Sign in to follow this  
norma sofisa

Pengalaman Natal di Eropa

15 posts in this topic

Holiday season is coming!

Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal.

photogrid_15143821337031465671068.jpg

 

Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan.

Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember.

Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal.

Quote

Ia cukup terkejut saat saya mengatakan, saya tidak pernah merayakan Hari Natal di Indonesia

 

Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji.

Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah.

 

Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah

Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya.

Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat.

Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal.

Quote

Salah satu teman Belanda saya berkata bahwa momen Natal selalu membuatnya bahagia, karena saat itulah seluruh keluarga yang hanya bisa ditemui setahun sekali dapat hadir dan membagi kebersamaan. Sungguh membahagiakan!

 

photogrid_1514383050059554725789.jpg

 

Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah

Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree).

Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan.

photogrid_15143840876511348470928.jpg

 

Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara

Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho!

Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan  gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November .

Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal.

Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas.

Quote

Setiap tradisi Natal yang saya temui selalu menarik dan menjadikan pengalaman saya begitu berwarna

 

photogrid_1514382440275860801585.jpg

 

White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan

Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin.

Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju!

Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju?

Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat.

Quote

Trivia Natal: Hari Libur Nasional Natal di Belanda sedikit berbeda dengan negara lainnya yaitu tanggal 25 dan 26 Desember

 

photogrid_1514382528710511227389.jpg

BONUS: Strategi Christmas Sale

Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal!

Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut.

Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya..

Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/28/2017 at 1:08 AM, Soul Seeker said:

@norma sofisa nice share ! 

Emang suasana Xmas di Europe kerasa banget terutama di tempat2 tertentu yg ngadain Xmas market seperti di Strasbourg, Vienna, Budapest, Prague, atau Krakow.

 

Iya di Eropa timur rata rata masih banyak pemeluk juga yang beribadah, ke gereja dsb, jd makin kerasa

On 12/28/2017 at 6:29 AM, twindry said:

akhirnya di post di sini :D udah baca tadi pagi :rate mantap

Iyaa, akhirnya!Thanks sudah mengikuti dan membaca @twindry :senyum

5 hours ago, deffa said:

ampe sekarang gue masih belanja aja:P

Jaga hati dan kantong yaaak @deffa @min0ru:tercengang

Share this post


Link to post
Share on other sites
16 hours ago, norma sofisa said:

Jaga hati dan kantong yaaak @deffa @min0ru:tercengang

:kesengsemkalo liat yang unyu, tadinya ga butuh jadi butuh kakk. 

 

22 hours ago, deffa said:

ampe sekarang gue masih belanja aja:P

gw juga. apalagi ditokoijo lagi ada gratis ongkir :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ko Acong
      22 September pukul 17.29 ·   Terima Kasih Thien Qung telah menjaga kami semua sehingga dalam kedaan Sehat Semua
      Yuk kita lanjut napak tilas Jalur Sutra sesi 2
      Setelah kami menikmati keindahan Crescent Lake terutama adanya oase alami di Gurun Gobi.
      Setelah waktunya kami diantar ke stasiun Dun Huang,
      untuk pindah kabupaten yang jaraknya kurleb 800 km, memakai kereta sleeper train.
      Kami sepakat pakai tidur lunak,  sekamar 4 tidur susun,  untuk antisipasi kebiasaan yang kurang bersahabat bagi kita
      Bila tidur keras 1 row isi 6 tempat tidur dan tidak berpintu.
      Nah kami pakai tidur lunak diperjalanan kami pun jadi tidur dengan nyaman,  tak terasa alarm alam membangunkan kami. Lalu kami siap2 ke restroom,
      1 jam kemudian sampaikan kami di stasiun Turpan.
      Ternyata kami mulai memasuki daerah istimewa Tiongkok,
      hal pertama yang kami hadapi adalah petugas imigrasi,  dengan wajah yang khas dan penuh curiga kepada kami.
      Oh ya, penduduk Turpan sudah berbeda jauh wajahnya,  yang mana tidak oriental lagi.
      Beres urusan imigrasi, kami pun mencari sarapan , dengan berbagai menu yang lumayan bersahabat dengan lidah kita dan halal.
      Setelah keluar imigrasi, nah disini lah kami mulai dikerubuti oleh para driver
      dengan memegang gambar-gambar destinasi wisata , sementara kami abaikan dulu,  ngudud dulu,  cari sasaran driver yang sreg dengan kita.
      Setelah terpilih, kami panggil driver tersebut ke pinggiran , dan terjadilah tawar menawar . 
      sambil saya tunjuk saya mau ke destinasi wisata yang ada di brochure tersebut,
      satu paket 5 destinasi dengan harga 300 RMB (kalau tidak salah).
      Kami sewa 3 mobil, jadi per kepala kena charge 90 RMB,
      durasi tour 8 jam dengan jarak kurleb 180 km sampai kami diantar ke hotel.
      Oh ya, jarak stasiun ke downtown kurleb 40 km,  dan bila memakai antaran taksi 120 RMB,jadi kami mending pilih langsung sekalian tour.

      Semua komunikasi kami mempergunakan google translate yang ada suaranya,
      jadi lebih mudah berkomunikasi dengan driver.
      Sbb, pertama kami diantar ke hotel dulu untuk check in ,  dan bersih-bersih karena cuaca Turpan sangat panas, namun dingin sekali anginnya.
      Kedua, kami tadinya mau ke benteng gurun center kota,Bazeli thaosand Buddha ,  namun hanya ditunjukan dan lewat karena waktu tidak mencukupi.
      Ketiga, kami diantar ke gunung api (Flaming Mountain) dan itupun hanya dilewati karena kami masih belum move on.
      Keempat, kami diantar ke gurun pasir Turkistan Shansan Countri
      nah disinilah kami baru move on,  karena tantangan pemandangan di depan seperti layaknya paris dakar rally,
      kami ber-10 memakai kendaraan gurun pasir langsung menuju puncak gurun pasir, ternyata kami hanya diantar sampai tengah dengan harga 250 RMB per mobil.
      Setelah sampai kami main di tengah puncak ,  mulailah modus mereka keluar, maukah kalian kami antar ke puncak teratas gurun pasir dengan harga 400 RMB/mobil. Tentu kami semua menolak

      tapi khusus kendaraan yang dipake saya, saya nego sampai dapat harga 200 RMB.
      Pertama kami diantar ke basecamp
      nah disini lah tantangan adrenalin kami diuji ternyata kita turun dari puncak itu langsung melompat lurus ke bawah
      bagai mobil melucur lurus  jatuh ke dasar jurang  mungkin lebih menantang dibanding naik jet coster
      Setelah sampai khusus kendaraan yang dipake saya langsung naik ke puncak teratas gurun pasir.
      Disinilah pemandangan yang paling aduhai.
      Semua kami dalam keadaan bersuka ria,
      mulai tuh keluar semangat kita.

      Tour dilanjut yang kelima, kami diantar ke musem Gaochang
      begitu buka pintu mobil kami semua terkejut karena sinar matahari sangat menyengat
      tapi tetap kami berfoto dulu sebentar ,  dan tidak sanggup melanjutkan menuju gedungnya.
      Setelah sampai mobil saya Tanya destinasi apa ini sebenarnya,
      para driver menjelaskan bahwa disinilah tempatnya suhu Gaocheng.  dalam misi menuju barat hampir menyerah dalam melaksanakan misinya
      dan terlihat table temperature menunjukan 41 derajat celcius berarti kalau di air setengah mateng.
      Wah kata driver coba tadi kalau berhenti di gunung api lebih lengkap ini ceritanya, 
      semangat kita jadi on fire lagi.
      Lalu kita minta datang ke gunung api yang tadi sudah kita lewati,  ternyata setelah turun bener-bener ini daerah panasnya bagaikan kita dengan dapur pemanggangan. Banyak relief yang menggambarkan sun go kong yang menuju langit untuk meminjam kipas sakti para dewa,
      dan Flaming Mountain yang sedang membara sekali kipas langsung hilang apinya.
      Keenam, kota Turpan sepanjang kami lihat dari kereta api tadi mungkin juga ratusan kilometer hanya terlihat gurun pasir tak terbatas. Dan ternyata kota Turpan adalah salah satu yang menghasilkan anggur dan buah-buahan/ serta perternakan terbesar untuk Tiongkok mainland.
      Kami semua heran, dimana datangnya kehidupan kalau tanpa air,
      dan semua terjawab di museum Turpan Karez underground water system. 40 RMb
      Yang dengan hanya melihat teorinya pun sudah menjawab keheranan saya, si Bocah Tua Nakal kan pinter.

      Dan jawaban keheranan saya makin terjelaskan pada esok harinya di Heavenly Lake
      Dan tur akan Dilanjut Ke grand Bazarnya Turpan namun lagi2 Tema2 2 sudah terserang Dehidrasi
      Ibarat katya kalo mau manggang roti dikota turpan tak perlu pake oven cukup ditempel didinding disinari matahari bisaq mateng tuh

      Kami semua ingin buru2 masuk Hotel dan Mandi,  namun Setelah Segar Sebagian Kabur juga tuh Menikmati Barbeque dan sop Kambing nan lezat juga
      pastinya Cuci mata lah, secara Cantik 2 dan garanteng Uhuuuiiii Prikitiwww
      Malam terus belum berlalu walo jam 22.00 masih terang benderang Tapi kami harus Segera Tidur, mengingat esok hari Harus Pindah lagi kota Dengan Jarak tempuh 180 km menuju Heavently Lake
      Heavent ly lake adalah danau Raksasa Dipuncak gung Diketinggian 2200 Mpdl
      yang mana sejauh perjalanan Kami hanya Disuguhi Gurun pasir nan Gersang sejak dari Turpan namun sudah sampai puncangnya dan Kami nimbus Tunnel Kaki gunung Himalaya Baru berubah drastic sepanjang mata dimanjakan Oleh pohon2 nan indah dan udara yang bias Tiba2 berubah drastic Dingin menusuk tulang
      Danau thian shan bener2 danau yang sangat indah
      Setelah puas didanau kami turun gunung sejauh 602 km Lagi menuju Hotel. namun Ada trobel kita berganti Hotel dan malam sudah tiba kami semua tidur
      nah keesokan harinya masing2 sudah tidak tahan untuk kabur menuju Grand Bazarnya Urumgi ,
      secara Urumgi adalah kota modern dan wisata budaya dan Surga kuliner , Sangat perlu diekplor agak santai
      Sore telah tiba kami semua akan mengakhiri napak tilah Silk Road “ Midle” ini
      dan Akan Dilanjut bonus trip petualangan ektra cepat menuju Asalamuaikum Beijing tunggu yah Fr nya
      Mohon Maaf Pasti Bacanya Cape kepanjangan cerita namun itu Adanya






































    • By siti uko
      Hallo…
      Siti Uko disini, mau sharing keseruan kita kemarin, bersama temen2 KJJI di rafting Cisadane "Al- Nassr Rafting", dua hari sebelum puasa tepatnya tgl 04 juni 2016. HTM 200rb/0rg sudah termasuk wellcome drink, makan siang lengkap dgn minuman dingin dan kelapa muda, asuransi perjalanan dan dokumentasi 2 buah memori card, satu buat HP satu lagi buat laptop. Cukup ramah dikantong kaaan.. hehe..
      Letaknya ada di jln.raya sukabumi KM 16, sebelum pasar caringin sebelah kiri.
      Dr jakarta, keluar tol jagorawi kira2 ditempuh 10 menit perjalanan klo ga macet. Klo naik angkot nomor 02 jurusan Cicurug, ongkosnya 4000 rupiah.
      Semoga bermanfaat buat info liburan habis lebaran yak.. selamat menunaikan ibadah puasa besok.
      Salam KJJI..

      pasukan KJJI sudah siiiiiiaaaaaap...lengkap dengan baju pelampung, helm, dan dayung. sebenernya ada tiga orang diantara kami yg takut arung jeram termasuk saya sendiri, hehe.. tapi setelah dibujuk2 akhirnya mereka mau juga turun ke sungai cisadane, dengan hati yg deg2an tentunya.
       

      Ketinggiannya mencapai 3 meter sodaraaaah, dan itu yg bikin sahabat saya meni, bu rina teriak2 kaya orang kesurupanan... ahahaha.. ampun dah!
       

      Ven ven....spt nya cuma dia doang yang exited dengan arung jeram, lihat aja gaya tangannya udah bak sang juara memenangkan pertandingan dengan wajahnya yg sumringah, sementara yang lain masih dengan muka mengkerut merengut masih takuuuuuuut.. LOL

      hahaa.. spt nya mba meni sudah mulai jatuh cinta dgn arung jeram.....lihat expresinya, girang banget dah ahh..
       

      huuaaaaaaaa..,,, jantung serasa mau copot,, tapi seeerruuuuuuu!!
       

      dan akhirnya saya dan bu rina tertawa bahagia, pdhal sebelumnya sangatttt takut arung jeram... takut air...wkwkwk
       

      pemandangan disekitar camp rafting, indah sejuk dan adeeeeem... nyeeesss
       

      tempat makan siang setelah berafting ria, ada gazebo unik yang terbuat dr bambu, didepannya terdapat kolam ikan yang sangat luas, menambah asri pemandangan disekitar camp rafting
       

      terakhir.... inilah sajian makan siang dengan menu yang sangat menarik dan komplit, terdiri dari nasi putih, irisan ketimun dan tomat segar, tempe goreng, ayam goreng kampung yang ditaburi sambel peedas yg super maknyus, es teh manis, dan yang special adalah buah kelapa muda....,,, segeeeeeeerrrrr
      see you on the next trip....,,, Hollaaaaa!
    • By Titi Setianingsih
      Saya tidak bisa berenang, dan paling takut jika melakukan wisata air. Baik itu berupa naik perahu keliling pinggiran laut, diatas danau ataupun sungai, rasanya ngeri membayangkan jika perahunya mengalami kecelakaan, maka saya yang tidak bisa berenang akan klelep dan,,,,,,,,tidak berani membayangkan kejadian pahit itu.
       
      Namun tidak diduga sama sekali, mengapa tiba2 saya berani melakukan rafting ? Yang pertama karena selalu disemangati oleh sahabat saya yang sama2 punya hobby travelling. Kedua, kebetulan mendapat guide yang bisa meyakinkan saya untuk bisa melakukan rafting, bahkan dengan bahasa sederhananya “Ibu nanti di perahu diam saja, pegangan, dan menurut apa kata pemandu, In Sya Allah bisaâ€. Dan ternyata, pemadunya juga mudah dalam menyampaikan petunjuk rafting, hanya dengan 3 macam aba2 yang mudah diingat dan dilaksanakan. Bismillah,,,,,saya siap ber-rafting,,,!!!
       
      Dan,,,,,Songa rafting menjadi pilhan kami, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal sahabat saya. Okeeyyy,,,,sesudah memakai peralatan berrafting berupa helm, baju pelampung dan dayung, kami naik ke mobil pick up untuk menuju Sungai Pekalen, kami mengambil tracking untuk pemula. Kurang lebih 30 menit kami sampai ke lokasi, debu jalanan menuju sungai Pekalen beterbangan seiring dengan hembusan angin yang kencang, karena saat itu musim kemarau. Air sungaipun tidak terlalu deras, maklum kami pemula, jadi belum berani mengambil kelas advance dimana di kelas tersebut banyak sekali jeram2nya bahkan ada air terjun yang siap diarungi.
       
      Kami satu perahu ber 6 termasuk pemandunya, hanya berdua yang tidak bisa berenang, yaaaaa harus dicoba karena itu sudah menjadi chalenge kami. Sebentar2 kami berteriak histeris jika mendapati jeram yang cukup deras. Masing2 jeram ada namanya tergantung deras / tidaknya air sungai dan macam bebatuan yang ada di sungai itu. Jika kami temui air sungai yang tenang dan tidak berbatu, peserta dipersilahkan turun untuk bermain-main air sungai dan berenang disitu. Sesudah puas berbasah2an perjalanan dilanjutkan lagi hingga sampai ke tempat persinggahan. Di sini para pserta dipersilahkan turun dari perahu, dan istirahat di rumah bambu untuk menikmati ubi rebus dan air kepala muda. Nikmatnya luar biasa.......sesudah itu melanjutkan perjalanan yang masih separohnya.
       
      Petualangan terakhir mengambil tracking yang agak berat, sungainya banyak bebatuan dan jeramnya lumayan kencang, agak panik ketika itu, karena kulihat pemandu agak kesulitan mengendalikan jalannya perahu. Oh ya, kami diiringi oleh satu perahu lagi yang memuat tim penolong /rescue team kurang lebih ada  4 (empat) orang.
      Dan, kami menjadi paham mengapa dalam rafting ini diperlukan adanya rescue team, karena kita tidak menyangka bakal terjadi kendala dalam tracking ini. Seperti ketika kami melewati jeram terakhir itu, batu besar menghadang perahu kami, dan perahu tersangkut di bebatuan, kami pada berjatuhan ke sungai, masing-masing menyelamatkan diri. Tentu saja, saya yang tidak bisa berenang paling lama dalam berjuang menyelamatkan diri. Dan karena tubuh saya yang terlampau besar, maka pemandu agak kesulitan mengangkat tubuh saya, begitupun saya tidak bisa berusaha mengangkat tubuh saya sendiri ke atas perahu,,,,,,,,,
       
      Di tengah perjuangan saya ini, terlihat teman2 saya yang sudah berhasil naik ke perahu tidak menyia-nyiakan waktu untuk berselfie ria, berpose heboh seperti layaknya tidak terjadi musibah kecil barusan,,,,,inilah salah satu kegembiraan berrafting hahahaha (kata mereka).
      Daaaan,,,dengan susah payah akhirnya saya bisa naik perahu, alhamdulillah...dan teman2 sayapun bersorak gembira melihat saya sudah bisa didalam perahu bersama mereka kembali,,,,,foto2 selfie pun dilanjutkan kembali,,,,,,amaziiing,,,terima kasih teman2ku, terima kasih pemanduku,,,berkat kalian saya bisa menikmati rekreasi yang menantang ini,,,,,,,,SUBHANALLAH,,,!!!!
       
      So, jangan takut wahai para pemula perafting, walau tidak bisa berenang buktinya saya bisa menikmati nya. Ayoooo jangan tunda lagi,,,cobalah, tidak terlalu mahal kok bayarnya, ketika itu Agustus 2014 tarifnya masih Rp. 210.000 untuk pemula.  Fasilitas yang didapat berupa minuman selamat datang (welcome drink), peralatan standar (helm, dayung, pelampung, perahu karet), air mineral bekal pengarungan, transportasi lokal (shuttle service), guide, rescue team, snack dan kelapa muda, makan siang, asuransi, rafting trip 10 km
       
      Dari manapun keberangkatan kalian, tujulah Surabaya terlebih dahulu, dari Surabaya bisa menggunakan bus jurusan Probolinggo, tiket bus tidak mencapai  Rp. 50.000,-
      Selamat mencoba berrafting yaaaaa,,,,,!!! Salam Jalan2,,,,,,

    • By hildaveronica
      hallo semua, salam kenaaaaal. masih nyubi disini tp mau share cerita tentang trip ke Lampung kmaren. muehhehee
       
      Hari Minggu kmaren baru banget pulang dari Lampung. Tujuan utamanya sih sebenernya liat sunrise di atas Gunung Anak Krakatau tp iten lainnya nemu pantaaaaaaaaaaaiiiiii.
      Berangkat dr Bandung jam 3 sore nyampe Merak jam 11 malem dan langsung naik kapal Ferry sekitar 3jam-an lamanya.Rasanya rontok badan bangeet! Tp perjuangan belum selesai masih harus naik angkot lg menuju Dermaga Canti sekitar 1 jam dengan posisi duduk yg disenderin bule besar . begitu sampai Dermaga Canti hilang sudah penderitaan 14 jam perjalanan panjang tersebut. Disini deh bangganya punya Indonesia #iyainajaa   dari Dermaga Canti langsung naik kapal menuju pulau Sebuku Kecil.    sesi pertama dimulai. Gk banyak penghuni laut yg bisa diliat disini tp viewnya ituloooh emmm bangeet. Abis dr situ berangkat menuju penginapan 2jam naik kapal ke Pulau Sebesi, beres" terus berangkat lagi   sesi 2 ke Cemara Satu. Karena sore hari disini ombaknya mulai besar saya punya cerita memalukan disini, pas nyemplung sih aman" aja tiduran diatas air dan gk sadar kalo udah jauh dr kapal. mau balik gk bisa, tenaganya gk cukup buat lawan ombak hahhaa dan minta tolong sama mas" gatau siapa buat di tarik ke kapal ahhhhahhaa abis dari situ menuju Pulau Umang-Umang buat ngejar sunset. pulaunya kreeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeet!!! pasir putih dan ahh pokonya bagus bangeet pokonya. dr situ pulang ke penginapan 2jam kapal"an again.*hari esoknya*  Iten selanjutnya mari ke Gunung Anak Krakatau demi sang sunrise, subuh" jam 3 udah naik kapal aja, sampe dan trekingnya sih gk sepanjang si kunir di Dieng, tp disini pasir semua jd agak susah naiknya dan begitu sampai puncak, Tuhaaan bagus bangeet hahhaa foto" dan turun lalu   sesi 3 menuju Lagoon Cabe.nah disini nih penghuni laut numpuk. banyaak banget dan ombaknya gk terlalu besar soalnya masih siang muehehhe. selesai snorkling sesi 3 kaki kena cium karang tercinta huhu. kaki kaya abis kdrt abis itu menuju penginapan *2jam lg* packing dan pulaaaang kembali menikmati perjalanan super panjaaaang menuju Bandung. *foto narsisnya nyelip bolehlahyaa* muehhe
       

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1
      Hari 7, 11 Mei 2018
      Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara.
      Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari.
       
      1. Oia

      Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square.

      Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler.

      Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira.
      2. Profitis Ilias Monastery

      Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini.

      3. Santo Wines

      Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana.

      4. Light House

      Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini.

      5. Red Beach

      Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik.
      Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung.

      6. Perissa

      Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut.

      7. Firostefani

      Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani.

      8. Oia

      Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama.

      Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan.

       
      Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami.
      Ciao, Santorini!
       
    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By ko Acong
      Selamat Pagi Indonesia
      Kali ini Sibocah tua nakal akan berbagi informasi untuk siapapun tentang rute Trip Silk Road. Kali ini saya mengajak rekan2 traveller lainnya nya Di berbagai komunitas Backpacker dengan Cara Share Cost murni tanpa ada embel tersembunyi, beneran terang benderang kita saling kerja sama saling berbagi suka maupun susahnya. Alhasil semuanya happy dengan Budget seperempat dari harga tur umum nya, bahkan bisa pulang Via Beijing dengan jarak Urumqi ke Beijing 4000an km. Yup kita mulai rute nya.

      Hari 01
      Kita semua menuju bandara masing masing dan berkumpul di KLIA2. Sorenya kita Terbang menuju Xian dan tiba pukul 00.05, namun di imigrasinya wow 2 jam. Keluar imigrasi biasa ngudud mencari lokasi strategis dan mengincar seseorang supaya mengantar ke Hotel kami. Tertuju lah inceran saya ke satu orang dan mulai nego harga disepakati 150 RMB 1 mobil dengan jarak 40 km menuju kota Kalo nggak salah, kami perorang bayar 45 RMB. Sekalian dalam perjalanan kami nego untuk sewa mobil seharian anter makan piknik pulang ke hotel lagi 1200 RMB pake super Van.
      Hari 02.
      Kami piknik penuh Suka ria (namun tetap ada kekecewaan sedikit namun kami berterima kasih terhadap driver), karena telah dibantu informasi yang tidak kami sadari sampali last time, yang mana bakal merugikan waktu kami yaitu tentang STASIUN KERETA API!! Ya, kami nginap di hostel Xian lupa namanya namun ini tempat sangat ok buat Backpackers, per kepala Kurang lebih 140 RMB untuk 2 malam.
      TOTAL UANG KELUAR Di Xian: 40 RMB + 140 Hostel +120 van +150 Teracota 54 RMB = 504 RMB
      Hari 03.
      Pagi 05.00 kami bergegas ke Stasiun Fast train!! Ya, pastikan nama stasiunnya, by taxi kurang lebih argo 40 RMB /mobil, perkepala 13 RMB, tiket kereta 320 RMB, fast train Xian - Zhangye paling pagi. 7 jam kemudian diatas 2000 km kami telah berpindah propinsi dari Xianyang ke Chanye.
      Setelah tiba di stasiun Fast Zhangye Xi, strategi ngudud diulang sampai ketemu orang yang Sreg dan disepakati harga anter kami ke Danxia Rainbow Mount 80 RMB, lanjut anter makan dan pulang ke hotel, cekin seharga 260 RMB, permobil 3 mobil 720 RMB jadi per kepala 72 RMB dengan di antar 3 driver Cewek tangguh.
      Nego untuk ekplor Pinshan Hu / Phinshan Canyon seharga 1500 RMB 3 mobil, perorang kena 150 RMB. Tiket Masuk Pinshan Hu 328 RMB dan ke Hanging Temple Matisi.
      Total Uang keluar: Tiket Fastrain 320 RMB + Taxi 72 RMB + 80 RMB Tiket masuk + Hotel 196 RMB 2 malam = 356 RMB
      Hari 04.
      Pagi Dijemput untuk menuju Phinshan Canyon. Catatan: Danxia platform bisa pake Bus umum namun perlu waktu ekstra dan kejar waktu, harga tidak jauh dengan sewa taxi bila isi 4 orang. Begitupun bila mau ke Phinsanhu, harus sewa taxi umum, belum ada jarak. Tur kurang lebih 270 KM, 2 tempat dengan Hanging Temple Matisi. Jadi kami sewa taxi perorang kena 150 RMB (pelayanan dan harga sebanding bintang 5). Tempat destinasi yang ditawarkan sesuai gambar “kami buta hurup dan gagu terpaksa tiket masuk pinshan canyon 328 rmb.
      Total uang keluar:  150 RMB +328 Rmb + 30 Rmb = 218 RMB
      Hari 05.
      Disilah kami sebut Mereka pejuang rumah tangga tangguh. Membawa kita ke Destinasi Cresent Lake, mobil per orang Dari Zhangye anter Ke Jiayuguan Pass dan Dunhuang City ditunggu wisata Ke Cresent Lake dan dianter ke Stasiun untuk menuju Turpan.
      Total uang keluar: 200 RMB tiket masuk cresent lake + 120 yuan naik onta 100 yuan + 200 mobil = 420 RMB
       
      Nah saya cukupkan dulu Trip Silk Road sampai dengan propinsi Gansu, perbatasan Gurun Goby ini ya dan nantikan Silk Road edisi selanjutnya
      Jumlah uang keluar: 504 + 218 + 356 +420 = 1598 RMB
      Estimasi untuk makan minum sehari 65 yuan/hari
      Rate terkini 1 RMB Rp. 2160
      Jadi Kalo Menuju Danxia Rainbow Mauntain bisa di perkirakan biayanya bila jalur Silk roadnya middle. Semoga berguna buat teman-teman traveler, dengan rute saya ini ada gambaran spot-spot yang pentingnya.
      Mohon maaf ya saya tidak ngerti cara menulis yang baik namun niat saya hanya Untuk berbagi.