• 0
Berangan Trip Organizer

PAKET TOUR SUMBA 4D3N

Question

Pulau Sumba yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, adalah pulau yang menyajikan warna lebih memikat daripada sekadar tangkapan lensa kamera. Inilah tempat untuk Anda melihat perang lembing dengan berkuda (Pasola) yang memukau. Lebih dari itu pun pulau ini menyajikan rentetan rumah adat tradisional, kubur batu, air terjun, dan pantai-pantai berpasir putih yang indah.

DSC04928-01-560x460.jpeg.e1e1fc977a0c71a0841d5fd8bb3ab03d.jpegsumbaa.jpeg.67bceef187010468058257e5dbd7e233.jpegDSC05352-01-560x460.jpeg.dcaac98f2a648c9ed5b45b8673726d49.jpeg

Date :

  • 07 – 10 Oktober 2017
  • 13 – 16 Januari 2018
  • 29 Maret – 1 April 2018
  • 10 – 13 Mei 2018
  • 07 – 10 Juli 2018

Itinerary :

HARI 1
SUMBA BARAT DAYA (L, D)
Bandara Tambolaka – Kampung Ratenggaro – Pantai Pero (sunset) 
HARI 2
SUMBA BARAT DAYA (B, L, D)
Tanjung Mareha – Pantai Bawana – Pantai Mandorak – Danau Weekuri 
HARI 3
SUMBA BARAT – SUMBA TIMUR (B, L, D)
Kampung Prai Ijing – Air Terjun Lapopu – Bukit Wairinding – Pantai Walakiri (sunset) – Waingapu 
HARI 4
SUMBA TIMUR (B)
Savanna Puru Kambera – Kampung Kalu (pengrajin kain tenun Sumba) – Bandara Waingapu 

(B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)

Include :

  1. Airport transfer
  2. Transportasi darat (mobil AC)
  3. Tiket masuk objek wisata
  4. 2N hotel AC di Tambolaka
  5. 1N hotel AC di Waingapu
  6. Makan sesuai jadwal
  7. Air mineral
  8. Guide
  9. Parkir, donasi

Exclude :

  1. Tiket pesawat
  2. Hal-hal yang tidak disebutkan di atas

Rekomendasi flight :

  1. Jkt – Bali – Tambolaka              : Wings Air 10:20 – 11:45
  2. Waingapu – Bali – Jkt                : Nam Air 14:05 – 15:20
  3. Waingapu – Kupang – Jkt         : Nam Air 12.40 – 17.50

Terms and Conditions :

  1. Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan 50% DP. Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran.
  2. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan.
  3. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus.
  4. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak dapat meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan.
  5. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%.
  6. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%.
  7. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat.

Contact :

Intan Primadewati
Call/WhatsApp : +6281233843907
Pin BB : 5368F674

Indra Yulianto
Call/WhatsApp : +6281286944675
Pin BB : 5C661E17

Email : marketing@berangan.com
Facebook : Berangan Trip Organizer
Twitter : @berangan_trip
Instagram : @berangan_trip

Share this post


Link to post
Share on other sites

1 answer to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Fath17
      (SHARECOST) (CARI TEMAN) Explore Sumba 03-09 Mei 2018
      :iloveindonesia Salam Backpacker, :travel  
      Halo agan dan aganwati semua.. :malu 
      Ane mau ngajakin Backpacker jelajah Sumba nih gan. :travel 
      Start 03 Mei dari Waingapu-Sumba Timur perjalanan berujung di Tambolaka-Sumba Barat.
      Untuk sementara kita sudah ber 2 cowok masih nyari sekitar 3-4orang, biar cukup 1mobil.
      Rencana kita akan explore Sumba Timur -+2-3 harian ya gan. Kita keliling menggunakan mobil/motor sewa dari warga sekitar biar bisa sampai ke tempat-tempat terpelosok sekalipun dan bebas tanpa batas waktu. Feel free guys...
      Setelah puas di Sumba Timur, kita menuju Sumba Barat, bisa menggunakan public transport atau sewa mobil gan.
      Di Sumba Barat kita jga akan Explore menggunakan mobil/motor gan, alasannya ya sama kaya sebelumnya gan. :2thumbup Hehehehe....
      So, buat agan/aganwati yg ada rencana di tanggal itu silahkan gabung, ini murni SHARE COST & FIX BERANGKAT yah karena kita sudah issued tiket :ngacir2 
      Bagi yang berminat silahkan inbox ya gan..
      Atau
      WA : 0857-3156-3466
      Phone : 0822-1089-9919
      Phone: 0877-8109-1999
    • By Dian Anggreini Herry
      Saya dan teman saya ingin berjalan ke Taman Nasional Komodo dan Desa Wae Rebo pada liburan paskah 2018.
      Kami berangkat tanggal 29 Maret 2018 dan kebetulan sudah booking boat tanggal 30 Maret -1 April 2018.
      Setelah itu pada 1 April jam 17.00 kami akan berangkat ke Wae Rebo, untuk sebelumnya bermalam di homestay sebelum naik ke Wae Rebo. 
      2 April pagi jam 08.00 akan mendaki Wae Rebo dan diperkirakan tiba sebelum makan siang. 
      3 April 2018 kita akan kembali menuju Labuan Bajo 
       
      Saya terbuka jika ada teman yang hanya ingin ikut untuk Sailing Komodo saja.
      Kita akan sharing cost dan anggaran akan dibuka se-transparan mungkin
      Hubungi saya di WA 081806269964 jika ingin bergabung
    • By IVACANZA
      Private Trip Spesial untuk menjelajahi Sumba, negeri dengan kekayaan alam yang beragam dan budaya yang masih sangat kental. Di Sumba kamu akan dianjakan dengan pemandangan yang tidak kamu dapatkan di kota lain, Barisan bukit savana, Kuda-kuda liar berkejaran, Kampung Budaya, Pantai indah nan unik, juga kamu dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun Sumba yang sangat terkenal.

       
      Tentukan Sendiri waktu dan jumlah temanmu ! Spesial Promo Lebih Murah dari Open Trip!
      Meeting point
      Bandara Tambolaka, Sumba Barat
      End Point
      Bandara Waingapu, Sumba Timur
      Harga
      4 orang : 2.400K /pax
      5 orang : 2.300K /pax
      6 orang : 2.200K /pax
      Recommendation Flight
      Bali – Tambolaka : Wings Air 10:20 – 11:45
      Waingapu – Bali : Nam Air 14:05 – 15:20/ Wings Air 11:40 - 13:15
      Itinerary
      Hari 1: Sumba Barat Daya (L, D)
      Peserta akan dijemput di Bandara Tambolaka (Sumba Barat), dan langsung makan siang.
      Setelah makan siang Trip akan dimulai, pertama peserta akan diajak ke Pantai Malando yaitu sebuah pantai dengan beberapa batu raksasa yang unik. Sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara. Kemudian mengunjungi Tanjung Mareha, dari titik ini traveler bisa melihat Pantai Malando dan Pantai Bwanna dari ketinggian. Trekking menuju Pantai Bwana, Pantai yang unik dengan Batu bolong yang menjadi ciri khasnya, butuh trekking/jalan kaki sekitar 10-15 menit dari tempat parkir kendaraan. Menikmati sunset kemudian menuju ke Hotel untuk istirahat dan makan malam.
      Hari 2: Sumba Barat (B, L, D)
      Setelah sarapan peserta diajak menuju ke Pantai Mandorak, Pantai yang sangat indah diapit oleh dua buah tebing. Setelah dari Pantai Mandorak perjalanan dilanjutkan menuju Danau Weekuri, kamu bisa mengeksplore danau sebening Kristal dan berwarna biru cerah ini. Puas bermain di Danau Weekuri peserta akan diajak mengunjungi Kampung Ratenggaro, dan makan siang di Pantai Pero. Setelah makan siang perjalanan dilajutkan menuju air terjun Lapopu, air terjun yang menjadi landmark Sumba dengan airnya berwarna biru tosca, disini kamu bisa bermain-main menghabiskan waktu hingga sore. Puas Bermain di Air Terjun menuju penginapan, istirahat dan makan malam

      Hari 3: Sumba Barat – Sumba Timur (B, L, D)
      Pagi hari setelah sarapan, trip cukup panjang menuju ke wilayah Sumba Timur. Pertama peserta akan diajak mengunjungi Kampung Praijing, mengenal kehidupan masyarakat Sumba. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tarimbang, sebelumnya mampir ke Bukit Lailara untuk makan siang. Pantai Tarimbang adalah salah satu pantai cantik di Sumba dengan pasirnya putih dan halus. Bermain sejenak di Pantai Tarimbang kemudian melanjutkan perjalanan kembali mengunjungi Bukit Wairinding, Sebuah bukit dengan hamparan padang savana yang luas. Terakhir peserta akan diajak menuju ke Pantai yang sangat unik, yaitu Pantai Walakiri untuk menikmati Sunset. Kembali ke Hotel, istirahat dan makan malam.
      Hari 4: Sumba Timur (B)
      Setelah sarapan, perjalanan hari terakhir di Sumba peserta diajak untuk menimati sunrise di savanna puru kambera/ bukit mau hau, disini kamu bisa menyaksikan kuda liar yang sedang bermain di sana. Kembali ke Hotel untuk breakfast dan persiapan pulang. Sebelum Pulang peserta diajak menuju Kampung Kalu, pusat pengrajin kain tenun Sumba. Dan terakhir, peserta akan diantarkan menuju Bandara Waingapu. Trip berakhir. Semoga dapat berjumpa kembali !
      *Itinerary diatas tidak bersifat FIX, bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan situasi dan kondisi
      (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)
      Include
      Mobil dan jasa antar-jemput sesuai rencana perjalanan.
      Pemandu wisata sekaligus sebagai supir
      Makanan sesuai yang tertera pada rencana perjalanan
      Akomodasi 1 malam di Waitabula (Sumba barat Daya) berbasis sharing
      Akomodasi 1 malam di Waikabubak (Sumba Barat) berbasis sharing
      Akomodasi 1 malam di Waingapu ( Sumba Timur) berbasis sharing
      Semua biaya masuk tempat wisata termasuk donasi sesuai program
      Air mineral selama tour
      Smile & unforgettable experience
      Exclude
      Transportasi menuju meeting point
      Pengeluaran Pribadi
      Asuransi Perjalanan
      Tip Guide
      Biaya optional tour (overtime / di luar itinerary yang sudah ada)
      Keterangan Tambahan
      Reservasi dilakukan selambat-lambatnya H-14 sebelum Trip.
      DP Minimal 50% paling lambat 2x24 jam setelah mendapatkan Booking Form dari
      IVACANZA, dan wajib melakukan pelunasan selambat-lambatnya H-7.
      Setiap peserta mengirimkan identitas dan bukti transfer pembayaran via whatsapp/email.
      Harga paket tour bisa berubah sewaktu-waktu bila ada perubahan dari penyedia fasilitas yang diterima peserta tour (harga kamar, mobil, speed boat, dll) dan ataupun kalo ada kenaikan BBM.
      Peserta dipastikan dalam keadaan kondisi tubuh yang baik.
      Trip dapat batal atau berubah jadwal sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca buruk dan kejadian-kejadian tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, hal ini demi kepentingan dan keamanan peserta serta kelancaran perjalanan.
      Apabila terjadi pembatalan dikarenakan adanya gangguan di kapal penyebrangan seperti: cuaca buruk, dan kapal over kuota, di kembalikan DP 100%
      Keterlambatan kepulangan dikarenakan adanya gangguan di kapal penyebrangan, cuaca buruk, dan kapal over kuota, biaya perpanjangan penginapan dan makan atau bentuk kerugian yang lain menjadi tanggungan peserta
       
      INFO :
      Email : info@ivacanza.co
      Line : @ivacanza
      WA : 081299.3673.26
    • By Riohandoko21
      Hello Travelers,
      Saya ingin Cerita Pengalaman Saya, Istri dan Anak Saya.  Saat Ke SUMBA.
      Saya dan Istri janjian untuk bertemu di Bali.
      Saya berangkat dari timika ke Bali, Istri dan anak saya berangkat dari  Palembang ke Bali.
      Niat awalnya sehari kita mau Main ke Bali Marine Park. Tapi apa daya Flight istri saya dari Palembang to Jakarta Delay, Alhasil dia ketinggalan pesawat dari Jakarta ke Bali. Maskapai Plat Merah (Bukan Singa Merah). Jadilah dia tiba di bali Keesokan hari nya.
      Karena capek Istri saya gak kuat mau jalan-jalan ke bali marine Park (Next Time Kita bakal Kesini).
       
      Hari Pertama
      Tanggal 29 Juli 2017
      Terbang Ke Tambolaka dgn Wings Air
      Dijemput oleh Driver Lokal Asli Sumba (Kita Hanya Sewa Mobil Plus Driver)
      Tempat Pertama yang di Kunjungi - Kampung Ratenggaro , Lihat Sunset di Pantai Pero
      Kita menginap 2 Malam di Hotel Sinar Tambolaka
       
      Tanggal 30 Juli 2017
      Ke rumah Budaya Sumba - disini Ada semacam Homestay juga. Kita bisa menginap di sini. Mungkin saya dan Istri mau juga menginap disini jika kami belum bayar di Sinar Tambolaka.
      Setelah beranjak dari Rumah Budaya Sumba, Tujuan Selanjutnya adalah Pantai Mandorak .  
      Tujuan selanjutnya pada hari yang sama adalah Danau Weekuri
      Danau Weekuri - Danau Air laut sehingga air nya asin. Danau ini terbentuk karena ada batu karang di tepi lautnya. Yang saya ingat saat ke danau ini adalah saya hamper jatuh terpeleset saat di tangga mau turun ke danau dan saat itu saya menggendong anak saya.
      Perjalanan hari ini kami tutup dengan melihat sunset di Pantai Bawana dan Tanjung Mareeha.
      Sunset di Tanjung Mareeha membuat saya takjub akan keindahan alam sumba. Tidak salah jika istri saya membawa saya liburan kesini. Tempat nya Luar biasa.
      Tapi hati-hati yaa disini sumba barat kadang banyak warga yang suka minta uang.
       
       
      Tanggal 31 Juli 2017
      Tujuan pertama hari itu adalaha waikelo Sawah, Semacam irigasi untuk sawah. Pemandangan nya adalah hamparan sawah dengan padi yang menghijau.
       
      bergerak dari waikelo sawah tujuan selanjutnya adalah Air Terjun Lapopu. Air tejun ini adalah air terjun yang pertama anak saya lihat. Ekspresi nya bahagia sekali.
       
      Kita pun melanjutkan perjalanan ke sumba timur.
       
      Tanggal 1 Agustus 2017
      kita melanjutkan perjalanan ke waingapu.
      Tempat yang kita singgahi adalah bukit pasola, pantai watu bella dan pantai kerewei
       
      Tanggal 2 Agustus 2017
      Kampung Praijing
      Kampung Tarung - Beberapa bulan lalu kabarnya kampong ini terbakar
      Melihat pekerja melakukan pemotongan batu untuk rumah tinggal. Kalau di kota-kota di jawa dan sumatera biasa rumah dibuat dengan batu bata namun disumba rumah dibuat dengan batu alam.
      Bukit Warinding ya, daerah ini semua perbukitan sepanjang mata kita memandang.
       
      Saat di Waingapu kami menginap di Hotel Surya. hotel terbaik selama kami menginap di sumba
      Tanggal 3 Agustus 2017
      Air Terjun Tanggedu - Perjalanan ke lokasi ini cukup jauh namun pemandangan selama diperjalanan sangatlah indah. Air terjun ini berada diantara perbukitan.
      Setelah dari sini kami pun pulang
       
      Tanggal 4 Agustus 2017
      Kami bergerak setelah sholat jum'at. kami menuju pantai walakiri
       
      Tanggal 5 Agustus 2017
      Saat nya mencari oleh-oleh dan berfoto di bukit persaudaraan.
       
      Selama di Sumba banyak tempat yang terlewatkan dan tidak sempat dikunjungi. Di sumba ini terdapat banyak pantai yang bagus yang belum sempat kami kunjungi dan banyak air terjun yang tidak sempat kami kunjungi. serta ada lokasi kincir angina tempat tenaga listrik dengan kincir angin. 
       
       
       
       
       
       

       























    • By citrariana

      Nama unik ini adalah sebuah kota yang merupakan ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kota Maumere terbilang maju, jadi Anda tak perlu khawatir dengan fasilitas yang ditawarkan kota ini. Tentu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok Anda. Menurut sebuah sumber, Maumere adalah gabungan dari dua kata yaitu Ma’u yang diartikan pelabuhan dan Mere yang berarti besar. Maumere adalah kota wisata yang sangat layak untuk Anda kunjungi. Letaknya yang hanya dua jam dari Denpasar dengan naik pesawat KalStar. Apa saja yang dapat Anda jelajahi di Maumere? Berikut ulasannya.
      Gunung Egon

      Terletak sekitar 30 km di sebelah timur Maumere, Anda dapat naik transportasi darat untuk menuju ke sana. Dengan ketinggian 1.710 mdpl, pemandangan di atas gunung sangat luar biasa. Perjalanan normal sekitar 3 jam saja untuk menuju puncak dari Desa Andalan. Gunung Egon termasuk gunung berapi yang masih aktif, Anda dapat mendengar aktifitas gunung berapi seperti suara sulfur yang mendidih. Bila ingin menikmati indahnya malam di sana Anda dapat membawa tenda untuk bermalam.
      Air Panas Blidid

      Objek wisata ini berada di kaki Gunung Egon. Anda harus memasuki wilayah hutan untuk samapai ke sumber air panas. Perjalanan Anda tidak akan membosankan karena hutan di NTT sangatlah menarik mengingan NTT adalah wilayah peralihan antara garis wallacea dan weber. Tentu Anda akan menemui ragam flora fauna yang unik. Wisata air panas ini masih sangat alami karena letaknya yng cukup terisolasi. Sangat pas untuk merendam kaki di air panas setelah cukup jauh Anda berjalan menyusuri hutan. Kolam panas ini juga berdampingan dengan kolam air dingin dari pegunungan. Jika Anda ingin mengistirahatkan badan Anda dapat berendam di kolam air panas. Namun bila ingin menyegarkan badan Anda dapat berendam di kolam air dingin.
      Bukit Nilo

      Ikon Bukit Nilo adalah Patung Bunda Maria dengan tinggi 28 meter yang diletakkan di atas pondasi  indah dengan tinggi 18 meter. Patung ini menghadap langsung ke arah Kota Maumere. Dari tempat ini Anda dapat melihat keindahan Kota Maumere yang membentang luas sepanjang tepi Laut Flores. Datanglah dini sebelum subuh. Karena pemandangan matahari terbit di tempat ini sayang untuk dilewatkan.
      Pulau Pangabatang

      Bisa dibilang pulau ini adalah pulau perawan. Pulau ini jarang dikunjungi. Sangat cocok bangi Anda yang mendambakan ketenangan saat bepergian. Pulau yang sunyi dengan hembusan angin yang sejuk serta perpaduan antara awan dan warna laut yang biru sempurna membuat tempat ini sangat cocok untuk bersantai melepas penat. Untuk menuju pulau ini, Anda harus memulai perjalanan dari Maumere ke Watubaing. Di Watubaing Anda naik kapal nelayan menuju Pulau Pangabatang. Jarak tempuhnya hanya 45 menit.
      Wisata Boat
      Ada satu paket wisata menarik yang ditawarkan bagi pengunjung yaitu berwisata dengan boat. Dengan menyewa boat seharga Rp 500.000,00 wisatawan sudah mendapatkan paket untuk mengunjungi beberapa tempat sekaligus. Salah satu wisata unggulan yang ditawarkan adalah menyelam. Ada beberapa titik menarik untuk menyelam salah satunya di Pulau Pangabatang.
    • By Endar
      Cerah berawan menyambut aku dan teman-temanku di bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Bukan bandara besar jadi dengan cepat kami bisa bertemu Pak Harlan  yang sudah dua puluh tahun menjelajah jalan-jalan Sumba. Selama empat hari kedepan kami akan ditemani Pak Harlan di tanah Sumba.
       
      Sebelum ke tujuan pertama, kami mengisi perut terlebih dahulu. Kami tidak menemukan tempat makan khusus yang menjual makanan khas Sumba. Namun kami dapat memesan makanan spesial yang tidak ada di menu, sambal bunga pepaya tumis di Warungku tempat dimana kami santap siang.
      Jalan utama di Sumba sudah baik, tidak ada lubang-lubang. Hanya saja  jalan berliku-liku mengikuti kontur bukit. Untuk mencapai danau Weekuri sebagai tujuan pertama membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Tambolaka karena jalan yang dilalui bukan jalan utama, jadi tidak semuanya mulus. Danau berair asin karena air laut yang terperangkap ini sungguh indah. Siang itu banyak pengunjung lokal karena hari libur nasional. Saya tidak mandi di danau tapi menikmati suasana danau dan deburan air laut yang menghantam dinding sebelah danau.

      Ke arah selatan kami pergi ke kampung adat Ratenggaro. Kubur-kubur batu seperti tugu selamat datang berbaris di pintu utama. Lestarinya agama adat Marapu juga menjadikan budaya megalitik ini tetap ada sampai sekarang. Kepercayaan akan roh orang yang sudah meninggal menjadi pengubung dengan Sang Pencipta menjadikan orang Sumba tidak bisa jauh dari kerabat yang telah meninggal maka dari itu kubur batu diletakkan di depan rumah atau perkampungan.

      Hari menjelang sore, bergegas kami melanjutkan perjalanan ke pantai Mawana atau Bawana. Setelah berjalan sepuluh menit di jalan setapak yang terjal kami diberikan keindahan alam yang luar biasa. Menikmati sunset di pantai Bawana bersama penduduk lokal yang memancing ikan.


      Besok pagi kami bertolak ke Sumba Timur. Jika di Sumba barat pohon hijau tinggi di pinggir jalan, Sumba Timur berbeda. Bukit-bukit dengan padang rumput berpohon perdu lebih mendominasi. Hal ini terlihat jelas di Bukit Wairinding. Walaupun matahari terik tapi udara tetap sejuk dan dengan gembiranya anak-anak sumba bermain di atas bukit segembira saya melihatnya. 

       
      Setelah melapor di hotel kami melanjutkan ke bukit Morinda. Di atas bukit itu ada rumah makan dan juga kamar jika ingin menginap. Pemandangan di bukit Morinda begitu memesona dengan bukit yang mengelilingi dan lembah subur di bawahnya, tidak mau pulang rasanya. Mama yang menjaga tempat makan sangat ramah dan dengan semangat mempelajari bahas Inggris sebagai penunjang berkomunikasi. 

      Belum puas sebenarnya bersantai di Morinda tapi karena waktu kami harus meninggalkan Morinda untuk mendapatkan pesona matahari terbenam di pantai Walakiri. Dalam perjalanan ke pantai Walakiri akan banyak kandang-kandang peternakan alam dengan pohon sebagai pagar. Kuda, sapi, babi, kerbau atau kambing tidak jarang kita temui di sepanjang jalan. Pantai Walakiri bukan pantai berpasir putih atau pantai dengan laut biru dengan banyak terumbu. Di pantai ini sedikit berlumpur dengan banyak pohon bakau tapi kondisi ini menjadikan pantai ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. 

      Waingapu bukan kota yang besar tapi lebih ramai di banding Tambolaka atau Waikabubak. Kota ini sudah memiliki bandara dan karena letaknya yang lebih dekat dengan Flores menjadikan pelabuhan di Waingapu lebih ramai. Malam itu dengan perut yang lapar kami mencoba makanan laut di pinggir pelabuhan. Bukan musim yang tepat memang sehingga hasil laut tidak begitu banyak. Hanya ada ikan dan cumi tapi kesegarannya tidak dapat dipungkiri. Bulan terang dengan sedikit awan mengurungkan niat kami untuk menikmati malam dengan langit penuh bintang di atas bukit pintu kedatangan kota Waingapu. Sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat, kami berhenti di alun-alun Waingapu. Jangan lupa untuk menikmati STMJ disini.

      Pagi-pagi sebelum matahari terbit kami menuju ke Puru Kambera dimana padang rumput dan pantai berpadu bersama kuda-kuda yang dibiarkan bebas. Tidak ada matahari bulat pagi itu karena cuaca yang berawan tapi pemandangan di Puru Kambera sudah membuat suasana hatu kami pagi itu begitu bahagia. 

      Menjelang siang kami menuju pantai Tarimbang. Perjalanan ke Tarimbang memang agak lama karena jalan yang tidak bagus . Hal ini juga yang membuat pantai ini jarang dikunjungi. Tapi pemandangan dalam perjalanan seolah-olah menghilangkan waktu sehingga perjalanan tidak terasa lama. Hanya kami yang ada di pantai Tarimbang waktu itu. Sayangnya, indah pasir putih, deburan ombak dan birunya warna laut tidak dapat dibawa pulang. Hujan menemani kami dalam perjalanan kembali ke Tambolaka sehingga kami tidak bisa melihat matahari terbenam di bukit Lailara. 

      Hari terakhir di Sumba, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar tradisional. Tidak ada penjual makanan jadi atau oleh-oleh. Hanya ada sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Saya membeli cabai yang sangat pedas yang saya bawa ke Jakarta dan alpukat. Dibanding harga di Ibukota, harga kebutuhan sehari-hari yang dihasilkan sendiri dari tanah Sumba tidak mahal.
      Sayangnya siang itu saya harus meninggalkan Sumba, tempat dimana matahari tidak perlu malu untuk menyinari alam dengan bukit-bukit sabana indah. Masih banyak tempat yang sangat indah di Sumba dan tanah ini akan kurindukan.