YudhieRw

Trip keluarga ke Kuala Lumpur dan Melaka (5D4N)

23 posts in this topic

Halo apakabar teman2 , maaf karena kesibukan sehari-hari yg menyita waktu hingga untuk pergi traveling sangat sulit terealisasi, apalagi untuk menulis riviewnya malas rasanya jari2 ini mencet papan ketik...

Tahun lalu di bulan Agustus ( 2016) sebenarnya sudah rencana akan pergi berkunjung ketempat adik ipar yg tinggal di Shanghai –Tiongkok, namun karena sesuatu dan lain hal yg lebih urgen sy gagal pergi, hanya istri dan anak saya saja yg lanjut karena tiket sudah terlanjur pesan bbrpa bulan sebelumnya pun Visa nya sdh dibuat, waktu itu menggunakan maskapai Singapore airline dengan harga sekitar 6jtan/orang pulang pergi, harga yg lumayan murah dengan maskapai yg lebih memanjakan, walaupun sebenarnya ada tiket yg lebih murah dibawah 2 jt dengan lowcost carrier. Kami pilih Sing air karena  kami rasa perjalanan lumayan lama sekitar 5 jam an di udara dan harus transit pula beberapa jam di Changi airport Singapura, baik berangkat ataupun waktu pulangnya.

Istri dan anak sekitar 2 minggu disana dan sempat melewati HUT kemerdekaan ke-71 disana, berhubung hampir semua pada hari kerja jadi kayaknya tidak banyak pergi2 ketempat yg biasanya dikunjungi wisatawan, kalau tidak salah sih sempat ke the Bunch, Shanghai Zoo dan pada  akhir pekan menginap semalam di kota air Zhujiajiao, kata istri saya Zhujiajiao berjarak 40 km dari kota Shanghai adalah salah satu dari kota air kuno terkenal di China yang dijadikan objek wisata. Untuk mencapainya bisa menggunakan bus, taksi atau mobil sewaan. Kota air bisa dinikmati selama bberapa jam saja karena memang tidak terlalu luas, untuk  yang ingin lebih dalam mengenal kota air kuno ini dapat menginap di hotel yang ada disana. Kalau berkunjung ke sini tidak lengkap tanpa melewati dan berfoto tentunya di jembatan-jembatan tua dan berbentuk indah yang ada disana.

 

59f01df03577a_IMG_0096copy.thumb.JPG.3a6003cb07a6a47fbbef3139b2e80c40.JPG­­­­­

 

Btw, kembali ke topik...

Minggu lalu kami sklg yg beranggota hanya 3 orang pergi ke Kuala Lumpur dan Melaka, kebetulan ada waktu beberapa hari yg bisa kami mamfaatkan dari tgl 14-18 Oktober 2017, tiket sudah dipesan dari sekitar 3 bulan sebelumnya.

Maskapai KLM royal Deutch tujuan Jakarta Amsterdam transit di Kuala Lumpur, dengan no pesawat kl 810, KLM kami ambil karena tiketnya sangat murah disekitaran 500rb/ orang untuk sekali jalan, dapat meal veggie yg enak dan minuman bisa pilih, kadang bila lagi beruntung katanya bisa dapat meal nasi goreng, hanya saja kami pulang pergi tak mendapatkannya, selain itu bagasi kabin 7kg dan bagasi 23kg per orang sungguh sangat murah, tempat duduk kelas ekonomi begitu bagus ada lcd tv tiap seat dan jarak spasi dengan bangku depannya luas bisa untukk selonjoran, formasi bangkunya 3-4-3 untuk kelas ekonomi dengan pesawat berbadan lebar sehingga berasa sangat nyaman selama perjalanan.

Kami flight hari sabtu 14/10/2017 jam 18.45 dari  terminal 2E Soetta,  karena memang dr cgk hanya di jam itu alias sekali flight, Jakarta – Kuala Lumpur ditempuh selama skitar 2 jam on time tiba di Klia 1 tepat waktu jam 20.30 waktu KL, alias lebih cepat 1 jam dari WIB, turun dari pesawat kami harus berjalan dari terminal satelit ke term utama,  untuk itu kita harus naik kereta aerotrain/gratis ke terminal utama  sampai ke gate imigrasi, setelah lewat konter imigrasi kami membeli simcard hotlink lokal berpaket data u internet sbesar 2gb dan gratis telpon 30 menit klo g salah harganya rm 30 x3 kartu ( rm90) Dipasangin sama salesnya, langsung bisa akses n lumayan lancar walaupun pada pelaksanaanya selama 4 hari jarang diakses tuh data utuh kali atau cm berkurang beberapa kilobite saja, hehe. Dari terminal Klia 1 kami naik train Klia transit ke klia 2 seharga  rm2 x 3 ( rm 6) karena kami tiba nanggung waktunya jadi berencana begadang di klia 2, jarak tempuh sekitar 2km ke klia 2 selama sekitar 3 mnts, tiba di terminal kedatangan klia 2 kami naik ke lt 2m untuk cari kudapan karena lumayan lapar, ada banyak resto dan fast food di klia, sampailah di Burger king kami beli 3 paket meal ( +- rm40), kelelahan kami pun menghabiskan sisa malam itu di Burger king Klia 2, sampai pagi menjelang, lumayan juga bisa tidur di bangku sofa walaupun ga bisa pulas, daripada tidak merem sama sekali. Banyak ternyata orang2 yg tidur atau sekedar melepas lelah di areal resto dan tempat2 yg bisa dibuat istrahat selama ga di usir satpam hehe. Klia 2 ini tidak sedingin di Changi jadi ga sampai mennggigil lah.

Hari minggu 15/10/2017, Setelah solat subuh di surau dan jalan mengitari klia 2 dan sarapan Mc D ( rm 40), skitar jam 7.00 kami turun ke lt bawah beli tiket Bus aerobus/skybus seharga rm 12 kalo ga salah x 3 orang ( rm.36) tujuan KL sentral perjalan sekitar 1 jam ya, dari kl sentral  naik lrt kelana jaya @ rm2,5 ( rm 7,5 ) dengan membeli di mesin tiket( tvm), tiketnya bebentuk koin plastik u akses keluar masuk station dan tentunya dengan itu kita bisa naik keretanya. Kami naik yg jalur biru mengarah ke ast airasia bukit bintang, perjalanan sebenarnya ga sampai 20 menit hanya karena sering berhenti di bbrp station yg dilalui jadi sampai sekitar stengah jam ke bukit bintang, keluar station BB posisinya di areal mal Sungai Wang, disini kami lihat toko coklat ada promo kami beli beberapa untuk oleh2, baru sampe udah beli- beli hehe...

Welcome di KL...

Seperti yg banyak diceritakan para traveller di blog, vlog yutub, atau riview lainnya ternyata bukit bintang (BB) Kuala Lumpur ini memang terlihat kota yg indah dan menawan, setidaknya itu kesan pertama yg kami rasakan, walau tak beda jauh dengan jakarta hanya klihatan lebih tertata dengan cukup baik dan bersih.

Disekitaran jalan BB ada namanya ayam hainan Chee meng, brbekal riview blogger sy mampir untuk mencicipinya, posisinya dari arag paviion ke arah jl. pudu berjalan sekitar 500m dr mall pavilion berada di sebrang jalan.

Menu yg ditawarkan yg utama tentunya ayam hainan dengan rasa khas dan beberapa menu lainnya, ayamnya bisa yg non goreng atau yg digoreng, rasanya sebenarnya bisa aja ya, nasinya agak kekuningan bersantan tapi tidak seperti nasi lemak, dan ternyata pelayannya ada yg orang jawa hehe.. bertiga kami menghabiskan rm45 untuk 3 porsi ayam nasi 3 teh manis panas dan 2 teh tarik.

Kenyang makan siang kami menuju hotel de V’la yg berada di ujung jalan bukit bintang atau tepatnya di hook jln pudu raya, hotel ini kami dapatkan via oline booking.com, untuk 2 malam kami kena tarip murah rm217 dengan pasilitas kamar u 3 orang dengan simpel breakfast, kamarnya lumayan bersih walaupun tidak terlalu baik, lumayanlah dengan harga segitu dekat distrik BB dengan berjalan kaki segalanya jadi mudah.

Setelah rehat abis solat ashar kami bertiga mulai explore Kuala lumpur :

Bukit Bintang street, Pavilion, ke KLCC via jembatan dari pavilion sekitar 10 menit, semua dengan berjalan kaki,­ makan di foodcourt mall kali ini makan di subway yg menunya sejenis kebab atau burger apa namanya, karena lapar enak aja dimakan hehe, minumannya pun ukuran jumbo yg tak habis bila diminum sendiri, sejenis lemon tea dingin, Poto2 dimanapun tempat nya asik u berpoto ria, view petronas tower jelang malam sungguh saat paling bagus untuk take a picture, kebetulan weekend banyak sekali pelancong disana baik lokal atau pun pelancong luar, tak berasa sampai jam 9 malam kami pusing2 , kaki tidak berasa sudah mulai pegal n selajutnya kami pulang ke hotel , mandi , solat dan rehat.

 

Hari senin 16/10/2017, kami bangun pagi dan breakfast di hotel, walaupun sederhana menunya tapi alhamdulillah untuk kami bisa memulai hari ini eksplor kembali KL, rute pertama kami jalan kaki ke petaling street via jl. Pudu raya, melewati terminal bas Puduraya, sayang karena masih pagi saat itu sekitar jam 9-10 pagi belum banyak aktipitas di chinatown tsb, kami hanya lewat kemudian balik arah ke pasar sentral Kl, Central Market Kl , berjalan kaki kiranya tak jauh kesana dari petaling street, kira2 sekitar tak sampai 1 km, disana sempat istri dan anak beli oleh2 u saudara,teman dan tetangga. Barangnya sih biasa macam gantungan kunci, tas buatan tangan, gelang batu, dll pula ada beberapa kedai minuman dan kafe, tempatnya cukup bersih dan belum ramai karena masih pagi. Puas disana kami balik arah seperti arah berangkat tadi yaitu via jl pudu rencananya anak ada yg mau dicari di Berjaya time Square, sayang pas sampai ujung jalan pudu hujan cukup deras dan petir, hingga kami berteduh di depan sebuah kafe tak jauh dari penginapan kami, setelah agak reda sedikit kami putuskan untuk kembali ke hotel dulu sembari solat duhur dan hujan benar2 reda, lepas jam 13.00 sudah tak hujan kami keluar hotel seperti rencana semula ke berjaya time square yg tak jauh dari hotel (di areal statsiun Imbi) Mal tua yg masih cukup terawat, setelah anak mendapatkan yg dicari kami mengarah ke depan lobi utama disana ada beberapa mobil kuliner yg menjual mbeberapa jenis kulner khas kuala lumpur, diantarana nasi gulai, nasi lemak ayam, putu mayang bertabur kelapa dan gula bubuk, pisang goreng keju, milk shake mangga float es krim, dll. Kebebutan belum makan siang kami cicip nasi gulai daging dan ayam yg kelihatan menggugah selera, kuah gulainya yg kental mantap dimakan dengan nasi hangat walaupun kami makannya gelaran di pedestrian mall, hehe. Alhamdulillah kenyang n murah meriah... kenyang makan kami melanjutkan perjalanan kembali dengan berjalan kaki ke arah KLCC via jembatan pedestrian yg menghubungkan pavilion mall dengan convention center klcc, mungkin karena anak masih penasaran belum  puas kali berpoto disana, kali ke 2 dalam 2 hari berturut-turut , dan terpenting sekalian menunaikan solat ashar di surau mall suria klcc. Jelang matahari terbenam kami beranjak dari suria klcc mall via convention center, disana kami sempat rehat sejenak minum kopi di starbuck, sebanarnya starbuck ini tempatnya kurang luas tapi lumayan bisa ngadem.

Sampai di Pavilion mall kami beli tas ransel lagi di outlet Spao untuk menampung barang yg dibeli karena 3 tas ransel yg kami bawa tak muat untuk dijejalkan itu semua, yg akhirnya membuat tentengan bertambah, resiko ...hehe, pusing2 disekitaran mall kami menghabiskan malam terkahir di KL dengan makan di jalan Bukit Bintang tak jauh dari mal pavilion, menghadap riuh rendahnya kesibukan malam di areal bukit bintang, ada live musik juga di disekitaran situ, sayang sekali karena telapak kaki sudah sakit n lecet kami tak sempat melangkahkan kaki ke jalan alor, padahal tak jauh jika kami berniat, mungkin lain kali lah kata saya pada anak dan istri... habis makan kami kembali ke hotel untuk beristirahat jelang pagi besok berangkat ke melaka.

Hari selasa 17/10/2017, selepas sarapan seadanya di hotel de V’la kami cek out n berangkat ke st. Imbi beli tiket lrt le kl sentral, sampai kl sentral beli tiket mrt ke BTS ( bandar tasik selatan) dan nyebrang via jembatan ke TBS  ( terminal bersepadu selatan ) yaitu terminal bus yg akan membawa kami ke Melaka, beli tiket bus mayangsari seharga rm11 per orang ( rm33), busnya pormasi bangkunya 2-1 dan walau kelihatan sudah agak tua tapi masih bersih dan nyaman, perjalanan ke Melaka memakan waktu sekitar 2 jam , hampir semuanya via tol yg sepanjang jalan kami lihat perkebunan kelapa sawit berderet rapih, sekitar jam 12 mai tiba di melaka sentral, yaitu terminal bus di Melaka, lapar kami mampir makan di fast food terminal. Untuk ke areal kota melaka kami naik bus panorama flatform 17 , tiketnya rm1.5x3 ( rm 4,5) selama sekitar 20 menit, kami berhenti di bangunan merah diujung jembatan jalan jonker, cerah dan panas sekali cuaca di melaka saat kami tiba, kami berjalan ke arah hotel Hong yg kami booking jauh2 hari seharga rm110 semalam / kamar untuk 3 orang. Posisi hotel Hong di jl, Mesjid tak jauh dari jalan jonker yg terkenal itu. Sebenarnya pihak hotel biasanya bisa antar jemput tapi kami sengaja nanti pulangnya saja minta diantar ke melaka sentral. Bapak yg di hotel hong menyambut kami dengan ramah, menunjukan ke kami tempat wisata dan kuliner halal di melaka dan memberi kami petanya, rekomen hotel murah di melaka dengan kamar yg cukup baik dan bersih, free kopi dan air minum kapan pun katanya , tapi tanpa break fast ya. Setelah solat lohor dan rehat bentar kami eksplor melaka hanya di areal jonker dan bangunan merah, pedestrian sungai melaka, menara taming sari, dan membeli oleh2 sedikit di salah satu pasar sebrang sungai melaka ke arah tamingsari, sebernarnya banyak destinasi yg bisa dikinjungi hanya saja waktunya tak cukup untuk itu. Kuliner juga banyak ragu ya hehe, kami sempat minum cendol durian dan jus semangka 1 buah semangka sedang, kenyang minum cendol dan jus ­semangka dicuaca terik, lelah dan lapar jadi hilang, puas jalan2 sekitar jam 9 malam kami balik sambil mencari restoran di jln jongker tapi keabnyakan sudah pada tutup, mungki karena hari kerja ya, akhirnya kami makan dekat hotel aja namanya restoran Mohammaden posisi di ujung jalan setelah hotel Hong. Menunya macam masakan pakistan atau arab ya, pelayannya sangat ramah. kami makan nasi goreng kampung dengan ayam, mee goreng, porsinya banyak , minumnya teh tarik, teh manis panas,air mineral, kenyang deh ... bahkan bisa dibungkus tuh mee goreng ke hotel karena kenyang,. Alhamdulillah..­­­

Hari Rabu 18/10/2017 adalah hari terakhir kami di melaka dan pagi2 sekali kami sudah diantar menggunakan mobil H-1 nya hyundai warna putih punya hotel hong, beli tiket bus transnasional seharga rm24 x 3 ( rm72) tujuan ke Klia 1, sebenarnya flight jam 16.20 tapi karena biar tenang kami berangkat lebih awal. Bus transnasional berpormasi sit 2-2 , perjalanan lancar sampai bandara klia 1 selama 2 jam , sampai sana sekitar jam 10.30 pagi , masih ada waktu beberapa jam u pusing2 suasana bandara dan cari tambahan coklat u teman2 kantor, Kami cek in bagasi 3 ransel penuh dan yg 1 dibawa ke kabin. Setelah melewati konter imigrasi kami naik aerotrain ke terminal satelit untuk menunggu penerbangan di gate D2, karena masih ada waktu kami makan dulu di burger king tak jauh dari areal gate.

Tepat jam 16 .00 penumpang sudah masuk pesawat KLM kl 809, setengah jam kemudian take off , lancar dan halus..

Selamat tinggal KL..

Kami menempati bangku no 36 abc. Perjalanan lancar dan cerah tanpa ada turbulence berarti, seperti saat berngkat cgk-kul kembali kru pesawat memberikan meal veggie dan jus apel dingin, tapi karena masih kenyang veggie yg 2 kami bungkus aja hehe, lumayan. btw ... pramugara dan pramugari Klm kebanyakan senior ya usianya ada yg kelihatan sudah diatas 40an tahun Cuma beberapa aja yg masih muda . mereka sangat ramah dan telaten, alhamdulilah kami tiba dibandara Soetta jakarta  dengan landing yang mulus, cuaca jakarta saat tiba gerimis kecil. Terima kasih Klm telah mengakomodasi kami dengan baik.. rekomend flight dengan maskapai klm nih.

Setelah dikalkulasi selama 4 malam dan 5 hari kami kurang lebih menghabiskan sekitar rp.10jt bertiga ya untuk tiket pp, hotel, tiket mrt/lrt/bus, makan minum, oleh2, dll...

Demikian kawan2 traveller.. sedikit riview perjalanan kami ke Kuala Lumpur dan melaka.

Terima kasih untuk momod jalan2.com,  dan makasih bagi yg sudah membaca riview alakadarnya ini dan mohon maaf dan maklum tema materi dan lokasi bukan perjalanan yg istimewa bagi kawan2 mah, tapi bagi kami trip kali inni ke KL dan melaka lumayan berkesan, kotanya indah rapi dan bersih dan orang2nya kebanyakan helful, baik dan welcome walaupun ada 1-2 yg agak masam hehe tergantung sipat itu kali ya dimana mana jg ada... rekomen sekali bagi kawan2 traveler yg belum pernah trip keluar negeri, tujuan Kuala Lumpur dan Melaka Malaysia adalaha destinasi yg menarik, selain kuliner khas yg beragam juga harga dari mulai akomodasi, kuliner , dll hampir sama dengan harga di Jakarta, bahkan beberpa kuliner lokal jauh lebih murah dengan porsi yang banyak,  yang berikutnya mungkin Singapura, Thailan, Vietnam, dll...

terima kasih, Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.

 

 

IMG_0254.JPG

IMG_0339.jpg

IMG_6348.JPG

IMG-20171019-WA0313.jpg

IMG-20171019-WA0356.jpg

IMG-20171019-WA0271.jpg

IMG-20171019-WA0174.jpg

IMG-20171019-WA0276.jpg

IMG-20171019-WA0280.jpg

IMG-20171019-WA0022.jpg

IMG-20171019-WA0023.jpg

IMG-20171019-WA0036.jpg

IMG-20171019-WA0017.jpg

IMG-20171019-WA0042.jpg

IMG-20171019-WA0043.jpg

IMG-20171019-WA0050.jpg

IMG-20171019-WA0163.jpg

IMG-20171019-WA0194.jpg

IMG-20171019-WA0214.jpg

IMG-20171019-WA0363.jpg

IMG-20171019-WA0364.jpg

IMG-20171019-WA0369.jpg

IMG-20171019-WA0219.jpg

IMG-20171019-WA0236.jpg

IMG-20171019-WA0247.jpg

IMG-20171019-WA0137.jpg

IMG-20171019-WA0138.jpg

IMG-20171019-WA0358.jpg

IMG-20171019-WA0054.jpg

IMG-20171019-WA0055.jpg

IMG-20171019-WA0059.jpg

IMG-20171019-WA0110.jpg

IMG-20171019-WA0130.jpg

IMG-20171022-WA0028.jpg

IMG-20171022-WA0047.jpg

IMG-20171022-WA0053.jpg

IMG-20171022-WA0067.jpg

IMG-20171019-WA0387-1.jpg

IMG-20171019-WA0211.jpg

IMG-20171019-WA0212.jpg

IMG-20171019-WA0282.jpg

IMG-20171019-WA0322.jpg

IMG-20171019-WA0330.jpg

IMG-20171019-WA0362.jpg

IMG-20171019-WA0038.jpg

IMG-20171019-WA0333.jpg

IMG-20171019-WA0047.jpg

IMG-20171019-WA0134.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, telatgabung said:

ya pengennya sih.. tapi bagi yg jarang pepergian kaya sayah mah apa peerlu e paspor om momod?

Ya sebenarnya perlu gak perlu sih, tapi ke depannya bakalan E-Paspor semua jadi gak salah nya udah mulai duluan :) @telatgabung

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 minute ago, deffa said:

Ya sebenarnya perlu gak perlu sih, tapi ke depannya bakalan E-Paspor semua jadi gak salah nya udah mulai duluan :) @telatgabung

ya liat nanti om hehe boleh juga sih siap tahu bisa ke jepang y om ktnya free visa ya,, kan om Deffa pernah k sn..

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
48 minutes ago, telatgabung said:

ya liat nanti om hehe boleh juga sih siap tahu bisa ke jepang y om ktnya free visa ya,, kan om Deffa pernah k sn..

 

Ya betul free visa tapi tetap harus di Cap Visa Waiver dlu di kedutaan Jepang, tapi Gratis

Share this post


Link to post
Share on other sites
15 hours ago, deffa said:

Ya betul free visa tapi tetap harus di Cap Visa Waiver dlu di kedutaan Jepang, tapi Gratis

mantap, selain jepang negara mana lg yg bebas visa /selain asia tenggara

Share this post


Link to post
Share on other sites
32 minutes ago, telatgabung said:

ok Om Deffa maksih, om mohon nanya, kalo nama profil saya di forum ini bisa ga sih diganti?

kayak nya bisa tapi jadi rubah username nya, karena nama profil itu sama dengan username. Mau diganti jadi apa? @telatgabung

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta