Sign in to follow this  
Okky Kusuma

Hipotermia - Kondisi Yang Selalu Mengikuti di Lingkungan yang Dingin

29 posts in this topic

Hipotermia...

Kata yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga masyarakat umum. Terutama bagi mereka yang berada di lingkungan yang dingin. Entah karena mereka tinggal di daerah itu atau bepergian ke daerah itu atau berada di daerah itu untuk sementara waktu.

Pegunungan adalah lingkungan yang paling sering terlintas di benak orang awam. Atau daerah kutub dan daerah lainnya yang mempunyai iklim dingin. Selain itu, lingkungan bawah laut juga mempunyai potensi untuk memberikan efek hipotermia.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak kasus orang yang meninggal karena hipotermia. Dan rata-rata korban dari hipotermia adalah para pendaki gunung.

Padahal hipotermia dapat dicegah. Selain itu mempunyai gejala yang dapat diketahui seketika oleh orang awam sekali pun. Hanya dengan berbekal pengetahuan yang mudah didapat dimana saja dan dapat diterapkan oleh orang awam sekalipun, seharusnya kasus kematian karena hipotermia dapat ditekan serendah mungkin. Bahkan dihilangkan sama sekali. Ironisnya, banyak orang yang menyepelekan masalah ini.

Banyak para pendaki gunung terutama yang pemula, yang tak mengindahkan pengetahuan ini. Sehingga mereka tak tahu apa gejala dan apa yang harus dilakukan pada orang yang menderita hipotermia. Parahnya, mereka juga tak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah hipotermia terjadi.

Okay, sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu hipotermia...

 

Apa sih...

Secara arafiah hipotermia mempunyai arti keadaan dimana suhu tubuh manusia berada di bawah normal.

C0D7SupUUAAb_2o.jpg.9a6650a560728512448e0838ad64411d.jpg

Suhu tubuh normal manusia dewasa untuk yang tinggal di daerah iklim tropis (termasuk Indonesia) adalah antara 36 - 37.5 Celcius. Tubuh mempunyai mekanisme tersendiri untuk menjaga agar suhu tubuh tetap berada disekitaran suhu itu.

Apabila kita berada di lingkungan yang dingin maka tubuh akan melakukan pengecilan diameter pembuluh darah agar panas tubuh tidak banyak menghilang melalui evaporasi dan otot tubuh akan berkontraksi secara involunter (menggigil) untuk menghasilkan panas.

 

Kok bisa sih tubuh kehilangan panas tubuh...

Melalui hukum fisika, ada beberapa cara bagaimana terjadi proses kehilangan panas tubuh. Yaitu ;

4-thermal-comfort-14-638.jpg.777c9f086352b1dfe2d39e13706ec070.jpg

Radiasi : Kita mendapatkan energi dingin dari lingkungan sekitar kita dalam bentuk gelombang atau partikel dalam 'ruang'

Konduksi : Kita mendapatkan energi dingin dengan cara menyentuh benda padat yang bersuhu dingin

Konveksi : Kita mendapatkan energi dingin dari gerakan udara atau air

Evaporasi : Kita kehilangan panas dari dalam tubuh melalui penguapan

Respirasi : Kita kehilangan panas dari dalam tubuh melalui hembusan nafas baik dari hidung atau mulut

Selain itu, keadaan hipoglikemia (kondisi tubuh dimana kekurangan kadar gula darah) bisa menyebabkan hipotermia. Karena salah satu mekanisme tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh basal adalah dengan otot berkontraksi secara involunter (menggigil) sehingga menghasilkan panas. Nah, agar dapat berkontraksi otot memerlukan bahan bakar yang perlu dibakar. Dan bahan bakar ini adalah gula darah. Apabila kadar gula darah rendah, maka otot kekurangan bahan bakar untuk bisa kontraksi. Sehingga kontraksi tubuh tak maksimal dan panas yang dihasilkan juga tak maksimal. Yang nantinya akan kalah dengan suhu dingin yang ada di lingkungan sekitar.

 

Seberapa parah sih hipotermia bisa terjadi...

Ada 3 tingkatan yang menunjukkan derajat keparahan hipotermia tubuh. Dan derajat itu ditentukan dengan mengukur suhu basal tubuh. Cara yang paling gampang untuk mengukur suhu basal tubuh adalah melalui mulut atau lubang anus.

fig3.jpg.bf803fadc76dd92430b02c41c4631dda.jpg

 

Terus, gejalanya apa aja sih...

Okay, sesuai derajat keparahan hipotermia, gejala yang timbul juga sesuai dengan penurunan suhu tubuh.

Pada suhu tubuh antara 34-35 derajat, maka seluruh tubuh akan menggigil hebat. Yang pada awalnya hanya pada bagian tangan atau kaki, kini gerakan menggigil terjadi di seluruh bagian tubuh.

Sedangkan pada suhu tubuh antara 33-34 derajat maka pasokan oksigen ke tubuh mulai berkurang. Kenapa bisa begitu ??? Seperti yang tadi saya jelaskan, salah satu mekanisme tubuh mempertahankan panas tubuh adalah dengan memperkecil diameter pembuluh darah untuk mencegah evaporasi yang berlebihan. Efek samping dari hal itu adalah aliran darah secara kuantitas menjadi berkurang. Sedangkan darah membawa oksigen dan zat makanan. Sehingga apa bila berlangsung lama maka organ tubuh akan kekurangan pasokan oksigen dan makanan. Apabila hal ini menyerang organ otak maka penderita akan terlihat ling-lung, diajak komunikasi tidak nyambung, bicara ngaco, dan sulit mengingat akan suatu hal.

Pada suhu 32-33 derajat maka akan terjadi irama jantung yang cepat (berdebar-debar), frekuensi nafas yang cepat, serta gejala yang disebutkan di atas akan semakin berat. Penderita akan cenderung mengantuk dan tidur, namun masih dapat dibangunkan dengan teriakan atau rangsangan nyeri.

Pada suhu antara 31-32 derajat, maka kesadaran penderita akan semakin menurun. Pendeita akan semakin sulit dibangunkan. frekuensi nafas dan irama jantung akan semakin cepat.

Sedangkan untuk suhu antara 28-30 derajat maka tubuh akan kehilangan kemampuan kontraksinya. Penderita tak akan terlihat menggigil lagi. Frekuensi nafas mulai terlihat menurun tetapi irama jantung tetap semakin cepat dan tidak teratur. Pupil mata mulai menurun reaksinya terhadap rangsangan cahaya.

Dibawah suhu 28 derajat maka penderita akan masuk ke dalam kondisi koma.

 

Baiklah... Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah dan yang harus kita lakukan pada penderita hipotermia ???

Pencegahan dan apa yang harus dilakukan pada penderita adalah cukup simple. Yaitu mencegah terjadi penurunan suhu tubuh.

1. Bawa persediaan makan yang cukup. Tinggi Karbohidrat dan Tinggi Protein. Sangat penting untuk menjaga agar perut kita selalu terisi makanan yang cukup.

2. Kenakan pakaian hangat dari kepala sampai kaki. Sekarang sudah banyak jaket yang water proof sekaligus wind proof.

3. Bawa termometer untuk mengukur suhu tubuh. Gunakan pada orang yang diduga mengalami gejala hipotermia.

4. Sediakan Hypothermia Wrap bila ada.

5. Jangan mengkonsumsi alkohol di lingkungan yang dingin.

HYPOTHERMIA-WRAP.jpg.bbf68e8a5c24460b092615b056265b3c.jpg

Demikianlah info mengenai hipotermia. Terima kasih atas perhatiannya.

Tanyalah bila masih perlu pencerahaan sebelum kau ditanya

Share this post


Link to post
Share on other sites

padok @Okky Kusuma

sering liat di film2 kalau lagi hipotermia gitu

dan keadaan darurat, jika sedang tidak sendirian

bisa saling berpelukan tidak menggunakan pakaian alias skin to skin

biar panas masing2 tubuh membantu, ngefek gak dok? apa cuma di pelem doank? karena biasanya ujung2 nya ya gitu deh heheh :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, deffa said:

padok @Okky Kusuma

sering liat di film2 kalau lagi hipotermia gitu

dan keadaan darurat, jika sedang tidak sendirian

bisa saling berpelukan tidak menggunakan pakaian alias skin to skin

biar panas masing2 tubuh membantu, ngefek gak dok? apa cuma di pelem doank? karena biasanya ujung2 nya ya gitu deh heheh :D 

secara teori sih ada benarnya.

yaitu mentransfer panas tubuh dengan cara konduksi. Sayangnya praktek di lapangan gak pernah memberikan hasil yang memuaskan.

itu mah cuma bisa-bisanya film biar kelihatan romantis dan erotis.

wakakakakakakakakak...

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, Okky Kusuma said:

secara teori sih ada benarnya.

yaitu mentransfer panas tubuh dengan cara konduksi. Sayangnya praktek di lapangan gak pernah memberikan hasil yang memuaskan.

itu mah cuma bisa-bisanya film biar kelihatan romantis dan erotis.

wakakakakakakakakak...

 

hahaha ya itu dia padok:P 

@Okky Kusuma

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Okky Kusuma tks informasinya pak dokter,,saya waktu naik ke gunung Prau katanya gejala hypo, sampai menggigil kedinginan, kmd istirahat dan buka tenda, kmd manasin air dan taruh di plastik utk kemudian plastik yg berisi air panas ditaruh di telapak kaki. kmd dipaksa makan nasi dan minum kopi panas, sesudah itu masuk ke sleeping bag,,,alhamdulillah baikan. Bilang gejala hyponya sesudah besoknya dok, dan malam itu saya gak menyadari sama sekali bahayanya.

Alhamdulillah,,,semua karena pertolongan Allah. Skrg saya sdh beli aluminium foil, nanti di bawa kalau mau naik gunung lagi, maklum pemula dok,,,:hiking

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/12/2017 at 2:30 PM, Titi Setianingsih said:

@Okky Kusuma tks informasinya pak dokter,,saya waktu naik ke gunung Prau katanya gejala hypo, sampai menggigil kedinginan, kmd istirahat dan buka tenda, kmd manasin air dan taruh di plastik utk kemudian plastik yg berisi air panas ditaruh di telapak kaki. kmd dipaksa makan nasi dan minum kopi panas, sesudah itu masuk ke sleeping bag,,,alhamdulillah baikan. Bilang gejala hyponya sesudah besoknya dok, dan malam itu saya gak menyadari sama sekali bahayanya.

Alhamdulillah,,,semua karena pertolongan Allah. Skrg saya sdh beli aluminium foil, nanti di bawa kalau mau naik gunung lagi, maklum pemula dok,,,:hiking

Selain itu penting juga untuk mengenakan jaket yg berbahan wind & water proof.

Bila kita udah mengetahui gejala-gejala hipotermia, maka kita akan tahu sendiri apabila tubuh kita mulai mengalami gejala itu. Dan tentunya tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kalo anjing bisa kena hipotermia juga ga donk ? 

Kemarin saya bawa pom ke Merbabu.  Sampe tengah2 dia menggigil gitu. Padahal sudah dimasukin ke dalam tas karena kelihatan cape. 

Apa justru gara2 ditaruh di dalam tas dia kurang gerak jadi kedinginan ?

Share this post


Link to post
Share on other sites
30 minutes ago, chrizz_msweb said:

Apa justru gara2 ditaruh di dalam tas dia kurang gerak jadi kedinginan ?

Kurang gerak kayak nya itu @chrizz_msweb 

pom memang aktif kan dan bulu nya tebal jadi cukup tahan dingin, tapi lebih baik konsul ke Vet

pom nya umur berapa neh? 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this