• ×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By Tokosunshop
      untuk pemesanan bisa menghubungi kontak kami :
      WA          : 082240373424
      Mobile Phone : 082240373424
      Telephon     :(0291) 4290797
      IG           :teamwisata
      Twitter         : @teamwisata
      Fanspage     :teamwisata
      website      : www.paketwisatakarimun.com // www.teamwisata.co.id
    • By Tokosunshop
      LIBURAN KE KARIMUNJAWA ( KOTA JEPARA )
      Liburan Natal kemarin kami sekeluarga liburan ke Kota Jepara tepatnya ke pulau karimunjawa. Sebenarnya kami sudah jauh-jauh hari merencanakan untuk liburan ke Jepara yang memang sangat terkenal dengan ukirannya, selain itu kami juga ingin melihat – lihat ukiran yang bikin penasaran. Sebenarnya tujuan utama kami adalah pulau karimunjawa namun kami merasa kalau hanya singah di jepara tidak mengekpsplor wisata lain rasanya kurang sempurna liburan di kota ukir ini. bahkan tiket dan booking paket wisata sudah kami beli bulan April lalu. Kami Agak khawatir juga sebenarnya ke karimunjawa di akhir tahun, soalnya wisata di karimunjawa kan kebanyakan pantai, sekarang kan lagi musim hujan, gak asik kan hujan-hujan ke pantai...
      Kekhawatiran kami tak terjawab, karena kami sangat beruntung liburan akhir tahun di jepara ternyata cuaca sangat cerah dan liburan kami di Karimunjawa sangat memuaskan.
      Hari pertama, 21 Desember 2017

      saya berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat terbang garuda airlane. Kami turun di bandara ahmad yani semarang sekitar pukul 08.00 karena dari jakarta sekitar pukul 06.00, kemudian perjalanan kita lanjutkan perjalanan menuju kota jepara setalah istirahat satu jam di semarang.

      Perjalanan memang radak macet di karenakan banyak jalan yang sedang proses perbaikan. Hingga akhirnya kita tiba di jepara pukul 12 tepat. Langsung saja kita di antar oleh taksi yang sudah kita pesan menuju penginapan. Sambil nunggu hujan reda, karena sewaktu kita tiba di penginapan langsung saja hujan mengguyur kota jepara. Kita istirahat sebentar sampai pukul 3 sore.

      Agak siang sekitar jam 3 sore, hujan sudah reda dan kami pun diajak jalan-jalan oleh guide dari biro travel wisata karimunjawa. Dari penginapan ke Pantai bondo gak terlalu jauh, sekitar 30 menitan lah. Tapi sebelum ke Pantai bondo kami mampir dulu di Pantai blebak .
       


      Dua pantai ini sepertinya belum di kelola secara profesional, tidak ada fasilitas apa-apa disana, masih alami, hanya ada beberapa ruko yang dibangun untuk tempat warga sekitar berjualan. Padahal pantai nya bagus lho.. pasir nya halus.

      Dari pantai Bondo ke Pantai Bandengan sekitar 20 menit. Beda dengan pantai sebelumnya, Pantai bandengan ( tirta samudra ) sudah lengkap dengan bermacam fasilitas pendukung nya, lokasi parkir memadai, kamar mandi, warung-warung makan, mushalla dan taman-taman.
      Yang sama dengan pantai sebelumnya kalau kata saya ya pasir pantai nya, pasir pantai nya halus banget.

      Waktu kami kesana pengunjung nya lumayan rame, pengen rasanya ikutan nyebur ke laut, tapi udah sore dan gak bawa baju ganti, karena dari awal emang gak ada niatan buat mandi di laut.. haha
       
      Hari kedua, 22 Desember 2017.
      Esok harinya kami di ajak kembali oleh tour guide kami ke tempat – tempat wisata yang masih alami. Sebenarnya kami sangat ingin melihat air terjun pengantin yang sering di kunjungi oleh wisatwan lokal. Dari namanya saja kami sudah penasaran yang kemudian menggugah semangat kami untuk jalan – jalan men kesana hihihihihi jadi penasaran ,,,,,

       
      Wiiiwwwww emang kereeeen banget nih air terjuuun menjulang tinggi dan deruh airnya widihhhh bikin bernafsu untuk cepat2 nyeburrr,,,


      Dari air terjun pengantin, kami kemudian mampir ke benteng portugis. Meskipun agak jauh ya pokonya penting ekplor dulu lah kota jepara yang banyak menyimpan destinasi wisata luar biasa. Benteng portugis ini sangat ramai dengan pengunjung. Mungkin karena hari minggu dan kebetulan cuaca-nya mendukung. Tiket masuk kalau tidak salah Rp.3000 per orang, ditambah tarif parkir sebesar Rp.5000.


       
      Hari ketiga, 23 Desember 2017
      Hari ini kami berencana untuk menyeberang ke pulau karimunjawa menggunakan kapal laut pukul 09.00 wib. Hanya membutuhkan waktu 2 jam saja kita sudah sampai di pulau karimunjawa.Setibanya di pulau karimujawa kami langsug di bawah ke penginapan untuk beristirahat sejenak dan makan siang. Karena jam 1 siang nanti kita sudah ada jadwal untuk snorkeling di salah satu spot wisata karimunjawa,,, wuiiiih ini yang sangat saya tunggu2..


       
       
      Hari keempat , 24 Desember 2017.
      Hari tekeuda kita di karimunjawa, kami akan di ajak lagi untuk bersnorkeling ria mencari spot wisata yang lebih bagus lagi, setelah itu siangnya kita bakal bakar – bakar ikan, kalau kata orang bule BBQ hahahaha.

      Widih sadap sekali ini wisata di karimunjawa apalagi pelayanan dari tour guidenya full service deh, soalnya waktu di salah satu pulau kecil persinggahan untuk makan siang dan beristihat kita seakan – akan kayak raja, di layanin, di bakarin ikan laut, waduhhhh teriam kaish para sahabat guide karimunjawa. Khusunya nih buat team wisata yang sudah mengfasilitasi kami secara full dan lengkap...
      Malam harinya kami mencari oleh – oleh di sekitar alun – alun karimunjawa,,, ya bisa di bilang alun – alun lah walaupun kecil hehehehehe ,,,,

      Hari terakhir, 25 desember 2017
      Hari terakhir sebelum pulang kita mampir dulu nih ke bukit love,, katanya sih love – love gituuuu

      Widiiiiih rempong mak naiknya tinggi banget ternyata,,, tapi sesampainya di atas bukit lho gak bakal nyeseeell sumpah ini keindahan alam yang sangat baru,, dan pokonya lebih deeehhh loh harus kesini dan gak boleh lewatin moment foto2 hahahahahah,,,,, terima kasih karimunjawa terima kasih team wisata karimunjawa.
      See you tomorroww
       
       
       


       

    • By Tokosunshop
      Wisata yang paling sering di kunungi di indonesia terutamanya adalah wisata bahari, dimana memang indonesia menyimpan banyak sekali wisata - wisata bahari, bahkan di seluruh pulau yang ada. karena indoensia merupakan negara maritim atau bisa di bilang negara kepulauan. salah satu pulau yang seriing di kunjungi untuk menikmati keindahan alam bawah laut adalah karimunjawa. karimunjawa yang saat ini di gemparkan - gemparkan oleh pemerintahan provinsi jawa tengah karena karimunjawa merupakan salah satu distination visit jawa tengah yang menunjang perekonomian jawa tengah. karimujawa merupakan tempat wisata yang paling unik karena pulau yang paling terdekat dengan ibu kota jakarta namun keindahan pulauanya hampir sama dengan keindahan - keindahan pulau di indonesia bagihan timur. nah kami akan mengajak anda liburan ke karimunjawa untuk menikmati keindahannya, dengan liburan yang hema, efisien dan pastinya menyenangkan. 
      kami juga merekomendasikan liburan karimunjawa sebaiknya menggunakan jasa agensi wisata karena di karimunjawa untuk jadwal kapal dan kondisi di karimunjawa atau kota jepara, lebih efisien menggunakan jasa agensi wisata karena lebih hemat biaya dan terjadwal dengan rapi.
      salah satu agensi yang terpercaya dan memang sudah berbadan hukum resmi adalah team wisata . atau anda juga bisa mengunjungi website team wisata untuk informasi selanjutnya mengenai karimunjawa, cara penyeberangan ke karimunjawa, dan paket wisata karimunjawa yang cocok dengan kantong anda. 
      kunjungi saja link www.paketwisatakarimun.com atau www.teamwisata.co.id . selamat berlibur dan menikmati liburan istimewa di karimunjawa bersama team wisata

    • By Tokosunshop
      Hallo saya Agus Edy Lutfi saya berasal dari kabupaten jepara, umur saya 25 tahun saya laki - laki, saya hobi dengan jalan2 ntah kemana yang penting jalan2. mungkin melalui forum saya bisa tau destination mana lagi yang harus saya jelajahi. terima kasih atas penerimaannya di forum ini. 
       
    • By Luxia
      Halo... Apa kabar semuaaa…???    Kemana saja melancongnya long weekend kemarin? Oh ya.. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1437H bagi yang merayakannya ya…    9-11September kemarin ini kebetulan aku punya rombongan yang nganggur dan bela-belain banget untuk mengisi waktu sibuknya dengan sedikit rekreasi meskipun dibutuhkan perjuangan dan cuti dari kantor. Moto kami “Yang Penting Happy” maka kami pilih lah traveling ke daerah Jawa Tengah, ke salah satu lokasi yang sangat sangat terkenal dan diimpikan oleh banyak local traveler maupun mancanegara. Bukan hanya tempatnya yang Indah, pemandangan lautnya yang biru tetapi juga tempat untuk beraktifitas water sport yang cukup mendukung serta penduduknya yang ramah-tamah. Yuk.. mari kita simak liputan kali ni.   Karimunjawa, ya benar, kalau orang bicara mengenai Jepara pasti langsung nyebut Furniture, memang Jepara sangat terkenal dengan hasil hutannya yaitu Pohon Jati yang banyak digunakan untuk furniture dirumah-rumah maupun di restoran-restoran, dll. Tapi itu bagi masyarakat umum, kalau bagi traveler... pasti yang teringat dan terkenang (bagi yang sudah pernah) langsung nyebut “Pulau Karimunjawa”, bagi yang belum pernah pasti ngiler-ngiler sambil menunjukkan wajah “mupeng” (alias muka pengen) pake bingitz.. hahaha.. Sama donk kek kita-kita sebelum kesana.   Karimunjawa terdiri dari 27 pulau dengan pembagian 16 pulau di Sebelah Barat dan 9 pulau di Sebelah Timur + 1 Pulau Menjangan Besar (tempat penangkaran hiu) + 1 Pulau Kemujan (tempat dimana Dewadaru Airport, airportnya Karimun Jawa, berada). Pesawat yang mendarat di Dewadaru ada Airfast, Susi Air dan Perintis Air yang berkapasitas antara 10-15 penumpang/flight dan startnya dari Semarang atau Surabaya. Sumber : Google   Sedangkan kapal ferry yang berangkat dari Pelabuhan Kartini ke Pelabuhan Karimunjawa ada 2 yaitu, Kapal Ferry Siginjai dengan waktu tempuh 5-6 jam Sumber : Google   dan Express Bahari dengan waktu tempuh 1-1,5 jam. Sumber : Google   Selain Jepara, rute terbaru bisa via Kendal ya... tapi menurut Guide kita belum recomended lah karena jalan dari semarang menuju ke Kendalnya masih belum begitu bagus. Bagi yang mau backpackeran ke sana mohon diperhatikan baik-baik ya jadwal penerbangan maupun kapal ferry nya karena memang tiap hari tidak sama dan tidak setiap hari terbang. Juga jangan lupa untuk memantau terus info dari BMKG ya, karena gelombang lautpun bisa berubah-ubah haluannya… (Ombaknya galau mungkin.. hahaha…)   Berikut share jadwal kapal penyeberangannya: Sumber : Google   Kali ini kami memilih pergi lebih awal dan balik ke Jakarta juga lebih awal dikarenakan tidak ingin berdesak-desakan dengan warga Jawa Tengah yaitu Semarang dan sekitarnya yang hendak pulang kampung berlebaran dan juga warga yang juga ingin menikmati wisata laut disekitarnya. Jadilah kami berangkat pada hari Kamis malam dan kembali ke Jakarta hari Senin pagi buta. Kebetulan salah satu diantara kami ada yang muslim sehingga masih bisa mengikuti ritual Idul Adha pada pagi harinya.   Team kali ini sedikit berbeda karena banyak teman-teman baru yang bergabung dan semua belum pernah pergi ke Karimun Jawa, jadi berbekal informasi dari Pakde @FB Eko Agus kamipun mengambil paket dari Karimunjawaonline travel. Pilihan paket untuk 3D2N sebagai berikut: 1.     Hotel/Homestay Non AC + Kapal Siginjay = Rp 700.000,-/orang 2.     Hotel/Homestay Non AC + Express Bahari = Rp 850.000,-/orang 3.     Hotel/Homestay AC + Express Bahari = Rp 1.300.000,-/orang (kap. 10-14 orang) Harga sudah termasuk : 1.     Tiket (Executive) Kapal Jepara-Karimun Jawa Island (PP) 2.     Penginapan sesuai pilihan 3.     Antar jemput local 4.     Kapal tour selama tour (2 hari) – Private Boat 5.     Alat snorkeling lengkap + life jacket 6.     Kamera underwater 7.     Guide dari HPI 8.     6 x makan menu prasmanan 9.     Retribusi deramga, Bea sandar kapal 10.  BBQ di Pulau 11.  Air mineral saat tour 12.  PPPK Harga belum termasuk : Tiket masuk ke penangkaran Hiu = Rp 40.000,-/orang (optional).   Meeting Point kami adalah Stasiun Pasar Senen, dengan menumpang Kereta Api Menoreh kelas Ekonomi pukul 19.45 kamipun berangkat menuju ke Stasiun Tawang, Semarang. Kali ini aku bersama @Dewi Fu, @FB Eka Johana, @FB Shanty San dan 9 orang teman lainnya memberanikan diri meskipun kita semua wanita (wanita-wanita perkakassss… eh.. perkasa…). Tiada aktifitas lain selain tidur lah yach karena memang kami-kami ini adalah masih karyawan sehingga setibanya didalam gerbong lelah, letih dan kantuk pun melanda.   Kereta kami tiba di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada pukul 02.15 dini hari. Kami memang sudah mempersiapkan armada berupa elf berkapasitas 15 s/d 17 orang yang akan mengantarkan kami ke Pelabuhan Kartini, Jepara untuk menyeberang ke Pulau Karimunjawa. Harga sewa untuk drop off dari Stasiun Tawang, Semarang ke Pelabuhan Kartini, Jepara adalah Rp 1.700.000,0 /unit (termasuk BBM + supir). Tepat pukul 02.30 elf berangkat. Perjalanan daratpun kami tempuh selama kurang lebih 2 jam karena memang jalanan sepi sekali saat itu sehingga elf-nya-pun meluncur dengan lancar dan cepat. Setibanya di Pelabuhan Kartini, waktu sudah menunjukan pukul  04.20 WIB (tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Semarang maupun Jepara).   Karena memang perjanjiannya elf hanya kami sewa untuk drop off Stasiun Tawang, Semarang ke Pelabuhan Kartini, Jepara (PP) saja, maka kamipun setelah tiba di Pelabuhan sudah harus menurunkan semua tas ransel dan koper-koper kami. Udara tidak begitu dingin saat itu. Setelah ditinggal pergi oleh elf, kamipun langsung berjalan menuju sebuah warung yang cukup besar didepan kami (letaknya persis berseberangan dengan pintu masuk area dermaga Pelabuhan Kartini), sudah ada beberapa pengunjung sih pada saat itu, tetapi bangku-bangku dan meja-meja panjang masih pada kosong (ada sekitar 11 meja + 22 kursi panjang serta 5 meja bundar dgn 4 kursi di masing2 meja), sehingga kami dengan leluasa dapat memilih lokasi strategis untuk melanjutkan tidur kami yang terpotong tadi.. hehehe..   Ada yang memilih lanjut tidur tetapi kebanyakan dari kami lebih memilih ritual rutin, yaitu cuci muka, dan memesan sarapan di warung tersebut. Tersedia menu Nasi Rames dengan berbagai pilihan dari sayur tumis hingga gorengan, ayam goreng, tempe, telor balado, dll. Harganya pun standard saja. Selesai makan, waktu sudah menunjukan pukul 06.30 WIB yang artinya kami sudah harus bersiap-siap “menyambut”  kapal Ferry yang sudah sejak jam 06.00 pagi ber”teriak-teriak” memanggil-manggil dengan klakson nya yang nyaring… Semua terbangun dan menanti dengan penuh semangat, meskipun kapal kami jadwal berangkatnya jam 09.00 pagi. Tapi kami sudah tidak sabar ingin melihat pulau yang hendak kami tuju itu. Apalagi ada beberapa anggota kami yang memang seharusnya tahun lalu berangkat tetapi terpaksa batal karena gelombang laut yang tidak mengijinkan dan akhirnya uangnya dikembalikan lagi oleh travel agentnya. Nassiiibbb… emang nasibnya kudu jalan sama aku keknya…hahaha…   Tepat pukul 08.00 WIB kami pun dijemput oleh Mas Junet (perwakilan dari Karimun Jawa Online travel) untuk bersama-sama berangkat ke Pulau dengan menumpang kapal Express Bahari. Memasuki area keberangkatan kami harus melakukan “boarding” terlebih dahulu dengan menunjukkan Kartu Identitas diri, dapat berupa KTP/SIM (WNI) atau Passport (WNA), setelah proses boarding selesai kami berjalan menuju kapal, sebelum menginjakkan kaki di dermaga kami masih harus dicek lagi tiketnya serta membayar retribusi sebesar Rp 5.000,-/orang (tambahan di luar paket, karena biaya ini baru ada belum lama ini. TO nya pun malah tidak tahu bahwa ada tambahan ini…) dan pengecekan terakhir dilakukan dipintu masuk kapal tetapi tanpa identitas diri. XiaoYing_Video_1473937087073.mp4   Perjalanan laut pun kami tempuh dalam waktu kurang lebih 1-1,5 jam ke Pulau Karimunjawa, semua baik-baik saja sampai dengan pertengahan jalan, ombaknya mulai besar dan “tarian kapal” pun mulai terasa mengguncang-guncang perut sebagian penumpang, dari kiri-kanan depan hingga belakang bangkuku ada beberapa penumpang yang asyik “jekpot” membuat aku jadi parno dan hampirrrr saja ikutan mual…   hayaahhh… Beruntung gak jadi mual…. Hehehe   Sekitar pukul 11.25 WIB kapal pun bersandar ditepian dermaga Pulau Karimunjawa… Memang gak salah kata orang-orang, air lautnya yang ditepian dermaga saja beniiingggg sekali, rumput laut, ikan-ikan kecil beserta penghuni laut dangkal lainnyapun terlihat me-“nari-nari” di bawah sana menyambut kedatangan kami… (asyiikkk…. bahasanya pujangga nih, hahaha). Setelah rombongan berkumpul kamipun dijemput oleh 2 mobil avanza untuk menuju ke penginapan untuk makan siang serta beristirahat sejenak sambil menunggu waktunya berlayar ke tujuan pertama. Jarak antara Pelabuhan Karimunjawa dengan homestay kami tidak lah jauh, kalau ditempuh dengan berjalan kaki hanya menghabiskan waktu 5-10 menit saja ternyata. Pemandangan di kanan dan kiri kami penuh dengan rumah-rumah penduduk sekitar yang sebagian diperuntukan bagi pengunjung, bersih, rapi tata bangunannya, warna-warni bangunannya. Di Pulau ini sudah ada sekolah SMK, Kantor Polisi, Pom bensin kecil (hny 1 mesin yg diletakkan didepan rumah salah satu warga) untuk warga mengisi bahan bakar kendaraannya. Rata-rata penduduk Pulau menggunakan motor sebagai armada pendukung aktifitas mereka sehari-hari. Mata pencaharian penduduk Pulau adalah nelayan tetapi apabila sedang musim liburan baik local maupun internasional maka fungsi nelayanpun sebagian berubah menjadi Guide atau sebatas ABK (anak buah kapal) saja karena memang kapal-kapalnya dijadikan kapal tour ke pulau-pulau tujuan wisata. Selama kami 3 hari 2 malam di Pulau Karimunjawa tidak terlihat ada yg memelihara anjing atau ada anjing yang berkeliaran, yang banyak adalah kucing. Untuk lauk kami disuguhkan Ikan setiap hari, ketika ditanya ke warga sekitar, “disini gak ada yang pelihara ayam ya?” jawabannya ‘ada, tapi dikandangi” (padahal kami tidak melihat ada kandang ayam disana, pagi-pagi pun tidak mendengar suara ayam berkokok tuh). Kepo aja nih…. Hihihi…   O yah, nama hotel kami adalah “Hotel Nemo” (hahay… persis seperti ikan favorit aku) Berikut penampakan hotel kami beserta salah satu menu makan siang kami di hotel.   Selesai menikmati hidangan seadanya kami pun masuk ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian renang dan bersiap-siap untuk berbasah-basah ria. Oh yah, di Karimun Jawa ini sangat jarang bahkan hampir tidak ada penginapan yang isinya 1 rumah or 1 ruang tidurnya ramai-ramai padahal namanya “Homestay” lho. Rata-rata 1 rumah terdiri dari beberapa kamar yang diperuntukkan 2 orang saja dalam 1 kamarnya atau ada juga yang agak besar sedikit bisa diisi ber-4 (sebagian anak kecil).   Tepat pukul 13.30 WIB kami pun dijemput oleh Bapak Rofiun (owner dari Karimun Jawa Online Travel) didampingi oleh salah satu Guide kami, Mas Yonies. Dengan berjalan kaki melewati alun-alun sampailah kami di Pelabuhan Karimunjawa, sisi sebelah kanan dari dermaga tempat dimana kami mendarat beberapa jam yang lalu. (pesawaaattt kali… mendarattt.. hahaha).   Tak lupa kami berfoto-foto ria terlebih dahulu sebelum berangkat, tepat posenya dibawah sebuah Merk yg dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai “payung monument”… hahaha.. lumayanlah berteduh sejenak dibawah panasnya terik matahari. Kalau bukan ingat rasa penasaran lebih besar daripada rasa kantuk dan kepanasan…mungkin kami sudah mundur teratur deh, gak jadi ke laut… hehehe… Untungnya tidak yah…Semangat Kawan!! Bertambah lagi semangat kami ketika kami melihat bahwa kami didampingi oleh 3 orang local lagi (1 Guide,Mas Yono namanya, 1 pengarah gaya saat berfoto dan 1 lagi ABK). Ok lah,,, berarti aman lah yach selama di laut. Yuk mari.. kita laksanakan niat kita..!! Day 1 : Pulau Menjangan Kecil & Tanjung Gelam Spot 1.1 : Pulau Menjangan Kecil Merupakan salah satu pulau yang terletak di sebelah Barat Pulau Karimunjawa. Nama lainnya adalah Maer, merupakan salah satu pot  terumbu karang dengan berbagai jenisnya, spot snorkeling yang bagus, ikannyapun banyak dan ramah (kapal baru berenti, mesin belum dimatiin ikan-ikan kecil sudah berdatangan… membuat aku yang memang takut ikan jadi bergidik…. Tapi jangan khawatirrrr… Ikannya baik-baik koq… dikejar malah malu-malu menghindar… hahaha…) dan tidak terlalu landai sehingga bagi yang snorkeling tanpa sepatu or fin bisa aman tanpa khawatir akan terluka karena tersentuh karang dan bagi yang sudah jago menyelam juga tidak khawatir akan tersentuh karang pada saat hendak meluncur ke dalam laut untuk mengambil foto or video. Perjalanan dari Pelabuhan Karimun Jawa ke Pulau Menjangan Kecil ini ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit saja. Kurang lebih sekitar 1,5 jam lamanya kita di laut, tak terasa sama sekali, menikmati pemandangan bawah laut dan ikan-ikan kecilnya serta tak lupa juga mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto di bawah laut. Dari yang pandai berenang sampai yang tidak bisa berenang dan tidak berani masuk ke dalam airpun semua kebagian.   Spot 1.2. Pulau Tanjung Gelam Rute kami selanjutnya adalah hunting sunset di Pulau Tanjung Gelam. Dari Pulau Menjangan Kecil ke Tanjung Gelam cukup dekat, hanya sekitar 10-15 menit saja. Sebuah Pulau yang cukup ramai pengunjung dan banyak yang berjualan di sini, sehingga pas banget dengan kondisi perut kami yang memang sudah sedikit lapar dan membayangkan gorengan dan mie instant pakai telorrr… Jadi sambil menunggu saatnya sunset kami berfoto-foto lagi, makan gorengan yang kebetulan baru diangkat dari kuali, jadi inget lagu jadul berjudul “Malioboro” deh, “Panas-panas goreng pisang…”, ada tempe juga, ada bakwannya yg enak itu, cabe rawitnya yg pedas nampol sembari menunggu mie instant dengan telornya yg sedang dimasak… wohohoho…. Nikmatnya itu lho… Abis itu kami bergegas ke arah paling Barat Tanjung Gelam untuk hunting sunset, emang Guide kami pandai sekali mencari spot sunset, karena memang tidak banyak yang tau tempat ini, letaknya sedikit pojokan dan banyak pohon-pohon gitu deh. Beruntunggnyaaa kamiii yahh…. Sunset @Tanjung Gelam Makasih Mas Guide kita Double Yon… hahaha…. Setelah puas bersunset ria, kamipun kembali ke kapal untuk segera kembali ke Pelabuhan Karimunjawa agar tidak terlalu gelap setibanya di sana.   Selesailah acara hari pertama kami ini, perut ini ditutup dengan makan malam berupa lauk Ikan goreng dan tempe tahu oseng2 pake potongan cumi-cumi dan tumis sayur-sayuran.   Malam harinya kami keliling pulau dengan berjalan kaki menuju ke alun-alun. Banyak yang jualan makanan, seperti seafood, roti bakar, kelapa bakar (karena kekenyangan jadi gak sempat cicipin semua), Juice buah, Pempek, Siomay, Baso dan juga kaos-kaos serta souvenir-souvenir cantik disana. Harga kaos-kaosnya tidak begitu mahal, sekitar 30.000 s/d 35.000 saja per potongnya. @Alun2 Pulau Karimunjawa Oh yah, kalo menurut Guide kita, Mas Yonies, kalo pingin nyobain seafood, coba aja pesan Udang Topeng dan Ikan Kerapu Bebek. Udang Topeng katanya lebih enak daripada Lobster tapi harganya lebih murah dan bersahabat. Baiklah, kami akan mencobanya besok malam, hari ni sudah kekenyangan Mas. Hahaha…   Day 2 : Pulau Tengah, Pulau Cilik, Pulau Gosong dan Pulau Menjangan Besar Tujuan hari ke-2 ini adalah beberapa pulau yang terletak di sebelah Timur Pulau Karimunjawa. Sekita pukul 08.00 WIB pagi hari, setelah sarapan, rombongan kamipun dijemput oleh Pak Rofiun untuk bergegas ke pelabuhan. Yuk mari lanjutkan!!   Spot 2.1. Pulau Tengah Merupakan pulau yang wajib di kunjungi apabila kita ke Karimunjawa. Berjarak waktu tempuh kurang lebih hampir sekitar 30-45 menit dari Pelabuhan Karimunjawa, kami ditunjukkan Pulaunya oleh Mas Yono tapi sayangnya saat ini telah dibeli dan dimiliki oleh seseorang secara pribadi sehingga pulau tersebut tertutup untuk umum. Pulau ini sangat cocok sekali buat wisata keluarga dan juga bisa untuk belajar snorkling karena terdapat 2 buah spot snorkling didekat pulau ini. Luasnya sekitar 4 hektar dengan pantai berpasir putih dan sedikit ke tengah merupakan karang berpasir. Bagi yang suka snorkling ada spot terumbu karang di depan dan di belakang pulau, spot terumbu karangnya landai dengan arus sedikit besar didasar lautnya. Di sini merupakan tempat yang sangat cocok sekali untuk berfoto dengan Ikan Nemo dan ikan2 kecil di daerah spot snorkling dekat Pulau Tengah. Di pulau ini juga terdapat penangkaran hiu tapi masih dalam proses pengembangan. Keadaan daratan Pulau Tengah datar dengan mayoritas ditumbuhin pohon kelapa. Di pulau ini sudah dibangun dermaga kecil dari kayu sehingga (sebelumnya) kapal-kapal kecil/kapal nelayan bisa bersandar di pulau ini. Sayang yah!!   Spot 2.2. Pulau Cilik Letaknya lebih ke arah Timurnya Pulau Tengah, dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 15-20 menit. Pulau Cilik merupakan salah satu dari 8 pulau yang digunakan untuk daerah wisata bahari dan nelayan. Sesuai dengan namanya, Pulau ini kecil ukurannya, luas sekitar 2 ha saja. Terdapat dermaga cantik, ayunan dengan tali maupun hammock serta pemandangan Bukit Seruni sebagai spot foto-foto cantik. XiaoYing_Video_1473941066894.mp4   Sebelum singgah di Pulau Cilik terlebih dahulu kami snorkeling di dekat situ selama kurang lebih 1-1,5 jam. @Pulau Cilik Disini pantainya bersih sekali dari karang-karang tajam, yang ada hanyalah rumput laut, jadi aman buat sekedar berfoto ataupun duduk2 berendam di air laut. Setelah puas foto-foto dan berendam, selanjutnya acara kami adalah menikmati barbeque-an berupa ikan yang langsung dibakar dilokasi, sehingga memang berasa fresh sekali ikannya. Bagi yang menginginkan minuman selain air mineral yang memang disediakan oleh TO, kita juga bisa memesan minuman lainnya di sebuah warung kecil yang juga menjual mie instant dan sedikit snack. Kami pun melahap ikan barbeque tersebut sambil memesan mie instant goreng…  mmm.. Yummyy…. View Bukit Seruni Lunch Barbeque Fish @ P.Cilik Kami di pulau Cilik kurang lebih sekitar 2 jam lamanya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Pulau Gosong.   Spot 2.3. Pulau Gosong Seperti biasa, setiap ada rute jalan-jalan yang mengunjungi pulau-pulau, pastilah ada 1 pulau yang merupakan icon dari perjalanan itu, yang artinya pemandangannya paling top dari semuanya. Nah, kali ni kita dibawa ke Pulau Gosong, yang mana sebenarnya pulau ini bukanlah merupakan bagian dari 27 pulau di Karimunjawa, mengapa demikian? Karena pulau ini terkadang terlihat terkadang tidak, lho koq gitu? Iya.. karena pada saat air pasang pulau ini akan tenggelam. Beruntung pada hari itu rombongan kami masih bisa menikmati keindahannya meskipun pulaunya sekitar 95% terendam air laut, tetapi tidak terlalu dalam koq dan masih tersisa secuil harapan dan asa… untuk berfoto dengan gaya extreme… hahaha… Berdiri @Pantai Gosong Setelah berfoto-foto kami juga masih bisa bersnorkeling ria di daerah sekitar pantai Pulau Gosong ini dan memang viewnya bagus banget lho. Berikut penampakannya. @Pantai Gosong (saat air pasang) Dipulau ini kami menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam.   Spot 2.4. Pulau Menjangan Besar (Penangkaran Hiu) Merupakan tujuan akhir dari perjalanan kami di Karimunjawa. Pulau Menjangan Besar merupakan Pulau terbesar kedua setelah Pulau Karimun Jawa dimana terdapat lokasi penangkaran hiu yang biasa diabadikan wisatawan untuk berfoto dengan hiu-hiu kecil disana. Letaknya ternyata dekat sekali dengan Pelabuhan Karimunjawa. Dari tempat kami berdiri juga sudah kelihatan dermaga Karimunjawa dimana tempat para wisatawan menginap termasuk kami. Jaraknya hanya sekitar 5-7 menit saja dari Pelabuhan. Rombongan kami tidak ada seorangpun yang berminat untuk berfoto dengan hiu-hiu yang di penangkaran seperti pada umumnya wisatawan yang berkunjung. Tidak berminat…?? Mmm… tepatnya sih Tidak berani… hihihi… takut disergap Hiu. “Wujud” tempat Penangkaran Hiu lebih ke sebuah pondokan besar dengan kantin kecil disamping kirinya. Tersedia 2 buat “kolam“ yang cukup besar bagi peserta tour yang berani masuk air untuk foto dengan Hiu. Pulau ini juga sudah dibeli oleh pihak swasta sehingga harga tiket masuk yang semula sekitar Rp 10.000 sd/ 15.000 per orang sudah naik menjadi Rp 40.000,-/orang. Dan amazingnya lagi, tariff tersebut bukan hanya tariff berfoto lho, tetapi tariff sejak kita menginjakkan kaki di kayu pijakan pertama. Guide kami sempat memberikan trik-trik apabila di antara kami ada yang berminat untuk foto dengan hiu-hiu tersebut. Meskipun ukurannya kecil tetap saja tidak menutup kemungkinan kita bisa digigit lho. Gimana caranya agar tidak digigit? Caranya… Jangan pernah memasukkan tangan maupun jari-jari tangan ke dalam air tempat kita berfoto dengan hiu karena akan dikira ikan-ikan kecil. Lho koq bisa? Jadi biasanya kita sebagai manusia tentunya tidak akan luput dari dosa… eh salah… tidak akan luput dari human error dan lupa. Lupa bahwa ikan itu akan terpancing menghampiri dan tertarik untuk menggigit apabila ada gerakan2 yang timbul di dalam air. Nah untuk mengantisipasi hal tersebut maka disarankan dengan sangat untuk tidak memasukkan tangan dan jari2nya ke dalam air, tetap lah di atas udara. Terus ada yang bertanya.. apa pernah ada kejadian? Yup. Pernah. Ada yang pernah dicaplok tangan dan jarinya karena lupa untuk mengangkat tangannya begitu nyemplung, untung hiunya belum besar-besar banget sehingga yang digigit tidak sampe putus, hanya luka-luka saja. Amiiinn….   Makanyaaaa… akhirnya rombongan kami hanya nontonin orang yg foto aja dari kapal, dan akhirnya 5 orang dari kami malah tertarik untuk main water sportnya… hahaha.. nyasar yach… yah begitu lah yang terjadi…!! @Pulau Menjangan Besar  Setelah puas menonton yg main water sport yg diputarin ke tengah laut sebanyak 4x putaran, akhirnya kami memutuskan kembali ke Pelabuhan untuk istirahat saja, haripun sudah sore, waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB.   Malam harinya kami benar-benar berniat untuk mencicipi menu seafood yang namanya Udang Topeng… sayang sekali kami terlambat, udang topengnya sudah habis, yang tersisa lobsternya doank. Padahal saat itu baru pukul 07.00WBI malam lho. Yaaa… gak jadi lagi deh. Ternyata memang udang topeng favorit di sana. Puas berkeliling, kamipun kembali lagi ke hotel untuk beristirahat atau sekedar nonton TV dan ngobrol-ngobrol ngolar-ngidul.   Day 3 : Karimun Jawa – Semarang Setelah sarapan, rombongan pun bersiap-siap untuk berangkat ke Pelabuhan  untuk kembali ke Jepara dan melanjutkan perjalanan menuju Semarang dengan Kereta Gumarang jam 20.05 WIB menuju Jakarta. Jadwal kapal Express Bahari yang semula berangkat dari Pelabuhan Karimunjawa ke Pelabuhan Kartini, Jepara adalah pukul  11.00WIB tetapi sekitar pukul 09.30WIB kami diinfokan jadwal keberangkatan kapal dimajukan menjadi pukul 10.00WIB dikarenakan ada info dari BMKG akan ada ombak. Jadilah kami yang tadinya santai-santai ngobrol-ngobrol langsung bubarrr jalan dan bergegas berkemas… takut gak bisa balik Jakarta tepat waktu. Selesai sudah acara kami kali ini. Semua kenangan indah kami bawa bersama kami kembali ke Jakarta berikut foto-foto dan cerita kami selama perjalanan. Benar memang kata orang-orang di luar sana, Karimunjawa memang tempat yang bagus bagi traveler yang mencintai aktifitas laut. Meskipun perjalanan pergi dan pulangnya disertai perasaan deg-degan takut kapalnya terbalik karena terhempas ombak dan gak bisa pulang tepat waktu, tetapi semuanya terbayarkan sudah dengan segala yang kami dapatkan di sana… Bye Karimunjawaaaa…!!! Nantikan kami di lain kesempatan yaaahhh…. Kami kan kembaliii lagiiii…!!! PS. Special thanks to karimunjawaonline tour & travel, thanks to our guide especially double Yon (Mas Yono & Mas Yonies). Thanks juga buat Pakde Eko Agus atas rekomendasinya!!   Info tambahan: 1.   Harga Popmie = Rp 10.000,-/cup 2. Harga Indomie kuah/goreng + telor (Pulau Karimunjawa & pulau2 sekitarnya) = Rp 10.000,-/bungkus 3. Harga Indomie kuah/goreng + telor (Warung Pelabuhan Kartini) = Rp 13.000,-/bungkus 4. Perlengkapan tambahan selain untuk bermain air adalah Autan, Soffel atau sejenisnya (nyamuknya di pulau karimunjawa gede-gede) XiaoYing_Video_1473591203249.mp4