Ahook_

Aku Berhasil Taklukan Tibet.

24 posts in this topic

Tanggal 4 Mei 2017.

 

IMG_20170519_172722_936.jpg

Pemandangan sepanjang perjalanan seperti ini...

Iya, akhirnya aku berhasil taklukkan Tibet setelah sebelumnya dipenuhi kekhawatiran yang berlebih. Sejak memutuskan untuk ke Tibet, banyak baca, cari tahu tentang Tibet, yang paling mendominasi batin ini adalah serangan AMS ( Altitude Mountain Sickness ). Banyak yang cerita bagaimana sengsaranya ketika diserang AMS.  Coba tanya om google tentang AMS dan bagaimana gelajanya.

 

Kekhawatiran aku bukan tidak mendasar, manusia seperti aku yang jarang sekali olahraga, ditambah lagi, aku juga bukan tipe anak gunung, membuat diriku semakin berpikir tidak karuan. Berada diatas ketinggian 3.000 m sama sekali bukan ide yang tepat buat diriku, terlebih lagi, berani membeli paket tour sampai ke Everest Base Camp yang mencapai ketinggian 5.200 m diatas permukaan laut

IMG_20170516_050906_331.jpg

Finally, di EBC..

 

Berbagai persiapan mulai dilakukan sebelum tanggal keberangkatan, tapi semuanya gagal. Hampir tidak pernah olahraga walaupun sudah beli paket olahraga, jadwal kerja yang padat, termasuk jadwal traveling yang menggila sejak 2 bulan sebelum terbang ke Nepal. Pasrah. Jalani saja. Nikmati saja.

 

Jika membaca dan mendengar dari pengalaman orang lain, sudah terbayangkan, bagaimana susahnya untuk bisa traveling di Tibet. Aku sendiri mulai merancang beberapa kode sandi untuk dipakai di Tibet jika mau minta tolong, entah sakit, entah mau apa, entah mau bicara. Termasuk tidak boleh banyak bicara, jangan terlalu banyak bergerak, jalan juga harus pelan – pelan. 

 

Kenyataannya,

 

Aku tidak mengalami satu hal apapun. Semua berjalan dengan lancar diluar dari prasangka yang telah tercipta diotakku sebelumnya. Begitu keluar dari airport, tanpa sadar, aku jalan seperti biasanya di Jakarta, malahan pakai lari. Saat di mobil, oleh Tan Jeng, tour guide yang menemaniku selama tripku di Tibet, ditanya, apakah aku baik- baik saja? Dari serius tanya sampai malas tanya hingga tidak pernah tanya lagi, bagaimana kondisiku? Apakah aku ada alami pengaruh altitude itu ?

 

IMG_20170517_190340_518.jpg

Potala Palace

Pikirku, mungkin masih di Lhasa, ketinggian baru 3.000 m – an saja, belum terlalu tinggi, masih okey. Ketika mendaki naik jalan kaki ke puncak Potala Palace sekitar 3.600 m, kondisi badan masih baik. Kemudian masuk ke Jokhang Temple dan keliling Barkor Street sampai berkali- kali, kondisi badan tetap stabil. 

IMG_20170517_232435_692.jpg

View dari depan Potala Palace.

Koko Tour Guide ingatkan untuk banyak istirahat, cepat tidur, agar tubuh bisa fit dan tidak terganggu pengaruh AMS. Aku, malah keliyuran sampai jam 10 malam baru pulang ke hotel, belum lagi beberes, sekitar jam 11-an malam baru tidur. Dia hanya bisa geleng – geleng kepala. 

 

Saat mulai meninggalkan Lhasa dan mendaki naik ke atas menempuh perjalanan ke Shigatse, pemandangannya memang luar biasa. Beberapa kali kami berhenti sekedar untuk menikmati alam. Aku ingat betul, perbehentian pertama itu diatas ketinggian 4.200 m, begitu pintu mobil dibuka, yang terasa udara segar… Yupss, udaranya segar banget. Aku menghirup udara dalam- dalam dan perlahan melepaskannya. Sejenak kemudian aku baru sadar, aku tidak terganggu sama sekali dengan pengaruh AMS. Yihaa… senangnya… Jalan sana- sini, foto sana- sini, pakai pose ini- itu. 

IMG_20170516_121732_798.jpg

Diatas ketinggian 4.200 m.

Okey, baru 4.200 m, masih okey. Mobil kemudian melaju naik ke atas lagi. Tepat berada diatas ketinggian 4.998 m, kami berhenti lagi untuk melihat pemandangan kece dari atas gunung ke Yamdrok Lake. Masih sama, tetap stabil. Tidak ada terasa apapun. Bisa jalan dari ujung ke ujung. Ngobrol tidak jelas dan berada diluar mobil cukup lama. Jalan seperti biasa, tidak perlahan- lahan. 

IMG_20170516_132507_607.jpg

Diatas ketinggian 4.998 m.

Selanjutnya kami berhenti di Karola Glacier yang berada diatas ketinggian 5.020 m. Disini, aku senangnya luar biasa. Ada salju, ya… turun salju tipis. Sama sekali tidak ada pengaruh AMS. Aku berjalan normal. Malahan terkadang berjalan cepat. Kadang, diiringi lari kecil. 

IMG_20170516_234237_793.jpg

Tertinggi yang aku datangi, 5.248 m

Dan yang paling tinggi di 5.248 m, aku juga tidak ada masalah. Tidak mengalami sedikitpun halnya tentang AMS. Semuanya seperti biasanya. Ya, namanya diatas gunung, ya dingin. Anginnya kencang. Aku cuma terasa tangan sedikit beku saat terlalu lama diluar mobil. Selebihnya, tidak ada masalah. Sedangkan, jaket tebal yang aku bawa, aku malah tidak pakai. Si bapak supir malahan berkali- kali ingatkan untuk pakai jaket tebal hitamku. Ya, aku pakai, sebentar saja, terus aku buka lagi. Hahahaha…

IMG_20170516_173932_184.jpg

Di Karola Glacier.

Puncaknya adalah ketika sudah berada di Rongbuk, yang terletak tepat dikaki gunung Everest. Kami tiba disana sekitar jam 5 sore. Dingin, iya dingin sekali. Sedikit mendung. Sambil menunggu cuaca cerah supaya  bisa menikmati sunset sore itu, kami kumpul di restoran Rongbuk Hotel. Koko Tour Guide memastikan sekali lagi kondisiku, apakah baik- baik saja? Tentu, aku baik – baik saja. 

IMG_20170516_091838_089.jpg

Nikmati Everest dari Rongbuk.

Dan benar saja, cuaca sore itu kembali cerah. Aku bisa nikmati biasnya sunset yang menyinari puncak Everest yang begitu kokoh dan angkuh itu. Puas. Iya, aku puas. Tinggal selangkah lagi, aku berada dititik paling dekat dengannya. Dengan berbagai tingkah dan gaya pose, aku menjadikan Everest sore itu menjadi latarnya. Tertawa dan berjalan sana – sini. 

20170507_201543.jpg

Mount Everest

Rongbuk Hotel.

 

Khusus hotel ini, aku ingin membahasnya disini. Selain hotel ini, tempat terdekat ke EBC adalah tinggal di tenda – tenda. Tapi hotel ini lebih tepatnya disebut Rongbuk guesthouse. Bentukkannya seperti rumah penduduk lokal. Kamar- kamarnya sampai toiletnya. Hahaha… Terutama adalah tentang toiletnya yang ajib banget. Tidak ada ruangan, hanya ruang sekat biasa sebatas paha dan terbuka. Kalau mau buang air besar, ya kamu harus pas- pas-kan pantat kamu sama lubangnya yang telah disediakan. Aromanya… sudah tidak perlu diragukan lagi… Jangan dibayangkan ya…Disinilah, mental kamu diuji..

20170507_184851.jpg

Rongbuk guesthouse.

Kamar tidurnya, standart saja, mungkin karena terbuat dari bebatuan, jadi dinginnya luar biasa. Satu- satu tempat yang hangat disana hanya restorannya yang seadanya itu. Ada tungku masak air, jadi pada kumpul disana. Memang, mereka ada lengkapi dengan pemanas tempat tidur, tapi udaranya dingin banget, jadi lumayan mengganggu.

 

Malam itu, aku ingat betul, aku hampir tidak tidur semalaman. Aku pakai sleeping bag yang aku bawa sendiri, pakai seprei-nya, dingin sih sudah tidak terasa lagi. Entah kenapa, tetap saja tidak bisa tidur. Tidak sesak napas, tidak pusing, tidak mual, tidak sakit. Normal saja. Karena tidak ada kegiatan, bosan, ya makan, sempat makan pop mie yang aku bawa dari Jakarta, ketawa- ketawa, ngobrol tidak jelas, terus masih sempat makan buah. Menunggu datangnya pagi, lama sekali. 

 

Ketika sudah jam 6 pagi, bersyukur banget, akhirnya bisa keluar kamar. Yang lain pada belum bangun, aku sudah diluaran. Masih gelap. Dingin banget. Menunggu datangnya matahari pagi itu, aku ngobrol dengan supir dan tour guide. Aku cerita, aku tidak tidur semalaman loh. Dia malah bilang, oh , tidak masalah, itu wajar saja, kalau di Rongbuk, tidurnya tidak pulas. Kamu ini sudah sangat bagus. Mereka cerita, tidak sedikit yang minta pulang tengah malam itu juga, karena tidak tahan karena kekurangan oksigen, ada yang sakit dan sebagainya. Dan aku tersipu malu…

IMG_20170516_071733_504.jpg

Titik terdekat, aku ke Mount Everest.

Tambahnya lagi, jangankan disini, ada yang lebih parah, baru di ketinggian 4.000 m saja sudah muntah- muntah, pusing, susah napas, akhirnya tidak jadi datang dan kembali ke Lhasa lagi. Bahkan, terparah, ada yang di Lhasa saja, sudah masuk rumah sakit, diinfus. Yang paling parah, ada yang sampai pembuluh darah matanya pecah. Seram juga sih kalau dengar ceritnya. 

 

Entahlah, aku merasa bersyukur banget, dikasih kesempatan untuk melihat dari dekat Mount Everest walaupun tidak mendakinya. Karena itu bukanlah aku, pendaki. Aku sangat puas, untuk bisa berada dari jarak yang sangat dekat, dengan kondisi badan yang tetap stabil dan fit, tanpa ada gangguan kesehatan apapun. Bersyukur dikaruniai kondisi badan sedemikian rupa, diluar dari prediksiku sendiri, bersyukur karena alam memberiku kesempatan, karena alam menerima kondisi badanku. 

 

IMG_20170517_091031_546.jpg

Diatas ketinggian 5.190 m

Ketika yang lainnya, hanya untuk berjalan saja perlu perjuangan, hanya untuk bernapas saja perlu oksigen yang dibeli dan dibawa kemana- mana, ketika yang lainnya, harus banyak diam dan menyimpan energy, aku malah bisa berjalan bebas, aku bisa lari, aku bisa menghirup udara segar dengan enteng, bahkan, aku bisa berfoto sambil loncat. Ya, gaya alay, gaya favorit kebanyakan orang kalau di pantai.  Aku melakukannya 3 kali, sekali di ketinggian 5.198 m, sekali diketinggian 4,700 m dan sekali diatas ketinggian 4.200 m. Halah, bukan bermaksud sombong. Tapi ya sedikitlah bangga pada diri sendiri, karena awalnya memang tidak punya keyakinan penuh pada diri sendiri. Tidak disangka saja. 

IMG_20170517_131835_288.jpg

Di Namtso Lake.. diatas ketinggian 4 700- an m.

Beginilah pengalamanku, berbeda banget dengan pengalaman yang dari traveler yang sudah pernah kesana, dari yang aku baca. Setiap orang punya kondisi badan yang berbeda. Tidak bisa disamakan. Yang tahu tentang kondisi badanmu, ya kamu sendiri. Bukan orang lain. Jadi, jika memang kamu punya impian untuk menikmati panorama super keren yang ada didunia ini, Tibet yang menjadi payung dunia, yang terkenal dengan istilah Rooftop of The World, wujudkanlah. Jangan takut. Persiapkan dengan baik. Aku yakin, kamu pasti bisa. 

 

Sekedar informasi, selama di Tibet, aku konsumsi obat penangkal AMS yang aku beli di Kathmandu, 1 butir setiap pagi, makan apel dan pisang seadanya saat sarapan di hotel, makan suplemen Omega dan vitamin C, aku kurangi makanan pedas karena khawatir sakit perut, tahulah, toilet di Cina pada umumnya, aku banyak makan sayur hijau, tidak terlalu banyak minum juga sih, padahal kalau konsumsi penangkal AMS, disarankan banyak minum air putih, tidur diatas jam 10 malam, bangun paling pagi 6 jam, paling siang jam 8, tergantung jadwal keberangkatan besoknya.  Dari pakaian super lengkap, jaket tebal sampai syal hingga hanya jaket tipis buat tahan angin saja. Tidak pakai sunblock, padahal aku bawa, hasilnya, kulit wajahku terbakar.  

 

IMG_20170519_101222_699.jpg

Buddhis Tibetan, dalam menjalankan ibadahnya.

Sumpah, Tibet itu luar biasa indahnya. Aku sih bilang, harga yang dibayar itu setimpal dengan yang didapatkan. Selain pemandangan alamnya yang TOP – BGT, sejarah Tibet, budayanya, agamanya, orang- orangnya, lingkungannya juga tidak kalah menarik. Bagaimana orang- orang Tibet begitu taat dalam menjalani ibadahnya. Semuanya, tidak didapatkan dibelahan dunia manapun juga. Bagaimana orang Tibet yang beragama Buddha melaksanakan ibadahnya? Aku yang penganut agama Buddha saja, aku yakin, aku tidak sanggup. Aku salut sama ketulusan hati mereka, salut dengan keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap agama dan Tuhan mereka. 

 

IMG_20170519_222704_698.jpg

Pemandangan sepanjang perjalanan.

Kamu harus datang dan lebih sendiri, betapa Tibet itu apa adanya. Betapa Tibet tentang pengaruhnya dari pemerintah Cina pusat, berapa Tibet yang tidak tahu menahu tentang dunia luar, tentang Tibet yang ketat banget keamanannya, terutama turis, betapa Dalai Lama, Panchen Lama dan Tibetannya. Menarik, sangat menarik. 

 

Tibet itu berbeda. Tibet, harus kamu datangi, cukup sekali saja, seumur hidupmu!!!

 

With Love,

@ranselahok

---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
37 minutes ago, Rawoniste said:

Keren :salut, kliatan terik tapi tidak panas yah ? 

Ngeri2 sedap dengar syndrome AMS nya 

Masuk ke dalam potala palace nya ? 

Yupss, mataharinya membakar kulit juga. Masuk dong ke Potala Palacenya. Cuma gak boleh foto. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow wew waw :salut mantap euy. kalo saya mungkin di Lhasa udah nyari tiket pulang :D nekad juga ya langsung pergi meskipun gk ada pengalaman di ketinggian :salut 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/20/2017 at 11:06 PM, Ahook_ said:

IMG_20170517_190340_518.jpg

Potala Palace

Wah, istana Dalai lama nih ya... 

On 5/20/2017 at 11:06 PM, Ahook_ said:

IMG_20170519_101222_699.jpg

Buddhis Tibetan, dalam menjalankan ibadahnya.

Tak kirain ini TS lagi pose buat di fotoin. Ternyata orang lokal lagi ibadah toh

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/21/2017 at 8:56 PM, Ahook_ said:

Yupss, mataharinya membakar kulit juga. Masuk dong ke Potala Palacenya. Cuma gak boleh foto. 

Tibet seperti nya perbatasan budaya china-india sekitarnya yah ? Nama2nya jg kadang tdk berbau china sama sekali. BTW Tibet masuk wilayah China ato negara berdiri sendiri ? Hehehe .

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/25/2017 at 10:38 AM, Rawoniste said:

Tibet seperti nya perbatasan budaya china-india sekitarnya yah ? Nama2nya jg kadang tdk berbau china sama sekali. BTW Tibet masuk wilayah China ato negara berdiri sendiri ? Hehehe .

Menurut Wikipedia Tibet daerah Otonomi Khusus RRT China: https://id.wikipedia.org/wiki/Tibet

@Rawoniste

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/22/2017 at 7:17 PM, deffa said:

wah seru dan patut di jadikan panduan buat nanti neh @Ahook_

jadi sampai ke EBC itu bisa pakai tur mobil ya?

iya bang @deffa jadi untuk trip ke Tibet dan sampai ke EBC, intinya harus pakai travel agent. Dari awal sudah harus di arrange dulu. 

17 hours ago, deffa said:

Menurut Wikipedia Tibet daerah Otonomi Khusus RRT China: https://id.wikipedia.org/wiki/Tibet

@Rawoniste

Yups... Tibet itu bagian dari Cina. Tidak boleh sebut Tibet sebagai sebuah negara loh. Hahaha.. Di Tibet, dimana- mana, dipasang bendera Cina. Aksara mereka memang diadopsi dari India. Tapi mostly dari mereka bisa mandarin juga sekarang ini , selain bahasa mereka. 

On 5/22/2017 at 7:28 AM, kyosash said:

wah bagus2 view pegunungan-nya, suasana-nya agak mirip dengan Bhutan yah :senyum , btw nice share :salut 

@kyosash katanya sih memang mirip dengan Bhutan, kan tetanggaan. Bedanya sih, Tibet ada pengaruh AMS doang sih, keknya. 

On 5/22/2017 at 9:33 AM, twindry said:

wow wew waw :salut mantap euy. kalo saya mungkin di Lhasa udah nyari tiket pulang :D nekad juga ya langsung pergi meskipun gk ada pengalaman di ketinggian :salut 

hehehe... @twindry

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, Ahook_ said:

iya bang @deffa jadi untuk trip ke Tibet dan sampai ke EBC, intinya harus pakai travel agent. Dari awal sudah harus di arrange dulu. 

Yups... Tibet itu bagian dari Cina. Tidak boleh sebut Tibet sebagai sebuah negara loh. Hahaha.. Di Tibet, dimana- mana, dipasang bendera Cina. Aksara mereka memang diadopsi dari India. Tapi mostly dari mereka bisa mandarin juga sekarang ini , selain bahasa mereka. 

@kyosash katanya sih memang mirip dengan Bhutan, kan tetanggaan. Bedanya sih, Tibet ada pengaruh AMS doang sih, keknya. 

hehehe... @twindry

Saya jd inget film 3 idiots yg heboh beberapa tahun yg lalu, salah1 view ketika mencari ranchodas cancad (anjayyy msh apal namanya) mirip2 Tibet .... Ladakh kalo tidak salah. Keren jg Kalo berkunjung kesana , sepertinya msh tetanggaan tp Masuk wilayah India 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, Rawoniste said:

Saya jd inget film 3 idiots yg heboh beberapa tahun yg lalu, salah1 view ketika mencari ranchodas cancad (anjayyy msh apal namanya) mirip2 Tibet .... Ladakh kalo tidak salah. Keren jg Kalo berkunjung kesana , sepertinya msh tetanggaan tp Masuk wilayah India 

Yupps... sekali cukup untuk seumur hidup... hahaha... 

 

@Rawoniste

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/27/2017 at 11:24 AM, Ahook_ said:

iya bang @deffa jadi untuk trip ke Tibet dan sampai ke EBC, intinya harus pakai travel agent. Dari awal sudah harus di arrange dulu. 

On 5/26/2017 at 5:57 PM, deffa said:

ooh gitu ya ada Land Arrangement nya menarik juga

Share this post


Link to post
Share on other sites
29 minutes ago, Rawoniste said:

Sampe ke bawa mimpi jalan2 ke Tibet :ngakak   ,tapi entah lah dalam mimpi itu wilayah Tibet ato bukan hahahaha. Namanya jg mimpi 

Dari mimpi baru jadi kenyataan dong... :terbang @Rawoniste

Share this post


Link to post
Share on other sites
4 hours ago, Ahook_ said:

Dari mimpi baru jadi kenyataan dong... :terbang @Rawoniste

Kaenya aku minat bgt ngetrip ke tempat beginian drpd ke pantai hehehe 

Dalam minpinya sampe climbing gunungnya, tapi serasa gunung parang via ferata di purwakarta :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren..keren..Tibet, trims FR nya bro Ahook. Memang AMS ini yg menakutkan kl baca bbrp cerita teman saat diketinggian diats 4000 m. Syukur bro bisa mengatasinya. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, Ivan chen said:

Keren..keren..Tibet, trims FR nya bro Ahook. Memang AMS ini yg menakutkan kl baca bbrp cerita teman saat diketinggian diats 4000 m. Syukur bro bisa mengatasinya. 

coba colek bro @Ahook_

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

coba colek bro @Ahook_

Hahaha.. iya nih.. senang banget sih atasi AMS nya bro... @Ivan chen Awalnya juga tidak yakin, ya pasrah aja. Hahahaa... Sampai bersiap, borong oksigen begitu tiba di Lhasa. Hahaha.. malahn, akhirnya, tidak terpikirkan. Ayo kesana,...

@deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/12/2017 at 4:03 PM, maipura said:

mantab ah.. tibet... gak kebayang kalau saya bisa kesana...

 

 

bisa bro banyak promo sekarang udah lebih mudah dan murah :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.


       
       

    • By Kaywina Suraja
      Hi.
      Salam kenal untuk teman-teman di Jalan2.com. Ini post pertama saya di Jalan2.com dan mohon feedbacknya terkait dengan post-an agar saya dapat menceritakan pengalaman traveling saya kepada teman-teman semua dengan lebih baik. Boleh dilihat juga blog saya meskipun baru 1 post di http://vakaytion-essential.blogspot.com/.
      ---------------------------------------------------------------------------------------------------
      Belitung?? Yes. 
      Bulan Mei 2017, saya pergi ke Pulau Belitung for weekend getaway. Meskipun saya pergi ke Belitung sudah cukup lama di tahun 2017, saya akan tetap share tentang keindahan pulau ini. 
      Saya sudah cukup lama (dari tahun 2013) ingin pergi ke Belitung, tetapi baru tahun 2017 saya berkesempatan untuk pergi dan explore Belitung.
      So, I checked one of my travel bucket lists.
      Mengapa Belitung menjadi salah satu my travel bucket list? Banyak orang yang mengatakan bahwa di Belitung hanya berisi pantai dan tidak ada mall seperti di Jakarta. Yes! Itu benar sekali di Belitung hanya ada pantai saja dan let me tell you that having a vacation in Belitung is totally worth it! Apalagi kita sebagai orang yang tinggal di ibukota Indonesia, Jakarta dan kota - kota besar lainnya di Indonesia.
      First time landing in Belitung Island, pemandangannya sangat berbeda dengan Bandara Soekarno-Hatta. Hamparan gunung dan pohon - pohon menyambut saya pertama kali saat landing di Bandara H.A.S Hannadjoeddin. Udaranya pun masih sejuk, tidak ada polusi, dan langitnya juga masih berwarna biru cerah serta dikelilingi oleh awan putih. Bener - bener scenery yang tidak akan didapatkan di Jakarta. 
      Sebagai orang yang baru pertama kali ke Pulau Belitung, Belitung Island is so beautiful.
      Selama 3 hari di Belitung, saya stunned dengan keindahan alamnya. 
      Pantai - pantai di Belitung yang masih bersih dengan pemandangan laut yang biru dan dihiasi dengan langit biru dan awan putih. Keindahan bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas masih benar-benar terjaga dan sangat indah untuk dilihat. This makes Belitung Island become one of top diving spots in Indonesia. Batu - batu tinggi dan besar yang berada di Pantai Laskar Pelangi membuat pantai tersebut menjadi sangat indah. Dan hal yang paling berkesan adalah ketika menikmati sunset di pantai ini dengan pemandangan laut lepas dan berada di atas batu yang besar. You will never get this moment in Jakarta. 
      How do I get there?
      Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara H.A.S Hannadjoeddin, Tanjung Pandan. Perjalanan dari Jakarta ke Tanjung Pandan memakan waktu sekitar 45 menit. Setiap hari ada penerbangan yang menuju ke Tanjung Pandan dari pagi hari sampai sore hari dengan maskapai dosmetik. Sebaiknya mengambil penerbangan pagi hari untuk ke Belitung dan sore hari untuk balik ke tempat asal. 
      Selama di Belitung, lebih baik menyewa mobil atau mengambil local tour di sana karena sedikitnya transportasi umum. Tempat wisata di Belitung juga berjauhan sehingga membutuhkan mobil untuk pergi ke sana.
      Where do I stay?
      Selama 2 malam di Belitung, saya menginap di 2 hotel yang berbeda. Hari pertama, saya keliling daerah Belitung Timur dan menginap di Guest Hotel Belitung Timur. Hari kedua, saya pindah ke daerah Belitung Barat. Di Belitung Barat, saya menginap di Puncak Hotel.
      Dari sisi harga, hotel yang sangat inapkan di Belitung murah dan affordable. Dari sisi kenyamanan dan kebersihan, hotel ini OK untuk diinapi. 
      How much does it cost?
      Berlibur di Belitung menghabiskan uang sekitar Rp 2.500.000,- dan sudah termasuk tiket pesawat, hotel, dan makan (sarapan, lunch, dan dinner), tetapi tergantung dengan tanggal keberangkatan.
      I suggest you to take the local tour if you want to go there.
       
      Additional
      3 hari adalah waktu yang cukup untuk berlibur dan menghabiskan waktu di Belitung. Kalian sudah banyak mengunjungi tempat wisata dan tempat - tempat yang bagus di Belitung.
      Berikut adalah itinerary selama di Belitung 3 hari 2 malam.
      Day 1 
      - Kota Gantung Belitung Timur 
      - Replika Sekolah Laskar Pelangi 
      - Museum Kata Andrea Hirata 
      - Kampoeng & Rumah Ahok 
      - Klenteng Dewi Kwan Im 
      - Pantai Burung Mandi
      Day 2 
      - Pantai Tanjung Kelayang 
      - Island hopping (Pulau Burung, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas (snorkeling spot), Pulau Kepayang, Pulau Batu Berlayar (lihat bintang laut))
      - Pantai Laskar Pelangi/Tanjung Tinggi
      Day 3 
      - Bukit Berahu 
      - Danau Kaolin

      Replika Sekolah Laskar Pelangi
      Tempat yang pertama dikunjungi di Belitung adalah Replika Sekolah Laskar Pelangi. Lokasi replika sekolah ini berada di Belitung Timur yang berarti membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari airport menuju tempat ini. Sekolah ini memang bukan tempat syuting dari film Laskar Pelangi, tapi bolehlah untuk dikunjungi apalagi sudah jauh-jauh pergi ke Belitung.

      Museum Kata Andrea Hirata
      Next, tempat yang tidak jauh dari Replika Sekolah Laskar Pelangi adalah Museum Kata Andrea Hirata. Dari Sekolah Replika Laskar Pelangi hanya berjarak beberapa kilometer saja. If you are a big fan of Laskar Pelangi & Andrea Hirata, you should go to this museum. Karena saya bukan penggemar dari film Laskar Pelangi dan Andrea Hirata, saya tidak masuk ke dalam so I can't give the review for this. Dilihat dari depannya saja, tempat ini OK untuk dikunjungi.

      Burung Mandi Beach
      Pantai Burung Mandi terletak di Belitung Timur dan suasana di pantai ini benar-benar sepi. Untuk menambah foto dan mempercantik feed instagram, kalian dapat sepuasnya berfoto-foto di tempat ini. Pantai ini juga cocok bagi kalian yang menyukai ketenangan karena pantai ini benar-benar sepi.

      Tanjung Kelayang Beach (heading to islands)
      Untuk hopping island, starting pointnya adalah Pantai Tanjung Kelayang. Dari pantai ini, saya memulai perjalanan untuk melihat keindahan pulau - pulau kecil di Belitung. For your information, perahu yang digunakan untuk hopping island adalah seperti yang ada pada foto di atas dan harga sewa perahu bervariatif. Pantai ini juga menyediakan jasa penyewaaan alat - alat snorkeling bagi kalian yang ingin snorkeling. Sebaiknya island hopping dilakukan dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore.

      *view from boat* Lengkuas Island
       
      Salah satu pulau yang terkenal di Belitung adalah Pulau Lengkuas yang identik dengan mercusuar. Saat pergi ke Pulau ini, mercusuarnya tidak dapat dikunjungi sehingga tidak bisa melihat pemandangan dari atas. Di pulau ini, kalian bisa foto - foto di depan mercusuar atau di batu - batu sebelum kalian bersnokeling di sekitar Pulau Lengkuas.

      *view from Lengkuas Island*

      Lengkuas Island

      Add caption

      Laskar Pelangi Beach / Tanjung Tinggi Beach
      Yups! Di sini tempatnya untuk kalian berfoto-foto di batu tinggi seperti di film Laskar Pelangi. Pasti banyak yang penasaran di mana dapat foto dengan batu tinggi di Belitung, jawabannya adalah di pantai Laskar Pelangi. Pantai ini adalah tempat syuting film Laskar Pelangi. Banyak hal yang bisa kalian lakukan di sini seperti menikmati sunset di atas batu tinggi, foto-foto di antara batu tinggi, bermain canoe, atau berenang di laut karena lautnya sangat tenang.
      Menikmati sunset di atas batu tinggi dengan laut yang tenang dan langit yang indah adalah momen yang unforgettable dan ga bisa didapatkan di Jakarta. You should go here and enjoy the sunset.

      *enjoying the scenery before sunset*

      *enjoying sunset at Laskar Pelangi Beach*

      Kaolin Lake
      Last but not least, destinasi terakhir yang gua kunjungi di Belitung adalah Danau Kaolin. Danau ini terbentuk akibat dari penambangan timah. Pemandangan ini dapat dilihat dari atas pesawat saat mau mendarat di Belitung.
      Kalau kalian ingin pergi liburan singkat dengan budget yang low, you can choose Belitung as your destination. It's totally worth it to get lost in Belitung Island. 
      Note: Photos were taken with Iphone 5s and edited with VSCO cam. 
      Please kindly subscribe my blog: http://vakaytion-essential.blogspot.com/ and follow my instagram: kaywinas for the updates.
       
    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018
      Hari ini adalah hari terakhir kami di Roma setelah 2 hari di sini. Setelah semalam kami merasakan kehujanan di Roma, tidak sama dengan cuaca hari ini yang cerah. Pagi ini kami berkemas dan langsung check out dari penginapan.
      1. Piazza della Repubblica
      Piazza della Repubblica tidak begitu jauh dari Termini. Berjalanlah ke utara disana kita akan melihat gereja Santa Maria degli Angeli.


      2. Piazza Barberini
      Dari Piazza della Repubblica kami berjalan lagi ke Piazza Barberini.

      Rencana mau ke Villa Borghese dulu sebelum ke Piazza di Spagna. Ternyata lumayan jauh juga kalo jalan kaki dan jalanannya pun menanjak, jadi sesudah sampai Porta Pinciana kami balik lagi.

      3. Piazza di Spagna
      Semalam kami sempat kesini juga pas hujan, sepi sama sekali ga serame kayak di Trevi Fountain meskipun hujan. Tetapi siang ini ternyata lebih rame dibanding di Trevi Fountain. Lihat saja wisatawan yg datang kesini udah kayak semut saking ramenya.


      Kemudian dari Piazza di Spagna kami berjalan lagi ke Piazza Venezia melewati Trevi Fountain.

      Setelah sampai di Piazza Venezia rencana kami ingin masuk ke Capitoline Museums, tetapi kami berubah pikiran untuk beli oleh-oleh karena nanti malam kami sudah kembali lagi ke Athena untuk melanjutkan perjalanan ke Santorini. Mungkin next time jika kami kembali ke Roma lagi akan kami sempatkan untuk mengunjungi Vatican Museums, Colosseum dan Capitoline Museums.


      Seperti pertama kali datang kami menggunakan Metro A turun di Cinecitta, kemudian naik bus 520 kembali ke Ciampino Airport.

      Goodbye Roma!