Gulali56

FR: Merasakan Akhir Musim Panas di Russia (17-26 Agustus 2017) - part 2- St.Petersburg

8 posts in this topic

Hei ho, part 1 nya silahkan cek dulu disini ya : :melambai

 

Day 4: Minggu, 20 Agustus 2017 Ke St.Petersburg

Dari Moscow ke St.Petersburg ini ada bbrp cara: naik pesawat, naik kereta malam dan naik kereta cepat.

Dari segi harga, kalau kita beli jauh2 hari , naik pesawat itu relative lbh murah. Tp berhubung kita parnoan soal visa. Kami end up PP naik kereta cepat Sapsan. Visa baru jadi 2minggu sblm hari brgkt.

Utk book tiket Sapsan, tiket dibuka 45hari sblm hari keberangkatan. Saya sarankan menggunakan situs local http://pass.rzd.ru/  dan sangat saya sarankan, saat booking menggunakan menu bhs Rusia ketimbang menu bhs Inggris. Entah krn situs nya masih zonk bgt krn baru perpindahan sistem (per April 2017) atau memang males2an maintenance menu Inggris nya.

Ada byk situs agen kereta yang menggunakan bhs Inggris yg mudah dimengerti tp mematok hrg 2x lipat, apalagi kalo beli mepet2. Sedangkan pake web RZD yg ajaib ini, harga relative stabil. Dr pengalaman saya, pas coba book pake menu Inggris, saat mo pilih seat maupun gerbong, kursor stuck gak bisa pilih apapun. Dan saat pakai menu Russia, saya pusing pilih kelas seat dan gerbong2nya. Akhirnya sahabat saya yg book pake CC Indonesia (BNI card).

In summary, tiket Sapsan ada bbrp kelas:

gerbong 1: kelas conference dan premium,

gerbong 2 :kelas business,

gerbong 3-9: kelas ekonomi,

gerbong 10 kelas ekonomi plus.

Saya pilih kelas ekonomi yg paling murah di gerbong 4. Bedanya dgn ekonomi plus, dpt snack. Cek juga kondisi gerbong saat pilih, krn ada pilihan gerbong yg memperbolehkan bawa binatang. Berhubung saya gak minat 4jam bersama anjing/kucing, ya saya pilih gerbong khusus penumpang aja.

Tiketnya berupa e-ticket yg tetep saya print takut kenapa2. Utk masuk gerbong masing2 ada petugas yg akan mengecek passport kita utk verify e- tiket kita.

1.thumb.jpg.22f8b7e529ea5716f5a29e9d3a9faeda.jpg

Harga tiket ekonomi PP adlh RUB 5,262 atau sekitar Rp 1.25jt. Saya belinya 20hari seblm hari H.

Train Sapsan : 07.40-11.40 ~ 3h50m (Moscow Leningradsky - St. Peterburg Moscovsky).

Metro terdekat dgn stasiun Sapsan Leningradsky adalah Metro Komsomolskaya (jalur coklat) kebetulan Cuma beda 1 stop-an dari apt teman saya. Tp tetep saja saya brgkt dari apt sejam sebelumnya.

Di Stasiun Komsomolskaya ini ada 3 gedung railways stasiun, untungnya Leningradsky station ini hanya gedung pas sblh kanan gedung metro.

2b.jpg.a256a638e58687c815271240cde265ec.jpg

Utk kelas termurah , dari segi leg room , mnrt saya jarak kursi di Sapsan ini cukup lega buat ukuran Asia kali ya.. haha. Naro koper besar bisa di ujung2 gerbong maupun tengah gerbong. Beda sama kereta german ICE yg banyakan hrs stuck taro koper segede2 bagong diatas kursi krn kurangnya tempat.

2.thumb.jpg.9964d6b5a510f6dcc6956f5ab26fe9a5.jpg

Utk kelas termurah , gak dpt Wifi, pdhal Beeline saya, byk blank spot nya sepanjang perjalanan. Wifi hy bisa mengakses souvenir/snack shop website Sapsan.lol

Tp berhubung udh bawa bekal dari supermarket dkt apt, kita gak butuh juga.

Mostly perjalanan 4 jam saya habiskan utk tidur. Krn view juga biasa2 aja.

Jam 12kurang sampailah kami di St.Petersburg dan eng ing eng…dari Moscow yg suhu nya 29-30 derajat langsung drop ke suhu 16 derajat dan berangin. Dan mostly jaket dan longjohn saya tinggal di Moscow. Saya jadi teringat kata suami sahabat saya, St.Petersburgs  waktu masih winter, lbh dingin lagi krn lbh dekat ke Kutub Utara. Tp saya termakan kata2 istrinya yg bilang pas dia kesana kemarin Juni, St Peter malah lbh panas.

Hostel kami di St.Petersburg berjarak 1.5km dari St. Peterburg Moscovsky railway station. Knp jauh gt, karena pas saya book, saya terinspirasi pas kemari itu pas summer , jd kriteria hostel hrs ada AC nya,sedangkan search2 hostel murmer pake AC di St.Peters itu langka. NOW WE KNOW WHY.:terharu

Hostel kami yg kalo dari booking.com terlihat lucu modern dan byk sinar matahari dan bilangnya di lt.1 ternyata nyempil di gedung tua yg harus naik tangga yg bau,gelap, apek dan kumuh. Tp kalo dari cerita org2 yg ber hostel ,rata2 hostel di Russia ya begini penampakannya. Masuk ke gedung2 tua, yg kadang luarannya enggak bgt, tp kalo sudah masuk baru keliatan cantiknya interior.

Kami sampai keliling gedungnya saking gak percaya kalo tangga gelap nan kumuh ini pintu masuknya. Lol

Selesai proses check in, bayar tourist register RUB 250 (bbrp hotel gratis), dan titip koper krn wkt check in msh 2jam lagi, kami memutuskan keliling2 . Tadinya mo beli St.Petersburg card paketan 3hari (RUB 5,800), krn teman saya orgnya gak mau repot. Mendadak saya grumpy dan nolak, krn pake card ini mostly di summer tetep harus byr2 additional fee juga jadinya gak pay off.

Krn sama2 grumpy, akhirnya temen saya ogah ngeluarin google map. Dan sayalah yg ambil alih jalan.

Satu hal yg mencolok dari St.Petersburg dari Moscow ,selain dropnya suhu, disini  byk bhs Inggrisnya. If you can survive public transportation in Singapore, you definitely can survive here!

Pemberhentian pertama kami adlh St.Isaac Cathedral yg mnrt ingatan saya, dkt Metro Admiralteyskaya, tp kata mbah google map, krn lokasi hostel kami di Nevsky Prospect, lbh cepet naik bis sekali.

Naik bis di St.Peter ini ternyata gampang. Krn ada konduktor nya. Jadi bisa kasi kembalian. Biasanya konduktor nya dpt tmpt duduk khusus dkt pintu tengah (manusiawi deh gak kyk di Indo). Model bis nya kyk model bus Transjkt. Hrg satu kali naik jauh dkt adl RUB 40. Stlh kasi duit, dia akan kasi kita kertas tiket, disimpen aja, takutnya si mbak2nya lupa dan tagih 2x itu bisa jadi bukti byr.

So far naik bis di St.Peters sll berhenti di setiap halte bus, jadi misal kedapetan bis yg layar/announcementnya gak ada bhs inggrisnya pun asal udh itung brp stop-an, bakalan survive. Jgn ngarepin dibantu supir/konduktor soal arah ya,walo disini byk tulisan inggris, bukan berarti mrk bisa bhs inggris. Google maps is a must here in Russia.

St Isaac's Cathedral

3.thumb.JPG.c57117d42f582648bd5a507627a3e776.JPG

Katedral ini sempat menjadi gereja utama dan terbesar di Rusia seblm akhirnya dibangun Gereja Christ the Savior di Moscow yg saya skip datengin krn kebykn gereja. Dari semua gereja di Moscow dan St.Peters, dari sisi interior yg paling saya suka ya gereja ini. Well kalo kalian suka bling2 ya. Mostly gereja di Rusia, serba impressive dan extravagant. Later on dari segi interior, 11-12 lah interiornya dengan kemewahan palace2. Katedral sini sudah berubah fungsi jadi museum,jadi byr masuknya RUB 250. Bisa foto2 didlmnya.

4.thumb.jpg.df1bc52c364b6436fe21875df9d111d6.jpg

4a.thumb.JPG.cca177c81713cfb4d5a652da0924925f.JPG4b.thumb.JPG.6f09f50cd2b73910ed484f8d02eba7b1.JPG

How to go to St Isaac's Cathedral : Metro: Admiralteiskaya

Open: 10.30 - 18.00, tickets till 17.30. Closed: Wednesday. Fee: RUB 250 + RUB 150 (tower)

5.thumb.JPG.9918e1fa33f525a406bf7ec5e3907f98.JPG

Dari St.Isaac, kami cari makan siang seputar sini dan ketemu Teremok (Tepemok) , franchise russian fast food, hrgnya maupun rasa masih masuk lidah dan kantong Asia. Plus ada menu bhs Inggrisnya. Kita pesen Borsch (sup bit merah dimix dgn sour cream dan daging cincang) dan tentunya grechka alias nasi buckwheat pake potongan ayam.

5c.thumb.JPG.da41c5eee098c75e00abe7f352fc7195.JPG

Selesai late lunch kami jalan kaki ke Kazan Cathedral, gereja Orthodox yang design nya terinspirasi dari gereja2 di Itali.

5b.thumb.jpg.f89123d30b2fbacbf0bd50f2c6635aa0.jpg

.: Kazan Cathedral :.

6.thumb.JPG.43aa5827e30ec2bb53d28157b2108868.JPG

7.thumb.jpg.c1fcac9bad0b443f9829291afd7556d5.jpg

 

Disini satu2nya gereja yg saya datangin yg masih aktif sebagai gereja,sehingga masuknya free dan bisa liat warga local sini berbaris utk melakukan ritual mencium relik2 santo2 suci mereka.

8.thumb.JPG.6347de877d00f0e477fd4b3ea0184154.JPG

Seberang Kazan ini ada gedung toko buku Dom Knigi yg layak utk difoto krn gedungnya unik. Kalo mo cari magnet yg imut2 bisa kemari. Hrgnya dengan toko souvenir diluaran tidak tll beda jauh. Misal diluar RUB 50 disini hrgnya RUB 65. Kurleb begitulah.

How to go to Kazan Cathedral: Metro Nevsky Prospect

Open: 7.30am-8pm

.: The Church of Our Savior on the Spilled Blood :.

Dari arah sini bisa keliatan the most iconic The Church of Our Savior on the Spilled Blood, yg sepintas mirip Cathedral St. Basil di Moscow cuman lebih besar, lbh cantik dng interior yg lbh wah.

9a.thumb.jpg.124a86ccc9f917b4e330834d37d9e7ff.jpg9.thumb.jpg.329ed75793a4cb3f7674a7e447806611.jpg

Interior dlm Spilled blood ini penuh lukisan, relic, mosaic, kyknya semua sudut penuh ornament warna warni yg rada gothic krn sedikit gelap krn termakan usia. Worth it bayar RUB 250 nya.

10.thumb.jpg.7b1decc9dee63d92f10f4f2be8c0a159.jpg

Dinamai Spilled Blood sendiri krn disini adalah lokasi dimana Kaisar Alexander II mati dibunuh.

How to go to The Church of Our Savior on the Spilled Blood : Metro: Nevsky Prospect

Open:   Daily 10.30 am to 6 pm. Last admission is at 5.30 pm. Evening openings of the Cathedral in the summer only (May 1 - September 30): 6 pm to 10.30 pm. Closed: Wednesday

Admission: Adult: RUB 250.00.

Dari sini saya akhirnya nyerah, alias penyakit sudah diambang batas kambuh, jadinya balik ke hostel naik bis sekali.

Selesai mandi sore, pake baju dobel2 baru deh cari makan dkt hostel.End up makan di Tepemok lagi yg cabangnya  ada dkt hostel kami.

Day 5: Senin, 21 Agustus 2017 Tsarskoe Selo – Catherine Palace

Hari ini kami ke Catherine Palace yg terletak di kota Tsarkoe Selo, sedikit luar kota St.Petersburg.Salah satu tempat wisata wajib datang di St.Petersburg selain Peterhof. Istana ini dinamai berdasarkan Catherine I istri kedua dari Peter the Great yang merupakan wanita pertama yang menjadi penguasa kekaisaran Rusia. Org local sini dan terutama bus2nya nulisnya Pushkin Palace.

Catherine Palace terkenal dengan Amber room nya.Satu2nya ruangan yg gak boleh difoto. Seluruh dindingnya dihiasi batu amber. Entah bhs indo nya apa.:bingung

Ada 2cara ke istana ini dari kota St.Petersburg:

1.Naik kereta antar kota terus lanjut bus

2.Naik Metro jalur biru terus lanjut bus.

Berhubung opsi pertama rada ribet , jadi kami pilih opsi 2. Opsi 2 pun bisa dari 3 metro station yaitu Moskovskaya, Zvezdnaya dan Kupchino. Berhubung yg terdekat dari station metro hostel adalah Moskovskaya, maka itu yg kami pilih plus paling byk advise nya di blog-blog.

Di St.Petersburg, harga sekali train ride adlh RUB 45 (jauh/dkt), berhubung temen saya kolektor metro card. Akhirnya kami malah beli Metro pass. Mesin metro card ini terpisah dari single ride coin.

11.thumb.jpg.b57c1dfdf4aa3213cb4ce324348e8fb6.jpg

Utk beli metro pass ada bhs inggrisnya dan terima kembalian jg. Hrg card RUB 65. Krn no idea how to top up via machine yg bener, yg ada kita malah beli 7day pass utk 10ride RUB 355. Later on dari 10hy kepake 5x krn lbh simple naik bis. Anggep aja hrg koleksi kartu.. *ngehibur diri.:tersipu

Keluar dari kereta di station Moskovskaya, kita akan dihadapi exit kiri ato kanan. No worries ada bhs inggrisnya. Cari aja exit yang menuju “Tipanova street” .

12.thumb.jpg.21009e93e48e10ec903a3fd4f11db7e8.jpg

Dari exit tsb cari gedung kuning dikejauhan yg dpn nya ada patung Lenin. Diantara gedung kuning dan patung itu, ada kumpulan bis2 ngetem di halte2 dan rata2 menuju Catherine Palace.

13.thumb.jpg.a29f0b82762e859b7b4c2c938e91fb8f.jpg

Nomer bus nya:K- 347, K-545, 287, 342. Pilih aja yg siap brgkt. Oiya tiap nomer bus rata2 beda halte. Cari aja yg siap brgkt. Basically disana ada org2 yg nongkrong2 dan ngasi tau bus itu ke Pushkin Palace right away. Ati2 ya kalo ada org2 nempel2 /pepet2. Mertua sahabat saya sempet dipepet pas naik ke bus nya, nyaris kecopetan.Untung nya beliau pake kantong model restleting.

14.thumb.jpg.fa2db374c49722e857abc237953b9b55.jpg

Perjalanannya memakan waktu sekitar 45menit bayar bis nya RUB 40. Jadi total dgn naik metro hampir 1.5jam utk ke istana ini.

Pemberhentian halte terdekat dgn istana ini kurleb 200meter dari pintu masuk taman.

Model nya kita harus byr entrance fee buat ke taman dulu baru nanti entar antri pas stlh masuk taman utk entrance  palace.

15.thumb.jpg.cdee1e9fa4a03883a4f9061c5340acd6.jpg

Disini kami mengalami namanya antri panjang pas summer. Alias total antri 2jam dari udara masih sejuk sepoi2 sampai dingin berangin, sampai hujan gerimis. Klop sudah.

16.thumb.jpg.f4b04a0c6d2eda9626b69ba244efbfd3.jpg

Stlh sampai didlm, ternyata hrs titip tas, krn tas yg boleh masuk hanya ukuran 15x25x35cm. Disini kita gak beli audio guide. Jadi hanya mengikuti arus dan sibuk foto kanan kiri selama dibolehkan. Mostly disini boleh foto2 kok, cuman krn padet bgt , rata2 dianjurin gak boleh lama2. Dan memang hy dibatasin sejam. Kadang kalo mo ngerti dikit, dengerin tour guide yg bhs Inggris (which is jarang) ato utk saya ,sotoy dengerin tour guide bhs german.:tersipu

17.thumb.jpg.23a48a4383bfa747bfa6819412d734b7.jpg18.thumb.jpg.ecf0c7f9b7254d635d32737d9f8b453d.jpg

19.thumb.jpg.4c4c0478a69f4a2c1acf4ce32f07b07c.jpg20.thumb.jpg.c3ed9c9241c37f6d904d348edc9960d2.jpg

21.thumb.jpg.82e63585cbfc295152fd60cd954edfd7.jpg22.thumb.jpg.7018be3c6dc69ead6eac4074f3fbf99d.jpg

Kelar dari sini kita cari tempat makan terdekat halte utk pulang. Kebetulan kata tripadvisor yg ada fitur “near me” ada resto Italy “il Fortuna” dkt halte yg jualan beff stroganoff. Disini total dgn minum sepoci teh panas adl RUB 610. Rasa stroganoff nya enak, kyk makan di Pancious (lho).

23.thumb.jpg.0878c5653ee3fbf6da1aadcfe5e1812a.jpg

How to go to Catherine Palace: From Metro Moskovskaya  , catch the bus K-342, K-545, 347, 287 (bigger).

Open: Jun - Aug: Wed to Sun 12.00-19.00; Mondays: 12.00-20.00. Closed: Tuesdays. 13.00-16.00

Adults - RUB 1,000. Park RUB 120 (harga summer).

Berhubung badan udh mo rontok, dan saya mulai kambuh, akhirnya segera pulang ke hostel stlh mampir minimarket 24jam dkt hostel, utk beli buah dan sarapan utk besok ke Peterhof.

 

Day 6: Selasa, 22 Agustus 2017 – Peterhof

Peterhof sering disebut the Russian Versailles saking extravagant mewahnya. Katanya. Berhubung saya gak masuk ke dalam Grand Palace nya. Berkat Catherine Palace saya udh kapok liat antrian panjang. Dan kata temen saya di Peterhof ini gak boleh foto2 didlmnya. So..bhayy … Skip…

Utk ke Peterhof ada banyak cara. Cara yg awam biasanya:

1.Naik Hydrofoil boat seharga RUB 750. Start daily from 10am-6pm. RUB 750. Travel time 30menit dari dermaga Admiralteyskaya dkt Museum Hermitage melintasi sungai Neva langsung ke Lower park di Petergof.

2.Naik Metro ke station Avtovo (red line) sambung minibus marshrutskas yg modelnya kyk mikrolet ala sini seharga RUB 70/one way, turun di 500mtr dari entrance upper park.

Krn kami kmrn tidur awal, hr ini kami sudah siap brgkt dari jam 9pagi.

Keluar dari station Avtovo, cari penyebrangan jalan kebawah (underground passage) di sebelah kanan exit metro. Basically kita sih disini ngikutin rombongan tur dpn kami. Intinya sih marshrutskas ini pada ngetem di sebrang jalan. Nomer nya K300,K424, K424A.

24a.thumb.jpg.62a07b65a1ef4a007c84def2d2794532.jpg

Or cari tulisan di mikrolet2 ini “Фонтанты “ yg artinya Fountains. Again disini byk org kongkow ngomong Peterhof2 .Nah kalo naik marshrutskas ini cara bayarnya lgsg ke supirnya diawal.Byr nya RUB 70. Dan mostly sopirnya udh ngeh kok muka turis itu rata2 kesana. Muka Asia disini keliatan bgt turis. Beda kalo muka Caucasian yg 11-12 sama org local. Jadi walo cara kerjanya kyk gimana, in the end si supir bakal ngingetin kalo udh sampai. Traveling time 30-35menit.

24b.thumb.jpg.7d4aae63c98e1a04541c1fd709d2175f.jpg

Kalo udh liat tembok yg warna kuning ijo,artinya kamu udh sampai kok. Tinggal jalan kaki ke entrance upper park 600meteran di stop-an. Upper park ini gratis. Krn yg canggih dan kece nan iconic itu di Lower park tempat hydrofoil berlabuh.

Tiket masuk lower park yg ada Samson fountain yg serba keemasan itu adlah RUB 750. Fantastis utk taman doank. Liat antrian Peterhof Grand Palace, saya memutuskan skip, plus hari itu seharian gerimis terus, jadi udh gak minat antri pas ujan2.

24.thumb.jpg.d23fb7f85f018e42aff4dc7d0d4f318b.jpg

 

26.thumb.JPG.89a96c93b38882287160a7c2d36d62fb.JPG

Stlh puas motoin Samson fountain dari semua sisi diantara ratusan turis lainnya. Baru deh kita muterin area taman ini. Walaupun gak seheboh Samson fountain, masih ada fountain kecil lainnya diseputaran taman yg mayan buat foto2 plus biar worth it ngabisin 170rb buat taman doank.

27.thumb.jpg.66b346c0e69005299b0ebfe37f1e359e.jpg

Krn capek kedinginan keujanan, kita sempetin mampir di café The Grand Orangery di dlm taman buat minum teh anget sepoci kecil.

P_20170822_121702_vHDR_On.thumb.jpg.058e0bdcc20a9eb398ec48b95f333dc0.jpgP_20170822_122657_vHDR_On.thumb.jpg.638abb7925d46a058d859b245a3341d8.jpg

P_20170822_124123_vHDR_On.thumb.jpg.98343a2b0f9796157e69e445d53f03ef.jpg

 

Krn baru jam 2 kurang, akhirnya kita putusin pulang via Hydrofoil biar lengkap semua akses dicoba .

28.thumb.jpg.eaec3768f5f5b956eee46220788fd9da.jpg

Dermaga Hydrofoil ini terletak di Lower park, didermaga nya ada sekitar 6perusahaan boat yg menawarkan hrg , dan jam keberangkatan yg bersamaan. Krn gak keburu yg jam 2, kita ambil yg jam 2.30 dan pilih perush yg kedua dari kanan,krn di loketnya ada peta lokasi dia berlabuh di blkg Hermitage. Boarding ternyata bisa 15menit sblmnya, jadi jam 2.15 kita udh ke dermaga yg dituju dan masuk ke boat.

Grand Palace ~ daily :10:30 am to 7 pm. Closed Monday. Price RUB 550.

Lower Park ~ Samson fountain. Open:  daily 09.00 — 20.00. Price: RUB 750

Hydrofoil ~ Departure St. Petersburg - Peterhof: daily from 10.00 to 18.00, every 30 minutes.Departure Peterhof - St. Petersburg: daily from 11.00 to 19.00, every 30 minutes. RUB 750/one way.

 

.: Peter & Paul Fotress :.

Berhubung baru jam 3sore jadi kami melanjutkan ke Peter&Paul Fotress. Kami udh mencapai titik,bosen liat istana dan taman. Tp berhubung lokasi dermaga Hydrofoil gak tll jauh lagi (+/- 2km) akhirnya disekaliankan aja kemari.

Mo naik metro/bus nanggung, deket tp hrs ganti2 jadinya jalan kakilah kami di terpaan angin kencang di suhu 15 derajat ini.

29.thumb.jpg.e07310bd1903b57494e9405881a3c994.jpg

30.thumb.jpg.1f1ff83536c0dc1809f8d0f8c609130d.jpg

Lokasi benteng ini terletak di pulau kecil di sungai Neva, dibangun di jaman Peter the Great utk mencegah serangan tentara Swedia dan serangan dari laut.Later on benteng ini dipakai sebagai penjara utk tahanan politik. Yang jadi highlight tempat ini (buat saya) adalah Cathedral Peter & Paul tempat dikebumikannya para kaisar dari jaman Peter the Great sampai kaisar terakhir Nicholas II. Liat nama Anastasia dideretan list yg dimakamkan rasanya seperti mematikan semua harapan tt teori konspirasi kalau Anastasia berhasil lolos dari eksekusi keluarga kaisar terakhir ini. Sebagai pecinta makam2 kuno, saya nyesel gak sewa audio guide.

31.thumb.JPG.700051fc291185ec880e1955e95abca8.JPG

Kalau gak sempet beli audio guide, ada peta yg menuliskan nama2 kaisar yg dikebumikan disitu.

29a.thumb.JPG.ef667354b7a0dbe4965a368274d13ad0.JPG29b.thumb.JPG.6bbf0a0093b0e40e4f602a3aa7b4cd95.JPG

But imo, mending sewa audio guide sih disini. Daripada bengong or bolak balik baca peta.

Berhubung sudah disitu akhirnya kami sekalian naik ke panoramic view disitu. Byr lagi RUB 300. Kalo cuacanya cerah view nya kyknya bagus. Sayangnya pas kami kesana, lagi mendung dan berangin berasa cari penyakit.

32.thumb.JPG.58aa5c8ce5779bcf88c680e4c0ff5c58.JPG34.thumb.JPG.a72804d99212ddc599124eedb33c46f9.JPG

34a.thumb.JPG.3c5f4b85133892f7560e0ab73f61d365.JPG34c.thumb.JPG.e55a22fb77cd3ccb2d4c46bd90e5d1f9.JPG

How to go to Peter and Paul Fortress : Metro: Gorkovskaya

Open:Mon-Fr 10.00-18.00, Sat 10.00-16.45, Sun 11.00-18.10 Closed: Wednesday.

Admision Fee: RUB 450. Bisa foto2 didlm.

Nevskaya Panorama.Normal price RUB 300

Selesai berangin2, kami mencari metro station terdekat di google map (Gorkovskaya) dan balik ke hostel cari makan malam (Tepemok again) dan beli tumbler Starbucks dkt hostel RUB 750.

 

Day 7: Rabu, 23 Agustus 2017 – Hermitage

Hari ini hari terakhir di St.Petersburg. Krn mlm terakhir ini mau nonton Ballet di Hermitage, sepanjang pagi kami putuskan packing2 biar pas mlm tinggal tidur dan bsk nya pulang ke Moskow.

Kami maksain nonton ballet di Hermitage krn gak ada show di mid Agustus di Bolshoi (Moscow) dan Mariinsky Theater (St.Petersburg).

Beli stlh dpt visa di online https://hermitagetheater.com/

Dpt di harga RUB 7,775. Cukup fantastik utk ukuran balet di teater sekecil Hermitage. Kata sahabat saya yg udh 3x nonton ballet harga segitu setara tiket Bolshoi di balkon. Tp yah..kapan lagi .Belum tentu bisa balik ke Rusia lagi.

35b.thumb.jpg.55a15a6dab0eca82c507cb731ea49a75.jpg

35c.thumb.jpg.fd29303e24add5253ccc774545713647.jpg

Pas jam makan siang kami baru keluar hostel, skalian kePassage shopping mall tua di St.Petersburg. Dkt Metro Gostiny Dor stn. Baru makan siang di resto Itali, dpn halte bis .Il Natno. Entah bacanya gimana. Pesennya menu asia ala2 Rusia. Vegetarian rice RUB 252. Porsinya cukup byk (buat saya).

35d.thumb.jpg.ebd5e8d188ddb14e4105441f77a66514.jpg35e.thumb.jpg.33d0002f7085b99ffb73be6ca13c47d4.jpg

Baru deh ke Hermitage Museum.

35a.thumb.jpg.1650a6b49b5cc859c0dc086a4a36d1c6.jpg

Disini lagi2 terkena antrian panjang.Mendadak liat semacam mesin atm jualan karcis. Ternyata utk tiket terusan, bisa beli disini. Daripada buang wkt, sok2 murmer tp habis waktu di antri, kami lgsg beli disini RUB 700, terima credit card dan bisa kasi kembalian kalo kasi uang kertas. 

36a.thumb.jpg.3b2817c148b8414d9dda43e493a9b31a.jpg

Tips utk ke Hermitage. Bawa tas kecil ya.. bawa minum dan hrs ke wc dulu.
Karena saya terjebak, bawa ransel, jadi harus titip di cloak room, air minum jadi gak kebawa dan terjebak di dlm museum selama 3jam , keausan tp jg kebelet ke wc. DERITA!!!:terharu

36.thumb.jpg.53c22942f062d4935136302861ce8b2c.jpg

37.thumb.jpg.feff5e5d5ad1c47818745b70df9e0562.jpg+

38.thumb.jpg.a020e1f2b349a6a5105ef7210e651c9b.jpg

Hermitage ini dibangun di thn 1764 oleh Catherine the Great utk menyimpan koleksi pribadi istana dari semua penjuru karya terbaik dari Leonardo da Vinci , Rembrandt, Van Gogh , Picasso dkk semua ada disini.

Jujur sih, saya bukan pecinta seni, gak ngerti juga. Lha wong Louvre di Paris aja pas temen saya mampir, saya malah jalan2 ditamannya. ENtah kenapa di Rusia ini krn hrg tiket nya yg gak semahal di negara2 Eropa barat, saya jadi terbujuk masuk ke museum2 kyk gini.

39.thumb.jpg.8a543ede149296d06aa54489c038fbc9.jpg

39a.thumb.JPG.73361d83da4807bffeec56be0e5a0682.JPG

Liat Bunda Maria, Yesus dan semua santo suci lainnya karya berbagai pelukis terkenal selama 3jam lama2 bosen dan bikin frustasi juga. Belum saya kepisah sama temen saya. Mau nangis rasanya.

39b.thumb.JPG.e6c2b4c452220a30f1c61d9746d137a0.JPG

In the end saya lbh takjub dgn interior tiap ruangan di Hermitage ini yg sama heboh nya dengan langka ,tua dan berharganya karya seni yg dipajang ditiap ruangan.

Basically Hermitage museum adlah titik kulminasi kami enek liat palace.

Sktr jam 5an, akhirnya keluar juga dari museum ini, krn balet nya baru mulai jam 8mlm, kami pikir cari tempat dulu biar nanti tau lokasinya dimana. Dari google sih Hermitage theater tempat balet ini ada di gedung sebelah, ternyata titik google nya dimana pintunya , dimana. Dan pikir2 pas saya tadi nyasar di museum memang ada akses masuk ke theater ini.

Akhirnya stlh uji lokasi, akhirnya kami early dinner deket situ. Namanya Rapustin café. Sejujurnya bukan ini yg kita tuju, dari fitur near me dari Tripadvisor masih hrs nyebrang , berhubung kaki udh mo copot nengok kiri kanan cari café terdekat, adanya café ini.

41.thumb.jpg.b1be6f7f20934615a0bef023927473ea.jpg

40.thumb.jpg.19b49090e3ded3900ba906c8aadc79c2.jpg

Tempatnya cukup unik, kyk di bawah tanah gitu, vintage remang2 dengan dihiasi foto2 Rapustin didindingnya.  Anyway pesen semacam nasi entah bhs rusia nya apa, dgn dada ayam saus jamur RUB 550, teh RUB 130 dan café latte krn ngantuk luar biasa RUB 150. Rasa cukup oke kok. So far rata2 taste masakan Rusia cukup cocok di lidah saya. Harga jg masih reasonable hrg resto di mall Jkt. Akhirnya kita nongkrong disini sampai 30menit sblm show balet dimulai.

42.thumb.jpg.606d21af2a5ebc461cd66a307cb5e4a2.jpg

Ternyata 30menit itu udh rame krn ruang teater nya kecil, dan kedptn duduk yg agak depan yg resiko ketutupan org. Kami nontonnya Swan Lake, saya juga ngertinya krn dulu pernah baca komik Jepang Mari-chan. Tp disarankan baca Wikipedia dulu biar ngerti dikit alur critanya.

Swan Lake ini dibagi menjadi 4babak. Di babak 1-2 byk penonton yg sibuk meng-abadikan pake kamera dan hp dgn suara yg cukup gengges. Akhirnya dibabak selanjutnya ditegor tiap kali ada yg ambil foto. Wkwkwk.. kata sahabat saya yg nonton di Bolshoi, justru lbh strict lagi. Nonton ballet ternyata menarik juga, cuman krn show nya cukup malam dan siangnya yg kecapean, nahan kantuk itu yg cukup susah.hahaha

Pulangnya kami naik bis ke hostel diterpaan angin yg makin menggila.:terharu

The Hermitage (Эрмитаж ~ Ermitazh). Daily 10.30am-6pm.Closed Monday.

Winter Palace RUB 300. All entry : RUB 700.

Audio guide RUB 500

Bersambung ke part 3 - Kembali ke Moscow ya :melambai

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
20 hours ago, kyosash said:

Teremok-nya kelihatan-nya enak tuh,

unik2 yah bangunan-nya, repot juga keliling museum 3 jam-an dalam keadaan kebelet jadi kurang bisa dinikmati dunk explore museumnya -_-

Iya, cukup tasty utk ukuran lidah org indonesia :senyum 

hehehe...mungkin krn saya baru kali itu masuk museum jadi kurang preparation, kt temen saya yg wkt itu ke Louvre di sana jg WC cuma ada sblm pintu masuk..  tp dia orgnya gak sebeser saya sih, yg dimana pun hrs ke wc even wc berbayar sekalipun kyk di Eropa Barat.:bete

 

15 hours ago, deffa said:

@Gulali56 so far yang gue tangkep Moscow dan St. Petersburg rata2 wisatanya Gereja dan Museum ya. Oh ya kalau jam matahari terbenam nya jam berapa ya di Russia?

Kyknya negara2 Eropa, yg dijual memang bangunan tua nya ya. :rolleyes:

Pas summer yg Agustus kmrn sih matahari udh terbit dari jam 5pagi , terbenam jam 8mlm. Yg paling terang itu pas akhir juni terbit jam 4pagi terbenam jam 9an mlm.  Makanya sampai mlm dijalan2 rame terus. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Gulali56 said:

Kyknya negara2 Eropa, yg dijual memang bangunan tua nya ya. :rolleyes:

Pas summer yg Agustus kmrn sih matahari udh terbit dari jam 5pagi , terbenam jam 8mlm. Yg paling terang itu pas akhir juni terbit jam 4pagi terbenam jam 9an mlm.  Makanya sampai mlm dijalan2 rame terus. 

I see terbenam nya lebih lama dari jakarta ya, taman nya juga gak terlalu banyak ya disini @Gulali56

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

I see terbenam nya lebih lama dari jakarta ya, taman nya juga gak terlalu banyak ya disini @Gulali56

Taman di St.Petersburg byk jg kok. Semua palace pasti py taman raksasa. Di tengah kota St.Peters kyk di Nevsky Prospect jg ada bbrp, cuman saya udh gak kuat aja sih.. tempat wisata yg  wajib2 aja udh ngabisin tenaga dan waktu...:huh:

Di Moscow, taman yg cukup terkenal ya Gorky Park. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By kalmura
      Masih dengan negara yang sama... United Kingdom. Oke selanjutnya di part ini gw bakal memberikan sedikit pengalaman di kota southampton dan Liverpool. hmmmm mungkin banyak dari kita yg berfikir ngapain sih ke southampton. Atau dengan kota kedua yaitu liverpool... kalo kota ini jelas impian dari semua liverpudlian di seluruh penjuru dunia. Adalah mengunjungi markas dari salah satu Club sepakbola terbaik di dunia terutama di daratan britania raya. Yups... Anfield Stadium. Selain itu di kota ini terdapat sebuan band legendaris ... yaitu The Beatles. Sebuah Grup Band yang mempunyai tempat tersendiri di hati para fans nya.
      Oke melanjut ke kota yang mungkin gak banyak orang tau mengenai kota ini. Southampton. Ada apa sih disini??? Sebuah kota pelabuhan di Inggirs bagian selatan. hmm kalo mengenai sejarah dari kota ini bisa lu pada buka di mbah google aja hehehe... yang menarik dari kota ini menurut ane adalah... Titanic. yaaa kapal titanic yang legendaris yang walaupun pada saat itu mendapat banyak penghargaan namun aktor pria si om ganteng leonardo dicaprio justru tidak mampu meraih penghargaan walaupun doi sudah susah payah melukis rose yang di perankan oleh kate winslet. Ups.. Tapi bukan lukisan itu point nya. disini lah bermula perjalan Kapal Titanic yang legendaris itu.
      Sebenernya gw ke kota ini hanya one day trip aja... Ya di karenakan ada temen gw yang dulu satu kantor lagi dapet beasiswa sekolah di University Of Southampton. Oke kita mulai aja perjalanan dari London ke Southampton.
       
      london - Southampton
      Dari london gw menggunakan moda transportasi Bus, yaitu menggunakan National express. Hmmm menurut gw harga nya cukup mahal karena gw on de spot untuk beli ticketnya. harga nya 16.50 GBP. cukup mahal, hanya memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit waktu tempuh. Dari london ticket bus bisa di beli di Victoria Station for coach (dalam bahasa inggris bus = coach). Jadi perlu di ketahui kalo Victoria Station ini cukup membingungkan. Pake GPS gw 2x salah jalan hahaha.... karena di sini ada stations buat kereta juga. Jadi untuk terminal coach nya agak berjarak 500m dari terminal kereta.
      Oke lanjut ke pembelian ticket. Ticket bisa lu beli di mesin atau di counter penjualannya. Di station ini ada beragam maskapai bus dan destinasinya. mau destinasi domestik ataupun international semua ada di terminal ini. Mulai dari Megabus, National express, eurolines dll...
      Karcis dari London ke Southampton

       
      Southampton

      Menurut gw kota ini enak... entah karena gw cuma one day trip kesini atau memang karena kota ini kota pelabuhan yang memiliki rasa tersendiri.
      Memorial of Titanic

       
      Layaknya kota-kota di Britania Raya, rivalitas sebuah club sepakbola memang cukup menjadi topic yang sangat menyenangkan. Dimana disini terdapat dua buah club English Premier League yaitu Southampton dan Pourthmouth.
       
      Stadion Kebanggaan Southampton ST. Mary's Stadium

      Hmmmm.... menurut gw sih emang gak banyak tempat wisata di southampton, tapi karena gw mw lepas kangen aja ama temen gw di sini hehehe...
      Karena otak gw gak sanggup kalo harus beasiswa di Universitas ini, ya foto disini aja udah gud lah bwt gw... hahahaa

       
      Sore harinya gw balik ke london,,, untuk melanjutkan perjalanan ke esokan hari ke Liverpool....
       
      ......... Go to Liverpool......
      Memulai perjalan melalui Victoria Coach Station... Gw mempercayakan perjalan menggunakan Megabus.. dengan harga London - Liverpool 7 GBP. Yang gw beli jauh hari sebelum berangkat. Perjalanan dari London ke Liverpool sekitar 5 jam perjalanan. Menurut gw mega bus cukup nyaman, ada colokan untuk charger hp juga... untuk seat kita bebas me duduk dimana, karena bus ini bertingkat lu pada bisa pilih aja,, siapa cepat dy dapat... hehehe
      Sampai di liverpool pemberhentian bus terakhir adalah di liverpool one station. dan letaknya di pusat kota liverpool. Dikarenakan gw nginep di YHA Liverpool, maka gw cuma jalan sekitar 500an m aja... kalo gak salah hehehe... sesampai nya di Liverpool gw disambut hujan... huft...
      Liverpool.. The Merseyside City kota tepi sungai yang legendaris...

       
      Liverpool Bis Station memang tempat yang strategis... Di depan terminal tersebut ada bangunan bernama Albert Dock yang juga menjadi icon kota liverpool. Kemudian memasuki area tersebut terdapat museom dan yaa... The beatles museum.

       
      Di sekitar area ini juga terdapat pusat perbelanjaan yaitu John Lewis.
       
      Gak lengkap memang jika berkunjung ke kota ini tanpa mampir ke Anfield stadium... Untuk menuju ke anfield melalui liverpool one bus station. dengan menunggu coach no 26 untuk berangkat. Melalui coach no 26 ini lu bisa turun di depan stadion pas. Dengan harga ticket untuk sehari adalah sebesar 4.20GBP. Jadi dalam satu hari lu bisa naik turun bus terserah kmn aja. Kemudian untuk kembali dari anfiled ke kota lu bisa menggunakan bus no 27.

       
      This is Anfiled....
      mimpi dari sekian banyak orang untuk bisa berada di sini... dan gw adalah bagian dari sedikit orang yang berkesempatan mengunjungi tempat ini.

      Yaps liverpool... Bahkan dulu gw pikir hanya ada dalam mimpi aja gw bisa ketempat ini... dan ternyata Tuhan mewujudkan salah satu mimpi gw...
       
      hmmm mungkin sekian aja dulu FR dari daratan Britania Raya....
       
      "You'll Never Walk Alone"
    • By nashir
      Setelah 4 malam stay di Orchid Hostel, Hari ini kita checkout dan Pindah ke Golden Mountain Hostel yang baru aja kemarin kita booking, Karna tinggal itu satu-satunya hostel di kawasan Khaosan Road yang tersedia untuk 16 orang. Harga per malamnya Rp 180.000/orang. Kita mesen 2 Room, 1 Room Female Dormitory untuk 8 orang & 1 Room lagi Mixed Dormitory untuk 8 orang juga.   Lagi siap-siap checkout di kamar, Teh Doll nyamperin aku ngasihin Kalung Yes or No pesenan aku titipan dari P'Ian. Oh iya lupa heu. Buat apa kalung gituan? Kalau kalian mau tau buat apa kalung itu coba deh nonton film Yes or No 2 yang di peranin sama Kim (Tina) & Pie (Sushar) Dibadan kupu-kupunya bisa nyelipin gulungan kertas pesan gitu. Kalung ini bakal aku jadiin salah satu mas kawin untuk pernikahan aku nanti #uhuk (Jomblo ngebahas nikahan #SikatMang). Harganya sih lumayan 900 Bath (Rp 360.000) harga asli dibarcodenya 990 THB (mungkin lagi diskon) Jadi kalau dikasihin ke cemewew terus putus kan sayang, Soalnya kalung ini Original, Limited Edition, Gak gampang dapetinnya & gak ada KW nya haha. Jadi aku siapin buat mas kawin aja *LOL*   Kalung Yes or No Original (:     Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 1   Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 2   Setelah semua siap aku minta tolong ke penjaga Orchid Hostel tolong panggilin 4 Taxi, Gak lama 1 per 1 taxi pun datang. Setelah ngobrol panjang lebar antara s penjaga hostel dan 4 supir taxi akhirnya kita berangkat dan semua nyasarrr karna supir taxi gak begitu hapal jalan dan Voucher Hostel ini gak aku print, Cuman ada di handphone aku doang, cuman 1 taxi yang nyampe cepet duluan gak nyasar. Ongkos taxi yang aku naikin 103 Bath dibagi 4 orang jadi masing-masing 26 Bath.   Grup perempuan yang duluan nyampe mereka langsung checkin hostel tanpa nunjukin bukti bookingnya. Haiihh pantes aja pas aku nyampe aku jadi rada pabeulit sama s penjaga hostel yang nanyain bukti booking mereka. Gimana mereka mau nunjukin... aku sendiri aja gak punya printnannya huhu. Setelah aku tunjukin di email baru lah semua clear huh. Tapi kita gak bisa langsung masuk kamar karena masih terlalu pagi, belum bisa checkin. Akhirnya kita semua nitipin barang dulu aja menuhin lobby hostel haha Setelah itu nyari tuk-tuk ke Siam 120 Bath dibagi 5 jadi 24 Bath/Orang.     Awas Salah Focus!   Dari depan Siam kita jalan naik ke BTS National Stadium beli ticket tujuan Asoke 31 Bath. Lalu kita ke Terminal 21. Di Terminal 21 ini semacam Mall tapi tiap lantainya beda-beda konsepnya. Tiap lantai ngambil konsep 1 negara jadi tiap lantai juga toiletnya beda-beda tergantung negaranya.     Sebelum explore mall ini yang belum punya internet aku suruh register dulu di bagian Informasi, cuman nunjukin paspor doang nanti kita dapet user & password untuk login wifi berlaku 1 tahun. Karna aku masih punya akun taun lalu, jadi aku gak perlu daftar lagi tinggal login aja dan menikmati fasilitas wifi gratis di seluruh area Terminal 21.     Disini sih mau belanja bisa, cuman liat-liat / foto-foto juga oke dan makan di foodcourt sini murah banget...     Setelah semua makan kita mau nyobain MRT. iyah nyobain MRT doang tanpa ada tujuan yang jelas 5555+ Bedanya MRT sama BTS apa? kalau BTS tuh jalurnya di atas jalan nah kalau MRT dibawah tanah, Karna semuanya pingin nyobain naik MRT kita jalan dulu kebawah dikit dari Terminal 21. Udah nyampe di Station MRT kita beli koin MRT jurusan Sukhumvit - Rama 9 dengan harga 19 Bath. Oh ya bedanya lagi BTS sama MRT kalau BTS menggunakan semacam ticket kertas kalau MRT menggunakan semacam koin hitam, Keduanya sama cara pakenya tinggal di tap aja. Oh ya kalau beli ticket BTS harus pake uang koin kalau MRT bisa pake uang kertas.     Setelah semua dapet bergegas lah kita menuju MRT, cuman s teh (sebut saja Mawar nama disamarkan) ada sedikit trouble gitu, udah di tap koinnya tapi gak ngebuka-buka s pintunya. Karna aku ada di belakangnya aku cobain tap pake koin aku dan kebuka, Dia bisa masuk #eh aku kejebak gak bisa masuk TOT TOT TOT bunyi dari s mesinnya, gara-gara ini aku ditarik sama petugas huhu,-   Setelah ditanya-tanya sama petugas dalam Phasa Thai yang sedikit aku ngerti artinya tapi gak tau jawabnya apa, Aku jawab aja pake bahasa Indonesia haha. Jadi dia tanya : ini koin beli dimana, tujuan kemana? pake Phasa Thai. Aku jawab pure pake bahasa Indonesia: Mau ke Rama 9, beli koin barusan disitu cuman tadi kayaknya ke tap buat temen aku gitu. Dan koin aku langsung dia ambil terus diganti sama koin baru dan lolos deh wkwkwk Ngomong mah pake bahasa apa aja weh yang penting nyambung 5555+       Setelah naik & turun dari MRT kejadian serupa terjadi lagi. Koin nya s Teh Mawar ilang katanya gak ada, sementara yang lain semua udah pada nunggu diluar, cuman terakhir aku doang sama dia. Sebenernya aku lagi BT sama dia, kalau aku engga baik mah paduli teuing da udah aku tinggalin, cuman karna aku baik dan gak tegaan.. ya udah aku tungguin sambil dia nyari koinnya. setelah di ubek-ubek sakunya akhirnya ketemu juga tuh koin dan bisa keluar.   Karna naik MRT ini emang cuma "pingin nyobain" aja tanpa ada tujuan, gak tau deh mau kemana lagi, kalau malem sih di Rama 9 kita bisa dugem di RCA cuman karna masih siang jadi gak tau mau kemana lagi, aku belum pernah explore daerah Rama 9 cuman pernah ke RCA nya aja. Tadinya sih mau balik lagi ke Sukhumvit terus naik Taxi dari sana ke Mall Platinum, cuman karna berhubung di depan kita juga banyak taxi aku coba tanya, bisa gak nganterin kami ke Mall Platinum dan ternyata bisa. 1,2,3 taxi gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah huhu. Taxi dari Rama 9 ke Mall Platinum 67 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 17 Bath.   Sampe di Platinum kita semua gak barengan jadi mencar tanpa ada yg ngabarin meet pointnya dimana. Ya udah santai ajalah kata aku, kita belanja dulu aja. Setelah jalan dari lantai ke lantai nemu lah 1 toko jam yg lagi diskon!!! Jam nya keren-keren dan murah banget, 1 nya cuma 99 Bath aku beli 2 jadi 198 Bath. hihi lumayan (:     Udah itu kami ber 4 langsung ke Foodcourt karna aku, Bro Sendy & Bro Denny tadi belum sempet makan di Terminal 21. Aku seperti biasa makan Spicy + Pepsi di KFC 99 Bath. Lagi makan #eh ada grup nya Karin nyamperin minta dianter ke tempat belanja yang murah. wokeh tunggu aku selesai makan. Udah itu langsung aku ajak mereka ke tempat langganan aku yang waktu itu diajak kesini sama temen dari Backpacker Dunia, Teh Anna.   Oh ya penjualnya disini bisa Bahasa Indonesia loh dan orangnya friendly banget jadi bisa nawar-nawar santai pake bahasa Indonesia, kan kalau nawar-nawar pake Phasa Thai lumayan ribet juga. Yang lain sih pada ngeborong, tadinya aku juga mau ngeborong lagi tapi karna uang aku ilang 500 Bath jadi aku cuma beli gantungan gunting kuku aja 120 Bath (setelah diskon)  karna aku ngajak banyak temen-temen aku belanja disini jadi aku minta diskon dan minta bonus hihi dikasih lah masing-masing 1 gantungan kunci bentuk gajah hihi Khob Khun :)       Udah itu kita semua kumpul di lantai dasar dan mau langsung lanjut ke Chocolate Ville, setelah semua kumpul ternyata ada yang belum sempet belanja karna katanya dari tadi mereka cuman muter-muter dan gak nemuin kami. Ya udah aku ajak balik lagi mereka ke atas ke tempat tadi kami belanja. Oh ya letak toko ini dibelakang foodcourt lantai atas, Cari aja Kalaya Handicraft. Karna tadi belum sempet foto sama s tetehnya yang aku lupa namanya, Setelah pada selesai belanja aku minta foto deh ber 2 sekalian promosiin toko dia heheu.     Setelah semua belanja kirain teh bakal ada yang ngasih sesuatu buat aku gitu & ternyata engga -__- Disitu saya kadang sedih,-   Okelah kita langsung nyebrang dari Platinum nyari taxi disana, Taun lalu juga dengan rute yang sama dari sini susah banget dapetin taxi yang mau nganterin kita ke Chocolate Ville padahal waktu itu kami udah di bantu sama member Couchsurfing asli orang Thailand. Cuman mungkin kali ini aku udah mulai bisa dan terbiasa pake taxi di Thailand jadi gak terlalu susah. Seperti biasa taxi ke 1,2,3 gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah dan sialnya kenapa aku harus selalu kebagian setaxi dengan s mawar #arrggHHHH!!!! Hari ini udah 3x naik taxi dan selalu kebagian sama dia, sumpah di taxi selalu debat yang bikin BT luar biasa!   Setelah nyetop belasan taxi akhirnya ada juga yang mau nganterin kami ke Chocolate Ville, karna emang Chocolate Ville cukup jauh sih. Tapi untung kami kebagian taxi terakhir yang bisa pake argo dan ongkos cuma 179 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 45 Bath, sementara taxi yang lain gak pake argo jadi 300 Bath haha da setau aku, taun lalu juga sih sekitar segitu ongkos taxi nya, jadi aku negoin aja biar cepet (:     Setelah aku sampe di Chocolate Ville, yang udah nyampe duluan mereka lagi asik foto-foto huhu curang. Setelah di hitung-hitung jumlah orang yang ada kurang... Ada 1 taxi lagi yang belum nyampe dan setelah cukup lama nunggu akhirnya mereka sampe dan katanya dibawa nyasar sampe ke Asiatique wkwkwk Sabar yah itung-itung udah ke Asiatique duluan karna rencana kita selesai makan malam di Chocolate Ville baru mau ke Asiatique.   Oh ya Chocolate Ville tuh seperti "Eropa" nya Bangkok tempatnya super-super romantis dan selalu penuh. Jadi jangan lupa reservasi tempat dulu sebelum kesini. Waktu itu sih kita di reservasi-in via telephone sama temen Thailand kita, cuman kali ini aku udah reservasi dari jauh-jauh hari Via Email untuk 20 orang walaupun yang jadi cuman 16 orang heu.       Oh ya makan makanan disini termasuk mahal heu tapi sebanding lah dengan view tempat yang begitu amazing. Apalagi kalau kamu kesini sama pasangan beuuhhh juara. Bahkan aku punya rencana nanti kalau mau preweding pingin di photo preweding disini #hahaydeuh.   Karna katanya masih pada kenyang jadi kita semua udunan mesen beberapa loyang pizza & minuman masing-masing, Aku sih ngikut aja, jadi aku pesen Pizza bareng-bareng + Mango 110 Bath. Menu yang paling murah disini seporsi yaitu nasi goreng nanas 250 Bath, taun lalu aku nyobain dan rasanya bener-bener nikmat. jadi yang mau kesini cobain deh nanti pesen nasi goreng nanas rasanya dijamin TOP, Soalnya waktu itu pernah nyobain nasi goreng nanas di resto ala Thailand di Bandung itu beda banget lah sama disini, Kalau disini mah beneran nasi goreng nanas, disana mah nasi goreng cangkang nanas 5555+   Sambil nungguin pesenan datang semua langsung nyebar untuk foto-foto, Wuh aku ketinggalan gak ada batur, Kebetulan Denny ngeluarin Danbo nya, Ya udah aku pinjem dulu mau foto-foto sendiri aja, Jomblo & si Danbo.                           Galau banget kan pose-pose s Danbo nya? Sama dengan suasana hati s tukang foto haha (:   Pas balik lagi makanan & minuman udah siap, oke lah langsung kita lahap, hap hap hap. Karna aku masih keliatan unmood, Denny nawarin : Bro Bir ah??? Beuuhhhh aku sih belum pernah nge-bir seumur hidup aku, jangan kan minum-minum, ngeroko aja engga wkwk laki-laki macam apaan aku ini, jadi anak ko terlalu baik. *LOL* Hayuuu lah bro kagok strees yeuh ku s mawar -__-   Ada 2 pilihan antara Chang / Singha akhirnya kita putusin beli Bir Chang 85 Bath. Sidik diselidik alkoholnya 5,8% Haiih seriusan ini teh untuk pertama kalinya aku akan minum bir yang mengandung alkohol 5,8%? ahh kapan lagi... Sesuai prinsip aku aja "When You Traveling, Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Tapi tetap ikuti aturan & adat istiadat yang berlaku" karna bir bukan masalah di Thailand, okelah aku coba #hiks minum sedikit-sedikit gak kerasa ngefek apa-apa tuh. kalau kata orang-orang sih minum minuman alkohol bisa ngilangin stress, tapi gening aku engga, masih tetep weh gini,-         Bro Sendy : iya da minumnya sedikit-sedikit, coba tambahin es batu terus langsung abisin segelas. Oke, I Try! glek glek glek abis langsung segelas mulai rada ngelayang wkwkwk #Jeprutlah   Okelah sambil sedikit menetralkan kita liat wajah yg sedang asik menikmati hidangan, gak tau kelaparan haha.     Sementara yang lain masih asik foto-foto.                 Dalam keadaan setengah sadar aku inget prinsip Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Ah kagok edan... aku langsung lari muterin tangga naik ke atas towernya, nyampe di atas tower kepala terasa pusing puluhan keliling, mungkin karna efek alcohol dan efek kejeprutan aku yang ngapain juga lari-lari naik ke atas tower, udah tau tangganya muter-muter   Sampe atas terlihat view yang begitu indah, Bersyukur dan berterimakasih atas nikmat yang Tuhan berikan. Aku bisa merasakan keindahan tempat ini untuk ke 2xnya. Gak lupa juga aku nge-goda beberapa teman untuk datang langsung kesini lewat tulisan (:                 Semakin larut malam tempat ini semakin indah & semakin romantis ingin rasanya cepet-cepet ngajak pasangan ketempat ini #hiks sudahlah mblo focus dulu aja pada impian mu sir. OKE SIP. Turun dari tower aku lari lagi nurunin tangga muter-muter, Alhasil keluar dari tower hampir ongkek haha jeprut kan.   Setelah semua puas bermain di tempat ini kita akan melanjutkan tujuan selanjutnya yaitu Asiatique. Cuman gak tau kenapa gak jadi kesana dengan alasan udah cape dan terlalu malem, Padahal Asiatique juga semakin malam semakin indah. #ah ya sudah lah cari taxi untuk langsung balik ke hostel. Setelah yang lain mencoba tawar menawar mereka dapet harga yang cukup tinggi dan belum termasuk tol.   Ya udah biar aku aja yang cari taxi di depan CV suka ada banyak taxi yg stay & lebih murah. Dan disini aku debat lagi tuh sama s teh mawar, bukannya terima kasih udah di bantuin malah ngalonyeng. Karna cuman 3 taxi yang tersedia  jadi ada yang ber 5 ada yang ber 6. Karna beberapa orang katanya uang Bath nya udah bener-bener tinggal dikit aku sampe bilang: "Yu grup yang gak punya uang naik taxinya ber 6" wkwkwk dan aku ngikut yang ber 6, Padahal sebenernya aku masih nyimpen uang di paspor aku, cuman biar yg uangnya udah tinggal dikit lagi tenang, Aku bilang santai aja, uang aku juga udah abis hihi. Tapi yaa uang di paspor aku emang sengaja aku sediain buat backup aja, kalau-kalau ada yg kehabisan uang bisa pake uang aku dulu (Smart Travelerkan si gue ahaha)   Cuman takutnya aku malah ongkek karna pa sedek-sedek di taxi yang ber 6, jadi aku di taxi yang ber 5 aja dan bersyukur banget kali ini gak setaxi dengan s mawar yeah! Aku duduk di depan dan bilang ke supir taxi: jendelanya jangan ditutup aku sedikit drunk bisi ongkek haha. Ongkos taxinya dari Chocolate Ville sampe depan Siam 500 Bath dibagi 5 orang jadi masing-masing 100 Bath.   Dari Siam ada yang mencar balik dulu ke Orchid Hostel ngambil laundry, dan s mawar juga ngikut katanya hengponnya ketinggalan disana. Okelah kita yang mau langsung balik ke Golden Mountain Hostel 13 orang. Karna udah malem dan hari ini masih Songkran hari terakhir kita sewa 2 tuk-tuk untuk ber 13 haha kebayangkan desek-desekan nya gimana? Tuk-tuk aku sih 7 orang dan yang peot-peot semua, jadi gak begitu sempit, lah tuk-tuk 1 lagi 8 orang dan kebayakan orang-orang berisi wkwkwk nikmati saja lah.   Ongkos tuk-tuk dari depan Siam ke Golden Mountain Hostel 200 Bath dibagi 7 jadi masing-masing 29 Bath. Dan selama perjalanan menuju hostel pun kita beberapa kali kena siram haha di tuk-tuk aku sih s Denny yang jadi basah semua karna dia duduk paling ujung dan kena siram langsung air seember, Aku kebetulan di tengah jadi cuma kena cipratannya aja hihi.   Sampe hostel semua barang kita masih aja numpuk di lobby wkwk untung aja gak ada yang ilang. Setelah itu kita dibagi kamar dan ternyata jadi 3 kamar, 1 kamar untuk 8 orang female only, 1 kamar untuk 5 orang & 1 lagi untuk 3 orang. Aku ngikut yang 5 orang aja heheu. Dan kamarnya bagus banget lah super-super empuk & nyaman dan kali ini ada colokan charger di tiap tempat tidur masing-masing, jadi gak rebutan kayak waktu di Orchid huhu.   Aku tengok ke kamar yang perempuan karna liat di gambar sih bagus dan pas masuk wiih beneran bagus. Aku tanya ke semua : Gimana kamarnya?? semua dengan kompak menjawab : baguss.... Yeee syukurlah kalau semua seneng, gak salah milih hostel berarti.     Karna lapar aku, Bro Sendy, Denny & Giri langsung cari makan keluar tanpa mandi dulu. Setelah muter-muter nemu lah penjual kacang yang aku cari-cari. Kita dikasih cobain gratis dan rasanya enak banget, mau beli tapi harganya lumayan mahal jadi gak jadi beli deh wkwk #HampuraMang. Udah mentok gak ada pedagang makanan lagi, yaudah kita balik ke tempat awal makan disitu, aku mesen Fried Noodle 55 Bath. Rasanya sedikit aneh tapi yaa nikmatin we lah, laparr.. Kita udah selesai makan, Karin sama Billy baru datang ngajak ke 7eleven, Ya udah kita kesana, aku beli menuman lecy 12 Bath. Terus s Karin ngajak makan, ya udah aku ajak lagi ke tempat kita makan barusan. karna kita udah makan barusan jadi cuman ikut nongkrong doang. Karna aku masih sedikit stress sama s mawar, Giri yang sedang asik ngeroko aku minta rokonya nyobain 1 haha. Ini serius aku laki-laki gak bisa ngeroko, tiap ngisep suka batuk-batuk wkwkwk.   Di pikir-pikir dosa aku banyak banget hari ini, mulai dari lupa ibadah, minum alkohol, makan-makanan yang belum tentu halal, ngeroko, ngomongin s mawar, Ahh sudahlah Markibo (Mari Kita Bobo).   Part 6
    • By Sari Suwito
      Masih melanjutkan liburan Hari Raya Idul Adha di Malaysia, tepatnya hari sabtu pagi sekitar jam 9 kami mengantarkan anaknya tuan rumah (usia sekitar 8 tahun) untuk pergi les bahasa Inggris, tempat les tak jauh dari rumah sih. Begitu sudah antar anak tersebut kami lanjut jalan-jalan ke pasar Seri Selayang, pasarnya seperti pasar kaget gitu, banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggiran jalan ada juga pedagang sayur mayur yang menempati lapak bangunan semi permanen gitu. Sepertinya para pedagang di pasar ini sengaja atau tak sengaja mengelompok berdasar asal mereka, ada lapak pedagang Indonesia, Melayu, India, dan China.

      Pasar ini memiliki court yang lumayan besar, aneka jenis makanan tersedia disini, jadilah kami sarapan disini, saya memilih untuk sarapan nasi lemak. Ga afdol kalau ke Malaysia ga makan nasi lemak...hehehe...

      Setelah selesai sarapan sebelum balik ke rumah, kami berbelanja buah-buahan dan martabak manis, oh ya disini martabak manis disebutnya apam balik lho. 

      Di rumah, sambil menunggu jam pulang les yang masih agak lama jadilah saya bersantai sambil nonton tv, sekitar jam 12 saya ganti baju untuk bersiap-siap jemput ke tempat les langsung jalan ke undangan open house temannya tuan rumah yang sudah pensiun. Jadi kalau di Malaysia itu kalau ada orang pensiun dia akan buat semacam pesta perpisahan, lalu di rumah akan undang teman-teman dan kerabat untuk makan-makan gitu.  
       
      Sekitar jam 12.30 kami bersiap untuk ke luar rumah, wolaaaa....ternyata diluar ada kabut asap yang lumayan tebal, tapi the show must go on lah. Sebelum ke tempat open house kami mampir ke Selayang Mall dulu, karena tuan rumah mau berfoto di depan kantor dinas pendidikan yang berada di lantai 3 mall selayang sekalian membeli eksternal drive. Oh ya, tuan rumah sebentar lagi juga memasuki masa pensiun, jadi dia mengumpulkan foto-foto di tempat dia dulu bekerja untuk dijadikan dokumentasi selama masa pengabdiannya.  Mungkin sedikit orang yang membuat hal ini...bisa jadi ide juga nich buat teman-teman lain.
      Selesai urusan di mall selayang, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi open house. Waah...rupanya acaranya meriah banget...sampe pake tenda seperti orang resepsi pernikahan, makanannya juga banyak ada masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand daaan ada juga kambing guling. hehehe.... 
      Selesai acara open house, kami lanjut menuju Shah Alam, kabut asap menyelimuti selama perjalanan, jadi harus hati hati dan waspada untuk menjaga keselamatan berlalulintas. 

      Karena ingin melihat indahnya lampu-lampu di i-city tentu baiknya pada saat hari mulai gelap, jadi untuk menunggu malam hari, kami berjalan-jalan dulu ke GM Klang, GM Klang ini merupakan pusat grosir (kalau sering baca 360 magazine-nya Air Asia, sering muncul tuh iklannya). Tempatnya lumayan luas dengan beberapa blok bangunan di luar bangunan utama-nya. Kami langsung menuju ke bangunan utamanya sih, menurut saya tempat ini semacam pasar asemka/mangga dua tapi dalam versi gedungnya tertata dan rapi gitu. 

      Yang di jual disini aneka produk, rata-rata produk import dari China sih, seperti casing HP, alat masak, pakaian, tas, sepatu, parfum, wall paper, dll.  Kami berjalan-jalan disini sampai jam sekitar jam 6 atau 7 malam, ga inget waktu itu tau-tau waktu keluar dari food court di lantai basement toko-toko sudah mulai tutup, jadilah kami langsung ke tempat parkir dan lanjut ke i-city. 
      Sekitar 20 menit akhirnya sampailah kami di i-city, hari sudah mulai gelap dari jauh sudah keliatan bianglala raksasa dengan lampu hias yang cantik.  Setelah memarkir mobil, kami langsung dech keluar dan berfoto-foto di area outdoornya. 


      I-city adalah area taman bermain terpadu yang menyuguhkan lampu-lampu hias yang dibentuk-bentuk dalam berbagai model di seluruh areanya. Ada bentuk pohon, bunga, burung flaminggo, kereta cinderella, dll. Biaya masuk ke area ini gratis, untuk parkir sih bayarnya RM 10, bisa bayar di mesin auto pay.
      Atraksi di i-city ini terbagi dalam 3 Gate, yaitu:
      Gate A:
      *City of digital lights
      *Giant Ferrish Wheel
      *Bumper Car
      *Circus Travel
      *Pirate Ship
       
      Gate B:
      *Water World
      *Under The Sea
      *SnoWalk
      *Ice Adventure
      *Jungle Train
       
      Gate C:
      *Red Carpet
      *House Of Horror
      *Trick Art Museum
      *Space Mission
      *Adventure Studio
      *Fun Drive
      *Thypoon
      *Sub Marine
      *5D Cinema
      *Jungle Adventure
      *Fitness Junior
      *Rocking Wheels
      *Itsy Bitsy
      Tiket masuk berupa kartu yang bisa di top up. Harga kartu RM 2. Satu kartu bisa dipakai untuk rame-rame, jadi tinggal isi aja nominal yang cukup untuk berame-rame. Berhubung tiket dan sisa deposit ga bisa di refund/ditukar menjadi uang tunai, maka isi aja secukupnya. Kan sayang kalau belum tentu balik lagi ke i-city. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung jam operasi, siang dan malam beda tarif, ada juga tarif normal dan mycard (kalau ga salah mycard ini untuk warga negara Malaysia). 
      Sebelum memutuskan untuk masuk ke salah satu atraksi saya sempatkan untuk berfoto-foto di bagian luar gedung Red Carpet, berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud di Bangkok, jadi saya tak tertarik untuk masuk ke Red Carpet, paling-paling juga mirip.



      Akhirnya saya memutuskan untuk masuk Trick Art Museum, dalam hati sih mungkin mirip-mirip dengan Trick Eye Museum De Mata di Jogja, tapi ga ada salahnya lah coba lihat apa aja koleksi di dalamnya. Harga tiket masuk Trick Art Museum RM 15/orang. 
      Berikut beberapa foto yang saya ambil di dalam Trick Art Museum i-City:








      Setelan keluar dari Trick Art Museum ternyata awish (anak kecil yang bersama kami) ingin main di wahana Itsy Bitsy. Jadi sementara dia bermain di dalam wahana saya sempatkan berfoto-foto di sekitar wahana tersebut.


      Sekitar jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat, untuk besok siangnya saya akan kembali ke Jakarta.
       
      NB:
      Transportasi umum untuk menuju i-city:
      Bus: dari KL naik RapidKL U80 tujuan terminal bus Shah Alam, kemudian naik bus U605 untuk menuju ke i-City.
      CommuterKTM: dari KL naik kereta KTM menuju stasiun Padang Jawa,  kemudian naik taxi untuk menuju ke i-City (ongkos taxi ke i-City kira-kira RM5 – RM7, mungkin harus nego dulu ya)
       
    • By Sari Suwito
      Holaa…Sawadee Kha...Sari here
       
      Melanjutkan FR sebelumnya kali ini saya akan berbagi cerita selama di Bangkok.
       
      Day 1
      Pesawat kami mendarat di Bandara Don Muaeng Bangkok sekitar pukul 4 sore. Selesai proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami keluar menuju pintu arrival untuk menunggu mobil jemputan yang sudah dipesan sebelumnya. Daaan.. nomer HP driver yang dikasih dari kantor rental ketika di telpon nomer itu malah maki-maki pakai Bahasa ga sopan. Dan begitu telpon ke kantor rentalnya susah dihubungi pula. Haduuuh…jadi dag dig dug deh…mana para peserta sudah capek dan ga sabar nunggu mobil jemputan datang.
       

       
       
      Akhirnya setelah mencoba dan mencoba hubungi nomer telpon kantor rental akhirnya tersambung juga dengan managernya, daaaan…rupanya nomer HP driver yang dikasihkan itu salah. Bukan salah 1 atau 2 digit…tapi totally salah. Pantesan ajaa…
      Mobil jemputan akhirnya datang juga, mobil dengan 14 seat cukup untuk kami ber-sebelas. Dalam perjalanan menuju hotel, tour guide kami di Chiang Mai telpon menanyakan keadaan kami, dan memberitahu bahwa di Bangkok mulai diberlakukan “jam malam†jadi semua orang harus berhati-hati. Tour leader kami meyakinkan tour guide bahwa kami menginap di daerah Ramkhamhaeng dan kami akan berkunjung ke area yang jauh dari pusat demo. Jadi sepertinya kami akan baik-baik saja.
       
      Rupanya jumat sore di Bangkok hampir sama seperti di Jakarta, jalanan super macet, bahkan jalan tol pun padat merayap tanpa ampun. Lebih dari satu jam perjalanan kami dari bandara menuju hotel yang berada di Ramkhamhaeng.
      Oh ya, dalam perjalanan menuju hotel (di Jalan Ramkhamhaeng) saya melihat hal yang unik lho, patut dicontoh oleh warga Indonesia nich. Jadi karena jalanan macet, dan mulai diberlakukan jam malam, toko-toko tutup lebih awal, jadi karyawan dan pelajar harus cepat-cepat pulang ke rumah dan dalam keadaan macet ini songtoew dan bus terjebak macet juga. Akhirnya ojek motor merupakan salah satu alternative untuk bisa cepat pulang ke rumah. Nah, para calon penumpang ojek ini kan banyak banget…mereka mau antri sampe panjaaang gitu lho, nunggu tukang ojek berdatangan.
       

       
      Sekitar jam 8 malam kami sampai di hotel Regent Park yang berada di Soi 22 Jl. Ramkhamhaeng. Setelah selesai proses check in dan menyimpan barang di kamar, kami segera turun untuk makan malam di restaurant hotel dikarenakan tidak memungkinkan untuk makan malam di luar. Tanggal 22 malam merupakan awal berlakunya jam malam di Bangkok, pasti restaurant pun akan tutup lebih awal belum lagi jalanan pasti masih macet. Bahkan semua stasiun televisi Thailand berhenti bersiaran. Hanya channel luar negeri saja yang tetap tayang, dan RCTI ternyata eksis lho di saluran tv di hotel ini.
       
      Day 2
      Setelah sarapan pagi di hotel kami berangkat untuk mengunjungi acara THAIFEX (Thailand Food Expo) yang berlokasi di Impact, Muang Thong Thani, Bangkok. Pagi itu hari jumat, jalanan di Bangkok juga mirip di Jakarta, kemacetan lalu lintas sudah mengular sejak kami keluar dari hotel.
      Sekitar satu jam perjalanan akhirnya sampailah kami di lokasi pameran, tempat pameran ini rupanya sangat besar, mirip JCC kalau di Jakarta. Setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi form registrasi untuk mendapatkan tag visitor/buyer. Proses registrasi sangat cepat, tanpa antrian yang panjang karena masih lumayan pagi.
       

       
      Setelah mendapatkan tag visitor kami langsung berpencar, menuju ke ruang pameran, kebetulan pameran berada di Challenger 1 sampai 3, dan saya masuk mulai dari challenger 1.
       
      Begitu masuk ruang pameran, saya terkagum-kagum dengan aneka produk yang di pamerkan. Berkeliling di Thaifex expo ini sungguh memanjakan mata dan lidah, karena bisa icip-icip aneka makanan dari berbagai negara asia dan eropa. Bahkan disini dipamerkan packaging, mesin dan peralatan untuk industry kecil juga lho.
       

       

       
      Beberapa pengunjung menganti es krim di booth Korea.
       

       
      Saya juga sempatkan untuk melihat pavilion Indonesia, dan saya agak sedikit heran. Dalam kesempatan besar ini Indonesia mengirimkan produk yang saya rasa kurang greget di bandingkan negara-negara lain yang membawa produk unggulan negara masing-masing. Bahkan beberapa negara mengambil lebih dari satu pavilion.Melihat geliat produk thailand yang sekarang berkembang pesat, bahkan salah satu visi Thailand adalah menjadi pusat produk halal terbesar di dunia, maka rasanya dengan diberlakukannya Asean Economic Community dimana produk-produk dari negara lain bebas masuk ke Indonesia.
       

       
      Di ruang Challenger 3 memamerkan produk peralatan industri kecil. Ada juga pameran jenis-jenis kendaraan untuk promosi, seperti moving trailer yang desain dan motifnya unik.
       

       
       

       
      Disini juga berlangsung beberapa lomba diantaranya Thailand Ultimate Chef Challenge, fruit crafting, dan roaster's choice award.
       

       

       
      Sekitar jam 12 saya sudah merasa capek berjalan berkeliling, akhirnya saya memilih untuk beristirahat di food court sekalian makan siang. Selesai makan siang, saya kembali ke meeting point barangkali ada peserta lain yang sudah berkumpul. Rupanya belum ada satupun peserta yang berkumpul jadi saya lanjutkan untuk melihat-lihat hall arena, yang tesambung dengan bangunan impact. Pusat pameran ini terintegrasi dengan tempat makan, tempat belanja dan hotel Novotel.
       

       
      Jam 2 siang akhirnya semua peserta sudah berkumpul dan bersiap untuk meninggalkan expo untuk makan di restaurant yang tak jauh dari gedung Impact. Dan, saya pun ikut makan lagiii…hihihi… Setelah selesai makan siang kami melanjutkan kunjungan ke Agro Exchange.
      Dalam perjalanan kami melewati Kementrian Dalam Negeri Thailand, terkait dengan kudeta di Thailand, para pendemo ternyata membangun tenda di jalan raya di depan kementiran Dalam Negeri. Hari ini rupanya para pendemo sudah mulai membongkar tenda-tenda yang dipakai untuk berdemo, mungkin mereka akan berpindah lokasi demo kali ya. Secara pusat demo terbesar di Bangkok adalah di kawasan Victory Monument, National stadium, dan kawasan lain di pusat kota Bangkok. Bahkan menurut penjaga pavilion provinsi Hatyai di Thaifex toko-toko di kawasan pratunam pun tutup karena takut kalau akan terjadi kerusuhan di kawasan itu.
       
      Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di Agro exchange. Agro exchange merupakan pusat pasar induk sayuran dan buah-buahan terbesar di Bangkok, yang dikelola oleh perusahaan swasta. Begitu sampai di lokasi, kami dibuat terkagum-kagum melihat luasnya kawasan dan lengkapnya fasilitas di kawasan ini. Ada bank, showroom mobil, showroom motor, pusat penjualan aneka sayuran dan buah buahan dalam skala besar seperti ini, belum pernah saya lihat di Indonesia. Sungguh luar biasa industry pertanian Thailand ini.
       

       

       

       
      Puas berkeliling di agro exchange kami istirahat di food stall untuk minum dan sekaligus makan durian. Wow…kita pesta durian. Rupanya durian yang sudah dibeli tak habis dimakan, akhirnya kami bawa kembali ke hotel dan dibagikan ke staff front office hotel. 
       
      Jam 19.30 kami berangkat makan malam, dan ternyata jumat malam di Jalan Ramkhamhaeng macetnya minta ampun, jarak yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit terpaksa memakan waktu hampir 1 jam. Malam mini kami makan all you can eat steamboat  halal di Shintorn Restaurant. Disini tersedia banyak menu yang dapat dipilih, antara lain: nasi campur, nasi biryani, aneka sayuran, aneka potongan daging ayam dan sapi. Untuk dessertnya tersedia aneka buah potong, salad buah dan sayur, serta es campur. Oh ya, steamboat disini ga pakai kompor listrik ataupun gas. Tetapi dari bara api yang dipasang dalam tungku kecil diatas meja makan.
       

       

       
      Di samping restaurant ini juga terdapat toko makanan halal, toko perhiasan dan toko pakaian. Jadi selesai makan bisa belanja-belanja juga hehehe…
      Jam 20.30 semua peserta selesai makan, kami lanjutkan untuk jalan-jalan di pasar malam, mobil drop kami di dekat sport stadium, dan kami lanjutkan berjalan kaki melihat-lihat pasar malam di sepanjang jalan Ramkhamhaeng. Dan rupanya jam 20.30 para pedagang sudah mulai berkemas-kemas karena masih diberlakukan jam malam, yaitu mulai jam 22 sampai jam 5 pagi. Bahkan saya yang berniat membeli sepatu pesanan teman-teman saya harus berlari-larian untuk menuju toko sepatu tetapi begitu sampai tokonya sudah tutup. Duuuuh…kecewa bin dongkol dech. Akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat dan berharap besok pagi masih sempat untuk kembali ke toko sepatu sebelum berangkat ke airport.
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya kembali berjalan-jalan dan ternyata saya tunggu sampai jam 9 toko sepatu belum buka juga. Padahal kami harus berangkat ke airport jam 9.30. Dengan lunglai saya kembali ke hotel untuk check out dan kemudian bersiap untuk berangkat ke airport. Misi belanja saya kali ini gagal….hiks.
       
      Hari sabtu pagi, jalanan di Bangkok lumayan lancar, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di Don Muang airport untuk terbang menuju Kuala Lumpur dan melanjutkan ke Jakarta.
       
      Selamat tinggal Bangkok, semoga saya akan kembali kesini dalam situasi yang lebih aman.     
       
       
    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma – Day 1
      Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 8 Mei 2018
      Pagi ini kami sudah berada kembali di Roma. Setelah perjalanan selama 6,5 jam menggunakan kereta Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini. Naik kereta jauh lebih nyaman dibandingkan naik bus, walaupun hanya kelas ekonomi. Kita masih bisa mendapatkan harga murah jika memesan jauh-jauh hari, biasanya 3 bulan sebelum keberangkatan tiket sudah bisa dipesan. Tidak seperti pembeli yang kami temui di Stasiun dengan kelas yang sama tetapi harganya jauh lebih mahal karena membeli on the spot.
      Dari Rome Termini kami ke penginapan dulu untuk cek-in. Kami menginap di Marghera House dekat sekali dengan Stasiun Rome Termini, hanya berjarak sekitar 50 meter. Penginapan yang awalnya menurut kami kurang menyakinkan, tetapi setelah masuk kami merasa “feel like home”.
      1.Vatican City
      Itinerary hari ini adalah Vatican City, kami menggunakan Metro Line A Termini – Ottaviano-San Pietro. Waktu kami berjalan menuju Vatican Museum,banyak sekali yang menawarkan jasa Skip the Line. Memang Vatican City adalah tujuan “Must See” klo ke Roma, makanya ga heran klo banyak yang menawarkan jasa Skip the Line. Setelah tawar-menawar rata-rata mereka memberikan harga yang sama yaitu 2x-3x lipat harga normal. Tapi kalo mau mengantri harus siap-siap mengantri lama karena antrian yang panjang. Akhirnya kami hanya foto-foto di St. Peter’s Square.



      2. Castel Sant’ Angelo
      Setelah itu kami berjalan menuju Castel Sant’ Angelo, yang berada tidak jauh dari Vatican.

      3. Chiesa Nuova
      Dari Castel Sant’ Angelo kami berjalan ke Chiesa Nuova.

      4. Piazza Navona
      Kemudian kami ke Piazza Navona melewati Palazzo della Cancelleria. Di sini ada 3 fountains, di tengah adalah yang terbesar. Sayang, cuaca hari ini kurang mendukung karena langit mendung dan sudah mulai gerimis.


      5. Santa Maria ad Martyres Pantheon
      Saat perjalanan ke sini hujan sudah mulai sedikit deras. Beruntung kami berada di sini sehingga kami bisa berteduh walau sebentar.
      Pantheon mendapat cahaya dari sinar matahari yang masuk melalui atap. Tepat di atas kubah ada bukaan bulat. Jika hujan, air yang turun dari bukaan mengalir ke dalam lubang di lantai.

      6. Trevi Fountain
      Tidak akan lengkap kunjungan kita ke Roma bila tidak mengunjungi air mancur yang terkenal ini. Walaupun hujan, tidak mempengaruhi wisatawan yang ingin berfoto di depan Trevi Fountain.
      Pada dahulu kala diadakan kontes untuk merancang air mancur baru. Banyak arsitek penting yang berpartisipasi, tetapi pada akhirnya desain air mancur inilah yang memenangkan kontes. Trevi Fountain adalah air mancur terbesar di Roma. Ada di Piazza di Trevi. Konon katanya bahwa “Jika Anda melempar koin ke dalamnya air mancur dengan punggung Anda berbalik, Anda akan datang kembali ke Roma ”. Untuk alasan inilah banyak turis melempar koin ke dalam air mancur dan air mancur selalu penuh dengan koin. Koin-koin ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk amal.

      7. Quirinale


       
      Karena hujan yang tidak berhenti, tidak banyak yang bisa kami kunjungi lagi. Kami sudah menunggu sampai malam, dan akhirnya harus pulang kembali ke penginapan.

    • By anna22
       
      Beberapa minggu pulang dari Korea sekitar akhir November 2017, gw diultimatum sama ortu untuk tidak ke Jepang atau Korsel lagi. Lebih baik umroh atau ke negara lain. Padahal gw masih penasaran dengan musim semi di Jepang. Ya udahlah gw coba melancarkan taktik dengan mengajak ortu gw untuk jalan2 ke Jepang di musim semi 2018. Kebetulan gw agak lowong di akhir bulan April, begitu pula dengan Ibu yg sudah santai dengan pekerjaannya. Nemulah harga tiket JAL pp jakarta-narita Tokyo 5,3 jt. Menurut gw sih udah lumayan harganya, full service airlines sekaligus direct flight. Cuman memang jam keberangkatannya hanya dapat yang pagi. Ya udahlah yaaa....
      Di bulan Desember tiket pun terbeli. Setelah itu sambil menunggu urus visa (krn masih pake paspor biasa), gw pun mulai membuat itinerary dan setelah fix lanjut mencicil pesan penginapan. 
      Ortu gw bilang perjalanan ke Jepang ini inginnya sekali aja jadi gw puter otak gimana caranya bisa mendatangi tempat2 yang ok di jepang pada waktu yang tepat pula. Kebanyakan tempat2 yang didatangi berupa taman bunga dan tidak ketinggalan tentunya Tateyama Kurobe Alpine Route. 
      Oleh karena itu, pemilihan tanggal 18-27 April ini banyak dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rute Tateyama sudah dibuka, ada festival sakura besar di Hirosaki (pengen banget kesini dari dulu), taman bunga ashikaga dan hitachi seaside juga sedang mekar, dan belum dimulainya golden week. 
      Hmmm panjang yaaa cerita awal mulanya, boleh diskip kok hehe langsung baca yg di bawah ini saja ya ^^
      18 April
      Flight jam 6.15 pagi dari Soetta Terminal 2D. Sampai di Narita jam 4 sore. Cek Imigrasi aman dan lancar tanpa tanya jawab. Setelah itu, sambil ortu istirahat, solat dan bersih2, gw ngurus sim card khusus paket data internet yang sudah dipesan melalui Klook (8 hari 4G/3 GB = Rp. 280.000). Lanjut ke JR office untuk tuker voucher JR pass walaupun baru akan aktivasi di tanggal 20. (Voucher JR pass udah dibeli di Indonesia pesan di Bobobobo). Sekalian juga beli Tateyama Kurobe Alpine Ticket seharga 9000 yen. Setelah itu beli pasmo(seperti e-money utk naik kereta, bis, beli sesuatu di vending machine, bayar di minimart, atau bayar loker)buat ortu dan isi ulang pasmo gw yg lama. 
      Setelah urusan ini itu beres, sebelum ke Shinjuku Express Bus Terminal, kami makan terlebih dahulu di Tentei Tempura dan Soba (halal certified) di lantai 4 terminal 2. Setelah perut terisi, kami ke lantai bawah untuk naik kereta menuju Shinjuku. Sebenarnya banyak pilihan kereta, tapi gw milih yang murah walaupun lama toh gak ngejar waktu juga sih hehe
      Sekitar jam 8.30 malam, sampailah di Shinjuku setelah transfer dr Nippori. Tadinya pengen mampir ke Tokyo Metropolitan Government Building, tapi ortu masih jetlag kayaknya jadi lgsg aja menunggu di terminal. Nah gw kan gak betah ya anaknya, jadi pas ngelihat ada Don Quijito, setelah memastikan waktu dan tempat naik sleeper bus ke Osaka nanti, gw pun minta izin untuk jalan2 sebentar. Bapak gw akhirnya ikut. 
      Oiya kenapa kami lgsg ke Osaka, dan menggunakan bus malam??? Selain efektif dan efisien yaitu, juga memberikan pengalaman sleeper bus ke ortu. Ternyata mereka senang karena baru pertama kali naik bis seperti itu. 
      Tepat jam 23.30, bus pun datang yang ternyata gak penuh2 amat. Setiap 2 jam sekali, bus pasti akan berhenti di rest area sekitar 20 menit untuk mempersilahkan penumpang ke toilet.
      19 April

      Tepat jam 7 pagi, sampailah kami di Willer terminal Umeda Sky Building. Setelah cuci muka dan ke toilet, kami lanjut ke penginapan untuk titip koper. Dari Umeda Sky Building, jalan kaki ke Osaka Station. Disana saya sempat ke information center untuk membeli Osaka Amazing Pass 1 day yang akan digunakan seharian ini (2500 yen) baik untuk tiket masuk lokasi wisata maupun osaka subway.
      Pilihan penginapan adalah Osaka Guesthouse Nest (selain dekat JR station =teradacho st, ada pilihan kamar untuk 3-4 orang, harga sesuai kantong juga ).
      Setelah titip koper, kami lanjut ke Osaka Castle. Sebelum naik ke atas Castle, kami makan bekal dulu di tempat duduk yg ada di halaman depan castle. Harga tiket masuk sudah tercover OAP juga ya...

      Perjalanan dilanjutkan ke Osakako Station  untuk menuju Tempozan Giant Ferris Wheel dan Santa Maria Cruise. Ini juga sama tercover OAP. 


      Menjelang sore, kami memutuskan ke Matsuri Halal Restaurant. Sebenarnya ingin ke tempat lain, tapi terlalu jauh sedangkan kami sudah lapar. Kalau menurut kami sih rasa dan harga kurang sepadan. Rasanya biasa saja kalau dibandingkan makanan halal di resto lain yaa tapi balik lagi tergantung selera loh

      Malamnya kami ke daerah Sinsekai untuk ke Tsutenkaku Tower. Sama ini juga tercover OAP. Tadinya mau lanjut ke Namba Dotonburi tapi ortu udah ga sanggup dan mengingat juga besok akan ke Kyoto pagi2 jadilah akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat.


      20 April 
      Jam 7 pagi setelah sarapan perbekalan di penginapan, kami menuju Kyoto. Hari ini JR pass sudah mulai diaktifkan. Tujuan pertama di Kyoto adalah Bamboo Forest Arashiyama. Disini kami berhenti di Jr saga arashiyama st krn pakai kereta Jr. Sekitar jam 9 sudah sampai dan kebetulan belum terlalu ramai. 1,5 jam kemudian saat kami akan kembali ke station, tiba2 makin banyak orang dan terutama anak2 sekolah ternyata banyak yang sedang study tour. 

      Di Kyoto ada penyesalan saya yaitu membeli 1 day Kyoto Bus Pass karena kami tidak memaksimalkan penggunaannya. Apalagi harganya sudah naik yaitu 600 yen huhu. Kami hanya memakai sekitar 460 yen aja. 

      Perjalanan dilanjutkan ke Kinkakuji (kuil emas). Ini juga tempatnya ramai dikunjungi orang. Dan cuaca sangat bersahabat bahkan cenderung panas terik. Inginnya minum terus.

      Mengingat belum makan siang, gw pun mencari resto halal terdekat dan nemu Ayam-Ya yang dekat Karasuma. Ini sebuah keputusan tepat, selain enak harganya juga bersahabat dan yang serve itu 2 perempuan Indonesia jadi nyaman untuk nanya2 menu (berhubung ortu gw suka agak bingung milih menu makan). Kalau kesini kayaknya harus coba spicy miso ramen (ada 3 level dan ayamnya banyak). Ada tempat solatnya pula. 

      Setelah kenyang, kami menuju Fushimi Inari Shrine dengan menggunakan kereta JR juga.
      Untuk masuk kesini gratis dan kalau sanggup bisa sampai ke atas. Tapiiii ya kami ga sanggup jadi hanya foto2 di dekat gerbang torii saja. Udah cukup puas lah. Sama disini juga ramai dengan turis. 


      Tadinya gw merencanakan ke Nishiki Market dan Gion. Tapi ortu sudah tidak sanggup dan lelah. Pada akhirnya gw putuskan kembali ke Osaka dengan mampir ke Dotonburi sebelum pulang ke penginapan. 

      21 April

      Pagi sekitar jam 7, kami check out karena harus pindah kota, yaitu ke Kanazawa. Tercover dengan JR pass naik Thunderbird sekitar 3 jam. Sesampainya di Kanazawa kira2 jam 12an, kami check in di Good Neighbors Hostel yang hanya sekitar 5-7 menit jalan kali dari JR kanazawa station. Selain dekat, disini juga ada kamar khusus ber-3 dengan shared bathroom dan toilet. Ternyata bisa lgsg check in. Setelah istirahat sebentar, jam 1 an, kami pergi ke Kenrokuen Garden. Oiya sebenarnya saya sempat merencanakan ke Shirakawa Go, tapi tampaknya akan sangat melelahkan apalagi besok kami akan berpergian seharian jadi harus menghemat tenaga. Ya sudah akhirnya jalan2 di sekitar Kanazawa dengan 1 day city bus pass (500 yen). 

      Kira2 2 jam kami berkeliling di dalam Kenrokuen Garden ini (tiket masuk 300 yen). Dan masih ada bunga sakura tipe Kikuzakura. Lumayaaan..disini sempet nyoba eskrim berlapis emas karena tahun lalu penasaran hehe mumpung ada yang bantuin ngabisin beli deh walaupun muahaaal hiks 

      Perjalanan lanjut ke Omicho Market. Makan siangnya Seafood dan Vegetable Tempura. Pulangnya beli strawberry yang segar dan manis. 
      Nah ortu udah nyerah nih dan pengen pulang aja istirahat sedangkan gw pengen banget ke 21st Contemporary art Museum (karena tahun lalu mau kesini tapi tutup). Ya udah akhirnya gw jalan sendiri. Tapi gw cuman lihat exhibition yang di luar aja termasuk kolam renang yg terkenal itu karena gratis (haha). Tadinya mau lanjut ke daerah Chaya District (samurai district) tapi entah kenapa rasanya cape banget dan super ngantuk, sehingga gw memutuskan pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. 

      Kami pun tidur cepat karena besok pagi sekali harus berangkat. 
      22 April 

      Bertepatan dengan hari Minggu, jam 6 pagi kami sudah keluar penginapan. Oiya tiket kereta cepat ke Toyama sudah reserve seat sehari sebelumnya. Lamanya hanya sekitar 25 menit. Kenapa ke Toyama? Karena ini adalah salah satu titik awal perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau ga dari Toyama ya sebaliknya Nagano.
      Dari stasiun Toyama, kami menuju ke Dentetsu Toyama station yang hanya berjalan kaki ke gedung sebelah. Dari sini, tiket pass yang sudah dibeli sebelumnya diaktifkan (jadi nanti sampai Nagano station ga usah bayar apa2 lagi). Disini kami menukarkan voucher dan mendapatkan 1 pass yang tidak boleh hilang karena harus selalu ditunjukkan sebelum menaiki transportasi tertentu. 
      Ga usah bingung ketika disini ya karena mmg lagi dibuka rutenya jadi segala petunjuk jelas begitu pula dengan petugasnya helpful banget. Jadi gak akan mungkin kesasar heee
      Berikut gw kasih gambaran perjalanan ya ya: 
      Dentetsu Toyama-Tateyama (naik kereta lokal sekitar 1 jam, sebaiknya sih dapet duduk ya karena lumayan juga lama) 
      Tateyama-Bijodaira (Tateyama Cable Car). Gak lama sih ini. 
      Bijodaira-Murodo atau snow wall (Highland Bus) jadi di perjalanannya itu makin lama makin naik dan berkelak kelok, kanan kiri itu hutan dengan tumpukan salju. Lamanya naik bus ada 15 menit. Jujur gw agak mabok sih hahaha karena berkelok2nya agak esktrem dan busnya pelan.

      Begitu sampai di Murodo, kami berjalan kaki di sepanjang jalan dengan dinding salju yang saat itu paling tinggi 17 meter. Bisa juga jalan melalui jalanan berlapis salju (tapi karena gw masih trauma jatuh di tahun lalu, yg baca FR gw pada tau lah yaaa) gw pun memilih jalan di aspal heuheu.

      Di tempat perberhentian Murodo itu ada 3 lantai, ada restoran, waiting room, jual oleh2, dan di lantai 3 paling atas ada observation desk yang ternyata menuju bukit gitu, jadi bisa main2 salju disini nih. Orang2 yg mau snow boarding juga lewat sini. Daan saat gw mau foto dengan hamparan salju, gw berpegangan erat ke tangan Bapak saking takutnya jatoh

      Oiya jangan terlena main disini ya kawan, karena kita harus melanjutkan perjalanan. 

      Murodo-Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) ini menarik sih karena trolley bus ini melewati lorong yang panjang. Berhubung terminal Daikanbo ini kecil dan orangnya banyak, kami langsung ke Kurobedaira.
      Daikanbo-Kurobedaira (Tateyama Ropeway) ini kereta gantung cukup ngeri sih secara di bawahnya itu lembah/jurang.  Mana dipenuh2in gitu pas naik. Tapi untung tidak terlalu lama. Disini kami sempat ke observation deck untuk melihat pemandangan sekitar. 
      Kurobedaira-Kurobeko (Kurobe Cable car) nah dari sini jalan kaki melewati Kurobe Dam. Besar banget sih dan anginnya itu loh lumayan dingiin. Agak jalan kaki tapi diselingi foto2 juga. 


      Kurobe Dam - Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) disini terminal untuk naik bus menuju Nagano. Karena masih termasuk pass, kami naik Alpico Express Bus ke Nagano JR station. Sekitar 1 jam perjalanan.
      Sampai di Nagano Station, kami kembali ke Kanazawa menggunakan shinkansen sekitar 1 jam perjalanan. 
      Fyi: Tateyama Kurobe Alpine ini cukup menguras tenaga. Ada tempat2 yang harus jalan dan menanjak. Bawa makanan atau cemilan karena restoran ramai. Untuk yang muslim bisa juga bawa bekal saja karena sulit mencari halal food disana.
      23 April

      Hari ini kami pindah kota lagi menuju Aomori. Aomori itu letaknya di utara Jepang dan termasuk Tohoku Region. Untuk ke Aomori, kami harus naik shinkansen, yaitu Kanazawa-Omiya. Omiya-Shin Aomori. Nah waktu transfer di Omiya ini mepet banget cuman 6 menit, mana ada drama salah platform lgi jadilah ketinggalan kereta. Akhirnya reserve seat lagi untuk keberangkatan kereta selanjutnya yaitu 1 jam kemudian. (Kalau jalan sama ortu, gw harus selalu reserve seat). Tapi jadinya duduk agak pisah2, ya sudahlah ga apa2 yg penting cepet nyampe. Total perjalanan sekitar 5 jam. 
      Jam 1an sampailah kami di Shin-Aomori. Berhubung kami menginap dekat Aomori Station, jadi kami naik kereta lokal sekitar 6 menit. Disini kami menginap 1 malam di Iroha Ryokan yang hanya sekitar 5 menit jalan kaki dr station. Berhubung Ryokan, ya ala2 penginapan khas Jepang yang beralaskan tatami. Meski kecil, Ryokan ini bersih dan cukup lengkap. Di dalam kamar sudah disediakan cemilan, teh, kopi,air panas,handuk, dan kimono untuk tidur. Overall, ortu gw seneng banget sih nginep disini hehehe karena berasa seperti di film2 Jepang, sayang cuman semalam. 
      Setelah check in dan solat, kami lgsg berangkat lagi menuju Hirosaki. Sebenarnya ada beberapa jenis kereta, salah satunya kereta dengan waktu tempuh cukup cepat yaitu 30 menit. Tapiii waktunya tidak pas sehingga kami naik kereta lokal sekitar 45 menit (Aomori-Hirosaki). 
      Sesampainya di Hirosaki st., mampir dulu ke Information Center untuk ambil peta Hirosaki Park. Berhubung sedang festival, ada bus lgsg menuju salah satu gate, harga tiketnya 100 yen. Perjalanan naik bus sekitar 10 menit.

      Begitu sampai di Hirosaki Park, kami piknik dulu makan siang eh sore deng tepatnya di taman yang telah disediakan. Lalu dilanjutkan dengan berkeliling taman yang luas termasuk ke Hirosaki Castle. Untuk masuk kawasan castle ada tiket masuk yaitu 300 yen. 




      Tempatnya luas banget sih dan saran saya lebih baik dateng kesini dari siang menuju malam karena ada light up illumination menjelang malam dan juga ada pasar malam. Yang saya lihat sih kebanyakan turis lokal seperti anak2 sekolah. Turis asingnya agak jarang. Kalaupun ada kebanyakan dari China dan Korea. 



      Akhirnya sekitar jam 7 malam, kami kembali ke penginapan. Seruuu, kalau disuruh ngulang kesana lagi pas musim semi, gw mau2 aja sih hahahaha
       
      24 April
      Seperti biasa kami check out pagi karena hari ini akan ke Tokyo, yaitu kota terakhir. Selama 3 malam 4 hari kami akan di Tokyo. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Oiya di Aomori ini terkenal dengan buah Apelnya. Untuk oleh2 bisa beli jus apel atau makanan olahan dari Apel. Jus apelnya enaaaak banget sampe Ibu saya beli beberapa botol kecil sebagai oleh2 hahahahaha
      Di Tokyo kami menginap dengan airbnb di daerah Ryogoku. Ini juga cukup nyaman dan ok tempatnya. Hostnya cepat tanggap. Berhubung akan sampai jam 1 sedangkan waktu check ini baru jam 3, tadinya niat titip koper tapi wa si host, ternyata boleh check in lebih awal..yeaay.
      Nah sebelum ke Ryogoku pasti transfer di Akihabara. Kebetulan ada Coco Curry Halal di dekat station ini. Yaa kami melipir dulu sekalian makan siang. Enaaaaknyaaa (sorry ya yg baca ini lagi puasa hehehe)

      Sorenya hanya gw dan Bapak yang jalan karena Ibu makin parah flu dan batuknya sehingga memutuskan istirahat aja di kamar. 
      Untuk menghabiskan waktu sore dan malam, gw ngajak Bapak ke Shibuya, Harajuku dan terakhir Odaiba. Oiya jalan sama ortu itu kudu sabar dan jangan bikin mereka kelaperan! 




      25 April
      Pas bangun pagi ini, seperti biasa gw cek accuweather dan ternyata hari itu akan hujan seharian. Agak bimbang sih pergi atau enggak ke Hitachi Seaside Park. Gw pun gambling dengan berpikir mungkin kalau udah agak siangan hujannya berhenti. Untuk kesini, naik kereta dari Ueno sekitar 1,5 jam berhenti di Katsuta Station. Lalu dilanjutkan naik bus sekitar 15 menit. Ternyata oh ternyata... selama disana masih hujan disertai angin. Mana gw ga pake jaket, jadi walaupun pake payung tetep basahlah baju, celana, sepatu. Mana ada acara pake kepisah pula dengan ortu 
      Jadi ceritanya untuk menuju miharashi hill yg terdapat hamparan bunga nemophila (baby blue eyes), ada 2 cara yaitu dengan cara berjalan kaki sekitar 15 menit atau naik shuttle bis tapi bayar 300 yen sekali jalan. Nah gw lebih milih jalan dengan alasan ingin lihat taman lainnya sedangkan ortu naik bus itu. Kami pun sepakat untuk bertemu di dekat toilet (sambil menunjukkan peta). 

      Ternyata halte shuttle bus itu beda dengan arah kedatangan gw dan ada 2 toilet. Jadilah gw mencari2 dan bahkan sempat balik lagi ke pintu masuk sambil menunggu. Akhirnya gw memutuskan naik shuttle bus karena kemungkinan mereka nunggu dekat situ. Eeeh bener aja pas gw nyampe, mereka lagi duduk sambil foto2. Sempet khawatir gmn kalau sampe hilang huaaaa Alhamdulillaaah
       
      Nah tadinya kan setelah dari Hitachi Seaside Park, kami akan ke Ashikaga Flower Park. Tapi karena basah dan kedinginan dan kayaknya sama aja bohong kalau cuacanya ga mendukung. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi sebelumnya pas di Ueno kami menyempatkan ke Ameyoko Market untuk beli cemilan dan makan malam. Sekalian pengen nyoba juga halal kebab dan ayam panggang. Herannya pas di Ueno, cuaca cerah dong. Kzl.
       
      Pesan moral: percayalah pada perkiraan cuaca di Jepang. Kalau memang hujan besar jangan memaksakan diri untuk berkegiatan di luar karena jadinya percuma kurang menikmati.
      26 April
      Di dalam itinerary yg gw buat, harusnya hari ini ke Kawaguchiko, tapi setelah berunding, kami memutuskan ke Ashikaga Flower Park apalagi hari ini diperkirakan cuaca cerah. 
      Ini keputusan yang sangat tepat karena ortu gw seneng banget ke taman bunga ini. Gw juga sih secara udah pernah ke Kawaguchiko, kalau kesini kan belum hehehe. 
      Untuk kesini jg sama, gw naik kereta dari Ueno ke Oyama lalu dilanjutkan dengan JR Ryomo Line menuju Ashikaga Flower Park Station. Tinggal jalan kaki 3 menit deh. Agak jauh sih ini dari tokyo, total 2 jam lah. 
      Enaknya dari pagi kesini jadi belum terlalu ramai, tapi sebenarnya bisa juga sore menjelang malam karena ada light up illumination. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung banyaknya bunga yang sedang mekar. Saat itu harga tiketnya 1000 yen/orang. 

      Sebenarnya tempat ini lumayan luas dan banyak arena untuk duduk2 santai sambil makan siang. Ada juga restoran tapi karena kurang tahu ada halal atau tidak, kami sih bawa bekal. Seru juga makan bekal dengan pemandangan bunga warna warni. Wangi pula. Saking wanginya banyak lebah, tapi tenang aja mereka gak menyengat kok asal kita gak ganggu.
      Bunga utama disini adalah Wisteria, ada warna putih, ungu, kuning, dan pink. Saat kami datang, yg sedang mekar adalah warna putih dan ungu. Ada 1 pohon wisteria yang paling tua dan besar loh. 

      Bagi pecinta bunga wajib sih kesini!!! Kebanyakan yang kesini orang tua, agak jarang lihat yang muda mudi hehehe. Jangan lupa mencicipi eskrim khas yg konon katanya terbuat dari bunga wisteria ungu. 

      Pulang dari sana, setelah mengantar Ibu ke apartemen, gw dan Bapak lgsg lanjut jalan lagi. Tujuannya sih belanja karena besok hari terakhir huhuhu. Sebelumnya sempat mampir ke Sensoji Temple dan Asakusa.
      27 April
      Ini hari terakhir kami di Jepang. Meski penerbangan masih jam 6 sore, kami memutuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Bapak solat jumat disana. Jadilah kami leyeh2 dan baru check out jam 10. Sebelum ke Tokyo Camii, kami ke Nippori station untuk titip koper karena nantinya kami naik kereta dari Nippori untuk ke Narita. 

      Kami sampai di Tokyo Camii jam 11an dan ternyata waktu solat jumat baru mulai jam 12.45. Dan saat solat jumat tidak ada tempat menunggu untuk wanita. Alhasil saya dan Ibu kembali lagi ke Yoyogi-Uehara St untuk menunggu sambil makan bekal. Agak mepet sih pulangnya karena gw milih naik kereta biasa untuk ke Narita. Untungnya kami sudah web check in sehingga tinggal print boarding pass (secara mandiri) dan setelah itu drop bagasi. Cumaaan pas di imigrasi antriii daaaan gate kami jauuuh sekali, jadi gak sempet tuh yg namanya last minute shopping di airport. Kagak sempet, baru duduk 1 menit udah lgsg dipanggil boarding hahahaha
       
      Apps berguna selama trip:
      -Japan Travel by Navitime. Selain menunjukkan waktu keberangkatan kereta dengan tepat, saat reserve seat shinkansen atau kereta express, bisa sambil menunjukkan ini ke petugas. Sayangnya harus ada konektivitas internet. Tapi kalau udah sebelumnya masuk ke pencarian akan tersimpan kok atau screenshoot aja.
      -Google Maps. Penting bagi yang suka nyasar dan pengen cari tempat tertentu. Akurat kok ini kalau di Jepang. 
      -google translate. Kalau mau nanya2 ke orang lokal. Atau menerjemahkan tulisan jepan.
      -Muslim Pro. Bagi yang muslim, untuk arah kiblat dan waktu solat. 
      -traveloka, booking.com, airbnb. Untuk pesan2 penginapan, tiket pesawat
      Website penting dan berguna:
      -www.japan-guide.com. Ini sih sumber no 1 bagi gw. 
      -www.halalmedia.jp. Untuk tahu resto halal dan tempat solat. 
      -forum jalan2. Ini juga penting karena banyak info keren dan menarik. 
      Note: foto2 disini diambil dengan kombinasi kamera hp dan kamera mirrorless
       


    • Guest
      By Guest
      Hallo...Sawadee Khrup 
      Saya ingin menceritakan perjalanan saya ke 2 dalam trip ke Luar Negeri, ini kunjungan pertama saya ke bangkok. Sekian lama menanti hari ini pun tiba saat nya saya explore beberapa kota di bangkok. Trip kali ini saya sekitar 10 ( 16-25 April ) hari dengan agenda sih mau merasakan yang nama nya SONGKRAN festival, awalnya sih gak kepikiran buat songkran karena setelah lihat kalender Thailand nya acara berlangsung 12/13 - 16 april sedangkan saya baru otw ke bangkok tanggal 16 april sore hari dan sampai di bandara don mueang 16 malam. 
       
      Hari pertama 16 April 
      Gak banyak yang bisa saya ceritakan di hari pertama, start dari jakarta ke bangkok jam 16.30 sore karena parno takut kelebihan kabin  jadi jam 12 an dah masuk ke ruang tunggu. Sempat was2 karena ada timbangan pas masuk ke bagian ruang tunggu, akhirnya ama petugas cm di angkat saja dan lolos lah akhir nya 8 Kg koper saya. Mungkin next time lbh bawa sedikit aja jadi gak parno lagi . Akhir nya saya pun ngebangke di ruang tunggu +- 4 jam, sudah di siapin sih amunisi nya mulai dari buku, games portable n Mp3 + wifi ( ini yang paling ampuh sih ).  untung aja di bandara ada wifi free dan lumayan kencang akhir nya saya pun nonton youtube acara reality show RUNNING MAN buat usir ke bosanan. Dan jam pun menunjukkan jam 4 lewat mulai pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat, it's time to fly  sambil mendengarkan lagu nya OFFICIAL AIR ASIA pitbull " Time Of Our Lives ". 
      3,5 jam di dalam pesawat dan akhir nya saya pun tiba di bandara don mueang Bangkok untuk pertama x nya, dan semua pun berjalan lancar sampai ke bagian imigrasi. Di sini semua petugas gak berpakain resmi karena masih merayakan songkran jadi bajunya warna warni semua alias cerah2 ( bebas tp sopan ). Setelah itu saya memutuskan naik TAXI saja ke daerah Khaosan Road untuk menginap semalam di sana. Taxi dari bandara ke daerah Khaosan Road +- 1 jam jadi kena agro nya 190 THB +- 70an rb lah. Sesampainya di sana saya pun cari Hotel yang dekat ama daerah kawasan sana lalu cari makan malam, jalan2 sebentar dan pulang ke hotel untuk istirahat, dan ternyata pemirsa saya gak bisa tidur karena terllau berisik nya suasana malam di sana. disko2 terus semalaman  padahal dah capek banget. Tapi pertama x sih oklah inap di sana n merasakan dunia malam nya bangkok. Istirahat karena besok pagi2 mau lanjut ke wisata Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun.
       
      Hari ke dua 17 April
      Hari ini rencana akan di lanjutkan ke Grand palace, Wat Pho n Wat Arun, ternyata jalan kaki dari hotel ke Grand palace lumayan jauh juga ya?banyak yang bilang dekat tp lumayan juga jalan + matahari begitu menyengat. Sesampainya di Grand Palace masih belum buka karena buka jam 8.30 kalau gak salah jadi cari sarapan di sevel aja yang murah meriah. Jam 8 aja di luar sudah penuh dengar para turis dari china, ada mungkin sekitar 60 an orang udah antri di depan pintu gerbang nya. Dari luar saja bangunan Grand Palace megah sekali setalah masuk ke dalam wah..wah..wah... keren banget deh karena baru pertama x nya ke sini tapi harga tiket nya OMG 500 THB / 200rb untuk foto2 aja di sana.
       
      Setalah puas di sana akhir nya keluar untuk menuju ke Wat Pho or Wat Arun saya lupa mana dulu an...hehehe...si Wat Pho n Wat Arun gak mahal2 tiket nya cm masih standar sesuai blog2 / artikel yang saya baca, cuma 1 aja di bangkok sunggung panas sekali ampe saya harus cari oasis AC yaitu 7-11. Ntah kenapa di bangkok AC nya itu dingin2 ya?jadi sekali masuk OMG serasa surga nya di sana...hahahaa. Udah puas buat keliling2 akhir nya saya pun pulang ke hotel buat check out dan melanjutkan naik van ke PATTAYA, dari khaosan banyak yang jual cm kayak nya mahal2 dari pada ke VIC. Monument cm karena males bawa koper lagi jadi sekalian aja di jemput di depan hotel nya. Harga nya 350 THB dan jam 12 pun di jemput ama supir, ketemu orang jakarta juga suami istri di mobil cuma beda t4 duduk nya, selama di mobil cm bisa istirahat aja dan tau2 sampai di WALKING STREET bangkok.
       
      Oh ya lupa ternyata di PATTAYA itu masih berlangsung songkran nya, yipee 13-19 April, jadi acara puncak di adakan di central Plaza mall gitu dekat Walking Street nya. Di sini lah rasa cemas,takut dan gembira nya karena pas lagi di jalan udah cakep2 di sembor air..OMG gak ke bayang rasa nya itu...hahhahaa. hari pertama n ke 2 saya gak booking hotel di agoda jadi on the spot aja, jadi sampai nya di sana saya cari lah hotel yang gak terlalu ribut karena dengar ini tempat sama kayak khaosan road. Saya lupa untuk foto nama hotel nya karena ini masuk gang jadi malam itu gak terlalu berisik. Pelayanan di hotel ini lumayan ramah dan dekat sevel dari pintu masuk nya walking street. Sampai di hotel saya istirahat bentar ampe sore dan mandi lalu jalan2 sekitaran sana aja n jadi anak MALL.
       
      Tadi nya mau sih malam nonton Alcazar Show cuma gak beli online mahal banget jadi nonton yang lokal aja deh sekitaran walking street banyak banget..hahahha . Akhir nya semalaman cm di mall aja sambil liat2 suasana baru di sana, besok pagi akan di lanjutkan ke beberapa t4 wisata di pattaya.