• 0
evichandrawati

Cari Temen (cewe) Sharing cost ke Maldives 28 Maret - 1 April 2018

Question

Hallo saya Evi,

Saya dan 1 teman saya mau ke Maldives 28 Maret - 1 April. Kita mau cari 1 orang lagi biar cost nya lebih hemat. Berikut itinerary nya

28 Maret

Jkt - Male (Kita pake AA, Landing 20:30)

Transfer ke Maafushi island by Speedboat (jadwalnya jam 22:00, jd penerbangannya ga bs lewat dari ini)

29 Maret

Keliling pulau Maafushi, Bikini Beach, sunset.

30 Maret

Snorkeling, Sand Bank & Dolphin View

31 Maret

Resort day trip. Gak nginep di Resort, tapi tetep bisa poto ala-ala di resort.

1 April

Kembali ke kota Male (Ferry). Kalo bosen di kota Male dan dirasa belum gosong, kita bisa nyebrang ke public beach dan foto2 background nya laut + kota Male.

Penerbangan balik ke Jakarta by AA (jam 9 maleman)

 

Biaya share cost 4 Juta - 4.2 juta. Bisa cek di open trip nya Maldiveslowbudget(dot)com, cost nya 4.799K belum termasuk RESORT DAY TRIP. Total 6.5 juta - 7 juta. Kalau SC inj mau ditekan bisa, tapi konsekuensinya di waktu dan punggung .. Contohnya D1 tidur di airport.. Transfer ke Maafushi pake Ferry PP (2 jam dan hanya ada jam 10 & jam 3, speedboat 30 menit).

Rinciannya:

1. Penginapan 4 malem 1.400.000

2. Transport (1x speed boat + 1x Ferry) 420.000

3. Snorkeling package (Lunch, soft Drink, gear) 560,000 - 700,000 (kalo disana banyak barengan bs lebih murah)

4. Resort day trip (Entrance fee, transfer pp, Lunch Buffet, Unlimited drink non / alcohol) 1.680.000

Yang gak termasuk

1. Tiket Pesawat. AA lagi promo penerbangan pagi. Kalo jadwal sama sekitar 3.7 juta

2. Makan malem

3. Lunch tgl 29 maret dan tgl 1 April

 

Yang minat bisa kontak WA saya 081572179990

 

IMG_1515626877111.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

4 answers to this question

  • 0
1 hour ago, evichandrawati said:

1. Tiket Pesawat. AA lagi promo penerbangan pagi. Kalo jadwal sama sekitar 3.7 juta

@evichandrawati 3.7 jt ini udh termasuk bagasi apa blm? kk saya pernah ke Maldives dan dia bilang mending bekel aqua literan byk2 krn mahal2 beli aer disana. tp itu mungkin krn dia nginep di resort sih..:huh:

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
2 hours ago, Gulali56 said:

@evichandrawati 3.7 jt ini udh termasuk bagasi apa blm? kk saya pernah ke Maldives dan dia bilang mending bekel aqua literan byk2 krn mahal2 beli aer disana. tp itu mungkin krn dia nginep di resort sih..:huh:

 

Cuman cabin aja.. disana air lumayan mahal.. lbh baik beli di Male dulu sebelum ke Maafushi.. bedanya sekitar 4 rufiyah.. @Gulali56

1 hour ago, AL-Akbar said:

cuma boleh cewe? :terharu @evichandrawati

Soalnya kan sekamar.. kecuali mau tanggung kamar sendiri.. share cost di snorkeling sama resort trip nya (boat nganter ke resort nya) @AL-Akbar

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By vie asano

      Balik lagi ke Maldivessss! Tapi kali ini saya ingin berbagi info penting bagi yang suka gratisan, khususnya gratisan wisata.
      Saya sudah pernah menulis tentang cara makan dan tinggal gratis selama wisata di Jepang. Salah satunya adalah dengan mengikuti program WWOOF Japan, maupun mengikuti program sejenis lainnya. Sebetulnya, dan sejujur-jujurnya, kedua program tersebut nggak murni gratisan. Untuk dapat mengikuti program-program tersebut, member harus membayar sejumlah biaya pendaftaran yang sebetulnya nggak ada apa-apanya dibanding dengan pengalaman yang akan didapat. Info lebih lengkap sudah saya tulis dalam tulisan terpisah, tinggal klik link-nya saja.
      Trus apa hubungannya dengan Maldives? Nah, di Maldives juga ada beberapa program serupa dengan program makan dan tinggal gratis di Jepang. Tapi sama seperti program WWOOF Japan dan sejenisnya, makan dan tinggal gratis di Maldives pun ada nggak 100% gratis. Lho, jadi yang katanya gratis itu ternyata nggak gratis? Penipuan dong? Tenang. Sabar, boss. Kayaknya, di dunia ini yang benar-benar gratis tanpa syarat dan ketentuan itu cuma udara ya. Jadi jangan berharap ada fasilitas makan dan tinggal gratis yang tanpa syarat dan ketentuan berlaku yah. Untuk lebih jelasnya, stay tune terus aja dengan penjelasan saya.
      Sebetulnya, masalah ini sudah pernah saya singgung sekilas disini. Hayo baca dulu! Intinya, di Maldives ada program penerimaan relawan. Hanya saja di tulisan sebelumnya saya hanya menyinggung sekilas lalu dan hanya menyertakan contoh dari satu sumber saja. Jadi pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih detail mengenai program relawan ke Maldives yang disarikan dari berbagai penyelenggara program untuk gambaran yang lebih akurat.
      Apa itu program relawan ke Maldives?
      Program relawan ke Maldives merupakan sebuah program yang menawarkan kesempatan bagi siapa saja yang tertarik untuk melakukan berbagai kegiatan amal di Maldives. Program ini tak hanya diselenggarakan oleh Volunteer Maldives yang saya tulis sebelumnya. Ada banyak penyelenggara program relawan ke Maldives, dan biasanya penyelenggaranya adalah lembaga non-profit.
      Kenapa harus mempertimbangkan jadi relawan ke Maldives?
      Alasan yang paling klasik (dan sebetulnya wajib jadi alasan utama) tentu saja karena faktor kepedulian. Di Maldives banyak program menarik yang berkaitan dengan konservasi alam dan komunitas yang membutuhkan bantuan dari siapa saja yang punya kepedulian sosial. Namun tentu saja ada nilai plus lainnya jika memilih jadi relawan ke Maldives. Mari saya coba jabarkan satu persatu.
      Pertama, dengan menjadi relawan, kesempatan untuk menikmati Maldives sampai kenyang akan jauh lebih terbuka dibanding berwisata 1-2 malam saja. Biasanya, program untuk relawan berlangsung selama minimal 2 minggu hingga 12 minggu, tergantung paket mana yang akan dipilih. Mantap kan?
      Kedua, sudah tahu kan jika biaya akomodasi di Maldives terbilang mahal? Nah, jika menjadi relawan, masalah akomodasi akan ditanggung oleh penyelenggara program. Lengkap dengan makan dan minumnya lho, 3x sehari. Tentu saja jangan ngarep bisa menginap sepuasnya di resort lepas pantai ya. Biasanya, ada 2 opsi akomodasi dari penyelenggara, yaitu antara menginap di asrama (model sharing bedroom dan bathroom dengan pemisahan gender), maupun menginap di rumah penduduk lokal. Mirip dengan program WWOOF Japan, bukan?
      Ketiga, dengan menjadi relawan, kesempatan untuk mengenali budaya lokal akan sangat terbuka. Apalagi jika Anda termasuk beruntung mendapat akomodasi di rumah penduduk lokal.
      Trus kerjaan relawan tuh apa saja? Jam kerjanya bagaimana?
      Dalam program WWOOF Japan, wisatawan harus melakukan pekerjaan tertentu selama 4-6 jam/hari selama 5-6 hari/minggu sebagai ganti akomodasi yang diberikan oleh host. Program relawan di Maldives juga tak jauh beda. Bedanya, jika pada program WWOOF Japan wisatawan bekerja untuk pihak swasta, dalam program relawan Maldives hasil kerja relawan dinikmati oleh banyak pihak (khususnya penduduk lokal).
      Banyak opsi pekerjaan yang bisa dilakukan. Biasanya pilihan opsi tersebut dilakukan saat proses melakukan pendaftaran. Saya coba membuat list beberapa pekerjaan (yang biasanya disebut dengan program) yang bisa dilakukan oleh relawan asing di Maldives:
      - Mengajar, baik itu sebagai guru pra-sekolah, sebagai asisten pengajar, maupun sebagai pengajar di sekolah. Biasanya yang dibutuhkan adalah pengajar untuk bahasa Inggris, seni, maupun musik. Nggak bisa bahasa Inggris dan nggak punya jiwa seni? Masih banyak alternatif pekerjaan, eh program lainnya.
      - Pengembangan komunitas, dengan jenis pekerjaannya antara lain bercocok tanam, membantu menyelenggarakan berbagai acara, menjadi konselor bagi anak-anak muda, bekerja di bidang pembangunan, maupun menjadi penulis yang mempromosikan kegiatan dalam komunitas tertentu.
      - Olah raga. Biasanya sih sebagai pelatih untuk sebuah tim olah raga, maupun menjadi pengajar untuk olah raga tertentu seperti voli, renang, maupun fitness.
      - Relawan program konservasi, dengan jenis pekerjaannya mulai dari konservasi alam, konservasi laut, menanam coral, hingga konservasi penyu.
      - Relawan medis.
      Itu sebagian pekerjaan yang bisa saya kumpulkan. Untuk durasi kerjanya rata-rata 5 hari/minggu, sehingga relawan punya tetap punya waktu senggang untuk bersenang-senang. Sedangkan untuk jam kerja/harinya bervariasi, tergantung program mana yang dipilih.
      Seputar biaya
      Nah, ini bagian nggak gratisnya. Sebagai relawan, Anda memang tidak dibayar. Namun Anda harus membayar sejumlah biaya pendaftaran untuk bisa mengikuti program ini. Memang sih kesannya seperti Anda harus membeli untuk keluar tenaga (jadi relawan), namun sejatinya uang pendaftaran tersebut akan disalurkan sebagai donasi untuk komunitas setempat, maupun sebagai sumber dana untuk operasional penyelenggara program (yang adalah lembaga non-profit). Relawan pun akan mendapat sejumlah fasilitas dan kemudahan lainnya, seperti mendapat akomodasi, makan dan minum, hingga bebas biaya bepergian antar pulau dengan perahu lokal (jika ingin naik seaplane, bayar sendiri yah). Oya, biaya yang dikeluarkan itu belum termasuk ongkos dari dan menuju Maldives, maupun biaya visa dan asuransi.
      Besaran biayanya bisa sangat bervariasi antara satu penyelenggara dengan lainnya, dan sangat tergantung juga pada jenis pekerjaan yang dipilih plus durasinya. Sebagai contoh, program Volunteer Maldives mematok biaya $1600* untuk aktifitas mengajar, dan $1800* untuk relawan medis dan konservasi, dengan durasi waktu 4 minggu. Biaya tersebut akan bertambah $500* jika durasi waktunya bertambah setiap 2 minggu (6 minggu, 8 minggu, maksimal 12 minggu). Atoll Volunteers memiliki biaya dan sistem yang berbeda lagi. Relawan bisa memilih durasi waktu mulai dari 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu, 6 minggu, dan maksimal 12 minggu. Untuk biayanya tergantung pada aktifitas yang dipilih. Misalnya saja, jika ingin menjadi pengajar seni, biayanya mulai dari $770* untuk paket 2 minggu, $1050* untuk 3 minggu, $1400* untuk 4 minggu, dan seterusnya. Sedangkan jika ingin melakukan konservasi laut, biayanya mulai dari $980* untuk 2 minggu, $1350* untuk 3 minggu, $1800* untuk 4 minggu, dan seterusnya. Lain lagi jika ingin menjadi pelatih fitness maupun tenaga medis. Sebagai pelengkap, saya akan melampirkan contoh tarif dari penyelenggara Antipodeans Abroad dan Maldives Whale Shark Research Programme (MWSRP). Silahkan klik link di masing-masing nama untuk info lebih lanjut.
      Penutup
      Kaget lihat biayanya? Jangan dulu shock yah. Sebetulnya biaya-biaya tersebut relatif ekonomis lho jika dibandingkan dengan masa tinggal di Maldives yang minimumnya 2 minggu. Bahkan jauh lebih ekonomis jika dibandingkan dengan menginap selama 1-2 malam di resort ekslusif, maupun wisata 4-5 hari ala backpacking. Lagipula, nggak ada salahnya kan melakukan wisata sambil beramal (atau beramal sambil wisata)? Semoga infonya bermanfaat!

    • By vie asano
      Sebetulnya, sudah cukup lama saya ngebet banget nulis tentang Maldives. Tempat honeymoon paling populer di dunia ini memang sudah lama bikin penasaran, dan rasa penasaran itu semakin bertambah setelah muncul video tentang Meldaifs (tahu kan maksudnya?). Gemes-gemes gimana gitu, kepingin tahu apa saja sih yang ada di negara bulan madu itu. Hanya saja, rencana menulis tentang Maldives terpaksa ditunda dulu selama beberapa waktu. Repot sih kalau disangka black champaign. Jadi lebih baik sabar dulu sampai waktunya tepat. Begitu pikir saya.
      Foto 01 (a-d):
      Maldives, a country with a glance [foto: KingKurt22/wikimedia, B166-er/wikimedia, Bruno de Giusti/wikimedia, Godot13/wikimedia]
      Nah, berhubung kemarin acara coblos mencoblos sudah selesai dan sekarang tinggal pada dag dig dug menunggu hasil perhitungan suara, boleh dong saya mulai bercerita tentang pulau tropis nan cantik ini. Saya lihat sebetulnya Maldives cukup sering dibicarakan di forum Jalan2, khususnya untuk topik diving. Beberapa thread tentang Maldives bisa dilihat disini, disini, dan disini. Untuk panduan singkat tentang Maldives, thread yang cukup lengkap bisa dilihat disini. Namun karena rata-rata masih berfokus pada aspek wisatanya saja, untuk kali ini saya fokus berbagi aneka fakta seru lainnya seputar Maldives yang mungkin saja belum diketahui banyak orang. Biar nggak campur aduk, disini saya tetap menggunakan nama Maldives dibanding Maladewa.
      - Sejarah asli Maldives masih simpang siur karena fakta sejarah dan legenda saling campur aduk. Menurut legenda, penguasa pertama di Maldives berasal dari India, yaitu Sri Soorudasaruna Adeettiya, putra raja Kalinga yang sengaja dibuang ke Maldives (dulunya bernama Dheeva Maari). Sebelum kedatangan sang pangeran ke Maldives, di kepulauan ini sudah ada komunitas lokal yang memuja matahari dan air yang sudah eksis sejak 3000 tahun yang lalu. Dalam perjalanan sejarahnya, negara ini sempat dikuasai oleh negara lain seperti Portugis, Belanda, dan Inggris.
      - Lokasi Maldives terletak di barat daya dari Srilangka. Waktu lokal di Maldives adalah GMT+5, yang berarti lebih lambat 2 jam dari Waktu Indonesia Bagian Barat. Cuaca di Maldives selalu hangat sepanjang tahun dengan temperatur kira-kira 29-32 derajat celcius, sehingga paling cocok berkunjung ke Maldives dengan menggunakan pakaian kasual berbahan kaos. Oya, dari Indonesia ke Maldives kurang lebih membutuhkan waktu 4-5 jam naik pesawat, itu belum termasuk transportasi dari bandara internasional ke pulau tujuan yang diinginkan.
      - Maldives merupakan negara yang menganut sistem presidensial. Negara ini terbagi dalam 7 provinsi dan 21 wilayah administratif. Ibu kota Maldives adalah Male, dan disinilah populasi terbanyak penduduk Maldives berada. Mata uangnya adalah Rufiyaa dan Laaree (1 Rufiya = 100 Laarees). Namun nggak perlu khawatir jika nggak punya Rufiya atau Laaree. US Dollar banyak digunakan, dan beberapa resort menerima pembayaran kartu kredit ternama seperti American Express, Visa, dan sebagainya.
      Foto 02:
      (a & b.) Male, ibukota Maldives [foto: Shahee Ilyas/wikimedia, Giogio Montersino], (c.) Presidential residence di Male [foto: A Robustus/wikimedia], (d.) Male International Airport [foto: DD/wikimedia]
      - Sudah pada tahu kan jika Maldives adalah negara kepulauan? Totalnya, negara ini memiliki 1190 pulau yang tersebar di area seluas 90000 kilometer persegi, sehingga Maldives sekaligus diakui sebagai negara yang wilayahnya paling tersebar satu sama lain. Dari sekian banyak pulau tersebut, hanya 200 yang dihuni. Itu pun hanya 185 pulau yang dihuni secara permanen dengan total populasi 350000 orang. 105 pulau sudah menjadi resort ekslusif, dan 31 area lainnya sudah masuk dalam kategori dilindungi.
      - Lalu bagaimana caranya jika ingin bepergian dari satu pulau ke pulau lainnya? Berhubung disini nggak ada jembatan penghubung antar pulau, ada 3 opsi yang bisa dipilih. Pertama, dengan menggunakan penerbangan domestik. Walau negaranya relatif kecil, Maldives memiliki 4 bandara internasional dan 6 bandara domestik, dengan bandara terbesarnya terletak di Male, yaitu Ibrahim Nasir International Airport. Kedua, dengan menggunakan sea plane. Sayangnya tidak semua pulau memiliki fasilitas ini sehingga alternatif ketiga, yaitu menggunakan perahu, menjadi transportasi andalan lainnya di Maldives.
      Foto 03:
      (a & b.) Sea plane [foto: DD/wikimedia], (c & d.) Perahu [foto: Lauren reich/wikiimedia, DD/wikimedia]
      - Selain diakui sebagai negara dengan luas wilayah yang paling berceceran, Maldives juga memegang rekor lain yaitu sebagai negara dengan ketinggian paling rendah. Daratan Maldives rata-rata hanya setinggi 1,5 - 2,4 meter saja! Jadi nggak heran jika beberapa pulau di Maldives ada yang mulai hilang akibat naiknya air laut.
      - Sekalipun pernah dikuasai oleh berbagai bangsa asing, Maldives adalah negara Islam yang cukup ketat. Saking ketatnya, segala tindakan yang menjurus ke penistaan agama akan cepat mendapat respon, dan mempraktekkan agama lain secara terang-terangan juga dilarang disini. Fakta lainnya, di Maldives minuman beralkohol juga dilarang (kecuali di area resort), begitu juga dengan berjemur sambil topless di pantai.
      - Bahasa nasional dari Maldives adalah Dhivehi, dan penduduk asli Maldives disebut Dravidian. Walau begitu, bahasa Inggris dikenal oleh mayoritas penduduk Maldives, jadi nggak perlu khawatir jika nggak kenal bahasa Dhivehi. Selain bahasa Inggris, bahasa asing lain yang cukup populer disini adalah Jerman, Italia, Jepang, dan Prancis.
      - Biasanya, citra tentang Maldives selalu ditampilkan melalui gambar-gambar resor tepi lautnya. Pariwisata memang menjadi daya tarik utama dari Maldives. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan selama berwisata ke Maldives:
      1. Bulan madu. Sudah tahu kan jika Maldives populer sebagai negara tujuan bulan madu? Di Maldives memang banyak terdapat resort papan atas dengan pemandangan ciamik ke arah laut lepas maupun pantai berpasir putih. Beberapa resort menawarkan aktifitas tambahan yang pastinya akan membuat suasana bulan madu semakin mantap, seperti makan di tepi pantai, berenang bersama, dan sebagainya. Untuk harga resortnya termasuk bervariasi, tergantung apa ingin menginap di penginapan biasa atau di cottage lepas pantai. Yang pasti sih makin jauh ke laut, maka harga cottage-nya pun makin melambung.
      Foto 04 (a-d):
      Resort di Maldives [foto: Business slayer/wikimedia, huvavenfushi/wikimedia, Bruno de Giusti/wikimedia, B166-er/wikimedia]
      2. Melakukan berbagai olah raga air, seperti menyelam, berselancar, dan sebagainya. Walau Maldives terkenal sebagai salah satu negara terbaik untuk menyelam, beberapa teman dengan bangga menyatakan jika kekayaan alam bawah laut di Indonesia nggak kalah (dan bahkan lebih menarik) dari Maldives. Mungkin yang belum ada di Indonesia adalah restoran bawah air, jadi jika malas menyelam, bisa mempertimbangkan mampir ke resto ini.
      Foto 05:
      (a.) Ithaa Restaurant [foto: Alexey Potov - noblige/wikimedia], (b.) Windsurfing di Maldives [foto: eNil/wikimedia]
      3. Melakukan studi banding. Maldives memiliki banyak sekali pulau menarik yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal. Beberapa pulau bahkan terbilang relatif perawan sehingga menantang untuk dijelajahi oleh para pecinta alam. Sebagian pulau lainnya menawarkan aktifitas seru seperti memancing di malam hari. Jadi jangan hanya mentok di resort saja, karena masih banyak pulau lain di Maldives yang bisa dikunjungi.
      Foto 06:
      (a.) Tari tradisional Maldives [foto: Xavier Romero-frias/wikimedia], (b.) Salah satu pulau tak berpenghuni di Maldives [foto: Nizam Ibrahim/wikimedia]
      4. Santai dan menikmati suasana. Pasir putih dan laut biru yang membentang luas selayang mata memandang. Apa lagi yang paling asyik untuk dilakukan selain menikmati suasana? Terlebih karena di Maldives satu pulau diperuntukkan untuk satu resort sehingga tingkat privasi-nya cukup tinggi.
      Foto 07 (a-d):
      Pulau resort di Maldives [foto: Giorgio Montersino/wikimedia, Adrian.benko/wikimedia, Patrick Verdier/wikimedia, MadMedea/wikimedia]
      5. Spa. Tak hanya Bali yang dikenal memiliki berbagai tempat spa kelas dunia. Di Maldives juga terdapat beberapa tempat spa yang menarik juga untuk dicoba.
      6. Menikmati sea plane. Bagi wisatawan yang baru berkunjung ke Maldives, naik sea plane bisa jadi aktifitas wisata tersendiri lho. Terlebih karena dari sea plane wisatawan bisa menikmati uniknya hamparan pulau di Maldives. Mau sambil foto-foto? Boleh juga.
      Demikian sekilas fakta tentang Maldives. Rencananya saya masih akan berbagi beberapa informasi tentang Maldives. Untuk detailnya, tunggu tulisan selanjutnya ya (promosi mode on).
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.
    • By vie asano
      Kalau menyebut kata “pantai berpasir putih”, “cottage dengan pemandangan laut lepas”, “cottage dengan pantai pribadi”, “laut biru jernih”, dan “destinasi bulan madu”, biasanya orang akan langsung terbayang pada suasana Maladewa.
      Ya, Maldives, atau versi Indonesia-nya disebut Maladewa, memang termasuk salah satu destinasi bulan madu populer di dunia. Pesonanya yang kuat sanggup membuat wisatawan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, datang berkunjung kesana. Padahal, secara geografis, Maladewa termasuk sulit dijangkau. Kalian harus beberapa kali naik kendaraan, apalagi jika tujuan kalian adalah resort-resort private yang hanya bisa dijangkau dengan menggunakan pesawat carter. Belum lagi biaya sewa cottage-nya, yang mungkin harga per-malam-nya bisa setara dengan gaji sebulan.
      Dengan kata lain, liburan ke Maladewa itu bisa menguras tabungan kalian hingga ke titik terendah.
      Tapi tunggu, jangan sedih dulu. Buat kalian yang bercita-cita mencicipi liburan ala Maladewa tapi budget-nya hanya cukup sampai Malangbong saja, jangan dulu sedih. Ternyata, di Indonesia pun bertabur spot-spot yang kerap dianggap sebagai “Maladewa-nya Indonesia”. Jika budget kalian belum mencukupi untuk main ke Maladewa, coba lirik beberapa spot keren berikut ini. Siapa tahu ada yang lokasinya lebih terjangkau dari daerah kalian, dan budget-nya lebih ramah kantong dibanding memaksakan diri untuk terbang ke Maladewa.
      *             *             *             *             *
      1. Mari Mulai Dengan Pulo Cinta, Primadona Wisata Baru di Gorontalo

      Pulo Cinta Eco Resort, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Deskripsi Umum
      Pernah mendengar nama Pulo Cinta? Atau setidaknya mungkin kalian pernah melihat gambar sebuah kompleks cottage di tengah laut, yang masing-masing cottage-nya dihubungkan dengan jalan setapak berbentuk hati.
      Yes, itulah Pulo Cinta.
      Pulo Cinta merupakan sebutan untuk sebuah kompleks eco resort yang berada di wilayah Gorontalo. Dalam waktu beberapa tahun terakhir, resort ini memang mencuri perhatian banyak traveller sekaligus honeymooners karena konsepnya yang unik. Pulo Cinta ini dirancang terletak di tengah laut, mengelilingi pulau pasir kecil berbentuk hati, dan memiliki jalan setapak dengan bentuk hati pula. Hmm, dengan penjelasan singkat itu saja kalian mungkin sudah bisa menebak kenapa pulau ini laris manis bagi honeymooners, kan?

      Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Daya Tarik Pulo Cinta
      Tentu saja daya tarik Pulo Cinta ini lebih dari sekedar bentuknya yang mengikuti bentuk hati saja. Secara konsep, Pulo Cinta ini juga menarik karena menawarkan konsep eco resort. Sebagai contoh, listrik di resort ini dihasilkan oleh solar panel. Resort Pulo Cinta ini juga memiliki unit-unit yang dirancang dengan konsep ala rumah tradisional, sehingga udaranya tetap terasa sejuk sekalipun tanpa penyejuk udara.
      Selain itu, Pulo Cinta juga menarik karena memiliki suasana ala Maladewa. Unit cottage di tengah lautan biru, ditambah dengan banyaknya aktifitas air yang bisa kalian lakukan disini – mulai dari diving, snorkeling, dan lain-lain – membuat Pulo Cinta ini kerap disebut sebagai Maladewa-nya Indonesia.

      Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Akomodasi
      Pulo Cinta ini memiliki 15 cottage dengan besaran luas yang berbeda-beda, mulai dari villa 1 kamar tidur, hingga villa 3 kamar tidur seluas 212 meter persegi. Harga sewa per-malam-nya bisa berbeda-beda. Namun rata-rata unit cottage di Pulo Cinta ini dapat disewa mulai dari 3 jutaan hingga 5 jutaan per-malam. Jauh lebih terjangkau dibanding pergi ke Maladewa kan?

      Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook
      Cara Menuju ke Pulo Cinta
      Jika berangkat dari Jakarta, kalian bisa naik pesawat dengan tujuan Gorontalo. Setelah mendarat, kalian harus naik mobil selama kurang lebih 2 jam menuju Boalemo Regency, dilanjutkan dengan naik perahu selama 25 menit menuju Pulo Cinta.
      *             *             *             *             *
      2. Masih di Indonesia Timur, Ada Pantai Ora yang Siap Membius Para Pendamba Maladewa

      Resort di Pantai Ora, via inspirasimagz
      Deskripsi Singkat
      Pantai Ora termasuk salah satu destinasi wisata di Indonesia yang kerap disandingkan dengan Maladewa. Pantai yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, ini memang memiliki hal-hal yang mengingatkan orang akan Maladewa. Sebut saja pantainya yang berpasir putih, dengan suasana lautan tenang yang membentang di sekitarnya. Karenanya, nggak heran kalau pantai ini kerap dilirik oleh mereka yang ingin mencicipi suasana ala Maladewa versi Indonesia.

      Pantai Ora, via exoticorabeach
      Daya Tarik Pantai Ora
      Selain memiliki pantai berpasir putih dan lautan yang biru jernih, laut di sekitar Pantai Ora ini memiliki kekayaan alam bawah laut yang luar biasa. Terumbu karang dan biota lautnya menjadi sebuah sihir yang bisa memikat wisatawan untuk jauh-jauh datang ke Maluku dan mengunjungi Pantai Ora. Saking kayanya biota laut di Pantai Ora, kalian nggak perlu menyelam terlalu dalam untuk menikmatinya. Cukup menyelam 2-3 meter saja segala pesona laut Pantai Ora sudah bisa kalian kecap. Asyik kan?
      Tak hanya memiliki laut yang cantik, di Pantai Ora juga terdapat beberapa obyek wisata lain. Misalnya saja Taman Nasional Manusela. Selain itu kalian juga dapat melakukan aktifitas island hopping dengan mengunjungi beberapa pulau kecil di sekitar Pantai Ora. Jadi, nggak perlu takut mati gaya deh selama di Pantai Ora!

      Ora Beach Resort, via exoticorabeach
      Akomodasi di Pantai Ora
      Di Pantai Ora, ada sebuah resort yang menawarkan suasana ala Maladewa, yaitu Ora Beach Eco Resort. Resort ini memiliki cottage-cottage yang dirancang berdiri di atas laut. Harga sewanya dihitung per-orang, dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena jumlah cottage-nya sangat terbatas, ada baiknya kalian langsung menghubungi pihak Ora Beach Eco Resort jika ingin menginap disana.

      Ora Beach Eco Resort, via exoticorabeach
      Cara Menuju Pantai Ora
      Cara paling mudah menuju Pantai Ora adalah dengan lebih dulu mengakses Ambon. Setelahnya kalian dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Hulnara, Tuleho, dilanjutkan dengan naik kapal feri menuju pelabuhan Amahai di Pulau Seram. Dari Pelabuhan Amahai, kalian dapat menyewa kendaraan menuju Desa Saleman (kira-kira 2,5 jam) hingga tiba di pelabuhan, dan lanjut naik perahu bermesin kecil menuju Pantai Ora (perjalanan kurang lebih 15 menit).
      *             *             *             *             *
      3. Pulau Dodola, Morotai, Juga Menawarkan Sekeping Pesona Ala Maladewa Lho!

      Pulau Dodola, via pulaumorotaikab
      Deskripsi Singkat
      Kawasan Indonesia Timur, khususnya Maluku, memang menawarkan banyak pesona keindahan alam yang kerap disamakan dengan Maladewa. Selain Pantai Ora, daerah lainnya yang kerap disebut sebagai kembaran Maladewa adalah Pulau Dodola. Pulau ini memang memiliki pesona yang mengingatkan pada Maladewa, mulai dari pantainya yang putih bersih dan alam bawah lautnya yang indah. Namun ternyata ada hal lain yang membuat Pulau Dodola ini memiliki ciri khas tersendiri. Hmm, kira-kira apa ya?

      Pulau Dodola, via traveloista
      Daya Tarik Pulau Dodola
      Pulau Dodola ini sebetulnya terdiri dari dua pulau: Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Uniknya, kedua pulau ini baru akan tersambung saat laut sedang pasang surut. Pada momen itu, jalan pasir akan terbentuk, dan wisatawan dapat menyeberang tanpa harus berbasah ria. Unik kan?
      Selain itu, Pulau Dodola ini menawarkan pemandangan laut yang indah: hijau kebiru-biruan, dengan pantai berpasir putih. Alam bawah lautnya pun keren, dan disini terdapat setidaknya 13 spot favorit untuk melakukan diving. Bahkan karena di sekitar pulau terdapat beberapa bangkai kapal dan pesawat terbang yang telah tenggelam, kalian bisa menemukan banyak view unik jika menyelam di sekitar Dodola.
      Menariknya, sekalipun kerap disandingkan dengan Maladewa, ternyata Pulau Dodola ini adalah pulau tak berpenghuni lho. Jadi suasana di tempat ini lebih terasa alami karena tidak terlalu terjamah oleh tangan-tangan manusia.  

      Pulau Dodola, via ituberita
      Akomodasi
      Karena Pulau Dodola ini nggak berpenghuni, jangan mengharap ada cottage terapung di atas laut layaknya cottage di Maladewa, ya. Namun tenang, bukan berarti kalian harus camping kalau ingin mengunjungi pulau ini. Di sekitar Dodola ada beberapa cottage yang disewakan oleh pemerintah setempat. Untuk mendapatkan informasi tentang cottage tersebut, kalian dapat langsung menghubungi kantor pariwisata yang terletak di kota Daruba, Morotai.

      Pulau Dodola, via 4lightsnews.online
      Cara Menuju Pulau Dodola
      Salah satu cara termudah mencapai Pulau Dodola adalah dengan terlebih dulu pergi ke Ternate. Dari sana kalian bisa naik pesawat Cessna menuju Morotai (durasi perjalanan 45 menit), dilanjutkan dengan naik speedboat menuju Pulau Dodola.
      *             *             *             *             *
      4. Beralih ke Kalimantan Timur, Bersiaplah Terpesona Dengan Keindahan Pulau Maratua

      Pulau Maratua, via maratua
      Deskripsi Singkat
      Nama Pulau Derawan sudah sangat populer sebagai salah satu destinasi wisata bahari favorit di Kalimantan Timur. Banyak penyelam kelas dunia yang suka banget mendatangi Derawan untuk mengagumi pesona alam bawah lautnya. Namun, tahukah kalian kalau tak jauh dari Pulau Derawan terdapat sebuah pulau yang kerap disandingkan dengan nama Maladewa?
      Pulau Maratua, demikian nama pulau ‘kembaran Maladewa’ tersebut, memang jaraknya nggak terlalu jauh dari Pulau Derawan. Kalian hanya memerlukan waktu kira-kira 1 jam naik speed boat untuk mencapai pulau yang terletak di Laut Sulawesi tersebut. Memang, untuk mencapai Pulau Maratua membutuhkan upaya yang nggak mudah, karena pulau tersebut menjadi salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Namun, segala perjuangan mencapai Maratua akan langsung terbayar setelah kalian melihat langsung kepingan Maladewa disana.

      Maratua, via Maratua Island Resort/facebook
      Daya Tarik Pulau Maratua
      Daya tarik utama Maratua bisa jadi terletak pada lokasinya yang nggak begitu jauh dari Pulau Derawan. Mengingat Pulau Derawan sudah lebih dulu populer, faktor kedekatan dengan pulau tersebut jelas menjadi nilai tambah tersendiri bagi Maratua.
      Selain itu, Pulau Maratua juga memiliki pesona alam bawah laut yang nggak kalah dengan Pulau Derawan. Lautnya biru jernih, alam bawah lautnya sangat kaya, serta spot penyelaman yang sangat bervariasi, menjadi daya tarik lain yang ditawarkan oleh Maratua. Jangan lupakan juga pesona pantai berpasir putih, dan suasana yang tenang di sekitar pulau, yang siap menyihir para wisatawan yang sudah jenuh dengan hiruk pikuk perkotaan.

      Maratua, via maratua
      Akomodasi
      Penginapan yang paling terkenal di Maratua adalah Maratua Paradise Resort. Resort ini memiliki unit-unit cottage yang dirancang dengan bentuk yang mengingatkan pada unit cottage di Maladewa. Wisatawan dapat memilih unit cottage yang berdiri di atas laut, atau unit cottage yang dibangun di tepi pantai. Biasanya, unit yang berada di pantai memiliki harga sewa yang jauh lebih murah dibanding unit yang berada di atas air.
      Namun, jika kalian merasa harga sewa unit di resort tersebut akan mencekik kantong, kalian dapat melirik aneka homestay yang ditawarkan oleh penduduk setempat. Harganya biasanya jauh lebih murah (mulai dari kisaran 150 ribuan) dibanding menyewa unit resort. Hanya saja, ada harga ada rupa. Aneka homestay tersebut pastinya memiliki lokasi yang kurang strategis dibandingkan aneka resort lepas pantai. Jadi semuanya kembali pada kalian, apakah lebih berminat menyewa cottage atau tinggal di homestay.

      Pulau Maratua, via maratua
      Cara Menuju Pulau Maratua
      Untuk mencapai Pulau Maratua, kalian bisa lebih dulu terbang ke Kota Balikpapan. Dari Balikpapan, kalian dapat naik penerbangan menuju Berau. Selanjutnya, kalian dapat naik perahu menuju Maratua. Atau, jika kalian menginap di Maratua Paradise Resort, kalian dapat menghubungi pihak resort untuk minta dijemput di bandara.
      *             *             *             *             *
      5. Last But Not Least, Ujung Barat Indonesia Pun Memiliki Sepenggal Pesona Maladewa di Pantai Iboih

      Pantai Iboih, via chipago
      Deskripsi Singkat
      Beralih ke ujung barat Indonesia, ada Pantai Iboih yang pesonanya nggak kalah dengan Maladewa. Bahkan Pantai Iboih ini kerap dibanding-bandingkan dengan Maladewa, walau sebetulnya pantai ini memiliki sisi eksotis lain yang tidak dimiliki oleh Maladewa (lihat di bagian ‘Daya Tarik Pantai Iboih).
      Ngomong-ngomong, Pantai Iboih ini terletak di Pulau Weh, Sabang. Nama resminya adalah ‘Teupin Layeu’, dan pulau ini sudah lama populer di kalangan para backpackers penggemar pantai. Jadi jangan heran kalau saat kalian berwisata ke Pulau Iboih, kalian akan bertemu dengan banyak wisatawan mancanegara yang sudah menginap disana selama berminggu-minggu.

      Iboih, via iboihinn
      Daya Tarik Pantai Iboih
      Pantai Iboih dikenal memiliki alam bawah laut yang indah banget. Saking indahnya, kalian nggak perlu menyelam untuk tenggelam dalam pesona keindahan alam bawah lautnya, karena banyak yang bisa kalian lihat dari permukaannya saja. Tapi jika ingin lebih puas, kalian dapat melakukan berbagai aktifitas rekreasi seperti snorkeling maupun diving.
      Daya tarik lainnya, di sekitar Pantai Iboih terdapat hutan lindung yang menambah eksotisme pemandangan di sekitar Iboih; yang nggak akan kalian temukan di Maladewa. Perpaduan antara hutan lindung dan lautan yang biru jernih membuat suasana di Pantai Iboih ini bak surga dunia. Apalagi Pantai Iboih memiliki pantai berpasir keemasan. Jadi, jangan heran kalau banyak banget wisatawan dan backpacker yang betah berlama-lama di Iboih.
      Tambahan info lainnya, jika bosan dengan aktifitas bertema pantai dan laut, kalian juga dapat melakukan penjelajahan hutan. Aktifitas tersebut lumayan disukai wisatawan, terutama karena di hutan terdapat banyak spesies eksotis.
      Selain itu, di sekitar Pantai Iboih pun terdapat beberapa spot kuliner lezat. Kalian dapat mencicipi kuliner khas seperti Sate Gurita, maupun bertualang kuliner di berbagai tempat makan yang ada di sekitar Iboih. Kalian juga dapat mencicipi rujak buah Pulau Klah, mencicipi mie jalak, atau membeli salak khas Sabang. Jadi, nggak hanya mata saja yang akan puas menikmati pemandangan indah, tapi perut pun bisa dimanjakan dengan berbagai kuliner khas Iboih.

      Iboih, via asiamedan
      Akomodasi
      Pantai Iboih memang tidak memiliki akomodasi dengan konsep cottage ala Maladewa yang berdiri lepas pantai. Namun di sekitar dermaga dan tak jauh dari pantai, terdapat berbagai jenis akomodasi yang bisa kalian pilih, mulai dari wisma, hostel, hotel, hingga resort. Di sepanjang pantai pun terdapat beberapa bungalow yang dapat kalian sewa, jika menginginkan akomodasi yang jaraknya sangat dekat dengan pantai dan laut.
      Beragamnya jenis akomodasi di Pantai Iboih jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kalian dapat memilih aneka tipe penginapan yang sesuai dengan selera maupun budget wisata. Umumnya harga sewa kamar di sekitar Pantai Iboih ini dimulai dari kisaran 75 ribuan hingga 2,5 jutaan per-malam.

      Iboih, via pinterest
      Cara Menuju ke Pantai Iboih
      Jika berasal dari luar Aceh, maka pertama kalian harus pergi dulu ke Banda Aceh. Dari sana kalian dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ulue-Lue, dan kemudian lanjut naik feri atau speedboat ke Sabang. Selanjutnya, dari Pelabuhan Sabang, kalian dapat menuju ke Pulau Weh untuk mencapai Pantai Iboih.
      *             *             *             *             *
      Baca juga tulisan lainnya tentang Maladewa:
      Welcome to Meldaifs, Eh Maldives! 
      Backpacking ke Maldives? Why Not! 
      Mau Makan dan Tidur ‘Gratis’ di Maldives? Baca Infonya Disini. 
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) dengan tanpa adanya proses editing tambahan selain resizing.
    • By Tarmizi Arl
       
      Salah satu resort mewah Maldives via storify.com
      Hai Gengs Jalan-jalaner !
      ‘Udah pernah ke Maldvies? Atau Pengen banget kesana kayak gue?’
      Ya, Maldives atau Maladewa memang kerap menjadi list cita-cita destinasi wisata bagi banyak orang. Alam bahari yang kerap disebut surga dunia memang tidak bisa dipungkiri keindahannya. Ditambah lagi, pamornya yang tinggi dan ada rasa prestisius tersendiri bagi wisatawan yang kesana membuat Maladewa seolah menjadi magnet bagi banyak orang untuk dapat menabung dan mewujudkan ambisi ke sana.
      Menariknya lagi, sekarang sudah mulai bermunculan tiket pesawat berpromo-promo khusus ke Maladewa yang umumnya melalui/via Kuala Lumpur. Ibarat angin segar, hal ini membuat kunjungan ke Maladewa semakin dekat dimata.
      Tetapi, sebelum benar-benar mendapatkan tiket kesana, apalgi tiket promo yang seringkali mendadak, ada baiknya kamu sudah mengenal terlebih dahulu seputar negara kepulauan satu ini.
       
      1.Dimana Maldives Berada?
      Sebelum membahas ini itu lebih jauh, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu dimana itu Maladewa. Biar lebih mudah, kita lihat saja lokasi Maldives dalam peta dunia berikut.
       
      Titik Lokasi Maldives dalam peta  via google map
      Terlihat dimana pulaunya? Begitu kecilnya kepulauan di Selatan Negara India yang berada di antara perairan Laut Arabian dan Samudera Hindia. Dalam peta diatas, bahkan pulau-pulaunya tidak terlihat ketika skala peta di perkecil. Begitulah Maldives, negara kepulauan yang sangat kecil bahkan kabarnya jika pemanasan global benar-benar dahsyat terjadi dan kutub mencair, Maldives menjadi negara yang terancam keberadaannya. Tak berlebihan nampaknya karena Maldives menjadi negara dengan permukaan terendah di dunia. Rata-rata ketinggian Maldives hanya 1,5 mdpl dengan puncak tertinggi hanya 2,3 mdpl.
      Agar lebih jelas, yuk kita lihat peta Maldives
       
      Peta Negara Maldives via leisuredm.com
       
      2. Mengenal Republik Maldives
      Maladewa merupakan negara merdeka berbentuk Republik. Negara ini merdeka di tanggal 25 Juli 1965 dimana sebelumnya Maladewa masih menjadi anggota koloni Inggris. Maladewa dipimpin oleh Presiden yang menempati istana bernama Muliaage.
       
      Muliaage, Istana Presiden Maldives via en.wikipedia.org
      Kepulauan di Maladewa terdiri atas sekumpulan atol atau pulau-pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna. Kondisi alam inilah yang juga membuat Maladewa spesial. Tercatat ada 1.192 pulau karang di Maladewa dan hanya sekitar 200 pulau yang dihuni.
      Nama Maldives atau Maladewa sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu mala yang berarti untaian dan dvipa yang berarti pulau. Ya, nama yang memang sangat cocok untuk Maldives yang memang berupa untaian pulau-pulau memanjang dari utara hingga selatan.
       
      3. Menyapa Penduduk Maldives
      Banyak yang belum tahu bahwa Maladewa bisa dikatakan sebagai negara Islam Modern. Lebih dari 99 persen penduduk ini beragama islam dari sekitar 350.000 jiwa. Muslim negara ini sendiri terbilang cukup taat dimana sebagian besar wanitanya mengenakan jilbab. Kebudayaan dan nilai-nilai Islam juga erat bagi mereka meskipun tak bisa dipungkiri pengaruh nenek moyang akan kepercayaan supranatural dan tradisi Budha beralkulturasi juga disini.
       
      Salah satu wanita Maldives via appletonaltrusa.com
      Penduduk Maladewa sendiri disebut sebagai orang Divehi. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yaitu yang mendiami Ihavandippula/Haa Alif hingga Haddummathi (wilayah Utara), yang mendiami wilayah Selatan, serta penduduk Minicoy yang berada di wilayah teratas, dekat India.  Secara etnis, penduduk Maladewa dibagi menjadi 4 bagian yaitu Sinhalese, Dravida, Arab, serta Afrika. Ada juga suku Indian, tetapi jumlahnya sangat kecil.
      Bahasa resmi Negara beribukota di Male ini ialah Bahasa Divehi. Sepintas, jika mendengar orang sana berbicara, cukup mirip dengan bahasa India. Tapi untuk berkomunikasi bagi turis tak perlu khawatir, karena sebagian besar warga Maladewa paham berbahasa Inggris.
       
      4. Cara Ke Maldives
      Sampai sekarang, belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Maladewa. Penerbangan harus transit dahulu di Kuala Lumpur ataupun Singapura. Tarifnya juga beragam, biasanya tarif termahal yaitu saat high season yaitu di musim panas, antara bulan Desember hingga April. Perjalanan udara dari Singapura misalkan menuju Maldives ialah sekitar 4,5 jam dengan perbedaan waktu antara Maladewa dan Indonesia (WIB) ialah 2 - 3 jam lebih lama.
       
      Pulau, Bandara Ibrahim Nasir, via pinterest.com
      Bandara tujuan penerbangan di Maldives bernama Bandaranya Ibrahim Nasir di Pulau Hulhule. Uniknya, pulau ini isinya ya khusus bandara saja meskipun memang sudah ada jalan penghubung dengan pulau terdekatnya yaitu Pulau Hulhumale, sebuah pulau reklamasi. Jadi, sesampainya di Bandara, wisatawan harus langsung menaiki kapal atau langsung menyambung penerbangan domestik.
      Jika kamu sempat mengeksplore bandara ini, maka kamu juga akan melihat deretan pesawat kecil di perairan. Pesawat-pesawat domestik ke berbagai pulau ini akan lepas landas juga dari perairan. Pemandangan langka tentunya yang sangat menarik.
       
      5. Transportasi di Maldives
      Jika bandaranya saja hanya berada di satu pulau, sudah terbayang bahwa mobilitas di kawasan Maladewa ialah mengandalkan moda transportasi air. Begitupun ketika sampai di bandara dan ingin langsung ke pusat kota, maka kapal menjadi pilihannya. Di Bandara ini sendiri sudah langsung terhubung dengan terminal ferry. Kecuali jika kamu mau menuju Pulau Hulhumale, maka tersedia Bus seharga sekitar 15 MVR atau Rp 13.200.
      Kota terdekat dari pulau bandara ialah ibukota negaranya yaitu Kota Male. Dari bandara, kapal menuju Kota Male selalu tersedia dengan tarif sekitar 10 MVR atau sekitar Rp 8500 saja. Perjalanan kapal hanya sekitar 10 menit saja.
      Tapi perlu diketahui bahwa dua pulau ini bukanlah pulau wisata. Isinya layaknya sebuah kota yang dipenuhi bangunan bertingkat. Jadi jadikan Male atau Hulhumale sebagai lokasi singgah saja jika memang tujuanmu mencari keindahan Maladewa seperti yang sering dilihat di berbagai media.
       
      Seaplane, salah satu transportasi antar pulau, via stylehiclub.com
      Selebihnya untuk mengeksplore berbagai pulau di Maldives, transportasi laut baik kapal ataupun pesawat air (seaplane) adalah pilihannya. Ketahuilah sekali lagi bahwa pulau-pulau di Maldives sangatlah kecil. Ibukotanya saja di Kota Male, luasnya hanya 5,8 km persegi. Ya, mungkin menjadi ibukota negara terkecil yang pernah kamu tahu.
       
      Taksi di Kota Male via gezimanya.com
      Sedangkan untuk Transportasi di dalam kota, taksi adalah pilihan yang tersedia. Hanya Kota Male dan Hulhumale yang tersedia taksi. Jumlahnya cukup memadai dengan tarif yang wajar, apalagi perjalanan dipastikan tidak akan lama karena kembali lagi bahwa pulau sangat kecil.
      ‘Lantas bagaimana dengan pulau lain jika tidak ada taksi?’ Itu hal yang tak pelru dirisawkan karena memang pulau lain tidak memerlukannya. Berjalan kakipun tak akan membuat lelah karena begitu kecilnya.
      Selain itu hal unik yang perlu diketahui ialah bahwa taksi di Maldives bisa sharing cost. Maksudnya, meskipun sudah ada penumpang di taksi, tetapi penumpang lain masih bisa turut masuk. Tentu ini dengan kesepakatan antar kedua belah pihak, jadi kamu bisa menolak jika tidak ingin.
       
      6. Perlukah Visa? Dan Apa Mata uangnya?
      Berbahagialah karena sekarang perjalanan wisata bagi turis Indonesia ke Maladewa tidak memerlukan Visa. Bebas visa ini untuk kunjungan dibawah 30 hari, angka yang lebih dari cukup tentunya untuk berwisata.
       
      Rufiyaa, mata uang Maldives via mamiefunky.blogspot.co.id
      Sedangkan mata uang, Maldives menggunakan mata uang Rufiyaa (MVR). Ya, Rufiyaa, sedikit mirip penyebutannya dengan mata uang kita. MVR 1 setara dengan sekitar Rp 850 – 900. Kurs ini terbilang cukup stabil dari tahun ke tahunnya. Di Maladewa sendiri, kamu tidak hanya bisa bertransaksi dengan Rufiyaa, tapi juga bisa menggunakan Dollar Amerika. Kurs 1 USD ialah sekitar 15 MVR. Tapi, menggunakan mata uang lokal bisa lebih menguntungkan karena biaya menggunakan uang lokal akan lebih hemat dibanding dollar. Untuk kamu yang mau menukarkan uang bisa langsung menukarnya di Bandara. Selain itu, perlu diketahui bahwa ATM hanya tersedia di sekitaran Bandara atau Pulau Hulhule, jadi siapkan uang langsung dari sana.
       
      7. Tentukan Tujuan Sejak Awal
      Seperti yang sudah di sebutkan berulang di poin sebelumnya, bahwa  pulau-pulau Maldives ialah pulau-pulau kecil yang tersebar ribuan. Untuk pergi ke antar pulau juga harus menggunakan kapal atau pesawat. Itupun jarak antar pulau sangat beragam dan dapat dipastikan akan memakan banyak waktu.
       
      Salah satu pulau resort di Maldives via virginholidays.co.uk
      Jadi, sebelum sampai di Maladewa, kamu harus sudah menentukan di pulau mana tujuanmu setidaknya untuk menginap. Tentukan dan sesuaikan juga dengan budget yang kamu punya agar tidak terbuang mubazir. Namun semua kembali kepada diri masing-masing, selagi kalian memang berencana berpindah-pindah lokasi, hal itu tentu mungkin saja. Terpenting, kamu sudah tahu dulu kondisi Maldives agar tidak kaget.
       
      8. Jumat adalah Hari Libur, Tidak Ada Kapal Umum yang Menyebrang
       
      Kapal Penyebrangan di Maldives via arenabeachmaldives.com
      Hal ini harus kalian ketahui. Sebagai negara bependuduk dan kuat akan nilai-nilai Islam, Maldives memberlakukan hari libur setiap pekannya yaitu di Hari Jumat. Makna libur ini bukan hanya untuk kantor tetapi termasuk untuk jasa penyebrangan umum. Kecuali untuk kamu yang menyewa satu kapal, hal ini masih mungkin dilakukan.
       
      9. Dilarang Pakai Bikini Sembarangan
       
      Papan Pemberitahuan Larangan Berbikini via expatoftheworld.com
      Kembali diingatkan bahwa Maldives sangat kental dengan peraturan Islamnya. Meskipun sudah begitu dikenal sebagai negara tujuan wisata pantai, tetapi peraturan tetap peraturan. Kalian yang perempuan tidak boleh memakai bikini di tempat publik, termasuk pantai publik.
      Meskipun dilarang di tempat umum, tetapi tetap disediakan lokasi-lokasi bebas. Biasanya jika di pantai umum, diberikan pembatas antara area dilarang berbikini dan yang boleh berbikini. Selain itu untuk pantai privat seperti resort, berbikini diperbolehkan.
      Selain soal bikini, alkohol juga dilarang dijual ataupun dibawa ke pulau-pulau lokal di Maldives. Meminum dan termasuk membawanya dari luar adalah tindakan illegal. Jadi jangan coba-coba, ya.
       
      10. Bagaimana dengan Biaya Hidup?
      Maladewa terbilang cukup tinggi untuk biaya hidupnya. Urusan makan contohnya, dalam sekali makan kamu mungkin harus menyisihkan uang sekitar Rp 100 ribu untuk menu standar. Sedangkan untuk penginapan mungkin masih bisa ditekan karena sudah mulai banyak penginapan murah di angka Rp 500 ribuan permalam. Tapi tentu ini adalah penginapan di tengah kota, sedangkan jika kamu mau di tepi pantai, sudah tentu akan lebih mahal.
      Khusus kamu yang Backpacker atau mencari biaya terendah, setidaknya ada 3 pulau yang dianggap paling cocok yaitu Maafushi, Gulhi, dan Guraidhoo. Ketiganya cukup populer bagi mereka yang ingin mengghemat tetapi dengan panorama yang tak kalah menakjubkannya. Lokasinya di sisi Selatan Kota Male dengan biaya kapal yang juga sangat murah yaitu sekitar MVR 22 atau hanya Rp 19.000.
    • By Ahook_

       
      Karena belum sanggup untuk nginap di resort selama di Maldives, alternatif lain adalah tinggal di hotel di pulau penduduk. Cukup sih buat aku walau hanya daily trip ke Adaaran Club Rinnalhi, bisa baca disini. Sekarang ini, sudah banyak sekali hotel yang memberikan penawaran harga yang cocok dikantong. Awalnya bingung, mau nginap dimana? Mau di pulau apa? Sempat ingin pindah- pindah pulau biar bisa datangi banyak tempat, dengan kata lain juga harus pindah- pindah hotel. Akhirnya, mantap dengan segala pertimbangan yang masuk akal, ke Maldives kan mau menikmati alamnya, kalau pindah- pindah kek gitu, bukannya bakalan habis waktu, tenaga, jadinya tidak maksimal.

      Sekitaran Maafushi Island
      Keputusan terakhir adalah pilih Maafushi Island, walau review dari travel blogger yang banyak kasih info kalau pulau ini ramai sama turis, terus kurang ini- kurang itulah. Tapi aku tetap berpegang teguh pada keinginanku. Toh, masing- masing orang punya gaya dan caranya tersendiri dalam menikmati hidupnya. Bebas, santai dan suka- suka. Dan setelah pulang dari sana, aku bilang, sama sekali tidak menyesal pilih Maafushi Island. Bahkan menjadi pilihan yang tepat.
       

      Kaani Beach Hotel View
      Maafushi Island menjadi pulau penduduk yang banyak sekali hotelnya. Luas pulau ini, bisa dijangkau habis dalam 30 menit kalau pakai sepeda. Nikmati pulau ini cukup dengan setengah hari saja, menurutku sudah cukup, dan selebihnya, bakalan bosan, seperti kebanyakan orang lain merasakan. So, kamu harus menikmatinya dengan caramu. Tidak harus beli daily trip sih ke resort ( baca disini ) atau beli paket Sandbank trip ( baca disini ), kalau kamu tahu cara menaklukkan medanmu.

      Receptionist
      Balik lagi tentang hotel, aku pilih Kaani Beach Hotel, yang punya review bagus dibeberapa situs penjualan kamar hotel secara online. Aku beli Rp 4 juta untuk 3 malam. Per malamnya Rp 1,3 juta, bagi 2 lagi sama teman, jadi per orang kena Rp 2 juta atau Rp 666.000 ,- lah. Belinya 3 minggu sebelum berangkat. Free sarapan pagi ( buffet ), free Wifi anywhere, kamar AC, hot shower included, kamar besar, punya meja tulis, lemari baju, kamar mandi oke pakai banget. ( Hahaha.. sebenarnya, ini tidak terlalu penting sih). Kemaren kesana tanggal 3 - 7 Mei 2016. Sempat inap 1 malam di Male. Bisa baca disini.

      Lobby hotel
      Kaani Beach Hotel berkesan banget buatku. Staff-nya ramah- ramah. Dari dermaga saja, service-nya bagus euy... Begitu turun dari ferry, eh, namaku tertera di papan penjemputan. Then, segala backpack dan lainnya, diangkut pakai dorongan ( terbuat dari kayu gitu ). Jalan kaki sekitar 10 menitan, ditemani staff lainnya yang jemput, diceritain ini itu, disambut dengan segala basa- basinya yang buat adem nih badan yang sudah mulai lelah.

      Kamar deluxe
      Paling seru, ketika welcome drink-nya disuguhkan. Kita diminta duduk di sofa lobi hotel, diperjelas oleh Manajer hotelnya, Mr Suja. He is so kind, smart, and fast responded of everythings. Fasilitas apa saja yang didapatkan sebagai tamu hotel dan lain sebagainya. Oh ya, termasuk, dikasih handuk hangat buat ngelap muka biar segar. Penyambutan yang menurutku memuaskan, kalau dipikir, belum pernah deh ketemu yang kayak begitu. Atau aku saja yang tidak pernah ya, karena selama ini nginap di hostel ya. #Katrok...

      Resturant hotel
      Malam pertama, benar- benar malam yang pertama ya, bukan "malam pertama", kami inap dilantai 2. View-nya ke kota, sesuai dengan yang aku pesan. Kondisi kamar bisa lihat di foto-foto deh. Swear, worth it banget tinggal disini , sesuai dengan dibayar.
       

      Menu breakfast
      Besoknya, ketika pulang dari Resort trip, eh, AC kamarnya bocor, komplain dong, janjinya mau diservis saat itu juga. Akupun keluyuran lagi disekitar hotel sembari menunggu AC diperbaiki, pas baliknya sudah 1 jam lebih, tuh AC belum diapa-apain. Emosi mulai naik nih, pakai protes dan langsung ditukar ke kamar lain dilantai 3 dengan fasilitas yang sama persis.

      Halaman hotel
      Depan Kaani Beach Hotel langsung menghadap ke pantai. Yang namanya di pulau penduduk, tidak boleh pakai bikini dijalanan. Ada private beach khusus orang bikini-an, namanya Bikini Beach. Dan tepat didepan hotel inilah Bikini Beach  ada. Malas ke pantainya, mau duduk santai dihalaman hotel juga seru loh. Ada mainan buat anak- anak lokal, jadi, hiburan buat kamu yang suka sama anak kecil. Roof top-nya juga bisa buat santai. Nikmati pantai dari atas gedung juga punya sensasi tersendiri.

      Roof top hotel
      Sebelahnya hotel ada souvenir shop. Bahkan termasuk banyak shops yang ada disekitaran sana. Bosan di hotel, didekat hotel, ada sebuah cafe, ada live music-nya. Aizz... miss it. Really. Hotel juga menawarkan paket buffet untuk dinner. Per orang bayar USD 12. Bukan didalam restoran hotel, tapi dipekarangan hotel, alam terbuka, pasang lilin dan jadi romantis banget. Oh ya, bisa pesan khusus buat kamu yang berpasangan, candle dinner light. Terpisah dari rombongan makan malam, didekat pantai, berdua saja.

       
      Kaani Beach Hotel menyediakan sepeda buat kamu yang ingin keliling pulau, gratis. Termasuk ada payung deh kalau hujan. Kalau mau ke pantai, tinggal minta handuk pantai saja. Setahu aku, hotel ini termasuk yang terbagus disini, punya 3 cabang hotelnya. Walaupun berdekatan, cuma beda di view saja. Kalau yang aku inap, langsung view ke pantai kan, ada yang terletak agak dalam dan menghadap jalan. Kalau mau ke pantai harus jalan kaki lagi. Paling keren adalah tipe honeymoon-nya, terpisah dari kedua gedung ini. Buka jendela, sudah langsung pantai. Dan sekarang ini, mereka sedang membangun gedung keempatnya.

      Sunrise di Maafushi Island
      Untuk makananya, walau hanya breakfast saja, aku bilang enak. Sesuai dilidah. Menunya ada local food. Jumlah menunya tidak sebanyak dihotel berbintang 4 dikota-kota besar lainnya. Walau hotel ini dikategorikan hotel bintang 4. Oh ya, ada kolam renang juga, tapi dicabang lainnya. Boleh kok pakai kolam renangnya. Intinya, hotel ini sistemnya terkoneksi satu sama lainnya, hotel jaringanlah. Sehingga semua fasilitasnya bisa kita nikmati walau dicabang lain.

      Bikini Beach - masih pagi
      Overall, aku suka lingkungannya hotel ini. Suasananya, staffnya, fasilitasnya, terpenting sih, harga cocok dikantong dengan apa yang didapatkan. Ketika  check out, aku dikasih souvenir. Untung saja, aku tidak beli pas keliling ke souvenir shop. Harganya kalau tidak salah sekitar USD 8 - 15 ( ada ukurannya ).

      With Hotel`s staffs

      Souvenir yang dikasih oleh Mr. Suja - Kaani Beach Hotel
       
      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      IG / Twitter : @ransealahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
    • By Ahook_
      Setelah dari Resort trip sehari sebelumnya ( baca disini), trip selanjutnya adalah fullday trip ke beberapa lokasi wisata. Beli paketnya tetap di Kaani Beach Hotel, nama paketnya " Special Offer " dengan harga 38 Usd ( rate 1 usd = Rp 13.200,- ) per orang, sudah termasuk biaya transport (pp) dan makan siang, termasuk supply air minum. Jumlah peserta sekitar 25 orang. Trip dimulai jam 9 pagi - jam 5 sore. Cuaca saat itu, rada tidak pasti. Sebentar terlihat mulai mendung, mulai gerimis, eh... sebentar lagi, matahari kembali menyinari dengan perlahan tapi pasti, terus terik. Bolak- balik begini terus, bikin galau...

      Worldtravelers on the boat
      Baca juga : Cuma 7 juta sudah bisa ke Maldives dan Cara Backpacker Nikmati Maldives.
       
      Aku sengaja duduk diujung kapal. Bisa bebas melihat pemandangan didepan tanpa harus kehalang. Udara segar dan panasnya matahari yang siap membakar kulit tanpa ampun. Tapi, aku suka... Ketika yang lainnya, sibuk menyembunyikan diri dibawah tenda maupun dibagian dalam speedboat, Dauz, traveler asal Malaysia dan aku malah asik berjemur. Seharian berjemur dan hasilnya gosong. Aku hepi.. sekian...

      Dolphins 
      Melihat dolphin menjadi rute pertama dalam trip itu. Setelah hampir 1 jam, tiba- tiba muncul banyak sekali dolphin - dolphin yang berenang disekitaran speedboat. Wuuddiih, merinding.. karena sangking hebohnya, sangking serunya, lihat segrombolan dolphin-doplhin itu berenang. Mungkin ada manusia disekitarannya, mereka malah sengaja bermain- main. Kayak sedang nonton pertunjukan, semua pada teriak- teriak. " Jump.... jump... jump.... ". Seolah ngerti saja tuh dolphin, tapi benaran, dolphinnya loncat dan gulung- gulung gitu diatas udara kemudian pusshhhhhh.... jatuh kedalam air lagi. Ada yang berenang santai secara berkelompok, ada yang bermain- main didalam air, berenang sana- sini. Artis benar deh dolphin - dolphin itu, jeprat- jepret dari suara kamera tidak berhenti- henti. Ada sekitar 15 menit bersama para dolphin itu. Mereka pasti juga senang ketemu kita yang kece- kece ini. 

      Coral 
      Rute selanjutnya adalah snorkeling. Lokasinya dimana, tidak tahu. Pastinya ada ditengah- tengah samudera gitu-lah. Ada disalah titik terkecil didalam peta dunia. Dipinjami alat snorkeling kok, terus ada handuk pantai dan kalau kamu butuh fin, boleh pinjam juga. Spot pertama ini, aku ada masalah dengan lensa mata, sehingga gagal melihat coral yang ada didalam. Sempat panik dan minta tolong yang lain, karena mata tiba-tiba buram, sama sekali tidak terlihat.

      Sandbank Sexy Beach
      Rute selanjutnya adalah ke Sandbank Sexy Beach. Dengar namanya saja sudah langsung merasa sexy bukan? Hamparan pasir yang ada ditengah- tengah laut gitu. Kosong, tidak ada penghuni. Tidak ada rumah, tidak ada pohon, tidak ada kursi, tidak ada tenda permanen. Terus ya itu, siap-siap dibakar sinar matahari. 

      Couple From India 
      Sekeliling Sandbank ya air. Tidak ada yang lain lagi. Kegiatan disana, berenang, nyemplung, foto-foto, berjemur. Makan siang juga disini. Nikmati alamnya saja. Yang suka panas, ya berjemur, nyemplung, atau sekedar basah- basah kece. Yang tidak suka panas, pihak hotel ada siapin payung pantai sih. Jadi ketahuan deh, siapa sih sebenarnya yang memang doyan pantai atau hanya sekedar pengen main ke pantai doang? Penting, tidak juga. Kan masing- masing orang boleh dong punya cara dan gaya tersendiri dalam nikmati hidupnya. 

       
      Dan aku? Sudah pasti, berjemur dong. Karena sedang belajar foto, aku jadinya hunting foto. Senang saja. Sembari panas- panasan gitu. Mau modelnya orang lain, pakai kamera orang lain, sampai foto-in diri sendiri. Suka saja. Mungkin sekitar 1,5 jam disini. Kesannya, aku bilang seru. Sebenarnya, apapun yang didepan mata, semuanya tergantung bagaimana cara kamu menikmatinya? Setuju???

      Ebi and Uchan
      Setelah dari Sandbank, kembali snorkeling lagi di spot yang berbeda. Nah kali ini, aku berhasil melihat coral didalamnya, ikan-ikan yang cuantik- cuantik. Puas sih. Jika kamu tidak pede atau tidak bisa berenang, tapi ingin snorkeling, bisa dipandu sama crew-nya kok. Gratis. Puas snorkeling, ya berjemur lagi diatas speedboat. Oh jangan lupa bawa sunblock. Ini penting. Biasalah, ke pantai, sunblock menjadi barang yang wajib dibawa. 

      Action...
      Okey, selanjutnya adalah island hopping ke Guraidho. Intinya, semua peserta dituruni ke 1 pulau penduduk lainnya untuk keliling pakai jalan kaki. Yang dilihat, yang rumah- rumah penduduk dan warga lokalnya. Tujuan dari island hopping ini tidak lain adalah minta kamu belanja souvenir. Hanya itu. Karena tidak ada hal special lainnya yang bisa dinikmati. Ya.. foto-foto-lah. 

       
      Dalam 15 menit, aku sudah kelar keliling tuh 1 pulau. Hahaha.. Bablas.. cepat banget. Tidak keluar masuk toko souvenir yang ada, karena niatnya beli souvenir di Male. Kabarnya lebih murah. Masih banyak waktu, duduk santai didekat dermaga, ada hammock mini. Yihaa.. jadinya bersantai dan tiduran dibawah pohon, lihat ke pantai, lihat anak- anak kecil bermain. Aizz.... senangnya... anginnya sepoi-sepoi... kalau saja, gerimis tidak menghampiri, aku mungkin sudah tertidur lelap disana.
       

       
      Perjalanan pulang kembali ke Maafushi Island sekitar jam 4 sore. Terik matahari tinggal sisa-sisanya saja. Suasana dalam speedboat pun berubah total. Berangkatnya pada heboh, pada excited, pas sudah perjalanan pulang, sudah letoi, sudah pada capek. Banyak yang tiduran, diam tidak bersuara. Aku? Tetap.. tidak mau rugi... menikmati setiap menit perjalanan itu. Banyak melewati resort- resort mewah lainnya. Itu juga menjadi pemandangan selama perjalanan pergi dan pulang kami. 
       
      Aku bilang, buat kamu yang sudah sampai di Maldives, dimanapun pulau kamu netap, ada baiknya ambil trip ini deh, termasuk buat kamu yang netap di resort mewah. Karena, aku yakin, pasti ada sesuatu yang beda yang bisa kamu dapatkan. 

      Great moment, ever...
      Menghabiskan 9 jam bersama Worldtravelers yang entah asalnya dari mana saja, mampu meninggalkan kesan dalam buatku. Menyisakan momen indah yang kemudian hanya bisa dikenang saja. Menambah pengalaman baru yang menjadi bagian dari perjalanan hidupku. 
       
      Sebelum ke Maldives, ada baiknya baca dulu ini : 7 hal yang harus diperhatikan sebelum ke Maldives.
       
      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      IG/ Twitter : @ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Ahook_
      Katanya, belum dianggap sudah pernah ke Maldives jika belum pernah menginap di resort-nya. Apa??? Resort mewah itu? Kan mahal ? Harganya selangit. Dan aku? Backpacker murah meriah ini, bagaimana bisa menikmati resort mewah di Maldives.... Kata seorang teman, paling tidak, tidur 1 malam deh, cobain sensasinya seperti apa? Tapi, kan tetap mahal. Sempat obok-obok Agoda.com dan booking.com, iseng-iseng, eh... batalin deh niat itu. Belum deh, untuk nginap disana...Terus, bagaimana dong? Masak tidak sah? Masak tidak dianggap belum pernah ke Maldives, padahal untuk bayar mahal- mahal, sudah tabung dari jauh - jauh hari.
       
      Sebelum lanjut artikel ini, ada baiknya baca dulu : Cara ke Maldives hanya dengan 7 Juta.

      Adaaran Club Rinnalhi
      Memang, aku akui, setelah berada di Maldives, terutama saat sudah di Maafushi Island, aku setuju dengan mereka- mereka yang berpendapat demikian. Karena memang tidak ada apa- apanya. Jika kamu hanya di pulau- pulau penduduk seperti di Gulhi atau di Maafushi lebih dari 1 hari, kamu akan merasakan bosan, dan merasa, Maldives itu tidak ada apa-apanya. Dalam setengah hari saja, kamu sudah explor habis tuh pulau. Ya, selama di pulau -pulau itu, hanya bisa main ke pantainya saja. 
       
      Banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan selama liburan ke Maldives, tanpa harus nginap di resortnya yang terkenal sejagad raya ini. Ya, salah satunya, daily trip ke resort-nya. Tidak bisa menginap, bukan berarti tidak boleh mengunjungi resortnya kan? 

      Fierdauz, Robert, Acua,Ranselahok
      Tidak tahu di pulau lain, kalau di Maafushi Island, setahu aku, hotel- hotel pada menawarkan paket tour termasuk water sport ( diving, parasailing dan sebagainya). Untuk paket tournya, bisa half day buat kunjungi penyu, half day ke Sandbank, sampai one day trip ke Sandbank Sexy Beach. Yang paling bergengsi dari itu semua, ya daily trip ke resort. Jiah... bergengsi...!!!
       
      Sebelum berangkat, masih ragu- ragu untuk beli resort trip ini. Informasi yang didapatkan, bayar 150 Usd per orang. Mahal banget. Setelah tiba di Maafushi, dan melihat sekitaran pulau, semakin menyakinkan diri untuk harus daily trip deh ke resort. Untuk menikmati Maldives sesungguhnya, ya ke resort- resort itu. 

       
      Singkatnya, terkumpulah 7 orang, termasuk aku yang ingin daily trip ke resort. Entrance fee tidak termasuk transport fee. Jadi ketika ditawarin paket, harus jeli dan cermat, jangan sampai salah komunikasi. Biaya transport juga tergantung dengan jumlah orang yang berangkat. Jika hanya berangkat sendiri, harga per speedboat-nya 150 usd, berdua , masing- masing 75 usd. Intinya semakin banyak peserta, semakin murah. Sedikit tips, disini, kalau rombongan, keluarkan ilmu tawar menawar kamu. 

       
      Kami pilih ke Adaaran Club Rinnalhi Resort. Entrance fee-nya sudah tidak bisa dinego. Per orang kena 70 usd. Sedangkan tranpsort-nya, karena kami 7 orang, seharusnya per orang di-charge 30 usd, hasil nego, per orang bayar 25 usd. Kami beli paket trip ini di Kaani Beach Hotel, tempat aku stayed selama di Maafushi. Dan tidak disangka, aku dikasih diskon tambahan 5 usd karena aku yang ajakin traveler yang nginap di hotel lain, itu alasan managernya. Jadi, untuk transport (pp), aku bayar 20 usd dan entrance fee 70 usd, total 90 usd.  Tidak perlu bayar puluhan juta hanya untuk bisa menikmati resort mewah Maldives. Dengan 1,2 juta juga sudah bisa menikmati Maldives sesungguhnya. Mahal? Tergantung masing- masing ya.
       
      Kenapa Adaaran Club Rinnalhi?
       

       
      Jadwal berangkat harusnya jam 8.30 pagi, telat 30 menit dengan alasan yang menurutku sedikit aneh. Tapi yang sudahlah. Perjalanan dari Maafushi ke Adaaran Resort, harusnya tidak sampai 30 menit. Kenapa pilih Adaaran Resort ? Karena, resort ini yang paling murah kawan. Inginnya sih, ke Anantara Resort, tapi kudu bayar 480 usd hanya untuk entrance fee doang. Mampus gak tuh? 
       
      Kamu hanya di-drop off saja ketika tiba di resort dan baru akan dijemput kembali jam 5 sore. Prosedurnya, lapor ke reception buat bayar dan dapat gelang. Ya, sebagai petanda, kamu adalah tamu resort yang bayar daily trip. 

      Snack corner
      Terus , ngapain saja di resort? 

      Restaurant area
      Terserah kamu. Bebas sebebasnya. Mau jungkir balik, mau berenang dipantai, mau apain saja boleh, asal tidak masuk kamar buat tidur. Oh ya, dari Kaani Beach Hotel, kamu akan dipinjamin alat snorkeling & fin, kalau kamu mau, dan satu handuk pantai. Kudu kembalikan lagi ke pihak Kaani, atau kamu harus bayar denda menghilangkan barang. 

      Restaurant area
      Pada kesimpulannya, resort menyediakan makan dan minum sepuasnya buat kamu. Tidak takut kelaparan deh. Sebelum makan siang ala buffet, ada tea time, yang pastinya bisa mengenyangkan isi perut kamu. Sembari menikmati resort dan alamnya, kamu bebas makan kue- kue yang sudah disediakan, berbagai minuman juice dan cocktail boleh diminum sepuasnya, kopi dan teh sudah tentu. 
       

      Inside Resort - view
      Selebihnya, ya sudah acara bebas, terserah bagaimana menikmati 90 usd yang sudah dikeluarkan? Berenang, mau snorkeling sekitaran pantainya, berjemur, mau foto- foto, mau duduk santai di saungnya, mau makan dan minum lagi, mau keliling resort, bebas dan sesukamu. 
       
      Makan siang baru mulai jam 12.30 waktu setempat. Menunya sih banyak dan international food. Kamu yang jago makan, silahkan makan sepuasnya, silahkan makan sampai balik modal. Hahaha.. Aku sendiri, tidak begitu kuat makan, hanya makan seadanya saja. Selama 2 jam itu, kamu boleh bolak-balik dah ambil makanan. 

       
      Setelah makan siang, kalau aku, karena suka foto, jadi aku pakai kesempatan ini untuk belajar foto lagi. Hitungannya, hunting foto- foto-lah. Kemudian, snorkeling, terus berjemur kek bule- bule itu, terus basah-basahan lagi, jemur lagi. Duduk dipinggir pantai, sembari tidur gitu. Hadeh, jika ingat momen itu, betapa bersyukurnya aku pada hidup ini, suara ombak itu, suara angin, pasir- pasir itu, pantainya yang bersih. Tidak pernah terpikirkan, aku bisa ada di satu titik terkecil didalam peta dunia. Sama sekali tidak pernah terbayangkan. 

      Masing- masing orang punya masing- masing cara dan gaya. Aku selalu bilang, inilah hidup, hidup kamu, kamu harus bahagia, kamu wajib bahagia, itu adalah hak kamu. Bagaimana caranya, bagaimana menikmatinya, tidak masalah, TERPENTING: Nikmati hidupmu dengan caramu sendiri. Apapun itu !!!
       
      Begini caraku, menikmati Maldives dengan gayaku sendiri. Beginilah backpacker seperti aku menikmati Maldives. Bukankah, traveling itu bukan tentang berapa jauh kamu pergi, bukan tentang seberapa banyak uang yang kamu habiskan, bukan tentang betapa indah dan mewah tempat yang kamu datangi, bukan juga tentang sudah berapa sering kamu melakukan traveling itu sendiri. 

      Enjoy Your Life buddy...
      Bagiku, traveling adalah sebuah proses hidup, bagaimana aku mendalami hidup ini, bagaimana aku melihat alam ini, bagaimana aku merasakan makna dan arti hidup ini. Semakin sering aku traveling, aku merasakan diriku semakin kecil, semakin tidak ada apa-apanya. Semakin terbuka mataku akan arti hidup ini. Bertemu dengan banyak orang, memberiku wawasan yang semakin luas dan merasakan, aku ini tidak ada apa-apanya. Life Only Once, So.. Keep traveling buddy...
       
      Baca juga : 7 hal yang harus kamu perhatikan, sebelum memutuskan untuk traveling ke Maldives.

      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      IG/Twitter : ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---