• 0
iWei

Minta pendapat untuk itinerary Bangkok 5D4N dan rutenya

Question

Halo.. Halo..

Teman2 forum jalan2.. Saya dan keluarga (3org) berencana ke Bangkok backpacker-an awal Oktober..

Tiket dan penginapan sudah lengkap.. Penginapan 4 malam di A-One Inn (daerah MBK dan BTS National Stadium)..

Saya udah buat itienerary tapi mau minta pendapatnya teman2 yang udah biasa ke Bangkok, mohon bantuannya yaa.. :senyum

DAY-1

Nyampe Bangkok sore - Hotel (jam 5-6 sore)

-Asiatique

DAY-2

-Or Tor Kor Market

-Chatuchak Weekend Market

-Pratunam Market

-Platinum Fashion Mall

-Big C Supercenter

-Silom Night Market (optional)

DAY-3

-Grand Palace

-Wat Pho

-Wat Arun

-Wang Lang Market

-Yaowarat (Chinatown)

Day-4

-MBK

-Siam Square

-Maddam Tussauds

-Siam Center

-Central World

 

Mohon pendapatnya, siapa tahu ada yang dikurangin atau ditambahin.. Terima kasih.. :melambai

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

17 answers to this question

  • 0
13 hours ago, deffa said:

@iWei

itu itinerary sudah bagus dan se arah kok

 

Ok makasih bang @deffa .. Oiya kalo pagi2 skitar jam 7an gitu market apa udah pada buka bang? Mo cari makan ceritanya.. :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
10 hours ago, iWei said:

Ok makasih bang @deffa .. Oiya kalo pagi2 skitar jam 7an gitu market apa udah pada buka bang? Mo cari makan ceritanya.. :senyum

Floating Market di area utara Bangkok dah buka

tapi kalau cari sarapan di dekat penginapan aja pasti banyak @iWei

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
4 hours ago, deffa said:

ah gak usah itinerary langsung aja di Google Map tar kalau dah di Bangkok @min0ru

Bukan itinerary sih lengkap sih. Karena mau ke Santorini park sekalian. mesti perhitungkan waktu dan transportasi umum serta margin diperjalanan.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
3 minutes ago, min0ru said:

Bukan itinerary sih lengkap sih. Karena mau ke Santorini park sekalian. mesti perhitungkan waktu dan transportasi umum serta margin diperjalanan.

Cha Am - Huahin ya perlu 2 day lah untuk enjoy 2 tempat itu kalau Bangkok juga 2 day cukup jadi ya total 4 days @min0ru

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
9 minutes ago, deffa said:

Cha Am - Huahin ya perlu 2 day lah untuk enjoy 2 tempat itu kalau Bangkok juga 2 day cukup jadi ya total 4 days @min0ru

Nginap sudah fix di Bangkok, jadi ke Santorini Park dan Swiss Sheep 1 hari aja. sisanya di Bangkok. @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
10 minutes ago, deffa said:

oo i see ya bisa kok itu 1 day trip sama kayak jakarta - bandung perjalanannya @min0ru

yupsss sekiitar 2-3 jam. cuma yang lagi dipastiin adalah transportasi umum dari Bangkoknya ke Cha-Am. Udah dapet beberapa info sih. Ngankottt :hiking

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
9 minutes ago, min0ru said:

yupsss sekiitar 2-3 jam. cuma yang lagi dipastiin adalah transportasi umum dari Bangkoknya ke Cha-Am. Udah dapet beberapa info sih. Ngankottt :hiking

Iya gue pernah kesana ini ceritanya: http://jalan2.com/forum/topic/17379-sekeping-santorini-di-cha-am-thailand/

pake mini van kok. Cuma sekarang posisi Mini Van nya udah rubah bukan di Victory Monument lagi, gue lupa si @nashir yang baru dari sana mungkin dia bisa kasih update lokasi nya @min0ru

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 9/8/2017 at 1:34 PM, deffa said:

Iya gue pernah kesana ini ceritanya: http://jalan2.com/forum/topic/17379-sekeping-santorini-di-cha-am-thailand/

pake mini van kok. Cuma sekarang posisi Mini Van nya udah rubah bukan di Victory Monument lagi, gue lupa si @nashir yang baru dari sana mungkin dia bisa kasih update lokasi nya @min0ru

di bangkok southern terminal

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Kalau tidak salah ini kali ketiga saya mengunjungi Hatyai (pertama kali ke Hatyai tahun 2012 lalu yang kedua tahun 2013 hanya singgah sebentar sepulang dari Phuket). Di dua kali kunjungan sebelumnya saya belum sempat mengunjungi obyek wisatanya. Makanya kali ini sepulang dari Brunei Darussalam dan Kota Kinabalu, saya lanjut ke Hatyai selama dua hari. Hari pertama sampai sudah tengah hari jadi cuma istirahat di hotel dan keluar untuk makan siang dan malam saja. Hari kedua baru deh mau jalan-jalan half day tour Hatyai dan Songkhla.
      Untuk menuju obyek wisata di Hatyai dan Songkhla kita bisa menggunakan songthaew. Bagi yang pernah berkunjung ke Thailand pasti tidak asing dengan kendaran ini, sejenis pickup yang dimodifikasi dengan kursi panjang berhadapan. Untuk songthaew wisata terdapat gambar-gambar obyek wisata di bagian body mobilnya. Jadi ketika kita akan memesan kita tinggal tunjuk aja mau ke destinasi yang mana aja. Waktu itu saya naik songthaew dari depan Lee Garden Plaza, setelah nego dengan drivernya akhirnya dapat harga THB 600/orang.  
      Destinasi pertama adalah Samila Beach di Songkhla. Menempuh perjalanan sekitar 53 menit kalau lihat di google sih jaraknya sekitar 33,6 km. Dalam perjalanan menuju Songkhla saya perhatikan sedang berlangsung pembangunan jalan raya dan flyover di tepi kota Hatyai. Rupanya sejak terakhir kali saya ke Hatyai beberapa tahun lalu sekarang Hatyai sudah berbenah. Bahkan untuk imigrasi di perbatasan Malaysia - Hatyai pun sudah berubah lebih bagus. Dulu hanya seperti melewati pagar besi saja.

      Sekitar jam setengah sembilan sampailah saya di destinasi pertama di Samila Beach. Pantai dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di pinggirnya. Di pantai ini terdapat patung putri duyung yang sedang duduk di atas batu di tepi pantai. Pagi itu tidak terlalu ramai jadi saya langsung aja deh berfoto dengan icon Golden mermaid. 

      Setelah itu saya berjalan ke arah taman yang berada di pinggir pantai. Disini terdapat patung kucing besar dan tikus. Cerita tentang patung tikus dan kucing ini bisa dibaca di batu prasasti di samping patung.

       
      Oh ya disini juga ada fasilitas kuda tunggang. Bagi yang ingin mencoba menunggang kuda, bisa menyewa kuda, harga kalau ga salah ingat THB 50/100 gitu dech.
      Di pantai ini juga terdapat kedai souvenier dan makanan/minuman. Bisa mampir sebentar untuk membeli minuman dingin dan cenderamata. Waktu itu sih saya beli air minum dan magnet kulkas. 
      Selanjutkan kami menuju destinasi berikutnya yaitu patung naga. Jaraknya tidak begitu jauh dari pantai samila, sekitar 15 menitan kali ya. Dalam perjalanan menuju lokasi saya sempat melihat ada seperti patung badan naga gitu deh. Entah apa maksudnya...mungkin ini nyambung ke kepala naga gitu ya. 


      Nah akhirnya sampailah saya di lokasi patung kepala naga. Kalau di batu prasasti sih ditulisnya The Great Serpent "Nag". Setting patungnya mirip seperti patung merlion di Singapura gitu. Dari dalam mulut naga keluar air mancur yang menyembur ke arah air laut. 

      Berdasarkan tulisan di batu prasasti ternyata patung naga ini di desain dibagi menjadi tiga bagian, bagian kepala naga sebagai simbol kecerdasan dan kebijaksanaan warga terdapat di Laem Son Orn, Suan Song Tale. Bagian perut naga simbol kekayaan kota terletak di Lan Chom Doaw, Sabua Laem Samila. Sedangkan bagian ekornya simbol karisma dan kekuatan masyarakatnya terdapat di area Samila Beach, Chalatad Road.
      Dalam perjalanan pulang dari lokasi patung kepala naga saya mampir ke Songkhla aquarium. Lokasi berada di antara patung naga dan pantai Samila. Harga tiket untuk orang asing, THB 200 untuk anak dan THB 300 untuk dewasa.

       
      Memasuki ruangan aquarium masih sepi, ya mungkin karena masih pagi banget bahkan sebagian lampu pun belum dihidupkan. Di bagian depan terdapat keterangan ekosistem di Thailand selatan, lalu di dinding terdapat entah replika atau asli ikan yang diawetkan gitu, antara lain leopard shark, spotted guitarfish, udang berukuran besar dan ikan pari. 
       
       
      Akuarium ini dibagi menjadi beberapa zona, antara lain zona A Freshwater fish, zona B Brackish fish, C marine fish dan terdapat satu tangki besar yang berisi aneka ikan (seperti di Sea World Ancol gitu dech). Kita bisa berjalan di bawah akuarium besar ini. Di jam-jam tertentu kita bisa nonton pertunjukan The Unseen Show.


      Dari Songkhla aquarium kami kembali ke Hatyai, nah dalam perjalanan kami singgah di beberapa spot wisata di kota Songkhla.
       
      Songkhla city wall 
      Saat ini hanya tersisa tembok sepanjang 114 meter, tinggi 5.5 meter dengan ketebalan 4 meter. Sebagian besar bata dan batu dinding pun sudah digunakan untuk paving jalanan kota Songkhla. 

       
      Di seberang Songkhla city wall ini terdapat Songkhla National Museum. Bangunan museum bergaya Chinese dengan dominasi warna putih dan merah. Sayangnya saat saya kesana museumnya sedang tutup. Jadi saya cuma berfoto-foto di depannya saja. Di bagian depan museum terdapat koleksi beberapa meriam tua, jangkar dan tiang kapal kali ya.

      Sebetulnya saya sempat googling kalau di Songkhla old town tedapat street art sejenis mural art gitu dech. Lalu sewaktu di pantai Samila saya sempat bilang ke driver songthaew (sambil nunjukin gambar dari google) untuk diantar ke lokasi street art di old town Songkhla. Drivernya bilang iya bisa nanti kita mampir dalam perjalanan menuju Hatyai. Tapi begitu pulang dari Songkhla city wall koq mobilnya jalan terus  tau-tau sudah masuk jalan besar arah Hatyai. Gagal deh foto-foto di mural artnya
      Dalam cuaca panas terik songthaew menuju ke arah Hatyai Municipal Park. Hatyai municipal Park ini lokasinya sekitar 5 km di pinggiran kota Hatyai. Areanya luas banget berada di perbukitan gitu. Selain lokasi wisata juga merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Budha. 
      Saya tidak sempat main di lokasi taman-tamannya, jadi kami langsung menuju ke bagian paling atas bukit, ke kuil Four Faces Budha. 
       
      Four Faces Budha Temple (San Phra Phrom)
      Begitu memasuki area ini dekat tempat parkir songthaew terdapat dua patung gajah berwarna emas di kiri dan kanan jalan. 

      Naik sedikit ke bagian atas, terdapat patung gajah berkepala tiga disampingnya terdapat tangga dengan deretan lonceng besar di kiri kanannya.

       
      Memasuki area kuil, di bagian luar kuil four faces Budha terdapat banyak banget patung gajah berwarna emas. Di dalam kuil inilah terdapat patung four faces Budha, beberapa pemeluk agama Budha menyempatkan diri beribadah, bahkan disini terdapat para penari dan musik yang mengiringi selama ibadah. 


      Di pelataran kuil terdapat patung dewa, tempat pembakaran kertas-kertas perlengkapan ibadah gitu dech (saya ga tau apa itu namanya), lalu ada juga penjual burung-burung kecil. Sepertinya burung-burung kecil ini dibeli untuk kemudian didoakan dan kemudian dilepaskan sebagai rangkaian ibadah. 
      Oh ya disini terdapat stasiun cable car juga. Cable car ini menghubungkan antara kuil four faces Budha dengan kuil standing Budha. Bagi yang pengen nyoba bisa naik, tapi kalau saya sih kan sudah nyewa songthaew sih ga perlu lah, sayang duitnya. hahaha...
       

      Dari four faces Budha saya naik songthaew menuju ke kuil standing Budha. Nah sebelum sampai di Standing Budha Temple kami melewati bangunan Hatyai Planetarium. 

       
      Standing Budha Temple (Phra Budha Mongkol Maharaj) 
      Songthaew parkir di bagian depan kuil, lalu saya jalan kaki menuju ke bangunan kuil. Nah di samping kuil ini terdapat stasiun cable car yang terusan dari kuil Four Faces Budha tadi. 
      Saya kemudian menuju ke halaman depan kuil, di area bagian tengah kuil terdapat patung Budha berdiri berwarna emas dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berat patung ini sekitar 200 ton. 

       
      Dari depan kuil ini kita bisa memandangi kota Hatyai, bahkan kita bisa melihat masjid besar Songkhla di sebelah kanan. 

      Di depan kuil Standing Budha ini terdapat tangga turun menuju ke area Laughing Budha dan Patung Dewi Kuan Yin. Lumayan capek juga menuruni tangga lalu disambung jalan kaki di jalanan pavingblock gitu deh saya nggah ngeh, tapi karena menuruni bukit jadi jalan agak melingkar jadi saya pun ambil jalan pintas dengan menuruni tanah yang lumayan licin sambil pegangan pepohonan.  

       
       
      Fat Laughing Budha
      Di sebelah kanan terdapat kuil pemujaan, lalu di bagian kiri terdapat patung Dewa dan diorama bergambar naga. Nah pas di ujung jalan terdapat patung Fat Laughing Budha. 

       
      Berjalan agak ke depan akan tampak mulut naga raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke area Bodhisattva Kuan Yin.  

       
      Di area ini terdapat beberapa patung disekitar bangungan utama. Sedangkan patung Dewi Kuan Yin berdiri di atas bangunan utama. Patung Dewi Kuan Yin berwarna putih menjulang setinggi 20 meter. Di sekeliling patung terdapat patung kecil-kecil berwarna putih juga. 

      Setelah merasa cukup melihat-lihat saya kembali menuju kuil Standing Budha, dan kali ini harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Entah berapa kali saya berhenti karena kelelahan.  Ini efek karena penasaran dan ga baca review tentang lokasi tujuan.
      Tips: untuk lebih hemat tenaga tidak perlu menuruni/naik tangga yang di depan Standing Budha, kita bisa naik kendaraan sewaan kita untuk menuju ke area Patung Dewi Kuan Yin.  Jadi setelah foto-foto di sekeliling Standing Budha, kita kembali ke kendaraan kemudian kendaraan akan menuruni bukit menuju area patung Dewi Kuan Yin. Hemat tenaga dech. 
      Dari area Dewi Kuan Yin, kami menuju kota Hatyai. Siang itu udara lumayan panas membuat tenggorokan ikutan berasa kering dan haus. Sampai di kota Hatyai saya minta diturunkan di dekat Clock Tower. 

       
      Ini dia Songthaew yang membawa kami half day tour Hatyai + Songkhla.

       
      Di dekat Clock Tower ini terdapat pasar dan saya pun sekalian mampir untuk makan siang.
      Tadaaa menu makan siangnya....yummyyyy

       

       
      Setelah selesai makan baru deh saya berkeliling di pasar sambil beli oleh-oleh kemudian naik tuktuk untuk pulang ke hotel. Sekitar jam 3 sore saya check out dari hotel kemudian menuju ke agen bus yang tak jauh dari hotel untuk menuju ke Kuala Lumpur.
       
    • By nashir
      Setelah 4 malam stay di Orchid Hostel, Hari ini kita checkout dan Pindah ke Golden Mountain Hostel yang baru aja kemarin kita booking, Karna tinggal itu satu-satunya hostel di kawasan Khaosan Road yang tersedia untuk 16 orang. Harga per malamnya Rp 180.000/orang. Kita mesen 2 Room, 1 Room Female Dormitory untuk 8 orang & 1 Room lagi Mixed Dormitory untuk 8 orang juga.   Lagi siap-siap checkout di kamar, Teh Doll nyamperin aku ngasihin Kalung Yes or No pesenan aku titipan dari P'Ian. Oh iya lupa heu. Buat apa kalung gituan? Kalau kalian mau tau buat apa kalung itu coba deh nonton film Yes or No 2 yang di peranin sama Kim (Tina) & Pie (Sushar) Dibadan kupu-kupunya bisa nyelipin gulungan kertas pesan gitu. Kalung ini bakal aku jadiin salah satu mas kawin untuk pernikahan aku nanti #uhuk (Jomblo ngebahas nikahan #SikatMang). Harganya sih lumayan 900 Bath (Rp 360.000) harga asli dibarcodenya 990 THB (mungkin lagi diskon) Jadi kalau dikasihin ke cemewew terus putus kan sayang, Soalnya kalung ini Original, Limited Edition, Gak gampang dapetinnya & gak ada KW nya haha. Jadi aku siapin buat mas kawin aja *LOL*   Kalung Yes or No Original (:     Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 1   Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 2   Setelah semua siap aku minta tolong ke penjaga Orchid Hostel tolong panggilin 4 Taxi, Gak lama 1 per 1 taxi pun datang. Setelah ngobrol panjang lebar antara s penjaga hostel dan 4 supir taxi akhirnya kita berangkat dan semua nyasarrr karna supir taxi gak begitu hapal jalan dan Voucher Hostel ini gak aku print, Cuman ada di handphone aku doang, cuman 1 taxi yang nyampe cepet duluan gak nyasar. Ongkos taxi yang aku naikin 103 Bath dibagi 4 orang jadi masing-masing 26 Bath.   Grup perempuan yang duluan nyampe mereka langsung checkin hostel tanpa nunjukin bukti bookingnya. Haiihh pantes aja pas aku nyampe aku jadi rada pabeulit sama s penjaga hostel yang nanyain bukti booking mereka. Gimana mereka mau nunjukin... aku sendiri aja gak punya printnannya huhu. Setelah aku tunjukin di email baru lah semua clear huh. Tapi kita gak bisa langsung masuk kamar karena masih terlalu pagi, belum bisa checkin. Akhirnya kita semua nitipin barang dulu aja menuhin lobby hostel haha Setelah itu nyari tuk-tuk ke Siam 120 Bath dibagi 5 jadi 24 Bath/Orang.     Awas Salah Focus!   Dari depan Siam kita jalan naik ke BTS National Stadium beli ticket tujuan Asoke 31 Bath. Lalu kita ke Terminal 21. Di Terminal 21 ini semacam Mall tapi tiap lantainya beda-beda konsepnya. Tiap lantai ngambil konsep 1 negara jadi tiap lantai juga toiletnya beda-beda tergantung negaranya.     Sebelum explore mall ini yang belum punya internet aku suruh register dulu di bagian Informasi, cuman nunjukin paspor doang nanti kita dapet user & password untuk login wifi berlaku 1 tahun. Karna aku masih punya akun taun lalu, jadi aku gak perlu daftar lagi tinggal login aja dan menikmati fasilitas wifi gratis di seluruh area Terminal 21.     Disini sih mau belanja bisa, cuman liat-liat / foto-foto juga oke dan makan di foodcourt sini murah banget...     Setelah semua makan kita mau nyobain MRT. iyah nyobain MRT doang tanpa ada tujuan yang jelas 5555+ Bedanya MRT sama BTS apa? kalau BTS tuh jalurnya di atas jalan nah kalau MRT dibawah tanah, Karna semuanya pingin nyobain naik MRT kita jalan dulu kebawah dikit dari Terminal 21. Udah nyampe di Station MRT kita beli koin MRT jurusan Sukhumvit - Rama 9 dengan harga 19 Bath. Oh ya bedanya lagi BTS sama MRT kalau BTS menggunakan semacam ticket kertas kalau MRT menggunakan semacam koin hitam, Keduanya sama cara pakenya tinggal di tap aja. Oh ya kalau beli ticket BTS harus pake uang koin kalau MRT bisa pake uang kertas.     Setelah semua dapet bergegas lah kita menuju MRT, cuman s teh (sebut saja Mawar nama disamarkan) ada sedikit trouble gitu, udah di tap koinnya tapi gak ngebuka-buka s pintunya. Karna aku ada di belakangnya aku cobain tap pake koin aku dan kebuka, Dia bisa masuk #eh aku kejebak gak bisa masuk TOT TOT TOT bunyi dari s mesinnya, gara-gara ini aku ditarik sama petugas huhu,-   Setelah ditanya-tanya sama petugas dalam Phasa Thai yang sedikit aku ngerti artinya tapi gak tau jawabnya apa, Aku jawab aja pake bahasa Indonesia haha. Jadi dia tanya : ini koin beli dimana, tujuan kemana? pake Phasa Thai. Aku jawab pure pake bahasa Indonesia: Mau ke Rama 9, beli koin barusan disitu cuman tadi kayaknya ke tap buat temen aku gitu. Dan koin aku langsung dia ambil terus diganti sama koin baru dan lolos deh wkwkwk Ngomong mah pake bahasa apa aja weh yang penting nyambung 5555+       Setelah naik & turun dari MRT kejadian serupa terjadi lagi. Koin nya s Teh Mawar ilang katanya gak ada, sementara yang lain semua udah pada nunggu diluar, cuman terakhir aku doang sama dia. Sebenernya aku lagi BT sama dia, kalau aku engga baik mah paduli teuing da udah aku tinggalin, cuman karna aku baik dan gak tegaan.. ya udah aku tungguin sambil dia nyari koinnya. setelah di ubek-ubek sakunya akhirnya ketemu juga tuh koin dan bisa keluar.   Karna naik MRT ini emang cuma "pingin nyobain" aja tanpa ada tujuan, gak tau deh mau kemana lagi, kalau malem sih di Rama 9 kita bisa dugem di RCA cuman karna masih siang jadi gak tau mau kemana lagi, aku belum pernah explore daerah Rama 9 cuman pernah ke RCA nya aja. Tadinya sih mau balik lagi ke Sukhumvit terus naik Taxi dari sana ke Mall Platinum, cuman karna berhubung di depan kita juga banyak taxi aku coba tanya, bisa gak nganterin kami ke Mall Platinum dan ternyata bisa. 1,2,3 taxi gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah huhu. Taxi dari Rama 9 ke Mall Platinum 67 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 17 Bath.   Sampe di Platinum kita semua gak barengan jadi mencar tanpa ada yg ngabarin meet pointnya dimana. Ya udah santai ajalah kata aku, kita belanja dulu aja. Setelah jalan dari lantai ke lantai nemu lah 1 toko jam yg lagi diskon!!! Jam nya keren-keren dan murah banget, 1 nya cuma 99 Bath aku beli 2 jadi 198 Bath. hihi lumayan (:     Udah itu kami ber 4 langsung ke Foodcourt karna aku, Bro Sendy & Bro Denny tadi belum sempet makan di Terminal 21. Aku seperti biasa makan Spicy + Pepsi di KFC 99 Bath. Lagi makan #eh ada grup nya Karin nyamperin minta dianter ke tempat belanja yang murah. wokeh tunggu aku selesai makan. Udah itu langsung aku ajak mereka ke tempat langganan aku yang waktu itu diajak kesini sama temen dari Backpacker Dunia, Teh Anna.   Oh ya penjualnya disini bisa Bahasa Indonesia loh dan orangnya friendly banget jadi bisa nawar-nawar santai pake bahasa Indonesia, kan kalau nawar-nawar pake Phasa Thai lumayan ribet juga. Yang lain sih pada ngeborong, tadinya aku juga mau ngeborong lagi tapi karna uang aku ilang 500 Bath jadi aku cuma beli gantungan gunting kuku aja 120 Bath (setelah diskon)  karna aku ngajak banyak temen-temen aku belanja disini jadi aku minta diskon dan minta bonus hihi dikasih lah masing-masing 1 gantungan kunci bentuk gajah hihi Khob Khun :)       Udah itu kita semua kumpul di lantai dasar dan mau langsung lanjut ke Chocolate Ville, setelah semua kumpul ternyata ada yang belum sempet belanja karna katanya dari tadi mereka cuman muter-muter dan gak nemuin kami. Ya udah aku ajak balik lagi mereka ke atas ke tempat tadi kami belanja. Oh ya letak toko ini dibelakang foodcourt lantai atas, Cari aja Kalaya Handicraft. Karna tadi belum sempet foto sama s tetehnya yang aku lupa namanya, Setelah pada selesai belanja aku minta foto deh ber 2 sekalian promosiin toko dia heheu.     Setelah semua belanja kirain teh bakal ada yang ngasih sesuatu buat aku gitu & ternyata engga -__- Disitu saya kadang sedih,-   Okelah kita langsung nyebrang dari Platinum nyari taxi disana, Taun lalu juga dengan rute yang sama dari sini susah banget dapetin taxi yang mau nganterin kita ke Chocolate Ville padahal waktu itu kami udah di bantu sama member Couchsurfing asli orang Thailand. Cuman mungkin kali ini aku udah mulai bisa dan terbiasa pake taxi di Thailand jadi gak terlalu susah. Seperti biasa taxi ke 1,2,3 gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah dan sialnya kenapa aku harus selalu kebagian setaxi dengan s mawar #arrggHHHH!!!! Hari ini udah 3x naik taxi dan selalu kebagian sama dia, sumpah di taxi selalu debat yang bikin BT luar biasa!   Setelah nyetop belasan taxi akhirnya ada juga yang mau nganterin kami ke Chocolate Ville, karna emang Chocolate Ville cukup jauh sih. Tapi untung kami kebagian taxi terakhir yang bisa pake argo dan ongkos cuma 179 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 45 Bath, sementara taxi yang lain gak pake argo jadi 300 Bath haha da setau aku, taun lalu juga sih sekitar segitu ongkos taxi nya, jadi aku negoin aja biar cepet (:     Setelah aku sampe di Chocolate Ville, yang udah nyampe duluan mereka lagi asik foto-foto huhu curang. Setelah di hitung-hitung jumlah orang yang ada kurang... Ada 1 taxi lagi yang belum nyampe dan setelah cukup lama nunggu akhirnya mereka sampe dan katanya dibawa nyasar sampe ke Asiatique wkwkwk Sabar yah itung-itung udah ke Asiatique duluan karna rencana kita selesai makan malam di Chocolate Ville baru mau ke Asiatique.   Oh ya Chocolate Ville tuh seperti "Eropa" nya Bangkok tempatnya super-super romantis dan selalu penuh. Jadi jangan lupa reservasi tempat dulu sebelum kesini. Waktu itu sih kita di reservasi-in via telephone sama temen Thailand kita, cuman kali ini aku udah reservasi dari jauh-jauh hari Via Email untuk 20 orang walaupun yang jadi cuman 16 orang heu.       Oh ya makan makanan disini termasuk mahal heu tapi sebanding lah dengan view tempat yang begitu amazing. Apalagi kalau kamu kesini sama pasangan beuuhhh juara. Bahkan aku punya rencana nanti kalau mau preweding pingin di photo preweding disini #hahaydeuh.   Karna katanya masih pada kenyang jadi kita semua udunan mesen beberapa loyang pizza & minuman masing-masing, Aku sih ngikut aja, jadi aku pesen Pizza bareng-bareng + Mango 110 Bath. Menu yang paling murah disini seporsi yaitu nasi goreng nanas 250 Bath, taun lalu aku nyobain dan rasanya bener-bener nikmat. jadi yang mau kesini cobain deh nanti pesen nasi goreng nanas rasanya dijamin TOP, Soalnya waktu itu pernah nyobain nasi goreng nanas di resto ala Thailand di Bandung itu beda banget lah sama disini, Kalau disini mah beneran nasi goreng nanas, disana mah nasi goreng cangkang nanas 5555+   Sambil nungguin pesenan datang semua langsung nyebar untuk foto-foto, Wuh aku ketinggalan gak ada batur, Kebetulan Denny ngeluarin Danbo nya, Ya udah aku pinjem dulu mau foto-foto sendiri aja, Jomblo & si Danbo.                           Galau banget kan pose-pose s Danbo nya? Sama dengan suasana hati s tukang foto haha (:   Pas balik lagi makanan & minuman udah siap, oke lah langsung kita lahap, hap hap hap. Karna aku masih keliatan unmood, Denny nawarin : Bro Bir ah??? Beuuhhhh aku sih belum pernah nge-bir seumur hidup aku, jangan kan minum-minum, ngeroko aja engga wkwk laki-laki macam apaan aku ini, jadi anak ko terlalu baik. *LOL* Hayuuu lah bro kagok strees yeuh ku s mawar -__-   Ada 2 pilihan antara Chang / Singha akhirnya kita putusin beli Bir Chang 85 Bath. Sidik diselidik alkoholnya 5,8% Haiih seriusan ini teh untuk pertama kalinya aku akan minum bir yang mengandung alkohol 5,8%? ahh kapan lagi... Sesuai prinsip aku aja "When You Traveling, Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Tapi tetap ikuti aturan & adat istiadat yang berlaku" karna bir bukan masalah di Thailand, okelah aku coba #hiks minum sedikit-sedikit gak kerasa ngefek apa-apa tuh. kalau kata orang-orang sih minum minuman alkohol bisa ngilangin stress, tapi gening aku engga, masih tetep weh gini,-         Bro Sendy : iya da minumnya sedikit-sedikit, coba tambahin es batu terus langsung abisin segelas. Oke, I Try! glek glek glek abis langsung segelas mulai rada ngelayang wkwkwk #Jeprutlah   Okelah sambil sedikit menetralkan kita liat wajah yg sedang asik menikmati hidangan, gak tau kelaparan haha.     Sementara yang lain masih asik foto-foto.                 Dalam keadaan setengah sadar aku inget prinsip Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Ah kagok edan... aku langsung lari muterin tangga naik ke atas towernya, nyampe di atas tower kepala terasa pusing puluhan keliling, mungkin karna efek alcohol dan efek kejeprutan aku yang ngapain juga lari-lari naik ke atas tower, udah tau tangganya muter-muter   Sampe atas terlihat view yang begitu indah, Bersyukur dan berterimakasih atas nikmat yang Tuhan berikan. Aku bisa merasakan keindahan tempat ini untuk ke 2xnya. Gak lupa juga aku nge-goda beberapa teman untuk datang langsung kesini lewat tulisan (:                 Semakin larut malam tempat ini semakin indah & semakin romantis ingin rasanya cepet-cepet ngajak pasangan ketempat ini #hiks sudahlah mblo focus dulu aja pada impian mu sir. OKE SIP. Turun dari tower aku lari lagi nurunin tangga muter-muter, Alhasil keluar dari tower hampir ongkek haha jeprut kan.   Setelah semua puas bermain di tempat ini kita akan melanjutkan tujuan selanjutnya yaitu Asiatique. Cuman gak tau kenapa gak jadi kesana dengan alasan udah cape dan terlalu malem, Padahal Asiatique juga semakin malam semakin indah. #ah ya sudah lah cari taxi untuk langsung balik ke hostel. Setelah yang lain mencoba tawar menawar mereka dapet harga yang cukup tinggi dan belum termasuk tol.   Ya udah biar aku aja yang cari taxi di depan CV suka ada banyak taxi yg stay & lebih murah. Dan disini aku debat lagi tuh sama s teh mawar, bukannya terima kasih udah di bantuin malah ngalonyeng. Karna cuman 3 taxi yang tersedia  jadi ada yang ber 5 ada yang ber 6. Karna beberapa orang katanya uang Bath nya udah bener-bener tinggal dikit aku sampe bilang: "Yu grup yang gak punya uang naik taxinya ber 6" wkwkwk dan aku ngikut yang ber 6, Padahal sebenernya aku masih nyimpen uang di paspor aku, cuman biar yg uangnya udah tinggal dikit lagi tenang, Aku bilang santai aja, uang aku juga udah abis hihi. Tapi yaa uang di paspor aku emang sengaja aku sediain buat backup aja, kalau-kalau ada yg kehabisan uang bisa pake uang aku dulu (Smart Travelerkan si gue ahaha)   Cuman takutnya aku malah ongkek karna pa sedek-sedek di taxi yang ber 6, jadi aku di taxi yang ber 5 aja dan bersyukur banget kali ini gak setaxi dengan s mawar yeah! Aku duduk di depan dan bilang ke supir taxi: jendelanya jangan ditutup aku sedikit drunk bisi ongkek haha. Ongkos taxinya dari Chocolate Ville sampe depan Siam 500 Bath dibagi 5 orang jadi masing-masing 100 Bath.   Dari Siam ada yang mencar balik dulu ke Orchid Hostel ngambil laundry, dan s mawar juga ngikut katanya hengponnya ketinggalan disana. Okelah kita yang mau langsung balik ke Golden Mountain Hostel 13 orang. Karna udah malem dan hari ini masih Songkran hari terakhir kita sewa 2 tuk-tuk untuk ber 13 haha kebayangkan desek-desekan nya gimana? Tuk-tuk aku sih 7 orang dan yang peot-peot semua, jadi gak begitu sempit, lah tuk-tuk 1 lagi 8 orang dan kebayakan orang-orang berisi wkwkwk nikmati saja lah.   Ongkos tuk-tuk dari depan Siam ke Golden Mountain Hostel 200 Bath dibagi 7 jadi masing-masing 29 Bath. Dan selama perjalanan menuju hostel pun kita beberapa kali kena siram haha di tuk-tuk aku sih s Denny yang jadi basah semua karna dia duduk paling ujung dan kena siram langsung air seember, Aku kebetulan di tengah jadi cuma kena cipratannya aja hihi.   Sampe hostel semua barang kita masih aja numpuk di lobby wkwk untung aja gak ada yang ilang. Setelah itu kita dibagi kamar dan ternyata jadi 3 kamar, 1 kamar untuk 8 orang female only, 1 kamar untuk 5 orang & 1 lagi untuk 3 orang. Aku ngikut yang 5 orang aja heheu. Dan kamarnya bagus banget lah super-super empuk & nyaman dan kali ini ada colokan charger di tiap tempat tidur masing-masing, jadi gak rebutan kayak waktu di Orchid huhu.   Aku tengok ke kamar yang perempuan karna liat di gambar sih bagus dan pas masuk wiih beneran bagus. Aku tanya ke semua : Gimana kamarnya?? semua dengan kompak menjawab : baguss.... Yeee syukurlah kalau semua seneng, gak salah milih hostel berarti.     Karna lapar aku, Bro Sendy, Denny & Giri langsung cari makan keluar tanpa mandi dulu. Setelah muter-muter nemu lah penjual kacang yang aku cari-cari. Kita dikasih cobain gratis dan rasanya enak banget, mau beli tapi harganya lumayan mahal jadi gak jadi beli deh wkwk #HampuraMang. Udah mentok gak ada pedagang makanan lagi, yaudah kita balik ke tempat awal makan disitu, aku mesen Fried Noodle 55 Bath. Rasanya sedikit aneh tapi yaa nikmatin we lah, laparr.. Kita udah selesai makan, Karin sama Billy baru datang ngajak ke 7eleven, Ya udah kita kesana, aku beli menuman lecy 12 Bath. Terus s Karin ngajak makan, ya udah aku ajak lagi ke tempat kita makan barusan. karna kita udah makan barusan jadi cuman ikut nongkrong doang. Karna aku masih sedikit stress sama s mawar, Giri yang sedang asik ngeroko aku minta rokonya nyobain 1 haha. Ini serius aku laki-laki gak bisa ngeroko, tiap ngisep suka batuk-batuk wkwkwk.   Di pikir-pikir dosa aku banyak banget hari ini, mulai dari lupa ibadah, minum alkohol, makan-makanan yang belum tentu halal, ngeroko, ngomongin s mawar, Ahh sudahlah Markibo (Mari Kita Bobo).   Part 6
    • By Sari Suwito
      Holaa…Sawadee Kha...Sari here
       
      Melanjutkan FR sebelumnya kali ini saya akan berbagi cerita selama di Bangkok.
       
      Day 1
      Pesawat kami mendarat di Bandara Don Muaeng Bangkok sekitar pukul 4 sore. Selesai proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami keluar menuju pintu arrival untuk menunggu mobil jemputan yang sudah dipesan sebelumnya. Daaan.. nomer HP driver yang dikasih dari kantor rental ketika di telpon nomer itu malah maki-maki pakai Bahasa ga sopan. Dan begitu telpon ke kantor rentalnya susah dihubungi pula. Haduuuh…jadi dag dig dug deh…mana para peserta sudah capek dan ga sabar nunggu mobil jemputan datang.
       

       
       
      Akhirnya setelah mencoba dan mencoba hubungi nomer telpon kantor rental akhirnya tersambung juga dengan managernya, daaaan…rupanya nomer HP driver yang dikasihkan itu salah. Bukan salah 1 atau 2 digit…tapi totally salah. Pantesan ajaa…
      Mobil jemputan akhirnya datang juga, mobil dengan 14 seat cukup untuk kami ber-sebelas. Dalam perjalanan menuju hotel, tour guide kami di Chiang Mai telpon menanyakan keadaan kami, dan memberitahu bahwa di Bangkok mulai diberlakukan “jam malam†jadi semua orang harus berhati-hati. Tour leader kami meyakinkan tour guide bahwa kami menginap di daerah Ramkhamhaeng dan kami akan berkunjung ke area yang jauh dari pusat demo. Jadi sepertinya kami akan baik-baik saja.
       
      Rupanya jumat sore di Bangkok hampir sama seperti di Jakarta, jalanan super macet, bahkan jalan tol pun padat merayap tanpa ampun. Lebih dari satu jam perjalanan kami dari bandara menuju hotel yang berada di Ramkhamhaeng.
      Oh ya, dalam perjalanan menuju hotel (di Jalan Ramkhamhaeng) saya melihat hal yang unik lho, patut dicontoh oleh warga Indonesia nich. Jadi karena jalanan macet, dan mulai diberlakukan jam malam, toko-toko tutup lebih awal, jadi karyawan dan pelajar harus cepat-cepat pulang ke rumah dan dalam keadaan macet ini songtoew dan bus terjebak macet juga. Akhirnya ojek motor merupakan salah satu alternative untuk bisa cepat pulang ke rumah. Nah, para calon penumpang ojek ini kan banyak banget…mereka mau antri sampe panjaaang gitu lho, nunggu tukang ojek berdatangan.
       

       
      Sekitar jam 8 malam kami sampai di hotel Regent Park yang berada di Soi 22 Jl. Ramkhamhaeng. Setelah selesai proses check in dan menyimpan barang di kamar, kami segera turun untuk makan malam di restaurant hotel dikarenakan tidak memungkinkan untuk makan malam di luar. Tanggal 22 malam merupakan awal berlakunya jam malam di Bangkok, pasti restaurant pun akan tutup lebih awal belum lagi jalanan pasti masih macet. Bahkan semua stasiun televisi Thailand berhenti bersiaran. Hanya channel luar negeri saja yang tetap tayang, dan RCTI ternyata eksis lho di saluran tv di hotel ini.
       
      Day 2
      Setelah sarapan pagi di hotel kami berangkat untuk mengunjungi acara THAIFEX (Thailand Food Expo) yang berlokasi di Impact, Muang Thong Thani, Bangkok. Pagi itu hari jumat, jalanan di Bangkok juga mirip di Jakarta, kemacetan lalu lintas sudah mengular sejak kami keluar dari hotel.
      Sekitar satu jam perjalanan akhirnya sampailah kami di lokasi pameran, tempat pameran ini rupanya sangat besar, mirip JCC kalau di Jakarta. Setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi form registrasi untuk mendapatkan tag visitor/buyer. Proses registrasi sangat cepat, tanpa antrian yang panjang karena masih lumayan pagi.
       

       
      Setelah mendapatkan tag visitor kami langsung berpencar, menuju ke ruang pameran, kebetulan pameran berada di Challenger 1 sampai 3, dan saya masuk mulai dari challenger 1.
       
      Begitu masuk ruang pameran, saya terkagum-kagum dengan aneka produk yang di pamerkan. Berkeliling di Thaifex expo ini sungguh memanjakan mata dan lidah, karena bisa icip-icip aneka makanan dari berbagai negara asia dan eropa. Bahkan disini dipamerkan packaging, mesin dan peralatan untuk industry kecil juga lho.
       

       

       
      Beberapa pengunjung menganti es krim di booth Korea.
       

       
      Saya juga sempatkan untuk melihat pavilion Indonesia, dan saya agak sedikit heran. Dalam kesempatan besar ini Indonesia mengirimkan produk yang saya rasa kurang greget di bandingkan negara-negara lain yang membawa produk unggulan negara masing-masing. Bahkan beberapa negara mengambil lebih dari satu pavilion.Melihat geliat produk thailand yang sekarang berkembang pesat, bahkan salah satu visi Thailand adalah menjadi pusat produk halal terbesar di dunia, maka rasanya dengan diberlakukannya Asean Economic Community dimana produk-produk dari negara lain bebas masuk ke Indonesia.
       

       
      Di ruang Challenger 3 memamerkan produk peralatan industri kecil. Ada juga pameran jenis-jenis kendaraan untuk promosi, seperti moving trailer yang desain dan motifnya unik.
       

       
       

       
      Disini juga berlangsung beberapa lomba diantaranya Thailand Ultimate Chef Challenge, fruit crafting, dan roaster's choice award.
       

       

       
      Sekitar jam 12 saya sudah merasa capek berjalan berkeliling, akhirnya saya memilih untuk beristirahat di food court sekalian makan siang. Selesai makan siang, saya kembali ke meeting point barangkali ada peserta lain yang sudah berkumpul. Rupanya belum ada satupun peserta yang berkumpul jadi saya lanjutkan untuk melihat-lihat hall arena, yang tesambung dengan bangunan impact. Pusat pameran ini terintegrasi dengan tempat makan, tempat belanja dan hotel Novotel.
       

       
      Jam 2 siang akhirnya semua peserta sudah berkumpul dan bersiap untuk meninggalkan expo untuk makan di restaurant yang tak jauh dari gedung Impact. Dan, saya pun ikut makan lagiii…hihihi… Setelah selesai makan siang kami melanjutkan kunjungan ke Agro Exchange.
      Dalam perjalanan kami melewati Kementrian Dalam Negeri Thailand, terkait dengan kudeta di Thailand, para pendemo ternyata membangun tenda di jalan raya di depan kementiran Dalam Negeri. Hari ini rupanya para pendemo sudah mulai membongkar tenda-tenda yang dipakai untuk berdemo, mungkin mereka akan berpindah lokasi demo kali ya. Secara pusat demo terbesar di Bangkok adalah di kawasan Victory Monument, National stadium, dan kawasan lain di pusat kota Bangkok. Bahkan menurut penjaga pavilion provinsi Hatyai di Thaifex toko-toko di kawasan pratunam pun tutup karena takut kalau akan terjadi kerusuhan di kawasan itu.
       
      Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di Agro exchange. Agro exchange merupakan pusat pasar induk sayuran dan buah-buahan terbesar di Bangkok, yang dikelola oleh perusahaan swasta. Begitu sampai di lokasi, kami dibuat terkagum-kagum melihat luasnya kawasan dan lengkapnya fasilitas di kawasan ini. Ada bank, showroom mobil, showroom motor, pusat penjualan aneka sayuran dan buah buahan dalam skala besar seperti ini, belum pernah saya lihat di Indonesia. Sungguh luar biasa industry pertanian Thailand ini.
       

       

       

       
      Puas berkeliling di agro exchange kami istirahat di food stall untuk minum dan sekaligus makan durian. Wow…kita pesta durian. Rupanya durian yang sudah dibeli tak habis dimakan, akhirnya kami bawa kembali ke hotel dan dibagikan ke staff front office hotel. 
       
      Jam 19.30 kami berangkat makan malam, dan ternyata jumat malam di Jalan Ramkhamhaeng macetnya minta ampun, jarak yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit terpaksa memakan waktu hampir 1 jam. Malam mini kami makan all you can eat steamboat  halal di Shintorn Restaurant. Disini tersedia banyak menu yang dapat dipilih, antara lain: nasi campur, nasi biryani, aneka sayuran, aneka potongan daging ayam dan sapi. Untuk dessertnya tersedia aneka buah potong, salad buah dan sayur, serta es campur. Oh ya, steamboat disini ga pakai kompor listrik ataupun gas. Tetapi dari bara api yang dipasang dalam tungku kecil diatas meja makan.
       

       

       
      Di samping restaurant ini juga terdapat toko makanan halal, toko perhiasan dan toko pakaian. Jadi selesai makan bisa belanja-belanja juga hehehe…
      Jam 20.30 semua peserta selesai makan, kami lanjutkan untuk jalan-jalan di pasar malam, mobil drop kami di dekat sport stadium, dan kami lanjutkan berjalan kaki melihat-lihat pasar malam di sepanjang jalan Ramkhamhaeng. Dan rupanya jam 20.30 para pedagang sudah mulai berkemas-kemas karena masih diberlakukan jam malam, yaitu mulai jam 22 sampai jam 5 pagi. Bahkan saya yang berniat membeli sepatu pesanan teman-teman saya harus berlari-larian untuk menuju toko sepatu tetapi begitu sampai tokonya sudah tutup. Duuuuh…kecewa bin dongkol dech. Akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat dan berharap besok pagi masih sempat untuk kembali ke toko sepatu sebelum berangkat ke airport.
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya kembali berjalan-jalan dan ternyata saya tunggu sampai jam 9 toko sepatu belum buka juga. Padahal kami harus berangkat ke airport jam 9.30. Dengan lunglai saya kembali ke hotel untuk check out dan kemudian bersiap untuk berangkat ke airport. Misi belanja saya kali ini gagal….hiks.
       
      Hari sabtu pagi, jalanan di Bangkok lumayan lancar, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di Don Muang airport untuk terbang menuju Kuala Lumpur dan melanjutkan ke Jakarta.
       
      Selamat tinggal Bangkok, semoga saya akan kembali kesini dalam situasi yang lebih aman.     
       
       
    • Guest
      By Guest
      Hallo...Sawadee Khrup 
      Saya ingin menceritakan perjalanan saya ke 2 dalam trip ke Luar Negeri, ini kunjungan pertama saya ke bangkok. Sekian lama menanti hari ini pun tiba saat nya saya explore beberapa kota di bangkok. Trip kali ini saya sekitar 10 ( 16-25 April ) hari dengan agenda sih mau merasakan yang nama nya SONGKRAN festival, awalnya sih gak kepikiran buat songkran karena setelah lihat kalender Thailand nya acara berlangsung 12/13 - 16 april sedangkan saya baru otw ke bangkok tanggal 16 april sore hari dan sampai di bandara don mueang 16 malam. 
       
      Hari pertama 16 April 
      Gak banyak yang bisa saya ceritakan di hari pertama, start dari jakarta ke bangkok jam 16.30 sore karena parno takut kelebihan kabin  jadi jam 12 an dah masuk ke ruang tunggu. Sempat was2 karena ada timbangan pas masuk ke bagian ruang tunggu, akhirnya ama petugas cm di angkat saja dan lolos lah akhir nya 8 Kg koper saya. Mungkin next time lbh bawa sedikit aja jadi gak parno lagi . Akhir nya saya pun ngebangke di ruang tunggu +- 4 jam, sudah di siapin sih amunisi nya mulai dari buku, games portable n Mp3 + wifi ( ini yang paling ampuh sih ).  untung aja di bandara ada wifi free dan lumayan kencang akhir nya saya pun nonton youtube acara reality show RUNNING MAN buat usir ke bosanan. Dan jam pun menunjukkan jam 4 lewat mulai pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat, it's time to fly  sambil mendengarkan lagu nya OFFICIAL AIR ASIA pitbull " Time Of Our Lives ". 
      3,5 jam di dalam pesawat dan akhir nya saya pun tiba di bandara don mueang Bangkok untuk pertama x nya, dan semua pun berjalan lancar sampai ke bagian imigrasi. Di sini semua petugas gak berpakain resmi karena masih merayakan songkran jadi bajunya warna warni semua alias cerah2 ( bebas tp sopan ). Setelah itu saya memutuskan naik TAXI saja ke daerah Khaosan Road untuk menginap semalam di sana. Taxi dari bandara ke daerah Khaosan Road +- 1 jam jadi kena agro nya 190 THB +- 70an rb lah. Sesampainya di sana saya pun cari Hotel yang dekat ama daerah kawasan sana lalu cari makan malam, jalan2 sebentar dan pulang ke hotel untuk istirahat, dan ternyata pemirsa saya gak bisa tidur karena terllau berisik nya suasana malam di sana. disko2 terus semalaman  padahal dah capek banget. Tapi pertama x sih oklah inap di sana n merasakan dunia malam nya bangkok. Istirahat karena besok pagi2 mau lanjut ke wisata Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun.
       
      Hari ke dua 17 April
      Hari ini rencana akan di lanjutkan ke Grand palace, Wat Pho n Wat Arun, ternyata jalan kaki dari hotel ke Grand palace lumayan jauh juga ya?banyak yang bilang dekat tp lumayan juga jalan + matahari begitu menyengat. Sesampainya di Grand Palace masih belum buka karena buka jam 8.30 kalau gak salah jadi cari sarapan di sevel aja yang murah meriah. Jam 8 aja di luar sudah penuh dengar para turis dari china, ada mungkin sekitar 60 an orang udah antri di depan pintu gerbang nya. Dari luar saja bangunan Grand Palace megah sekali setalah masuk ke dalam wah..wah..wah... keren banget deh karena baru pertama x nya ke sini tapi harga tiket nya OMG 500 THB / 200rb untuk foto2 aja di sana.
       
      Setalah puas di sana akhir nya keluar untuk menuju ke Wat Pho or Wat Arun saya lupa mana dulu an...hehehe...si Wat Pho n Wat Arun gak mahal2 tiket nya cm masih standar sesuai blog2 / artikel yang saya baca, cuma 1 aja di bangkok sunggung panas sekali ampe saya harus cari oasis AC yaitu 7-11. Ntah kenapa di bangkok AC nya itu dingin2 ya?jadi sekali masuk OMG serasa surga nya di sana...hahahaa. Udah puas buat keliling2 akhir nya saya pun pulang ke hotel buat check out dan melanjutkan naik van ke PATTAYA, dari khaosan banyak yang jual cm kayak nya mahal2 dari pada ke VIC. Monument cm karena males bawa koper lagi jadi sekalian aja di jemput di depan hotel nya. Harga nya 350 THB dan jam 12 pun di jemput ama supir, ketemu orang jakarta juga suami istri di mobil cuma beda t4 duduk nya, selama di mobil cm bisa istirahat aja dan tau2 sampai di WALKING STREET bangkok.
       
      Oh ya lupa ternyata di PATTAYA itu masih berlangsung songkran nya, yipee 13-19 April, jadi acara puncak di adakan di central Plaza mall gitu dekat Walking Street nya. Di sini lah rasa cemas,takut dan gembira nya karena pas lagi di jalan udah cakep2 di sembor air..OMG gak ke bayang rasa nya itu...hahhahaa. hari pertama n ke 2 saya gak booking hotel di agoda jadi on the spot aja, jadi sampai nya di sana saya cari lah hotel yang gak terlalu ribut karena dengar ini tempat sama kayak khaosan road. Saya lupa untuk foto nama hotel nya karena ini masuk gang jadi malam itu gak terlalu berisik. Pelayanan di hotel ini lumayan ramah dan dekat sevel dari pintu masuk nya walking street. Sampai di hotel saya istirahat bentar ampe sore dan mandi lalu jalan2 sekitaran sana aja n jadi anak MALL.
       
      Tadi nya mau sih malam nonton Alcazar Show cuma gak beli online mahal banget jadi nonton yang lokal aja deh sekitaran walking street banyak banget..hahahha . Akhir nya semalaman cm di mall aja sambil liat2 suasana baru di sana, besok pagi akan di lanjutkan ke beberapa t4 wisata di pattaya. 
       
       












    • By Fei
      Mau baca storynya ada di blog gw disini, males ngekhayal pengen langsung liat visual nya this is it
      ME, FRIENDS AND THE CITY