• Similar Content

    • By kyosash
      Hello Jalan2ners
      Biasanya waktu luang pada ngapain yah?
      Kalau saya biasanya di-isi dengan nonton film atau cuplikan2 yang menarik.
      dan baru2 ini saya nonton cuplikan animasi durasi pendek dimana animasi ini berhasil mendapatkan beberapa Award termasuk nominasi Oscar "Best Short Animation" dengan judul "The Dam Keeper" 

      source: https://www.thedamkeeper.com/
       
      walaupun ceritanya simple tapi konsepnya cukup menarik perhatian saya, selama film berlangsung tidak ada percakapan sama sekali dan konsep animasinya bermain dengan cahaya dan bayangan menggunakan "Paint Brush/Cat Air".
       
      Bagi yg penasaran langsung saja di -
      https://www.youtube.com/watch?v=GR0z7UtTzY4
       
       
       
      Silahkan post disini disertai link bagi kamu yg ingin bagi2 sesuatu (cuplikan2 pendek, dll) yang menarik, lumayan untuk isi waktu luang, relaks mungkin juga bisa menghilangkan stress   
    • By hal9000
      Saya mau share aja gan pengalaman mengurus sendiri visa ini, mudah2-an bisa jadi referensi yg berguna. Visa ini memperbolehkan kita untuk travelling selama 1 tahun & bekerja untuk men-support travelling kita selama di australia. Syarat dasarnya: 
      Umur 18-30 tahun. Punya ijazah setara D3/S1 atau setidak-tidaknya pernah kuliah selama 2 tahun. Punya skill english level fungsional, dibuktikan dg score TOEFL/IELTS. Punya dana minimal AUD $5000 yang mengendap selama 3 bulan. Punya surat dukungan dari pemerintah RI. Syarat lengkapnya bisa cek di sini:
      http://www.immi.gov.au/visitors/working-holiday/462/indonesia/eligibility.htm
       
      Step pertama adalah mengurus surat rekomendari dari pemerintah RI. Syaratnya hampir mirip dengan syarat visanya sendiri. Bisa cek di sini: http://www.imigrasi.go.id/index.php/en/layanan-publik/rekomendasi-work-and-holiday-visa#persyaratan
      Surat ini hanya bisa didapat dari imigrasi jakarta, jadi saya yang berdomisili di daerah mau tidak mau harus ke jakarta untuk menyerahkan salinan (fotokopi) berkas dan wawancara. Sebelum ke jakarta, saya lengkapi semua salinan berkas, minta cap/stempel sana-sini (dari kampus, notaris, catatan sipil, dll.) karena syaratnya semua salinan harus disertifikasi. Setelah itu cari2 tiket promo ke jakarta
       
      Ketika di imigrasi jakarta saya diminta menyerahkan salinan dan menunjukkan berkas aslinya, jadi jangan lupa berkas asli harus dibawa semua Wawancaranya sendiri tergantung pewawancaranya, kadang ditanya & diminta jawab dalam english. Yang ditanyakan umumnya apa motivasi ke aussie, apa aja rencana di aussie, bagaimana cara mengenalkan budaya indo di aussie, dll. Kelar wawancara kita diminta tunggu dalam 5 hari surat rekomendasi akan dikirim via email.
       
      Step kedua setelah mendapatkan surat rekomendasi, ajukan semua berkas aplikasi ke AVAC jakarta, karena saya tidak di jakarta maka aplikasi dikirim via kurir yang ditentukan mereka. Selanjutnya AVAC akan meneruskan ke embassy aussie &  lalu dalam 1 minggu berikutnya kita akan menerima surat rujukan untuk medical checkup ke rumah sakit yg sudah ditentukan oleh embassy, umumnya cuma rontgen dada saja. Waktu itu saya rontgen di RS elizabeth semarang karena paling dekat dengan kota saya. Seminggu setelahnya, akhirnya visa saya digranted
       
      Rincian ongkosnya:
      Test TOEFL ITP       300rb Tiket PP JOG-CGK   700rb Biaya AVAC+kurir     230rb Biaya visa                   3,5jt Biaya checkup          240rb                             TOTAL : 4,9 jt
       
      NB:
      Lebih baik urus sendiri, kalo pake agen biaya akan lebih muahal dan tidak menjamin aplikasi anda akan diterima. Cek dulu kurs IDR-AUD, waktu itu saya bayar pake kartu kredit jatuhnya lebih murah karena kurs AUD sedang turun. Surat rekomendasi dari imigrasi itu gratis, jadi kalo diminta bayar oleh oknum jangan dikasih, laporkan saja ke kantornya. Kuota visa ada 1000 per tahunnya (mulai bulan juli 2012). Biaya visanya naik terus tiap tahun jadi kalo syarat berkas sudah lengkap secepatnya ajukan saja keburu biaya naik atau kurs AUD melesat lagi atau kuota habis.  
      Sekian, semoga berguna
    • By vie asano
      Lanjutan dari tulisan berjudul [sharing] Itinerary Wisata Jepang 23-31 Mei 2014 (1). Klik hyperlink untuk melihat detail itinerary pada hari pertama yah.

      DAY 02 / Sabtu, 24 Mei 2014

      06.00 – Morning call. Cari sarapan di sekitar hotel.
      08.00 – Stasiun Kameido
      08.07 – naik JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥220*/pax)
      08.31 – Tiba di Stasiun Yoyogi
      08.32 – Transfer ke JR Yamanote Line (¥0*/pax)
      08.35 – Turun di Stasiun Harajuku. Jalan 1 menit ke Takeshita Dori, dan jelajahi Harajuku.







      Foto 01:



      Takeshita Dori [foto: Aimaimyi/wikimedia]


      Keterangan:
      Takeshita Dori merupakan jalan utama di Harajuku. Jika mencari oleh-oleh, rekomendasi terbaik kunjungi Daiso Harajuku (toko 100 yen). Bisa klik hyperlink untuk melihat-lihat tentang Daiso Harajuku.

      10.00 – Pergi ke Omotesando, dan jelajahi area Omotesando.







      Foto 02:



      Suasana di Omotesando [foto: Ocdp/wikimedia]


      Keterangan:
      Jika masih ingin cari oleh-oleh, wajib mampir ke Oriental Bazaar. Sedangkan jika tertarik dengan arsitektur modern, Omotesando kaya akan bangunan dengan bentuk arsitektur yang unik. Salah satu yang direkomendasikan untuk di foto/dikunjungi adalah Omotesando Hills.

      11.00 – Tiba di Stasiun Meiji-jingumae
      11.11 – naik Tokyo metro Fukutoshin Line (¥170*/pax)
      11.13 – Turun di Stasiun Shibuya, keluar melalui Hachiko Exit. Jelajahi Shibuya, sambil mencari makan siang.

      Keterangan:
      Lho, ngapain kok ke Shibuya lagi? Bukankah semalam sudah pergi ke Shibuya? Saya sengaja men-suggest untuk mengunjungi Shibuya lagi untuk berjaga-jaga jika semalam nggak bisa terlalu menikmati suasana karena terlalu lelah. Lagipula, Shibuya di malam hari punya suasana yang berbeda dengan siang hari, khususnya untuk suasana di sekitar Shibuya Crossing (bisa baca disini: Shibuya Crossing: Antara Cerita, Realita, dan Tips). Jika tujuan utamanya untuk shopping, lebih cocok mengunjungi Shibuya di siang hari.

      13.15 – Stasiun Shibuya
      13.30 – Naik Tokyo Metro Ginza Line (¥200*/pax)
      13.45 – Turun di Stasiun Ginza. Jelajahi area Ginza.







      Foto 03:



      Ginza [foto: Jordy Meow/wikimedia]


      Keterangan:
      Ginza dikenal sebagai distrik kelas atas yang melambangkan kemewahan. Bagi pecinta barang-barang branded, bisa berburu di distrik ini. Sekedar jalan-jalan dan menikmati suasana juga oke, karena di Ginza banyak bangunan dengan arsitektur cantik dan menarik.

      15.30 – Stasiun Ginza
      15.36 – Naik Tokyo Metro Ginza Line (¥170*/pax)
      15.38 – Tiba di Stasiun Shimbashi
      15.43 – Naik JR Yamanote Line (¥140*/pax)
      15.45 – Turun di Stasiun Yurakucho. Jelajahi Yurakucho.

      Keterangan:
      Yurakucho ini sebetulnya bisa dicapai dengan jalan kaki dari area Ginza. Hanya saja karena ada anggota rombongan yang sudah lanjut usia, jadi sengaja diatur agar naik kereta saja. Yurakucho ini juga menarik untuk dilihat-lihat karena memiliki bangunan dengan gaya arsitektur menarik seperti Tokyo International Forum. Yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi adalah mampir ke gerai Muji, atau menyusuri pinggiran rel dan melihat-lihat deretan izakaya (=kedai minum khas Jepang) yang membentuk atmosfir kawasan yang unik.

      17.20 – Stasiun Yurakucho
      17.30 – naik JR Yamanote Line (¥170*/pax)
      17.35 – tiba di Stasiun Akihabara
      17.37 – Naik JR Chuo/Sobu Line Local Service
      17.45 – Turun di Stasiun Kameido. Jalan kaki 4 menit ke Bussiness Hotel Kuronjyo.
      17.49 – Bussiness Hotel Kuronjyo. Cari makan malam dan istirahat.

      Keterangan:
      Disini salah satu anggota rombongan sengaja pergi ke Stasiun Tokyo untuk mengurus JR Pass yang akan digunakan untuk besok. JR Pass yang sudah dibeli di Indonesia memang harus di issue kembali di berbagai kantor JR yang ada di stasiun besar.



      ***


      Sample itinerary-nya saya cukupkan dulu sampai disini yah. Sebetulnya masih ada hari ke-3 dan seterusnya, namun setelah dipikir-pikir, pada prinsipnya penyusunan itinerary-nya nggak jauh berbeda. Yang berbeda hanya obyeknya saja kok. Saya akan memberikan bocoran untuk rute di hari ke-3 dan seterusnya, selanjutnya silahkan coba susun itinerary-nya sesuai dengan kebutuhan masing-masing yah (sekalian latihan, hehe).

      Hari ke-3, rombongan pergi ke Osaka menggunakan shinkansen. Karena JR Pass sudah di issue pada malam harinya, perjalanan menggunakan shinkansen-nya tidak perlu beli tiket lagi. Di Osaka, obyek wisata yang kunjungi antara lain Osaka Castle (baca disini: Osaka Castle 1, Osaka Castle 2, Osaka Castle 3), Namba Parks, dan Dotonburi.

      Hari ke-4, rutenya menuju ke Kyoto. Obyek wisata yang dikunjungi di kota ini antara lain Gion area, Arashiyama Bamboo Forest, dan Kinkaku-ji (baca disini: Kinkaku-ji 1, Kinkaku-ji 2). Setelah itu kembali pulang ke Osaka. Tapi kalau jeli menyusun itinerary-nya (dan kalau fisik masih memungkinkan), masih sempat kok main ke obyek wisata populer lainnya seperti Fushimi Inari Taisha dan Kiyomizu-dera (baca disini: Kiyomizu-dera Temple 1, Kiyomizu-dera Temple 2, Kiyomizu-dera Temple 3).

      Hari ke-5, nah ini agak ribet karena akan pergi ke Nara dan Hiroshima, lalu lanjut ke Kagoshima. Perlu kejelian untuk menyusun rute agar bisa mengakses ketiga kota tersebut dalam satu hari saja (plus harus ekstra hati-hati dalam mengatur waktu wisata agar nggak over time). Hari ke-6 hingga hari ke-8 waktu bebas, karena rombongan akan tinggal di Kagoshima bersama kerabat. Baru pada hari ke-9, rutenya hanyalah dari Kagoshima kembali ke Tokyo untuk terbang lagi ke Jakarta.

      Sebagai penutup, pada realisasinya itinerary yang saya susun ini nggak semua terpenuhi karena semua kembali pada kondisi tubuh pada saat hari H. Namun alhamdulillah sih sejauh ini nggak ada yang nyasar walau hanya berpegang itinerary saja, karena dalam itinerary versi asli dilengkapi dengan keterangan yang lebih detail.

      Semoga contoh itinerary-nya bermanfaat yah.



      ***


      * Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Kemarin-kemarin saya sempet main di forum Jalan2 dan menemukan beberapa thread tentang itinerary Jepang. Ada 2 yang paling mencuri perhatian saya: Trip ke Jepang dan Bantu Susun Itinerary di Tokyo-Osaka 7D/6N. Sempat tergelitik untuk ikutan share contoh itinerary di kedua thread tersebut. Tapi setelah saya pikir-pikir, saya akan mulai dengan share contoh itinerary Jepang yang pernah saya buat lebih dulu.

      Saya pernah sharing tentang masalah itinerary Jepang pada tulisan Menyusun Itinerary Wisata ke Jepang. Namun disana saya hanya mencontohkan dasar-dasar membuat itinerary (versi saya tentunya), dan sample itinerary wisata yang saya buat untuk kota Kyoto saja. Nah, kali ini saya ingin sharing tentang itinerary wisata yang saya buat untuk Mbak D, seorang teman yang pernah saya sebut dalam tulisan berjudul Musim Semi di Jepang, Lihat Sakura Dimana?. Itinerary yang saya buat ini sudah lengkap detail waktunya, nama obyek wisatanya, hingga biayanya. Dan karena itinerary ini sifatnya real (proyek nyata) dan relatif baru (Mei 2014), mudah-mudahan bisa membantu Jalan2ern yang akan pergi wisata ke Jepang dalam waktu dekat untuk memperkirakan masalah obyek wisata dan juga biayanya, minimal menginspirasi dalam pemilihan obyek wisata yang akan dikunjungi.

      Jadwal wisata:
      23-31 Mei 2014

      Jenis wisata:
      Wisata keluarga

      Total rombongan:
      7 orang

      Rute wisata:
      (Kanto Area) Tokyo, (Kansai Area) Osaka, Kyoto, Nara, Hiroshima, Kagoshima

      Keterangan tambahan:
      -Karena ada anggota rombongan yang sudah berusia lanjut, ada request agar waktu wisatanya dibuat sesantai mungkin (tidak terlalu mengejar jumlah obyek wisata maupun mengejar waktu), dan diusahakan jangan pergi ke tempat yang banyak jalan menanjaknya.
      -Minta di suggest obyek-obyek wisata makro saja, pokoknya yang paling populer di kota tersebut.
      -JR Pass sengaja diatur baru berlaku mulai hari ke-3 karena durasi waktu wisata ±9 hari sementara paket JR Pass minimal 7 hari.
      -Untuk Kagoshima tidak perlu dibuat itinerary-nya, karena akan singgah di rumah saudara.

      Detail itinerary:
      DAY 01 / Jumat, 23 Mei 2014

      13.55 – Tiba di Haneda International Airport
      14.45 – Jalan menuju Haneda Airport International Terminal
      15.04 – Naik Keikyu Main/Airport Line Rapid Ltd.Exp (¥410*/pax)
      15.17 – Tiba di Stasiun Shinagawa
      15.24 – Transfer ke JR Yamanote Line, menuju Stasiun Akihabara (¥220*/pax)
      15.39 – Tiba di Stasiun Akihabara
      15.41 – Transfer ke JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥0*/pax)
      15.49 – Tiba di Stasiun Kameido. Jalan 4 menit ke Bussiness Hotel Kuronjyo (note= nama penginapan yang dipilih)
      15.53 – Bussiness Hotel Kuronjyo. Lakukan check-in, dan simpan barang di dalam kamar.

      Keterangan:
      Hotel ini dipilih oleh hubby secara kebetulan via internet. Ternyata hotelnya lumayan bersih, cukup nyaman, dan lingkungannya juga menyenangkan. Pada waktu itu, rate-nya ±¥8000*/kamar (kebutuhannya 3 kamar, dengan kombinasi 2 orang/kamar + 2 orang/kamar + 3 orang/kamar). Lokasinya tak begitu jauh dari Stasiun Kameido, dan stasiun ini hanya berjarak 2 stasiun ke Stasiun Asakusa dan 3 stasiun ke Stasiun Akihabara. Stasiun Kameido juga hanya berjarak 2 Stasiun ke Stasiun Ryogoku, dan dari stasiun itu mudah mengakses Edo-Tokyo Museum (bisa baca disini: Edo-Tokyo Museum 1, Edo Tokyo Museum 2, Edo-Tokyo Museum 3). Bagi yang masih bingung mencari akomodasi, bisa melirik hotel ini.

      16.15 – Jalan kaki ke Stasiun Kameido (sebetulnya hanya perlu waktu ±4 menit, namun sengaja di setting durasinya agak santai)
      16.26 – Naik JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥160*/pax)
      16.33 – Tiba di Stasiun Asakusabashi
      16.38 – Naik Toei Subway Asakusa Line (¥170*/pax)
      16.40 – Tiba di Stasiun Asakusa (subway). Jalan kaki 4 menit ke Kaminarimon, gerbang utama Sensoji Temple.
      16.44 – Tiba di Kaminarimon, jalan melewati Nakamise Dori dengan tujuan ke Sensoji Temple
      16.50 – Sensoji Temple







      Foto 01:



      Kaminarimon Gate [foto: Kakidai/wikimedia]


      Keterangan:
      Sensoji Temple ini termasuk salah satu kuil yang wajib dikunjungi di Tokyo. Bagi yang mencari obyek wisata populer, wajib berkunjung ke kuil ini. Klik hyperlink untuk informasi lebih lanjut.

      17.30 – Kembali ke Stasiun Asakusa via Nakamise Dori. Jangan lupa eksplorasi dulu area ini, karena Nakamise Dori populer sebagai tempat untuk berburu oleh-oleh ala Tokyo.
      18.15 – Tiba di Stasiun Asakusa, naik Tokyo Metro Ginza Line
      18.47 – Tiba di Stasiun Shibuya (via Hachiko Exit).







      Foto 02:



      Shibuya Crossing [foto: Chensiyuan/wikimedia]


      Keterangan:
      Setelah keluar dari Hachiko Exit, sempatkan dulu berfoto dengan salah satu landmark Shibuya yaitu patung Hachiko. Atraksi terdekat dari sana adalah Shibuya Crossing, dan aktifitas selanjutnya menjelajah Shibuya. Jangan lewatkan juga untuk melihat bangunan Shibuya 109 yang juga jadi salah satu simbol Shibuya dan sering muncul di berbagai manga dan film populer.

      19.30 – Makan di Coco Curry Shibuya (tempat makan yang biasa kami rekomendasikan jika ada yang cari makanan di Shibuya. Alasannya? Bisa klik di hyperlink Coco Curry Shibuya yah, dijamin mupeng juga deh hehe..)
      20.30 – Kembali ke Stasiun Shibuya
      20.43 – Naik JR Yamanote Line outer loop (¥310*/pax)
      20.47 – Tiba di Stasiun Yoyogi
      20.49 – Transfer ke JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥0*/pax)
      21.16 – Tiba di Stasiun Kameido. Jalan 4 menit ke Bussiness Hotel Kuronjyo.
      21.20 – Tiba di Bussiness Hotel Kuronjyo, selamat beristirahat.

      Saya masih akan lanjut dengan itinerary hari ke-2 dan seterusnya. Bagi yang suka sightseeing, itinerary hari-2 mudah-mudahan bisa menginspirasi karena saya akan mengajak jalan-jalan ke Harajuku, Omotesando, Shibuya, Ginza, dan banyak lagi. Stay tune terus yah.



      ***


      * Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By deffa
      Hola Momod Here !!!
       
      Balik lagi dengan cuap cuap kepo saya di dunia Social Media
      kali ini yang saya fokuskan di Facebook, karena FB tetap jadi socmed no 1 di Indonesia, walaupun sudah banyak SocMed2 lainnya
       
      Facebooker Indonesia itu Gak Suka Sharing
       
      Kenapa saya ambil judul itu karena berdasarkan pengalaman saya sebagai Social Media Expert, mempunyai beberapa akun Fanpage dengan total Fans Likes 400.000++ 
       
      Yang saya perhatikan adalah habit mereka (facebooker). Jika kita perhatikan keseharian dari 3 tombol Facebook di bawah ini

      800 Likes dan 3 Share
       
      Dari 3 tombol tersebut (Likes - Comment - Share) pasti kalian tahu mana yang facebooker indonesia paling favorit pake.
      Yup, tombol Like atau Jempol itu memang favorit banget, terus perbandingan nya dengan tombol Comment mungkin 3 : 1 (3 Like. 1 Comment) masih ok lah ya. 
      Nah gimana dengan tombol Share ? Bisa jadi perbandingan nya 100 : 1 (100 Like, 1 Share), kenapa bisa begitu ?
       
      Tombol like / jempol ini bagi Facebooker Indonesia seperti sebuah status sosial, semakin banyak like yang di dapat, semakin populer lah update status yang dia bikin, sampai2 ada yang disebut FAKIR JEMPOL. Pasti kalian pernah dapet chat gini kan "KK bagi jempolnya dnk"
       
      Kita lihat beberapa contoh akun Fanpage Indonesia dan kita perbandingkan dengan yang di luar negri berapa persentasi nya :
       
      Air Asia Indonesia : 500 ribu ++ Fans Likes

      Di postingan ini 146 Likes dan 17 Share jadi perbandingan nya 7%
       
      Air Asia Philipines : 700 ribu ++ Fans Likes

      Di postingan ini 832 Likes dan 174 Share jadi perbandingan nya 22%
       
      Stand Up Comedy Indonesia : 200 ribu ++ Fans Likes

      Di postingan ini 1067 Likes dan 41 Share jadi perbandingan nya 2%
       
      SGAG Singapore : 200 ribu ++ Fans Likes

      Di postingan ini 389 Likes dan 209 Share jadi perbandingan nya 80%
       
      Kenapa bisa begitu ya padahal apa susah nya nge klik SHARE / BAGIKAN jika info itu BAGUS DAN BERGUNA, apakah di anggap promosi Fanpage tersebut jika klik SHARE ?
      Saya rasa enggak juga, jika tidak suka dengan promosi, untuk apa dari awal mereka me LIKES / SUKA Fanpage tersebut, dengan kita me LIKES fanpage itu udah jelas kita akan mendapatkan apapun yang fanpage posting 
       
      Analisa saya berpendapat tingkat berbagi facebooker indonesia itu masih rendah, mereka lebih suka meng "COPAS" materi yang di info kan oleh satu akun, dan dia posting kembali di akun masing2. 
       
      Ada satu kasus lagi yang agak aneh dari Fanpage saya pribadi, jadi saya memberikan sebuah postingan informasi yang layak untuk disebarkan ke Fans saya, si akun B ini cukup dengan me Like / Jempol, lalu dia "COPAS" materi nya ke akun dia. Kemudian dia menceritakan hal tersebut mouth to mouth (chat / wall post) ke Temen2nya, dan akhirnya postingan itu pun nyampe lagi ke wall fanpage saya, seakan2 info tersebut berasal dari dirinya. 
       
      Walaupun hal diatas mempunyai satu kesamaan yaitu menyebarkan informasi yang berguna, namun secara etika Kurang Baik.
      Mungkin kalian punya pendapat lain silahkan di reply ya
       
      Yuk biasakan klik SHARE / BAGIKAN 
       
      NB : Analisa diatas berdasarkan data dari Fanpge pribadi saya dan beberapa Fanpage yang saya ikuti
    • By deftones
      atas saran moderator, saya masukin deh Itinerary Jepang punya saya, 
      hal yg harus diperhatikan sih cuma tau menginap dan tau mau kemana, 
      udah ini ajah. dan masuk akal, ga misalnya, jepang cuma 5 hari tapi ke 8 kota. 
      ini kan agak ga mungkin, walau mungkin aja sih kalo pake shinkansen hehe. 
      tapi yang masuk akal secara umum lah. 
      ini saya pake visa kunjungan wisata. 
       

    • By Laura Wez
      Directors:Alan Taylor, James Gunn
      Writers:Christopher Yost, Christopher Markus
      Stars:Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston

      Thousands of years ago, a race of beings known as Dark Elves tried to send the universe into darkness by using a weapon known as the Aether. But warriors from Asgard stop them but their leader Malekith escapes to wait for another opportunity. The warriors find the Aether and since it can't be destroyed, they try to hide it. In the present day, Jane Foster awaits the return of Thor but it's been two years. He's trying to bring peace to the nine realms. Jane discovers an anomaly similar to the one that brought Thor to Earth. She goes to investigate and finds a wormhole and is sucked into it. Thor wishes to return to Earth but his father, Odin refuses to let him. Thor learns from Heimdall, the one who can see into all of the realms that Jane disappeared. Thor then returns to Earth just as Jane returns. But when some policemen try to arrest her, some kind of energy repulses them. Thor then brings her to Asgard to find out what happened to her. When it happens again, they discovered that
       
       
      Streaming DIMARI