Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

9 DESTINASI WAJIB BERLIBUR DI VIENNA, AUSTRIA

3 posts in this topic

Tahu dong dengan Beethoven dan Mozart? Komposer musik klasik yang namanya begitu terkenal dan abadi ini menghabiskan waktu berkarya hingga wafatnya di Austria. Bagi warga Austria, mereka adalah tokoh penting bagi kebudayaan bermusik disana. Tapi tak hanya mereka berdua, masih ada sederet nama populer lain seperti Schubert, Liszt, Haydn, Mehler, dan Brucner. Tak heran jika Vienna atau Wina sebagai ibukota negara mendapat julukan sebagai Kota Musik di Barat.

Austria memang menarik. Negara yang tak punya batas laut ini juga masih punya sejuta warna lain. Peninggalan arsitektur misalnya, seperti negara-negara Eropa lain, Austria juga punya bangunan tua dengan arsitektur khas yang masih terjaga. Alamnya pun bak tak mau ketinggalan. Negara yang masuk jajaran negara terkaya di dunia ini dianugerahi pula bentang alam yang menarik bagi pecinta alam. Dengan kata lain, Austria punya sejuta alternatif wisata yang bisa kalian pilih.

Jika kamu memang punya rencana ke Eropa, tak ada salahnya menjadikan Austria sebagai salah satu negara tujuan. Apalagi posisinya yang sangat strategis di tengah Eropa, serta masuk dalam anggota visa Schengen, tak ada alasan lagi rasanya untuk melewatkan negara satu ini.

Biar lebih yakin akan pesona warna di Austria, yuk kita jelajahi objek dan tempat-tempat menarik yang ada di sana. Sebelumnya, kamu juga bisa baca artikel tentang hal-hal umum seputar Austria di sini.

 

1.Schonbrunn Palace

 

1a.thumb.jpg.8beadfd8165b944c48815796dd7347e4.jpg

Kemegahan Istana Schonbrunn via ytimg.com

Sebelum jauh melanglang buana ke berbagai tempat, tujuan pertama yang wajib kamu singgahi ialah Istana Schonbrunn. Istana ini adalah Landmark utama dari Austria. Kemegahan bangunan berarsitektur gaya Baroque – Racoco ini sudah sangat terlihat dari besarnya bangunan utama istana. Wajar saja, karena tercatat ada 1.441 ruangan didalam istana tersebut. Istana ini sendiri pertama kali dibangun pada abad ke 16 dengan nama Katterburg. Dulunya, istana ini adalah kediaman resmi keluarga Kerajaan Austria saat musim panas. Pada yajun 1996, bahkan komplek Istana Schonbrunn masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kemegahan bangunan istana semakin kuat ditunjang oleh taman-taman yang mengelilinginya. Bahkan taman di depan istana adalah berupa taman luas dengan rumput hijau dan bunga-bunga beraneka warna. Di bagian lain juga ada taman-taman utama seperti Orangerie, Palm House, Gloriete, dan kebun binatang atau Tiergarten.

 

1b.thumb.jpg.c89c41102b3bd55fad7dea1750941ed5.jpg

Taman Labirin via schoenbrunn.at

Bagi pengunjung, ada beberapa pilihan tiket untuk masuk ke Istana Schonbrunn termasuk beberapa taman yang juga bertiket. Contohnya ialah Imperial Tour yang akan membawa kita memasuki 22 ruangan dengan durasi 30-40 menit. Tur satu ini mematok tarif 14,20 euro. Ada juga Grand Tour untuk 40 ruang dengan durasi tur 1 jam dan tiket 17,50 euro.

Sedangkan untuk masuk ke taman-taman tematiknya, pengunjung harus membayar sebesar 3,80 euro yaitu untuk Privy Garden, Orangery Garden, dan Gloriete. Ada juga taman labirin dengan tiket 5,5 euro. Kamu yang tertarik untuk menjelajah lebih dalam juga bisa memilih Museum Anak-anak sebagai tujuan. Museum ini secara khusus memamerkan barang-barang peninggalan anak-anak anggota kerajaan termasuk suasana kehidupan mereka. Untuk yang satu ini tiketnya yaitu sebesar 8,8 euro untuk dewasa dan 6,7 euro untuk anak usia 3-18 tahun. 

Loket tiket untuk masuk istana sendiri dibuka untuk umum dari pukul 8 pagi hingga sekitar jam 5 sore sedangkan untuk tiket taman berbeda-beda dari sekitar jam 9 – 10 pagi hingga 4 – 7 sore. Perihal  angkutan umum menuju Schonbrunn Palace, kalian bisa menggunakan metro U4, atau Tram 10 atau 58, atau Bus nomor 10 A yang kesemuanya ke tujuan Stasium Schonbrunn.

 

2. Hofburg Palace

Masih di Kota Wina dan masih dengan landmark utama, kali ini kita menuju ke Michaelerkuppel 1010. Kalian bisa menggunakan Metro U3 Herrengasse, atau Tram nomor 1,2, atau 71, atau Bus nomor 2A atau 3A, atau juga bisa naik Bus Hop on Hop Off di Jalur Merah.

2a.jpg.7b9a3e95d43d4265c530a8208750f717.jpg

 

Istana Hofburg via expedia.ca

Tujuan kita ialah Istana Hofburg. Istana bekas Kekaisaran Austria ini, kini masih difungsikan sebagai istana presiden. Sejak tahun 1275, para pemimpin Austria menempati istana dan tak jarang menambah bahkan merubah beberapa bagian, tak heran jika selain gaya arsitektur utamanya yaitu Baroque, di beberapa bagian istana juga ada percampuran gaya arsitektur lain seperti Renaissance, Gothic, Rococo, dan Klasik.

Dibangun jauh lebih dulu dari Istana Schonbrunn yaitu pada abad ke 13, Komplek Istana megah ini sangat besar termasuk taman-tamannya yang juga luas. Karena merupakan komplek, artinya di sini ada banyak bagian bangunan yang beberapanya ada yang baru dibangun pada abad ke 18 hingga 20. Saking luasnya bangunan istana, tercatat ada lebih dari 2.600 kamar disana.

 

2b.jpg.ea1e0aaf6fa3e004e4b4584a3e773980.jpg

Sisi Museum via wikimapia.org

Meskipun sebagai Istana Kepresidenan, ada bagian Istana yang dibuka untuk umum yaitu Museum Sisi, Silver Collection, dan Imperial Apartments. Pertama Museum Sisi, disini menjadi museum yang didedikasikan untuk Permaisuri Sisi atau nama lainnya Elisabeth, putri dari Raja Austria yang terkenal dengan kecantikannya. Permaisuri ini wafat diusia muda lantaran tertusuk pisau karena ulah pemberontak. Mungkin karena itulah dibuat museum khusus untuk sang permaisuri. Museum tersebut mengkoleksi lebih dari 300 barang pribadi milik sang permaisuri dari mulai perhiasan, pakaian, gaun, alat kecantikan, dan banyak lainnya.

Berikutnya ialah Imperial Silver Collection. Bagian yang menempati area di Wing Kanselir ini, menjadi ruang untuk koleksi barang-barang Kekaisaran terutama perak. Setidaknya ada 7 ribu barang koleksi yang dipamerkan disana. Perak memang menjadi salah satu ciri dari kekaisaran Austria saat itu, bahkan hingga kini, beberapa barang perak masih digunakan sebagai perjamuan resmi negara.

Terakhir ialah Imperial Apartments. Seperti namanya, area ini menjadi pusat tempat tinggal bagi anggota kekaisaran. Setiap apartemen didekorasi dengan mewah bergaya Empire, Barok, dan Rococo. Pengunjung bisa menikmati dan merasakan kehidupan anggota istana kala itu yang terbilang megah nan mewah.

Untuk bisa masuk dan mengeksplore ketiga tempat diatas, kalian bisa datang dari jam 9 pagi sampai sebelum jam 6 sore, setiap harinya. Tiket dipatok dengan besaran 13,9 euro untuk dewasa dan 8,2 euro untuk anak-anak. Tapi jika mau berhemat, kalian bisa menggunakan Vienna Pass.

 

3. Belvedere Palace

 

3.thumb.jpg.ef813e4b63af5952fcd28552b0834aca.jpg

Istana Atas Belvedere via wikipedia.org

Ternyata tidak hanya Schonbrunn dan Hofburg, Kerajaan Austria masih punya istana lainnya yang masih di Kota Wina yaitu Istana Belvedere. Berarsitektur gaya Baroque, Istana Belvedere dibangun sebagai tempat tinggal musim panas bagi Pangeran Eugene. Istana ini terdiri atas bangunan istana utama, sebuah galeri seni, dan kandang kuda. Istana utamanya sendiri terbagi dua yaitu di istana atas dan istana bawah. Istana atas dibangun sejak tahun 1712 sampai 1718, sedangkan istana bawah dibangun mulai tahun 1717 dan selesai di tahun 1723. Kedua bangunan ini sendiri dipisahkan oleh sebuah taman yang dihiasi oleh air mancur dan patung-patung.

Sekarang, Belvedere secara penuh dijadikan sebuah museum. Koleksi yang dipamerkan ialah berbagai jenis karya seni dari berbagai seniman dan berbagai masa. Dua istana : atas dan bawah difungsikan semua tetapi keduanya memiliki tiket terpisah termasuk dua bagian museum lain yaitu yang bernama 21er Haus dan winterpalais. Tarif tiketnya sendiri masing-masing ialah 15 Euro untuk Istana atas, 13 Euro untuk istana bawah, dan 7 Euro untuk 21er Haus. Kalian juga bisa menghemat dengan langsung membeli tiket terusan untuk Istana atas dan bawah yaitu sebesar 20 Euro. Serta 26 Euro untuk tiket terusan Istana atas, bawah, dan winterpalais.

 

4. Parliament House

4.jpeg.543e44434b4c80c598590350614c1799.jpeg

 

Gedung Parlemen Austria via checkpointmedia.com

Selain Istana Presiden, Gedung Parlemen Austria juga layak untuk dijadikan tujuan wisata. Gedung yang dibangun tahun 1918 ini memiliki gaya arsitektur Yunani kuno yang khas. Itu tampak jelas dari kolom-kolom besar yang memopang bagian terdepan bangunan.

Selain detil arsitekturnya bangunannya itu sendiri, hal menarik lainnya yang bisa dieksplore ialah air mancur yang berada tepat di depan gedung. Air mancur yang disebut dengan Pallas Athene Fountain ini menjadi simbol tersendiri karena adanya patung martir setinggi 4 meter dengan kostum khas dan membawa tombak. Disekelilingnya ada juga figur-figur lain yang katanya menyimbolkan Sungai Denube, Inn, Elbe, dan Moldau.

Memang pengunjung tidak boleh masuk ke dalam gedung, tetapi mengabadikan diri dengan latar bangunan megah ini tentu menjadi daya tarik tersendiri. Buktinya cukup banyak juga turis yang datang untuk sekedar berfoto disana.

 

5. Wiener Rathaus

 

5.thumb.jpg.1f6c60ea78c47d9afd977350c28ad036.jpg

Vienna City Hall via wikipedia.org

Rathaus atau City Hall atau Balai Kota di banyak negara Eropa, juga merupakan tempat tujuan wisata bagi turis mancanegara. Hal ini karena biasanya bangunan Balai kota memiliki nilai sejarah dan berarsitektur kuno yang menarik. Ciri khas adanya pelataran luas didepannya menjadikan pula Balai kota nyaman untuk disinggahi berlama-lama.

Kota Wina juga punya balai kotanya sendiri yang juga menjadi salah satu list objek tujuan wisata. Beralamatkan di Rathausplatz, Distrik Innere Stadt, Bangunan Balai Kota Wina ini dibangun antara tahun 1872 sampai 1883 dengan arsitektur gaya Neo-Gothic.

Dimensinya yang besar setinggi 6 lantai dengan dominasi warna putih gading menjadikan gedung ini bak istana. Tak hanya 6 lantai itu, Balai Kota ini juga punya 2 lantai bawah tanah, total ada sekitar 1.575 kamar di gedung ini. Bagian yang juga menarik ialah terdapat 4 menara kecil dan satu menara tinggi di sisi tengahnya. Menara utama ini memiliki tinggi mencapai 98 meter.

 

6. Gereja St. Stephen

 

6a.jpg.8a0f84edf08dbe19d2c15c0f0d3ab849.jpg

Bangunan St.Stephen Cathedral via medievalages.net

Masih di Kota Wina dan masih dengan bangunan-bangunan megahnya, kali ini kita menuju Stephansplatz 3. Sebuah Gereja Katolik Roma dengan arsitektur gaya Gothic-Romanesque menjadi salah satu objek yang menarik untuk dieksplore. Gereja ini mulai dibangun tahun 1137 dan selesai pada tahun 1160. Sebagaimana arsitektur Gothic, tiap sisi bangunan dibuat sangat detil. Bagian yang terbilang khas ialah atap limasnya yang memiliki corak beragam. Tak ketinggalan, sebuah menara utama setinggi 136 meter nampak kokoh berdiri di sisi selatan bangunan.

 

6b.jpg.d8a0588cf8909bf8c192a56ff000da6f.jpg

Interior gereja via travel.nationalgeographic.com

Bagi turis, diperkenankan masuk ke dalam gereja namun ada tiket masuknya yaitu sebesar 5 Euro perorang sudah termasuk audio guide. Sama megahnya dengan bagian luar, interior gereja St.Stephen ini juga sangat menunjukkan nilai seni yang tinggi. Pola vertikal dari tiang dan jendela, didukung dengan ukiran dan patung Salib Yesus raksasa menjadikan pengunjung bak terhipnotis dengan kesakralannya. Nuansa sakral juga semakin kuat terasa karena didukung oleh pencahayaan lampu beraneka warna maupun dari kaca patrinya.

Terdapat 18 altar didalam gereja ini.  Altar utamanya ialah Wiener Neustadt, altar yang menggambarkan perajaman batu kepada St. Stephen. Altar ini berlapis marmer yang katanya didatangkan langsung dari Polandia, Syria, dan Tyrol. Dibagian atasnya terdapat juuga patung Bunda Maria yang seolah akan membawa St. Stephen menuju Surga.

Jika kamu tertarik, cobalah sekedar mampir kebelakang gereje St. Stephen. Disana ada sebuah apartemen yang pernah ditingali Mozart. Mozarhaus Vienna, itulah nama apartemen itu sekarang.

 

7. Hundertwasser

 

7.jpg.cd078ffdd59fbbd478c1f86686309995.jpg

Via wetravel.com.au

Naik Tram Line 1 dan turun di Lowegasse atau Hetzgasse, tujuan selanjutnya ialah ke bangunan unik berupa apartemen. Tidak seperti bangunan kuno berarsitektur khas Eropa seperti Gothic atau Klasik, keunikan dari bangunan ini ialah karena fasadnya yang dicat berwarna warni dengan sentuhan ornamen-ornamen yang nyentrik. Memukaunya lagi, beberapa bagian dinding dibiarkan ditumbuhi tanaman termasuk balkon-balkon di bagian atas yang dengan sengaja ditumbuhi pepohonan. Jadilah apartemen ini bak karya seni baru yang tak bisa ditemui di tempat lain.

Dirancang oleh seniman bernama Friedensreich Hundertwasser dan bantuan arsitek Joseph Krawina, awal pengerjaannya dimulai sejak tahun 1980an. Karya seninya ini berhasil membuat  apartemen ini mencuri perhatian Turis dan warga Austria sendiri. Mereka begitu mengagumi karya tak biasa ini dan akhirnya membuat perumahan ini menjadi objek wisata yang dikembangkan dengan baik. Kunjungan wisatawan bisa dilakukan setiap hari dari jam  9 pagi sampai 6 petang tanpa biaya tiket masuk khusus.

 

8. Bianglala Riesenrad

Bagaimana dengan wisata hiburan? Rasanya menarik juga untuk menyambangi taman hiburan-nya Vienna. Kamu bisa bertolak ke Riesenradplatz 1, distrik Leopoldstadt. Taman Hiburan ini sangat luas dengan atraksi mainan yang beragam seperti Swinging, Frolicking, bungydome, roller coaster, dan puluhan atraksi lain.

 

8.thumb.jpg.ff362659b1f9f41e6d058c5ad176a61d.jpg

Wiener Riesenrad via pinterest.com

Satu ikon yang paling populer ialah Bianglala atau dikenal dengan nama Wiener Riesenrad. Bianglala setinggi hampir 65 meter ini sudah mulai dibangun sejak tahun 1897 oleh Insinyur asal Inggris, Lieutenant Walter Bassettt. Pembangunannya didedikasikan untuk perayaan 50 tahun (usia emas) dari Kaisar Franz Josef I.

Awalnya, Bianglala Riesenrad memiliki 30 gondola, tapi akibat Perang Dunia II, kondisi bianglala ini rusak parah. Kini, dibangun kembali gondolanya namun hanya berjumlah 15. Naik gondola ini tentu menjadi pengalaman menarik karena kalian bisa melihat keindahan Kota Vienna dari ketinggian. Beroperasi dari jam 10 pagi sampai menjelang tengah malam, harga tiketnya ialah sebesar 10 Euro untuk dewasa, 4,5 euro untuk anak 3-14 tahun, dan gratis untuk anak dibawah 3 tahun. Kalau kamu punya Vienna Card, tarifnya lebih hemat yaitu hanya 9 euro saja.

 

9. Museumquartier

 

9a.jpg.3389f2feb99111aec67796eb8bc34bf2.jpg

Kawasan Museumquartier, nampak juga bangunan MUMOK  di ujung kanan via mgw.at

Namanya memang museum, tapi lihat lagi ! tulisannya satu kata : Museumquartier. Ini adalah Cultural Quarter alias area pelataran luas yang menjadi pusat kebudayaan. Memiliki luas mencapai 6 hektar, area ini dikelilingi oleh berbagai bangunan klasik berarsitektur Baroque hingga modern. Mencapainya, kalian bisa menaiki Trem line 1 atau 2 dan turun di halte Karl Renner Ring. Bisa juga naik metri line U3 atau U2 dan turun di stasiun Volkstheater/Museumquartier.

Mengunjungi museumquartier yang berada di distrik ke7 Vienna ini ibarat menyambangi museum terbuka. Karya seni bangunan atau patung menjadi objek yang bisa dinikmati termasuk bangku-bangku tamannya yang berdesain unik. Dikawasan ini juga menjadi pusat pameran seni dan museum seperti studio arsitektur, art center, dan yang paling terkenal ialah Museum Leopold dan Museum Moderner Kunst (MUMOK).

 

9b.thumb.jpg.ff226f9df5c914575dbdbfb42ec4b98d.jpg

Tampak bangunan Museum Leopold via mikrostar.net

Museum Leopold adalah museum seni modern yang mengkoleksi ragam karya seni dari seniman terkenal terutama Austria. Kesan Modern sudah bisa dilihat dari bangunan museum yang menampilkan bentuk modern minimalis berupa kubus. Untuk Leopold Museum, harga tiketnya ialah sebesar 13 Euro.

Sama halnya dengan MUMOK (Museum Moderner Kunst). Museum ini artinya Museum Seni Modern yang memamerkan 10.000 lebih karya seni modern dan kontemporer. Bangunannya juga nampak menarik dengan struktur susunan batu yang terekspose. Bangunan yang dibuat tahun 2001 silam ini adalah karya Arsitek Austria, Ortner & Ortner.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this