Yos

Short Trip to Seoul & Jeju (Korea - 2017)

16 posts in this topic

Bingung mau start dari mana..... :bingung

Jadi kali ini short trip to Korea, 7 hari aja periode 23 - 30 Oktober 2017.

Karena keterbatasan bahasa dan versi ga mau ribet, kita putuskan untuk ambil tour aja. Awalnya ambil His travel eh menjelang deadline quota masih ga terpenuhi juga ya sudah banting setir ke Bayu Buana lagi... harga idem 13jt gitu all in.

Korea ini visanya ribet ya, harus pake lampiran SPT tahunan segala :bingung jujur jadi males balik lagi kalau ribet mah, masih mending rekening 3 bulan masih normal euyyyy....

 

Hari 1 dan 2 (Jkt - Seoul)

Nah 23 oktober kita berangkat dengan pesawat malam dan 24 oktober paginya kita sudah sampai di Incheon Airport, Seoul.

Seharusnya jadwal hari ini adalah bikin kimchi, terus ke Geyongbok tapi dikarenakan waktu yang ga memungkinkan 2 hal itu digusur switch ke hari terakhir. Jadi hari pertama ini kita hanya jalan2 keliling ke National Folk Museum dan lanjut ngejar pesawat ke Jeju Island dari Gimpo Airport.

National Folk Museum itu sendiri rupanya menu wajib kalau kita ikut tour ke Korea. Isinya adalah sejarah kebudayaan Korea, dan sambil jalan kelilingin museum dijelasin sama si tour lokalnya.. Eh aku lupa bilang bahwa walau dari Jkt ada tour guidenya tapi semua tour yang dateng ke Korea didampingin oleh tour lokal yang fasih bahasa indonesia... Dan jujur memang kesulitan bahasa disini, orang Korea males dan ga mau belajar bahasa lain, bahasa inggris aja langka apalagi indo...:bingung

Oh ya 1 lagi, orang korea itu paling anti difoto apalagi di videoin tanpa seijin mereka :facepalm... masalahnyaaaaa minta ijin pun ga bakal dikasih, ga ngerti deh kenapa mereka anti difoto, dan di banyak tempat seperti di dalam National Folk Museum ini pun ga boleh foto2... jadi hasilnya ga ada foto2 susasana di dalam National Folk Museum ini... kalau di luar sih boleh aja foto.

5a1915cb97e17_NationalFolkMuseum.jpg.5159f351eb2a0dd7b75d30c773121df4.jpg

Nah setelah dari National Folk Museum langsung lunch tapi lupa lunchnya apa :D terus langsung ke Gimpo Airport untuk penerbangan ke Jeju Island...

Di Gimpo sambil nunggu boarding kepengen ngopi dan ketemu kopi yang ini

5a191775e5985_1stlatteatGimpoairport.thumb.jpg.d900c648d52d1324ed7f3f4634eabffe.jpg

5a1917df38ddb_Gimpoairport.jpg.8d1d9b4f248f931e724c94646b87d57f.jpg

Dan dasar ndesoooo :P aku baru tau dari temen bahwa caffee ini terkenal karena banyak di shoot di drama korea, lha mana aku tauuuu?

Ok kita lanjut terbang ke Jeju dan bermalam di Jeju

Dan ga lupa pas sampe hotel cari minimarket terdekat terus hunting2 teh, nah nemunya ginian... not bad lah untuk teh 2000 won dan hershey coklat cookiesnya promo 1000 won dpt 3 pak

5a1916f9d231c_huntingmalampertamadiSeoul1.jpg.3afd602635e66c8a6f400ee2aa395a04.jpg

5a1917a51156a_huntingmalampertamadiSeoul.jpg.f1b350b7fbeae4f3d257229d2767ac07.jpg

 

Hari 3 & 4 (Jeju Island)

Pagi ini kita acaranya ke Seongsan Sunrise Peak, isinya adalah suatu pinggir laut gitu, isinya pemandangan pinggir laut. Ada sih beberapa pertunjukan lagi yaitu wanita penyelam tertua di Korea, tapi itu aja waktu tayangnya dan kalau mau nonton harus bayar lagi, terus kalau ikut tour pastinya ga keburu untuk liat atraksi yang ada... Sampai disini aku mulai ngoceh karena belum terasa suasana autum-nya...:geram

5a19166a2186b_SeongsansunrisepeakJeju1.jpg.a7599cfdbb3f83c8b785f6eb33d00e8a.jpg

5a19165d71692_SeongsansunrisepeakJeju3.jpg.6f9b6a6b291ed8ecd51eff5c6500de13.jpg

5a1916641901f_SeongsansunrisepeakJeju2.jpg.e8c11d3cd137e67e772dd2fee988f9d2.jpg

5a19164222c00_SeongsansunrisepeakJeju.jpg.40a9703a5f5fe4c8e6a78e39bf257faa.jpg

Kayaknya ga sah klo tiap pergi ga ada adegan kissing-nya... maaf yaaaa :terpesona

Nah sehabis dari Seongsan ini kita lanjut ke desa Jeju, katanya si tour guide lokal perempuan Jeju itu sesuatu banget... dan desa Jeju ini isinya masih asli rumah dan org2nya ga boleh dirubah ke modern oleh pemerintah korea. Nah sesampainya disana, perempuan Jeju itu menceritakan tentang sejarah budaya laki2 dan perempuan disana, tentang bagaimana dulu laki2 posisinya lebih tinggi dari perempuan karena jumlah laki2 1:10 dengan perempuan. Jadi poligami diperbolehkan, laki2 punya istri bisa 4 atau 5, ga perlu kerja, ongkang2 kaki, tinggal minta duit dan semua perempuan yang kerja, :(

Beda dengan sekarang, perempuan justru posisinya lebih tinggi dari laki2... kalau dulu perempuan merit itu berarti sengsara karena harus melayani keseluruhan keluarga, kalau sekarang malah katanya laki2 korea yang cuci baju masak dll walau tetap bekerja juga... gitu katanya...

Intinya sih di desa Jeju ini isinya mereka berjualan produk sejenis Goji Beri yang sudah diekstrak, madu khusus dan bubuk dari tulang kuda.

Aku beli goji berinya karena harganya make sense dan sudah pernah minum yang versi barat dan manfaatnya bagus. Kalau madu dan tulang kuda duh ga dulu deh...

Di desa Jeju ini juga tidak boleh foto2 apalagi video lho yaaa:bete karena mereka ga mau dan ga jelas alasannya.

Dari desa Jeju lanjut lunch dulu dong dan ini lunchnya ku sukaaa :terpesona yaitu Babi Hitam (Gochan) yang memang khas peliharaan di Jeju... rasanya wowww enak.. :kesengsem dan untuk yang muslim maka dagingnya akan diganti dengan daging bebek

5a191765d4e43_BlackporkJejualiasGochan.thumb.jpg.9151143199db0795e323e3aa976918a6.jpg

Dan si tour guide lokal kasih kita coba soju rasa jeruk rasanya enak banget :terpesona tapi sayangnya sampe pulang ga nemu lagi yang jual

5a19161381927_sojurasaorange.thumb.jpg.0f9f5bceb64b7dead7ae324d3ae044d5.jpg

Setelah makan lanjut lagi ke Trick Eye Museum & Ice Gallery.. isinya itu seperti trick eye yang ada di ancol dan bali, tapi untuk koleksi sih maish lebih lengkap jakarta dan bali... menurutku lho yaaaa

Ice Gallerynya oke tapi untuk foto hasilnya kurang bagus karena cahaya yang kurang di dalam ice gallery ini

5a1915f00a82e_trickeyemuseum1.thumb.jpg.ca4dd9f88c96fc8c4dc6f56afe54a9f1.jpg5a1915e9b16cb_trickeyemuseum3.thumb.jpg.fa0538bed4717cf0ed3e031c1bdb8bb1.jpg5a1915f4d5c52_Trickartmuseum1.jpg.d005b9a9231585177a6514c62f325c12.jpg

Lanjut lagi untuk nonton pertunjukan Nanta Show, dan aku acungin jempol untuk Nanta Show ini, isinya kocak, menghibur dan bikin sakit perut karena ketawa... dan skill mereka dalam memainkan alat2 dapur untuk jadi suatu pertunjukan aku acungi jempol. Tapi sayangnya ga boleh foto apalagi video jadi ga ada dokumentasi untuk ini. Durasi pertunjukan sekitar 90-120 menit.

Setelah dari ini kita balik ke hotel tapi melewati dulu yang namanya Mysterius Road... dan ini adalah suatu jalan setapak kira2 300 meter, dimana tampaknya ada magnet alam di sepanjang ruas jalan itu. Jadi pas sampai di jalan itu mesin mobil bus dimatikan tapi anehnya bus tetap jalan walaupun jalannya menanjak... nah ada apa ayoooo:ngeri

Hari ke 4, rencana hari ini adalah pagi-pagi langsung ke Garden of Morning Calm, isinya adalah kebun bunga yang luas dan masih akan bertambah luas karena masih di expansi di beberapa bagian. Nah... akhirnya ketemu juga suasan autum disini :kesengsem asikkk, foto2 ahhh :foto2

5a1917e40f603_GardenofmorningcalmJeju.jpg.d0c0ba7410b337d96fe5dac996db86dc.jpg

5a1917e9ddc2a_GardenofmorningcalmGimpo.jpg.95f2f8f3495fc31b717602210f4b4fc7.jpg

5a191ff533321_GardenofmorningcalmGimpo6.jpg.05895a714100c5e743c3d1cefb47622a.jpg5a192003180ce_GardenofmorningcalmGimpo5.jpg.1b08733fd86129ea5798f809f450191f.jpg5a19201dcff04_GardenofmorningcalmGimpo2.jpg.d8ad3101781a06506f69161485eb83f0.jpg5a191fdae9065_GardenofmorningcalmGimpo7.thumb.jpg.556860cae2b72691fc5e1d10553a4a2a.jpg5a191f879d94e_GardenofmorningcalmGimpo8.jpg.4282e6062c96cbb52567f44a315e6da7.jpg

Dari Garden of Morning Calm kita lanjut ke Teddy Bear Museum, kecil sih museumnya tapi lumayanlah isinya....

5a1916091ebc3_Teddybearmuseum1.thumb.jpg.f38559ba41d3fe9addd1ff38768587d3.jpg5a191603ea04b_Teddybearmuseum2.thumb.jpg.57ad00d99f109c685144dda1086dc36a.jpg5a1915fc33f9d_Teddybearmuseum3.thumb.jpg.a34e68b5db24f27d5f9eb42b1b94015d.jpg

Dan abis itu ngebut ke Nami Island yang terkenal dengan lokasi shooting Winter Sonata.. Disini suasama autum juga sudah terasa, dan karena dibatasi waktu kita langsung cari patung khas icon disini, si winter sonata itu dan untuk foto dengan patungnya antri seperti kalau mau foto sama hachiko :D

5a1916d814414_NamiIsand1.thumb.jpg.d591764f5f90f6235b56de261824e872.jpg5a1916cfbf888_NamiIsand2.jpg.6c4b53ad2101730966f2a12b9f2104f3.jpg

5a19169ede5df_NamiIsand4.thumb.jpg.467836939ddefb9ad9ed4f6c5294ec38.jpg5a1916c358d5a_NamiIsand3.jpg.772a0fffaf77ea848b2e9c2f5ad2bb6a.jpg

Pas mau balik dr Nami Island antri feri nya luar biasa, antrian udah dari bbrp puluh meter sebelum anjungan, buset deh.... Tapi pas dinnernya itu sesuatu banget karena menunya itu Sup ayam ginseng... wuih 1 ekor  ayam sedang untuk sendirian, pas banget malam2 makan sup ini, mantep deh plus minumnya dikasih soju atau sake ga tau persis... pasangan yang ideal :P

5a19160def9a1_supayamginseng.thumb.jpg.027a4af2a5c91e96f5f14f11b49ab93f.jpg

Sesudahnya kita mampir sebentar aja ke Dragon Head Rock, tapi karena sudah malam ga bisa dokumentasi juga, dan bentuknya pun ga mirip dragon.... bingung.... Sudahlah balik hotel aja istirahat...

 

Hari 5 (Mt Seorak)

Nah pagi ini semangat karena mau ke Mt. Seorak yang katanya juga bagus itu.. karena kita nginepnya di Mt. Seorak juga maka perjalanan ke lokasi ga lama. Dan beruntung sampai cukup pagi karena kalau ga rasanya antri untuk naik cable car ke atas itu sesuatu. Buat temen2 yang ke Mt. Seorak inget ya kalau sudah naik cable car naik nanjak jalan kaki sampai puncak Seorak, karena worth it dan sayang banget kalau ga sampai puncak.

5a19163a44bea_SeoraksanNationalPark1.jpg.b8698c8a4c724aa4f3d38193cf18e10d.jpg5a19163211f82_SeoraksanNationalPark2.thumb.jpg.70f8700918e61e94a9282bce9668f871.jpg5a1916286b0cd_SeoraksanNationalPark3.jpg.61319df109a3254bd5df8c4b12282d45.jpg5a19200f403ab_GardenofmorningcalmGimpo4.jpg.cc846334e5ee20b6a00ee5696cda12fd.jpg

Saran untuk temen2 yang mau ke Mt. Seorak lebih pagi datengnya lebih bagus karena pas pulangnya antrian untuk semua kendaraan menuju Mt. Seorak dah panjang banget berkm2 gitu. Saking padatnya arus kendaraan yang menuju Mt. Seorak maka mau ga mau kita jalan kaki menuju bus karena bus nya stuck macet antrian dan kalau nunggu bus itu weleh bisa berjam2 baru sampai...

Akhirnya kita jalan kaki dan kok ga sampe2 ya ke bus nya?:bingung pas akhirnya kita bisa mendekati si bus yang juga usaha mendekati kita, ternyata kita sudah jalan kaki sebanyak 10600 langkah :tercengang ini pun karena ada peserta tour yang bawa alat yang ngitungin jalan kaki berapa langkah itu lho... sinting berarti sekitar 6km lah jalan kakinya... laper deh....

Untungnya abis itu langsung lunch dan lunchnya oke Roast Chic with Hengju Cheese, oke lah boleh juga sebelum menuju perjalanan sekitar 3 jam dengan bus ke Everland.

5a19167809803_Roastchickenwithhongjucheese1.jpg.2ff6244cdcb59cb87fd387c7cbcc43de.jpg5a191670caf2e_Roastchickenwithhongjucheese2.thumb.jpg.8c65f8e107ce1dc6efea64a82dbdd99f.jpg

Setelah lunch kita menuju ke Everland, versi kecilnya disneyland di korea, mulai dari design masuk semua persis sama dengan USJ, tapi secara saya kurang begitu suka dengan isinya plus kita sampe sudah sore, dan banyak wahana yang sudah tutup jam 6 sore wah sudahlah jalan2 aja keliling dan ga foto2 liat2 aja dan akhirnya kita dinner di KFC karena dinnernya yang kali ini bayar sendiri. Paket 7500 won sudah dapat 2 ayam, minum dan kentang. Mereka ga ada menu nasi di KFC nya dan jangan harap ketemu sambel ya semuanya cuma ada saos tomat.

Akhirnya balik ke hotel lagi dan posisi sudah di Seoul lagi ya sekarang... hotel di Seoul lebih kecil secara size tapi nyaman dan breakfastnya beneran american breakfast, jadi sesuai selera, dan hunting lagi malam2 ke mini market untuk cari soju terakhir

5a1916dbbb194_Lastsoju.thumb.jpg.8d1eb72ac4fcad0f28d746c871861841.jpg

 

Hari 6 & 7 (Seoul)

Hari ke 6 ini kita akhirnya ke Geyongbok yang pas hari pertama ga bisa karena waktu mepet, setelah itu latihan bikin kimchi dan cobain han book.

Geyongbook Palace isinya itu gerbang berlapis-lapis, kalau masuk ke sana pake hanbook ga usah bayar tiket.

Foto bikin kimchi belum disave karena difotoin sm fotoman yang ikut sama kita selama tour, jadi di akhir tour kita dikasih hasil cetakan foto2nya baik yang candid atau bukan sementara soft filenya akan dikirimkan menyusul, tentunya bayar untuk foto2 ini lho.

Cobain hanbook itu 1 gedung dengan bikin kimchi, dan akhirnya aku beli nori berbagai rasa karena enak untuk dicampur nasi, dan hanbooknya sistim pake sendiri, copot sendiri, foto sendiri, taruh lagi di rak baju :ngakak

Nori.jpg.037dc2adc51419f6fa7b6404e1048610.jpg5a1917c469859_Hanbook.jpg.317d9cb4ee3c31b01b6dcdb79dbfc9fe.jpg

ini ceritanya versi suami pulang pagi foto han booknya :ngakak

Sehabis kimchi dan han book, sisa hari itu lanjut dengan belanja2 ke tempat2 kosmetik seperty duty free, ginseng shop...

Sampai disini masih belum beli souvenir karena harga2 souvenir di tempat2 wisata itu OMG mahalnya dan ga worth it :tercengang untungnya tour guide lokal kita kasih acara tambahan ke DOOTA di Duangdaemon, itu seperti mangga dua nya jakarta tapi jauh lebih bersih dan rapih... kita diajak naik ke lantai 6 dan begitu selesai eskalator lantai 6 di depan kita udah ada toko souvenir wah harganya baru asik :oke

gantungan kunci dan magnet kulkas per 8 atau 10 pcs harganya antara 4000 - 5000 won (kalau beli 10 set dapet free lg 1 set), sepasang sumpit dan sendok khas ada ukiran koreanya 1500 won, kalau sumpit yang isinya 5 pasang 5000 won, berbagai cemilan kekinian almond berbagai rasa itu 7500 won (padahal temen yang baru aja balik dr korea bilang harga jualnya 10000 won), nah akhirnya kesampean juga beli souvenir :rate

5a1916227b6a0_Snackkekinian1.thumb.jpg.091370473a3089163dd5e8c4eb73b683.jpg5a19161a1ea7f_Snackkekinian2.thumb.jpg.7aca915cf09886a6bf9eaa51b4985e66.jpg

Nah sudah puas balik deh ke hotel...

Hari ke 7, hari terakhir sebelum sore balik ke jakarta...

Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri :tersipu

Dari red pine sebelum ke airport mampir sebentar di salah satu tempat untuk mereka yang belum puas beli souvenir dan mau beli ramen2 itu lho, samyang dan teman2nya... dan bisa di pak dalam dus untuk masuk bagasi nanti si airport.

Akhirnya... sampai juga di airport untuk keberangkatan pulang ke jakarta. Celingak celinguk cari wrapping dan ternyata ga ada wrapping di korea :tercengang dengan alasan mereka akan scan bagasi dan akan langsung dibuka kalau dirasa ada yang mencurigakan. Bener aja, salah satu koper kami diminta untuk dibuka dan ternyata yang mereka curigai adalah kaleng bedak Herocyn sodara2...:geram dan kaleng bedak itu meraka kocok2 duh untungnya ga dibuka karena kalau dibuka berhamburan kemana2 itu bedaknya... padahal ada versi bahasa inggrisnya di kaleng tapi mereka ga bisa baca, parah kan????

Akhirnya setelah check in, berkeliaranlah kita cari makan di airport yang ternyata hanya ada di lantai 2 ya temans... makanannya enak2 dan harganya make sense menurutku. Dan inilah lunch terakhir kita sebelum pulang...

5a1916e2b994e_lastlunchatIncheonAirport2.jpg.416099131ce54860e49e7d7103d5be30.jpg5a1916eaf3ca4_lastlunchatIncheonAirport1.jpg.b4e91719cb81a3abcf064229b084cd40.jpg

Nah demikianlah short trip kali ini ke Korea...

Kesan2ku adalah:

1. Korea orang2nya kaku dan individualis, jangan sekali2 foto mereka, suamiku pernah minta aja tetep ditolak

2. Makanan khasnya sendiri sebenarnya enak, jadi kemarin beruntung bisa cobain beberapa makanan uniknya

3. Jangan berharap ada wrapping di airport korea

4. Kalau memang bisa backpackeran dan oke dari segi bahasa lbh baik backpacker sih krn Garden of Morning Calm dan nami Island, dan Mt. Seorak ga puas kalau cuma sebentar

5. Bikin visa-nya ribet karena harus ada SPT tahunan

6. Untuk yang cewe lebih baik selalu sedia botol aqua kosong di tas karena toilet disana ga ada air semprotannya

7. Kalau ke Jeju beli coklat jeruknya, itu unik dan yang crunchy enak (foto menyusul)

8. Kalau mau beli souvenir murah ke Dongdaemon masuk dari DOOTA, terus langsung naik eskalator sampai lantai 6, lirik kiri dikit nah udah keliatan toko souvenir dan snacknya, harga bersahabat

Demikian para suhu, semoga berkenan ya, maaf FR nya telat :kiss

@deffa @twindry @HarrisWang @Hartono Hasian @Sahat

twosome place coffee.jpg

Last coffee.jpg

2nd latte.jpg

1st soju.jpg

Goblin 3.jpg

Goblin 2.jpg

Goblin 1.jpg

Garden of morning calm Gimpo 3.jpg

Garden of morning calm Gimpo 1.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah 7 hari lumayan juga sampai ke Jeju Island pula, saya Mt. Seorak belum kayak nya menarik itu. Wah orang Korea jarang ada yang mau poto ya? Pas saya kesana kebetulan pada mau hehehe. Untuk Visa ya banyak yang bilang ribet sekarang pake SPT Tahunan, dulu untung masih bisa pake Visa Jepang, kadang itu juga sih yang menghambat keinginan untuk ke Korea lagi. 

btw itu dari Jeju Island ke daerah Gapyeong (Nami, Garden of Morning Calm) berapa lama perjalanannya ya? @Yos

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, deffa said:

wah 7 hari lumayan juga sampai ke Jeju Island pula, saya Mt. Seorak belum kayak nya menarik itu. Wah orang Korea jarang ada yang mau poto ya? Pas saya kesana kebetulan pada mau hehehe. Untuk Visa ya banyak yang bilang ribet sekarang pake SPT Tahunan, dulu untung masih bisa pake Visa Jepang, kadang itu juga sih yang menghambat keinginan untuk ke Korea lagi. 

btw itu dari Jeju Island ke daerah Gapyeong (Nami, Garden of Morning Calm) berapa lama perjalanannya ya? @Yos

Dari Jeju ke Nami Island itu balik lagi naik pesawat @deffa sekitar 45 menit flight, jadi ribetnya itu kalau mau ke Jeju memang harus bolak balik naik pesawat krn si Jeju ini sendirian, nah dr Jeju itu kemarin seingetku ke Garden of Morning Calm dulu baru agak sore ke Nami island winter sonata itu

Ember krn pake SPT jadi agak males sih untuk balik ke korea, ribet persyaratannya, selain itu pas di Jeju misalnya ga bisa dokumentasi apa2 padahal perempuan jeju nya jelasin banyak hal sejarah dan budaya tapi ga ada 1 pun yang boleh direkam. Hebatnya korea semua produk2nya dibuat ekslusif seperti red pine oil dan ginseng yang aslinya semua ga di eksport, goji yang di jeju pun ga di eksport ke luar korea

Edit sedikit ya ntar di hari terakhir itu paginya sebelum ke red pine kita jalan2 ke Samcheong street yang tempat shooting goblin, lumayan sih tnyata itu deretan cafe2 gitu

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 minutes ago, Sahat said:

:kesengsem
wehhh.
kebetulan ada plan ke jeju next year... nice .....

nah kalau ke jeju dan mampir ke desa jeju, pasti diceramahin soal goji beri, madu dan bubuk tulang kuda juga... nah si perempuan jeju itu sampai sekarang hanya nyuapin yang cowo ya buat samplenya, yang cewe ga akan mereka suapin ga tau knp:huh: nah kalau mau beli yg goji beri aja... terus coklat jeruk ya... enak itu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Keren jalan2 ke koreanya @Yos , duh rugi bandar yah kalo tidak bisa dokumentaikan di beberapa spot hehehehe. 

Goji berinya dalam bentuk liquid ato keringan ? Aku suka beli yang keringan nya saja. Mahal mampus kalo yg liquids hahahaha.

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 hours ago, Rawoniste said:

Keren jalan2 ke koreanya @Yos , duh rugi bandar yah kalo tidak bisa dokumentaikan di beberapa spot hehehehe. 

Goji berinya dalam bentuk liquid ato keringan ? Aku suka beli yang keringan nya saja. Mahal mampus kalo yg liquids hahahaha.

goji beri nya bentuk likuid tp kental banget jadi minumnya super irit kalo dibandingin dengan goji beri botolan amrik yang beredar di jakarta harganya 35.000 won per toples plastik isi1,2 liter jadi mantap secara harga

dan memang ga boleh didokumentasikan karena budaya mereka begitu

1 hour ago, kyosash said:

Roast Chic with Hengju Cheese-nya menggiurkan nih, btw asyik juga yah suasana di Jeju, btw nice FR :salut 

black porknya dong cuma mejaku yg makannya brutal sampe nambah super enak:oke

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 hours ago, Yos said:

nah kalau ke jeju dan mampir ke desa jeju, pasti diceramahin soal goji beri, madu dan bubuk tulang kuda juga... nah si perempuan jeju itu sampai sekarang hanya nyuapin yang cowo ya buat samplenya, yang cewe ga akan mereka suapin ga tau knp:huh: nah kalau mau beli yg goji beri aja... terus coklat jeruk ya... enak itu

mau mau mau dong di suapin. eh baper. wkkwkwkwkwwkwkkw

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/25/2017 at 3:52 PM, Yos said:

5a1915e9b16cb_trickeyemuseum3.thumb.jpg.fa0538bed4717cf0ed3e031c1bdb8bb1.jpg

wkwkw mukanya itu loh :ngakak 

On 11/25/2017 at 3:52 PM, Yos said:

Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri :tersipu

boleh di coba nih bahahah :rate tandai dulu. siapa tau ada rejeki ke sana

baru sempet baca :tersipu hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites
10 minutes ago, twindry said:

wkwkw mukanya itu loh :ngakak 

boleh di coba nih bahahah :rate tandai dulu. siapa tau ada rejeki ke sana

baru sempet baca :tersipu hahaha

Sesekali nakal megang pantat cewe dgn persetujuan bini itu namanya :ngakak

Btw red pine oil yg asli kyknya hrs ikut tour baru bisa mampir, klo ginseng mah jangan beli di duangdaemon yg toko souvenir itu aja ada kok krn ga mgkn jf beli kualitas no 1 mahalnya buset

Share this post


Link to post
Share on other sites
14 minutes ago, Yos said:

Sesekali nakal megang pantat cewe dgn persetujuan bini itu namanya :ngakak

Btw red pine oil yg asli kyknya hrs ikut tour baru bisa mampir, klo ginseng mah jangan beli di duangdaemon yg toko souvenir itu aja ada kok krn ga mgkn jf beli kualitas no 1 mahalnya buset

wkwkwk ngakak liat foto2nya. kreatif posenya

jadi overall puas ngak 7 hari ke sana ikut tour?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By farinalee
      Hai hai hai..
      Adakah yang ingin berlibur ke Korea di musim dingin bulan Januari?? Aku berencana solo traveling ke Korea di bulan Januari antara tanggal 3-14 Jan 2019
      Kalau ada yang mau barengan bisa hubungi aku di id line: farinamu atau PM aja. Diutamakan cewek ya, tapi cowok juga gpp 
      Aku suka dengan pemandangan dan suka pergi ke toko stationary seperti Kyobo, juga sedikit tau tentang drama dan kpop kalau ada yang sama interest nya bole gabung yah..
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Gabby Regina Azhary
      Haloo ada yg mau ke jeju.. desember ini..buat sharing mobi? Krna katanya pass indonesia gak bisa sewa mobil disana jadi mau gak mau sewa Mobil + driver.
    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".