Yos

Short Trip to Seoul & Jeju (Korea - 2017)

16 posts in this topic

Bingung mau start dari mana..... :bingung

Jadi kali ini short trip to Korea, 7 hari aja periode 23 - 30 Oktober 2017.

Karena keterbatasan bahasa dan versi ga mau ribet, kita putuskan untuk ambil tour aja. Awalnya ambil His travel eh menjelang deadline quota masih ga terpenuhi juga ya sudah banting setir ke Bayu Buana lagi... harga idem 13jt gitu all in.

Korea ini visanya ribet ya, harus pake lampiran SPT tahunan segala :bingung jujur jadi males balik lagi kalau ribet mah, masih mending rekening 3 bulan masih normal euyyyy....

 

Hari 1 dan 2 (Jkt - Seoul)

Nah 23 oktober kita berangkat dengan pesawat malam dan 24 oktober paginya kita sudah sampai di Incheon Airport, Seoul.

Seharusnya jadwal hari ini adalah bikin kimchi, terus ke Geyongbok tapi dikarenakan waktu yang ga memungkinkan 2 hal itu digusur switch ke hari terakhir. Jadi hari pertama ini kita hanya jalan2 keliling ke National Folk Museum dan lanjut ngejar pesawat ke Jeju Island dari Gimpo Airport.

National Folk Museum itu sendiri rupanya menu wajib kalau kita ikut tour ke Korea. Isinya adalah sejarah kebudayaan Korea, dan sambil jalan kelilingin museum dijelasin sama si tour lokalnya.. Eh aku lupa bilang bahwa walau dari Jkt ada tour guidenya tapi semua tour yang dateng ke Korea didampingin oleh tour lokal yang fasih bahasa indonesia... Dan jujur memang kesulitan bahasa disini, orang Korea males dan ga mau belajar bahasa lain, bahasa inggris aja langka apalagi indo...:bingung

Oh ya 1 lagi, orang korea itu paling anti difoto apalagi di videoin tanpa seijin mereka :facepalm... masalahnyaaaaa minta ijin pun ga bakal dikasih, ga ngerti deh kenapa mereka anti difoto, dan di banyak tempat seperti di dalam National Folk Museum ini pun ga boleh foto2... jadi hasilnya ga ada foto2 susasana di dalam National Folk Museum ini... kalau di luar sih boleh aja foto.

5a1915cb97e17_NationalFolkMuseum.jpg.5159f351eb2a0dd7b75d30c773121df4.jpg

Nah setelah dari National Folk Museum langsung lunch tapi lupa lunchnya apa :D terus langsung ke Gimpo Airport untuk penerbangan ke Jeju Island...

Di Gimpo sambil nunggu boarding kepengen ngopi dan ketemu kopi yang ini

5a191775e5985_1stlatteatGimpoairport.thumb.jpg.d900c648d52d1324ed7f3f4634eabffe.jpg

5a1917df38ddb_Gimpoairport.jpg.8d1d9b4f248f931e724c94646b87d57f.jpg

Dan dasar ndesoooo :P aku baru tau dari temen bahwa caffee ini terkenal karena banyak di shoot di drama korea, lha mana aku tauuuu?

Ok kita lanjut terbang ke Jeju dan bermalam di Jeju

Dan ga lupa pas sampe hotel cari minimarket terdekat terus hunting2 teh, nah nemunya ginian... not bad lah untuk teh 2000 won dan hershey coklat cookiesnya promo 1000 won dpt 3 pak

5a1916f9d231c_huntingmalampertamadiSeoul1.jpg.3afd602635e66c8a6f400ee2aa395a04.jpg

5a1917a51156a_huntingmalampertamadiSeoul.jpg.f1b350b7fbeae4f3d257229d2767ac07.jpg

 

Hari 3 & 4 (Jeju Island)

Pagi ini kita acaranya ke Seongsan Sunrise Peak, isinya adalah suatu pinggir laut gitu, isinya pemandangan pinggir laut. Ada sih beberapa pertunjukan lagi yaitu wanita penyelam tertua di Korea, tapi itu aja waktu tayangnya dan kalau mau nonton harus bayar lagi, terus kalau ikut tour pastinya ga keburu untuk liat atraksi yang ada... Sampai disini aku mulai ngoceh karena belum terasa suasana autum-nya...:geram

5a19166a2186b_SeongsansunrisepeakJeju1.jpg.a7599cfdbb3f83c8b785f6eb33d00e8a.jpg

5a19165d71692_SeongsansunrisepeakJeju3.jpg.6f9b6a6b291ed8ecd51eff5c6500de13.jpg

5a1916641901f_SeongsansunrisepeakJeju2.jpg.e8c11d3cd137e67e772dd2fee988f9d2.jpg

5a19164222c00_SeongsansunrisepeakJeju.jpg.40a9703a5f5fe4c8e6a78e39bf257faa.jpg

Kayaknya ga sah klo tiap pergi ga ada adegan kissing-nya... maaf yaaaa :terpesona

Nah sehabis dari Seongsan ini kita lanjut ke desa Jeju, katanya si tour guide lokal perempuan Jeju itu sesuatu banget... dan desa Jeju ini isinya masih asli rumah dan org2nya ga boleh dirubah ke modern oleh pemerintah korea. Nah sesampainya disana, perempuan Jeju itu menceritakan tentang sejarah budaya laki2 dan perempuan disana, tentang bagaimana dulu laki2 posisinya lebih tinggi dari perempuan karena jumlah laki2 1:10 dengan perempuan. Jadi poligami diperbolehkan, laki2 punya istri bisa 4 atau 5, ga perlu kerja, ongkang2 kaki, tinggal minta duit dan semua perempuan yang kerja, :(

Beda dengan sekarang, perempuan justru posisinya lebih tinggi dari laki2... kalau dulu perempuan merit itu berarti sengsara karena harus melayani keseluruhan keluarga, kalau sekarang malah katanya laki2 korea yang cuci baju masak dll walau tetap bekerja juga... gitu katanya...

Intinya sih di desa Jeju ini isinya mereka berjualan produk sejenis Goji Beri yang sudah diekstrak, madu khusus dan bubuk dari tulang kuda.

Aku beli goji berinya karena harganya make sense dan sudah pernah minum yang versi barat dan manfaatnya bagus. Kalau madu dan tulang kuda duh ga dulu deh...

Di desa Jeju ini juga tidak boleh foto2 apalagi video lho yaaa:bete karena mereka ga mau dan ga jelas alasannya.

Dari desa Jeju lanjut lunch dulu dong dan ini lunchnya ku sukaaa :terpesona yaitu Babi Hitam (Gochan) yang memang khas peliharaan di Jeju... rasanya wowww enak.. :kesengsem dan untuk yang muslim maka dagingnya akan diganti dengan daging bebek

5a191765d4e43_BlackporkJejualiasGochan.thumb.jpg.9151143199db0795e323e3aa976918a6.jpg

Dan si tour guide lokal kasih kita coba soju rasa jeruk rasanya enak banget :terpesona tapi sayangnya sampe pulang ga nemu lagi yang jual

5a19161381927_sojurasaorange.thumb.jpg.0f9f5bceb64b7dead7ae324d3ae044d5.jpg

Setelah makan lanjut lagi ke Trick Eye Museum & Ice Gallery.. isinya itu seperti trick eye yang ada di ancol dan bali, tapi untuk koleksi sih maish lebih lengkap jakarta dan bali... menurutku lho yaaaa

Ice Gallerynya oke tapi untuk foto hasilnya kurang bagus karena cahaya yang kurang di dalam ice gallery ini

5a1915f00a82e_trickeyemuseum1.thumb.jpg.ca4dd9f88c96fc8c4dc6f56afe54a9f1.jpg5a1915e9b16cb_trickeyemuseum3.thumb.jpg.fa0538bed4717cf0ed3e031c1bdb8bb1.jpg5a1915f4d5c52_Trickartmuseum1.jpg.d005b9a9231585177a6514c62f325c12.jpg

Lanjut lagi untuk nonton pertunjukan Nanta Show, dan aku acungin jempol untuk Nanta Show ini, isinya kocak, menghibur dan bikin sakit perut karena ketawa... dan skill mereka dalam memainkan alat2 dapur untuk jadi suatu pertunjukan aku acungi jempol. Tapi sayangnya ga boleh foto apalagi video jadi ga ada dokumentasi untuk ini. Durasi pertunjukan sekitar 90-120 menit.

Setelah dari ini kita balik ke hotel tapi melewati dulu yang namanya Mysterius Road... dan ini adalah suatu jalan setapak kira2 300 meter, dimana tampaknya ada magnet alam di sepanjang ruas jalan itu. Jadi pas sampai di jalan itu mesin mobil bus dimatikan tapi anehnya bus tetap jalan walaupun jalannya menanjak... nah ada apa ayoooo:ngeri

Hari ke 4, rencana hari ini adalah pagi-pagi langsung ke Garden of Morning Calm, isinya adalah kebun bunga yang luas dan masih akan bertambah luas karena masih di expansi di beberapa bagian. Nah... akhirnya ketemu juga suasan autum disini :kesengsem asikkk, foto2 ahhh :foto2

5a1917e40f603_GardenofmorningcalmJeju.jpg.d0c0ba7410b337d96fe5dac996db86dc.jpg

5a1917e9ddc2a_GardenofmorningcalmGimpo.jpg.95f2f8f3495fc31b717602210f4b4fc7.jpg

5a191ff533321_GardenofmorningcalmGimpo6.jpg.05895a714100c5e743c3d1cefb47622a.jpg5a192003180ce_GardenofmorningcalmGimpo5.jpg.1b08733fd86129ea5798f809f450191f.jpg5a19201dcff04_GardenofmorningcalmGimpo2.jpg.d8ad3101781a06506f69161485eb83f0.jpg5a191fdae9065_GardenofmorningcalmGimpo7.thumb.jpg.556860cae2b72691fc5e1d10553a4a2a.jpg5a191f879d94e_GardenofmorningcalmGimpo8.jpg.4282e6062c96cbb52567f44a315e6da7.jpg

Dari Garden of Morning Calm kita lanjut ke Teddy Bear Museum, kecil sih museumnya tapi lumayanlah isinya....

5a1916091ebc3_Teddybearmuseum1.thumb.jpg.f38559ba41d3fe9addd1ff38768587d3.jpg5a191603ea04b_Teddybearmuseum2.thumb.jpg.57ad00d99f109c685144dda1086dc36a.jpg5a1915fc33f9d_Teddybearmuseum3.thumb.jpg.a34e68b5db24f27d5f9eb42b1b94015d.jpg

Dan abis itu ngebut ke Nami Island yang terkenal dengan lokasi shooting Winter Sonata.. Disini suasama autum juga sudah terasa, dan karena dibatasi waktu kita langsung cari patung khas icon disini, si winter sonata itu dan untuk foto dengan patungnya antri seperti kalau mau foto sama hachiko :D

5a1916d814414_NamiIsand1.thumb.jpg.d591764f5f90f6235b56de261824e872.jpg5a1916cfbf888_NamiIsand2.jpg.6c4b53ad2101730966f2a12b9f2104f3.jpg

5a19169ede5df_NamiIsand4.thumb.jpg.467836939ddefb9ad9ed4f6c5294ec38.jpg5a1916c358d5a_NamiIsand3.jpg.772a0fffaf77ea848b2e9c2f5ad2bb6a.jpg

Pas mau balik dr Nami Island antri feri nya luar biasa, antrian udah dari bbrp puluh meter sebelum anjungan, buset deh.... Tapi pas dinnernya itu sesuatu banget karena menunya itu Sup ayam ginseng... wuih 1 ekor  ayam sedang untuk sendirian, pas banget malam2 makan sup ini, mantep deh plus minumnya dikasih soju atau sake ga tau persis... pasangan yang ideal :P

5a19160def9a1_supayamginseng.thumb.jpg.027a4af2a5c91e96f5f14f11b49ab93f.jpg

Sesudahnya kita mampir sebentar aja ke Dragon Head Rock, tapi karena sudah malam ga bisa dokumentasi juga, dan bentuknya pun ga mirip dragon.... bingung.... Sudahlah balik hotel aja istirahat...

 

Hari 5 (Mt Seorak)

Nah pagi ini semangat karena mau ke Mt. Seorak yang katanya juga bagus itu.. karena kita nginepnya di Mt. Seorak juga maka perjalanan ke lokasi ga lama. Dan beruntung sampai cukup pagi karena kalau ga rasanya antri untuk naik cable car ke atas itu sesuatu. Buat temen2 yang ke Mt. Seorak inget ya kalau sudah naik cable car naik nanjak jalan kaki sampai puncak Seorak, karena worth it dan sayang banget kalau ga sampai puncak.

5a19163a44bea_SeoraksanNationalPark1.jpg.b8698c8a4c724aa4f3d38193cf18e10d.jpg5a19163211f82_SeoraksanNationalPark2.thumb.jpg.70f8700918e61e94a9282bce9668f871.jpg5a1916286b0cd_SeoraksanNationalPark3.jpg.61319df109a3254bd5df8c4b12282d45.jpg5a19200f403ab_GardenofmorningcalmGimpo4.jpg.cc846334e5ee20b6a00ee5696cda12fd.jpg

Saran untuk temen2 yang mau ke Mt. Seorak lebih pagi datengnya lebih bagus karena pas pulangnya antrian untuk semua kendaraan menuju Mt. Seorak dah panjang banget berkm2 gitu. Saking padatnya arus kendaraan yang menuju Mt. Seorak maka mau ga mau kita jalan kaki menuju bus karena bus nya stuck macet antrian dan kalau nunggu bus itu weleh bisa berjam2 baru sampai...

Akhirnya kita jalan kaki dan kok ga sampe2 ya ke bus nya?:bingung pas akhirnya kita bisa mendekati si bus yang juga usaha mendekati kita, ternyata kita sudah jalan kaki sebanyak 10600 langkah :tercengang ini pun karena ada peserta tour yang bawa alat yang ngitungin jalan kaki berapa langkah itu lho... sinting berarti sekitar 6km lah jalan kakinya... laper deh....

Untungnya abis itu langsung lunch dan lunchnya oke Roast Chic with Hengju Cheese, oke lah boleh juga sebelum menuju perjalanan sekitar 3 jam dengan bus ke Everland.

5a19167809803_Roastchickenwithhongjucheese1.jpg.2ff6244cdcb59cb87fd387c7cbcc43de.jpg5a191670caf2e_Roastchickenwithhongjucheese2.thumb.jpg.8c65f8e107ce1dc6efea64a82dbdd99f.jpg

Setelah lunch kita menuju ke Everland, versi kecilnya disneyland di korea, mulai dari design masuk semua persis sama dengan USJ, tapi secara saya kurang begitu suka dengan isinya plus kita sampe sudah sore, dan banyak wahana yang sudah tutup jam 6 sore wah sudahlah jalan2 aja keliling dan ga foto2 liat2 aja dan akhirnya kita dinner di KFC karena dinnernya yang kali ini bayar sendiri. Paket 7500 won sudah dapat 2 ayam, minum dan kentang. Mereka ga ada menu nasi di KFC nya dan jangan harap ketemu sambel ya semuanya cuma ada saos tomat.

Akhirnya balik ke hotel lagi dan posisi sudah di Seoul lagi ya sekarang... hotel di Seoul lebih kecil secara size tapi nyaman dan breakfastnya beneran american breakfast, jadi sesuai selera, dan hunting lagi malam2 ke mini market untuk cari soju terakhir

5a1916dbbb194_Lastsoju.thumb.jpg.8d1eb72ac4fcad0f28d746c871861841.jpg

 

Hari 6 & 7 (Seoul)

Hari ke 6 ini kita akhirnya ke Geyongbok yang pas hari pertama ga bisa karena waktu mepet, setelah itu latihan bikin kimchi dan cobain han book.

Geyongbook Palace isinya itu gerbang berlapis-lapis, kalau masuk ke sana pake hanbook ga usah bayar tiket.

Foto bikin kimchi belum disave karena difotoin sm fotoman yang ikut sama kita selama tour, jadi di akhir tour kita dikasih hasil cetakan foto2nya baik yang candid atau bukan sementara soft filenya akan dikirimkan menyusul, tentunya bayar untuk foto2 ini lho.

Cobain hanbook itu 1 gedung dengan bikin kimchi, dan akhirnya aku beli nori berbagai rasa karena enak untuk dicampur nasi, dan hanbooknya sistim pake sendiri, copot sendiri, foto sendiri, taruh lagi di rak baju :ngakak

Nori.jpg.037dc2adc51419f6fa7b6404e1048610.jpg5a1917c469859_Hanbook.jpg.317d9cb4ee3c31b01b6dcdb79dbfc9fe.jpg

ini ceritanya versi suami pulang pagi foto han booknya :ngakak

Sehabis kimchi dan han book, sisa hari itu lanjut dengan belanja2 ke tempat2 kosmetik seperty duty free, ginseng shop...

Sampai disini masih belum beli souvenir karena harga2 souvenir di tempat2 wisata itu OMG mahalnya dan ga worth it :tercengang untungnya tour guide lokal kita kasih acara tambahan ke DOOTA di Duangdaemon, itu seperti mangga dua nya jakarta tapi jauh lebih bersih dan rapih... kita diajak naik ke lantai 6 dan begitu selesai eskalator lantai 6 di depan kita udah ada toko souvenir wah harganya baru asik :oke

gantungan kunci dan magnet kulkas per 8 atau 10 pcs harganya antara 4000 - 5000 won (kalau beli 10 set dapet free lg 1 set), sepasang sumpit dan sendok khas ada ukiran koreanya 1500 won, kalau sumpit yang isinya 5 pasang 5000 won, berbagai cemilan kekinian almond berbagai rasa itu 7500 won (padahal temen yang baru aja balik dr korea bilang harga jualnya 10000 won), nah akhirnya kesampean juga beli souvenir :rate

5a1916227b6a0_Snackkekinian1.thumb.jpg.091370473a3089163dd5e8c4eb73b683.jpg5a19161a1ea7f_Snackkekinian2.thumb.jpg.7aca915cf09886a6bf9eaa51b4985e66.jpg

Nah sudah puas balik deh ke hotel...

Hari ke 7, hari terakhir sebelum sore balik ke jakarta...

Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri :tersipu

Dari red pine sebelum ke airport mampir sebentar di salah satu tempat untuk mereka yang belum puas beli souvenir dan mau beli ramen2 itu lho, samyang dan teman2nya... dan bisa di pak dalam dus untuk masuk bagasi nanti si airport.

Akhirnya... sampai juga di airport untuk keberangkatan pulang ke jakarta. Celingak celinguk cari wrapping dan ternyata ga ada wrapping di korea :tercengang dengan alasan mereka akan scan bagasi dan akan langsung dibuka kalau dirasa ada yang mencurigakan. Bener aja, salah satu koper kami diminta untuk dibuka dan ternyata yang mereka curigai adalah kaleng bedak Herocyn sodara2...:geram dan kaleng bedak itu meraka kocok2 duh untungnya ga dibuka karena kalau dibuka berhamburan kemana2 itu bedaknya... padahal ada versi bahasa inggrisnya di kaleng tapi mereka ga bisa baca, parah kan????

Akhirnya setelah check in, berkeliaranlah kita cari makan di airport yang ternyata hanya ada di lantai 2 ya temans... makanannya enak2 dan harganya make sense menurutku. Dan inilah lunch terakhir kita sebelum pulang...

5a1916e2b994e_lastlunchatIncheonAirport2.jpg.416099131ce54860e49e7d7103d5be30.jpg5a1916eaf3ca4_lastlunchatIncheonAirport1.jpg.b4e91719cb81a3abcf064229b084cd40.jpg

Nah demikianlah short trip kali ini ke Korea...

Kesan2ku adalah:

1. Korea orang2nya kaku dan individualis, jangan sekali2 foto mereka, suamiku pernah minta aja tetep ditolak

2. Makanan khasnya sendiri sebenarnya enak, jadi kemarin beruntung bisa cobain beberapa makanan uniknya

3. Jangan berharap ada wrapping di airport korea

4. Kalau memang bisa backpackeran dan oke dari segi bahasa lbh baik backpacker sih krn Garden of Morning Calm dan nami Island, dan Mt. Seorak ga puas kalau cuma sebentar

5. Bikin visa-nya ribet karena harus ada SPT tahunan

6. Untuk yang cewe lebih baik selalu sedia botol aqua kosong di tas karena toilet disana ga ada air semprotannya

7. Kalau ke Jeju beli coklat jeruknya, itu unik dan yang crunchy enak (foto menyusul)

8. Kalau mau beli souvenir murah ke Dongdaemon masuk dari DOOTA, terus langsung naik eskalator sampai lantai 6, lirik kiri dikit nah udah keliatan toko souvenir dan snacknya, harga bersahabat

Demikian para suhu, semoga berkenan ya, maaf FR nya telat :kiss

@deffa @twindry @HarrisWang @Hartono Hasian @Sahat

twosome place coffee.jpg

Last coffee.jpg

2nd latte.jpg

1st soju.jpg

Goblin 3.jpg

Goblin 2.jpg

Goblin 1.jpg

Garden of morning calm Gimpo 3.jpg

Garden of morning calm Gimpo 1.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah 7 hari lumayan juga sampai ke Jeju Island pula, saya Mt. Seorak belum kayak nya menarik itu. Wah orang Korea jarang ada yang mau poto ya? Pas saya kesana kebetulan pada mau hehehe. Untuk Visa ya banyak yang bilang ribet sekarang pake SPT Tahunan, dulu untung masih bisa pake Visa Jepang, kadang itu juga sih yang menghambat keinginan untuk ke Korea lagi. 

btw itu dari Jeju Island ke daerah Gapyeong (Nami, Garden of Morning Calm) berapa lama perjalanannya ya? @Yos

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, deffa said:

wah 7 hari lumayan juga sampai ke Jeju Island pula, saya Mt. Seorak belum kayak nya menarik itu. Wah orang Korea jarang ada yang mau poto ya? Pas saya kesana kebetulan pada mau hehehe. Untuk Visa ya banyak yang bilang ribet sekarang pake SPT Tahunan, dulu untung masih bisa pake Visa Jepang, kadang itu juga sih yang menghambat keinginan untuk ke Korea lagi. 

btw itu dari Jeju Island ke daerah Gapyeong (Nami, Garden of Morning Calm) berapa lama perjalanannya ya? @Yos

Dari Jeju ke Nami Island itu balik lagi naik pesawat @deffa sekitar 45 menit flight, jadi ribetnya itu kalau mau ke Jeju memang harus bolak balik naik pesawat krn si Jeju ini sendirian, nah dr Jeju itu kemarin seingetku ke Garden of Morning Calm dulu baru agak sore ke Nami island winter sonata itu

Ember krn pake SPT jadi agak males sih untuk balik ke korea, ribet persyaratannya, selain itu pas di Jeju misalnya ga bisa dokumentasi apa2 padahal perempuan jeju nya jelasin banyak hal sejarah dan budaya tapi ga ada 1 pun yang boleh direkam. Hebatnya korea semua produk2nya dibuat ekslusif seperti red pine oil dan ginseng yang aslinya semua ga di eksport, goji yang di jeju pun ga di eksport ke luar korea

Edit sedikit ya ntar di hari terakhir itu paginya sebelum ke red pine kita jalan2 ke Samcheong street yang tempat shooting goblin, lumayan sih tnyata itu deretan cafe2 gitu

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 minutes ago, Sahat said:

:kesengsem
wehhh.
kebetulan ada plan ke jeju next year... nice .....

nah kalau ke jeju dan mampir ke desa jeju, pasti diceramahin soal goji beri, madu dan bubuk tulang kuda juga... nah si perempuan jeju itu sampai sekarang hanya nyuapin yang cowo ya buat samplenya, yang cewe ga akan mereka suapin ga tau knp:huh: nah kalau mau beli yg goji beri aja... terus coklat jeruk ya... enak itu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren jalan2 ke koreanya @Yos , duh rugi bandar yah kalo tidak bisa dokumentaikan di beberapa spot hehehehe. 

Goji berinya dalam bentuk liquid ato keringan ? Aku suka beli yang keringan nya saja. Mahal mampus kalo yg liquids hahahaha.

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 hours ago, Rawoniste said:

Keren jalan2 ke koreanya @Yos , duh rugi bandar yah kalo tidak bisa dokumentaikan di beberapa spot hehehehe. 

Goji berinya dalam bentuk liquid ato keringan ? Aku suka beli yang keringan nya saja. Mahal mampus kalo yg liquids hahahaha.

goji beri nya bentuk likuid tp kental banget jadi minumnya super irit kalo dibandingin dengan goji beri botolan amrik yang beredar di jakarta harganya 35.000 won per toples plastik isi1,2 liter jadi mantap secara harga

dan memang ga boleh didokumentasikan karena budaya mereka begitu

1 hour ago, kyosash said:

Roast Chic with Hengju Cheese-nya menggiurkan nih, btw asyik juga yah suasana di Jeju, btw nice FR :salut 

black porknya dong cuma mejaku yg makannya brutal sampe nambah super enak:oke

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, Yos said:

nah kalau ke jeju dan mampir ke desa jeju, pasti diceramahin soal goji beri, madu dan bubuk tulang kuda juga... nah si perempuan jeju itu sampai sekarang hanya nyuapin yang cowo ya buat samplenya, yang cewe ga akan mereka suapin ga tau knp:huh: nah kalau mau beli yg goji beri aja... terus coklat jeruk ya... enak itu

mau mau mau dong di suapin. eh baper. wkkwkwkwkwwkwkkw

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/25/2017 at 3:52 PM, Yos said:

5a1915e9b16cb_trickeyemuseum3.thumb.jpg.fa0538bed4717cf0ed3e031c1bdb8bb1.jpg

wkwkw mukanya itu loh :ngakak 

On 11/25/2017 at 3:52 PM, Yos said:

Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri :tersipu

boleh di coba nih bahahah :rate tandai dulu. siapa tau ada rejeki ke sana

baru sempet baca :tersipu hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, twindry said:

wkwkw mukanya itu loh :ngakak 

boleh di coba nih bahahah :rate tandai dulu. siapa tau ada rejeki ke sana

baru sempet baca :tersipu hahaha

Sesekali nakal megang pantat cewe dgn persetujuan bini itu namanya :ngakak

Btw red pine oil yg asli kyknya hrs ikut tour baru bisa mampir, klo ginseng mah jangan beli di duangdaemon yg toko souvenir itu aja ada kok krn ga mgkn jf beli kualitas no 1 mahalnya buset

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, Yos said:

Sesekali nakal megang pantat cewe dgn persetujuan bini itu namanya :ngakak

Btw red pine oil yg asli kyknya hrs ikut tour baru bisa mampir, klo ginseng mah jangan beli di duangdaemon yg toko souvenir itu aja ada kok krn ga mgkn jf beli kualitas no 1 mahalnya buset

wkwkwk ngakak liat foto2nya. kreatif posenya

jadi overall puas ngak 7 hari ke sana ikut tour?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By vie asano

      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By vie asano
      Saya sudah beberapa kali membahas tentang aneka kartu multifungsi yang berlaku di Korea Selatan, mulai dari T-Money (baca: Kenalan Dengan T-Money, Kartu Transit Multifungsi di Seoul 1 dan 2), T-Money M-Pass (baca: T-Money M-Pass vs T-Money, Mana Yang Lebih Oke?), serta tentang Seoul Citypass dan Seoul Citypass Plus (baca: Seoul City Pass VS Seoul Citypass Plus, Pilih Mana?). Nah, berhubung 2 hari kemarin saya fokus menulis tentang panduan wisata belanja di Seoul (baca: Shopping Guide: Belanja Dimana? dan Seoul Shopping Guide: Tips & Trick), maka kali ini saya akan menginformasikan sebuah kartu multifungsi bagi shopaholic yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul: Korea Pass.
      Sekilas tentang Korea Pass

      Korea Pass merupakan sebuah kartu khusus untuk turis asing yang hobi belanja. Sebetulnya kartu ini mirip-mirip dengan T-Money dan T-Money M-Pass. Bedanya, Korea Pass menawarkan diskon khusus untuk berbelanja di berbagai tempat yang terafiliasi dengan kartu ini (detail bisa dilihat di bagian keuntungan). Tak hanya berfungsi sebagai kartu diskon, kartu ini juga bisa digunakan sebagai kartu transportasi lho. Seru kan? Oya, Korea Pass ini terdiri dari 2 tipe: Korea Pass – Basic Type dan Korea Pass - Busan. Yang akan saya bahas lebih lanjut hanya Korea Pass Basic type saja yah.
      Keuntungan membeli Korea Pass
      Di atas sebetulnya sudah disinggung jika salah satu keuntungan membeli Korea Pass adalah mendapatkan diskon di berbagai tempat yang terafiliasi oleh kartu ini. Wisatawan juga akan mendapat panduan untuk turis dan kumpulan kupon diskon saat mmbeli kartu ini. Secara lebih detail, berikut sebagian informasi besaran diskon yang bisa didapat menggunakan Korea Pass:
      Wisata dan hiburan (diskon 5-30%): N Seoul Tower, Korea House, National Museum of Korea, Nanta, 63 City, Lotte World, Drawing Show: HERO, Lotte Cinema (65 cabang), dan lain-lain.
      Belanja (diskon 5-10%): Lotte Duty Free (9 cabang), Lotte Mart (90 cabang), 7-Eleven (4000 cabang), Lotte Super, Lotte Department Store, dan lain-lain.
      Akomodasi (diskon 10-30%): Lotte Hotel (5 cabang)
      Penukaran mata uang (rate khusus antara 30-50%): Hana Bank
      Makan dan minum (diskon 10-30%): TGIF, Lotteria, Korea House, dan lain-lain.
      Kecantikan dan kesehatan (diskon 10%): Zen Hair Salon, Bella Skin Care, dan lain-lain.
      Itu baru sebagian keuntungan diskon yang bisa di dapat dengan membeli Korea Pass. Kalau semuanya ditulis, daftarnya bisa sangat panjang karena ada lebih dari 6000 tempat yang berafiliasi dengan kartu ini.
      Tambahan lain, kartu ini juga memiliki fungsi sebagai kartu transportasi. Namun fungsi sebagai kartu transportasi baru bisa diaktifkan jika saldonya diisi ulang menggunakan berbagai mesin isi ulang yang ada di stasiun subway maupun tempat lainnya (antara lain: 7-Eleven, kios khusus, dan tempat-tempat yang memasang logi “Cashbee: maupun “Mybiâ€). Jadi nominal penggunaan untuk kartu transportasi berbeda dengan nominal kartu (lihat bagian harga kartu).
      Dimana tempat membeli Korea Pass
      -Di tempat penjualan Korail yang ada di bagian Imigrasi sebelah barat dan timur di Incheon International Airport. Btw, bagi yang akan wisata ke Korea Selatan, Korail ini menarik untuk diketahui lebih lanjut lho. Kapan-kapan saya ulas terpisah yah.
      -Di Lotte Mart dan 7-Eleven di seluruh Seoul.
      -Di Korea Tourism Organization Headquarters B1. Alamatnya bisa dicek disini: Wajib Tahu: Aneka Tourist Information Center di Seoul.
      -Gimhae International Airport.
      -Khusus untuk Korea Pass: Busan Card, kartunya bisa dibeli di Lotte Mart dan 7-Eleven yangn ada di Busan, serta di Busan International Ferry Terminal dan KTX Busan Station.
      Seputar masalah harga
      Diluar tipe Korea Pass: Basic Type dan Korea Pass: Busan, kartu ini bisa dibagi dalam 2 kategori: pre-paid cards dan check cards. Pre-paid cards memiliki pilihan nominal KRW50000*, KRW100000*, KRW300000*, dan KRW500000*. Sedangkan check cards khusus bagi orang asing yang menetap di Korea dan sudah mendapat ‘Alien Registration Number.
      Prosedur refund
      Sama seperti kartu pass lainnya yang berlaku di Seoul dan Korea Selatan, Korea Pass ini juga bisa di refund lho jika sudah selesai digunakan. Jadi nggak harus menghabiskan seluruh saldo yang ada di kartu itu, karena sisa saldo bisa dikembalikan dalam bentuk tunai. Secara prinsip, berikut prosedur refund yang bisa ditempuh:
      Untuk merefund saldo dari kartu pre-paid
      -Jika nominalnya kurang dari 20% dari nominal awal kartu, refund bisa dilakukan di Global Tax Free booth dan seluruh cabang 7-Eleven yang menjual Korea Pass. Oya, untuk kategori ini tidak ada charge tambahan yang dikenakan bagi pemilik kartu.
      -Jika noinalnya lebih dari 20% dari nominal awal kartu, ada charge 5% dari sisa nominal yang akan dibebankan pada pemilik kartu. Proses refund ini hanya bisa dilakukan di Global Tax Free booth saja.
      Sedangkan jika ingin me-refund sisa deposit kartu transportasi, bisa dilakukan di 7-Eleven maupun Global Tax Free booth yang ada di seluruh Korea, dengan dipotong biaya sebesar KRW500*. Untuk Korea Pass: Busan Card, penukaran sisa deposit kartu transportasi bisa dilakukan di Busan. Tepatnya di berbagai convenience store yang berafiliasi dengan Mybi, seperti 7-Eleven, GS25, dan Family Mart. Bisa juga dilakukan di Global Tax Free Booth.
      Tambahan informasi, Global Tax Free booth terdapat di tempat-tempat berikut ini:
      [seoul] Lantai 5 Doota di Dongdaemun, kamar nomor 1007 di Hotel President, dan Incheon International Airport lantai 3 (di dekat Gate 28).
      [busan] Gimhae International Airport lantai 2.
      Demikian sekilas info tentang Korea Pass. Bagi traveller yang memang berniat untuk wisata belanja di Seoul dan kota lain di Korea Selatan, boleh mempertimbangkan untuk melirik kartu ini. Semoga informasinya bermanfaat.
    • By Sari Suwito
      Kalau tidak salah ini kali ketiga saya mengunjungi Hatyai (pertama kali ke Hatyai tahun 2012 lalu yang kedua tahun 2013 hanya singgah sebentar sepulang dari Phuket). Di dua kali kunjungan sebelumnya saya belum sempat mengunjungi obyek wisatanya. Makanya kali ini sepulang dari Brunei Darussalam dan Kota Kinabalu, saya lanjut ke Hatyai selama dua hari. Hari pertama sampai sudah tengah hari jadi cuma istirahat di hotel dan keluar untuk makan siang dan malam saja. Hari kedua baru deh mau jalan-jalan half day tour Hatyai dan Songkhla.
      Untuk menuju obyek wisata di Hatyai dan Songkhla kita bisa menggunakan songthaew. Bagi yang pernah berkunjung ke Thailand pasti tidak asing dengan kendaran ini, sejenis pickup yang dimodifikasi dengan kursi panjang berhadapan. Untuk songthaew wisata terdapat gambar-gambar obyek wisata di bagian body mobilnya. Jadi ketika kita akan memesan kita tinggal tunjuk aja mau ke destinasi yang mana aja. Waktu itu saya naik songthaew dari depan Lee Garden Plaza, setelah nego dengan drivernya akhirnya dapat harga THB 600/orang.  
      Destinasi pertama adalah Samila Beach di Songkhla. Menempuh perjalanan sekitar 53 menit kalau lihat di google sih jaraknya sekitar 33,6 km. Dalam perjalanan menuju Songkhla saya perhatikan sedang berlangsung pembangunan jalan raya dan flyover di tepi kota Hatyai. Rupanya sejak terakhir kali saya ke Hatyai beberapa tahun lalu sekarang Hatyai sudah berbenah. Bahkan untuk imigrasi di perbatasan Malaysia - Hatyai pun sudah berubah lebih bagus. Dulu hanya seperti melewati pagar besi saja.

      Sekitar jam setengah sembilan sampailah saya di destinasi pertama di Samila Beach. Pantai dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di pinggirnya. Di pantai ini terdapat patung putri duyung yang sedang duduk di atas batu di tepi pantai. Pagi itu tidak terlalu ramai jadi saya langsung aja deh berfoto dengan icon Golden mermaid. 

      Setelah itu saya berjalan ke arah taman yang berada di pinggir pantai. Disini terdapat patung kucing besar dan tikus. Cerita tentang patung tikus dan kucing ini bisa dibaca di batu prasasti di samping patung.

       
      Oh ya disini juga ada fasilitas kuda tunggang. Bagi yang ingin mencoba menunggang kuda, bisa menyewa kuda, harga kalau ga salah ingat THB 50/100 gitu dech.
      Di pantai ini juga terdapat kedai souvenier dan makanan/minuman. Bisa mampir sebentar untuk membeli minuman dingin dan cenderamata. Waktu itu sih saya beli air minum dan magnet kulkas. 
      Selanjutkan kami menuju destinasi berikutnya yaitu patung naga. Jaraknya tidak begitu jauh dari pantai samila, sekitar 15 menitan kali ya. Dalam perjalanan menuju lokasi saya sempat melihat ada seperti patung badan naga gitu deh. Entah apa maksudnya...mungkin ini nyambung ke kepala naga gitu ya. 


      Nah akhirnya sampailah saya di lokasi patung kepala naga. Kalau di batu prasasti sih ditulisnya The Great Serpent "Nag". Setting patungnya mirip seperti patung merlion di Singapura gitu. Dari dalam mulut naga keluar air mancur yang menyembur ke arah air laut. 

      Berdasarkan tulisan di batu prasasti ternyata patung naga ini di desain dibagi menjadi tiga bagian, bagian kepala naga sebagai simbol kecerdasan dan kebijaksanaan warga terdapat di Laem Son Orn, Suan Song Tale. Bagian perut naga simbol kekayaan kota terletak di Lan Chom Doaw, Sabua Laem Samila. Sedangkan bagian ekornya simbol karisma dan kekuatan masyarakatnya terdapat di area Samila Beach, Chalatad Road.
      Dalam perjalanan pulang dari lokasi patung kepala naga saya mampir ke Songkhla aquarium. Lokasi berada di antara patung naga dan pantai Samila. Harga tiket untuk orang asing, THB 200 untuk anak dan THB 300 untuk dewasa.

       
      Memasuki ruangan aquarium masih sepi, ya mungkin karena masih pagi banget bahkan sebagian lampu pun belum dihidupkan. Di bagian depan terdapat keterangan ekosistem di Thailand selatan, lalu di dinding terdapat entah replika atau asli ikan yang diawetkan gitu, antara lain leopard shark, spotted guitarfish, udang berukuran besar dan ikan pari. 
       
       
      Akuarium ini dibagi menjadi beberapa zona, antara lain zona A Freshwater fish, zona B Brackish fish, C marine fish dan terdapat satu tangki besar yang berisi aneka ikan (seperti di Sea World Ancol gitu dech). Kita bisa berjalan di bawah akuarium besar ini. Di jam-jam tertentu kita bisa nonton pertunjukan The Unseen Show.


      Dari Songkhla aquarium kami kembali ke Hatyai, nah dalam perjalanan kami singgah di beberapa spot wisata di kota Songkhla.
       
      Songkhla city wall 
      Saat ini hanya tersisa tembok sepanjang 114 meter, tinggi 5.5 meter dengan ketebalan 4 meter. Sebagian besar bata dan batu dinding pun sudah digunakan untuk paving jalanan kota Songkhla. 

       
      Di seberang Songkhla city wall ini terdapat Songkhla National Museum. Bangunan museum bergaya Chinese dengan dominasi warna putih dan merah. Sayangnya saat saya kesana museumnya sedang tutup. Jadi saya cuma berfoto-foto di depannya saja. Di bagian depan museum terdapat koleksi beberapa meriam tua, jangkar dan tiang kapal kali ya.

      Sebetulnya saya sempat googling kalau di Songkhla old town tedapat street art sejenis mural art gitu dech. Lalu sewaktu di pantai Samila saya sempat bilang ke driver songthaew (sambil nunjukin gambar dari google) untuk diantar ke lokasi street art di old town Songkhla. Drivernya bilang iya bisa nanti kita mampir dalam perjalanan menuju Hatyai. Tapi begitu pulang dari Songkhla city wall koq mobilnya jalan terus  tau-tau sudah masuk jalan besar arah Hatyai. Gagal deh foto-foto di mural artnya
      Dalam cuaca panas terik songthaew menuju ke arah Hatyai Municipal Park. Hatyai municipal Park ini lokasinya sekitar 5 km di pinggiran kota Hatyai. Areanya luas banget berada di perbukitan gitu. Selain lokasi wisata juga merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Budha. 
      Saya tidak sempat main di lokasi taman-tamannya, jadi kami langsung menuju ke bagian paling atas bukit, ke kuil Four Faces Budha. 
       
      Four Faces Budha Temple (San Phra Phrom)
      Begitu memasuki area ini dekat tempat parkir songthaew terdapat dua patung gajah berwarna emas di kiri dan kanan jalan. 

      Naik sedikit ke bagian atas, terdapat patung gajah berkepala tiga disampingnya terdapat tangga dengan deretan lonceng besar di kiri kanannya.

       
      Memasuki area kuil, di bagian luar kuil four faces Budha terdapat banyak banget patung gajah berwarna emas. Di dalam kuil inilah terdapat patung four faces Budha, beberapa pemeluk agama Budha menyempatkan diri beribadah, bahkan disini terdapat para penari dan musik yang mengiringi selama ibadah. 


      Di pelataran kuil terdapat patung dewa, tempat pembakaran kertas-kertas perlengkapan ibadah gitu dech (saya ga tau apa itu namanya), lalu ada juga penjual burung-burung kecil. Sepertinya burung-burung kecil ini dibeli untuk kemudian didoakan dan kemudian dilepaskan sebagai rangkaian ibadah. 
      Oh ya disini terdapat stasiun cable car juga. Cable car ini menghubungkan antara kuil four faces Budha dengan kuil standing Budha. Bagi yang pengen nyoba bisa naik, tapi kalau saya sih kan sudah nyewa songthaew sih ga perlu lah, sayang duitnya. hahaha...
       

      Dari four faces Budha saya naik songthaew menuju ke kuil standing Budha. Nah sebelum sampai di Standing Budha Temple kami melewati bangunan Hatyai Planetarium. 

       
      Standing Budha Temple (Phra Budha Mongkol Maharaj) 
      Songthaew parkir di bagian depan kuil, lalu saya jalan kaki menuju ke bangunan kuil. Nah di samping kuil ini terdapat stasiun cable car yang terusan dari kuil Four Faces Budha tadi. 
      Saya kemudian menuju ke halaman depan kuil, di area bagian tengah kuil terdapat patung Budha berdiri berwarna emas dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berat patung ini sekitar 200 ton. 

       
      Dari depan kuil ini kita bisa memandangi kota Hatyai, bahkan kita bisa melihat masjid besar Songkhla di sebelah kanan. 

      Di depan kuil Standing Budha ini terdapat tangga turun menuju ke area Laughing Budha dan Patung Dewi Kuan Yin. Lumayan capek juga menuruni tangga lalu disambung jalan kaki di jalanan pavingblock gitu deh saya nggah ngeh, tapi karena menuruni bukit jadi jalan agak melingkar jadi saya pun ambil jalan pintas dengan menuruni tanah yang lumayan licin sambil pegangan pepohonan.  

       
       
      Fat Laughing Budha
      Di sebelah kanan terdapat kuil pemujaan, lalu di bagian kiri terdapat patung Dewa dan diorama bergambar naga. Nah pas di ujung jalan terdapat patung Fat Laughing Budha. 

       
      Berjalan agak ke depan akan tampak mulut naga raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke area Bodhisattva Kuan Yin.  

       
      Di area ini terdapat beberapa patung disekitar bangungan utama. Sedangkan patung Dewi Kuan Yin berdiri di atas bangunan utama. Patung Dewi Kuan Yin berwarna putih menjulang setinggi 20 meter. Di sekeliling patung terdapat patung kecil-kecil berwarna putih juga. 

      Setelah merasa cukup melihat-lihat saya kembali menuju kuil Standing Budha, dan kali ini harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Entah berapa kali saya berhenti karena kelelahan.  Ini efek karena penasaran dan ga baca review tentang lokasi tujuan.
      Tips: untuk lebih hemat tenaga tidak perlu menuruni/naik tangga yang di depan Standing Budha, kita bisa naik kendaraan sewaan kita untuk menuju ke area Patung Dewi Kuan Yin.  Jadi setelah foto-foto di sekeliling Standing Budha, kita kembali ke kendaraan kemudian kendaraan akan menuruni bukit menuju area patung Dewi Kuan Yin. Hemat tenaga dech. 
      Dari area Dewi Kuan Yin, kami menuju kota Hatyai. Siang itu udara lumayan panas membuat tenggorokan ikutan berasa kering dan haus. Sampai di kota Hatyai saya minta diturunkan di dekat Clock Tower. 

       
      Ini dia Songthaew yang membawa kami half day tour Hatyai + Songkhla.

       
      Di dekat Clock Tower ini terdapat pasar dan saya pun sekalian mampir untuk makan siang.
      Tadaaa menu makan siangnya....yummyyyy

       

       
      Setelah selesai makan baru deh saya berkeliling di pasar sambil beli oleh-oleh kemudian naik tuktuk untuk pulang ke hotel. Sekitar jam 3 sore saya check out dari hotel kemudian menuju ke agen bus yang tak jauh dari hotel untuk menuju ke Kuala Lumpur.
       
    • By Sari Suwito
      Kota Kinabalu atau biasa disebut KK dulunya dikenal dengan nama Jesselton. Maka tak heran jika pelabuhan tempat kami mendarat dari Labuan bernama Jesselton Point. Jesselton diambil dari nama gubernur dari Inggris yang pernah berkuasa disini yaitu Sir Charles Jessel. Oh ya, sewakatu kapal sudah mendekati pelabuhan dari dari atas kapal sudah tampak pemandangan yang menggugah selera, yaitu deretan tempat makan sea food di tepi laut. Hmmmm...jadi lapar.
      Meninggalkan pelabuhan Jesselton Point, bus berjalan melalui jalan yang berada di tepi pantai dimana sedang berlangsung pembangunan entah resort/mall. Tak lama kemudian kami memasuki wilayah Kota Kinabalu mulai tampak kemacetan di sepanjang jalan menuju ke hotel Winner, tempat kami menginap di daerah Jalan Pasar Baru – Kampung Air.  Di bawah ini view dari hotel tempat saya menginap.

       
      Setelah check ini dan beberes, sekitar jam 7 malam kami keluar untuk makan malam di Pasar Malam Sinsuran.  
       

       
      Pasar malam Sinsuran ini dekat dari penginapan kami jadi cukup berjalan kaki saja. Suasana pasar malam Sinsuran lumayan ramai pengunjung apalagi di jam makan malam seperti ini. Kedai makan lumayan berjubel. Aneka makanan bisa kita temukan disini, seperti: nasi campur, sea food, ayam panggang, ikan panggang, aneka camilan dan aneka minuman. Di Kota Kinabalu merasa sedikit lega karena makanan lumayan lebih murah dibandingkan di Brunei Darussalam.  Beli cendol di Brunei Darussalam harganya $1, di Kota Kinabalu cendol harganya RM 1. Kalo di kurs rupiah harga cendol di Brunei 3x lipat harga cendol di Kota Kinabalu. Hahaha...

      Salah satu gerai tempat kami makan malam

       
      Sudah selesai makan, tapi masih lapar mata, jadi jajan chicken wing dulu deh.

      Bagi yang mau shopping di sepanjang perjalanan dari Pasar Malam Sinsuran menuju hotel tempat kami menginap juga ada pasar malam yang menjual pakaian, aksesories dll.
                                                                                                   
      Hari kedua
      Setelah sarapan pagi kami pun berangkat menuju obyek wisata di kawasan luar Kota Kinabalu. Sekitar 1,5 jam perjalanan melintasi jalan yang menanjak, sampailah kami di Pekan Nabalu, Kota Belud. Ini merupakan salah satu spot untuk melihat gunung Kinabalu. Tapi sayang sekali sewaktu kami sampai lokasi ternyata gunung Kinabalu tertutup kabut yang lumayan tebal. Belum rejeki dech…

       

      Seperti obyek wisata pada umumnya, disini terdapat banyak gerai yang menjual aneka camilan, buah-buahan dan cenderamata. 
      Setelah menunggu beberapa saat ternyata kabutnya tak kunjung hilang. Jadi kami pun memilih untuk  melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
       
      Fish Spa di Sungai Moroli
      Tagal Sungai Moroli, Kampung Luanti Baru, Ranau ini merupakan pemenang  Malaysia River Care Award 2006. Tagal dalam Bahasa  Kadazan Dusun berarti “dilarang memancing” di aliran sungai Moroli. Sungai sepanjang 54 km ini dihuni oleh banyak ikan yang ukurannya lumayan besar. Untuk menjaga ekosistem sungai, maka penduduk dilarang memancing, menjala ataupun menangkap ikan sepanjang tahun. Hanya di bulan Mei penduduk diberi kesempatan untuk mengambil ikan dari sungai Moroli. 
       

       
      Di lokasi ini kita bisa fish spa langsung masuk ke dalam aliran sungai. Tetapi sayangnya saat itu air sungai sedang keruh karena tadi malam hujan. Untuk keselamatan pengunjung, aliran sungai dikasih pita pembatas agar pengunjung tetap berada di tepian sungai.
      Sebelum masuk ke aliran sungai kita bisa membeli pakan ikan terlebih dahulu. Jadi nanti begitu masuk ke dalam air sungai kita bisa taburkan pakan ikan di dekat kaki kita, maka ikan akan bergerombol di sekitar kaki. Nah disaat itu ikan juga akan mematuk kaki…hiiii geliii….
       

      Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kita dilarang memegang ikan ataupun mengangkat ikan keluar dari air. 
      Sudah cukup ber-fish spa? Saatnya istirahat dengan menikmati camilan cempedak goreng,pisang goreng ataupun aneka durian yang di jual di kedai bagian depan fish spa. Harga durian mulai dari RM 6/kg.

      Dari Tagal, Kampung Luanti Baru kami melanjutkan perjalanan menuju Dataran Sayur Kundasang.

      Dataran Sayur Kundasang
      Kundasang adalah sebuah kota di distrik Ranau, Sabah. Kawasan ini dihuni oleh suku dusun asli yang merupakan salah satu kelompok penduduk asli Sabah. Daerah ini meliputi daerah pegunungan dan lembah dengan panorama yang indah. Selain itu Kundasang juga merupakan penghasil sayuran dan buah-buahan. Kita bisa membeli hasil pertanian warga Kundasang di Dataran Sayur Kundasang. Dataran sayur Kundasang ini kalau di Indonesia mirip lah seperti pasar buah dan sayur Brastagi. 

       

      Dataran sayur Kundasang terletak di pertigaan jalan, menempati area yang lumayan luas. Disini terdapat ratusan gerai yang menjual aneka sayuran dan buah-buahan. Jadi jangan heran kalau kita bakalan lapar mata ketika melihat aneka buah-buahan disini. Saya pun membeli aneka buah potong dan durian mini yang dalamnya berwarna kuning agak orens gitu.
       

      Di pertigaan jalan dan jalan lingkar yang tak jauh dari dataran sayur Kundasang terdapat dua icon sawi putih dan kol bulat sebagai symbol daerah ini merupakan daerah penghasil sayuran. Mirip di Brastagi juga sih ini. Hehehe…
       

      Sebetulanya di daerah Mesilau, Kundasang  juga terdapat Desa Dairy Farm (peternakan sapi perah), tapi kami saat itu tidak berkunjung kesana. 
      Dari Dataran Sayur Kundasang kami langsung kembali menuju Kota Kinabalu dan ternyata sepanjang perjalanan menuruni pegunungan Kinabalu cuaca hujan lebat. Kami akhirnya sampai di Kota Kinabalu sudah menjelang malam. 
       
      Hari ketiga
      Setelah sarapan pagi, merupakan waktunya free and easy. Saya berjalan-jalan di Sunday morning market lorong Pasar Baru yang berada di belakang hotel Winner, isinya ya para pelapak yang berjualan pakaian bekas / baru dan aneka aksesories. Dari sini saya berjalan menuju daerah Pasar Besar Kinabalu, saya masuk ke mall yang berlokasi di seberang Pasar Besar Kinabalu, karena masih pagi jadi belum banyak kedai yang buka, disini saya pun hanya melihat-lihat ke salah satu kedai yang menjual produk aksesories mutiara laut. Harganya lumayan mahal sih, jadi saya pun cuma melihat-lihat saja. 
      Keluar dari mall ini saya berjalan menuju ke food court Pasar Besar Kota Kinabalu, food court terletak di lantai 2. Pasar ini merupakan pasar basah (seperti pasar inpres gitu kalau di Indonesia) menjual aneka sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Dan di bagian belakang pasar ini juga pasar ikan jadi jangan heran kalau disini suasananya ya bau amis ikan. Hehehe… 

      Walaupun begitu saya sempat memesan ABC (air buah campur) semacam es buah gitu deh. Ya ampun satu mangkuk isinya banyak banget, saya sampe ga habis.  

      Dari Pasar Besar Kinabalu kita bisa berjalan ke arah kiri, disini terdapat Philipino Market. Di pasar ini dijual aneka ikan asin, garam dan produk hasil laut lainnya. Walaupun begitu ada yang jual pakaian dan cendera mata juga koq. 
      Dari Philpino Market saya langsung kembali ke hotel untuk bersiap-siap check out.
      Setelah check out dari hotel kami makan siang di salah satu restaurant dalam perjalanan menuju ke Masjid Negeri Sabah untuk sholat Dzuhur. 
       
      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini terletak di Jalan Tunku Abdul Rahman, Sembulan, Kota Kinabalu. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1970 dan selesai sepenuhnya pada tahun 1975.
      Struktur bangunan masjid ini merupakan perpaduan konsep timur tengah dan modern. Kubahnya yang megah berdesain pola sarang lebah berwarna keemasan menandakan kecemerlangan Islam di negeri Sabah. Di bagian kiri dan kanan terdapat 16 tiang berkubah kecil berwarna emas. Di lilitan setiap tiang ini dihiasi dengan potongan ayat suci Al Quran dengan tinta warna emas. Masjid ini memiliki satu menara setingi 215 kaki yang konsepnya diilhami oleh masjid di Istanbul dan Isfahan, melambangkan ketinggian dan kemuliaan Islam.   

      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini mempunyai serambi yang luas sehingga mampu memuat sekitar lima ribu jamaah. Tempat sholat perempuan terletak di lantai dua, bisa memuat hingga lima ratus jamaah. Masjid ini juga menyediakan ruangan untuk memandikan jenazah (masih jarang kita temui di Indonesia). 
      Masjid Negeri Sabah ini memiliki halaman dan area parkir yang luas, dan ketika saya berkunjung kesana di bagian belakang masjid sedang ada pembangunan (mungkin) sarana pendukung masjid.
      Setelah selesai sholat Dzhuhur di Masjid Negeri Sabah untuk mengisi waktu sebelum menuju Bandara Kota Kinabalu, kami mampir ke Imago. 
       
      IMAGO Shopping Mall
      Imago the mall terletak di  KK Times Square, merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Kinabalu. Disini terdapat outlet produk-produk fashion branded dan restaurant franchise. Makanya tak heran jika banyak warga Brunei Darussalam yang datang ke Kota Kinabalu untuk shopping, khususnya di musim liburan sekolah atau ketika mall-mall mengadakan great sale karena tentu saja harganya lebih murah dibandingkan di Brunei. Disini juga terdapat kedai yang menjual oleh-oleh dan cenderamata. Waktu itu saya membeli magnet kulkas harga RM 4/pcs. Di lantai lower ground juga terdapat foodcourt, harganya lumayan ramah di kantong.

      Ketika saya kesini, sedang ada pertunjukan Kulintangan. Para penari juga mengajak pengunjung untuk memainkan kulintangan. 

       
      Saya menonton sampai pertunjukan selesai, kemudian di akhir pertunjukan ikut berfoto dengan salah satu penarinya.

       
      Sekitar jam empat sore kami meninggalkan imago untuk kemudian menuju ke Bandara Kota Kinabalu. Oh ya, kalau cuaca cerah Gunung Kinabalu bisa terlihat dari bagian depan Bandara lho. 

      Flight saya sebetulnya jam 8 malam, tetapi akhirnya pesawat kena delay sampai jam setengah sebelas malam, sepertinya dikarekan terjadi masalah teknis dengan pesawatnya. Jadi kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam setengah satu pagi.
       
      PS: Sebetulnya masih banyak lagi obyek wisata di Kota Kinabalu, tapi sayang karena keterbatasan waktu jadi belum sempat expolore pulau-pulau cantiknya. Bahkan saya pun belum sempat explore kotanya. Semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk kembali ke Kota Kinabalu.
       
    • By norma sofisa
      Halo apa kabar?
      Sudah lama nih, tidak menulis di Forum Jalan2.com.
      Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman berkunjung ke Lisbon, Portugal.
      Merasa 'gerah' dengan udara dingin yang melanda Rotterdam pada akhir winter tahun ini, merupakan alasan yang tepat untuk melarikan diri sejenak ke Eropa Selatan. Kali ini pilihan saya jatuh ke Lisbon, satu kota yang cukup populer, ibukota dari negara Portugal.
      Berbekal tiket dari maskapai low cost (non) kesayangan, saya pun mendarat di Lisbon. Sayangnya, hari pertama tidak seindah bayangan. Awan gelap memayungi kota dengan suhu berkisar di angka 7 hingga 15 derajat. Tidak cukup hangat, mengingat Lisbon letaknya dekat dengan sungai yang muaranya mengarah ke Samudera Atlantik. Angin yang berhembus kencang mengharuskan saya untuk tetap berjaket agar badan tetap hangat.
      Saya cukup beruntung, beberapa jam setelah itu udara kian menghangat. Saya dan travelmate pun berjalan menyusuri jalan besar menuju pusat kota. Hotel yang kami tempati cukup dekat letaknya dengan sentral Lisbon. Jika berjalan kaki, kira - kira butuh waktu 10 hingga 15 menit.
      ]
      Sesuai dengan rekomendasi pamflet wisata Lisbon, tujuan pertama saya adalah Castelo S. Jorge, sebuah kastil Moor yang dibangun di puncak bukit São Jorge, yang merupakan salah satu tujuan turis di kota Lisbon (Sumber: Wikipedia). Matahari yang bersinar cerah, menaikkan semangat saya untuk naik menyusuri tangga ke arah kastil.
      Capek?
      Pastinya! Saya cukup kaget dengan anak tangga pertama yang cukup menukik. Tak ingin kalah dengan beberapa nenek di belakang, saya pun mempercepat langkah sambil berharap anak tangga ini segera berakhir.
      Bukit São Jorge merupakan kawasan pemukiman yang padat. Setelah anak tangga tadi, saya menyusuri jalanan dengan rumah - rumah penduduk di kanan dan kirinya. Beberapa hotel dan restoran kecil pun saya jumpai. Satu hal yang menggelitik adalah banyaknya jemuran pakaian yang tergantung di balkon - balkon rumah. Geli juga ketika mendapati beberapa pakaian dalam ikut terpajang disana.

      Pemandangan mengagumkan dari Kastil São Jorge
      Tak butuh lama dan perjuangan berat untuk sampai ke atas bukit. Tangga awal tadi adalah bagian terberat, selanjutnya hanya jalanan yang menanjak hingga pintu masuk kastil.
      Sesampainya di kastil, saya langsung mengantri untuk membeli tiket. Awalnya, antrian terlihat mengular panjang dan sempat membuat malas, namun ternyata ada tiga petugas loket, sehingga waktu antri pun lumayan cepat.
      Masuk ke kastil, hampir seluruh pengunjung langsung menghambur ke arah halaman. Dari titik ini, saya dapat melihat pemandangan kota Lisbon yang cantik dari atas bukit yang mengarah ke Sungai Tagus. Tampak dari jauh, rumah bercat warna - warni dan beberapa titik yang penuh dengan orang.
      Saya menduga bahwa kastil ini dahulu dipakai juga sebagai benteng pertahanan untuk mengawasi pergerakan musuh yang datang dari arah sungai. Di beberapa titik juga ditemukan meriam - meriam tua yang tampak masih kokoh.
      Karena cuaca yang tidak terlalu panas, saya pun naik ke benteng kastil. Tangga naik cukup curam dan licin, membuat saya harus berhati - hati. Ada beberapa bagian jalan yang hanya bisa dilewati satu arah sehingga saya harus berhenti dan memberikan kesempatan pengunjung dari arah berlawanan untuk lewat.
      Pemandangan dari beberapa titik di puncak benteng kastil memang tidak diragukan lagi. Bahkan patung Jesus di seberang sungai pun bisa dilihat semakin jelas. Beberapa bangunan dari bukit sebelah pun tampak lebih dekat.
      Uniknya lagi, kastil ini memelihara beberapa ekor burung merak jantan yang bulunya sangat indah. Mereka sering berlalu lalang di dekat pengunjung. Meskipun begitu, mereka ini tidak dapat dielus atau dipegang dengan mudah. Bahkan, jika mereka sadar sedang difoto langsung deh cepat - cepat kabur. Para pengunjung tentu saja tak mau kalah. Sebelum mendapatkan foto yang bagus, mereka tidak akan menyerah untuk mengejar. Saya pun termasuk di dalamnya. Lucu kalau diingat - ingat lagi.

      Dikarenakan topografi permukaan Lisbon yang cukup bergelombang, sebagai turis kita harus siap untuk berjalan naik turun bukit. Nah, bagi kamu yang memiliki keterbatasan fisik dan tenaga, ada alternatif lain jika tidak ingin berjalan kaki mengunjungi spot - spot wisata di Lisbon, yaitu dengan membayar paket transportasi khusus dengan tram, bus, maupun tuk-tuk yang tarifnya mulai dari 12 Euro hingga 26 Euro. Dengan membayar paket tersebut, kamu bisa dengan bebas menaiki tram klasik tipikal Lisbon, yang warnanya kuning atau merah. Jika kamu memilih paket lengkap pun, kamu bisa dengan bebas menaiki tuk-tuk atau ojek bemo yang juga terafiliasi dengan penyedia jasa transportasi.
      Oh ya, berdasarkan pengalaman, jika ingin pergi suatu tempat ke tempat lain di Lisbon, sebaiknya mengikuti arahan dari Google maps. Satu pengalaman saya, karena merasa tahu jalan, tidak mengikuti Gmaps dan malah berimprovisasi. Alhasil, kami harus naik bukit lagi dan berjalan lebih jauh. Beberapa jalanan di Lisbon memang sedikit rumit, namun sangat menantang nan menarik untuk ditelusuri. Kami menyebutnya treking di tengah kota hehe..
      Lalu gimana sih kuliner dan makanan khas di Lisbon?
      Tunggu di bagian kedua ya..
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
      Tulisan ini bisa dibaca juga di https://wp.me/p7BvKH-6T
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya setelah dua hari di Brunei, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu (Malaysia).
      Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap untuk check out hotel kemudian kami menuju ke Terminal Feri Serasa di Muara. Jarak  menuju ke Terminal Feri Serasa sekitar 25 km, ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Oh ya,selain terminal ferry penumpang disini juga terdapat terminal peti kemas, jadi selama perjalanan kita akan sering berpapasan dengan truck container sehingga perjalanan jadi agak lambat.
      Ketika kami sampai terminal feri Serasa karena bus yang kami sewa ukuran besar jadi tidak bisa masuk ke halaman terminal, terpaksa deh kami turun di depan pintu gerbang dan membawa koper masing-masing. 
       

      Karena tidak sempat sarapan di hotel maka kami pun akhirnya sarapan di cafe yang berada di sebelah pintu kedatangan terminal feri Serasa. 
      Note: Kalau mau  naik transportasi umum /bus dari Bandar Seri Begawan bisa naik bus nomer 39 menuju ke Terminal Muara, lalu dari Terminal Muara lanjut naik bus nomer 33 menuju Terminal Feri Serasa. Ongkos bus $1 per trip.
      Sekitar jam 9 kami bersiap untuk masuk ke dalam ferry. Oh ya untuk masuk ke dalam ferry ini kita melewati imigrasi Brunei secara kami akan melakukan perjalanan menuju ke Labuan (Malaysia) yang kemudian dilanjutkan ke Kota Kinabalu. Saat itu imigrasi lengang karena hanya ada satu ferry yang akan berangkat. Setiap penumpang disuruh buka koper untuk dilihat isinya satu persatu, segala tempat kosmetik, underware organizer, handbag, semua diperiksa. Mungkin juga dikarenakan disini tidak ada mesin x-ray. 
      Setelah selesai proses imigrasi kami pun menuju ke dermaga ferry. Kami menaiki Ferry Shuttle Hope untuk menuju Labuan. Awak kapal akan menyambut kita dan menanyakan barang bawaan akan dibawa naik atau ditinggal di bawah saja? Kalau di tinggal dibawah makan petugas akan menempatkan koper kita di bagian ujung kapal dekat pintu turun dari kapal ferry. Setelah menyerahkan koper, saya naik ke lantai dua ferry.

       
      Harga ket ferry Shuttle Hope adalah $15/orang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Saya memilih duduk di dalam ruangan ber-AC di lantai 2 dan ternyata ACnya dinginnya minta ampun. Oh ya sebelum ferry berlayar, di TV ditayangkan doa naik kapal terlebih dahulu. Mungkin ini sudah menjadi SOP Brunei Ferry ya, biar perjalanannya aman dan lancar.

       
      Begitu ferry sudah berlayar dari atas ferry kita bisa menikmnati angin sepoi-sepoi di geladak atau bisa juga duduk manis di ruang utama sambil nonton film box office yang diputar di TV. Di dalam ferry juga terdapai kedai makanan, kalau lapar bisa beli snack dan minuman. Di kapal ini juga terdapat toilet yang lumayan bersih, di lantai dua bagian belakang kapal.
      Seteleh beberapa saat kapal berlayar kita akan menyaksikan pemandangan begitu banyak kilang minyak di lautan Brunei, gimana negara ini ga kaya ya, itu kilang minyak di laut banyak bangeett. 
      Saya juga melihat beberapa kapal besar yang dilengkapi dengan alat berat atau crane serta helipad. Baru kali ini saya lihat kapal segede itu. Hahaha…
       
       

       
      Sekitar jam 11an, kapal ferry sudah mendekati dermaga Labuan. Dari atas ferry sudah kelihatan deh gedung terminal ferry wilayah persekutuan Labuan. 
       

       
      Setelah turun dari kapal ferry kami langsung menuju ke gedung terminal ferry lalu menuju ke mesin x-ray untuk scan barang bawaan kita kemudian menuju counter imigrasi Malaysia untuk chop paspor. Setelah selesai chop paspor kami berjalan menuju ke rumah makan untuk makan siang. Kami makan di rumah makan yang berada di depan Terminal Feri Antarbangsa Labuan sekitar 300 meter kali kami berjalan di bawah  rintik hujan.

       
      Setelah selesai makan kami segera menuju ke Terminal Feri Antarbangsa Labuan. Terminal ferry Labuan ini lumayan ramai, di bagian depan terdapat banyak stand yang menjual aneka barang dan souvenier. Karena sudah dekat dengan jadwal keberangkatan kapal, jadi kami tak perlu menunggu di boarding room, kami langsung menuju ke kapal yang sudah bersandar di dermaga. 

       
      Kami naik kapal LBN Express Tiga untuk tujuan ke Kota Kinabalu, kapal ini mempunyai dua kelas, yaitu kelas ekonomi dan kelas eksekutif. Untuk kelas eksekutif harga tiket RM 44/orang. Perjalanan menuju Kota Kinabalu memakan waktu sekitar 3,5 jam. Jadi bisa tidur dulu deh di dalam kapal, karena ini kapalnya seperti speed boat jadi kita ga bisa berdiri di geladak kapal, cukup menikmati pemandangan dari balik jendela saja. Tapi kalau kita duduk di kelas ekonomi, ga bisa deh lihat pemandangan luar karena posisi berada di lantai bawah.
      Sekitar jam setengah lima, akhirnya sampailah kami di terminal ferry Jesselton Point. Setelah semua peserta sudah turun dari kapal ferry kami pun segera keluar terminal. Rupanya bus sudah menunggu kami di sebelah kanan pintu keluar Jesselton point, setelah semua peserta naik bus, kami pun berangkat untuk menuju hotel tempat kami menginap di kawasan Lorong Pasar Baru, Kampung Air. 
       

       
      **Sebetulnya bisa juga naik bus dari Bandar Seri Begawan menuju Kota Kinabalu, tetapi jadwal keberangkatannya hanya  satu kali setiap harinya yaitu sekitar jam 8 pagi. Lama perjalanan sekitar 8 jam (kalau ga salah ya).  Kalau ada budget lebih ya paling cepat naik pesawat. Hehehe...
       
       
    • By Sari Suwito
      Hai...haiii..haiiiiii
      Widiiiih lama banget saya ga nongol di forum...
      Ok, baiklah saya akan share FR saya beberapa bulan lalu ketika melawat Brunei Darussalam. Mungkin sudah agak basi kali ya, tapi semoga bermanfaat buat teman2
      .
      Brunei Darusalam adalah sudah masuk dalam wishlist trip saya, tapi baru kesampaian di tahun 2018 ini. Brunei Darussalam merupakan negara ASEAN ke-5 yang saya kunjungi (Indonesia tidak termasuk hitungan ya).  Berhubung saya tinggal di Yogyakarta jadi saya memilih untuk terbang dengan Air Asia ke Brunei melalui Bandara Soekarno Hatta kemudian transit di Kuala Lumpur. Saya tiba di Brunei sekitar jam 8 pagi waktu setempat. Dari airport kami langsung menuju obyek wisata di kota Bandar Seri Begawan.
       

       
      Obyek wisata apa saja yang saya kunjungi selama di Brunei Darussalam? Yuk, simak catatan perjalanan saya selama di Brunei Darussalam.
      Hari Pertama
      1.The Royal Regalia Building 
      The Royal Regalia Museum atau Museum Alat Kebesaran Diraja terletak di Jalan Sultan Omar Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan. Bangunan museum berbentuk kubah besar yang dilengkapi dengan mozaik yang cantik dan bagian dalamnya menggunakan marmer dan karpet yang mewah. Pengunjung diwajibkan menanggalkan sepatu di luar dan hanya diperbolehkan memakai sandal yang sudah disediakan ataupun tanpa alas kaki saja kalau tidak kebagian jatah sandal. Pengunjung diwajibkan meletakkan tas, handphone, kamera dan barang bawaan lainya di loker yang sudah disediakan di bagian depan museum. Setelah itu baru kita diperbolehkan masuk ke ruangan pamer museum. 
       

       
      Museum ini memiliki beberapa galeri, antara lain;
       Royal Regalia Exhibition  Royal Exhibition Hall  Silver Jubilee Exhibition Hall   Jubilee Theatre  Constitutional Exhibition Hall  Royal Lounge  Souvenier / Refreshment Lounge           Memasuki ruangan galeri museum kita bisa melihat foto silsilah keluarga Sultan Brunei, dan di dinding tercantum nama lengkap dan gelar untuk Sultan Hassanal Bolkiah, panjang banget lho. Lalu kita berjalan menuju ke bagian koleksi pribadi Sultan Brunei yang berupa pakaian kebesaran Sultan, perhiasan, cendera mata dari negara sahabat.  
      Selanjutkan kita akan menuju ruang pamer peringatan perayaan 25 tahun pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah. Di ruangan ini terdapat replika kemegahan acara perayaan Silver Jubilee dengan patung manekin tanpa kepala yang menggambarkan pasukan yang mengiringi kereta yang dinaiki Sultan Hassanal Bolkiah dan di sekelilingnya terdapat poster bergambar rakyat yang menonton iringan perayaan 25 taun pemerintahan Sultan.

       
       
      2. Masjid Omar Ali Saifuddien 
      Masjid Omar Ali Saifuddien merupakan masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terletak di Bandar Seri Begawan, tak jauh dari The Royal Regalia Building.  Arsitektur masjid ini memadukan arsitektur Mughal Islam dan Italia, membuat masjid ini menjadi salah satu masjid yang paling mengagumkan di Asia Pasifik. 
       

      Masjid ini memiliki menara marmer dengan kubah emas, dilengkapi dengan taman yang indah dan air mancur. Di samping masjid terdapat replika perahu Mahligai Kerajaan milik Sultan yang memerintah pada abad ke-16. Bangunan ini juga digunakan sebagai panggung Musabaqah Tilawatil Quran pada akhir tahun 1960 hingga awal tahun 1970.
      Di bagian kiri masjid terdapat Perpuspaan main gate 1968, disini juga terdapat taman dan air mancur yang cocok juga untuk berfoto.
       

      Sayang sekali waktu itu kami hanya foto stop di luar masjid dan cuaca yang panas membuat kami tidak bisa berlama-lama karena kami akan melanjutkan untuk makan siang.
      Kami makan siang di restoran yang terletak di kawasan Tarindak D’Seni yang berseberangan dengan Kampong Ayer. Dari restoran  tempat kami makan siang kami bisa melihat pemandangan Kampong Ayer dan Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha. Jembatan ini disebut juga Jembatan Sungai Kebun. Jembatan ini  menghubungkan Bandar Seri Begawan dan Kampung Sungai Kebun.
       

      Setelah selesai makan siang kami melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Istana Nurul Iman.
       
      3. Istana Nurul Iman
      Istana Nurul Iman terletak di tepi sungai dengan bukit yang hijau di tepi sungai Brunei, beberapa kilometer selatan Bandar Seri Begawan. Istana Nurul Iman merupakan kediaman resmi Sultan Brunei dan keluarganya serta merupakan pusat pemerintahan Brunei. Istana Nurul Iman merupakan istana terbesar di dunia, memiliki 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi. Dan di dalamnya terdapat ballroom yang mampu menampung hingga lima ribu tamu. Di dalam istana ini juga terdapat garasi yang berisi ratusan mobil koleksi Sultan Brunei.  
       

      Istana hanya dibuka untuk umum pada hari Raya Idul Fitri, dimana Sultan akan mengadakan open house selama 3 hari.  Jadi kami hanya bisa photo stop di depan Istana saja.

       
      4. Mercu Dirgahayu 60
      Mercu Dirgahayu 60 (dalam angka arab) berwarna emas ini merupakan monument untuk memperingati hari ulang Sultan Hassanal Bolkiah ke 60 tahun. Mercu Dirgahayu 60 terletak di waterfront Kampung Ayer. 

       
      Tak jauh dari Mercu ini terdapat dermaga taxi air untuk menuju ke Kampong Ayer. Wisatawan pun bisa naik taxi air dari sini untuk berkeliling di Kampong Ayer.
       

       
      Kampong Ayer adalah perkampungan terapung yang merupakan cikal bakal Bandar Seri Begawan.  Kampong Ayer merupakan perkampungan terapung yang terbesar di dunia, luasnya sekitar 10 km persegi, terdiri 42 kampung dan dihuni oleh 20ribu orang penduduk. Kampong Ayer juga memiliki fasilitas yang lengkap seperti: air bersih, listrik, sekolah, masjid, klinik, dan fasilitas lainnya. Bagi penduduk Kampong Ayer yang memiliki mobil, mereka akan memarkir mobil mereka di tepi jalanan seberang Kampong Ayer, kemudian mereka pulang ke rumah menggunakan taxi air.
      Sebetulnya di dekat kawasan Mercu Dirgahayu 60 juga terdapat beberapa perahu yang menawarkan wisata ke kampung ayer, tapi menurut guide  harus hati-hati supaya tidak kena scam. Guide sempat menawarkan siapa yang mau keliling kampung ayer bisa dikoordinasikan.  Tapi kami memutuskan untuk segera menuju hotel supaya bisa istirahat, secara kami sudah lelah setelah perjalanan panjang dan flight di awal pagi.