Sign in to follow this  
Monfi

Japan Spring 2017 Travelogue: Kansai Edition

16 posts in this topic

59be74088c5e1_LightIllumination.jpg.4be66dc2132bd6a5f236bc9ebceffc07.jpg

 

Hallo semuanya..

Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April.

 

Overall itinerarynya ialah :

Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong

Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka

Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto

Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe

Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto

Tanggal 30 Maret 2017 : Nara

Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana

Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara

Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya

Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate

Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen

Tanggal 5 April 2017 : Hikone

Tanggal 6 April 2017 : Himeji

Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong

 

Prologue

Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto.

 

Day 1, 24 Maret 2017

Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com.

Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu:

  1. Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji
  2. Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe
  3. Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka

Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain:

  1. Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang.
  2. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto.
  3. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia.

Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu.

Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu:

  1. ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit).
  2. SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja

Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana.

 

59be764cebd4d_HongkongInternationalAirport.jpg.c7872ddeff71e001cd832be2769a7fdf.jpg

Hongkong International Airport

 

59be767f4849b_MoslemMeal.jpg.2a3938115ce70450f6813afac170c500.jpg

Cathay Pacific Moslem Meal

 

59be76c406b86_TravelPass.jpg.14e0a381d0fcf6a91a313b55157c189c.jpg

Koleksi Travel Pass

 

Apartment.jpg.90f2ff0b7d12a50bafe0a2dc9f2a5890.jpg

Apartemen Airbnb

 

Day 2, 25 Maret 2017

Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu:

  1. Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang.
  2. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam.
  3. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00.
  4. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja.
  5. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus.

Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary.

 

Osaka.jpg.8182c4c8741885f46c15c780fe08b67a.jpg

59be79b554f21_DayandNight.jpg.1187e34e9b47e4500d2b7f1e0c47f1db.jpg

One Day in Osaka

 

Sekian untuk saat ini.. Lanjutannya bisa dilihat di link berikut:

Day 3-4, 26-27 Maret 2017 : Kyoto

 

Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini

Terima kasih semuanya..

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, twindry said:

wuiiiih pulkam lagi :D mantaaaap. ditunggu kelanjutannya

@twindry Alhamdulillah ada rezeki..

19 minutes ago, kyosash said:

wah bagus tuh Illumination-nya, ada dimana tuh ?:huh:

btw nice share :salut 

@kyosash Kmaren mampir ke nabana no sato di Kuwana, Prefektur Mie.. Bagus banget.. Recommended..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 3, 26 Maret 2017

Pagi hari kita siap-siap untuk meninggalkan Osaka menuju ke Kyoto. Dari Stasiun Kami Shinjo kita naik kereta Hankyu Line menuju Stasiun Kawaramachi (370 yen), kemudian lanjut jalan kaki sampai Stasiun Gion-Shijo untuk naik kereta Keihan Line sampai Stasiun Shichijo (150 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam. Sampai di Stasiun Shichijo kita langsung menuju penginapan untuk taruh barang dan check in. Dari penginapan kita jalan kaki kurang lebih 15 menit menuju Stasiun Kyoto. Di stasiun ini kita janjian dengan temennya Mba Poppy, Mba Dyah, yang travelling bareng suami dan anaknya. Travel Pass yang kita gunakan ialah Kyoto Sightseeing 1 Day Pass (1,200 yen) yang bisa digunakan untuk naik kereta Subway dan Bus di Kyoto.

Tujuan kita yang pertama yaitu Kinkakuji atau yang sering disebut dengan Golden Pavillion (400 yen, open 09.00-17.00). Sebenernya dari Stasiun Kyoto bisa langsung naik bus no. 101 atau 205, tapi kita pilih naik kereta Subway Karasuma Line dulu sampai Stasiun Kitaoji abis itu baru naik bus no. 101, 102, 204 atau 205 dari Terminal Bus Kitaoji sampai ke Bus Stop Kinkakuji Michi supaya hemat waktu.

Tujuan kita yang kedua ialah ke Kiyomizudera Temple (400 yen, open 06.00-18.00, spring / fall ilumination pada jam 18.00-21.00). Kebetulan waktu sampai di sana sudah malam hari pas spring illumination, jadi kita bisa melihat pada saat lampu-lampu dinyalakan. Mba Dyah sekeluarga nggak ikut kita kesini karena anaknya mulai rewel sehingga harus segera balik ke Hotel. FYI, pada saat itu Main Hall-nya Kuil Kiyomizudera sedang dalam proses renovasi atap, dan diperkirakan selesai pengerjaannya pada bulan Maret 2020. Walaupun sudah malam hari dan dalam kondisi hujan, cukup banyak turis yang berkunjung ke kuil ini..

 

59c7e3e69d479_KyotoTower.jpg.a351b006a79c80e1f880c2ae9e1acec3.jpg

Kyoto Tower

 

Kinkakuji.jpg.b24d8d7829106e2d3dc746f104e03df5.jpg

Kinkakuji

 

Kiyomizudera.jpg.5c66e8d723541a10eb4e0e0df243b92b.jpg

Kiyomizudera Temple

 

Day 4, 27 Maret 2017

Hari kedua di Kyoto, pastinya harus mengunjungi itenerary wajib klo orang jalan-jalan di sini, apalagi klo bukan Fushimi Inari Shrine (free, always open, stasiun terdekat : Stasiun JR Inari atau Stasiun Keihan Fushimi Inari). Pasti temen-temen udah pada tahu tentang senbon torii, gerbang berwarna merah oranye yang jumlahnya mencapai ribuan yang berjejer hingga sampai ke atas Gunung Inari. Sekilas mengenai Fushimi Inari Shrine, kuil Shinto ini dibangun untuk memuja Dewa Inari, dewa beras yang membawa kesuburan, kemakmuran, dan kesuksesan, sehingga dianggap sebagai salah satu dewa penting dalam pemujaan Shinto. Dewa Inari juga berperan sebagai pelindung usaha pertanian, perdagangan, dan perindustrian. Torii yang berdiri di kuil ini merupakan sumbangan dari para pemujanya, dimana nominalnya pun nggak sedikit, dari sekitar ratusan ribu sampai jutaan yen. Di kuil ini kita akan sering melihat patung rubah, yang konon katanya merupakan perantara Dewa Inari. Sayangnya aku nggak sempet naik sampai ke atas karena itinerary yang lumayan padat. Mungkin kapan-kapan jika ada kesempatan bisa ke sini lagi supaya bisa naik sampai puncak.

Lanjut ke destinasi kedua yang sering dikunjungin orang waktu ke Kyoto, yaitu Arashiyama Bamboo Forest (free, always open, stasiun terdekat : Stasiun JR Saga-Arashiyama, Stasiun Randen Arashiyama, atau Stasiun Hankyu Arashiyama). Selain jalan-jalan di hutan bambu, banyak kegiatan yang bisa dilakukan di daerah Arashiyama. Kira-kira jam 12.00 siang, aku dan Mba Poppy berpisah disini, karena Mba Poppy akan ke Tokyo sedangkan aku masih di Kyoto. Kegiatan pertama yang aku lakukan ialah beli tiket Sagano Romantic Train, dari Stasiun Saga Torokko sampai Stasiun Kameoka Torokko (one way perjalanan 620 yen selama 25 menit, beroperasi dari tanggal 1 Maret sampai 29 Desember, libur di hari Rabu kecuali hari-hari tertentu). Stasiun Saga Torokko buka jam 08.35, dan kereta pertama yang berangkat dari Stasiun Saga Torokko ialah jam 09.01. Untuk lengkapnya bisa dilihat di web ini..

Akhirnya berhasil dapet tiket untuk keberangkatan jam 14.01. Karena masih ada waktu satu setengah jam, aku berkunjung ke salah satu kuil yang ada di Arashiyama, yaitu Tenryuji Temple (500 yen untuk taman, tambahan 300 yen klo masuk ke dalam kuil, open 08.30-17.30). Di dalam kuil yang termasuk ke dalam UNESCO World Cultural Heritage Site ini terdapat taman yang dikenal dengan nama Sogenchi Garden, salah satu taman tertua di Jepang yang masih dipertahankan keasliannya seperti abad ke 14. Bagi temen-temen yang suka Japanese Zen Garden recommended untuk mampir ke sini.

Setelah puas jalan-jalan di Tenryuji Temple, saatnya kembali ke Stasiun Saga Torokko untuk naik kereta Sagano Romantic Train sampai ke pemberhentian terakhir di Stasiun Kameoka Torokko. Kemudian kita harus berjalan kaki sedikit sampai Stasiun Umahori untuk naik kereta JR Sagano Line sampai Stasiun Saga-Arashiyama (200 yen).

Tujuan selanjutnya ialah menuju ke salah satu UNESCO World Cultural Heritage Site, yaitu Ninnaji Temple (500 yen, open 09.00-17.00). Untuk menuju ke kuil ini, aku naik kereta Randen Keifuku Arashiyama Line dari Stasiun Randen-Saga, transit di Stasiun Katabiranotsuji untuk ganti kereta Randen Keifuku Kitano Line menuju ke Stasiun Omuro Ninnaji (210 yen). Kereta ini cukup unik dimana cuman ada satu gerbong, saat masuk dan mengendarai kereta terasa sekali suasana zaman dahulu, karena memang kereta ini adalah satu-satunya tram line yang masih berfungsi. Banyak hal menarik yang ada di Ninnaji Temple, seperti struktur kuil yang menawan serta taman yang indah. Namun salah satu keunikan kuil ini ialah tumbuhnya Omuro Sakura, salah satu spesies sakura yang mekarnya lebih lambat dibandingkan pohon sakura biasa (biasanya mekar pada pertengahan April). Selain itu pohonnya juga tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 2 meter. Pada saat mekar dengan sempurna, biasanya ada biaya tambahan 600 yen untuk menikmati indahnya Omuro Sakura.

Perjalanan aku lanjutkan dengan kembali menaiki kereta Randen Keifuku Kitano Line dari Stasiun Omuro Ninnaji, transit di Stasiun Katabiranotsuji untuk ganti kereta Randen Keifuku Arashiyama Line menuju ke Stasiun Randen Arashiyama. Tujuan utama aku ke sini ialah untuk menikmati indahnya Kimono Forest (free, always open) karya Yasumichi Morita, seorang interior designer. Di stasiun ini terdapat sekitar 600 pilar akrilik berhiaskan motif kimono dengan teknik kyo-yuzen sebagai bagian dari renovasi stasiun kereta yang selesai dikerjakan pada tahun 2013. Suasana menjadi lebih dramatis saat malam tiba, dimana pilar-pilar ini akan menyala dengan indahnya. Sampai di ujung, kita akan melihat kolam kecil yaitu Ryu no Atago-ike, dimana katanya banyak orang yang memanjatkan doa di sini.

Sampai disini dulu semuanya.. Semoga bermanfaat yaa..

 

59c7e5d096161_FushimiInari.jpg.c3108bf6ace3d80f73ffa6697b0e3a3f.jpg

Fushimi Inari Shrine

 

Arashiyama.jpg.e43170207ebca9adcf57ce70f430bd27.jpg

Arashiyama Bamboo Forest

 

59c7e666f2add_TenryujiTemple.jpg.eef917685548cdb701911aa14614fc02.jpg

Tenryuji Temple

 

59c7e618c9cba_SaganoRomanticTrain1.jpg.bcc6e11cfd68017aaf61437f52361c1c.jpg

59c7e64845189_SaganoRomanticTrain2.jpg.637318ba81e9b3fcde8d545a5f54f101.jpg

Sagano Romantic Train

 

59c7e696ec732_NinnajiTemple.jpg.d94ef02c7298e41e12909f07f6db2f54.jpg

Ninnaji Temple

 

59c7e6bc6fe4c_TogetsukyoBridge.jpg.a79d5b2fbbedbff25f53956218dcc1b6.jpg

Togetsukyo Bridge

 

59c7e6d743f67_KimonoForest.jpg.65581500241b46301a9ea264271ac051.jpg

59c7e6ef529ec_KimonoForest2.jpg.2ce6989dc20bdfa1dd8a2c3b34f5280b.jpg

Kimono Forest

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah kyoto kimono forest masuk listku. Tapi kayaknya bakal kena siangnya dari pada malemnya. Pengen rasain 2-2nya tapi. Mesti rombak nih kayaknya wakaka. Thanks @Monfi Review kyotonya. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Muhammad Kurniawan
      Halo Jalan2-ers, akhirnya selesai juga trip saya di Jepang bersama dengan istri dan 2 balita (4.5 dan 3 tahun). Ini field trip ke-2 saya, semoga bermanfaat bagi kita sama2, terutama buat yg akan pertama kali pergi ke Jepang. Terimakasih ya buat semua teman2 senior Jalan2-ers yang sudah bantu kasih masukan dan memberi tips2-nya @kyosash @HarrisWang @vie asano @Vara Deliasani @deffa. Berikut field trip dari saya:
      Persiapan
      Biasanya sih kalo mau berangkat dengan anak2 kecil persiapannya lebih ribet daripada berangkat sendiri atau trip-nya sama teman2. Persiapan memang adalah menurut saya step yg paling penting. Kelancaran dan kenyamanan trip kita ya tergantung dari apa yg sudah kita persiapkan. Hal2 yang kami persiapkan sebelumberangkat adalah:
      Itinerary yang jelas, dengan mengumpulkan kota2 apa yg akan dikunjungi dan objek2 wisata apa saja lengkap dengan rencana rincian biaya Tiket pesawat Penginapan selama di Jepang Admission ticket; beberapa tempat wisata yg pasti bakalan antri untuk beli tiket adalah tempat2 wisata yg besar seperti disneyland dan Universal studio, jadi lebih baik sudah membeli tiket secara online dari Indonesia. jadi tinggal masuk saja saat sudah sampai di lokasi JR Pass ataupun Pass2 lain jika diperlukan; tetapi saya tidak menggunakan Pass selama di Jepang, karena setelah saya hitung2 dengan kebutuhan transportasi saya masih lebih hemat tanpa membeli JR Pass ataupun Pass yang lain Converter colokan listrik; karena di Jepang berbeda bentuk colokannya dengan di Indonesia. Jadi perlu disiapkan converter-nya Multi USB charger; berguna sebagai station USB jadi bisa digunakan untuk charging hingga 6 hp dan ipad sekaligus SIM Card selama di Jepang; beberapa sumber belum bisa membantu saya dengan detail mengenai SIM card data yg dapat digunakan di Jepang. tetapi setelah saya browsing lebih lanjut ternyata sekarang Jepang sudah menyiapkan SIM Card pre-paid untuk tourist mancanegara yang mudah untuk didapatkan. https://www.econnectjapan.com/ disini menjual berbagai produk Docomo yang bisa kita pesan sesuai dengan kapasitas/ quota yg kita inginkan. Waktu lalu saya membeli paket yg 5GB, dan sekarang masih sisa 4GB. Rugi banget, karena saya juga sudah disediakan portable wi-fi dari semua tempat saya menginap. Jadi teman2 bisa memesan sesuai dengan rencana kebutuhan selama di jepang. SIM Card-nya bisa dikirim kemana saja kita mau, kantor pos terdekat. Waktu itu supaya mudah, saya minta dikirim ke Kantor pos di Haneda Airport, tetapi kantor pos-nya ada di Terminal Domestic, jadi harus naik bus bandara dari International Terminal ke Domestic Terminal buat ambil SIM Card-nya di Kantor Pos bandara Haneda. Tapi mudah saja kok, tinggal tanya mana bus yg ke domestic terminal. Dan masa berlaku SIM Card ini adalah 30 hari semenjak di-aktifkan. Baby Stroller; untuk baby stroller saya memutuskan untuk menggunakan stroller tandem dengan jenis umbrella pushchair. Karena stroller jenis ini tidak perlu lepas pasang untuk tandemnya dan melipatnya relatif mudah. Untuk sewa stroller ini saya dapat di Toys Rent Kingdom, karena hanya disini saja akhirnya saya dapat yang tandem pushchair. lebih mudahnya untuk mencari sewa stroller bisa search saja di Instagram #stroller #babystroller #tandem dan sebagainya. Obat2-an, susu, vitamin, pampers dan baju hangat sesuai suhu disana Aplikasi Navitime for Japan Travel; sangat penting selain google map, pemakaiannya juga bisa dikombinasikan untuk melihat jalur dan jadwal angkutan umum selama di Jepang Vacuum Plastic Bag; ini yang penting jika kita membawa banyak pakaian. plastic ini bisa kita pompa bersama dengan barang2 didalamnya, sehingga menjadi sangat compact, mirip seperti bandeng presto. jadi space di dalam  tas taupun koper bisa sangat dimaksimalkan.  
      DAY-1
      Tiba di HANEDA jam 8:30, imigrasi dan muter2 di HANEDA termasuk mengambil DOCOMO SIM Card di Kantor Pos bandara HANEDA. Ingat posisinya ada di Domestic Terminal, jadi bukan di gedung kedatangan international. Saya sampai lama muter2 di bandara karena saya pikir ada di gedung yang sama. Sekalian saja beli PASMO Card atau ICOCA Card di ticket vanding machine menuju kearah station kereta.
      "sekarang di bandara2 international manapun sudah banyak yang menyediakan jasa free buggy car untuk mengantar- antar penumpang termasuk di KLIA Malaysia maupun di Terminal 3 Soekarno-Hatta. Bedanya di Haneda ini driver buggy car-nya berusaha keras menawarkan kami untuk naik buggy car, karena melihat kami bersama 2 anak kecil. Ini lah keramahan orang Jepang yang kami rasakan pertama kali dan menyambut kami di Jepang"
      Tiba di apartment di Asakusa jam 13:30 dan check in.
      Kegiatan hari pertama tidak banyak, karena masih jet lag. Kami sempat pergi ke Shinjuku Station untuk beli Hakone Free Pass, tapi ga dapet karena masih jet lag, lapar dan shock banget sudah sore jam orang2 pada pulang kerja, rame banget Shinjuku Sta. . Intinya kalo mau beli Hakone Free Pass cari di Station yang ada Odakyu Line, dan tanyakan saja Odakyu Hakone Pass.
      Akhirnya malam pertama kami berakhir di Shinjuku Gyoen Ramen Ouka, mencari makanan halal dan khas Jepang. Pelajaran yang kami petik disini adalah: kalo beli makanan di Jepang, terutama pertama kali, lebih baik pesannya sedikit2 dulu. Misal pergi ber-3, ya pesan saja 2 porsi dulu. Harga di rumah makan ini relative mahal, tapi ternyata porsinya luar biasa banget. di menu cuma gambar ramen, tetapi ternyata seperti paketan lengkap, ada nasinya ada sate dagingnya dan ada telornya. dan datangnya pun tidak sekalian semua, tapi datang satu2. Saat itu saya pesan 2 ramen untuk dewasa dan 2 paket untuk anak2 dengan total harga JPY 5,200.- dan kami tidak habis padahal dalam kondisi lapar, walaupun dibungkus bawa pulang juga bisa sih.. ini benar2 pelajaran di hari pertama he he hee...






      DAY-2
      Hari ke-2 kami hanya menghabiskan hari di Disneyland Park. Tiket Disneyland sudah kami kantongi dari Indonesia dengan memesan Online, cuma yang saya lupa adalah menanyakan di entrance gate untuk fasilitas Fast Pass. Karena setahu saya kita bisa memanfaatkan fasilitas fast pass, atau tanpa antri untuk maksimal 3 permainan/ atraksi. Jadi yang ke Disneyland jangan sampai lupa menanyakan bagaimana cara make fast pass-nya. Karena Disneyland itu sepertinya di jepang tidak pernah sepi. dan semua wahana pasti bakalan antri.
      Hal yang paling berkesan di Disneyland Jepang adalah kita akan menyaksikan orang2 Jepang itu datang dengan serba serbi cosplay. Mereka sangat totalitas sekali kalo datang ke Tempat wisata permainan seperti Disneyland maupun Universal Studio. Bahkan awalnya kami sempat bingung ini pengunjung atau petugas di Disneyland??? ha ha haa.. mungkin hal ini tidak akan kita dapati di Disneyland ataupun Universal Studio manapun selain di jepang. Kereeeennn...
      Dari Disneyland kami mampir ke Tokyo Big Sight, sebenernya ga sengaja. Cuma karena prayer room terdekat ada disana, jadi kami mampirlah ke Tokyo Big Sight, dan ternyata bangunannya keren. Kemudian kami lanjutkan jalan2 malam di sekitar Odaiba dan makan malam di Surabaya yang ada di lantai 4 Aqua City Odaiba. Dan bisa makan gado2 & nasi goreng 











      DAY-3
      Di hari ke-3 kami kurang beruntung karena hujan dari pagi sampe malam. Kami nekat keluar ke Shibuya untuk foto dengan patung Hachiko dan niat ke Akihabara dan Tokyo Tower. Namun karena anak2 harus kehujanan dan kedinginan, jadi kami putuskan untuk kembali pulang ke apartment di Asakusa sambil mampir makan di KFC dan beli kebab di Saray Kebab di Asakusa.
      Malam harinya saya jalan sendiri untuk explore Tokyo Sky Tree dan Solamachi Mall. Niat naik keatas Tokyo Sky Tree, namun view diatas tertutup oleh kabut tebal dan tidak bisa melihat apa- apa. Akhirnya naik tokyo sky tree juga saya batalkan. Alhasil saya menikmati malam sambil berjalan kaki hujan2 dari Sky Tree menuju apartment.






      DAY-4
      Hari ke-4 kami cukup cerah di pagi hari, dengan ramalan cuaca berawan dan hujan tipis. Mengingat ramalan cuaca di Jepang cukup akurat, jadi kami sedia payung sambil berjalan. Ternyata benar saja, di sore harinya perjalanan kami ditemani hujan lagi. Untungnya kami berhasil menyelesaikan jalan2 sampai sekitar jam 7 malam. Hari ke-4 perjalanan kami disekitar Ueno Park, Ameyoko Shoping Street, dan keliling Asakusa menggunakan Jin Rikisha.



















      DAY-5
      Hari ke-5 kami berangkat menuju Gotemba dengan jalur kereta subway dan JR dari Asakusa - Shimbashi - Kozu - Gotemba. Sampai di Gotemba berjalan kaki sekitar 1 km dengan menggeret semua barang bawaan sampai check in di Hotel Mars Garden Wood Gotemba. Karena kami sampai di Gotemba sudah cukup sore, jadi kami hanya mengunjungi Gotemba Premiium Outlet sampai jam 6 sore. Tambahan saja, bagi yang muslim di Gotemba Premium Outlet sekarang sudah tersedia prayer room, ini saya tau setelah di lokasi, karena saya browsing2 awalnya saya tidak menemukan prayer room.
      DAY-6
      Hari ke-6 kami habiskan waktu mengelilingi Mt. Hakone dan malamnya pergi ke Kogen Toki No Sumika, dimana timing kami kesini pas banget. Karena Kogen Toki No Sumika baru digelar 29 Oct 2016 dan akan berakhir di bulan Feb 2017. Kedua objek wisata ini sangat keren, selain suasana alamnya yang sangat indah, udaranya yang sejuk, moda transportasinya juga sangat layak untuk dicoba. Beruntungnya kami hari ini sangat cerah, padahal di hari kedatangan kami Gotemba diselimuti kabut dan dingin. Dan keesokan harinya Gotemba disiram hujan. Pada saat hari sangat cerah, semua bisa dilihat dengan indah, termasuk Mt. Fuji, sugooiiii...
      Jalur yang kami tempuh adalah dari halte bus tomei-Gotemba interchange (bus umum) - Togendai Sta. (keliling2 dengan sightseeing cruise PP, kemudian menggunakan Ropeway) - Sounzan Sta. (Cable Car) - Gora Sta. (berjalan2 ke Gora Park, dan kembali ke Gotemba dengan bus umum) - Tomei Gotemba Int.
      Tambahan; untuk mencapai ke Kogen Toki No Sumika harus menggunakan bus khusus No Sumika, bukan menggunakan bus angkutan umum. Dan biayanya juga gratis, jadi harus menanyakan atau mencari informasi jalur dan jadwal-nya tersendiri.






























      DAY-7
      Hari ke-7 hanya pindah kota dari Gotemba ke Osaka. Route-nya dari Gotemba Sta. - Mishima (Hikari Shinkansen) - Shin-Osaka. Kalo di rencana pengennya sih ke Kids Plaza Osaka, tapi mempertimbangkan kondisi anak2 dan hari sudah sore jadi kami gunakan waktu untuk istirahat saja di apartment. 
      DAY-8
      Hari ke-8 kami gunakan untuk jalan2 ke Kyoto mengunjungi Arashiyama Bamboo Forest, Sagano Romantic train, Kiyomizu Dera dan Fushimi Inari taisha. Hanya menggunakan bus dalam kota 1x saja saat menuju Kiyomizu Dera. Dengan kondisi seperti kami dengan membawa baby stroller dan 2 balita, sangat lebih memudahkan menggunakan sarana transportasi kereta. Karena kalo didalam bus, bakalan rame dan space-nya sedikit. Pencapaian luar biasa saya adalah mendorong baby stroller lengkap dengan 2 anak sampai ke puncak jalan, halaman Kiyomizu Dera, buat yg sudah tau jalannya kesana menanjak sepanjang 1.2 km,... 
      Untuk naik Sagano Romantic Train, bisa naik dari Saga Torokko Sta. yg posisinya ada disamping Saga-Arashiyama Sta. Didalam Saga-Torokko Sta. ada maket miniatur kota dan kereta2 di Jepang yang bisa kita gerakkan dengan memasukkan uang coin JPY 100.
      Menginap di sekitar Shin-Osaka sangat memudahkan untuk berpindah2 tempat. Karena Shin-Osaka Sta. adalah merupakan station besar yang banyak jalur keretanya, termasuk ke Kyoto juga hanya 25 menit. Tapi ramenya station juga minta ampun.






















      DAY-9
      Hari ke-9 kami habiskan dengan mengelilingi area Ten Shiba, Tennoji Zoo, Osaka Castle dan Mendekati Umeda Sky Building. Padahal target saya adalah menaiki Umeda Sky Building ke puncak, tetapi apadaya lagi2 harus gagal karena kondisi yang sudah sore dan anak2 sudah pada kelaparan. Pokoknya semua target menaiki gedung dan tower gagal semua, he he he.. 
      Tetapi untuk anak2 suka sekali pergi ke Tennoji Zoo ini. Karena binatangnya lengkap, termasuk African Satwa-nya. Kereen..
















      DAY-10
      Hari ke-10 kami habiskan hanya dengan jalan2 hanya di sekitar Osaka Aquarium Kaiyukan dan Tempozan Ferris Wheel. Maklum keinginan untuk naik keatas tower2 dan gedung tinggi hanya terobati dengan bianglala raksasa ini... Aquarium kaiyukan ini sangat keren dan binatangnya lengkap sekali sampai satwa2 laut dalam.. di hari ke-10 ini kami juga pindah apartment dari area Shin-Osaka ke dekat Fuku Sta. Apartment terakhir yang kami tinggali ini apartment yang paling luas dan paling keren kami tinggali dengan rate harga paling murah.. 


















      DAY-11
      Hari ke-11 seharian kami habiskan waktu untuk jalan2 dan belanja di Shinsaibashisuji dan Dotonburi. Yah tidak lupa berfoto dengan Glico sign spot sejuta manusia,  untuk tempat makan halal di sekitar Shinsaibashi dan Dotonburi cukup banyak pilihan. Begitu juga prayer room.






      DAY-12
      Hari ke-12 persiapan pulang, dan kami habiskan waktu sampai sore di KIX Kansai Airport. Untuk tourist muslim jangan khawatir, sudah ada brosur Kansai Airport khusus muslim. Ada posisi prayer room dan tempat2 makan halal maupun yg free pork and free alcohol.

      Ternyata :
      Jalan2 ke Jepang tidak susah; tidak perlu takut nyasar. Lengkapi saja dengan aplikasi google map dan Navi Time for Japan Travel. Orang2 Jepang sangat ramah dan sopan luar biasa, mereka terbiasa mengucapkan permisi dan maaf. Jadi ga enak kalo salah2 sikap, hi hihi.. Saking ramahnya mereka, kami beberapa kali selalu ditawari bantuan membawa barang. Mungkin saking kelihatan rempongnya kami, ha ha ha.. jawab saja "daijoubu" Apa yg saya pelajari di Jepang adalah jangan memberi tips kepada orang jepang. Dan itu pernah saya saksikan langsung dimana seorang tourist pernah berusaha memberi tips kepada jin rikisha (becak Jepang) dan ybs menolak mati2-an. Saat kami di Hotel-pun kami tidak memberikan tips, dan disana tidak ada porter. Jangan ragu untuk bertanya dengan orang Jepang, mereka pasti akan berusaha mati2-an untuk membantu. Sebaiknya tanyakan saja apa yg benar2 kita perlu tanyakan -Tamat-  
       

    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By anna22

      18/8/2017  Flight Malam Jkt-KL. Karena kami menggunakan Lion Air, mendarat di KLIA 1, padahal besoknya kami ada flight dengan AA dari KLIA 2. Beruntungnya ada shuttle bus gratis antara KLIA 1 ke KLIA 2 yang beroperasi 24 jam. Begitu sampai di KLIA 2, kami mencari tempat untuk mengisi baterai HP sambil selonjoran.    19/8/20  Flight pagi jam 6 kami sudah check in jam 4 dan melewati imigrasi lalu menuju gate yang tertera di boarding pass. Saya dan salah satu teman yang muslim juga menuju musholla untuk melaksanakan solat Subuh sekitar jam 5. Ternyata kami baru sadar ada perbedaan waktu sehingga waktu solat Subuh baru sekitar jam 6. Tepat ketika adzan subuh berkumandang, salah satu teman menyusul dan mengatakan bahwa kami harus pindah gate. Kami pun buru-buru solat dan langsung berusaha berlari karena waktu boarding tinggal 10 menit lagi. Sedangkan kepindahan gate itu dari ujung ke ujung (paraaaah jauhnya). Gara-gara inilah, salah satu teman kami yang memang dari awal keberangkatan sedang tidak enak badan, mendadak drop begitu sampai Hanoi. Beruntungnya kami sampai tepat waktu di gate sehingga masih bisa naik pesawat walaupun ngos2an...   Sampai Hanoi Airport sekitar jam 9 (tidak ada perbedaan waktu dengan Indonesia). Begitu sampai, kami membagi tugas, ada yang membeli simcard (12 usd/7 hr utk paket data internet saja) dan mengambil uang di atm (ya, kami memang tidak menukar rupiah ke vnd di Indonesia, biaya tarik tunai sekitar 20rb rupiah). Sebelumnya saya sudah membaca kalau ada express bus dan public bus dari airport ke pusat kota. Tapi begitu kami tanya ke pusat informasi (yang anehnya, tidak ada satupun pusat informasi resmi, artinya pusat informasi yang tersebar di arrival hall adalah kepunyaan tour&travel, taxi/car rental, dan perusahaan simcard), mereka malah nawarin naik taxi. Karena kami ingin ngirit apalagi baru di awal-awal perjalanan, kami pun mencoba browsing lagi.  Ada bus no. 7 dan 17 dengan biaya 5000 vnd (sekitar Rp. 3000). Bus ini akan berhenti di setiap halte sehingga dipastikan memakan waktu lebih lama. Nah dari pintu keluar Kedatangan, kamu jalan ke arah kiri paling ujung nanti akan ketemu semacam terminal bus umum.    Pilihan lainnya adalah Express Bus 86 dengan biaya 30.000 vnd (sekitar Rp. 15.000). Dinamakan express bus dan lebih mahal karena hanya berhenti di beberapa halte di pusat kota Hanoi. Nah kalau penginapan kamu di sekitar Old Quarter, bisa pilih bus ini. Begitu keluar pintu kedatangan, ke arah kiri juga kemudian nyebrang dan ketika kamu berjalan, kamu akan ditawarkan untuk naik taxi, bilang saja dengan sopan kalau kamu mau naik bus 86. Mereka dengan senang hati akan menunjukkan kamu ke arah petugasnya. Bayarnya pas di bus aja, nanti kondekturnya akan nanya mau berhenti di halte apa. Sebelum berhenti, dia bakal ngasih tau kamu untuk segera siap-siap turun. Ternyata salah satu teman, sebut aja M, kondisi tubuhnya makin drop dan memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit. Ceritanya cukup panjang, yang intinya adalah sore dan malam ini kami berputar-putar mencari klinik, rumah sakit, dan apotek. Untungnya ada Grab di Hanoi sehingga memudahkan mobilisasi kami. Terus bagaimana komunikasinya secara hampir sebagian besar driver kurang bisa berbahasa inggris? Kami selalu menyebutkan posisi melalui pesan dan menghafal jenis mobil serta plat nomornya. Kadang jika driver mengirim pesan dengan bahasa vietnam, kami menggunakan google translate untuk mengartikan dan membuat balasan (hahahaha). Ada kejadian lucu, salah satu teman saya sering disangka orang lokal karena penampilannya yang mirip, jadilah suka diajak ngobrol bahasa vietnam. Dan alhasil temen saya cuman bengong sambil bilang “I’m not vietnamnese”.
      Hari pun sudah menjelang malam dan kami lapar. Karena saya punya pantangan dalam makan dan beruntungnya saya punya teman yang pengertian, kami memutuskan mencari vegan restaurant terdekat. Ketemulah Loving Hut (ini sepertinya ada di mana-mana deh) yang menyediakan makanan khas vietnam dengan menu vegan. Dengan 3 jenis lauk dengan 4 nasi dan 4 minuman hanya habis skeitar 200.000 vnd (atau Rp. 100.000). Kenyang parah tapi ngerasa sehat (ya iyalah vegan food).   Setelah dari RS dan mengantarkan teman kami yang sakit ke GH untuk istirahat, sekitar jam 9 malam, kami bertiga memutuskan keluar menuju Old Quarter karena hari itu adalah malam minggu sehingga kawasan pinggir Hoan Kiem Lake ditutup untuk kendaraan (car free day). Niatnya mau mencoba egg coffee yang terkenal di Hanoi tapi cafe yang kami incar sudah tutup sehingga kami jalan kaki sambil melihat aktivitas warga lokal di malam minggu. Begitu sampai Old Quarter, kami menemukan sebuah cafe yang masih buka dan ada menu egg coffee. Penasaran kami memesan 1 cup (77.000 vnd inc.tax), sampai si pelayan bingung karena kami hanya memesan 1 cup kecil untuk bertiga.
      Karena sudah jam 11 malam, dan besok pagi ada halong bay tour, kami memutuskan kembali ke GH. Oiya kami memesan 1 day Halong Bay Tour dengan harga 42 USD/orang melalui staf GH saat kedatangan. Teman kami yang sakit memutuskan tidak jadi ikut karena dalam masa recovery. Karena pemberitahuannya mendadak, biaya hanya dikembalikan setengahnya.    20/8/2017 Tepat jam 7.30 pagi, guide datang menjempat kami di GH. Ada sekitar 21 peserta hari itu dari berbagai negara. Ternyata kami bertemu 4 kakak beradik asal Aceh. Perjalanan menuju Halong Bay cukup panjang sekitar 4 jam dengan berhenti 1 kali di tempat penjualan souvenir. Tenang aja toiletnya gratis dan cukup bersih kok dan kalian tidak diharuskan membeli souvenirnya. Sekitar jam 12 siang kami sampai pelabuhan. Sebelumnya di bus, guide kami membagi peserta ke beberapa meja di kapal. Kami kebagian meja 3 bareng sepasang turis asal Italia (yang ramah dan baik). Begitu duduk di kapal, awal kapal langsung menyuguhkan makan siang (kebanyakan seafood dan sayuran). Nah untuk minum tidak disediakan alias beli kalau gak bawa. Kapal pun berlayar sambil kami menikmati makan siang. Rasanya pun lumayan cocoklah dan porsinya banyak. Itinerary 1 day tour ini adalah menuju Surprise Cave dan Ti Top Island.    Untuk bisa mengikuti rangkaian kegiatan tour ini diperlukan stamina yang baik dan cukup minum karena harus menaiki anak tangga yang cukup banyak. Kami saja sampai kekurangan minum dan membeli disana (walaupun lebih mahal sih). Selain itu juga panas banget. Saya yg kurang cocok dgn cuaca panas bbrp kali harus berhenti saat menaiki tangga  ke puncak Ti top island. Bahkan setelah 3/4 perjalanan, saya menyerah dan memilih duduk istirahat. Sedangkan 2 teman saya lanjut. Setelah merasa cukup pulih, saya pun lanjut naik ke atas krn mikir2 sayang juga kalo ga sampai atas. 

       
       
      Kembali ke pelabuhan sekitar jam 5 sore dan sampai lagi di Hanoi jam 9 malam. Hari itu kami merasa lelah sekali sehingga tidak sanggup utk jalan2 malam lagi. Mana besoknya harus siap-siap ke airport untuk flight ke Ho Chi Minh.    21/8/2017 Penerbangan Hanoi-Ho chi minh dengan Jetstar jam 10 pagi. Kami sempat sarapan dulu. Seperti biasa pakai grabcar menuju airport. Baru kali ini di airport (domestic) kami harus melepas alas kaki saat pemeriksaan masuk ruang tunggu. Saya kira hanya khusus bagi warga asing tapi ternyata warga lokal pun membuka alas kakinya walau hanya menggunakan sendal jepit...   Sampailah di Ho chi minh airport jam 12 siang. Lgsg pesan uber menuju penginapan. Kali ini kami pesan Supe Homestay yg harganya 650rb/2 malam 4 bed dorm room. Kalau melihay review dan photo, hostel ini cukup bagus. Tapi ternyata kami kecewa karena kenyataannya berbeda. Begitu sampai, kami terkejut ketika staf mengatakan bahwa kamar penuh. Nah lhooo??? Tapi ternyata Supe ini punya cabang lain yg jaraknya 5 menit berkendara. Kenapa ga dikasih tau di awal..kan bisa email ato bgmn gitu ya..yg kedua begitu kami sampai, kayaknya ini penginapan jadi gudang barang2 jualan krn begitu banyak barang berserakan di lobi. Kamarnya pun berdebu seperti sudah tidak ditinggali lama. Kamar mandinya pun kurang bersih. Kecewa deh pokoknya.    Oke cukup curhatnya. Setelah check in, kami keluar mencari makan siang. Kami cari yg dekat bisa jalan kaki, cek2 di google, ketemulah resto india halal di daerah Bui Vien. Setelah makan dan kenyang, kami menuju Konsulat Indonesia. Wah ada apa yaa? Ternyata teman saya yg sakit itu belum puas dgn dokter di rs hanoi, jadi dia ingin meminta saran dan rujukan dari pihak konsulat yg mungkin lebih paham dgn kota ho chi minh. Yaaa jadi lagi2 hari ini dihabiskan dengan pencarian klinik dan rs. Beruntungnya ada Klinik international yg menerima turis dan berbahasa inggris di dekat konsulat. Setelah menunggu, periksa, tebus obat, sekitar jam 6 sore.    Hasil konsultasi dgn dokter, teman saya memutuskan utk lgsg ke bangkok (kebetulan ada temannya disana) tanpa ikut kami ke siem reap agar cepat pulih. Malam itu kami pun lgsg berembuk memesan tiket2 yg belum terbeli. Kami pun memutuskan utk ke cafe sekalian mencicip kopi vietnam. Cari2 di google yg reviewnya oke yaitu Bang Khuang Cafe. Dan ini adalah keputusan yg tepat, selain menu kopinya bervariasi, tempatnya juga nyaman dan cantik. Urusan memesan tiket bus ho chi minch-siem reap, tiket sleeper train bangkok-penang, dan tiket pesawat Ho Chi Minh-bangkok pun beres. Sedangkan utk tiket bus siem reap-bangkok rencananya akan kami pesan on the spot.    22/8/2017 Hari ini kami hanya keliling kota saja. Awalnya ingin ke cu chi tunnel tapi krn kondisi teman saya yg masih sakit, rasanya tidak mungkin pergi jauh2. Pertama kami ke Ben Tanh Market utk cari oleh2 dan brunch (krn disini banyak jual makanan). Setelah kenyang dan beli bbrp oleh2, kami menuju kantor pos, gereja, museum dan taman yg bisa dikelilingi dgn berjalan kaki. Karena lelah, kami kembali ke penginapan utk istirahat (yaa lagi2 kami tidur siang hahaha) kemudian malamnya keluar lagi utk cari makan. Ada 1 makanan yg khas vietnam tapi saya mau cari yg halal. Eh ketemulah Pho Muslim. Rasanya enak dan agak beda dengan pho yg pernah saya coba di jakarta. Rempah2 dan kaldu dagingnya lebih berasa plus terdapat potongan bakso homemade (hasil nanya2 yg punya). Warung Pho ini baru buka sore menjelang malam ya...
        Yaaaa sekian cerita edisi vietnam dari rangkaian 12 hari trip negara Asean. Masih ada 3 negara lagi...enjoy and happy reading!!!
    • By Riohandoko21
      Hello Travelers,
      Saya ingin Cerita Pengalaman Saya, Istri dan Anak Saya.  Saat Ke SUMBA.
      Saya dan Istri janjian untuk bertemu di Bali.
      Saya berangkat dari timika ke Bali, Istri dan anak saya berangkat dari  Palembang ke Bali.
      Niat awalnya sehari kita mau Main ke Bali Marine Park. Tapi apa daya Flight istri saya dari Palembang to Jakarta Delay, Alhasil dia ketinggalan pesawat dari Jakarta ke Bali. Maskapai Plat Merah (Bukan Singa Merah). Jadilah dia tiba di bali Keesokan hari nya.
      Karena capek Istri saya gak kuat mau jalan-jalan ke bali marine Park (Next Time Kita bakal Kesini).
       
      Hari Pertama
      Tanggal 29 Juli 2017
      Terbang Ke Tambolaka dgn Wings Air
      Dijemput oleh Driver Lokal Asli Sumba (Kita Hanya Sewa Mobil Plus Driver)
      Tempat Pertama yang di Kunjungi - Kampung Ratenggaro , Lihat Sunset di Pantai Pero
      Kita menginap 2 Malam di Hotel Sinar Tambolaka
       
      Tanggal 30 Juli 2017
      Ke rumah Budaya Sumba - disini Ada semacam Homestay juga. Kita bisa menginap di sini. Mungkin saya dan Istri mau juga menginap disini jika kami belum bayar di Sinar Tambolaka.
      Setelah beranjak dari Rumah Budaya Sumba, Tujuan Selanjutnya adalah Pantai Mandorak .  
      Tujuan selanjutnya pada hari yang sama adalah Danau Weekuri
      Danau Weekuri - Danau Air laut sehingga air nya asin. Danau ini terbentuk karena ada batu karang di tepi lautnya. Yang saya ingat saat ke danau ini adalah saya hamper jatuh terpeleset saat di tangga mau turun ke danau dan saat itu saya menggendong anak saya.
      Perjalanan hari ini kami tutup dengan melihat sunset di Pantai Bawana dan Tanjung Mareeha.
      Sunset di Tanjung Mareeha membuat saya takjub akan keindahan alam sumba. Tidak salah jika istri saya membawa saya liburan kesini. Tempat nya Luar biasa.
      Tapi hati-hati yaa disini sumba barat kadang banyak warga yang suka minta uang.
       
       
      Tanggal 31 Juli 2017
      Tujuan pertama hari itu adalaha waikelo Sawah, Semacam irigasi untuk sawah. Pemandangan nya adalah hamparan sawah dengan padi yang menghijau.
       
      bergerak dari waikelo sawah tujuan selanjutnya adalah Air Terjun Lapopu. Air tejun ini adalah air terjun yang pertama anak saya lihat. Ekspresi nya bahagia sekali.
       
      Kita pun melanjutkan perjalanan ke sumba timur.
       
      Tanggal 1 Agustus 2017
      kita melanjutkan perjalanan ke waingapu.
      Tempat yang kita singgahi adalah bukit pasola, pantai watu bella dan pantai kerewei
       
      Tanggal 2 Agustus 2017
      Kampung Praijing
      Kampung Tarung - Beberapa bulan lalu kabarnya kampong ini terbakar
      Melihat pekerja melakukan pemotongan batu untuk rumah tinggal. Kalau di kota-kota di jawa dan sumatera biasa rumah dibuat dengan batu bata namun disumba rumah dibuat dengan batu alam.
      Bukit Warinding ya, daerah ini semua perbukitan sepanjang mata kita memandang.
       
      Saat di Waingapu kami menginap di Hotel Surya. hotel terbaik selama kami menginap di sumba
      Tanggal 3 Agustus 2017
      Air Terjun Tanggedu - Perjalanan ke lokasi ini cukup jauh namun pemandangan selama diperjalanan sangatlah indah. Air terjun ini berada diantara perbukitan.
      Setelah dari sini kami pun pulang
       
      Tanggal 4 Agustus 2017
      Kami bergerak setelah sholat jum'at. kami menuju pantai walakiri
       
      Tanggal 5 Agustus 2017
      Saat nya mencari oleh-oleh dan berfoto di bukit persaudaraan.
       
      Selama di Sumba banyak tempat yang terlewatkan dan tidak sempat dikunjungi. Di sumba ini terdapat banyak pantai yang bagus yang belum sempat kami kunjungi dan banyak air terjun yang tidak sempat kami kunjungi. serta ada lokasi kincir angina tempat tenaga listrik dengan kincir angin. 
       
       
       
       
       
       

       























    • By anna22

      Annyeong cingu.... apa kabar? 
      Kali ini saya mau cerita perjalanan ke korea selatan di musim gugur tanggal 24 oktober-4 november 2017. Sebetulnya masih ada utang FR yg indochina tapi krn gagal submit berkali-kali jd mager (semoga yg ini bisa muncul yah di forum).
      Trip ini adalah kedua kalinya saya ke korea. Pertama kali yaitu musim semi di tahun 2016, yang mana perginya bareng2 temen berempat selama 7 hari. Tapi utk kali ini saya ‘terpaksa’ pergi sendiri, yg pd akhirnya malah ketemu beberapa temen perjalanan. Kalau ditanya perjalanan yang paling seru, jawabannya adalah Jeju!!! Sumpah ini pulau kereeen dan banyak tempat yg bisa didatengin. Tapi tempat2 di seoul juga asyik sih apalagi dengan pesona daun2 musim gugurnya. Yup sekian pembukaannya... mari lanjut ke isi, jadi ngapain aja sih keluyuran 11 hari di Korea????
      23 okt - direct flight malam jkt-seoul
      24 okt-sampe jam 8.20 pagi. Abis lewat imigrasi dan ambil bagasi langsung menuju pengambilan simcard yg sebelumnya udah dibeli pas di indo (dr web trazy) tinggal nunjukkin bukti pesan lgsg deh dapet. Habis itu naik kereta untuk ke GH. Abis check in, ngobrol2 sm staf dan guest lain serta mandi+dandan, lgsg cabut ke Itaewon. Isi perut dulu dengan Samgyetang halal di Ied resto. Setelah itu menuju Haneul Park yg dekat World Cup stadium. 


      25 okt- pagi2 ke daerah deoksugung palace krn mau nyusurin wall stone street-nya sambil sarapan. Dari sini jalan ke Gwanghamun square lalu ke Gyeongbokgung palace, national folk museum, samcheodong, insadong. Sempet balik ke GH bentar. Setelah itu ke war museum, terakhir myeongdong street. 


      Minta foto sama turis asal Malaysia krn pada pakai hanbok (atas) war museum (bawah)

       
      26 okt-nami island, morning calm garden, krn cuman sempet makan siang roti, pulang dari sini lgsg menuju Yanggood halal lamb bbq. Enaaaak walaupun cukup mahal hahaha. Tapi kan udah ngirit sebelumnya 

       
      27 okt- awalnya mau ke Asan krn pengen liat Ginko Tree street. Tapi jauh dan transportnya agak ribet. Akhirnya setelah ngobrol sambil sarapan dengan staf GH, saya pun memutuskan ke tempat2 gratis dan rasanya cocok untuk solo traveler. Pertama pergi ke National Museum of Korea. Setelah itu ke Gwangjang Market yg terkenal dgn bibimbap alley, bindetteok Alley, dll. Perut kenyang lanjut ke Seoullo 7017 (tempat wisata baru di seoul). Foto2 jalan2, duduk2 sambil ‘people watching’. Sorenya ke daerah Hyewa untuk menuju Ihwa-dong Mural Village dan Naksan Park yg terkenal dengan seoul city wall dan night city view-nya. Agak cepet pulang ke GH krn besok pagi sekali akan ke Jeonju.

       
      28 okt- menuju Jeonju menggunakan bus antar kota. Beli tiket on the spot di terminal bus, dapat tiket jam 8.25. Sambil nunggu 1,5 jam sarapan dan beli bekel. Busnya on time lho. Karena hari Sabtu, jalanan padat dan beberapa kali kena macet jadi total perjalanan sekitar 4 jam. Sampe di Jeonju lgsg ke GH pakai taksi. Setelah check in dan beres2 sambil baca2 peta, jalan kaki ke jeonju hanok village. Salah banget deh hari sabtu pas kimchi festival pula. Rameeeee sekali. Sampe mau beli cemilan aja antrinya bisa 15-20 org. Yg saya datangi di Jeonju dengan jalan kaki yaitu, Jeondong Cathedral, Gyeonggijeon, omokdae, jaman mural village. 

      29 okt-sebelum kembali ke seoul dengan kereta itx, jalan2 pagi sambil cari sarapan yg terkenal yaitu Kongnamul Gukbap (sop tauge) di nambu market. Kembali ke GH, check out, pakai taksi ke stasiun. Disini saya beli snack yg cuman ada di jeonju yaitu PnB chocopie. Nyesel cuman beli 2 karena enak paraaaaah!!!!
      sampai Seoul lgsg menuju Gimpo Airport utk naik pesawat sore ke Jeju. Yeaaaay!!!
      sampai2 udah mulai gelap. Pakai bus umum ke Yeha GH(recommended lhoo). 
      30 okt-di Jeju say pakai bus umum. Dan gampang sih. Alhamdulillah ga pernah nyasar. Waktu tunggu bus pun paling lama 30 menit. Tujuan pertama: pyeoson jeju folk village. Lalu ke Yongnuni Oreum dan Bijari Forest. Malamnya menuji Dongmun Market untuk cemal cemil sblm kembali ke GH.

       
      31 okt- nah mulai hari ini dan besok saya punya teman jalan yg dapet dari forum ini. Kami bertiga ternyata sama2 menginap di yeha dan 1 kamar pula (female dorm) padahal ga janjian lho hahaha. Jam 8 menuju terminal bus untuk ke Seopjikoji. Ini masih 1 wilayah dengan Udo Island dan Seongsan Ilchubong. Dari halte bis terakhir, naik taksi ke sepjikoji ini. Begitu pula dari seopjikoji-terminal ferry yg menuju ke Udo. Karena dekat gak terlalu mahal apalagi dibagi bertiga. Nyebrang pakai ferry sekitar 15 menit ke Udo Island. Terus pakai tour bus seharga 6000 won yg berhenti di 4 tempat wisata utama. Tapi kita cuman ke 2 tempat krn keterbatasan waktu. Pertama ke Udo Peak, lalu ke Hagosudong Beach . Abis itu balik ke tempat naik ferry. Dari terminal, naik taksi ke Pintu masuk Seongsang Ilchubong. Karena lapar, makan dulu di resto yg banyak tersebar disana. Setelah isi tenaga, menaiki tangga ke puncak (kok jadi inget lagi AFI ‘menuju puncak’ oops ketauan umurnya hahaha) foto2 pas sunset sambil istirahat. Saat mulai gelap, turun dan jalan kaki menuju halte bus untuk kembali ke GH.

      Seongsan Ilchubong (atas) Udo island (bawah)
      1 nov - karena kami2 ini penggemar GD (itu lho leader Bigbang) sehabis sarapan pergilah kami ke cafe miliknya yg terkenaaal sekali, selain krn juga bagus banget view-nya. Disini juga ada Bonmal Cafe (yg muncul di drakor) serta cafe2 ucul lainnya. 

      Setelah itu menuju O’sulloc tea farm yg juga ada Innisfree (ada bbrp produk khusus jeju yg ga bisa kita dapetin di seoul lhoo). Nah sorenya ke daerah Jungmun Resort. Tapi karena sudah sore dan lelah, kami hanya ke Cheonjeyoun waterfall dan sekitarnya. Itu pun udah mau tutup kesananya. 

       
      2 nov: hari ini kembali ke Seoul. Menginap di GH daerah Sungkyungkwan, yg hype abis, gak kalah sih sama Hongdae tapi entah kenapa lebih homey. Setelah check in dan beberes, roommate yg merupakan cewek dr singapore ngajak makan siang dan jalan bareng. Setelah makan, kami ke seoul forest (banyak yg bisa dilihat disini dan gratisss). Menuju GH sempat mampir ke Dongdaemun Design Plaza lg ada pameran.

      3 nov -shopping time hohoho. Ke daerah Dongdaemun Toy Market utk cari titipan ponakan (ini surganya kalau mau beli mainan, ada puluhan toko). Abis itu menuju Myeongdong. Karena agak ribet bawa barang balik dulu ke GH utk simpen barang. Lanjut lagi menuju Namdaemun Market (makin sore itu makin banyak penjual di tengah2 jalan jadi hati2 kalap yah). Setelah puas belanja dan jajan2, saya ke lantern festival di Cheonggyecheon stream. Pas banget baru dibuka hari itu. Pas nyusurin liat2 lampion, eh ketemu roommate di Jeju (ini beda lagi dan doi solo trip juga) dr Indo. Karena udah malam dan lapar kami menuju Grilled Fish Alley di daerah Dongdaemun. Habis itu kita pisah dan pulang ke GH utk packing.

       

       

       

       

      4 nov -waktunya pulang krn penerbangan jam 10 pagi jadinya naik airport bus jam 6.30 dekat dr GH. 
      Yaah sekian highlight atau rangkuman perjalanan saya. Utk secara detail nanti ya kalau rajin hehehe. 
      Tapi kalau ada pertanyaan atau komen silahkan yaa ^^
    • By val_3373
      Hi Jalan2ers,
      Masih ingin membagikan pengalaman saat ke Eropa tahun lalu. Selain Paris, Perancis juga mempunyai tempat wisata alam yang sangat indah terutama yang ska dengan petualangan dan hiking. Setelah puas cuci mata di Nice, Cannes dan Antibes, maka tujuan wisata yang menjadi incaran kami kali ini adalah Gorges Du Verdon atau yang dikenal dengan Grand Canyonnya Perancis. yang terletak di Tenggaanya Perancis dan dapat ditempuh dari Nice dengan mobil kurang lebih 2.30 jam perjalanan. Ada Local tour dari Nice jika kita ingin berkunjung ke tempat ini. Salah satu yang menarik dari Gorges Du Verdon adalah danaunya yang berwarna Turquoise
      .
      Kita bisa main kano di sini samil menyusurin sungai di sela2 tebing2 tinggi yang keren abis. Tetapi kami tidak mencoba berkano kali ini tetapi hiking dari pont entrance sampai ke danaunya untuk uji stamina hahahahahaha. Sudah ada tangga dan jalan setapak yang dibuat untuk awal2 hiking setelah itu jalanan semakin kecil dan masih alami. Jarak tempuh dati hiking pont sampai ke danau sekitar 6 jam berjalan kaki untuk yang sudah sering hiking. Kami hanya bertahan 1 jam perjalanan karena kondisi jalan yang makin jelek dan diperingatkan oleh para pendaki lokal bahwa peralatan kami tidak memadai untuk melanjutkan perjalanan sehingga hanya menikmati sedikit dari pemandangan yang indah di sini. Gimana ngga diperingatin slaah satu temenku pake high heel hahahahahaha.... Berikut photo2 yang berhasil kami ambil dan maaf kualitasnya kurang bagus karena sinar matahariterik sekali sehingga backlight

      bagi anda pencinta alam, jangan lewatkan untuk ke Gorges du verdon jika berkunjung ke Perancis. Salam Jalan2