• 0
Sign in to follow this  
chacha11

Rekomendasi Penginapan

Question

6 answers to this question

  • 0
1 minute ago, chacha11 said:

Hei...hei...

Mo nanya penginapan yang rekomen di Vietnam, Siem Reap sama KL donk...

Yang di KL yang deket sama KL Sentral ya...

Makasih :senyum

Kalau KL seh coba cek ini: http://hotel.jalan2.com/backpackeran-atau-sekedar-transit-10-hotel-kece-ini-asyik-banget-disambangi-di-kuala-lumpur-mulai-dari-80-ribuanmalam/

@chacha11

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 28/5/2017 at 9:09 AM, Gempur Pranata Sumitro said:

kalo di siem reap coba di angkor orchid central hotel, murah dan fasilitas oke. sekitar 200rb. sekitar 1km dari pub street. tapi tempatnya nyaman buat istirahat. 

kalo di ho chi min daerah pham ngu lao, banyak tu hostel2 mantep.. selamat liburan @chacha11

makasih masukannya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 5/28/2017 at 9:09 AM, Gempur Pranata Sumitro said:

kalo di siem reap coba di angkor orchid central hotel, murah dan fasilitas oke. sekitar 200rb. sekitar 1km dari pub street. tapi tempatnya nyaman buat istirahat. 

kalo di ho chi min daerah pham ngu lao, banyak tu hostel2 mantep.. selamat liburan @chacha11

Mantap neh infonya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Rama Dheni
      Possible kah tidur dibandara? Atau cari hotel.
      In case cari hotel. Perlu kah permohonan visa on arrival online sebelum kedatangan atau langsung dibandara?
    • By TravellingAddict
      Jika ada yang bilang i love u Ho Chi Minh City adalah kota seribu motor, jujur saya jawab iya pemandangan banyaknya pengendara motor saat peak hour terlihat jelas saat saya baru sampai Ho Chi Minh City, uniknya pengendara di Ho Chi Minh City masih menggunakan helm batok yang dimana di Indonesia helm tersebut sudah dilarang. Mungkin beda negara beda kebijakan, selain itu semerawutnya kabel listrik yang menggulung tidak karuan di tiang listrik melengkapi Ho Chi Minh City.   Meskipun begitu Ho Chi Minh City punya banyak tempat wisata sejarah yang layak kalian kunjungi, Oh iya buat yang masih belum tau kalo Vietnam ini termasuk negara yang bebas visa dengan maksimal stay 30 hari, untuk mata uangnya sendiri negara ini menggunkan daun VND atau Vietnam Dong. Untuk pilihan transportasi dari bandara Tan So Nhat dapat menggunakan bus atau taxi. Sedikit info sebaiknya jika menggunakan taxi pilihlah taxi dari Vinasun / Mailih, untuk estimasi sekitar 30 menit argonya sekitar 160.000 VND. Nah berikut adalah beberapa refrensi tempat wisata di Ho Chi Minh City, diantaranya :
      1. Ho Chi Minh City Hall
        Terletak di ujung Nguyen Hue Street, tempat pertama yang saya kunjungi adalah Ho Chi Minh City Hall. Bangunan yang awalnya bernama Hotel de Ville Saigon ini dibangun pada tahun 1902-1908 pada masa penjajahan Prancis. sedikit informasi sebaiknya kalian mengunjungi City Hall pada malam hari karena saat malam hari lampu-lampu pada bagian luar gedung dinyalakan dan efek dari iluminiasi cahaya tersebut sangat menarik perhatian. Sayangnya kita tidak dapat masuk kedalam City Hall karena tempat ini tidak terbuka untuk public, jadi hanya bisa menikmati bagian luar City Hall saja.       2. Cu Chi Tunnels     Cu Chi Tunnels merupakan terowongan bawah tanah di Ho Chi Minh City, yang berlokasi di Cu Chi District. Waktu yang ditempuh untuk sampai ke Cu Chi Tunnels sekitar 1 jam dengan menggunakan Bus. Cu Chi Tunnels / terowongan ini  memiliki panjang sekitar 121 km, dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian para tentara Viet Kong saat perang berlangsung. Tapi saat ini Cu Chi Tunnels telah dijadikan war memorial park sekaligus dijadikan tempat wisata. Awalnya saya gak yakin bisa masuk ke terowongan sekecil itu tapi ternyata bisa. hehehe..   3. War Remnant Museum
          Tempat berikutnya adalah War Remnant Museum dari namanya aja udah ketauan kalo tempat ini adalah Tempat Makan Museum. Kalo kalian kapan terkakhir ke Museum?? kalo saya sendiri terakhir ke Museum waktu kelas 7 atau smp. Akhirnya setelah sekian juta cahaya saya mengunjungi Museum lagi. War Remnant Museum ini berisikan berbagai peninggalan perang Indo - China 1yang sat itu Vietnam berhadapan dengan kolonial Prancis, barang-barang yang dipamerkan War Remnant Museum antara lain perlengkapan perang Amerika ( jet, helicopter, dan tank), dokumentasi kekejaman dan penyiksaan selama perang. agak ngeri sih tapi penasaran. War Remnant Museum buka setiap hari dari jam 07.30-17.00 berlokasi di 28 Vo Van Tanh Street, District 3.   4. Reunification Palace
          Reunification Palace atau Independence Palace adalah sebuah banguan yang dulunya digunakan sebagai istana kepresidenan Vietnam selatan pada saat sebelum bersatu. Ciri khas istana kepresidenan pada umumnya hamparan rumput hijau yang luas di depan Reunification Palace ini tertata sangat rapi dan bersih. Reunification Palace dibangun pada tahun 1962-1966 oleh arsitek bernama Ngo Viet Thu dengan  gaya arsitektur memadukan gaya modern dan tradisional Vietnam. Tempat ini terletak di 135 Nam Ky Khoi Nghia Street.   5. Saigon Central Post Office
        Terakhir adalah Saigon Central Post Office bangunan peninggalan sejarah yang dibangun pada akhir abad ke-19 terletak berdekatan dengan Cathedral Notre-Dame Basilica. Oh iya bangunan Saigon Central Post Office ini dibangun oleh Gustave Eiffel, yang juga merupakan arsitek terkenal perancang Menara Eiffel di Paris, Perancis. Amazing bukan?? sampai saat ini Saigon Central Post Office masih beroperasi sebagai kantor pos.    Happy Traveling, Salam www.travellingaddict.com
    • By anna22
      18/8/2017  Flight Malam Jkt-KL. Karena kami menggunakan Lion Air, mendarat di KLIA 1, padahal besoknya kami ada flight dengan AA dari KLIA 2. Beruntungnya ada shuttle bus gratis antara KLIA 1 ke KLIA 2 yang beroperasi 24 jam. Begitu sampai di KLIA 2, kami mencari tempat untuk mengisi baterai HP sambil selonjoran.    19/8/20  Flight pagi jam 6 kami sudah check in jam 4 dan melewati imigrasi lalu menuju gate yang tertera di boarding pass. Saya dan salah satu teman yang muslim juga menuju musholla untuk melaksanakan solat Subuh sekitar jam 5. Ternyata kami baru sadar ada perbedaan waktu sehingga waktu solat Subuh baru sekitar jam 6. Tepat ketika adzan subuh berkumandang, salah satu teman menyusul dan mengatakan bahwa kami harus pindah gate. Kami pun buru-buru solat dan langsung berusaha berlari karena waktu boarding tinggal 10 menit lagi. Sedangkan kepindahan gate itu dari ujung ke ujung (paraaaah jauhnya). Gara-gara inilah, salah satu teman kami yang memang dari awal keberangkatan sedang tidak enak badan, mendadak drop begitu sampai Hanoi. Beruntungnya kami sampai tepat waktu di gate sehingga masih bisa naik pesawat walaupun ngos2an...   Sampai Hanoi Airport sekitar jam 9 (tidak ada perbedaan waktu dengan Indonesia). Begitu sampai, kami membagi tugas, ada yang membeli simcard (12 usd/7 hr utk paket data internet saja) dan mengambil uang di atm (ya, kami memang tidak menukar rupiah ke vnd di Indonesia, biaya tarik tunai sekitar 20rb rupiah). Sebelumnya saya sudah membaca kalau ada express bus dan public bus dari airport ke pusat kota. Tapi begitu kami tanya ke pusat informasi (yang anehnya, tidak ada satupun pusat informasi resmi, artinya pusat informasi yang tersebar di arrival hall adalah kepunyaan tour&travel, taxi/car rental, dan perusahaan simcard), mereka malah nawarin naik taxi. Karena kami ingin ngirit apalagi baru di awal-awal perjalanan, kami pun mencoba browsing lagi.  Ada bus no. 7 dan 17 dengan biaya 5000 vnd (sekitar Rp. 3000). Bus ini akan berhenti di setiap halte sehingga dipastikan memakan waktu lebih lama. Nah dari pintu keluar Kedatangan, kamu jalan ke arah kiri paling ujung nanti akan ketemu semacam terminal bus umum.    Pilihan lainnya adalah Express Bus 86 dengan biaya 30.000 vnd (sekitar Rp. 15.000). Dinamakan express bus dan lebih mahal karena hanya berhenti di beberapa halte di pusat kota Hanoi. Nah kalau penginapan kamu di sekitar Old Quarter, bisa pilih bus ini. Begitu keluar pintu kedatangan, ke arah kiri juga kemudian nyebrang dan ketika kamu berjalan, kamu akan ditawarkan untuk naik taxi, bilang saja dengan sopan kalau kamu mau naik bus 86. Mereka dengan senang hati akan menunjukkan kamu ke arah petugasnya. Bayarnya pas di bus aja, nanti kondekturnya akan nanya mau berhenti di halte apa. Sebelum berhenti, dia bakal ngasih tau kamu untuk segera siap-siap turun. Ternyata salah satu teman, sebut aja M, kondisi tubuhnya makin drop dan memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit. Ceritanya cukup panjang, yang intinya adalah sore dan malam ini kami berputar-putar mencari klinik, rumah sakit, dan apotek. Untungnya ada Grab di Hanoi sehingga memudahkan mobilisasi kami. Terus bagaimana komunikasinya secara hampir sebagian besar driver kurang bisa berbahasa inggris? Kami selalu menyebutkan posisi melalui pesan dan menghafal jenis mobil serta plat nomornya. Kadang jika driver mengirim pesan dengan bahasa vietnam, kami menggunakan google translate untuk mengartikan dan membuat balasan (hahahaha). Ada kejadian lucu, salah satu teman saya sering disangka orang lokal karena penampilannya yang mirip, jadilah suka diajak ngobrol bahasa vietnam. Dan alhasil temen saya cuman bengong sambil bilang “I’m not vietnamnese”.
      Hari pun sudah menjelang malam dan kami lapar. Karena saya punya pantangan dalam makan dan beruntungnya saya punya teman yang pengertian, kami memutuskan mencari vegan restaurant terdekat. Ketemulah Loving Hut (ini sepertinya ada di mana-mana deh) yang menyediakan makanan khas vietnam dengan menu vegan. Dengan 3 jenis lauk dengan 4 nasi dan 4 minuman hanya habis skeitar 200.000 vnd (atau Rp. 100.000). Kenyang parah tapi ngerasa sehat (ya iyalah vegan food).   Setelah dari RS dan mengantarkan teman kami yang sakit ke GH untuk istirahat, sekitar jam 9 malam, kami bertiga memutuskan keluar menuju Old Quarter karena hari itu adalah malam minggu sehingga kawasan pinggir Hoan Kiem Lake ditutup untuk kendaraan (car free day). Niatnya mau mencoba egg coffee yang terkenal di Hanoi tapi cafe yang kami incar sudah tutup sehingga kami jalan kaki sambil melihat aktivitas warga lokal di malam minggu. Begitu sampai Old Quarter, kami menemukan sebuah cafe yang masih buka dan ada menu egg coffee. Penasaran kami memesan 1 cup (77.000 vnd inc.tax), sampai si pelayan bingung karena kami hanya memesan 1 cup kecil untuk bertiga.
      Karena sudah jam 11 malam, dan besok pagi ada halong bay tour, kami memutuskan kembali ke GH. Oiya kami memesan 1 day Halong Bay Tour dengan harga 42 USD/orang melalui staf GH saat kedatangan. Teman kami yang sakit memutuskan tidak jadi ikut karena dalam masa recovery. Karena pemberitahuannya mendadak, biaya hanya dikembalikan setengahnya.    20/8/2017 Tepat jam 7.30 pagi, guide datang menjempat kami di GH. Ada sekitar 21 peserta hari itu dari berbagai negara. Ternyata kami bertemu 4 kakak beradik asal Aceh. Perjalanan menuju Halong Bay cukup panjang sekitar 4 jam dengan berhenti 1 kali di tempat penjualan souvenir. Tenang aja toiletnya gratis dan cukup bersih kok dan kalian tidak diharuskan membeli souvenirnya. Sekitar jam 12 siang kami sampai pelabuhan. Sebelumnya di bus, guide kami membagi peserta ke beberapa meja di kapal. Kami kebagian meja 3 bareng sepasang turis asal Italia (yang ramah dan baik). Begitu duduk di kapal, awal kapal langsung menyuguhkan makan siang (kebanyakan seafood dan sayuran). Nah untuk minum tidak disediakan alias beli kalau gak bawa. Kapal pun berlayar sambil kami menikmati makan siang. Rasanya pun lumayan cocoklah dan porsinya banyak. Itinerary 1 day tour ini adalah menuju Surprise Cave dan Ti Top Island.    Untuk bisa mengikuti rangkaian kegiatan tour ini diperlukan stamina yang baik dan cukup minum karena harus menaiki anak tangga yang cukup banyak. Kami saja sampai kekurangan minum dan membeli disana (walaupun lebih mahal sih). Selain itu juga panas banget. Saya yg kurang cocok dgn cuaca panas bbrp kali harus berhenti saat menaiki tangga  ke puncak Ti top island. Bahkan setelah 3/4 perjalanan, saya menyerah dan memilih duduk istirahat. Sedangkan 2 teman saya lanjut. Setelah merasa cukup pulih, saya pun lanjut naik ke atas krn mikir2 sayang juga kalo ga sampai atas. 

       
       
      Kembali ke pelabuhan sekitar jam 5 sore dan sampai lagi di Hanoi jam 9 malam. Hari itu kami merasa lelah sekali sehingga tidak sanggup utk jalan2 malam lagi. Mana besoknya harus siap-siap ke airport untuk flight ke Ho Chi Minh.    21/8/2017 Penerbangan Hanoi-Ho chi minh dengan Jetstar jam 10 pagi. Kami sempat sarapan dulu. Seperti biasa pakai grabcar menuju airport. Baru kali ini di airport (domestic) kami harus melepas alas kaki saat pemeriksaan masuk ruang tunggu. Saya kira hanya khusus bagi warga asing tapi ternyata warga lokal pun membuka alas kakinya walau hanya menggunakan sendal jepit...   Sampailah di Ho chi minh airport jam 12 siang. Lgsg pesan uber menuju penginapan. Kali ini kami pesan Supe Homestay yg harganya 650rb/2 malam 4 bed dorm room. Kalau melihay review dan photo, hostel ini cukup bagus. Tapi ternyata kami kecewa karena kenyataannya berbeda. Begitu sampai, kami terkejut ketika staf mengatakan bahwa kamar penuh. Nah lhooo??? Tapi ternyata Supe ini punya cabang lain yg jaraknya 5 menit berkendara. Kenapa ga dikasih tau di awal..kan bisa email ato bgmn gitu ya..yg kedua begitu kami sampai, kayaknya ini penginapan jadi gudang barang2 jualan krn begitu banyak barang berserakan di lobi. Kamarnya pun berdebu seperti sudah tidak ditinggali lama. Kamar mandinya pun kurang bersih. Kecewa deh pokoknya.    Oke cukup curhatnya. Setelah check in, kami keluar mencari makan siang. Kami cari yg dekat bisa jalan kaki, cek2 di google, ketemulah resto india halal di daerah Bui Vien. Setelah makan dan kenyang, kami menuju Konsulat Indonesia. Wah ada apa yaa? Ternyata teman saya yg sakit itu belum puas dgn dokter di rs hanoi, jadi dia ingin meminta saran dan rujukan dari pihak konsulat yg mungkin lebih paham dgn kota ho chi minh. Yaaa jadi lagi2 hari ini dihabiskan dengan pencarian klinik dan rs. Beruntungnya ada Klinik international yg menerima turis dan berbahasa inggris di dekat konsulat. Setelah menunggu, periksa, tebus obat, sekitar jam 6 sore.    Hasil konsultasi dgn dokter, teman saya memutuskan utk lgsg ke bangkok (kebetulan ada temannya disana) tanpa ikut kami ke siem reap agar cepat pulih. Malam itu kami pun lgsg berembuk memesan tiket2 yg belum terbeli. Kami pun memutuskan utk ke cafe sekalian mencicip kopi vietnam. Cari2 di google yg reviewnya oke yaitu Bang Khuang Cafe. Dan ini adalah keputusan yg tepat, selain menu kopinya bervariasi, tempatnya juga nyaman dan cantik. Urusan memesan tiket bus ho chi minch-siem reap, tiket sleeper train bangkok-penang, dan tiket pesawat Ho Chi Minh-bangkok pun beres. Sedangkan utk tiket bus siem reap-bangkok rencananya akan kami pesan on the spot.    22/8/2017 Hari ini kami hanya keliling kota saja. Awalnya ingin ke cu chi tunnel tapi krn kondisi teman saya yg masih sakit, rasanya tidak mungkin pergi jauh2. Pertama kami ke Ben Tanh Market utk cari oleh2 dan brunch (krn disini banyak jual makanan). Setelah kenyang dan beli bbrp oleh2, kami menuju kantor pos, gereja, museum dan taman yg bisa dikelilingi dgn berjalan kaki. Karena lelah, kami kembali ke penginapan utk istirahat (yaa lagi2 kami tidur siang hahaha) kemudian malamnya keluar lagi utk cari makan. Ada 1 makanan yg khas vietnam tapi saya mau cari yg halal. Eh ketemulah Pho Muslim. Rasanya enak dan agak beda dengan pho yg pernah saya coba di jakarta. Rempah2 dan kaldu dagingnya lebih berasa plus terdapat potongan bakso homemade (hasil nanya2 yg punya). Warung Pho ini baru buka sore menjelang malam ya...
        Yaaaa sekian cerita edisi vietnam dari rangkaian 12 hari trip negara Asean. Masih ada 3 negara lagi...enjoy and happy reading!!!
    • By Nicole Sacha
      Vietnam adalah salah satu destinasi yang tidak pernah masuk ke dalam bucketlist saya, singkat cerita, pada waktu itu dikomporin sama teman satu Genk's. Salah duanya adalah si @bebem & si @indah uthe dan walaupun agak telat, akhirnya saya putuskan untuk membeli tiket ke Vietnam, tepatnya Ho Chi Minh, dengan transit PP KL.
      Huehehe, kitamah anaknya irit, jarang beli tiket direct kalo perjalanannya ga lebih dari 5 jam eim.

      Perjalanan Menyusuri Mekong River
       
      Untuk harga, pada waktu itu kebetulan lumayan murah, mengingat harga tiket yang fluktuatif tiap tahunnya.
      Mungkin ada yang bertanya tanya, apasih yang menarik dari sungai Mekong?
      Well, berikut cerita perjalanan saya ke Mekong.
      Mekong adalah salah satu sungai utama di dunia selain Nil, Amazon, Yangtze dan masih ada beberapa Sungai lain yang tersebar di seluruh dunia. Untuk mencapai Mekong, waktu itu saya ikut One Day Tour yang ditawarkan oleh petugas Hostel tempat saya menginap di Ho Chi Minh. Starting dari Hostel, kami dijemput menggunakan ELF, diantar sampai Terminal 23/9 Park untuk berganti kendaraan dengan Bus Tour yang lebih besar ukurannya dan tentu saja bergabung dengan turis-turis lainnya (Yuhuuu, berasa Turis banget emang kalo di negeri orang, haha)
       
      Setelah berganti kendaraan, meluncurlah kami ke Mekong, sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan jalan di Vietnam yang mengingatkan saya ketika menempuh perjalanan ke Dermaga Ketapang - Pahawang dari Bandar Lampung. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 Jam, sampailah kami di Dermaga Mekong. Disini kami naik kapal kayu untuk menyusuri Mekong menuju Desa masyarakat untuk melihat pembuatan Coconut Candy, Madu Lebah hasil Desa Setempat, dan menikmati suguhan musik khas Vietnam.

      Cruising Mekong River

      Madu Limau
       

      Proses Pembuatan Coconut Candy Khas Mekong
      Setelah menikmati Madu Limau & melihat proses pembuatan Coconut Candy, kami disuguhkan cemilan sambil menikmati alunan musik tradisional Vietnam yang dimainkan oleh bapak-bapak yang sudah lumayan berumur, informasi dari Tour Guide, dulunya mereka adalah bekas tentara Vietnam yang ikut berjuang melawan penjajah.
       

      Sajian Musik Tradisional
       

      Suguhan dari Masyarakat
       
      Warga desa disini beberapa ada yang bisa bahasa melayu juga lho, mungkin karena masih satu rumpun ya.
      Habis santai-santai, tour berlanjut dengan menyusuri pedesaan menuju sungai kecil yang sudah disediakan perahu - perahu kecil untuk membawa kita kembali ke kapal. Satu perahu bisa diisi 3-4 orang dan dikemudikan oleh wanita - wanita paruh baya yang sangat strong, yaiyalah, ngedayung perahu yang isinya 4 orang bok.
       

      Si Ibu Strong
      Sepanjang sungai diapit oleh pepohonan yang membentuk lorong, pemandangan tersebut membuat kita sedikit menghiraukan air sungai yang warnanya cokelat banget, mirip sama air sungai di Jakarta.
      Faktanya, sungai Mekong adalah Golden Triangle yang merupakan perbatasan dari Thailand, Laos dan Myanmar. Mekong adalah sumber air yang harus dilindungi karena Kehidupan sekitar 60 juta warga ASEAN khususnya yang berada di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam bergantung padanya. Berita lebih lengkap bisa dibaca disini https://www.antaranews.com/berita/655204/asean-harus-lindungi-sumber-air-sungai-mekong
       
      Sedikit catatan kalau mau ke Mekong :
      - Disarankan untuk ikut One Day Tour, setiap penginapan (hostel, losmen, hotel) biasanya sudah bekerja sama dengan Travel, selain lebih hemat, bisa menghemat waktu juga.
      - Pakai baju yang nyaman (karena udara disana lembab)
      - Bawa lotion anti nyamuk

      Mekong dari Lensa Gopro Hero 4
      Sekian postingan saya tentang pengalaman menyusuri Mekong. Semoga bermanfaat.

      XOXO
      ANS
       
       
      (PS : Semua foto adalah dokumentasi pribadi milik penulis)
       
       
    • By Desyzulfiani
      Saya akan ke kl awal bln nov ini ada yg mau pergi juga,,, yuk sama2.. kami berangkat dr kota medan.
    • By ko Acong
      SIBOCAH TUA NAKAL KLILING  Di KiLING FieL  dan Saigon City
      Sibo ngubek2 SAIGON city ingin ketemu Dewi ular yang Cantik
      dengan modal 2 USD @100
      LOW Gadget
      Low/ min Bhs Ingris
      Menurut Pengamatan Dan Menurut penglitan saya dengan perasaan yang real
      Awal pertama saya mendarat di Tan son nath Airport sudah Mulai Panic  Dipalak Petugas Imigrasi  minta Siao chien Sio vey (tip) Diselipkan 5 lbr @1 ringgit Cop cop cop
      Setelah Keluar Bandara Saya Arahkan Kaki  belok Kanan dengan senjata Senyum dan Xie xie Kepada Para Calo pemangsa Yang Nengok kiri dan kanan
      Beruntung Saya Sudah Hapal dikepala Dengan Masukan Info Ter Up Date 
      Salah satu nya Di Bandara Tan Son nath 
      Al tempat Tukar Uang / beli Simcar
      dan Terpenting info yellow Bus  Beroprasi Dari jam 00.03 S/ D 00.01
       
       
      Bohong Kalo Dibilang Bus Malam Tidak Ada  (Bus Hijau)
      Seperti KataKomentator Traveller “Katanya Katanya”  “Konon Menurut Cerita Temen saya” 
      Itu Info Dah Kadaluarsa 5 ato 7 Tahun lalu  Bahkan Copet pun Mati kutu sekarang
       
       
      Lanjut 
      Tentang Shutle Bus Ada Yellow Bus To Down town Harga 12000 VND stara Rp 7200 Setelah bus Berjalan Kenektur Dengan Sabar Menanyakan Tujuan Hotel kita dan Saya Sebutkan Beng than Area  Dan di Halteu bakal sampe diberitahukan unkle next stop bus Ok
      H2 Setelah Pulih Dari Penatnya Perjalanan BD KL Ho chi Minh City
      Setelah Semalam Pesan Trip Mekong River
       
      Dengan 2 tempat Kunjungan  utama Delta River Dan sampan dan Kunjungan
      Wajib Coconout King serta Big Budha  
      dengan Plus Makan Siang Paket Harga 600.000 VND hasil Nawar beli Di Hotel
       
      * Sebenarnya Masih Bisa Mendapatkan Yang Lebih Murah Namun bisa bisa Jadi Mahal Bila nga
      Punya Waktu Karena + Sewa Taxi tuk ngejar Bus Atao Tanpa Paket Makan
       
      Ato Seperti Share2 Yang Dulu Katanya Pake Bus Umum itu Sangat Tidak Disarankan
       
      1 Terminal bus Masih Jauh dari Distrik 1 Masih Jauh ke Delta mewkongnya
      Dan Jarang sekali Keberangkatannya…. Belum Pulangnya kita Kehabisan Last Bus To City
       
      Harus Sewa Ojek or Taxi Ke Pelabuhanya dan Ke lokasi Chuchi Tunel
      Belum susah Kita Mendapatkan Boat nya Harus Tunggu Sampe Kuota Penuh Baru Shae River Boat Dimulai
       
      Inilah Yang Bisa menjadi Mahal; Di waktu  /  Mahal Ke Harga berpotensi kena Scam jauh Diluar Pengawasan Petugas Turism
       
      Bule Kere Saja Nga Mau Pusing mereka Pake Tur local juga
       
      Perjalanan Mekong river cuise semua Menyenangkan dengan Dihibur Tur Guide Yang Humories
       
      Jadi Pengamatyan saya Kita Ke Saigon Sebaiknya Ambil 2 Sesi tur Lokal Mekong tur 1 day fuul
      antara 500000 sd 600000 VNd
      Chuchi Tunel Half day Tur 300 sd 400 vnd
       Total Rate Tengah 900.000 Vnd x0.6 =Rp 540.000.-
       
       
      Untuk City Tur Kita Pake Grab
      Missal tujuan ke Remand Warmen Yang Paling Jauh 40.000sd 50.000 VND
       Atao Setelah Pulang Dari Chu chi Tunel minta Turun Di tengah Jalan tujuan Reamen War museum langsung ekplor jl Kaki Durai 2 Jam
                                                                                                         
      Total Pengeluaran Saya Selama 4 H 3 malam Di Saigon
      Sbb Rinciannya
       
      15 jam · Berawal Tukar 2 lbr @100 USD rate 2.290.000
                              
      Bayar Hotel Plus 2 Item Tur ( 1 Mekong Fullday + Chuchi Half Day ) 1.858.000 VND
       
       
      12 x Kopi@ 12000vnd + Duren 1x  210000Vnd 
      Total Habis Pengeluaran 1.488.000 Bandara
      Jadi Rincian selama Saya Di Saigon sbb
      Mendarat Tukar USD jatah 200
      Beli Simcar 190.000
      Tiket Bus 24.000
      Hotel Bill Cek out
      Tur Mekong + chuci Tunel 1.858.000 VND.
      Jatah Makan 20000 x 3d 600.000 VND  
      Kopi sepuasnya 12000x//// tambah Duren Total 210.000 VND
      _____________________________________________________
      Total Estimasi .2882.000 VND D
      Setara RP 1.729.000.-