Sign in to follow this  
Monfi

Japan Spring 2017 Travelogue: Kansai Edition

16 posts in this topic

59be74088c5e1_LightIllumination.jpg.4be66dc2132bd6a5f236bc9ebceffc07.jpg

 

Hallo semuanya..

Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April.

 

Overall itinerarynya ialah :

Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong

Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka

Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto

Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe

Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto

Tanggal 30 Maret 2017 : Nara

Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana

Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara

Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya

Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate

Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen

Tanggal 5 April 2017 : Hikone

Tanggal 6 April 2017 : Himeji

Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong

 

Prologue

Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto.

 

Day 1, 24 Maret 2017

Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com.

Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu:

  1. Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji
  2. Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe
  3. Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka

Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain:

  1. Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang.
  2. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto.
  3. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia.

Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu.

Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu:

  1. ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit).
  2. SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja

Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana.

 

59be764cebd4d_HongkongInternationalAirport.jpg.c7872ddeff71e001cd832be2769a7fdf.jpg

Hongkong International Airport

 

59be767f4849b_MoslemMeal.jpg.2a3938115ce70450f6813afac170c500.jpg

Cathay Pacific Moslem Meal

 

59be76c406b86_TravelPass.jpg.14e0a381d0fcf6a91a313b55157c189c.jpg

Koleksi Travel Pass

 

Apartment.jpg.90f2ff0b7d12a50bafe0a2dc9f2a5890.jpg

Apartemen Airbnb

 

Day 2, 25 Maret 2017

Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu:

  1. Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang.
  2. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam.
  3. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00.
  4. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja.
  5. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus.

Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary.

 

Osaka.jpg.8182c4c8741885f46c15c780fe08b67a.jpg

59be79b554f21_DayandNight.jpg.1187e34e9b47e4500d2b7f1e0c47f1db.jpg

One Day in Osaka

 

Sekian untuk saat ini.. Lanjutannya bisa dilihat di link berikut:

Day 3-4, 26-27 Maret 2017 : Kyoto

 

Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini

Terima kasih semuanya..

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, twindry said:

wuiiiih pulkam lagi :D mantaaaap. ditunggu kelanjutannya

@twindry Alhamdulillah ada rezeki..

19 minutes ago, kyosash said:

wah bagus tuh Illumination-nya, ada dimana tuh ?:huh:

btw nice share :salut 

@kyosash Kmaren mampir ke nabana no sato di Kuwana, Prefektur Mie.. Bagus banget.. Recommended..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 3, 26 Maret 2017

Pagi hari kita siap-siap untuk meninggalkan Osaka menuju ke Kyoto. Dari Stasiun Kami Shinjo kita naik kereta Hankyu Line menuju Stasiun Kawaramachi (370 yen), kemudian lanjut jalan kaki sampai Stasiun Gion-Shijo untuk naik kereta Keihan Line sampai Stasiun Shichijo (150 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam. Sampai di Stasiun Shichijo kita langsung menuju penginapan untuk taruh barang dan check in. Dari penginapan kita jalan kaki kurang lebih 15 menit menuju Stasiun Kyoto. Di stasiun ini kita janjian dengan temennya Mba Poppy, Mba Dyah, yang travelling bareng suami dan anaknya. Travel Pass yang kita gunakan ialah Kyoto Sightseeing 1 Day Pass (1,200 yen) yang bisa digunakan untuk naik kereta Subway dan Bus di Kyoto.

Tujuan kita yang pertama yaitu Kinkakuji atau yang sering disebut dengan Golden Pavillion (400 yen, open 09.00-17.00). Sebenernya dari Stasiun Kyoto bisa langsung naik bus no. 101 atau 205, tapi kita pilih naik kereta Subway Karasuma Line dulu sampai Stasiun Kitaoji abis itu baru naik bus no. 101, 102, 204 atau 205 dari Terminal Bus Kitaoji sampai ke Bus Stop Kinkakuji Michi supaya hemat waktu.

Tujuan kita yang kedua ialah ke Kiyomizudera Temple (400 yen, open 06.00-18.00, spring / fall ilumination pada jam 18.00-21.00). Kebetulan waktu sampai di sana sudah malam hari pas spring illumination, jadi kita bisa melihat pada saat lampu-lampu dinyalakan. Mba Dyah sekeluarga nggak ikut kita kesini karena anaknya mulai rewel sehingga harus segera balik ke Hotel. FYI, pada saat itu Main Hall-nya Kuil Kiyomizudera sedang dalam proses renovasi atap, dan diperkirakan selesai pengerjaannya pada bulan Maret 2020. Walaupun sudah malam hari dan dalam kondisi hujan, cukup banyak turis yang berkunjung ke kuil ini..

 

59c7e3e69d479_KyotoTower.jpg.a351b006a79c80e1f880c2ae9e1acec3.jpg

Kyoto Tower

 

Kinkakuji.jpg.b24d8d7829106e2d3dc746f104e03df5.jpg

Kinkakuji

 

Kiyomizudera.jpg.5c66e8d723541a10eb4e0e0df243b92b.jpg

Kiyomizudera Temple

 

Day 4, 27 Maret 2017

Hari kedua di Kyoto, pastinya harus mengunjungi itenerary wajib klo orang jalan-jalan di sini, apalagi klo bukan Fushimi Inari Shrine (free, always open, stasiun terdekat : Stasiun JR Inari atau Stasiun Keihan Fushimi Inari). Pasti temen-temen udah pada tahu tentang senbon torii, gerbang berwarna merah oranye yang jumlahnya mencapai ribuan yang berjejer hingga sampai ke atas Gunung Inari. Sekilas mengenai Fushimi Inari Shrine, kuil Shinto ini dibangun untuk memuja Dewa Inari, dewa beras yang membawa kesuburan, kemakmuran, dan kesuksesan, sehingga dianggap sebagai salah satu dewa penting dalam pemujaan Shinto. Dewa Inari juga berperan sebagai pelindung usaha pertanian, perdagangan, dan perindustrian. Torii yang berdiri di kuil ini merupakan sumbangan dari para pemujanya, dimana nominalnya pun nggak sedikit, dari sekitar ratusan ribu sampai jutaan yen. Di kuil ini kita akan sering melihat patung rubah, yang konon katanya merupakan perantara Dewa Inari. Sayangnya aku nggak sempet naik sampai ke atas karena itinerary yang lumayan padat. Mungkin kapan-kapan jika ada kesempatan bisa ke sini lagi supaya bisa naik sampai puncak.

Lanjut ke destinasi kedua yang sering dikunjungin orang waktu ke Kyoto, yaitu Arashiyama Bamboo Forest (free, always open, stasiun terdekat : Stasiun JR Saga-Arashiyama, Stasiun Randen Arashiyama, atau Stasiun Hankyu Arashiyama). Selain jalan-jalan di hutan bambu, banyak kegiatan yang bisa dilakukan di daerah Arashiyama. Kira-kira jam 12.00 siang, aku dan Mba Poppy berpisah disini, karena Mba Poppy akan ke Tokyo sedangkan aku masih di Kyoto. Kegiatan pertama yang aku lakukan ialah beli tiket Sagano Romantic Train, dari Stasiun Saga Torokko sampai Stasiun Kameoka Torokko (one way perjalanan 620 yen selama 25 menit, beroperasi dari tanggal 1 Maret sampai 29 Desember, libur di hari Rabu kecuali hari-hari tertentu). Stasiun Saga Torokko buka jam 08.35, dan kereta pertama yang berangkat dari Stasiun Saga Torokko ialah jam 09.01. Untuk lengkapnya bisa dilihat di web ini..

Akhirnya berhasil dapet tiket untuk keberangkatan jam 14.01. Karena masih ada waktu satu setengah jam, aku berkunjung ke salah satu kuil yang ada di Arashiyama, yaitu Tenryuji Temple (500 yen untuk taman, tambahan 300 yen klo masuk ke dalam kuil, open 08.30-17.30). Di dalam kuil yang termasuk ke dalam UNESCO World Cultural Heritage Site ini terdapat taman yang dikenal dengan nama Sogenchi Garden, salah satu taman tertua di Jepang yang masih dipertahankan keasliannya seperti abad ke 14. Bagi temen-temen yang suka Japanese Zen Garden recommended untuk mampir ke sini.

Setelah puas jalan-jalan di Tenryuji Temple, saatnya kembali ke Stasiun Saga Torokko untuk naik kereta Sagano Romantic Train sampai ke pemberhentian terakhir di Stasiun Kameoka Torokko. Kemudian kita harus berjalan kaki sedikit sampai Stasiun Umahori untuk naik kereta JR Sagano Line sampai Stasiun Saga-Arashiyama (200 yen).

Tujuan selanjutnya ialah menuju ke salah satu UNESCO World Cultural Heritage Site, yaitu Ninnaji Temple (500 yen, open 09.00-17.00). Untuk menuju ke kuil ini, aku naik kereta Randen Keifuku Arashiyama Line dari Stasiun Randen-Saga, transit di Stasiun Katabiranotsuji untuk ganti kereta Randen Keifuku Kitano Line menuju ke Stasiun Omuro Ninnaji (210 yen). Kereta ini cukup unik dimana cuman ada satu gerbong, saat masuk dan mengendarai kereta terasa sekali suasana zaman dahulu, karena memang kereta ini adalah satu-satunya tram line yang masih berfungsi. Banyak hal menarik yang ada di Ninnaji Temple, seperti struktur kuil yang menawan serta taman yang indah. Namun salah satu keunikan kuil ini ialah tumbuhnya Omuro Sakura, salah satu spesies sakura yang mekarnya lebih lambat dibandingkan pohon sakura biasa (biasanya mekar pada pertengahan April). Selain itu pohonnya juga tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 2 meter. Pada saat mekar dengan sempurna, biasanya ada biaya tambahan 600 yen untuk menikmati indahnya Omuro Sakura.

Perjalanan aku lanjutkan dengan kembali menaiki kereta Randen Keifuku Kitano Line dari Stasiun Omuro Ninnaji, transit di Stasiun Katabiranotsuji untuk ganti kereta Randen Keifuku Arashiyama Line menuju ke Stasiun Randen Arashiyama. Tujuan utama aku ke sini ialah untuk menikmati indahnya Kimono Forest (free, always open) karya Yasumichi Morita, seorang interior designer. Di stasiun ini terdapat sekitar 600 pilar akrilik berhiaskan motif kimono dengan teknik kyo-yuzen sebagai bagian dari renovasi stasiun kereta yang selesai dikerjakan pada tahun 2013. Suasana menjadi lebih dramatis saat malam tiba, dimana pilar-pilar ini akan menyala dengan indahnya. Sampai di ujung, kita akan melihat kolam kecil yaitu Ryu no Atago-ike, dimana katanya banyak orang yang memanjatkan doa di sini.

Sampai disini dulu semuanya.. Semoga bermanfaat yaa..

 

59c7e5d096161_FushimiInari.jpg.c3108bf6ace3d80f73ffa6697b0e3a3f.jpg

Fushimi Inari Shrine

 

Arashiyama.jpg.e43170207ebca9adcf57ce70f430bd27.jpg

Arashiyama Bamboo Forest

 

59c7e666f2add_TenryujiTemple.jpg.eef917685548cdb701911aa14614fc02.jpg

Tenryuji Temple

 

59c7e618c9cba_SaganoRomanticTrain1.jpg.bcc6e11cfd68017aaf61437f52361c1c.jpg

59c7e64845189_SaganoRomanticTrain2.jpg.637318ba81e9b3fcde8d545a5f54f101.jpg

Sagano Romantic Train

 

59c7e696ec732_NinnajiTemple.jpg.d94ef02c7298e41e12909f07f6db2f54.jpg

Ninnaji Temple

 

59c7e6bc6fe4c_TogetsukyoBridge.jpg.a79d5b2fbbedbff25f53956218dcc1b6.jpg

Togetsukyo Bridge

 

59c7e6d743f67_KimonoForest.jpg.65581500241b46301a9ea264271ac051.jpg

59c7e6ef529ec_KimonoForest2.jpg.2ce6989dc20bdfa1dd8a2c3b34f5280b.jpg

Kimono Forest

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah kyoto kimono forest masuk listku. Tapi kayaknya bakal kena siangnya dari pada malemnya. Pengen rasain 2-2nya tapi. Mesti rombak nih kayaknya wakaka. Thanks @Monfi Review kyotonya. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By annelialk
      Halo, saya berdua dengan teman saya akan pergi ke Jepang tgl 1-9 Maret 2019. Tiket sudah fix. Tempat yang mau dikunjungi Tokyo-Kyoto-Osaka. Tapi itin belum fix. Kalau ada yang gabung, sila. Lumayan kalau bisa share cost buat penginapan... hehe.
    • By pejalankaki
      Halo Jalan2.com! 
      Siapa yang tidak tahu dengan Universal Studio Jepang? Tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi saat liburan ke Jepang. Di lokasi wisata yang ikonik ini, Travel Mates akan bertemu banyak karakter film yang pasti sudah nggak asing lagi deh! Tapi kalau kamu masih bingung mau ke mengunjungi spot yang mana dulu, Artikel HIS Travel rekomendasikan kamu ke spot Harry Potter yang super duper fantastis dulu, Travel Mates.
      Karena tempat yang satu ini menjadi para incaran para wisatawan manca negara yang ingin melihat langsung kastil atau bangunan yang mirip seperti di film Harry Potter.
      Setelah puas mengunjungi spot-spot yang seru, pastinya perut kamu butuh asupan kan? Selain karakter dan filmnya yang terkenal, Universal Studio Jepang juga memiliki menu kuliner yang wajib kamu cicipi ketika mengunjunginya. Pasti Travel Mates penasaran kan apa aja sih kuliner yang wajib dicicipi ketika mengunjungi Universal Studio Jepang?
      Yuk simak di bawah ini!
      Restoran The Three Broomsticks

      Sumber gambar: squarespace.com
      Buat kamu pecinta buku atau film Harry Potter pasti sering mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata beneran ada di dunia nyata lho, Travel Mates. Kalau kamu sedang mengunjungi Universal Studio Jepang, restoran ini ada di pintu Hogsmeade dengan tanda tulisan "Please Respect the Spell Limits". Dari pintu masuknya aja udah keren dan Harry Potter banget ya, Travel Mates?
      Kalau kamu belum tau, dalam buku-buku dan film Harry Potter, Three Broomsticks ini adalah penginapan dan restoran yang berada di Hogsmeade yang biasa dikunjungi oleh murid Hogwarts, termasuk Harry Potter dan teman-temannya.
      Untuk menu-menu makanan di sini juga mirip seperti yang ada di buku dan film Harry Potter, lho. Seperti Butterbeer, Fire Whisky, Gilly Water, dll. Untuk harganya sendiri mulai dari $2 - $9 per tiap menunya.
      Delicious Me! & POP-A-NANA

      Sumber gambar: https://idntimes.com
      Kalau baca nama restoran di atas, kira-kira menggambarkan karakter apa ya, Travel Mates? Dari logonya sih dominan warna kuning. Betul, apa lagi kalau bukan Minion! Di dua restoran ini kamu bisa cobain cemilan yang seru. Delicious Me! memiliki menu sandwich snack dengan rasa fruits and cream. Dan ketika memakannya Travel Mates akan menemukan rasa beberapa buah seperti stroberi, pisang, dan anggur yang dicampur dengan cream. Kamu akan diajak merasakan perpaduan biskuit yang manis dan buah yang segar dalam sekali gigit. Penasaran 'kan?
      Karena tempat ini berada di satu tempat, yaitu kawasan Minion Park, selanjutnya kamu harus mencoba mengunjungi restoran POP-A-NANA yang ada disebelahnya. Hayoo, apa makanan favorit Minion? Betul, jawabannya adalah banana atau pisang. Terinspirasi dari makanan favorit minion, restoran ini memiliki menu serba pisang, lho. Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah popcorn rasa pisang cokelat.
       Amity Landing Restaurant, Teror Hiu Jaws

      Sumber gambar: https://tdrexplorer.com
      Jaws, pasti kamu pernah melihat film yang satu ini. Teror hiu yang satu ini ternyata tidak hanya di film, tapi juga ada di Universal Studio Japan, Travel Mates. Tenang, teror yang satu ini bisa kamu serang balik kok, caranya dengan memakannya langsung. Seperti di filmnya, Universal Studio Jepang memiliki area Amity Village atau biasa dikenal dengan rumahnya habitat atau rumah Jaws. 
      Pulau yang dikelilingi oleh laut ini memiliki restoran yang unik, yaitu Amity Landing Restaurant. Siapa yang tau kalau Travel Mates bisa memakan Jaws dalam bentuk dessert yang menggemaskan di restoran satu ini? Dengan harga $4 kamu bisa mendapatkan menu Jaws Cake yang dibentuk swiss roll dan dilengkapi dengan cream soda. Kalo terornya seperti ini, pasti Travel Mates maunya di teror mulu. Betul?
      Discovery Restaurant, Restoran bertema Jurassic Park

      Sumber gambar: https://www.usj.co.jp
      Travel Mates ingin merasakan langsung dunia Jurassic Park? Restoran ini sangat cocok untuk mewujudkannya. Dengan membuat konsep interior yang sama seperti di film dan pilihan menu bertema hutan Jurassic Park, para pengunjung akan merasakan atmosfer langsung seperti apa kehidupan di dunia Jurassic Park. 
      Tapi kamu harus berhati-hati Travel Mates, karena di restoran ini akan ada dinosaurus yang tiba-tiba muncul dihadapan kamu ketika kamu sedang makan. Jadi sebelum kamu ke sini, lebih baik kamu berlatih dulu seperti Owen Grady di film Jurassic Park saat mengendalikan Velociraptor, ya!
       
      SUMBER