• 0
Sign in to follow this  
Mcc Ambon

Rental Mobil Di Ambon

Question

Kami merupakan salah satu penyedia jasa persewaan mobil terbesar di Kota Ambon.
berdiri sejak tahun 2010 dan telah melayani ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara yang berwisata ke Kota Ambon. Kami melayani antar/jemput bandara, drop point to point, Sewa mobil harian dengan atau tanpa supir, drop ke Ora beach, dll

Lokasi kami terletak di pusat Kota Ambon, mudah dalam reservasi dan memiliki banyak pilihan armada yang dapat anda dan keluarga gunakan.

silahkan hubungi kami

CV. Media Lintas Sarana Maluku
Jasa Persewaan Mobil Terbesar - Terpercaya dan Termurah di Kota Ambon
Jl. Karang Panjang RT.003/002 (Depan Kantor Partai Demokrat Ambon)
Telp. 0911 - 3820126
SMS/WA 081247134134

Visit our official site :
www.keliling-ambon.id
www.mediarentalcar.com
www.malukurentalcar.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

1 answer to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Mcc Ambon
      Salam kenal utk rekan-rekan semua disini....
      bagi yang memerlukan informasi wisata kota Ambon, silahkan kirim email ke kami
      mediacakrawala.id@gmail.com
    • By Alfa Dolfin
      Informasi ke beberapa teman rencana saya ke Ambon akhirnya tersebar juga. Padahal sengaja sudah saya tutup rapat. Entah siapa diantara kami ber-4 yang sama-sama kesana membobolkan “rahasia” rencana ini. Bukan kenapa-napa sich. Sebenarnya hanya trip biasa saja. Cuma ada satu yang saya khawatirkan. Apa itu? Jika ada yang minta oleh-oleh-in bumbu RUJAK NATSEPA. 

      rujak natsepa ngabisin 2 piring nich...? ooo kenapa tidak....
      Opppsss….kirain apa, Ah kira-in oleh-oleh minyak kayu putih yang terkenal gitu dari sana. Eee….ternyata “Cuma” rujak. Ah lebay nich. Haiya, meski yang di persoalkan bumbu rujak, jangan di anggap sepele lho. Bawa satu ini jauh-jah dari sana ngga jamin bakalan utuh sampai ke tangan yang minta. Lho kog? Karena pasti sudah di habis-kan yang bawa. Wuaaaaa…..sadeeeeesss…… hahaha.
      Istimewanya dimana?
      Panganan ini lebih dari sekedar “Cuma”. Bahkan terasa sangat istimewa. lLidah saya ngga fanatik banget sama rujak. Beli di kantor Cuma sesekali saja. Tapi begitu merasakan Rujak Natsepa….wuaaaa edan banget rasanya. Makanya ngga heran baik penggemar fanatik rujak atau biasa saja, selalu merekomenkan “nikmati rujak satu ini” untuk siapa saja yang pertama kali ke Ambon. Termasuk saya waktu pertama kali ke Ambon dapat pesan begitu. “Cobain Rujak Natsepa. Ngga nyesel”, kata sahabatku. Yang kedua kalinya ngga perlu di nasehatin lagi. Tuiiinggg....sudah mengendus n langsung nyari... 
       

      Menikmati Rujak Natsepa dengan latar belakang Pantai Natsepa saat senja
       
       
       
       
      Pertama-tama untuk merasakan keistimewaan berangkatlah menuju pantai Natsepa. Lho kog ke Pantai sich? Iya. Natsepa memang nama pantai yang terkenal di Maluku. Jaraknya sekitar 20 kilo dari kota Ambon. Mudah di akses. Memilih menggunakan angkutan umum cukup mencari angkutan menuju Desa Suli lalu turun di pantai Natsepa. Rujak Natsepa adanya di pinggir pantai Natsepa. Di luar komplek pantai berjejer warung-warung yang menyediakan rujak super nikmat ini.
       

      Berjejer warung rujak. Ramai di akhir pekan. Letaknya persis pinggir Pantai Natsepa
      Menilik rujaknya, sepintas tidak beda dengan rujak yang lain. Ada ragam buah yang dicampur bumbu. Penyajian bisa dicampur bisa juga di pisah sesuai selera. Rujak pun bisa di serut atau potong kecil-kecil, sesuai selera. Menu buah untuk Rujak Natsepa nyaris sama. Ada mangga mengkel, jambu air, nanas, kedongdong, pepaya, ketimun, bangkuang.
      Yang istimewa justru bumbu-nya. Menurut mama Fran, salah satu penjual Rujak Natsepa, campuran kacang dan gula “jawa” yang bikin orang suka. Gula jawa disini agak beda dengan gula jawa di pulau Jawa. Mama Fran bilang gula ini memang mirip gula Jawa di pulau jawa, Cuma bentuknya tidak bulat tidak lonjong melainkan kotak. Asalnya dari Makassar. Jadi lebih tepat di bilang “gula Makassar”.
      Menilik dari gula-nya ternyata masing-masing penjual menggunakan gula yang beda terutama asalnya. Ada yang di buat atau di racik sendiri, ada yang cukup beli di Ambon, ada yang biasa di kirim dari Makassar. Secara umum rasanya hampir sama. Butuh kepekaan lidah untuk membedakan rasa yang khas.
      Racikan lain adalah bumbu kacang hasil olahan bersama kuilitnya. Di panggang sampai kering. Ada tambahan bumbu atau racikan lain agar lebih lezat. Racikan ini menjadi ke-istimewa-an masing-masing penjual. Tidak mudah mendapat jawaban detail isi racikan dan bagaimana prosesnya. “supaya ngga di tiru”, kata salah satu penjual.
      Kacang, cabe, gula “jawa”, asam, sedikit bawang putih, air, di campur di cobekan lalu di ulek. Proses pengulekan pun ada tekniknya. Tidak lebih dari 10 kali ulekan. Hasilnya memang sengaja di buat tidak halus. Buah-buah tadi di campur di cobekan, di aduk bersama bumbunya. Hhhhmmmm….
       

       
       
      Teknik pengulekan jangan sampai 10 kali. Maksudnya supaya hasilnya tidak terlalu halus.
       
      Setelah merasakan di lidah memang terasa istimewa. Salah satu yang saya rasakan adalah ke-KENTAL-an. Kebetulan lidah saya akrab dengan taste pedes, manis, asem. Dengan kental begini terasa sekali pedes dan manisnya. Jadilah klop n cocok.
       

       
      Gula "jawa" yang menentukan enak tidaknya bumbu rujak. Sebenarnya bukan dari pulau jawa, melainkan Makassar. Berarti namanya "gula makassar". Cuma rasanya mirip gula jawa
      Perihal harga, ya sangat terjangkau, 10 ribu saja per piring. Bagi saya tidak lah mahal bahkan cenderung murah. Masih tidak sebanding dengan rasanya yang khas dan super nikmat. Harusnya rujak senikmat begini di hargai lebih misalnya 15 ribu.
      Habis di santap, lanjut nikmati es Kelapa Natsepa. Mirip es kelapa umumnya. Bedanya di kasih susu serta kekentalan. Terasa sekali manis, kelapa, air kelapa dan susu. Segelas besar Cuma 7 ribu. Pasti nambah.
       

       
      Siap saji. Kekentalan bumbu menjadi kekuatan rasa jika sudah siap saji. Apalagi di sajikan pedas, manis, n terasa asamnya. Klop banget sama lidah. 
      Santap sore-sore sambil mata memandang Pantai Natsepa. Apalagi jika cuaca cerah bisa menikmati matahari terbenam. Kenikmatan traveling semakin lengkap. Komplit sudah kenikmatan Rujak Natsepa.
      Dua kali saya traveling ke Ambon 2 kali juga ke sini. Jika ada kesempatan yang ketiga kalinya ke Ambon pasti ketiga kalinya nikmati Rujak Natsepa. Memang ini rujaknya orang Ambon karena adanya di Ambon, tapi boleh dong aku yang ber-ktp Jakarta menjadi fans berat Rujak Natsepa.
       

       bersama kawan-kawan dari Jakarta menikmati rujak Natsepa. Ngga perlu takut sakit perut gara-gara kerakusan. Salah satu di antara kami ada dokter kog... Ada yang baru pertama kali ada juga yang kedua kalinya kesini. Yang pertama kali pasti nyandu kayak saya ini....
      Akhirnya gimana tuch titipan teman khusus bumbu rujak tadi, males di bawa kah? Hhhhmmm…akhirnya saya bawakan juga. Cuma biar tidak tergoda, aku bawa 3 bungkus. Rinciannya 2 bungkus untuk saya, 1 bungkus untuk titipan tadi. Bahaya kalau ngga bawa untuk diri sendiri. Bisa jadi titipan tadi menjadi hak milik di tengah jalan. 
    • By MyRiotworld
      halo teman pejalan....sy dan 2 orang teman dari Makassar akan ke Banda Naira tanggal 24-28 April 2016.
      flight dari Makassar ke Ambon tanggal 24 april jam 03.00 nyampe ambon jam 06.10, lanjut keliling kota Ambon - sore lanjut ke Banda naik kapal PELNI JAM 18.00-02.00
      balik ke Ambon hari rabu tgl 27 opsional naik kapal cepat atau kalo beruntung dapat pesawat
      ya kali ada yang minat langsung kontak saja BIAR BISA LEBIH HEMAT SEWA KAPAL SELAMA DI BANDA NAIRA
      keep traveling WA 085242867328 :)
    • By Alfa Dolfin
      Bagian pertama di link ini

      Puji Tuhan Haleluya, pertama-tama aku memuliakanNYA. Rasa syukur dan terima kasih keinginan ku menginjak tanah Ambon yang kedua kalinya TERKABU...!!! Sangat senang sudah pasti. Traveling pertama di Ambon 2 tahun sebelumnya sangat lah berkesan. Ku catat sejauh aku traveling di negeri ini, traveling ke Ambon adalah yang PALING BERKESAN. Selain mendapat suguhan alam sangat indah, juga berjumpa dengan warga yang sangat RAMAH dan BERSAHABAT, meski pertama kali berjumpa. Singkat kata Ambon adalah kombinasi KEINDAHAN, KERAMAHAN, PERSAHABAATAN yang tulus.
      Beda yang pertama yaitu ber-solo traveling, yang kedua kali-nya kami ber-5. Kali ini Ambon sebagai transit saja. Tujuan utama adalah Sawai, di Pulau Seram bagian Utara. Perjalanan lebih panjang dan lebih seru. Pastinya kembali menjadi saksi akan pesona bumi Ambon, khususnya pulau Seram. Oke lah skipp dulu sharing perjalanan ke Sawai. Kali ini kembali akan melanjutkan bagian pertama....
      Suka tidak suka, enggan tidak enggan jika ada di antara kelima rekan ku, aku akan ke sini lagi. Ambon War Cemetry, atau Makan Tentara Sekutu. Letaknya di daerah Tanui, Kec Siramau. Hanya sekitar 10 menit saja dari kota Ambon.Letaknya strategis di pinggir jalan. Sangat mudah di jangkau. Tapi bukan ini alasan aku ingin ke sini lagi....Bukan pula karena aku penggemar kisah perang dunia, termasuk peperangan tentara sekutu melawan Jepang di era Perang Dunia II. Memang Ambon War Cemetry erat kaitannya dengan pertempuran tentara sekutu melawan Jepang khususnya di wilayah Maluku.

      Kesan asri, teduh, terawat, saat pertama kali ke sini menjadi alasan berkunjung yang kedua kalinya. Syukurlah tidak berubah....

      Memasuki areal seluas 4 hektar ini, informasinya kita memasuki "teritori" Australia. Lag-lagi berdasarkan informasi, kompleks pemakaman ini di kelola oleh pemerintah Australia. Termasuk Biaya perawatan dan gaji pekerja disini dari kocek pemerintah Aussie. Wah gberarti karyawannya di gaji dolar dong...canda ku.. sekalipun memasuki teritori milik negara asing, tetap terbuka untuk umum. Tidak perlu "pasport" atau semacam "visa", hahaha. Datang saja...free...tidak ada tiket masuk. Asal....ada syaratnya, jangan ngotori. Jangan merusak keasrian yang sudah terjaga baik. Jangan buka lapak gelar tiker tuk makan siang atau makan pagi lalu sampahnya di biarkan begitu saja. NOWAY.....!!! Mohon maap, meski terbuka untu8k umum disini bukan tempat piknik....

      ssstttt...sebentar...aku mau narsis dulu ya di antara batu nisan.....

      Nisan yang tertata rapi...sangat rapi... Tercatat ada kurang lebih 2000 batu nisan di komplek ini. Mereka berasal dari tentara Amerika, Kanada, Selandia Baru, India, dan paling banyak tentara Australia. Karena paling banyak warganya "tinggal" disini wajar pemerintah Aussie mempelopori urusan pembiayaan perawatan. Jumlah segitu adalah kerangka yang bisa di kumpulkan. Informasinya masih banyak jasad tentara yang gugur dan hilang entah di hutan, di laut, atau di mana saja dalam wilayah peperangan Maluku, Mando, dan sekitarnya. Meski jiwa sudah lepas dari raga, namun empunya raga yang bisa di kenal beruntung bisa di makamkan disini. Di tiap batu nisan terdapat tulisan nama prajurit, usia, tanggal gugur, lambang dan asal kesatuan.

      Selain terdapat di halaman depan "Memorial Building Ambon" di foto bagian i, ada juga yang menarik bernama "Honour Wall" Dinding Kehormatan seperti di foto ini. Di sini biasanya menjadi tempat peletakan karangan bunga di hari Anzac Day yang di peringati setiap tanggal 25 April. Yaitu peringatan pendaratan tentara sekutu di wilayah Ambon. Pada tanggal tersebut, meski tidak banyak, bule-bule dari Aussie (biasanya) dan kerabat keluarga berdatangan. Mengikuti upacara secara khidmat. Pastinya ada keterharuan....tangis haru...mengenal mereka yang sudah berjasa bagi negaranya....
       

      Sharing poto yang terakhir menutup sharing ini. Ku minta seorang rekan ku berdiri di kanan tuk aku foto melengkapi frame ini. Berlatar belakang jalan raya dan rumah-rumah penduduk. Ya memang letaknya di antara rumah warga. Namun ya itu tadi tetap terjaga keasrian, keteduhan, keindahan, kerapian. Kompleks pemakaman ini memiliki sejarahnya juga Sebnelum menjadi seperti ini sekarang. Dulunya menjadi camp prajurit tentara sekutu. Setelah Jepang masuk dan menguasai wilayah Maluku, camp ini berubah menjadi camp tawanan perang Jepang. Setelah Jepang kalah sebelum di kembali kan ke negaranya, gantian, menjadi camp tawanan Jepang. Sampai akhirnya menjadi pemakaman sekarang ini....
      Jadi....dari sekian banyak spot menarik di Ambon, jangan lupa mampir ke sini. Tidak sulit menjangkaunya....tidak perlu lama-lama jika tidak punya banyak waktu.
      Cheers
       
       
    • By Alfa Dolfin
      Menjelang perjalanan ke Ambon, yang ceritanya ber-solo traveling, rekan ku menganjurkan ke sini. Makam Tentara Sekutu. Ha, ke kuburan...? ngga salah tuch rekomennya? tanya ku heran. Ya...coba aja kesana. Ngga akan nyesal. Ternyata rekomen rekan ku ngga keliru. Ngga nyesel ke sana. Alasan-nya...? Yuk simak sharing foto di bawah ini....
      Aku request ke guide ku disana tuk ke yang namanya "Ambon War Cemetery". Atau sering di sebut "Pemakaman Tentara Sekutu". Sebagai penggemar film perang termasuk perang dunia II aku terbayang makam para tentara yang gugur dalam peperangan hebat dan sadis. Iya...di film-film perang terutama lawan Jepang, banyak adegan pertempuran yang dramatis. Berada di makam tentara sekutu yang gugur lawan Jepang terbayang perjuangan dan keberanian mereka walau akhirnya harus merenggang nyawa di negeri ini....
      Memasuki areal pemakaman seluas sekitar 4 hektar, sama sekali tidak ada kesan seram. Kesan ku saat memasuki gerbang, asri banget ya. Dengan pepohonan yang sangat rimbun. Rerumputan, kembang-kembang kecil yang tertata rapi. Letaknya strategis, di kawasan Tantui, Kec Sirimau, hanya 15 menit dari kota Ambon.
       

      Prasasi dalam bahasa Inggris "menyambut" kami tidak jauh dari gerbang masuk. Menjelaskan bahwa areal ini makam tentara sekutu dulunya adalah base camp yang di saat Jepang masukdi jadikan camp tahanan tentara sekutu oleh bala tentara Jepang
      Lebih lanjut, di areal pemakaman ini terdapat kurang lebih 2000 batu nisan dan kerangka jenazah para tentara sekutu. Kebanyakan dari tentara Australia. Lainnya dari Amerika, Inggris, New Zaeland, Kanada, dan India. Mereka gugur di wilayah peperangan sekitar Ambon, Maluku, Manado. Paska perang, jenazah yang dapat di kenali di kumpulkan di sini.

      Numpang narsis dulu ya disini. Sebagai bukti aku pernah ke sini.....

      Yang tampak mencolok di areal pemakaman ini adalah sebuah bangunan semacam tugu. Mudah di lihat dari jalan raya. Namanya : Ambon Memorial Building. Bangunan seluas 3x2 meter dan tinggi sekitar 3 meter, berisi nama-nama tentara yang di makamkan disini.
      Terakhir...tulisan ini masih bersambung. Ini adalah yang pertama kali aku ke sini sekaligus pertama kali ke Ambon. Bagian kedua adalah kunjungan yang kedua berbarengan yang kedua kalinya ke Ambon.
      Salam
       
       
    • By Gayatri
       
      PESONA AMBON
      Ambon bisa menjadi alternative berlibur yang super pecaahhh dengan kekayaan akan wisata alamnya, Pantai  pantai yang indah dan wisata bawah lautnya serta wisata kuliner dan keramah tamahan penduduknya. Bicara tentang wisata  Ambon lengkap banget deh..

              
      Ini berawal dari ajakan Monica Kakiay teman satu kantor yang kebetulan  asli Ambon , berhubung Dia dapat Double of dia berencana mau Pulang kampuang dan mengajak teman2 kantor lainnya. Dan ini Trip yang sangat sangat saya tunggu2 karena sudah lama penasaran sama Ambon Manise. Setelah semua urusan tiket selesai dan saya confirm untuk ikut.
       
      Sedikit mengenai kota Ambon (Wikipedia)
      ” Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti Kota Ambon Yang Indah/Manis/Cantik, merupakan Kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Saat ini kota Ambon menjadi pusat pelabuhan, pariwisata dan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku.
      Kota Ambon berbatasan dengan Laut Banda disebelah selatan dan dengan kabupaten Maluku Tengah di sebelah timur (pulau-pulau Lease yang terdiri atas pulau-pulau Haruku, pulau Saparua, pulau Molana, pulau Pombo dan pulau Nusalaut), di sebelah barat (petuanan negeri Hila, Leihitu, Maluku Tengah dan Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yang masuk dalam kecamatan Leihitu, Maluku Tengah) dan di sebelah utara (kecamatan Salahutu, Maluku Tengah) “.
      Berangkat hari kamis 9 Oktober 2015 dengan pesawat Lion Air dengan kode penerbangan EEXYXR  jam 01:30 WIB dan tiba di Bandara Pattimura jam 07:00 WIT
       
      Hari I: Bandara – Talake – Perjalanan Ke Ora Beach
      Setibanya di Bandara Pattimura Mobil yang akan membawa kami sudah menanti di Bandara. Berhubung jumlah peserta yang dari Jakarta Cuma 6 orang bisa pakai mobil. Dan perjalanan hari ini kami mulai dari Bandara langsung ke Talake.
      Perjalanan dari Bandara Ke Talake ditempuh selama 1 jam, sesampai  di Talake kami disambut hangat oleh orangtua monica dan selama di ambon kami akan nginap dirumah keluarga baru yang super baik. Dan langsung dijamu makan dengan makanan khas ambon nasi panas, ikan laut sambal, peyek, kangkung dan sambel maknyosss. Lahap karena kelaparan selama perjalanan.
      Sarapan

      Perut pun kenyang hati pun senang  kami ber 8 langsung melanjutkan Perjalan Ke Pantai Ora. Untuk rute perjalan menuju Pantai Ora di Desa Sawai. Berangkat dari Talake ke Pelabuhan Ferri Hunimua, perjalanan kira kira 1,5 jam. Untuk Ke Ora harus menyeberang menggunakan Ferri dari pelabuhan Hunimua desa Liang kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah.
      Jadwal penyebrangan Ferri dimulai pukul 7 pagi. Setiap harinya kapal Ferri hanya melayani 6 kali penyebrangan dengan tarif Rp 13.000/orang dan kalau mau di kelas VIP Cuma tambah Rp 5000/orang. Dan kita ambil yang kelas VIP ada TV,AC,Toilet dan sangat nyaman bisa tiduran juga hehehehehe…  Selama diatas kapal kita bisa melihat hamparan pasir putih dan laut lepas sambil makan pisang goreng khas ambon. Sekitar 45 menit kami tiba di Pelabuhan Waipirit Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram bagian barat.
      Sesampai di waipirit kita dijemput sama abang Ganteng yang aku lupa namanya yang jadi Driver kami dari Pelabuhan Waipirit sampai ke Desa Saleman. Dari Pelabuhan Waipirit perjalanan sepanjang 85 kilometer kita tempuh dengan menggunakan mobil. Karena medan yang dapat di katakan kurang bagus, kebetulan lagi banyak perbaikan jalan dibutuhkan setidaknya 4-5 jam perjalanan. Setibanya di Desa Saleman tepatnya di tepi Teluk Saleman sudah malam kira2 jam 19.00 wita.

      Pelabuhan Waipirit
       
      Sesampai Dipelabuhan kita sudah ditunggu oleh teman baru asli Ambon juga dan sudah disiapkan satu boat dan pak Anwar yang akan mengantar kita selama trip di Ora. Kita melewati lautan dimalam hari dengan menempuh perjalanan laut sekitar 20 menit sebelum akhirnya sampai di Sawai. Untuk malam pertama kita nginap dirumah nasabah teman alias Gretongannn. Kita langsung beres beresin barang mandi, makan dan istrahat ngumpulin stamina besok paginya.
      Rute Hari II Tebing Sawai – Chek In Roneela Cottage – Pulau Kecil –Pantai Ora – Air Belanda

      Pagi telah tiba, kita langsung berburu sarapan khas sawai yaitu nasi pulut srikaya. Selesai sarapan langsung kita lanjutkan Perjalanan ke Tebing Sawai Pulau Seram, Maluku Tengah. Melihat  tebing dan hamparan pasir Putih. Perjalanan dari sawai hanya membutuhkan waktu 10 menit kita sudah bisa menikmati indahnya Tebing Sawai.

      Tebing Sawai dengan Pesonanya
      Jam 10 kita lanjut Perjalanan ke tempat Penginapan untuk Chek In di Roneela Cottage  desa Rumah Olat Seram bagian Utara dengan menempuh perjalanan selama 15 menit dari desa Wahai
      @Tebing Sawai

      Roneela Cottage
      Cottage dengan desain bangunan kayu bernuansa alami dengan hunian di atas air menyajikan pesona pemandangan alam dan keindahan taman bawah laut. Fasilitas penginapan di Roneela cottage dilengkapi dengan AC, Air panas dan resto untuk makanan dan minuman. Untuk Tarif dan Fasilitas serta pemesanan bisa langsung di chek di web nya http://roneelacottage.com/ infonya sangat Lengkap.

      Habis Chek in langsung lanjut Ke Pulau Kecil dengan perjalanan 20 menit. Selama Perjalanan kita Bisa melihat hutan mangrove. Pulau tak berpenghuni serasa pulau Pribadi yang ada Cuma kita ber 9. Dilanjut makan siang disana dengan menu khas Ambon nasi kelapa dan ikan Colo colo.
      Pulau Kecil

      Sehabis bersantai di Pulau Kecil lanjut ke Pantai Ora tempat yang selama ini buat Penasaran perjalanan ditempuh 10 menit dari Pulau Kecil.

      Semua kelelahan akibat perjalanan jauh akan segera lenyap ketika melihat keindahan tempatnya. Disambut hangat sama keindahan bawah lautnya dengan mata telanjang kita sudah bisa melihat ikan dan terumbu karang. Kita menghabiskan waktu disana dengan bersantai ria dan tidak lupa untuk foto foto kece.
      Pelabuhan Ora

      Berhubung kami tidak menginap di The Ora Eco Resort saya tidak bisa share untuk rate penginapan, tapi sekarang gampang kita bisa searching langsung.
      Setelah Puas memanjakan mata  kita lanjut ke Air Belanda sebagai destinasi terakhir hari ini dengan perjalanan 10 menit dari ora, Air pegunungan yang sangat dingin dan jernih. Air Belanda langsung terhubung ke Laut.

      Perjalan kali ini sungguh sangat memuaskan dan sangat memanjakan, Terimakasih Tuhan untuk ciptaanMu yang sungguh sangat luar biasa ini.

      Kamar di the Ora Eco Resort

       
      Hari ke III Check Out – wisata sekitar penginapan – Sawai – Kota Ambon
      Didepan Cottage Roneela

      Keindahan taman bawah laut menjadikan pengalaman berenang dan snorkling yang sangat mengesankan selain ber-bananaboat bersama teman dan keluarga.
      Tersedia juga ayunan didepan Roneela Cottage.

      Tanggal 11 oct jam 12.00 wita kita check out dari Penginapan untuk kembali ke Kota Ambon. Untuk Rute balik ke ambon kita melalui rute yang sama dengan rute berangkat.
      Perjalanan Pulang kembali Ke Kota Ambon

      Sebelum tiba di Ambon kita mampir di Kampung Bola Desa Tulehu dan langsung lanjut ke Talake. Kita sampai jam 20.00 wita dan istrahat.
      Hari ke IV Pintu Kota -- Patung Martha Christina Tiahau – Pasar Mardika -- Gong Perdamaian

      Perjalanan selama di Ambon kita menggunakan Motor dengan  tujuan pertama ke Pintu Kota. Dari Talake menempuh waktu selama ½ jam menggunakan Motor. Dari tempat parkir menuju lokasi pantai kita harus menuruni tangga yang agak curam dan sempit, lokasi Pantai Pintu Kota terdapat pondokan-pondokan untuk tempat berteduh dan beristirahat dengan rimbunnya pepohonan yang cukup besar.  Sesampai disana kita membayar tiket masuk Rp2000/0rang.
      Begitu tiba di kawasan wisata Pintu Kota tampak sebuah lubang batu karang berbentuk persegi empat di kaki perbukitan.dan hilir-mudik kapal yang akan memasuki kota Ambon. "Pintu Kota" yang terbentuk dari tebing terjal batu karang, sebagian lubangnya tertutup air ketika pasang dan terbuka disaat air surut.
      Selanjutnya Perjalanan ke Patung Martha Christina Tiahau Dari lokasi Patung Martha Christina Tiahahu biasa dijadikan tempat alternatif untuk menikmati suasana santai dan kita juga bisa melihat pemandangan Kota Ambon.
       
      Harga tiket masuk Rp 5.000/org tapi kebetulan pas kita kesana Gratissss lagi hehehe. Puas menikmati pemandangan dari Patung Martha Christina Tiahahu, kita langsung beranjak untuk hunting oleh2 khas Ambon, ke Pasar Mardika. Oleh-oleh Khas Ambon Mutiara, Besi Putih,  Minyak kayu Putih, Sagu, Roti Sarindah, Ikan Asar (diasapi) dan banyak lagi.
      Destinasi Penutup untuk hari ini ke Taman Gong Perdamaian. Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon, ialah gong perdamaian dunia yang ke-39. Gong ini didatangkan dan dipancangkan di ACC (Ambon City Centre) sebagai peringatan tragedi kerusuhan sosial bermotif SARA yang terjadi di Maluku, khususnya kota Ambon (Wikipedia)
       
      Kita sampai di Taman Gong udah hampir malam, karena itu kita tidak sempat lagi untuk berkunjung ke Museumnya. dari Gong Perdamaian, kita singgah ke Lapangan Merdeka yang disana ada lapangan kantor Gubernur Maluku. Malam hari kita bisa melihat banyak Remaja melakukan beragam aktivitas seperti break dance atau sekadar nongkrong dan foto-foto.

      Di Gong ini terdapat gambar ratusan bendera negara-negara yang ikut menandatangani Deklarasi Ambon.
      Kita bisa berfoto pada sebuah tulisan besar yang merupakan identitas lain dari orang Ambon. Yaitu, Ambon Manise!

      Lanjut makan malam terakhir di Ambon kita diajak ke Coto 3 Saudara. Trippp hari ini  selesaiii

      Coto
       
      Trip di Ambon telah selesai tanggal 13 October kita kembali ke Jakarta. Dan perjalanan ke bandara kita masih singgah di Hatiweh besar dari tempat ini kita bisa melihat keindahan kota Ambon.
       
      Untuk Biaya dan Share Cost / 8 orang Selama Trip Ambon:
      1.    Tiket Pesawat PP Rp 500.000 (Karena Kebetulan dapat Konsesi) tapi kalau tiket PP biasanya di kisaran Rp 2.200.000
      2.    Sewa Mobil Bandara -- Talake -- Pelabuhan Liang Rp 400.000 (Share Cost)
      3.    Tiket Kapal Pelabuhan Liang – Waipirit Rp 13.000 + vip 5.000 /orang
      4.    Sewa Mobil Pelabuhan Waipirit – Pelabuhan saleman PP Rp 1.600.000 (Share Cost)
      5.    Penginapan Malam Pertama di Sawai Gratis karena kebetulan ada rumah Nasabah Teman yang ikut Trip.
      6.    Roneela Cottage Rp 750.000/malam termasuk sarapan (Share Cost)
      7.    Sewa Boat Dari Penjemputan di pelabuhan Saleman – Sawai -- Selama Trip Kepulau Kecil – Pantai Ora – ke penginapan – dan kembali pulang ke pelabuhan saleman Rp 1.200.000 (Share Cost)
      8.    Tiket Kapal Pelabuhan Waipirit -- Pelabuhan Liang Rp 13.000 + vip 5.000 /orang
      9.    Sewa Angkot dari waipirit – Talake Rp 250.000 (Share Cost)
      10. Penginapan Selama di Ambon Gratis
      11. Sewa Motor + bensin 1 hari Rp 100.000/ (2 orang)
      12. Tiket Masuk Pintu Kota Rp 2.000 + Parkir Motor Rp 5.000
      13. Tiket Masuk Gong Perdamaian Rp 5.000
      14. Tiket Masuk ke Patung Martha Christina Tiahahu Rp 5.000
      15. OLEH-OLEH……
       
      Perkiraan Budget selama disana di luar Tiket Pesawat / orang Rp 779.000 Tapi kita sepakati untuk share cost Rp 1.000.000/orang dan sisanya untuk bayar makan + jajan selama di Ambon dan membeli Oleh2 untuk Ibu dan Bapak keluarga baru tempat kita menginap Gratisan selama Trip..
       
      Semoga Tulisan ini bisa membantu teman-teman yang akan pergi backpacker-an maupun rombongan ke Ambon Manise. Dan saya akan kembali lagi untuk menyapa dan melihat keindahan Kota Ambon.
      Danke banyak2 untuk semua dan teman seperjuangan yang kece abis selama ke Ambon.
       

       
       
       
    • By denorra
      2012 could be one of my most memorable years for I made my visit to Belitong, Raja Ampat, and Ambon, my top 3 wishlist, life isnt that bad, hehehe
      Sekilas tadi sempet baca FR anggota forum soal Pulau Seram, jd teringat perjalanan Desember 2012 ke Ambon.
      Why would i wanna visit Ambon? jawabannya sederhana, becoz a bule once told me that Ambon is one of the best places in Indonesia. It's like broccoli, and the beaches have the most crystal clear water. Sejak saat itu saya terobsesi dan penasaran pengen liat Ambon.
      Dari pesawat udah bahagia karena Ambon, sama kaya Lombok n Bali indah banget dr atas, pulau2 kecil dikelilingin laut:)
      Dari bandara menuju kota Ambon agak beruntung karena ferry yg ingin kami naikin sedang ada masalah, sehingga terpaksalah kami berputar mengelilingi pantai menuju Ambon, a beautiful view
      Berhubung laut dimana2, ya agak rugi donk ya kalo g main, orang deket2 juga letaknya:p
      Kami ke beberapa pantai seperti Pintu Kota, Latuhalat, Liangliang, Natsepa, dan beberapa pantai yang saya lupa namanya, hihihihi
      Sayang saya tidak sempat mampir ke bukit untuk ngeliat pemandangan Ambon di malam hari, karena unfortunately, pas saya ke ambon bebarengan dengan konflik dan pengeboman yang sempet heboh beberapa saat di berita nasional. Alhamdulillah saya dan tim ga kenapa2:D
      Anyway, by far, saya harus katakan, air pantai ambon super jerniiiiiiiiiiiiiih, pasirnya putiiiiiiiih, awesome to the max! Air pantai yg paling asoy buat saya.
      Blackie yet hepiiiiiiiii:p
      Share fotooooooooooooooo:D