• agoda-hemat.png

  • 0
Zaza

Traveling ke Cina : Workshop bahasa Mandarin untuk Travellers

Question

Halo para travellers!

Travel Workshop Series by Polyglot Indonesia mempersembahkan :

"SURVIVAL MANDARIN FOR TRAVELLERS"

dimana negara China menjadi destinasi pertama kita.

Tidak hanya membahas mengenai detil dari persiapan sebelum keberangkatan, teman-teman juga berkesempatan untuk belajar bahasa Mandarin secara langsung, yang pastinya akan berguna dalam perjalanan, cocok banget buat kamu yang backpacking tanpa guide Laughing out loud :D

Agenda :
1. Persiapan sebelum keberangkatan
2. Tips dan Tricks ketika berlibur di Cina
3. Belajar bahasa Mandarin dasar
4. Belajar bahasa Mandarin untuk travelling
5. Praktir bahasa Mandarin dengan tutor

Investasi:
Single : Rp. 250.000 / orang
Group : Rp. 200.000 / orang

Registrasi :
26 November - 10 Desember 2017

Lokasi : Jakarta

Kirim ke : register@polyglotindonesia.org
subject : Regstrasi Workshop Mandarin
Format ; workshop_(tipe investasi)_Nama Lengkap

It's limited seat, so GRAB IT FAST!

Polyglot Indonesia,
Speak up!

CP : 082277398873 (Zaza)

IMG-20171126-WA0000.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

4 answers to this question

  • 0
On 12/1/2017 at 11:01 PM, deffa said:

jangan spam ya cukup 1 aja posting promosi nya @Zaza

siapp.. maap maap.
yang satunya lagi aku hapus ya. Thanks for the reminder :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By kuhimam
      Wisata Jatim Gunung Ijen untuk Anda Kunjungi! Selalu ada keindahan luar biasa yang ditawarkan oleh alam Indonesia, salah satunya adalah keberadaan Kawah Ijen. Kawah Ijen adalah tempat wisata alam di Pulau Jawa yang banyak dikunjungi orang.
      Kawah ijen
      Objek wisata ini adalah bagian dari Cagar Alam Wisata Ijen. Secara administratif, Kawah Ijen terletak di dua kabupaten, yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Kawah Ijen berada di atas 2.368 meter di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari Gunung Ijen, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa. Kawah 20 km persegi dilengkapi dengan dinding kaldera setinggi 300-500 meter.
      Selain itu, kandungan asam dalam kawah nol dengan suhu mencapai 200 derajat Celcius, yang berarti bahwa udara kawah cukup untuk melelehkan pakaian dalam tubuh manusia dalam waktu singkat. Namun, tenang saja. Selama Anda masih dalam jarak yang aman, Kawah Ijen tidak berbahaya.
      Hanya saja, karena kandungan belerang yang sangat tinggi, Anda diharuskan memakai masker untuk kenyamanan saat ditanya. Suhu udara di sekitar tempat wisata ini bisa mencapai 2 derajat Celcius, jadi jangan lupa membawa pakaian hangat dan tebal. Disaat Berlibur angan lupa mainkan juga Pokerpelangi188qq ini.
      Di bagian barat kawah terdapat bendungan atau bendungan yang dibuat pada zaman Belanda untuk menghindari meluapnya kawah udara. Bendungan yang tidak berfungsi ini terbuat dari beton dan bisa menjadi tempat wisata alternatif di Kawah Ijen, tetapi jalan menuju ke sana sulit dilewati.
      Untuk dapat menikmati keindahan Kawah Ijen, Anda dapat berangkat dari Banyuwangi atau Bondowoso ke Paltuding, pos terakhir di tempat wisata ini. Dari Paltuding, Anda harus mendaki sekitar 2 jam untuk sampai ke puncak kaldera yang merupakan lokasi terdekat untuk menyaksikan Kawah Ijen.
      Sudahkah Anda Mengunjungi Wisata Jatim Kawah Ijen Ini?
      Dari sini, Anda bisa melihat lautan kawah hijau kehijauan yang langsung mengepul. Pemandangan yang menakjubkan. Jika Anda ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Kawah Ijen, Anda dapat mulai berangkat dari Paltuding sekitar jam 4 pagi dengan perkiraan hingga jam 6:00 pagi.
      Pada jam ini, Kawah Ijen berada dalam kondisi terbaiknya dan menghasilkan pemandangan paling indah. Bagaimana Anda bisa naik sepagi itu? Tenang, di sekitar pos Paltuding adalah penginapan sederhana yang dikelola oleh Dinas Kehutanan setempat. Menjelang fajar, Anda akan dibangunkan untuk bersiap bangun.
      Jika Anda tidak ingin bermalam di penginapan, Anda dapat memasang tenda untuk berkemah bersama teman-teman di pos ini. Jangan lupa untuk mengurus izin berkemah, ya. Sepanjang perjalanan hiking, Anda bisa menikmati pemandangan di sekitarnya yang tak kalah indah.
    • By Putra Buana Wira
      Pernah ngelirik satu iklan di Google tentang Airy Rooms, mengklaim bahwa mereka punya banyak promo. Tertarik sih, tapi aku ngga pernah percaya dengan promo-promo online yang too good to be true. Trik marketing kan sama aja. Mereka akan menaikkan harga sebelum akhirnya dipotong dengan “diskon”. Sama juga dengan e-commerce online; belum tentu harga yang diberikan adalah benar-benar harga “promo”.
       
      Suatu hari, aku pernah lagi butuh banget tiket pesawat untuk urusan kerjaan, kira-kira bulan Januari lalu. Sempat panik cari tiket pesawat karena harus ada di venue keesokan harinya dan sudah sore. Karena kantorku pakai sistem reimburse, aku juga harus mikir harga tiketnya karena saat itu adalah tanggal tua. Panik karena tiket pesawat di beberapa platform terkenal sudah hampir habis dan menyisakan tiket yang harganya berjuta-juta. Duh!
       
      Akhirnya melirik ke Airy. Bisa dibilang Airy ini adalah pendatang baru dalam hal per-tiket-an, kan? Sebelumnya, Airy lebih dikenal sebagai penyedia kamar hotel yang murahnya ngga masuk akal, menurutku. Hahahahaha. Jadi ngga pernah pesan di sana, takut zonk.
       
      Anyway, balik ke tiket pesawat. Akhirnya aku melirik ke Airy dan melihat daftar tiket pesawatnya dengan hopeless. Hasilnya? Yaa, bener. Akhirnya benar-benar terkejut.
       
      Kecewa kok ngga dari awal aku melihat list tiket dari Airy! Kan jadinya ngga perlu panik! Harga tiket yang sama, penerbangan yang sama, bisa lebih murah di Airy! Kebetulan lagi, mereka punya promo yang iseng aku coba dan ternyata BERHASIL! Asli, aku girang banget! Logikanya, kalau harga mereka udah lebih rendah dari yang lain, pun dikasih promo jadi lebih murah, berarti mereka diskonnya ngga tipu-tipu! Wah. Salut banget sama Airy!
      Setelah booking dan bayar, tiket pesawatnya agak delay. Kira-kira setengah jam. Lumayan deg-degan tuh. Tapi positive thinking aja, mungkin sistemnya yang lagi heavy load. Setelah setengah jam, e-ticket masuk ke email, langsung ploooong! Kerjaan aman, kantong pun aman. Hehehehe.
      Langsung aja nih penampakannya :

      Sembari tadi menunggu e-ticket, aku sempat browsing-browsing kamar Airy. Kepo juga setelah disodori tiket pesawat murah. Kok banyak review pengalaman menginap dari blogger-blogger yang bilang kamarnya bagus, memuaskan, dan lain-lain. Sepertinya lumayan nih untuk dicobain. Gimana-gimana, produk utamanya Airy Rooms kan kamar hotelnya ini. Bahkan ada beberapa hotel yang ada kolam renangnya! Bayangin, kamar hotel harga dua ratus ribuan, dapat fasilitas kolam renang! Wagelaseh!
       
      Buat yang lain, ngga usah mengulangi kepanikan yang aku alami kemarin, ya! Rugi waktu dan energi. Mending langsung cek harga di Airy. Udah jaminan paling murah dan banyak promo, terus Airy nggak mengecewakan pula. Tapi aku tetep nyesel sih, kenapa aku baru tau ada Airy sekarang-sekarang ini? Harusnya tau Airy dari dulu doong hiks.. Kan jadi bisa hemat dari dulu. Tapi yasudahlah, yang lalu biarlah berlalu, yang penting adalah melihat ke depan, semoga ke depannya harga Airy masih murah terus dan banyak promonya.
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
       
    • By Dian Anggaraini
      https://sheistraveller.com/2018/06/07/perjalanan-hongkong-ke-macau-full-one-day/
    • By Gulali56
      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000

    • By Daniel0705
      Perjalanan solo backpacker 4D3N
      Zhang jia jie terletak di provinsi hunan. Dari changsha, ibu kota provinsi hunan ke kota zhang jia jie bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan bus maupun kereta, dan jalur udara mengunakan pesawat terbang. Saya sendiri start dari fuzhou mengunakan pesawat sampai ke changsha lalu lanjut penerbangan ke zhang jia jie. Jika buka masa liburan seperti bulan april ini, tiket pesawat dari changsha ke zhang jia jie pp hanya 504 rmb. Pesawat yg dipakai dari changsha ke zhang jia jie adalah pesawat kecil, mungkin hanya memuat 50puluhan orang. Saran saya untuk solo backpacker adalah minimal bisa bercakap2 hal2 sederhana dalam bahasa mandarin. Saya hanya bercakap2 dalam bahasa inggris dengan petugas hostel dan lainnya harus memakai bahasa mandarin. Lalu transportasi umum dizhang jia jie juga kurang baik, karena disetiap pemberhentian bus, tidak diberi tahu sudah sampai halte mana, jadi anda harus bisa kira2 atau minimal bisa baca nama jalan disana.
      Pengeluran
      tiket taman nasional zhang jia jie 3hari 248rmb
      百龙天梯 lift outdoor sktr 78rmb
      cable car di tn zhang jia jie sktr 70rmb
      kereta listrik di tn zhang jia jie pp 50rmb
      Tiket tian men shan sekitar 258rmb
      Berikut saya bagikan foto2 saya di zhang jia jie...















    • By vie asano
      Entah dengan traveler lain, namun saya termasuk salah satu traveler yang rutin melupakan beberapa benda maupun rutin melupakan beberapa hal setiap kali bepergian. Entah mengapa, walau sudah menyusun detail barang-barang yang harus dibawa dengan tingkat ketelitian level dewa, pastiiiiii ada saja benda-benda yang membuat saya berkata ups dan waduh setiap kali sampai ke tempat tujuan wisata. Mungkin tingkat ketelitiannya baru sampai di level Dewa Bujana kali ya? *ups*
       
      Back to the topic. Kali ini saya ingin sharing beberapa hal yang sering dilupakan oleh traveler, minimal oleh saya, sebelum pergi berwisata. Mudah-mudahan setelah melihat daftar berikut ini teman-teman bisa terhindar dari melakukan kesalahan yang sama (yang entah kenapa sering saya lakukan, hiks).
       
      1. Kantong plastik
       

       
      Foto 01:
      Kantong plastik. Kelihatannya sepele, tapi penting! [foto: Phrontis/wikimedia]
       
      Kenapa benda yang kelihatannya sepele ini menjadi yang pertama saya sebut? Karena benda ini termasuk salah satu yang paling sering saya lupakan. Walau terlihat sepele, kantong plastik punya banyak manfaat lho, mulai dari menjadi tempat penyimpanan baju kotor hingga sebagai kantong muntah. Saya cukup sering melupakan kantong plastik saat pergi berenang. Ujung-ujungnya, jika tidak menemukan kantong plastik di kolam renang, saya harus merelakan tas diisi oleh baju-baju basah (yang akhirnya menghasilkan bau lembab yang aduhai).
       
      2. Sikat gigi
       

       
      Foto 02:
      Benda yang satu ini juga sering terlupakan. Untung saja sikat gigi mudah ditemukan dimana saja dan harganya cukup terjangkau [foto: Jonas Bergsten/wikimedia]
       
      Tak sedikit traveler yang lupa membawa sikat gigi, khususnya yang akan pergi menginap di hotel. Biasanya wisatawan berasumsi jika sikat gigi sudah menjadi bagian dari fasilitas kamar hotel. Padahal tidak semua hotel menyediakan sikat gigi lho. Untungnya sikat gigi cukup murah dan mudah didapat di warung kecil sekalipun, jadi tak perlu khawatir seandainya kelupaan membawa sikat gigi saat akan bepergian.
       
      3. Lotion anti nyamuk
       

       
      Foto 03:
      Contoh produk anti nyamuk [foto: KaurJmeb/wikimedia]
       
      Saya termasuk orang yang gampang digigit nyamuk. Namun herannya, saya selalu saja lupa membawa lotion anti nyamuk. Karena nyamuk termasuk salah satu mahluk yang tidak mengenal batasan wilayah menggigit (alias bisa ada dimana saja), ujung-ujungnya saya kerap menghabiskan malam dengan berperang melawan nyamuk. Semua gara-gara kelupaan membawa lotion anti nyamuk.
       
      4. Produk-produk kebersihan
       

       
      Foto 04:
      Contoh produk hand sanitizer [foto: Wianwian/wikimedia]
       
      Maksud dari produk kebersihan disini bukannya sapu atau kain pel yah, namun aneka produk yang berhubungan dengan kebersihan diri maupun higienitas yang berguna untuk meminimalkan kontak dengan kuman maupun bakteri yang berpotensi mengganggu kesehatan. Misalnya saja hand sanitizer. Benda kecil ini bermanfaat untuk membersihkan tangan secara instan. Namun karena ukurannya yang kecil, terkadang saya lupa meletakkan hand sanitizer yang telah dibeli. Ujung-ujungnya harus beli yang baru (dan entah kenapa setiap kali beli baru, hand sanitizer lama selalu muncul lagi sehingga saya kerap memiliki hingga 3-4 buah hand sanitizer yang telah dibuka). Produk kebersihan lainnya yang kerap dilupakan adalah tisu basah, dan juga cairan pembersih antiseptik. Kelihatannya sepele ya, namun baru terasa penting saat kita mendadak harus menggunakan toilet umum di tempat wisata (yang kadang-kadang level kebersihannya mengkhawatirkan, bahkan minus).
       
      5. Mem-print rencana perjalanan
       
      Siapa yang suka lupa mem-print rencana perjalanan? Ayo ngacung! (saya ngacung pertama). Mungkin mem-print rencana perjalanan terlihat sepele, terlebih jika kita hanya bepergian ke tempat-tempat yang dekat saja, atau jika kita termasuk traveler dengan agenda wisata super free. Namun jika teman-teman memiliki jadwal perjalanan yang ketat, atau jika teman-teman memiliki kesulitan untuk mengingat detail rencana perjalanan, mem-print itinerary termasuk salah satu yang wajib dilakukan. Alternatifnya, kalian bisa mencatat itinerary di gadget kalian selama tidak melakukan point ke-6 di bawah ini.
       
      6. Gadget
       
      Saya pernah secara tak sengaja meninggalkan handphone di rumah saat pergi ke Bandung (waktu itu posisi di Jakarta). Memang sih hanya jaraknya cukup dekat yaitu hanya Jakarta-Bandung. Namun selama beberapa hari nggak terhubung dengan internet portable itu rasanya gimanaaa gitu. Jadi jangan sampai lupa membawa gadget saat akan berwisata. Terlebih jika kalian mencatat aneka itinerary dan detail perjalanan di gadget.
       
      7. Charger dan power bank
       
      Gadget sudah siap untuk diajak jalan-jalan. Bagaimana dengan charger dan power bank, sudah siap belum? Secanggih apapun gadget kalian, jika baterai-nya habis, maka takkan bisa digunakan lagi. Jadi sangatlah penting untuk selalu membawa charger (untuk men-charge gadget di tempat yang memiliki colokan listrik) dan juga power bank (untuk men-charge gadget di perjalanan) setiap kali bepergian. Dan jangan lupa untuk mengisi power bank hingga penuh sebelum bepergian, karena kita tak tahu kapan akan menemukan colokan listrik (terutama jika perginya ke daerah pelosok).
       
      8. Uang tunai
       

       
      Foto 05:
      Membawa uang tunai itu penting, namun tetap jangan berlebihan agar tidak mengundang bahaya [foto: Janos Korom Dr./wikimedia]
       
      Terkadang, ada saja traveler yang berpikir jika ATM ada dimanapun sehingga tak perlu membawa uang tunai. Well, jika kalian bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, ATM memang seolah berserakan dimana saja. Tapi jika kalian pergi ke daerah yang agak pelosok maupun ke kota kecil, bisa jadi ATM akan sama langkanya dengan air di gurun pasir. Idealnya, setiap kali berwisata, selalu siapkan uang tunai secukupnya. Minimal untuk membayar berbagai tetek bengek yang kelihatannya sepele namun perlu, seperti membayar biaya transportasi.
       
      9. Mengecek prakiraan cuaca
       
      Saya rasa tak sedikit wisatawan yang kerap lupa mengecek prakiraan cuaca. Memang kegiatan tersebut kelihatannya sepele, namun penting. Memastikan prakiraan cuaca akan membantu kita menentukan kostum yang tepat untuk digunakan di daerah tersebut, plus perlengkapan apa saja yang harus disiapkan (contoh: payung, jas hujan, dll dsb).
       
      Kira-kira itulah sebagian benda/aktifitas yang kerap terlupakan saat berwisata. Kalau teman-teman sendiri paling sering melupakan benda maupun lupa melakukan aktifitas apa sebelum/saat berwisata?
       
      ***
       
      *Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.