Titi Setianingsih

JENEPONTO, BANTAENG, BULUKUMBA, MALINO (23 – 26 DESEMBER 2017)

42 posts in this topic

Makassar, Kota asal my hubby, gak heran kalau saya selalu penasaran dengan keindahan alamnya. Sudah beberapa kali saya ke Sulawesi Selatan, tapi saking luasnya wilayah itu, sepertinya gak habis2 di explore. Kali ini saya dan teman2 mencoba explore Bulukumba. Kita semua tahu kalau dari Makassar ke Bulukumba akan melewati beberapa Kabupaten, gak ada salahnya jika kamipun ikut menikmati keindahan kota2 yang dilewati.

HARI PERTAMA, 23 DESEMBER 2017

 

Dari Jakarta kami menumpang pesawat Garuda dengan flight jam 01.20 sampai Makassar jam 04.55, cuaca kebetulan hujan sehingga tanah Makassar basah. Alhamdulillah walau hujan tapi penerbangan lancer tidak terganggu apapun. Driver sudah menunggu kami, dan seperti biasanya untuk menghemat waktu kamipun langsung jalan menuju TKP. Kami ber5 dari Jakarta, dan dari Makassar ada 2 orang jadi total ber7. Jelang waktu sarapan kami singgah di Warung Coto Canggu 1 di Sungguminasa, makanan khas Makassar yang tidak boleh dilewatkan, hitung2 wisata kuliner juga kan ?

bandara.thumb.jpg.50b197b313610b5ba005cfaba59dcde3.jpg

Lupa harga per mangkoknya, yang jelas masih terjangkau oleh kita, biasanya teman makan Coto itu burasa dan krupuk. Kenapa rasa masakannya lain karena dimasaknya di tungku tradisional, jadi wangi2 asap kayu bakarnya masih tercium. Dengan dihidangkan panas2 akan menambah sedapnya ini makanan, dan untuk ukuran wanita 1 mangkok sudah cukup kenyang.

coto6.thumb.jpg.5880cddae349e713e1fe460d57997164.jpgcoto4.thumb.jpg.ffab27266c224410a04aa840cfc82d56.jpg

coto1.thumb.jpg.b3d6a9ff791212cf8686a42a162ffb36.jpgcoto3.thumb.jpg.7adae63e9c64314fee5e792c3934a192.jpg

Sesudah sarapan, perjalananpun kami lanjutkan menuju arah Gowa dan Takalar. Btw, dapat info dari teman kalau di Makassar sedang banjir, kamipun was2 ketika tiba2 di jalan hujan lebat. Bismillah, pelan2 tetap kami lanjutkan perjalanan, sehingga waktu tempuh lebih lama dari biasanya. Pas waktu dzuhur kami sampai di Jeneponto, dan sempat singgah shalat di sebuah warung sekalian besi nasi buat makan siang di TKP nanti, karena kata driver di sana tidak ada resto untuk makan siang, adanya hanya warung2 kecil penjual snack2 kecil dan minuman. So, kami masing2 beli menu maksi sesuai selera, ada nasi goreng, nasi ayam, nasi bebek, mie goreng dll.

1.       Air Terjun Tama’lulua

 

Yang kami tuju di Jeneponto adalah Air Terjun Tama’lulua, lokasinya ada di desa Ramba Kec Rumbia Kab Jeneponto, pas lihat di google fotonya sungguh keren, siapa yang gak penasaran to ? Dan memang kudu berani ambil tantangan jika mau merasakan cipratan air terjunnya, karena lokasinya ada di bawah, jadi kita menuruni lembah terlebih dulu kurang lebih 45 menitan dan baliknya juga bisa lebih lama karena menanjak. Mommy2 pada terima tantangan jalan, ya sudah kami cari batang pohon kering untuk alat bantu jalan, karena jalanan lumayan licin dan terjal.

tama2.thumb.jpg.6bb19374c05caa140564dd81e80552f1.jpg

Hhhmmmm,,,baru beberapa langkah dari tempat parkiranpun sudah terlihat di kejauhan keindahan air terjun Tama’lulua, seperti air terjun Si Piso2 Berastagi, tp ini ada 3 cabang jadi lebih lebar, pelan2 kami tapaki jalan setapak itu, walau badan rasanya masih lemas, tetap kudu semangat,,,!!

tama8.thumb.JPG.3cc7af476103b7192da3725208a12ff5.JPG

Dan taraaaaang,,,,,sampai juga, huffttt cipratan airnya sungguh kencang, dan deburan airnya juga keras dan deras, gak berani kami turun sampai bisa menyentuh airnya, licin pula tanah yang kami pijak, bekas2 kaki pengunjung yang sempat ke bawah menyisakan becek dan basah di tempat kami berdiri, dan untuk turun ke tempat yang terdekatpun musti satu2 sambil dipegangin teman kita yang sudah duluan turun, must be carefull off course.

tama4.thumb.JPG.521924e485a55db0159d473f296dd22d.JPG

Setelah puas kamipun meninggalkan tempat ini dengan puas, dan senang karena sudah berhasil menuju kesini dengan sukses, capai sudah biasa. Ketika sampai atas, kami diajak lagi untuk melihat air terjun dari Bukit Bossolo yang tidak jauh juga dari parkiran, jadi hanya jalan barangkali 100 meteran menuju ke atas sudah sampai di Bukit Bossolo, dari sini Nampak air terjun Tama’lulua dari kejauhan, bahkan lebih indah jika dilihat dari jauh, Subhanallah,,,super indah dan keren. Disekitarnya tumbuh tanaman jagung yang sangat luas, bunganya Nampak indah me-lambai2 keputihan, pantas kalau disini banyak dijual jagung goreng yang kalau di Jawa disebut marning, tapi jagung disini lebih manis dan renyah dan karenanya disebut jagung pulut.

tama6.thumb.JPG.c7b6ae61c5ce4190f5c73e40b11c8041.JPG

tama7.thumb.JPG.1b236187d2751a9b630a1943f5e7f937.JPG

tama11.thumb.JPG.3e3a7ccf4d650af4138cfb2816dbde77.JPG

tama3.thumb.jpg.fa8c1e1db6788800e9dfd5ebf71b4a3c.jpg

tama12.thumb.JPG.4ee5073de529e7ec6f856ade543768c5.JPG

Siapa yang mau meninggalkan area seperti ini cepat2 ? Rasanya dengan hanya duduk memandang air terjun ini sudah cukup betah, hanya memandangi, dan merasakan anginnya yg juga semilir, rasanya dunia hanya milik kami,,,

tama1.thumb.jpg.89311e6498cf663104591de71201a02e.jpg

2.       Mini Showfarm

Rupanya taman bunga ini sudah masuk ke wilayah kab Bantaeng, tepatnya di desa Bonto Marannu Kec Ulu Ere. Dan lokasinya sudah di ketinggian, terasa dinginnya menusuk tulang. Sebenernya ada beberapa spot lagi di Bantaeng ini, tapi karena sebelumnya kelamaan di Air terjun, sepertinya hanya bisa menikmati taman bunganya saja. Namanya juga Mini Showfarm, tentu tidak seluas taman bunga Nusantara di Cipanas, sekilas mata memandang hanya ada yang di hadapan kita saja nampaknya. Dan kebetulan di musim ini banyak tanaman yang sedang tidak berbunga, hanya ada bunga Masamba dan bunga Lily yang Nampak mekar. Rumah kaca sebagai tempat pembiakan anggrekpun sedang tidak ada bunganya, tidak apa, yang penting kami sudah tidak penasaran lagi dengan tempat ini.

mini1.thumb.jpg.4d79f7dc3fd7bbb5d34607981eb9c34a.jpg

mini5.thumb.JPG.b044ec9c2d92fb7449c039cc5ae1894c.JPG

mini4.thumb.JPG.a0e0baadc41eb26de47f30f51ae90e4e.JPG

mini7.thumb.JPG.55c60d0626689d37a66cf9a4376616da.JPG

Senjapun turun, warna jingga sudah Nampak di langit barat, kamipun beranjak turun menuju Bulukumba sebagai tempat tujuan utama kami. Yang terbayang Tanjung Biranya kan ?? Lumayan jauh perjalanan kami kali ini, alhamdulillah tidak ada hujan, sehingga perjalanan di malam hari tidak membahayakan kami.

Sampai di Bulukumba sudah dilanda lapar, jadilah kami singgah ke tempat makan di pinggir laut, Resto Kampoeng Nelayan di Bonto Bahari Bulukumba, tapi karena sudah malam maka kami hanya bisa menikmati deburan ombaknya. Padahal kalau siang atau sore hari tempat ini akan indah sekali, sambil menikmati ikan bakar kita bisa memandang laut lepas yang membiru. Tips untuk teman2 kalau mau kesini, usahakan sore hari sudah sampai Resto ini yaaa…

resto1.thumb.JPG.91ede4320de136567277ba6f1457db6b.JPG

resto2.thumb.jpg.50309df43f017370448b386e2a56c332.jpg

Sebelum sampai tujuan kami sempatkan singgah di Masjid Islamic Center Bulukumba, yang merupakan icon utama Kab Bulukumba, atau disebut juga Masjid Dato Tiro yang diambil dari nama penyebar Agama Islam di daerah Bulukumba, berlokasi di Jl Sultan Hasanuddin Kec  Ujung Bulu Muda yang merupakan jalan poros antara Sinjai-Bulukumba-Makassar.

masjid1.thumb.JPG.09cb026c312e83bc58608c982baa8b25.JPG

masjid2.thumb.JPG.1efa446cd0dc871ba357bc8dc9386b02.JPG

Di depan masjid terdapat monument berbentuk Al Qur’an terbuka, lagi2 merasa kurang puas berfoto di malam hari, hasil foto jadi kurang maksimal, hanya rasa puas yang bisa maksimal karena bisa sekalian berwisata religi di kota ini.

3.  Ridha Vila Samboang Beach

Setting menginapnya kami buat bervariasi, semalam ini nginap di pinggir pantai yang bisa menikmati sunrise yaitu di Pantai Samboang tepatnya di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro Kabupaten Bulukumba, kurang lebih 25 km dari Tanjung Bira. Jika kepengin cemilan di malam hari plus kopi bisa request, kami pesan pisang goreng dan kopi untuk ber8 dihargai Rp. 150.000,- Villa satu rumah ada 3 kamar plus breakfast seharga Rp. 650.000,- per malamnya.

home1.thumb.JPG.f9fec523ab06b50711dd38fa59929ee8.JPG

Malam ini, barulah puas merasakan tidur nyenyak. ZzzZzZZzzzzz…

 

HARI KEDUA, 24 DESEMBER 2017

1.       Sunrise Pantai Samboang

Mata masih kantuk rasanya, badanpun pegal2, bayangkan kemarin seharian dari ujung ke ujung mengitari Sulsel. Tapi ketika mengintip dari jendela kaca sudah ada tanda2 terangnya pagi, maka kami paksa bangun, sunrise yang cantek di pantai ini gak akan kami lewatkan. Temaram di ujung timur sana sudah terlihat cahaya tipis, berbalut awan jingga yang menawan, pertanda mentari bakal hadir memancarkan keindahannya. Segera kami ketuk pintu2 kamar lainnya, supaya sama2 bisa menikmati keindahan pagi ini. Dan ternyata diluar sana sudah ada beberapa penikmat keindahan tengah menanti Sang Surya bangun dari peraduan. “Bakal bagus nih sunrisenya” celetuk mereka, nampaknya happy banged, sama seperti kami.

home2.thumb.JPG.cd6a5efa7939c41a88493e7c510d2696.JPG

home4.thumb.jpg.74c0aaf1cd97acab239fd1e6a5ca84ec.jpg

Angin semilir, mengantarkan ombak ke bibir pantai yang berpasir putih, sayangnya kami hanya singgah disini, sehingga hanya bisa menikmati pagimu sejenak saja, tapi sungguh, bercengkerama dengan sinar mentari di pantaimu sangat berkesan, atau karena ada gelak tawa kami semua sehingga keceriaan sangat jelas terasa.

home5.thumb.jpg.042df5c511cec1e7692ee0551111c3fa.jpg

home6.thumb.jpg.eaefc4027daef22891c617e9de5ed6f3.jpg

Dan, ketika ingat perjalanan masih panjang untuk hari ini, akhirnya kami bergegas masuk kamar untuk bersih2 dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Sesudah sarapan kami langsung angkat barang dan cuzz menuju Kampung Adat Ammatoa di Desa Kajang Bulukumba.

Ketika baru sepenginang sirih kami duduk manis di mobil, tiba2 nampak sebuah pemandangan unik, tanah bekas galian yang meninggalkan bongkahan2 besar dan bentuknya unik, sayang jika harus dilewatkan begitu saja, kamipun berfoto2 sebentar. Bapak2 yang berada didepan lokasi kami ber-foto2 nampak heran, dan mengajak kami ngobrol, untungnya Driver kami asli Bulukumba jadi tahu Bahasa mereka.

bonto1.thumb.jpg.e3c0b0ce1707fe762bd05ab197b30401.jpg

bonto4.thumb.JPG.0540ebfdd60b2ffa629a6701730cdd5c.JPG

bonto3.thumb.JPG.a8a233241768ff833c7aa575d1e249a6.JPG

 

2.       Kampung Adat Ammatoa Kajang

Apa yang terlintas pertama kali di pikiran kita ketika mendengar nama Kampung Adat Ammatoa Kajang ? Sedikit cerita tentang Kajang setidaknya sudah pernah saya dengar dari My Hubby, biasanya yang ditonjolkan tentang kesaktiannya, juga tentang keahliannya mengirim “doti” yaitu semacam bacaan2 yang kalau dikirim ke seseorang bisa menyebabkan orang tersebut meninggal. Mungkin kalau di Jawa disebut “tenung” ya ? Akibatnya kita menjadi takut untuk menginjakkan kaki ke wilayah ini, takut kena tenung, begitu secara vulgarnya. Tapi, nyatanya kalau kita tidak berbuat jahat, mengikuti aturan yang ada di desa itu maka kita juga akan selamat. Peribahasa dari Sumatra Barat “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” kurang lebih seperti itulah.

Dengan berbekal peribahasa itu, maka kami bertekad bulat untuk mengunjungi kampung adat ini, salah satu aturan yang harus diikuti bahwa kita harus berpakaian serba hitam, tidak membawa apapun ke dalam kampungnya misalnya segala macam alat elektronik, tidak boleh foto2, dan tidak memakai alas kaki.

Bismillah, kamipun segera minta ijin ke Kepala Desa untuk masuk ke desa Tana Toa (Kajang dalam), dan saya dipinjami baju dan kain hitam karena baju saya masih ada kombinasi birunya.

ama1.thumb.jpg.74de4ce205ac26c1979bf4ae7853a3a7.jpg

ama3.thumb.JPG.923db9ca552661c9e999a057350faf7c.JPG

ama2.thumb.JPG.9c025231c06be4811aea50a491a38ba8.JPG

Sesampainya di batas desa, alas kaki kami di lepas, kacamata hitam juga di lepas, dan dengan berlenggang tangan kami berjalan kurang lebih 1 km ke kampung adat Ammatoa. Jalanan berbatu dan panas terik mentari tidak menghalangi semangat kami untuk bertemu dengan Kepala Sukunya. Ammatoa, begitu sebutan Kepala Suku, orang nomor satu yang paling disegani dan dihormati di kampung Tana Toa. Ketika kami sampai ke rumah Ammatoa sedang ada musyawarah, pasalnya ada sengketa antara Kepala Desa dan warga, hanya Ammatoa sebagai Kepala Adat yang bisa menyelesaikan pertikaian ini. Menurut driver kami, perseteruannya lumayan keras, sama2 gak mau ngalah, sampai kami takut, karena dari dialeknya dan suaranya yang kencang sambal mengacungkan senjata sakit marahnya. Jangan sampai kami yg lagi jalan2 ikut jadi korban nantinya, dan biasanya kalau ada musyawarah gini orang lain gak boleh masuk, rupanya kami disangka pengikut Kepala Desa jadi diijinkan masuk.

ama5.thumb.jpg.dc3971ef93d35d3059f1e341077ddcee.jpg

ama6.thumb.jpg.eda31f4ed5dee801c6f324920dacf9b9.jpg

Dan musyawarah belum clear ketika akhirnya datang lagi rombongan mahasiswa dari Makassar, banyak pertanyaan dari mahasiswa terkait dengan adat dan budaya Suku Kajang ini, akhirnya kami pamitan pulang ber-sama2 dengan rombongan mahasiswa.

Sebelum melanjutkan perjalanan panjang lagi, kami mampir makan siang di Bonto Bahari, di sini masih ketemu nasi pecel plus ayam goreng, jangan2 orang Jawa yang jualan ya ?

 

3.       Tebing Apparalang, Tebing Marumasa, Pantai Kalibata Bulukumba

Ketiga tempat ini ada di satu lokasi, dan satu pintu masuk, tapi tiap spot tiketnya beda2, masing2 Rp. 5.000,- per orang. Tapi kita bisa pilih tempat mana yang mau kita masukin, gak harus semuanya. Pantai ini masuk dalam wilayah Bonto Bahari Bulukumba. Yang unik di tempat ini tebingnya, batu2annya dan karang2nya juga indah, airnya terlihat jernih dari atas tebing. Banyak yang berenang dan menangkap ikan di pantai ini. Situasi alamnya mirip dengan Raja4, sehingga dijuluki Raja4nya Bulukumba. Memang kalau Indonesia bagian Timur keren tiada tandingannya kalau urusan pantai, laut dan underwaternya ya ?

apa1.thumb.jpg.62719a8c036c5a489253930e067534ed.jpg

apa2.thumb.jpg.111c634d30a59d210c39143c6bcaf979.jpg

apa3.thumb.jpg.eadef3d73bf424c5734f58ab93371c6d.jpg

apa4.thumb.jpg.d4b0391f2bef7ae9f724d095019a6404.jpg

Spot foto banyak tersedia disini, sampai kami lupa waktu, sedangkan rencananya kami hendak melihat sunset di Pantai Lemo2, tapi ketika kami buru kesana sudah tidak kebagian, akhirnya langsung cuz ke villa tempat kami menginap, yang lokasinya persis di bibir pantai Lemo2.

maru1.thumb.jpg.7f3f63f89ca104b9a0682a7f54f81a30.jpg

maru3.thumb.jpg.d9a331534c09ad1a8c58874b9d3fa436.jpg

maru6.thumb.jpg.5727f978ef5270d31f928c961eebb63b.jpg

Makan malam di villa lumayan enak, ikan bakar dan sayur asem, atau barangkali karena lapar melanda ?

HARI KETIGA, 25 DESEMBER 2015.

1.       Tanjung Bira

Inilah salah satu pulau yang sudah sangat terkenal, Tanjung Bira Bulukumba. Pantainya bersih, bawah lautnya indah, surganya snorkeling dan diving katanya. Tapi begitulah, setiap saya ke Makassar pasti selalu ditanyakan ke Tanjung Bira gak ? Baru sekarang kesampaian, tapi kata orang saat ini kebersihannya sudah menurun, entah apa yang jadi penyebabnya, nyatanya memang sampah sudah terlihat di mana2. 

bira1.thumb.JPG.86622330f476615ea56226b6ad48e739.JPG

bira2.thumb.JPG.523bd1a8f8dcd70bc05b9a6fd43166ca.JPG

bira3.thumb.jpg.617fc52116e9c0319f1d72b0d36115bb.jpg

Tapi kalau air lautnya mah memang keren luar biasa, paduan warna hijau dan birunya kontras, dipadu dengan langit yang biru cerah membuat Tanjung Bira top.

 

2.       Pulau Liukang Loe

Jika mau ke pulau Liukang Loe, kita menyewa kapal dari Tanjung Bira, kemarin karena lagi long wiken kami dikena sewa Rp. 500.000,- PP, biasanya bisa Rp. 300.000,- katanya. Di pulau ini kita bisa menikmati snorkeling, sayangnya kemarin ombak agak besar jadi ketika turun ke laut rasanya terbawa ombak, kecuali yang sudah pandai berenang akan bisa menguasai keadaan.

bira5.thumb.jpg.c29b519917731fb1c93f4cd2c0b2f934.jpg

Selain ikan, di pulau ini juga banyak terdapat ubur2, warnanya putih bening, biasanya kan ada yang cokelat ya seperti yang ada di danau Kakaban ubur2nya berwarna cokelat. Kami sempatkan main ubur2, tapi gak lama karena kalau lama2 di udara dia bisa mati.

bira7.thumb.jpg.0db66b88f6e6feb64006ac9b72cd9dae.jpg

bira6.thumb.jpg.1acc78e448adbfe8a5fa93b182600781.jpgbira8.thumb.jpg.3d859c6a608b0c1201bb9a54ec11d438.jpgbira9.thumb.jpg.45679ddf7a6f1b6504830f77ebeb2732.jpg

Setelah puas bermain air, kami lanjutkan menuju penangkaran penyu masih di Pulau Liukang Loe. Penyunya sudah berumur kurang lebih 10 tahunan katanya. Jika mau berenang Bersama penyu kita dikena tiket Rp. 10.000,- per orangnya. Selain bermain penyu, kita juga bisa menikmati makan siang disini. 

liu1.thumb.JPG.8773a16c0b8f8ba346a775abf056213d.JPGliu3.thumb.JPG.a541369b40ba35af70a27dd5f889d001.JPGliu4.thumb.JPG.5c6443e7c22cdfcad21998f2ba887302.JPG

Daratan pulau Sulawesi terlihat jelas dari Pulau Liukang, pertanda kalau posisi pulau tidak jauh dari Pulau Sulawesi.

liu2.thumb.JPG.917ebbde5bc85e0118209bafd54dc521.JPG

Alhamdulillah cuaca mendukung, masih punya utang sunset nih, buru2 kami meninggalkan pulau Liukang untuk melanjutkan berburu sunset.

Kamar mandi bilas tersedia di sekitar Tanjung Bira, per orang dikena tarif Rp. 5.000,-. Selesai bilas lanjut makan dan shalat disebuah rumah makan di sekitar Tanjung Bira.

3.       Sunset di Pantai Lemo2

Masih di kawasan Bonto Bahari, pantai Lemo2 merupakan spot sunset yang indah, pantainya juga mempunyai ciri khas tersendiri yaitu banyaknya pohon kelapa di pinggiran pantai. Entah kenapa, pohon kelapa menjadi sangat indah jika dipasukan dengan pantai dan laut.

lemo3.thumb.JPG.724d3e79a684f213357891c292285328.JPG

lemo1.thumb.jpg.ffaa028be82f5796e176cff2e1234575.jpg

Di sekitar pantai Lemo2 juga banyak orang memancing, walau sudah senja mereka masih saja bertahan disitu, katanya sampai malam baru mereka beranjak pulang. Melewatkan mentari tenggelam begitu saja amat disayangkan, membuat foto lucu sambal bercanda ria menjadi kebiasaan kami dalam menghantar Sang Mentari tidur ke pelukan malam. Dan ini menjadi suasana yang amat indah untuk dikenang dan diabadikan.

lemo4.thumb.JPG.acd156815f25c1d5b0b1d670fd4130b4.JPGlemo5.thumb.JPG.1d8e76d7ceb5fb90743b932d4b2d9f55.JPG

Selesai menghantar Mentari tenggelam, kami lanjutkan perjalanan menuju Makassar, jalan yang kami lewati sama dengan ketika hendak berangkat. Dan malam itu kami bermalam di Sungguminasa Kab Gowa. Kami browsing2 dapatlah Homestay Discovery Sungguminasa, berlokasi di Jl Lapangan Syech Yusuf Sungguminasa, Perum Taman Discovery Blok B no 4 Somba Opu Gowa. Tak disangka nemu homestay murah dan bersih walau jalan menuju masuk awalnya meragukan, tapi begitu ketemu tempatnya lumayan bersih dan murah. Tinggal sisa 3 kamar dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp. 100.000, 150.000 dan 200.000. Alhamdulillah…!

HARI KEEMPAT, 26 DESEMBER 2018

1.       Air Terjun  Takapala

Air terjun Takapala terletak di desa Bulu’tana kec Tinggimoncong Gowa, perjalanan kesini lumayan berisiko, jalanannya menanjak karena memang kea rah puncak Gunung Bawakaraeng, gunung yang dianggap suci dan keramat oleh warga sekitar. Seperti daerah2 lainnya, maka hawa pegunungan sudah terasa disini, adanya tanaman2 bunga tropis, pohon pinus, kebun the, air terjun sudah menjadi ciri khas daerah pegunungan. Air terjun Takapala merupakan air terjun yang mudah dijangkau, mobil bisa langsung parkir di TKP jadi tidak perlu trecking.

Jalannya lumayan sempit jadi keahlian driver nomor satu, alhamdulillah kendaraan kami tidak terkendala, dan ketika sampai di parkiran deburan air terjun terdengar sangat keras dan cipratan airnya seperti gerimis, jadi siap2 mantel supaya baju tidak basah ya..

taka1.thumb.jpg.9ed9de49ea9b88546ac579e619dfe718.jpgtaka2.thumb.JPG.2e0fcedaa82a55f0c6495b6f91568dd1.JPG

Jika tidak bawa mantel, di sekitar lokasi juga ada persewaan payung. Hanya diperlukan jalan beberapa menit kami sudah sampai di lokasi, Subhanallah, airnya begitu deras dan lumayan tinggi air terjunnya. Ck ck ck ck…sangat kagum kami dibuatnya.

Di sekitar air terjun banyak terdapat warung2 yang menyediakan cemilan panas seperti pisang goreng, mie rebus dan kopi, sangat cocok dengan udara siang itu. Mari kita nikmati kopi panas sambil memandangi jatuhnya air terjun.

 

2.       Hutan Pinus Malino

mali1.thumb.JPG.1b58f7220556151c579d5f601e715e16.JPG

Berikutnya kami sempatkan singgah di Hutan Pinus Malino,  kebanyakan wahana yang ada disini untuk anak2 seperti Kuda Tunggang, flying fox dll. Kami manfaatkan hanya untuk ber-foto2 saja, mengabadikan kebahagiaan Bersama sahabat itu penting. Dan rupanya hari ini serasa lebih pendek dari biasanya, karena hati kami diburu rasa was2, khawatir terlambat sampai ke Bandara Hasanuddin karena hari ini adalah hari terakhir kami di Sulsel. Sehingga ketika dirasa sudah cukup menikmati Malino, kami segera meluncur ke Makassar.

pinus1.thumb.JPG.e374a0dea10445c0746d860efc5f4296.JPG

pinus4.thumb.JPG.d6c71a29db41bff1133c17dbdf394c16.JPG

 

3.       Wiskul Pallubasa Serigala dan Hunting Oleh2 Khas Makassar.

Wiskul tidak pernah ketinggalan mengisi agenda kami, kali ini Pallubasa Serigala menjadi sasarannya, dan kami singgah di Cabang Jl. Hertasning Sungguminasa. Disini tidak terlalu mengantri seperti di pusatnya, soal rasa sama, bagi anak2 kami merupakan sesuatu yang baru karena di menu ini ada terdapat kuning telor mentah dimana cara makannya langsung di-leb dan pecah dimulut, bayangkan saja ? Sepertinya tidak semua orang bisa menikmati hidangan ini, ada yang cara makannya di aduk sehingga kuning telornya tercampur dikuahnya.

wiskul1.thumb.JPG.9e7a0dbc6166bba1e092d44c44b5e540.JPG

Hunting oleh2 khas Makassar masih di sekitaran Somba Opu, belum ke Makassar namanya kalau belum beli markisa dan kacang disko.

wiskul2.thumb.jpg.7d27e0f43c44561d966bf5c7c6632388.jpg

Kiranya sudah selesai jalan2 kami di Sulsel JJ’er, hanya kepuasan yang tersisa di hati kami, terima kasih semua teman2 yang sudah jadi travelmate, kalian sangat menyenangkan, semoga lain waktu bisa kembali lagi ke Sulsel dengan destinasi yang berbeda.

wiskul3.thumb.jpg.67bf734fc9db65441ba5970427de8831.jpg

Kami kembali ke Jakarta dengan menggunakan Batik Air jam 20.15, dan sampai Jakarta jam 21.35 WIB.

 

Salam Jalan2 Indonesia….!!

  :melambai

maru4.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites
31 minutes ago, kyosash said:

wah keren nih view Air Terjun Tama’lulua-nya :salut , as always nice share :rate 

terima kasih mas Kyosah, bagus banged memang,,gak nyesel sdh jalan kaki jauh, yg sebenernya bisa dinikmati tanpa hrs turun ke lembah

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, deffa said:

jadi kangen coto

tiap ke Makassar makan nya coto nusantara aja, tapi tar cobain Coto Sunggu juga ah. @Titi Setianingsih

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/2/2018 at 6:19 PM, Titi Setianingsih said:

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

wah saya malah belum liat Coto yang di Stasiun bu ehheheh

@Titi Setianingsih

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Titi Setianingsih mba disana coto tidak Ada tulisan makasarnya yah ? :senyum  

Bener gak yah bedanya coto Makasar sama palubasa itu , coto pake kacang tanah yg dihaluskan kuahnya, palubasa pake kelapa sangrai yg dihaluskan hihihihi 

 

On 3/2/2018 at 6:19 PM, Titi Setianingsih said:

Kalau bukan orang Makassar rasa Coto seperti sama Mas Deffa, tp kalau suamiqu udah paham, krn per kabupaten rasanya / bumbunya beda2, ada yang pakai santan ada yang tidak, ada yang pakai air cucian beras ada yang tdk,,,,,,di Bandung juga ada coto ya ? pernah kulihat di deket2 stasiun

Yang di dalam foodcourt hypersquare yah ? Kayanya udah tidak Ada lagi. Di Bandung seperti kurang peminat coto,sop konro . Di jln lodaya Ada coto sop konro karebosi tapi sekarang sudah tutup. Yg warungan dekat jln. Aceh juga udag tutup. Tinggal sop konro maranu di jln.riau yang masih buka. 

Share this post


Link to post
Share on other sites
17 hours ago, Rawoniste said:

@Titi Setianingsih mba disana coto tidak Ada tulisan makasarnya yah ? :senyum  

Bener gak yah bedanya coto Makasar sama palubasa itu , coto pake kacang tanah yg dihaluskan kuahnya, palubasa pake kelapa sangrai yg dihaluskan hihihihi 

 

Yang di dalam foodcourt hypersquare yah ? Kayanya udah tidak Ada lagi. Di Bandung seperti kurang peminat coto,sop konro . Di jln lodaya Ada coto sop konro karebosi tapi sekarang sudah tutup. Yg warungan dekat jln. Aceh juga udag tutup. Tinggal sop konro maranu di jln.riau yang masih buka. 

gak ada laah mas Roawinsite, seperti warung padang di SUmbar juga tdk ada tulisan RM Padangnya:ngakak

Tuuh tau banyak tentang Coto di bandung malahan,,,mas @deffa ini info masnya valid kayaknya. Karena aq dulu gak singgah jadi lupa namanya.

7 hours ago, deffa said:

I see, inget namanya gak?

kagak ingeettt blas soalnya tdk mampir jd tdk terdokumentasi mas Deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
20 hours ago, Titi Setianingsih said:

gak ada laah mas Roawinsite, seperti warung padang di SUmbar juga tdk ada tulisan RM Padangnya:ngakak

Tuuh tau banyak tentang Coto di bandung malahan,,,mas @deffa ini info masnya valid kayaknya. Karena aq dulu gak singgah jadi lupa namanya.

kagak ingeettt blas soalnya tdk mampir jd tdk terdokumentasi mas Deffa

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

Share this post


Link to post
Share on other sites
55 minutes ago, Rawoniste said:

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

kereeeen Bandung euy :salut

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Rawoniste said:

Berarti cuma Bandung Saja yang punya Soto dengan embel2 daerahnya dibawa2 meskipun di Bandung sendiri lokasi nya. :ngakak. Soto bandung . Karena kalo tulisannya Soto saja yg kebayang soto2 ala jawa yang kuning  hihihihi

@Titi Setianingsih @Rawoniste

Jangan lupa ada Es Bandung di Malaysia

gue sendiri bingung mereka dapat nama itu dari mana wkwkwkwk :P 

Share this post


Link to post
Share on other sites
7 hours ago, Titi Setianingsih said:

Seperti di Jeju ada warung Indonesia, dikiranya orang Indonesia yg jualan ternyata org Korea tp cinta sama Indonesia mas Deffa

Wih saking banyak nya orang Indonesia kesana, mereka bisa membaca peluang, mantap :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, deffa said:

Wih saking banyak nya orang Indonesia kesana, mereka bisa membaca peluang, mantap :D 

Pintar ya mereka ? Dan pasti dicari walau lokasinya agak masuk, namanya Warung Pelangi....aq gak sempat kesana kmrn mas Deffa, pdhl penasaran banged dg Pelanginya...Rainbow☂☂

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Titi Setianingsih said:

Pintar ya mereka ? Dan pasti dicari walau lokasinya agak masuk, namanya Warung Pelangi....aq gak sempat kesana kmrn mas Deffa, pdhl penasaran banged dg Pelanginya...Rainbow☂☂

sip nanti saya coba cek deh kalau kesana bu :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.


       
       

    • By Kaywina Suraja
      Hi.
      Salam kenal untuk teman-teman di Jalan2.com. Ini post pertama saya di Jalan2.com dan mohon feedbacknya terkait dengan post-an agar saya dapat menceritakan pengalaman traveling saya kepada teman-teman semua dengan lebih baik. Boleh dilihat juga blog saya meskipun baru 1 post di http://vakaytion-essential.blogspot.com/.
      ---------------------------------------------------------------------------------------------------
      Belitung?? Yes. 
      Bulan Mei 2017, saya pergi ke Pulau Belitung for weekend getaway. Meskipun saya pergi ke Belitung sudah cukup lama di tahun 2017, saya akan tetap share tentang keindahan pulau ini. 
      Saya sudah cukup lama (dari tahun 2013) ingin pergi ke Belitung, tetapi baru tahun 2017 saya berkesempatan untuk pergi dan explore Belitung.
      So, I checked one of my travel bucket lists.
      Mengapa Belitung menjadi salah satu my travel bucket list? Banyak orang yang mengatakan bahwa di Belitung hanya berisi pantai dan tidak ada mall seperti di Jakarta. Yes! Itu benar sekali di Belitung hanya ada pantai saja dan let me tell you that having a vacation in Belitung is totally worth it! Apalagi kita sebagai orang yang tinggal di ibukota Indonesia, Jakarta dan kota - kota besar lainnya di Indonesia.
      First time landing in Belitung Island, pemandangannya sangat berbeda dengan Bandara Soekarno-Hatta. Hamparan gunung dan pohon - pohon menyambut saya pertama kali saat landing di Bandara H.A.S Hannadjoeddin. Udaranya pun masih sejuk, tidak ada polusi, dan langitnya juga masih berwarna biru cerah serta dikelilingi oleh awan putih. Bener - bener scenery yang tidak akan didapatkan di Jakarta. 
      Sebagai orang yang baru pertama kali ke Pulau Belitung, Belitung Island is so beautiful.
      Selama 3 hari di Belitung, saya stunned dengan keindahan alamnya. 
      Pantai - pantai di Belitung yang masih bersih dengan pemandangan laut yang biru dan dihiasi dengan langit biru dan awan putih. Keindahan bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas masih benar-benar terjaga dan sangat indah untuk dilihat. This makes Belitung Island become one of top diving spots in Indonesia. Batu - batu tinggi dan besar yang berada di Pantai Laskar Pelangi membuat pantai tersebut menjadi sangat indah. Dan hal yang paling berkesan adalah ketika menikmati sunset di pantai ini dengan pemandangan laut lepas dan berada di atas batu yang besar. You will never get this moment in Jakarta. 
      How do I get there?
      Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara H.A.S Hannadjoeddin, Tanjung Pandan. Perjalanan dari Jakarta ke Tanjung Pandan memakan waktu sekitar 45 menit. Setiap hari ada penerbangan yang menuju ke Tanjung Pandan dari pagi hari sampai sore hari dengan maskapai dosmetik. Sebaiknya mengambil penerbangan pagi hari untuk ke Belitung dan sore hari untuk balik ke tempat asal. 
      Selama di Belitung, lebih baik menyewa mobil atau mengambil local tour di sana karena sedikitnya transportasi umum. Tempat wisata di Belitung juga berjauhan sehingga membutuhkan mobil untuk pergi ke sana.
      Where do I stay?
      Selama 2 malam di Belitung, saya menginap di 2 hotel yang berbeda. Hari pertama, saya keliling daerah Belitung Timur dan menginap di Guest Hotel Belitung Timur. Hari kedua, saya pindah ke daerah Belitung Barat. Di Belitung Barat, saya menginap di Puncak Hotel.
      Dari sisi harga, hotel yang sangat inapkan di Belitung murah dan affordable. Dari sisi kenyamanan dan kebersihan, hotel ini OK untuk diinapi. 
      How much does it cost?
      Berlibur di Belitung menghabiskan uang sekitar Rp 2.500.000,- dan sudah termasuk tiket pesawat, hotel, dan makan (sarapan, lunch, dan dinner), tetapi tergantung dengan tanggal keberangkatan.
      I suggest you to take the local tour if you want to go there.
       
      Additional
      3 hari adalah waktu yang cukup untuk berlibur dan menghabiskan waktu di Belitung. Kalian sudah banyak mengunjungi tempat wisata dan tempat - tempat yang bagus di Belitung.
      Berikut adalah itinerary selama di Belitung 3 hari 2 malam.
      Day 1 
      - Kota Gantung Belitung Timur 
      - Replika Sekolah Laskar Pelangi 
      - Museum Kata Andrea Hirata 
      - Kampoeng & Rumah Ahok 
      - Klenteng Dewi Kwan Im 
      - Pantai Burung Mandi
      Day 2 
      - Pantai Tanjung Kelayang 
      - Island hopping (Pulau Burung, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas (snorkeling spot), Pulau Kepayang, Pulau Batu Berlayar (lihat bintang laut))
      - Pantai Laskar Pelangi/Tanjung Tinggi
      Day 3 
      - Bukit Berahu 
      - Danau Kaolin

      Replika Sekolah Laskar Pelangi
      Tempat yang pertama dikunjungi di Belitung adalah Replika Sekolah Laskar Pelangi. Lokasi replika sekolah ini berada di Belitung Timur yang berarti membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari airport menuju tempat ini. Sekolah ini memang bukan tempat syuting dari film Laskar Pelangi, tapi bolehlah untuk dikunjungi apalagi sudah jauh-jauh pergi ke Belitung.

      Museum Kata Andrea Hirata
      Next, tempat yang tidak jauh dari Replika Sekolah Laskar Pelangi adalah Museum Kata Andrea Hirata. Dari Sekolah Replika Laskar Pelangi hanya berjarak beberapa kilometer saja. If you are a big fan of Laskar Pelangi & Andrea Hirata, you should go to this museum. Karena saya bukan penggemar dari film Laskar Pelangi dan Andrea Hirata, saya tidak masuk ke dalam so I can't give the review for this. Dilihat dari depannya saja, tempat ini OK untuk dikunjungi.

      Burung Mandi Beach
      Pantai Burung Mandi terletak di Belitung Timur dan suasana di pantai ini benar-benar sepi. Untuk menambah foto dan mempercantik feed instagram, kalian dapat sepuasnya berfoto-foto di tempat ini. Pantai ini juga cocok bagi kalian yang menyukai ketenangan karena pantai ini benar-benar sepi.

      Tanjung Kelayang Beach (heading to islands)
      Untuk hopping island, starting pointnya adalah Pantai Tanjung Kelayang. Dari pantai ini, saya memulai perjalanan untuk melihat keindahan pulau - pulau kecil di Belitung. For your information, perahu yang digunakan untuk hopping island adalah seperti yang ada pada foto di atas dan harga sewa perahu bervariatif. Pantai ini juga menyediakan jasa penyewaaan alat - alat snorkeling bagi kalian yang ingin snorkeling. Sebaiknya island hopping dilakukan dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore.

      *view from boat* Lengkuas Island
       
      Salah satu pulau yang terkenal di Belitung adalah Pulau Lengkuas yang identik dengan mercusuar. Saat pergi ke Pulau ini, mercusuarnya tidak dapat dikunjungi sehingga tidak bisa melihat pemandangan dari atas. Di pulau ini, kalian bisa foto - foto di depan mercusuar atau di batu - batu sebelum kalian bersnokeling di sekitar Pulau Lengkuas.

      *view from Lengkuas Island*

      Lengkuas Island

      Add caption

      Laskar Pelangi Beach / Tanjung Tinggi Beach
      Yups! Di sini tempatnya untuk kalian berfoto-foto di batu tinggi seperti di film Laskar Pelangi. Pasti banyak yang penasaran di mana dapat foto dengan batu tinggi di Belitung, jawabannya adalah di pantai Laskar Pelangi. Pantai ini adalah tempat syuting film Laskar Pelangi. Banyak hal yang bisa kalian lakukan di sini seperti menikmati sunset di atas batu tinggi, foto-foto di antara batu tinggi, bermain canoe, atau berenang di laut karena lautnya sangat tenang.
      Menikmati sunset di atas batu tinggi dengan laut yang tenang dan langit yang indah adalah momen yang unforgettable dan ga bisa didapatkan di Jakarta. You should go here and enjoy the sunset.

      *enjoying the scenery before sunset*

      *enjoying sunset at Laskar Pelangi Beach*

      Kaolin Lake
      Last but not least, destinasi terakhir yang gua kunjungi di Belitung adalah Danau Kaolin. Danau ini terbentuk akibat dari penambangan timah. Pemandangan ini dapat dilihat dari atas pesawat saat mau mendarat di Belitung.
      Kalau kalian ingin pergi liburan singkat dengan budget yang low, you can choose Belitung as your destination. It's totally worth it to get lost in Belitung Island. 
      Note: Photos were taken with Iphone 5s and edited with VSCO cam. 
      Please kindly subscribe my blog: http://vakaytion-essential.blogspot.com/ and follow my instagram: kaywinas for the updates.