Gulali56

FR: Merasakan Akhir Musim Panas di Russia (17-26 Agustus 2017) - part 1

18 posts in this topic

Trip 17 Agustusan ini saya mengunjungi Rusia.

Gara2 terbujuk tiket promo dari Thai airways yang cuma Rp 5,4jt Jkt-Moscow pp. Belinya pas sakit2nya, bokek2nya. Berangkatnya stlh kelar pengobatan. Pulangnya sakit lagi.. hahaha..

Awalnya saya ragu kemari, pas beli tiket ini pas lagi angot2nya Rusia dan Amrik dan sempet ada terror bom di St. Petersburg. Eniwei krn kebetulan ada sahabat saya yg baru pindah ke Rusia Des 2016 lalu, dan dia bilang jangan termakan berita negatif tt Rusia krn rata2 media ada pengaruh Amrik, sedangkan kondisi Rusia aman terkendali akhirnya pergilah saya kemari.

Pengajuan visa Rusia itu gampang2 rumit. Gampang krn gak minta surat ket kerja maupun rek Koran 3 bulan. Rumit krn ada sistem visa support seblm pengajuan visa yang kalau diajukan sendiri harus menambah biaya USD 30-USD 45 karena warga Indo dicap hobi jadi imigran gelap.

Untungnya saya dibantu sahabat saya shg visa support ini gratis via kantor suaminya yg merupakan organisasi international, walo butuh waktu sebulan sendiri pengurusannya. Sempet deg2an karena saya pergi sama 1 temen yg kerja di perusaah non profit yang dibiayai oleh Amerika dan sempet jadi  sorotan slm bbrp hari.

In the end, dptlah kami visa support ini dan langsung mengurus visa di Konsulat Visa Rusia di Kuningan depan pasar festival.

Tips yang bisa saya kasih:

1.Datang awal krn maximum nomer pengajuan visa cuma 20 nomer per hari dan sistem nya lelet bgt. Please jangan samain dgn urus visa di jpn,korea apalagi agen VFS.

2.Bawa duit USD pecahan baru (pecahan lama ditolak) sedangkan byr pk Rupiah, USD dipatok di Rp 14,000 sedangkan saya beli USD cuma Rp 13,300.

Harga visa single entry: USD 70. Proses normal 14-20hari. Express 3hari USD 140.

Day 1: Kamis, 17 Agustus 2017

Kami tiba di Domodedovo airport di Moscow jam 4 sore,stlh layover semlm di Bkk (maklum tiket promo, layover nya 12jam),  kena antrian imigrasi Russia yg absurd krn petugas nya non English speaking semua shg mostly org2 sama2 gak ngerti knp antrian mengular dan acak2an.

1.thumb.jpg.9553f4c1f8b4dd205d1f88373fc2651e.jpg

Dari airport yang 11-12 dgn airport Soetta terminal 3, kami janjian sama sahabat saya di stasiun kereta Aeroexpress yang berada disebrang airport. Harga tiket nya RUB 500/org/way. Kalo beli online bisa RUB 420. Tp entah terima cc luar/tdk.

Perjalanan dari Domodedovo airport ke Paveletskaya Stn (city central) sekitar 45menit. Interval kereta tiap 30menit sekali. Tiket dapat di beli via machine yg ada pilihan menu Inggris.

2.thumb.jpg.a59e00dbc7bdf7622c39f8de468dcc4a.jpg

Di Paveletskaya  stn, disini ada station Metro dan railway juga utk keluar kota. Jadi liat2 ya pintu masuknya. Masih ada tulisan latinnya/English kok nya jadi masih aman.

Apartemen teman saya terletak di antara 2 station metro jadi kami lanjut naik metro ke apt nya. Single ride metro itu sebesar RUB 50. Karena temen saya punya spare kartu Metro Troika, kami cukup top up isinya, per one ridepake Troika cuma RUB 35 (Rp 8,050).

Perlu diingat mesin top up nya tidak terima kembalian, alias harus uang pas. Padahal duit belum pecah, sehingga nominal nya RUB 1,000 semua. Akhirnya dibantuin temen saya di top dgn kartu debitnya (rekening local Rusia). Di top up RUB 350 dulu. Tips lagi, kartu Troika ini sebenarnya bisa dipake bbrp orang, krn di Moscow, metro nya jauh dekat sama tarifnya. Dan tap kartu cukup di awal masuk platform Keluar nya cukup bablas.  Kalau tidak salah harga kartu Troika adalah RUB 50 (Rp 11,500). Murah khan di Rusia?

3.thumb.jpg.813e1e9ed294240bfa65213bec0d855f.jpg

Samping apt teman saya ada counter penjual sim card local Rusia, Beeline, hasil survey, Beeline ini yg paling murmer diantara yg lain. Harga RUB 300 (Rp 69,000) dapat paket 12GB , ini harga promo sih , normalnya dpt 3GB, lbh dari cukup utk trip 2minggu, google map dan socmed aktif. Bisa dipakai ke St.Petersburg juga. Kita cukup beruntung si penjual bisa Inggris dikit2. Jadi cukup kasi passport utk register, dia mengaktifkan paket kartu via sistem nya.

Karena udah kecapean gotong2 koper turun naik tangga di station. Yuppp berhubung station di Rusia itu dibangun jaman Uni Soviet yg jadul2 jadi masih skip ya escalator/lift kecuali untuk turun platform yg bisa 20meteran dibawah tanah.That is why di Moscow, traffic kendaraan itu rame padet bgt, mungkin krn sistem keretanya yg msh blm disable friendly. Buat cewe2 yg bawa koper gede,cowo2 sini baek2 nawarin bawain koper kok pas naik/turun tangga, tp berhubung sahabat saya baru ceritain betapa gak amannya St.Petersburg, saya jadi panik2 sendiri kalo koper saya dibantuin bawa…hahaha.. tp ternyata Moscow cukup aman kok asal tetep waspada.

Tp mungkin 2018, akan lbh comfort krn menjelang World Cup 2018, Russia sudah byk berbenah. Spt memperbanyak tulisan latin instead of Cyrillic , yg pasti sih, utk Moscow pas saya disana, yg ada tulisan latinnya baru station Aeroexpress dan Metro jalur coklat doank. Selebihnya mati gaya ngenalin karakter Cyrillic utk nama2 metronya.

Tips: Aplikasi wajib install di Moscow: Yandex Metro  (Moscow&St.Petersburg), Offline Metro map 2bhs (Moscow&St.Peters), Yandex Taxi, Google maps, Google translate/Yandex Translate.


Day 2: Jumat, 18 Agustus 2017

Berhubung masih jetlag,  kami memulai aktivitas baru jam 9.30pagi. Langsung ke area Red Square berhubung teriknya matahari bikin kita kepanasan dan keausan lgsg deviasi ke GUM,the most famous shopping mall di Moscow. Kata teman saya sih mall ini bagusan pas winter, dimana dalam dan luar mall byk lampu2 warna warni.

4.thumb.jpg.9d7d3d36c120717af4be3bbddbfac759.jpg

Di mall ini ada premium supermarket, yg interiornya cantik bgt, disini kami beli pirozhki, roti khas Russia.Harganya berkisar RUB 40-RUB 80 tergantung isiannya apa. Sori gak ada bhs inggris, jadi depends on sahabat saya yg baru level 3 kursusnya , jadi kadang sukses translate nya kadang tidak. Saya beli rasa kentang& daging giling, rasa raspberry, dan rasa apel yg katanya khas. IMO, pirozhki ini kyk roti kampung, yg savory kyk panada, yg sweet/fruit kyk roti buaya.hahaha… Total 3roti RUB 250.

5.thumb.jpg.30e22e31fe3ecf62a50ac8da1b6dc4dd.jpg

Selain itu di GUM ada ice cream murah yg keterkenalannya setara es krim 1 dollar di Singapore. Murah dan wajib beli. Harganya Cuma RUB 50 aja. Letak counter nya di dekat fountain maupun di dekat pintu masuk kiri kanan gedung. Pokoknya intip aja hrgnya RUB 50 atau tidak,jgn kebalik beli di café. Rasanya ada byk varian , si penjual dikit2 bisa bhs inggris scr menu nya pake Cyrillic. Saya pesen rasa blueberry. Temen saya rasa lemon,dan 1lagi rasa strawberry. Rasa nya milky bgt. Enaaakkk buat cuaca panas.

6.thumb.jpg.d4db301982f5623dc4555c0015632010.jpg

Selain ice cream 50rubles, di GUM ada cafeteria yg cukup terkenal di lantai paling atas, namanya Stolovaya 57, mostly Russian cuisine resto itu konsep nya self service kyk makan di cafeteria/ warteg2 indo. Bawa baki terus tinggal tunjuk makanan dari appetizer, soup, main course sampai dessert. Mahal murah, tergantung byk nya porsi , hrg tercantum rata2 hrg 100gr. Karena sistemnya gram2an, even makan per menu pun di menu Russia suka tertulis besarnya porsi dlm gram.

Karena sudah sarapan di apt temen dan makan roti buaya eh Pirozhki, segeralah kami ke tujuan selanjutnya di Red Square.

How to go to GUM mall ( ГУМ ) : Metro: Ploschad Revolyutsii

Address: Red Square, 3 metro Ploshchad Revolutsii. Open daily: 10:00-22:00.

St.Basil Cathedral (Собор Василия Блаженного ~ Sabor Vasiliya Blazhennava)

Open :11.00-17.00, closed on Tuesdays.

7.thumb.jpg.0ceed650666da1ef8fcda589782a0819.jpg

Katedral iconic cantik nan warna warni di Moscow. Katedral ini dibangun di abad 16, dijaman Ivan The Terrible (Ivan IV), dan sesuai nama nya The Terrible, konon arsiteknya dibutakan matanya setelah katedral ini selesai dibangun agar design nya tidak ditiru orang lain. Dan konon juga, warna warni di kubah nya baru ada setelah abad ke 17, sebelumnya kubahnya hanya plain putih batu. Spt kebanyakan gereja objek wisata di Russia, gereja ini sudah berubah fungsinya jadi museum saja.

8.thumb.jpg.93458d6d36460efb40e62094c68e4a09.jpg

Harga tiket masuk khusus summer adlh RUB 500.Normalnya RUB 350. Bisa foto2 didlm Katedralnya.

Tips: Kalau ada rencana ke St.Petersburg sih mendingan foto2 di luar St.Basil aja..krn mnrt saya St.Isaac dan Church of the savior on Spilled Blood di St.Peter lbh magnificent.

Dari St.Basil kami ke Bolshoi Theater, berhubung mimpi nonton ballet di Bolshoi gak kesampaian (pas mid Agustus, gak ada show), jadi kita foto2 diluarnya.

9.thumb.jpg.3cb32f523e0a251337424778fa7dc782.jpg

Ke Bolshoi ini sebnarnya bolak balik, jadi alurnya jgn ngikutin saya ya.. kebetulan kami cewe2 yg ngeliat mall langsung deviasi. Jadinya berantakan arahnya.

10.thumb.jpg.0efe623729c704d2ad6586bd20b9ce94.jpg

Dari Bolshoi ternyata ada entrance metro Teatralnaya langsung deh masuk stasiun krn dari mbah google dibilang ke area Arbat kudu jalan kaki 30menit kaki org Rusia.Bhay..

.: Old Arbat :.

Ada 2jalan Arbat di Moscow, dan 2-2 nya kebetulan sejajar. Saya ke Old arbatnya krn mo ke Hard Rock Café Moscow dan dari segi objek wisata lebih terkenal  krn ada museum Pushkin dan monument nya. Walau mnrt saya mirip jalanan Pasar Baroe, conblock, kiri kanan toko souvenir dan resto.

11.thumb.jpg.6fd3380a4ceac2ad46a27d40301a948d.jpg

Dari HRC kita late lunch di My My (sbrang HRC) bacanya Mu-Mu, salah 1 food chain cafeteria di Moscow. Rasanya mayan , harga juga oke, ada definisi dlm bhs inggris, walaupun staf nya only speak Russian semua. Saya pesen grechka pake daging unggas (hahaha auk apaan, mbak2nya kepak2 tangan jadi kyknya daging burung), sama semangkuk garlic bread. Total RUB 442.

12.thumb.jpg.82d39770698e49dc0a26e97ab8436e21.jpg

Yang saya suka dari masakan Russia , ada nasi2an nya. Entah itu nasi basmati, buckwheat yang nama localnya grechka ataupun couscous . Saya pribadi lbh suka grechka, karena rasa nya mirip brown rice (nasi merah) dan konon lbh sehat dari brown rice . Yup buat org penyakitan kyk saya, makanan sehari2 saya yg nasi merah, sayur dan lauk dgn sedikit garam, non msg, non penyedap. Russia itu surga, krn jarang msg, sedikit garam (nyaris hambar)..hahaha. .

13.thumb.jpg.c3014b431277a1623ee4a590aba89826.jpg

13b.thumb.jpg.03533056688b5cb9d61c51a096c80441.jpg

Old Arbat itu diapit 2 stasiun, yg dkt Kremlin , metro : Arbatskaya.

Yg dkt Hard Rock Café .Address: Stary Arbat 44 (old Arbat). Daily 9am-12am. Metro: Smolenskaya.

Krn kami dari metro Smolenskaya, kita menyusuri jln Old Arbat dan pulang lewat Metro Arbatskaya.

Berhubung masih jetlag, kami sore udh balik apt. Ngobrol2 sambil nunggu suami temen pulang kerja baru dinner di food chain deket apt. Namanya Karavaevi, another self service cafeteria, tp lbh ribet dan non english, plus kudu ambil nomer dan tunggu dipanggil nomer kita (in Russian) , unless ditemenin org yg apal nomer dlm bhs Russia, mending tuh nomer di tempel di jidat, krn walau ada display nomer yg dipanggil, krn org Russia suka ngambil nomer skaligus byk, jadi kalo nomer didisplay suka skip2 dgn sadisnya kalau gak gak ngerti bhs Russia.

14.thumb.jpg.ebabe574a113a0b11dc08e60fae3a76e.jpg

Dari segi rasa, varian dan tampilan yg ini lbh bagusan sih dari My My. Saya order nasi basmati pake daging saus teriyaki. Rasanya lbh tasty. Krn laper, nasinya banyakan jadinya lbh mahal.Haha… yg saya inget harga sepoci teh RUB 70. Tinggal isi air panas, bisa buat minum 2orang. Total dengan lauk pauk RUB 288.

 

Day 3: Sabtu, 19 Agustus 2017

Kali ini kami ke Izmailovsky market, pasar tempat oleh2 di Moscow.

Dari metro Partizanskaya, keluar exit langsung kearah kiri di kejauhan akan keliatan Kremlin (complex) Izmailovsky yg warna warni spt istana boneka.Kalo gak pede, ikutin aja org2 kebanyakan. Kalau jalan di conblock khusus pejalan kaki memang banyakan org turun di station ini kearah sini semua kok.

15.thumb.jpg.3b0c6ee691206552c8da4f95e02e78e2.jpg

16.thumb.jpg.a691ac084961322faa5d19f485dfa9af.jpg

Dari entrance, kalau kamu hobi ngoceh dan kedengeran salah 1penjual yg bisa bhs Indonesia dkt entrance. Saya sarankan beli sama dia aja, hihi, krn saya ke pasar ini 2x , pertama kalinya beli ke toko yg blusuk2 ternyata toko yg bisa bhs Indonesia ini hrgnya sama aja. Jadi teori, toko yg dpn pintu masuk lbh mahal gak berlaku disini. Tp kalo mo liat2 dulu monggo silahkan, karena ada bbrp design yg mungkin hy ada di bbrp toko.

17.thumb.jpg.6ecdca209d0d65792349566dc6d65033.jpg

Kisaran harga souvenir disini:

Matryoshka : start fr RUB 90 (depend size dan jumlah nya) berhubung mnrt saya makin murah makin kecil size nya dan makin asal designnya. Saya beli yg kisaran harga RUB 250-300 kalo beli byk bisa disc.

Yg design bagusan dan ukuran medium, seharga RUB 800 saya beli yg tema keluarga, jadi seset designnya beda2. Bagus, gak nyesel , cuma gak penting aja..stlh sampai rmh, pusing taro dimana, krn makan tempat.

Magnet : start from RUB 50. Mostly harga nya RUB 50 dlm berbagai bentuk. Terbukti di pasar ini yg paling murah deh.

Shawl: size kecil RUB 250-300, medium RUB 500, Large : RUB 800. Again semua disini bisa ditawar kalo beli lbh dari 1.

18.thumb.jpg.ba933d4ffc434d9d19e4cd7804051b66.jpg

Agak ketengah pasar ada para penjual BBQ shashlik. Mostly satu tusuk harga nya RUB 500 sudah termasuk semacam roti besar, salad dan sour cream+sauce. Variannya ada sate kambing, ayam, jamur, babi,& seafood. IMO, satu tusuk ngenyangin sih. Krn kita gak pake tanya hrg dulu , sate jamur dipukul rata RUB500 juga. Kita pesen sate kambing, ayam, jamur dan salmon plus 3 botol ice tea .Total RUB 2,350. Yup mehong beud. Berhubung makannya pas jam 12 , kita makannya pake payung, saking teriknya tp laper. Hiks.

19.thumb.jpg.da316812b97b127eee591990864eaf5b.jpg

20.thumb.jpg.07f5bb21b6c44299393ec17699ac1efa.jpg

Stlh belanja2 gak penting, kita naik tangga ke lt.2 tempat jualan barang2 second. Dari keramik2 sampai peninggalan Uni Soviet. Dari lt.2 ada jalan menuju Kremlin or complex ke rumah2 lucu yg tadi diliat di kejauhan.

How to go to Izmailovsky market: Metro Partizanskaya belok kiri.

Daily: 10am-6pm. Closed : Monday

Dari Izmailovsky kita lanjut ke Palace. Ini sbnrnya Palace yg gak umum buat tourist. Apalagi yg ada rencana ke St.Petersburg. Tp berhubung ini rekomen temen saya dan dia yg nganterin. Ya suds dijalanin.

.: Tsaritsyno Palace :.

Park open:6am-12am . Free. Palace closed on Monday. Open 11am-6pm. Admission: RUB 250.

Metro: Tsaritsyno / Orekhovo Stn

22.thumb.jpg.ddb5b5bc975889ccbd8aaedf86c4e84a.jpg

21.thumb.jpg.5c2d8de98b17ccedc9351d04c34282cf.jpg

24.thumb.jpg.6f8f97bd9a8c2ca0a798dad29783b481.jpg

Mostly disini org local yg kongkow di taman. Berhubung ini palace pertama yg kami kunjungin. Ya seneng2 aja liatnya.

Tempatnya gak tll crowded, yg bikin sedih yg jualan minuman gak pake es. Padahal pas hari itu panasnya gila2an. Entah hrs minta lagi es batu nya ato krn kitanya aja yg salah pilih stand aja. Disini saya bliny, pancake Rusia. Sbnrnya rasa yg khas yg sour cream, tp saya beli yg rasa raspberry, temen saya yg rasa sour n cream. Hrg RUB 150 or sktr Rp 35rb. Yg rasa sour cream lama2 enek ngabisinnya. Cukup mahal jg utk jajanan pinggir jln.

23.thumb.jpg.f7e9c386fb238b941fa1c44eb6f7f3c8.jpg

Spt layaknya taman istana dan istana2 di Rusia. Segala macam luas dan extravagant, basically total jalan kaki kami hari ini dari pagi (market) sampai keliling taman&istana mencapai 16km… pdhal besok pagi2 kita kereta pagi ke St.Petersburg.

Disini saya pisah dari sahabat saya yg masih lanjut ke festival kembang api sedangkan saya dan teman saya yg sama2 non speaker Russian, pulang ke apt dan kembali ke cafeteria Karavaevi mencoba peruntungan tanpa ngerti bhs Rusia blas. Stlh nomer kelewat, krn entah petugasnya ngomong apa, nomer urut saya taro di jidat (maklum laper, jadi extreme malu2innya) dan berdiri didpn mas2nya. Dengan segala bhs tarzan akhirnya berhasil juga pesen grechka dan ayam teriyaki dgn total RUB 192.

25.thumb.jpg.f94678acedc5b79f7e6bb1e3328981f6.jpg

Bersambung ke part 2-St.Petersburg.:melambai

Tips : Buat yang mau  ngurus sendiri visa support nya silahkan baca blog mas satu ini, isinya informatif ,detail dan ter-update mnrt saya.

https://pakansi.com/2017/02/10/mengurus-visa-rusia/

:senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, kyosash said:

wah penuh perjuangan nih tripnya, ternyata makan nasi juga toh orang Russia, image saya selama ini makan roti2-an,  as always nice share :rate 

 

Makannya doank yg penuh perjuangan ato pasrah aja sih..haha...

Iya di Rusia nasi terbilang murah kok. Walau tetep lbh mahal daripada beli buckwheat (grechka) yg tumbuh disana

Thank you telah baca :senyum

1 hour ago, twindry said:

ternyata ngak mahal2 amat ya biaya hidup di rusia :D dipikiran saya mahal2 kalo udh nyentuh ke yurop

Iyaa , saya jg kaget . Sblmnya abis trip ke Seoul, malah mahalan Seoul  jauh...

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Gulali56 said:

Makannya doank yg penuh perjuangan ato pasrah aja sih..haha...

Iya di Rusia nasi terbilang murah kok. Walau tetep lbh mahal daripada beli buckwheat (grechka) yg tumbuh disana

Thank you telah baca :senyum

Iyaa , saya jg kaget . Sblmnya abis trip ke Seoul, malah mahalan Seoul  jauh...

waaah boleh nih kalo ada tiket muyah ya. kira2 abis brapa all in?

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, twindry said:

waaah boleh nih kalo ada tiket muyah ya. kira2 abis brapa all in?

Tiket pswt+Sapsan+visa+hotel st.Petersburg+ballet+belanja oleh2+makan 10hari = Rp 16 jt 

Saya kebantu krn nginep di apt temen sih di Moscow :tersipu

ini link cerita selanjutnya:

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, Gulali56 said:

Tiket pswt+Sapsan+visa+hotel st.Petersburg+ballet+belanja oleh2+makan 10hari = Rp 16 jt 

Saya kebantu krn nginep di apt temen sih di Moscow :tersipu

ini link cerita selanjutnya:

 

kurleb dengan japan ya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 minutes ago, twindry said:

kurleb dengan japan ya :D 

Dulu sih saya di jepang 10hari 12jt an all in sudah termasuk USJ dan Disney Sea, dan JR pass.

Biaya paling mahal di Rusia ini krn nonton balet Rp 1,8jt. Plus kebykn masuk ke gereja2 dan museum.

Hotel di Rusia kalo dormitory murahnya bisa 150rb-an per malam. Tp krn saya hanya mau di dorm kalo di Jepang doank yg terkenal super bersih, jadinya gak ambil juga :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Gulali56 said:

Dulu sih saya di jepang 10hari 12jt an all in sudah termasuk USJ dan Disney Sea, dan JR pass.

Biaya paling mahal di Rusia ini krn nonton balet Rp 1,8jt. Plus kebykn masuk ke gereja2 dan museum.

Hotel di Rusia kalo dormitory murahnya bisa 150rb-an per malam. Tp krn saya hanya mau di dorm kalo di Jepang doank yg terkenal super bersih, jadinya gak ambil juga :tersipu

wooh tapi review hostel yang diinepin di st peter gimana? bersih ya? katanya ada hostel no.1 di dunia di moskow. tapi lupa apa namanya

57 minutes ago, deffa said:

@Gulali56 wah ternyata sulit English ya disana baru tau, karena sempat baca Blog luar katanya di Russia cukup bagus English jadi gak perlu khawatir soal bahasa

saya juga gambarannya gitu. bisa eng semua soalnya kan deket eropa. ternyata eh ternyata :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, twindry said:

saya juga gambarannya gitu. bisa eng semua soalnya kan deket eropa. ternyata eh ternyata :D 

dan kemarin juga kan bersiar kabar kalau Visa ke Russia di mudahkan karena mau ada World Cup 2018 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

dan kemarin juga kan bersiar kabar kalau Visa ke Russia di mudahkan karena mau ada World Cup 2018 

mungkin juga ya. cuman ada s&k nya kali mod. mgkn harus ada bukti booking ato tiket pertandingan wc nya. :D 2020 tuh japan olimpic. wkwkwk mayan kan biasa banyak diskon2an

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, twindry said:

mungkin juga ya. cuman ada s&k nya kali mod. mgkn harus ada bukti booking ato tiket pertandingan wc nya. :D 2020 tuh japan olimpic. wkwkwk mayan kan biasa banyak diskon2an

iya kemarin sih bilang nya kalau yang ada tiket World Cup Free Visa :D 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 minutes ago, deffa said:

iya kemarin sih bilang nya kalau yang ada tiket World Cup Free Visa :D 

 

nah loh :D tapi tiket e yg ngak free wkwkwk. tiket pesawat pasti mehong. mana musim panas lagi kan

Share this post


Link to post
Share on other sites
56 minutes ago, twindry said:

wooh tapi review hostel yang diinepin di st peter gimana? bersih ya? katanya ada hostel no.1 di dunia di moskow. tapi lupa apa namanya

saya juga gambarannya gitu. bisa eng semua soalnya kan deket eropa. ternyata eh ternyata :D 

Ini link review hostelnya , cukup bersih kok. tp memang gak murah jg utk ukuran hostel, krn saya ada kriteria khusus pas milihnya

wah gak tau deh kalo ada hostel nomer 1 di moscow.. di moscow nginep di apt sahabat saya. :senyum apt nya cukup strategis. Diapit 2 jalur metro: Prospekt Mira Stn (brown/yellow line) / Sukharevskaya Stn (yellow line) . Brown line termasuk jalur turis jadi stationnya ada tulisan latinnya. Selebihnya masih tulisan cyrillic.

1 hour ago, deffa said:

@Gulali56 wah ternyata sulit English ya disana baru tau, karena sempat baca Blog luar katanya di Russia cukup bagus English jadi gak perlu khawatir soal bahasa

kalo bhs Inggris sih mungkin yg agak bisa cuma kota St.Petersburg ya, krn dkt perbatasan dan byk org Eropa seneng ke sana krn murah. Di hostel saya pun tamunya bykn org local Rusia, and beneran gak ada usaha ngomong Inggris sama sekali. Pdhal ngomong sama kita2 yg jelas2 mukanya Asia bgt. 

@twindry @deffa wihh samaaa saya dulu sempet tergiur pengen ke Rusia pas world cup. Tp kyknya gak nyanggup deh beli tiket pesawat dan tiket World cup nya .... hahahah

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 minutes ago, Gulali56 said:

kalo bhs Inggris sih mungkin yg agak bisa cuma kota St.Petersburg ya, krn dkt perbatasan dan byk org Eropa seneng ke sana krn murah. Di hostel saya pun tamunya bykn org local Rusia, and beneran gak ada usaha ngomong Inggris sama sekali. Pdhal ngomong sama kita2 yg jelas2 mukanya Asia bgt. 

@twindry @deffa wihh samaaa saya dulu sempet tergiur pengen ke Rusia pas world cup. Tp kyknya gak nyanggup deh beli tiket pesawat dan tiket World cup nya .... hahahah

 

I see ya jadi sedikit tambahan info nih, saya memang ada wish list ke Russia nanti. Tapi unik juga ya sampai di Bandara nya juga petugas bahasa Inggris minim @Gulali56

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...