Dhistiraz

GATHERING ADVENTURE Jalaners Regional SUMUT 9 -10 September 2017

14 posts in this topic

GATHERING ADVENTURE 

Jalaners  Regional SUMUT,  9 - 10 September 2017

59c3fd2e6655b_GatheringAdventureKjjiReg.Medan600.png.50632f7dc8938b5f13af0f0232e9ba38.png

Hola semuwah…….

Horassss..!!

Berawal dari ide temen-temen  saat kopdar  jalaners Sumut di Raden's Crispy Steak & Spicy Chicken di akhir bulan Juli kemaren, akhirnya keluarlah rencana Gathering  Adventure untuk explore Pesona Sumatera Utara yang di fix kan tanggalnya di 9-10 September 2017.

Total ShareCost per orang   hanya  RP.  433.000, itu sudah  termasuk  ( Transportasi, Akomodasi, konsumsi,   Penyebrangan Ferry, Retribusi Wisata, Parkir wisata & umum dan pengeluaran lain-lain) pokoknya sudah semua.  Sebenarnya  ShareCost Awal hanya Rp. 350.000  per orang, namun karena adanya biaya-biaya tambahan yang tidak di anggarkan sebelumnya,  maka Sharecost tambahan  dikenakan Rp.  83.000 per orang sehingga totalnya menjadi  seperti yang di sebutkan diatas.

Mari kita ikuti keseruannya…

TITIK KUMPUL & KEBERANGKATAN

Schedule Gatheringnya sih Sabtu-Minggu, 9-10 September 2017,  tapi  keberangkatan kami  di hari Jum’atnya , dan sesuai kesepakatan  kami  pilih SPBU Setia Budi sebagai Titik Kumpul keberangkatan. Jum’at , 8 September 2017  sekitar jam 20.00 wib temen-temen sudah pada kumpul  di  SPBU Setia Budi, setelah saling berkenalan dengan teman-teman yang baru bergabung di komunitas maka kami pun mulai mempersiapkan  tas masing-masing untuk di susun di bagasi mobil.

59c3e6d225959_GatheringAdventureJalan2.comRegionalSumut.jpg.17a3f3ff6543e29c395db9aa9c14891b.jpg

Selanjutnya.. pengarahan dari ketua Team Gathering Adventure  @Dhistiraz ( Kenzie ) dan berdo’a bersama sebelum keberangkatan.  Tepatnya pukul  22.00 Wib kami berangkat dari titik kumpul menuju ke kota Pamatang Siantar sebagai destinasi  pertama  yang akan kami kunjungi.

 

WISATA MALAM DI KOTA PEMATANG SIANTAR

Berangkat dari titik kumpul  pukul  22.00 wib dan sampai di Pematang Siantar pukul  00.30 wib ( dini hari ). Sesampainya di kota Pematang Siantar hujanpun turun dengan derasnya, kamipun mampir ke SPBU  yang berada di seberang  RS. Horas Insani, menurut rencana sih kami akan istirahat disana hingga pagi hari.

 Sudah satu setengah jam kami disana namun hujan tidak kunjung berhenti, baru sekitar menjelang jam 2.30 wib hujan  mulai reda..

59c3e7a0e820e_SPBUPematangSiantar-Jalan2.comRegionalMedan.thumb.jpg.450a9a9a4370ca950891491da6c3394d.jpg

 

Sepertinya ada yang  aneh nih,  temen-temen pada clingak clinguk  pandang-pandangan…  eh ternyata temen-temen pada kelaperan…  Karena di sekitar  SPBU nggak ada kedai  makanan yang buka, akhirnya kami menuju ke SIANTAR SQUARE  yang berada di Jl. Vihara  Pematang Siantar. Untuk  Menuju ke Siantar Square sangat mudah, Jika Anda dari Arah Medan menuju Parapat, pasti akan melewati Jalan Sutomo atau Jalan Lintas Tengah Sumatera yang berada di pusat kota , nah dari  pusat Perbelanjaan Ramayana terus saja, nanti di sebelah kiri jalan ada gapura bertuliskan SIANTAR SQUARE pas di pangkalnya  Jl. Vihara. Jika Anda kemalaman  dan tidak ada lagi rumah makan yang buka, silahkan mampir kemari saja, karena mereka buka sampai pagi.

59c3e80755a3d_GatheringAdventure-SiantarSquare.thumb.jpg.96e0bacbebc62569993964795294c7a5.jpg

Mulai dari sate padang, indomie rebus, nasi goreng, teh manis panas, kopi panas  , kopi susu panas pun kami tuntaskan  wkwkwww :tersipu

 

TUGU  BECAK  BSA PEMATANG SIANTAR

Setelah perut kenyang…  sembari menunggu waktu subuh tiba,   kamipun tidak mau menghabiskan waktu percuma,  jam 04.00 wib kami menuju TUGU BECAK SIANTAR,  disana  mobil kami parkirkan di tempat parkir disamping tugu,  tepatnya dihalaman Gedung Dinas Kebudayaan  Pematang Siantar.

Turun dari mobil…… weshhhh  para  Celebgram  langsung cari posisi joss  buat selfie, maklum Tugu Becak Siantar adalah salah satu Hot Spot  yang lagi naik daun dan menjadi  salah satu objek yang paling di buru oleh  para Celebgram.

Sebagai informasi, Tugu Becak Siantar ini di resmikan pada hari sabtu, 15 September 2016,  Becak Siantar  yang ber merk Birmingham Small Army (BSA )  dan sejenisnya ini merupakan warisan Perang Dunia yang masih beroperasi dengan baik. So ..jika rekan-rekan main ke Pematang Siantar, pastikan mampir ke Tugu Becak Siantar ini.

59c3e885ecede_GatheringAdventureTuguBecakSiantar(BSA).thumb.jpg.96fb533789128e933e7a89e076b832b4.jpg

59c3e8f0e98a6_TuguBecakBSASiantar-Jalan2.comRegionalMedan.thumb.jpg.9e91d01934da629a9368079f32ef6eab.jpg

Lokasi  Tugu Becak Siantar (BSA)  berada di Jalan  Merdeka,  di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan Pematang Siantar, Sumatera Utara.

 

Hingga akhirnya Adzan subuh pun berkumandang,  saya  dan teman-teman kita yang muslim tentu harus menunaikan ibadah wajib, dan sekitar 15 menit dari  Tugu Becak Siantar, kami pun singgah di Masjid Rindam ( Al-Huda ) yang berada di jl. Bangau, Pematang Siantar. Masjidnya cukup besar dengan pelataran parkir yang luas.

Setelah mobil terparkir di halaman Masjid kami semua pun  turun  baik yang muslim maupun yang non muslim, setelah bersih-bersih di kamar mandi kami yang muslim masuk ke dalam masjid untuk sholat subuh, dan teman-teman kami yang tidak sholat subuh beristirahat di teras depan masjid.

Setelah selesai sholat subuh, kami bergabung kembali dengan teman-teman yang berada diteras depan, dan disana kami rebahan meluruskan badan sambil cerita kesana kemari.

59c3e93c8a45b_MasjidRindamSiantar.thumb.jpg.2859aa303ba1a427a1fdd18800b01bde.jpg

59c3e97817af5_MamsjidRindamSiantar2.thumb.jpg.ea6891a5122de5ecfcb6023045d57122.jpg

 

PEMANDIAN BAH  DAMANIK 

Sekitar  jam  06.30 kami bergerak dari Masjid Rindam untuk mulai melanjutkan Adventure, Jam 6.50 wib kami sampai di simpang tiga SPBU Simarimbun, atau lebih jelasnya  persimpangan  Jalan Parapat ( menuju Parapat) dengan Jalan Pematang Purba yang mengarah ke Sidamanik.

Tujuan kami adalah pemandian Bah Damanik, sekitar 40 menit dari Simpang tiga SPBU, sampailah kami di Sidamanik tepatnya pas di depan  Plank yang bertuliskan  “Pemandian Bah Damanik”,  Sebenarnya  secara jarak  sih tidaklah  jauh  dari simpang tiga SPBU, andaikan jalannya bagus, harusnya sekitar  15 menit sudah sampai . Tapi karena jalannya rusak sana sini membuat kami harus berhati-hati .  dalam hal ini “ jika ada pejabat pemerintah yg berwenang  yang membaca tulisan ini, mohon kiranya jalan menuju Sidamanik ini diperbaiki.. “

Lanjut….

Dari plank  nama pemandian Bah Damanik, mobil kami terus masuk kedalam sekitar  10 menitan, jalan pelan-pelan , dan akhirnya sampai ke pelataran parkir mobil dan sepeda motor. Untuk tarif parkir disini dikenakan Rp.  15.000.- per mobil, kalo bisa dinego saja,  bisa aja jadi Rp. 10.000 per mobil, soalnya belum ada aturan khusus yg mengatur tarif parkir disini.

Setelah turun dari mobil kami bersiap menuju pemandian Bah Damanik dengan menuruni anak tangga, namun sebelumnya kami harus membayar retribusi terlebih dahulu sebesar Rp. 5.000,- per orang,  harusnya sih kalo di kali 14 orang  totalnya, Rp. 70.000.-  tapi kami minta diskon jadi kami hanya bayar RP.  60.000.- saja untuk 14 orang, lumayan..

BTW nih, tarif Rp. 5.000.- itu hanya untuk mandi-mandi di pemandian, naik rakit, dan untuk kamar kecil, sedangkan untuk sewa pondok di kenakan Rp. 25.000.- per pondok.

Selanjutnya….. acara bebas di pemandian…

59c3e9d39ec50_GatheringAdventure-BahDamanikSidamanikSiantar.thumb.jpg.a5b0bd62c8a295263bfae20c759d44bd.jpg

59c3e9d9bc05f_GatheringAdventire-BahDamanik-Sidamanik.thumb.jpg.30f988b793fbd80dd8af8539e7f78068.jpg

59c3e9d70e9c3_GahteringAdventureBahDamanik-SidamanikKjji.thumb.jpg.66e4172195ea31b0276e98d8d2b04263.jpg

 

Air nya sungguh dingin dan segar…   kami yang tidak tidur semalaman ini menjadi bugar begitu nyemplung ke air. Rasa kantuk juga hilang… kalo pakar kesehatan bilang, itu karena  banyaknya  “ ION NEGATIF “ sehingga tubuh menjadi segar….    Au  ah…….

Tips : Karena Pemandian BAH DAMANIK adalah salah satu Spot Wisata yang paling diburu wisatawan, maka datanglah pagi-pagi agar teman-teman bisa menikmati jernihnya air Bah Damanik, sebagaimana kami yang  menjadi tamu pertama di hari itu, karena jika teman-teman datangnya siang atau sore hari, sudah keburu rame orang, daaan… airnya udah nggak jernih lagi.

 

KEBUN TEH BAH BUTONG

Jam 9.30 wib kami harus keluar dari pemandian Bah Damanik, karena masih ada destinasi wisata yang harus di kunjungi yaitu  Perkebunan Teh . Kebun teh yang  ada di PTPN IV  Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari  di Kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Pematangsiantar kerap ramai disambangi wisatawan. Oleh karenanya kami juga tidak ingin melewatkan perkebunan teh  yang konon  hasil teh dari perkebunan ini adalah merupakan teh terbaik di dunia.  

Lama perjalanan dari pemandian Bah Damanik ke perkebunan Bah Butong Ini hanya memakan waktu 3 menit saja, dari kejauhan sudah terlihat plank nama milik PTPN IV yang di bawahnya bertuliskan Selamat Datang di Kebun Bah Butong.

Sesampai disana ternyata sudah ada beberapa rombongan wisatawan  yang sudah tiba terlebih dahulu, dan kamipun mengambil posisi parkir di pinggir jalan. Tarif parkir disini Rp. 10.000, per mobil tapi  di nego jadi Rp. 5.000.- saja .  Satu hal yang menjadi perhatian kami disana adalah, penduduknya yang sangat ramah,  siapapun orang nya yang kami tanya-tanya disana, mereka akan menjelaskan dengan ramahnya… kami bisa melihat dari mata mereka akan rasa ingin menolong orang lain yang membutuhkan jawaban.

 59c3ea4dd6d10_KebunTehBAhButongSidamanik-GahteringAdventureJalan2.comRegionalSUMUT.thumb.jpg.44d7ab0947c55c46d218e3af317356c1.jpg

59c3ea4b2ff20_KebunTehBahButongSidamanik-Jalan2.comRegionalSUMUT.thumb.jpg.8217fca28a11da25cd4022ec2a76c934.jpg

59c3eab30b80e_PerkebunanTehBahButong-Jalan2.comRegionalMedan.thumb.jpg.5923c435fb4c78fbc47441288ef187a1.jpg

 

Jika Anda ingin membawa oleh-oleh dari sini, ada beberapa pedagang yang menawarkan teh hijau, teh benalu, teh linting dll  yang harganya juga tidak mahal. Saya membeli  1 bungkus teh hijau seharga  Rp. 15.000.- untuk ukuran 250 gr.

 

AIR TERJUN  BAH BIAK

Setelah puas kami perfoto dan ber selfie ria di perkebunan teh Bah Butong ini, kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun  BAH BIAK,  lokasi nya tidak jauh dari perkebunan Bah Butong, sekitar 3 menit perjalanan kami sudah melihat Plank Petunjuk  menuju air terjun Bah Biak, kami pun belok ke kiri mengikuti petunjuk, sayangnya jalan menuju ke air terjun Bah Biak ini masik tanah, belum di lapisi batu krikil  apa lagi aspal hehehe.. maklumlah ini kan sebenarnya jalan perkebunan..

59c3f4fc66d6e_JalankeAirTerjunBAhBiakSidamanik.thumb.jpg.af2dddbe99fbc8ea609657d2bc7a00ac.jpg

Beberapa kali saya harus turun untuk mengecek kondisi jalan yang kami lalui, karena khawatir  kalo nanti mobil akan kepater, selip atau apalah… tapi ternyata disana tanahnya  pasir bercampur batu bukan tanah liat, sehingga walaupun berlumpur tapi bagian bawahnya keras. Sehingga aman untuk dilalui kendaraan.

Dan sekitar 10 menitan lamanya  akhirnya kamipun sampai di tempat parkiran Air Terjun Bah Biak yang letaknya berada di perkebunan teh Sidamanik. Setelah parkir , kami langsung menuju ke air terjun Bah Biak, dengan menuruni  anak tangga terlebih dahulu.  Retribusi  masuk tempat wisata ini, Rp. 2.000 per orang.

59c3eb07c4b13_AirTerjunBahBiakSidamanik-Jalan2.comregmedan.thumb.jpg.184659ffd55d76d359fffac725d911c3.jpg

59c3eb031b6d4_AirterjunBahBiakSidamanik.thumb.jpg.7ac7c62e8a96feda1101cf3786a8c19b.jpg

59c3eb0bec260_AirTerjunBahBiak-Sidamanik.thumb.jpg.6c58deda9020dc7acf5f056047979ea9.jpg

 

Sesampai di air terjun Bah Biak kami langsung ambil posisi cantik untuk jeprat-jepret. Namun karena hari sudah mulai siang kamipun tidak sempat untuk basah-basahan disana,  karena harus melanjutkan  destinasi  selanjutnya, “ BUKIT SIPOLHA “.

Seyogyanya  kami  berencana mengunjungi  BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG  terlebih dahulu sebelum menuju Bukit Sipolha, namun karena pertimbangan waktu  akhirnya kami memutuskan untuk men-skip kunjungan ke Simarjarunjung. Next Time lah kami akan kesana.

 

BUKIT SIPOLHA

Rasa nya sudah tengah hari dan perut pun mulai lapar, dalam perjalanan menuju Bukit  Sipolha,  kami singgah di rumah makan padang yang ada di desa Sait buttu,  untuk membeli nasi bungkus, yang rencananya akan kami nikmati nanti  pas di Bukit Sipolha.  Setelah membeli  nasi bungkus, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah beberapa menit sampailah kami di pertigaan antara Jalan Pematang Purba dan Jalan Simarjarunjung.  Jika belok kekanan menuju Simarjarunjung dan Tigaras, sedangkan jika belok ke kiri menuju Sipolha dan Parapat, maka kamipun memilih belok ke kiri jalan yang menuju ke Bukit Sipolha dan Parapat.

Selama perjalanan menuju bukit sipolha, kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan, kilauan air danau toba terlihat dari kejauhan, didalam mobil teman-teman pada kegirangan melihat pemandangan pinggiran danau toba yang begitu indah. Dan sekitar 30 menitan kami sampai di persimpangan menuju Bukit Sipolha,  kami pun menyusuri jalan sempit yang berbatu  dan sedikit curam, namun bagi kami itu sudah biasa, jadi ya santai sajah…

Sekitar 10 menitan sampailah kami di pelataran parkir yang sederhana dan mobil kamipun ambil posisi parkir yang strategis sesuai dengan arahan tukang parkir.

Sayangnya Sesampai kami di parkiran, hujan turun dengan deras, sehingga kami  tidak bisa langsung naik ke Bukit Sipolha, tapi kami mampir di warung kopi, sembari menunggu hujan reda,  sekalian lah nyantap nasi bungkusnya,  Udah lapar….

Baru sekitar setengah jam  hujan mulai reda.. dan akhirnya cuaca kembali panas, maka saatnya untuk naik keatas Bukit Sipolha yang selama ini sudah di impikan…

59c3ebb8ad63a_BukitSipolhaSamosir3.thumb.jpg.367187c2ef381eb261a3fa23be6ad024.jpg

59c3ebbebe393_BukitSipolhaSamosir.thumb.jpg.78b08668b56f12c94491eb68971f8fec.jpg

59c3ebbbe7492_BukitSipolhaSamosir2.thumb.jpg.bb31845c1f215c9cf6ecaf50655ea8a7.jpg

 

PENYEBERANGAN TIGARAS

Setelah berpuas-puas di Bukit Sipolha, kami harus segera menuju ke pelabuhan Tigaras, karena kami harus mengejar jadwal penyebrangan  jam 15.15 WIB, menuju Simanindo, Samosir.

Sesampai di Pelabuhan Tigaras, sudah ada 12 mobil yang mengisi palataran pelabuhan dan mobil kami masuk pada urutan 13 dan 14, amanlah. Karena  Kapal penyebrangan hanya bisa memuat 15-16 mobil saja, dan sisanya akan di masukan ke jadwal berikutnya.

Saya langsung  menuju Loket  untuk membayar administrasi penyebrangan,  dengan perincian sbb: Untuk Minibus  Rp. 96.500, Penumpang  6 orang dewasa ( Supir tidak dihitung) Rp. 40.200,  jadi perorangnya Rp. 6.700.- Asuransi keseluruhan 6.550 jadi totalny Rp. 143.250.-  untuk Retribusi parkir per mobil  Rp. 10.000 per mobil tapi negolah jadi Rp. 5.000.- bisa kok.

59c3ec29c1166_PenyebranganTigaras-Jalan2.comRegionalSUMUT.thumb.jpg.75c21b7eb1b801f30b494cd76ad402b8.jpg

Waktu penyeberangan sekitar 40 menit dari Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo.

 

TUGU SITIO TIO

Selepas keluar dari Dermaga Simanindo kami langsung mampir ke Tugu Sitio- tio untuk sekedar berfoto-foto saja, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju  Wisma AGAPE yang berada di Tomok, Samosir.

59c3ec85b53fc_TuguSitio-TioSimanindo.thumb.jpg.60f72db12d1f6d254e8175fc90971a74.jpg

Perjalanan dari Pelabuhan Simanindo ke Tomok memakan waktu sekitar 50 menitan, dengan kecepatan sedang antara 30-40 km/jam.

 

PENGINAPAN WISMA AGAPE, TOMOK, SAMOSIR.

Sengaja Kami memilih Wisma  Agape  karena secara harga cukup murah, untuk kamar berisi 6 ranjang seharga Rp. 180.000,- + 10% ppn + uang kebersihan Rp. 10.000 per orang. Lumayanlah untuk menghemat budget, tapi dengan catatan tidak ada air minum, tidak ada sarapan.  It’s OK air mineral kami sudah lebih dari cukup.  Kondisi kamar cukup bersih, kamar mandi besar dan juga bersih. Kami memesan 2 kamar, 1 kamar untuk para ladies dan 1 kamar lagi untuk para cowok..

Untuk makan malam kami beli nasi bungkus kerumah makan padang, FYI  untuk temen-temen yang muslim tidak perlu  khawatir, karena di Tomok, cukup banyak rumah makan Muslim . Untuk masalah harga, sepertinya sudah pada kompakan  antara rumah-makan satu dengan yang lain. Yaitu harga rata-rata Rp. 20.000.-  untuk nasi bungkus pake ayam maupun ikan, kecuali ikan Lele harganya Rp. 18.000.- perbungkus.  Lebih mahal sih memang jika dibandingkan dengan yang di jual dikota Medan yang  sebungkusnya hanya paling  9.000 – 11.000 saja. Tapi yah maklumlah mungkin karena ini tempat wisata, yang penting masih ada makanan yang bisa kami makan.

59c4b289aede5_TukarKado1.thumb.jpg.27189c9a6e248a7f5b6e0032cca51fc4.jpg

59c4b28c69923_TukarKado.thumb.jpg.eea7b6ea8dfdffa2eb1a19b81e601e8b.jpg

Setelah makan malam bersama, kami melanjutkan dengan acara tukar kado, dimana kado ini sudah kita sepakati  harganya Rp. 10.000.-  saja, dan tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk mencari kado seharga Rp. 10.000.-  udahlah… yang penting ada kado .. hahahaha:kesengsem

Setelah acara tukar kado selesai , temen-temenpun sudah tidak sabar menuju tempat tidurnya masing-masing, maklumlah pada kurang tidur ditambah full day wisata jadi tidur malam ini sangat lelap…

59c3ece690ab9_WismaAGAPE-TomokSamosir-Jalan2.comRegionalSumut.thumb.jpg.c4d4febf850170640b785d0fecfe88aa.jpg

59c3ece9d6cca_WismaAGAPE-TomokSamosir-Jalan2.comRegionalMedan.thumb.jpg.9fdb2026aaf3c2fed40e22f5a6e88184.jpg

Pagi harinya, untuk meregangkan otot kami  zumba dan aerobik  ala kadarnya, yang  penting  otot-otot tidak kaku dan badan berkeringat.. di lanjutkan dengan mandi pagi di danau toba… segeerrrrr..:dance

 

WISATA BELANJA DI TOMOK , 10 September 2017 ( day 2 )

Jam 8 pagi kami harus beres-beres dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan wisata, destinasi pertama  adalah pusat oleh-oleh / kerajinan di Tomok, temen-temen pingin beli oleh-oleh buat dibawa pulang. Jadi silahkan berbelanjaa…  sekali lagi mereka beruntung, karena mereka dapat harga bukaan dasar…

59c3ed65ecd80_WisataTomokSamosir.thumb.jpg.29871e60eaa1a42f28df6e6fd6b7b8fb.jpg

 

PEMANDANGAN PULAU TAO

Sebenarnya dari Tomok kami ingin langsung menuju Pantai Pasir Putih Parbaba, tapi ditengah perjalanan kami melihat pemandangan yang lumayan indah, yakni pemandangan pinggirian danau dengan background Pulau Tao, jadi kami mampir sejenak sekedar untuk perphoto-photo.

Yang penting happy…:foto2:kesengsem

59c3edb177058_Gatheringadventure-PulauTao-Samosir.thumb.jpg.2a62396b4b114ebf3265b54af623d50c.jpg

59c3edae8ec93_Gatheringadventure-PulauTao-SamosirKjji.thumb.jpg.ae1cfd79348671a656631846bdefb69d.jpg

 

PANTAI PASIR PUTIH PARBABA

Mungkin sebagian dari kami sudah ada yang pernah ke mari,  tapi pergi bersama teman-teman komunitas tentu lebih berbeda & seru. Tiket masuk pantai pasir putih parbaba  Rp. 2.000.- per orang, jadi untuk 14 orang RP. 28.000.- namun seperti biasa kami minta diskon, jadi hanya bayar RP. 25.000.- saja.

Rencana kami memang ingin makan siang di Parbaba, makanya pada saat kami masih di Tomok pagi tadi, kami sudah membeli  nasi bungkus terlebih dahulu.

Kami menyewa tikar seharga Rp. 30.000.- untuk kami duduk dan makan siang bareng-bareng, sayang duitnya sih sebenarnya karena kami hanya memakainya untuk makan siang saja, dan setelahnya kami sudah kearah tepi danau untuk berphoto ria.

59c3ee0787b1f_PantaiPasirPutihParbaba-Samosir.thumb.jpg.047ecb8cebb6518396734a7d3bf1eeff.jpg

59c3ee0489f26_PantaiPasirPutihParbabaSamosir-Jalan2.comRegionalSumut.thumb.jpg.964d8d749dd2bc5d30046d1f47d138bf.jpg

Dari semua pantai pasir putih yang ada di Samosir, Pantai Pasir Putih Parbaba inilah yang paling ramai dikunjungi, mungkin karena  namanya yang sudah dikenal  orang terlebih dahulu, dan fasilitas permainannya yang cukup banyak, sehingga wisatawan menjadikan pantai pasir putih Parbaba sebagai destinasi pilihan.

 

PEMANDIAN AIR HANGAT – AEK RANGAT

Setelah dari pantai pasir putih Parbaba, kami melanjutkan perjalanan ke AEK RANGAT,  namun terlebih dahulu kami harus mengisi BBM kendaraan di kota Pangururan  yang merupakan ibu kota kabupaten Samosir. 

Nah Bagi teman-teman yang membawa kendaraan ke pulau samosir, sebaiknya isilah BBM terlebih dahulu disini. Karena SPBU di Pulau Samosir hanya ada di sini. SPBU terdekatnya adalah di Parapat, dan  Simpang tiga Jalan menuju Sidikalang  itu jika temen-temen ingin pulang ke Medan melalu Tele, Jauh bukan ?

Setelah isi full BBM, kami menuju ke Aek Rangat, sampai di Aek Rangat kami membayar retribusi masuk RP. 2000. Per orang,  dan kami angsung menuju keatas dimana  tempat biasa orang-orang berfoto dengan background Abjad “ AEK RANGAT ".

59c3ee63220ec_AekRangat-HotSpirngPangururuan-Jalan2.comRegionalMedan.thumb.jpg.cbfcc83b403c463f7402dbd0caa099ed.jpg

59c3ee665c2c3_AekRangat-HotSpirngPangururuan-Jalan2.comRegionalSUMUT.thumb.jpg.fa70fcfdbeb4f89badcb03b675c49c86.jpg

59c3ee5f618eb_AekRangat-HotSpirngSamosir-Jalan2.comRegionalMedan.thumb.jpg.d426e23ec8a3f027ff19b681c3575f10.jpg

 

Jika kami menginap satu malam lagi disini mungkin kami akan menikmati hangatnya air belerang dikawasan ini, namun karena kami masih punya beberapa destinasi  lagi, maka kami harus melanjutkan perjalanan. Dan tujuan kami selanjutnya adalah Tempat Wisata AEK SIPITUDAI atau Air Tujuh Rasa.

 

AEK SIPITUDAI

Aek Sipitudai yang berarti Air Tujuh Rasa ini sudah sangat tersohor namanya dari dulu kala, namun beberapa temen-temen ada yang belum pernah mampir kemari untuk melihatnya secara langsung. So tentu saja tempat ini menjadi destinasi yang tidak boleh di lewatkan.

Tiket Masuk Ke Tempat wisata ini RP. 2.000.- per orang,  parkir Rp. 10.000.- per mobil, bisa saja dinego jadi  RP. 5000.- per mobil. Tips Guide   sukarela saja.

59c3ef0e722b8_AekSupitudaiSianturMula-mula-Jalan2.comRegionalSumut.thumb.jpg.4037a23ef09d0bddf46b7c761088e589.jpg

59c3ef1256a96_AekSipitudaiSianjurMula-mulaSamosirSumateraUtara-Jalan2.comReg.Medan.thumb.jpg.1641c6966ba824e4adbff13b7c98b0f5.jpg

Yang menjadi menarik para pengunjung adalah rasa airnya,  penasaran” mengapa airnya bisa berbeda rasa  di setiap pancurannya ”, karena mata airnya berbeda ?  itu benar, tetapi dari semua mata air itu airnya megalir kedalam satu kolam penampungan dan bercampur menjadi satu. Dan dari kolam penampungan itulah airnya di alirkan ke dalam 7 Pancuran yang berbeda. Pendeknya  satu penampungan 7 pancuran tapi rasanya beda.:bingung:terpesona

Untuk hal yang satu ini, tentu ada penjelasan  secara ilmiahnya, namun saya sih menganggap ini adalah keajaiban yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

 

BUKIT HOLBUNG ( DOLOK HOLBUNG )

Nama Bukit Holbung Baru mencuat beberapa tahun terakhir ini, keindahan pemandangan danau toba dari puncak bukit Holbung ini tidak diragukan lagi, bahkan  orang-orang yang sudah pernah kemari pun masih ingin kembali kemari hanya demi pemandangan yang menakjubkan.

Tidak luput pula banyaknya informasi yang kurang pas mengenai Bukit Holbung ini, menjadikan banyak perdebatan  diantara netizen  mengenai  letak posisi bukit ini. Ada yang mengatakan  terletak di desa holbung, desa Janji Martahan, desa Hariara Pohan.

Yang benar dan bisa di validasi kebenarannya adalah, Bukit Holbung / Dolok Holbung, berada di Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Anda bisa cek via Map batas desa milik pemerintah daerah maupun bisa melalui Google map.

Terlepas dari perdebatan letaknya dimana, yang jelas Bukit Holbung ini menjadi daya tarik tersendiri  bagi para pecinta wisata, terutama bagi para Celebgram. Untuk mendapatkan  hasil photo dan view yang bagus, memang untung-untungan, karena cuaca disini sangat cepat perubahannya. Terutama jika di musim hujan seperti sekarang ini. Namun secara keseluruhan pemandangan Bukit Holbung tetap Indah di cuaca apapun.:kesengsem:foto2:rate:terpesona

Sampai saat ini tidak ada kutipan retribusi apapun, selain parkir sebesar RP. 5000.- per mobil

59c3ef9a9744a_BukitHolbungDolokRajaHarianSamosirSumateraUtara-Jajan2.comReg.Medan.thumb.jpg.50d131a50bd9db5b254f68f855acbad2.jpg

59c3ef973fa14_BukitHolbungDolokRajaHarianSamosir.thumb.jpg.18f95584801b6543bbb83d28f7b63b22.jpg

59c3ef9431402_BukitHolbungDolokRajaHarianSamosirSumateraUtara-Jajan2.comReg.Sumut.thumb.jpg.ed0bfa11810b253921c6dcf9977dc58a.jpg

Setelah puas kami di bukit holbung, kamipun kembali melanjutkan destinasi berikutnya, yakni air terjun Sampuran Efrata.  Namun karena waktu Ashar sudah tiba, mampirlah kami  ke Masjid yang ada di pinggir jalan di desa Janji Martahan untuk sholat Ashar.  Sekalianlah kami numpang buang air kecil di sana soalnya udah kebelet sedari tadi.:tersipu

Tips :

Bawalah makanan, karena udara yang dingin Anda pasti akan cepat merasa lapar, dan disini tidak ada satupun penjual makanan.

Jika Anda berkunjung kemari, sebaiknya memakai sendal gunung atau sepatu tracking, karena anak tangga bisa licin bila habis diguyur hujan.

Kenakanlah Jaket untuk menahan udara dingin, dan topi jika cuaca panas.

Karena background pemandangan  mayoritas berwarna hijau, maka pakailah pakaian yang cerah selain hijau, agar jika di photo  akan terlihat lebih bagus alias mentereng....:rate

Jika Anda kemari menggunakan sepeda motor, sebaiknya persiapkan mantel, atau setidaknya plastik pelindung tas dari air. Karena curah hujan disini tinggi. Satu-satunya tempat berteduh disini hanyalah pos penjagaan yang ukurannya kecil. Tapi jika Anda membawa tenda ya tidak akan menjadi masalah.

 

AIR TERJUN SAMPURAN EFRATA

Air terjun Efrata ini berada di desa Sosor Dolok, kecamatan Harian, kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Jaraknya sekitar 20 km dari kota pangururan,  sebenarnya jalan menuju  Air terjun Efrata ini searah dengan jalan menuju Bukit Holbung. Namun kami melewatkannya , karena kami mau mengunjungi Bukit Holbung terlebih dahulu.

Baru setelah kami pulang dari bukit holbung, kami mampir ke Air Terjun Efrata ini. Tarif masuknya Rp. 2.000 per orang, dan parkir  Rp. 5000 per mobil.

Setelah turun dari mobil kami langsung menuju air terjun, yang letaknya tidak jauh dari rumah warga.

Sebenarnya air terjun Efrata ini sangat indah, namun sepertinya tidak banyak wisatawan yang datang kemari, mungkin karena letaknya jauh dari tempat wisata utama Samosir, seperti Parapat, Tuk Tuk dan Tomok.

59c3f064a1ea9_AirTerjunSampuranEfrata-Jalan2.comregMedan.thumb.jpg.2ea8090efcb8439919160e50a367a8a3.jpg

59c3f0619d2c1_AirTerjunSampuranEfrataSosorDolokHarianSamosir-Jalan2.comRegionalSumut.thumb.jpg.579d65c68711939e28bf58681c4d9d39.jpg

Saran :  Jika Anda mengunjungi Air terjun efrata, sebaiknya membawa bekal makanan yang cukup, minimal cemilanlah, terutama bagi yang muslim. Karena di sekitar air terjun hanya ada satu yang jual makanan, dan  mungkin tidak bisa dikonsumsi oleh temen-temen yang muslim.

 

MENARA PANDANG TELE

Dari Air terjun Efrata, kami langsung menuju TELE, sebagai destinasi terakhir yang bisa kami kunjungi . Tepat pukul  18.30 wib kami sampai di Menara Pandang Tele. Sebenarnya kami khawatir jika sampai di tele ini hari sudah gelap, tapi Alhamdulillah, pukul 18.30 itu cuaca masih belum terlalu gelap, masih terlihat jelas pemandangan gunung pusuk buhit yang  menjulang tinggi dan pinggiran danau toba yang terlihat indah.

59c3f0bc467e3_MenaraPandangTeleSamosir.thumb.jpg.cabd323adfed6fdbc1687c02e0b5f1b5.jpg

Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan pemandangan  yang menakjubkan ini, sayangnya  tidak bisa lama, karena hanya dalam beberapa menit saja hari sudah gelap dan malam pun tiba.:tercengang

Tiket masuk Rp. 2.000 per orang, Toilet Rp. 3.000

Setelah selesai photo-photo, kamipun melanjutkan perjalanan pulang ke Medan.

Tips :

Karena tidak ada Rumah makan disini, jadi sebaiknya belilah Cemilan untuk mengganjal perut.

 

PERJALANAN PULANG KE MEDAN

Tepat Pukul 19.00 wib, kami bertolak dari  Menara Pandang Tele, menuju Medan.  Kami melintasi jalan Dolok sanggul-Sidikalang, selama perjalanan kami tidak melihat adanya rumah makan yang buka, padahal kami sudah mulai lapar, dan persediaan cemilan sudah menipis.

Dan setelah beberapa jam diperjalanan sampailah kami di simpang tiga Sidikalang, kami merasa senang karena kami melihat ada rumah makan yang buka, namun sayangnya  itu rumah makan untuk non halal, sehingga kami tidak jadi singgah dan harus melanjutkan perjalanan lagi sambil berharap ada rumah makan yang buka, tapi ternyata tidak ada satupun  rumah makan yang buka, mungkin karena sudah malam dan hujan pula, sehingga rumah makan tutup lebih awal.

Sesampainya di Sumbul, sebenarnya kami ingin pulang lebih cepat, dengan melewati jalan besar Medan Sidikalang, namun saya mendapat informasi dari beberapa teman yang kemaren malamnya melewati jalan tersebut, mengatakan bahwa ada beberapa titik rawan longsor,  dan mobil temen saya juga hampir terkena longsoran pada malam itu. Selain longsor jalanan juga sangat berkabut jarak pandang hanya sekitar 5 meter  jika melintas diatas jam 9 malam, apalagi ini musim hujan.

Sehingga  sebagai ketua team Adventure  saya memutuskan untuk mengambil  jalan amannya saja, dengan pertimbangan keselamatan, meskipun  dengan resiko jalan lebih jauh dan lebih buruk, mau tidak mau kami harus tempuh melalui  jalan Silalahi, menyusuri pinggiran danau toba hingga akhirnya sampai ke Tongging, dan dari tongging kami naik menuju simpang merek , tepat pukul  22.30 malam kami sampai disana,  dan kami berhenti di salah satu rumah makan yang masih buka, kamipun memesan makanan dan makan dengan lahap saking laparnya..:makan:terharu

Setelah makan  kami melajutkan perjalanan pulang, alhamdulillah perjalanan lancar, dan kami sampai ke Kota Medan sekitar pikul 02.00 dinihari.  Dan masih sesuai Schedule, karena schedulenya jam 02.30 pagi sampai Medan.

 

TIPS UMUM :

1.       Sebaiknya persiapkan SmartPhone dan PowerBank dalam kondisi Full Charge, karena Anda akan banyak menggunakannya untuk berselfie ria dan merekam video, pastikan juga Anda membawa SD Card tambahan untuk menyimpan file video/foto atau sekurang-kurangnya, pindahkan dan kosongkan terlebih dahulu ruang penyimpanan Smartphone Anda.

2.       Pastikan Anda Membawa Makanan/cemilan, Obat-obatan pribadi, karena bisa jadi anda tidak akan menemukannya di perjalanan.

3.       Pastikan Anda membawa baju untuk mandi-mandi, dan baju ganti.

4.       Konsumsilah Vitamin C, agak tubuh Anda tetap Vit, selama dalam perjalanan.

 

PENUTUP

Terima kasih buat temen-temen Jalaners Regional MEDAN ( SUMATERA UTARA ), yang sudah ikutan GATHERING ADVENTURE dalam Rangka Explore Pesona Sumatera Utara,  semoga  Pariwisata di Sumatera Utara semakin baik dan maju. Amin.

Sampai Jumpa  & Nantikan Keseruan Kami di Gathering Adventure Berikutnya..... 

Peserta  Gathering Adventure : @Dhistiraz ( Kenzie Yudhistira ), @Jenatan Sianipar ( Jenatan Sianipar), @Just Fadli ( Anjas), @Vean Tristan  ( Vean Tristan), @thepo (Thepo), Rizal Jali, @Hasrol Aswad Hasrol Aswad, @Diana Rose (Diana Rose), @Diana Ray (Diana Ray), @Nur Affanny Rezky (Fanny), Rara, Muni, Sarah, Indah Jho

59c3f100609b1_GatheringAdventureend.jpg.2e0e0104016827ca4c758e8c956b4566.jpg

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Perjalanan yang sangat seru, berkesan dan menyenangkan bersama teman-teman komunitas jalan2com Regional Sumut :terpesona

Next time kita explore lagi tempat-tempat wisata yang indah di sumatera Utara ini ya temen-temen :foto2

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, Sahat said:

:kesengsem:kesengsem
wah jalan2ers regional sumut superb nih.....

kalo  ke Medan, kabar-kabari  bang @Sahat biar kongkow-kongkow kita sama anak regional medan....

12 hours ago, deffa said:

@Dhistiraz @just0682 @Jenatan Sianipar @thepo wow ini keren banget dah

seru banget itu rute2 nya, yang di samosir nya saya ada beberapa yang belum pernah. Mantap Regio Sumatera Utara lanjutkan :D 

banyak yang baru sih sebenarnya mas @deffa  hanya maren itu banyak yang kita skip karena ngejar waktu...  next time  kita gathering lagi untuk keliling Sumut

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 9/22/2017 at 10:14 PM, Dhistiraz said:

banyak yang baru sih sebenarnya mas @deffa  hanya maren itu banyak yang kita skip karena ngejar waktu...  next time  kita gathering lagi untuk keliling Sumut

next time kalau ada waktu saya mau ikutan juga :) 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By kalmura
      Masih dengan negara yang sama... United Kingdom. Oke selanjutnya di part ini gw bakal memberikan sedikit pengalaman di kota southampton dan Liverpool. hmmmm mungkin banyak dari kita yg berfikir ngapain sih ke southampton. Atau dengan kota kedua yaitu liverpool... kalo kota ini jelas impian dari semua liverpudlian di seluruh penjuru dunia. Adalah mengunjungi markas dari salah satu Club sepakbola terbaik di dunia terutama di daratan britania raya. Yups... Anfield Stadium. Selain itu di kota ini terdapat sebuan band legendaris ... yaitu The Beatles. Sebuah Grup Band yang mempunyai tempat tersendiri di hati para fans nya.
      Oke melanjut ke kota yang mungkin gak banyak orang tau mengenai kota ini. Southampton. Ada apa sih disini??? Sebuah kota pelabuhan di Inggirs bagian selatan. hmm kalo mengenai sejarah dari kota ini bisa lu pada buka di mbah google aja hehehe... yang menarik dari kota ini menurut ane adalah... Titanic. yaaa kapal titanic yang legendaris yang walaupun pada saat itu mendapat banyak penghargaan namun aktor pria si om ganteng leonardo dicaprio justru tidak mampu meraih penghargaan walaupun doi sudah susah payah melukis rose yang di perankan oleh kate winslet. Ups.. Tapi bukan lukisan itu point nya. disini lah bermula perjalan Kapal Titanic yang legendaris itu.
      Sebenernya gw ke kota ini hanya one day trip aja... Ya di karenakan ada temen gw yang dulu satu kantor lagi dapet beasiswa sekolah di University Of Southampton. Oke kita mulai aja perjalanan dari London ke Southampton.
       
      london - Southampton
      Dari london gw menggunakan moda transportasi Bus, yaitu menggunakan National express. Hmmm menurut gw harga nya cukup mahal karena gw on de spot untuk beli ticketnya. harga nya 16.50 GBP. cukup mahal, hanya memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit waktu tempuh. Dari london ticket bus bisa di beli di Victoria Station for coach (dalam bahasa inggris bus = coach). Jadi perlu di ketahui kalo Victoria Station ini cukup membingungkan. Pake GPS gw 2x salah jalan hahaha.... karena di sini ada stations buat kereta juga. Jadi untuk terminal coach nya agak berjarak 500m dari terminal kereta.
      Oke lanjut ke pembelian ticket. Ticket bisa lu beli di mesin atau di counter penjualannya. Di station ini ada beragam maskapai bus dan destinasinya. mau destinasi domestik ataupun international semua ada di terminal ini. Mulai dari Megabus, National express, eurolines dll...
      Karcis dari London ke Southampton

       
      Southampton

      Menurut gw kota ini enak... entah karena gw cuma one day trip kesini atau memang karena kota ini kota pelabuhan yang memiliki rasa tersendiri.
      Memorial of Titanic

       
      Layaknya kota-kota di Britania Raya, rivalitas sebuah club sepakbola memang cukup menjadi topic yang sangat menyenangkan. Dimana disini terdapat dua buah club English Premier League yaitu Southampton dan Pourthmouth.
       
      Stadion Kebanggaan Southampton ST. Mary's Stadium

      Hmmmm.... menurut gw sih emang gak banyak tempat wisata di southampton, tapi karena gw mw lepas kangen aja ama temen gw di sini hehehe...
      Karena otak gw gak sanggup kalo harus beasiswa di Universitas ini, ya foto disini aja udah gud lah bwt gw... hahahaa

       
      Sore harinya gw balik ke london,,, untuk melanjutkan perjalanan ke esokan hari ke Liverpool....
       
      ......... Go to Liverpool......
      Memulai perjalan melalui Victoria Coach Station... Gw mempercayakan perjalan menggunakan Megabus.. dengan harga London - Liverpool 7 GBP. Yang gw beli jauh hari sebelum berangkat. Perjalanan dari London ke Liverpool sekitar 5 jam perjalanan. Menurut gw mega bus cukup nyaman, ada colokan untuk charger hp juga... untuk seat kita bebas me duduk dimana, karena bus ini bertingkat lu pada bisa pilih aja,, siapa cepat dy dapat... hehehe
      Sampai di liverpool pemberhentian bus terakhir adalah di liverpool one station. dan letaknya di pusat kota liverpool. Dikarenakan gw nginep di YHA Liverpool, maka gw cuma jalan sekitar 500an m aja... kalo gak salah hehehe... sesampai nya di Liverpool gw disambut hujan... huft...
      Liverpool.. The Merseyside City kota tepi sungai yang legendaris...

       
      Liverpool Bis Station memang tempat yang strategis... Di depan terminal tersebut ada bangunan bernama Albert Dock yang juga menjadi icon kota liverpool. Kemudian memasuki area tersebut terdapat museom dan yaa... The beatles museum.

       
      Di sekitar area ini juga terdapat pusat perbelanjaan yaitu John Lewis.
       
      Gak lengkap memang jika berkunjung ke kota ini tanpa mampir ke Anfield stadium... Untuk menuju ke anfield melalui liverpool one bus station. dengan menunggu coach no 26 untuk berangkat. Melalui coach no 26 ini lu bisa turun di depan stadion pas. Dengan harga ticket untuk sehari adalah sebesar 4.20GBP. Jadi dalam satu hari lu bisa naik turun bus terserah kmn aja. Kemudian untuk kembali dari anfiled ke kota lu bisa menggunakan bus no 27.

       
      This is Anfiled....
      mimpi dari sekian banyak orang untuk bisa berada di sini... dan gw adalah bagian dari sedikit orang yang berkesempatan mengunjungi tempat ini.

      Yaps liverpool... Bahkan dulu gw pikir hanya ada dalam mimpi aja gw bisa ketempat ini... dan ternyata Tuhan mewujudkan salah satu mimpi gw...
       
      hmmm mungkin sekian aja dulu FR dari daratan Britania Raya....
       
      "You'll Never Walk Alone"
    • By nashir
      Setelah 4 malam stay di Orchid Hostel, Hari ini kita checkout dan Pindah ke Golden Mountain Hostel yang baru aja kemarin kita booking, Karna tinggal itu satu-satunya hostel di kawasan Khaosan Road yang tersedia untuk 16 orang. Harga per malamnya Rp 180.000/orang. Kita mesen 2 Room, 1 Room Female Dormitory untuk 8 orang & 1 Room lagi Mixed Dormitory untuk 8 orang juga.   Lagi siap-siap checkout di kamar, Teh Doll nyamperin aku ngasihin Kalung Yes or No pesenan aku titipan dari P'Ian. Oh iya lupa heu. Buat apa kalung gituan? Kalau kalian mau tau buat apa kalung itu coba deh nonton film Yes or No 2 yang di peranin sama Kim (Tina) & Pie (Sushar) Dibadan kupu-kupunya bisa nyelipin gulungan kertas pesan gitu. Kalung ini bakal aku jadiin salah satu mas kawin untuk pernikahan aku nanti #uhuk (Jomblo ngebahas nikahan #SikatMang). Harganya sih lumayan 900 Bath (Rp 360.000) harga asli dibarcodenya 990 THB (mungkin lagi diskon) Jadi kalau dikasihin ke cemewew terus putus kan sayang, Soalnya kalung ini Original, Limited Edition, Gak gampang dapetinnya & gak ada KW nya haha. Jadi aku siapin buat mas kawin aja *LOL*   Kalung Yes or No Original (:     Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 1   Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 2   Setelah semua siap aku minta tolong ke penjaga Orchid Hostel tolong panggilin 4 Taxi, Gak lama 1 per 1 taxi pun datang. Setelah ngobrol panjang lebar antara s penjaga hostel dan 4 supir taxi akhirnya kita berangkat dan semua nyasarrr karna supir taxi gak begitu hapal jalan dan Voucher Hostel ini gak aku print, Cuman ada di handphone aku doang, cuman 1 taxi yang nyampe cepet duluan gak nyasar. Ongkos taxi yang aku naikin 103 Bath dibagi 4 orang jadi masing-masing 26 Bath.   Grup perempuan yang duluan nyampe mereka langsung checkin hostel tanpa nunjukin bukti bookingnya. Haiihh pantes aja pas aku nyampe aku jadi rada pabeulit sama s penjaga hostel yang nanyain bukti booking mereka. Gimana mereka mau nunjukin... aku sendiri aja gak punya printnannya huhu. Setelah aku tunjukin di email baru lah semua clear huh. Tapi kita gak bisa langsung masuk kamar karena masih terlalu pagi, belum bisa checkin. Akhirnya kita semua nitipin barang dulu aja menuhin lobby hostel haha Setelah itu nyari tuk-tuk ke Siam 120 Bath dibagi 5 jadi 24 Bath/Orang.     Awas Salah Focus!   Dari depan Siam kita jalan naik ke BTS National Stadium beli ticket tujuan Asoke 31 Bath. Lalu kita ke Terminal 21. Di Terminal 21 ini semacam Mall tapi tiap lantainya beda-beda konsepnya. Tiap lantai ngambil konsep 1 negara jadi tiap lantai juga toiletnya beda-beda tergantung negaranya.     Sebelum explore mall ini yang belum punya internet aku suruh register dulu di bagian Informasi, cuman nunjukin paspor doang nanti kita dapet user & password untuk login wifi berlaku 1 tahun. Karna aku masih punya akun taun lalu, jadi aku gak perlu daftar lagi tinggal login aja dan menikmati fasilitas wifi gratis di seluruh area Terminal 21.     Disini sih mau belanja bisa, cuman liat-liat / foto-foto juga oke dan makan di foodcourt sini murah banget...     Setelah semua makan kita mau nyobain MRT. iyah nyobain MRT doang tanpa ada tujuan yang jelas 5555+ Bedanya MRT sama BTS apa? kalau BTS tuh jalurnya di atas jalan nah kalau MRT dibawah tanah, Karna semuanya pingin nyobain naik MRT kita jalan dulu kebawah dikit dari Terminal 21. Udah nyampe di Station MRT kita beli koin MRT jurusan Sukhumvit - Rama 9 dengan harga 19 Bath. Oh ya bedanya lagi BTS sama MRT kalau BTS menggunakan semacam ticket kertas kalau MRT menggunakan semacam koin hitam, Keduanya sama cara pakenya tinggal di tap aja. Oh ya kalau beli ticket BTS harus pake uang koin kalau MRT bisa pake uang kertas.     Setelah semua dapet bergegas lah kita menuju MRT, cuman s teh (sebut saja Mawar nama disamarkan) ada sedikit trouble gitu, udah di tap koinnya tapi gak ngebuka-buka s pintunya. Karna aku ada di belakangnya aku cobain tap pake koin aku dan kebuka, Dia bisa masuk #eh aku kejebak gak bisa masuk TOT TOT TOT bunyi dari s mesinnya, gara-gara ini aku ditarik sama petugas huhu,-   Setelah ditanya-tanya sama petugas dalam Phasa Thai yang sedikit aku ngerti artinya tapi gak tau jawabnya apa, Aku jawab aja pake bahasa Indonesia haha. Jadi dia tanya : ini koin beli dimana, tujuan kemana? pake Phasa Thai. Aku jawab pure pake bahasa Indonesia: Mau ke Rama 9, beli koin barusan disitu cuman tadi kayaknya ke tap buat temen aku gitu. Dan koin aku langsung dia ambil terus diganti sama koin baru dan lolos deh wkwkwk Ngomong mah pake bahasa apa aja weh yang penting nyambung 5555+       Setelah naik & turun dari MRT kejadian serupa terjadi lagi. Koin nya s Teh Mawar ilang katanya gak ada, sementara yang lain semua udah pada nunggu diluar, cuman terakhir aku doang sama dia. Sebenernya aku lagi BT sama dia, kalau aku engga baik mah paduli teuing da udah aku tinggalin, cuman karna aku baik dan gak tegaan.. ya udah aku tungguin sambil dia nyari koinnya. setelah di ubek-ubek sakunya akhirnya ketemu juga tuh koin dan bisa keluar.   Karna naik MRT ini emang cuma "pingin nyobain" aja tanpa ada tujuan, gak tau deh mau kemana lagi, kalau malem sih di Rama 9 kita bisa dugem di RCA cuman karna masih siang jadi gak tau mau kemana lagi, aku belum pernah explore daerah Rama 9 cuman pernah ke RCA nya aja. Tadinya sih mau balik lagi ke Sukhumvit terus naik Taxi dari sana ke Mall Platinum, cuman karna berhubung di depan kita juga banyak taxi aku coba tanya, bisa gak nganterin kami ke Mall Platinum dan ternyata bisa. 1,2,3 taxi gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah huhu. Taxi dari Rama 9 ke Mall Platinum 67 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 17 Bath.   Sampe di Platinum kita semua gak barengan jadi mencar tanpa ada yg ngabarin meet pointnya dimana. Ya udah santai ajalah kata aku, kita belanja dulu aja. Setelah jalan dari lantai ke lantai nemu lah 1 toko jam yg lagi diskon!!! Jam nya keren-keren dan murah banget, 1 nya cuma 99 Bath aku beli 2 jadi 198 Bath. hihi lumayan (:     Udah itu kami ber 4 langsung ke Foodcourt karna aku, Bro Sendy & Bro Denny tadi belum sempet makan di Terminal 21. Aku seperti biasa makan Spicy + Pepsi di KFC 99 Bath. Lagi makan #eh ada grup nya Karin nyamperin minta dianter ke tempat belanja yang murah. wokeh tunggu aku selesai makan. Udah itu langsung aku ajak mereka ke tempat langganan aku yang waktu itu diajak kesini sama temen dari Backpacker Dunia, Teh Anna.   Oh ya penjualnya disini bisa Bahasa Indonesia loh dan orangnya friendly banget jadi bisa nawar-nawar santai pake bahasa Indonesia, kan kalau nawar-nawar pake Phasa Thai lumayan ribet juga. Yang lain sih pada ngeborong, tadinya aku juga mau ngeborong lagi tapi karna uang aku ilang 500 Bath jadi aku cuma beli gantungan gunting kuku aja 120 Bath (setelah diskon)  karna aku ngajak banyak temen-temen aku belanja disini jadi aku minta diskon dan minta bonus hihi dikasih lah masing-masing 1 gantungan kunci bentuk gajah hihi Khob Khun :)       Udah itu kita semua kumpul di lantai dasar dan mau langsung lanjut ke Chocolate Ville, setelah semua kumpul ternyata ada yang belum sempet belanja karna katanya dari tadi mereka cuman muter-muter dan gak nemuin kami. Ya udah aku ajak balik lagi mereka ke atas ke tempat tadi kami belanja. Oh ya letak toko ini dibelakang foodcourt lantai atas, Cari aja Kalaya Handicraft. Karna tadi belum sempet foto sama s tetehnya yang aku lupa namanya, Setelah pada selesai belanja aku minta foto deh ber 2 sekalian promosiin toko dia heheu.     Setelah semua belanja kirain teh bakal ada yang ngasih sesuatu buat aku gitu & ternyata engga -__- Disitu saya kadang sedih,-   Okelah kita langsung nyebrang dari Platinum nyari taxi disana, Taun lalu juga dengan rute yang sama dari sini susah banget dapetin taxi yang mau nganterin kita ke Chocolate Ville padahal waktu itu kami udah di bantu sama member Couchsurfing asli orang Thailand. Cuman mungkin kali ini aku udah mulai bisa dan terbiasa pake taxi di Thailand jadi gak terlalu susah. Seperti biasa taxi ke 1,2,3 gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah dan sialnya kenapa aku harus selalu kebagian setaxi dengan s mawar #arrggHHHH!!!! Hari ini udah 3x naik taxi dan selalu kebagian sama dia, sumpah di taxi selalu debat yang bikin BT luar biasa!   Setelah nyetop belasan taxi akhirnya ada juga yang mau nganterin kami ke Chocolate Ville, karna emang Chocolate Ville cukup jauh sih. Tapi untung kami kebagian taxi terakhir yang bisa pake argo dan ongkos cuma 179 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 45 Bath, sementara taxi yang lain gak pake argo jadi 300 Bath haha da setau aku, taun lalu juga sih sekitar segitu ongkos taxi nya, jadi aku negoin aja biar cepet (:     Setelah aku sampe di Chocolate Ville, yang udah nyampe duluan mereka lagi asik foto-foto huhu curang. Setelah di hitung-hitung jumlah orang yang ada kurang... Ada 1 taxi lagi yang belum nyampe dan setelah cukup lama nunggu akhirnya mereka sampe dan katanya dibawa nyasar sampe ke Asiatique wkwkwk Sabar yah itung-itung udah ke Asiatique duluan karna rencana kita selesai makan malam di Chocolate Ville baru mau ke Asiatique.   Oh ya Chocolate Ville tuh seperti "Eropa" nya Bangkok tempatnya super-super romantis dan selalu penuh. Jadi jangan lupa reservasi tempat dulu sebelum kesini. Waktu itu sih kita di reservasi-in via telephone sama temen Thailand kita, cuman kali ini aku udah reservasi dari jauh-jauh hari Via Email untuk 20 orang walaupun yang jadi cuman 16 orang heu.       Oh ya makan makanan disini termasuk mahal heu tapi sebanding lah dengan view tempat yang begitu amazing. Apalagi kalau kamu kesini sama pasangan beuuhhh juara. Bahkan aku punya rencana nanti kalau mau preweding pingin di photo preweding disini #hahaydeuh.   Karna katanya masih pada kenyang jadi kita semua udunan mesen beberapa loyang pizza & minuman masing-masing, Aku sih ngikut aja, jadi aku pesen Pizza bareng-bareng + Mango 110 Bath. Menu yang paling murah disini seporsi yaitu nasi goreng nanas 250 Bath, taun lalu aku nyobain dan rasanya bener-bener nikmat. jadi yang mau kesini cobain deh nanti pesen nasi goreng nanas rasanya dijamin TOP, Soalnya waktu itu pernah nyobain nasi goreng nanas di resto ala Thailand di Bandung itu beda banget lah sama disini, Kalau disini mah beneran nasi goreng nanas, disana mah nasi goreng cangkang nanas 5555+   Sambil nungguin pesenan datang semua langsung nyebar untuk foto-foto, Wuh aku ketinggalan gak ada batur, Kebetulan Denny ngeluarin Danbo nya, Ya udah aku pinjem dulu mau foto-foto sendiri aja, Jomblo & si Danbo.                           Galau banget kan pose-pose s Danbo nya? Sama dengan suasana hati s tukang foto haha (:   Pas balik lagi makanan & minuman udah siap, oke lah langsung kita lahap, hap hap hap. Karna aku masih keliatan unmood, Denny nawarin : Bro Bir ah??? Beuuhhhh aku sih belum pernah nge-bir seumur hidup aku, jangan kan minum-minum, ngeroko aja engga wkwk laki-laki macam apaan aku ini, jadi anak ko terlalu baik. *LOL* Hayuuu lah bro kagok strees yeuh ku s mawar -__-   Ada 2 pilihan antara Chang / Singha akhirnya kita putusin beli Bir Chang 85 Bath. Sidik diselidik alkoholnya 5,8% Haiih seriusan ini teh untuk pertama kalinya aku akan minum bir yang mengandung alkohol 5,8%? ahh kapan lagi... Sesuai prinsip aku aja "When You Traveling, Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Tapi tetap ikuti aturan & adat istiadat yang berlaku" karna bir bukan masalah di Thailand, okelah aku coba #hiks minum sedikit-sedikit gak kerasa ngefek apa-apa tuh. kalau kata orang-orang sih minum minuman alkohol bisa ngilangin stress, tapi gening aku engga, masih tetep weh gini,-         Bro Sendy : iya da minumnya sedikit-sedikit, coba tambahin es batu terus langsung abisin segelas. Oke, I Try! glek glek glek abis langsung segelas mulai rada ngelayang wkwkwk #Jeprutlah   Okelah sambil sedikit menetralkan kita liat wajah yg sedang asik menikmati hidangan, gak tau kelaparan haha.     Sementara yang lain masih asik foto-foto.                 Dalam keadaan setengah sadar aku inget prinsip Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Ah kagok edan... aku langsung lari muterin tangga naik ke atas towernya, nyampe di atas tower kepala terasa pusing puluhan keliling, mungkin karna efek alcohol dan efek kejeprutan aku yang ngapain juga lari-lari naik ke atas tower, udah tau tangganya muter-muter   Sampe atas terlihat view yang begitu indah, Bersyukur dan berterimakasih atas nikmat yang Tuhan berikan. Aku bisa merasakan keindahan tempat ini untuk ke 2xnya. Gak lupa juga aku nge-goda beberapa teman untuk datang langsung kesini lewat tulisan (:                 Semakin larut malam tempat ini semakin indah & semakin romantis ingin rasanya cepet-cepet ngajak pasangan ketempat ini #hiks sudahlah mblo focus dulu aja pada impian mu sir. OKE SIP. Turun dari tower aku lari lagi nurunin tangga muter-muter, Alhasil keluar dari tower hampir ongkek haha jeprut kan.   Setelah semua puas bermain di tempat ini kita akan melanjutkan tujuan selanjutnya yaitu Asiatique. Cuman gak tau kenapa gak jadi kesana dengan alasan udah cape dan terlalu malem, Padahal Asiatique juga semakin malam semakin indah. #ah ya sudah lah cari taxi untuk langsung balik ke hostel. Setelah yang lain mencoba tawar menawar mereka dapet harga yang cukup tinggi dan belum termasuk tol.   Ya udah biar aku aja yang cari taxi di depan CV suka ada banyak taxi yg stay & lebih murah. Dan disini aku debat lagi tuh sama s teh mawar, bukannya terima kasih udah di bantuin malah ngalonyeng. Karna cuman 3 taxi yang tersedia  jadi ada yang ber 5 ada yang ber 6. Karna beberapa orang katanya uang Bath nya udah bener-bener tinggal dikit aku sampe bilang: "Yu grup yang gak punya uang naik taxinya ber 6" wkwkwk dan aku ngikut yang ber 6, Padahal sebenernya aku masih nyimpen uang di paspor aku, cuman biar yg uangnya udah tinggal dikit lagi tenang, Aku bilang santai aja, uang aku juga udah abis hihi. Tapi yaa uang di paspor aku emang sengaja aku sediain buat backup aja, kalau-kalau ada yg kehabisan uang bisa pake uang aku dulu (Smart Travelerkan si gue ahaha)   Cuman takutnya aku malah ongkek karna pa sedek-sedek di taxi yang ber 6, jadi aku di taxi yang ber 5 aja dan bersyukur banget kali ini gak setaxi dengan s mawar yeah! Aku duduk di depan dan bilang ke supir taxi: jendelanya jangan ditutup aku sedikit drunk bisi ongkek haha. Ongkos taxinya dari Chocolate Ville sampe depan Siam 500 Bath dibagi 5 orang jadi masing-masing 100 Bath.   Dari Siam ada yang mencar balik dulu ke Orchid Hostel ngambil laundry, dan s mawar juga ngikut katanya hengponnya ketinggalan disana. Okelah kita yang mau langsung balik ke Golden Mountain Hostel 13 orang. Karna udah malem dan hari ini masih Songkran hari terakhir kita sewa 2 tuk-tuk untuk ber 13 haha kebayangkan desek-desekan nya gimana? Tuk-tuk aku sih 7 orang dan yang peot-peot semua, jadi gak begitu sempit, lah tuk-tuk 1 lagi 8 orang dan kebayakan orang-orang berisi wkwkwk nikmati saja lah.   Ongkos tuk-tuk dari depan Siam ke Golden Mountain Hostel 200 Bath dibagi 7 jadi masing-masing 29 Bath. Dan selama perjalanan menuju hostel pun kita beberapa kali kena siram haha di tuk-tuk aku sih s Denny yang jadi basah semua karna dia duduk paling ujung dan kena siram langsung air seember, Aku kebetulan di tengah jadi cuma kena cipratannya aja hihi.   Sampe hostel semua barang kita masih aja numpuk di lobby wkwk untung aja gak ada yang ilang. Setelah itu kita dibagi kamar dan ternyata jadi 3 kamar, 1 kamar untuk 8 orang female only, 1 kamar untuk 5 orang & 1 lagi untuk 3 orang. Aku ngikut yang 5 orang aja heheu. Dan kamarnya bagus banget lah super-super empuk & nyaman dan kali ini ada colokan charger di tiap tempat tidur masing-masing, jadi gak rebutan kayak waktu di Orchid huhu.   Aku tengok ke kamar yang perempuan karna liat di gambar sih bagus dan pas masuk wiih beneran bagus. Aku tanya ke semua : Gimana kamarnya?? semua dengan kompak menjawab : baguss.... Yeee syukurlah kalau semua seneng, gak salah milih hostel berarti.     Karna lapar aku, Bro Sendy, Denny & Giri langsung cari makan keluar tanpa mandi dulu. Setelah muter-muter nemu lah penjual kacang yang aku cari-cari. Kita dikasih cobain gratis dan rasanya enak banget, mau beli tapi harganya lumayan mahal jadi gak jadi beli deh wkwk #HampuraMang. Udah mentok gak ada pedagang makanan lagi, yaudah kita balik ke tempat awal makan disitu, aku mesen Fried Noodle 55 Bath. Rasanya sedikit aneh tapi yaa nikmatin we lah, laparr.. Kita udah selesai makan, Karin sama Billy baru datang ngajak ke 7eleven, Ya udah kita kesana, aku beli menuman lecy 12 Bath. Terus s Karin ngajak makan, ya udah aku ajak lagi ke tempat kita makan barusan. karna kita udah makan barusan jadi cuman ikut nongkrong doang. Karna aku masih sedikit stress sama s mawar, Giri yang sedang asik ngeroko aku minta rokonya nyobain 1 haha. Ini serius aku laki-laki gak bisa ngeroko, tiap ngisep suka batuk-batuk wkwkwk.   Di pikir-pikir dosa aku banyak banget hari ini, mulai dari lupa ibadah, minum alkohol, makan-makanan yang belum tentu halal, ngeroko, ngomongin s mawar, Ahh sudahlah Markibo (Mari Kita Bobo).   Part 6
    • By Sari Suwito
      Masih melanjutkan liburan Hari Raya Idul Adha di Malaysia, tepatnya hari sabtu pagi sekitar jam 9 kami mengantarkan anaknya tuan rumah (usia sekitar 8 tahun) untuk pergi les bahasa Inggris, tempat les tak jauh dari rumah sih. Begitu sudah antar anak tersebut kami lanjut jalan-jalan ke pasar Seri Selayang, pasarnya seperti pasar kaget gitu, banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggiran jalan ada juga pedagang sayur mayur yang menempati lapak bangunan semi permanen gitu. Sepertinya para pedagang di pasar ini sengaja atau tak sengaja mengelompok berdasar asal mereka, ada lapak pedagang Indonesia, Melayu, India, dan China.

      Pasar ini memiliki court yang lumayan besar, aneka jenis makanan tersedia disini, jadilah kami sarapan disini, saya memilih untuk sarapan nasi lemak. Ga afdol kalau ke Malaysia ga makan nasi lemak...hehehe...

      Setelah selesai sarapan sebelum balik ke rumah, kami berbelanja buah-buahan dan martabak manis, oh ya disini martabak manis disebutnya apam balik lho. 

      Di rumah, sambil menunggu jam pulang les yang masih agak lama jadilah saya bersantai sambil nonton tv, sekitar jam 12 saya ganti baju untuk bersiap-siap jemput ke tempat les langsung jalan ke undangan open house temannya tuan rumah yang sudah pensiun. Jadi kalau di Malaysia itu kalau ada orang pensiun dia akan buat semacam pesta perpisahan, lalu di rumah akan undang teman-teman dan kerabat untuk makan-makan gitu.  
       
      Sekitar jam 12.30 kami bersiap untuk ke luar rumah, wolaaaa....ternyata diluar ada kabut asap yang lumayan tebal, tapi the show must go on lah. Sebelum ke tempat open house kami mampir ke Selayang Mall dulu, karena tuan rumah mau berfoto di depan kantor dinas pendidikan yang berada di lantai 3 mall selayang sekalian membeli eksternal drive. Oh ya, tuan rumah sebentar lagi juga memasuki masa pensiun, jadi dia mengumpulkan foto-foto di tempat dia dulu bekerja untuk dijadikan dokumentasi selama masa pengabdiannya.  Mungkin sedikit orang yang membuat hal ini...bisa jadi ide juga nich buat teman-teman lain.
      Selesai urusan di mall selayang, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi open house. Waah...rupanya acaranya meriah banget...sampe pake tenda seperti orang resepsi pernikahan, makanannya juga banyak ada masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand daaan ada juga kambing guling. hehehe.... 
      Selesai acara open house, kami lanjut menuju Shah Alam, kabut asap menyelimuti selama perjalanan, jadi harus hati hati dan waspada untuk menjaga keselamatan berlalulintas. 

      Karena ingin melihat indahnya lampu-lampu di i-city tentu baiknya pada saat hari mulai gelap, jadi untuk menunggu malam hari, kami berjalan-jalan dulu ke GM Klang, GM Klang ini merupakan pusat grosir (kalau sering baca 360 magazine-nya Air Asia, sering muncul tuh iklannya). Tempatnya lumayan luas dengan beberapa blok bangunan di luar bangunan utama-nya. Kami langsung menuju ke bangunan utamanya sih, menurut saya tempat ini semacam pasar asemka/mangga dua tapi dalam versi gedungnya tertata dan rapi gitu. 

      Yang di jual disini aneka produk, rata-rata produk import dari China sih, seperti casing HP, alat masak, pakaian, tas, sepatu, parfum, wall paper, dll.  Kami berjalan-jalan disini sampai jam sekitar jam 6 atau 7 malam, ga inget waktu itu tau-tau waktu keluar dari food court di lantai basement toko-toko sudah mulai tutup, jadilah kami langsung ke tempat parkir dan lanjut ke i-city. 
      Sekitar 20 menit akhirnya sampailah kami di i-city, hari sudah mulai gelap dari jauh sudah keliatan bianglala raksasa dengan lampu hias yang cantik.  Setelah memarkir mobil, kami langsung dech keluar dan berfoto-foto di area outdoornya. 


      I-city adalah area taman bermain terpadu yang menyuguhkan lampu-lampu hias yang dibentuk-bentuk dalam berbagai model di seluruh areanya. Ada bentuk pohon, bunga, burung flaminggo, kereta cinderella, dll. Biaya masuk ke area ini gratis, untuk parkir sih bayarnya RM 10, bisa bayar di mesin auto pay.
      Atraksi di i-city ini terbagi dalam 3 Gate, yaitu:
      Gate A:
      *City of digital lights
      *Giant Ferrish Wheel
      *Bumper Car
      *Circus Travel
      *Pirate Ship
       
      Gate B:
      *Water World
      *Under The Sea
      *SnoWalk
      *Ice Adventure
      *Jungle Train
       
      Gate C:
      *Red Carpet
      *House Of Horror
      *Trick Art Museum
      *Space Mission
      *Adventure Studio
      *Fun Drive
      *Thypoon
      *Sub Marine
      *5D Cinema
      *Jungle Adventure
      *Fitness Junior
      *Rocking Wheels
      *Itsy Bitsy
      Tiket masuk berupa kartu yang bisa di top up. Harga kartu RM 2. Satu kartu bisa dipakai untuk rame-rame, jadi tinggal isi aja nominal yang cukup untuk berame-rame. Berhubung tiket dan sisa deposit ga bisa di refund/ditukar menjadi uang tunai, maka isi aja secukupnya. Kan sayang kalau belum tentu balik lagi ke i-city. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung jam operasi, siang dan malam beda tarif, ada juga tarif normal dan mycard (kalau ga salah mycard ini untuk warga negara Malaysia). 
      Sebelum memutuskan untuk masuk ke salah satu atraksi saya sempatkan untuk berfoto-foto di bagian luar gedung Red Carpet, berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud di Bangkok, jadi saya tak tertarik untuk masuk ke Red Carpet, paling-paling juga mirip.



      Akhirnya saya memutuskan untuk masuk Trick Art Museum, dalam hati sih mungkin mirip-mirip dengan Trick Eye Museum De Mata di Jogja, tapi ga ada salahnya lah coba lihat apa aja koleksi di dalamnya. Harga tiket masuk Trick Art Museum RM 15/orang. 
      Berikut beberapa foto yang saya ambil di dalam Trick Art Museum i-City:








      Setelan keluar dari Trick Art Museum ternyata awish (anak kecil yang bersama kami) ingin main di wahana Itsy Bitsy. Jadi sementara dia bermain di dalam wahana saya sempatkan berfoto-foto di sekitar wahana tersebut.


      Sekitar jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat, untuk besok siangnya saya akan kembali ke Jakarta.
       
      NB:
      Transportasi umum untuk menuju i-city:
      Bus: dari KL naik RapidKL U80 tujuan terminal bus Shah Alam, kemudian naik bus U605 untuk menuju ke i-City.
      CommuterKTM: dari KL naik kereta KTM menuju stasiun Padang Jawa,  kemudian naik taxi untuk menuju ke i-City (ongkos taxi ke i-City kira-kira RM5 – RM7, mungkin harus nego dulu ya)
       
    • By Sari Suwito
      Holaa…Sawadee Kha...Sari here
       
      Melanjutkan FR sebelumnya kali ini saya akan berbagi cerita selama di Bangkok.
       
      Day 1
      Pesawat kami mendarat di Bandara Don Muaeng Bangkok sekitar pukul 4 sore. Selesai proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami keluar menuju pintu arrival untuk menunggu mobil jemputan yang sudah dipesan sebelumnya. Daaan.. nomer HP driver yang dikasih dari kantor rental ketika di telpon nomer itu malah maki-maki pakai Bahasa ga sopan. Dan begitu telpon ke kantor rentalnya susah dihubungi pula. Haduuuh…jadi dag dig dug deh…mana para peserta sudah capek dan ga sabar nunggu mobil jemputan datang.
       

       
       
      Akhirnya setelah mencoba dan mencoba hubungi nomer telpon kantor rental akhirnya tersambung juga dengan managernya, daaaan…rupanya nomer HP driver yang dikasihkan itu salah. Bukan salah 1 atau 2 digit…tapi totally salah. Pantesan ajaa…
      Mobil jemputan akhirnya datang juga, mobil dengan 14 seat cukup untuk kami ber-sebelas. Dalam perjalanan menuju hotel, tour guide kami di Chiang Mai telpon menanyakan keadaan kami, dan memberitahu bahwa di Bangkok mulai diberlakukan “jam malam†jadi semua orang harus berhati-hati. Tour leader kami meyakinkan tour guide bahwa kami menginap di daerah Ramkhamhaeng dan kami akan berkunjung ke area yang jauh dari pusat demo. Jadi sepertinya kami akan baik-baik saja.
       
      Rupanya jumat sore di Bangkok hampir sama seperti di Jakarta, jalanan super macet, bahkan jalan tol pun padat merayap tanpa ampun. Lebih dari satu jam perjalanan kami dari bandara menuju hotel yang berada di Ramkhamhaeng.
      Oh ya, dalam perjalanan menuju hotel (di Jalan Ramkhamhaeng) saya melihat hal yang unik lho, patut dicontoh oleh warga Indonesia nich. Jadi karena jalanan macet, dan mulai diberlakukan jam malam, toko-toko tutup lebih awal, jadi karyawan dan pelajar harus cepat-cepat pulang ke rumah dan dalam keadaan macet ini songtoew dan bus terjebak macet juga. Akhirnya ojek motor merupakan salah satu alternative untuk bisa cepat pulang ke rumah. Nah, para calon penumpang ojek ini kan banyak banget…mereka mau antri sampe panjaaang gitu lho, nunggu tukang ojek berdatangan.
       

       
      Sekitar jam 8 malam kami sampai di hotel Regent Park yang berada di Soi 22 Jl. Ramkhamhaeng. Setelah selesai proses check in dan menyimpan barang di kamar, kami segera turun untuk makan malam di restaurant hotel dikarenakan tidak memungkinkan untuk makan malam di luar. Tanggal 22 malam merupakan awal berlakunya jam malam di Bangkok, pasti restaurant pun akan tutup lebih awal belum lagi jalanan pasti masih macet. Bahkan semua stasiun televisi Thailand berhenti bersiaran. Hanya channel luar negeri saja yang tetap tayang, dan RCTI ternyata eksis lho di saluran tv di hotel ini.
       
      Day 2
      Setelah sarapan pagi di hotel kami berangkat untuk mengunjungi acara THAIFEX (Thailand Food Expo) yang berlokasi di Impact, Muang Thong Thani, Bangkok. Pagi itu hari jumat, jalanan di Bangkok juga mirip di Jakarta, kemacetan lalu lintas sudah mengular sejak kami keluar dari hotel.
      Sekitar satu jam perjalanan akhirnya sampailah kami di lokasi pameran, tempat pameran ini rupanya sangat besar, mirip JCC kalau di Jakarta. Setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi form registrasi untuk mendapatkan tag visitor/buyer. Proses registrasi sangat cepat, tanpa antrian yang panjang karena masih lumayan pagi.
       

       
      Setelah mendapatkan tag visitor kami langsung berpencar, menuju ke ruang pameran, kebetulan pameran berada di Challenger 1 sampai 3, dan saya masuk mulai dari challenger 1.
       
      Begitu masuk ruang pameran, saya terkagum-kagum dengan aneka produk yang di pamerkan. Berkeliling di Thaifex expo ini sungguh memanjakan mata dan lidah, karena bisa icip-icip aneka makanan dari berbagai negara asia dan eropa. Bahkan disini dipamerkan packaging, mesin dan peralatan untuk industry kecil juga lho.
       

       

       
      Beberapa pengunjung menganti es krim di booth Korea.
       

       
      Saya juga sempatkan untuk melihat pavilion Indonesia, dan saya agak sedikit heran. Dalam kesempatan besar ini Indonesia mengirimkan produk yang saya rasa kurang greget di bandingkan negara-negara lain yang membawa produk unggulan negara masing-masing. Bahkan beberapa negara mengambil lebih dari satu pavilion.Melihat geliat produk thailand yang sekarang berkembang pesat, bahkan salah satu visi Thailand adalah menjadi pusat produk halal terbesar di dunia, maka rasanya dengan diberlakukannya Asean Economic Community dimana produk-produk dari negara lain bebas masuk ke Indonesia.
       

       
      Di ruang Challenger 3 memamerkan produk peralatan industri kecil. Ada juga pameran jenis-jenis kendaraan untuk promosi, seperti moving trailer yang desain dan motifnya unik.
       

       
       

       
      Disini juga berlangsung beberapa lomba diantaranya Thailand Ultimate Chef Challenge, fruit crafting, dan roaster's choice award.
       

       

       
      Sekitar jam 12 saya sudah merasa capek berjalan berkeliling, akhirnya saya memilih untuk beristirahat di food court sekalian makan siang. Selesai makan siang, saya kembali ke meeting point barangkali ada peserta lain yang sudah berkumpul. Rupanya belum ada satupun peserta yang berkumpul jadi saya lanjutkan untuk melihat-lihat hall arena, yang tesambung dengan bangunan impact. Pusat pameran ini terintegrasi dengan tempat makan, tempat belanja dan hotel Novotel.
       

       
      Jam 2 siang akhirnya semua peserta sudah berkumpul dan bersiap untuk meninggalkan expo untuk makan di restaurant yang tak jauh dari gedung Impact. Dan, saya pun ikut makan lagiii…hihihi… Setelah selesai makan siang kami melanjutkan kunjungan ke Agro Exchange.
      Dalam perjalanan kami melewati Kementrian Dalam Negeri Thailand, terkait dengan kudeta di Thailand, para pendemo ternyata membangun tenda di jalan raya di depan kementiran Dalam Negeri. Hari ini rupanya para pendemo sudah mulai membongkar tenda-tenda yang dipakai untuk berdemo, mungkin mereka akan berpindah lokasi demo kali ya. Secara pusat demo terbesar di Bangkok adalah di kawasan Victory Monument, National stadium, dan kawasan lain di pusat kota Bangkok. Bahkan menurut penjaga pavilion provinsi Hatyai di Thaifex toko-toko di kawasan pratunam pun tutup karena takut kalau akan terjadi kerusuhan di kawasan itu.
       
      Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di Agro exchange. Agro exchange merupakan pusat pasar induk sayuran dan buah-buahan terbesar di Bangkok, yang dikelola oleh perusahaan swasta. Begitu sampai di lokasi, kami dibuat terkagum-kagum melihat luasnya kawasan dan lengkapnya fasilitas di kawasan ini. Ada bank, showroom mobil, showroom motor, pusat penjualan aneka sayuran dan buah buahan dalam skala besar seperti ini, belum pernah saya lihat di Indonesia. Sungguh luar biasa industry pertanian Thailand ini.
       

       

       

       
      Puas berkeliling di agro exchange kami istirahat di food stall untuk minum dan sekaligus makan durian. Wow…kita pesta durian. Rupanya durian yang sudah dibeli tak habis dimakan, akhirnya kami bawa kembali ke hotel dan dibagikan ke staff front office hotel. 
       
      Jam 19.30 kami berangkat makan malam, dan ternyata jumat malam di Jalan Ramkhamhaeng macetnya minta ampun, jarak yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit terpaksa memakan waktu hampir 1 jam. Malam mini kami makan all you can eat steamboat  halal di Shintorn Restaurant. Disini tersedia banyak menu yang dapat dipilih, antara lain: nasi campur, nasi biryani, aneka sayuran, aneka potongan daging ayam dan sapi. Untuk dessertnya tersedia aneka buah potong, salad buah dan sayur, serta es campur. Oh ya, steamboat disini ga pakai kompor listrik ataupun gas. Tetapi dari bara api yang dipasang dalam tungku kecil diatas meja makan.
       

       

       
      Di samping restaurant ini juga terdapat toko makanan halal, toko perhiasan dan toko pakaian. Jadi selesai makan bisa belanja-belanja juga hehehe…
      Jam 20.30 semua peserta selesai makan, kami lanjutkan untuk jalan-jalan di pasar malam, mobil drop kami di dekat sport stadium, dan kami lanjutkan berjalan kaki melihat-lihat pasar malam di sepanjang jalan Ramkhamhaeng. Dan rupanya jam 20.30 para pedagang sudah mulai berkemas-kemas karena masih diberlakukan jam malam, yaitu mulai jam 22 sampai jam 5 pagi. Bahkan saya yang berniat membeli sepatu pesanan teman-teman saya harus berlari-larian untuk menuju toko sepatu tetapi begitu sampai tokonya sudah tutup. Duuuuh…kecewa bin dongkol dech. Akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat dan berharap besok pagi masih sempat untuk kembali ke toko sepatu sebelum berangkat ke airport.
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya kembali berjalan-jalan dan ternyata saya tunggu sampai jam 9 toko sepatu belum buka juga. Padahal kami harus berangkat ke airport jam 9.30. Dengan lunglai saya kembali ke hotel untuk check out dan kemudian bersiap untuk berangkat ke airport. Misi belanja saya kali ini gagal….hiks.
       
      Hari sabtu pagi, jalanan di Bangkok lumayan lancar, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di Don Muang airport untuk terbang menuju Kuala Lumpur dan melanjutkan ke Jakarta.
       
      Selamat tinggal Bangkok, semoga saya akan kembali kesini dalam situasi yang lebih aman.     
       
       
    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma – Day 1
      Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 8 Mei 2018
      Pagi ini kami sudah berada kembali di Roma. Setelah perjalanan selama 6,5 jam menggunakan kereta Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini. Naik kereta jauh lebih nyaman dibandingkan naik bus, walaupun hanya kelas ekonomi. Kita masih bisa mendapatkan harga murah jika memesan jauh-jauh hari, biasanya 3 bulan sebelum keberangkatan tiket sudah bisa dipesan. Tidak seperti pembeli yang kami temui di Stasiun dengan kelas yang sama tetapi harganya jauh lebih mahal karena membeli on the spot.
      Dari Rome Termini kami ke penginapan dulu untuk cek-in. Kami menginap di Marghera House dekat sekali dengan Stasiun Rome Termini, hanya berjarak sekitar 50 meter. Penginapan yang awalnya menurut kami kurang menyakinkan, tetapi setelah masuk kami merasa “feel like home”.
      1.Vatican City
      Itinerary hari ini adalah Vatican City, kami menggunakan Metro Line A Termini – Ottaviano-San Pietro. Waktu kami berjalan menuju Vatican Museum,banyak sekali yang menawarkan jasa Skip the Line. Memang Vatican City adalah tujuan “Must See” klo ke Roma, makanya ga heran klo banyak yang menawarkan jasa Skip the Line. Setelah tawar-menawar rata-rata mereka memberikan harga yang sama yaitu 2x-3x lipat harga normal. Tapi kalo mau mengantri harus siap-siap mengantri lama karena antrian yang panjang. Akhirnya kami hanya foto-foto di St. Peter’s Square.



      2. Castel Sant’ Angelo
      Setelah itu kami berjalan menuju Castel Sant’ Angelo, yang berada tidak jauh dari Vatican.

      3. Chiesa Nuova
      Dari Castel Sant’ Angelo kami berjalan ke Chiesa Nuova.

      4. Piazza Navona
      Kemudian kami ke Piazza Navona melewati Palazzo della Cancelleria. Di sini ada 3 fountains, di tengah adalah yang terbesar. Sayang, cuaca hari ini kurang mendukung karena langit mendung dan sudah mulai gerimis.


      5. Santa Maria ad Martyres Pantheon
      Saat perjalanan ke sini hujan sudah mulai sedikit deras. Beruntung kami berada di sini sehingga kami bisa berteduh walau sebentar.
      Pantheon mendapat cahaya dari sinar matahari yang masuk melalui atap. Tepat di atas kubah ada bukaan bulat. Jika hujan, air yang turun dari bukaan mengalir ke dalam lubang di lantai.

      6. Trevi Fountain
      Tidak akan lengkap kunjungan kita ke Roma bila tidak mengunjungi air mancur yang terkenal ini. Walaupun hujan, tidak mempengaruhi wisatawan yang ingin berfoto di depan Trevi Fountain.
      Pada dahulu kala diadakan kontes untuk merancang air mancur baru. Banyak arsitek penting yang berpartisipasi, tetapi pada akhirnya desain air mancur inilah yang memenangkan kontes. Trevi Fountain adalah air mancur terbesar di Roma. Ada di Piazza di Trevi. Konon katanya bahwa “Jika Anda melempar koin ke dalamnya air mancur dengan punggung Anda berbalik, Anda akan datang kembali ke Roma ”. Untuk alasan inilah banyak turis melempar koin ke dalam air mancur dan air mancur selalu penuh dengan koin. Koin-koin ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk amal.

      7. Quirinale


       
      Karena hujan yang tidak berhenti, tidak banyak yang bisa kami kunjungi lagi. Kami sudah menunggu sampai malam, dan akhirnya harus pulang kembali ke penginapan.

    • By anna22
       
      Beberapa minggu pulang dari Korea sekitar akhir November 2017, gw diultimatum sama ortu untuk tidak ke Jepang atau Korsel lagi. Lebih baik umroh atau ke negara lain. Padahal gw masih penasaran dengan musim semi di Jepang. Ya udahlah gw coba melancarkan taktik dengan mengajak ortu gw untuk jalan2 ke Jepang di musim semi 2018. Kebetulan gw agak lowong di akhir bulan April, begitu pula dengan Ibu yg sudah santai dengan pekerjaannya. Nemulah harga tiket JAL pp jakarta-narita Tokyo 5,3 jt. Menurut gw sih udah lumayan harganya, full service airlines sekaligus direct flight. Cuman memang jam keberangkatannya hanya dapat yang pagi. Ya udahlah yaaa....
      Di bulan Desember tiket pun terbeli. Setelah itu sambil menunggu urus visa (krn masih pake paspor biasa), gw pun mulai membuat itinerary dan setelah fix lanjut mencicil pesan penginapan. 
      Ortu gw bilang perjalanan ke Jepang ini inginnya sekali aja jadi gw puter otak gimana caranya bisa mendatangi tempat2 yang ok di jepang pada waktu yang tepat pula. Kebanyakan tempat2 yang didatangi berupa taman bunga dan tidak ketinggalan tentunya Tateyama Kurobe Alpine Route. 
      Oleh karena itu, pemilihan tanggal 18-27 April ini banyak dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rute Tateyama sudah dibuka, ada festival sakura besar di Hirosaki (pengen banget kesini dari dulu), taman bunga ashikaga dan hitachi seaside juga sedang mekar, dan belum dimulainya golden week. 
      Hmmm panjang yaaa cerita awal mulanya, boleh diskip kok hehe langsung baca yg di bawah ini saja ya ^^
      18 April
      Flight jam 6.15 pagi dari Soetta Terminal 2D. Sampai di Narita jam 4 sore. Cek Imigrasi aman dan lancar tanpa tanya jawab. Setelah itu, sambil ortu istirahat, solat dan bersih2, gw ngurus sim card khusus paket data internet yang sudah dipesan melalui Klook (8 hari 4G/3 GB = Rp. 280.000). Lanjut ke JR office untuk tuker voucher JR pass walaupun baru akan aktivasi di tanggal 20. (Voucher JR pass udah dibeli di Indonesia pesan di Bobobobo). Sekalian juga beli Tateyama Kurobe Alpine Ticket seharga 9000 yen. Setelah itu beli pasmo(seperti e-money utk naik kereta, bis, beli sesuatu di vending machine, bayar di minimart, atau bayar loker)buat ortu dan isi ulang pasmo gw yg lama. 
      Setelah urusan ini itu beres, sebelum ke Shinjuku Express Bus Terminal, kami makan terlebih dahulu di Tentei Tempura dan Soba (halal certified) di lantai 4 terminal 2. Setelah perut terisi, kami ke lantai bawah untuk naik kereta menuju Shinjuku. Sebenarnya banyak pilihan kereta, tapi gw milih yang murah walaupun lama toh gak ngejar waktu juga sih hehe
      Sekitar jam 8.30 malam, sampailah di Shinjuku setelah transfer dr Nippori. Tadinya pengen mampir ke Tokyo Metropolitan Government Building, tapi ortu masih jetlag kayaknya jadi lgsg aja menunggu di terminal. Nah gw kan gak betah ya anaknya, jadi pas ngelihat ada Don Quijito, setelah memastikan waktu dan tempat naik sleeper bus ke Osaka nanti, gw pun minta izin untuk jalan2 sebentar. Bapak gw akhirnya ikut. 
      Oiya kenapa kami lgsg ke Osaka, dan menggunakan bus malam??? Selain efektif dan efisien yaitu, juga memberikan pengalaman sleeper bus ke ortu. Ternyata mereka senang karena baru pertama kali naik bis seperti itu. 
      Tepat jam 23.30, bus pun datang yang ternyata gak penuh2 amat. Setiap 2 jam sekali, bus pasti akan berhenti di rest area sekitar 20 menit untuk mempersilahkan penumpang ke toilet.
      19 April

      Tepat jam 7 pagi, sampailah kami di Willer terminal Umeda Sky Building. Setelah cuci muka dan ke toilet, kami lanjut ke penginapan untuk titip koper. Dari Umeda Sky Building, jalan kaki ke Osaka Station. Disana saya sempat ke information center untuk membeli Osaka Amazing Pass 1 day yang akan digunakan seharian ini (2500 yen) baik untuk tiket masuk lokasi wisata maupun osaka subway.
      Pilihan penginapan adalah Osaka Guesthouse Nest (selain dekat JR station =teradacho st, ada pilihan kamar untuk 3-4 orang, harga sesuai kantong juga ).
      Setelah titip koper, kami lanjut ke Osaka Castle. Sebelum naik ke atas Castle, kami makan bekal dulu di tempat duduk yg ada di halaman depan castle. Harga tiket masuk sudah tercover OAP juga ya...

      Perjalanan dilanjutkan ke Osakako Station  untuk menuju Tempozan Giant Ferris Wheel dan Santa Maria Cruise. Ini juga sama tercover OAP. 


      Menjelang sore, kami memutuskan ke Matsuri Halal Restaurant. Sebenarnya ingin ke tempat lain, tapi terlalu jauh sedangkan kami sudah lapar. Kalau menurut kami sih rasa dan harga kurang sepadan. Rasanya biasa saja kalau dibandingkan makanan halal di resto lain yaa tapi balik lagi tergantung selera loh

      Malamnya kami ke daerah Sinsekai untuk ke Tsutenkaku Tower. Sama ini juga tercover OAP. Tadinya mau lanjut ke Namba Dotonburi tapi ortu udah ga sanggup dan mengingat juga besok akan ke Kyoto pagi2 jadilah akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat.


      20 April 
      Jam 7 pagi setelah sarapan perbekalan di penginapan, kami menuju Kyoto. Hari ini JR pass sudah mulai diaktifkan. Tujuan pertama di Kyoto adalah Bamboo Forest Arashiyama. Disini kami berhenti di Jr saga arashiyama st krn pakai kereta Jr. Sekitar jam 9 sudah sampai dan kebetulan belum terlalu ramai. 1,5 jam kemudian saat kami akan kembali ke station, tiba2 makin banyak orang dan terutama anak2 sekolah ternyata banyak yang sedang study tour. 

      Di Kyoto ada penyesalan saya yaitu membeli 1 day Kyoto Bus Pass karena kami tidak memaksimalkan penggunaannya. Apalagi harganya sudah naik yaitu 600 yen huhu. Kami hanya memakai sekitar 460 yen aja. 

      Perjalanan dilanjutkan ke Kinkakuji (kuil emas). Ini juga tempatnya ramai dikunjungi orang. Dan cuaca sangat bersahabat bahkan cenderung panas terik. Inginnya minum terus.

      Mengingat belum makan siang, gw pun mencari resto halal terdekat dan nemu Ayam-Ya yang dekat Karasuma. Ini sebuah keputusan tepat, selain enak harganya juga bersahabat dan yang serve itu 2 perempuan Indonesia jadi nyaman untuk nanya2 menu (berhubung ortu gw suka agak bingung milih menu makan). Kalau kesini kayaknya harus coba spicy miso ramen (ada 3 level dan ayamnya banyak). Ada tempat solatnya pula. 

      Setelah kenyang, kami menuju Fushimi Inari Shrine dengan menggunakan kereta JR juga.
      Untuk masuk kesini gratis dan kalau sanggup bisa sampai ke atas. Tapiiii ya kami ga sanggup jadi hanya foto2 di dekat gerbang torii saja. Udah cukup puas lah. Sama disini juga ramai dengan turis. 


      Tadinya gw merencanakan ke Nishiki Market dan Gion. Tapi ortu sudah tidak sanggup dan lelah. Pada akhirnya gw putuskan kembali ke Osaka dengan mampir ke Dotonburi sebelum pulang ke penginapan. 

      21 April

      Pagi sekitar jam 7, kami check out karena harus pindah kota, yaitu ke Kanazawa. Tercover dengan JR pass naik Thunderbird sekitar 3 jam. Sesampainya di Kanazawa kira2 jam 12an, kami check in di Good Neighbors Hostel yang hanya sekitar 5-7 menit jalan kali dari JR kanazawa station. Selain dekat, disini juga ada kamar khusus ber-3 dengan shared bathroom dan toilet. Ternyata bisa lgsg check in. Setelah istirahat sebentar, jam 1 an, kami pergi ke Kenrokuen Garden. Oiya sebenarnya saya sempat merencanakan ke Shirakawa Go, tapi tampaknya akan sangat melelahkan apalagi besok kami akan berpergian seharian jadi harus menghemat tenaga. Ya sudah akhirnya jalan2 di sekitar Kanazawa dengan 1 day city bus pass (500 yen). 

      Kira2 2 jam kami berkeliling di dalam Kenrokuen Garden ini (tiket masuk 300 yen). Dan masih ada bunga sakura tipe Kikuzakura. Lumayaaan..disini sempet nyoba eskrim berlapis emas karena tahun lalu penasaran hehe mumpung ada yang bantuin ngabisin beli deh walaupun muahaaal hiks 

      Perjalanan lanjut ke Omicho Market. Makan siangnya Seafood dan Vegetable Tempura. Pulangnya beli strawberry yang segar dan manis. 
      Nah ortu udah nyerah nih dan pengen pulang aja istirahat sedangkan gw pengen banget ke 21st Contemporary art Museum (karena tahun lalu mau kesini tapi tutup). Ya udah akhirnya gw jalan sendiri. Tapi gw cuman lihat exhibition yang di luar aja termasuk kolam renang yg terkenal itu karena gratis (haha). Tadinya mau lanjut ke daerah Chaya District (samurai district) tapi entah kenapa rasanya cape banget dan super ngantuk, sehingga gw memutuskan pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. 

      Kami pun tidur cepat karena besok pagi sekali harus berangkat. 
      22 April 

      Bertepatan dengan hari Minggu, jam 6 pagi kami sudah keluar penginapan. Oiya tiket kereta cepat ke Toyama sudah reserve seat sehari sebelumnya. Lamanya hanya sekitar 25 menit. Kenapa ke Toyama? Karena ini adalah salah satu titik awal perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau ga dari Toyama ya sebaliknya Nagano.
      Dari stasiun Toyama, kami menuju ke Dentetsu Toyama station yang hanya berjalan kaki ke gedung sebelah. Dari sini, tiket pass yang sudah dibeli sebelumnya diaktifkan (jadi nanti sampai Nagano station ga usah bayar apa2 lagi). Disini kami menukarkan voucher dan mendapatkan 1 pass yang tidak boleh hilang karena harus selalu ditunjukkan sebelum menaiki transportasi tertentu. 
      Ga usah bingung ketika disini ya karena mmg lagi dibuka rutenya jadi segala petunjuk jelas begitu pula dengan petugasnya helpful banget. Jadi gak akan mungkin kesasar heee
      Berikut gw kasih gambaran perjalanan ya ya: 
      Dentetsu Toyama-Tateyama (naik kereta lokal sekitar 1 jam, sebaiknya sih dapet duduk ya karena lumayan juga lama) 
      Tateyama-Bijodaira (Tateyama Cable Car). Gak lama sih ini. 
      Bijodaira-Murodo atau snow wall (Highland Bus) jadi di perjalanannya itu makin lama makin naik dan berkelak kelok, kanan kiri itu hutan dengan tumpukan salju. Lamanya naik bus ada 15 menit. Jujur gw agak mabok sih hahaha karena berkelok2nya agak esktrem dan busnya pelan.

      Begitu sampai di Murodo, kami berjalan kaki di sepanjang jalan dengan dinding salju yang saat itu paling tinggi 17 meter. Bisa juga jalan melalui jalanan berlapis salju (tapi karena gw masih trauma jatuh di tahun lalu, yg baca FR gw pada tau lah yaaa) gw pun memilih jalan di aspal heuheu.

      Di tempat perberhentian Murodo itu ada 3 lantai, ada restoran, waiting room, jual oleh2, dan di lantai 3 paling atas ada observation desk yang ternyata menuju bukit gitu, jadi bisa main2 salju disini nih. Orang2 yg mau snow boarding juga lewat sini. Daan saat gw mau foto dengan hamparan salju, gw berpegangan erat ke tangan Bapak saking takutnya jatoh

      Oiya jangan terlena main disini ya kawan, karena kita harus melanjutkan perjalanan. 

      Murodo-Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) ini menarik sih karena trolley bus ini melewati lorong yang panjang. Berhubung terminal Daikanbo ini kecil dan orangnya banyak, kami langsung ke Kurobedaira.
      Daikanbo-Kurobedaira (Tateyama Ropeway) ini kereta gantung cukup ngeri sih secara di bawahnya itu lembah/jurang.  Mana dipenuh2in gitu pas naik. Tapi untung tidak terlalu lama. Disini kami sempat ke observation deck untuk melihat pemandangan sekitar. 
      Kurobedaira-Kurobeko (Kurobe Cable car) nah dari sini jalan kaki melewati Kurobe Dam. Besar banget sih dan anginnya itu loh lumayan dingiin. Agak jalan kaki tapi diselingi foto2 juga. 


      Kurobe Dam - Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) disini terminal untuk naik bus menuju Nagano. Karena masih termasuk pass, kami naik Alpico Express Bus ke Nagano JR station. Sekitar 1 jam perjalanan.
      Sampai di Nagano Station, kami kembali ke Kanazawa menggunakan shinkansen sekitar 1 jam perjalanan. 
      Fyi: Tateyama Kurobe Alpine ini cukup menguras tenaga. Ada tempat2 yang harus jalan dan menanjak. Bawa makanan atau cemilan karena restoran ramai. Untuk yang muslim bisa juga bawa bekal saja karena sulit mencari halal food disana.
      23 April

      Hari ini kami pindah kota lagi menuju Aomori. Aomori itu letaknya di utara Jepang dan termasuk Tohoku Region. Untuk ke Aomori, kami harus naik shinkansen, yaitu Kanazawa-Omiya. Omiya-Shin Aomori. Nah waktu transfer di Omiya ini mepet banget cuman 6 menit, mana ada drama salah platform lgi jadilah ketinggalan kereta. Akhirnya reserve seat lagi untuk keberangkatan kereta selanjutnya yaitu 1 jam kemudian. (Kalau jalan sama ortu, gw harus selalu reserve seat). Tapi jadinya duduk agak pisah2, ya sudahlah ga apa2 yg penting cepet nyampe. Total perjalanan sekitar 5 jam. 
      Jam 1an sampailah kami di Shin-Aomori. Berhubung kami menginap dekat Aomori Station, jadi kami naik kereta lokal sekitar 6 menit. Disini kami menginap 1 malam di Iroha Ryokan yang hanya sekitar 5 menit jalan kaki dr station. Berhubung Ryokan, ya ala2 penginapan khas Jepang yang beralaskan tatami. Meski kecil, Ryokan ini bersih dan cukup lengkap. Di dalam kamar sudah disediakan cemilan, teh, kopi,air panas,handuk, dan kimono untuk tidur. Overall, ortu gw seneng banget sih nginep disini hehehe karena berasa seperti di film2 Jepang, sayang cuman semalam. 
      Setelah check in dan solat, kami lgsg berangkat lagi menuju Hirosaki. Sebenarnya ada beberapa jenis kereta, salah satunya kereta dengan waktu tempuh cukup cepat yaitu 30 menit. Tapiii waktunya tidak pas sehingga kami naik kereta lokal sekitar 45 menit (Aomori-Hirosaki). 
      Sesampainya di Hirosaki st., mampir dulu ke Information Center untuk ambil peta Hirosaki Park. Berhubung sedang festival, ada bus lgsg menuju salah satu gate, harga tiketnya 100 yen. Perjalanan naik bus sekitar 10 menit.

      Begitu sampai di Hirosaki Park, kami piknik dulu makan siang eh sore deng tepatnya di taman yang telah disediakan. Lalu dilanjutkan dengan berkeliling taman yang luas termasuk ke Hirosaki Castle. Untuk masuk kawasan castle ada tiket masuk yaitu 300 yen. 




      Tempatnya luas banget sih dan saran saya lebih baik dateng kesini dari siang menuju malam karena ada light up illumination menjelang malam dan juga ada pasar malam. Yang saya lihat sih kebanyakan turis lokal seperti anak2 sekolah. Turis asingnya agak jarang. Kalaupun ada kebanyakan dari China dan Korea. 



      Akhirnya sekitar jam 7 malam, kami kembali ke penginapan. Seruuu, kalau disuruh ngulang kesana lagi pas musim semi, gw mau2 aja sih hahahaha
       
      24 April
      Seperti biasa kami check out pagi karena hari ini akan ke Tokyo, yaitu kota terakhir. Selama 3 malam 4 hari kami akan di Tokyo. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Oiya di Aomori ini terkenal dengan buah Apelnya. Untuk oleh2 bisa beli jus apel atau makanan olahan dari Apel. Jus apelnya enaaaak banget sampe Ibu saya beli beberapa botol kecil sebagai oleh2 hahahahaha
      Di Tokyo kami menginap dengan airbnb di daerah Ryogoku. Ini juga cukup nyaman dan ok tempatnya. Hostnya cepat tanggap. Berhubung akan sampai jam 1 sedangkan waktu check ini baru jam 3, tadinya niat titip koper tapi wa si host, ternyata boleh check in lebih awal..yeaay.
      Nah sebelum ke Ryogoku pasti transfer di Akihabara. Kebetulan ada Coco Curry Halal di dekat station ini. Yaa kami melipir dulu sekalian makan siang. Enaaaaknyaaa (sorry ya yg baca ini lagi puasa hehehe)

      Sorenya hanya gw dan Bapak yang jalan karena Ibu makin parah flu dan batuknya sehingga memutuskan istirahat aja di kamar. 
      Untuk menghabiskan waktu sore dan malam, gw ngajak Bapak ke Shibuya, Harajuku dan terakhir Odaiba. Oiya jalan sama ortu itu kudu sabar dan jangan bikin mereka kelaperan! 




      25 April
      Pas bangun pagi ini, seperti biasa gw cek accuweather dan ternyata hari itu akan hujan seharian. Agak bimbang sih pergi atau enggak ke Hitachi Seaside Park. Gw pun gambling dengan berpikir mungkin kalau udah agak siangan hujannya berhenti. Untuk kesini, naik kereta dari Ueno sekitar 1,5 jam berhenti di Katsuta Station. Lalu dilanjutkan naik bus sekitar 15 menit. Ternyata oh ternyata... selama disana masih hujan disertai angin. Mana gw ga pake jaket, jadi walaupun pake payung tetep basahlah baju, celana, sepatu. Mana ada acara pake kepisah pula dengan ortu 
      Jadi ceritanya untuk menuju miharashi hill yg terdapat hamparan bunga nemophila (baby blue eyes), ada 2 cara yaitu dengan cara berjalan kaki sekitar 15 menit atau naik shuttle bis tapi bayar 300 yen sekali jalan. Nah gw lebih milih jalan dengan alasan ingin lihat taman lainnya sedangkan ortu naik bus itu. Kami pun sepakat untuk bertemu di dekat toilet (sambil menunjukkan peta). 

      Ternyata halte shuttle bus itu beda dengan arah kedatangan gw dan ada 2 toilet. Jadilah gw mencari2 dan bahkan sempat balik lagi ke pintu masuk sambil menunggu. Akhirnya gw memutuskan naik shuttle bus karena kemungkinan mereka nunggu dekat situ. Eeeh bener aja pas gw nyampe, mereka lagi duduk sambil foto2. Sempet khawatir gmn kalau sampe hilang huaaaa Alhamdulillaaah
       
      Nah tadinya kan setelah dari Hitachi Seaside Park, kami akan ke Ashikaga Flower Park. Tapi karena basah dan kedinginan dan kayaknya sama aja bohong kalau cuacanya ga mendukung. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi sebelumnya pas di Ueno kami menyempatkan ke Ameyoko Market untuk beli cemilan dan makan malam. Sekalian pengen nyoba juga halal kebab dan ayam panggang. Herannya pas di Ueno, cuaca cerah dong. Kzl.
       
      Pesan moral: percayalah pada perkiraan cuaca di Jepang. Kalau memang hujan besar jangan memaksakan diri untuk berkegiatan di luar karena jadinya percuma kurang menikmati.
      26 April
      Di dalam itinerary yg gw buat, harusnya hari ini ke Kawaguchiko, tapi setelah berunding, kami memutuskan ke Ashikaga Flower Park apalagi hari ini diperkirakan cuaca cerah. 
      Ini keputusan yang sangat tepat karena ortu gw seneng banget ke taman bunga ini. Gw juga sih secara udah pernah ke Kawaguchiko, kalau kesini kan belum hehehe. 
      Untuk kesini jg sama, gw naik kereta dari Ueno ke Oyama lalu dilanjutkan dengan JR Ryomo Line menuju Ashikaga Flower Park Station. Tinggal jalan kaki 3 menit deh. Agak jauh sih ini dari tokyo, total 2 jam lah. 
      Enaknya dari pagi kesini jadi belum terlalu ramai, tapi sebenarnya bisa juga sore menjelang malam karena ada light up illumination. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung banyaknya bunga yang sedang mekar. Saat itu harga tiketnya 1000 yen/orang. 

      Sebenarnya tempat ini lumayan luas dan banyak arena untuk duduk2 santai sambil makan siang. Ada juga restoran tapi karena kurang tahu ada halal atau tidak, kami sih bawa bekal. Seru juga makan bekal dengan pemandangan bunga warna warni. Wangi pula. Saking wanginya banyak lebah, tapi tenang aja mereka gak menyengat kok asal kita gak ganggu.
      Bunga utama disini adalah Wisteria, ada warna putih, ungu, kuning, dan pink. Saat kami datang, yg sedang mekar adalah warna putih dan ungu. Ada 1 pohon wisteria yang paling tua dan besar loh. 

      Bagi pecinta bunga wajib sih kesini!!! Kebanyakan yang kesini orang tua, agak jarang lihat yang muda mudi hehehe. Jangan lupa mencicipi eskrim khas yg konon katanya terbuat dari bunga wisteria ungu. 

      Pulang dari sana, setelah mengantar Ibu ke apartemen, gw dan Bapak lgsg lanjut jalan lagi. Tujuannya sih belanja karena besok hari terakhir huhuhu. Sebelumnya sempat mampir ke Sensoji Temple dan Asakusa.
      27 April
      Ini hari terakhir kami di Jepang. Meski penerbangan masih jam 6 sore, kami memutuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Bapak solat jumat disana. Jadilah kami leyeh2 dan baru check out jam 10. Sebelum ke Tokyo Camii, kami ke Nippori station untuk titip koper karena nantinya kami naik kereta dari Nippori untuk ke Narita. 

      Kami sampai di Tokyo Camii jam 11an dan ternyata waktu solat jumat baru mulai jam 12.45. Dan saat solat jumat tidak ada tempat menunggu untuk wanita. Alhasil saya dan Ibu kembali lagi ke Yoyogi-Uehara St untuk menunggu sambil makan bekal. Agak mepet sih pulangnya karena gw milih naik kereta biasa untuk ke Narita. Untungnya kami sudah web check in sehingga tinggal print boarding pass (secara mandiri) dan setelah itu drop bagasi. Cumaaan pas di imigrasi antriii daaaan gate kami jauuuh sekali, jadi gak sempet tuh yg namanya last minute shopping di airport. Kagak sempet, baru duduk 1 menit udah lgsg dipanggil boarding hahahaha
       
      Apps berguna selama trip:
      -Japan Travel by Navitime. Selain menunjukkan waktu keberangkatan kereta dengan tepat, saat reserve seat shinkansen atau kereta express, bisa sambil menunjukkan ini ke petugas. Sayangnya harus ada konektivitas internet. Tapi kalau udah sebelumnya masuk ke pencarian akan tersimpan kok atau screenshoot aja.
      -Google Maps. Penting bagi yang suka nyasar dan pengen cari tempat tertentu. Akurat kok ini kalau di Jepang. 
      -google translate. Kalau mau nanya2 ke orang lokal. Atau menerjemahkan tulisan jepan.
      -Muslim Pro. Bagi yang muslim, untuk arah kiblat dan waktu solat. 
      -traveloka, booking.com, airbnb. Untuk pesan2 penginapan, tiket pesawat
      Website penting dan berguna:
      -www.japan-guide.com. Ini sih sumber no 1 bagi gw. 
      -www.halalmedia.jp. Untuk tahu resto halal dan tempat solat. 
      -forum jalan2. Ini juga penting karena banyak info keren dan menarik. 
      Note: foto2 disini diambil dengan kombinasi kamera hp dan kamera mirrorless
       


    • Guest
      By Guest
      Hallo...Sawadee Khrup 
      Saya ingin menceritakan perjalanan saya ke 2 dalam trip ke Luar Negeri, ini kunjungan pertama saya ke bangkok. Sekian lama menanti hari ini pun tiba saat nya saya explore beberapa kota di bangkok. Trip kali ini saya sekitar 10 ( 16-25 April ) hari dengan agenda sih mau merasakan yang nama nya SONGKRAN festival, awalnya sih gak kepikiran buat songkran karena setelah lihat kalender Thailand nya acara berlangsung 12/13 - 16 april sedangkan saya baru otw ke bangkok tanggal 16 april sore hari dan sampai di bandara don mueang 16 malam. 
       
      Hari pertama 16 April 
      Gak banyak yang bisa saya ceritakan di hari pertama, start dari jakarta ke bangkok jam 16.30 sore karena parno takut kelebihan kabin  jadi jam 12 an dah masuk ke ruang tunggu. Sempat was2 karena ada timbangan pas masuk ke bagian ruang tunggu, akhirnya ama petugas cm di angkat saja dan lolos lah akhir nya 8 Kg koper saya. Mungkin next time lbh bawa sedikit aja jadi gak parno lagi . Akhir nya saya pun ngebangke di ruang tunggu +- 4 jam, sudah di siapin sih amunisi nya mulai dari buku, games portable n Mp3 + wifi ( ini yang paling ampuh sih ).  untung aja di bandara ada wifi free dan lumayan kencang akhir nya saya pun nonton youtube acara reality show RUNNING MAN buat usir ke bosanan. Dan jam pun menunjukkan jam 4 lewat mulai pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat, it's time to fly  sambil mendengarkan lagu nya OFFICIAL AIR ASIA pitbull " Time Of Our Lives ". 
      3,5 jam di dalam pesawat dan akhir nya saya pun tiba di bandara don mueang Bangkok untuk pertama x nya, dan semua pun berjalan lancar sampai ke bagian imigrasi. Di sini semua petugas gak berpakain resmi karena masih merayakan songkran jadi bajunya warna warni semua alias cerah2 ( bebas tp sopan ). Setelah itu saya memutuskan naik TAXI saja ke daerah Khaosan Road untuk menginap semalam di sana. Taxi dari bandara ke daerah Khaosan Road +- 1 jam jadi kena agro nya 190 THB +- 70an rb lah. Sesampainya di sana saya pun cari Hotel yang dekat ama daerah kawasan sana lalu cari makan malam, jalan2 sebentar dan pulang ke hotel untuk istirahat, dan ternyata pemirsa saya gak bisa tidur karena terllau berisik nya suasana malam di sana. disko2 terus semalaman  padahal dah capek banget. Tapi pertama x sih oklah inap di sana n merasakan dunia malam nya bangkok. Istirahat karena besok pagi2 mau lanjut ke wisata Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun.
       
      Hari ke dua 17 April
      Hari ini rencana akan di lanjutkan ke Grand palace, Wat Pho n Wat Arun, ternyata jalan kaki dari hotel ke Grand palace lumayan jauh juga ya?banyak yang bilang dekat tp lumayan juga jalan + matahari begitu menyengat. Sesampainya di Grand Palace masih belum buka karena buka jam 8.30 kalau gak salah jadi cari sarapan di sevel aja yang murah meriah. Jam 8 aja di luar sudah penuh dengar para turis dari china, ada mungkin sekitar 60 an orang udah antri di depan pintu gerbang nya. Dari luar saja bangunan Grand Palace megah sekali setalah masuk ke dalam wah..wah..wah... keren banget deh karena baru pertama x nya ke sini tapi harga tiket nya OMG 500 THB / 200rb untuk foto2 aja di sana.
       
      Setalah puas di sana akhir nya keluar untuk menuju ke Wat Pho or Wat Arun saya lupa mana dulu an...hehehe...si Wat Pho n Wat Arun gak mahal2 tiket nya cm masih standar sesuai blog2 / artikel yang saya baca, cuma 1 aja di bangkok sunggung panas sekali ampe saya harus cari oasis AC yaitu 7-11. Ntah kenapa di bangkok AC nya itu dingin2 ya?jadi sekali masuk OMG serasa surga nya di sana...hahahaa. Udah puas buat keliling2 akhir nya saya pun pulang ke hotel buat check out dan melanjutkan naik van ke PATTAYA, dari khaosan banyak yang jual cm kayak nya mahal2 dari pada ke VIC. Monument cm karena males bawa koper lagi jadi sekalian aja di jemput di depan hotel nya. Harga nya 350 THB dan jam 12 pun di jemput ama supir, ketemu orang jakarta juga suami istri di mobil cuma beda t4 duduk nya, selama di mobil cm bisa istirahat aja dan tau2 sampai di WALKING STREET bangkok.
       
      Oh ya lupa ternyata di PATTAYA itu masih berlangsung songkran nya, yipee 13-19 April, jadi acara puncak di adakan di central Plaza mall gitu dekat Walking Street nya. Di sini lah rasa cemas,takut dan gembira nya karena pas lagi di jalan udah cakep2 di sembor air..OMG gak ke bayang rasa nya itu...hahhahaa. hari pertama n ke 2 saya gak booking hotel di agoda jadi on the spot aja, jadi sampai nya di sana saya cari lah hotel yang gak terlalu ribut karena dengar ini tempat sama kayak khaosan road. Saya lupa untuk foto nama hotel nya karena ini masuk gang jadi malam itu gak terlalu berisik. Pelayanan di hotel ini lumayan ramah dan dekat sevel dari pintu masuk nya walking street. Sampai di hotel saya istirahat bentar ampe sore dan mandi lalu jalan2 sekitaran sana aja n jadi anak MALL.
       
      Tadi nya mau sih malam nonton Alcazar Show cuma gak beli online mahal banget jadi nonton yang lokal aja deh sekitaran walking street banyak banget..hahahha . Akhir nya semalaman cm di mall aja sambil liat2 suasana baru di sana, besok pagi akan di lanjutkan ke beberapa t4 wisata di pattaya.