• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Tarmizi Arl

BUAT KAMU YANG SUKA DIVING, COBAIN DEH 10 TEMPAT MENYELAM TERPOPULER DALAM ANUGERAH PESONA INDONESIA 2017 INI !

6 posts in this topic

Kalau membicarakan soal kekayaan laut, Indonesia tak perlu diragukan lagi. Lautan Indonesia yang membentang luas sudah diakui dunia sebagai salah satu surga bawah laut terbaik.

Dalam ajang yang diadakan Kementrian Pariwisata bertajuk Anugerah Pesona Indonesia pun, akan tak lengkap tentunya jika tak memasukkan pesona taman laut Indonesia dalam kategorinya. Nah, di tahun 2017 ini, terpilihlah 10 Tempat Menyelam Terpopuler yang bisa turut kamu vote sebagai bentuk support kemajuan dunia wisata Indonesia. Apalagi bagi kamu pecinta wisata terlebih yang hobi diving, 10 nominator berikut tentu menjadi referensi yang bisa dimasukkan dalam list tujuan wisata selanjutnya. Dimana saja kah ke 10 tempat menyelam terpopuler itu?

 

1.GOSONG SENGGORA – KAB. KOTAWARINGIN BARAT

Sudah pernah dengar objek wisata satu ini? Siapa sangka ternyata surga bawah laut bukan hanya dimiliki wilayah Indonesia bagian Timur saja, nyatanya di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terseliplah sebuah surga bawah laut yang elok dan unik.

 

1.jpeg.283c0dbadbd7c8680e55b7a1e74013fd.jpeg

Keindahan bawah laut Gosong Senggora via ariefsaray.wordpress.com/

Berupa gugusan pulau-pulau kecil, Gosong Senggora menawarkan surga pantai berupa pasir putih bersih dengan air laut yang being serta juga surga bawah laut karena menjadi habitat aneka ikan, penyu, dugong, dan terumbu karang. Bahkan beberapa karangg langka bisa ditemui disana seperti jenis Himerometra robustipinna dan rumput laun daun lebar yang sering disebut Lamun.

Bagi kamu yang datang tapi tidak membawa peralatan selam, pihak pengelola ternyata juga sudah menyiapkan alat selam untuk disewakan. Kalian juga bisa menyewa jasa perahu sekaligus pemandu yang siap mengantar ke spot-spot terbaik penyelaman.

Untuk menuju lokasi Gosong Senggora sendiri, pengunjung harus menuju Pantai Tanjung Penghujan di Pangkalan Bun terlebih dahulu.. Setelahnya dilanjutkan dengan naik Speedboat selama sekitar setengah jam.

 

2. Kepulauan Banda – Kab. Maluku Tengah

Kepulauan Banda menjadi salah satu destinasi yang tengah naik daun belakangan ini. Sebut saja Banda Naira, salah satu pulau di kepulauan ini mulai menunjukkan eksistensinya di kancah wisata bahari Indonesia, bahkan namanya juga sudah mulai dikenal dunia.

 

2.jpg.7b595e193e8cb49ffb45e93fedcd86a7.jpg

Via http://reyginawisataindonesia.blogspot.com

Keindahan Kepuluan Banda yang masuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah ini memang tak bisa dielakkan. Dari atas permukaan laut dengan gugusan pulau vulkaniknya saja sudah menjanjikan pesona luar biasa, apalagi ketika kamu mulai menyelami taman lautnya. Tercatat dari situs Indonesia Travel, Kepulauan Banda memiliki lebih dari 25 situs menyelam. Beberapa diantaranya seperti di Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Sjahrir Batu Kapal, Pulau Lontar, Pulau Ai, Pulau Hatta, dan Batu Belanda.

Karena banyak spot penyelaman, maka ada banyak pula keunikan yang bisa ditemukan dimasing-masing spot. Pulau Hatta misalkan, disana kamu bisa menemukan Hutan Sea Fans seperti kipas cemara raksasa yang terhampar di kedalaman 20 mdpl. Ada juga ubur-ubur yang berukuran besar, ikan kuwe, ikan pari, bahkan jika beruntung tak jarang melihat paus bongkok dan paus pilot.

Untuk menuju Kepulauan Banda, kamu bisa mengaksesnya dengan menggunakan jalur laut yaitu Kapal Ferry dari Kota Ambon menuju Banda Naira. Jika kamu memiliki uang lebih, kamu juga bisa menggunakan pesawat carter dari Ambon tujuan Banda Naira.

 

3. Pulau Bawah – Kab. Kepulauan Anambas

Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau ternyata harus juga menjadi impianmu berlibur apalagi untuk kamu pecinta diving. Di kepulauan yang berada di Laut Tiongkok Selatan ini, terdapat banyak spot penyelaman terbaik, tapi satu yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 ialah Pulau Bawah.

 

3.thumb.jpg.4f3904143536932e4b3cce31f44741ee.jpg

Keindahan Pulau Bawah via halamankepri.blogspot.co.id

Pulau Bawah memang sudah menjadi satu pulau yang paling populer di Anambas. Bahkan pembangunan seperti resort dan villa juga marak disana. Keindahan Pulau Bawah tak hanya soal pantai dan nuansa tropis pulaunya, tetapi yang tak kalah menggiurkan hasrat wisata ialah taman bawah lautnya.

Keelokan bawah laut di Pulau Bawah hadir dari aneka satwa didalamnya. Apalagi pulau ini merupakan bagian dari gugusan 5 pulau yang membentuk laguna sehingga menghadirkan sensasi pesona laut tersendiri. Tak heran jika justru banyak pecinta diving dunia datang ke pulau ini secara khusus untuk melihat langsung keindahannya.

Pulau Bawah bisa diakses melalui Tanjungpinang di Pulau Bintan. Kamu bisa memilih jalur udara atau laut. Via udara, terdapat penerbangan dari maskapai xpress air tujuan Bandara Matak di Pulau Matak. Penerbangan sendiri hanya tersedia di hari senin dan sabtu. Selanjutnya dari Matak, perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal ke Kota Tarempa di Pulau Siantan yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas. Dari Tarempa, perjalanan masih harus berlanjut dengan kapal carter langsung ke Pulau Bawah dengan waktu tempuh mencapai 4-5 jam.

Pilihan kedua ialah langsung dengan jalur laut dari Tanjungpinang menggunakan ferry tujuan Tarempa. Namun perlu diperhatikan juga jadwal kapal ferry nya karena perjalanan mereka tidak berlangsung setiap hari melainkan bisa hanya seminggu sekali. Apalagi perjalanannya memang jauh yaitu mencapai 20 jam. Ada juga kapal biasa yang beroperasi setiap hari dengan durasi lebih cepat sekitar 19 jam, namun tentu berbeda tarif dengan ferry.

Beruntungnya, dikabarkan mulai pertengah tahun 2017 ini, sudah mulai beroperasi pesawat amfibi dari Batam tujuan Pulau Bawah. Ini berarti akan menjadi pengalamn berbeda merasakan bandara air pertama di Indonesia bak di Maldives.

 

4. Pulau Karampuang – Kab. Mamuju

 

4.thumb.JPG.45b62ccd270e116303b9b0957a90ddf4.JPG

Kejernihan air Pulau Karampuang via ardiyanta.com

Sudah pernah mendengar nama Pulau Karampuang? Ya, namanya mungkin masih asing di sebagian kita. Pulau yang berada di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat ini memang belum setenar objek wisata lain di Sulawesi. Padahal, pesona yang dimiliki pulau yang hanya seluas sekitar 637 hektar ini sangat bisa bersaing dengan wisata sejenis lain.

Pulau Karampuang yang jika diartikan berarti Pulau Rembulan atau Bulan Purnama ini memiliki keindahan bawah laut berupa kekayaan terumbu karang dan biota laut. Kondisi alamnya yang masih asri dan belum ramai kunjungan wisatawan, menjadikan taman laut Karampuang masih terbilang perawan. Visibility nya juga diakui oleh para penyelam masih sangat baik sehingga memberikan kepuasan tersendiri.

Pulau berada berhadapan dengan Kota Mamuju ini sendiri bisa ditempuh sekitar 30 menit menggunakan kapal dari dermaga di Mamuju. Sebelum melihat menariknya kindahan bawah laut disana, pengunjung sudah akan disambut dengan menariknya sebuah dermaga kayu ikonik sepanjang hampir 500 meter.

 

5. Pulau Tomia – Kab. Wakatobi

 

5.thumb.jpg.d555763349c38da6295420ddd9d82091.jpg

Via tandionowakatobidivecenter.wordpress.com

Siapa tak kenal Wakatobi. Gugusan pulau ini bernama Wakatobi yang merupakan singkatan dari 4 pulau utama yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Keempatnya mempunya pesona alam baik atas maupun bawah laut yang tak perlu diragukan lagi. Tapi salah satunya di tahun ini berhasil masuk nominasi tempat menyelam populer versi Anugerah Pesona Indonesia yaitu melalui Pulau Tomia.

Tak tanggung-tanggung ada sekitar 28 spot menyelam yang tersebar di perairan sekitar Pulau Tomia. Beberapa diantaranya yaitu House reef, Ali reef, roma, Teluk Maya, dan Cornucopia. Tentunya disetiap spot punya keunikannya tersendiri seperti Roma dengan terumbu karang warna-warninya, atau Cornucopia dengan terumbu karang berbentuk dinding vertikal. Namun dari kesemuanya, hal yang sama ialah visibilitasnya yang baik dan keanekaragaman ikan yang kaya.  

 

6. Selat Lembeh – Kota Bitung

Taman Laut di Kota Bitung, Sulawesi Utara satu ini sangat layak menjadi list tujuan wisata kamu ketika berada di Sulawesi. Selat Lembeh merupakan laut pemisah Pulau Sulawesi dan Pulau Lembeh yang berada di Kota Bitung, sekitar 48 km dari ibukota provinsi, Manado.

 

6.thumb.jpg.74da289b7814f3d7525e39b83233d4a8.jpg

Via manadobaswara.com

Keindaan taman laut Selat Lembeh terbilang khas. Perairan dengan panjang 16 km dan lebar 2 km ini berisi endapan pasir vulkanis berwarna abu kehitaman. Kondisi ini membuat visibiltas di sini tidak begitu baik saat arus kuat yaitu hanya sekitar 10 meter, sedangkan saat tenang visibilitasnya bisa mencapai 25 meter.

Banyak penyelam yang memilih spot di Selat Lembeh lantaran keunikan yang disebut diatas. Spot menyelam dengan dasar laut berpasir dan tekanan udarayang sedikit ini biasa dikenal dengan nama Muck Diving. Sensasinya ialah seperti berada di akuarium raksasa dimana ikan seakan tak berpencar atau lari kemana-mana. Spot menyelam seperti ini juga cukup sulit dilakukan karena penyelam harus tidak menyentuh pasir di dasar laut, sebab jika tidak maka air akan cepat menjadi keruh.

Meskipun berpasir, taman laut Selat Lembeh tetap memiliki berbagai jenis terumbu karang dan biota laut. Sejumlah spesies bahkan termasuk endemik dan langka seperti Pigmy seahorse, Nudibranch, Ghost Pipefish, Mimic octopus, dan lainnya.

Untuk menuju Selat Lembeh, kalian tentu harus menuju Kota Bitung dahulu. Dari sana, kalian menuju Dermaga Ruko Pateten untuk menumpang perahu berkapasitas sekitar 15 orang dengan tarif hanya 30 ribu. Pelayaran menuju Pulau Lembeh memakan waktu hanya sekitar 15 menit saja. Kegiatan menyelam sebenarnya bisa dilakukan sepanjang tahun, namun waktu terbaik ialah diantara bulan Oktober hingga Desember. Sedangkan waktu yang kurang pas ialah saat Januari dan Februari lantaran suhu air terpanas berada di bulan tersebut dan visibitasnya juga kurang baik.

 

7. Tanjung Pasir Moyo – Kab. Sumbawa

7.jpg.2b7b3bd24cc3256a7bc511633ef5ee80.jpg

 

Via enjoysumbawa.wordpress.com

Tanjung Pasir Moyo yang berada di Pulau Moyo memang menjadi primadona bagi turis ketika berada di Sumbawa, NTB. Pulau Moyo sendiri berada sekitar 3 kilometer lepas pantai utara Sumbawa. Pantai Tanjung Pasir di sisi selatan Pulau Moyo terdiri atas hamparan pasir putih dengan gugusan bukit sebagai latarnya. Keindahan ini juga bisa dinikmati dari bawah permukaan air. Taman air Tanjung Pasir memiliki habitat biota yang terbilang memukau. Menyelam disana akan ditemani oleh aneka macam ikan yang tak jarang berkerumum ramai. Kekayaan terumbu karang beraneka rupa dan warna juga menjadi daya tarik terbesar bagi Tanjung Pasir.

Untuk menuju Tanjung Pasir, biasanya dicapai dari pantai Ai Bari yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan darat dari Sumbawa Besar. Perlu waktu sekitar 1 jam menggunakan perahu biasa atau hanya sekitar 20 menit jika menggunakan speedboat.

 

8. Teluk Maumere – Kab. Sikka

 

8.jpg.b3dfd0299e2aae8adc2cb7415197af03.jpg

Via travelsafe-aca.com

Teluk Maumere yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur ini ternyata mempunyai pesona bawah laut yang siap bersaing dengan nama-nama besar lain. Diperairan yang memiliki 19 pulau ini, menjadi habitat bagi aneka terumbu karang berwarna warni dan ribuan biota laut. Ikan karang dengan ratusan spesies seperti ikan jenis Neoglyphyidodon melas, dascyllus melanurus, amblygyhydodon curracao, dan lain sebagainya hidup di teluk yang pernah diterjang tsunami tahun 1992 silam tersebut.

Ya, Teluk Maumere sempat diterjang tsunami. Namun justru bencana itu seolah menjadi berkah lain karena terbentuk patahan di kedalaman 10-16 meter yang kini ditumbuhi banyak koral yang cantik. Lokasi patahan inilah yang justru kini menjadi spot selam favorit karena kabarnya juga spot patahan bawah laut seperti ini hanya ada 4 di dunia yaitu Thailand, Maldives, Srilanka, dan Maumere di Indonesia.

 

9. Teluk Tomini – Kab. Tojo Unauna

Teluk Tomini di Sulawesi Tengah merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 6 juta hektar. Teluk ini tergolong perairan semi tertutup karena sebagian besar dibatas oleh daratan dari tiga provinsi yaiu Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

 

9.jpg.d43e83cb3990e79dc88160f6b5a70612.jpg

Via life.viva.co.id/

Perairan Teluk Tomini memiliki rangkaian pulau sepanjang 90 km yang kita kenal dengan sebutan Kepulauan Togean. Potensi alam inilah yang menjadikan Kawasan Teluk Tomini menjadi magnet wisata termasuk perairan bawah lautnya.

Taman Laut di Teluk Tomini adalah surga yang banyak diburu penyelam. Sumberdaya terumbu karang Teluk Tomini merupakan bagian dari segitiga terumbu karang dunia atau Coral Triangle. Bahkan UNESCO telah menetapkan Teluk Tomini sebagai salah satu kekayaan dunia yang patut dilindungi.

Untuk menuju Teluk Tomini atau kabupaten Tojo Unauna, kalian bisa melalui jalur darat dari Palu menuju Ampana yang memakan waktu tempuh hingga 10 jam. Barulah dilanjutkan dengan menggunakan kapal atau perahu motor menuju Pelabuhan Wakai yang memakan waktu sekitar 5 jam. Kamu juga bisa menuju lokasi ini dari Kota Gorontalo yaitu menggunakan Ferry dari Pelabuhan utama di Gorontalo. Ferry KM Ynua Tomini akan berlayar menuju Wakai dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam.

 

10. Tulamben – Kab. Karangasem

Jika kamu ke Bali dan tertarik untuk diving, ini dia lokasi penyelaman yang pantas buat kamu coba. Berada di Kabupaten Karangasem tepatnya di perairan Pantai Tulamben, taman laut ini berhasil menarik perhatian banyak penyelam. Tak hanya terumbu karang dan ikan, di lokasi ini juga punya objek menarik berupa bangkai kapal.

 

10.jpg.a83f36c5424b4b414a8d138bef46ae7a.jpg

Via water-sport-bali.com

Menyelam di perairan Tulamben akan membawa kalian merasakan berbagai sensasi. Ribuan ikan biasa bergerombol berlarian diatas ragam terumbu karang. Jika beruntung, bahkan kalian bisa bertemu dengan hiu martil dan ikan mola-mola.

Seperti yang sudah diungkap diatas pula, terdapat objek bangkai kapal yang menjadi daya tarik dari Tulamben. Bangkai kapal ini merpakan bangkai kapal kargo milik AS bertipe USA Liberty Go yang karam sekitar tahun 1942. Karamnya kapal lantaran diserang oleh kapal selam Jepang dimasa Perang Dunia. Bangkai kapal ini sendiri bisa ditemui di kedalaman 100 kaki atay 30 meter dari permukaan laut.

Selain itu ada juga daya tarik lain berupa terumbu karang yang memiliki kemiringan hingga 90 derajat. Tentunya ini menjadi hal menarik karena seolah kita berada di dinding karang.

Untuk menuju Tulamben yang berjarak sekitar 82 km dari Kota Denpasar, ada baiknya kalian menyewa kendaraan lantaran harus menuju lokasi yang cukup jauh.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this