Gabriella Vania Wijaya

14 Days HK & Southern China Itinerary

10 posts in this topic

Hi all! :melambai

 

Setelah beberapa kali tanya itinerary, sempet galau mau kemana akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri buat ke China. Ngga cuma mampir gitu ke Shenzhen & Guangzhou yang relatif dekat dengan Hong Kong, tapi juga ke Guilin. #harusberani

 

Jadi kurang lebih itinerary nya seperti ini hehe

tapi ini masih belum lengkap, jadi tolong suggestionnya yaa :senyum

masih ada tapi lagi hahaha 

note : no Disneyland or Ocean Park :geram

 

jadi itinerarynya kayak gini

 

14 Jan - flight dari Surabaya menuju Hong Kong, stay di Stanford Hotel di daerah Mong Kok. (to be honest, mahal2 ye hotel di Hong Kong.) Dinner ke Tim Ho Wan terdekat, terus jalan2 daerah Ladies Market (sekalian jalan pulang ke hotel)

15 Jan - breakfast ke Australia Dairy Company, and I dont know mau ngapain lagi hahaha

16 Jan - masih clueless mau ngapain

17 Jan - check out, menuju ke Shenzhen, dan stay di One39 (this is super deal sih di China, kamar super luas harga terjangkau hehe); masih belum ada gambaran mau kemana sorenya

18 Jan - Window of the World, Splendid China and Folk Culture Village, any suggestion breakfast & dinner dimana?

19 Jan - no idea kemana hahaha mungkin hari ini belanja (?)

20 Jan - Check out, lalu naik train ke Guilin. minta dijemput sama hotel hahaha I stay at Aroma Tea house (ini super super deal sih, 5stars murah banget hahhaa)

21 Jan - Li River Cruise, malem nonton lightshow, all minta tolong pihak hotel untuk bantu arrange dgn local tour disana

22 Jan - Day tour to reed flute cave, seven star park, fubo hill, elephant trunk hill - ngambil day tour dari travelchinaguide hehe

23 Jan - Check out dari guilin ke guangzhou, entah juga mau ngapain di guangzhou hehe nginep di PengmanA-mall Apartment hehe super deal juga loh hahaha

24 Jan - Baiyun Mountain, trus entah kemana

25 Jan - masih clueless mau kemana di guangzhou

26 Jan - guangzhou balik ke hong kong stay di best wester harbour view

27 Jan - ke Ngong ping mungkin hehe

28 Jan - Balik surabaya haha, besok kelas haha

 

sekian kurang lebih itinerarynya ..

tolong dibantu :terpesona

 

Thank youuu happy planning hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites
13 hours ago, deffa said:

wah menarik juga itinerary nya @Gabriella Vania Wijaya catat ah siapa tau tar ada minat kesini

colek @ko Acong dan @Hartono Hasian :D

sebenarnya banyak waktu tuk lebih jauh lagi masuk ke china nya misal ke shanghai  hangzhou pulang jos ke guangzhou by fast train atao misal mau kliling sekitaran guangzhou juga ok banyak sekali destinasi di GZ https://www.google.com/search?client=firefox-b-ab&ei=OnkTWuueNsr8vASo7JHQAQ&q=Wisata+Di+Guangzhou&oq=Wisata+Di+Guangzhou&gs_l=psy-ab.3..0j0i22i30k1l9.3053.11794.0.12378.26.22.0.0.0.0.812.3313.14j3j1j2j6-1.22.0....0...1.1.64.psy-ab..5.21.3318.6..0i131i67k1j0i131k1j35i39k1j0i67k1j0i22i10i30k1.65.xiB5J4p4xSY

Share this post


Link to post
Share on other sites
39 minutes ago, ko Acong said:

sebenarnya banyak waktu tuk lebih jauh lagi masuk ke china nya misal ke shanghai  hangzhou pulang jos ke guangzhou by fast train atao misal mau kliling sekitaran guangzhou juga ok banyak sekali destinasi di GZ https://www.google.com/search?client=firefox-b-ab&ei=OnkTWuueNsr8vASo7JHQAQ&q=Wisata+Di+Guangzhou&oq=Wisata+Di+Guangzhou&gs_l=psy-ab.3..0j0i22i30k1l9.3053.11794.0.12378.26.22.0.0.0.0.812.3313.14j3j1j2j6-1.22.0....0...1.1.64.psy-ab..5.21.3318.6..0i131i67k1j0i131k1j35i39k1j0i67k1j0i22i10i30k1.65.xiB5J4p4xSY

hehe iya suk @ko Acong, cm malesnya keluar masuk lewat HK, jd kurang efisien abis dijalan waktunya hiks.

 

@deffa ayo kak berangkat hahhaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Gabriella Vania Wijaya
      Hi all 
      Kemarin sempet tanya buat trip ke China ... tapi karena beberapa pertimbangan, jadi harus dirombak lagi itinerarynya.
      jd bakalan berangkat di bulan January, which is winter gitu  #nekat #gakapok 
      foto bisa cek di www.instagram.com/mlle.gabriella
      ini few posts yg lalu hehe
       
       
       
      kurang lebih maunya kayak gini
       
      14D1. sub-hk-shenzhen
      15D2. day trip to guangzhou (enaknya ngapain ya disana?)
      16D3. shenzhen
      17D4. shenzhen - hk - Osaka
      18D5. Osaka
      19D6. day trip to Nara
      20D7. Day trip to Kobe
      21D8. Day trip to Kyoto
      22D9.Osaka
      23D10. tokyo
      24D11. tokyo
      25D12. tokyo
      26D13. tokyo
      27D14. tokyo - HK
      28D14. HK - SUB
       
      #Note : I've been to Japan before, jd mostly uda pernah pergi. any suggestion enaknya kemana lg? 
      apa ya yang perlu di coba makan sama visit? 
      (ini uda pernah ya hahaha Hakone, Sapporo, Otaru, Shirakawago)
      thank youuu 
       
       
    • By Arif Irawan
      Dari bandara yang terletak di lantau island setelah sarapan langsung menuju  Garden avenue of stars yang terletak di tsim sha shui.  sebenernya ini taman sementara karena Avenue of stars baru direnovasi dari Oktober 2015 dan katanya selesai tahun 2018. jadi selama proses renovasi patung2 artis hongkong, & cetakan telapak tangan artis Hk ditaruh di taman ini. 

      dari bandara menuju garden of stars
       

      jembatan penyebrangan ada eskalatornya
      karena datang dari arah sebelah kiri jalan mesti menyebrangi jalan, udah disediakan jembatan penyebrangan, ada eskalatornya juga, ga perlu capek2 naik tangga.,  jembatan penyebrangannya keren ga kaya di kota2 kebanyakan di indonesia horor ( plat lantai sampai berlubang lubang ). 

      narsis dulu
       

      di depan eskalator
       

      jembatan penyebrangan dilihat dari tamannya
       
      begitu keluar dari bus, Brrrrr angin dingin bertiup kencang  suhu sekitar 10C. lokasinya di pinggir laut memandang ke laut terlihat gedung2 pencakar lagit di hongkong island, kalau malam tempat ini jadi spot bagus buat melihat symponi of light, sekitar jam 8malam waktu setempat, sayang kesininya pagi jadi ga bisa menikmati indahnya permainan lampu di gedung2 pencakar langit.
       
      kalau kalian ga begitu suka dengan artis2 HK, taman ini mungkin bukan apa2, cuman taman yang menarik aja kalau cuman buat foto2, kesini juga Free ga ada HTMnya, 

      anita mui
       

      bruce lee
       

      syuting sinetron kejar tayang ha ha....
      selain foto2 diatas ada cetakan tangan beberapa artis terkenal lainnya
       

       
      puas foto2, mo nyari gorengan anget2 ternyata ga ada PKL yang jualan wkwkkwkwk,  bersih banget tamannya ga ada yang jualan, orang ngamen. pengemis.  buang sampah, merokok sama meludah sembarangan di sini bisa didenda 1500HKD sekitar 2,65 jt.
      disini ga lama cuman 15 menitan langsung cabut lagi 

    • By doniarsyah
      Halooo, ini adalah first trip saya ke luar negri. Peserta trip saya beserta satu temen saya,kenapa berdua? Biar ada yang fotoin hehe.
      Sesuai judul, karena kebutuhan kita banyak sedangkan kita pengin jalan-jalan ke luar negeri kita memang nge-planning liburan kita seefisien mungkin, kalo gak mau dibilang pelit. Jadi jangan harap banyak hal mewah yang saya pamerkan di tulisan saya ini seperti seleb-seleb medsos yang lagi ngehits.
      Dah ah, cukup prakatanya
      DAY 0
      Book penginapan via agoda. Meskipun pelit, kita punya standar selama di hong kong. Akhirnya jatuh pilihan ke new hoover guest house di Chungking Mansion, Nathan rd., TST. Dari membandingkan beberapa situs dan aplikasi book online itu yang paling murah untuk kamar berisikan twinbed, kamar mandi dalam dan, AC. Sengaja kami pilih kamar bukan yang room untuk memudahkan shalat meskipun harus dilakukan di atas kasur karena keterbatasan kasur.
      Book penerbangan ke hong kong PP tanggal 20 Agustus 2016 – 24 Agustus 2016, ini gratis hehe.
      Book tiket cable car ke ngong ping via bukalapak. Baru kepikiran waktu dah di bandara.
      DAY 1
      Kita terbang pukul 23:45 WIB. Karena sudah malam gak banyak yang dilakuin selain tidur makan tidur.
      Sampai di HKIA kita disambut dengan hujan deras, jadi kita menunggu di dalam airport sambil connect wifi buat update lokasi path biar kekinian XD. Setelah beli octopus card dan tanya ibu-ibu TKW kita naik bis ke Tungchung. Kalo ada kesempatan mending duduk di upper deck paling depan, kapan lagi naik yang kaya gini.
      Tungchung station
      Ada Mall di sini, berhubung kami tidak tertarik (padahal mah takut liat label harganya) kami cuma numpang buang air. Setelah itu kita ke terminal cable car untuk melanjutkan perjalanan ke Ngong Ping Village. Berhubung kami sudah beli e-ticket sebelumnya jadi tidak perlu antri, cukup menukarkan e-ticketnya saja. Berhubung masih hujan kita berteduh dulu sambil sarapan roti yang dibeli di indomaret.
      Ngong Ping Village
      Karena berada di dataran tinggi meskipun sudah pukul 11:00 tetapi tidak terasa panas (iyalah habis hujan!). di sini main attractionnya adalah patung Buddha raksasa. Namun selain patung Buddha overall ngong ping village keren! Cocok buat spot foto foto. Kita sendiri tidak sampai naik tangga ke patung buddhanya karena capek.
      Pukul 14:00 kita balik ke Tung Chung untuk ke Disneyland via MTR.
      Disneyland
      MTR line Disneyland interior dan eksteriornya didesign dengan yang berbau Disney. Mulai jendela yang berbentuk mickey, sampai ada beberapa patung tokoh Disney di dalam gerbong. Sesampainya di sana, panas! Kita hanya foto2 di depan gerbang saja, karena kalau masuk akan merubah judul dari tulisan ini hehe. Setelah puas foto kita melanjutkan perjalanan ke guest house yang terletak ke Tsi Sam Tsui.
      bersambung di sini dulu ya~~
      lanjutan

      Overall yang kami dapat sesuai dengan yang dibayar, selain fasilitas yang telah disebutkan sebelumnya juga ada termos listrik, TV kabel, dan wifi yang kalo di Indonesia kecepatannya boleh diadu dengan hotel berbintang. Consnya, yang jaga ga ramah, ga marah juga sih. Selain itu cukup lama kami menunggu untuk checkin. Untuk mansionnya bagian dasarnya seperti pasar, mengingatkan saya dengan Pasar Besar Malang di kampong halaman saya. Banyak imigran yang ada di mansion tersebut, termasuk yang menjaga guest house juga imigran dari timur tengah.
      Sore itu kita habiskan dengan istirahat dan bersih-bersih badan. Setelah shalat Isya kita keluar ngeliat 3D lightshow di deket hong kong cultural centre. Di sini rame banget, untuk jalan pun agak susah. Show dan view gedung tinggi di sebrang pulau cukup ampuh untuk membuat perut amnesia kalo lagi lapar. Bagi yang ingin naik kapal menikmati laut hong kong malam hari juga bisa. Kapalna keren, seperti kapal jaman dahulu.
      Setelah cukup puas pukul 22.00 kita jalan-jalan di sekitar hotel sekalian cari makan.
      DAY 2
      Karena kecapekan (padahal mah males hehe) kita baru keluar hotel sekitar pukul 09.00. tujuan pertama Kowloon park, letaknya deket masjid Kowloon. Gak ada yang special, ada beberapa orang tua yang lagi latihan senam, mungkin Tai Chi(?), setelah itu kita jalan-jalan tanpa arah, tujuannya emang pengin lihat kehidupan warga hong kong seperti apa,jadi kita menghindari spot-spot wisata.
      Kemudian kita naik MTR untuk pergi ke the Peak. Saya sarankan bagi yang berencana ke sini jangan terlalu siang, karena antriannya panjang. Kita kurang lebih harus menunggu 40 menit untuk dapat naik. Kalau pengin cepat ada petugas yang menawarkan tiket terusan sky terrace dan museum madam tussaud, bagi pembelinya dapat prioritas masuk lebih cepat karena tidak perlu antri ke loket pembelian. Waktu antri sempet liat rombongan dari Indonesia, salah satunya ada yang pakai topi UGM.
      Karena ramai pengunjung seaktu naik tram kita tidak dapat tempat duduk, tapi ambil hikmahnya, kita bias berdiri paling depan ngelihat gerbong ditarik tali ke atas :D. sesampainya di sana kita ke sky terrace. Recommended ini mah! Kita bias lihat view hong kong dari atas, gak nyesel deh antri lama untuk ke sini. Setelah puas kita balik dan nyempetin “nge-galeri” bentar. Kebetulan ada eksibisi di deket antrian the peak.
      Sorenya kita lanjut ke wan chai, tujuannya ke masjid Omar Shidiq. Di tengah jalan sempet nemuin bule ngamen XD Setelah shalat kita ke Wan Chai market untuk nyobain masakan China yang halal. Nama warungnya Wai Kee. Harga makannya cukup terjangkau daripada harga makanan di Chungking mansion. Satu porsi roast duck cuma 30an hkd.
      Kita sempat keliling pasar dan nemuin ada orang yang jual jajan kiloan, lumayan kalau dibuat oleh2. Sayangnya kita gak beli karena berpikiran di ladies market ada yang jual kaya gitu juga. Malamnya kita kembali ke TST, ngemil dikit di McCafe kemudian tidur.
      DAY 3
      Kembali kita baru keluar kamar pukul 09:00. Tujuan pertama ke star avenue,sayang lagi ada pembangunan sehingga ditutup. Alternatifnya kita ke Garden of Stars. Intinya sama mungkin ya, ada telapak tangan bintang film hong kong di sana. Tapi karena terlalu panas kita malas untuk melihat lebih dekat hehe.
      Kemudian kita keliling museum2 di sekitaran TST, masuknya bayar, jadi kita skip. Setelah itu kita kembali ke hotel.
      Sore harinya kita ke Nan Liang Garden. Nuansa di dalamnya masih alami banget kecuali petugasnya yang pakai seragam. Kerennya lagi taman ini berada di tengah-tengah kota. Tidak buka sampai malam,jadi bagi yng ingin ke sini saya sarankan jangan terlalu sore.
      Malamnya kita lanjut ke ladies market untuk belanja oleh-oleh. Wajib nawar kalo di sini, kalo perlu seperempat harga. Lumayan 16 potong kaos I love hk dapat harga 200 hkd. Uniknya makin menjauh dari entrance stasiun harga barangnya makin murah. Jadi jalan dulu aja sampai ujung jangan beli di toko yang di awal.
      LAST DAY
      Kita checkout pukul 06:00. Kemarinnya kata yang jaga suruh ninggalin aja kuncinya di meja resepsionis kalo dia ga ada. Sempet kaget ternyata MTR baru beroperasi rada siangan, kalo tidak salah 08:30. Kita ke airport naik bis, ternyata octopus kita kurang, untung dibolehin minus haha.
      Di airport kita refund Octopus card. Deposit 50 hkd dipotong karena saldo kita kurang waktu naik bus ke airport.
      Dan akhirnya kita take off meninggalkan hong kong 09:00.
       
      Tips biar murah
      Pesan tiket2 spot wisata di klook, biasanya ada diskon, tapi butuh credit card. New hoover guest house, tempat kita nginap, Cuma Rp 680 ribuan untuk 3 malam. Bawa Pop Mie untuk sarapan, toko2 di sini bukanya siang. (penghematan paling besar terjadi di sini haha). Kita tiket PP gratis, dapet jatah. Total saya nukerin 2 juta rupiah dapat sekitar 1200 HKD masih sisa 460++HKD.
       
      Late tips, tips yang dikasih tahu orang-orang sepulang kita dari HK
      Di TST ada penginapan yang nyediain free air minum, berharga banget ini, air mineral di sana buat botol ukuran sedang bisa 9HKD. Di TST ada mansion yang nyediain tiket2 spot wisata lebih murah dari harga loket. lunas yak hehehe
      kalo ada yang mau tanya silahkan saja ga usah sungkan, foto-foto menyusul.
       

    • By min0ru
      Penerbangan menggunakan Cathay Pacific untuk jarak jauh kebanyakan akan transit di home base mereka yaitu Hong Kong. Untuk trip ke Jepang kali ini sengaja saya cari jam Transit 5 Jam di Hong Kong agar bisa main ke mainland (pusat kota). Mendarat jam 11.00 waktu setempat langsung menuju imigrasi dan keluar dari arrival area. FYI untuk transit dan mau jalan ke mainland ngga perlu repot2 lapor dan segala macamnya, cukup menunjukkan boarding pass pesawat selanjutnya di imigrasi.
      Keluar dari arrival area bisa langsung cari Airport Express counter, biaya normalnya HKD 100 tapi kemarin ini beli yang untuk group of 2 jadinya per orang PP hanya HKD 170 aja, lumayan kan irit HKD 30.

      Waktu tempuh kereta ni untuk mencapai mainland hanya 24 menit saja dan pada waktu itu kereta cukup sepi. Didepan tempat duduk saya kebetulan juga ada colokan untuk ngecharge (kebiasaan orang jaman sekarang lihat colokan dikit lansung seneng) di bagian atas (plafon) kereta seperti pada umunya terdapat petunjuk rute jadi kita bisa tau apakah keretanya masih jauh dari tujuan atau sudah hampir sampai.

      24 menit lewat akhirnya sampai juga di Hong Kong mainland, kalau tidak salah tiba di Hong Kong station dan diatasnya ada IFC Mall. Sebenernya perut agak laper tapi akhirnya memutuskan untuk keluar dulu lihat2 sekitar IFC Mall. Ternyata selain mall ada pelabuhan di depannya yaitu Central Pier dan ada juga Ferris Wheel di sekitar situ. Baru aja beberapa langkah keluar dari IFC Mall udara dingin menembus jaket, anginnya berhembus lumayan kencang dan suhu disana mencapai 15ºc, lalu saya lihat ada pengamen jalanan yang cukup keren (menurut saya) lengkap dengan soundnya dan yang saya kurang paham adalah alat apa yang dia mainkan tapi bersenandung sangat indah ditelinga.

      Jalan kaki sekitar 5-10 menit sudah sampai di Central Pier, disitu cuma foto2, duduk dan ngeliatin orang mancing haha walaupun kecil dapet aja loh si bapak2 ini mancing. Di dekat loket Ferris Wheel ini ada tempat jual makanan dan minuman yang mungkin disediakan untuk duduk2 menikmati hari, emang enak banget sih nongkrong dan bengong di sekitar central pier ini. Hanya sekitar 25 menitan nongkrong di Central Pier akhirnya memutuskan untuk balik ke IFC nyari makan siang dan ketemu yang ngga terlalu ramai Taiwanese Noodle gitu, rasanya biasa banget di basement menuju ke HK Station.

      Perut udah kenyang akhirnya jalan agak jauhan entah kemana itu arahnya tapi ke daerah perkantoran dan pertokoan (10 menitan). Foto2 narsis dipinggir jalan dan clingak clinguk entah lihat apa. Yang keren sih ada tram dengan warna warni berbeda mulai dari yang cute, old dan unik ala ala vintage begitu.

      Capek juga jalan jauh, balik ah ke IFC Mall nyari Starbucks! ngga jauh2 emang tempat nongkrong ya coffee shop sambil nunggu waktu buat balik ke HKIA. Anyway buat yang naik Airport Express dan cuma beli one way pas di airport, di IFC mall dijual juga tapi di Customer Service Station bukan di counter Airport Expressnya.
      Sampai ke HKIA tepat waktu tetapi ternyata Dragon Air delay selama kurang lebih 45 menit dan cerita sedikit tentang Dragon Air ini sepertinya low cost airlinenya Cathay, jadi ukuran tempat duduk dan interiornya sama seperti kalau naik AirAsia hanya saja di Dragon Air tetap ada makanannya.
       
    • By Saesario Indrawan
      Pesawat yang membawa kami dari Jakarta akhirnya mendarat juga di Hong Kong International Airport (HKIA) tepat pukul enam di pagi yang dingin dan berembun pada bulan Desember. Cuaca yang mendung membuat suhu udara terasa semakin menusuk tulang. Mengunjungi Hong Kong untuk berbelanja dan Macau untuk menikmati suasana kasino sepertinya memang menjadi aliran mainstream bagi wisatawan dari Indonesia, oleh karena itu kami akan mengajak pembaca sekalian untuk menemukan permata – permata yang tersembunyi di antara pencakar langit di Hong Kong dan gemerincing mesin judi di Macau.

                      Macau bisa ditempuh hanya dengan waktu satu jam dari Hong Kong dengan menggunakan perahu berlunas dua yang dikenal dengan nama jetfoil. Sebenarnya ada layanan jetfoil langsung dari HKIA tanpa perlu keluar terlebih dahulu dari imigrasi Hong Kong, namun karena jadwal pertama dari HKIA adalah pukul 09.00, maka kami memutuskan untuk naik bus dari bandara menuju Hong Kong Macau Ferry Terminal yang terletak di Shun Tak Centre, kawasan Central Hong Kong yang melayani perjalanan ferry selama 24 jam, karena sayang ada waktu terbuang cuma bengong di airport.

      Pada hari pertama kami berkelana di kawasan Senado Square (Largo do Senado) dan Ruins of St. Paul yang menjadi tetenger  alias landmark Macau. Tentu saja kedua tempat tersebut penuh dibanjiri oleh turis dan tidak sedikit di antaranya berasal dari Indonesia. Sayang setibanya di sana hujan turun dengan lebat dan membuat acara kami menjadi sedikit terganggu. Di hari kedua kekecewaan kami terobati dengan mengunjungi Panda Pavillion di dalam kompleks Seac Pai Van Parc. Taman Seac Pai Van (dibaca shek pay wan) terletak di Pulau Coloane dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30-40 menit dengan bus umum dari Senado Square. Perlu diketahui bahwa dulu Macau terbagi atas tiga wilayah. Pertama, Macau Peninsula (semenanjung Macau), kedua adalah Pulau Taipa, dan ketiga yaitu Pulau Coloane. Perkembangan Macau membuat selat diantara Taipa dan Coloane direklamasi sehingga hasil dari reklamasi tersebut dikenal dengan nama Cotai Strip yaitu singkatan dari Coloane dan Taipa. Di jalur Cotai inilah terletak kasino yang sangat tersohor seperti The Venetian Sands, Galaxy Macau, City of Dreams dan yang teranyar adalah Studio City Macau yang baru saja diresmikan di bulan November 2015 kemarin.

      Coloane, menjadi rumah dari dua ekor panda raksasa (giant panda) yang dihibahkan oleh pemerintahan Beijing pada saat Macau kembali ke pangkuan negeri Tirai Bambu dari tangan Portugis. Kai kai dan Shurong, demikian nama kedua panda tersebut tinggal di dalam paviliun yang megah dan dilengkapi pengatur suhu udara agar keduanya betah dan nyaman. Tiket masuk ke dalam Panda Pavillion hanya 10 Macau Patacas atau disingkat MOP yang nilainya kurang lebih setara dengan 1 Hong Kong Dollar (HKD). Jadi untuk mengunjungi Panda yang lucu dan imut itu cukup merogoh kocek sekitar Rp 17.800,-. Murah bukan? Ditambah lagi Seac Pan Vai Parc memiliki banyak koleksi burung – burung yang unik seperti Pink Flamingo. Walaupun tidak seluas dan selengkap Jurong Bird Park di Singapura, namun melihat Kai kai dan Shurong beraksi di kandang yang dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya dapat membuat hati menjadi riang gembira. Oh ya, apabila Anda ingin berkunjung ke sana pastikan datang sekitar jam 10 – 11 pagi karena pada saat itu adalah jam makan keduanya. Di luar jam – jam makan, maka dapat dipastikan yang bisa dilihat hanyalah dua gumpalan bulu berwarna putih hitam yang sedang tidur dengan damai.

      Dari Seac Pan Vai Parc, kami mengunjungi Vila da Coloane, alias Desa Coloane. Hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit untuk mencapai lokasi ini dari Seac Pan Vai Parc. Memiliki wilayah di tepi pantai, Vila da Coloane menjadi tempat tinggal para nelayan. Di sini masih tersisa bangunan – bangunan bedeng yang  pernah menjadi tempat tinggal nelayan. Di Coloane ini pula terletak Kapel St. Francis Xavier (Santo Fransiskus Xaverius), seorang penginjil yang hidup pada abad XV dan pernah mengunjungi wilayah Nusantara bagian timur dalam rangka memperkenalkan agama Nasrani di wilayah Asia. Gereja ini dibangun pada tahun 1928, sempat menjadi tempat penyimpanan relik dari St. Francis Xavier bersama dengan 26 martir berkebangsaan barat dan Jepang yang disalib pada tahun 1597 oleh penguasa Jepang di Nagasaki, sebelum relik – relik tersebut akhirnya dipindahkan ke Museum of Sacred Art yang bersebelahan dengan Ruins of St. Paul.

      Kapel ini unik dengan warnanya yang kuning terang serta altarnya yang dicat biru muda, serta halamannya yang terbuat dari batu (cobblestone) berwarna putih hitam yang dibuat menyerupai ombak. Hal ini disebabkan karena St. Francis Xavier merupakan santo pelindung Hindia Timur yang kerap melakukan perjalanan dengan kapal untuk menyebarkan misinya. Selain dari itu, keindahan dan keunikan kapel ini adalah lokasinya yang menghadap teluk yang digunakan untuk pendaratan para nelayan sehingga pada masanya, bangunan kapel inilah yang pertama kali dilihat apabila seseorang menginjakkan kakinya di pantai Vila da Coloane. Tidak banyak turis yang mengunjungi Coloane pada hari kerja, oleh karenanya tak heran kalau daerah ini terasa begitu sejuk dan nyaman.

      Setelah mengunjungi kedua permata di Macau ini, kurang lengkap rasanya kalau tidak menyantap masakan khas Macau. Masakan Macau umumnya merupakan perpaduan antara masakan Eropa (Portugis) dan Asia (China – India). Terletak tepat di halaman Kapel St. Francis Xavier ini ada satu restoran yang menyajikan hidangan peranakan Portugis – China – India. Café Nga Tim, begitu namanya, terkenal dengan hidangan Portuguese Chicken alias Ayam ala Portugis yang menyerupai opor, namun dengan cita rasa kari India, dan rempah – rempah China. Makanan ini dihidangkan dengan ditaburi keju dan dipanggang terlebih dahulu di dalam oven. Dengan harga yang cukup terjangkau, tempat makan yang satu ini menjadi tujuan para wisatawan dan juga menjadi klangenan warga lokal. Untuk hidangan pencuci mulut jangan lupa memesan serradura  yaitu semacam krim yang dibekukan dan ditaburi dengan bubuk remah roti yang menyerupai serbuk gergajian kayu. Coloane ini juga menjadi tempat lahirnya Pasteis de Nata alias Portuguese Egg Tart di Macau. Kulit pastry yang renyah berisi krim custard nan lembut ini konon hasil ciptaan pria berkebangsaan Inggris yang kemudian lebih dikenal dengan julukan Lord Stow. Namun, menurut kami egg tart terenak di Macau adalah buatan Margaret's Cafe e Nata yang terletak hanya sepelemparan batu dari Largo do Senado.

      Setelah menjelajah Macau, sekembalinya ke Hong Kong ternyata ada juga tempat yang tenang dan menyenangkan untuk dikunjungi. Chi Lin Nunnery, sebuah padepokan Buddhis yang terletak di Kowloon , tepatnya di kawasan Diamond Hill. Dari kawasan Tsim Sha Tsui, Chi Lin Nunnery dapat ditempuh dengan naik kereta bawah tanah (MTR) atau dengan naik bus tingkat. Dikelilingi belantara beton, kuil ini memang kurang terkenal dibandingkan dengan Tian Tian Buddha yang terletak di Ngong Ping. Namun uniknya, Chi Lin Nunnery tidak hanya sekedar bangunan bernuansa Buddhis, namun juga masih menjadi tempat pengajaran agama Buddha. Didirikan di tahun 1934 dan kemudian dirombak besar – besaran pada tahun 1990, Chi Lin Nunnery dibangun dengan gaya arsitektur pada masa Dinasti Tang (618 – 907 M). Kayu menjadi bahan utama untuk membangun kawasan kompleks yang dilengkapi degan kolam teratai, kolam ikan koi, dan taman bonsai ini. Untuk masuk ke dalam kuil Anda harus melewati  satu diantara tiga Gerbang Langit (Celestial Gate) menuju ke pelataran utama sebelum menuju ke Istana Langit (Celestial Hall). Di dalam ruang persembahyangan utama terdapat patung Sakyamuni Buddha dan para Boddhisattva yang berlapis emas. Namun sebagaimana layaknya tempat suci lainnya, tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di dalam ruang utama.

      Di seberang Chi Lin Nunnery terdapat sebuah taman yang tidak kalah indah, Nan Lian Garden namanya. Taman ini juga  dibangun sesuai dengan gaya pada era Dinasti Tang. Taman seluas 3,5 hektar yang memiliki Pagoda keemasan dan jembatan lengkung  ini dilengkapi pula dengan restoran vegetarian dan toko souvenir. Ada juga House of Rock sebuah museum yang didedikasikan untuk para penggemar batuan yang unik. Mungkin patut diusulkan supaya batu akik juga bisa menjadi koleksi museum tersebut? Replika rumah penduduk Tiongkok pada masa Dinasi Tang juga ada, namun sayang pada hari itu kami tidak dapat masuk karena sedang ada perawatan pada bagian interiornya. Song Cha Xie, sebuah tea house yang ada di Nan Lian Garden bisa menjadi tujuan bagi para penggemar teh. Untuk menikmati upacara minum teh klasik di Song Cha Xie, memang harus merogoh kocek cukup dalam. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati keindahan Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden? Jawabannya adalah gratis alias free of charge.

      Berkeliling Hong Kong dengan subway atau MTR memang lebih efisien dan cepat namun cukup menguras kantong apabila Anda sering bepergian dengan jarak yang jauh. Naik Bus menjadi alternatif yang lumayan murah walaupun pada jam – jam tertentu beresiko terjebak kemacetan. Ada satu lagi alternatif moda transportasi sekaligus bisa menjadi atraksi wisata bila ingin menyeberang dari Kowloon ke Hong Kong, yaitu Star Ferry. Ferry bertenaga uap ini mulai menggantikan sampan pada tahun 1888 yang mengantar penumpang menyeberangi Victoria Harbour. Saat ini tenaga penggeraknya sudah bukan uap lagi namun diesel-elektrik sejak 1933. Menumpang Star Ferry merupakan pengalaman tersendiri, dengan suasana kabin yang masih koeno, Star Ferry membawa kita kembali ke masa silam sejarah Hong Kong. Anda dapat memilih rute Kowloon (Tsim Sha Tsui) – Central atau Tsim Sha Tsui – Wan Chai, atau juga rute wisata yang menyinggahi  masing – masing pelabuhan (pier) Tsim Sha Tsui – Wan Chai – Central. Naiklah di dek atas, dan nikmati pemandangan pencakar langit di Victoria Harbour dengan tarif yang sangat murah, rata – rata HKD 2.5 pada hari kerja, dan HKD 3.4 pada akhir pekan. Sebuah pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan dengan ikut tour wisata Victoria Harbour yang bisa mencapai HKD 250 per orang.

      Bagi penggemar kuliner, adalah merupakan aib yang teramat sangat pabila berkelana ke Hong Kong tanpa menyantap dim sum dan roasted goose. Sulit rasanya menemukan dim sum yang tidak enak selama berada di Hong Kong. Banyak orang menyarankan untuk makan dim sum di Tim Ho Wan, restoran yang pernah mendapatkan satu bintang Michelin dengan harga warung kaki lima. Alih alih sarapan di Tim Ho Wan dimana lama antrean bisa mencapai 1-2 jam, kami memilih Saam Hui Yaat. Restoran yang sebenarnya lebih cocok disebut kedai ini tersembunyi diantara kawasan pemukiman di Pok Fu Lam Rd, Central, Hong Kong. Datang pada pukul 9.00 pagi hanya ada 1 turis selain kami yang bertandang sementara sisanya adalah warga lokal. Terkenal dengan hidangan cheung fun, shiu mai, har kau, dan lo mai kai makan berdua sampai perut membuncit hanya mengeluarkan uang tak lebih dari HKD 100. Semua pegawai tidak ada yang berbahasa Inggris, Anda harus menguasai bahasa Kanton untuk memilih menu yang ada, lihai berbahasa Tarzan, atau seperti yang kami lakukan yaitu membawa foto makanan yang ingin dicoba dan menunjukannya kepada pelayan. Voila! Dalam waktu 5 menit meja kami sudah penuh dengan dim sum yang lezat dan sepoci Chinese tea. Kurang dari 20 menit kemudian, semuanya sudah berpindah dengan sukses ke dalam perut.

      Bicara soal roasted goose alias angsa panggang, Yung Kee adalah pionir di bidang pengolahan unggas tersebut. Namun seiring dengan waktu, dari sekedar sebuah kedai Yung Kee tumbuh menjadi restoran besar dan membuat harga makanannya menjadi tidak lagi terjangkau bagi rakyat jelata seperti kami. Untungnya masih ada Yat Lok, kedai mungil yang terletak di Stanley St. Central, Hong Kong ini juga menawarkan angsa panggang dengan harga yang lebih miring. Seporsi nasi dan angsa panggang dibanderol dengan harga HKD 85. Kami menduga bahwa angsa panggang akan cenderung berlemak dan berbau agak amis tetapi begitu terhidang di meja, sama sekali tidak ada aroma amis. Kami lebih takjub lagi karena daging angsanya sama sekali tidak berlemak namun sangat juicy dan lembut. Kulitnya yang garing kecoklatan sangat rangup, renyah ketika digigit. Dicocol dengan saus plum yang manis, rasa asin dan gurih dari daging angsa panggang ini berpadu dengan harmonis di mulut dan membawa kami terbang ke langit ke delapan.

      Banyak tempat wisata yang indah dan tempat kuliner yang menggoyang lidah tetapi jarang dikunjungi oleh turis dan yang paling penting adalah harganya yang bersahabat dengan kantong backpakers. Berwisata ke luar negeri tidak harus mahal. Cobalah untuk mengunjungi tempat – tempat yang tidak begitu populer di mata turis, karena keindahan ataupun atraksi yang ditawarkan tidak kalah menarik tanpa harus mengeluarkan uang terlalu banyak.  Manfaatkan diskon – diskon untuk masuk ke atraksi wisata sehingga bisa menghemat biaya perjalanan. Mau tahu bagaimana tips dan trik berwisata murah ke Hong Kong dan Macau? Silakan cek tulisan di bawah ini:

      Tips dan Trik Wisata Murah Ke Hong Kong dan Macau

      Tiket pesawat dan akomodasi adalah komponen utama untuk berwisata keluar negeri. Banyak agen perjalanan on-line menawarkan pelbagai tiket murah untuk tujuan wisata populer. Perhatikan baik – baik dan selalu bandingkan dengan agen perjalanan yang lain. Terkadang di satu agen, hanya mencantumkan biaya pokok (basic fare) dan belum mencantumkan biaya lain seperti pajak, biaya pelayanan, dan biaya proses. Biaya yang tersembunyi ini baru muncul bila Anda akan melakukan pembayaran dan total biayanya bisa membuat anda terperanjat. Budget / Low-cost carrier memang harganya menggoda, tapi bila dihitung dengan biaya bagasi dan lainnya boleh jadi harganya akan sama atau terpaut sedikit dengan maskapai full service yang sedang memiliki program promosi. Cobalah cek laman maskapai full service untuk mengetahui promo yang kadang – kadang hanya dijual melalui laman mereka atau kunjungi travel fair yang sedang berlangsung. Biaya transportasi selama berada di negara tujuan juga merupakan aspek penting. Di Hong Kong,  umumnya tarif transportasi umum tersedia secara daring (on-line) sehingga Anda bisa mengkalkulasi terlebih dahulu berapa biaya yang perlu disiapkan. MTR sebagai operator subway memiliki program tiket kereta Airport Express (untuk perjalanan dari dan ke airport) yang sekaligus dapat digunakan untuk perjalanan dengan subway secara bebas selama 3 hari berturut – turut khusus untuk turis. Hal ini membuat biaya transportasi lebih murah bila Anda sering bepergian melalui jaringan subway. Alternatif lain untuk pembayaran transportasi di Hong Kong adalah dengan membeli Octopus Card, kartu pembayaran multifungsi. Kartu ini bisa digunakan untuk membayar ongkos subway, bus, dan bahkan membayar belanjaan di 7-Eleven atau gerai makanan cepat saji. Membayar ongkos subway dengan Octopus akan lebih murah sekitar 10% daripada membeli tiket single-journey. Kartu ini bisa diperoleh seharga 150 HKD dari kios MTR, convenience store seperti  7-Eleven, Circle-K. Anda akan mendapatkan sebuah kartu dengan nilai awal HKD 100, dan deposit HKD 50. Sisa uang yang ada di dalam kartu bisa dikembalikan, sekaligus dengan deposit setelah dikurangi biaya administrasi sebesar HKD 9. Pengembalian bisa dilakukan di counter Airport Express di Bandara. Transportasi di Macau menggunakan bus umum dan taksi selain shuttle bus milik hotel dan casino, namun demikian jadwalnya teratur dan memiliki tarif flat sehingga Anda tidak perlu bingung. Cukup lihat tarifnya secara online, kemudian siapkan uang pas boleh dalam HKD maupun MOP atau keduanya. Bus tidak akan memberikan kembalian karena uang dimasukkan ke dalam kotak di dekat tempat duduk supir. Informasi pemberhentian bus akan disampaikan dalam empat bahasa, Kanton, Putonghua (Mandarin), Portugis, dan Inggris jadi jangan takut tersesat bila naik bus. Anda juga bisa memanfaatkan shuttle bus milik hotel dan kasino secara gratis. Dari Macau Airport, Outer Harbour Ferry Terminal, dan Taipa Ferry Terminal, gunakan shuttle milik Wynn Macau, Hotel Lisboa, atau Hotel Grand Lisboa untuk mencapai Senado Square. Bila ingin langsung ke Venetian, Galaxy, dan City of Dreams bisa menggunakan shuttle bus milik masing – masing kasino. Untuk bepergian antar kasino di wilayah Cotai Strip, ada Cotai Strip Shuttle, yang rutenya berputar ke masing – masing kasino yang ada di sana. Taksi umumnya menolak untuk bepergian jarak pendek, dan supir taksi jarang ada yang berbahasa Inggris. Akomodasi  di Hong Kong cukup mahal. Kamar hotel bintang dua di Hong Kong bisa jadi harganya sama dengan hotel bintang lima di Indonesia. Pilihan yang murah adalah tinggal di hostel yang banyak tersedia. Di kawasan Kowloon umumnya hostel – hostel ini terletak dalam satu gedung baik itu Chungking Mansion atau Mirador Mansion. Secara umum hostel di Mirador Mansion lebih manusiawi dan lebih bersih. Pilih yang memiliki reputasi baik dari Agoda atau Trip Advisor. Ukuran kamar dan tempat tidur umumnya kecil dan memiliki kamar mandi dalam serta air panas. Kami tinggal di Modern Inn di Mirador Mansion setelah membeli voucher melalui Agoda dengan diskon hampir 60%. Setali tiga uang, demikian juga dengan hotel di Macau. Pilih hostel di seputaran Senado Square karena akses yang mudah dan banyak tersedia tempat makan. Hotel Ole Tai Sam Un yang kami tinggali hanya berjarak 5 menit jalan kaki ke Senado Square. Di sekitarnya masih banyak hotel di antaranya Vila Universal, Hotel Man Va dan Hotel Kou Va. Tiket masuk ke atraksi wisata juga seringkali lebih murah bila dibeli secara on-line sebelum Anda berangkat. Salah satu penyedia layanan tiket atraksi dengan diskon yang cukup besar adalah www.klook.com. Tiket naik gondola di The Venetian Macau dijual dengan harga HKD 88 dari harga asli HKD 125. Klook juga menjual tiket Airport Express, The Peak Tram Combo + Madame Tussaud, dan Hong Kong Disneyland juga dengan diskon yang cukup lumayan. Selain Klook, ada www.asiatravelcare.com yang juga menyediakan layanan pembelian tiket dengan harga diskon. Hong Kong Disneyland kadang – kadang menawarkan promo untuk pembelian langsung dari laman mereka. Bila anda beruntung, bisa mendapatkan tiket Play and Dine, yaitu tiket masuk ditambah meal coupon untuk satu kali makan dengan harga di bawah harga tiket normal. Kami mendapatkan tiket one-day + meal coupon seharga HKD 499 per orang. Bandingkan dengan harga normal sebesar HKD 539 dan paket makanan paling murah termasuk minum seharga HKD 105. Untungnya porsi makanan cukup besar sehingga 1 paket dapat dimakan sepiring berdua. Air minum bisa diperoleh secara gratis dari pancuran air yang ada di dekat fasilitas umum sehingga Anda terhindar dari dehidrasi. iVenture Card patut dijadikan pertimbangan bila Anda bepergian selama 5 hari di Hong Kong. iVenture Card menyediakan paket tiket masuk ke atraksi wisata yaitu Hong Kong 3D Museum, Madame Tussauds, Noah’s Ark, Ngong Ping 360, Sky 100, ditambah Dining Coupon di Galaxy Macau, Macau Tower, dan tiket Airport Express dengan harga murah ditambah bonus yang bisa dipilih salah satu dari Ocean Park, Big Bus Tour, Victoria Harbour Cruise, Meal Coupon Bubba Gump Shrimp Co., dan Disneyland Hong Kong (dengan biaya tambahan). Kartu ini bisa dibeli melalui Klook dan Asia Travel Care maupun di laman iVenture. Bagi yang ingin menyeberang ke Macau, coba kunjungi laman kedua operator layanan ferry, TurboJet dan Cotai Waterjet. Seringkali ada promo tiket yang hanya diberitahukan melalui laman mereka. Kami mendapat promo untuk pembelian tiket first class seharga kelas ekonomi tetapi harus dengan pembelian melalui  aplikasi android milik Cotai Waterjet. Selisih harga Cotai Class dan Cotai First bisa mencapai HKD 100 per orang, selain mendapatkan fasilitas berupa kursi yang lebih lebar, ruang kaki yang lebih luas, snack dan minuman, toilet di dalam ferry yang lebih bersih, enaknya lagi penumpang first class akan turun dari ferry terlebih dahulu sehingga bisa mendapatkan posisi agak di depan dalam antrian imigrasi.
    • By baihaki1985
      Kalau berbicara tentang masakan, maka masakan dari Cina tak bisa dilewatkan begitu saja. Masakan dari negeri tirai bambu ini telah mendunia. Terlebih hampir di setiap negara terdapat pecinan atau chinatown yang mau tidak mau memberi popularitas lebih bagi masakan Cina. Dan mayoritas masakan Cina yang populer di berbagai belahan dunia tak lain adalah masakan Kanton. 
      Nah, kalau ingin mencicipi kuliner masakan Kanton yang otentik, maka tempat yang bisa dijadikan rujukan adalah kota Guangzhou yang merupakan ibukota dari Provinsi Guangdong. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di negara Cina setelah Shanghai dan Beijing. Selain itu, Guangzhou layak untuk disebut sebagai surga kuliner Cina karena kota Guangzhou memperoleh pemasukan perkapita sektor kuliner tertinggi di negara Cina. 
      Masakan Kanton yang ada di Guangzhou ataupun Provinsi Guangdong pun menggunakan berbagai jenis bahan baku utama. Di antaranya adalah daging sapi, daging babi, ayam, ceker ayam, lidah bebek, bekicot dan bahkan ular sekalipun. Namun untuk daging kambing ataupun domba cukup jarang dipakai sebagai bahan baku utama. 
      Dim sum kanton
      Dim sum memang menjadi makanan yang banyak dijumpai di seluruh negara Cina. Namun dim sum dari Kanton banyak dianggap sebagai dim sum terbaik di seantero negara Cina. Dan tempat yang banyak disarankan untuk bisa menikmati sajian dim sum kanton di kota Guangzhou adalah Restoran Panxi. 
       
      Dim sum berbentuk kelinci di Restoran Panxi (kredit: letstalkfoodandetc)
       
      Yuntun Mian atau mie pangsit
      Kalau ingin mencari mie pangsit otentik di Guangzhou, tempat terbaik yang bisa dituju adalah di jalan Xihua Lu dan Renmin Lu. Di kedua jalan ini, terdapat berbagai tempat makan yang terkenal dengan sajian mie pangsitnya. Selain itu, ada pula restoran bernama Restoran Ouchengji yang terkenal dengan sajian mie pangsitnya. Restoran ini terletak di alamat 127 Dishipu Lu dan sudah berdiri sejak tahun 1940an. 
      Restoran ini beralamat di No. 151 Longin West Road, Liwan, Guangzhou Guangdong. Restoran Panxi ini terkenal karena mereka menyajikan varian dim sum yang beragam. Bagaimana tidak, di sini terdapat 1000 jenis dim sum. Namun nampaknya kemungkinan kecil ya kalau 1000 jenis dim sum tersebut disajikan setiap hari. 
      Jidi Zhou
      Kuliner lain yang juga terkenal di kota Guangzhou adalah Jidi Zhou atau bubur Jidi. Restoran yang terkenal dengan bubur ini adalah Restoran Wuzhanji yang berlokasi di Wenchang Xiang. Restoran ini pun terkeanl sudak sejak awal tahun 1900an. Bahkan Jidi Zhou dari Restoran Wuzhanji ini memperoleh gelar sebagai Chinese Famous Food pada tahun 1997. 
      Namun sepertinya tak semua orang bakal cocok dengan bubur ini. Terlebih untuk para traveler muslim yang ingin menjaga makanan dari makanan yang haram. Tak lain karena bubur ini menggunakan bahan baku babi. Baik itu potongan hati babi, usus babi dan lain-lain.  
      Chang Fen atau Streamed vermicelli roll
      Kalau berbicara tentang makanan yang populer di Guangzhou, maka kuliner yang tak bisa dilepaskan adalah Chang Fen. Kuliner yang satu ini pun bahkan hampir bisa dijumpai di semua teahouse ataupun night market yang ada di kota Guangzhou. 

      Chang fen (kredit: Wikipedia)
      Chang fen ini sendiri dikenal sebagai salah satu kuliner Kanton dari Cina bagian selatan. Selain dijumpai di Guangzhou, kuliner ini juga dapat ditemukan di Hong Kong. Chang Fen ini pun bisa disajikan sebagai snack atau terkadang juga disajikan sebagai varian dari dim sum. Chang fen ini pun mempunyai variasi isi. Bisa diisi dengan udang, daging babi, daging sapi, sayuran ataupun bahan-bahan lain.
      Guiling Gao
      Kuliner berikutnya yang kerap menjadi santapan warga Guangzhou adalah guiling gao. Makanan yang satu ini biasanya dijadikan makanan penutup. Guiling gao ini merupakan sebuah jelly yang bahan baku utamanya terbuat dari seekor kura-kura. Biasanya kura-kura yang dipakai adalah kura-kura Cuora trifasciata. 

      Guiling gao (kredit: Tripadvisor)
      Namun yang perlu diperhatikan, kura-kura ini ternyata adalah hewan endemik di wilayah Cina bagian selatan dan Vietnam bagian utara. Dan karena spesies kura-kura ini adalah hewan endemik seperti halnya anoa di Indonesia, kura-kura ini pun menjadi salah satu hewan yang dilindungi. Terlebih lagi saat ini statusnya terancam punah. 
      Menurut masyarakat Cina sendiri, guiling gao merupakan salah satu makanan untuk kesehatan tubuh. Masyarakat Cina percaya kalau guiling gao ini bisa menyembuhkan panas dalam tubuh yang berlebih. Bahkan kalau guiling gao terasa semakin pahit, maka dianggap mempunyai khasiat yang lebih baik. 
      White Cut Chicken atau baiqie chicken
      Makanan yang satu ini merupakan masakan yang sangat sederhana dan cukup gampang dibuat. White cut chicken ini bisa dibuat hanya menggunakan air mendidih tanpa perlu tambahan bumbu. Jadi rasa ayam ini pun bakal terasa orisinil. 

      White cut chicken (kredit: absolutechinatours)
      Namun ayam yang dipakai untuk membuat masakan ini haruslah ayam lokal yang mempunyai bobot kurang dari 1 kg. Untuk memasaknya pun hanya perlu waktu 15 menit dalam air yang mendidih. Dalam penyajiannya, white cut chicken ini kerap disajikan dengan cocolan jahe, daun bawang serta minyak kacang.