petrus.sitepu

Cirebon, salah satu destinasi wisata di akhir minggu.

6 posts in this topic

Cirebon, salah satu kota di daerah jawa barat yang patuh dicoba untuk destinasi wisata di weekend anda. 2hari saja sudah cukup kalau anda ingin berkeliling di kota Cirebon, anda bisa wisata kuliner dan belajar sejarah tentang kerajaan di cirebon dari keraton kasepuhan, keraton kacirebonan hingga keraton kanoman.

Akses yang bisa anda tempuh menuju kita Cirebon bisa menggunakan kereta api ataupun membawa mobil sendiri. Apabila anda menggunakan kereta api anda cukup menghabiskan biaya Rp 100,000,- sudah sampai cirebon dengan menggunakan kelas ekonmi ac. Kereta ekonomi AC sehari ada 3 jadual, jadi tinggal pilih sesuai dengan kenginan anda. Apabila anda memutuskan untuk membawa mobil sendiri biaya tol yang akan anda keluarkan untuk sekali jalan dari tol dalam sekitar Rp 110,000 dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 200km.

Bagaimana dengan hotel di Cirebon, jangan khawatir banyak pilihan hotel disana dari kelas budget atau luxury bahkan ada guest house juga. Penulis selama dicirebon menginap di 2 hotel yaitu di Hotel Amaris dengan rate sekitar Rp 300,000 (sudah termasuk breakfast 2 orang) didaerah Jalan Siliwangi (jalan boulevard kota cirebon, tidak jauh dari kantor balaikota. Hotel Amaris juga tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon) dan Hotel Batiqa dengan harga sekitar Rp 350,000 (belum termasuk makan pagi). Tapi jangan kuatir di cirebon banyak makanan lokal yang cocok untuk sarapan pagi dari nasi lengko ataupun docang.

Wisata sejarah menjadi salah satu wisata yang sangat direkomendasikan selama anda di kota Cirebon, karena kota cirebon sendiri memiliki 3 keraton yaitu keraton kasepuhan (terbesar), keraton kacirebonan dan keraton kanoman. Penulis merekomendasikan keraton yang pertama kali dikunjungi yaitu keraton kacirebonan kemudiaan keraton kasepuhan yang terakhir keraton kanoman.

Dimulai dengan keratonan kacirebonan, keraton ini tidak terlalu luas hanya perlu waktu 30menit - 1 jam untuk melihat keraton ini. Harga tiket untuk masuk keraton kacirebonan sebesar Rp 10,000. Destinasi selanjutnya yaitu keraton kasepuhan, Keraton ini lebih besar dibandingkan keraton kacirebonan. Harga tiket masuk kedalam keraton kasepuhan dikenakan biaya Rp 15,000.  Jam yang direkomendasikan untuk mengunjungi keraton kasepuhan yaitu diatas jam 1 siang walapun panas tapi anda akan bisa melihat pertunjukan tari khas cirebon secara gratis. Selain melihat pertunjukan tari anda juga akan beberapa peninggalan keraton lainya tapi kalau anda ingin masuk ketempat tersebut akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 10,000 - Rp 25,000 tergantung tempatnya. Selain itu di keraton kasepuhan anda bisa melihat mata air yang konon tidak pernah kering sepanjang musim, sama halnya dengan tempat lain didalam keraton kasepuhan untuk masuk ke area mata air dikenakan biaya Rp 10,000.

Destinasi keraton yang terakhr yaitu keraton kanoman, tidak susah payah melihat keraton kanoman karena hanya tersisa bagian luar saja masuk kedalam tidak memungkinkan karena digunakan untuk tempat tinggal. Tapi didepan keraton kanoman terdapat fresh market yang tidak hanya menjual sayur tapi makanan khas cirebon bahkan hasil laut khas cirebon. Apabila anda ingin ke keraton kanoman, penulis menyarankan pagi hari dikarena didepan pasar kanoman terdapat makan khas cirebon seperti Tahu Gejrot (tepat diseberang ruko manisan shinta), Docang (di seberang pintu masuk pasar kanoman), Es Duren (dimana kalian akan mendapatkan 3 buah duren) dan Nasi Leko (Nasi yang diberi potongan tahu, tempe dan oncom). Selain makan tersebut ada 2 makan khas lagi yang perlu dicoba selama dicirebon yaitu Nasi Jambalang (rekomendasi Nasi Jamblang Mang Dul dan Nasi Jamblang Ibu Nur) dan Empal Gentong (rekomendasi Empal Gentong Krucuk dan Empal Gentong H Apud)

Selain ketiga keraton, anda juga bisa mengunjungi Gua Sunyaragi. Letak dari gua ini  agak keluar kota cirebon (sekitar 3-4km dari area kota cirebon). Penulis menyarankan apabila anda mengunjungi gua sunyaragi pada sore hari, karena warnanya baik untuk foto. Gua Sunyaragi cocok untuk anak muda yang suka posting di social media khususnya instagram, karena area ini instagramable (kata anak muda sekarang, silakan cek instagram penulis ada foto di gua sunyaragi -id : herr.sitepu).

Kalau ingin membawa buah tangan khas cirebon silakan anda menuju Batik Trusmi (sekitar 7-8Km dari area kota cirebon). Anda mencari batik khas cirebon yaitu mega mendung? Ada di batik trusmi baik batik tulis atau batik cap. Harga di batik trusmi dari Rp 50,000 sampai adanya yang Rp 5,000,000 (umumnya batik tulis). Di batik trusmi juga ada tempat untuk belajar membatik, dan hasil membatik kita bisa dibawa pulang juga. Tidak hanya batik di batik trusmi anda bisa membawa buah tangan berupa makanan khas cirebon seperti kerupuk melarat.

Jadi tunggu apalagi, apakah anda tidak penasaran dengan kota Cirebon? Selamat traveling.

2017-10-28 14.36.17.jpg

2017-10-29 08.56.26-2.jpg

2017-10-29 08.24.29-3.jpg

2017-10-29 17.49.27.jpg

2017-10-29 15.44.04.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By kalmura
      Masih dengan negara yang sama... United Kingdom. Oke selanjutnya di part ini gw bakal memberikan sedikit pengalaman di kota southampton dan Liverpool. hmmmm mungkin banyak dari kita yg berfikir ngapain sih ke southampton. Atau dengan kota kedua yaitu liverpool... kalo kota ini jelas impian dari semua liverpudlian di seluruh penjuru dunia. Adalah mengunjungi markas dari salah satu Club sepakbola terbaik di dunia terutama di daratan britania raya. Yups... Anfield Stadium. Selain itu di kota ini terdapat sebuan band legendaris ... yaitu The Beatles. Sebuah Grup Band yang mempunyai tempat tersendiri di hati para fans nya.
      Oke melanjut ke kota yang mungkin gak banyak orang tau mengenai kota ini. Southampton. Ada apa sih disini??? Sebuah kota pelabuhan di Inggirs bagian selatan. hmm kalo mengenai sejarah dari kota ini bisa lu pada buka di mbah google aja hehehe... yang menarik dari kota ini menurut ane adalah... Titanic. yaaa kapal titanic yang legendaris yang walaupun pada saat itu mendapat banyak penghargaan namun aktor pria si om ganteng leonardo dicaprio justru tidak mampu meraih penghargaan walaupun doi sudah susah payah melukis rose yang di perankan oleh kate winslet. Ups.. Tapi bukan lukisan itu point nya. disini lah bermula perjalan Kapal Titanic yang legendaris itu.
      Sebenernya gw ke kota ini hanya one day trip aja... Ya di karenakan ada temen gw yang dulu satu kantor lagi dapet beasiswa sekolah di University Of Southampton. Oke kita mulai aja perjalanan dari London ke Southampton.
       
      london - Southampton
      Dari london gw menggunakan moda transportasi Bus, yaitu menggunakan National express. Hmmm menurut gw harga nya cukup mahal karena gw on de spot untuk beli ticketnya. harga nya 16.50 GBP. cukup mahal, hanya memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit waktu tempuh. Dari london ticket bus bisa di beli di Victoria Station for coach (dalam bahasa inggris bus = coach). Jadi perlu di ketahui kalo Victoria Station ini cukup membingungkan. Pake GPS gw 2x salah jalan hahaha.... karena di sini ada stations buat kereta juga. Jadi untuk terminal coach nya agak berjarak 500m dari terminal kereta.
      Oke lanjut ke pembelian ticket. Ticket bisa lu beli di mesin atau di counter penjualannya. Di station ini ada beragam maskapai bus dan destinasinya. mau destinasi domestik ataupun international semua ada di terminal ini. Mulai dari Megabus, National express, eurolines dll...
      Karcis dari London ke Southampton

       
      Southampton

      Menurut gw kota ini enak... entah karena gw cuma one day trip kesini atau memang karena kota ini kota pelabuhan yang memiliki rasa tersendiri.
      Memorial of Titanic

       
      Layaknya kota-kota di Britania Raya, rivalitas sebuah club sepakbola memang cukup menjadi topic yang sangat menyenangkan. Dimana disini terdapat dua buah club English Premier League yaitu Southampton dan Pourthmouth.
       
      Stadion Kebanggaan Southampton ST. Mary's Stadium

      Hmmmm.... menurut gw sih emang gak banyak tempat wisata di southampton, tapi karena gw mw lepas kangen aja ama temen gw di sini hehehe...
      Karena otak gw gak sanggup kalo harus beasiswa di Universitas ini, ya foto disini aja udah gud lah bwt gw... hahahaa

       
      Sore harinya gw balik ke london,,, untuk melanjutkan perjalanan ke esokan hari ke Liverpool....
       
      ......... Go to Liverpool......
      Memulai perjalan melalui Victoria Coach Station... Gw mempercayakan perjalan menggunakan Megabus.. dengan harga London - Liverpool 7 GBP. Yang gw beli jauh hari sebelum berangkat. Perjalanan dari London ke Liverpool sekitar 5 jam perjalanan. Menurut gw mega bus cukup nyaman, ada colokan untuk charger hp juga... untuk seat kita bebas me duduk dimana, karena bus ini bertingkat lu pada bisa pilih aja,, siapa cepat dy dapat... hehehe
      Sampai di liverpool pemberhentian bus terakhir adalah di liverpool one station. dan letaknya di pusat kota liverpool. Dikarenakan gw nginep di YHA Liverpool, maka gw cuma jalan sekitar 500an m aja... kalo gak salah hehehe... sesampai nya di Liverpool gw disambut hujan... huft...
      Liverpool.. The Merseyside City kota tepi sungai yang legendaris...

       
      Liverpool Bis Station memang tempat yang strategis... Di depan terminal tersebut ada bangunan bernama Albert Dock yang juga menjadi icon kota liverpool. Kemudian memasuki area tersebut terdapat museom dan yaa... The beatles museum.

       
      Di sekitar area ini juga terdapat pusat perbelanjaan yaitu John Lewis.
       
      Gak lengkap memang jika berkunjung ke kota ini tanpa mampir ke Anfield stadium... Untuk menuju ke anfield melalui liverpool one bus station. dengan menunggu coach no 26 untuk berangkat. Melalui coach no 26 ini lu bisa turun di depan stadion pas. Dengan harga ticket untuk sehari adalah sebesar 4.20GBP. Jadi dalam satu hari lu bisa naik turun bus terserah kmn aja. Kemudian untuk kembali dari anfiled ke kota lu bisa menggunakan bus no 27.

       
      This is Anfiled....
      mimpi dari sekian banyak orang untuk bisa berada di sini... dan gw adalah bagian dari sedikit orang yang berkesempatan mengunjungi tempat ini.

      Yaps liverpool... Bahkan dulu gw pikir hanya ada dalam mimpi aja gw bisa ketempat ini... dan ternyata Tuhan mewujudkan salah satu mimpi gw...
       
      hmmm mungkin sekian aja dulu FR dari daratan Britania Raya....
       
      "You'll Never Walk Alone"
    • By nashir
      Setelah 4 malam stay di Orchid Hostel, Hari ini kita checkout dan Pindah ke Golden Mountain Hostel yang baru aja kemarin kita booking, Karna tinggal itu satu-satunya hostel di kawasan Khaosan Road yang tersedia untuk 16 orang. Harga per malamnya Rp 180.000/orang. Kita mesen 2 Room, 1 Room Female Dormitory untuk 8 orang & 1 Room lagi Mixed Dormitory untuk 8 orang juga.   Lagi siap-siap checkout di kamar, Teh Doll nyamperin aku ngasihin Kalung Yes or No pesenan aku titipan dari P'Ian. Oh iya lupa heu. Buat apa kalung gituan? Kalau kalian mau tau buat apa kalung itu coba deh nonton film Yes or No 2 yang di peranin sama Kim (Tina) & Pie (Sushar) Dibadan kupu-kupunya bisa nyelipin gulungan kertas pesan gitu. Kalung ini bakal aku jadiin salah satu mas kawin untuk pernikahan aku nanti #uhuk (Jomblo ngebahas nikahan #SikatMang). Harganya sih lumayan 900 Bath (Rp 360.000) harga asli dibarcodenya 990 THB (mungkin lagi diskon) Jadi kalau dikasihin ke cemewew terus putus kan sayang, Soalnya kalung ini Original, Limited Edition, Gak gampang dapetinnya & gak ada KW nya haha. Jadi aku siapin buat mas kawin aja *LOL*   Kalung Yes or No Original (:     Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 1   Voucher Golden Mountain Hostel Agoda 2   Setelah semua siap aku minta tolong ke penjaga Orchid Hostel tolong panggilin 4 Taxi, Gak lama 1 per 1 taxi pun datang. Setelah ngobrol panjang lebar antara s penjaga hostel dan 4 supir taxi akhirnya kita berangkat dan semua nyasarrr karna supir taxi gak begitu hapal jalan dan Voucher Hostel ini gak aku print, Cuman ada di handphone aku doang, cuman 1 taxi yang nyampe cepet duluan gak nyasar. Ongkos taxi yang aku naikin 103 Bath dibagi 4 orang jadi masing-masing 26 Bath.   Grup perempuan yang duluan nyampe mereka langsung checkin hostel tanpa nunjukin bukti bookingnya. Haiihh pantes aja pas aku nyampe aku jadi rada pabeulit sama s penjaga hostel yang nanyain bukti booking mereka. Gimana mereka mau nunjukin... aku sendiri aja gak punya printnannya huhu. Setelah aku tunjukin di email baru lah semua clear huh. Tapi kita gak bisa langsung masuk kamar karena masih terlalu pagi, belum bisa checkin. Akhirnya kita semua nitipin barang dulu aja menuhin lobby hostel haha Setelah itu nyari tuk-tuk ke Siam 120 Bath dibagi 5 jadi 24 Bath/Orang.     Awas Salah Focus!   Dari depan Siam kita jalan naik ke BTS National Stadium beli ticket tujuan Asoke 31 Bath. Lalu kita ke Terminal 21. Di Terminal 21 ini semacam Mall tapi tiap lantainya beda-beda konsepnya. Tiap lantai ngambil konsep 1 negara jadi tiap lantai juga toiletnya beda-beda tergantung negaranya.     Sebelum explore mall ini yang belum punya internet aku suruh register dulu di bagian Informasi, cuman nunjukin paspor doang nanti kita dapet user & password untuk login wifi berlaku 1 tahun. Karna aku masih punya akun taun lalu, jadi aku gak perlu daftar lagi tinggal login aja dan menikmati fasilitas wifi gratis di seluruh area Terminal 21.     Disini sih mau belanja bisa, cuman liat-liat / foto-foto juga oke dan makan di foodcourt sini murah banget...     Setelah semua makan kita mau nyobain MRT. iyah nyobain MRT doang tanpa ada tujuan yang jelas 5555+ Bedanya MRT sama BTS apa? kalau BTS tuh jalurnya di atas jalan nah kalau MRT dibawah tanah, Karna semuanya pingin nyobain naik MRT kita jalan dulu kebawah dikit dari Terminal 21. Udah nyampe di Station MRT kita beli koin MRT jurusan Sukhumvit - Rama 9 dengan harga 19 Bath. Oh ya bedanya lagi BTS sama MRT kalau BTS menggunakan semacam ticket kertas kalau MRT menggunakan semacam koin hitam, Keduanya sama cara pakenya tinggal di tap aja. Oh ya kalau beli ticket BTS harus pake uang koin kalau MRT bisa pake uang kertas.     Setelah semua dapet bergegas lah kita menuju MRT, cuman s teh (sebut saja Mawar nama disamarkan) ada sedikit trouble gitu, udah di tap koinnya tapi gak ngebuka-buka s pintunya. Karna aku ada di belakangnya aku cobain tap pake koin aku dan kebuka, Dia bisa masuk #eh aku kejebak gak bisa masuk TOT TOT TOT bunyi dari s mesinnya, gara-gara ini aku ditarik sama petugas huhu,-   Setelah ditanya-tanya sama petugas dalam Phasa Thai yang sedikit aku ngerti artinya tapi gak tau jawabnya apa, Aku jawab aja pake bahasa Indonesia haha. Jadi dia tanya : ini koin beli dimana, tujuan kemana? pake Phasa Thai. Aku jawab pure pake bahasa Indonesia: Mau ke Rama 9, beli koin barusan disitu cuman tadi kayaknya ke tap buat temen aku gitu. Dan koin aku langsung dia ambil terus diganti sama koin baru dan lolos deh wkwkwk Ngomong mah pake bahasa apa aja weh yang penting nyambung 5555+       Setelah naik & turun dari MRT kejadian serupa terjadi lagi. Koin nya s Teh Mawar ilang katanya gak ada, sementara yang lain semua udah pada nunggu diluar, cuman terakhir aku doang sama dia. Sebenernya aku lagi BT sama dia, kalau aku engga baik mah paduli teuing da udah aku tinggalin, cuman karna aku baik dan gak tegaan.. ya udah aku tungguin sambil dia nyari koinnya. setelah di ubek-ubek sakunya akhirnya ketemu juga tuh koin dan bisa keluar.   Karna naik MRT ini emang cuma "pingin nyobain" aja tanpa ada tujuan, gak tau deh mau kemana lagi, kalau malem sih di Rama 9 kita bisa dugem di RCA cuman karna masih siang jadi gak tau mau kemana lagi, aku belum pernah explore daerah Rama 9 cuman pernah ke RCA nya aja. Tadinya sih mau balik lagi ke Sukhumvit terus naik Taxi dari sana ke Mall Platinum, cuman karna berhubung di depan kita juga banyak taxi aku coba tanya, bisa gak nganterin kami ke Mall Platinum dan ternyata bisa. 1,2,3 taxi gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah huhu. Taxi dari Rama 9 ke Mall Platinum 67 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 17 Bath.   Sampe di Platinum kita semua gak barengan jadi mencar tanpa ada yg ngabarin meet pointnya dimana. Ya udah santai ajalah kata aku, kita belanja dulu aja. Setelah jalan dari lantai ke lantai nemu lah 1 toko jam yg lagi diskon!!! Jam nya keren-keren dan murah banget, 1 nya cuma 99 Bath aku beli 2 jadi 198 Bath. hihi lumayan (:     Udah itu kami ber 4 langsung ke Foodcourt karna aku, Bro Sendy & Bro Denny tadi belum sempet makan di Terminal 21. Aku seperti biasa makan Spicy + Pepsi di KFC 99 Bath. Lagi makan #eh ada grup nya Karin nyamperin minta dianter ke tempat belanja yang murah. wokeh tunggu aku selesai makan. Udah itu langsung aku ajak mereka ke tempat langganan aku yang waktu itu diajak kesini sama temen dari Backpacker Dunia, Teh Anna.   Oh ya penjualnya disini bisa Bahasa Indonesia loh dan orangnya friendly banget jadi bisa nawar-nawar santai pake bahasa Indonesia, kan kalau nawar-nawar pake Phasa Thai lumayan ribet juga. Yang lain sih pada ngeborong, tadinya aku juga mau ngeborong lagi tapi karna uang aku ilang 500 Bath jadi aku cuma beli gantungan gunting kuku aja 120 Bath (setelah diskon)  karna aku ngajak banyak temen-temen aku belanja disini jadi aku minta diskon dan minta bonus hihi dikasih lah masing-masing 1 gantungan kunci bentuk gajah hihi Khob Khun :)       Udah itu kita semua kumpul di lantai dasar dan mau langsung lanjut ke Chocolate Ville, setelah semua kumpul ternyata ada yang belum sempet belanja karna katanya dari tadi mereka cuman muter-muter dan gak nemuin kami. Ya udah aku ajak balik lagi mereka ke atas ke tempat tadi kami belanja. Oh ya letak toko ini dibelakang foodcourt lantai atas, Cari aja Kalaya Handicraft. Karna tadi belum sempet foto sama s tetehnya yang aku lupa namanya, Setelah pada selesai belanja aku minta foto deh ber 2 sekalian promosiin toko dia heheu.     Setelah semua belanja kirain teh bakal ada yang ngasih sesuatu buat aku gitu & ternyata engga -__- Disitu saya kadang sedih,-   Okelah kita langsung nyebrang dari Platinum nyari taxi disana, Taun lalu juga dengan rute yang sama dari sini susah banget dapetin taxi yang mau nganterin kita ke Chocolate Ville padahal waktu itu kami udah di bantu sama member Couchsurfing asli orang Thailand. Cuman mungkin kali ini aku udah mulai bisa dan terbiasa pake taxi di Thailand jadi gak terlalu susah. Seperti biasa taxi ke 1,2,3 gampang dapetinnya giliran taxi terakhir buat aku selalu aja susah dan sialnya kenapa aku harus selalu kebagian setaxi dengan s mawar #arrggHHHH!!!! Hari ini udah 3x naik taxi dan selalu kebagian sama dia, sumpah di taxi selalu debat yang bikin BT luar biasa!   Setelah nyetop belasan taxi akhirnya ada juga yang mau nganterin kami ke Chocolate Ville, karna emang Chocolate Ville cukup jauh sih. Tapi untung kami kebagian taxi terakhir yang bisa pake argo dan ongkos cuma 179 Bath dibagi 4 jadi masing-masing 45 Bath, sementara taxi yang lain gak pake argo jadi 300 Bath haha da setau aku, taun lalu juga sih sekitar segitu ongkos taxi nya, jadi aku negoin aja biar cepet (:     Setelah aku sampe di Chocolate Ville, yang udah nyampe duluan mereka lagi asik foto-foto huhu curang. Setelah di hitung-hitung jumlah orang yang ada kurang... Ada 1 taxi lagi yang belum nyampe dan setelah cukup lama nunggu akhirnya mereka sampe dan katanya dibawa nyasar sampe ke Asiatique wkwkwk Sabar yah itung-itung udah ke Asiatique duluan karna rencana kita selesai makan malam di Chocolate Ville baru mau ke Asiatique.   Oh ya Chocolate Ville tuh seperti "Eropa" nya Bangkok tempatnya super-super romantis dan selalu penuh. Jadi jangan lupa reservasi tempat dulu sebelum kesini. Waktu itu sih kita di reservasi-in via telephone sama temen Thailand kita, cuman kali ini aku udah reservasi dari jauh-jauh hari Via Email untuk 20 orang walaupun yang jadi cuman 16 orang heu.       Oh ya makan makanan disini termasuk mahal heu tapi sebanding lah dengan view tempat yang begitu amazing. Apalagi kalau kamu kesini sama pasangan beuuhhh juara. Bahkan aku punya rencana nanti kalau mau preweding pingin di photo preweding disini #hahaydeuh.   Karna katanya masih pada kenyang jadi kita semua udunan mesen beberapa loyang pizza & minuman masing-masing, Aku sih ngikut aja, jadi aku pesen Pizza bareng-bareng + Mango 110 Bath. Menu yang paling murah disini seporsi yaitu nasi goreng nanas 250 Bath, taun lalu aku nyobain dan rasanya bener-bener nikmat. jadi yang mau kesini cobain deh nanti pesen nasi goreng nanas rasanya dijamin TOP, Soalnya waktu itu pernah nyobain nasi goreng nanas di resto ala Thailand di Bandung itu beda banget lah sama disini, Kalau disini mah beneran nasi goreng nanas, disana mah nasi goreng cangkang nanas 5555+   Sambil nungguin pesenan datang semua langsung nyebar untuk foto-foto, Wuh aku ketinggalan gak ada batur, Kebetulan Denny ngeluarin Danbo nya, Ya udah aku pinjem dulu mau foto-foto sendiri aja, Jomblo & si Danbo.                           Galau banget kan pose-pose s Danbo nya? Sama dengan suasana hati s tukang foto haha (:   Pas balik lagi makanan & minuman udah siap, oke lah langsung kita lahap, hap hap hap. Karna aku masih keliatan unmood, Denny nawarin : Bro Bir ah??? Beuuhhhh aku sih belum pernah nge-bir seumur hidup aku, jangan kan minum-minum, ngeroko aja engga wkwk laki-laki macam apaan aku ini, jadi anak ko terlalu baik. *LOL* Hayuuu lah bro kagok strees yeuh ku s mawar -__-   Ada 2 pilihan antara Chang / Singha akhirnya kita putusin beli Bir Chang 85 Bath. Sidik diselidik alkoholnya 5,8% Haiih seriusan ini teh untuk pertama kalinya aku akan minum bir yang mengandung alkohol 5,8%? ahh kapan lagi... Sesuai prinsip aku aja "When You Traveling, Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Tapi tetap ikuti aturan & adat istiadat yang berlaku" karna bir bukan masalah di Thailand, okelah aku coba #hiks minum sedikit-sedikit gak kerasa ngefek apa-apa tuh. kalau kata orang-orang sih minum minuman alkohol bisa ngilangin stress, tapi gening aku engga, masih tetep weh gini,-         Bro Sendy : iya da minumnya sedikit-sedikit, coba tambahin es batu terus langsung abisin segelas. Oke, I Try! glek glek glek abis langsung segelas mulai rada ngelayang wkwkwk #Jeprutlah   Okelah sambil sedikit menetralkan kita liat wajah yg sedang asik menikmati hidangan, gak tau kelaparan haha.     Sementara yang lain masih asik foto-foto.                 Dalam keadaan setengah sadar aku inget prinsip Do Whatever The Fuck You Wanna Do! Ah kagok edan... aku langsung lari muterin tangga naik ke atas towernya, nyampe di atas tower kepala terasa pusing puluhan keliling, mungkin karna efek alcohol dan efek kejeprutan aku yang ngapain juga lari-lari naik ke atas tower, udah tau tangganya muter-muter   Sampe atas terlihat view yang begitu indah, Bersyukur dan berterimakasih atas nikmat yang Tuhan berikan. Aku bisa merasakan keindahan tempat ini untuk ke 2xnya. Gak lupa juga aku nge-goda beberapa teman untuk datang langsung kesini lewat tulisan (:                 Semakin larut malam tempat ini semakin indah & semakin romantis ingin rasanya cepet-cepet ngajak pasangan ketempat ini #hiks sudahlah mblo focus dulu aja pada impian mu sir. OKE SIP. Turun dari tower aku lari lagi nurunin tangga muter-muter, Alhasil keluar dari tower hampir ongkek haha jeprut kan.   Setelah semua puas bermain di tempat ini kita akan melanjutkan tujuan selanjutnya yaitu Asiatique. Cuman gak tau kenapa gak jadi kesana dengan alasan udah cape dan terlalu malem, Padahal Asiatique juga semakin malam semakin indah. #ah ya sudah lah cari taxi untuk langsung balik ke hostel. Setelah yang lain mencoba tawar menawar mereka dapet harga yang cukup tinggi dan belum termasuk tol.   Ya udah biar aku aja yang cari taxi di depan CV suka ada banyak taxi yg stay & lebih murah. Dan disini aku debat lagi tuh sama s teh mawar, bukannya terima kasih udah di bantuin malah ngalonyeng. Karna cuman 3 taxi yang tersedia  jadi ada yang ber 5 ada yang ber 6. Karna beberapa orang katanya uang Bath nya udah bener-bener tinggal dikit aku sampe bilang: "Yu grup yang gak punya uang naik taxinya ber 6" wkwkwk dan aku ngikut yang ber 6, Padahal sebenernya aku masih nyimpen uang di paspor aku, cuman biar yg uangnya udah tinggal dikit lagi tenang, Aku bilang santai aja, uang aku juga udah abis hihi. Tapi yaa uang di paspor aku emang sengaja aku sediain buat backup aja, kalau-kalau ada yg kehabisan uang bisa pake uang aku dulu (Smart Travelerkan si gue ahaha)   Cuman takutnya aku malah ongkek karna pa sedek-sedek di taxi yang ber 6, jadi aku di taxi yang ber 5 aja dan bersyukur banget kali ini gak setaxi dengan s mawar yeah! Aku duduk di depan dan bilang ke supir taxi: jendelanya jangan ditutup aku sedikit drunk bisi ongkek haha. Ongkos taxinya dari Chocolate Ville sampe depan Siam 500 Bath dibagi 5 orang jadi masing-masing 100 Bath.   Dari Siam ada yang mencar balik dulu ke Orchid Hostel ngambil laundry, dan s mawar juga ngikut katanya hengponnya ketinggalan disana. Okelah kita yang mau langsung balik ke Golden Mountain Hostel 13 orang. Karna udah malem dan hari ini masih Songkran hari terakhir kita sewa 2 tuk-tuk untuk ber 13 haha kebayangkan desek-desekan nya gimana? Tuk-tuk aku sih 7 orang dan yang peot-peot semua, jadi gak begitu sempit, lah tuk-tuk 1 lagi 8 orang dan kebayakan orang-orang berisi wkwkwk nikmati saja lah.   Ongkos tuk-tuk dari depan Siam ke Golden Mountain Hostel 200 Bath dibagi 7 jadi masing-masing 29 Bath. Dan selama perjalanan menuju hostel pun kita beberapa kali kena siram haha di tuk-tuk aku sih s Denny yang jadi basah semua karna dia duduk paling ujung dan kena siram langsung air seember, Aku kebetulan di tengah jadi cuma kena cipratannya aja hihi.   Sampe hostel semua barang kita masih aja numpuk di lobby wkwk untung aja gak ada yang ilang. Setelah itu kita dibagi kamar dan ternyata jadi 3 kamar, 1 kamar untuk 8 orang female only, 1 kamar untuk 5 orang & 1 lagi untuk 3 orang. Aku ngikut yang 5 orang aja heheu. Dan kamarnya bagus banget lah super-super empuk & nyaman dan kali ini ada colokan charger di tiap tempat tidur masing-masing, jadi gak rebutan kayak waktu di Orchid huhu.   Aku tengok ke kamar yang perempuan karna liat di gambar sih bagus dan pas masuk wiih beneran bagus. Aku tanya ke semua : Gimana kamarnya?? semua dengan kompak menjawab : baguss.... Yeee syukurlah kalau semua seneng, gak salah milih hostel berarti.     Karna lapar aku, Bro Sendy, Denny & Giri langsung cari makan keluar tanpa mandi dulu. Setelah muter-muter nemu lah penjual kacang yang aku cari-cari. Kita dikasih cobain gratis dan rasanya enak banget, mau beli tapi harganya lumayan mahal jadi gak jadi beli deh wkwk #HampuraMang. Udah mentok gak ada pedagang makanan lagi, yaudah kita balik ke tempat awal makan disitu, aku mesen Fried Noodle 55 Bath. Rasanya sedikit aneh tapi yaa nikmatin we lah, laparr.. Kita udah selesai makan, Karin sama Billy baru datang ngajak ke 7eleven, Ya udah kita kesana, aku beli menuman lecy 12 Bath. Terus s Karin ngajak makan, ya udah aku ajak lagi ke tempat kita makan barusan. karna kita udah makan barusan jadi cuman ikut nongkrong doang. Karna aku masih sedikit stress sama s mawar, Giri yang sedang asik ngeroko aku minta rokonya nyobain 1 haha. Ini serius aku laki-laki gak bisa ngeroko, tiap ngisep suka batuk-batuk wkwkwk.   Di pikir-pikir dosa aku banyak banget hari ini, mulai dari lupa ibadah, minum alkohol, makan-makanan yang belum tentu halal, ngeroko, ngomongin s mawar, Ahh sudahlah Markibo (Mari Kita Bobo).   Part 6
    • By Sari Suwito
      Masih melanjutkan liburan Hari Raya Idul Adha di Malaysia, tepatnya hari sabtu pagi sekitar jam 9 kami mengantarkan anaknya tuan rumah (usia sekitar 8 tahun) untuk pergi les bahasa Inggris, tempat les tak jauh dari rumah sih. Begitu sudah antar anak tersebut kami lanjut jalan-jalan ke pasar Seri Selayang, pasarnya seperti pasar kaget gitu, banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggiran jalan ada juga pedagang sayur mayur yang menempati lapak bangunan semi permanen gitu. Sepertinya para pedagang di pasar ini sengaja atau tak sengaja mengelompok berdasar asal mereka, ada lapak pedagang Indonesia, Melayu, India, dan China.

      Pasar ini memiliki court yang lumayan besar, aneka jenis makanan tersedia disini, jadilah kami sarapan disini, saya memilih untuk sarapan nasi lemak. Ga afdol kalau ke Malaysia ga makan nasi lemak...hehehe...

      Setelah selesai sarapan sebelum balik ke rumah, kami berbelanja buah-buahan dan martabak manis, oh ya disini martabak manis disebutnya apam balik lho. 

      Di rumah, sambil menunggu jam pulang les yang masih agak lama jadilah saya bersantai sambil nonton tv, sekitar jam 12 saya ganti baju untuk bersiap-siap jemput ke tempat les langsung jalan ke undangan open house temannya tuan rumah yang sudah pensiun. Jadi kalau di Malaysia itu kalau ada orang pensiun dia akan buat semacam pesta perpisahan, lalu di rumah akan undang teman-teman dan kerabat untuk makan-makan gitu.  
       
      Sekitar jam 12.30 kami bersiap untuk ke luar rumah, wolaaaa....ternyata diluar ada kabut asap yang lumayan tebal, tapi the show must go on lah. Sebelum ke tempat open house kami mampir ke Selayang Mall dulu, karena tuan rumah mau berfoto di depan kantor dinas pendidikan yang berada di lantai 3 mall selayang sekalian membeli eksternal drive. Oh ya, tuan rumah sebentar lagi juga memasuki masa pensiun, jadi dia mengumpulkan foto-foto di tempat dia dulu bekerja untuk dijadikan dokumentasi selama masa pengabdiannya.  Mungkin sedikit orang yang membuat hal ini...bisa jadi ide juga nich buat teman-teman lain.
      Selesai urusan di mall selayang, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi open house. Waah...rupanya acaranya meriah banget...sampe pake tenda seperti orang resepsi pernikahan, makanannya juga banyak ada masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand daaan ada juga kambing guling. hehehe.... 
      Selesai acara open house, kami lanjut menuju Shah Alam, kabut asap menyelimuti selama perjalanan, jadi harus hati hati dan waspada untuk menjaga keselamatan berlalulintas. 

      Karena ingin melihat indahnya lampu-lampu di i-city tentu baiknya pada saat hari mulai gelap, jadi untuk menunggu malam hari, kami berjalan-jalan dulu ke GM Klang, GM Klang ini merupakan pusat grosir (kalau sering baca 360 magazine-nya Air Asia, sering muncul tuh iklannya). Tempatnya lumayan luas dengan beberapa blok bangunan di luar bangunan utama-nya. Kami langsung menuju ke bangunan utamanya sih, menurut saya tempat ini semacam pasar asemka/mangga dua tapi dalam versi gedungnya tertata dan rapi gitu. 

      Yang di jual disini aneka produk, rata-rata produk import dari China sih, seperti casing HP, alat masak, pakaian, tas, sepatu, parfum, wall paper, dll.  Kami berjalan-jalan disini sampai jam sekitar jam 6 atau 7 malam, ga inget waktu itu tau-tau waktu keluar dari food court di lantai basement toko-toko sudah mulai tutup, jadilah kami langsung ke tempat parkir dan lanjut ke i-city. 
      Sekitar 20 menit akhirnya sampailah kami di i-city, hari sudah mulai gelap dari jauh sudah keliatan bianglala raksasa dengan lampu hias yang cantik.  Setelah memarkir mobil, kami langsung dech keluar dan berfoto-foto di area outdoornya. 


      I-city adalah area taman bermain terpadu yang menyuguhkan lampu-lampu hias yang dibentuk-bentuk dalam berbagai model di seluruh areanya. Ada bentuk pohon, bunga, burung flaminggo, kereta cinderella, dll. Biaya masuk ke area ini gratis, untuk parkir sih bayarnya RM 10, bisa bayar di mesin auto pay.
      Atraksi di i-city ini terbagi dalam 3 Gate, yaitu:
      Gate A:
      *City of digital lights
      *Giant Ferrish Wheel
      *Bumper Car
      *Circus Travel
      *Pirate Ship
       
      Gate B:
      *Water World
      *Under The Sea
      *SnoWalk
      *Ice Adventure
      *Jungle Train
       
      Gate C:
      *Red Carpet
      *House Of Horror
      *Trick Art Museum
      *Space Mission
      *Adventure Studio
      *Fun Drive
      *Thypoon
      *Sub Marine
      *5D Cinema
      *Jungle Adventure
      *Fitness Junior
      *Rocking Wheels
      *Itsy Bitsy
      Tiket masuk berupa kartu yang bisa di top up. Harga kartu RM 2. Satu kartu bisa dipakai untuk rame-rame, jadi tinggal isi aja nominal yang cukup untuk berame-rame. Berhubung tiket dan sisa deposit ga bisa di refund/ditukar menjadi uang tunai, maka isi aja secukupnya. Kan sayang kalau belum tentu balik lagi ke i-city. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung jam operasi, siang dan malam beda tarif, ada juga tarif normal dan mycard (kalau ga salah mycard ini untuk warga negara Malaysia). 
      Sebelum memutuskan untuk masuk ke salah satu atraksi saya sempatkan untuk berfoto-foto di bagian luar gedung Red Carpet, berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud di Bangkok, jadi saya tak tertarik untuk masuk ke Red Carpet, paling-paling juga mirip.



      Akhirnya saya memutuskan untuk masuk Trick Art Museum, dalam hati sih mungkin mirip-mirip dengan Trick Eye Museum De Mata di Jogja, tapi ga ada salahnya lah coba lihat apa aja koleksi di dalamnya. Harga tiket masuk Trick Art Museum RM 15/orang. 
      Berikut beberapa foto yang saya ambil di dalam Trick Art Museum i-City:








      Setelan keluar dari Trick Art Museum ternyata awish (anak kecil yang bersama kami) ingin main di wahana Itsy Bitsy. Jadi sementara dia bermain di dalam wahana saya sempatkan berfoto-foto di sekitar wahana tersebut.


      Sekitar jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat, untuk besok siangnya saya akan kembali ke Jakarta.
       
      NB:
      Transportasi umum untuk menuju i-city:
      Bus: dari KL naik RapidKL U80 tujuan terminal bus Shah Alam, kemudian naik bus U605 untuk menuju ke i-City.
      CommuterKTM: dari KL naik kereta KTM menuju stasiun Padang Jawa,  kemudian naik taxi untuk menuju ke i-City (ongkos taxi ke i-City kira-kira RM5 – RM7, mungkin harus nego dulu ya)
       
    • By Sari Suwito
      Holaa…Sawadee Kha...Sari here
       
      Melanjutkan FR sebelumnya kali ini saya akan berbagi cerita selama di Bangkok.
       
      Day 1
      Pesawat kami mendarat di Bandara Don Muaeng Bangkok sekitar pukul 4 sore. Selesai proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami keluar menuju pintu arrival untuk menunggu mobil jemputan yang sudah dipesan sebelumnya. Daaan.. nomer HP driver yang dikasih dari kantor rental ketika di telpon nomer itu malah maki-maki pakai Bahasa ga sopan. Dan begitu telpon ke kantor rentalnya susah dihubungi pula. Haduuuh…jadi dag dig dug deh…mana para peserta sudah capek dan ga sabar nunggu mobil jemputan datang.
       

       
       
      Akhirnya setelah mencoba dan mencoba hubungi nomer telpon kantor rental akhirnya tersambung juga dengan managernya, daaaan…rupanya nomer HP driver yang dikasihkan itu salah. Bukan salah 1 atau 2 digit…tapi totally salah. Pantesan ajaa…
      Mobil jemputan akhirnya datang juga, mobil dengan 14 seat cukup untuk kami ber-sebelas. Dalam perjalanan menuju hotel, tour guide kami di Chiang Mai telpon menanyakan keadaan kami, dan memberitahu bahwa di Bangkok mulai diberlakukan “jam malam†jadi semua orang harus berhati-hati. Tour leader kami meyakinkan tour guide bahwa kami menginap di daerah Ramkhamhaeng dan kami akan berkunjung ke area yang jauh dari pusat demo. Jadi sepertinya kami akan baik-baik saja.
       
      Rupanya jumat sore di Bangkok hampir sama seperti di Jakarta, jalanan super macet, bahkan jalan tol pun padat merayap tanpa ampun. Lebih dari satu jam perjalanan kami dari bandara menuju hotel yang berada di Ramkhamhaeng.
      Oh ya, dalam perjalanan menuju hotel (di Jalan Ramkhamhaeng) saya melihat hal yang unik lho, patut dicontoh oleh warga Indonesia nich. Jadi karena jalanan macet, dan mulai diberlakukan jam malam, toko-toko tutup lebih awal, jadi karyawan dan pelajar harus cepat-cepat pulang ke rumah dan dalam keadaan macet ini songtoew dan bus terjebak macet juga. Akhirnya ojek motor merupakan salah satu alternative untuk bisa cepat pulang ke rumah. Nah, para calon penumpang ojek ini kan banyak banget…mereka mau antri sampe panjaaang gitu lho, nunggu tukang ojek berdatangan.
       

       
      Sekitar jam 8 malam kami sampai di hotel Regent Park yang berada di Soi 22 Jl. Ramkhamhaeng. Setelah selesai proses check in dan menyimpan barang di kamar, kami segera turun untuk makan malam di restaurant hotel dikarenakan tidak memungkinkan untuk makan malam di luar. Tanggal 22 malam merupakan awal berlakunya jam malam di Bangkok, pasti restaurant pun akan tutup lebih awal belum lagi jalanan pasti masih macet. Bahkan semua stasiun televisi Thailand berhenti bersiaran. Hanya channel luar negeri saja yang tetap tayang, dan RCTI ternyata eksis lho di saluran tv di hotel ini.
       
      Day 2
      Setelah sarapan pagi di hotel kami berangkat untuk mengunjungi acara THAIFEX (Thailand Food Expo) yang berlokasi di Impact, Muang Thong Thani, Bangkok. Pagi itu hari jumat, jalanan di Bangkok juga mirip di Jakarta, kemacetan lalu lintas sudah mengular sejak kami keluar dari hotel.
      Sekitar satu jam perjalanan akhirnya sampailah kami di lokasi pameran, tempat pameran ini rupanya sangat besar, mirip JCC kalau di Jakarta. Setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi form registrasi untuk mendapatkan tag visitor/buyer. Proses registrasi sangat cepat, tanpa antrian yang panjang karena masih lumayan pagi.
       

       
      Setelah mendapatkan tag visitor kami langsung berpencar, menuju ke ruang pameran, kebetulan pameran berada di Challenger 1 sampai 3, dan saya masuk mulai dari challenger 1.
       
      Begitu masuk ruang pameran, saya terkagum-kagum dengan aneka produk yang di pamerkan. Berkeliling di Thaifex expo ini sungguh memanjakan mata dan lidah, karena bisa icip-icip aneka makanan dari berbagai negara asia dan eropa. Bahkan disini dipamerkan packaging, mesin dan peralatan untuk industry kecil juga lho.
       

       

       
      Beberapa pengunjung menganti es krim di booth Korea.
       

       
      Saya juga sempatkan untuk melihat pavilion Indonesia, dan saya agak sedikit heran. Dalam kesempatan besar ini Indonesia mengirimkan produk yang saya rasa kurang greget di bandingkan negara-negara lain yang membawa produk unggulan negara masing-masing. Bahkan beberapa negara mengambil lebih dari satu pavilion.Melihat geliat produk thailand yang sekarang berkembang pesat, bahkan salah satu visi Thailand adalah menjadi pusat produk halal terbesar di dunia, maka rasanya dengan diberlakukannya Asean Economic Community dimana produk-produk dari negara lain bebas masuk ke Indonesia.
       

       
      Di ruang Challenger 3 memamerkan produk peralatan industri kecil. Ada juga pameran jenis-jenis kendaraan untuk promosi, seperti moving trailer yang desain dan motifnya unik.
       

       
       

       
      Disini juga berlangsung beberapa lomba diantaranya Thailand Ultimate Chef Challenge, fruit crafting, dan roaster's choice award.
       

       

       
      Sekitar jam 12 saya sudah merasa capek berjalan berkeliling, akhirnya saya memilih untuk beristirahat di food court sekalian makan siang. Selesai makan siang, saya kembali ke meeting point barangkali ada peserta lain yang sudah berkumpul. Rupanya belum ada satupun peserta yang berkumpul jadi saya lanjutkan untuk melihat-lihat hall arena, yang tesambung dengan bangunan impact. Pusat pameran ini terintegrasi dengan tempat makan, tempat belanja dan hotel Novotel.
       

       
      Jam 2 siang akhirnya semua peserta sudah berkumpul dan bersiap untuk meninggalkan expo untuk makan di restaurant yang tak jauh dari gedung Impact. Dan, saya pun ikut makan lagiii…hihihi… Setelah selesai makan siang kami melanjutkan kunjungan ke Agro Exchange.
      Dalam perjalanan kami melewati Kementrian Dalam Negeri Thailand, terkait dengan kudeta di Thailand, para pendemo ternyata membangun tenda di jalan raya di depan kementiran Dalam Negeri. Hari ini rupanya para pendemo sudah mulai membongkar tenda-tenda yang dipakai untuk berdemo, mungkin mereka akan berpindah lokasi demo kali ya. Secara pusat demo terbesar di Bangkok adalah di kawasan Victory Monument, National stadium, dan kawasan lain di pusat kota Bangkok. Bahkan menurut penjaga pavilion provinsi Hatyai di Thaifex toko-toko di kawasan pratunam pun tutup karena takut kalau akan terjadi kerusuhan di kawasan itu.
       
      Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di Agro exchange. Agro exchange merupakan pusat pasar induk sayuran dan buah-buahan terbesar di Bangkok, yang dikelola oleh perusahaan swasta. Begitu sampai di lokasi, kami dibuat terkagum-kagum melihat luasnya kawasan dan lengkapnya fasilitas di kawasan ini. Ada bank, showroom mobil, showroom motor, pusat penjualan aneka sayuran dan buah buahan dalam skala besar seperti ini, belum pernah saya lihat di Indonesia. Sungguh luar biasa industry pertanian Thailand ini.
       

       

       

       
      Puas berkeliling di agro exchange kami istirahat di food stall untuk minum dan sekaligus makan durian. Wow…kita pesta durian. Rupanya durian yang sudah dibeli tak habis dimakan, akhirnya kami bawa kembali ke hotel dan dibagikan ke staff front office hotel. 
       
      Jam 19.30 kami berangkat makan malam, dan ternyata jumat malam di Jalan Ramkhamhaeng macetnya minta ampun, jarak yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit terpaksa memakan waktu hampir 1 jam. Malam mini kami makan all you can eat steamboat  halal di Shintorn Restaurant. Disini tersedia banyak menu yang dapat dipilih, antara lain: nasi campur, nasi biryani, aneka sayuran, aneka potongan daging ayam dan sapi. Untuk dessertnya tersedia aneka buah potong, salad buah dan sayur, serta es campur. Oh ya, steamboat disini ga pakai kompor listrik ataupun gas. Tetapi dari bara api yang dipasang dalam tungku kecil diatas meja makan.
       

       

       
      Di samping restaurant ini juga terdapat toko makanan halal, toko perhiasan dan toko pakaian. Jadi selesai makan bisa belanja-belanja juga hehehe…
      Jam 20.30 semua peserta selesai makan, kami lanjutkan untuk jalan-jalan di pasar malam, mobil drop kami di dekat sport stadium, dan kami lanjutkan berjalan kaki melihat-lihat pasar malam di sepanjang jalan Ramkhamhaeng. Dan rupanya jam 20.30 para pedagang sudah mulai berkemas-kemas karena masih diberlakukan jam malam, yaitu mulai jam 22 sampai jam 5 pagi. Bahkan saya yang berniat membeli sepatu pesanan teman-teman saya harus berlari-larian untuk menuju toko sepatu tetapi begitu sampai tokonya sudah tutup. Duuuuh…kecewa bin dongkol dech. Akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat dan berharap besok pagi masih sempat untuk kembali ke toko sepatu sebelum berangkat ke airport.
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya kembali berjalan-jalan dan ternyata saya tunggu sampai jam 9 toko sepatu belum buka juga. Padahal kami harus berangkat ke airport jam 9.30. Dengan lunglai saya kembali ke hotel untuk check out dan kemudian bersiap untuk berangkat ke airport. Misi belanja saya kali ini gagal….hiks.
       
      Hari sabtu pagi, jalanan di Bangkok lumayan lancar, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di Don Muang airport untuk terbang menuju Kuala Lumpur dan melanjutkan ke Jakarta.
       
      Selamat tinggal Bangkok, semoga saya akan kembali kesini dalam situasi yang lebih aman.     
       
       
    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma – Day 1
      Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 8 Mei 2018
      Pagi ini kami sudah berada kembali di Roma. Setelah perjalanan selama 6,5 jam menggunakan kereta Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini. Naik kereta jauh lebih nyaman dibandingkan naik bus, walaupun hanya kelas ekonomi. Kita masih bisa mendapatkan harga murah jika memesan jauh-jauh hari, biasanya 3 bulan sebelum keberangkatan tiket sudah bisa dipesan. Tidak seperti pembeli yang kami temui di Stasiun dengan kelas yang sama tetapi harganya jauh lebih mahal karena membeli on the spot.
      Dari Rome Termini kami ke penginapan dulu untuk cek-in. Kami menginap di Marghera House dekat sekali dengan Stasiun Rome Termini, hanya berjarak sekitar 50 meter. Penginapan yang awalnya menurut kami kurang menyakinkan, tetapi setelah masuk kami merasa “feel like home”.
      1.Vatican City
      Itinerary hari ini adalah Vatican City, kami menggunakan Metro Line A Termini – Ottaviano-San Pietro. Waktu kami berjalan menuju Vatican Museum,banyak sekali yang menawarkan jasa Skip the Line. Memang Vatican City adalah tujuan “Must See” klo ke Roma, makanya ga heran klo banyak yang menawarkan jasa Skip the Line. Setelah tawar-menawar rata-rata mereka memberikan harga yang sama yaitu 2x-3x lipat harga normal. Tapi kalo mau mengantri harus siap-siap mengantri lama karena antrian yang panjang. Akhirnya kami hanya foto-foto di St. Peter’s Square.



      2. Castel Sant’ Angelo
      Setelah itu kami berjalan menuju Castel Sant’ Angelo, yang berada tidak jauh dari Vatican.

      3. Chiesa Nuova
      Dari Castel Sant’ Angelo kami berjalan ke Chiesa Nuova.

      4. Piazza Navona
      Kemudian kami ke Piazza Navona melewati Palazzo della Cancelleria. Di sini ada 3 fountains, di tengah adalah yang terbesar. Sayang, cuaca hari ini kurang mendukung karena langit mendung dan sudah mulai gerimis.


      5. Santa Maria ad Martyres Pantheon
      Saat perjalanan ke sini hujan sudah mulai sedikit deras. Beruntung kami berada di sini sehingga kami bisa berteduh walau sebentar.
      Pantheon mendapat cahaya dari sinar matahari yang masuk melalui atap. Tepat di atas kubah ada bukaan bulat. Jika hujan, air yang turun dari bukaan mengalir ke dalam lubang di lantai.

      6. Trevi Fountain
      Tidak akan lengkap kunjungan kita ke Roma bila tidak mengunjungi air mancur yang terkenal ini. Walaupun hujan, tidak mempengaruhi wisatawan yang ingin berfoto di depan Trevi Fountain.
      Pada dahulu kala diadakan kontes untuk merancang air mancur baru. Banyak arsitek penting yang berpartisipasi, tetapi pada akhirnya desain air mancur inilah yang memenangkan kontes. Trevi Fountain adalah air mancur terbesar di Roma. Ada di Piazza di Trevi. Konon katanya bahwa “Jika Anda melempar koin ke dalamnya air mancur dengan punggung Anda berbalik, Anda akan datang kembali ke Roma ”. Untuk alasan inilah banyak turis melempar koin ke dalam air mancur dan air mancur selalu penuh dengan koin. Koin-koin ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk amal.

      7. Quirinale


       
      Karena hujan yang tidak berhenti, tidak banyak yang bisa kami kunjungi lagi. Kami sudah menunggu sampai malam, dan akhirnya harus pulang kembali ke penginapan.

    • By anna22
       
      Beberapa minggu pulang dari Korea sekitar akhir November 2017, gw diultimatum sama ortu untuk tidak ke Jepang atau Korsel lagi. Lebih baik umroh atau ke negara lain. Padahal gw masih penasaran dengan musim semi di Jepang. Ya udahlah gw coba melancarkan taktik dengan mengajak ortu gw untuk jalan2 ke Jepang di musim semi 2018. Kebetulan gw agak lowong di akhir bulan April, begitu pula dengan Ibu yg sudah santai dengan pekerjaannya. Nemulah harga tiket JAL pp jakarta-narita Tokyo 5,3 jt. Menurut gw sih udah lumayan harganya, full service airlines sekaligus direct flight. Cuman memang jam keberangkatannya hanya dapat yang pagi. Ya udahlah yaaa....
      Di bulan Desember tiket pun terbeli. Setelah itu sambil menunggu urus visa (krn masih pake paspor biasa), gw pun mulai membuat itinerary dan setelah fix lanjut mencicil pesan penginapan. 
      Ortu gw bilang perjalanan ke Jepang ini inginnya sekali aja jadi gw puter otak gimana caranya bisa mendatangi tempat2 yang ok di jepang pada waktu yang tepat pula. Kebanyakan tempat2 yang didatangi berupa taman bunga dan tidak ketinggalan tentunya Tateyama Kurobe Alpine Route. 
      Oleh karena itu, pemilihan tanggal 18-27 April ini banyak dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rute Tateyama sudah dibuka, ada festival sakura besar di Hirosaki (pengen banget kesini dari dulu), taman bunga ashikaga dan hitachi seaside juga sedang mekar, dan belum dimulainya golden week. 
      Hmmm panjang yaaa cerita awal mulanya, boleh diskip kok hehe langsung baca yg di bawah ini saja ya ^^
      18 April
      Flight jam 6.15 pagi dari Soetta Terminal 2D. Sampai di Narita jam 4 sore. Cek Imigrasi aman dan lancar tanpa tanya jawab. Setelah itu, sambil ortu istirahat, solat dan bersih2, gw ngurus sim card khusus paket data internet yang sudah dipesan melalui Klook (8 hari 4G/3 GB = Rp. 280.000). Lanjut ke JR office untuk tuker voucher JR pass walaupun baru akan aktivasi di tanggal 20. (Voucher JR pass udah dibeli di Indonesia pesan di Bobobobo). Sekalian juga beli Tateyama Kurobe Alpine Ticket seharga 9000 yen. Setelah itu beli pasmo(seperti e-money utk naik kereta, bis, beli sesuatu di vending machine, bayar di minimart, atau bayar loker)buat ortu dan isi ulang pasmo gw yg lama. 
      Setelah urusan ini itu beres, sebelum ke Shinjuku Express Bus Terminal, kami makan terlebih dahulu di Tentei Tempura dan Soba (halal certified) di lantai 4 terminal 2. Setelah perut terisi, kami ke lantai bawah untuk naik kereta menuju Shinjuku. Sebenarnya banyak pilihan kereta, tapi gw milih yang murah walaupun lama toh gak ngejar waktu juga sih hehe
      Sekitar jam 8.30 malam, sampailah di Shinjuku setelah transfer dr Nippori. Tadinya pengen mampir ke Tokyo Metropolitan Government Building, tapi ortu masih jetlag kayaknya jadi lgsg aja menunggu di terminal. Nah gw kan gak betah ya anaknya, jadi pas ngelihat ada Don Quijito, setelah memastikan waktu dan tempat naik sleeper bus ke Osaka nanti, gw pun minta izin untuk jalan2 sebentar. Bapak gw akhirnya ikut. 
      Oiya kenapa kami lgsg ke Osaka, dan menggunakan bus malam??? Selain efektif dan efisien yaitu, juga memberikan pengalaman sleeper bus ke ortu. Ternyata mereka senang karena baru pertama kali naik bis seperti itu. 
      Tepat jam 23.30, bus pun datang yang ternyata gak penuh2 amat. Setiap 2 jam sekali, bus pasti akan berhenti di rest area sekitar 20 menit untuk mempersilahkan penumpang ke toilet.
      19 April

      Tepat jam 7 pagi, sampailah kami di Willer terminal Umeda Sky Building. Setelah cuci muka dan ke toilet, kami lanjut ke penginapan untuk titip koper. Dari Umeda Sky Building, jalan kaki ke Osaka Station. Disana saya sempat ke information center untuk membeli Osaka Amazing Pass 1 day yang akan digunakan seharian ini (2500 yen) baik untuk tiket masuk lokasi wisata maupun osaka subway.
      Pilihan penginapan adalah Osaka Guesthouse Nest (selain dekat JR station =teradacho st, ada pilihan kamar untuk 3-4 orang, harga sesuai kantong juga ).
      Setelah titip koper, kami lanjut ke Osaka Castle. Sebelum naik ke atas Castle, kami makan bekal dulu di tempat duduk yg ada di halaman depan castle. Harga tiket masuk sudah tercover OAP juga ya...

      Perjalanan dilanjutkan ke Osakako Station  untuk menuju Tempozan Giant Ferris Wheel dan Santa Maria Cruise. Ini juga sama tercover OAP. 


      Menjelang sore, kami memutuskan ke Matsuri Halal Restaurant. Sebenarnya ingin ke tempat lain, tapi terlalu jauh sedangkan kami sudah lapar. Kalau menurut kami sih rasa dan harga kurang sepadan. Rasanya biasa saja kalau dibandingkan makanan halal di resto lain yaa tapi balik lagi tergantung selera loh

      Malamnya kami ke daerah Sinsekai untuk ke Tsutenkaku Tower. Sama ini juga tercover OAP. Tadinya mau lanjut ke Namba Dotonburi tapi ortu udah ga sanggup dan mengingat juga besok akan ke Kyoto pagi2 jadilah akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat.


      20 April 
      Jam 7 pagi setelah sarapan perbekalan di penginapan, kami menuju Kyoto. Hari ini JR pass sudah mulai diaktifkan. Tujuan pertama di Kyoto adalah Bamboo Forest Arashiyama. Disini kami berhenti di Jr saga arashiyama st krn pakai kereta Jr. Sekitar jam 9 sudah sampai dan kebetulan belum terlalu ramai. 1,5 jam kemudian saat kami akan kembali ke station, tiba2 makin banyak orang dan terutama anak2 sekolah ternyata banyak yang sedang study tour. 

      Di Kyoto ada penyesalan saya yaitu membeli 1 day Kyoto Bus Pass karena kami tidak memaksimalkan penggunaannya. Apalagi harganya sudah naik yaitu 600 yen huhu. Kami hanya memakai sekitar 460 yen aja. 

      Perjalanan dilanjutkan ke Kinkakuji (kuil emas). Ini juga tempatnya ramai dikunjungi orang. Dan cuaca sangat bersahabat bahkan cenderung panas terik. Inginnya minum terus.

      Mengingat belum makan siang, gw pun mencari resto halal terdekat dan nemu Ayam-Ya yang dekat Karasuma. Ini sebuah keputusan tepat, selain enak harganya juga bersahabat dan yang serve itu 2 perempuan Indonesia jadi nyaman untuk nanya2 menu (berhubung ortu gw suka agak bingung milih menu makan). Kalau kesini kayaknya harus coba spicy miso ramen (ada 3 level dan ayamnya banyak). Ada tempat solatnya pula. 

      Setelah kenyang, kami menuju Fushimi Inari Shrine dengan menggunakan kereta JR juga.
      Untuk masuk kesini gratis dan kalau sanggup bisa sampai ke atas. Tapiiii ya kami ga sanggup jadi hanya foto2 di dekat gerbang torii saja. Udah cukup puas lah. Sama disini juga ramai dengan turis. 


      Tadinya gw merencanakan ke Nishiki Market dan Gion. Tapi ortu sudah tidak sanggup dan lelah. Pada akhirnya gw putuskan kembali ke Osaka dengan mampir ke Dotonburi sebelum pulang ke penginapan. 

      21 April

      Pagi sekitar jam 7, kami check out karena harus pindah kota, yaitu ke Kanazawa. Tercover dengan JR pass naik Thunderbird sekitar 3 jam. Sesampainya di Kanazawa kira2 jam 12an, kami check in di Good Neighbors Hostel yang hanya sekitar 5-7 menit jalan kali dari JR kanazawa station. Selain dekat, disini juga ada kamar khusus ber-3 dengan shared bathroom dan toilet. Ternyata bisa lgsg check in. Setelah istirahat sebentar, jam 1 an, kami pergi ke Kenrokuen Garden. Oiya sebenarnya saya sempat merencanakan ke Shirakawa Go, tapi tampaknya akan sangat melelahkan apalagi besok kami akan berpergian seharian jadi harus menghemat tenaga. Ya sudah akhirnya jalan2 di sekitar Kanazawa dengan 1 day city bus pass (500 yen). 

      Kira2 2 jam kami berkeliling di dalam Kenrokuen Garden ini (tiket masuk 300 yen). Dan masih ada bunga sakura tipe Kikuzakura. Lumayaaan..disini sempet nyoba eskrim berlapis emas karena tahun lalu penasaran hehe mumpung ada yang bantuin ngabisin beli deh walaupun muahaaal hiks 

      Perjalanan lanjut ke Omicho Market. Makan siangnya Seafood dan Vegetable Tempura. Pulangnya beli strawberry yang segar dan manis. 
      Nah ortu udah nyerah nih dan pengen pulang aja istirahat sedangkan gw pengen banget ke 21st Contemporary art Museum (karena tahun lalu mau kesini tapi tutup). Ya udah akhirnya gw jalan sendiri. Tapi gw cuman lihat exhibition yang di luar aja termasuk kolam renang yg terkenal itu karena gratis (haha). Tadinya mau lanjut ke daerah Chaya District (samurai district) tapi entah kenapa rasanya cape banget dan super ngantuk, sehingga gw memutuskan pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. 

      Kami pun tidur cepat karena besok pagi sekali harus berangkat. 
      22 April 

      Bertepatan dengan hari Minggu, jam 6 pagi kami sudah keluar penginapan. Oiya tiket kereta cepat ke Toyama sudah reserve seat sehari sebelumnya. Lamanya hanya sekitar 25 menit. Kenapa ke Toyama? Karena ini adalah salah satu titik awal perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau ga dari Toyama ya sebaliknya Nagano.
      Dari stasiun Toyama, kami menuju ke Dentetsu Toyama station yang hanya berjalan kaki ke gedung sebelah. Dari sini, tiket pass yang sudah dibeli sebelumnya diaktifkan (jadi nanti sampai Nagano station ga usah bayar apa2 lagi). Disini kami menukarkan voucher dan mendapatkan 1 pass yang tidak boleh hilang karena harus selalu ditunjukkan sebelum menaiki transportasi tertentu. 
      Ga usah bingung ketika disini ya karena mmg lagi dibuka rutenya jadi segala petunjuk jelas begitu pula dengan petugasnya helpful banget. Jadi gak akan mungkin kesasar heee
      Berikut gw kasih gambaran perjalanan ya ya: 
      Dentetsu Toyama-Tateyama (naik kereta lokal sekitar 1 jam, sebaiknya sih dapet duduk ya karena lumayan juga lama) 
      Tateyama-Bijodaira (Tateyama Cable Car). Gak lama sih ini. 
      Bijodaira-Murodo atau snow wall (Highland Bus) jadi di perjalanannya itu makin lama makin naik dan berkelak kelok, kanan kiri itu hutan dengan tumpukan salju. Lamanya naik bus ada 15 menit. Jujur gw agak mabok sih hahaha karena berkelok2nya agak esktrem dan busnya pelan.

      Begitu sampai di Murodo, kami berjalan kaki di sepanjang jalan dengan dinding salju yang saat itu paling tinggi 17 meter. Bisa juga jalan melalui jalanan berlapis salju (tapi karena gw masih trauma jatuh di tahun lalu, yg baca FR gw pada tau lah yaaa) gw pun memilih jalan di aspal heuheu.

      Di tempat perberhentian Murodo itu ada 3 lantai, ada restoran, waiting room, jual oleh2, dan di lantai 3 paling atas ada observation desk yang ternyata menuju bukit gitu, jadi bisa main2 salju disini nih. Orang2 yg mau snow boarding juga lewat sini. Daan saat gw mau foto dengan hamparan salju, gw berpegangan erat ke tangan Bapak saking takutnya jatoh

      Oiya jangan terlena main disini ya kawan, karena kita harus melanjutkan perjalanan. 

      Murodo-Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) ini menarik sih karena trolley bus ini melewati lorong yang panjang. Berhubung terminal Daikanbo ini kecil dan orangnya banyak, kami langsung ke Kurobedaira.
      Daikanbo-Kurobedaira (Tateyama Ropeway) ini kereta gantung cukup ngeri sih secara di bawahnya itu lembah/jurang.  Mana dipenuh2in gitu pas naik. Tapi untung tidak terlalu lama. Disini kami sempat ke observation deck untuk melihat pemandangan sekitar. 
      Kurobedaira-Kurobeko (Kurobe Cable car) nah dari sini jalan kaki melewati Kurobe Dam. Besar banget sih dan anginnya itu loh lumayan dingiin. Agak jalan kaki tapi diselingi foto2 juga. 


      Kurobe Dam - Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) disini terminal untuk naik bus menuju Nagano. Karena masih termasuk pass, kami naik Alpico Express Bus ke Nagano JR station. Sekitar 1 jam perjalanan.
      Sampai di Nagano Station, kami kembali ke Kanazawa menggunakan shinkansen sekitar 1 jam perjalanan. 
      Fyi: Tateyama Kurobe Alpine ini cukup menguras tenaga. Ada tempat2 yang harus jalan dan menanjak. Bawa makanan atau cemilan karena restoran ramai. Untuk yang muslim bisa juga bawa bekal saja karena sulit mencari halal food disana.
      23 April

      Hari ini kami pindah kota lagi menuju Aomori. Aomori itu letaknya di utara Jepang dan termasuk Tohoku Region. Untuk ke Aomori, kami harus naik shinkansen, yaitu Kanazawa-Omiya. Omiya-Shin Aomori. Nah waktu transfer di Omiya ini mepet banget cuman 6 menit, mana ada drama salah platform lgi jadilah ketinggalan kereta. Akhirnya reserve seat lagi untuk keberangkatan kereta selanjutnya yaitu 1 jam kemudian. (Kalau jalan sama ortu, gw harus selalu reserve seat). Tapi jadinya duduk agak pisah2, ya sudahlah ga apa2 yg penting cepet nyampe. Total perjalanan sekitar 5 jam. 
      Jam 1an sampailah kami di Shin-Aomori. Berhubung kami menginap dekat Aomori Station, jadi kami naik kereta lokal sekitar 6 menit. Disini kami menginap 1 malam di Iroha Ryokan yang hanya sekitar 5 menit jalan kaki dr station. Berhubung Ryokan, ya ala2 penginapan khas Jepang yang beralaskan tatami. Meski kecil, Ryokan ini bersih dan cukup lengkap. Di dalam kamar sudah disediakan cemilan, teh, kopi,air panas,handuk, dan kimono untuk tidur. Overall, ortu gw seneng banget sih nginep disini hehehe karena berasa seperti di film2 Jepang, sayang cuman semalam. 
      Setelah check in dan solat, kami lgsg berangkat lagi menuju Hirosaki. Sebenarnya ada beberapa jenis kereta, salah satunya kereta dengan waktu tempuh cukup cepat yaitu 30 menit. Tapiii waktunya tidak pas sehingga kami naik kereta lokal sekitar 45 menit (Aomori-Hirosaki). 
      Sesampainya di Hirosaki st., mampir dulu ke Information Center untuk ambil peta Hirosaki Park. Berhubung sedang festival, ada bus lgsg menuju salah satu gate, harga tiketnya 100 yen. Perjalanan naik bus sekitar 10 menit.

      Begitu sampai di Hirosaki Park, kami piknik dulu makan siang eh sore deng tepatnya di taman yang telah disediakan. Lalu dilanjutkan dengan berkeliling taman yang luas termasuk ke Hirosaki Castle. Untuk masuk kawasan castle ada tiket masuk yaitu 300 yen. 




      Tempatnya luas banget sih dan saran saya lebih baik dateng kesini dari siang menuju malam karena ada light up illumination menjelang malam dan juga ada pasar malam. Yang saya lihat sih kebanyakan turis lokal seperti anak2 sekolah. Turis asingnya agak jarang. Kalaupun ada kebanyakan dari China dan Korea. 



      Akhirnya sekitar jam 7 malam, kami kembali ke penginapan. Seruuu, kalau disuruh ngulang kesana lagi pas musim semi, gw mau2 aja sih hahahaha
       
      24 April
      Seperti biasa kami check out pagi karena hari ini akan ke Tokyo, yaitu kota terakhir. Selama 3 malam 4 hari kami akan di Tokyo. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Oiya di Aomori ini terkenal dengan buah Apelnya. Untuk oleh2 bisa beli jus apel atau makanan olahan dari Apel. Jus apelnya enaaaak banget sampe Ibu saya beli beberapa botol kecil sebagai oleh2 hahahahaha
      Di Tokyo kami menginap dengan airbnb di daerah Ryogoku. Ini juga cukup nyaman dan ok tempatnya. Hostnya cepat tanggap. Berhubung akan sampai jam 1 sedangkan waktu check ini baru jam 3, tadinya niat titip koper tapi wa si host, ternyata boleh check in lebih awal..yeaay.
      Nah sebelum ke Ryogoku pasti transfer di Akihabara. Kebetulan ada Coco Curry Halal di dekat station ini. Yaa kami melipir dulu sekalian makan siang. Enaaaaknyaaa (sorry ya yg baca ini lagi puasa hehehe)

      Sorenya hanya gw dan Bapak yang jalan karena Ibu makin parah flu dan batuknya sehingga memutuskan istirahat aja di kamar. 
      Untuk menghabiskan waktu sore dan malam, gw ngajak Bapak ke Shibuya, Harajuku dan terakhir Odaiba. Oiya jalan sama ortu itu kudu sabar dan jangan bikin mereka kelaperan! 




      25 April
      Pas bangun pagi ini, seperti biasa gw cek accuweather dan ternyata hari itu akan hujan seharian. Agak bimbang sih pergi atau enggak ke Hitachi Seaside Park. Gw pun gambling dengan berpikir mungkin kalau udah agak siangan hujannya berhenti. Untuk kesini, naik kereta dari Ueno sekitar 1,5 jam berhenti di Katsuta Station. Lalu dilanjutkan naik bus sekitar 15 menit. Ternyata oh ternyata... selama disana masih hujan disertai angin. Mana gw ga pake jaket, jadi walaupun pake payung tetep basahlah baju, celana, sepatu. Mana ada acara pake kepisah pula dengan ortu 
      Jadi ceritanya untuk menuju miharashi hill yg terdapat hamparan bunga nemophila (baby blue eyes), ada 2 cara yaitu dengan cara berjalan kaki sekitar 15 menit atau naik shuttle bis tapi bayar 300 yen sekali jalan. Nah gw lebih milih jalan dengan alasan ingin lihat taman lainnya sedangkan ortu naik bus itu. Kami pun sepakat untuk bertemu di dekat toilet (sambil menunjukkan peta). 

      Ternyata halte shuttle bus itu beda dengan arah kedatangan gw dan ada 2 toilet. Jadilah gw mencari2 dan bahkan sempat balik lagi ke pintu masuk sambil menunggu. Akhirnya gw memutuskan naik shuttle bus karena kemungkinan mereka nunggu dekat situ. Eeeh bener aja pas gw nyampe, mereka lagi duduk sambil foto2. Sempet khawatir gmn kalau sampe hilang huaaaa Alhamdulillaaah
       
      Nah tadinya kan setelah dari Hitachi Seaside Park, kami akan ke Ashikaga Flower Park. Tapi karena basah dan kedinginan dan kayaknya sama aja bohong kalau cuacanya ga mendukung. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi sebelumnya pas di Ueno kami menyempatkan ke Ameyoko Market untuk beli cemilan dan makan malam. Sekalian pengen nyoba juga halal kebab dan ayam panggang. Herannya pas di Ueno, cuaca cerah dong. Kzl.
       
      Pesan moral: percayalah pada perkiraan cuaca di Jepang. Kalau memang hujan besar jangan memaksakan diri untuk berkegiatan di luar karena jadinya percuma kurang menikmati.
      26 April
      Di dalam itinerary yg gw buat, harusnya hari ini ke Kawaguchiko, tapi setelah berunding, kami memutuskan ke Ashikaga Flower Park apalagi hari ini diperkirakan cuaca cerah. 
      Ini keputusan yang sangat tepat karena ortu gw seneng banget ke taman bunga ini. Gw juga sih secara udah pernah ke Kawaguchiko, kalau kesini kan belum hehehe. 
      Untuk kesini jg sama, gw naik kereta dari Ueno ke Oyama lalu dilanjutkan dengan JR Ryomo Line menuju Ashikaga Flower Park Station. Tinggal jalan kaki 3 menit deh. Agak jauh sih ini dari tokyo, total 2 jam lah. 
      Enaknya dari pagi kesini jadi belum terlalu ramai, tapi sebenarnya bisa juga sore menjelang malam karena ada light up illumination. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung banyaknya bunga yang sedang mekar. Saat itu harga tiketnya 1000 yen/orang. 

      Sebenarnya tempat ini lumayan luas dan banyak arena untuk duduk2 santai sambil makan siang. Ada juga restoran tapi karena kurang tahu ada halal atau tidak, kami sih bawa bekal. Seru juga makan bekal dengan pemandangan bunga warna warni. Wangi pula. Saking wanginya banyak lebah, tapi tenang aja mereka gak menyengat kok asal kita gak ganggu.
      Bunga utama disini adalah Wisteria, ada warna putih, ungu, kuning, dan pink. Saat kami datang, yg sedang mekar adalah warna putih dan ungu. Ada 1 pohon wisteria yang paling tua dan besar loh. 

      Bagi pecinta bunga wajib sih kesini!!! Kebanyakan yang kesini orang tua, agak jarang lihat yang muda mudi hehehe. Jangan lupa mencicipi eskrim khas yg konon katanya terbuat dari bunga wisteria ungu. 

      Pulang dari sana, setelah mengantar Ibu ke apartemen, gw dan Bapak lgsg lanjut jalan lagi. Tujuannya sih belanja karena besok hari terakhir huhuhu. Sebelumnya sempat mampir ke Sensoji Temple dan Asakusa.
      27 April
      Ini hari terakhir kami di Jepang. Meski penerbangan masih jam 6 sore, kami memutuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Bapak solat jumat disana. Jadilah kami leyeh2 dan baru check out jam 10. Sebelum ke Tokyo Camii, kami ke Nippori station untuk titip koper karena nantinya kami naik kereta dari Nippori untuk ke Narita. 

      Kami sampai di Tokyo Camii jam 11an dan ternyata waktu solat jumat baru mulai jam 12.45. Dan saat solat jumat tidak ada tempat menunggu untuk wanita. Alhasil saya dan Ibu kembali lagi ke Yoyogi-Uehara St untuk menunggu sambil makan bekal. Agak mepet sih pulangnya karena gw milih naik kereta biasa untuk ke Narita. Untungnya kami sudah web check in sehingga tinggal print boarding pass (secara mandiri) dan setelah itu drop bagasi. Cumaaan pas di imigrasi antriii daaaan gate kami jauuuh sekali, jadi gak sempet tuh yg namanya last minute shopping di airport. Kagak sempet, baru duduk 1 menit udah lgsg dipanggil boarding hahahaha
       
      Apps berguna selama trip:
      -Japan Travel by Navitime. Selain menunjukkan waktu keberangkatan kereta dengan tepat, saat reserve seat shinkansen atau kereta express, bisa sambil menunjukkan ini ke petugas. Sayangnya harus ada konektivitas internet. Tapi kalau udah sebelumnya masuk ke pencarian akan tersimpan kok atau screenshoot aja.
      -Google Maps. Penting bagi yang suka nyasar dan pengen cari tempat tertentu. Akurat kok ini kalau di Jepang. 
      -google translate. Kalau mau nanya2 ke orang lokal. Atau menerjemahkan tulisan jepan.
      -Muslim Pro. Bagi yang muslim, untuk arah kiblat dan waktu solat. 
      -traveloka, booking.com, airbnb. Untuk pesan2 penginapan, tiket pesawat
      Website penting dan berguna:
      -www.japan-guide.com. Ini sih sumber no 1 bagi gw. 
      -www.halalmedia.jp. Untuk tahu resto halal dan tempat solat. 
      -forum jalan2. Ini juga penting karena banyak info keren dan menarik. 
      Note: foto2 disini diambil dengan kombinasi kamera hp dan kamera mirrorless