• 0
Baroness

Europe-Balkan, Italy, Malta

Question

Hi,

 

Barangkali ada yang mau bareng trip sekitar maret/april 2018.

Itinnya : Dubrovnik (Croatia), Kotor  (Montenegro), Lake Bled (Slovenia), Innbruck (Austria), Verona/Florence,Cinque Terre, Pompeii (Italy) and Malta.

Waktunya 2 minggu, budget 25-27 juta all in.

Kalo berminat bisa kontak wa:085880002870 (Serius Only)

Thanks

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

7 answers to this question

  • 0
3 hours ago, Baroness said:

Hi,

 

Barangkali ada yang mau bareng trip sekitar maret/april 2018.

Itinnya : Dubrovnik (Croatia), Kotor  (Montenegro), Lake Bled (Slovenia), Innbruck (Austria), Verona/Florence,Cinque Terre, Pompeii (Italy) and Malta.

Waktunya 2 minggu, budget 25-27 juta all in.

Kalo berminat bisa kontak wa:085880002870 (Serius Only)

Thanks

 

 

wih welcome back mba @Baroness kayak nya ke eropa lagi nih ya :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
12 hours ago, Baroness said:

hi mas @deffa, iya comeback nih, ayuk mau coba ikutan mas, kali ini ke balkan ama daerah sekitarnya yg anti mainstream (saya gak suka kota2 besar haha)

wah menarik tapi saya Europe yang mainstream aja belum pernah heheh @Baroness :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
Guest
This topic is now closed to further replies.

  • Similar Content

    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma – Day 1
      Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 8 Mei 2018
      Pagi ini kami sudah berada kembali di Roma. Setelah perjalanan selama 6,5 jam menggunakan kereta Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini. Naik kereta jauh lebih nyaman dibandingkan naik bus, walaupun hanya kelas ekonomi. Kita masih bisa mendapatkan harga murah jika memesan jauh-jauh hari, biasanya 3 bulan sebelum keberangkatan tiket sudah bisa dipesan. Tidak seperti pembeli yang kami temui di Stasiun dengan kelas yang sama tetapi harganya jauh lebih mahal karena membeli on the spot.
      Dari Rome Termini kami ke penginapan dulu untuk cek-in. Kami menginap di Marghera House dekat sekali dengan Stasiun Rome Termini, hanya berjarak sekitar 50 meter. Penginapan yang awalnya menurut kami kurang menyakinkan, tetapi setelah masuk kami merasa “feel like home”.
      1.Vatican City
      Itinerary hari ini adalah Vatican City, kami menggunakan Metro Line A Termini – Ottaviano-San Pietro. Waktu kami berjalan menuju Vatican Museum,banyak sekali yang menawarkan jasa Skip the Line. Memang Vatican City adalah tujuan “Must See” klo ke Roma, makanya ga heran klo banyak yang menawarkan jasa Skip the Line. Setelah tawar-menawar rata-rata mereka memberikan harga yang sama yaitu 2x-3x lipat harga normal. Tapi kalo mau mengantri harus siap-siap mengantri lama karena antrian yang panjang. Akhirnya kami hanya foto-foto di St. Peter’s Square.



      2. Castel Sant’ Angelo
      Setelah itu kami berjalan menuju Castel Sant’ Angelo, yang berada tidak jauh dari Vatican.

      3. Chiesa Nuova
      Dari Castel Sant’ Angelo kami berjalan ke Chiesa Nuova.

      4. Piazza Navona
      Kemudian kami ke Piazza Navona melewati Palazzo della Cancelleria. Di sini ada 3 fountains, di tengah adalah yang terbesar. Sayang, cuaca hari ini kurang mendukung karena langit mendung dan sudah mulai gerimis.


      5. Santa Maria ad Martyres Pantheon
      Saat perjalanan ke sini hujan sudah mulai sedikit deras. Beruntung kami berada di sini sehingga kami bisa berteduh walau sebentar.
      Pantheon mendapat cahaya dari sinar matahari yang masuk melalui atap. Tepat di atas kubah ada bukaan bulat. Jika hujan, air yang turun dari bukaan mengalir ke dalam lubang di lantai.

      6. Trevi Fountain
      Tidak akan lengkap kunjungan kita ke Roma bila tidak mengunjungi air mancur yang terkenal ini. Walaupun hujan, tidak mempengaruhi wisatawan yang ingin berfoto di depan Trevi Fountain.
      Pada dahulu kala diadakan kontes untuk merancang air mancur baru. Banyak arsitek penting yang berpartisipasi, tetapi pada akhirnya desain air mancur inilah yang memenangkan kontes. Trevi Fountain adalah air mancur terbesar di Roma. Ada di Piazza di Trevi. Konon katanya bahwa “Jika Anda melempar koin ke dalamnya air mancur dengan punggung Anda berbalik, Anda akan datang kembali ke Roma ”. Untuk alasan inilah banyak turis melempar koin ke dalam air mancur dan air mancur selalu penuh dengan koin. Koin-koin ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk amal.

      7. Quirinale


       
      Karena hujan yang tidak berhenti, tidak banyak yang bisa kami kunjungi lagi. Kami sudah menunggu sampai malam, dan akhirnya harus pulang kembali ke penginapan.

    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma
      Hari 3, 7 Mei 2018
      Setelah perjalanan selama 6,5 jam dari Roma menuju Venice, akhirnya kami turun di Venezia (Tronchetto) – P.le People Mover Isola Nova. Tronchetto ini adalah tempat Bus and Car parking. Jadi seandainya kita sewa mobil pribadi dari Roma ato daerah lain ke Venice, kita harus parkir di tempat ini. Pengalaman naik Bus Center tidak seenak naik Flix Bus. Menurut kami Flix Bus lebih nyaman dari Bus Center. Dari segi tempat duduk, wifi, charger maupun toilet. Untung pulangnya naik kereta.

      Sebelumnya kami ke WC dulu untuk cuci muka dll karena People Mover baru buka pukul 08.00. People Mover menghubungkan Tronchetto dan Piazzale Roma. Harga tiket untuk sekali jalan 1.50 euro. Setelah People Mover beroperasi, kami adalah orang yang pertama karena di Tronchetto ini belum banyak orang seperti di Piazza Roma.

      1. P.Le Roma
      Tronchetto dan Piazzale Roma adalah satu-satunya tempat di Venice yang dapat diakses oleh mobil, bus dan trem. Di sini juga terdapat Vaporetto Piers yang bisa membawa kita kemana saja menggunakan Vaporetto (bus air). Piazzale Roma termasuk tempat yang tersibuk di Venice.

      Calatrava bridge adalah jembatan pertama yang kami lewati. Jembatan ini adalah salah satu dari 4 jembatan yang melintasi Grand Canal di Venice, yang menghubungkan Stasiun Kota dengan Piazza Roma. Dulu saya pernah nonton di NatGeo bahwa jembatan ini merupakan salah satu kesalahan konstruksi yang fatal karena panel kaca yang licin. Akibatnya pemerintah setempat harus merogoh kocek lagi untuk merenovasi jembatan tersebut.
      2. Basilica Dei Frari
      Dari Piazza Roma kami berjalan melewati Stasiun Santa Lucia menuju jembatan kedua yaitu Scalzi bridge.

      Sepanjang jalan kami melihat orang-orang lokal yang saling menyapa satu sama lain. Setiap gang-gang kecil yang kami lewati belum terlihat toko-toko yang buka hanya beberapa saja yang baru mulai menata barang-barangnya. Banyak juga toko yang menjual pernak-pernik karnaval, kain, hiasan kaca dan lain2. Akhirnya kami sampai di Basilica Dei Frari.

      3. Galleria Dell’Accademia
      Dari Basilica Dei Frari kami berjalan ke Galleria Dell’Accademia melewati Scuola Di S.Rocco dan Ca’Rezznico.

      Setelah sampai di Galleria Dell’Accademia, kami melihat jembatan ke 3 yaitu Accademia bridge sedang di renovasi. Sayang, kami tidak bisa mengambil foto di depan jembatan Accademia.

      4. Santa Maria Della Salute
      Kemudian kami berjalan menuju Santa Maria Della Salute. Dari kejauhan gereja ini sudah terlihat dengan kubah hijau yang besar.


      Ga kebayang klo kami sedang berada di Venice, hihi… macam mimpi aja (sambil saling memandang).

      5. Basilica Di S.Marco
      Dari Santa Maria Della Salute kami menyeberang menggunakan Traghetto. Klo kamu ingin coba naik gondola tapi ga ingin bayar mahal, mungkin naik Traghetto bisa menjadi pilihan. Traghetto adalah kapal penumpang yang melintasi Grand Canal di Venice. Traghetto itu adalah gondola besar tanpa hiasan busur, kursi yang dirajut, dan hiasan mewah lainnya. Mereka didayung oleh dua pendayung: orang yang berdiri di belakang penumpang seperti pendayung gondola tradisional, yang lain lebih dekat ke haluan. Carilah Traghetto Pier terdekat, biaya 2 euro per orang.

      Setelah menyeberang kami menuju Basilica Di S.Marco. Masuk melalui Correr Museum di sini banyak sekali wisatawan, baik yang mengantri untuk masuk ke dalam Basilica Di S.Marco maupun hanya berfoto di Piazza S.Marco.


      6. Ponte Dell’Arsenale
      Sebelum sampe di Ponte Dell’Arsenale kami melewati Chiesa S.Zaccaria, Chiesa Di S.Giovanni In Bragora dan Ca’ Di Dio. Akhirnya kami sampe juga di Ponte Dell’Arsenale setelah berjalan seharian dan tidak tahu sudah seberapa jauh kaki ini melangkah.

       
      7. Chiesa S. Maria Formosa
      Ponte Dell’Arsenale adalah titik terjauh perjalanan kami, kemudian kami kembali ke arah barat yaitu perjalanan pulang ke Stasiun Santa Lucia. Kami berjalan melewati Chiesa Dei Greci, Chiesa Di San Lorenzo.

      Karena kaki sudah keriting ada beberapa yang kami skip diantaranya Chiesa Di S.Giovanni E Paolo dan S.Maria Nova Church.

      8. Ponte di Rialto
      Ponte di Rialto adalah jembatan ke 4 di Venice. Jembatan yang paling terkenal dan pertama kali dibangun menyeberangi Grand Canal. Jembatan ini sudah mengalami renovasi dari bentuk awalnya yang terbuat dari kayu.

      Ponte di Rialto ini adalah last trip kami sebelum kami kembali ke Stasiun Santa Lucia. Dari sini lah kami merasa “Lost in Venice” karena banyak sekali marka jalan menunjuk arah yang sama. Sudah beberapa kali salah jalan, karena wisatawan menyebar ke segala arah membuat kami tidak bisa berpatokan pada arah yang kami tuju. Akhirnya kami menemukan jalan yang sama pada waktu kami berangkat. Dari situ segalanya mudah sampai kami ketemu Scalzi Bridge, lalu Stasiun Santa Lucia.
      Kami menunggu di depan Stasiun Santa Lucia sampai jadwal keberangkatan kereta kami tiba. Kami menggunakan Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini dengan harga 19.90 euro.

       
    • By denorra
      Halo temen temen semuanyaaaa....apa kabaaar?
      Setelah berhibenasi cukup lama dari forum ini, gue mau share perjalanan gue ke salah satu kota yg menurut orang2 salah satu yg tercantik di jagat raya, Yep, u got it rite! it's Prague, permatanya Benua Biru. Perjalana gue ke Praha sebenernya masih nyambung cerita shortcourse gue ke Wageningen taon lalu (njiiir lama bener, hahaha). Gue emang udah bertekad extend biar bisa ke Praha. Setelah brosing2, ternyata kalau naek kereta tu bisa 16 jam, yaolo, gempor lah ya. Akhirnya gue memutuskan naik pesawat. Dari Schipol gue mesti transit ke Muenchen. Bandara Jerman caem! bersih, modern, lux. Anywaaaaay...mau caem kek apaan juga, gue tetep lari2 nyari counter check in karena ternyata jaohnya ya ampuuuuuuun:((. Hampir semua penumpang sampe di konter cek in dengan kondisi terengah engah, hahahahha. Dari Muenchen akhirnya sampelah gue ke Prahaaa, woohoooo. Tapiiii, excitement gue msti ternoda dengan a bit of culture shock. Bener kata temen2 gue, orang2 Eropa Timur memang 'terasa' lebih 'kasar' daripada Eropa Barat. udahlah gausah gue critain gimana gue smpe bengong n syok nanggepin orang2 di bandara, terminal maupun stasiun ekreta yang sumpah ga helpful banget (menurut gue ya). Saking betenya, gue mutusin baik taksi aja dr bandara ke hotel (abis abis dah duit).
      Sampai di hotel, ya ampuuuun hotel gue luaaaaaaaas. gue padahal milih yg sekamar ber8, hahahaha. jangan dibandingin sama bekpek hostel di spore, hahahha. Intinya gue puas sm hostel gue. mana penghuninyua ramah ramah:). Mulailah gue jalan2 menyusuri kota Praha. besoknya gue ke Cesky krumlov naik kereta. menurut gue Cesky ni kek miniaturnya Praha.  Gue dateng pas wiken lebih dikit, jd kebayang ga betapa ramenya Prahaaaaa? seseeeeeeeeeeek:)).
      Jadi, gimana Praha? Cantiiik luar biasaaaaaaaaa..setiap sudut tu kek artistik banget. Saking cantiknya gue ampe engap! hahahah. Even ke Cesky, smuanya potret-able banget. Ampe bingung gue:)). Oiya gue mau kasi tips.
      1. kalau kelian tipe kek gue yg males ribet (brosing segala informasi smpe detil), siapin duit aja, hahah. praha relatif murah, tiket bis jg paketan bisa dipake seharian gitu
      2. gue termasuk yg ga ngoyo harus ke semua PoI semua destinasi wisata, gue maunya mah woles, enjoy. Nah jangan kek gue pergi pas wiken, amit2. Kalau kelian pernah ke Ams pas wiken, kek gitu persis. malesin!. apalagi kl cuaca panas.
      3. Kota kek Praha gitu harus dinikmati bareng, mau sm pasangan atau temen2, sendirian mnurt gue kurang asik
      4. siapin kamera yg caem, jangan kek gue, hahahha
      Udahlah gitu aja, capek ngetik panjang2:p









    • By norma sofisa
      Holiday season is coming!
      Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal.

       
      Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan.
      Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember.
      Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal.
      Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji.
      Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah.
       
      Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah
      Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya.
      Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat.
      Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal.

       
      Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah
      Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree).
      Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan.

       
      Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara
      Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho!
      Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan  gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November .
      Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal.
      Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas.

       
      White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan
      Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin.
      Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju!
      Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju?
      Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat.

      BONUS: Strategi Christmas Sale
      Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal!
      Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut.
      Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya..
      Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
    • By Vara Deliasani

      Venice atau yang biasa disebut Venezia merupakan salah satu kota mainstream kalo jalan ke Eropa. Sebelum berangkat gw galau mau mampir ke venice atau ngga. Karena menurut pendapat temen-temen gw yang udh kesana venice sih overrated. Manalah tiket kereta dari Roma ke Venice juga lumayan mahal. Tapi karena ternyata tiket promo yang available emang harus lewat Venice yaaa udah deh "terpaksa" mampir di venice.
      Sedikit cerita soal Venice... Venice terletak di northeastern Itali, yangvterdiri dari 117 pulau yang dipisahkan oleh kanal-kanal. Sehingga Venice sering disebut sebagai kota air atau kota terapung.
      Dengan kepasrahan tingkat tinggi akhirnya gw berangkat dari Roma ke Venice menggunakan kereta cepat. Gw berangkat dengan ekspektasi yang ala kadarnya. Berpikir bahwa penutupan perjalanan di Eropa kali ini akan antiklimaks.

       
      Sampai di Venice gw ga terlalu "bersemangat" karena mikirnya udah negatif yaaa akhirnya nemu aja semua kekurangan.. yang kanalnya berasa gini doang.. bangunannya bau lembab.. dll. Tapi dipikir udah sampe sini ya udah laah yaa dinikmatin aja.
      Ternyata begitu memasuki "kota" berjalan menyusuri lorong-lorong sempit dan jembatan-jembatan melintasi kanal barulah gw menyadari keindahan Venice. Terlepas dari kekurangannya, Venice punya keunikan sendiri dan daya tarik yang ga dimiliki kota lain. Atmosfirnya pun berbeda... membuat semua pikiran jelek gw menghilang. Yang tadinya bau lembab yg gw anggap menggangu justru menjadi daya tarik tersendiri. Membuat suasana terkesan tua dan magisnya dapat banget.. Aaaahhh susah ngejelasinnya.. mungkin biar foto-foto berikut ini yg ngegambarin betapa indah dan uniknyanya Venice. Yang jelas emang harus nyoba dateng kesini.


       

       
       
      Venice itu kecil banget sih.. 1hari full udah cukup. Kecuali emang mau nyebrang ke pulau Burano dan Murano. Gw cm 1hari 1 malam disini, ga sempet mampir ke Burano dan Murano. Daaannn asliiiii gw nyeseeeelll bangeeeeettt!!! Jadilah gw cuma muter-muter di pulau utama aja. 
      Sampe di Venice dari stasiun atau terminal bisa bisa naik ferry atau taksi air ke St. Mark's Square. Atau kalau mau jalan santai juga bisa kok. Cuma yaaa lumayan jauh juga. Sampai di alun-alun mulai deh jalan kaki ke Bassilica. Lalu menyusuri lorong-lorong kecil, naik turun tangga, menyeberangi kanal-kanal kecil menuju ke rialto bridge. Jalan menyusuri lorong-lorong ke seluruh tempat wisata utama. 




       
      Asli yaa sepanjang jalan itu asiknya dinikmatin sambil makan gelato dan kue-kue khas Venice. Jalan santai, nyasar-nyasar dan nemuin toko-toko lucu. 

      Di tengah jalan jangan lupa naik gondola yaa... ini wajib banget. Emang agak mahal tp gw jamjn ini sepadan banget! Saat naik gondola kita akan diajak mengitari canal-canal kecil yang mengelilingi kota, lalu menuju ke canal grande, dan kembali ke tenpat awal naik. Nyeberang lalu menyusuri sepanjang canal dan mampir buat makan malam.


       
      Makan dipinggir canal sambil nikmatin Venice diwaktu malam.. ini kegiatan wajib!! Tadinya ragu mau mampir karena takut harganya mahal banget. Tapi karena hari terakhir, besoknya balik ke Jakarta, ya udah dinekatin aja.
      Eeh ternyata pas duduk, liat menu harganya ga jauh lah kaya makan di cafe atau resto di Jakarta. Syeeennnaaaaanggg.. jadilah kalap mesen segala jenis makanan. Yang wajib dicoba pasta cumi hitam. Asliii. Enak banget. Sambil nunggu makanan dateng wajib nyobain minum Limoncello, liquer lemon khas itali selatan. Duduk-duduk santai dipinggir canal sambil makan, ngobrol dan nge-wine.. aaahhh.. ini nikmat bangeettt!!!

      Ga berasa udah jam 9 malam. kenyaaangg.. Waktunya jalan kaki balik ke Hotel. Dan ternyata jam 9 malam Venice udah sepi banget. Serem-serem gimana gitu kalo nyasar.. soalnya banyak jalan buntu. Akhirnya jam 10 berhasil sampe di hotel. 
      Aaaaahhh Venice.. sebuah kota yang manis buat menutup perjalanan gw di Eropa.

       
       
       
    • By denorra
      Halo jalan-jalaners!
      Iseng-iseng membunuh waktu, gue share pengalaman awal taon (telat bener, hihi) ke Luxemburg.
      Jadi karena alhamdulillah aplikasi beasiswa shortcourse gue ke Belanda diterima, gue uda siap2 sejak di Jakarta puasa senin kemis biar ga kebanyakan jajan. demi apah? iyap! demi jalan jalan bentaran:D
      shorcourse gue di kampung bernama Wageningen, nah kebetulan gue ada temen yg lg sekolah disitu. Ngobrol2 dan tercetuslah niatan ke luxemburg. Mayoritas temen2 gue yg sekolah ke belanda ngga rekomendasiin Lux sebagai tujuan. Setelah brosing2 baru tau, jadwal ke Lux tu ga 'semudah' ke negara lain. Dengan waktu yg cukup longgar di akhir pekan, gue sm temen2 mesti punya rencana yg matang. Satu2nya jadwal yg akomodatif adalah naik kereta ke Eindhoven jumat malem lanjut naik bis ke Lux. Kami sampe di Lux sekitaran jam 4 pagi. Gue tau sih Lux adalah salah satu negara terkaya dg tingkat kriminalitas yg rendah, tapi tetep aja ya booooo sampe ke engara orang pagi2 buta dan ngliat orang mabok jalan2 gitu serem juga. Anywaaaaaay..naiklah kami ke bus. Syok lagi karena di bus penuh sodara2! anak remaja remaji dress up abis mau ajojing, semntara gue dan temen2 kucel nahan kantuk, hahaha.
      Singkat cerita, bis di Lux kl wiken gratiiiis (asiiik). Trs di brosur2 tu tourism point-nya buanyak buanget. Uda kebayang ga mungkin kesampean semuanya kan ya. Ealah ternyata itu seputeran kota smuaa, hahahha. Jalan ampe gempor dr jam 10 pagi sampe jam 10 malem ngubengin tu kota. Trus suka ga sm Lux? suka bangeeeeeeeeeet. yg di atas tebing itu sepiii...kek kastil2, asiiik..di kota jg seruuu, national museumnya jg jooos. bangunan2 'modern' kelas dunia kek mengimbangi cultural/historical buildingnya gitu.
      langsung foto yaaaaaaaaaa:D













    • By Fauzan Ammary
      Saya waktu itu mengakhiri Xmas trip saya ketika singgah terakhir di Brussels, kenapa pilih Brussels? Karena balik dari Budapest menuju Valencia cukup murah dibandingkan terbang langsung dari Budapest ke Barcelona lalu harus naik kereta menuju Castellon (tempat saya tinggal).
      Namanya jalan solo trip selama 21 hari, pasti capek. Itu yang saya mulai rasakan, saya tiba di Brussels pada hari ke 19 trip Xmas saya. Terbang dari Budapest yang bersalju dengan suhu -15 membuat saya serasa ingin segera pulang ke Spanyol yang hangat. Tetapi ketika tiba di Brussels ternyata suhunya hanya 5 derajat, seketika tubuh saya merasa shock karna perbedaan suhu yang mencapai 20 derajat dalam waktu satu jam, waktu itu saya merasa seperti anak kecil yang lagi masuk ke summer, yeay no more coat ahaha.
      Setelah menuju pusat kota, saya langsung menuju hostel, di dalam stasiun MRT saya sempat di datangi tentara yang berjaga dengan senjata lengkap untuk memeriksa identitas saya, waktu itu memang kejadiannya setelah serangan di Paris itu, kapan2 saya buat field report Paris. Tiba di hostel, receptionistnya dengan ramah menyambut saya walaupun dia nggk percaya saya orang Indonesia ahaha. Tiba di kamar saya ketemu hostelmate saya, ada yang dari Polandia, Prancis, dan Belanda. Yang aneh si Polish nggk tau Indonesia sama sekali walaupun dia pernah ke Bali dan dua tahun tinggal di Australia, mengejutkan banget. Malam itu saya habiskan ke bar bersama hostelmate, ini enaknya nginap di hostel, bisa ketemu orang baru, obrolan yang keduga dan sebagainya.
      Singkatnya, besok saya mulai jalan2, karena kebetulan saya tinggal dekat Grand Place, jadi tinggal jalan kaki menuju sana. Tempat yang paling pertama saya tuju ialah Mannekin Piss, yang terkenal banget itu... Ternyataaaaa pas sampai sana patungnya hanya seuprit, saya kira setinggi saya ahaha

      Dan cuman di corner gitu, tapi sejarahnya sih ini tempat ngambil air warga jaman dulu
      Saya lanjutin jalan2 saya, saya ke Grand Place semacam alun2nya Brussels, karena waktu itu sedang suasana Natal, jadi ada pasar Natal. Ini umum banget di Eropa, kalo di Indo kayak pas bulan puasa orang jualan kue gitu, tapi ini jualan coklat, champagne dan lain2. 

      Setelah dari sini, saya menuju ke landmark Belgia yaitu Atomium, tempatnya agak di pinggiran dikit, tapi ada metro yang langsung menuju kesana, pokoknya di Eropa rata2 ibukota negara punya jalur kereta bawah tanah, kecuali Bratislava ya ahahah

      Nah ini Atomium, fotonya agar blur karena minta tolong foto sm orang, maklum solo traveler ehehe. Mau minta fotoin lagi orangnya udah pergi. Ternyata walaupun ini landmark tetapi yang berkunjung kesini cukup sedikit, terbukti dengan saya menunggu orang lewat untuk minta tolong fotoin, skitar hampir sejam saya nunggu orang lewat, kalaupun ada yang lewat, pasti orang tua gitu, sempat mau minta tolong tentara fotoin, tapi tentaranya nggk mau ahaha 
      Dari Atomium saya kembali ke pusat kota, berjalan kaki melihat2 kota, kurang lebih sight seeingnya seperti ini
      Setelah itu saya menuju sebuah tempat yang nggk mungkin saya lewatkan sebagai anak Hubungan Internasional ehehe 

      Ini diaaaaa, kantor pusat European Union a.k.a Uni Eropa, sebagai anak HI kalo udh sampai sini tingkat sombongnya bisa beda ahahaha.. gimana menurut bang @deffa ?  Di foto ini saya minta tolong orang Russia buat motoin, yang ujungnya kita ngobrol soal kondisi ekonomi Russia ahaha
      Setau saya deket sini ada satu lagi tempat iconic tapi saya nggk tau namanya, yaudah saya jalan kaki kesana, ini tempatnya 

      Selesai dari sini, saya penasaran pengen ngeliat atomium pas malam, akhirnya saya balik deh ke kawasan Atomium
       
      Dan ternyata bagus pas malam. Saya lanjutin balik ke daerah Grand Place biar sekalian pulang

      Maaf ya kalo gambarnya rada blur ehehe
      Disini saya mau nyobain French Fries Belgia yang terkenal itu, harganya 3 euro ato 5 euro, saya lupa. Siangnya saya udah nyobain Waffle, nah ini agak tricky, biasanya di depan di tulis 1 euro, pas masuk kedalam, ternyata waffle 1 euro itu tanpa topping apapun, jadi kalau make topping harus nambah, dan kisarannya 3-10 euro tergantung toppingnya..
      Balik ke Hotel saya packing buat siap2 flight back to Spain besoknya.
      Besoknya di bandara ada cerita lucu, setelah saya check in, security check, passport check dan segala macam, saya sampai di ruang tunggu sesuai gate saya. Tiba panggilan naik pesawat, saya mulai menganteri, tiba giliran untuk di check boarding pass dan passport, saya ngerasa si petugas memangil saya karena waktu sedang memakai headset, ketika saya membuka headset, dia langsung bilang "orang Indonesia ya?" dengan ngucapin itu make bahasa Indonesia, saya langsung kaget dan reflek saya menjawab "iya kok tau?" dia langsung menjawab "iya saya juga ehehe" lah ternyata petunias Ryan Air-nya orang Indonesia ahahaha.. ngobrol2 ternyata dia udah di Belgia dari lulus SMA, bener2 di luar dugaan ahahah
      setelah itu saya pamit menuju pesawat, sesampai di dalam pesawat seneng banget denger orang make bahasa Spanyol, serasa lagi mau pulang kampung. Gimana nggk senang? bahasanya saya ngerti ahahah... Jalan2 3 minggu bahasanya saya nggk ngerti semua ahaha.. Mulai Prancis, Jerman, Slovak, Hungary, sampe Belanda.
      Pas di Brussels saya pengen banget ke Pura Hindu Bali terbesar di Eropa, tapi tempatnya mayan dari Brussels, bisa abis waktu nanti, jadi akhirnya nggk kesitu.
      Overall, Brussels itu standar banget kalau di bandingin kota lain di Eropa, nggk ada apa2nya, kebetulan aja flight murah jadi saya kesini.. Kota ini emang penting di Eropa tapi kalau mau wisata mendingan ke Bruge atau Antwerp. Oiya temen saya yang dari Belgia waktu saya bilang mau ke Brussel dia langsung bilang "why you want to go to that shity place?" ahahaha bisa di bayangkan kan tanggapan orang Belgia sendiri? Btw Brussels mayan mahal buat kantong cheap traveller tapi kalo ibu2 pejabat sih udah pasti nggk ahaha.