norma sofisa

Pengalaman yang tak terlupakan mengunjungi Krakow dan Auschwitz, Polandia (2)

10 posts in this topic

Halo Jalanerss,

Ini lanjutan cerita saya kemarin di Polandia. Monggo disimak! :senyum

Pernahkah kalian menginap di hostel?
Pengalaman pertama tidur di hostel saya alami sewaktu mengunjungi Kraków.

Sebagai traveler pemula, saya mempersilahkan Kim untuk memilih penginapan selama di Polandia. Tentu saja selanjutnya, kami akan mengecek bersama dan memutuskan apakah tempat itu cukup oke dari segi lokasi, fasilitas, dan harga.

Hostel tersebut hanya memiliki dua atau tiga kamar yang masing - masing diisi 4 hingga 8 orang atau 2 sampai 4 tempat tidur bertingkat per kamar. Kami sampai pada pukul 11 malam dan ternyata seluruh tempat tidur terisi. Semua penghuni kamar ada yang sudah tidur dan posisi saat itu, lampu telah dimatikan. Saya dan Kim hampir tidak bisa melihat apapun karena beberapa orang keberatan jika kami harus menyalakan lampu.

20151215_201328

Bagian terlucu sekaligus terparah adalah sepanjang malam saya hampir tidak tidur karena masing - masing penghuni kamar (selain kami lho ya!) mulai mendengkur bersahut-sahutan hingga pagi. Menurut rencana awal kami akan menginap di hostel ini selama 2 malam, namun saat sarapan kami bertekad untuk pindah hostel. Kim menemukan sebuah hostel dengan fasilitas kamar pribadi untuk 2 orang dan dekat sekali dengan pusat kota di kawasan Old Town dengan tarif 20 Euro per malam. Saya dengan mantap mengiyakan karena lelah dengan suara orkes tenggorokan tanpa jeda sepanjang malam itu. Tak lupa kami pamit dengan penjaga hostel sebelum pergi. Agak percuma sebenarnya, karena dia tidak lancar juga berbahasa Inggris. Kelak, pengalaman hostel ini akan menjadi joke yang tidak akan tergantikan sepanjang masa antara Kim dan saya.

Quote

Di masa perang dunia kedua, tidak mungkin sejoli ini dapat bergandengan mesra di muka umum

 

20151216_141654

Kami harus setengah berlari ke stasiun agar tidak terlambat mengejar kereta ke Auschwitz. Saya melirik tiket saya, menurut jadwal kereta akan berangkat pada pukul 09.10 pagi. Tepat pukul 9 kami sampai ke stasiun. Cobaan kedua kembali menghampiri karena tidak terdapat papan yang memuat tulisan nomer peron. Hanya ada list kereta dengan nama tujuan dan jam keberangkatan. Herannya, kami tidak menemukan kereta yang akan diberangkatkan pada pukul 09.10 di layar. Lagi - lagi tidak ada satu pun petugas yang bisa ditanya.

Dengan langkah tergesa-gesa, saya memutuskan untuk naik ke salah satu peron dan mengecek kereta mana yang sekiranya siap berangkat. Saya melihat ada satu kereta di peron seberang. Spontan saya berkata kepada Kim untuk menuju ke arah kereta tersebut. Kemungkinan besar ini adalah kereta kami, meskipun jam keberangkatan yang tertera tidaklah cocok. Selain itu, ada beberapa petugas di dekat kereta yang bisa ditanya, pikir saya.

Kami pun menghampiri kereta, berusaha untuk bertanya apakah kereta ini menuju ke Auschwitz. Petugas ini, sekali lagi tidak bisa berbahasa Inggris. Kami sudah cukup putus asa, bayangan ketinggalan kereta sudah pasti menjadi kenyataan, hingga akhirnya muncul seorang petugas perempuan yang meminta kami masuk ke kereta tersebut. Kami mengikutinya dan di dalam gerbong itu ada empat orang lainnya yang telah duduk disana.

Petugas itu berbicara dengan  salah seorang penumpang perempuan berambut pirang. Perempuan ini ternyata orang Polandia juga yang puji syukur alhamdulillah, bisa berbahasa Inggris.

"Kereta ini tidak menuju Auschwitz. Entah bagaimana, kereta Auschwitz yang terjadwal pada pukul 09.10 itu sebenarnya tidak ada. Ada kesalahan di bagian online sepertinya."

Kim dan saya mengerutkan kening seketika. Kalau ini terjadi di Belanda, pasti kantor NS (perusahaan kereta di Belanda) sudah pasti bakal didemo seluruh penumpang.

"Jadi nanti kita akan diturunkan di sebuah stasiun dan kereta yang menuju Auschwitz akan menunggu kita disana.", tambahnya lagi. Sejurus kemudian, kereta pun mulai bergerak menjauhi peron. Dalam hati saya berkata, "Keren banget nih! Baru kali ini kereta yang menunggu penumpang." Langsung saya merasa seperti orang penting.

Sepanjang perjalanan, kami berkenalan dengan 4 orang penumpang lainnya, yang kebetulan sama-sama terjebak kereta fiktif ke Auschwitz. Perempuan pirang tadi sebut saja Amy. Ia asli dari Polandia. Dan di sebelahnya sang pacar, sebut saja Adam, lelaki berkulit cokelat berkewarganegaraan Jerman. Dua orang lainnya, panggil saja Josh dan Tom, dua remaja dari Amerika yang sedang melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah dari mana mereka sebelumnya, keduanya membawa tas ransel besar dan papan besar seperti papan snowboarding. 

Sepanjang perjalanan kami lebih banyak mengobrol dengan Amy dan Adam. Mereka bercerita baru saja pindah ke Singapura dikarenakan Amy mendapatkan promosi dari kantornya. Selain itu, Amy juga banyak berkisah tentang cerita -cerita perang dunia kedua, yang banyak berhubungan dengan Auschwitz.

Kamp komsentrasi di desa Auschwitz adalah kamp konsentrasi NAZI yang terbesar saat perang dunia kedua. Saat perang dunia kedua berlangsung, NAZI melancarkan propaganda anti semit (anti yahudi) besar - besaran di hampir seluruh daratan Eropa. Tiap-tiap Yahudi diwajibkan untuk memasang simbol Bintang David di lengan mereka. Setelah itu, mereka merelokasi tempat tinggal orang Yahudi ke daerah tertentu yang dikenal dengan sebutan Ghetto. Para tentara NAZI kemudian memaksa orang Yahudi untuk keluar dari negara mereka. Dengan dalih akan dikembalikan ke negeri asal mereka, tentara NAZI memberangkatkan ribuan orang dengan puluhan kereta, tak lain dan tak bukan menuju kamp-kamp konsentrasi, salah satunya di Auschwitz. Orang - orang Yahudi tersebut tidak sadar bahwa perjalanan ini bisa jadi merupakan akhir dari kehidupan mereka. Mayoritas anak - anak, wanita, dan lansia akan langsung dibunuh secara massal di kamp ini dengan beberapa cara. Sementara pria yang masih kuat akan dijadikan budak, anak -anak kembar dan ratusan lainnya akan dijadikan kelinci percobaan para dokter NAZI. Peristiwa pemusnahan orang - orang Yahudi pada masa ini  disebut Holocaust.

Saat mendengar cerita Amy, saya hampir menitikkan air mata. Saya tidak terlalu mengetahui detil peristiwa Holocaust. Ingatan saya kemudian terbang ke masa- masa SMP dan SMA. Buku sejarah hanya menyebutkan kata ini dalam satu kalimat. Tidak ada cerita lanjutan setelah itu. Mungkin ada alasan tertentu, mengapa topik ini tidak terlalu dimunculkan dalam buku sejarah sekolah saat itu.

Pandangan saya kemudian kembali lagi ke pasangan di depan saya ini. Jika kami masih berada dalam masa perang, tidak mungkin seorang dari Polandia dan seorang dari Jerman bisa bersanding mesra di tempat umum begini. Saya berpikir bahwa perang tidak hanya memisahkan banyak orang namun juga mengikis rasa kemanusiaan.

Saat sedang merenung, kereta mendadak berderit panjang sebelum berhenti. Petugas tadi datang lagi dan memberi tanda agar kami turun. Saatnya ganti kereta.

Di peron sepi tak beratap itu seorang petugas menyambut kami. Dari bahasa tubuhnya ia menyuruh kami berlari. Saya penasaran dimana posisi kereta Auschwitz, sampai Amy menginstruksikan kami untuk melompat ke peron sebelah dan menerobos melalui pagar kawat berduri di bawahnya.

"Oh really?!", batin saya. Saya merasa seperti preman. Terakhir saya menerobos pagar kawat itu sewaktu acara kemah SMP di belakang Candi Prambanan. Saya menoleh ke arah Kim dan kami tertawa geli.

"Okay, everything could be happened here!", katanya sambil geleng-geleng kepala. Segala sesuatu bisa terjadi di tempat ini.

Petugas kembali meminta kami untuk bergerak lebih cepat. Lewat Walkie Talkie miliknya, sayup sayup saya mendengar kata tourist. Mungkin ia meminta masinis kereta agar sedikit maklum karena kami ini turis.

Setelah outbond tipis- tipis tadi, kami akhirnya naik ke kereta. Tanpa menunggu lama, kereta langsung berangkat. Menyisakan petugas yang melambaikan tangan dari jauh. Waktu perjalanan kami masih satu setengah jam lagi menuju Auschwitz.

Quote

Pandangan sekitar sangat gelap. Saya merasakan dingin yang menusuk tulang, sesak, dan lapar yang amat sangat

 

20151215_132935

Perut yang kenyang setelah sebelumnya melahap beberapa potong roti membuat saya lama kelamaan mengantuk. Selesai mengobrol Kim tentang film yang menceritakan kisah seorang pianis pada masa perang dunia kedua, The Pianist, saya pun terlelap.

Suara rem kereta yang kasar membangunkan saya. Seketika pandangan saya gelap. Apa yang terjadi dengan penerangan keretanya? Bagaimana mungkin di siang hari saya tidak bisa melihat apapun? Sedetik kemudian, saya merasakan udara dingin yang menusuk tulang, sesak, seakan tidak bisa bernapas, dan kelaparan yang amat sangat. Saya semakin panik berusaha meraba-raba sekitar. Seseorang kemudian membuka pintu dari luar. Di hadapan saya kemudian terhampar pemandangan puluhan orang, tua, muda, anak-anak yang menangis. Orang yang membuka pintu tadi berteriak dengan kencang, entah mengapa saya mengerti apa yang dikatakannya. Mereka menyuruh kami turun. Bagai berada di tengah-tengah konser musik, luapan manusia yang berebut turun keluar kereta membuat saya semakin terhimpit. Semakin sesak dan gelap. Kereta kemudian berderit panjang lagi.

Saya terbangun. Kali ini Kim ada di samping saya, tertidur. Amy dan Adam juga tampak lelap. Dua pemuda dari Amerika terlihat meringkuk di kursi dengan sweater tebal mereka. Oh, saya kembali dari mimpi buruk! Ya, saya yakin, baru saja bermimpi tentang situasi saat orang-orang dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz kala itu.

Jantung saya masih berdebar - debar jika mengingatnya. Mimpi tadi terasa begitu nyata. Meskipun begitu, saya mengurungkan niat untuk memberitahu Kim tentang mimpi barusan. Sambil menghela napas, saya melirik ke arah jam tangan. Kurang dari 30 menit kami akan sampai ke Auschwitz.

Apa saja yang kami kunjungi di Aushwitz dan bagaimana kelanjutan perjalanan kami di Kraków? Sampai ketemu minggu depan ya!

Bisa juga baca dari link berikut ini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/04/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-2/

Terima kasih dan semoga bermanfaat serta menginspirasi :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@norma sofisa, Auschwitz Camp memang salah satu tempat yang memiliki kenangan tersendiri . Bukan karena tempatnya yang bagus, tapi di situlah saya sadar akan 2 hal:

1. Manusia bisa saja jadi sangat kejam dan kekejamannya terstruktur. Semua bagian tubuh manusia yang dibantai di Auschwitz digunakan tanpa kecuali untuk kebutuhan perang. Rambut buat tali, sisa pembakaran tubuh dan kotoran manusia buat pupuk. Proses pembantaian bisa dilakukan dengan cepat, masif dan terstruktur. Metode penyiksaan yang betul2 kreatif yang digunakan benar2 untuk menyiksa musuh.

2. Ilmu pengetahuan di tangan orang yang salah akan membawa efek mengerikan ke kehidupan manusia. Penelitian dan percobaan terhadap efek senjata kimia dan senjata biologis langsung ke manusia digunakan di sana. Efek vaksinasi ke anak2 juga langsung dicobakan ke anak2 manusia. Belajar anatomi kedokteran untuk dokter2 muda langsung praktek ke manusia2 sebelum mereka dimasukkan ke kamar gas.

 

Di bawah ini contohnya jam waktu yang pasirnya terbuat dari abu manusia yang dibakar setelah dimasukkan ke dalam kamar gas dan untuk setiap kamar gas itu 400 orang bisa mati dalam 15-30 menit.

Di Auschwitz ada 7 kamar gas yang aktif terus setiap hari dan Nazi menggunakan kamar gas karena lebih murah untuk membunuh manusia secara massal dibandingkan menggunakan peluru.

5a30fe27b8c63_JamWaktu.jpg.3ea80b75ee376f76288d7736aee82697.jpg

Human always has two sides.... an angel in one side but in same time a real devil in other side !

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/13/2017 at 11:26 AM, Soul Seeker said:

@norma sofisa, Auschwitz Camp memang salah satu tempat yang memiliki kenangan tersendiri . Bukan karena tempatnya yang bagus, tapi di situlah saya sadar akan 2 hal:

1. Manusia bisa saja jadi sangat kejam dan kekejamannya terstruktur. Semua bagian tubuh manusia yang dibantai di Auschwitz digunakan tanpa kecuali untuk kebutuhan perang. Rambut buat tali, sisa pembakaran tubuh dan kotoran manusia buat pupuk. Proses pembantaian bisa dilakukan dengan cepat, masif dan terstruktur. Metode penyiksaan yang betul2 kreatif yang digunakan benar2 untuk menyiksa musuh.

2. Ilmu pengetahuan di tangan orang yang salah akan membawa efek mengerikan ke kehidupan manusia. Penelitian dan percobaan terhadap efek senjata kimia dan senjata biologis langsung ke manusia digunakan di sana. Efek vaksinasi ke anak2 juga langsung dicobakan ke anak2 manusia. Belajar anatomi kedokteran untuk dokter2 muda langsung praktek ke manusia2 sebelum mereka dimasukkan ke kamar gas.

 

Di bawah ini contohnya jam waktu yang pasirnya terbuat dari abu manusia yang dibakar setelah dimasukkan ke dalam kamar gas dan untuk setiap kamar gas itu 400 orang bisa mati dalam 15-30 menit.

Di Auschwitz ada 7 kamar gas yang aktif terus setiap hari dan Nazi menggunakan kamar gas karena lebih murah untuk membunuh manusia secara massal dibandingkan menggunakan peluru.

5a30fe27b8c63_JamWaktu.jpg.3ea80b75ee376f76288d7736aee82697.jpg

Human always has two sides.... an angel in one side but in same time a real devil in other side !

 

Saya sepakat dengan pendapatnya!

Kekejaman saat itu sangat sulit awalnya saya bayangkan benar-benar terjadi, dan bagaimana mungkin orang - orang begitu banyaknya berbuat itu dengan mengesampingkan nuraninya. Karena itulah kita butuh untuk mempelajari sejarah, agar kekejaman di masa lalu dapat dijadikan pelajaran berharga dan berusaha agar tidak lagi terjadi di masa sekarang maupun masa yang akan datang. @Soul Seeker

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/15/2017 at 8:26 AM, twindry said:

kayak baca novel :D:salut asik ditunggu kelanjutannya. boleh jadi the indonesian JK Rowling nih :rate 

Hehe aamiin terima kasih sudah membaca!

Lanjutannya sudah ada lho bisa klik disini sofiehurif.wordpress.com/2017/12/08/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-3/

Terima kasih :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By Inder
      Hi guys, Ada yang mau ikut join spring west europe april 2019. Saya rencana ingin jalan jalan ke eropa barat : belanda, prancis, spain, jerman, swiss mgkin kalau cukup bisa nambah italy dan praha di ceko. Mengapa harus bulan april? karena pada bulan ini pas bunga tulip lagi bermekaran di belanda dan suhu di eropa agak sejuk buat jalan jalan. Trip ini murni sharing cost. Penginapan bisa pakai airbnb/hostel tergantung mana yang lebih murah. flight landing di zurich swiss dan balik via zurich.
      Start berangkat 12 april, return 28 april 2019. Saya sdh beli tiket etihad 7,2 juta jkarta zurich pp
      Day 1 zurich tgl 13
      Day 2 milan
      Day 3 dan 4 naik psawta dr milan ke malaga spanyol. Terus explore granada dan cordoba
      Day 5 barcelona
      Day 6 paris
      Day 7-8 belanda
      Day 9 koln
      Day 10 strasborg dan colmar, lanjut praha
      Day 11 praha
      Day 12 praha
      Day 13 interlaken
      Day 14 luzern balik ke zurich
      Day 15 terbang ke tanah air
       
      yang minat bisa japri saya by WAG/LINE 085648698248
      Indra
      best regards.
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...