Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

SALZBURG : KOTA MUSIK DI AUSTRIA, KAMPUNG HALAMANNYA MOZART (BAGIAN 1)

4 posts in this topic

Austria, negara ini menjadi salah satu tujuan wisata populer turis Eropa. Selain objek wisatanya yang beragam, juga lantaran letaknya yang strategis di tengah daratan Eropa. Bagi pemegang visa Schengen, sayang rasanya melewatkan untuk singgah ke negara satu ini.

Kota utama tentu saja Wina atau Vienna sebagai ibukota negara. Info wisata kota ini sudah kita bahas di artikel sebelemnya (baca disini). Ikon wisata dari Austria lainnya yaitu Hallstatt. Sebuah desa dengan daya tarik pemandangan alam berpadu permukiman tradisional di tepi danau. Info wisata Hallstatt juga sudah dibahas di artikel sebelumnya (baca disini). Selain kedua kota itu, ada satu lagi kota wisata terkenal di Austria yaitu Salzburg. 

 

 

a.thumb.jpg.fe8b7e1b57b153a6173cdcd6dc14a1b0.jpg

Kota Salzburg via getyourguide.com

Selain mereka yang memang berencana libur ke Austria, banyak juga turis yang datang ke Salzburg lantaran lokasinya yang berada di perbatasan dengan Jerman. Turis yang ke Kota Munich di Jerman, banyak juga yang memanfaatkan waktu untuk mampir ke Salzburg.  Kota terbesar ke empat di Austria ini memang berada di perbatasan negara Austria bagian Barat-Laut dan Jerman bagian Selatan. Salzburg berjarak sekitar 296 km dari ibukota Vienna dan hanya berjarak sekitar 145 km dari Kota Munich, Jerman. Dari Munich, Salzburg bisa dituju dengan menggunakan kereta dengan lama perjalanan sekitar 2 jam saja.

Salzburg berada di dataran Pegunungan Alpen. Sungai Salzach jadi sungai utamanya yang membagi kota menjadi dua bagian yaitu Old Town dan New City. Seperti namanya, Old Town atau Altstadt menjadi pusat keberadaan bangunan-bangunan klasik abad pertengahan. Sedangkan New City atau Neustadt menjadi kawasan modern.

 

 

1.Old Town of Salzburg

 

Sejak 1997, UNESCO sudah menjadikan Old Town Salzburg sebagai Situs Warisan Dunia dengan nama Historic Centre of the City of Salzburg. Kawasan Old Town ini berada persis di tepi Sungai Salzach sisi Barat. Lokasinya di tepian sungai utama ini menjadikan Old Town nampak menarik dilihat dari sungai dan seberangnya. Apalagi kawasan ini juga merupakan lahan berbukit sehingga bangunan-bangunannya nampak bertingkat dan menarik jika dilihat dari seberang sungai.

 

 

1a.thumb.jpg.de6e9fc742d9b409ef720f1528fe86d1.jpg

Salah satu jalan/lorong teramai di Old Town via famouswonders.com

Ciri khas bangunan di Old Town ini ialh berarsitektur klasik khas Medievel atau abad pertengahan dan gaya Baroque. Mengeliling kawasan Old Town terkhusus di jalan berupa lorong-lorongnya seolah membawa kita ke dimensi lain. Arsitekturnya yang kuno namun masih terawat disetiap sisi menjadikan berjalan disana tak akan membosankan. Apalagi banyak toko souvenir, makanan, dan cafe yang siap menjadi pengalih perhatian. Sempatkan untuk membeli oleh-oleh disana dan bersantai menikmati secangkir kopi untuk lebih puas menikmati pemandangan Old Town. Tak ketinggalan, sebagai kota musik, seringkali kita temui seniman jalanan yang asyik memamerkan kemampuan bermusiknya.

 

 

1b.jpg.1b8486bff3774657d45c509f24e541c8.jpg

Alun alun dan air mancurnya via ferienprofis.at

Jangan lewatkan pula untuk menyambangi alun-alunnya atau dalam bahasa lokal disebut Residenzplatz Square. Dikelilingi oleh bangunan-bangunan klasik bertingkat yang terdiri atas Old Residenz di sisi Barat, New Residenz di sisi Timur, Salzburg Cathedral di sebelah Selatan, dan Royal Private Apartments di bagian Utara. Residenzplatz ini sendiri dibangun pada abad ke 16 atas perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau sebagai bagian dari Salzburg Cathedral.

Tepat dibagian tengah alun-alun ini juga ada sebuah air mancur berlapis marmer yang dinamai Residenzbrunnen. Air mancur ini sudah dibangun antara tahun 1656 sampai 1661. Selain berfoto di air mancur, kamu juga bisa mencoba naik kereta kuda karena ada banyak kereta kuda tradisional di kawasan alun-alun ini.

Kawasan Old Town memang luas. Masih banyak bangunan bersejarah lain yang akan kita bahas selanjutnya. Bisa dikatakan pula Old Town inilah pusat objek-objek wisata utama Salzburg. Karenanya, satu wilayah ini mungkin bisa dihabiskan untuk satu harian.

 

 

2.Salzburg Cathedral

 

 

 

2.jpg.3c42512f2a7d5623cf986e7088fbe2c6.jpg

Salzburg cathderal tampak sisi Barat via planetware.com

Seperti yang sudah diungkap diatas, Salzburg Cathedral berada persis di sisi Selatan Residenzplatz. Gereja katolik roma yang didedikasikan untuk Saint Rupert dan Sain Vergilius ini memiliki arsitektur bergaya Baroque. Cikal bakal bangunan gereja sendiri berasal dari gereja yang dibuat oleh Saint Rupert di tahun 774. Namun sempat terjadi kebakaran dan sempat pula dibangun ulang tahun 1181. Pembangunan ulang secara total seperti kondisi saat ini sendiri baru dilakukan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1614 sampai 1628, dibawah perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau.

Tepat di depan gereja, pengunjung sudah akan disuguhkan sebuah monumen patung yang nampak menjadi pelengkap keindahan bangunan gereja yang didominasirwarna abu-abu ini. Fasad bangunan di sisi Barat ini juga nampak menarik dari keberadaan jendela-jendela kecilnya dengan detil ukiran dibagian atas jendela. Terdapat juga dua menara dikedua sudutnya. Menara ini memiliki kubah kecil dibagian atasnya berwarna hijau toska. Jika dilihat dari samping, maka akan tampak juga sebuah kubah besar berwarna hijau toska disisi Timur bangunan.

 

 

3. Mozartplatz

 

 

 

3.thumb.jpeg.600bf4ef969b68f1d8812602bf1308bb.jpeg

Patung Mozart via salzburg.info/website

Masih di area Residenzplatz tepatnya di sisi Timur Laut, ada juga pelataran yang secara khusus didedikasikan untuk sang maestro, Mozart. Seperti yang sudah diungkap di awal, Salzburg adalah kampung halamannya Mozart dan karenanya pula Mozart sangat dicintai oleh warga Salzburg.

Di Mozartplatz ini ditandai dengan sebuah monumen berupa patung Mozart. Dikeliling oleh taman bunga, patung di tengah-tengah pelataran ini tak pernah sepi kunjungan turis untuk berfoto disana. Ya, rasanya memang tak lengkap jika ke Salzburg tapi tidak berfoto dengan patung Mozart sebagai sosok ikon kota.

 

 

4. Old City Hall

 

Jika biasanya di Eropa, pelataran Balai kota adalah alun-alunnya. Maka berbeda dengan di Old City Salzburg. Bekas balai kota atau Rathaus atau Old City Hall Salzburg ini tidak memiliki pelataran luas yang biasa dijadikan tempat berkumpul. Bangunan balai kota satu ini justru diapit oleh bangunan lain dengan gang kecil dan berada persis di tepi jalan utama yang berbatasan langsung dengan Sungai Salzach.

 

 

5.thumb.jpg.30e419024ee9f9c3b21c0efe3e7a764b.jpg

Nampak menara jam Rathaus/Old City Hall via wikimedia.org

Bangunan abad pertengahan dengan fasad bergaya Rococo ini nampak menonjol dibanding bangunan lain disekitarnya ialah dari menara jamnya. Menara jam inilah yang menjadi penciri dan membuatnya bisa dilihat dari banyak sudut termasuk dari seberang sungai.

Sejak tahun 1947, Balai kota satu ini memang sudah tidak difungsikan sebagai kantor walikota karena dipindahkan ke Schloss Mirabell. Namun demikian, hingga kini masih digunakan oleh badan administratif kota untuk perkantoran dilantai atas, dan pertokoan di lantai bawah. Karenanya, kondisi bangunan yang diperkirakan dibangun pada abad ke 14 itu masih terawat hingga kini.

 

 

5. Benteng Hohensalzburg

 

 

 

6a.thumb.jpeg.5e09dc497084527590d73670d6455246.jpeg

Tampak Hohensalzburg dari kejauhan via salzburg.info/website

Berada hanya sekitar 500 meter dari Residenzplatz dan diatas sebuah bukit setinggi 506 meter yaitu Bukit Festungsberg, kalian bisa menyambangi sebuah benteng kuno yang dibangun lebih dari 600 tahun. Ya, benteng bernama Hohensalzburg ini awal didirikan tahun 1077 atas perintah Pangeran Gebhard von Helfenstein sebagai benteng kerajaan. Namun baru selesai pembangunannya di tahun 1681. Pembangunannya yang luar biasa lama ini membuat benteng ini sering disebut sebagai Benteng Abadi.

Berwarna putih menjadikan benteng ini semakin mecolok di atas ketinggian bukit. Saat malam haripun, benteng ini dihiasi dnegan lampu kuning keemasan sehingga juga menarik perhatian.

 

 

6b.jpg.d2e9bc92bbf7b552fb1c4a756f0a907a.jpg

Funicular untuk menuju benteng via citytixx.com

Untuk bisa naik ke atas bukit, pengunjung bisa memilih dua cara. Pertama dengan berjalan kaki alias mendaki yang hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit. Atau dengan naik funicular atau kereta atau Festungsbahn Cable car. Mungkin naik fenicular ini menjadi pilihan paling nyaman, apalagi tiketnya sudah termasuk tiket masuk benteng.

Benteng Hohensalzburg mematok tarif mulai dari 12 euro perorang dewasa. Namun tiket ini tidak termasuk untuk memasuki beberapa bagian bentang yaitu Apartment dan Mechanical Theater. Jika kalian mau mengambil paket lengkapnya yaitu ke semua kawasan dan bangunan, maka kamu bisa membeli tiket seharga 15,2 euro untuk dewasa dan 8,7 euro untuk anak 6-14 tahun. Kedua tipe tiket ini sudah termasuk audio guide yang tersedia dalam 11 bahasa yang siap menjadi pemandu.

Jadwal bukanya sendiri yaitu setiap hari dari antara jam 9 pagi sampai 5 sore. Jadwalnya memang tidak menentu tergantung bulan atau musim apa yang tengah berlangsung.

Terdapat banyak bagian atau area di Hohensalzburg, seperti Capel, tempat tinggal atau aprtment, taman, aula, istana/kamar raja, serta termasuk beberapa museum seperti Museum Burg yang menyimpan peralatan tawanan perang zaman dahulu, Museum Marionette, dan Museum Rainer Regiment. Karena berada di atas bukit, maka pula pengunjung bisa melihat keindahan Kota Salzburg dari berbagai mata angin.

 

-

Bersambung ke artikel berikutnya -> klik disini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this