Ahook_

Persiapan Sebelum Ke Tibet,Aturannya Super Ketat!!!

20 posts in this topic

Tanggal 4 Mei 2017.

 

Sebelum memutuskan untuk melihat keindahan alam yang ada di Tibet ( baca : Aku berhasil Taklukan Tibet ), ada baiknya perhatikan dulu beberapa hal berikut ini, tentu, semua yang aku tulis dibawah ini adalah berdasarkan pengalaman yang telah aku alami sendiri. Namanya juga pengalaman, bisa saja, itu hanya berlaku buatku sendiri, tidak berlaku buat kamu, karena setiap kesempatan itu punya kejadiannya sendiri.

IMG_20170522_111206_785.jpg

Mount Everest.

Seperti halnya aku, sebelum akhirnya benar- benar sampai di Tibet, aku banyak baca pengalaman dari travelers sebelumnya yang berbeda- beda juga, cari tahu dan bertemu langsung dengan penulis buku beken “7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet“, Feby Siahaan dan temannya, Ossy Ika Dorin Gultom. Mereka, total berlima, punya pengalaman yang super keren trip dari Nepal ke Tibet.

 

 

Jelas, kamu harus tahu, mau ke Tibet, kamu mau masuk dari Kathmandu, Nepal atau dari Chengdu, Cina. Dari kedua kota tersebut, kamu bisa dapatkan The Group Visa China. Jika kamu masuk dari Nepal, sekarang ini, satu- satu caranya adalah lewat udara, yups, ada beberapa flight langsung dari Kathmandu ke Lhasa, Tibet. Untuk overland, jalur darat yang sangat terkenal dikalangan travelers dunia itu sekarang ini sudah ditutup. Informasi yang didapatkan, sejak gempa bumi yang terjadi di Nepal beberapa tahun lalu, banyak jalan yang hancur. Mungkin, kedepannya akan dibuka kembali. 

 

20170504_125731.jpg

View dari balik jendela pesawat.

Nah, kalau kamu dari Chengdu, kamu bisa pilih mau naik kereta api yang membutuhkan 46 jam perjalanan itu atau pesawat.  Perbedaannya sangat jauh, dari view yang akan didapatkan jika naik kereta api dan pesawat. Dan diyakini, jalur kereta api dari Chengdu ke Lhasa ataupun sebaliknya, itu menyuguhkan pemandangan alam yang super indah. Menjadi jalur kereta api tertinggi didunia hingga saat ini. Beda dengan penerbangan dari Kathmandu ke Lhasa, kamu akan mendapatkan pemandangan luar biasa, sang pilot akan menurunkan pesawat dan berada tepat sekitar 2.000 m diatas pegunungan Himalaya dan kamu bisa melihat dari atas secara dekat, puncak gunung tertinggi didunia itu.

 

 

 

Tentukan bulan apa kamu mau kunjungi Tibet. Tour guide yang bawa aku sih bilang Juli – September. Cuaca akan sangat bagus, pemandangan sangat jelas, tapi akan hujan di malam hari. Hampir setiap malam. Tambahnya lagi, jika ingin ke Everest Base Camp ( EBC ) sih tidak terlalu pengaruh, karena sudah berada diatas 5.200 m dari permukaan laut.

 

 

Jika sudah tahu kapan mau kesana dan mau masuk dari mana? Carilah tiket. Sudah dapat tanggal. Sudah boleh mulai cari travel agent deh. Heh? Travel agent? Berarti pakai tour dong? Yes.. satu – satunya cara untuk bisa kunjungi Tibet, kamu wajib pakai travel agent yang ditunjuk pemerintah Cina. Kenapa pemerintah Cina? Karena Tibet bukan negara, Tibet adalah bagian dari Cina, Tibet dikontrol langsung oleh Cina, secara politik, kamu bisa google sendiri. Aturannya masih berlaku hingga saat ini, tidak tahu untuk kedepannya. 

20170506_112006.jpg

Di Yamdrok Lake, 4.998 mdpl.

Ada baiknya, sebelum ke travel agent, cari tahu dulu dari pengalaman travelers sebelumnya yang sudah kesana, ingat, setiap orang punya pengalaman yang berbeda- beda, tahun dan bulan keberangkatan dari orang yang sudah pernah ke Tibet, tidak menjamin akan seperti itu juga yang akan kamu alami. Karena, peraturan pemerintah selalu berubah seiring waktu yang berjalan dan tidak ada yang tahu, bahkan dari travel agent setempat sekalipun. 

 

Contoh sederhana, setelah dapat tiket Jakarta ke Kathmandu, aku memutuskan ke Tibet. Tapi setelah cari tahu tentang cara ke Tibet, oaalaa… harus group yang terdiri dari minimal 5 orang dari pemegang paspor yang sama. Nyatanya, sekarang ini tidak berlaku, aku sudah disini. Kedepannya, kita tidak pernah tahu akan seperti apa ?

 

 

Dan, sekarang ini, sudah pasti, tidak bisa traveling ke sana tanpa travel agent, apalagi mau backpackeran. Karena begitu sampai di bandara saja, harus ada yang jemput kamu dipintu pemeriksaan, yakni, tour guide kamu yang telah ditunjuk, lengkap dengan Tibet Permit kamu yang sudah harus diurus oleh travel agent jauh hari sebelum kamu tiba.  Minimal harus ada 5 jenis surat izin yang wajib kamu miliki itupun hanya sampai di Lhasa saja, jika mau ke EBC, tambah 1 jenis surat izin lagi. Group visa Cina hanya bisa diurus di Kathmandu atau di Chengdu ( setahu aku, entah di kota lainnya di Cina juga ).

IMG_20170520_010452_641.jpg

Yamdrok Lake.

Bandingkanlah itinerary yang ditawarkan satu travel agent yang satu dengan yang lain. Aku menghubungi lebih dari 10 travel agents yang ada di Chengdu dan di Kathmandu. Baiknya, kamu mulai cari travel agent minimum 4 bulan sebelum tanggal keberangkatan kamu. Banyak tik- tok-an, belum lagi negosiasi harga dan revisi tempat yang mau kamu kunjungi. Jangan mau ikutin apa maunya travel agent, ikuti apa maunya kamu, toh kamu yang bayar kok. Sebenarnya, kamu juga bisa beli paket dari travel agent Jakarta, nah, hanya saja, mereka juga harus beli dari rekanan mereka di Cina, yang ada kamu malah bayar fee double. Harganya bisa lebih mahal.

 

 

Menjelang keberangkatan, sebaiknya jaga kondisi badan supaya tetap fit. Jika kamu bukan tipe orang yang banyak waktu buat olahraga, atau tidak suka olahraga, coba atur waktu deh buat olahraga. Karena Tibet itu rata- rata berada diatas ketinggian 3.000 m diatas permukaan laut. Seperti aku, 2 bulan sebelum berangkat ambil paket olahraga, walaupun hanya datang 2 minggu pertama saja, itupun seminggu cuma 2 kali. Hahahha…  Yang paling dikhawatirkan adalah AMS ( Altitude Mountain Sickness ).  Jadi, itulah maksudnya agar tetap menjaga badan tetap bugar. Semua tergantung pada kondisi badan sendiri, daya tahan tubuh masing- masing.

20170507_201130.jpg

Rongbuk..

Aku sih tidak punya pengalaman apapun tentang gejala yang dialami orang yang diserang AMS. Tapi berdasarkan yang aku baca, kabarnya, mual- mual, sesak napas, sakit kepala, muntah, bisa kejang- kejang, demam, dengung di telinga, sakit tenggorokan, memar, perubahan penglihatan dan lain sebagiannya, kamu bisa tanya om google. Kabarnya, ada yang sampai pembuluh darah matanya pecah. Yang akhirnya, tidak bisa menikmati Tibet itu sendiri.

 

 

Bawalah pakaian yang hangat. Tibet dikelilingi oleh pegunungan. Anginnya kencang. Sarung tangan, topi, jaket yang sudah ada topinya, masker, lips balm, kaca mata hitam buat narsis,hahaha, kaca mata lebih buat menghalau matahari langsung ke mata kamu, karena sinarnya terik sekali. Untuk makanan, coklat dan apel bagus untuk menambah stamina tubuh. Bawalah kamera, sepanjang perjalanan, aku yakin kamu bakalan jeprat- jeprit terus- terusan. Hanya didalam Jokhang Temple dan Potala Palace saja tidak boleh foto, selebihnya boleh, outdorr, asal jangan foto hal- hal yang berbau militer, kayak pos militer, tentaranya. Aku sih lebih pilih bertanya, kalau menurutku tidak yakin, apakah boleh di foto atau tidak?

 

Siapkan list lagu kesayangan kamu yang banyak. Perjalanan dari 1 tempat ke tempat lainnya “terlalu” jauh, walaupun pemandangan alamakjang, indahnya. Tetap saja bisa bosan, sangking lamanya perjalanan itu sendiri.

 

Bawalah obat- obatan, terutama konsumsi obat pengangkal AMS. Kemaren aku beli di apotek Kathmandu. Aku juga ada konsumsi vitamin c supaya tubuh tetap fit. Konsumsi obat penangkal AMS itu kalau aku sih, 2 hari sebelum terbang ke Lhasa. Aku makan 1/2 butir dulu, baru kemudian 1 butir di pagi hari. Katanya, kalau ada gejala tidak enak, segera konsumsi lagi. Banyak minum air deh. Tapi aku sendiri, entah kenapa, selama di Tibet, tidak begitu banyak minum. 

 

Sediakan banyak tisu kering dan tisu basah, pewangi atau semacam minyak angin, Tibet sama seperti Cina pada umumnya, toiletnya punya aroma yang khas. Hahaha… Lebih baik cari toilet alam. Kali saja, kamu ketemu zonk didalam toilet. Seperti aku, banyak lalar yang berterbangan sana sini. Maklum, kue- kue hasil manusia, menumpuk begitu saja didalam saja. Please.. jangan dibayangkan.

 

Buat kamu yang suka baca buku, aku sih cuma bilang, jangan deh baca buku, pemandangannya terlalu sayang untuk dilewatkan. Tapi yang terserah juga, aku, walaupun ngantok, tidak mau tidur sekejappun dalam mobil.

20170504_193147.jpg

Mesjid di Lhasa.

Tidak tahu bagaimana rencana perjalanan kamu di Tibet, tapi saat baru tiba di Lhasa, kamu disarankan untuk tidak mandi apalagi keramas untuk 2 hari pertama. Ini supaya kamu menyesuaikan diri dengan alam dan badan kamu tidak terkejut. Jelas kok, itinerary dari travel agent kamu juga tertera.

 

 

Mata uang yang dipakai adalah Cina Yuan, RMB. Bahasa lokal mereka ya Bahasa Tibet, mandarin, dan sebagian kecil bisa Bahasa Inggris. Tour guide bisa ketiga bahasa.  Makanan lokal kurang cocok dilidahku. Mereka lebih banyak masak pakai minyak yark, hewan lokal semacam sapi gitu. Aku lebih banyak makan masakan Chinesse food. Untuk masakan halal, khususnya di Lhasa, ada 1 area dekat ke Jokhang temple, disana ada Muslim area sih. Ada mesjidnya juga, mesjidnya bagus.

20170505_210815.jpg

Local food, tidak cocok dilidahku.

Balik lagi tentang aturan main di Tibet yang super ketat !!!

 

Sekali lagi, sudah dipastikan untuk saat ini, kamu tidak bisa ke Tibet tanpa  travel agent yang menjamin keberadaan kamu. Mulai dari saat kamu mendarat di Lhasa, harus ada tour guide yang menjemput kamu dengan Tibet Permit yang sudah didapat sebelumnya, sepanjang perjalanan, entah berapa puluh kali, tour guide harus turun ke pos militer untuk melapor keberadaan kamu, terlebih lagi, saat melakukan perjalanan keluar dari Lhasa. Ketika mau ke Rongbuk, wajib apply Aliens Travel Permit di Shigatse kemudian ada satu pos penjagaan, kamu harus turun bersama tour guide kamu memperlihatkan PASPOR, TIBET TRAVEL PERMIT, GROUP VISA, ALIENS TRAVEL PERMIT. Selebihnya, entah berapa puluh kali melewati pos militer, dan itu harus lapor. Tidak jarang, militernya akan mendekat ke mobil untuk periksa. Group Visa selain berlaku untuk masuk ke Tibet, juga berlaku untuk ke kota lainnya di Cina.

20170505_091833.jpg

Potala Palace.

 

Begitu dengan supir, dia juga wajib lapor setiap kali melewati pos militer. Repot, ribet dan super ketat. Semua hal ada aturannya, kecepatan mobil, ketepatan waktu, bahkan ketika mengunjungi Potala Palace di Lhasa, ditiket tertera jam 10 pagi, kita jam 9.20 sudah harus berada dipos pemeriksaan pertama, tetap, wajib didampingi tour guide. Tepat 9.30 kita baru boleh masuk untuk tukar tiket asli. Prosesnya sedemikian ketat. Aku ingat, ada 1 tour guide kehebohan kehilangan 1 anggota tournya, sedangkan saat itu juga sudah jamnya mereka masuk.

 

 

Aku tidak tahu, jika sewa router dari Jakarta apakah bisa berfungsi atau tidak? Di Tibet, sebagai turis, kamu bisa beli simcard. Harga untuk 12 GB, aku bayar 76 RMB, provider China Mobile. Ketika kamu mau pulang, kamu wajib kembalikan potongan simcard itu ke tokonya lagi.

20170505_144746.jpg

Barkhor Street.

Sebagian juga menyebutkan bahwa, akan banyak pemeriksaan secara ketat saat masuk ke Tibet. Bagasi dan sebagainya akan dicek dan dibongkar. Aku sih tidak mengalaminya sama sekali. Dari awal perjalanan, mendarat dengan selamat di Lhasa, melewati imigrasi, melewati pemeriksaan bagasi, melewati pos penjemputan oleh tour guide, menikmati indahnya Tibet, melihat dari dekat puncak Mount Everest, tepatnya mengingap semalam di kaki gunungnya, Rongbuk dan menginjakkan kaki di EBC. Kemudian pindah ke Chengdu, naik kereta api, yang katanya, harus tahan mental karena prilaku yang orang Cina soal kebersihan, hingga pulang ke Jakarta, lancar dan tidak ada satu hambatan apapun. 

IMG_20170521_210724_517.jpg

Sebelah kanan, Rongbuk Guesthouse.

Semuanya berjalan aman dan selamat. Tidak ada pengaruh AMS yang menyerangku sama sekali, tidak ada pemeriksaan yang seperti yang banyak dialami yang lainnya, tidak mengalami hal yang aneh bersama mereka saat naik kereta api ke Chengdu. 

 

IMG_20170521_142738_685.jpg

EBC

 

With Love,

 

@ranselahok

www.ranselahok.com

---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kira2 bisa seketat luar biasa itu knp yah ? Apakah karena isue2 Tibet pengen pisan dr China sehingga ketakutan akan penyusup ? 

Koko trip nya sendirian ? Dan gabung dgn group ? 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Rawoniste said:

Kira2 bisa seketat luar biasa itu knp yah ? Apakah karena isue2 Tibet pengen pisan dr China sehingga ketakutan akan penyusup ? 

Koko trip nya sendirian ? Dan gabung dgn group ? 

Iya, masalah politik kali ya. 

Aku pakai private tour sih. Berdua, Kemaren sempat pikir mau gabung dengan yang lain, tapi ada bbrp spot yang menjadi tujuanku, tidak masuk itin mereka. Kemudian, khawatir masalah AMS, khawatir kalau gabung dengan banyak orang, entah aku atau mereka yang terkendala tentang kesehatan, bisa ribet. Gitu sih. 

@Rawoniste

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 hours ago, Ahook_ said:

Iya, masalah politik kali ya. 

Aku pakai private tour sih. Berdua, Kemaren sempat pikir mau gabung dengan yang lain, tapi ada bbrp spot yang menjadi tujuanku, tidak masuk itin mereka. Kemudian, khawatir masalah AMS, khawatir kalau gabung dengan banyak orang, entah aku atau mereka yang terkendala tentang kesehatan, bisa ribet. Gitu sih. 

@Rawoniste

oh bisa pesan yang private ya? bukannya katanya minimal 5? keren nih :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, twindry said:

oh bisa pesan yang private ya? bukannya katanya minimal 5? keren nih :D 

@Rawoniste yaa sesuai yang aku tulis... sekarang ini sudah bebas.. 1 orang saja juga bisa.. tidak tahu kedepannya.. aturannya banyak berubah.

1 hour ago, kyosash said:

wah mantap nih view2nya, terutama Yamdrok Lake :salut 

hoo oh.. @kyosash

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 hours ago, deffa said:

Wah @Ahook_ persiapan nya memang harus total ya

bukan cuma soal Uang saja.

nah ini bagus neh karena saya baca2 tahun lalu masih bisa backpackeran, tapi sekarang gak bisa. Noted

Yupss.. kudu update berita terbaru lagi sebelum berangkat. @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, deffa said:

siap di catat ini, biasanya update gini dari blog2 atau ada berita resmi? @Ahook_

Kalau aku kemaren sih cari informasi dari semua sumber. Itupun buat pusing juga, ada beberapa pendapat yang berbeda. Jadi blog juga, berita juga, temans traveler yang dekat, terakhir ya paling update dari travel agent. @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Ahook_ said:

Kalau aku kemaren sih cari informasi dari semua sumber. Itupun buat pusing juga, ada beberapa pendapat yang berbeda. Jadi blog juga, berita juga, temans traveler yang dekat, terakhir ya paling update dari travel agent. @deffa

i see ada rekomendasi travel agent nya? @Ahook_

Share this post


Link to post
Share on other sites
37 minutes ago, deffa said:

heheh gak menaklukan tapi mau mencob juga

karena ada tiket ke Nepal tahun depan :D 

@Rawoniste

Coba deff, rada2 mendebarkan kalo denger  cerita FR ahook  hehehe. Tapi worthed yah lihat view anti mainstream dan pengalamnya 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Rawoniste said:

Coba deff, rada2 mendebarkan kalo denger  cerita FR ahook  hehehe. Tapi worthed yah lihat view anti mainstream dan pengalamnya 

ya pasti worth, ada cerita dari tiap perjalanan :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
19 hours ago, deffa said:

heheh gak menaklukan tapi mau mencob juga

karena ada tiket ke Nepal tahun depan :D 

@Rawoniste

Wahhh asik nih... @deffa ya kalau sudah sampai di Tibet, kudu sampai juga di EBC terus harus ke Namtso Lake nya. Kalau cuma sampai di Lhasa doang sih sayang banget. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Ahook_ said:

Wahhh asik nih... @deffa ya kalau sudah sampai di Tibet, kudu sampai juga di EBC terus harus ke Namtso Lake nya. Kalau cuma sampai di Lhasa doang sih sayang banget. 

siap noted ini saya pelajari tulisannya tar kalau ada yang mau di tanyakan saya PM ya @Ahook_

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...