Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

HALLSTATT, IKON WISATA AUSTRIA YANG MENDUNIA !

4 posts in this topic

 

a.jpg.d1564e9a60e35604540f293ce7d47662.jpg

Via expedia.com

Setelah kita berpetualang di Kota Vienna (artikelnya bisa dibaca disini), sekarang waktunya kita menjelahah lebih jauh. Ya, Austria sejatinya tidak hanya menarik dari Kota Vienna sebagai ibukota negara saja. Negara ini juga punya kota-kota lain yang tak kalah menariknya, bahkan mungkin jauh lebih memanjakan mata. Salah satunya Hallstatt yang akan kita bahas kali ini. Kota kecil ini sangat terkenal dengan pemandangan alamnya berupa pegunungan berpadu rumah-rumah warga di tepi sebuah danau. Mungkin kalau kamu mendengar namanya masih asing, tapi jika melihat fotonya, kemungkinan kamu sudah pernah melihatnya di berbagai media karena begitu terkenalnya keindagan tempat ini.

Masih penasaran dengan Hallstat? Yuk kita jelajahi tanah ‘White Gold’ ini

 

1.Mengenal Hallstatt dan Cara Menujunya

Hallstatt adalah kota kecil di Region Salzkammergut, Negara bagian Upper Austria. Lebih tepatnya Hallstatt adalah desa karena luasnya yang tak sampai 60 km persegi dan penduduknya yang hanya sekitar 800 jiwa saja.  Desa ini begitu terkenal karena pemandangan alamnya yang begitu memukau. Perpaduan barisan gunung yang terjal, danau, dan permukiman tradisional adalah kesatuan lanskap yang berhasil memukau banyak mata. Seperti yang sudah saya katakan diatas, jika melihat fotonya, kemungkinan besar kamu sudah pernah melihatnya dari berbagai sumber, saking begitu terkenalnya Hallstatt.

1a.jpg.941e6a5e10802f24ad87e9def6d042aa.jpg

 

Lokasi Hallstatt di Austria

Hallstatt sendiri sudah terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1997. Ya, Hallstatt bukan Cuma soal keindahan alam, desa ini ternyata juga punya cerita sejarah dan budaya yang tinggi. Tercatat Hallstatt sudah ada sebelum Romawi alias diperkirakan sejak 7000 tahun yang lalu. Sejak dulu, Hallstatt terkenal sebagai penghasil garam alami, hingga Hallstatt dijuluki sebagai ‘White Gold’.

Berada di ketinggian rata-rata 511 mdpl, desa Hallstatt memang berada di tepi Danau bernama sama yaitu Danau Hallstatt. Desa yang sering disebut sebagai ‘negeri dongeng’ ini berada di 280 km atah Barat Daya dari ibukota Vienna. Mencapainya dari Vienna, kamu bisa menggunakan kereta dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam.

 

1b.jpg.f754bc77920996f6a5dd35033704b789.jpg

Kapal menuju Hallstatt via im-salzkammergut.at

Tapi perjalanan masih berlangsung. Stasiun kereta dan pusat desa Hallstatt ternyata bersebrangan dipisahkan Danau Hallstatt. Jadilah, diawal perjalanan, kita sudah akan disuguhkan pengalaman naik ferry membelah Danau Hallstatt selama sekitar 5-10 menit. Biayanya sendiri sebesar 2,5 euro dengan Jadwal ferry disesuaikan dengan jadwal kedatangan kereta, jadi tak perlu takut tertinggal.

Selain dengan kereta sebenarnya bisa juga naik Bus. Menggunakan Bus biasanya dilakukan oleh mereka yang pergi dari daerah lain disekitar Hallstatt seperti Obertraun. Jika dengan bus, halte pemberhentian terakhirnya akan langsung menuju Desa Hallstatt, jadi tak perlu naik ferry lagi.

 

2. Classic Village View Point dan World Heritage View

 

2a.thumb.jpg.a54ab2c045b513d1f9ebb31d67fe63d3.jpg

Postcard khas Hallstatt via http://whc.unesco.org/en/list/806

Untuk mendapatkan foto seperti diatas, kalian tinggal berjalan menuju area yang dinamai Classic Village View Point atau dikenal juga dengan Postcard view point. Dari sanalah kamu bisa puas memotret keindahan lanskap pagunungan, danau, dan pemukiman persis seperti foto-foto yang ada di postcard Austria.

 

2b.jpg.8670feecf842debc42d76183d42c8b89.jpg

Welterbeblick via thekhayalan.com

Titik pandang terbaik berikutnya ialah World Heritage View atau Welterbeblick. Lokasinya sekitar 1 km Selatan dari Clasic Village View Point. Lokasinya menanjak sehingga memiliki panorama yang berbeda dengan Classic Village dimana di Welterbeblick ini pemandangan dari ketinggian adalah suguhannya.

 

3. Rudolf’s Tower

 

3a.jpg.43a2c72e081cb23e9316fc978ac6d419.jpg

View Platform di Rudolf’s Tower via hallstatt.net

Masih kurang tinggi? lokasi berikutnya yang bisa menjadi pilihan ialah Rudolf’s Tower atau Rudolfsurm. Titik di ketinggian ini menjadi tempat terbaik untuk melihat panorama Hallstatt dari ketinggian. Untuk mencapainya, kalian tak perlu mendaki. Tersedia kereta atau panoramic furnicular atau lebih dikenal dengan istilah tram. Dengan membayar tiket 13,4 euro untuk perjalanan pergi-pulang, kita akan diajak mendaki hanya sekitar 3 menit menggunakan kareta satu kabin dengan jalur rel khusus. Perjalanan yang memang singkat akan terasa semakin singkat lantaran sajian pemandangan alam yang memukau dari berbagai sisi.

Tapi sayangnya untuk tram tidak beroperasi sepanjang tahun. Furnicular ini punya jadwal-jadwal off yang bisa dicek jadwalnya di laman www.salzwelten.at . Jam operasinya juga berbeda-beda namun umumnya dari jam 9 pagi sampai jam setengah 5 sore.

 

3b.jpg.37ea822bc70d29dd75cb9e8c423cb9e9.jpg

Panoramic Funicular via world-2r.blogspot.co.id

Sesampainya di atas pada ketinggian 400 meter, pengunjung akan menyebrangi jembatan yang menghubungkan jurang kecil dibawahnya. Setelahnya, barulah sampai kita di Rudolf’s Platform atau area pandang yang menggantung di ujung jurang. Dari sanalah kita diajak menyaksikan pemandangan memukau dari Hallstatt. Lantas mana menara atau towernya? Ternyata Rudolf’s Towernya sendiri berada di belakang platform ini. Bangunan menara sudah ada sejak abad 12 sebagai benteng pertahanan bagi tambang garam, sebelum akhirnya di abad ke 13 hingga 640 tahun sesudahnya digunakan sebagai tempat tinggal dan kantor Manajer Tambang. Sekarang Rudolf’s Tower difungsikan sebagai Restoran. Jadi kamu yang mau merasakan sensasi bersantap diatas ketinggian dengan pemandangan bak negeri dongeng, maka tak ada salahnya menyempatkan diri kesana.

Sebenarnya jika kalian punya waktu dan uang lebih, dari Rudolf’s Tower ini kalian bisa berjalan lagi sekitar 1,5 km menuju wisata pertambangan garam. Wisata ini akan mengajak pengunjungnya merasakan kegiatan pertambangan garam yang berada di dalam tanah. Menyusuri area pertambangan bawah tanah dengan kereta kayu hingga menyaksikan video ilustrasi menjadi sebagian kecil dari kegiatan yang ditawarkan. Sayangnya seperti yang sudah dikatakan diatas, tarifnya memang tidak murah yaitu sebesar 60 euro perorangnya.  

 

4. Bone House Michael’s Chapel

Rumah tulang? Ya, jangan heran dengan namanya. Ruang ini menempati lantai pertama dari dua lantai di Kapel St. Michael. Berada di puncak sebuah bukit kecil, pengunjung harus mendaki melalui jalan tangga batu untuk mencapai Bone House.

 

4a.jpg.b5ed015a0f7329dc7bf00f88248dee95.jpg

Bone House via hallstatt.net

Bersebelahan dengan Gereja Katolik Paroki, Bone House ini merupakan tempat tersimpannya lebih dari 1.200 tengkorang dan tulang yang tersusun. Ini adalah warisan tradisi setempat. Dulu, kuburan berlaku dengan sistem sewa, jika masa sewa habis dan tidak diperpanjang, maka mayat harus dipindahkan untuk digantikan dengan mayat lain yang baru meninggal. Karena kekurangan lahan, maka sejak abad ke 12 dibuatlak Bone House ini untuk menyimpan tulang belulang mayat tersebut.

Jika dilihat, setiap tengkorang penuh dengan lukisan dan nama. Hal ini juga merupakan tradisi yang mulai berlangsung sejak abad ke 17. Keluarga atau kerabat akan menandai tengkorak dengan nama, tahun kematian, dan hiasan lain yang menyimbolkan berbagai hal. Tapi sekarang setelah diizinkannya kremasi, tradisi peletakan mayat seperti ini sudah sangat jarang dilakukan kecuali atas wasiat.

Untuk bisa masuk kedalam kapel dan melihat koleksi tengkorak, pengunjung dikenakan biaya sebesar 2 euro. Jadwal bukanya sendiri yaitu dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

 

4b.jpg.b25d31054b8e47f286ce65649fe5f5da.jpg

Pemakaman di dekat Bone House via hallstatt.net

Tak hanya Bone Housenya, area pemakaman juga ada disana. Menariknya, pemakaman disana terbilang unik. Ditata dengan apik berpadu dengan tanamam bunga di sekelilingnya, makam-makam yang ada justru nampak sangat menarik.

 

5. Marktplatz

Lebih dekat dengan rumah-rumah tradisional Hallstatt, lokasi terbaiknya ialah di Marktplatz. Bahkan sebelum sampai Marktplatz, kita sudah akan disuguhkan dengan pemandangan indah dari rumah-rumah kayu yang berjajar di tepi danau. Rumah-rumah ini berjajar melingkar keatas bukit sehingga nampak bertingkat.

 

5.jpg.6241baf3c0033cc583c5224127bb3548.jpg

Salah satu sisi Markplatz via fotocommunity.de

Rumah-rumah tradisional yang ada di Marktplatz memang terlihat sangat cantik.  Disinilah pusat dari Desa Hallstatt sesungguhnya karena pemukiman awal berada disini. Sayangnya pada tahun 1750 sempat terjadi kebakaran hebat yang meludeskan sebagian rumah-rumah disana. Jadilah sebagian rumah adalah hasil renovasi. Pembedanya, rumah yang benar-banar tua ialah yang seluruh bagiannya masih terbuat dari kayu.


 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this