Titi Setianingsih

JENEPONTO, BANTAENG, BULUKUMBA, MALINO (23 – 26 DESEMBER 2017)

42 posts in this topic

Makassar, Kota asal my hubby, gak heran kalau saya selalu penasaran dengan keindahan alamnya. Sudah beberapa kali saya ke Sulawesi Selatan, tapi saking luasnya wilayah itu, sepertinya gak habis2 di explore. Kali ini saya dan teman2 mencoba explore Bulukumba. Kita semua tahu kalau dari Makassar ke Bulukumba akan melewati beberapa Kabupaten, gak ada salahnya jika kamipun ikut menikmati keindahan kota2 yang dilewati.

HARI PERTAMA, 23 DESEMBER 2017

 

Dari Jakarta kami menumpang pesawat Garuda dengan flight jam 01.20 sampai Makassar jam 04.55, cuaca kebetulan hujan sehingga tanah Makassar basah. Alhamdulillah walau hujan tapi penerbangan lancer tidak terganggu apapun. Driver sudah menunggu kami, dan seperti biasanya untuk menghemat waktu kamipun langsung jalan menuju TKP. Kami ber5 dari Jakarta, dan dari Makassar ada 2 orang jadi total ber7. Jelang waktu sarapan kami singgah di Warung Coto Canggu 1 di Sungguminasa, makanan khas Makassar yang tidak boleh dilewatkan, hitung2 wisata kuliner juga kan ?

bandara.thumb.jpg.50b197b313610b5ba005cfaba59dcde3.jpg

Lupa harga per mangkoknya, yang jelas masih terjangkau oleh kita, biasanya teman makan Coto itu burasa dan krupuk. Kenapa rasa masakannya lain karena dimasaknya di tungku tradisional, jadi wangi2 asap kayu bakarnya masih tercium. Dengan dihidangkan panas2 akan menambah sedapnya ini makanan, dan untuk ukuran wanita 1 mangkok sudah cukup kenyang.

coto6.thumb.jpg.5880cddae349e713e1fe460d57997164.jpgcoto4.thumb.jpg.ffab27266c224410a04aa840cfc82d56.jpg

coto1.thumb.jpg.b3d6a9ff791212cf8686a42a162ffb36.jpgcoto3.thumb.jpg.7adae63e9c64314fee5e792c3934a192.jpg

Sesudah sarapan, perjalananpun kami lanjutkan menuju arah Gowa dan Takalar. Btw, dapat info dari teman kalau di Makassar sedang banjir, kamipun was2 ketika tiba2 di jalan hujan lebat. Bismillah, pelan2 tetap kami lanjutkan perjalanan, sehingga waktu tempuh lebih lama dari biasanya. Pas waktu dzuhur kami sampai di Jeneponto, dan sempat singgah shalat di sebuah warung sekalian besi nasi buat makan siang di TKP nanti, karena kata driver di sana tidak ada resto untuk makan siang, adanya hanya warung2 kecil penjual snack2 kecil dan minuman. So, kami masing2 beli menu maksi sesuai selera, ada nasi goreng, nasi ayam, nasi bebek, mie goreng dll.

1.       Air Terjun Tama’lulua

 

Yang kami tuju di Jeneponto adalah Air Terjun Tama’lulua, lokasinya ada di desa Ramba Kec Rumbia Kab Jeneponto, pas lihat di google fotonya sungguh keren, siapa yang gak penasaran to ? Dan memang kudu berani ambil tantangan jika mau merasakan cipratan air terjunnya, karena lokasinya ada di bawah, jadi kita menuruni lembah terlebih dulu kurang lebih 45 menitan dan baliknya juga bisa lebih lama karena menanjak. Mommy2 pada terima tantangan jalan, ya sudah kami cari batang pohon kering untuk alat bantu jalan, karena jalanan lumayan licin dan terjal.

tama2.thumb.jpg.6bb19374c05caa140564dd81e80552f1.jpg

Hhhmmmm,,,baru beberapa langkah dari tempat parkiranpun sudah terlihat di kejauhan keindahan air terjun Tama’lulua, seperti air terjun Si Piso2 Berastagi, tp ini ada 3 cabang jadi lebih lebar, pelan2 kami tapaki jalan setapak itu, walau badan rasanya masih lemas, tetap kudu semangat,,,!!

tama8.thumb.JPG.3cc7af476103b7192da3725208a12ff5.JPG

Dan taraaaaang,,,,,sampai juga, huffttt cipratan airnya sungguh kencang, dan deburan airnya juga keras dan deras, gak berani kami turun sampai bisa menyentuh airnya, licin pula tanah yang kami pijak, bekas2 kaki pengunjung yang sempat ke bawah menyisakan becek dan basah di tempat kami berdiri, dan untuk turun ke tempat yang terdekatpun musti satu2 sambil dipegangin teman kita yang sudah duluan turun, must be carefull off course.

tama4.thumb.JPG.521924e485a55db0159d473f296dd22d.JPG

Setelah puas kamipun meninggalkan tempat ini dengan puas, dan senang karena sudah berhasil menuju kesini dengan sukses, capai sudah biasa. Ketika sampai atas, kami diajak lagi untuk melihat air terjun dari Bukit Bossolo yang tidak jauh juga dari parkiran, jadi hanya jalan barangkali 100 meteran menuju ke atas sudah sampai di Bukit Bossolo, dari sini Nampak air terjun Tama’lulua dari kejauhan, bahkan lebih indah jika dilihat dari jauh, Subhanallah,,,super indah dan keren. Disekitarnya tumbuh tanaman jagung yang sangat luas, bunganya Nampak indah me-lambai2 keputihan, pantas kalau disini banyak dijual jagung goreng yang kalau di Jawa disebut marning, tapi jagung disini lebih manis dan renyah dan karenanya disebut jagung pulut.

tama6.thumb.JPG.c7b6ae61c5ce4190f5c73e40b11c8041.JPG

tama7.thumb.JPG.1b236187d2751a9b630a1943f5e7f937.JPG

tama11.thumb.JPG.3e3a7ccf4d650af4138cfb2816dbde77.JPG

tama3.thumb.jpg.fa8c1e1db6788800e9dfd5ebf71b4a3c.jpg

tama12.thumb.JPG.4ee5073de529e7ec6f856ade543768c5.JPG

Siapa yang mau meninggalkan area seperti ini cepat2 ? Rasanya dengan hanya duduk memandang air terjun ini sudah cukup betah, hanya memandangi, dan merasakan anginnya yg juga semilir, rasanya dunia hanya milik kami,,,

tama1.thumb.jpg.89311e6498cf663104591de71201a02e.jpg

2.       Mini Showfarm

Rupanya taman bunga ini sudah masuk ke wilayah kab Bantaeng, tepatnya di desa Bonto Marannu Kec Ulu Ere. Dan lokasinya sudah di ketinggian, terasa dinginnya menusuk tulang. Sebenernya ada beberapa spot lagi di Bantaeng ini, tapi karena sebelumnya kelamaan di Air terjun, sepertinya hanya bisa menikmati taman bunganya saja. Namanya juga Mini Showfarm, tentu tidak seluas taman bunga Nusantara di Cipanas, sekilas mata memandang hanya ada yang di hadapan kita saja nampaknya. Dan kebetulan di musim ini banyak tanaman yang sedang tidak berbunga, hanya ada bunga Masamba dan bunga Lily yang Nampak mekar. Rumah kaca sebagai tempat pembiakan anggrekpun sedang tidak ada bunganya, tidak apa, yang penting kami sudah tidak penasaran lagi dengan tempat ini.

mini1.thumb.jpg.4d79f7dc3fd7bbb5d34607981eb9c34a.jpg

mini5.thumb.JPG.b044ec9c2d92fb7449c039cc5ae1894c.JPG

mini4.thumb.JPG.a0e0baadc41eb26de47f30f51ae90e4e.JPG

mini7.thumb.JPG.55c60d0626689d37a66cf9a4376616da.JPG

Senjapun turun, warna jingga sudah Nampak di langit barat, kamipun beranjak turun menuju Bulukumba sebagai tempat tujuan utama kami. Yang terbayang Tanjung Biranya kan ?? Lumayan jauh perjalanan kami kali ini, alhamdulillah tidak ada hujan, sehingga perjalanan di malam hari tidak membahayakan kami.

Sampai di Bulukumba sudah dilanda lapar, jadilah kami singgah ke tempat makan di pinggir laut, Resto Kampoeng Nelayan di Bonto Bahari Bulukumba, tapi karena sudah malam maka kami hanya bisa menikmati deburan ombaknya. Padahal kalau siang atau sore hari tempat ini akan indah sekali, sambil menikmati ikan bakar kita bisa memandang laut lepas yang membiru. Tips untuk teman2 kalau mau kesini, usahakan sore hari sudah sampai Resto ini yaaa…

resto1.thumb.JPG.91ede4320de136567277ba6f1457db6b.JPG

resto2.thumb.jpg.50309df43f017370448b386e2a56c332.jpg

Sebelum sampai tujuan kami sempatkan singgah di Masjid Islamic Center Bulukumba, yang merupakan icon utama Kab Bulukumba, atau disebut juga Masjid Dato Tiro yang diambil dari nama penyebar Agama Islam di daerah Bulukumba, berlokasi di Jl Sultan Hasanuddin Kec  Ujung Bulu Muda yang merupakan jalan poros antara Sinjai-Bulukumba-Makassar.

masjid1.thumb.JPG.09cb026c312e83bc58608c982baa8b25.JPG

masjid2.thumb.JPG.1efa446cd0dc871ba357bc8dc9386b02.JPG

Di depan masjid terdapat monument berbentuk Al Qur’an terbuka, lagi2 merasa kurang puas berfoto di malam hari, hasil foto jadi kurang maksimal, hanya rasa puas yang bisa maksimal karena bisa sekalian berwisata religi di kota ini.

3.  Ridha Vila Samboang Beach

Setting menginapnya kami buat bervariasi, semalam ini nginap di pinggir pantai yang bisa menikmati sunrise yaitu di Pantai Samboang tepatnya di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro Kabupaten Bulukumba, kurang lebih 25 km dari Tanjung Bira. Jika kepengin cemilan di malam hari plus kopi bisa request, kami pesan pisang goreng dan kopi untuk ber8 dihargai Rp. 150.000,- Villa satu rumah ada 3 kamar plus breakfast seharga Rp. 650.000,- per malamnya.

home1.thumb.JPG.f9fec523ab06b50711dd38fa59929ee8.JPG

Malam ini, barulah puas merasakan tidur nyenyak. ZzzZzZZzzzzz…

 

HARI KEDUA, 24 DESEMBER 2017

1.       Sunrise Pantai Samboang

Mata masih kantuk rasanya, badanpun pegal2, bayangkan kemarin seharian dari ujung ke ujung mengitari Sulsel. Tapi ketika mengintip dari jendela kaca sudah ada tanda2 terangnya pagi, maka kami paksa bangun, sunrise yang cantek di pantai ini gak akan kami lewatkan. Temaram di ujung timur sana sudah terlihat cahaya tipis, berbalut awan jingga yang menawan, pertanda mentari bakal hadir memancarkan keindahannya. Segera kami ketuk pintu2 kamar lainnya, supaya sama2 bisa menikmati keindahan pagi ini. Dan ternyata diluar sana sudah ada beberapa penikmat keindahan tengah menanti Sang Surya bangun dari peraduan. “Bakal bagus nih sunrisenya” celetuk mereka, nampaknya happy banged, sama seperti kami.

home2.thumb.JPG.cd6a5efa7939c41a88493e7c510d2696.JPG

home4.thumb.jpg.74c0aaf1cd97acab239fd1e6a5ca84ec.jpg

Angin semilir, mengantarkan ombak ke bibir pantai yang berpasir putih, sayangnya kami hanya singgah disini, sehingga hanya bisa menikmati pagimu sejenak saja, tapi sungguh, bercengkerama dengan sinar mentari di pantaimu sangat berkesan, atau karena ada gelak tawa kami semua sehingga keceriaan sangat jelas terasa.

home5.thumb.jpg.042df5c511cec1e7692ee0551111c3fa.jpg

home6.thumb.jpg.eaefc4027daef22891c617e9de5ed6f3.jpg

Dan, ketika ingat perjalanan masih panjang untuk hari ini, akhirnya kami bergegas masuk kamar untuk bersih2 dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Sesudah sarapan kami langsung angkat barang dan cuzz menuju Kampung Adat Ammatoa di Desa Kajang Bulukumba.

Ketika baru sepenginang sirih kami duduk manis di mobil, tiba2 nampak sebuah pemandangan unik, tanah bekas galian yang meninggalkan bongkahan2 besar dan bentuknya unik, sayang jika harus dilewatkan begitu saja, kamipun berfoto2 sebentar. Bapak2 yang berada didepan lokasi kami ber-foto2 nampak heran, dan mengajak kami ngobrol, untungnya Driver kami asli Bulukumba jadi tahu Bahasa mereka.

bonto1.thumb.jpg.e3c0b0ce1707fe762bd05ab197b30401.jpg

bonto4.thumb.JPG.0540ebfdd60b2ffa629a6701730cdd5c.JPG

bonto3.thumb.JPG.a8a233241768ff833c7aa575d1e249a6.JPG

 

2.       Kampung Adat Ammatoa Kajang

Apa yang terlintas pertama kali di pikiran kita ketika mendengar nama Kampung Adat Ammatoa Kajang ? Sedikit cerita tentang Kajang setidaknya sudah pernah saya dengar dari My Hubby, biasanya yang ditonjolkan tentang kesaktiannya, juga tentang keahliannya mengirim “doti” yaitu semacam bacaan2 yang kalau dikirim ke seseorang bisa menyebabkan orang tersebut meninggal. Mungkin kalau di Jawa disebut “tenung” ya ? Akibatnya kita menjadi takut untuk menginjakkan kaki ke wilayah ini, takut kena tenung, begitu secara vulgarnya. Tapi, nyatanya kalau kita tidak berbuat jahat, mengikuti aturan yang ada di desa itu maka kita juga akan selamat. Peribahasa dari Sumatra Barat “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” kurang lebih seperti itulah.

Dengan berbekal peribahasa itu, maka kami bertekad bulat untuk mengunjungi kampung adat ini, salah satu aturan yang harus diikuti bahwa kita harus berpakaian serba hitam, tidak membawa apapun ke dalam kampungnya misalnya segala macam alat elektronik, tidak boleh foto2, dan tidak memakai alas kaki.

Bismillah, kamipun segera minta ijin ke Kepala Desa untuk masuk ke desa Tana Toa (Kajang dalam), dan saya dipinjami baju dan kain hitam karena baju saya masih ada kombinasi birunya.

ama1.thumb.jpg.74de4ce205ac26c1979bf4ae7853a3a7.jpg

ama3.thumb.JPG.923db9ca552661c9e999a057350faf7c.JPG

ama2.thumb.JPG.9c025231c06be4811aea50a491a38ba8.JPG

Sesampainya di batas desa, alas kaki kami di lepas, kacamata hitam juga di lepas, dan dengan berlenggang tangan kami berjalan kurang lebih 1 km ke kampung adat Ammatoa. Jalanan berbatu dan panas terik mentari tidak menghalangi semangat kami untuk bertemu dengan Kepala Sukunya. Ammatoa, begitu sebutan Kepala Suku, orang nomor satu yang paling disegani dan dihormati di kampung Tana Toa. Ketika kami sampai ke rumah Ammatoa sedang ada musyawarah, pasalnya ada sengketa antara Kepala Desa dan warga, hanya Ammatoa sebagai Kepala Adat yang bisa menyelesaikan pertikaian ini. Menurut driver kami, perseteruannya lumayan keras, sama2 gak mau ngalah, sampai kami takut, karena dari dialeknya dan suaranya yang kencang sambal mengacungkan senjata sakit marahnya. Jangan sampai kami yg lagi jalan2 ikut jadi korban nantinya, dan biasanya kalau ada musyawarah gini orang lain gak boleh masuk, rupanya kami disangka pengikut Kepala Desa jadi diijinkan masuk.

ama5.thumb.jpg.dc3971ef93d35d3059f1e341077ddcee.jpg

ama6.thumb.jpg.eda31f4ed5dee801c6f324920dacf9b9.jpg

Dan musyawarah belum clear ketika akhirnya datang lagi rombongan mahasiswa dari Makassar, banyak pertanyaan dari mahasiswa terkait dengan adat dan budaya Suku Kajang ini, akhirnya kami pamitan pulang ber-sama2 dengan rombongan mahasiswa.

Sebelum melanjutkan perjalanan panjang lagi, kami mampir makan siang di Bonto Bahari, di sini masih ketemu nasi pecel plus ayam goreng, jangan2 orang Jawa yang jualan ya ?

 

3.       Tebing Apparalang, Tebing Marumasa, Pantai Kalibata Bulukumba

Ketiga tempat ini ada di satu lokasi, dan satu pintu masuk, tapi tiap spot tiketnya beda2, masing2 Rp. 5.000,- per orang. Tapi kita bisa pilih tempat mana yang mau kita masukin, gak harus semuanya. Pantai ini masuk dalam wilayah Bonto Bahari Bulukumba. Yang unik di tempat ini tebingnya, batu2annya dan karang2nya juga indah, airnya terlihat jernih dari atas tebing. Banyak yang berenang dan menangkap ikan di pantai ini. Situasi alamnya mirip dengan Raja4, sehingga dijuluki Raja4nya Bulukumba. Memang kalau Indonesia bagian Timur keren tiada tandingannya kalau urusan pantai, laut dan underwaternya ya ?

apa1.thumb.jpg.62719a8c036c5a489253930e067534ed.jpg

apa2.thumb.jpg.111c634d30a59d210c39143c6bcaf979.jpg

apa3.thumb.jpg.eadef3d73bf424c5734f58ab93371c6d.jpg

apa4.thumb.jpg.d4b0391f2bef7ae9f724d095019a6404.jpg

Spot foto banyak tersedia disini, sampai kami lupa waktu, sedangkan rencananya kami hendak melihat sunset di Pantai Lemo2, tapi ketika kami buru kesana sudah tidak kebagian, akhirnya langsung cuz ke villa tempat kami menginap, yang lokasinya persis di bibir pantai Lemo2.

maru1.thumb.jpg.7f3f63f89ca104b9a0682a7f54f81a30.jpg

maru3.thumb.jpg.d9a331534c09ad1a8c58874b9d3fa436.jpg

maru6.thumb.jpg.5727f978ef5270d31f928c961eebb63b.jpg

Makan malam di villa lumayan enak, ikan bakar dan sayur asem, atau barangkali karena lapar melanda ?

HARI KETIGA, 25 DESEMBER 2015.

1.       Tanjung Bira

Inilah salah satu pulau yang sudah sangat terkenal, Tanjung Bira Bulukumba. Pantainya bersih, bawah lautnya indah, surganya snorkeling dan diving katanya. Tapi begitulah, setiap saya ke Makassar pasti selalu ditanyakan ke Tanjung Bira gak ? Baru sekarang kesampaian, tapi kata orang saat ini kebersihannya sudah menurun, entah apa yang jadi penyebabnya, nyatanya memang sampah sudah terlihat di mana2. 

bira1.thumb.JPG.86622330f476615ea56226b6ad48e739.JPG

bira2.thumb.JPG.523bd1a8f8dcd70bc05b9a6fd43166ca.JPG

bira3.thumb.jpg.617fc52116e9c0319f1d72b0d36115bb.jpg

Tapi kalau air lautnya mah memang keren luar biasa, paduan warna hijau dan birunya kontras, dipadu dengan langit yang biru cerah membuat Tanjung Bira top.

 

2.       Pulau Liukang Loe

Jika mau ke pulau Liukang Loe, kita menyewa kapal dari Tanjung Bira, kemarin karena lagi long wiken kami dikena sewa Rp. 500.000,- PP, biasanya bisa Rp. 300.000,- katanya. Di pulau ini kita bisa menikmati snorkeling, sayangnya kemarin ombak agak besar jadi ketika turun ke laut rasanya terbawa ombak, kecuali yang sudah pandai berenang akan bisa menguasai keadaan.

bira5.thumb.jpg.c29b519917731fb1c93f4cd2c0b2f934.jpg

Selain ikan, di pulau ini juga banyak terdapat ubur2, warnanya putih bening, biasanya kan ada yang cokelat ya seperti yang ada di danau Kakaban ubur2nya berwarna cokelat. Kami sempatkan main ubur2, tapi gak lama karena kalau lama2 di udara dia bisa mati.

bira7.thumb.jpg.0db66b88f6e6feb64006ac9b72cd9dae.jpg

bira6.thumb.jpg.1acc78e448adbfe8a5fa93b182600781.jpgbira8.thumb.jpg.3d859c6a608b0c1201bb9a54ec11d438.jpgbira9.thumb.jpg.45679ddf7a6f1b6504830f77ebeb2732.jpg

Setelah puas bermain air, kami lanjutkan menuju penangkaran penyu masih di Pulau Liukang Loe. Penyunya sudah berumur kurang lebih 10 tahunan katanya. Jika mau berenang Bersama penyu kita dikena tiket Rp. 10.000,- per orangnya. Selain bermain penyu, kita juga bisa menikmati makan siang disini. 

liu1.thumb.JPG.8773a16c0b8f8ba346a775abf056213d.JPGliu3.thumb.JPG.a541369b40ba35af70a27dd5f889d001.JPGliu4.thumb.JPG.5c6443e7c22cdfcad21998f2ba887302.JPG

Daratan pulau Sulawesi terlihat jelas dari Pulau Liukang, pertanda kalau posisi pulau tidak jauh dari Pulau Sulawesi.

liu2.thumb.JPG.917ebbde5bc85e0118209bafd54dc521.JPG

Alhamdulillah cuaca mendukung, masih punya utang sunset nih, buru2 kami meninggalkan pulau Liukang untuk melanjutkan berburu sunset.

Kamar mandi bilas tersedia di sekitar Tanjung Bira, per orang dikena tarif Rp. 5.000,-. Selesai bilas lanjut makan dan shalat disebuah rumah makan di sekitar Tanjung Bira.

3.       Sunset di Pantai Lemo2

Masih di kawasan Bonto Bahari, pantai Lemo2 merupakan spot sunset yang indah, pantainya juga mempunyai ciri khas tersendiri yaitu banyaknya pohon kelapa di pinggiran pantai. Entah kenapa, pohon kelapa menjadi sangat indah jika dipasukan dengan pantai dan laut.

lemo3.thumb.JPG.724d3e79a684f213357891c292285328.JPG

lemo1.thumb.jpg.ffaa028be82f5796e176cff2e1234575.jpg

Di sekitar pantai Lemo2 juga banyak orang memancing, walau sudah senja mereka masih saja bertahan disitu, katanya sampai malam baru mereka beranjak pulang. Melewatkan mentari tenggelam begitu saja amat disayangkan, membuat foto lucu sambal bercanda ria menjadi kebiasaan kami dalam menghantar Sang Mentari tidur ke pelukan malam. Dan ini menjadi suasana yang amat indah untuk dikenang dan diabadikan.

lemo4.thumb.JPG.acd156815f25c1d5b0b1d670fd4130b4.JPGlemo5.thumb.JPG.1d8e76d7ceb5fb90743b932d4b2d9f55.JPG

Selesai menghantar Mentari tenggelam, kami lanjutkan perjalanan menuju Makassar, jalan yang kami lewati sama dengan ketika hendak berangkat. Dan malam itu kami bermalam di Sungguminasa Kab Gowa. Kami browsing2 dapatlah Homestay Discovery Sungguminasa, berlokasi di Jl Lapangan Syech Yusuf Sungguminasa, Perum Taman Discovery Blok B no 4 Somba Opu Gowa. Tak disangka nemu homestay murah dan bersih walau jalan menuju masuk awalnya meragukan, tapi begitu ketemu tempatnya lumayan bersih dan murah. Tinggal sisa 3 kamar dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp. 100.000, 150.000 dan 200.000. Alhamdulillah…!

HARI KEEMPAT, 26 DESEMBER 2018

1.       Air Terjun  Takapala

Air terjun Takapala terletak di desa Bulu’tana kec Tinggimoncong Gowa, perjalanan kesini lumayan berisiko, jalanannya menanjak karena memang kea rah puncak Gunung Bawakaraeng, gunung yang dianggap suci dan keramat oleh warga sekitar. Seperti daerah2 lainnya, maka hawa pegunungan sudah terasa disini, adanya tanaman2 bunga tropis, pohon pinus, kebun the, air terjun sudah menjadi ciri khas daerah pegunungan. Air terjun Takapala merupakan air terjun yang mudah dijangkau, mobil bisa langsung parkir di TKP jadi tidak perlu trecking.

Jalannya lumayan sempit jadi keahlian driver nomor satu, alhamdulillah kendaraan kami tidak terkendala, dan ketika sampai di parkiran deburan air terjun terdengar sangat keras dan cipratan airnya seperti gerimis, jadi siap2 mantel supaya baju tidak basah ya..

taka1.thumb.jpg.9ed9de49ea9b88546ac579e619dfe718.jpgtaka2.thumb.JPG.2e0fcedaa82a55f0c6495b6f91568dd1.JPG

Jika tidak bawa mantel, di sekitar lokasi juga ada persewaan payung. Hanya diperlukan jalan beberapa menit kami sudah sampai di lokasi, Subhanallah, airnya begitu deras dan lumayan tinggi air terjunnya. Ck ck ck ck…sangat kagum kami dibuatnya.

Di sekitar air terjun banyak terdapat warung2 yang menyediakan cemilan panas seperti pisang goreng, mie rebus dan kopi, sangat cocok dengan udara siang itu. Mari kita nikmati kopi panas sambil memandangi jatuhnya air terjun.

 

2.       Hutan Pinus Malino

mali1.thumb.JPG.1b58f7220556151c579d5f601e715e16.JPG

Berikutnya kami sempatkan singgah di Hutan Pinus Malino,  kebanyakan wahana yang ada disini untuk anak2 seperti Kuda Tunggang, flying fox dll. Kami manfaatkan hanya untuk ber-foto2 saja, mengabadikan kebahagiaan Bersama sahabat itu penting. Dan rupanya hari ini serasa lebih pendek dari biasanya, karena hati kami diburu rasa was2, khawatir terlambat sampai ke Bandara Hasanuddin karena hari ini adalah hari terakhir kami di Sulsel. Sehingga ketika dirasa sudah cukup menikmati Malino, kami segera meluncur ke Makassar.

pinus1.thumb.JPG.e374a0dea10445c0746d860efc5f4296.JPG

pinus4.thumb.JPG.d6c71a29db41bff1133c17dbdf394c16.JPG

 

3.       Wiskul Pallubasa Serigala dan Hunting Oleh2 Khas Makassar.

Wiskul tidak pernah ketinggalan mengisi agenda kami, kali ini Pallubasa Serigala menjadi sasarannya, dan kami singgah di Cabang Jl. Hertasning Sungguminasa. Disini tidak terlalu mengantri seperti di pusatnya, soal rasa sama, bagi anak2 kami merupakan sesuatu yang baru karena di menu ini ada terdapat kuning telor mentah dimana cara makannya langsung di-leb dan pecah dimulut, bayangkan saja ? Sepertinya tidak semua orang bisa menikmati hidangan ini, ada yang cara makannya di aduk sehingga kuning telornya tercampur dikuahnya.

wiskul1.thumb.JPG.9e7a0dbc6166bba1e092d44c44b5e540.JPG

Hunting oleh2 khas Makassar masih di sekitaran Somba Opu, belum ke Makassar namanya kalau belum beli markisa dan kacang disko.

wiskul2.thumb.jpg.7d27e0f43c44561d966bf5c7c6632388.jpg

Kiranya sudah selesai jalan2 kami di Sulsel JJ’er, hanya kepuasan yang tersisa di hati kami, terima kasih semua teman2 yang sudah jadi travelmate, kalian sangat menyenangkan, semoga lain waktu bisa kembali lagi ke Sulsel dengan destinasi yang berbeda.

wiskul3.thumb.jpg.67bf734fc9db65441ba5970427de8831.jpg

Kami kembali ke Jakarta dengan menggunakan Batik Air jam 20.15, dan sampai Jakarta jam 21.35 WIB.

 

Salam Jalan2 Indonesia….!!

  :melambai

maru4.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
31 minutes ago, kyosash said:

wah keren nih view Air Terjun Tama’lulua-nya :salut , as always nice share :rate 

terima kasih mas Kyosah, bagus banged memang,,gak nyesel sdh jalan kaki jauh, yg sebenernya bisa dinikmati tanpa hrs turun ke lembah

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, deffa said:

jadi kangen coto

tiap ke Makassar makan nya coto nusantara aja, tapi tar cobain Coto Sunggu juga ah. @Titi Setianingsih

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/2/2018 at 6:19 PM, Titi Setianingsih said:

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

wah saya malah belum liat Coto yang di Stasiun bu ehheheh

@Titi Setianingsih

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Titi Setianingsih mba disana coto tidak Ada tulisan makasarnya yah ? :senyum  

Bener gak yah bedanya coto Makasar sama palubasa itu , coto pake kacang tanah yg dihaluskan kuahnya, palubasa pake kelapa sangrai yg dihaluskan hihihihi 

 

On 3/2/2018 at 6:19 PM, Titi Setianingsih said:

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

Yang di dalam foodcourt hypersquare yah ? Kayanya udah tidak Ada lagi. Di Bandung seperti kurang peminat coto,sop konro . Di jln lodaya Ada coto sop konro karebosi tapi sekarang sudah tutup. Yg warungan dekat jln. Aceh juga udag tutup. Tinggal sop konro maranu di jln.riau yang masih buka. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Rawoniste said:

@Titi Setianingsih mba disana coto tidak Ada tulisan makasarnya yah ? :senyum  

Bener gak yah bedanya coto Makasar sama palubasa itu , coto pake kacang tanah yg dihaluskan kuahnya, palubasa pake kelapa sangrai yg dihaluskan hihihihi 

 

Yang di dalam foodcourt hypersquare yah ? Kayanya udah tidak Ada lagi. Di Bandung seperti kurang peminat coto,sop konro . Di jln lodaya Ada coto sop konro karebosi tapi sekarang sudah tutup. Yg warungan dekat jln. Aceh juga udag tutup. Tinggal sop konro maranu di jln.riau yang masih buka. 

gak ada laah mas Roawinsite, seperti warung padang di SUmbar juga tdk ada tulisan RM Padangnya:ngakak

Tuuh tau banyak tentang Coto di bandung malahan,,,mas @deffa ini info masnya valid kayaknya. Karena aq dulu gak singgah jadi lupa namanya.

7 hours ago, deffa said:

I see, inget namanya gak?

kagak ingeettt blas soalnya tdk mampir jd tdk terdokumentasi mas Deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
20 hours ago, Titi Setianingsih said:

gak ada laah mas Roawinsite, seperti warung padang di SUmbar juga tdk ada tulisan RM Padangnya:ngakak

Tuuh tau banyak tentang Coto di bandung malahan,,,mas @deffa ini info masnya valid kayaknya. Karena aq dulu gak singgah jadi lupa namanya.

kagak ingeettt blas soalnya tdk mampir jd tdk terdokumentasi mas Deffa

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

Share this post


Link to post
Share on other sites
55 minutes ago, Rawoniste said:

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

kereeeen Bandung euy :salut

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Rawoniste said:

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

@Titi Setianingsih @Rawoniste

Jangan lupa ada Es Bandung di Malaysia

gue sendiri bingung mereka dapat nama itu dari mana wkwkwkwk :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 hours ago, Titi Setianingsih said:

Seperti di Jeju ada warung Indonesia, dikiranya orang Indonesia yg jualan ternyata org Korea tp cinta sama Indonesia mas Deffa

Wih saking banyak nya orang Indonesia kesana, mereka bisa membaca peluang, mantap :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

Wih saking banyak nya orang Indonesia kesana, mereka bisa membaca peluang, mantap :D 

Pintar ya mereka ? Dan pasti dicari walau lokasinya agak masuk, namanya Warung Pelangi....aq gak sempat kesana kmrn mas Deffa, pdhl penasaran banged dg Pelanginya...Rainbow☂☂

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Titi Setianingsih said:

Pintar ya mereka ? Dan pasti dicari walau lokasinya agak masuk, namanya Warung Pelangi....aq gak sempat kesana kmrn mas Deffa, pdhl penasaran banged dg Pelanginya...Rainbow☂☂

sip nanti saya coba cek deh kalau kesana bu :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By ko Acong
      Selamat Pagi Indonesia
      Kali ini Sibocah tua nakal akan berbagi informasi untuk siapapun tentang rute Trip Silk Road. Kali ini saya mengajak rekan2 traveller lainnya nya Di berbagai komunitas Backpacker dengan Cara Share Cost murni tanpa ada embel tersembunyi, beneran terang benderang kita saling kerja sama saling berbagi suka maupun susahnya. Alhasil semuanya happy dengan Budget seperempat dari harga tur umum nya, bahkan bisa pulang Via Beijing dengan jarak Urumqi ke Beijing 4000an km. Yup kita mulai rute nya.

      Hari 01
      Kita semua menuju bandara masing masing dan berkumpul di KLIA2. Sorenya kita Terbang menuju Xian dan tiba pukul 00.05, namun di imigrasinya wow 2 jam. Keluar imigrasi biasa ngudud mencari lokasi strategis dan mengincar seseorang supaya mengantar ke Hotel kami. Tertuju lah inceran saya ke satu orang dan mulai nego harga disepakati 150 RMB 1 mobil dengan jarak 40 km menuju kota Kalo nggak salah, kami perorang bayar 45 RMB. Sekalian dalam perjalanan kami nego untuk sewa mobil seharian anter makan piknik pulang ke hotel lagi 1200 RMB pake super Van.
      Hari 02.
      Kami piknik penuh Suka ria (namun tetap ada kekecewaan sedikit namun kami berterima kasih terhadap driver), karena telah dibantu informasi yang tidak kami sadari sampali last time, yang mana bakal merugikan waktu kami yaitu tentang STASIUN KERETA API!! Ya, kami nginap di hostel Xian lupa namanya namun ini tempat sangat ok buat Backpackers, per kepala Kurang lebih 140 RMB untuk 2 malam.
      TOTAL UANG KELUAR Di Xian: 40 RMB + 140 Hostel +120 van +150 Teracota 54 RMB = 504 RMB
      Hari 03.
      Pagi 05.00 kami bergegas ke Stasiun Fast train!! Ya, pastikan nama stasiunnya, by taxi kurang lebih argo 40 RMB /mobil, perkepala 13 RMB, tiket kereta 320 RMB, fast train Xian - Zhangye paling pagi. 7 jam kemudian diatas 2000 km kami telah berpindah propinsi dari Xianyang ke Chanye.
      Setelah tiba di stasiun Fast Zhangye Xi, strategi ngudud diulang sampai ketemu orang yang Sreg dan disepakati harga anter kami ke Danxia Rainbow Mount 80 RMB, lanjut anter makan dan pulang ke hotel, cekin seharga 260 RMB, permobil 3 mobil 720 RMB jadi per kepala 72 RMB dengan di antar 3 driver Cewek tangguh.
      Nego untuk ekplor Pinshan Hu / Phinshan Canyon seharga 1500 RMB 3 mobil, perorang kena 150 RMB. Tiket Masuk Pinshan Hu 328 RMB dan ke Hanging Temple Matisi.
      Total Uang keluar: Tiket Fastrain 320 RMB + Taxi 72 RMB + 80 RMB Tiket masuk + Hotel 196 RMB 2 malam = 356 RMB
      Hari 04.
      Pagi Dijemput untuk menuju Phinshan Canyon. Catatan: Danxia platform bisa pake Bus umum namun perlu waktu ekstra dan kejar waktu, harga tidak jauh dengan sewa taxi bila isi 4 orang. Begitupun bila mau ke Phinsanhu, harus sewa taxi umum, belum ada jarak. Tur kurang lebih 270 KM, 2 tempat dengan Hanging Temple Matisi. Jadi kami sewa taxi perorang kena 150 RMB (pelayanan dan harga sebanding bintang 5). Tempat destinasi yang ditawarkan sesuai gambar “kami buta hurup dan gagu terpaksa tiket masuk pinshan canyon 328 rmb.
      Total uang keluar:  150 RMB +328 Rmb + 30 Rmb = 218 RMB
      Hari 05.
      Disilah kami sebut Mereka pejuang rumah tangga tangguh. Membawa kita ke Destinasi Cresent Lake, mobil per orang Dari Zhangye anter Ke Jiayuguan Pass dan Dunhuang City ditunggu wisata Ke Cresent Lake dan dianter ke Stasiun untuk menuju Turpan.
      Total uang keluar: 200 RMB tiket masuk cresent lake + 120 yuan naik onta 100 yuan + 200 mobil = 420 RMB
       
      Nah saya cukupkan dulu Trip Silk Road sampai dengan propinsi Gansu, perbatasan Gurun Goby ini ya dan nantikan Silk Road edisi selanjutnya
      Jumlah uang keluar: 504 + 218 + 356 +420 = 1598 RMB
      Estimasi untuk makan minum sehari 65 yuan/hari
      Rate terkini 1 RMB Rp. 2160
      Jadi Kalo Menuju Danxia Rainbow Mauntain bisa di perkirakan biayanya bila jalur Silk roadnya middle. Semoga berguna buat teman-teman traveler, dengan rute saya ini ada gambaran spot-spot yang pentingnya.
      Mohon maaf ya saya tidak ngerti cara menulis yang baik namun niat saya hanya Untuk berbagi.































    • By Nanda Hartoph Rio
      Haloo Freak
      Mumpung ada waktu senggang gue mau kasih info buat traveler yang berkunjung di raja ampat bagian utara. karna kemarin kita uda bahas ya tentang raja ampat bagian selatan. nih dia tempat yang bisa lo kunjungi kalo dah di kota waisai tapi ga semua yaaa,Cekidooooot.!
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Masih banyak yang pengen gue share tempat tapi waktu senggang dah abis neeh.

    • By ferlyriran
      Yeaah Maret akhirnya dateng juga... Berasa lama banget nunggu ini bulan dateng
       
      Ini bener2 pengalaman pertama solo backpacking saya. Sempet deg2an juga si emak (maklum lah ya anak cewe pergi sendirian, pikiran udah kemana-mana aja si emak ). Penantian 1th buat ke Komodo akhirnya terealisasi, anak kuliahan gak bisa express nabungnya hihi.. Disini saya akan share rincian biaya dan juga akses untuk menuju lokasi.
       
      Dapet tiket 'lumayan' murah dari Jakarta untuk menuju Lombok menggunakan Garuda Indonesia (720k) dan untuk pulangnya Labuan Bajo-Denpasar (700k) nyicipin pesawat baru nya Garuda Indonesia, Denapasar-Jakarta (500k) Air Asia.
      Tepat tanggal 1 Maret saya berangkat menuju Lombok, dan pesawat delay 15 menit euwwh Garuda kok tumben delay -__-" Perjalanan cukup lancar dan berhasil mendarat mulus di Lombok Praya International Airport. LOMBOOOKKK kangen banget sama tempat ini. Saya sengaja berangkat 1 hari sebelum hari berangkat saya pake travel menuju komodo, alasannya mau jalan2 sebentar di Lombok dan juga supaya gak buru2. Pas di pesawat saya dapet kenalan, doi mau meeting di Lombok tapi blm dapet penginapan dan akhirnya saya rekomendasiin hotel tempat saya nginep di Sendok Hotel Lombok, dan dia sreg dengan tempat yang saya rekomendasiin (walaupun blm liat langsung lokasinya). Doi langsung booking kamar via tlp pas nyampe di Bandara sehrga 250k untuk junior room, sedangkan saya dapet harga 200k krn udah booking sebelumnya di tiket.com (waktu itu dapet potongan 100k krn tiket.com lagi ada promo).
       
      Pas lagi nunggu di Bandara tiba2 ada notif email dari Kencana Adventure (travel yg saya pake untuk sailing trip), baca judul nya kok bikin was-was tapi saya tetep berpikir positif, pas buka TARAAAA kejutan datang bro.. mereka ngabarin kalau boat yang akan di pake untuk sailing trip hari senin nanti mesin nya kemasukan air laut sehingga gak bisa digunakan.. WHAT?! udah semerawut aja nih isi kepala, akhirnya saya hubungin langsung adminnya dan dia nawarin untuk refund 100% atau tetep berangkat tapi akan di transfer perjalanan darat. Saya tetep pilih berangkat dan gak mau di cancel, dalam hati bilang "gile gue udah nyampe lombok masa iya gak jadi berangkat". Walaupun ada kendala tapi Kencana Adventure ini cukup recomended sbg pilihan sailing trip, rencana awal kalau kapal nya baik2 aja saya akan singgah di Moyo, Satonda, Gili Laba, Pink Beach, P.Komdo, Rinca, Kelor dan berakhir di Labuan Bajo. Tapi berhubung jadwal jadi buyar akhirnya saya dan rombongan di transfer darat dan di lanjut dengan rute Labuan Bajo - Manta Point - Pink Beach - Pulau Kalong - Pulau Komodo - Rinca - Pulau Kelor - Labuan Bajo. FYI harga sailing trip 4H4M itu 1,750k (deck class).
       
      Review untuk Sendok Hotel : Junior room nya bersih dan lokasi juga tenang, gak mengecewakan lah dan sebanding dengan harga. Deket juga sama senggigi sekitar 10 menitan jalan, makanan di restaurant nya juga enak, staff nya ramah, samping hotel persis ada indomaret dan juga tempat makan.
      Di Lombok saya di temenin muter sama Gan @Dimaz dari forum jalan2.com , thank you gan udah mau anter ke Kuta dan Tanjung Ann, di anterin pula ke tempat nginep daerah senggigi. Thnks berat lah pokok nya
       

       
       

       
       
      Perjalanan darat menuju Labuan Bajo dimulai dari penjemputan saya di Hotel, dan ke 3 orang partner trip saya. Mereka bule semua dan gak ada orang lokal nya hikss sempet bingung juga krn bhs inggris saya gak bagus2 amat
      kita menuju kantor kencana adventure untuk dapet pengarahan perjalanan nya, habis itu kita di anter ke terminal mataram untuk melanjutkan perjalanan. Kita dipesenin Bus Dunia Mas untuk menuju Pelabuhan Sape, untuk tarif bus nya saya lupa nanya krn smua udah di urus sama travel. kita berangkat jam 3 sore dari Mataram dan sampe di pelabuhan pertama (lupa nama nya) untuk menuju ke Sumbawa, lama nyebrang nya kira2 itu 2 jam. Lumayan deh dapet pemandangan bagus selama penyebrangan.
       
       

       
       
      Lanjut perjalanan ke terimal lagi untuk transfer bus kecil. Sempet kesel banget pas transfer bus untuk melanjutkan ke pelabuhan Sape, krn mereka yang ngaku nya 'penjaga tas' di bus minta bayaran, berhubung saya bawa bule jadi si calo itu ngomong ke saya kalau minta fee krn udah taruh bawaan kita di atas bus. WTH! mau marah tapi gimana, akhirnya saya kasih 50rb untuk kami ber 5 ( kami ketemu 1 bule filipina di bis dan akhirnya bareng) awalnya mereka minta 100rb dan ga saya kasih. Yaudahlah pengalaman, next time kalau kesana ga akan kena tipu lagi.. hati2 ya guys kalo mau menuju kesana.
       
      FINALLY sampe juga di Pelabuhan Sape, tapi perjalanan masih panjang broo.. sekitar 7 jam perjalanan supaya bisa sampai Labuan Bajo, kapal fery nya nyaman banget sih untungnya, kami istirahat di ruang ber AC dan baru bisa tidur nyenyak. Gak terasa 7 jam perjalanan udah mau nyampe aja, sepanjang perjalanan pemandangannya LUAR BIASA INDAH BANGET. Ada hikmah nya juga mesin kapal kemasukan air WELCOME TO LABUAN BAJO lah pokoknya
       

       
       
      Kita dapet free peginapan di travel nya, dan baru melanjutkan perjalanan besok paginya jam 9. Nah hari yang ditunggu dateng juga, sblm berangkat kita dibagiin snorkel set dan juga fin untuk snorkeling selama tour, tapi saya sudah bawa perlatan sendiri jadi gak ambil drsana.. Oh iya kami 1 kapal hanya ber 6 loh (ketemu temen 1 lagi di fery dan akhirnya gabung), di bikin private trip sama travel nya untuk nebus kesalahan krn kapal mereka bermasalah, awalnya kami sempat pikir akan digabung dengan peserta lain dr Labuan Bajo, ternyata enggak Tempat pertama yang kami singgahi Manta Point. Pemandangan bawah lautnya AJIB bro, bening nya ga usah di raguin lagi.. Kita juga sudah di sedain makan siang sama ABK nya, masakan nya enak bangettt!! bule2 pada ketagihan buat nambah.


       
       
       

       
       
      Setelah Puas di Manta Point kita langsung menuju Pink Beach, disini kapal berenti agak ditengah dan banyak kapal kecil yg nyamperin untuk nawarin anter ke pinggir pantai tarifnya 20k. Tapi saya coba untuk snorkeling dr tengah ke pinggir pantai, dan pilihan saya tepat krn BEST SPOT FOR SNORKELING, bagus banget bawah lautnya. Lebih banyak ikan dan lebih berwarna juga. Tapi ditempat ini pula ada insiden, handphone yang udah saya kasih case, saya bawa snorkeling sampai ke pinggir laut dan awal nya baik2 aja bisa menghasilkan foto.. Pas mau balik ke kapal, tiba2 case underwater saya malah kemasukan air dan handphone udh gak bisa ketolong haha.. oleh2 dari pink beach handphone RUSAK -__-" bener2 amazing lah solo trip kali ini, LENGKAP
       

       
       
      Yasudahlah lupakan hape rusak, yang penting perjalanan happy~ Selesai di Pink Beach kita langsung ke P.Kalong untuk liat sunset sekaligus bermalam di sini, bermalem nya tetep tidur di kapal.. pengalaman pertama banget nih
      Populasi kalong disini udah gak sebanyak dlu, krn banyak diganggu supaya wisatawan bisa liat populasi mereka, jadinya mereka cari tempat lain untuk dijadiin tempat tinggal. Bermalam disini menyenangkan juga kita habisin waktu dengan ngobrol dan juga main supaya gak boring dan diakhiri dengan pembagian matras tidur.. Untungnya bawa sleeping bag jadinya bisa agak lebih empuk pas tidur hehe..
       

       
      Nah pagi2 banget kita langsung menuju lokasi utama yaitu Pulau Komodo.. nikmatin pagi di pulau tuh emang ajib banget, kerjaan sepanjang perjalanan pegang kamera dan ga mau lewatin satu momen pun hihi.. dan baru inget 1 hal, gak bawa sunblock
       

       
      Jam 7 pagi kita udah nyampe di Pulau Komodo, dan kita menajadi pengunjung pertama yang akan mulai treking.. sebelumnya kita harus bayar untuk masuk ke Taman Nasional Komodo ini, untuk wisatawan sekitar 250an dan lokal 112rb (total sama tiket masuk Rinca).. kita ditemenin sama 2 ranger krn jumlah kita 6, jadi biar ga misah.. Ranger disini bener2 ramah dan ngebantu kita.. itu sih kelebihan dateng pagi, jadi pada masih seger hhe.. kita sepakat untuk ambil yang long track supaya bisa ketemu komodo lebih banyak.. Rombongan kita termasuk yang beruntung karena bisa liat 1 komodo lagi berjemur.. dan beruntung bisa foto bareng doi
       

       
       

       
      rombongan kita~
       

       
      tracking +/- 2 jam membuat kulit jadi menghitam drastis, karena gak pake sunblock juga sih.. yang penting ketemu si komodo dan rombongan kita bene2 beruntung, krn yang lain gak ketemu komodo selain di dapur umum.. umum nya komodo pasti ada di dapur umum.. YES beruntung~~ seneng
      Setelah selesai dari sini kita langsung ke Rinca untuk liat Komodo lagi. Komodo disini lebih liar dan ekstra hati2.. tapi kita pisah jadi 2 team.. bule2 pada pilih longtrack sedangkan saya dan lili (bule filipina) ambil yang medium track.. karena kaki udah ga kuat lagi dan panas nya gak bisa kompromi.. disini kita lumayan banyak nemu komodo nya.. dan yang paling penting view dari atas itu INDAH BANGEEEET..
       

       

       
      Menuju destinasi akhir yaitu P.Kelor.. disini juga spot untuk snorkeling nya bagus.. arus nya gak kenceng dan juga dangkal banget.. saking dangkal nya takut buat nginjek terumbu karang yang ada disana.. pemandangannya sih ga usah di raguin lagi ya, udah pasti bagus
       

       
       
      YAHHHH UDAH MAU SELESAI TRIP? hikss saat nya balik ke labuan bajo nih.. berhubung kita balik nya sore jadi gelombang laut udh mulai tinggi.. jarak dari P.Kelor ke labuan bajo sekitar 1 jam.. dan kapal kita menepi dengan baik di labuan bajo.
      Sebelum berangkat trip saya sudah booking penginapan untuk di Labuan Bajo. Selesai trip saya langsung menuju penginapan dan kebetulan Lili dari filipina mau share room bareng saya krn dia belum dapet penginapan.. oh ya Craig juga ternyata memesan hotel yang sama dengan saya, akhirnya kita jalan bareng menuju ke penginapan. Nama hotelnya Blue Marlin Dive Komodo, rate per malam nya saya dapat 475k  melalui booking.com :) secara keseluruhan disini terlalu mahal untuk fasilitas yang biasa aja, kelebihannya view balkon langsung ke pelabuhan dan juga hanya 10 menit jalan dari pelabuhan. Staff hotel sekitar jam 9 sudah ga ada satupun, yang tersisa cuma satpam.. sehingga menyulitkan kami kalo butuh sesuatu. TV yang disediakan juga gak ada saluran nya deuh - - gimana bisa nonton.. tapi yaudahlah yang penting bisa istirahat.
      Makan malam kami sepakat untuk ketemu kembali ber 6 dan nyobain ikan segar di pasar ikan.. biaya makan disini sekitar 45k untuk menu lengkap dengan sayur dan sambal.. bule2 seneng banget diajak makan disini apalagi pas nyoba sambal yang luar biasa pedes nya, bikin kita ketawa semua krn liat ekspresi masing2 yang lucu karena kepedesan.. ah gak kerasa besok udah pisah sama mereka..
       
      Keesokan harinya, saya menuju bandara jam 12.00 padahal pesawat masih jam 17.00 , gapapa lah sekalian jalan2 cari oleh2.. saya dibantu pihak hotel untuk menuju ke bandara menggunakan ojek, tarif nya 20k dan cuma 15 menitan dari hotel, tapi saya minta berhenti di toko oleh2 nama nya Exotic Komodo, persis di depan bandara.. harga yang di bandrol disini lumayan sih.. terutama untuk kain tenun ikat nya.. kalau untuk kaos2 komodo nya cukup recomended krn harga nya pas dan bahan kaos nya adem.
      Pukul 15.00 baru deh masuk bandara untuk nunggu.. dan Garuda delay lagi sekitar 30 menit.. setelah nyampe di Denpasar saya stay 2 hari sebelum kembali ke jakarta.. dapet tebengan penginapan karena ada temen disana..
       
      SELESAII YEAAH berhasil juga solo trip ke Komodo.. walaupun ga tau ini disebut flashpacker atau apapun.. karena dibuat nyaman aja dengan fasilitas yang dipilih.. Semoga bisa lanjutin perjalanan yang lebih seru..
       
      Inti perjalanan nya bener2 nemu temen baru, beda budaya, beda bahasa, tapi tetep seru dan pengalaman yang ga akan di lupain. Orang sana juga sangat friendly dan lebih welcome sama orang 'lokal'. Banyak banget yang ngebantu selama perjalanan mulai dari berangkat sampai nyampe rumah lagi
       
      Rincian biaya :
      - tiket jkt - lombok 720k
      - airport tax soetta 40k
      - Damri bandara - senggigi 35k (kemarin krn di jemput jadi gak pake damri)
      - penginapan di Sendok Hotel Senggigi 200k
      - Makan malem di hotel 45k
      - Travel ke komodo termasuk biaya jalur darat+laut 1,750k (www.kencanaadventure.com)
      - penginapan di Blue Marlin Dive Komodo 475 : 2 = 237k
      - makan malem di labuan bajo 45k
      - ojek ke bandara komodo 20k
      - airport tax lupa pokoknya gak lebih dari 15k
      - tiket labuan bajo - denpasar 700k
      - tiket denpasar - jakarta 500k
      - airport tax bandara denpasar 75k
      - fee liar di terminal 10k
      - fee lain2 untuk ABK dan ranger di rinca sekitar 140k (pribadi)
      - tiket masuk rinca + komodo 112k
       
      TOTAL semua 4,699k
       
      Happy traveling, mungkin biaya ini bisa lebih hemat lagi :)
    • By min0ru
      Apa yang terlintas di benak temen-temen semua ketika mendengar kata short getaway? Apakah kabur entah ke mana? ataukah kabur berlibur ke tempat yang keren? Menurut gue, short getaway adalah kabur sejenak dari kesibukan sehari-hari di pekerjaan ke tempat yang tidak jauh dari lingkungan asal gue. Yup! Ngga perlu jauh-jauh dari lingkungan kalian kok. Contohnya nih ya, beberapa minggu lalu gue short getaway ke daerah BSD sedangkan lingkungan gue tinggal di Jakarta yang jaraknya kurang lebih 20 menitan dari BSD, deket banget kan?
      Siapa bilang di BSD ngga ada tempat keren dan seru? Salah besar tuh! Oke langsung aja deh ya gue sharing beberapa lokasi yang menurut gue keren dan seru plus bisa banget didatengin buat short getaway kalian..
      1. Branchsto Equestrian Park
      Siapa yang sangka kalo di BSD ada peternakan kuda? Wong gue aja ngga nyangka. Maksud gue, tempat hiburan atau wisata yang ada kuda untuk dinaikin itu sudah biasa, tapi kalo peternakan sih baru pertama kali gue tau dan kunjungin. Tidak ada biaya apapun untuk masuk ke Branchsto tapi kalian harus bayar kalo mau naik wahana seperti ATV, naik kuda, naik kereta, main panah dan sebagainya.

      Menurut gue, yang bikin tempat ini berbeda dari tempat pada umumnya adalah kudanya besar-besar banget seperti kuda eropa kali ya dan semuanya terlihat sehat dan gemuk lalu kita boleh liat ke wilayah kandang kuda dan bisa liat kuda-kudanya dari jarak deket.
       
      Terus di Branchsto juga kita bisa belajar berkuda dengan biaya yang terbilang cukup murah yaitu 250ribu per kedatangan. Lapangan luar juga sudah disediakan jadi pengalaman berkuda bagi pengunjung sangat baik.
      Branchsto memiliki 1 buah restoran dan beberapa kafe untuk kita yang mau makan siang, FYI Branchsto sudah buka sejak pagi, tetapi biasanya mereka agak siang menuju sore untuk beroperasi penuh saat hari biasa.


      2. BSD Xtreme Park
      Satu lagi nih taman yang gue juga baru tau ternyata seru untuk dikunjungi, karena awalnya gue juga tau dari insta-story temen dan karena rasa penasaran untuk menyambangi tempat baru akhirnya gue masukkin list deh. BSD Xtreme Park ini rupanya dibangun untuk mengakomodir teman-teman yang suka dengan olahraga yang agak tidak biasa buktinya mereka punya bike park, skate park, paint ball field, lapangan untuk panahan, gokart, panjat tebing, dan beberapa lainnya. Salah dua yang gue coba tuh gokart dan panahan.


      Mirip dengan Branchsto, masuk ke BSD Xtreme Park ini GRATIS! kecuali kita mau main wahana di dalamnya. Bedanya kalau di Xtreme Park ini kita harus beli gelang dulu seharga 30.000 yang nantinya gelang itu bisa diisi saldo sesuai dengan keinginan kita. Kalo kemarin gue main panahan itu harganya 60.000 untuk 30 menit, kita dikasih anak panah sebanyak 10-12 lalu diajari memanah jika belum pernah sebelumnya, nah setelah memanah 10-12 anak panah, kita ambil sendiri deh tuh anak panahnya sendiri (ngga diambilin abangnya) saran gue, ga usah ngincer target yang jauh-jauh tar capek ngambilinnya apalagi kalo meleset kayak gue banyak meleset alhasil jauh ngambilnya.
      Permainan yang lain yang gue coba juga itu Gokart! 60.000 cuma 5 menit sebentar banget yak?! tapi seru banget kok apalagi kalo mainnya rame-rame. Untuk main ini kita diwajibkan untuk pake helm dan jaket yang sudah disediakan. Yang jarang olah raga siap-siap aja tangan agak pegel soalnya gokartnya ngga power steering
      3. Scientia Square Park
      Sebenernya gue sudah 2 kali main ke Summarecon Digital Center tempat Scientia Square Park ini, tapi baru kali ini gue masuk ke dalemnya. Gue kira cuma taman biasa aja, ngga taunya seru euy! Begitu masuk sudah disambut oleh ayunan dan jungkat-jungkit. Di sini juga bisa panjat pinang tebing tuh.

      Anyway untuk harga tiket masuk ke Scientia Square Park (SSQ Park) ini kita dikenakan 50.000 / orang lalu di dalamnya bayar lagi kalau mau main wahananya. Di dalam SSQ Park ini juga ada wahana trampolin yang akhir-akhir ini lagi cukup dicari orang, lalu ada juga track untuk main remote control, bahkan di sini ada kuda poni dan delman yang bisa disewa untuk keliling SSQ Park.
       
      Salah satu spot favorit di SSQ Park ini tuh ada tempat duduk di bawah pohon rindang, untuk yang mau leyeh-leyeh di bean bag atau pacaran atau bengong duduk di bawah pohon pun enak banget deh (saking enaknya sampe lupa banget foto lokasinya ).
      Spot utama yang menurut gue paling menarik itu taman bunga matahari! Jujurnya gue belom pernah liat langsung dan pegang bunga matahari. Beberapa minggu sebelumnya ada sahabat gue yang ke Jogja dan berfoto di kebun bunga matahari huff jadi kepengen, eh taunya di sini pun ada! Senang! Bunga matahari itu mekar 2 bulan sekali dan sekalinya mekar hanya 3 minggu.

      Kalau mau masuk ke taman bunga matahari, kita harus masuk dulu ke Arumdalu Farm dengan membayar / membeli Blue Pea Tea seharga 20.000 atau bisa juga beli paket Tempeh Burger with chips seharga 35.000. Gue sendiri coba yang Blue Pea Tea yang rasanya cukup unik dan bisa berubah warna kalau dicampur dengan jeruk nipis! How cool is that!
      Nah satu lagi yang menyenangkan kalau temen-temen bawa anak kecil, gue sangat merekomendasikan rumah kelinci. Ada 1 area kecil di mana banyak sekali kelinci dan kita bisa kasih makan wortel dengan hanya membayar 10.000. Gemes-gemes kelincinya.

      4. Wisata Kuliner
      Bagian yang paling gue suka ya kulineran . Boleh kan kalo kulineran gue sebut sebagai wisata? Wisata buat nyenengin perut . Gue yang doyan makan ini serasa dimanjakan dengan banyaknya pilihan makanan di Pasar Modern BSD dan Pasar 8 Alam Sutera. Gimana engga? Kalian sebut aja deh makanan yang biasanya nongol kalau malem hari, rata-rata di sana ada. Contohnya nih ya, nasi goreng gila gondrong obama yang terkenalnya di Menteng, seafood berlimpah, ketoprak, tahu krispi, soto betawi, bebek goreng, pecel lele, chinese food, martabak, dan masih buanyak lagi makanan lainnya yang kalo gw listing di sini nanti berabe ngga kelar-kelar.



      Sinar Garut (kedai yang menjual minuman). Favorit banget sama minuman di sini. Buah-buahan segar yang diracik dan disajikan bener-bener bikin haus hilang terutama di musim kemarau seperti sekarang ini. Kesukaan gue sih alpuket + kelapa atau alpuket + kopyor.
      Jadi? Minat weekend getaway ke BSD? 
    • By deftones12
      DAY 6
      Karena menjadi hari terakhir liburan, agenda hari ini super santai. Biasanya jam 9 udah check out dari hotel, kali ini saya minta driver datang jam 12.
      Tapi jam 9 saya tetap keluar hotel, karena kita gak dapat sarapan gratis di hotel. Saya menyusuri Jalan Petitenget sambil mengagumi kafe-kafe dan butik lucu di kiri-kanan jalan. Oya, buat tambahan informasi, si Dash Hotel Seminyak ini dekat banget sama Deus Ex Machina dan Biku yang suka masuk daftar tempat makan wajib di Seminyak.
      Tapii….tujuan utama saya buat sarapan adalah….Revolver Espresso.
      Jatuh cinta banget sejak pertama kali nyobain kopi di sini waktu liburan tahun lalu. Revolver ini emang termasuk salah satu coffee shop terhits di Bali, simply because kopinya emang enak, IMO. Harga makanan dan minumannya juga masih standar, malah banyak kafe di Jakarta yang lebih mahal. Menu rekomendasi saya sih Silencer, yaitu granola dengan frozen yogurt blueberry atau acai berry dan potongan buah. Segaarrr dan kenyang!


       
      La Joya Biubiu
       
      Sebenarnya agenda utama kita di hari terakhir ini ya di La Joya Biubiu ini. Gak lain dan gak bukan adalah untuk SPA!
      Penasaran aja sih, udah beberapa kali ke Bali tapi belum pernah ngerasain spa cantik macam di majalah-majalah
      La Joya Biubiu sendiri merupakan resort dekat Pantai Balangan. Jadi perjalanan ke sini lumayan jauh dan macet ya, secara aksesnya emang cuma satu jalan doang. Apalagi waktu itu jatuhnya di hari Sabtu, makin banyak lah mobil dan bus wisata yang melewati jalan itu.
      Lokasi La Joya Biubiu lumayan ngajak blusukan sih….tapi view-nya emang keren banget!


      Hanya, yang bikin kita kaget adalah tempat spanya yang lumayan terbuka. Jadi area spa itu ada di dekat kolam renang. Walaupun berada di dalam gazebo tertutup, tapi orang-orang bebas berkeliaran di dekat situ sih, jadi bisa liat kita yang lagi pasrah di atas meja pijat.
      Tapi, overall, spanya oke. Gak sampai mind-blowing, tapi tetap lebih worth it dibandingkan spa di tempat-tempat spa biasa. Apalagi, ternyata rate Balinese message nya juga gak sampai Rp 200.000, sama dengan rate di beberapa hotel bintang 3 di Seminyak. Padahal pemandangan yang ditawarkan itu mahal banget
       
      Pantai Gunung Payung


      Setelah segar dipijat, kita pun beranjak ke tujuan berikutnya, yaitu Pantai Gunung Payung. Pantai ini letaknya tetanggaan sama Pantai Pandawa yang lebih dulu populer. Tapi, karena belum terlalu banyak yang tau soal pantai ini (yang jelas lebih sedikit daripada yang tau soal Pantai Pandawa), jadi suasananya masih sepi dan tenang.
      Tapi mungkin tahun depan bakal lain ceritanya. Karena waktu kita ke sana, udah mulai terlihat pembangunan yang sepertinya proyek hotel atau lapangan golf. Akses ke Pantai Gunung Payung juga terus diperbaiki supaya pengunjung bisa mencapai pantai dengan lebih mudah. Biaya retribusinya sendiri sekitar Rp 13 ribu per wisatawan lokal.
      Agak salah sih mengunjungi pantai ini setelah spa. Karena kita harus turun naik tangga yang jumlahnya lumayan lah bikin ngos-ngosan jadi pegel lagi deh….
      Tapi, gak masalah, karena pemandangan pantainya cantik banget. Kebalikan dengan tempat-tempat wisata lain yang kami kunjungi sebelumnya, di Pantai Gunung Payung ini hampir semua pengunjungnya adalah wisatawan lokal, walaupun jumlahnya gak banyak. Mereka udah ambil posisi untuk santai sambil nunggu sunset.
      Karena tadinya kita sempat berencana rendezvous dengan teman yang lagi di Finn’s Beach Club, kita gak lama-lama di Pantai Gunung Payung. Ternyata rencana itu gagal. Jadi nyesel gak nungguin sunset di pantai
       
      Yah, demikian pengalaman liburan 6 hari saya ke Bali Utara dan Timur kemarin. Semoga bisa menambah rekomendasi tempat-tempat menarik buat yang lagi rencana liburan ke sana yaaa ^^
    • By Daniyah Isa
      Hayhay, 
      Sedang ingin melokal dulu saja nih, ke tempat yang dekat sebelum melunvcur lagi ke tempat yang jauh
      Diantara kalian ada yang orang Yogya ? atau pernah stay lama di Yogya ?
      Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan petunjuk dan arah ini yaa
      Siapa yang tidak kenal dengan Yogyakarta? Daerah Istimewa yang tidak ada habisnya untuk rekomendasi wisata. 
      Long weekend 16-19 Agustus 2018 saya berkesempatan mengunjungi Yogya. Niat saya memang untuk menaiki transportasi umum di tempat ini. Untuk kalian yang senang berpergian sendiri, tanpa memesan paket wisata, semoga cerita saya bisa jadi referensi.
      Tepat pukul 04.00 Subuh saya tiba di stasiun Tugu Yogya. Saya keluar, belok kiri dan menelusuri jalan hingga menemui perempatan. Sampai di perempatan, saya ambil ke kanan untuk mengunjungi Jalan Malioboro.
      Nah buat kalain yang ingin menginap di kawasan Malioboro, dalam satu gang ini dari depan sampai belakang semuanya Hotel terjangkau loh :
      Jl. Kp.Sosromenduran
      Saya memilih menginap di Malioboro, karena aksesnya sangat dekat. Ini loh Hotel pilihan saya :
      Hotel Larasati 
      Selain Hotel itu, di dalam satu gang terdapat pilihan beberapa hotel, dari ujung depan sampai ke ujung belakang. 
      Baiklah, hari pertama tujuan tempat wisata saya adalah :
      1. Candi Prambanan 
      Tidak jauh dari hotel, saya berjalan menuju halte Malioboro 1. Saya menunggu transJogja 1A. Turun di Halte Pasar Prambanan. 
      TransJogja 1A Halte Malioboro – Halte Pasar Prambanan
      Saran Saya, jangan malas jalan yaa! Memang sih ada banyak pilihan seperti bentor (becak motor), Ojek, dan Delman. Buat pelancong seperti saya, agak sayang sih! Ini tinggal ke sebrang saja, sudah sampai ke pintu masuk kawasan wisata prambanan. Jadi, jangan malas jalan! Tetap siapkan stamina *kalau bisa. 
      Kawasan Candi Prambanan
      Harga tiket Masuk saat itu, 17 Agustus 2018 Rp 40,000 untuk turis Domestik. Saya rasa ini cukup mahal, mengingat harga itu hanya untuk ke candi Prambanan saja, tidak untuk satu komplek candi disekitar Prambanan. 
      2. Candi Borobudur 
      Nah, siapa yang tidak kenal dengan candi ini ! Pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia, dan masih menjadi warisan sejarah dunia. 
      Berangkat dari Halte Pasar Prambanan, saya memutuskan untuk lanjut saja ke candi Borobudur. Saya naik transJogja 1A arah balik menuju Malioboro, namun berhenti di halte Bandara Adisujipto lalu sambung transJogja 5B. 
      Menaiki transJogja 5B, turun di terminal Jombor. Memang banyak juga yang menyarankan naik dari terminal Giwangan, tapi kebetulan saya dapat saran dari petugas transJogja untuk berhenti di terminal Jombor.
      Tapi memang dibutuhkan kesabaran bila kalian memutuskan berpergian menggunakan transportasi umum. TransJogja bisa dibilamg berputar hampir ke seluruh pusat kota Jogja. 
      Turun di terminal Jombor, kalian akan temui kenek bus yang berteriak “Ayo Borobudur, Borobudur!” sayang saya nggak foto busnya karena terburu-buru waktu itu. 
      Bus itu seperti kopaja kalau di Jakarta. Waktu beroprasi bus ini 05:00am-03:00pm dari terminal Jombor. Dari terminal Magelang, bus paling terakhir pukul 05.30pm (setengah enam sore), lepas itu tidak ada bus lagi ke Yogya. 
      Tarif bus ini relatif sih! Jadi pengalaman saya, pas pertama berangkat pakai bahasa Nasional 25RB setara dengan turis asing di belakang saya. Nah, pas pulang saya pakai bahasa Jawa! Yaa memang kebetulan orang Purwokerto sih hehehe, tarifnya 20RB.  Sejen lah, karo wonge dewek aja larang-larang! Hahaha. Beda lah, sama orangnya sendiri jangan mahal-mahal! Gituuh. 
      Halaman utama Borobudur menghadap Gunung Merapi
      Turun dari terminal, kalian akan ditawari Ojek menuju pintu masuk Borobudur. Tawar saja 10RB, karena tempatnya hampir 1km dari terminal Magelang. 
      HTM borobudur dikenakan 40RB untuk wisatawan Domestik. Kalian bisa memandang Gunung Merapi dari ketinggian. Tetap waspada dan hati-hati yaa! Tangga menaiki candi cukup curam.
      Patung Budha di atas Candi Borobudur
      Menunggu Sunset ataupun Sunrise disini memang sungguh indah. Melihat keagungan ciptaan Sang Illahi, Masha Allah. Aslinya lebih bagus daripada fotonya. 
      3. Keraton Kesultanan
      Tidak lengkap rasanya kalau kalian datang ke Yogya tanpa melewati Keraton Kesultanan. Lokasinya hanya lurus saja dari jalan Malioboro. Ditempuh jalan kaki sekitar 25 menit saja.
      Keraton Kesultanan Yogyakarta
      Yaps, gambar halaman depan Keraton Kesultanan Yogyakarta ! Saya tidak masuk ke dalamnya, karena bagi saya cukup melihat dari luar saja, heheh.
      Lapangan di depan Keraton Kesultanan
      Kebetulan, saat itu sedang 17 Agustus perayaan hari Merdeka. Malamnya, akan diadakan konser musik dan beberapa pameran. Di samping jalan, terdapat dua pohon beringin Kramat.
      4. Nol Kilometer
      Jalanan ini hampir mirip kota tua bagi saya. Bangunan tua bekas kolonial Belanda masih berdiri kokoh, yang sekarang digunakan sebagai gedung perkantoran. 
      Perempatan Jalan Nol Kilometer
      Jalanan ini cukup bersih, udaranya segar, ramai juga. Waktu itu cuaca cukup terik sekitar 38C.
      Tapi semua terbayar dengan semilir angin dan pohon-pohon besar yang teduh, heheh. 
      Bangunan Pos Indonesia di Nol Kilometer
      5. Jalan Malioboro 
      Sengaja saya tempatkan diurutan terakhir untuk wisata di Malioboro. Saya menginap di kawasan Malioboro karena di tempat ini cukup strategis untuk akses transpotasi umum, ataupun bagi yang mau pick up taxi-ojek Online. 
      Dari Stasiu Tugu,  hanya keluar lalu belok kiri, menemukan perempatan dan belok kanan. Sampai deh, di Malioboro.
      Kawasan sekitar Jalan Malioboro
      Tempat ini menjajakan berbagai macam kuliner Yogya, ada toko pakaian, tas, sepatu dan macam-macam. Dari harga murah sampai yang menengah. Kawasan ini cukup padat, ramai dan tidak cocok untuk berfoto bagi saya. 
      Kalau ingin berfoto di Malioboro, buat saya lebih baik bangun sebelum subuh dan mengelilingi jalan Malioboro yang sepi. 
      Malioboro saat pagi hari
      Nampak di atas gerobak yang ditutupi terpal biru. Kalau malam, di depan itu semua para pedagang kaki lima menjajakan kaos dan oleh-oleh khas Yogya.
      Maaf itu kakinya nebeng narsis heheh .
      Sebenarnya jika kalian memiliki stamina yang cukup kuat, kalian bisa mendatangi kelima tempat itu dalam waktu satu hari. 
      Ambil kereta malam,  agar sampai pagi di Yogya. Jadi begitu sampai bisa langsung ke Borobudur lalu lanjut ke kawasan wisata sekitar pusat kota Yogya. 
      Sekian cerita jalan-jalan saya, semoga bermanfaat untuk kalian uang sedang bingung ingin berwisata kemana.
      Tapi jangan dipaksain loh yaa, nanti sakit tipes lagi heheh