• agoda-hemat.png

Titi Setianingsih

JENEPONTO, BANTAENG, BULUKUMBA, MALINO (23 – 26 DESEMBER 2017)

42 posts in this topic

Makassar, Kota asal my hubby, gak heran kalau saya selalu penasaran dengan keindahan alamnya. Sudah beberapa kali saya ke Sulawesi Selatan, tapi saking luasnya wilayah itu, sepertinya gak habis2 di explore. Kali ini saya dan teman2 mencoba explore Bulukumba. Kita semua tahu kalau dari Makassar ke Bulukumba akan melewati beberapa Kabupaten, gak ada salahnya jika kamipun ikut menikmati keindahan kota2 yang dilewati.

HARI PERTAMA, 23 DESEMBER 2017

 

Dari Jakarta kami menumpang pesawat Garuda dengan flight jam 01.20 sampai Makassar jam 04.55, cuaca kebetulan hujan sehingga tanah Makassar basah. Alhamdulillah walau hujan tapi penerbangan lancer tidak terganggu apapun. Driver sudah menunggu kami, dan seperti biasanya untuk menghemat waktu kamipun langsung jalan menuju TKP. Kami ber5 dari Jakarta, dan dari Makassar ada 2 orang jadi total ber7. Jelang waktu sarapan kami singgah di Warung Coto Canggu 1 di Sungguminasa, makanan khas Makassar yang tidak boleh dilewatkan, hitung2 wisata kuliner juga kan ?

bandara.thumb.jpg.50b197b313610b5ba005cfaba59dcde3.jpg

Lupa harga per mangkoknya, yang jelas masih terjangkau oleh kita, biasanya teman makan Coto itu burasa dan krupuk. Kenapa rasa masakannya lain karena dimasaknya di tungku tradisional, jadi wangi2 asap kayu bakarnya masih tercium. Dengan dihidangkan panas2 akan menambah sedapnya ini makanan, dan untuk ukuran wanita 1 mangkok sudah cukup kenyang.

coto6.thumb.jpg.5880cddae349e713e1fe460d57997164.jpgcoto4.thumb.jpg.ffab27266c224410a04aa840cfc82d56.jpg

coto1.thumb.jpg.b3d6a9ff791212cf8686a42a162ffb36.jpgcoto3.thumb.jpg.7adae63e9c64314fee5e792c3934a192.jpg

Sesudah sarapan, perjalananpun kami lanjutkan menuju arah Gowa dan Takalar. Btw, dapat info dari teman kalau di Makassar sedang banjir, kamipun was2 ketika tiba2 di jalan hujan lebat. Bismillah, pelan2 tetap kami lanjutkan perjalanan, sehingga waktu tempuh lebih lama dari biasanya. Pas waktu dzuhur kami sampai di Jeneponto, dan sempat singgah shalat di sebuah warung sekalian besi nasi buat makan siang di TKP nanti, karena kata driver di sana tidak ada resto untuk makan siang, adanya hanya warung2 kecil penjual snack2 kecil dan minuman. So, kami masing2 beli menu maksi sesuai selera, ada nasi goreng, nasi ayam, nasi bebek, mie goreng dll.

1.       Air Terjun Tama’lulua

 

Yang kami tuju di Jeneponto adalah Air Terjun Tama’lulua, lokasinya ada di desa Ramba Kec Rumbia Kab Jeneponto, pas lihat di google fotonya sungguh keren, siapa yang gak penasaran to ? Dan memang kudu berani ambil tantangan jika mau merasakan cipratan air terjunnya, karena lokasinya ada di bawah, jadi kita menuruni lembah terlebih dulu kurang lebih 45 menitan dan baliknya juga bisa lebih lama karena menanjak. Mommy2 pada terima tantangan jalan, ya sudah kami cari batang pohon kering untuk alat bantu jalan, karena jalanan lumayan licin dan terjal.

tama2.thumb.jpg.6bb19374c05caa140564dd81e80552f1.jpg

Hhhmmmm,,,baru beberapa langkah dari tempat parkiranpun sudah terlihat di kejauhan keindahan air terjun Tama’lulua, seperti air terjun Si Piso2 Berastagi, tp ini ada 3 cabang jadi lebih lebar, pelan2 kami tapaki jalan setapak itu, walau badan rasanya masih lemas, tetap kudu semangat,,,!!

tama8.thumb.JPG.3cc7af476103b7192da3725208a12ff5.JPG

Dan taraaaaang,,,,,sampai juga, huffttt cipratan airnya sungguh kencang, dan deburan airnya juga keras dan deras, gak berani kami turun sampai bisa menyentuh airnya, licin pula tanah yang kami pijak, bekas2 kaki pengunjung yang sempat ke bawah menyisakan becek dan basah di tempat kami berdiri, dan untuk turun ke tempat yang terdekatpun musti satu2 sambil dipegangin teman kita yang sudah duluan turun, must be carefull off course.

tama4.thumb.JPG.521924e485a55db0159d473f296dd22d.JPG

Setelah puas kamipun meninggalkan tempat ini dengan puas, dan senang karena sudah berhasil menuju kesini dengan sukses, capai sudah biasa. Ketika sampai atas, kami diajak lagi untuk melihat air terjun dari Bukit Bossolo yang tidak jauh juga dari parkiran, jadi hanya jalan barangkali 100 meteran menuju ke atas sudah sampai di Bukit Bossolo, dari sini Nampak air terjun Tama’lulua dari kejauhan, bahkan lebih indah jika dilihat dari jauh, Subhanallah,,,super indah dan keren. Disekitarnya tumbuh tanaman jagung yang sangat luas, bunganya Nampak indah me-lambai2 keputihan, pantas kalau disini banyak dijual jagung goreng yang kalau di Jawa disebut marning, tapi jagung disini lebih manis dan renyah dan karenanya disebut jagung pulut.

tama6.thumb.JPG.c7b6ae61c5ce4190f5c73e40b11c8041.JPG

tama7.thumb.JPG.1b236187d2751a9b630a1943f5e7f937.JPG

tama11.thumb.JPG.3e3a7ccf4d650af4138cfb2816dbde77.JPG

tama3.thumb.jpg.fa8c1e1db6788800e9dfd5ebf71b4a3c.jpg

tama12.thumb.JPG.4ee5073de529e7ec6f856ade543768c5.JPG

Siapa yang mau meninggalkan area seperti ini cepat2 ? Rasanya dengan hanya duduk memandang air terjun ini sudah cukup betah, hanya memandangi, dan merasakan anginnya yg juga semilir, rasanya dunia hanya milik kami,,,

tama1.thumb.jpg.89311e6498cf663104591de71201a02e.jpg

2.       Mini Showfarm

Rupanya taman bunga ini sudah masuk ke wilayah kab Bantaeng, tepatnya di desa Bonto Marannu Kec Ulu Ere. Dan lokasinya sudah di ketinggian, terasa dinginnya menusuk tulang. Sebenernya ada beberapa spot lagi di Bantaeng ini, tapi karena sebelumnya kelamaan di Air terjun, sepertinya hanya bisa menikmati taman bunganya saja. Namanya juga Mini Showfarm, tentu tidak seluas taman bunga Nusantara di Cipanas, sekilas mata memandang hanya ada yang di hadapan kita saja nampaknya. Dan kebetulan di musim ini banyak tanaman yang sedang tidak berbunga, hanya ada bunga Masamba dan bunga Lily yang Nampak mekar. Rumah kaca sebagai tempat pembiakan anggrekpun sedang tidak ada bunganya, tidak apa, yang penting kami sudah tidak penasaran lagi dengan tempat ini.

mini1.thumb.jpg.4d79f7dc3fd7bbb5d34607981eb9c34a.jpg

mini5.thumb.JPG.b044ec9c2d92fb7449c039cc5ae1894c.JPG

mini4.thumb.JPG.a0e0baadc41eb26de47f30f51ae90e4e.JPG

mini7.thumb.JPG.55c60d0626689d37a66cf9a4376616da.JPG

Senjapun turun, warna jingga sudah Nampak di langit barat, kamipun beranjak turun menuju Bulukumba sebagai tempat tujuan utama kami. Yang terbayang Tanjung Biranya kan ?? Lumayan jauh perjalanan kami kali ini, alhamdulillah tidak ada hujan, sehingga perjalanan di malam hari tidak membahayakan kami.

Sampai di Bulukumba sudah dilanda lapar, jadilah kami singgah ke tempat makan di pinggir laut, Resto Kampoeng Nelayan di Bonto Bahari Bulukumba, tapi karena sudah malam maka kami hanya bisa menikmati deburan ombaknya. Padahal kalau siang atau sore hari tempat ini akan indah sekali, sambil menikmati ikan bakar kita bisa memandang laut lepas yang membiru. Tips untuk teman2 kalau mau kesini, usahakan sore hari sudah sampai Resto ini yaaa…

resto1.thumb.JPG.91ede4320de136567277ba6f1457db6b.JPG

resto2.thumb.jpg.50309df43f017370448b386e2a56c332.jpg

Sebelum sampai tujuan kami sempatkan singgah di Masjid Islamic Center Bulukumba, yang merupakan icon utama Kab Bulukumba, atau disebut juga Masjid Dato Tiro yang diambil dari nama penyebar Agama Islam di daerah Bulukumba, berlokasi di Jl Sultan Hasanuddin Kec  Ujung Bulu Muda yang merupakan jalan poros antara Sinjai-Bulukumba-Makassar.

masjid1.thumb.JPG.09cb026c312e83bc58608c982baa8b25.JPG

masjid2.thumb.JPG.1efa446cd0dc871ba357bc8dc9386b02.JPG

Di depan masjid terdapat monument berbentuk Al Qur’an terbuka, lagi2 merasa kurang puas berfoto di malam hari, hasil foto jadi kurang maksimal, hanya rasa puas yang bisa maksimal karena bisa sekalian berwisata religi di kota ini.

3.  Ridha Vila Samboang Beach

Setting menginapnya kami buat bervariasi, semalam ini nginap di pinggir pantai yang bisa menikmati sunrise yaitu di Pantai Samboang tepatnya di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro Kabupaten Bulukumba, kurang lebih 25 km dari Tanjung Bira. Jika kepengin cemilan di malam hari plus kopi bisa request, kami pesan pisang goreng dan kopi untuk ber8 dihargai Rp. 150.000,- Villa satu rumah ada 3 kamar plus breakfast seharga Rp. 650.000,- per malamnya.

home1.thumb.JPG.f9fec523ab06b50711dd38fa59929ee8.JPG

Malam ini, barulah puas merasakan tidur nyenyak. ZzzZzZZzzzzz…

 

HARI KEDUA, 24 DESEMBER 2017

1.       Sunrise Pantai Samboang

Mata masih kantuk rasanya, badanpun pegal2, bayangkan kemarin seharian dari ujung ke ujung mengitari Sulsel. Tapi ketika mengintip dari jendela kaca sudah ada tanda2 terangnya pagi, maka kami paksa bangun, sunrise yang cantek di pantai ini gak akan kami lewatkan. Temaram di ujung timur sana sudah terlihat cahaya tipis, berbalut awan jingga yang menawan, pertanda mentari bakal hadir memancarkan keindahannya. Segera kami ketuk pintu2 kamar lainnya, supaya sama2 bisa menikmati keindahan pagi ini. Dan ternyata diluar sana sudah ada beberapa penikmat keindahan tengah menanti Sang Surya bangun dari peraduan. “Bakal bagus nih sunrisenya” celetuk mereka, nampaknya happy banged, sama seperti kami.

home2.thumb.JPG.cd6a5efa7939c41a88493e7c510d2696.JPG

home4.thumb.jpg.74c0aaf1cd97acab239fd1e6a5ca84ec.jpg

Angin semilir, mengantarkan ombak ke bibir pantai yang berpasir putih, sayangnya kami hanya singgah disini, sehingga hanya bisa menikmati pagimu sejenak saja, tapi sungguh, bercengkerama dengan sinar mentari di pantaimu sangat berkesan, atau karena ada gelak tawa kami semua sehingga keceriaan sangat jelas terasa.

home5.thumb.jpg.042df5c511cec1e7692ee0551111c3fa.jpg

home6.thumb.jpg.eaefc4027daef22891c617e9de5ed6f3.jpg

Dan, ketika ingat perjalanan masih panjang untuk hari ini, akhirnya kami bergegas masuk kamar untuk bersih2 dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Sesudah sarapan kami langsung angkat barang dan cuzz menuju Kampung Adat Ammatoa di Desa Kajang Bulukumba.

Ketika baru sepenginang sirih kami duduk manis di mobil, tiba2 nampak sebuah pemandangan unik, tanah bekas galian yang meninggalkan bongkahan2 besar dan bentuknya unik, sayang jika harus dilewatkan begitu saja, kamipun berfoto2 sebentar. Bapak2 yang berada didepan lokasi kami ber-foto2 nampak heran, dan mengajak kami ngobrol, untungnya Driver kami asli Bulukumba jadi tahu Bahasa mereka.

bonto1.thumb.jpg.e3c0b0ce1707fe762bd05ab197b30401.jpg

bonto4.thumb.JPG.0540ebfdd60b2ffa629a6701730cdd5c.JPG

bonto3.thumb.JPG.a8a233241768ff833c7aa575d1e249a6.JPG

 

2.       Kampung Adat Ammatoa Kajang

Apa yang terlintas pertama kali di pikiran kita ketika mendengar nama Kampung Adat Ammatoa Kajang ? Sedikit cerita tentang Kajang setidaknya sudah pernah saya dengar dari My Hubby, biasanya yang ditonjolkan tentang kesaktiannya, juga tentang keahliannya mengirim “doti” yaitu semacam bacaan2 yang kalau dikirim ke seseorang bisa menyebabkan orang tersebut meninggal. Mungkin kalau di Jawa disebut “tenung” ya ? Akibatnya kita menjadi takut untuk menginjakkan kaki ke wilayah ini, takut kena tenung, begitu secara vulgarnya. Tapi, nyatanya kalau kita tidak berbuat jahat, mengikuti aturan yang ada di desa itu maka kita juga akan selamat. Peribahasa dari Sumatra Barat “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” kurang lebih seperti itulah.

Dengan berbekal peribahasa itu, maka kami bertekad bulat untuk mengunjungi kampung adat ini, salah satu aturan yang harus diikuti bahwa kita harus berpakaian serba hitam, tidak membawa apapun ke dalam kampungnya misalnya segala macam alat elektronik, tidak boleh foto2, dan tidak memakai alas kaki.

Bismillah, kamipun segera minta ijin ke Kepala Desa untuk masuk ke desa Tana Toa (Kajang dalam), dan saya dipinjami baju dan kain hitam karena baju saya masih ada kombinasi birunya.

ama1.thumb.jpg.74de4ce205ac26c1979bf4ae7853a3a7.jpg

ama3.thumb.JPG.923db9ca552661c9e999a057350faf7c.JPG

ama2.thumb.JPG.9c025231c06be4811aea50a491a38ba8.JPG

Sesampainya di batas desa, alas kaki kami di lepas, kacamata hitam juga di lepas, dan dengan berlenggang tangan kami berjalan kurang lebih 1 km ke kampung adat Ammatoa. Jalanan berbatu dan panas terik mentari tidak menghalangi semangat kami untuk bertemu dengan Kepala Sukunya. Ammatoa, begitu sebutan Kepala Suku, orang nomor satu yang paling disegani dan dihormati di kampung Tana Toa. Ketika kami sampai ke rumah Ammatoa sedang ada musyawarah, pasalnya ada sengketa antara Kepala Desa dan warga, hanya Ammatoa sebagai Kepala Adat yang bisa menyelesaikan pertikaian ini. Menurut driver kami, perseteruannya lumayan keras, sama2 gak mau ngalah, sampai kami takut, karena dari dialeknya dan suaranya yang kencang sambal mengacungkan senjata sakit marahnya. Jangan sampai kami yg lagi jalan2 ikut jadi korban nantinya, dan biasanya kalau ada musyawarah gini orang lain gak boleh masuk, rupanya kami disangka pengikut Kepala Desa jadi diijinkan masuk.

ama5.thumb.jpg.dc3971ef93d35d3059f1e341077ddcee.jpg

ama6.thumb.jpg.eda31f4ed5dee801c6f324920dacf9b9.jpg

Dan musyawarah belum clear ketika akhirnya datang lagi rombongan mahasiswa dari Makassar, banyak pertanyaan dari mahasiswa terkait dengan adat dan budaya Suku Kajang ini, akhirnya kami pamitan pulang ber-sama2 dengan rombongan mahasiswa.

Sebelum melanjutkan perjalanan panjang lagi, kami mampir makan siang di Bonto Bahari, di sini masih ketemu nasi pecel plus ayam goreng, jangan2 orang Jawa yang jualan ya ?

 

3.       Tebing Apparalang, Tebing Marumasa, Pantai Kalibata Bulukumba

Ketiga tempat ini ada di satu lokasi, dan satu pintu masuk, tapi tiap spot tiketnya beda2, masing2 Rp. 5.000,- per orang. Tapi kita bisa pilih tempat mana yang mau kita masukin, gak harus semuanya. Pantai ini masuk dalam wilayah Bonto Bahari Bulukumba. Yang unik di tempat ini tebingnya, batu2annya dan karang2nya juga indah, airnya terlihat jernih dari atas tebing. Banyak yang berenang dan menangkap ikan di pantai ini. Situasi alamnya mirip dengan Raja4, sehingga dijuluki Raja4nya Bulukumba. Memang kalau Indonesia bagian Timur keren tiada tandingannya kalau urusan pantai, laut dan underwaternya ya ?

apa1.thumb.jpg.62719a8c036c5a489253930e067534ed.jpg

apa2.thumb.jpg.111c634d30a59d210c39143c6bcaf979.jpg

apa3.thumb.jpg.eadef3d73bf424c5734f58ab93371c6d.jpg

apa4.thumb.jpg.d4b0391f2bef7ae9f724d095019a6404.jpg

Spot foto banyak tersedia disini, sampai kami lupa waktu, sedangkan rencananya kami hendak melihat sunset di Pantai Lemo2, tapi ketika kami buru kesana sudah tidak kebagian, akhirnya langsung cuz ke villa tempat kami menginap, yang lokasinya persis di bibir pantai Lemo2.

maru1.thumb.jpg.7f3f63f89ca104b9a0682a7f54f81a30.jpg

maru3.thumb.jpg.d9a331534c09ad1a8c58874b9d3fa436.jpg

maru6.thumb.jpg.5727f978ef5270d31f928c961eebb63b.jpg

Makan malam di villa lumayan enak, ikan bakar dan sayur asem, atau barangkali karena lapar melanda ?

HARI KETIGA, 25 DESEMBER 2015.

1.       Tanjung Bira

Inilah salah satu pulau yang sudah sangat terkenal, Tanjung Bira Bulukumba. Pantainya bersih, bawah lautnya indah, surganya snorkeling dan diving katanya. Tapi begitulah, setiap saya ke Makassar pasti selalu ditanyakan ke Tanjung Bira gak ? Baru sekarang kesampaian, tapi kata orang saat ini kebersihannya sudah menurun, entah apa yang jadi penyebabnya, nyatanya memang sampah sudah terlihat di mana2. 

bira1.thumb.JPG.86622330f476615ea56226b6ad48e739.JPG

bira2.thumb.JPG.523bd1a8f8dcd70bc05b9a6fd43166ca.JPG

bira3.thumb.jpg.617fc52116e9c0319f1d72b0d36115bb.jpg

Tapi kalau air lautnya mah memang keren luar biasa, paduan warna hijau dan birunya kontras, dipadu dengan langit yang biru cerah membuat Tanjung Bira top.

 

2.       Pulau Liukang Loe

Jika mau ke pulau Liukang Loe, kita menyewa kapal dari Tanjung Bira, kemarin karena lagi long wiken kami dikena sewa Rp. 500.000,- PP, biasanya bisa Rp. 300.000,- katanya. Di pulau ini kita bisa menikmati snorkeling, sayangnya kemarin ombak agak besar jadi ketika turun ke laut rasanya terbawa ombak, kecuali yang sudah pandai berenang akan bisa menguasai keadaan.

bira5.thumb.jpg.c29b519917731fb1c93f4cd2c0b2f934.jpg

Selain ikan, di pulau ini juga banyak terdapat ubur2, warnanya putih bening, biasanya kan ada yang cokelat ya seperti yang ada di danau Kakaban ubur2nya berwarna cokelat. Kami sempatkan main ubur2, tapi gak lama karena kalau lama2 di udara dia bisa mati.

bira7.thumb.jpg.0db66b88f6e6feb64006ac9b72cd9dae.jpg

bira6.thumb.jpg.1acc78e448adbfe8a5fa93b182600781.jpgbira8.thumb.jpg.3d859c6a608b0c1201bb9a54ec11d438.jpgbira9.thumb.jpg.45679ddf7a6f1b6504830f77ebeb2732.jpg

Setelah puas bermain air, kami lanjutkan menuju penangkaran penyu masih di Pulau Liukang Loe. Penyunya sudah berumur kurang lebih 10 tahunan katanya. Jika mau berenang Bersama penyu kita dikena tiket Rp. 10.000,- per orangnya. Selain bermain penyu, kita juga bisa menikmati makan siang disini. 

liu1.thumb.JPG.8773a16c0b8f8ba346a775abf056213d.JPGliu3.thumb.JPG.a541369b40ba35af70a27dd5f889d001.JPGliu4.thumb.JPG.5c6443e7c22cdfcad21998f2ba887302.JPG

Daratan pulau Sulawesi terlihat jelas dari Pulau Liukang, pertanda kalau posisi pulau tidak jauh dari Pulau Sulawesi.

liu2.thumb.JPG.917ebbde5bc85e0118209bafd54dc521.JPG

Alhamdulillah cuaca mendukung, masih punya utang sunset nih, buru2 kami meninggalkan pulau Liukang untuk melanjutkan berburu sunset.

Kamar mandi bilas tersedia di sekitar Tanjung Bira, per orang dikena tarif Rp. 5.000,-. Selesai bilas lanjut makan dan shalat disebuah rumah makan di sekitar Tanjung Bira.

3.       Sunset di Pantai Lemo2

Masih di kawasan Bonto Bahari, pantai Lemo2 merupakan spot sunset yang indah, pantainya juga mempunyai ciri khas tersendiri yaitu banyaknya pohon kelapa di pinggiran pantai. Entah kenapa, pohon kelapa menjadi sangat indah jika dipasukan dengan pantai dan laut.

lemo3.thumb.JPG.724d3e79a684f213357891c292285328.JPG

lemo1.thumb.jpg.ffaa028be82f5796e176cff2e1234575.jpg

Di sekitar pantai Lemo2 juga banyak orang memancing, walau sudah senja mereka masih saja bertahan disitu, katanya sampai malam baru mereka beranjak pulang. Melewatkan mentari tenggelam begitu saja amat disayangkan, membuat foto lucu sambal bercanda ria menjadi kebiasaan kami dalam menghantar Sang Mentari tidur ke pelukan malam. Dan ini menjadi suasana yang amat indah untuk dikenang dan diabadikan.

lemo4.thumb.JPG.acd156815f25c1d5b0b1d670fd4130b4.JPGlemo5.thumb.JPG.1d8e76d7ceb5fb90743b932d4b2d9f55.JPG

Selesai menghantar Mentari tenggelam, kami lanjutkan perjalanan menuju Makassar, jalan yang kami lewati sama dengan ketika hendak berangkat. Dan malam itu kami bermalam di Sungguminasa Kab Gowa. Kami browsing2 dapatlah Homestay Discovery Sungguminasa, berlokasi di Jl Lapangan Syech Yusuf Sungguminasa, Perum Taman Discovery Blok B no 4 Somba Opu Gowa. Tak disangka nemu homestay murah dan bersih walau jalan menuju masuk awalnya meragukan, tapi begitu ketemu tempatnya lumayan bersih dan murah. Tinggal sisa 3 kamar dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp. 100.000, 150.000 dan 200.000. Alhamdulillah…!

HARI KEEMPAT, 26 DESEMBER 2018

1.       Air Terjun  Takapala

Air terjun Takapala terletak di desa Bulu’tana kec Tinggimoncong Gowa, perjalanan kesini lumayan berisiko, jalanannya menanjak karena memang kea rah puncak Gunung Bawakaraeng, gunung yang dianggap suci dan keramat oleh warga sekitar. Seperti daerah2 lainnya, maka hawa pegunungan sudah terasa disini, adanya tanaman2 bunga tropis, pohon pinus, kebun the, air terjun sudah menjadi ciri khas daerah pegunungan. Air terjun Takapala merupakan air terjun yang mudah dijangkau, mobil bisa langsung parkir di TKP jadi tidak perlu trecking.

Jalannya lumayan sempit jadi keahlian driver nomor satu, alhamdulillah kendaraan kami tidak terkendala, dan ketika sampai di parkiran deburan air terjun terdengar sangat keras dan cipratan airnya seperti gerimis, jadi siap2 mantel supaya baju tidak basah ya..

taka1.thumb.jpg.9ed9de49ea9b88546ac579e619dfe718.jpgtaka2.thumb.JPG.2e0fcedaa82a55f0c6495b6f91568dd1.JPG

Jika tidak bawa mantel, di sekitar lokasi juga ada persewaan payung. Hanya diperlukan jalan beberapa menit kami sudah sampai di lokasi, Subhanallah, airnya begitu deras dan lumayan tinggi air terjunnya. Ck ck ck ck…sangat kagum kami dibuatnya.

Di sekitar air terjun banyak terdapat warung2 yang menyediakan cemilan panas seperti pisang goreng, mie rebus dan kopi, sangat cocok dengan udara siang itu. Mari kita nikmati kopi panas sambil memandangi jatuhnya air terjun.

 

2.       Hutan Pinus Malino

mali1.thumb.JPG.1b58f7220556151c579d5f601e715e16.JPG

Berikutnya kami sempatkan singgah di Hutan Pinus Malino,  kebanyakan wahana yang ada disini untuk anak2 seperti Kuda Tunggang, flying fox dll. Kami manfaatkan hanya untuk ber-foto2 saja, mengabadikan kebahagiaan Bersama sahabat itu penting. Dan rupanya hari ini serasa lebih pendek dari biasanya, karena hati kami diburu rasa was2, khawatir terlambat sampai ke Bandara Hasanuddin karena hari ini adalah hari terakhir kami di Sulsel. Sehingga ketika dirasa sudah cukup menikmati Malino, kami segera meluncur ke Makassar.

pinus1.thumb.JPG.e374a0dea10445c0746d860efc5f4296.JPG

pinus4.thumb.JPG.d6c71a29db41bff1133c17dbdf394c16.JPG

 

3.       Wiskul Pallubasa Serigala dan Hunting Oleh2 Khas Makassar.

Wiskul tidak pernah ketinggalan mengisi agenda kami, kali ini Pallubasa Serigala menjadi sasarannya, dan kami singgah di Cabang Jl. Hertasning Sungguminasa. Disini tidak terlalu mengantri seperti di pusatnya, soal rasa sama, bagi anak2 kami merupakan sesuatu yang baru karena di menu ini ada terdapat kuning telor mentah dimana cara makannya langsung di-leb dan pecah dimulut, bayangkan saja ? Sepertinya tidak semua orang bisa menikmati hidangan ini, ada yang cara makannya di aduk sehingga kuning telornya tercampur dikuahnya.

wiskul1.thumb.JPG.9e7a0dbc6166bba1e092d44c44b5e540.JPG

Hunting oleh2 khas Makassar masih di sekitaran Somba Opu, belum ke Makassar namanya kalau belum beli markisa dan kacang disko.

wiskul2.thumb.jpg.7d27e0f43c44561d966bf5c7c6632388.jpg

Kiranya sudah selesai jalan2 kami di Sulsel JJ’er, hanya kepuasan yang tersisa di hati kami, terima kasih semua teman2 yang sudah jadi travelmate, kalian sangat menyenangkan, semoga lain waktu bisa kembali lagi ke Sulsel dengan destinasi yang berbeda.

wiskul3.thumb.jpg.67bf734fc9db65441ba5970427de8831.jpg

Kami kembali ke Jakarta dengan menggunakan Batik Air jam 20.15, dan sampai Jakarta jam 21.35 WIB.

 

Salam Jalan2 Indonesia….!!

  :melambai

maru4.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, deffa said:

jadi kangen coto

tiap ke Makassar makan nya coto nusantara aja, tapi tar cobain Coto Sunggu juga ah. @Titi Setianingsih

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/2/2018 at 6:19 PM, Titi Setianingsih said:

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

wah saya malah belum liat Coto yang di Stasiun bu ehheheh

@Titi Setianingsih

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Titi Setianingsih mba disana coto tidak Ada tulisan makasarnya yah ? :senyum  

Bener gak yah bedanya coto Makasar sama palubasa itu , coto pake kacang tanah yg dihaluskan kuahnya, palubasa pake kelapa sangrai yg dihaluskan hihihihi 

 

On 3/2/2018 at 6:19 PM, Titi Setianingsih said:

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

Yang di dalam foodcourt hypersquare yah ? Kayanya udah tidak Ada lagi. Di Bandung seperti kurang peminat coto,sop konro . Di jln lodaya Ada coto sop konro karebosi tapi sekarang sudah tutup. Yg warungan dekat jln. Aceh juga udag tutup. Tinggal sop konro maranu di jln.riau yang masih buka. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Rawoniste said:

@Titi Setianingsih mba disana coto tidak Ada tulisan makasarnya yah ? :senyum  

Bener gak yah bedanya coto Makasar sama palubasa itu , coto pake kacang tanah yg dihaluskan kuahnya, palubasa pake kelapa sangrai yg dihaluskan hihihihi 

 

Yang di dalam foodcourt hypersquare yah ? Kayanya udah tidak Ada lagi. Di Bandung seperti kurang peminat coto,sop konro . Di jln lodaya Ada coto sop konro karebosi tapi sekarang sudah tutup. Yg warungan dekat jln. Aceh juga udag tutup. Tinggal sop konro maranu di jln.riau yang masih buka. 

gak ada laah mas Roawinsite, seperti warung padang di SUmbar juga tdk ada tulisan RM Padangnya:ngakak

Tuuh tau banyak tentang Coto di bandung malahan,,,mas @deffa ini info masnya valid kayaknya. Karena aq dulu gak singgah jadi lupa namanya.

7 hours ago, deffa said:

I see, inget namanya gak?

kagak ingeettt blas soalnya tdk mampir jd tdk terdokumentasi mas Deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
20 hours ago, Titi Setianingsih said:

gak ada laah mas Roawinsite, seperti warung padang di SUmbar juga tdk ada tulisan RM Padangnya:ngakak

Tuuh tau banyak tentang Coto di bandung malahan,,,mas @deffa ini info masnya valid kayaknya. Karena aq dulu gak singgah jadi lupa namanya.

kagak ingeettt blas soalnya tdk mampir jd tdk terdokumentasi mas Deffa

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

Share this post


Link to post
Share on other sites
55 minutes ago, Rawoniste said:

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

kereeeen Bandung euy :salut

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Rawoniste said:

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

@Titi Setianingsih @Rawoniste

Jangan lupa ada Es Bandung di Malaysia

gue sendiri bingung mereka dapat nama itu dari mana wkwkwkwk :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 hours ago, Titi Setianingsih said:

Seperti di Jeju ada warung Indonesia, dikiranya orang Indonesia yg jualan ternyata org Korea tp cinta sama Indonesia mas Deffa

Wih saking banyak nya orang Indonesia kesana, mereka bisa membaca peluang, mantap :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

Wih saking banyak nya orang Indonesia kesana, mereka bisa membaca peluang, mantap :D 

Pintar ya mereka ? Dan pasti dicari walau lokasinya agak masuk, namanya Warung Pelangi....aq gak sempat kesana kmrn mas Deffa, pdhl penasaran banged dg Pelanginya...Rainbow☂☂

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Titi Setianingsih said:

Pintar ya mereka ? Dan pasti dicari walau lokasinya agak masuk, namanya Warung Pelangi....aq gak sempat kesana kmrn mas Deffa, pdhl penasaran banged dg Pelanginya...Rainbow☂☂

sip nanti saya coba cek deh kalau kesana bu :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta