• 0
evichandrawati

Cari Temen (cewe) Sharing cost ke Maldives 28 Maret - 1 April 2018

Question

Hallo saya Evi,

Saya dan 1 teman saya mau ke Maldives 28 Maret - 1 April. Kita mau cari 1 orang lagi biar cost nya lebih hemat. Berikut itinerary nya

28 Maret

Jkt - Male (Kita pake AA, Landing 20:30)

Transfer ke Maafushi island by Speedboat (jadwalnya jam 22:00, jd penerbangannya ga bs lewat dari ini)

29 Maret

Keliling pulau Maafushi, Bikini Beach, sunset.

30 Maret

Snorkeling, Sand Bank & Dolphin View

31 Maret

Resort day trip. Gak nginep di Resort, tapi tetep bisa poto ala-ala di resort.

1 April

Kembali ke kota Male (Ferry). Kalo bosen di kota Male dan dirasa belum gosong, kita bisa nyebrang ke public beach dan foto2 background nya laut + kota Male.

Penerbangan balik ke Jakarta by AA (jam 9 maleman)

 

Biaya share cost 4 Juta - 4.2 juta. Bisa cek di open trip nya Maldiveslowbudget(dot)com, cost nya 4.799K belum termasuk RESORT DAY TRIP. Total 6.5 juta - 7 juta. Kalau SC inj mau ditekan bisa, tapi konsekuensinya di waktu dan punggung .. Contohnya D1 tidur di airport.. Transfer ke Maafushi pake Ferry PP (2 jam dan hanya ada jam 10 & jam 3, speedboat 30 menit).

Rinciannya:

1. Penginapan 4 malem 1.400.000

2. Transport (1x speed boat + 1x Ferry) 420.000

3. Snorkeling package (Lunch, soft Drink, gear) 560,000 - 700,000 (kalo disana banyak barengan bs lebih murah)

4. Resort day trip (Entrance fee, transfer pp, Lunch Buffet, Unlimited drink non / alcohol) 1.680.000

Yang gak termasuk

1. Tiket Pesawat. AA lagi promo penerbangan pagi. Kalo jadwal sama sekitar 3.7 juta

2. Makan malem

3. Lunch tgl 29 maret dan tgl 1 April

 

Yang minat bisa kontak WA saya 081572179990

 

IMG_1515626877111.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

4 answers to this question

  • 0
1 hour ago, evichandrawati said:

1. Tiket Pesawat. AA lagi promo penerbangan pagi. Kalo jadwal sama sekitar 3.7 juta

@evichandrawati 3.7 jt ini udh termasuk bagasi apa blm? kk saya pernah ke Maldives dan dia bilang mending bekel aqua literan byk2 krn mahal2 beli aer disana. tp itu mungkin krn dia nginep di resort sih..:huh:

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
2 hours ago, Gulali56 said:

@evichandrawati 3.7 jt ini udh termasuk bagasi apa blm? kk saya pernah ke Maldives dan dia bilang mending bekel aqua literan byk2 krn mahal2 beli aer disana. tp itu mungkin krn dia nginep di resort sih..:huh:

 

Cuman cabin aja.. disana air lumayan mahal.. lbh baik beli di Male dulu sebelum ke Maafushi.. bedanya sekitar 4 rufiyah.. @Gulali56

1 hour ago, AL-Akbar said:

cuma boleh cewe? :terharu @evichandrawati

Soalnya kan sekamar.. kecuali mau tanggung kamar sendiri.. share cost di snorkeling sama resort trip nya (boat nganter ke resort nya) @AL-Akbar

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By vie asano
      Kalau menyebut kata “pantai berpasir putih”, “cottage dengan pemandangan laut lepas”, “cottage dengan pantai pribadi”, “laut biru jernih”, dan “destinasi bulan madu”, biasanya orang akan langsung terbayang pada suasana Maladewa.
      Ya, Maldives, atau versi Indonesia-nya disebut Maladewa, memang termasuk salah satu destinasi bulan madu populer di dunia. Pesonanya yang kuat sanggup membuat wisatawan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, datang berkunjung kesana. Padahal, secara geografis, Maladewa termasuk sulit dijangkau. Kalian harus beberapa kali naik kendaraan, apalagi jika tujuan kalian adalah resort-resort private yang hanya bisa dijangkau dengan menggunakan pesawat carter. Belum lagi biaya sewa cottage-nya, yang mungkin harga per-malam-nya bisa setara dengan gaji sebulan.
      Dengan kata lain, liburan ke Maladewa itu bisa menguras tabungan kalian hingga ke titik terendah.
      Tapi tunggu, jangan sedih dulu. Buat kalian yang bercita-cita mencicipi liburan ala Maladewa tapi budget-nya hanya cukup sampai Malangbong saja, jangan dulu sedih. Ternyata, di Indonesia pun bertabur spot-spot yang kerap dianggap sebagai “Maladewa-nya Indonesia”. Jika budget kalian belum mencukupi untuk main ke Maladewa, coba lirik beberapa spot keren berikut ini. Siapa tahu ada yang lokasinya lebih terjangkau dari daerah kalian, dan budget-nya lebih ramah kantong dibanding memaksakan diri untuk terbang ke Maladewa.
      *             *             *             *             *
      1. Mari Mulai Dengan Pulo Cinta, Primadona Wisata Baru di Gorontalo

      Pulo Cinta Eco Resort, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Deskripsi Umum
      Pernah mendengar nama Pulo Cinta? Atau setidaknya mungkin kalian pernah melihat gambar sebuah kompleks cottage di tengah laut, yang masing-masing cottage-nya dihubungkan dengan jalan setapak berbentuk hati.
      Yes, itulah Pulo Cinta.
      Pulo Cinta merupakan sebutan untuk sebuah kompleks eco resort yang berada di wilayah Gorontalo. Dalam waktu beberapa tahun terakhir, resort ini memang mencuri perhatian banyak traveller sekaligus honeymooners karena konsepnya yang unik. Pulo Cinta ini dirancang terletak di tengah laut, mengelilingi pulau pasir kecil berbentuk hati, dan memiliki jalan setapak dengan bentuk hati pula. Hmm, dengan penjelasan singkat itu saja kalian mungkin sudah bisa menebak kenapa pulau ini laris manis bagi honeymooners, kan?

      Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Daya Tarik Pulo Cinta
      Tentu saja daya tarik Pulo Cinta ini lebih dari sekedar bentuknya yang mengikuti bentuk hati saja. Secara konsep, Pulo Cinta ini juga menarik karena menawarkan konsep eco resort. Sebagai contoh, listrik di resort ini dihasilkan oleh solar panel. Resort Pulo Cinta ini juga memiliki unit-unit yang dirancang dengan konsep ala rumah tradisional, sehingga udaranya tetap terasa sejuk sekalipun tanpa penyejuk udara.
      Selain itu, Pulo Cinta juga menarik karena memiliki suasana ala Maladewa. Unit cottage di tengah lautan biru, ditambah dengan banyaknya aktifitas air yang bisa kalian lakukan disini – mulai dari diving, snorkeling, dan lain-lain – membuat Pulo Cinta ini kerap disebut sebagai Maladewa-nya Indonesia.

      Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Akomodasi
      Pulo Cinta ini memiliki 15 cottage dengan besaran luas yang berbeda-beda, mulai dari villa 1 kamar tidur, hingga villa 3 kamar tidur seluas 212 meter persegi. Harga sewa per-malam-nya bisa berbeda-beda. Namun rata-rata unit cottage di Pulo Cinta ini dapat disewa mulai dari 3 jutaan hingga 5 jutaan per-malam. Jauh lebih terjangkau dibanding pergi ke Maladewa kan?

      Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Cara Menuju ke Pulo Cinta
      Jika berangkat dari Jakarta, kalian bisa naik pesawat dengan tujuan Gorontalo. Setelah mendarat, kalian harus naik mobil selama kurang lebih 2 jam menuju Boalemo Regency, dilanjutkan dengan naik perahu selama 25 menit menuju Pulo Cinta.
      *             *             *             *             *
      2. Masih di Indonesia Timur, Ada Pantai Ora yang Siap Membius Para Pendamba Maladewa

      Resort di Pantai Ora, via inspirasimagz
      Deskripsi Singkat
      Pantai Ora termasuk salah satu destinasi wisata di Indonesia yang kerap disandingkan dengan Maladewa. Pantai yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, ini memang memiliki hal-hal yang mengingatkan orang akan Maladewa. Sebut saja pantainya yang berpasir putih, dengan suasana lautan tenang yang membentang di sekitarnya. Karenanya, nggak heran kalau pantai ini kerap dilirik oleh mereka yang ingin mencicipi suasana ala Maladewa versi Indonesia.

      Pantai Ora, via exoticorabeach
      Daya Tarik Pantai Ora
      Selain memiliki pantai berpasir putih dan lautan yang biru jernih, laut di sekitar Pantai Ora ini memiliki kekayaan alam bawah laut yang luar biasa. Terumbu karang dan biota lautnya menjadi sebuah sihir yang bisa memikat wisatawan untuk jauh-jauh datang ke Maluku dan mengunjungi Pantai Ora. Saking kayanya biota laut di Pantai Ora, kalian nggak perlu menyelam terlalu dalam untuk menikmatinya. Cukup menyelam 2-3 meter saja segala pesona laut Pantai Ora sudah bisa kalian kecap. Asyik kan?
      Tak hanya memiliki laut yang cantik, di Pantai Ora juga terdapat beberapa obyek wisata lain. Misalnya saja Taman Nasional Manusela. Selain itu kalian juga dapat melakukan aktifitas island hopping dengan mengunjungi beberapa pulau kecil di sekitar Pantai Ora. Jadi, nggak perlu takut mati gaya deh selama di Pantai Ora!

      Ora Beach Resort, via exoticorabeach
      Akomodasi di Pantai Ora
      Di Pantai Ora, ada sebuah resort yang menawarkan suasana ala Maladewa, yaitu Ora Beach Eco Resort. Resort ini memiliki cottage-cottage yang dirancang berdiri di atas laut. Harga sewanya dihitung per-orang, dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena jumlah cottage-nya sangat terbatas, ada baiknya kalian langsung menghubungi pihak Ora Beach Eco Resort jika ingin menginap disana.

      Ora Beach Eco Resort, via exoticorabeach
      Cara Menuju Pantai Ora
      Cara paling mudah menuju Pantai Ora adalah dengan lebih dulu mengakses Ambon. Setelahnya kalian dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Hulnara, Tuleho, dilanjutkan dengan naik kapal feri menuju pelabuhan Amahai di Pulau Seram. Dari Pelabuhan Amahai, kalian dapat menyewa kendaraan menuju Desa Saleman (kira-kira 2,5 jam) hingga tiba di pelabuhan, dan lanjut naik perahu bermesin kecil menuju Pantai Ora (perjalanan kurang lebih 15 menit).
      *             *             *             *             *
      3. Pulau Dodola, Morotai, Juga Menawarkan Sekeping Pesona Ala Maladewa Lho!

      Pulau Dodola, via pulaumorotaikab
      Deskripsi Singkat
      Kawasan Indonesia Timur, khususnya Maluku, memang menawarkan banyak pesona keindahan alam yang kerap disamakan dengan Maladewa. Selain Pantai Ora, daerah lainnya yang kerap disebut sebagai kembaran Maladewa adalah Pulau Dodola. Pulau ini memang memiliki pesona yang mengingatkan pada Maladewa, mulai dari pantainya yang putih bersih dan alam bawah lautnya yang indah. Namun ternyata ada hal lain yang membuat Pulau Dodola ini memiliki ciri khas tersendiri. Hmm, kira-kira apa ya?

      Pulau Dodola, via traveloista
      Daya Tarik Pulau Dodola
      Pulau Dodola ini sebetulnya terdiri dari dua pulau: Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Uniknya, kedua pulau ini baru akan tersambung saat laut sedang pasang surut. Pada momen itu, jalan pasir akan terbentuk, dan wisatawan dapat menyeberang tanpa harus berbasah ria. Unik kan?
      Selain itu, Pulau Dodola ini menawarkan pemandangan laut yang indah: hijau kebiru-biruan, dengan pantai berpasir putih. Alam bawah lautnya pun keren, dan disini terdapat setidaknya 13 spot favorit untuk melakukan diving. Bahkan karena di sekitar pulau terdapat beberapa bangkai kapal dan pesawat terbang yang telah tenggelam, kalian bisa menemukan banyak view unik jika menyelam di sekitar Dodola.
      Menariknya, sekalipun kerap disandingkan dengan Maladewa, ternyata Pulau Dodola ini adalah pulau tak berpenghuni lho. Jadi suasana di tempat ini lebih terasa alami karena tidak terlalu terjamah oleh tangan-tangan manusia.  

      Pulau Dodola, via ituberita
      Akomodasi
      Karena Pulau Dodola ini nggak berpenghuni, jangan mengharap ada cottage terapung di atas laut layaknya cottage di Maladewa, ya. Namun tenang, bukan berarti kalian harus camping kalau ingin mengunjungi pulau ini. Di sekitar Dodola ada beberapa cottage yang disewakan oleh pemerintah setempat. Untuk mendapatkan informasi tentang cottage tersebut, kalian dapat langsung menghubungi kantor pariwisata yang terletak di kota Daruba, Morotai.

      Pulau Dodola, via 4lightsnews.online
      Cara Menuju Pulau Dodola
      Salah satu cara termudah mencapai Pulau Dodola adalah dengan terlebih dulu pergi ke Ternate. Dari sana kalian bisa naik pesawat Cessna menuju Morotai (durasi perjalanan 45 menit), dilanjutkan dengan naik speedboat menuju Pulau Dodola.
      *             *             *             *             *
      4. Beralih ke Kalimantan Timur, Bersiaplah Terpesona Dengan Keindahan Pulau Maratua

      Pulau Maratua, via maratua
      Deskripsi Singkat
      Nama Pulau Derawan sudah sangat populer sebagai salah satu destinasi wisata bahari favorit di Kalimantan Timur. Banyak penyelam kelas dunia yang suka banget mendatangi Derawan untuk mengagumi pesona alam bawah lautnya. Namun, tahukah kalian kalau tak jauh dari Pulau Derawan terdapat sebuah pulau yang kerap disandingkan dengan nama Maladewa?
      Pulau Maratua, demikian nama pulau ‘kembaran Maladewa’ tersebut, memang jaraknya nggak terlalu jauh dari Pulau Derawan. Kalian hanya memerlukan waktu kira-kira 1 jam naik speed boat untuk mencapai pulau yang terletak di Laut Sulawesi tersebut. Memang, untuk mencapai Pulau Maratua membutuhkan upaya yang nggak mudah, karena pulau tersebut menjadi salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Namun, segala perjuangan mencapai Maratua akan langsung terbayar setelah kalian melihat langsung kepingan Maladewa disana.

      Maratua, via Maratua Island Resort/facebook
      Daya Tarik Pulau Maratua
      Daya tarik utama Maratua bisa jadi terletak pada lokasinya yang nggak begitu jauh dari Pulau Derawan. Mengingat Pulau Derawan sudah lebih dulu populer, faktor kedekatan dengan pulau tersebut jelas menjadi nilai tambah tersendiri bagi Maratua.
      Selain itu, Pulau Maratua juga memiliki pesona alam bawah laut yang nggak kalah dengan Pulau Derawan. Lautnya biru jernih, alam bawah lautnya sangat kaya, serta spot penyelaman yang sangat bervariasi, menjadi daya tarik lain yang ditawarkan oleh Maratua. Jangan lupakan juga pesona pantai berpasir putih, dan suasana yang tenang di sekitar pulau, yang siap menyihir para wisatawan yang sudah jenuh dengan hiruk pikuk perkotaan.

      Maratua, via maratua
      Akomodasi
      Penginapan yang paling terkenal di Maratua adalah Maratua Paradise Resort. Resort ini memiliki unit-unit cottage yang dirancang dengan bentuk yang mengingatkan pada unit cottage di Maladewa. Wisatawan dapat memilih unit cottage yang berdiri di atas laut, atau unit cottage yang dibangun di tepi pantai. Biasanya, unit yang berada di pantai memiliki harga sewa yang jauh lebih murah dibanding unit yang berada di atas air.
      Namun, jika kalian merasa harga sewa unit di resort tersebut akan mencekik kantong, kalian dapat melirik aneka homestay yang ditawarkan oleh penduduk setempat. Harganya biasanya jauh lebih murah (mulai dari kisaran 150 ribuan) dibanding menyewa unit resort. Hanya saja, ada harga ada rupa. Aneka homestay tersebut pastinya memiliki lokasi yang kurang strategis dibandingkan aneka resort lepas pantai. Jadi semuanya kembali pada kalian, apakah lebih berminat menyewa cottage atau tinggal di homestay.

      Pulau Maratua, via maratua
      Cara Menuju Pulau Maratua
      Untuk mencapai Pulau Maratua, kalian bisa lebih dulu terbang ke Kota Balikpapan. Dari Balikpapan, kalian dapat naik penerbangan menuju Berau. Selanjutnya, kalian dapat naik perahu menuju Maratua. Atau, jika kalian menginap di Maratua Paradise Resort, kalian dapat menghubungi pihak resort untuk minta dijemput di bandara.
      *             *             *             *             *
      5. Last But Not Least, Ujung Barat Indonesia Pun Memiliki Sepenggal Pesona Maladewa di Pantai Iboih

      Pantai Iboih, via chipago
      Deskripsi Singkat
      Beralih ke ujung barat Indonesia, ada Pantai Iboih yang pesonanya nggak kalah dengan Maladewa. Bahkan Pantai Iboih ini kerap dibanding-bandingkan dengan Maladewa, walau sebetulnya pantai ini memiliki sisi eksotis lain yang tidak dimiliki oleh Maladewa (lihat di bagian ‘Daya Tarik Pantai Iboih).
      Ngomong-ngomong, Pantai Iboih ini terletak di Pulau Weh, Sabang. Nama resminya adalah ‘Teupin Layeu’, dan pulau ini sudah lama populer di kalangan para backpackers penggemar pantai. Jadi jangan heran kalau saat kalian berwisata ke Pulau Iboih, kalian akan bertemu dengan banyak wisatawan mancanegara yang sudah menginap disana selama berminggu-minggu.

      Iboih, via iboihinn
      Daya Tarik Pantai Iboih
      Pantai Iboih dikenal memiliki alam bawah laut yang indah banget. Saking indahnya, kalian nggak perlu menyelam untuk tenggelam dalam pesona keindahan alam bawah lautnya, karena banyak yang bisa kalian lihat dari permukaannya saja. Tapi jika ingin lebih puas, kalian dapat melakukan berbagai aktifitas rekreasi seperti snorkeling maupun diving.
      Daya tarik lainnya, di sekitar Pantai Iboih terdapat hutan lindung yang menambah eksotisme pemandangan di sekitar Iboih; yang nggak akan kalian temukan di Maladewa. Perpaduan antara hutan lindung dan lautan yang biru jernih membuat suasana di Pantai Iboih ini bak surga dunia. Apalagi Pantai Iboih memiliki pantai berpasir keemasan. Jadi, jangan heran kalau banyak banget wisatawan dan backpacker yang betah berlama-lama di Iboih.
      Tambahan info lainnya, jika bosan dengan aktifitas bertema pantai dan laut, kalian juga dapat melakukan penjelajahan hutan. Aktifitas tersebut lumayan disukai wisatawan, terutama karena di hutan terdapat banyak spesies eksotis.
      Selain itu, di sekitar Pantai Iboih pun terdapat beberapa spot kuliner lezat. Kalian dapat mencicipi kuliner khas seperti Sate Gurita, maupun bertualang kuliner di berbagai tempat makan yang ada di sekitar Iboih. Kalian juga dapat mencicipi rujak buah Pulau Klah, mencicipi mie jalak, atau membeli salak khas Sabang. Jadi, nggak hanya mata saja yang akan puas menikmati pemandangan indah, tapi perut pun bisa dimanjakan dengan berbagai kuliner khas Iboih.

      Iboih, via asiamedan
      Akomodasi
      Pantai Iboih memang tidak memiliki akomodasi dengan konsep cottage ala Maladewa yang berdiri lepas pantai. Namun di sekitar dermaga dan tak jauh dari pantai, terdapat berbagai jenis akomodasi yang bisa kalian pilih, mulai dari wisma, hostel, hotel, hingga resort. Di sepanjang pantai pun terdapat beberapa bungalow yang dapat kalian sewa, jika menginginkan akomodasi yang jaraknya sangat dekat dengan pantai dan laut.
      Beragamnya jenis akomodasi di Pantai Iboih jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kalian dapat memilih aneka tipe penginapan yang sesuai dengan selera maupun budget wisata. Umumnya harga sewa kamar di sekitar Pantai Iboih ini dimulai dari kisaran 75 ribuan hingga 2,5 jutaan per-malam.

      Iboih, via pinterest
      Cara Menuju ke Pantai Iboih
      Jika berasal dari luar Aceh, maka pertama kalian harus pergi dulu ke Banda Aceh. Dari sana kalian dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ulue-Lue, dan kemudian lanjut naik feri atau speedboat ke Sabang. Selanjutnya, dari Pelabuhan Sabang, kalian dapat menuju ke Pulau Weh untuk mencapai Pantai Iboih.
      *             *             *             *             *
      Baca juga tulisan lainnya tentang Maladewa:
      Welcome to Meldaifs, Eh Maldives! 
      Backpacking ke Maldives? Why Not! 
      Mau Makan dan Tidur ‘Gratis’ di Maldives? Baca Infonya Disini. 
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) dengan tanpa adanya proses editing tambahan selain resizing.
    • By Tarmizi Arl
       
      Salah satu resort mewah Maldives via storify.com
      Hai Gengs Jalan-jalaner !
      ‘Udah pernah ke Maldvies? Atau Pengen banget kesana kayak gue?’
      Ya, Maldives atau Maladewa memang kerap menjadi list cita-cita destinasi wisata bagi banyak orang. Alam bahari yang kerap disebut surga dunia memang tidak bisa dipungkiri keindahannya. Ditambah lagi, pamornya yang tinggi dan ada rasa prestisius tersendiri bagi wisatawan yang kesana membuat Maladewa seolah menjadi magnet bagi banyak orang untuk dapat menabung dan mewujudkan ambisi ke sana.
      Menariknya lagi, sekarang sudah mulai bermunculan tiket pesawat berpromo-promo khusus ke Maladewa yang umumnya melalui/via Kuala Lumpur. Ibarat angin segar, hal ini membuat kunjungan ke Maladewa semakin dekat dimata.
      Tetapi, sebelum benar-benar mendapatkan tiket kesana, apalgi tiket promo yang seringkali mendadak, ada baiknya kamu sudah mengenal terlebih dahulu seputar negara kepulauan satu ini.
       
      1.Dimana Maldives Berada?
      Sebelum membahas ini itu lebih jauh, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu dimana itu Maladewa. Biar lebih mudah, kita lihat saja lokasi Maldives dalam peta dunia berikut.
       
      Titik Lokasi Maldives dalam peta  via google map
      Terlihat dimana pulaunya? Begitu kecilnya kepulauan di Selatan Negara India yang berada di antara perairan Laut Arabian dan Samudera Hindia. Dalam peta diatas, bahkan pulau-pulaunya tidak terlihat ketika skala peta di perkecil. Begitulah Maldives, negara kepulauan yang sangat kecil bahkan kabarnya jika pemanasan global benar-benar dahsyat terjadi dan kutub mencair, Maldives menjadi negara yang terancam keberadaannya. Tak berlebihan nampaknya karena Maldives menjadi negara dengan permukaan terendah di dunia. Rata-rata ketinggian Maldives hanya 1,5 mdpl dengan puncak tertinggi hanya 2,3 mdpl.
      Agar lebih jelas, yuk kita lihat peta Maldives
       
      Peta Negara Maldives via leisuredm.com
       
      2. Mengenal Republik Maldives
      Maladewa merupakan negara merdeka berbentuk Republik. Negara ini merdeka di tanggal 25 Juli 1965 dimana sebelumnya Maladewa masih menjadi anggota koloni Inggris. Maladewa dipimpin oleh Presiden yang menempati istana bernama Muliaage.
       
      Muliaage, Istana Presiden Maldives via en.wikipedia.org
      Kepulauan di Maladewa terdiri atas sekumpulan atol atau pulau-pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna. Kondisi alam inilah yang juga membuat Maladewa spesial. Tercatat ada 1.192 pulau karang di Maladewa dan hanya sekitar 200 pulau yang dihuni.
      Nama Maldives atau Maladewa sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu mala yang berarti untaian dan dvipa yang berarti pulau. Ya, nama yang memang sangat cocok untuk Maldives yang memang berupa untaian pulau-pulau memanjang dari utara hingga selatan.
       
      3. Menyapa Penduduk Maldives
      Banyak yang belum tahu bahwa Maladewa bisa dikatakan sebagai negara Islam Modern. Lebih dari 99 persen penduduk ini beragama islam dari sekitar 350.000 jiwa. Muslim negara ini sendiri terbilang cukup taat dimana sebagian besar wanitanya mengenakan jilbab. Kebudayaan dan nilai-nilai Islam juga erat bagi mereka meskipun tak bisa dipungkiri pengaruh nenek moyang akan kepercayaan supranatural dan tradisi Budha beralkulturasi juga disini.
       
      Salah satu wanita Maldives via appletonaltrusa.com
      Penduduk Maladewa sendiri disebut sebagai orang Divehi. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yaitu yang mendiami Ihavandippula/Haa Alif hingga Haddummathi (wilayah Utara), yang mendiami wilayah Selatan, serta penduduk Minicoy yang berada di wilayah teratas, dekat India.  Secara etnis, penduduk Maladewa dibagi menjadi 4 bagian yaitu Sinhalese, Dravida, Arab, serta Afrika. Ada juga suku Indian, tetapi jumlahnya sangat kecil.
      Bahasa resmi Negara beribukota di Male ini ialah Bahasa Divehi. Sepintas, jika mendengar orang sana berbicara, cukup mirip dengan bahasa India. Tapi untuk berkomunikasi bagi turis tak perlu khawatir, karena sebagian besar warga Maladewa paham berbahasa Inggris.
       
      4. Cara Ke Maldives
      Sampai sekarang, belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Maladewa. Penerbangan harus transit dahulu di Kuala Lumpur ataupun Singapura. Tarifnya juga beragam, biasanya tarif termahal yaitu saat high season yaitu di musim panas, antara bulan Desember hingga April. Perjalanan udara dari Singapura misalkan menuju Maldives ialah sekitar 4,5 jam dengan perbedaan waktu antara Maladewa dan Indonesia (WIB) ialah 2 - 3 jam lebih lama.
       
      Pulau, Bandara Ibrahim Nasir, via pinterest.com
      Bandara tujuan penerbangan di Maldives bernama Bandaranya Ibrahim Nasir di Pulau Hulhule. Uniknya, pulau ini isinya ya khusus bandara saja meskipun memang sudah ada jalan penghubung dengan pulau terdekatnya yaitu Pulau Hulhumale, sebuah pulau reklamasi. Jadi, sesampainya di Bandara, wisatawan harus langsung menaiki kapal atau langsung menyambung penerbangan domestik.
      Jika kamu sempat mengeksplore bandara ini, maka kamu juga akan melihat deretan pesawat kecil di perairan. Pesawat-pesawat domestik ke berbagai pulau ini akan lepas landas juga dari perairan. Pemandangan langka tentunya yang sangat menarik.
       
      5. Transportasi di Maldives
      Jika bandaranya saja hanya berada di satu pulau, sudah terbayang bahwa mobilitas di kawasan Maladewa ialah mengandalkan moda transportasi air. Begitupun ketika sampai di bandara dan ingin langsung ke pusat kota, maka kapal menjadi pilihannya. Di Bandara ini sendiri sudah langsung terhubung dengan terminal ferry. Kecuali jika kamu mau menuju Pulau Hulhumale, maka tersedia Bus seharga sekitar 15 MVR atau Rp 13.200.
      Kota terdekat dari pulau bandara ialah ibukota negaranya yaitu Kota Male. Dari bandara, kapal menuju Kota Male selalu tersedia dengan tarif sekitar 10 MVR atau sekitar Rp 8500 saja. Perjalanan kapal hanya sekitar 10 menit saja.
      Tapi perlu diketahui bahwa dua pulau ini bukanlah pulau wisata. Isinya layaknya sebuah kota yang dipenuhi bangunan bertingkat. Jadi jadikan Male atau Hulhumale sebagai lokasi singgah saja jika memang tujuanmu mencari keindahan Maladewa seperti yang sering dilihat di berbagai media.
       
      Seaplane, salah satu transportasi antar pulau, via stylehiclub.com
      Selebihnya untuk mengeksplore berbagai pulau di Maldives, transportasi laut baik kapal ataupun pesawat air (seaplane) adalah pilihannya. Ketahuilah sekali lagi bahwa pulau-pulau di Maldives sangatlah kecil. Ibukotanya saja di Kota Male, luasnya hanya 5,8 km persegi. Ya, mungkin menjadi ibukota negara terkecil yang pernah kamu tahu.
       
      Taksi di Kota Male via gezimanya.com
      Sedangkan untuk Transportasi di dalam kota, taksi adalah pilihan yang tersedia. Hanya Kota Male dan Hulhumale yang tersedia taksi. Jumlahnya cukup memadai dengan tarif yang wajar, apalagi perjalanan dipastikan tidak akan lama karena kembali lagi bahwa pulau sangat kecil.
      ‘Lantas bagaimana dengan pulau lain jika tidak ada taksi?’ Itu hal yang tak pelru dirisawkan karena memang pulau lain tidak memerlukannya. Berjalan kakipun tak akan membuat lelah karena begitu kecilnya.
      Selain itu hal unik yang perlu diketahui ialah bahwa taksi di Maldives bisa sharing cost. Maksudnya, meskipun sudah ada penumpang di taksi, tetapi penumpang lain masih bisa turut masuk. Tentu ini dengan kesepakatan antar kedua belah pihak, jadi kamu bisa menolak jika tidak ingin.
       
      6. Perlukah Visa? Dan Apa Mata uangnya?
      Berbahagialah karena sekarang perjalanan wisata bagi turis Indonesia ke Maladewa tidak memerlukan Visa. Bebas visa ini untuk kunjungan dibawah 30 hari, angka yang lebih dari cukup tentunya untuk berwisata.
       
      Rufiyaa, mata uang Maldives via mamiefunky.blogspot.co.id
      Sedangkan mata uang, Maldives menggunakan mata uang Rufiyaa (MVR). Ya, Rufiyaa, sedikit mirip penyebutannya dengan mata uang kita. MVR 1 setara dengan sekitar Rp 850 – 900. Kurs ini terbilang cukup stabil dari tahun ke tahunnya. Di Maladewa sendiri, kamu tidak hanya bisa bertransaksi dengan Rufiyaa, tapi juga bisa menggunakan Dollar Amerika. Kurs 1 USD ialah sekitar 15 MVR. Tapi, menggunakan mata uang lokal bisa lebih menguntungkan karena biaya menggunakan uang lokal akan lebih hemat dibanding dollar. Untuk kamu yang mau menukarkan uang bisa langsung menukarnya di Bandara. Selain itu, perlu diketahui bahwa ATM hanya tersedia di sekitaran Bandara atau Pulau Hulhule, jadi siapkan uang langsung dari sana.
       
      7. Tentukan Tujuan Sejak Awal
      Seperti yang sudah di sebutkan berulang di poin sebelumnya, bahwa  pulau-pulau Maldives ialah pulau-pulau kecil yang tersebar ribuan. Untuk pergi ke antar pulau juga harus menggunakan kapal atau pesawat. Itupun jarak antar pulau sangat beragam dan dapat dipastikan akan memakan banyak waktu.
       
      Salah satu pulau resort di Maldives via virginholidays.co.uk
      Jadi, sebelum sampai di Maladewa, kamu harus sudah menentukan di pulau mana tujuanmu setidaknya untuk menginap. Tentukan dan sesuaikan juga dengan budget yang kamu punya agar tidak terbuang mubazir. Namun semua kembali kepada diri masing-masing, selagi kalian memang berencana berpindah-pindah lokasi, hal itu tentu mungkin saja. Terpenting, kamu sudah tahu dulu kondisi Maldives agar tidak kaget.
       
      8. Jumat adalah Hari Libur, Tidak Ada Kapal Umum yang Menyebrang
       
      Kapal Penyebrangan di Maldives via arenabeachmaldives.com
      Hal ini harus kalian ketahui. Sebagai negara bependuduk dan kuat akan nilai-nilai Islam, Maldives memberlakukan hari libur setiap pekannya yaitu di Hari Jumat. Makna libur ini bukan hanya untuk kantor tetapi termasuk untuk jasa penyebrangan umum. Kecuali untuk kamu yang menyewa satu kapal, hal ini masih mungkin dilakukan.
       
      9. Dilarang Pakai Bikini Sembarangan
       
      Papan Pemberitahuan Larangan Berbikini via expatoftheworld.com
      Kembali diingatkan bahwa Maldives sangat kental dengan peraturan Islamnya. Meskipun sudah begitu dikenal sebagai negara tujuan wisata pantai, tetapi peraturan tetap peraturan. Kalian yang perempuan tidak boleh memakai bikini di tempat publik, termasuk pantai publik.
      Meskipun dilarang di tempat umum, tetapi tetap disediakan lokasi-lokasi bebas. Biasanya jika di pantai umum, diberikan pembatas antara area dilarang berbikini dan yang boleh berbikini. Selain itu untuk pantai privat seperti resort, berbikini diperbolehkan.
      Selain soal bikini, alkohol juga dilarang dijual ataupun dibawa ke pulau-pulau lokal di Maldives. Meminum dan termasuk membawanya dari luar adalah tindakan illegal. Jadi jangan coba-coba, ya.
       
      10. Bagaimana dengan Biaya Hidup?
      Maladewa terbilang cukup tinggi untuk biaya hidupnya. Urusan makan contohnya, dalam sekali makan kamu mungkin harus menyisihkan uang sekitar Rp 100 ribu untuk menu standar. Sedangkan untuk penginapan mungkin masih bisa ditekan karena sudah mulai banyak penginapan murah di angka Rp 500 ribuan permalam. Tapi tentu ini adalah penginapan di tengah kota, sedangkan jika kamu mau di tepi pantai, sudah tentu akan lebih mahal.
      Khusus kamu yang Backpacker atau mencari biaya terendah, setidaknya ada 3 pulau yang dianggap paling cocok yaitu Maafushi, Gulhi, dan Guraidhoo. Ketiganya cukup populer bagi mereka yang ingin mengghemat tetapi dengan panorama yang tak kalah menakjubkannya. Lokasinya di sisi Selatan Kota Male dengan biaya kapal yang juga sangat murah yaitu sekitar MVR 22 atau hanya Rp 19.000.
    • By Ahook_

       
      Karena belum sanggup untuk nginap di resort selama di Maldives, alternatif lain adalah tinggal di hotel di pulau penduduk. Cukup sih buat aku walau hanya daily trip ke Adaaran Club Rinnalhi, bisa baca disini. Sekarang ini, sudah banyak sekali hotel yang memberikan penawaran harga yang cocok dikantong. Awalnya bingung, mau nginap dimana? Mau di pulau apa? Sempat ingin pindah- pindah pulau biar bisa datangi banyak tempat, dengan kata lain juga harus pindah- pindah hotel. Akhirnya, mantap dengan segala pertimbangan yang masuk akal, ke Maldives kan mau menikmati alamnya, kalau pindah- pindah kek gitu, bukannya bakalan habis waktu, tenaga, jadinya tidak maksimal.

      Sekitaran Maafushi Island
      Keputusan terakhir adalah pilih Maafushi Island, walau review dari travel blogger yang banyak kasih info kalau pulau ini ramai sama turis, terus kurang ini- kurang itulah. Tapi aku tetap berpegang teguh pada keinginanku. Toh, masing- masing orang punya gaya dan caranya tersendiri dalam menikmati hidupnya. Bebas, santai dan suka- suka. Dan setelah pulang dari sana, aku bilang, sama sekali tidak menyesal pilih Maafushi Island. Bahkan menjadi pilihan yang tepat.
       

      Kaani Beach Hotel View
      Maafushi Island menjadi pulau penduduk yang banyak sekali hotelnya. Luas pulau ini, bisa dijangkau habis dalam 30 menit kalau pakai sepeda. Nikmati pulau ini cukup dengan setengah hari saja, menurutku sudah cukup, dan selebihnya, bakalan bosan, seperti kebanyakan orang lain merasakan. So, kamu harus menikmatinya dengan caramu. Tidak harus beli daily trip sih ke resort ( baca disini ) atau beli paket Sandbank trip ( baca disini ), kalau kamu tahu cara menaklukkan medanmu.

      Receptionist
      Balik lagi tentang hotel, aku pilih Kaani Beach Hotel, yang punya review bagus dibeberapa situs penjualan kamar hotel secara online. Aku beli Rp 4 juta untuk 3 malam. Per malamnya Rp 1,3 juta, bagi 2 lagi sama teman, jadi per orang kena Rp 2 juta atau Rp 666.000 ,- lah. Belinya 3 minggu sebelum berangkat. Free sarapan pagi ( buffet ), free Wifi anywhere, kamar AC, hot shower included, kamar besar, punya meja tulis, lemari baju, kamar mandi oke pakai banget. ( Hahaha.. sebenarnya, ini tidak terlalu penting sih). Kemaren kesana tanggal 3 - 7 Mei 2016. Sempat inap 1 malam di Male. Bisa baca disini.

      Lobby hotel
      Kaani Beach Hotel berkesan banget buatku. Staff-nya ramah- ramah. Dari dermaga saja, service-nya bagus euy... Begitu turun dari ferry, eh, namaku tertera di papan penjemputan. Then, segala backpack dan lainnya, diangkut pakai dorongan ( terbuat dari kayu gitu ). Jalan kaki sekitar 10 menitan, ditemani staff lainnya yang jemput, diceritain ini itu, disambut dengan segala basa- basinya yang buat adem nih badan yang sudah mulai lelah.

      Kamar deluxe
      Paling seru, ketika welcome drink-nya disuguhkan. Kita diminta duduk di sofa lobi hotel, diperjelas oleh Manajer hotelnya, Mr Suja. He is so kind, smart, and fast responded of everythings. Fasilitas apa saja yang didapatkan sebagai tamu hotel dan lain sebagainya. Oh ya, termasuk, dikasih handuk hangat buat ngelap muka biar segar. Penyambutan yang menurutku memuaskan, kalau dipikir, belum pernah deh ketemu yang kayak begitu. Atau aku saja yang tidak pernah ya, karena selama ini nginap di hostel ya. #Katrok...

      Resturant hotel
      Malam pertama, benar- benar malam yang pertama ya, bukan "malam pertama", kami inap dilantai 2. View-nya ke kota, sesuai dengan yang aku pesan. Kondisi kamar bisa lihat di foto-foto deh. Swear, worth it banget tinggal disini , sesuai dengan dibayar.
       

      Menu breakfast
      Besoknya, ketika pulang dari Resort trip, eh, AC kamarnya bocor, komplain dong, janjinya mau diservis saat itu juga. Akupun keluyuran lagi disekitar hotel sembari menunggu AC diperbaiki, pas baliknya sudah 1 jam lebih, tuh AC belum diapa-apain. Emosi mulai naik nih, pakai protes dan langsung ditukar ke kamar lain dilantai 3 dengan fasilitas yang sama persis.

      Halaman hotel
      Depan Kaani Beach Hotel langsung menghadap ke pantai. Yang namanya di pulau penduduk, tidak boleh pakai bikini dijalanan. Ada private beach khusus orang bikini-an, namanya Bikini Beach. Dan tepat didepan hotel inilah Bikini Beach  ada. Malas ke pantainya, mau duduk santai dihalaman hotel juga seru loh. Ada mainan buat anak- anak lokal, jadi, hiburan buat kamu yang suka sama anak kecil. Roof top-nya juga bisa buat santai. Nikmati pantai dari atas gedung juga punya sensasi tersendiri.

      Roof top hotel
      Sebelahnya hotel ada souvenir shop. Bahkan termasuk banyak shops yang ada disekitaran sana. Bosan di hotel, didekat hotel, ada sebuah cafe, ada live music-nya. Aizz... miss it. Really. Hotel juga menawarkan paket buffet untuk dinner. Per orang bayar USD 12. Bukan didalam restoran hotel, tapi dipekarangan hotel, alam terbuka, pasang lilin dan jadi romantis banget. Oh ya, bisa pesan khusus buat kamu yang berpasangan, candle dinner light. Terpisah dari rombongan makan malam, didekat pantai, berdua saja.

       
      Kaani Beach Hotel menyediakan sepeda buat kamu yang ingin keliling pulau, gratis. Termasuk ada payung deh kalau hujan. Kalau mau ke pantai, tinggal minta handuk pantai saja. Setahu aku, hotel ini termasuk yang terbagus disini, punya 3 cabang hotelnya. Walaupun berdekatan, cuma beda di view saja. Kalau yang aku inap, langsung view ke pantai kan, ada yang terletak agak dalam dan menghadap jalan. Kalau mau ke pantai harus jalan kaki lagi. Paling keren adalah tipe honeymoon-nya, terpisah dari kedua gedung ini. Buka jendela, sudah langsung pantai. Dan sekarang ini, mereka sedang membangun gedung keempatnya.

      Sunrise di Maafushi Island
      Untuk makananya, walau hanya breakfast saja, aku bilang enak. Sesuai dilidah. Menunya ada local food. Jumlah menunya tidak sebanyak dihotel berbintang 4 dikota-kota besar lainnya. Walau hotel ini dikategorikan hotel bintang 4. Oh ya, ada kolam renang juga, tapi dicabang lainnya. Boleh kok pakai kolam renangnya. Intinya, hotel ini sistemnya terkoneksi satu sama lainnya, hotel jaringanlah. Sehingga semua fasilitasnya bisa kita nikmati walau dicabang lain.

      Bikini Beach - masih pagi
      Overall, aku suka lingkungannya hotel ini. Suasananya, staffnya, fasilitasnya, terpenting sih, harga cocok dikantong dengan apa yang didapatkan. Ketika  check out, aku dikasih souvenir. Untung saja, aku tidak beli pas keliling ke souvenir shop. Harganya kalau tidak salah sekitar USD 8 - 15 ( ada ukurannya ).

      With Hotel`s staffs

      Souvenir yang dikasih oleh Mr. Suja - Kaani Beach Hotel
       
      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      IG / Twitter : @ransealahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
    • By Ahook_
      Setelah dari Resort trip sehari sebelumnya ( baca disini), trip selanjutnya adalah fullday trip ke beberapa lokasi wisata. Beli paketnya tetap di Kaani Beach Hotel, nama paketnya " Special Offer " dengan harga 38 Usd ( rate 1 usd = Rp 13.200,- ) per orang, sudah termasuk biaya transport (pp) dan makan siang, termasuk supply air minum. Jumlah peserta sekitar 25 orang. Trip dimulai jam 9 pagi - jam 5 sore. Cuaca saat itu, rada tidak pasti. Sebentar terlihat mulai mendung, mulai gerimis, eh... sebentar lagi, matahari kembali menyinari dengan perlahan tapi pasti, terus terik. Bolak- balik begini terus, bikin galau...

      Worldtravelers on the boat
      Baca juga : Cuma 7 juta sudah bisa ke Maldives dan Cara Backpacker Nikmati Maldives.
       
      Aku sengaja duduk diujung kapal. Bisa bebas melihat pemandangan didepan tanpa harus kehalang. Udara segar dan panasnya matahari yang siap membakar kulit tanpa ampun. Tapi, aku suka... Ketika yang lainnya, sibuk menyembunyikan diri dibawah tenda maupun dibagian dalam speedboat, Dauz, traveler asal Malaysia dan aku malah asik berjemur. Seharian berjemur dan hasilnya gosong. Aku hepi.. sekian...

      Dolphins 
      Melihat dolphin menjadi rute pertama dalam trip itu. Setelah hampir 1 jam, tiba- tiba muncul banyak sekali dolphin - dolphin yang berenang disekitaran speedboat. Wuuddiih, merinding.. karena sangking hebohnya, sangking serunya, lihat segrombolan dolphin-doplhin itu berenang. Mungkin ada manusia disekitarannya, mereka malah sengaja bermain- main. Kayak sedang nonton pertunjukan, semua pada teriak- teriak. " Jump.... jump... jump.... ". Seolah ngerti saja tuh dolphin, tapi benaran, dolphinnya loncat dan gulung- gulung gitu diatas udara kemudian pusshhhhhh.... jatuh kedalam air lagi. Ada yang berenang santai secara berkelompok, ada yang bermain- main didalam air, berenang sana- sini. Artis benar deh dolphin - dolphin itu, jeprat- jepret dari suara kamera tidak berhenti- henti. Ada sekitar 15 menit bersama para dolphin itu. Mereka pasti juga senang ketemu kita yang kece- kece ini. 

      Coral 
      Rute selanjutnya adalah snorkeling. Lokasinya dimana, tidak tahu. Pastinya ada ditengah- tengah samudera gitu-lah. Ada disalah titik terkecil didalam peta dunia. Dipinjami alat snorkeling kok, terus ada handuk pantai dan kalau kamu butuh fin, boleh pinjam juga. Spot pertama ini, aku ada masalah dengan lensa mata, sehingga gagal melihat coral yang ada didalam. Sempat panik dan minta tolong yang lain, karena mata tiba-tiba buram, sama sekali tidak terlihat.

      Sandbank Sexy Beach
      Rute selanjutnya adalah ke Sandbank Sexy Beach. Dengar namanya saja sudah langsung merasa sexy bukan? Hamparan pasir yang ada ditengah- tengah laut gitu. Kosong, tidak ada penghuni. Tidak ada rumah, tidak ada pohon, tidak ada kursi, tidak ada tenda permanen. Terus ya itu, siap-siap dibakar sinar matahari. 

      Couple From India 
      Sekeliling Sandbank ya air. Tidak ada yang lain lagi. Kegiatan disana, berenang, nyemplung, foto-foto, berjemur. Makan siang juga disini. Nikmati alamnya saja. Yang suka panas, ya berjemur, nyemplung, atau sekedar basah- basah kece. Yang tidak suka panas, pihak hotel ada siapin payung pantai sih. Jadi ketahuan deh, siapa sih sebenarnya yang memang doyan pantai atau hanya sekedar pengen main ke pantai doang? Penting, tidak juga. Kan masing- masing orang boleh dong punya cara dan gaya tersendiri dalam nikmati hidupnya. 

       
      Dan aku? Sudah pasti, berjemur dong. Karena sedang belajar foto, aku jadinya hunting foto. Senang saja. Sembari panas- panasan gitu. Mau modelnya orang lain, pakai kamera orang lain, sampai foto-in diri sendiri. Suka saja. Mungkin sekitar 1,5 jam disini. Kesannya, aku bilang seru. Sebenarnya, apapun yang didepan mata, semuanya tergantung bagaimana cara kamu menikmatinya? Setuju???

      Ebi and Uchan
      Setelah dari Sandbank, kembali snorkeling lagi di spot yang berbeda. Nah kali ini, aku berhasil melihat coral didalamnya, ikan-ikan yang cuantik- cuantik. Puas sih. Jika kamu tidak pede atau tidak bisa berenang, tapi ingin snorkeling, bisa dipandu sama crew-nya kok. Gratis. Puas snorkeling, ya berjemur lagi diatas speedboat. Oh jangan lupa bawa sunblock. Ini penting. Biasalah, ke pantai, sunblock menjadi barang yang wajib dibawa. 

      Action...
      Okey, selanjutnya adalah island hopping ke Guraidho. Intinya, semua peserta dituruni ke 1 pulau penduduk lainnya untuk keliling pakai jalan kaki. Yang dilihat, yang rumah- rumah penduduk dan warga lokalnya. Tujuan dari island hopping ini tidak lain adalah minta kamu belanja souvenir. Hanya itu. Karena tidak ada hal special lainnya yang bisa dinikmati. Ya.. foto-foto-lah. 

       
      Dalam 15 menit, aku sudah kelar keliling tuh 1 pulau. Hahaha.. Bablas.. cepat banget. Tidak keluar masuk toko souvenir yang ada, karena niatnya beli souvenir di Male. Kabarnya lebih murah. Masih banyak waktu, duduk santai didekat dermaga, ada hammock mini. Yihaa.. jadinya bersantai dan tiduran dibawah pohon, lihat ke pantai, lihat anak- anak kecil bermain. Aizz.... senangnya... anginnya sepoi-sepoi... kalau saja, gerimis tidak menghampiri, aku mungkin sudah tertidur lelap disana.
       

       
      Perjalanan pulang kembali ke Maafushi Island sekitar jam 4 sore. Terik matahari tinggal sisa-sisanya saja. Suasana dalam speedboat pun berubah total. Berangkatnya pada heboh, pada excited, pas sudah perjalanan pulang, sudah letoi, sudah pada capek. Banyak yang tiduran, diam tidak bersuara. Aku? Tetap.. tidak mau rugi... menikmati setiap menit perjalanan itu. Banyak melewati resort- resort mewah lainnya. Itu juga menjadi pemandangan selama perjalanan pergi dan pulang kami. 
       
      Aku bilang, buat kamu yang sudah sampai di Maldives, dimanapun pulau kamu netap, ada baiknya ambil trip ini deh, termasuk buat kamu yang netap di resort mewah. Karena, aku yakin, pasti ada sesuatu yang beda yang bisa kamu dapatkan. 

      Great moment, ever...
      Menghabiskan 9 jam bersama Worldtravelers yang entah asalnya dari mana saja, mampu meninggalkan kesan dalam buatku. Menyisakan momen indah yang kemudian hanya bisa dikenang saja. Menambah pengalaman baru yang menjadi bagian dari perjalanan hidupku. 
       
      Sebelum ke Maldives, ada baiknya baca dulu ini : 7 hal yang harus diperhatikan sebelum ke Maldives.
       
      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      IG/ Twitter : @ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Ahook_
      Katanya, belum dianggap sudah pernah ke Maldives jika belum pernah menginap di resort-nya. Apa??? Resort mewah itu? Kan mahal ? Harganya selangit. Dan aku? Backpacker murah meriah ini, bagaimana bisa menikmati resort mewah di Maldives.... Kata seorang teman, paling tidak, tidur 1 malam deh, cobain sensasinya seperti apa? Tapi, kan tetap mahal. Sempat obok-obok Agoda.com dan booking.com, iseng-iseng, eh... batalin deh niat itu. Belum deh, untuk nginap disana...Terus, bagaimana dong? Masak tidak sah? Masak tidak dianggap belum pernah ke Maldives, padahal untuk bayar mahal- mahal, sudah tabung dari jauh - jauh hari.
       
      Sebelum lanjut artikel ini, ada baiknya baca dulu : Cara ke Maldives hanya dengan 7 Juta.

      Adaaran Club Rinnalhi
      Memang, aku akui, setelah berada di Maldives, terutama saat sudah di Maafushi Island, aku setuju dengan mereka- mereka yang berpendapat demikian. Karena memang tidak ada apa- apanya. Jika kamu hanya di pulau- pulau penduduk seperti di Gulhi atau di Maafushi lebih dari 1 hari, kamu akan merasakan bosan, dan merasa, Maldives itu tidak ada apa-apanya. Dalam setengah hari saja, kamu sudah explor habis tuh pulau. Ya, selama di pulau -pulau itu, hanya bisa main ke pantainya saja. 
       
      Banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan selama liburan ke Maldives, tanpa harus nginap di resortnya yang terkenal sejagad raya ini. Ya, salah satunya, daily trip ke resort-nya. Tidak bisa menginap, bukan berarti tidak boleh mengunjungi resortnya kan? 

      Fierdauz, Robert, Acua,Ranselahok
      Tidak tahu di pulau lain, kalau di Maafushi Island, setahu aku, hotel- hotel pada menawarkan paket tour termasuk water sport ( diving, parasailing dan sebagainya). Untuk paket tournya, bisa half day buat kunjungi penyu, half day ke Sandbank, sampai one day trip ke Sandbank Sexy Beach. Yang paling bergengsi dari itu semua, ya daily trip ke resort. Jiah... bergengsi...!!!
       
      Sebelum berangkat, masih ragu- ragu untuk beli resort trip ini. Informasi yang didapatkan, bayar 150 Usd per orang. Mahal banget. Setelah tiba di Maafushi, dan melihat sekitaran pulau, semakin menyakinkan diri untuk harus daily trip deh ke resort. Untuk menikmati Maldives sesungguhnya, ya ke resort- resort itu. 

       
      Singkatnya, terkumpulah 7 orang, termasuk aku yang ingin daily trip ke resort. Entrance fee tidak termasuk transport fee. Jadi ketika ditawarin paket, harus jeli dan cermat, jangan sampai salah komunikasi. Biaya transport juga tergantung dengan jumlah orang yang berangkat. Jika hanya berangkat sendiri, harga per speedboat-nya 150 usd, berdua , masing- masing 75 usd. Intinya semakin banyak peserta, semakin murah. Sedikit tips, disini, kalau rombongan, keluarkan ilmu tawar menawar kamu. 

       
      Kami pilih ke Adaaran Club Rinnalhi Resort. Entrance fee-nya sudah tidak bisa dinego. Per orang kena 70 usd. Sedangkan tranpsort-nya, karena kami 7 orang, seharusnya per orang di-charge 30 usd, hasil nego, per orang bayar 25 usd. Kami beli paket trip ini di Kaani Beach Hotel, tempat aku stayed selama di Maafushi. Dan tidak disangka, aku dikasih diskon tambahan 5 usd karena aku yang ajakin traveler yang nginap di hotel lain, itu alasan managernya. Jadi, untuk transport (pp), aku bayar 20 usd dan entrance fee 70 usd, total 90 usd.  Tidak perlu bayar puluhan juta hanya untuk bisa menikmati resort mewah Maldives. Dengan 1,2 juta juga sudah bisa menikmati Maldives sesungguhnya. Mahal? Tergantung masing- masing ya.
       
      Kenapa Adaaran Club Rinnalhi?
       

       
      Jadwal berangkat harusnya jam 8.30 pagi, telat 30 menit dengan alasan yang menurutku sedikit aneh. Tapi yang sudahlah. Perjalanan dari Maafushi ke Adaaran Resort, harusnya tidak sampai 30 menit. Kenapa pilih Adaaran Resort ? Karena, resort ini yang paling murah kawan. Inginnya sih, ke Anantara Resort, tapi kudu bayar 480 usd hanya untuk entrance fee doang. Mampus gak tuh? 
       
      Kamu hanya di-drop off saja ketika tiba di resort dan baru akan dijemput kembali jam 5 sore. Prosedurnya, lapor ke reception buat bayar dan dapat gelang. Ya, sebagai petanda, kamu adalah tamu resort yang bayar daily trip. 

      Snack corner
      Terus , ngapain saja di resort? 

      Restaurant area
      Terserah kamu. Bebas sebebasnya. Mau jungkir balik, mau berenang dipantai, mau apain saja boleh, asal tidak masuk kamar buat tidur. Oh ya, dari Kaani Beach Hotel, kamu akan dipinjamin alat snorkeling & fin, kalau kamu mau, dan satu handuk pantai. Kudu kembalikan lagi ke pihak Kaani, atau kamu harus bayar denda menghilangkan barang. 

      Restaurant area
      Pada kesimpulannya, resort menyediakan makan dan minum sepuasnya buat kamu. Tidak takut kelaparan deh. Sebelum makan siang ala buffet, ada tea time, yang pastinya bisa mengenyangkan isi perut kamu. Sembari menikmati resort dan alamnya, kamu bebas makan kue- kue yang sudah disediakan, berbagai minuman juice dan cocktail boleh diminum sepuasnya, kopi dan teh sudah tentu. 
       

      Inside Resort - view
      Selebihnya, ya sudah acara bebas, terserah bagaimana menikmati 90 usd yang sudah dikeluarkan? Berenang, mau snorkeling sekitaran pantainya, berjemur, mau foto- foto, mau duduk santai di saungnya, mau makan dan minum lagi, mau keliling resort, bebas dan sesukamu. 
       
      Makan siang baru mulai jam 12.30 waktu setempat. Menunya sih banyak dan international food. Kamu yang jago makan, silahkan makan sepuasnya, silahkan makan sampai balik modal. Hahaha.. Aku sendiri, tidak begitu kuat makan, hanya makan seadanya saja. Selama 2 jam itu, kamu boleh bolak-balik dah ambil makanan. 

       
      Setelah makan siang, kalau aku, karena suka foto, jadi aku pakai kesempatan ini untuk belajar foto lagi. Hitungannya, hunting foto- foto-lah. Kemudian, snorkeling, terus berjemur kek bule- bule itu, terus basah-basahan lagi, jemur lagi. Duduk dipinggir pantai, sembari tidur gitu. Hadeh, jika ingat momen itu, betapa bersyukurnya aku pada hidup ini, suara ombak itu, suara angin, pasir- pasir itu, pantainya yang bersih. Tidak pernah terpikirkan, aku bisa ada di satu titik terkecil didalam peta dunia. Sama sekali tidak pernah terbayangkan. 

      Masing- masing orang punya masing- masing cara dan gaya. Aku selalu bilang, inilah hidup, hidup kamu, kamu harus bahagia, kamu wajib bahagia, itu adalah hak kamu. Bagaimana caranya, bagaimana menikmatinya, tidak masalah, TERPENTING: Nikmati hidupmu dengan caramu sendiri. Apapun itu !!!
       
      Begini caraku, menikmati Maldives dengan gayaku sendiri. Beginilah backpacker seperti aku menikmati Maldives. Bukankah, traveling itu bukan tentang berapa jauh kamu pergi, bukan tentang seberapa banyak uang yang kamu habiskan, bukan tentang betapa indah dan mewah tempat yang kamu datangi, bukan juga tentang sudah berapa sering kamu melakukan traveling itu sendiri. 

      Enjoy Your Life buddy...
      Bagiku, traveling adalah sebuah proses hidup, bagaimana aku mendalami hidup ini, bagaimana aku melihat alam ini, bagaimana aku merasakan makna dan arti hidup ini. Semakin sering aku traveling, aku merasakan diriku semakin kecil, semakin tidak ada apa-apanya. Semakin terbuka mataku akan arti hidup ini. Bertemu dengan banyak orang, memberiku wawasan yang semakin luas dan merasakan, aku ini tidak ada apa-apanya. Life Only Once, So.. Keep traveling buddy...
       
      Baca juga : 7 hal yang harus kamu perhatikan, sebelum memutuskan untuk traveling ke Maldives.

      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      IG/Twitter : ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
    • By Ahook_

      Life Only Once, Enjoy it with your own way..
       
      Details trip aku ke Maldives :
       
       
       
      Mata uang Maldives : Rufiyaa. 
      Currency                   : 1 Rufiyaa = Rp 900,- &  1 Usd = 15 Rufiyaa.
       
                     Tanggal 2 Mei 2016 :
       
      ð  Jakarta – KL pakai airasia jam 20.30 
       
      Bermalam di KLIA2, bisa baca disini juga.
       
      Tanggal 3 Mei 2016:
       
       
      ð  Naik bus jam 7 pagi ke KL Sentral. Cari makan di China town kemudian ke Batu Caves. Jam 2 siang, naik bus kembali ke KLIA2 untuk siap terbang ke Maldives pakai pesawat jam 18.55 dengan airasia. 
       
      ð  Mendarat di Ibrahim Nasir International Airport sudah jam 9 malam, kemudian naik ferry nyebrang ke Male bayar 10 Rufiyaa. Lebih baik sediakan Rufiyaa, jika kamu bayar pakai Usd, kamu akan di-charge 1 Usd. Jadinya lebih mahal.
       
      ð  Begitu keluar dari pintu utama airport, sebelah kiri kamu ada Bank of Maldives, kamu bisa tukar Rufiyaa disini, saranku, tukar saja seperlunya. Untuk naik ferry, sebelah kanan, jalan terus. Setiap 10 menit, ferry-nya jalan, lama perjalanan sekitar 10 – 15 menit.
       
      ð  Nginap 1 malam di Luckyiha Hotel, Male. 
       
       

      Jadwal Ferry
       
       Tanggal 4 Mei 2016 :
       
       
      ð  Pada intinya, di Male, tidak banyak yang bisa dilihat. Bangun pagi, langsung ke jetty dekat hotel. Airnya jernih banget, walau didekat kota, ikan yang ada sangat cantik, warna-warni. Tidak perlu snorkeling juga bisa menikmatinya. Setelah sarapan di hotel, keliling kota. Sambil menunggu ferry menuju ke Maafushi Island.
       
       
      ð  Ferry berangkat jam 14.30 dari Jetty Villingili. Disini, harus lebih smart. Bakal ada yang nawarin naik ferry angkut barang. Dia akan kasih alasan ini itu, lebih cepat pakai ferry inilah, tidak ada transit ke pulau lain. Kemudian dia akan menawarin kamu pakai speedboat dan sebagainya. Penting untuk dicatat : Jangan sampai ketinggalan ferry, karena begitu sudah ferry pergi, siap relakan Dollar kamu melayang begitu saja. Ada traveler yang dari Male ke Maafushi per speedboat 150 Usd. Kalau rombongan sih bisa bisa sharing, tapi aku tetap pilih naik ferry saja dengan harga 22 Rufiyaa. Beli tiket ferry diloket resmi ya. 
       
      ð    Perjalanan dari Male ke Maafushi Island sekitar 2 jam perjalanan. Aku sih tidak mau tidur, karena selama perjalanan, banyak pemandangan bagus yang menanti. Tidak bisa nginap di resort, tapi kan boleh dong melihat resort dari dekat. Aih… bagusnya.. Kamu akan satu ferry dengan orang lokal. Jika sudah sampai di Gulhi, berarti sebentar lagi akan sampai.
       
      ð  Tiba di Maafushi Island, karena aku nginap di Kaani Beach Hotel, begitu turun dari ferry, sudah ada bawa papan yang tertulis namaku. Semua bagasi akan diangkut pakai gerobak dorong. Aku beli 4 juta untuk 3 malam sudah termasuk breakfast ( buffet ). Depan hotel langsung pantai, Bikini Beach tepat berada didepan hotel ini. 
       
       

      Loket resmi jual tiket di Jetty Villingili
       
      Tanggal 5 Mei 2016 :
       
       
      ð Beli paket daily trip ke Adaaran Club Rinnalhi Resort. Entrance fee : 70 Usd. Sedangkan untuk transport kesana, harus naik speedboat. Jika ada teman lainnya, lebih murah. Harga per speedboat 150 Usd. Kalau sendiri, ya bayar segitu. Diatas 7 orang, jadi 30 Usd per orang. Kemaren aku ajakin backpacker yang aku kenal di ferry, total berangkat 7 orang, hasil negosiasi, aku bayar 20 Usd saja.
       
      ð  Harusnya berangkat jam 8.30 pagi, kami baru berangkat jam 9.00 pagi. Seharian di resort, dapat minum sepuasnya, mulai dari teh dan kopi, sampai cocktail dan wine. Ada snack time dan lunch time yang bisa kamu makan sepuasnya. Ya, selebihnya, suka-suka kamu, mau apain saja, kecuali masuk kamar buat tidur. Mau main dipantainya, berenang, foto-foto sampai mampus. Jam 5 sore dijemput kembali ke Maafushi.

      Tea Time di Adaaran Club Rinnalhi 
      Tanggal 6 Mei 2016:
       
      ð  Beli paket ke Sandbank, snorkeling 2 tempat, lihat dolphin dan Island hopping di Guraidho. Bayar 38 Usd per orang sudah termasuk transport pp dan makan siang di Sandbank. Berangkat jam 9 pagi, pulang jam 5 sore. Di Sandbank, menikmati pantainya sampai waktunya habis, foto- foto sampai kamu lelah, dan siapkan kulitmu untuk pulang dengan gosong.
       
      ð  Setelah pulang dari trip hari ini, aku sambung menikmati sun shower lagi di Bikini Beach dan chasing sunset. Disini, tidak perlu bayar.

      Sandbank Sexy Beach
      Tanggal 7 Mei 2016:
       
      ð    Bersiap untuk pulang ke Male, karena flight ke KL jam 9 malam.
       
      ð  Setiap pagi, aku bangun jam 5.30 pagi untuk melihat sunrise sembari gowes sepeda keliling pulau. Sepeda free dari hotel.
       
      ð    Di Maafushi, tidak banyak yang bisa dilakukan. Menunggu ferry datang jam 12.55 waktu setempat. Ingat, jangan sampai ketinggalan ferry kecuali kamu rela keluarkan dollar kamu. Harganya 22 Rufiyaa untuk kembali ke Male. Perjalanan juga sama, sekitar 2 jam.
       
      ð  Sisa waktu setelah sampai di Male, aku gunakan untuk cari souvenir dan jalan- jalan disekitaran Male. Ada alternatif lain juga sih, kamu bisa kunjungi Hulhumale atau nyebrang ke Villingili Island. Ferry ada setiap 10 menit. Asal jangan lupa waktu, sampai ketinggalan pesawat.
       
      ð  Dari Male ke airport naik ferry 10 Rufiyaa, kalau kamu bayar pakai dollar, kamu akan ditagih 1 Usd.
       
        ð  Oh ya, saat hunting souvenir di Male, lebih smart aja, ilmu tawar menawar juga perlu disini. Selain harganya mahal, banyak calo yang bawel yang mau antarin kamu ke toko, kan dia dapat fee, so harganya jadi lebih mahal lagi. Ditolak aja tuh calo.
      ð   Malamnya pulang deh ke Kuala Lum pur pakai Airasia. Perjalanan butuh 4 jam. Tiba di Kuala Lumpur sudah jam 5 pagi, Menunggu flight kembali ke Jakarta sore pakai KLM.
       
       
       
      Biaya perjalanan :
      Tiket pesawat pp total                                        : Rp. 2812.087,-
      Hotel 4 malam                                                    : Rp. 2.491.756,-
      Resort trip ( entrance fee dan transport )           : Rp. 1.188.000,-
      Sandbank trip                                                     : Rp.    501.600,-     
      Tukar 7,5 dollar untuk biaya transport,dll          :Rp.      99.000,-
      Total                                                                     Rp. 7.092.443,-            
       
      Catatan :
      1.  Untuk biaya hotel, aku sharing dengan teman, sehingga lebih hemat. Hotel tempat aku nginap termasuk hotel bintang 4, kamu bisa mendapatkan harga lebih murah lagi. Backpacker asal Malaysia bayar 40 Usd per malam untuk 1 orang. Sebenarnya harga itu hampir sama seperti yang aku bayar di Kaani Beach Hotel per orangnya sekitar 47 Usd. Fasilitas Kaani Beach Hotel lebih baik.
       
      2.  Selama di Maldives, tidak ada biaya makan sama sekali. Pagi breakfast di hotel, siang sudah dapat makan dari trip, malam masak sendiri dikamar. Jadi bawa rice cooker, bawa beras, bawa lauk - pauk selera masing- masing. Tidak ada biaya beli air minum juga. 
       
      3.   Harga makan di Maldives relatif mahal, antara 10 - 15 Usd sekali makan. Ini aku dengar dari mereka yang makan. Untuk dessert saja bisa 8 Usd. 
       
      4.   Perbedaan waktu : Maldives lebih cepat 2 jam dibanding Jakarta.
       
      5.   Bisa bertransaksi dengan Rufiyaa atau dengan Usd. 
       
      6.   Cek jadwal ferry dengan benar. Jangan sampai ketinggalan. Sesuaikan flight kamu dengan jadwal ferry. NO SCHEDULE ON FRIDAY. 
       
      7.   Total biaya perjalanan aku Rp 7.092.443,- . Bayangkan jika aku ke Maldives tanpa paket resort trip dan Sandbank trip, total biaya perjalananku Rp 5.402.843,-. Tapi, apa artinya, sudah di Maldives, tidak menikmati Maldives sesungguhnya. Karena jika, kamu hanya di Maafushi Island atau pulau penduduk lainnya, 1 hari saja sudah pasti bosan, karena memang tidak ada apa-apanya. Ini kembali lagi ke tujuan masing- masing orang.  So, sebenarnya hanya dengan 5 juta sudah bisa mengunjungi Maldives, rajin- rajinlah cek tiket promo, kalau bisa datang minimun 2 orang, bisa share biaya kamar dan bisa masak bareng. Bisa saja, biaya perjalanan kamu lebih murah dari aku. Lets go traveling friend, life only once... 
       
      Postingan selanjutnya, aku breakdown detail per masing- masing kegiatan. So, tungguin ya...
       
      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      Twitter / IG : @ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
                                                     
    • By Yones deliyandra
      Backpackeran ke Maldives? Bisa donk…
      19 - 25 September 2015.
      Saya dan teman-teman berkesempatan untuk backpacking ke Negeri Sejuta Atol ini. MALDIVES.
       
       
      Maldives adalah Negara yang terletak 700 kilometer barat daya dari
      Srilanka ini terdiri dari 2 gugus kepulauan yang memanjang dengan 26
      atol, 200 pulau berpenghuni serta 1192 pulau-pulau kecil. Luas Negara
      ini hanya 900 kilometer persegi dengan titik tertinggi wilayahnya 2.3
      meter.
      Atol adalah suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna sebagian atau seluruhnya.
      Maldives yang beribukota negara di Male adalah salah satu destinasi
      impian bagi para pecinta dunia traveling, terutama bagi yang menyukai
      dunia air, pantai, laut dan pulau. Apalagi saya yang benar-benar sudah
      jatuh cinta dengan pantai, maka Maldives menjadi salah satu tujuan
      traveling wajib buat saya. Maldives yang terkenal dengan keindahan
      lautnya yang bewarna biru dan airnya yang sebening Kristal, pantai
      dengan pasir putihnya yang lembut selembut bedak bayi. Sangat menantang
      buat saya untuk membuktikannya secara lansung ke sana.
      Dalam hati saya..Satu lagi pantai impian saya terwujud..yeeeeeeeey horeeee…..
      Untuk menikmati surganya pantai ini tidak harus menyewa resort-resort
      mahal yang harganya sampai belasan juta per malam. Kecuali kalau pengen
      bulan madu sihhh… Heheheh (resort lebih recommended).
       
      Ayoo..Yang ingin kesana buruanya..
      Sebelum hilang akibat pemanasan global. Yang mengakibatkan naiknya
      permukaan air laut, Karena Maldives salah satu negara yang mempunyai
      wilayah terendah dengan rata-rata wilayahnya 1,5 meter saja di atas
      permukaan laut.
      #BDMaldives
      Bandar Udara Internasional Ibrahim Nasir adalah Bandara Internasional
      Malé, Bandara ini terletak di Pulau Hulhulé di Atol Malé Utara, dekat
      pulau ibukota Malé. ada kapal yang menguhungkan kota Male dengan bandara
      ini, setiap 10 menit ada kapal yang menyeberang menghubungkan 2 tempat
      ini, dengan tiket MVR 10. begitu keluar dari bandara kita bisa
      menanyakan kepada petugas bandara dimana lokasi untuk naik ke kapal ini,
      sebenarnya deket sih dari pintu keluar bandara, kita bisa bertanya
      ferry to Male kepada petugas. masyarakat Male menyebut transaportasi
      laut ini dengan FERRY
      Berikut, beberapa Informasi terkait perjalanan kami yaaa temans BD’ers
      1. Tiket Pesawat (berburu tiket promo dari awal tahun ... heheheh)
      CGK - SIN - MLE by Tiger Air = Rp1.542.446
      MLE - SIN by Tiger Air = Rp1.466.138
      KUL - CGK by Air Asia = Rp519.792
      Total tiket pesawat = Rp3.528.376
      Untuk rute Male selain dengan maskapai Tiger Air, Air Asia juga sudah
      buka rute untuk ke Male (for further information, you may check to Air
      Asia’s website).
      2. Penginapan (hotel murah yaaa.. bukan resort-resort yang mahal getooohhh)
      20/09/2015 - 21/09/2015- Arora Inn - Maafushi Island = Rp1.650.672 (harga ini untuk 3 kamar) bagi 6 org = Rp275.112 / org
      21/09/2015 - 22/09/2015, Tropic Tree - Gulhi Island = Rp2.244.361 (harga ini untuk 3 kamar) bagi 6 org = Rp374.060 / org
      22/09/2015 - 23/09/2015, Askani Thulusdhoo island = Rp 1.308.681 (harga ini untuk 2 kamar) bagi 5 org = Rp261.736 /org.
      23/09/2015 - 23/09/2015, Of Day Inn di pulau Male = Rp. Rp1.620.000 dibagi 5 org = Rp324.000
      24/09/2015 - 25/09/2015, Sea House Hotel Top Deck, Vilingili island = Rp1.382.607 bagi 5 org = Rp276.521
      Total per orang Rp1.511.430
      Untuk hotel kita sudah booking dulu dari Indonesia melalui www.agoda.com dan booking.com
      3. Total pengeluaran
      Saya beli Dolar di Indonesia sebanyak $200. Saat itu kurs berada di 14.550. hiks hiks.
      Jadi total semua dengan tiket pesawat dan hotel : Rp7.941.806
      3. Free VISA untuk WNI
      Jadi tidak butuh visa buat datang kesini yaaaa… cukup bawa pasport ajaa..
      4. Tentang warga negara Maldives
      Warga negaranya semua muslim, karena Undang-undang Maldives tahun 1997
      menetapkan warga negara Maladewa harus beragama Islam. Bahasa resminya
      Divehi, tapi mayoritas sudah jago juga Bahasa Inggris. Warga Maldives
      berkulit hitam persis seperi orang India.
      5. Cuaca
      Cuaca disini sama kayak di Indonesia..panas tropis.. tapi dijamin deh..
      kalo uda liat lautnya.. pasti lupa sama panasnya. hehehhehe
      6. Mata uang
      Mata uang di Maldives adalah Rufiyaa. (mirip yaa sama uang kita Rupiah..hehehe). 1 Rufiyaa lebih kurang kursnya = Rp.950.
      Tapi ternyata disini kita bisa menggunakan USD untuk bertransaksi.
      seperti tour island mereka kasih harga patokannya pake USD, makanan di
      hotel, rumah makan, cafe, oleh-oleh.. semuanya dengan USD. paling hanya
      toko2 kelontong dan makanan ringan yang pake rufiyaa.. jadi yaa.. kita
      stok keduanya aja.. hehehehhe
      7. Buat Itinerary dengan pintar yaaa..agar tidak ketinggalan kapal…hehehe
      Untuk itin yang mengunjungi banyak pulau, kita harus benar-benar
      mencocokkan dengan jadwal kapal. untuk jadwal kapalnya langsung saja cek
      jadwal resmi ferry di Maldives yang dikelola oleh pemerintah di website
      ini
      http://www.mtcc.com.mv/transporthome.aspx
      Oiyaa.. Tiket kapal tidak bisa dipesan online..untuk tiket kapal tidak
      mahal sekitar MVR 22 (rufiyaa) hanya saja masalahnya.. 1 hari hanya ada1
      kapal dan tidak tiap hari ada kapal, hari libur besar dan jumat tidak
      ada kapal. belum lagi 1 kapal diisi sekitar 60an orang saja.
      Dan ini kejadian dengan kami. kami sampai di loket tiket lebih kurang
      jam 1 waktu Maldives dan akan membeli tiket ke Maafushi island yang jam
      14,30 (hanya ada1 jam ini aja). sesampai disana ternyata tiketnya
      habis..ludessdess… sehingga terpaksa kami harus naik speedboad warga dan
      itu lumayan mahal.. yang seharusnya harga hanya MVR 22, tapi dengan
      speedboad kami harus membayar MVR 300/org..atau $20 …nangis dehhhhh uang
      didompet jadi berkurang banyak…hiks.hiks..
      8. tempat yang bisa kunjungi…
      Nama nya aja backpcaker, jadi nyari nya yang terjangkau sama isi kantong
      aja yaa… alias yang murah-murah aja.. tapi tetep super wonderful dan
      indah luar biasa..
      pulau-pulau pasir seperti Sandbank beach. . untuk kesini kita bisa mengambil paket trour dari pulau maafushi dgn harga $12.
      Maafhussi island (pulau yang digemari banyak turis), Gulhi island di
      South Male Atoll, Thulusdoo di North Male Atoll, Vilingili island dan
      Male island.
       
      Monumen sunami tahun 2004 berlokasi dipusat kota male.
      Kolom renang unik raksasa air asin di kota male yang lebih dikenal
      dengan nama Swimming Tack. Kolam ini dibuat didalam pemecah gelombang
      air laut. Berada di Boduthakurufaanu Magu, berhadapan dengan State
      Electric Company Limited. Dikolam ini kita juga bisa snorkeling lohhhhh…
      banyak ikan-ikan yang cantik-cantik.
       
       
      semua pantai deh,,, karna semua pantainya indah.. pantai dibandara aja bagus banget… jadi yaa full pantai disini.
      kalau berkesempatan dan uangnya ada, ikutlah trip melihat dan
      berenang dengan ikan paus dan dolpin dari dekat, makan direstoran bawah
      laut yang disediakan oleh resort.
      kalo yang mahal tentu ke water resort.. kalo tidak mau keluar
      belasan juta untuk menginap di resort, kita bisa membayar tour 1 hari
      maen-maen ke resort dengan membayar $180… (mahaaaaaallllllll)
      maen-maen doank….
      9. Untuk makananya rata-rata sih (sebenernya rada ala mall di Jakarta, ini ini bukan di mall)
      Nasi goreng sekitar $7-8, apalagi kalo dipulau. rada susah nemu makanan.
      jadi terpaksa beli makanan dihotel. Kalo di kota Male lebih banyak
      café, restoran dan tempat makanan seperti warteg gitu. Oh iya..disini
      kita tidak akan menemukan makanan cepat saji seperti KFC, MCD, Pizza hut
      dll… niat saya mau cari tumbler Starbuck… tp ga ada ternyataaa
      hikshikshiks…semua makanan disini lebih buatan lokal.
      10. ATM buat tarik tunai
      Hanya ada 1 atm yang bisa digunakan untuk narik uang di kota Male yaitu
      ATM HCBC berada dekat pelabuhan kebandara, Tanya sama org taxi juga
      tau.. heheheh
      11. Transportasi
      Untuk transportasi di Maldives tidak jauh dari kapal dan taxi.
      antar pulau kita pasti menggunakan kapal, sementara di Male city bisa
      menggunakan Taxi. Untuk tarif Taxi nya jauh dekat MVR 25 tanpa bagasi,
      dengan bagasi MVR 30. Pinter-pinter aja yaaaaa (kadang suka dipaksa
      masukin backpack ke bagasi..hahha)
      12. Itinerary
      Sebenarnya kita juga bukan tipe yang bikin itinerary yang detail sebelum
      berangkat, kita bikin cukup bikin alakadarnya dan on the spot..
      Jadi harap maklum ya, kalo cara bikin nya rada berantakan..hehehehhe
      19 September 2015
      CGK – SIN (transit 1 malam di Singapore)
      20 September 2015
      SIN – MLE. 11:30 sampai di Bandara Internasional Ibrahim Nasir
      Menyeberang ke Male City dengan ferry (ferry bandara - Male setiap 10 menit 24 jam), tiket seharga MVR 10
      14:30 jadwal ferry menuju Maafushi Island South Male Atoll
      (selatannya Maldives) dengan tiket MVR20, alternative jika tidak dapat
      tiket, bisa dengan speedboad $20 atau MVR 300 (kebetulan kami dapat
      option ke dua.. bayar $20 terpaksa dengan wajah cemberut) Beli tiket nya
      di pelabuhan Vilingili.
      Main di pantai, berenang, berjemur di tourist beach Maafushi island
      (ingat! Hanya disini boleh pake bikini, tempat lain gaboleh..hehehhe..
      ada pagar nyaaa)
      Bermalam di Maafushi
       
      pantai indah ini di wilayah tourist beach ny pulau maafushi..
      karena masayarakat beragama muslim.. jd tidak sembarang tempat diizinkan untuk pake bikini…
      hanya di tempat ini lah turis boleh pake bikini dan berjemur di pantai..
       
      ini
      adalah salah satu pelabuhan di kota Male. namanya Vilingili. disini
      tempat membeli tiket kapal untuk kepulau-pulau, sepertu Maafhusi,
      thulusdoo..
      21 September 2015
      Maen kepantai lagi (karena Indah banget, dan ga pernah bosen)
      10.00 am trip ke Sandbank beach dengan bayar $12/head (harga paket
      tergantung jumlah org yaa.. 6 org lebih murah) dan $8 untuk drop ke
      Gulhi. (pulau dan atolnya keren bangeeeeeeet, sempat dikejar ikan besar
      disni… taunya hanya gerombolan ikan kecil.. tp bikin spot jantung
      juga.. haha)
      Drop ke Gulhi island (masih daerah selatan) dgn speedboad
      Lebih murah kalau dengan kapal menuju Guhli nya tapi jam 7:30 AM.
      Maen kepantai lagi di Gulhi .. snorkeling, berenang, foto-foto
      Bermalam di GulhiSebenarnya ada kejadian dikit disini, hotel yang
      sudah kami booking ternyata tutup (tutup beneran, ga tau kenapa).
      Padahal kami uda bayar… huaaaa.. mau tidur dimna kita.. tiba-tiba ada
      malaikat penolong.. hhahaha. Katanya kita disarankan untuk pindah ke
      hotel lain. Email ke agodanya untuk cancel booking, dan dgn persetujuan
      owner hotel bisa pindah ke hotel yang lain.. dengan email sana sini dan
      telepon sana sini.. akhirnya drama ini selesai. alhasil kami menginap
      di hotel paling bagus dan paling tinggi dipulau ini.. hahaha.
      Hotel yang uda tutup namanya Nima Inn. Dan kami pindah ke hotel Tropic tree.
       
      ini sandbank beach… pantai nya indah banget lohhhh… airnya bening sebening kristall….
      untuk kesini kita membeli paket tour kesini.. berenam akan lebih
      murah… ga nyesel deh kesini… indah bangettt….. oh iyaa.. disini
      ketika kami lg asik-2 nya berfoto ditengah laut.. tiba2 teman-teman yang
      dipinggir pantai pada teriak… katanya ada ikan besar mendekati kami..
      sontak kami lari tunggang langgang
      menuju pinggir pantai… hahahha .. guide nya malah ketawa… katanya
      amann.. itu hanya ikan kecil yang berkelompok.. jadi bentuknya seperti
      ikan besar…. hahahah
       
       
       
      22 September 2015
      7.30 am kembali ke Male, untuk beli tike tkeThuslusdoo island North
      Male Atoll, Maldives Inslands (bagian utaranya Maldives) di pelabuhan
      vilingili dengan harga MVR 22 ferry jam 14.30
      Sambil menunggu kapal ke thulusdoo, bias jalan-jalan sebentar buat cari makanan di kota Male
      14.30 berangkatkeThulusdo
      Sampai di thullusdoo tentu ke pantai lagi.
      Bermalam di thulusdo
      23 September 2015
      7.30 am kembal imenuju ke Male
      Di Male kita bisa mengunjungi beberapa tempat, seperti Monumen
      Sunami ,kolam renang air asin atau disebut dengan nama Swimming track.
      Malam ini menginap di male buat cari oleh-oleh
      24 September 2014
      Berhubung ini hari lebaran, jadi kami sholatI dul Adha dulu sebelum berangkat ke pulau vilimale’,
      Kapal Male’ – Vilimale’ ada setiap 10 menit dengan harga cukup murah MVR 3,5. Perjalanan hanya sekitar 15 menit..hehehhe
      Di vilimale’ ini banyak pantai yang bagus2..dan kebanyakan yang disini adalah warga dari Male yang ingin berlibur.
      Bermalam di Vilimale’
       
      Vilimale’
      beach ini berada tidak jauh dari pusat kota Male. dengan kapal yang ada
      setiap 10 menit dan 24 jam beroperasi kita bisa mengunjungi pulau ini..
      cuma 5 menit naik kapal dari pelabuhan vilingili Male
      25 September 2015
      Kembalike Male’ dan terus ke bandara… untuk balik lagi ke Negara Tercinta Indonesia.
      Mohon maaf yaaa jika banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan postingan ini, semoga bermanfaat buat kita semua..
      happy traveling guys.. hehehehheheh