Sign in to follow this  
Ahook_

Jalan- Jalan Ke Okinawa,Jepang.

10 posts in this topic

Tanggal 22 September 2017.

Ke Okinawa kali memang seperti sedang melakukan pertukaran pelajar gitu. Hahahha. Kosuke, si Jepang yang aku kenal saat ngetrip ke Taiwan akhir tahun 2016 lalu, beberapa kali mengundangku ke Okinawa setelah dia sendiri sudah pernah ke Jakarta. Kebetulan, pertengahan September 2017, aku ada trip ke Hongkong, tidak ada salahnya, dari Hongkong aku terbang ke Okinawa yang butuh 2 jam 10 menit perjalanan. Harga tiket sekitar Rp 2.500.000,- ( pp ) dengan menggunakan Hongkong Airlines.

IMG_20170924_100742_694.jpg

Nago Beach

Okinawa terletak di paling bawah dari Jepang. Laut China Timur menjadi pemandangan kesehariannya. Okinawa sendiri punya banyak pulau- pulau kecil. Salah satu pulau terluarnya, bahkan bisa melihat Taiwan. Ngetrip ke Okinawa tidak terlepas dari wisata pantai dan air. Karena banyak pulau- pulau itu, aku rasa, kamu yang memang pecinta alam dan air, suka pantai dan semacamnya, ada baiknya kamu habiskan minimal 7 hari deh. Itupun, masih kurang puas.

 

IMG_20170922_225153_903.jpg

 

Terbang dari mana pun, kamu akan mendarat di Naha International Airport di kota Naha, yang menjadi kota terbesar Okinawa. Bandara yang menjadi pintu masuk buat kamu untuk menikmati alam indah Okinawa ini tidak terlalu besar. Walaupun begitu, cukup ribet. Dari antrian imigrasi yang panjang karena ada proses perekaman foto diri kamu dan paspor, kemudian antri lagi untuk imigrasi. Tahun 2016 lalu, pas ke Japan Mainland, tidak ada foto diri dan paspor seperti itu, tapi aku masuk melalui Nagoya, entahlah sekarang atau dari kota lainnya. Bea cukainya juga ketat. Aku masuk pakai visa Waiver.

IMG_20170924_143605_562.jpg

Jembatan nyebrang ke Kouri Beach.

Dari bandara ke kota Naha-nya, kamu bisa naik bus ataupun monorail. Yups, untuk Naha, termasuk kota modern yang cukup maju. Sistem transportasi termasuk bagus walaupun periode kedatangan bus dan kereta monorail agak lama. Karena aku dijemput Kosuke, jadi aku tidak ada pengalaman naik transportasi umum ke kota Naha-nya. Monorail sendiri hanya ada 1 line. Ada 15 stop dimulai dari airport sampai ke Shuri castle. Tapi, saat terbang kembali ke Hongkong, dari hostel aku naik monorail ke airport. Cuma waktu 15 menit untuk bisa sampai bandara, yang buat lama, karena aku berangkat pagi jam 8- an, aku harus rela beberapa kali tidak naik kereta karena padatnya orang lokal berangkat kerja.

IMG_20170926_083939_902.jpg

Taman, dekat Nago Beach.

Setelah dijemput Kosuke, aku langsung dibawa ke Nago, kota tempat dia tinggal dan menjadi kota terbesar kedua dari Okinawa. Dari Naha ke Nago itu butuh perjalanan 1,5 jam kalau lancar dan lewat jalan tol. Buat kamu yang mau ngetrip ke Okinawa, butuh diperhatikan, di Naha memang sistem transportasi sudah bagus, tapi tidak untuk ke kota lainnya. Monorail hanya ada di Naha, bus antar kota itu bisa 1 jam sekali, bahkan pengalamanku di Nago, hanya sekali saja melihat bus.

IMG_20170925_191911_325.jpg

Kouri Beach

Jadi, di Nago, penduduk lokalnya rata- rata punya mobil, entah itu mobil pribadi ataupun sewa. Kalau tidak, ya motor. Sedangkan untuk turis, yang ingin sampai ke Nago, harus sewa mobil sendiri. Itupun buat turis yang ingin explore Nago, kebanyakan sih datangnya ke Nago pakai travel, karena biasanya hanya mengunjungi Okinawa Aquarium saja.

 

IMG_20170930_135940_734.jpg

Untuk bisa makan disini, harus sabar berdiri, antri berjam- jam...

Nago itu sepi banget. Hostel aku menginap saja, hanya ada 2 orang. Menurut pemilik hostelnya, aku orang pertama Indonesia yang menginap di tempat dia, ntah dia tidak ingat atau memang begitu adanya. Dibanding dengan Naha, jalanan lebih sepi. Untuk urusan makan sih gampang, banyak restoran enak yang bertebaran dimana- mana. Aeon Mall sepertinya menjadi satu- satunya mall keren disana.

Selama aku di Okinawa, cuacanya panas banget, hawanya panas, udara yang berhembus juga terasa panas. Padahal di Japan mainland lainnya sudah mulai memasukin musim gugur. Suhu sekitar 31 derajat, tapi panasnya bisa terasa 35-an gitu. Ya, namanya juga pulau kecil yang dikelilingi laut, yang ada hanya pantai, pantai dan pantai.

IMG_20170925_162356_396.jpg

Nago view

Begitupun, walau hanya pulau kecil, Okinawa tergolong maju dalam hal pembangunan. Infrakstuktur yang bagus. Dari Naha sampai ke Nago, termasuk di Ginowan, Chatan sampai ke Khin. Berikut juga banyak disediakan taman buat bersantai dan berkumpul bersama keluarga. Oh ya, jika kamu mau sewa taman buat party, boleh saja. Kabarnya 2.000 Yen untuk sepetak bisa pakai seharian.

 

IMG_20171004_115818_552.jpg

Acara keluarga di Nago Park.

Senangnya jalan- jalan ke Jepang, termasuk Okinawa, orangnya disiplin banget, jaga kebersihan, bersih dimana- mana, ramah dan teratur. Teringat malam itu, aku diajak Kosuke bersama beberapa teman dia lainnya untuk menonton Festival Traditional Dance yang diadakan sekali setahun itu. Yang hadir ke acara itu, mungkin bisa sebagian besar orang Nago, kata Kosuke, orang dari luar kota juga datang nonton. Yang mau aku ceritakan disini adalah, begitu acara itu kelar dan bubar, tidak ada satu pun sampah yang tersisa. Mereka masing- masing bawa kantongan plastik untuk menyimpan sampah bekas makan dan minum.

20170923_185903.jpg

Traditional Dance Festival.

Yang aku suka dari Okinawa, mau makan dimanapun, pasti disediakan air minum gratis, ada juga yang sediakan ocha. Hemat dong. Nah, aku kan bawa botol minum, bisa isi lagi. Untuk biaya makan, aku merasa di Nago lebih murah dibanding dari Naha. Tapi, secara umum, Okinawa, biaya hidupnya lebih murah dibanding dengan Japan mainland lainnya.

 

IMG_20170928_075743_994.jpg

 

Kalau mau ke Okinawa, pilih-lah bulan yang tepat. Jangan sampai keliru menentukan bulan, pas bulannya hujan lebat dan badai kan berabe. Tidak ada salju yang berarti, cenderung tidak ada. Adapun, itu diatas gunung dan hanya sedikit.

IMG_20170930_152029_658.jpg

Kosuke and friends...

Tidak banyak yang bisa dilakukan di Nago. Setelah hari pertama, aku hanya punya waktu malam hari saja, itupun dipakai buat makan malam kemudian ke penginapan. Hari kedua, setelah sarapan, Kosuke bawa aku ke Nago Beach, dekat dengan taman Nago, dekat dengan lapangan Baseball, tempat terciptanya pemain baseball terkenal di dunia. Pantainya tidak terlalu ramai. Ya itu, bukan season-nya.

Untuk pantainya sih okey- lah. Bersih dengan pasir putih yang lembut. Tidak ada sampah yang bertebaran. Buat aku, terkesan sih. Di semua pantai di Okinawa selalu ada jaring yang membatasi para penikmat pantai untuk berenang. Tujuannya untuk mencegah ikan beracun yang bisa membahayakan. Satu lagi, pasti ada 1 orang yang memantau pantai, semacam Baywatch gitu. Walaupun hanya 1 orang saja yang main di pantai.

IMG_20171002_141015_918.jpg

Nago Beach.

Dari Nago Beach, kami lanjut ke Kouri Island. Di sini lebih ramai. Ramai karena turis. Ngomongin tentang turis Okinawa, kebanyakan dari Taiwan. Hanya 1 jam penerbangan saja. Selanjutnya, Hongkong, China baru Korea Selatan dan Thailand. Sepertinya begitu, menurutku. Sesuai dengan pendengaranku terhadap Bahasa yang dipakai. Kalau bule, ada juga, tapi tidak banyak.

IMG_20171005_085000_760.jpg

Kouri Beach.

Di Kouri Beach, sama seperti di pantai lainnya, ya berjemur, berenang dan bermain. Salutnya, walaupun panasnya parah, banyak orangtua yang mengajak serta anaknya. Oh ya, kalau kamu ingin watersport juga bisa. Harganya tidak tahu. Kami disana sekitar 1 jam. Termasuk menikmati pemandangan alamnya dari atas jembatan.

 

IMG_20170925_192925_386.jpg

Kouri Beach

Setelah dari Kouri Beach, kami bersantai di café di daerah yang agak tinggi, jauh dari pantai. Aku tidak tahu pula nama café-nya. Nah, dulunya, Haruka, pernah kerja disini. Hasilnya, tempatnya kece, duduk dibagian teras itu sangat menyenangkan. Angin sepoi dengan pemandangan laut lepas tanpa ada apapun yang membatasi sudut pandangmu. Disini, kami banyak ngobrol tentang traveling dan banyak hal. Haruka, cewe Jepang yang punya hobi luar biasa, mencium wewangian dari kayu, terutama yang suda diolah, seperti dupa/hio. Katanya, batinnya sangat tenang jika menghirup wewangian itu.

 

20170923_163131.jpg

Nago View

Aku juga dibawa menikmati alam dari perkebunan teh. Dari sana, kamu bisa melihat beberapa pulau terdekatnya. Kami tidak terlalu lama disana. Karena kudu segera kembali ke taman kota untuk menikmati Traditional Dance Festival.

 

IMG_20171006_123539_378.jpg

 

Total 4 hari aku ada di Nago. Aku dibawa Kosuke keliling sampai ke Kin, ada markas tentara Amerika. Ya, ngomongin tentang Amerika, kamu bisa google deh, sejarah Okinawa sampai ada American yang menetap di Okinawa. Makan siang di restoran yang katanya paling ramai di Kin. Kemudian, memang menjadi hari yang beruntung, hari itu, menjadi hari dimana, markas tentara Amerika dibuka untuk umum. Jadi, ceritanya, sebulan hanya 2 kali. Awalnya sempat bingung, apa sih yang dilihat? Museum? Tentaranya? Sejarahnya?

20170924_131317.jpg

Antrian masuk ke mall didalam markas Amerika.

Eh buset, begitu sampai di dalam. Mall… Yups, pada berebut masuk ke mall pakai antri pula. Katanya, harganya cukup murah dibanding dengan mall lainnya. Selain American, kalau mau masuk ke super market yang ada di dalam mall wajib antri. Rasanya tidak adil ya?

 

IMG_20171008_104636_648.jpg

Komplek markas Amerika.

Kemudian, aku dibawa sampai ke Chatan juga, American Village, yang terletak di tengah Okinawa. Aku diajak makan eskrim Blue Seal. Restoran ini menjadi paling terkenal se- Okinawa. Dimana- mana ada. Sudah ada di Okinawa, rasanya kurang sreg kalau tidak mampir ke Okinawa Aquarium yang dulunya pernah menjadi yang terbesar didunia sebelum dikalahkan Singapore.

 

IMG_20171008_154424_512.jpg

 

Buru- buru dari Okinawa Aquarium, kami ke pulau seberang untuk menikmati sunset sebelum akhirnya makan malam dan pulang ke hostel. Walaupun, tidak mendapatkan sunset yang sempurna, tapi, alam yang disajikan benar- benar indah dan menyenangkan menutup hidupku hari itu.

IMG_20171008_141818_043.jpg

Okinawa Aquarium..

With Love,

@ranselahok

www.ranselahok.com

---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah staynya di Nago, asyik juga suasana-nya cuma sepertinya padat pengunjung yah, bte Churaumi Aquarium-nya jadi dekat tuh untuk dikunjungi klo dari Nago :D , as always nice share :rate 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah apa kabar @Ahook_ dah lama gak baca tulisannya

abis dari Okinawa ya, wah ini salah satu wishlist saya. Ternyata di Nago wisata nya kurang banyak ya

tapi menarik juga pantai nya bersih2.

Share this post


Link to post
Share on other sites
18 hours ago, kyosash said:

wah staynya di Nago, asyik juga suasana-nya cuma sepertinya padat pengunjung yah, bte Churaumi Aquarium-nya jadi dekat tuh untuk dikunjungi klo dari Nago :D , as always nice share :rate 

Iya, adanya di Nago sih... 

3 hours ago, deffa said:

wah apa kabar @Ahook_ dah lama gak baca tulisannya

abis dari Okinawa ya, wah ini salah satu wishlist saya. Ternyata di Nago wisata nya kurang banyak ya

tapi menarik juga pantai nya bersih2.

Uda trip September 2017 lalu bro @deffa hahaha... banyak trip yang skip tulisannya... uda gak kuat lagi buat sharing...hahahaa

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Ahook_ said:

Uda trip September 2017 lalu bro @deffa hahaha... banyak trip yang skip tulisannya... uda gak kuat lagi buat sharing...hahahaa

 

hahay sama saya juga masih banyak trip yang belum ditulis nih wkwkwk

@Ahook_

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 hours ago, twindry said:

asik :salut jepang selalu mantap ya viewnya mau dimanapun itu

iyaa.... 

 

6 hours ago, deffa said:

hahay sama saya juga masih banyak trip yang belum ditulis nih wkwkwk

@Ahook_

ya nih bang @deffa mulai dari trip Jepang 2 tahun lalu... aku pun belum .. merasa bersalah...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Aleyna Azzahra
      Hi, aku lagi cari teman travelling ke Jepang kira-kira tanggal 9-15 Desember 2018. Nanti nginep di hostfam, kita bisa cari bareng-bareng di Couchsurfing.
      Rencananya mau ke Disneyland, Lake Kawaguchiko (Fuji), Ueno Zoo, dll
      Kalau tertarik bisa contact ke ID LINE aleynazhr, don’t hestitate to contact me ya! Kalau bisa secepatnya, mumpung ada promo dari Airasia!
      FYI, aku mahasiswi, umur 19 tahun. Kalau bisa travelmatenya juga seumuran, tapi kalo engga, juga gapapa!
    • By vie asano
      Udah lama nggak jalan-jalan ke Jepang secara virtual, ada rasa kangen juga terhadap negara gudangnya monster tersebut (menurut versi Kamen Rider, Ultraman, dan Power Ranger yah). Dan secara nggak sengaja saya menemukan sebuah topik yang menurut saya menarik banget untuk dibagi dalam blog ini, yaitu tentang sebuah kota yang tidak tercantum dalam peta Jepang.
      Sewaktu saya menemukan topik tersebut, imajinasi liar langsung melayang pada manga Eden no Ori (dalam versi Indonesia berjudul Cage of Eden), yang menceritakan tentang sebuah pulau yang dipenuhi oleh berbagai hewan prasejarah. Pulau tersebut sangatlah misterius sampai-sampai tidak tercantum dalam peta dunia, dan belakangan diketahui pulau itu sengaja dirahasiakan karena satu dan lain hal (kalau saya sebut disini nanti jadi spoiler dong). Masalahnya, pulau dalam Eden no Ori adalah pulau terpencil. Mengingat selama ini Jepang dikenal sebagai negara yang sangat maju, apakah betul di Jepang ada sebuah kota yang tidak tercantum dalam peta?
      Dan voila, ya, memang ada sebuah kota di Jepang yang sengaja tidak dicantumkan dalam peta Jepang. Adalah Kamagasaki, nama sebuah kota dalam kota yang keberadaannya tidak diakui oleh pemerintah Jepang, bahkan karena satu dan lain hal cenderung ditutup-tutupi. Penasaran seperti apa Kamagasaki itu?
      Sekilas tentang Kamagasaki
      Kenapa saya tulis Kamagasaki sebagai kota dalam kota? Karena Kamagasaki memang bukan kota yang sesungguhnya. Tempat ini merupakan sebuah kawasan yang menjadi bagian dari Distrik Nishininari di Osaka, tepatnya terdiri dari area Nishinari-ku Taishi, Haginochaya, Sanno, North Hanazono, dan Tengachaya. Nama Kamagasaki sudah ada sejak tahun 1922, namun nama resmi tempat ini adalah Airin-chiku (digunakan sejak tahun 1966). Luasnya kurang lebih mencapai 1-2 kilometer persegi.
      Seperti apa Kamagasaki itu?
      Berbanding terbalik dengan image Jepang sebagai negara modern, dan khususnya image Osaka sebagai salah satu kota terbesar di Jepang, Kamagasaki merupakan area kumuh terbesar di Jepang. Karena dianggap tidak sesuai dengan standar hidup penduduk Jepang pada umumnya, area Kamagasaki kemudian dianggap tidak ada oleh pemerintah Jepang. Bahkan pemerintah Osaka tidak mengijinkan nama Kamagasaki muncul dalam peta resmi, dan tercatat beberapa kali ada usaha dari pemerintah untuk membatasi penyebutan nama Kamagasaki dalam berbagai media (termasuk menarik sebuah film berjudul Fragile dari Osaka Asian Film Festival karena film tersebut menyorot kawasan Kamagasaki). Akibatnya, nama Kamagasaki hanya muncul dari mulut ke mulut saja dan tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah penduduk disini walau ada yang memperkirakan sekitar 30000 populasi yang ada di Kamagasaki.
      Foto 01 (a-d.):
      Kamagasaki [foto: Kounosu/wikimedia, Kamagasaki450/wikimedia, Kounosu/wikimedia, Kamagasaki450/wikimedia]
      Apa saja yang ada di Kamagasaki?
      Saat ini, populasi di Kamagasaki didominasi oleh para pengangguran, pekerja paruh waktu, maupun pekerja kasar. Tak sedikit dari mereka yang datang ke tempat ini setelah di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja, sekedar melarikan diri dari kenyataan hidup, bahkan ada juga yang sengaja lari untuk menghindari jeratan hukum. Jadi tak heran jika pemandangan tuna wisma (mayoritas sudah berusia lanjut) tidur di pinggir jalan menjadi pemandangan yang wajar ditemukan di Kamagasaki, termasuk pemandangan antrian para tuna wisma yang ingin mendapat makanan cuma-cuma dari lembaga/yayasan non-profit. Pemandangan lain yang biasa ditemukan di Kamagasaki adalah banyaknya hotel murah yang dikenal dengan istilah doya. Begitu juga dengan bar murah, dan orang-orang yang berkumpul di taman untuk menyaksikan TV bersama-sama.
      Foto 02:
      (a.) Airin Hello Work [foto: Ogiyoshisan/wikimedia], (b.) Liberation Hall di Kamagasaki [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (c-d.) Contoh penginapan murah di Kamagasaki [foto: Kamagasaki450/wikimedia]
      Walau begitu, di Kamagasaki juga tetap bisa ditemukan adanya sekolah seperti SMP dan sekolah Teologi. Ada juga beberapa bangunan lain seperti Nishinari Labor Hello Work, Airin Labor and Welfare Center, dan Nishinari Citizen Center. Kamagasaki juga memiliki beberapa hari besar seperti Kamagasaki May Day (1 Mei), Kamagasaki Summer Festival (13-15 Agustus), Come Here Festival, aneka konser, dan lain-lain. Intinya, walau Kamagasaki bukanlah tempat yang biasa dibayangkan dari negara Jepang, dan juga bukanlah tempat tujuan wisata favorit untuk warga setempat sekalipun, tempat ini cukup menarik untuk diketahui oleh mereka yang ingin mengenal Jepang yang sesungguhnya.
      Foto 03:
      (a.) Summer Festival [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (b.) Come Here Festival [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (c.) Twilight Concert [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (d.) Yotteki Festival [foto: Kamagasaki450/wikimedia]
      Apakah Kamagasaki berbahaya?
      Sebetulnya, tergantung dari definisi berbahaya bagi masing-masin orangg. Memang di tempat ini tercatat pernah terjadi beberapa kali kerusuhan, termasuk bentrokan dengan pejabat kepolisian setempat. Di Kamagasaki juga menjadi tempat berkumpulnya para anggota yakuza, dan nggak sedikit juga yakuza yang bermarkas di area ini (konon jumlahnya mencapai 90 kantor yakuza). Belum lagi di area ini tingkat konsumsi alkoholnya sangat tinggi, dan mayoritas penduduknya pun berjenis kelamin laki-laki sehingga nyaris tak ada ruang untuk perempuan (kecuali yang punya kepentingan bisnis di Kamagasaki). Tak heran jika kaum perempuan bisa jadi akan merasa kurang nyaman berada di area ini.
      Foto 04 (a-d.):
      Suasana demo di Kamagasaki [foto: Kamagasaki450/wikimedia]
      Walau begitu, penduduk Kamagasaki sebetulnya cukup ramah, punya ikatan persahabatan yang kuat, dan juga berpendidikan. Minimal bisa baca dan tulis. Rata-rata rutinitas harian mereka diawali dengan membaca koran, dan karena mereka umumnya merupakan korban dari krisis ekonomi, tak sedikit penduduk Kamagasaki yang punya pandangan luas dalam bidang politik maupun ekonomi. Jauh lebih luas dari rata-rata pekerja kantoran sehingga menarik dijadikan teman bertukar pikiran. Jadi tak sedikit juga orang yang akhirnya lebih suka menggunakan kata “unik†untuk menjelaskan tentang Kamagasaki setelah bersentuhan langsung dengan penduduk setempat.
      Kenapa saya berbagi tentang Kamagasaki?
      Ada satu alasan mengapa saya tertarik menulis tentang Kamagasaki. Saya ingin memberikan informasi saja bahwa negara semodern Jepang pun bukanlah sebuah negara yang sempurna. Jadi jangan terlalu berkiblat pada luar negeri dan menjelekkan negeri sendiri, karena belum tentu negara lain sebagus kelihatannya. Lebih baik fokus membangun negeri sendiri, betul nggak?
      Oya, bagi yang tertarik melihat langsung Kamagasaki, tempat ini bisa dicapai diantaranya melalui Stasiun Shin-Imamiya (Nankai Main Line, Koya Line, Osaka Loop Line), Stasiun Imaike (Hankai Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji Line, Sakaisuji Line). Semoga informasinya bermanfaat yah.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.