sentral, naik LRT ke arah Dan wangi. Turun di Stasiun Dan Wangi. (LRT RM 2)
      Dari LRT Dan wangi, jalan lurus aja lewatin KL Tower sampe ke daerah bukit nanas. Sampe di condo kita, wah condo ini rekomen bangeeeeeet, bersih, lengkap, murah dan terrace viewnya adalah KL Tower yang cantik banget kalau malam hari.
       

      Sampe kamar istirahat bentar sambil makan nasi briyani yang tadi dibeli, duhh emang enak bgt nasi briyani di malaysia, ga tau beli nasi briyani yang rasanya pas gini klo di jakarta di mana? Hmm
      Lanjut, langit udah mulai mendung tapi ga hujan, jam udah pukul 18.00,kita cus langsung ke central market. Ini cuman 1 stasiun dari stasiun dan wangi.
      Jam 18.30 Oiya karena kita udah pernah ke KL sebelumnya jadi di central market ini udah ga buta buta amat hahaha, langsung ke toko oleh-oleh makanan yg penjualnya orang surabaya.

      aku beli teh tarik chekhub RM 15 isi 30, milo cube RM 10 isi 20 dan kuruku ikan (ini ciki enak lohh) RM 10
      Selesai belanja, jalan jalan bentar ke kasturi walk mau mampir ke sevel (kangen sevel yang udah tutup di indo haha), beli es krim milo (yg waktu itu blom masuk indo juga). Abis makan es krim sekitar jam 19.30 kita cus ke stadium negara.

      Btw kita ga ada schedule di itin malam ini karena ga jadi ke genting, so... karena kita berdua itu kpoper (lol) dan pas di bus ke kl sentral kaget kalau hari ini itu dedek2 gemes Wannaone konser di stasium negara (omg omg, kirain besoknya) so jadilah kita mau stalking hahha
      Dari stasiun central market naik monorail ke hangtuah (harusnya), kita malah turun setelah hangtuah dan itu stadium merdeka tempat orang main bola haha jadi balik lagi 1 stasiun ke hangtuah. Rugi deh RM 2 haha.
      20.30 Sampe hangtuah, kita tinggal nyebrang jalan kaki ke stadium negara, wuaaaa rame seperti biasanyalah konser kpop. Kocak, dadakan gini..pingin stalking sampe nungguin dedek2 wannaone keluar, biasanya jam 22.00 konser palingan udah kelar. Tapiiii ini jam 22.00 baru mulai waiiit what? Ternyata karena di dalam ricuh dan banyak yg pingsan, konser ditunda 1 jaman, jam 22.00 baru mulai kelar jam 23.00 dong, yaudah deh berhubung kita ga ngefans-ngefans banget akhirnya kita berencana balik ke hotel aja buat istirahat, besok perjalanan masih panjang. Cuman kalau itu idol lain yg kita ngefansnin pasti sih dijabanin buat nunggu wkkwkw
      Hasil stalking dadakan

      23.00 sampe hotel dan sudah ada 2 teman kita yang baru sampe hotel jam 21.00 karena kesasar naik LRT (lol), menikmati pemandangan KL Tower akhirnya tertidur. Walaupun tidurnya juga diatas jam 01.00 yang penting tidur.
      End of the day 1
      20/01 jam 05.30 udah bangun semua, yg sholat udah selesai, yang mandi juga udah siap. Tapi ga tau kenapa keluar hotel itu jam 06.15 ya... hemm. Sarapan beli nasi uduk di depan jalan hotel, ini yang jual juga orang indo jadi dapet porsinya banyak banget. Kita mau menuju KL Sentral nih.
      06.00 KL sentral, cek loket genting lagi, jam 07.00 baru buka trus pikir2 lagi ke genting ga yah?? (emang udah pada ga niat ke genting sih ini orang-orang), akhirnya ga jadi hahah.
      Oiya sebelumnya kita titip tas dulu di kl sentral, depan loket genting ada loker gitu. Loker canggih dah, perlu face scan buat buka kuncinya. Kita sewa box yang gede buat 4 tas.

      Locker box besar 40 RM-sekali buka
       06.30 Kita langsung naik MRT ke Batu Cave.
      07.30 Sampe batu cave, wuahh lagi rame banget, ternyata lagi hari suci budha apa gitu namanya. Foto foto, sambil nungguin temen yang naik tangganya yg panjang itu buat liat kuil, ak jalan-jalan sama temen yang ga naik, ada kuil hanoman, dewi sinta dll. Mau beli manisan-manisan india tapi takut ga doyan, nyobain kue ternyata ga doyan jadinya ga beli

      Jam 08.30 kita balik ke KL Sentral trus naik MRT ke terminal TBS.
      -continue-
       
       
       
       
       
       
       
    • By Fath17
      (SHARECOST) (CARI TEMAN) Explore Sumba 03-09 Mei 2018
      :iloveindonesia Salam Backpacker, :travel  
      Halo agan dan aganwati semua.. :malu 
      Ane mau ngajakin Backpacker jelajah Sumba nih gan. :travel 
      Start 03 Mei dari Waingapu-Sumba Timur perjalanan berujung di Tambolaka-Sumba Barat.
      Untuk sementara kita sudah ber 2 cowok masih nyari sekitar 3-4orang, biar cukup 1mobil.
      Rencana kita akan explore Sumba Timur -+2-3 harian ya gan. Kita keliling menggunakan mobil/motor sewa dari warga sekitar biar bisa sampai ke tempat-tempat terpelosok sekalipun dan bebas tanpa batas waktu. Feel free guys...
      Setelah puas di Sumba Timur, kita menuju Sumba Barat, bisa menggunakan public transport atau sewa mobil gan.
      Di Sumba Barat kita jga akan Explore menggunakan mobil/motor gan, alasannya ya sama kaya sebelumnya gan. :2thumbup Hehehehe....
      So, buat agan/aganwati yg ada rencana di tanggal itu silahkan gabung, ini murni SHARE COST & FIX BERANGKAT yah karena kita sudah issued tiket :ngacir2 
      Bagi yang berminat silahkan inbox ya gan..
      Atau
      WA : 0857-3156-3466
      Phone : 0822-1089-9919
      Phone: 0877-8109-1999
    • By Tarmizi Arl
      Haiiii... udah lama gak nulis :)
      .
      Mau sharing pengalaman terbang ke Manila bulan lalu...
      Berbekal tiket promo dari Air Asia 900rb PP Jakarta-Manila, tanpa pikir panjang gue langsung pesen untuk perjalanan 19-22 Februari kemarin.
      Manila mungkin belum begitu jadi favorit banyak orang, tapi gue sendiri memang dari 3 tahun lalu tertarik dengan Filipina termasuk Manila, sejak lihat foto-foto beberapa bangunan bergaya eropa yang ada disana. Apalagi tahun lalu lagi tren drama tv Filipina, eh makin semangat deh buat kesana. Ntah kenapa suka aja ama budaya, bahasa, dan orang-orangnya.
       
      Hari 1
      Jadwal keberangkatan senin tanggal 19 Febuari jam 11 siang dan sampai Manila jam 4 sore waktu Manila (Waktu Manila lebih satu jam dari Indonesia). Sesampainya disana, seperti biasa ditanya-tanya di Imigrasi terutama tinggal dimana. Agak alot karena kami baru pesan untuk 1 malam, sedangkan 2 malam selanjutnya emang belum pesen karena mau lihat kondisi.
      Bandara Manila bernama Ninoy Aquino. Bandaranya gak begitu besar tapi pada saat sampai, kita akan disambut deretan pameran kebudayaan di Filipina.

      Pameran budaya di terminal kedatangan Bandara Ninoy Aquino Manila
       

      Area kedatangan bandara

      Loket Taksi bandara
       
      Tujuan pertama kami langsung ke Mall of Asia terlebih dahulu. Kok Mall? Iya, karena berdasar info, Mall of Asia (MOA) ini sempet jadi Mall terbesar di asia, dan berhadapan langsung dengan laut gitu dan ada alun-alun untuk bersantai dengan banyak wahana.
      Untuk keluar bandara, kami pilih naik Taksi. Dari pintu keluar kedatangan, belok kanan. Lurus aja sampai lihat tanda antrian Taksi. Nah disana kamu tinggal duduk dan antri sampai giliran kamu naik. Perjalanan dari bandara ke MOA sekitar 30 menit dengan argo hanya sekitar 150 Peso (Rp45.000). Oh ya, Mata uang Filipina itu Peso ( 1 Peso = Rp300 ;  maret 2018 ) Tapi gue sendiri kemarin tuker banyak duitnya justru di Bandara Soetta, harganya jadi lebih mahal 1 peso = Rp350. Padahal pas nukerin duit di Bogor, ya Cuma Rp 300 itu. Lumayan loh 50..hahaha...
      .
      Singkat cerita tibalah kami di MOA. Ternyata di samping MOA ini ada juga SM Arena, satu Hall besar tempat biasanya konser-konser internasional berlangsung.
      Seperti halnya mall besar, MOA memang sangat semarak. Dan memang gede sih kayaknya. Kebetulan udah rada malem dan belum makan, jadilah kami pilih nyari makan dulu. Gue udah ada tujuan yaitu Jollibee. Francise kyk KFC gitu tapi asli Filipina. Jollibee ini terkenal banget di Filipina, gak bakal susah cari Jollibee di Filipina terutama Manila.
       





      Ternyata gak salah kalo jadi favorit. Menunya beragam dan dari yang gue coba di hari pertama itu memang enak. Gue lupa namanya apa, tapi gue pesen nasi + kayak steak beef gitu. Bumbunya asin manis. Meskipun gak pake sambel, tapi masih cocok di lidah kok.. Apalagi kalo ada sambel sih.. pasti lebih wow. Untuk ayam nya sendiri memang biasa aja. Kalau disuruh pilih, gue masih suka ayam KFC ama AW lah. Tapi menu lain? Jollibee juara. Sekali lagi, beragam ! jadi gak bosen. Dari 3 hari di Manila, 6 kali makan berat, 5 kali nya makan di Jollibee. Ya, selain emang mau nyoba banyak menu juga karena MURAH PARAH. Satu paket nya itu  rata-rata cuma sekitar 70-100 peso. Berarti Cuma 20-30 ribuan doang. Gimana gak kalap?
      .
      Lanjut ! abis makan, mampir dikit ke SM By the Bay yang berada tepat di depan MOA. Disana memang cukup ramai dan banyak wahana rekreasi termasuk bianglala. Tapi karena masih hari pertama, kami santai-santai aja dulu disana.
      Gak lama, langsung cari taksi buat ke penginapan. Kami pilih penginapan di daerah Malate, namanya Wanderers Guest house. Pesen di Traveloka Cuma 190ribuan rupiah/malam. Jaraknya gak begitu jauh juga dari MOA, sekitar 30 menit udah sampai. Tarif taksi yang kami bayar juga cuma 120 Peso (36ribu).

      Untungnya lokasinya sangat strategis, rame, gemerlap, banyak toko dan minimarket. Jadi gak bakal susah kalau malem mau keman-mana. Untuk penginapannya sendiri karena ini Backpacker Hostel, jadi ya sebagaimana harga. Kamar mandi pun sharing. Tapi untuk sekedar tidur, masih oke kok. Apalagi ada cafe juga diatasnya, pemandangannya langsung gedung-gedung tinggi, jadi justru kelihatan menarik.

      Pemandangan dari cafe di Wanderers guesthouse
       
      Hari 2
       
      Kami memulai perjalanan menuju Intramuros. WAJIB ! . ini destinasi wajib liburan ke Manila. Intramuros itu kayak kota tuanya Manila. Intra (didalam) Muros (Benteng). Ya, karena memang kota tua nya dikelilingi oleh benteng.
      Awalnya kami jalan kaki berbekal Google Map. Trus naik Jeepney (angkotnya filipina) dan turun di Rizal Park. Sebelum ke Intramuros, kami akhirnya terpincut dulu buat menikmati kawasan Rizal park. Awalnya gue pikir Cuma ada monumen doang, ternyata disini jadi kawasan taman kayak Monas gitu. Jadilah lumayan lama disana.
       

      Kawasan Rizal Park

      Rizal Monument
       
      Selesai foto-foto, barulah jalan lagi ke arah Intramuros. Di jalan ada becak nawarin jasa. Disana namanya Padyak. Dia nawarin jasa keliling Intramuros sekaligus jadi guidenya. Tarifnya 300 Peso. Semua wilayah bakal didatangi katanya. Tapi gue pikir buat keliling sendiri aja biar puas foto-fotonya. Tapi karena pengen juga nyobain naik Padyak, akhirnya kami naik buat diantar sampai ke Gereja di Intramurosnya aja. Tawar-tawar, dia kasih harga 80 Peso (24ribu). Akhirnya kita naik Padyak, dan ternyata memang cukup jauh sih kalau jalan kaki.

      Sampai di Gerbang Intramuros. Masuk sedikit langsung disambut bangunan megah khas arsitektur Eropa. Itu adalah Manila Cathedral. Karena bagus dan fotoable, jadilah gue lama foto-foto di sana. Menariknya, wisatawan juga boleh masuk gratis. Yang Kristiani bisa juga ikut ibadah yang rutin diadakan tiap jam, sedangkan yang tidak bisa melihat-lihat dari belakang.
       

      -
      Disambung nanti ya J
       
       
    • By Gulali56
      Sambungan dari post : http://forum.jalan2.com/topic/15045-fr-shanghai-hangzhou-beijing-part-1/
       
       
      Day-5 –Beijing: Zoo Market & Wangfujing
       
      Kereta kami tiba di Beijing South Railway Stn sekitar jam 9pagi.Temperatur di Beijing itu 10derajat lebih rendah dari di Shanghai alias 2 derajat Celcius.  Di Stasiun Beijing South ini pilihan restaurantnya cukup banyak, beberapa malah sama dengan stasiun di Shanghai. Tapi kalau pagi rata-rata hanya menyediakan menu bubur atau mie.

       
      Setelah sarapan, kami segera melanjutkan perjalanan menggunakan subway yang connected railway stn menuju  ke hotel kami. Subway di Beijing tiketnya hanya CNY 2 jauh-dekat. Maka dari itu kalau saya perhatikan, dibeberapa stasiun mesin tiketnya banyak yang out of service dan menggunakan loket untuk pembelian tiket,mungkin karena gak terlalu ribet. Tinggal kasi tau mau beli berapa banyak. Kalau gak bisa mandarin tinggal tunjukin jari saja mau berapa.
       
      Hotel kami ini terletak tak jauh dari exit Dongsi Stn. Petunjuk di Agoda sih bilangnya Cuma exit C. Ubek-ubek di review nya gak ketemu belok kiri kanannya. Tapi akhirnya setelah nyasar kanan kiri akhirnya berhasil juga check in di hotel 161 yang lagi-lagi di “upgrade†(review hotel di http://forum.jalan2.com/blog/287/entry-840-review-161-hotel-beijing/ ).

      Cek di accuweather.com perkiraan besok range nya 0 derajat sampai dengan -7 derajat. Mateng. Maka kami pun deviasi shopping aja cari jaket dan sweater buat besok. #alesan.com
       
      Berdasarkan browse di blog blog, kami pun ke DongWuYuan Fuzhuang ShiChang  atau Zoo Market. Hasil baca di blog-blog, Zoo market ini tempat grosiran,kalau di Indo setara Pasar Pagi Mangga Dua lah.  Dari pasar ini lah kononnya sumber barang-barang yang dijual di Silk Market, Wangfujing dll. Dengan kata lain, lebih murmer dan gak perlu nawar pake urat. Tapi bukan untuk turis alias gak bakalan deh ketemu kaos-kaos “I Love Beijing†, magnet dan souvenir lainnya. Dan jangan harap mereka bisa bahasa inggris.
       
      Kami naik subway turun di Xizhimen Stn (Line 2/4/13) keluar di exit D. Dari exit langsung ambil kanan, nah pertokoan gedung-gedung grosiran ini ada dibelakang exit D. Zoo market ini ada beberapa yang terkenal, yang paling murah katanya Julong Foreign Trade Market (èšé¾™å¤–贸市场) .Berhubung hari itu hari minggu kami pun memilih Shiji Tianle (世纪天ä¹) yang lebih mahalan sedikit tapi lebih sepian.

       
      Toko disini itu buka dari jam 6pagi sampai dengan jam 4.30 sore saja. Rata-rata harga disini memang murah. Puffed vest tanpa lengan yang kalau di Zara yang labelnya made in China Rp 499,000 disini start on CNY 50 atau Rp 100ribu saja! Saya hampirrr mo beli (lagi) warna biru, secara saya punya tuh si Zara asli itu warna merahnya beli diJakarta. Karena sudah murah, barang-barang disini susah ditawar. Saya beli outer tebel banget dan bermotif ala Zara dari harga CNY138 Cuma bisa ditawar jadi CNY 135.hahaha. Tetep sih saya tau di Zara harganya diatas 800ribuan.
       
      Oiya disini memang tanpa merk ya,asli merk China.Gak ada sok-sok-an merk apaan. Kalau yang murah-murah saya lihat ada di lantai 1 nya. Sebagai perbandingan yang pernah liat winter jacket made in China yang semurah2nya di ITC  seharga Rp 300-400ribu semua disini harganya CNY 50-80. Maap gak ada foto,secara kami fokus belanja. Jaket yang lebih fashionable  adanya di lantai 2 dan 3 tapi harganya lebih mahalan yaitu sekitar CNY 250-650. Balik ke hotel tentengan udah banyak ajaaa.
       
      Karena gak mau terlalu capek untuk besok Great Wall, kami memutuskan ke Wangfujing cari makan. Karena sotoy dan termakan kata-kata orang lokal yang bilang ini deket dari hotel bahkan menurut subway juga cuma beda 1 stop-an doank,kami pun jalan kaki diantara kencangnya angin malam di suhu -2 derajat Celcius ini ternyata sejauh 2-3km dari hotel.Pokoknya gak sampai-sampai deh.Jujur mendingan naik subway.

       
      Wangfujing ini terkenal dengan deretan upscale mall nya,dan tempat pasar malam jualan gorengan laba-laba, kalajengking,dll. Saya sih gak nyobain, malah beli dimsum seharga CNY 15 dapat 8 biji, padahal di Shanghai aja dapet 15pcs deh tuh. Dan karena dingin gila,ya angetnya cuma semenit tuh makanan. Herannya kita masih beli mie goreng yang langsung dingin kurang dari 2 menit seharga CNY 30. Dan sup daging CNY 50!! Padahal Ajisen Ramen aja cuma CNY 35. Salah kita juga sih gak tanya harga dulu langsung pesen aja.


       
      Saking keselnya kita masuk ke mall terdekat entah namanya 4PM atau APM ngangetin diri dan makan shabu-shabu yang seporsi berdua Cuma CNY 44 aja kenyang, hangat,nyaman! Later on baru tau Xiabu Xiabu yang kita makan ini memang terkenal ,dan cabangnya ada dimana-mana,salah 1 nya 20meteran dari hotel kita pun ada.Hahaha..
      Sebenarnya Wangfujing ini ada subway stn nya tapi sejauh mata memandang tidak ada lambang subway.Jadinya jalan kaki lagi balik ke hotel .
       
       
      Day-6 –Beijing : Great Wall
       
      Great wall itu ada beberapa section, salah 1 section yang mudah dicapai adalah Badaling. Berdasarkan yang kami baca, Badaling itu bagian dari Great Wall yang paling banyak fotonya di majalah-majalah karena sisi great wall yang katanya bagus dari segi pemandangan dan komplit dengan sisi militer. Entah apa maksudnya. Yang pasti untuk ke Badaling ada 2 cara, naik kereta khusus dari Beijing North Railway Station yang berada  500mtr dari exit Xizhimen Stn exit A dengan kode kereta S2 ataupun naik bis 877 dari Deshengmen Bus Station yang terletak 500mtr dari Jishuitan Stn Exit A.
       
      Berhubung kalau naik kereta interval nya 2 jam sekali (07.26/09.33/11.08,dst) kami yang baru keluar kamar jam 9 akhirnya memutuskan naik bis  877 saja.
       
      Seperti biasa keluar dari Jishuitan Stn Exit A. Kita tercengang dengan petunjuk kalau ke Deshengmen itu ke arah timur.Nah nengok ke langit timurnya gak ke kiri-kiri amat.Halah. Terus teman saya yang bisa mandarin tapi buta arah/peta itu pun belok kanan.Hahahaha.. Untungnya di ujung kanan ada semacam tourist information ,dengan keterangan mau ke Badaling naik bus 877 ke arah kiri plus panahnya segede gaban. Tetep aja liat ada petugasnya, kita masih tanya lagi. Dibilang ya memang ke arah kiri aja ikutin jalan,jangan nyebrang-nyebrang sampai keliatan Deshengmen Arrow tower.

       
      Kalau mengikuti jalan memang ada papan petunjuknya walau tetap gak ada perkiraan jauhnya seberapa meter.Dan ternyata yang namanya Deshengmen Arrow tower itu ya bangunan China yang gede gitu kayak benteng, ih mana tau ya kirain namanya menara ya ramping lah bentuknya.

       
      Jadi persis di samping gedung itu ada sekumpulan bis-bis putih ijo dengan plang plang halte stop-an berikut nomer bis nya. Halte 877 itu terletak dibaris ke-2 sebelah kiri. Katanya sih disekeliling bakal ada agen-agen yang bakal misleading ngaku-ngaku bis 877.Hari itu gak ada tuh. Untuk mengenali bis ini selain ciri warna putih ijo, layar elektronik tulisan 877 dikaca depan ,didalam bis itu ada mesin tap nya bagi yang punya Transportation Smart Card harga one way nya cuma 4.8yuan.Sedangkan cash nya 12yuan/one way. Disana juga ada bis 919 dan 880 ke Badaling juga katanya sih direct ke cable car stasiun. Tapi berhubung petunjuk dari tadi cuma nunjukin 877 ,kita pun naik 877.

       
      Tiket bis dibeli di dalam bisnya, akan ada 2 petugas wanita yang akan memberikan tiket bis setelah kita bayar. Perjalanan memakan waktu sejam dengan 1 guide di bis memberi sejarah singkat dan pemberitahuan dengan bahasa mandarin tentang Great Wall. Salah 2 yang teman saya translate kesaya,dia mengingatkan untuk tidak berlama-lama mendaki Great Wall di cuaca saat ini, karena suhu sangat dingin (hari itu dikabarkan -7), bahkan katanya dulu sempat turun salju karena dinginnya) dan bis terakhir dari Badaling yaitu jam 16.30 selebihnya akan sangat mahal menyewa kendaraan kembali ke kota. Jujur sempet jiper juga.
       
      Setiba di parkiran Great Wall,anginnya beneran bikin gila. Rasanya tidak minat turun dari bis yang menggunakan penghangat itu.Akhirnya kami lari-lari menantang angin ke deretan toko untuk membeli masker muka seharga 10yuan.Bah, di Indo kayaknya cuma 15ribu perak dan tebal pula kainnya. Yang saya heran disini gak ada yang jual ski mask gitu ya? Penutup muka yang cuma keliatan matanya aja itu yang suka dipake maling-maling, padahal dengan kencangnya angin pasti enak banget tuh ketutup semua pori kulit. Haha..tapi ya gak kece ya foto-foto ya.Disini adanya dijual topi bulu yang nutup kuping warna ijo army ala militer china yang lagi perang pas winter.Entah harganya berapa gak minat juga.
       

      Setelah sarapan overpriced di resto parkiran seharga 45yuan dan tempel penghangat disekujur badan dan telapak tangan, kami melanjutkan ke entrance Badaling, yang ternyata masih berjalan menanjak dari parkiran bus.Belum entrance aja udah ngos-ngosan dan beku kedinginan.
       
      Harga tiket Badaling Great Wall adalah 40yuan. Setelah masuk di dalam langsung ada keterangan ke kiri dan kanan, kami bingung mau kemana akhirnya milih sisi kanan.Karena lebih ramean. Pemandangan memang bagus bangettt dari sini, nanjaknya belum seberapa, tapi kami dengan bodohnya tetap berfoto tanpa keliatan muka begini.
       



       
      Later on kata kakak saya yang beberapa tahun lalu kemari, dia bilang dia cuma foto-foto di tower 1 terus pulang. Tapi kami dengan bloonnya foto kayak begini sampai tower 4.Justru tower 4 itu kalau buat berfoto kurang oke karena kelok temboknya kurang keliatan. Ruginya penderitaan menanjak dengan kemiringan 70derajat dari tower 2 ke 4.Sampai sekarang sepet liat hasil foto-fotonya.

      Dari tower 4 kami melihat ada tulisan sliding car.One way 80yuan, two way 100yuan. Jiahh..Padahal dari parkiran bis kita ada lihat nih loket sliding car.Tau gini dari awal naik sliding car aja shortcut ke tower 4.

       
      Sliding car ini muncul di Zoo apalah itu yang sebelahan sama parkiran bis persis.Ditotal-total kami mendaki ternyata Cuma 2 jam. Ketauan banget kurang olahraga.
       
      Sepulang dari great Wall teman saya insist balik ke hotel ganti celana.Padahal waktu mepet. Rencana kami mau pergi ke Temple of Heaven di Tiantandongmen Stn exit A. Bener aja sampai Temple of Heaven sudah jam 4.30 sudah tidak boleh masuk lagi.Dan memang di winter , jam segini memang sudah gelap banget.Daripada sia-sia kami mencoba ke plaza terdekat dari situ sekalian menghangatkan diri.
       
      Entah namanya apa, tapi didalamnya mengingatkan saya seperti toko di ITC tapi harga bule.Alias powerbank 8000mah harganya 120yuan.Kalau saya lihat sih rata-rata overpriced,cuman memang disini rata-rata bisa bahasa inggris walau tidak lancar-lancar amat.Lantai 2 nya jualan tas KW yang lebih overpriced lagi. Michael Kors dibandrol 1000yuan. Dari jauh saja udah keliatan kualitas KW nya.Kelihatannya ditempat ini berlaku hukum ngotot nawar. Berhubung duit udah habis di Zoo market dan gak bisa nawar kami lanjut balik ke hotel untuk belanja di Wu mart di exit B Dongsi Stn lalu lanjut makan Xiabu Xiabu favorite kami.
       
      Day-7 –Beijing : Tiananmen Square-Forbidden City-Summer Palace-National Stadium
       
      Karena hari ini hari terakhir,jadwal kami padat banget. Pagi-pagi setelah sarapan didekat hotel, kami segera ke subway exit Tiananmen East Stn. Baru mau keluar sudah langsung diperiksa ID/Passport ,karena keluar exit ini memang sudah pelataran Tiananmen. Dari exit ke kiri sudah kelihatan National Museum dan antrian panjang di Tiananmen Square seberang National Museum.Entah kenapa kami skip masuk ke Tiananmen Square yang lapangannya sudah ¾ penuh turis itu. Cuma foto-foto dari sebrang, lalu kami langsung menyebrang kearah Forbidden City yang jam 8.45pagi masih terlihat sepian pintu masuknya.Ternyata pas masuk gerbang memang sudah crowded. Setelah membayar tiket 40yuan. Kami langsung sibuk berfoto-foto dipeninggalan dinasti Ming ini.




       
      Karena dasar dikejar waktu, jam 11 kami entah kenapa sudah keluar dari Forbidden city dan entah kenapa sotoy bukannya jalan kaki balik ke Tiananmen Stn yang dari pintu keluar petunjuknya  1.8km tapi malah menuju panah ke Wangfujing Stn 1.2km yang memang beda 1 stn dari petanya.Padahal sebenarnya di komplek ini masih banyak lho yang belum dieksplor.
       
      Dan seperti biasa, yang tadinya papan petunjuk terlihat banyak tiba-tiba bbrp puluh meter kemudian hilang semua petunjuk ke subwaynya. Dan taunya setelah berjalan seabad lamanya kami malah bertemu Dongsi Stn line 6 stasiun tempat hotel kami. Gubrakkk..entah brp kilometer kami telah berjalan.Yang pasti kaki udah engklek.Karena sudah hari terakhir kami langsung lanjut ke Summer Palace.
      Summer palace ini terletak di jalur subway line 4 bisa keluar di Beigongmen Stn ataupun Xiyuan Stn. Karena memang letaknya cukup jauh, kami turun di Xiyuan yang 1 stasiun lebih cepat saking bosennya di subway.Dari exit C2, sebelah kiri kami malah ada plang Yoshinoya, liat kiri kanan gak jelas palacenya dimana,peta juga gak jelas nulis apaan, akhirnya kami makan dulu di area Starry Street.

      Starry street ini semacam komplek restaurant ,dari Burger king, Yoshinoya, Ajisen Ramen , dll. Setelah makan siang di Ajisen ramen kami dikasi tau arah ke Summer Palace. Ternyata dari exit C2, belok kiri ikutin jalan di Starry Street itu terus nanti ada plang Summer Palace, baru nyebrang, terus ikutin jalan karena sebenarnya tembok nya itu kayaknya sudah area Palace.

       
      Setelah jalan kaki gak sampai-sampai yang kurang meyakinkan, kami akhirnya ketemu pintu masuknya. Di komplek pintu masuk banyak guide guide nawarin jasa.Bah tadi pas kami nyasar-nyasar kemana aja situuu.. Biasanya sih paling gampang kita tepatnya saya yang ngusirin dengan alasan “only speak English†eh malah nemu 1 guide lancar banget inggrisnya yang bilang di guide resmi sambil nunjukin name tag.
       
      Dia nawarin,kalau beli di dia, tiket terusan yang di loket dijual 50yuan/org bisa dibeli 40yuan. Dasar cewe ya, kita minat donk, tapi kok lucu, petugas di sekitaran loket itu seperti pengen tau kita bicara apa dengan si guide ini dan si guide ini juga tampak kucing-kucingan dengan si petugas. Tapi mungkin karena si guide ngoceh panjang lebar pake bahasa inggris, si petugas jadi tidak bisa menangkap basah.Diantara ocehan yang tadinya berkesan hemat, kok malah mentok-mentok bayar 180yuan berdua. Pokoknya aneh deh. Karena terlalu janggal dan juga kita bokek dan si guide sempet kabur karena diusir petugas tadi, akhirnya kami langsung ke loket. Eng ing eng kasi selembar 100yuan malah dikembaliin 60yuan alias tiket masuk cuma 20yuan/orang.Padahal kami pikir mau beli tiket terusan.
       

       
      Karena bingung dan mau hemat juga ya sudahlah kami langsung masuk saja.Temen saya bilang salah 1 petugas sempat bilang,kalau guide-guide itu ngerjain turis saja kerjaannya. Jujur sampai sekarang kita masih gak ngerti itu scam apaan.

      Ternyata di dalam cukup sepi,tepatnya kita gak tau itu apaan. Haha. Kayak bangunan palace kecil diForbidden city. Malah banyakan guide ketimbang pengunjung. Ternyata pas ngikutin arah panah ke balik temboknya, ada danau guedeee nya minta ampun. Air danaunya sudah membeku menjadi es, dengan pepohonan yang sudah meranggas, tapi somehow tetap cantik banget. Gak kebayang kalau datang pas autumn atau summer cantiknya seperti apa.
       




       
      Summer palace basically pelipur lara kami karena dulu cuma numpang lewat di West Lake Hangzhou. Setelah hampir 2 jam rasanya kami belum sampai ½ nya, setelah hampir 5km berjalan kaki (lebay) kami ketemu pintu masuk/keluar .Kelihatannya kami tadi masuk dari East Gate nah sekarang semestinya keluar di North Gate. Kayaknya lho. Tapi ya gak tau juga, karena semestinya kalo memang benar ini North gate semestinya dekat dengan pintu subway Beigongmen. Somehow nanya kakek-kakek yang fit banget jalan sorenya, dia nunjuk arah yang kita jalanin saja, intinya dari gate apalah itu kita nyebrang jalan,ikutin jalan di tembok yang saya curiga sebenarnya arah balik menuju Xiyuan stasiun. Kecurigaan saya terbukti setelah melewati 1 lampu merah dan belok kiri, langsung keliatan Starry street tempat kami makan tadi.Arghhhh….tau gini mending jalan balik lewat dalam aja lebih cantik pemandangannya.
       
      Diantara ketergesaan kami, sudah jam 4kurang, kami masih maksain ke Temple of Heaven lagi. Dannn karena jauhnya lokasi Summer Palace, sampai Temple of Heaven pas jam 4.25, hahaha.. gagal maninggg.. Akhirnya mencoba ke National Stadium yang kalau malam lampunya cantik.Dasar nasib, naik subway turun di Olympic Sport Center Stn, pintu keluar ke National Stadium yang exit B1 dan B2 ditutup karena ada perbaikan jalan. Tapi dengan super sotoynya padahal petugas nya bilang naik aja 1 stasiun lagi, kita malah keluar di D daaaann mencoba berjalan kaki ke National Stadium.
       

       
      Ternyata dari exit ini ada highway yang tak mungkin disebrangin saking besarnya dan ramenya traffic nya.Lebih sotoynya lagi kami tetap berusaha mencari exit B dari luar. Dan akhirnya kami pun berjalan kaki berkilo meter jauhnya dijalan yang sepi mengitari Olympic sport centre , yang kami curiga lebih besar dari Gelora Bung Karno, padahal saya aja dari pintu 1 Senayan ke JHCC naik ojeg 15ribu. Selain jauh jalan ini pun sepi sehingga kami mulai berpikir apakah kami akan diculik disudut-sudut gelap nan sepi ini dan diambil organ vitalnya. Well at least we’re not that young and fit to be a donor. Derita banget deh.Mau balik arah,nanggung, akhirnya kami terus saja jalan. Diantara penderitaan 1 ½jam jalan kaki gak penting ini, kami liat alat alat olahraga diluaran seperti angkat beban,dll, dan nampaknya ada orang lagi olahraga di alat itu di winter ini. Sadis.Anyway gak ada foto karena tangan sudah beku.
      Akhirnya kami sampai juga di exit kami semula, langsung balik karena kaki sudah kram dan gemeteran    dan makan di dekat hotel untuk setelah itu packing karena flight kami jam 7 pagi.Selesai juga petualangan kami di China.


    • By Daniel0705
      Huangshan/gunung huang/gunung kuning di provinsi anhui,merupakan salah satu gunung tercantik di china. Jika sudah mendaki gunung huang anda tidak perlu lagi mendaki ke gunung lain di china.
       
      Untuk mencapai anhui bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan kereta api dari berbagai kota besar di china seperti beijing, shanghai,dll, berhenti distasiun huang shan, atau mengunakan pesawat terbang.
       
      Gunung huangshan merupakan destinasi utama untuk orang lokal, hindari bepergian disaat libur maupun akhir pekan karena akan sangat padat. Fasilitas jalan untuk mendaki gunung huang ini sangat baik, jangan bayangkan mendaki gunung di china seperti gunung diindo, fasilitasnya disini jauh berbeda.
       
      Tidak perlu membawa tenda untuk bermalam karena banyak penginapan disini, tentu dengan harga yg cukup mahal, kurang lebih 200rmb permalam. Lalu jika anda tidak mau cape , bisa naik turun gunung dengan gondola dengan tarif sekitar 80rmb sekali jalan.

    • By Daniel0705
      Perjalanan solo backpacker 4D3N
      Zhang jia jie terletak di provinsi hunan. Dari changsha, ibu kota provinsi hunan ke kota zhang jia jie bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan bus maupun kereta, dan jalur udara mengunakan pesawat terbang. Saya sendiri start dari fuzhou mengunakan pesawat sampai ke changsha lalu lanjut penerbangan ke zhang jia jie. Jika buka masa liburan seperti bulan april ini, tiket pesawat dari changsha ke zhang jia jie pp hanya 504 rmb. Pesawat yg dipakai dari changsha ke zhang jia jie adalah pesawat kecil, mungkin hanya memuat 50puluhan orang. Saran saya untuk solo backpacker adalah minimal bisa bercakap2 hal2 sederhana dalam bahasa mandarin. Saya hanya bercakap2 dalam bahasa inggris dengan petugas hostel dan lainnya harus memakai bahasa mandarin. Lalu transportasi umum dizhang jia jie juga kurang baik, karena disetiap pemberhentian bus, tidak diberi tahu sudah sampai halte mana, jadi anda harus bisa kira2 atau minimal bisa baca nama jalan disana.
      Pengeluran
      tiket taman nasional zhang jia jie 3hari 248rmb
      百龙天梯 lift outdoor sktr 78rmb
      cable car di tn zhang jia jie sktr 70rmb
      kereta listrik di tn zhang jia jie pp 50rmb
      Tiket tian men shan sekitar 258rmb
      Berikut saya bagikan foto2 saya di zhang jia jie...