• 0
Sign in to follow this  
ibalmarwan

Sail Sabang 2017

Question

59e5d26acd301_SailSabang.png.d08401a163a49f982bae2b8f7ed7abbf.png

Deskripsi Sail Sabang

Sail Sabang adalah rangkaian dari Sail Indonesia seri ke-9 yang diluncurkan pertama kali di Bunaken Manado tahun 2009. Sabang sendiri menjadi lokasi dari titik nol kilometer di ujung barat NKRI. Kepulauan ini membentang lebih dari 5.000 km dengan jarak sebanding dari Swedia ke Vladivostok. Pemerintah Daerah Aceh telah melakukan berbagai persiapan menyambut perhelatan Sail Sabang termasuk membangun hotel baru yang berkolaborasi dengan Inna Group Grup. Selain itu, juga membenahi berbagai tujuan wisatawan serta mempromosikan Sail Sabang 2017 ke berbagai media.

Selain Sail Sabang, akan ada pula Sabang Wonderful Expo dan Marine Expo yang akan digelar bersamaan dengan Sabang Expo. Acara tersebut akan menampilkan aneka festival seni dan budaya khas Aceh, kejuaraan parasut, lomba aerobatik internasional, dan kompetisi selam. Ada dua rute utama untuk berpartisipasi dalam Sail Sabang 2017. Setiap rute ditangani oleh koordinator pelayar profesional yang berpengalaman mengelola kebutuhan peserta dari awal sampai akhir, termasuk penyelesaian semua dokumen dan menjelaskan peraturan khusus saat memasuki perairan Indonesia.

Sail-Sabang-2017.jpg

 

Rute Sail Sabang

Saat ini tersedia tiga penerbangan mingguan dari Medan ke Bandara Sabang atau Anda bisa pergi menggunakan Feri cepat dari Banda Aceh pukul 09.30 dan 16.00 dan kembali dari Sabang (Pulau Weh) pukul 08.30 dan 14.30. Biaya perjalanan berkisar Rp 80.000,- hinggan Rp 95.000,- per orang dengan lama perjalanan satu jam.

Ada pula feri ekonomi seharga Rp 25.000,0 per orang dengan waktu tempuh 2,5 jam. Jadwalnya dari Banda Aceh dan Pulau Weh pada pukul 08.00 dan 14.00. Terkadang waktu keberangkatan dan kedatangan berubah jadi perlu konfirmasikan jadwal dengan pihak berwenang setempat di Banda Aceh atau Pulau Weh.

 

Sumber: Sail Sabang

Share this post


Link to post
Share on other sites

2 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Canaya Tour Service
      Open Trip Festival Budaya Dieng 2017
      Yuk join Festival Dieng Culture, disini kamu bisa mengikuti beragam pertunjukkan keren seperti Jazz atas awan, menerbangkan lampion, pesta kembang api hingga melihat proses cukur rambut anak gimbal. Gak hanya itu, kamu juga bakal disuguhi berbagai pemandangan alam yang ciamik, seperti Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna! Kapan lagi bisa melihat sunrise tercantik di Telaga Dringo, yang katanya mirip banget seperti Ranu Kumbolo. 
      PROMO TRIP
      Daftar ber-5, diskon IDR 100.000 untuk 1 grup Daftar ber-10, diskon IDR 250.000 untuk 1 grup Daftar ber-15, diskon IDR 450.000 untuk 1 grup  
      BIAYA TRIP
      Meeting Point Jakarta : IDR 1.250.000 Meeting Point Purwokerto atau Wonosobo : IDR 1.000.000  
      ITINERARY
      3 Agustus 2017 : Pasar Senen - Purwokerto
      Seluruh peserta berkumpul di Stasiun Pasar Senen Pk 21.00 untuk registrasi dan briefing.  Berangkat bersama-sama menuju Purwokerto.
       
      DAY 1
      4 Agustus 2017 : Purwokerto - Dieng (B/L/D)
      Tiba dini hari di Purwokerto. Bagi peserta yang meeting point Purwokerto, berkumpul Pk 04.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan elf (Non AC) menuju Dieng.  Sarapan mie ongklok di Wonosobo, next stop : Gardu Pandang Tieng.
      Setibanya di Dieng, pembagian homestay dan makan siang. Setelah itu siang harinya kita akan beraktivitas di Batu Ratapan Angin, Telaga Warna Pengilon, dan Dieng Theater. Malam harinya mengikuti pertunjukkan jazz atas awan.
       
      DAY 2
      5 Agustus 2017 : Dieng Culture Festival (B/L/D)
      Sunrise Telaga Dringo. Menikmati matahari terbit di danau atas awan yang terkenal dengan mini Ranu Kumbolo. Kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah itu jalan santai keliling desa, melihat parade seni budaya dan minum purwaceng bersama.
      Explore Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Malam hari pesta kembang api dan lampion terbang.
       
      DAY 3
      6 Agustus : Dieng - Jakarta (B/L)
      Pagi harinya kita akan trekking menuju Bukit Scooter untuk melihat sunrise. Setelah itu kembali ke homestay untuk sarapan.
      Menyaksikan puncak acara nya yaitu kirab budaya dan ruwatan anak gimbal di Komplek Candi Arjuna. Kemudian check out homestay, untuk persiapan pulang. Perjalanan ke Purwokerto.
      Tiba di Purwokerto, peserta drop off di stasiun dan pulang bersama menuju Jakarta. Trip berakhir.
       
      FASILITAS TERMASUK
      Akomodasi homestay di Dieng selama 2 malam (1 room 4-5 pax) Tiket Kereta Api Jakarta - Purwokerto PP (bagi yang meeting point di Jakarta) Land transport Purwokerto - Dieng Pickup transport Dieng - Telaga Dringo Retribusi dan biaya parkir Tiket VIP Dieng Festival, dengan fasilitas : T-shirt, ID Card, kain batik, purwaceng, bakar jagung, lampion, kembang api, dan ruwatan anak gimbal. Makan (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner) sebanyak 8 kali Tour Leader Dokumentasi foto Tiket masuk tempat wisata  
      TIDAK TERMASUK
      Tips untuk tour guide dan driver Biaya untuk pengeluaran pribadi  
      INFO DAN PENDAFTARAN
      Whatsapp : 0812-1221-0647
      email : canayatour@gmail.com
       
      Follow us on
      Facebook : Canaya Tour Service
      Twitter : @canayatour
      Instagram : @canayatour
    • By citrariana

      Ada yang unik di Jogja menjelang hari besar Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 mendatang. Biasanya sebulan sebelum hari besar tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengadakan acara tahunan yang disebut sekaten. Sekaten ini akan berlangsung selama 1 bulan penuh. Pucak acara adalah gunungan, yaitu iring-iringan abdi dalem Kraton Yogyakarta yang membawa makanan yang dibentuk seperti gunung. Acara ini disebut gunungan. Acara berlangsung saat pagi hari. Berikut sekilas tentang festival sekaten di Yogyakarta.

      1.       Pasar Malam Sebulan Penuh Pasar malam memang hanya buka di malam hari. Suasana pasar malam di sekaten agak berbeda dengan pasar malam biasa. Selain lebih besar, pasar malam ini juga sangat lengkap. Bertempat di Alun-alun Utara Yogyakarta, tempat ini selalu ramai pengunjung.
      2.       Ada Wahana Bermain Untuk Anak dan Dewasa Banyak wahana bermain untuk anak. Mulai dari kereta mini hingga bom-bom car. Wahana khas pasar malam adalah tong setan dan rumah hantu. Namun wahana ini lebih diperuntukkan untuk orang dewasa. Wahana yang unik bernama “ombak banyu”. Bentuknya bulat dan digantung. Biasanya dijalankan dengan tenaga manusia yang berayun. Saat Anda menaikinya, Anda akan merasa seperti di atas ombak.
      3.       Yang Khas : Awul-Awul Bagi Anda pecinta sandang murah, ini akan menjadi surga belanja Anda. Ada banyak pedagang awul di sekaten. Bila Anda beruntung, Anda akan mendapat banyak baju bagus. Baju yang dijual disini tidak semuanya bekas. Ada baju baru juga. Biasanya baju baru ini ada sedikit cacat produksi. Cukup dengan Rp 100.000,00 dan ilmu negosiasi Anda akan mendapat baju lebih dari 5. Jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas.
      4.       Wisata Kuliner Yang tidak kalah menarik adalah wisata kulinernya. Banyak penjual makanan disana. Dari makanan tradisional hingga modern. Yang khas disana adalah penjual gorengannya. Karena ada berbagai mancam gorengan yang dijual. Dari mendoan hingga donat. Harganya pun murah. Bila Anda beruntung, Anda akan menemukan penjual gulali. Gulali ini berwarna merah dan hijau. Penjualnya membentuk gulali semenarik mungkin. Anda juga bisa memesan bentuk yang Anda inginkan.
      5.       Sepuluh Ribu Tiga Banyak penjual sepuluh ribu tiga. Biasanya perabotan rumah tangga seperti piring dan gelas. Yang mereka jual cukup komplit. Kualitasnya tidak kalah dengan yang dijual di toko.  Ini adalah incaran anak kos dan ibu rumah tangga.
      Yuk, lingkari kalender kalian pada bulan November 2017. Sesuai dengan rancangan kalender 2017, pada bulan November akan ada festival sekaten dan puncaknya pada tanggal ! Desember 2017 dimana akan ada acara gunungan. Bila perlu, pesan tiket pesawat/kereta dari sekarang agar mendapatkan harga tiket terbaik. Anda dapat memesan tiket pesawat Xpress Air yang melayani rute perjalanan menuju Yogyakarta.
    • By kimcheeGH
       
      Selain Seoul , Busan adalah kota kedua terbesar di Korea yang ada di pikiran ketika merencanakan liburan ke Korea Selatan. Busan adalah  tuan rumah Asian Games 2002 dan salah satu host untuk Piala Dunia FIFA 2002 . Jika Anda tidak tahu , pantai terbesar Korea , Haeundae  terletak di Busan dan rumah untuk department store terbesar di dunia , Shinsegae Centum City. Hal ini membuat Busan terdengar seperti yang Ibukota Korea dibandingkan  Seoul kan? Saya sudah selesai memperkenalkan Busan dan di sini adalah beberapa festival yang dapat Anda temukan jika Anda berada di Busan selama musim panas ini!
      Busan International Magic Festival
      Busan International Magic Festival akan diselenggarakan dari 4 Agustus – 7 Agustus, dan dikenal sebagai festival sihir terbesar di Asia. Festival ini akan berlangsung di pantai paling terkenal di Busan, Pantai Haeundae dan juga di Busan Citizen Hall. Diselenggarakan di Teater Haneulyeon, akan ada upacara pembukaan serta kontes magis untuk memberikan festival sedikit kegembiraan. Tahun ini, akan ada sekitar 100 “magician” dari seluruh dunia dijadwalkan untuk tampil di festival.
      Ada juga pertunjukan yang disebut “Project Performance” yang terdiri dari 4 kategori:
      Luxury  Close-Up Show:
      Merasakan pesona para penyihir dengan acara close-up terbaik.
      Magic Concert:
      Terpikat oleh ilusionis terbaik Korea Choi Hyeong-Bae akan melakukan selama 50 menit dalam pertunjukan sihir bertema konser.
      Story Telling Magic:
      Merasakan emosi yang berbeda dari para magician di pertunjukan dengan gaya musikal.
      Standing Talk Magic Show:
      Nikmati acara bersuasana meriah & berwarna-warni dari magician.
      Transportasi:
      Pantai Haeundae (Upacara Pembukaan)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      10 menit berjalan kaki dari stasiun.
      Busan Cinema Center (Main Events)
      Centum City Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 6.
      Pergi 270m lurus dan belok kiri ke Centum 5-ro .
      Lanjutkan 250 m, sampai Anda melihat Busan Cinema Pusat di sebelah kanan

      2. Busan Sea Festival

      “Busan Sea Festival“pertama kali diadakan pada tahun 1996 sebagai jalan untuk mempromosikan Busan sebagai kota pelabuhan yang indah. Festival ini dimulai dari tanggal1- 8 Agustus. Akan berlangsung di Pantai Haeundae, Gwangalli Beach, Songdo Beach, Pantai Dadaepo, Songjeong Beach, serta tempat-tempat lain. Busan Sea Festival menawarkan berbagai acara budaya dan banyak acara special lainnya.
      Karena festival ini adalah festival laut umum pertama Korea, penyelenggara telah mengatur banyak program menarik seperti pertunjukan budaya, Konser Musik, Malam Salsa, Malam Tango, dan beberapa acara khusus lainnya, bersama dengan upacara pembukaan tidak boleh di lewatkan. Dengan total 6 pantai memegang acara asing-masing, mereka semua menyediakan program yang berbeda dan pertunjukan untuk segala usia. Bahkan ada juga acra  Marine Sports untuk penyandang cacat. Jangan lupa untuk datang!
      Transportasi:
      Kereta bawah tanah (Subway)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      – Berjalan langsung dari pintu keluar sekitar 500 m untuk tiba di Pantai Haeundae.
      Bus:
      – Dari Busan Station, naik bus 139, 140, 239, 240 atau 302 ke Haeundae.
      – Dari Busan Aiport, mengambil Bandara Bus (KAL Limousine Bus) ke Haeundae.
      – Dari Sasang Terminal, mengambil 31 Kota Bus atau 31-1 bus ke Haeundae

      SUMBER
    • By kimcheeGH
      Apakah Anda tahu apa Chi – maek itu ? Chi – maek secara harfiah berarti ayam dan bir ( maekju ) dan itu menjadi mengejutkan populer setelah debutnya dalam drama ” You Who Came from the Stars” yang dibintangi Jun Ji – Hyun dan Kim Soo – Hyun . Korea telah menikmati chi – maek dari bertahun-tahun yang lalu , namun berkat drama , menjadi internasional dikenal dunia . Festival Ayam dan Beer di Daegu bisa dikatakan salah satu yang terbesar yang ada di Korea .

      Tahun ini , festival ini akan diselenggarakan dari 27 Juli-31 Juli . Apa yang berbeda dari festival lalu-lalu  adalah ,”craft beer”akan diizinkan untuk dijual ! Di festival sebelumnya , hanya bir kaleng terjual selama acara berlangsung , namun demikian , tidak pernah gagal untuk menarik lebih dari setengah juta pengunjung setiap tahun . Berdasarkan catatan dari tahun lalu , dilaporkan bahwa lebih dari 800.000 pengunjung berpartisipasi dalam festival sementara penyelenggara mengharapkan lebih dari satu juta pengunjung tahun ini .
      Daegu Walikota Kwon Young Jin menyatakan bahwa , amandemen peraturan dan memungkinkan bir untuk menjual “craft beer” adalah untuk meniru”Oktoberfest”di German dan untuk mempromosikan kota Daegu.
      Tidak hanya i ayam dan bir , festival tahun ini akan mencakup festival musik dan festival budaya industri , daripada menghabiskan waktu hanya makan , memberikan suasana keselurahan festival yang lebih seru.

      Beriku beberapa program acara yang akan ada selama festival berlangsung:
      – Export consulting with invited big buyers, chicken brand promotion hall
      – Daegu chicken history hall
      – Let’s have chicken & beer time together
      – Pertunjukan Multimedia  dengan “lighting and laser” / Big Show (hallyu music theme)
      – Berbagai Jenis kompetisi (chicken sauce, craftbeer, and cocktail)
      – Live talk show
      – Movie on a mat
      – Baseball game cheering
      – Summer Water Road
      – Pesta Kolam “Cool Summer Night”
      Transportation:
      Bus
      – Ambil bus menuju Terminal Express Barat Daegu di Terminal Bus Express Seoul.
      – Dari terminal bus , menyeberang jalan dan berjalan daya bersama Seodaegu – ro Jalan (서대구로  ) untuk sekitar 230 meter . Mengambil bus 3-1 ( menuju selatan ) di halte Seodaegu Sekolah Dasar ( 서대구 초등학교 입구 정류장 ) .
      – Naiklah sampai melewati 9 perhentian  dan turun di halte bus Perpustakaan Duryu ( 두류 도서관 앞 정류장 ) . Terus berjalan sedikit lebih jauh ke persimpangan dan berbelok ke kanan . Festival tempat akan berada dalam pandangan Anda.
      – Dari Daegu , mengambil Blue Bus 653 , 652 , 503 dan  Bus 3-1 , 3
    • By Sheila Sheen
      #1000SBIT menyelenggarakan event Pariwisata Ter-Akbar di Indonesia. Berbagai ragam program acara meramaikan event pariwisata tahun ini.
      10-16 Oktober 2016 di Asia-Afrika, Bandung.
      Ada juga berbagai kategori lomba yang wajib kamu ikuti dengan total hadiahnya 1 Miliar rupiaaaaahh!
      1. Lomba Foto DSLR Professional | 2. Lomba foto Gadget Pariwisata | 3. Lomba Foto Selfie Gadget Pariwisata | 4. Lomba Foto Drone Pariwisata.
      1. Lomba Video Drone Pariwisata | 2. Lomba Video Gadget Pariwisata | 3. Lomba Video Pariwisata | 4. Lomba Video Keindahan Bawah Laut.
      Untuk program acara yang dihadirkan ada:
      - Pameran Foto Pariwisata Terpanjang menuju REKOR MURI!
      - Penayangan Video Pariwisata Berdurasi Terpanjang menuju REKOR MURI!
      - Gelar Budaya
      - Wisata Kuliner
      - Photography Corner
       
      Ayo ikuti berbagai lombanya, untuk informasi syarat & ketentuan lomba bisa dilihat di https://www.facebook.com/1000sbit/
      follow twitternya di @seribubit | IG: @1000sbit


    • By Tarmizi Arl
      Pihak Kementrian Pariwisata Indonesia nampaknya tak main-main soal promosi wisata. Berbagai upaya publikasi baik di dalam negeri hingga luar negeri terus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman. Di dalam negeri sendiri kita bisa lihat upaya yang dilakukan salah satunya dengan membuat iklan Pesona Indonesia yang secara berkala mempromosikan daerah-daerah serta festival-festival yang akan berlangsung. Sedangkan di luar negeri, Kementrian Pariwisata terus turut serta dalam berbagai acara travel market.
      Membanggakannya lagi ternyata upaya-upaya tersebut berhasil mengangkat nama kepariwisataan bumi Pertiwi ini, seperti berhasil direbutnya tujuan Wisata Halal Dunia yang sebelumnya disematkan pada Malaysia, serta brand Wonderful Indonesia yang berhasil menerobos 50 besar mengalahkan brand Malaysia Truly Asia dan Amazing Thailand dalam Travel and Tourism Competitiveness Index World Economic Forum bulan Maret lalu.
      Semakin membaiknya kondisi kepariwisataan negeri ini tentu harus juga kita dukung. Salah satu yang bisa kita lakukan ialah merencanakan liburan atau traveling di destinasi dalam negeri. Tidak hanya untuk mengeksplore keindahan alam, tapi kalian juga bisa turut dalam berbagai event besar baik skala lokal, regional, bahkan internasional. Kedatangan kita ke tempat tujuan wisata berbarengan dengan suatu event atau festival tentu akan memberikan pengalaman yang lebih kaya.
      Jika kalian masih belum tahu apa, dimana, kapan, dan seperti apa saja festival-festival yang akan berlangsung di berbagai daerah selama tahun 2016 ini, maka artikel ini bisa membantu kalian.
       
      1. International Musi Triboatton (11-15 Mei 2016)

      Rafting Musi Triboatton (via paradiso.co.id)
      Event bertaraf internasional yang akan digelar dalam waktu dekat ialah Musi Triboatton 2016. Pagelaran olahraga yang diadakan 11 hingga 15 Mei mendatang ini akan melombakan 3 cabang yaitu Rafting, Kayak, dan Dragon Boat. Karena merupakan lomba Internasional, sudah tentu lomba ini akan diikuti oleh  team mancanegara yaitu 20 team dari 12 negara peserta termasuk Indonesia. Musi Triboatton sendiri sudah terselenggara sejak tahun 2012 dan berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 10%.
      Etapa yang akan dilalui oleh peserta lomba meliputi 4 kabupaten 1 Kota yaitu Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Kota Palembang dengan panjang lintasan lebih dari 500 km. Dari masing-masing etape, akan diselenggarakan berbagai acara budaya untuk memperkenalkan kebudayaan yang dimiliki Sumatera Selatan, dari mulai budaya seni rupa, budaya tutur, kuliner, dan lain sebagainya.
      Jika kalian berencana datang dan menyaksikan Musi Triboatton bisa langsung menuju berbagai daerah etape. Ada berbagai metode transportasi yang bisa dipilih namun yang paling umum ialah dengan menggunakan mobil travel.
      Jadwalnya sendiri memang dimulai dari tanggal 11 Mei dari Kabupaten Empat Lawang tepatnya di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Pendopo Barat. Namun untuk pembukaan resminya diselenggarakan pada tanggal 12 Mei di Gelanggang Remaja Kota Sekayu, Musi Banyuasin. Sedangkan untuk Penutupan acara sekaligus sebagai puncak hiburan akan dipusatkan di kawasan Benteng Kuto Besak di Kota Palembang pada tanggal 15 Mei. Tak hanya sekedar acara penutupan, wisatawan, atlet, dan kontingen juga akan diajak musi tour dengan menggunakan kapal wisata mengelilingi Sungai Musi dan mengunjungi berbagai objek wisata yang ada ditepian sungai.
       
      2. Tour de Flores (16-26 Mei 2016)

      Tour de Flores (via efekgila.com)
      Kamu berencana liburan ke Flores bulan ini? Jika iya, maka usahakan waktu liburanmu bersinggungan dengan lomba bertaraf internasional yang bertajuk Tour de Flores. Ya, jika kalian sebelumnya lebih mengenal Tour de singkarang yang sudah berhasil dalam beberapa tahun penyelenggaraanya, maka kalian sekarang juga bisa menyambangi Flores dalam event serupa.
      Penyelenggaran Tour de Flores akan terselenggara tanggal 16-26 Mei mendatang dengan acara inti perlombaan yaitu tanggal 18-23 Mei. Sebelum, selama, dan setelah perlombaan, berbagai acara penunjang promosi wisata juga dilakukan, seperti pagelaran budaya, bazaar, dan pesta rakyat. Hal tersebut tentu akan semakin memperkaya pengalaman liburan.
      Balap sepeda yang diikuti oleh 20 tim mancanegara, 2 tim nasional dan 1 tim lokal dengan total atlet 230 orang tersebut akan melalui rute sepanjang 661,5 km. Rute sepanjang itu terbagi dalam 5 etape yaitu Larantuka, Maumere. Ende, Bajawa, Ruteng, dan berakhir di Labuan Bajo.
       
      3. Festival Sabang Fair (21-25 Mei 2016)

      Sabang Fair 2015 (via lifestyle.liputan6.com)
      Berlangsung sejak tahun 2014, Festival Sabang Fair sangat laik untuk dijadikan pilihan waktu ketika memilih Sabang sebagai destinasi wisata. Pulau yang terkenal sebagai titik nol Indonesia tersebut tidak hanya mengangkat pesona alam yang dimilikinya namun juga siap disandingkan dengan budaya lokal yang kaya.
      Tahun ini, Festival Sabang Fair berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 Mei yang berpusat di Arena Sabang, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Dalam festival ini, selain berfokus pada kekayaan budaya Aceh, juga mengikutsertakan provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, bahkan juga beberapa negara di Asia Tenggara.
      Jika kalian tertarik datang dan menyaksikan Festival Sabang Fair, kalian bisa langsung mengikuti pementasannya sejak hari pertama di tanggal 21 Mei. Di Opening ini, penyelenggaraan berlangsung malam hari di Pentas Utama FSF Arena Sabang Fair. Sedangkan untuk Closing juga dilakukan di tempat yang sama pada tanggal 25 Mei malam.
       
      4. Bali International Dragon Boat Race and Festival (26-29 Mei 2016)

      (via indonesia.travel)
      Pertama kalinya diselenggarakan, sudah tentu Bali akan membuat event Internasional bertema Dragon Boat Race and Festival ini semarak nan meriah. Event perlombaan menggunakan perahu dayung hias ini akan diselenggarakan dengan mengambil lokasi di Danau Batur, lokasi yang tentu sangat menarik karena berada di dataran tinggi.
      Peserta dalam perlombaan ini ialah dari Asosiasi dan Klub Perahu Dayung di seluruh dunia. Lombanya terbagi menjadi 5 kategori yaitu Pria, Wanita, Campuran, Races, dan Challenge Trophy.
      Jika kebetulan kalian sedang berlibur di Bali diantara tanggal 26-29 Mei 2016 ini atau baru akan merencanakannya, maka jangan sampai melewatkan berkunjung ke Danau Batur. Lokasinya berada di Kintamani, sekitar 70 km arah utara dari Denpasar atau 2 jam perjalanan.
       
      5. Bintan Triathlon (28-29 Mei 2016)

      Bintan Triathlon (via acara-event.com)
      Jangan lewatkan mengikuti kemeriahan Bintan Triathlon jika memang kalian suka beriwsata sekaligus mengikuti keramaian suatu perhelatan besar. Hal ini tidak berlebihan karena kemeriahan olahraga berbasis perpaduan 3 cabang yaitu lari, renang, dan bersepeda ini akan diadakan di kawasan wisata Nirwana Gardens, Pulau Bintan yang artinya wisatawan tidak hanya melihat kemeriahan lomba tetapi juga dimanjakan dengan suasana pantai dan laut yang indah.
      Bintan Triathlon sendiri merupakan perlombaan tingkat internasional dimana atlet-atlet terbaik ikut mengambil bagian dalam lomba yang dibagi dalam beberapa kategori, yaitu Olymoics Distance, Sprint Distance, Youth Distance, bahkan Kids Distance.
      Pulau Bintan sendiri sudah sangat terkenal sebagai pulau pengembangan wisata yang populer di kawasan Kepulauan Riau. Pantai-pantainya yang indah dengan panorama laut biru yang luas menjadikan Bintan semakin menarik. Lokasinya yang tak jauh dari Singapura serta merupakan pulau tempatnya ibukota Provinsi Kepulauan Riau berada, menjadikan Bintan semakin menggeliat dari berbagai sektor termasuk pariwisata.
       
      6. Solo Batik Carnival (22-24 Juli 2016)

      Solo Batik Carnival (via traveling.bisnis.com)
      Solo dan Batik memang dua hal yang tak bisa dilepaskan. Kota yang berada di Jawa Tengah tersebut terkenal sebagai salah satu produsen batik di Indonesia. Karenanya menjadi sangat penting jika di Solo diadakan pula karnaval yang akan mempromosikan batik sebagai warisan bangsa.
      Solo Batik Carnival sendiri sudah terlaksana sejak 2008 silam dan berhasil menarik perhatian tidak hanya untuk pecinta batik tetapi secara umum kepada semua wisatawan.
      Tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, event yang akan memperagakan design batik dengan modifikasi untuk kostum karnaval tersebut juga akan berlangsung di jalanan utama Kota Solo. Jalanan yang digunakan sebagai cat walk untuk para peraga ialah Jalan Slamet Riyadi hingga ke Balaikota. Para peraga tidak sekedar berjalan membawakan kostum super megah dan kreatif, tetapi juga akan diiringi dengan tarian dan musik.
       
      7. International Folk Art Festival Tenggarong (20-28 Agustus 2016)

      Erau Adat Kutai (via Kbriseoul.kr)
      Beralih ke Kalimantan tepatnya di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di kota ini akan diselenggarakan sebuah festival besar dan meriah yaitu Folk Art Festival atau Festival Seni Tradisi yang bertaraf Internasional yang juga bersamaan dengan Erau Adat Kutai. Tahun ini penyelenggaraannya berlangsung dari tanggal 20 hingga 28 agustus.
      Kemeriahan acara ini sudah bisa tercermin dari acara serupa tahun lalu dimana ada banyak rangkaian acara, pertunjukkan seni budaya, upacara adat Kesultanan Kutai Kertanegara, lomba olahraga tradisional, lomba perahu naga, expo, dan pesta rakyat. Event ini juga akan dimeriahkan oleh peserta dari mancanegara selain dari Indonesia sendiri.
      Pelaksanaan Festival ini memang berasal dari tradisi lokal dimasa Raja Kutai Kartanegara, namun kini pelaksanannya lebih dikemas secara modern untuk mempromosikan wisata setempat.
      Apabila kalian tertarik untuk datang dan menyaksikan rangkaian acaranya, bisa langsung menuju Tenggarong. Biasanya, acara pembukaan dimulai dengan upacara adat Belulah Sultan di Kedaton Kutai Kertanegara. Acara terus berlangsung sepanjang hari hingga malam dengan ragam kegiatan.
      Menuju Tenggarong juga bukanlah hal sulit karena bisa langsung menuju Bandara Samarinda. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil menuju Tenggarong selama sekitar 1,5 jam.
       
      8. Festival Internasional Layang-Layang Bali (23-25 Oktober 2016)

      Fest Layang-layang Bali (via freemagz.com)
      Masih cukup lama yaitu di bulan Oktober mendatang, Festival Layang-layang sangat direkomendasikan untuk dihadiri sekaligus berwisata di Bali. Festival ini merupakan event besar yang sudah rutin dilakukan.
      Tahun ini sendiri menurut jadwal, Festival Layang-Layang Internasional akan diselenggarakan pada 23-25 Oktober 2016 di Pantai Pandanggalak, Sanur, Denpasar. Sebagaimana namanya, tentu perlombaan ini akan diikuti oleh peserta dari luar negeri.
      Tentunya festival ini sangat menarik karena ada beragam bentuk layang-layang termasuk yang berbentuk 3 dimensi. Langit Bali akan diramaikan oleh layang-layang beraneka rupa sekaligus juga diiringi dengan gamelan dan alat musik tradisional.
      Keunikan dari festival ini juga ialah biasanya ada layang-layang yang dibuat khusus dengan ukuran raksasa. Termasuk pula layang-layang tradisional Bali yang hingga berukuran panjang 10 meter dan ekor pita hingga 100 meter. Selain Festival bertaraf Internasional, akan diselenggarakan juga Festival layang-layang untuk memperlombakan atlet lokal.
       
       
    • By Sari Suwito
      Hallo…Hallooo Bandung… #eh maksudnya halloo Jalan2ers 
      Ini adalah tahun ketiga Jalan2.com Regional Jabodetabek mengadakan Amazing Race, dua kali Amazing Race terdahulu  diadakan di Jakarta, namun untuk kali ini Amazing Race-nya lebih menantang dikarenakan kali ini  mengambil  lokasi Amazing Race di Bandung.  Acara berlangsung pada tanggal 12-13 Maret 2016, untuk amazing race-nya hanya pada tanggal 12 Maret, sedangakan di  tanggal 13 Maret acaranya ke Tahua Juanda sebelum balik ke Jakarta.

      Kami berkumpul di meeting point di sekitar Menara Bidakara Jakarta, untuk peserta yang dari Bekasi dan Bandung, langsung menuju meeting point di Jalan Surapati dekat Gedung Telkom Bandung.  Kami berangkat sekitar pukul 8 tapi ada sedikit trouble ternyata tiba-tiba mobil bermasalah dan mengeluarkan bau seperti bau karet terbakar, jadi kami berhenti dulu di km 54, pak sopir bekerja keras untuk mengatasi masalah. Akhirnya sekitar satu jam masalah bisa diatasi, walaupun efeknya AC jadi ga berasa dingin, ya sudah kami lanjut aja yang penting perjalanan lancar sampai Bandung.   

      Sekitar jam dua belasan kami sampai di meeting point dan ternyata dua peserta juga sudah menunggu, total peserta jadi ada tiga belas orang. Selanjutnya kami dibagi menjadi empat team, saya masuk dalam team satu bersama Rahma dan Indra. Semua peserta diwajibkan untuk mengumpulkan dompet dan isinya (alat pembayaran) kepada panitia, peserta hanya diperbolehkan membawa alat komunikasi, alat tulis, dan barang yang diperlukan dalam canvas bag (goodie bag dari panitia). 
      Selanjutnya panitia membagikan amplop yang berisi uang senilai 105ribu untuk keperluan transportasi dan makan siang, kertas halaman pertama clue yang harus kami pecahkan dan kertas petisi sosialisi Indonesia Bebas Sampah 2020. Kami mendapat tugas untuk mensosialisasikan petisi Indonesia Bebas Sampah 2020 yang dilengkapi dengan ditandatangani oleh penduduk sekitar yang sudah mendapat sosialisasi dari kami.
      Panitia juga membagikan kantong sampah untuk menampung sampah yang tidak dibuang pada tempatnya  sepanjang perjalanan PVJ Amazing Race.  
      Kami membagi tugas, saya berperan jadi bendahara, Rahma berperan sebagai pemegang social media yang foto dan upload foto selfie ke twitter, Indra yang mencari jalan untuk menuju ke destinasi sesuai clue. Setelah kami membaca clue dan menemukan jawaban clue pertama yaitu Gedung Sate, kami langsung menuju ke lokasi dan tak lupa untuk foto groufie. 

      Setelah berfoto kami menuju clue kedua yaitu Museum Pos Indonesia, setelah bertanya rute jalan menuju ke Museum Pos Indonesia kepada satpan yang berada di depan Gedung Sate kami langsung berjalan menuju lokasi tersebut. Dalam perjalanan kami menemukan sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, jadi pungut sampah in action lah.  


      Kami lanjut lagi berjalan menuju Museum Pos Indonesia, sepanjang jalan rupanya banyak tukan jajajan, waduuh pengen jajan juga, tapi masa baru dapet selesai dua clue udah mau makan aja, ya udah ga jadi  makan siang, langsung aja dech groufie dari seberang jalannya aja.  

      Nah, untuk clue ketiga kata-katanya berupa (kaki tiga, set preman pensiun), Indra dengan yakin menyebutkan bahwa itu adalah Monumen Perjuangan Bandung. Dari seberang Museum Pos Indonesia kami berjalan menuju Monumen Perjuangan tersebut. Dalam perjalanan kami menjumpai bapak-bapak yang sedang duduk  sambil merokok di pinggir jalan, sebenernya ada dua orang lagi tak jauh dari tempat bapak itu duduk, nah ini yang jadi target sosialisasi Indonesia Bebas Sampah, tapi begitu kami mendekat ternyata bapak yang dua orang beranjak pergi, jadilah kami sosialisasi ke bapak yang sedang merokok tersebut, lalu minta dia untuk tanda tangan petisi. Setelah itu kami lanjut berjalan menuju Monumen Perjuangan, rupanya gerbang di bagian belakang dikunci jadi kami harus berjalan memutar arah menuju pintu bagian depan, nah sepanjang jalan ini kami juga memungut sampah yang dibuang sembarangan dipinggir jalan. Akhirnya sampailah kami di gerbang depan Monumen Perjuangan, sekalian numpang ke toiletnya, setelah selesai dari toilet kami lanjut masuk ke area Monumen Perjuangan dan berfoto di depannya. Cekrek..cekrek…


      Disini kami tak menemukan panitia, mungkinkan panitianya ngumpet? Kami pun berkeliling monumen tapi tak ketemu juga, akhirnya kami pun menyerah lalu keluar dari monumen dan berjalan menuju ke arah meeting point tadi dimana disana masih terdapat mobil ELF kami yang masih terparkir. Kali ini kami bertanya jalan lain untuk keluar dari area monumen ini, akhirnya kami lewat jalan kecil yang berada di luar tembok pagar monument, di luar pagar ternyata banyak yang jual makanan, Rahma yang merasa lapar pun jadi pengen berhenti makan nasi ayam goreng, tapi clue ketiga belum terpecahkan jadi gimana donk? Ya sudah makannya di pending dulu, kami berjalan menuju ke mobil ELF yang terparkir, kami tengok ke dalam ga ada panitia pun. Nah lhoo…ada dimana panitianya? 
      Kami pun akhirnya memutuskan balik lagi ke lokasi Monumen Perjuangan, sewaktu jalan tadi kata Indra dia lihat ada dua orang cewek duduk di taman seberang monument, mungkinkan itu panitia? Ya sudah yuk kita balik aja kesana lihat…nah sebelum balik ke taman, kami berhenti untuk makan siang, karena saya sudah makan nasi dalam perjalanan ke Bandung jadi saya ga pesan makanan, saya hanya pesan es teh manis, sementara Rahma dan Indra pesan nasi+lauk+minum.  Sambil menunggu pesanan datang, Indra balik ke taman untuk melihat apakah itu panitia, tapi Indra kemudian balik dan bilang katanya sewaktu Indra mendekat kedua cewek tadi memalingkan muka gitu tapi bajunya beda dengan panitia. Lah trus…dimana panitianya? Ya sudah kami makan dulu, nanti setelah selesai makan kita bareng-bareng ke taman lagi lihat apakah mereka panitia atau bukan. Setelah selesai makan, saatnya saya untuk membayar  makan-minum kami, ternyata seharga 31ribu. Okey, kami lalu lanjut ke taman di depan Monumen Perjuangan, kami berpencar dari sisi kiri dan kanan taman, namun ternyata kami tidak menemukan panitia juga disini…haduuh kayaknya salah lokasi ini mah. 
       
      Jam 3.27 cek WA ternyata  ada WA dari panitia: “ Udah pada dimana nih? Clue selanjutnya gak mau diambil nich?
      Tim kami pun menjawab:  “Makan dulu…tadi muter2 cari panitia ga nemu euy”.
      Panitia : Yakin tempatnya bener? Udah dari tadi nunggunya.
      Tim kami : Yakin…sudah posting koq clue 3. Kecuali salah persepsi untuk clue nya. Hahhaa..
      Tak lama kemudia tim lain pun menyahut bahwa mereka juga tak menemukan panitia di lokasi yang mereka datangi.
       
      Setelah kami kebingungan dengan jawaban clue ketiga akhirnya panitia memposting clue tambahan.

      Wah ternyata kami pun tak tau itu lokasinya dimana…akhirnya kami pun mencoba bertanya ke beberapa orang yang berada di taman seberang Monumen Perjuangan, awalnya tidak ada yang tau dimana lokasi gambar tersebut akhirnya ada orang yang menjawab itu lokasinya di taman lansia. Langsung dech kami segera keluar dari taman Monumen dan berjalan menuju Taman Lansia, kami pun beberapa kali bertanya arah untuk menuju ke taman lansia, oh ya Rahma juga cek rute ke Taman Lansia lewat google map, dan ternyata kami memilih jalan yang berbelok-belok lewat perkampungan, taman kecil, dan kami pun bertanya lagi ke beberapa penjual makanan, akhirnya dikasih jawaban bisa short cut dari pintu belakang Museum Geologi, kami pun mendekati satpam pintu belakang Museum Geologi dan ditunjukkan arah untuk menuju Taman Lansia.  Pas cek WA ternyata ada clue tambahan lagi..


      Sekitar jam empat sore, akhirnya kami menemukan lokasi Taman Lansia dan ternyata gerimis mulai deras, kami berputar-putar di dalam Taman Lansia tapii tidak juga menemukan panitia. Haduuuh…dimanakah mereka gerangan? Begitu cek di group whatsapp, rupanya panitia neduh di Kedai Yogurt, jadilah kami pun akhirnya menuju kedai Yogurt dan menemukan panitia.  Yeayyyy….
      Syarat untuk mendapatkan lembaran kedua clue berikutnya adalah dengan menjawab tugas dari panitia yaitu menuliskan sepuluh nama jalan yang memakai minimal empat huruf yang sudah ditentukan oleh panitia. Kami pun akhirnya menemukan sepuluh nama  jalan tersebut, setelah dicek oleh panitia dan jawaban ternyata sudah benar maka kami mendapatkan lembar kedua yang berisi clue empat lokasi berikutnya, dari clue yang kami baca kami menyimpulkan jawaban adalah:
      Clue 1: Museum Geologi
      Clue 2:  Alun-Alun Bandung
      Clue 3: Gedung Merdeka
      Clue 4: Taman Ganesha ITB
      Dalam gerimis kami berjalan menuju Museum Geologi yang lokasinya tak jauh dari kedai Yoghurt seberang taman Lansia, begitu masuk satpam memberitahu kalau museum sudah tutup,  kami jawab Cuma mau foto di luarnya aja koq pak. Oh ya dalam clue lokasi ini adalah purba, berbentuk lumba-lumba, 20-30 juta tahun. Nah lho…saya pun mencari-cari dimana lumba-lumbanya…pertama kali yang saya lihat adalah fosil kayu, tapi sayangnya saya tak membaca informasi dibawahnya jadi saya pun beralih ke koleksi lain di depan museum yang ternyata kebanyakan berbentuk batuan seperti prasasti dan patung, sampailah di bagian depan pintu museum terdapat patung seperti lumba-lumba berwarna hitam tinggi menjulang, tapi saya baca keterangannya ga ada tertulis kata lumba-lumba.  Waduuh yang mana donk ya…akhirnya kami pun selfie dengan background tulisan Museum Geologi dan patung batu hitam tersebut (yang awalnya kami sangka itu patung lumba-lumba).

      Waktu sudah semakin sore dan kami pun memutuskan untuk sholat dulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke clue berikutnya, dan ternyata sebelum bergerak menuju masjid Museum Geologi, Indra menemukan tulisan lumba-lumba di keterangan fosil kayu tadi. Huaaaa….ternyata saya tidak teliti sewaktu membaca keterangan fosil kayu tadiii…
      Ya udah akhirnya foto dulu dech di depan fosil kayu…lalu menuju masjid untuk sholat.  

      Jam 5.07 hujan turun semakin deras, kami pun jadi galau gimana melanjutkan perjalanan nanti, akhirnya whatsapp ke panitia, “Jadi gimana nich lanjut ato gimana…hujan, geludug, kilat menyambar2” Hahahaha…kami mulai hopeless. #lebayyy
      Lalu panitia menjawab; “tungguin reda aja dlu mba”
      Saya pun menjawab: “Okay, kalo hujan ga reda langsung ke villa yaks…tolong bayarin taxinya yaks.
      Sampah masih dibawa2 nich ya? Ribet juga euy, dibuang boleh ga?
      Panitia pun menjawab: “Bawa sampe clue terakhir mba..tapi udah d ikat yah”.
      -----
      OK fine, kantong sampah pun tetap kami bawa…
      Untuk ke clue berikutnya adalah Alun-Alun Bandung, bagaimana kita menuju kesana? Kami pun akhirnya menghampiri pos satpam museum Geologi, kami menanyakan rute angkot untuk menuju alun-alun Bandung, dari pos satpam kami menyeberang jalan, dan kami memutuskan untuk mencoba cari tumpangan terlebih dahulu, Indra  mengacungkan jempol ke mobil yang lewat, Rahma memegah kertas yang bertuliskan NUMPANG, saya memegang kertas yang bertuliskan ALUN-ALUN. Ternyata dari sekian banyak mobil yang lewat ga ada satupun yang memberi tumpangan kepada kami, akhirnya setelah beberapa angkot jurusan ledeng lewat akhirnya kami pun memutuskan untuk naik angkot saja. Sesuai info dari satpam museum, kami pun berhenti di dukomsel dan lanjut mencari angkot jurusan kalapa. Akhirnya dalam guyuran hujan dan macet angkot pun akhirnya sampai di kalapa, kami langsung turun dan berjalan kaki menuju alun-alun Bandung. Pas adzan maghrib kami sampai di alun-alun, clue meminta kami untuk groufie di atas rumput sintetis tapi berhubung kondisi hujan dan tidak memungkinkan jadi kami foto kaki yang menginjak rumput sintesis aja dech. Maaf ya pak walkot kami ga melepas alas kaki.

      Dari alun-alun Bandung kami berjalan kaki menuju gedung Merdeka, kami bingung dengan clue dinding bercerita…ini maksudnya yang mana ya…yang ada tulisan negara-negara KAA atau yang di dinding jembatan penyeberangan. Ya sudah kita foto di dua-duanya aja dech.


      Selesai groufie kami cari tahu bagaimana cara untuk menuju ke clue berikutnya yaitu Taman Ganesha ITB, kami pun akhirnya menuju halte alun-alun Bandung, dan bertanya ke timer yang ada di halte ini, orang pertama yang kami tanyai menjawab kami bisa naik angkot jurusan sukasari, tapi ternyata sampai lama menunggu tak kunjung datang juga angkotnya. Saya pun mulai galau, waktu mulai malam, sementara team lain sudah sampai ke clue terakhir. Akhirnya saya tanya ke timer yang lain dan dijelaskan kami bisa naik angkot jurusan gede bage lalu turun di perempatan jalan sunda lalu naik angkot jurusan dago. Timer pun menginformasikan ongkos naik angkot jurusan gede bage 6ribu rupiah untuk tiga orang, tapi tak lama kemudian dia pun menghampiri kami dan meralat jumlah ongkos angkot menjadi tujuh ribu lima ratus rupiah. Ya sudah baiklah…kami pun masih menunggu angkot jurusan gede bage tersebut tak kunjung datang juga. Akhirnya…datang juga angkot jurusan gede bage, kami pun segera naik angkot dan tak lupa bilang minta diturunkan di perempatan jalan sunda. Setelah melewati beberapa perempatan sampailah kami di perempatan jalan sunda, nah disini mulai bingung lagi angkot jurusan dago datangnya dari mana? 
       
      Kami coba untuk stay aja di sisi kiri perempatan tempat kami diturunkan tadi, ternyata tak berapa lama datang juga angkot jurusan dago. Haduuuuh…ternyata jalanan maceeett… hari sudah mulai malam dan team lain juga sudah pada sampai.  
      Akhirnya jam 6.50pm panitia pun WA: 2 kelompok lg mana nich?
      Panitia menginformasikan agar kami jalan kea rah sabuga lewat jalan raya jangan lewat dalam ITB.
      Sementara itu team kami masih di dalam angkot menuju ITB dari arah dago,  panitia akhirnya bilang kami tunggu aja di depan warung pasta ganeca.  Nah disini kami bertemu dengan timnya Andi, Susan dan Mala. Akhirnya kami menunggu mobil ELF di depan warpas Ganeca, tak lama kemudian datang juga mobil ELF dan dua tim langsung naik ke mobil untuk menuju villa di daerah dago pakar. 
       
      Sampai di villa kami bebas memilih kamar dengan kuota tiga orang per kamar. Saya, Rahma dan Stephanie dapat kamar di lantai basement. Awalnya ada tiga orang (Rara, Susan dan siapa ya lagi satunya) ada di kamar lain, tapi kemudian mereka pindah ke kamar yang lantai satu jadilah hanya kami bertiga yang menghuni lantai basement.  Ya sudah kami langsung aja taruh barang bawaan, lalu mandi, sholat dan makan malam. Setelah selesai makan malam, saatnya kami berkumpul di ruang tamu yang berada di lantai satu untuk sesi perkenalan, pengumuman pemenang dan kuis berhadiah.
       
      Setelah panitia berembug dari aspek ketepatan waktu, lokasi clue yang tepat dan jumlah sisa uang maka panitia menetapkan team kami (team 1) sebagai juara ketiga dengan sisa uang 33ribu. Yeayyy…  #juaraketigadariempatpeserta  
       
      Sekitar jam dua belas kami kami kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat. Oh ya, saking capeknya saya langsung tertidur pulas sampe ga denger adzan subuh, jadi terlambat sholat subuh dech. Selesai sholat subuh saya langsung mandi kemudian packing barang bawaan, lalu saya dan Stephanie jalan-jalan pagi di sekitar villa. Sehabis jalan-jalan pagi, kami ngobrol-ngobrol dengan teman teman lain kemudian sarapan.  Menurut run down acara harusnya jam delapan kami menuju Tahura Juanda, tapi ternyata teman-teman banyak yang belum beres jadi sekitar jam sebelasan baru dech kami check out dan langsung menuju Tahura. Sebelum check out kami foto dulu di depan villa.

      Kami diberi waktu untuk berjalan-jalan di tahura sampai jam 12.30. So saya dan rahma berniat untuk pergi ke Tebing Keraton, tapi setelah tanya-tanya ke tukang parkir di dalam Tahura waktu tempuh bisa satu jam lebih kami pun akhirnya mengurungkan niat untuk ke Tebing Keraton dan memilih untuk ke Goa Jepang saja. Dalam perjalanan ke Goa Jepang ternyata kami ketemu teman-teman yang lain akhirnya kami bergabung dech, bareng-bareng masuk ke Goa Jepang. 



      Setelah foto-foto di sekitar Goa Jepang, sekitar jam 12.10 kami kembali ke pintu gerbang dan ternyata teman-teman lain banyak yang belum balik malah ada yang pergi ke Goa Belanda waah itu mah lebih jauh dan pasti sampenya masih lama. Akhirnya panitia mengundang kami untuk ke Café Armor Kopi karena mereka beli cireng dan ga bisa habisin…ya udah kami serbu dech cirengnya. Hahaha…

       
      Jam sudah hampir setengah satu tapi teman-teman yang ke Goa Belanda ternyata belum balik juga, jadi sambil menunggu mereka saya sholat aja dulu di mushola yang berada di bagian belakang Armor Kopi. Sekitar jam satuan akhirnya kami meninggalkan Tahura untuk makan siang di Cabe Hejo Natuna. Jalanan lumayan macet,  tapi akhirnya sampailah kami di tempat makan dan tak lama kemudian kami pun dapat duduk dan menikmati makan siang kami. Setelah selesai makan siang, sekitar jam tiga kami berangkat menuju Jakarta dan mampir beli oleh-oleh di rest area km 97. Di km 57 saya lihat ada keTerjadi  kemacetan mulai dari pintu masuk Cikarang Utama imbas dari kecelakan yang terjadi di km.22. Jam  8.20 kami sampai di sekitar pancoran saya dan vonny memutuskan untuk turun sebelum tugu pancoran saja, jadi lebih mudah untuk lanjut pulang ke rumah naik taksi. Sekitar jam 9 saya sudah sampai di rumah.
      Walaupun badan capek, lapar dan ngantuk, tapi happy banget karena sudah mengisi weekend ini dengan mengikuti keseruan Paris Van Java Amazing Race. Buat kalian yang belum pernah ikutan Amazing Race-nya Jalan2.com tunggu aja event berikutnya yaa…semoga Bupati Regional Jabodetabek ngadain lagii.