• agoda-hemat.png

kyosash

Short Trip to Shikoku & Chugoku on Summer (Kochi, Matsuyama, Kure, Onomichi & Kurashiki ) + Tomonoura

42 posts in this topic

Hello Jalan2ners :melambai

Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.

Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat :terbang

jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \

jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.

 

ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.

 

dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.

setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 

kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).

 

23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)

Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. :terbang

sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.

setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 

kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.

walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.

waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.

saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.:(

 

setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.

 

Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap

 

waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!!:dance "

begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.

alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.

 

Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.

berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.

setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori

disini teman saya memesan berbagai macam menu.

20170824_121803_resize.thumb.jpg.76d99cf82f37ddabc7f0e251601c4603.jpg 20170824_121745_resize.thumb.jpg.639254d870768d155f8a21d739665cc9.jpg 

20170824_120516_resize.thumb.jpg.62ceb129493d190eb2db57ccfa868dab.jpg 20170824_124317_resize.thumb.jpg.216b3df117b87977cc49922c94e5fb3a.jpg

setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.

 

waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

20170824_133426_resize.thumb.jpg.d3e3bc73f8313fd49c0168f85d2084f7.jpg

 

Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya

ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

20170824_141215_resize.thumb.jpg.8ea7af05be67cfa856c1d519ea7f173d.jpg

kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen

20170824_154758_resize.thumb.jpg.fdee4945cf1fdd1d4dc59fa6612ffeec.jpg

20170824_160530_resize.thumb.jpg.db9ee19b2fae51d970a8fb3320b5b4fd.jpg

 

setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

20170824_165648_resize.thumb.jpg.1634f282f251e6928f72259f11d98ada.jpg

 

Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)

begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .

 

Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.

 

Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)

karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.

Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.

sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

IMG_7912_resize.thumb.JPG.a10e2df87d616aaa01e0be344d6c9681.JPG

(akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari :D )

IMG_7920_resize.thumb.JPG.3cb92d083de321e8b7a61d8f4acdcdd0.JPG

Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 

Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

areamap.png.4f37001d08e294b246853ed758de0446.png

walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. :huh:

IMG_7923_resize.thumb.JPG.b674335574d831c55e3c1781602cde92.JPG

waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

20170825_145339_resize.thumb.jpg.32f0cc5322a0f715f860eb6c462dafbe.jpg

IMG_7928_resize.thumb.JPG.04cdec4556b250d52908e356db7dd52b.JPG  IMG_7948_resize.thumb.JPG.b5abefdfa7b8c52f2aec2d49bd9af45d.JPG

20170825_124214_resize.thumb.jpg.32946de3b3971e164fa1b309800ad031.jpg

IMG_7950_resize.thumb.JPG.5e93fb11b709698191d271d22ed2081d.JPG

karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.

IMG_7931_resize.thumb.JPG.720866e3d185ef7cf0af7fb6d2d630d4.JPG

IMG_7934_resize.thumb.JPG.4bc57a4e152298c479dfa317a906e412.JPG

 

Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.

IMG_7944_resize.thumb.JPG.4c6c2bed8b3f82accc162770891a2088.JPG  IMG_7938_resize.thumb.JPG.ac5dcb0270f408c07d0079fdb8229708.JPG

IMG_7939_resize.thumb.JPG.2390c98083da188ff41a582c3b803198.JPG  IMG_7945_resize.thumb.JPG.0ace7fdef9d7507f28d6193475227429.JPG

 

walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih :rate

IMG_7940_resize.thumb.JPG.7de6fd37452c8c5a581bffb63681aea1.JPG  IMG_7942_resize.thumb.JPG.06681d251662ee8415ab3dffb3c37055.JPG

 

Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)

kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech :D 

dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja :huh:

IMG_7953_resize.thumb.JPG.90658b1c2f6a0cd894f0fdff1554a871.JPG IMG_7957_resize.thumb.JPG.0158e1ce14698c7366c6a683eefda9b9.JPG

20170825_121758_resize.thumb.jpg.a9b205224e0fbf0b6e4620d7db8b34f4.jpg 20170825_122318_resize.thumb.jpg.49ec09ba33dc64365726399008d64880.jpg

 

makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

20170825_132229_resize.thumb.jpg.2a04ee8dc9b93c9aa88e7d6bd87a6892.jpg

walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.

 

demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.

20170825_143233_resize.thumb.jpg.b7f59399f5d7ea8876b502c9f2a81ec0.jpg 20170825_143611_resize.thumb.jpg.2c547f6dba8bf2077365186a70c4d3dd.jpg

sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.

IMG_7963_resize.thumb.JPG.20462dc92be8db941100a14eb894351e.JPG  IMG_7962_resize.thumb.JPG.ca3e2f5fe0030ad48fd063e74565df9f.JPG

tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

IMG_7966_resize.thumb.JPG.12fe40747b6a86ea9b4bd3f7ff9572e1.JPG

setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an :dance

walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan :senyum 

 

NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda :D

 

untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 

 

 

Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan

Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.

kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 

setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.

 

 

Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini :senyum

26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)

30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)

1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)

4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)

 

Simak juga perjalanan saya lain-nya :melambai

 

Edited by kyosash

Share this post


Link to post
Share on other sites
16 hours ago, kyosash said:

waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!!:dance "

nice idea :salut wakakaka

btw 10rb yen bebas main wahana yang ada di sana? mas @kyosash punya multiple visa? mantap kali selang sebulan bisa keburu semuanya. dapet ANA pp lumayan murah lagi :D btw gk ada foto cewek2 kawaii nonton konser? :tersipu 

Share this post


Link to post
Share on other sites
22 hours ago, twindry said:

nice idea :salut wakakaka

btw 10rb yen bebas main wahana yang ada di sana? mas @kyosash punya multiple visa? mantap kali selang sebulan bisa keburu semuanya. dapet ANA pp lumayan murah lagi :D btw gk ada foto cewek2 kawaii nonton konser? :tersipu 

tujuan-nya sih buat untuk nonton konser,  wahana itu hanya pelengkap saja kalau ada waktu bosan nonton terus2an,  saya sih pakai e-passport, iya kebetulan ada promo summer tapi yah kgk semurah promo biasanya.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 9/15/2017 at 6:45 PM, kyosash said:

setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 

kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).

gue fokus di ini dulu deh 5 juta PP untuk ANA itu udah promo abis hahahay murah banget tuh om @kyosash

ternyata abis dari jepang lagi toh :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
21 hours ago, kyosash said:

tujuan-nya sih buat untuk nonton konser,  wahana itu hanya pelengkap saja kalau ada waktu bosan nonton terus2an,  saya sih pakai e-passport, iya kebetulan ada promo summer tapi yah kgk semurah promo biasanya.

ada One ok Rock gk ya? :D btw foto firework partynya mana. keren tuh kyknya sambil konser, liat gunung fuji, dapet kembang api pulak. mantap

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 hours ago, deffa said:

gue fokus di ini dulu deh 5 juta PP untuk ANA itu udah promo abis hahahay murah banget tuh om @kyosash

ternyata abis dari jepang lagi toh :D

kalo benar2 promo ANA atau JAL harganya bisa 3.6 - 3.9 jt kok

57 minutes ago, twindry said:

ada One ok Rock gk ya? :D btw foto firework partynya mana. keren tuh kyknya sambil konser, liat gunung fuji, dapet kembang api pulak. mantap

biasanya sih ada, cuma OOR belakangan khan kgk terlalu aktif, jadi yah kgk ada tahun ini

untuk kembang apinya kgk sempat lihat, karena mesti buru2 balik ke Tokyo, karena besok paginya mesti ke bandara untuk pindah kota.

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, kyosash said:

kalo benar2 promo ANA atau JAL harganya bisa 3.6 - 3.9 jt kok

biasanya sih ada, cuma OOR belakangan khan kgk terlalu aktif, jadi yah kgk ada tahun ini

untuk kembang apinya kgk sempat lihat, karena mesti buru2 balik ke Tokyo, karena besok paginya mesti ke bandara untuk pindah kota.

jiaaaah :D tujuan utamanya ngak kecapain donk nonton konser skalian pesta kembang api :bingung bahahah

ada band yg itu gak ya. yang lagunya cuman 8 detik :D aneh2 band jepang ya

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, twindry said:

jiaaaah :D tujuan utamanya ngak kecapain donk nonton konser skalian pesta kembang api :bingung bahahah

ada band yg itu gak ya. yang lagunya cuman 8 detik :D aneh2 band jepang ya

tenang saja, jawaban-nya nanti ada dipost selanjutnya.

kgk ada, iya justru yang aneh yang dicari :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

26 - 30 Agustus (Haneda Airport → Kochi → Nakamura + Sukumo)

 

Setelah habis tenaga seharian nonton konser, sampai di tempat penginapan sekitar tengah malam, setelah beres2-an, akhirnya bisa tidur.

setelah tidur 3 jam-an, beres2 bentar, sekitar jam 5-an check out langsung menuju ke Kichijoji Bus Stop untuk ke Haneda Airport. 

Tujuan Hari ini adalah melihat festival kembang api yang ada dikota Kochi, dekat Shimanto River.

 

Tempat Penginapan (Taxi ¥1100) → Kichijoji Bus Stop (Airport Bus) ¥1230 → Haneda Airport (ANA ¥10.800) → Kochi Airport (My Yu Bus) ¥720 → Kochi Station

berhubung dari tempat penginapan ke Kichijoji Bus Stop yang dituju, kalau jalan kaki mungkin sekitar 30 menit belum lagi nanti pasti keringatan basah kuyup.

jadinya saya memutuskan naik Taxi, setelah tunggu 10 menit-an akhirnya dapat juga Taxi yang kosong, setelah tiba di Kichijoji Bus Stop langsung naik Bus.

sekitar 1 jam perjalanan akhirnya sampai ke Haneda Airport.

 

Sebelum melanjutkan cerita, saya ingin memberikan informasi sistem transportasi di Kochi dan juga di Shikoku.

Tokyo boleh bangga dengan kerumitan sistem keretanya, tapi Kochi boleh bangga dengan sistem kerumitan Bus-nya :D 

BUs.thumb.jpg.9f27a4797fa4af85f7de28f750e0204f.jpg

source : tosaden.co.jp

untuk detailnya bisa download disini

 

Untuk Gambaran besar Map Kereta di Shikoku-nya.

accessguidemap.png.fc0a2d6d3b81e1db81e4d1510cc9ee70.png
source : tosakoi.jp

 

setelah perjalanan sekitar 90 menit :terbang, akhirnya sampai juga di Kochi Ryoma Airport.

kemudian lanjut naik Bus menuju ke Kochi Station sekitar 30 menit-an akhirnya sampai juga,

IMG_7971_resize.thumb.JPG.ca2ca0deca61a046b402dc048d1af958.JPG 

IMG_7973_resize.thumb.JPG.b5818ee5a2005568fc10f5bd5244c477.JPG

Pamitan dulu dengan Akang Ryoma Sakamoto :45

 IMG_7975_resize.thumb.JPG.92228c7f07fdf4c2a59307ef35bcb759.JPG

lalu langsung cari JR Counter untuk beli JR Shikoku Pass. seharga 10rb Yen untuk 5 hari.  

20170918_154523.thumb.jpg.b71645eb846efbadd7044040c7589c6a.jpg

 

 

NOTE : untuk transportasi yang menggunakan JR Shikoku ini tidak akan saya tampilkan / hitung lagi.

Kochi Station → Nakamura (Ltd. Exp Nanpu) → Shimanto River + Hanabi Festival (fireworks)

setelah beli JR Shikoku Pass, saya langsung pesan tiket kereta dari Kochi ke Nakamura Station, tempat dimana Hanabi Festival diadakan.

IMG_7976_resize.thumb.JPG.e368d2a4e8b84c1e038e0be198124a93.JPG IMG_7977_resize.thumb.JPG.e0d4fc2a065aac146f84a1dd9cb766e2.JPG
 

:kereta perjalanan sekitar 2 jam-an, akhirnya sampai ke Nakamura Station (A) sekitar jam 1.30 siang. kemudian langsung cari locker untuk taruh barang.

IMG_7978_resize.thumb.JPG.7736cd15e1a51379c49a13b07739f39f.JPG IMG_7979_resize.thumb.JPG.9457483c5f6c13d86f2309a8a5f26c47.JPG

kemudian jalan menuju ke Tourist Centre Information (B) yang ternyata cukup jauh, sekitar 7 menit-an jalan kaki.

setelah sampai, lalu bertanya2 tempat hanabi festival (C) diadakan, kemudian transportasinya. dan ternyata kagak Bus yang menuju kesana, kalau jalan kaki sekitar 30 menit-an.

20170918_162438.thumb.jpg.5dde6ba7ff87d739540589395520a8bf.jpg

berhubung Hanabi Festivalnya baru mulai jam 8 malam, saya masih ada waktu luang untuk explore. lalu saya bertanya kalau ke Sada Chikabashi {Bridge} (D) ada transportasinya nggak ?  lalu dijawab, ada bus untuk kesana sekitar jam 3-an, tapi untuk baliknya kgk ada (karena frekuensi bus-nya dikit).

jadi yah solusinya yang tersisa adalah naik sepeda.  jikalau rental sepeda listrik mesti balikin sebelum jam 5.30 karena udah mau tutup kantornya.

tapi akhirnya dikasih solusi, kalau pinjam mountain bike boleh kok sampai malam, jadi ntar kuncinya taruh di kotak post.

lalu saya rental mountain bike, karena saya pinjam sampai malam jadi  ambil option rental lebih dari 5 jam biayanya 1500 Yen.  walaupun sedikit mahal, dikemudian waktu saya merasakan beruntung saya mengambil keputusan pinjam sepeda gunung.

02-01.jpg.23b44136c3b4c3f492c33837f7e3e63a.jpg

source : www.attaka.or.jp

Setelah berterimakasih dengan staff yang menjelaskan dengan panjang lebar dan memberikan solusi. lalu saya menuju ke Sada Chikabashi {Bridge} (D)

IMG_7981_resize.thumb.JPG.efd757b8cb898cc7dab7dc568a944c70.JPGIMG_7990_resize.thumb.JPG.34620bcf8fdf93eb1a08602a85bbbac3.JPG

waktu lewat tempat Hanabi Festival, ternyata udah banyak yang udah booking (cup) tempat :D 

IMG_7982_resize.thumb.JPG.d73cc076e1dd97a6cc9f9ba91a6f93a5.JPG

 

Sekitar 1 jam-an :biking, melewati jalan berliku dan naik turun, untuk naik sepeda gunung jadi tidak terlalu letih goesnya, akhirnya sampai juga ke tempat tujuan.

IMG_7994_resize.thumb.JPG.67875d2828b9ef5eed4c27857ac8220b.JPG

 

jembatan-nya tidak ada pembatasnya, hati2 nyemplung :D 

IMG_8004_resize.thumb.JPG.802e6814a3efba7c0daf077fdc5ee40f.JPG IMG_8016_resize.thumb.JPG.8a10aa3416725530a475ab2bc54c1426.JPG

IMG_8006_resize.thumb.JPG.36225b9b4aecb3518eceb1c701cb6b37.JPG IMG_8007_resize.thumb.JPG.d1afd9b4c18c29e619909923c73c694d.JPGIMG_8014_resize.thumb.JPG.77954a3b5b749ebddc560fa9523d788b.JPG

Akhirnya bisa tercapai juga keinginan saya untuk kesini :dance

saya tahu tempat ini semenjak nonton drama "Osozaki no Himawari / 遅咲きのヒマワリ" :D 

 

Setelah puas lihat2, akhirnya saya balik menuju ke tempat Hanabi Festival :biking,  btw spot untuk nonton ada di beberapa tempat, kebetulan saya memilih tempat yang dekat jembatan.

walau masih jam 4.30, tapi sudah mulai dipadati oleh pengunjung dan penjual (yatai/stand)

IMG_8022_resize.thumb.JPG.2d929fb7c55a3859278fff40ef2d7214.JPG IMG_8021_resize.thumb.JPG.e9a3a49c618d0e929fa834f49d7d0bd3.JPGIMG_8024_resize.thumb.JPG.0f1629d8d9862dc9c45b7779ae027286.JPG IMG_8026_resize.thumb.JPG.48f2b319051568496537aef61691400f.JPGIMG_8028_resize.thumb.JPG.e6263625835fa537bedb0beb63493141.JPG IMG_8029_resize.thumb.JPG.1d0f2761e923780b5a7c33bd426112c1.JPG

si kecil ini merupakan juara kontes kostum Yutaka kali ini :D,  yang merupakan acara selingan sambil menunggu acara utama.

IMG_8031_resize.thumb.JPG.78054ae0d8e6e7adc88c3818676c28c8.JPG

dari foto ini bisa dilihat juga, diseberang sungai juga sudah dipadati oleh pengunjung

IMG_8037_resize.thumb.JPG.34bb047976fc76ca266606e068164c0f.JPG

IMG_8040_resize.thumb.JPG.67f62a94a4c8c0a035ebb33fae3a2dde.JPG

akhirnya dimulai juga, berikut video yang saya rekam, berhubung saya amatiran + pakai kamera biasa, jadi hasilnya yah.......

intinya sih saya benar2 puas dan terkagum2 sama Hanabi Festival ini, walau tidak heboh tapi banyak bentuk unik yang bisa dilihat dan sinkronasi dengan musicnya:rate dan juga tidak menyangka dapat tempat duduk yang strategis, benar2 didepan mata, dan jatuh kembang apinya berasa di atas kepala. :nonton

Maaf, untuk rekaman kedua ini ditengah2 terputus, karena kehabisan baterai:terharu

 

Sekitar 45 menit akhirnya pertunjukan selesai, kemudian saya langsung menuju ke tempat parkiran sepeda, karena harus mengejar kereta malam, berhubung di daerah pedalaman, frekuensi kereta tidak sebanyak di Kota, jadi kalau terlewat mesti nunggu 2 jam-an untuk kereta berikutnya.

karena waktu bubaran otomatis jalanan macet, disini saya merasakan kembali manfaat sepeda, bisa lewat dengan lancar alhasil tidak ketinggalan kereta.

setelah balikin sepeda dan kunci ketempat tourist information, lalu saya jalan menuju ke Nakamura Station.

 

Nakamura (Tosa-Kuroshio Sukumo Line) → Sukumo + Tempat Penginapan

Di sini saya melihat peristiwa yang unik, bahkan jarang dilihat waktu travel selama di Jepang.

kereta yang menuju ke Sukumo ini cuma 1 gerbong,  waktu menunggu berangkat (pintu kereta tetap terbuka) , wanita didepan saya sempat gelisah, waktu saya lihat ternyata disekitarnya ada beberapa serangga kecil be-terbangan,  kemudian saya coba menangkapnya lalu melepaskan diluar,  kemudian si kakek sebelah saya bicara ke saya "percuma aja, ntar masuk lagi ke dalam, tuh lihat banyak khan"  , wah iya juga, keadaan tetap seperti itu setelah kereta berangkat.

setelah 5 menit kereta berjalan, mulai terdengar teriakan dari depan. pada takut sama serangga. 

sebenarnya saya ada dokumentasi peristiwa ini, cuma saya tidak akan publikasi,  jadi cuma bisa memberikan sekilas untuk gambaran-nya saja.

Untitled.thumb.jpg.f1b01bd6f07e683a8d199cfe5a6d217e.jpg

intinya sih, selama naik kereta di Jepang itu tenang, cuma kali ini pada jingkrak2, lari sana sini untuk menghindari serangga, 

yang kocaknya lagi Supir keretanya tenang2 aja :D .

jadi didalam 1 gerbong kereta itu berasa di rumah sendiri, huru hara. yang tadinya kagak pada kenal, jadi pada kenal.. mereka bersatu untuk menghindari serangga. ada satu penumpang kgk sengaja injak serangga, langsung dikata-in "jahat lu "  , padahal mereka kgk saling kenal :D 

sebenarnya mereka ingin segera turun dari kereta, cuma kalau turun mesti tunggu 2 jam lagi untuk kereta berikutnya, dan juga ada kemungkinan terisi dengan serangga juga kereta berikutnya jadi pada menggurungkan niat segera turun.

lalu setelah 20 menit berjalan, akhirnya saya menemukan ide, untuk masuk-in serangga ke dalam botol, cuma waktu itu airnya masih penuh, jadi langsung cari kantong plastik, waktu itu terisi baju, lalu saya keluarkan, kemudian saya mulai coba menangkap kemudian masuk-in kedalam plastik.

lalu sekitar saya, "wah hebat yah, kuat yah ini orang" 

dalam hati saya "apanya yang kuat/hebat yah:blink:, cuma nangkap serangga saja kok".

setelah 30 menit perjalanan:kereta akhirnya sampai juga ke Station akhir yaitu Sukumo, dan ternyata mereka rata2 semua turun di station yang sama dengan saya toh. :D 

Setelah sampai saya langsung menuju ke tempat penginapan yang saya booking lewat airbnb. tapi sebelumnya sempat bertanya2 ke bapak2 mengenai arah, karena saya biasa tidak menggunakan internet.

setelah jalan kaki selama 45 menit akhirnya sampai juga ketempat tujuan.

setelah beres2, mandi, dll langsung deh istirahat

 

Keesokan harinya, saya jalan2 di sekitar tempat penginapan.

IMG_8059_resize.thumb.JPG.6a2343c78cb9bf4b9a6f330bb9176302.JPG IMG_8060_resize.thumb.JPG.89d3fcf0c186e7b8a457e827ad01f99f.JPG

IMG_8061_resize.thumb.JPG.b12079715725a92c7659c03e6dfb0698.JPG IMG_8062_resize.thumb.JPG.f22b24a7d6159bbf734f8dc1a451599d.JPG

dari sini bisa naik kapal nyebrang ke Oita (Kyushu). :berlayar

 

Lalu saya melihat ada kafe keren di tempat terpencil ini, lalu saya coba mampir, ternyata ownernya nenek2, dan pengunjung-nya juga nenek2 dan kakek2 pada nongkrong, wah gaul juga nih :D 

IMG_8065_resize.thumb.JPG.b9880d15c6f28a22eb127b7f515f72b1.JPG

berhubung masih pagi, jadi tersedia cuma menu breakfast, berhubung saya ingin makan banyak saya coba iseng pesan menu Lunch, ternyata dikabulkan, thanks!!  :rate

lalu saya pesan Hamburg (Beef steak) harganya 850 yen , rasanya mantap, paling enak yang saya makan selama ini:makanIMG_8066_resize.thumb.JPG.201a484c37983053bf160ebaaf06faab.JPG IMG_8067_resize.thumb.JPG.b4904c04beaf8c4255f18d2150d180c4.JPG

setelah puas makan, saya langsung balik kepenginapan dan langsung beres2 dan check out, kemudian jalan kaki menuju ke Sukumo Station.

 

Tempat Penginapan → Sukumo (Tosa-Kuroshio Sukumo Line) → Nakamura (Ltd. Exp Nanpu) → Kochi Station + Tempat Penginapan

Setelah berjalan kaki selama 45 menit-an akhirnya sampai ke Sukumo Station, kemudian naik kereta menuju ke Kochi Station.

:kereta sekitar perjalanan 2.5 jam akhirnya sampai juga di Kochi Station.

kemudian langsung menuju ke tempat penginapan , sekitar 15 menit jalan akhirnya sampai juga.

IMG_8069_resize.thumb.JPG.f720b5ffce7a139b8e0a7e1d581ab815.JPG

setelah check-in dan berbincang2 sesaat, saya kemudian cari makan keluar. lalu saya mampir ke tempat makan spesialist Omrice (omelet rice), lalu saya pesan set yg harganya 1300 Yen.

20170827_173752.thumb.jpg.cc989c349bfb27a7e07a6b38d63bf52e.jpg 20170827_174930.thumb.jpg.05980470a9ffc5f7bf93594c95a75631.jpg

setelah beres makan, saya balik ke penginapan.

btw di seberang tempat penginapan ada banyak vending machine berjejer, dari Ramen, Udon sampai French Toast juga ada :huh:

maxresdefault.thumb.jpg.a22a5e931592f1a241810265b10d478a.jpg

source : i.ytimg.com

Ke-esokan harinya, setelah beres2 saya langsung check out, kemudian jalan menuju ke Kochi Station.

setelah itu mencari locker untuk taruh barang. 

lalu coba explore sekitar Kochi Station.

IMG_8070_resize.thumb.JPG.8b792d77bf4554ef2a2983f7b7c7110f.JPG

IMG_8072_resize.thumb.JPG.4aaedd458965a5fbcd8d6712bd6916a1.JPG IMG_8073_resize.thumb.JPG.e4cee0acbb7294f4f1fe91f151ce3b83.JPG

Hirome Ichiba (Market)

IMG_8074_resize.thumb.JPG.2790fab93411add00d45b269baa38225.JPG IMG_8076_resize.thumb.JPG.3f61c4ef73d3db97f3c4a3220dd2533e.JPG

IMG_8078_resize.thumb.JPG.c60e5e3d1203c6ba858ca0e40eb01553.JPG IMG_8079_resize.thumb.JPG.601a0fc468fa096ed2340fc0d4bbd4de.JPGIMG_8080_resize.thumb.JPG.4bd5becf6908d32260a53770607a807b.JPG IMG_8081_resize.thumb.JPG.405bbfa2fdf04dbcfaf6d3da72cee986.JPG

Sekitar Kochi Castle

IMG_8082_resize.thumb.JPG.f2a44ba12d5cb260efd69b611794e2f7.JPG IMG_8083_resize.thumb.JPG.417bf3caca94d05f2d660194a89f78dc.JPG

IMG_8085_resize.thumb.JPG.d8aa9fe970209b456e43559640857e81.JPG IMG_8090_resize.thumb.JPG.3c7960036c59564878f117194ec5cf34.JPG

IMG_8086_resize.thumb.JPG.b5d7e7a4136652ce0e92a07aedaf2816.JPG

Main Castlenya ada diatas, cuma saya kgk naik, karena suhu benar2 panas, udah kagak ada tenaga untuk naik.:unsure:

IMG_8089_resize.thumb.JPG.d5007c181a6f2198c525e1f5bee9e98c.JPG 

IMG_8091_resize.thumb.JPG.e4601252623d3dc687f2deed57eb603f.JPG

setelah beres lihat2 saya langsung balik menuju ke Kochi Station, untuk ambil barang di locker.

kemudian langsung ke penginapan selanjutnya yang berada didaerah pegunungan Tosayama.

 

Kochi Bashi → Tosayama chousamae (Local Bus) ¥700 → Tempat Penginapan

naik bus dari Bus stop sekitar 40 menit-an, akhirnya sampai juga ke tempat penginapan yang dituju. kemudian beres2 habis itu ngobrol2 dengan host-nya sampai malam.

IMG_8096_resize.thumb.JPG.4d51dd23dea744632efb9d82cc58365e.JPG

Esok Harinya saya coba explore sekitar-nya.

IMG_8098_resize.thumb.JPG.eb2660379ed423971a00f80cf5db6e3f.JPG IMG_8103_resize.thumb.JPG.c4ba895064bfdd5ac6f5090e27db260f.JPG

IMG_8106_resize.thumb.JPG.8b84b542cdd5b27571caaa5e88f6047c.JPG IMG_8109_resize.thumb.JPG.429864d2d173b0a93bfebd842c9cff78.JPG

IMG_8113_resize.thumb.JPG.9a72f33427f421fb5039f7d3b58ee8c7.JPG IMG_8116_resize.thumb.JPG.f2e244831e61921eaa013ef6d48430fb.JPG

IMG_8108_resize.thumb.JPG.d1f6504e8199ba571ccd9bb60c12bd62.JPG IMG_8124_resize.thumb.JPG.f6ac2713965b609a1037ab0e77e9998f.JPG

IMG_8128_resize.thumb.JPG.a97be54c05e99ed838f0847047d10954.JPG

disini kagak ada convenience store, tapi lumayan masih ada kedai kecil yang jual snack dan keperluan sehari2 walaupun tidak banyak.

IMG_8131_resize.thumb.JPG.a4efa7bc322ceeaccf8efa84d984c8d3.JPG

 

Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini :senyum

23 - 25 Agustus (Mitaka + Yamanashi)

30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)

1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)

4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)

Edited by kyosash

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah saya langsung fokus ke toilet yg tirainya cuma setengah :ngakak. Seru ya ikut konser 120rb org pas lagi summer. Berasa banget festivenya and colourfulnya. Ada pikotaro manggung juga engga tuh? Sama PPAPnya wkwk. 

 

Salut banget sama pihak konser bikin wahana buat yg bosen nonton n bisa duduk2an.:salut

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, kyosash said:

tenang saja, jawaban-nya nanti ada dipost selanjutnya.

kgk ada, iya justru yang aneh yang dicari :D

48 family gk ada ya? bahahah pesta kembang apinya mantap kayaknya kalo di jepang

39 minutes ago, Vaylyn said:

Wah saya langsung fokus ke toilet yg tirainya cuma setengah :ngakak. Seru ya ikut konser 120rb org pas lagi summer. Berasa banget festivenya and colourfulnya. Ada pikotaro manggung juga engga tuh? Sama PPAPnya wkwk. 

 

Salut banget sama pihak konser bikin wahana buat yg bosen nonton n bisa duduk2an.:salut

gagal fokus :D wakakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, kyosash said:

kalo benar2 promo ANA atau JAL harganya bisa 3.6 - 3.9 jt kok

I see ya masih murah lah karena kalau Air Asia reguler nya kan sama 5 jutaan jadi kalau dapat 5 jutaan premium class gitu masih murah lah :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 9/18/2017 at 2:30 PM, Vaylyn said:

Wah saya langsung fokus ke toilet yg tirainya cuma setengah :ngakak. Seru ya ikut konser 120rb org pas lagi summer. Berasa banget festivenya and colourfulnya. Ada pikotaro manggung juga engga tuh? Sama PPAPnya wkwk. 

 

Salut banget sama pihak konser bikin wahana buat yg bosen nonton n bisa duduk2an.:salut

hahahah, itu mungkin kalau tertutup rapat udaranya jadi bau kali, makanya dibikin setengah aja :D . 

kgk ada ppap, itu mah lihat diHP juga cukup, kgk perlu lihat livenya :D 

 

On 9/18/2017 at 3:09 PM, twindry said:

48 family gk ada ya? bahahah pesta kembang apinya mantap kayaknya kalo di jepang

kgk ada.

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, twindry said:

asik ya bisa bahasa jepang :D jadinya kemana2 enak. sampe ke pelosok juga ngak ada halangan :salut mantap euy. jelajah ke daerah2 yang ngak sering orang datengin

kgk perlu ngerti bahasa juga bisa kok, asal niat aja. banyak juga bule2 yang kgk ngerti bahasa bisa maen sampai pelosok2. :senyum 

Share this post


Link to post
Share on other sites

30 Agustus - 1 September (Kochi → Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)

 

Setelah pamitan dengan keluarga yang ada di Tosayama, saya langsung menuju ke Bus stop ke arah Kochi Station.

 

Tosayama chousamae (Local Bus) ¥700→ Kochi Eki Mae  → Kochi Station (Ltd. Exp Nanpu) → Tadotsu Station (Ltd. Exp Shiokaze) → Matsuyama Ehime   

setelah sampai saya langsung ke JR Counter, untuk booking tiket kereta ke Matsuyama.  total perjalanan sekitar 4.5 jam, sedangkan kalau naik Bus dari Kochi ke Matsuyama hanya memakan 2.5 jam saja, tapi mesti bayar lagi walau punya JR Shikoku Pass dapat discount sih. 

tapi pikir2 gpp dech naik kereta aja gratis + bisa lihat pemandangan, soalnya kalau bus rata2 masuk ke jalan tol.

IMG_8139_resize.thumb.JPG.959d6aaf5887eb64c70fe7166770134e.JPG

sekitar perjalananan 1 jam 50 menit, akhir sampai di station Tadotsu, berhubung masih ada waktu 30 menit transit ke kereta berikutnya. 

karena udah jam makan siang dan dikarenakan daerah Kagawa yang terkenal akan udon-nya, jadi pengen cicip dech rasanya gimana. :D

setelah itu saya tanya petugas, ada tempat makan udon nggak dekat2 sini ? , lalu petugasnya menjawab " ada kok kantin dekat sini sekitar 1-2 menit jalan "

20170830_121241_resize.thumb.jpg.c003dd9bdcd90aa72733eafa12fa0816.jpg

begitu sampai saya melihat menu-nya cuma Kare (curry) :huh:

berhubung udah lapar, gpp dech harganya juga murah yaitu 500 yen , begitu mencicipinya :makan...WOOWW , enak benar,  Curry yang terenak yg saya makan selama ini :rate

IMG_8135_resize.thumb.JPG.b58750a3f86926f683d948057b3f1818.JPG

setelah perut terisi kenyang, saya kembali ke station untuk menuju ke Matsuyama yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam :kereta

 

JR Matsuyama Station (Iyo Tramway Loop Line for Matsuyama City Station) → Otemachi Station (Iyo Railway Takahama Line for YOKOGAWARA) → Matsuyama City Station + Tempat Penginapan

Begitu sampai disini agak rumit juga sih karena banyak station yang menggunakan nama Matsuyama.

setelah tanya ke bagian Informasi akhirnya baru ngerti dech, lalu saya pindah ke jalur kereta tram menuju ke tempat penginapan

IMG_8140_resize.thumb.JPG.3294c5a2db8a5a70a711c84710fba27d.JPG

IMG_8141_resize.thumb.JPG.6f0b8a42000ab1b29f91fce17f429f1a.JPG

Setelah saya sampai tempat penginapan, saya bingung banyak mobil mewah parkir di depan. mobil keren2 kok nginapnya di hostel yah:huh:

begitu masuk saya langsung disambut, dan disuruh duduk, lalu disekeliling saya sekitar 7 orang mengerubungi saya. otomatis tanya sana - sini.

setelah bicara beberapa saat saya baru nyadar, bahwa saya adalah tamu pertama yang datang dari Indonesia, jadi mereka pada ingin tahu, terakhir saya baru tahu salah satu yang bertanya adalah orang penting (Bos Besar) di Ehime Matsuyama.

sekitar 25 menit ngobrol tiba2 pada bubar,  jadi tambah bingung lagi dech saya:huh:

ternyata mereka (orang lokal) masih pada jam kerja, jadi meluangkan waktu kerjanya hanya untuk bertemu dengan saya karena penasaran.

wah jadi kgk enak nih :unsure:

habis itu saya ngobrol2 lagi dengan hostnya, tanpa terasa sampai malam.

setelah beres2, keluar cari makan malam, terus istirahat dech.

 

 

Ke-esokan hari nya saya coba explore area Matsuyama ini. 

5504_01.gif.0bbd92b4fee15c13df93041fce2da451.gif

source : japan-guide.com

 

unik juga di Matsuyama, naik sepeda pada pakai helmet.:biking

IMG_8147_resize.thumb.JPG.6ef4fba402029cc19fb79f8c0be89fb5.JPG

Matsuyama City Station (Iyo Railway Takahama Line for YOKOGAWARA) ¥160 → Dogo Onsen + Isaniwa Shrine

IMG_8151_resize.thumb.JPG.9daacb6b2fcf627002878818e069199c.JPG IMG_8158_resize.thumb.JPG.5f449d9edd0d32d7a7e74f96cb128e50.JPG

Dogo onsen (道後温泉), yang merupakan Onsen tertua di Jepang

IMG_8162_resize.thumb.JPG.6fca98536af6a890ffd3c7b7c594c6d3.JPG IMG_8201_resize.thumb.JPG.72d0e9eecc58256f1650f5d59409252e.JPG

IMG_8203_resize.thumb.JPG.e94a513fd03da0cddfb5c5903284e27c.JPG IMG_8200_resize.thumb.JPG.1ad917b18aaf9b13fd00e491a32bcdd8.JPG

 

setelah lihat2, kemudian saya explore sekitar Dogo Onsen
IMG_8174_resize.thumb.JPG.c3f157659f691cf882df3a94e73e0d0b.JPG IMG_8176_resize.thumb.JPG.5f9a30db5ad99a9e9f560f0240b7c91f.JPG

Isaniwa Shrine

IMG_8182_resize.thumb.JPG.8dba9ef4ab636db4f2da936498b37680.JPGIMG_8183_resize.thumb.JPG.278803244cfe4301970910261586f8b2.JPG

IMG_8184_resize.thumb.JPG.830361aa9082d953b166f837d7d6eacc.JPGIMG_8187_resize.thumb.JPG.bbd92410eca9790f58e90490a4269142.JPG

IMG_8189_resize.thumb.JPG.caf714cdaf21b25ec579fee90011e30c.JPG IMG_8190_resize.thumb.JPG.921830cef165b0321d1d2f027a7bebce.JPG

IMG_8191_resize.thumb.JPG.a293672bd2d34700c896c3ae7d850e85.JPG

IMG_8199_resize.thumb.JPG.dd92f45ffe77ee10a7cba7e8fe3332cc.JPG IMG_8196_resize.thumb.JPG.d9099641990b8bc5389ed5f1ac74f30f.JPG

setelah selesai saya balik ke arah Dogo Onsen Station.

IMG_8205_resize.thumb.JPG.87de217801df0ecb1641cda5a71a70e8.JPG IMG_8206_resize.thumb.JPG.b5de10667c1ade3befae50619172288e.JPG

IMG_8208_resize.thumb.JPG.a11a749ded821702da2d34ebd5346667.JPG

IMG_8211_resize.thumb.JPG.a6d5f7f2bd73510507b494073901081b.JPG IMG_8154_resize.thumb.JPG.80c4ae17a29767dd6752c7345c5de38d.JPG

disekitar sini juga ada Dogo Park

IMG_8213_resize.thumb.JPG.57c579515133182d20324ac784fa9546.JPG IMG_8216_resize.thumb.JPG.014d4b8edc5dcc7f3620b016ec73996b.JPG

setelah puas lihat2, saya putuskan untuk ke tempat lain. jadi jalan balik ke Dogo Station

 

Dogo Onsen (Iyo Railway Takahama Line for YOKOGAWARA) ¥160 → Okaido station + Saka no ue no Kumo museum & Bansuiso ¥300

sekitar 12 menit perjalanan sampai ke Okaido station. saya melihat kereta kecil (tram) Bottchan beraksi. :D 

 

Kemudian explore sekitarnya.

 

Sekolah SMA / High Schoolnya keren nih :D

IMG_8229_resize.thumb.JPG.ffa617831005abb53cf4445e073d8aaf.JPG

iseng coba softcream machanya disini, top banget :salut , lebih enak dari Kyoto 

nama tempatnya Kirinomori (霧の森菓子) , saya sempat beli juga beberapa macha sweets/snacknya, enak banget

IMG_8231_resize.thumb.JPG.ab3aa90bb1d1b3ce51d96937585fb4c7.JPGIMG_8234_resize.thumb.JPG.9dbba70c18dd93139b66e5964f89f6dc.JPG

 

kemudian langsung menuju ke Saka no ue no Kumo Museum + Bansuiso

IMG_8237_resize.thumb.JPG.ada6428850c447955c450f448d495041.JPG IMG_8238_resize.thumb.JPG.a7f23929ad49376c1e469cf8d21241ec.JPG

IMG_8280_resize.thumb.JPG.6dd6cb1c4b1e6131e70c3a67be34d371.JPG

Bansuiso : 

Jam Buka 9:00 -18:00,  Tutup : Senin ,  Tiket masuk : 300 yen

IMG_8240_resize.thumb.JPG.2f9648fc51c9de26cdbc2ec26ca071ef.JPGIMG_8245_resize.thumb.JPG.88c67a340697216e97776ca26851f8d8.JPG

IMG_8246_resize.thumb.JPG.9007e9a9b0ccb95fbdae9b3951dad232.JPG IMG_8248_resize.thumb.JPG.34c0a17ffc3e3c36d9025c1ac9445ac7.JPG

IMG_8252_resize.thumb.JPG.a57c05412fbd90ace702dbbc80ede36d.JPG IMG_8256_resize.thumb.JPG.2d5404592fd0b8cc66dbf8aa95ac59bc.JPG

IMG_8263_resize.thumb.JPG.6851cf34abc19b1fbdf3ccdb9b7adce7.JPG IMG_8269_resize.thumb.JPG.3990ea38803280e3fb28c37a880f73f5.JPG

setelah puas2 lihat, lalu cari makan siang, kemudian saya lihat kedai Kaarage, lalu pesan set yang direkomendasi oleh staff harganya 850 yen.

IMG_8224_resize.thumb.JPG.1e70c5b3a6efa637b6cabf514b59cafa.JPG IMG_8282_resize.thumb.JPG.3b42f4b145bb88c34d68f6c482598fb6.JPG

IMG_8283_resize.thumb.JPG.fb2d8d74d83bcc9b584c4c1fda6b9d4f.JPG IMG_8284_resize.thumb.JPG.20d74d8e375dbd14df902d1066b89f73.JPG

 

Setelah beres makan, saya balik ke penginapan.

kemudian ngobrol2 dengan Host, tanpa terasa sampai jam 3 pagi :D , setelah itu beres2, kemudian istirahat.

 

 

Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini :senyum

23 - 25 Agustus (Mitaka + Yamanashi)

26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)

1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)

4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)

Edited by kyosash

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, kyosash said:

kgk perlu ngerti bahasa juga bisa kok, asal niat aja. banyak juga bule2 yang kgk ngerti bahasa bisa maen sampai pelosok2. :senyum 

selain itu juga kayaknya informasi ke sana juga masih minim :salut mantap euy :D 

btw shikoku di selatan bukan ya? :bingung 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".