Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

SALZBURG : KOTA MUSIK DI AUSTRIA, KAMPUNG HALAMANNYA MOZART (BAGIAN 2)

4 posts in this topic

Di artikel sebelumnya (bagian 1), kita sudah membahas beberapa objek wisata yang ada di Kota Salzburg. Umumnya objek-objek tersebut berada di kawasan Old City dari Salzburg. Old City atau Kota Tua-nya Salzburg memang menjadi pusat wisata disana. Dalam artikel bagian 2 ini, mari kita melanjutkan petualangan ke destinasi-destinasi menarik lainnya.

 

6. Rumah Tempat Lahir Mozart (Mozarts Geburtshaus)

Mozart lahir dan besar di Salzburg. Bahkan rumah tempat ia dilahirkan pun masih terawat hingga sekarang dan difungsikan sebagai sebuah museum. Lokasinya berada di Jalan Gestreidegasse nomor 9 yang juga masih di kawasan Old City, hanya sekitar 400 meter dari Residentzplatz.

 

6a.jpg.432f21cf0ceb048cdd7ea881caa3c434.jpg

Mozarts Geburtshaus via solotravelerworld.com

Tak akan sulit menemukan rumah apartemen ini. Bangunannya memang menyatu dengan bangunan bertingkat lain, tetapi Mozarts Geburtshaus dicat dengan warna berbeda dan mencolok yaitu kuning. Tulisan besar ‘Mozarts Geburtshaus; juga terpampang di dinding antara jendela lantai 3 dan 4 bangunan.

Termasuk salah satu museum yang paling ramai kunjungan, maka jangan heran jika mungkin kalian harus mengantri untuk mendapatkan tiket masuk. Harga tiketnya sendiri yaitu sebesar 11 euro untuk dewasa, 3,5 euro untuk anak usia 6-14 tahun, dan gratis untuk anak dibawah 6 tahun. Museum sendiri dibuka setiap hari dari jam 09:00 sampai 17:30.

Sayangnya, pengunjung dilarang mengambil foto bagian dalam museum ini, sehingga mungkin akan mengurangi keasyikan. Meski begitu, ada saja pengunjung yang diam-diam mencoba mengambil foto untuk kenangan.

6b.thumb.jpg.91cde693ac8ac60f7db897a25de8ba08.jpg

 

Ruang tamu di rumah Mozart via alterra.cc

Sebagaimana sebuah rumah, Mozart Geburtshaus terdiri atas beberapa ruang yang memang dulunya digunakan oleh sang maestro. Ruang tamu dengan kursi, meja, dan lemari berbahan mebel nampak menunjukkan kehangatan suasana disana.

Bagian yang tak boleh ketinggalan ialah sebuah kamar yang tidak begitu besar. Di kamar itulah Mozart dilahirkan. Sebuah ranjang yang ntah apakah masih asli atau tiruan saja, namun setidaknya bisa memberi gambaran bagaimana sang ibunda berjuang melahirkan putranya tersebut.

Ruang lainnya yang juga menarik ialah kamar tidur Mozart ketika dia bayi hingga kanak-kanak. Kamar berukuran 4x4 meter tersebut berisikan sebuah tempat tidur, kursi, dan meja.

Ada juga dapur yang menjadi tempat ibunda Mozart memasak serta makan bersama keluarga. Dapurnya juga nampak sederhana dengan lantai dan dinding berwarna coklat. Di banyak ruang juga tepajang foto dan lukisan seputar kehidupan Mozart.

Sebuah piano tua juga dipamerkan dengan dilapisi kaca. Piano inilah yang digunakan Mozart utnuk belajar musik. Bisa dikatan, Piano tersebut menjadi saksi bisu lahirnya sentuhan emas dari seorang Mozart. Tak hanya satu, dipamerkan juga piano lain yang digunakan Mozart dalam berbagai kesempatan.

 

7. Mozart Residence (Mozarts Wohnhaus)

Kalau diatas adalah Rumah tempat lahirnya Mozart, maka yang satu ini adalah Rumah tinggalnya mozart. Lokasinya masih di Salzburg tentu saja, tetapi sudah diluar Old Town yaitu diseberang Sungai Salzach namun hanya sekitar 400 meter saja dari Mozart Geburtshaus sehingga masih bisa dilalui dengan berjalan kaki melalui jembatan Staatbrucke.

 

7.thumb.jpeg.30f73a03bc6a7c6fe7a27fb2384b44c8.jpeg

Mozart Wohnhaus via salzburg.info/website

Rumah Apartemen yang berada di kawasan bernama Makartplatz ini memang nampak biasa saja. Bangunan bercat pink muda dengan dimensi memanjang kesamping ini memiliki jendela yang berderet di setiap lantainya. Namun ternyata dibangunan itulah Mozart pernah menghabiskan masa mudanya bersama keluarga. Ia tinggal disana antara tahun 1773 sampai 1787 atau pada usianya 17 hingga 31 tahun.

Bangunan ini sendiri sebenarnya sempat hancur di beberapa bagian akibar serangan udara tahun 1944. Bagian yang selamat akhirnya dibeli oleh Yayasan Mozart Internasional di tahun 1955 lalu singkatnya direkonstruksi dan dijadikan museum sebagaimana yang ada saat ini.

Di museum ini tersimpan dokumen-dokumen asli milik Mozart. Koleksi foto diri Mozart yang terpajang, peralatan rumah tangga, dan tentunya kamar-kamar yang ia gunakan menjadi satu kesatuan pameran yang tersuguh disana.

Museum ini dibuka setiap hari dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 5 sore. Tiket masuknya yaitu sebesar 11 euro untuk dewasa, 4 euro untuk remaja 15-18 tahun, 3,5 euro untuk anak 6-14 tahun, dan paket khusus untuk keluarga 2 dewasa dan satu anak dibawah 18 tahun yaitu sebesar 23 euro.

 

8. Schloss Mirabell

Schloss Mirabell artinya Istana Mirabell. Ini adalah komplek bersejarah yang terdaftar dalam Situs Warisan Budaya UNESCO. Schloss Mirabel ini adalah bangunan istana yang dibangun tahun 1606 atas perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau. Letaknya tak jauh dari tepi Sungai Salzach sisi New town dari Salzburg. Jika dari Mozarts Wohnhaus, kalian cukup berjalan kaki sekitar 5 menit ke arah Utara.

 

8.thumb.jpeg.08ddbd7cb550479c4c3cae85572173c5.jpeg

Komplek Istana Mirabell via salzburg.info/website

Kata Mirabell sendiri berasal dari dua kata yaitu mirabile yang berarti ‘mengagumkan’ dan bella yang artinya ‘cantik’. Nama ini nampaknya menjadi gambaran kecintaan Pangeran Wolf Dietrich Raitenau kepada sang istri tercinta yang bernama Salome Alt.

Bangunan Istana memiliki arsitektur gaya Baroque. Berpadu dengan taman bunga di seklilingnya, inilah yang menjadikan komplek istana ini selalu menarik pandangan. Taman-taman ini memang sengaja ditata dengan pola yang umumnya simetris sehingga menambah kesan megah dari bangunan Istana yang memang sudah tampak megah. Taman-tamannya juga tak hanya satu, tetapi ada beberapa di area yang berbeda termasuk taman labirin. Bisa dikatakan wujud komplek istana ini memang merefleksikan namanya, ‘cantik dan mengagumkan’.

Komplek istana ini terbuka untuk wisatawan. Beberapa bagian dibuka dengan jadwalnya sendiri, namun secara umum dibuka setiap hari dari skeitar jam 8 pagi sampai sekitar jam 4 sore. Menariknya lagi tidak ada biaya khusus untuk tiket masuknya.

 

9. Schloss Hellbrunn

 

9.thumb.jpeg.4df950b2230f24ac7c93267f1711c08c.jpeg

Salah satu area di Istana Hellbrunn via salzburg.info/website

Berjarak sekitar 7 km arah selatan dari Istana Mirabell, tepatnya di Jalan Furstenweg 37, ada juga sebuah istana bernama Hellbrunn. Bangunannya beragam dan tak jalah megah dengan Istana Mirabell, apalagi komplek istana ini juga cukup luas dan merupakan salah satu peninggalan kuno dari Salzburg. Dibangun antara tahun 1613 hingga 1619 oleh Pangeran Salzburg yang bernama Markus Sittikus von Hohenems, Istana ini dibangun untuk tempat tinggal musim panas. Karenanya taman-taman yang dibangun umumnya memiliki sentuhan air baik dari kolam yang luas maupun air mancur.

Ada banyak hal yang bisa dieksplore di komplek Hellbrunn. Pengunjung tidak hanya sekedar bisa menikmati kemegahan bangunan istana atau sekedar bersantai ditaman-tamannya, tetapi juga akan diajak merasakan sentuhan-sentuhan menarik seperti melalui sebuah jalan yang memuncratkan air dari bawah.

Pengunjung juga bisa masuk ke beberapa ruangan istana yang dijadikan ruang pameran. Jadwal bukanya sendiri yaitu setiap hari dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 5 sore tergantung bulan atau musim yang tengah berlangsung. Tarif tiketnya yaitu sebesar 22 euro untuk dewasa dan 10,10 euro untuk anak 4-18 tahun.

 

10. Karajan Square

 

10.thumb.jpeg.4acc6bc87b7cd30d576d5090cbcfb303.jpeg

Karajan Square via salzburg.info/website

Karajan Square atau Karajan platz bisa menjadi pilihan lain untuk bersantai. Lokasinya kembali di kawasan Old Town tak jauh dari Old City Hall. Di lokasi yang berasal dari abad ke 17 ini terdapat sebuah kolam dengan patung kuda sebagai sebuah monumen. Disekilingnya terdapat dinding bergaya arsitektur pertengahan dengan lukisan-lukisan kuda. Hal ini lantaran disinilah dulunya menjadi tempat para pangeran uskup memandikan kuda-kuda parade mereka.

Lokasinya juga berada tepat di bawah tebing Monchsberg. Jadilah pemandangan tebing yang langsung didepan mata cukup menarik perhatian apalagi untuk objek foto. Tak banyak memang hal yang bisa dilakukan disini. Tetapi karena lokasinya yang juga masih di kawasan Old Town dan mencapainya yang juga mudah dengan berjalan kaki, tak ada slaahnya juga rasanya untuk singgah kesana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this