• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Ahook_

Hostel City Lodge, Auckland, New Zealand.

15 posts in this topic

Tanggal 22 Juni 2017.

Sebelumnya, baca dulu ini, Keliling New Zealand dari Utara ke Selatan. 

Okey, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dari Jakarta, akhirnya landed di Auckland, liburan sesungguhnya baru akan dimulai. Terlebih lagi, setelah melewati pihak imigrasi yang ramah dan tidak merepotkan, terus melewati bagian declare. Hati ini lebih plong...

IMG_20170623_121326_426.jpg

Auckland city..

Hal pertama yang dilakukan ketika sudah keluar pintu utama, cari simcard. Sepertinya, waktu itu, random saja deh masuk ke salah satu store yang ada disana. Intinya sih, supaya bisa terhubung dengan pekerjaan sih. Itu dijadikan alasan, padahal ya ingin pamer dan eksis doang. Hahahaha.. Beli kartu Vodaphone, bayar NZD 49 untuk 3 GB. Buat kamu yang ingin pakai simcard, mungkin pakai Spark bisa lebih bagus deh signalnya, dibanding Vodaphone. Salah satu diantara kami, pakai Spark, ketika terjebak salju di Lake Tekapo, hanya dia saja yang dengan santai bisa melanglang buana didunia maya. 

Hampir jam 8 malam juga, baru benar- benar melangkah keluar dari airport. Saatnya cari taxi menuju ke hotel. Kenapa taxi? Sederhana, taxi lebih murah jika dibanding dengan naik bus. Hitungannya, per orang naik bus kena NZD 18, untuk berempat sudah NZD 72, sedangkan kemaren itu naik taxi dan sudah diantar sampai didepan hotel, bayar NZD 58 untuk berempat. Kalau kamu hanya sendiri, ya okelah, naik bus. 

 

20170623_102245.jpg

Karena malam, tidak banyak yang bisa dilihat sih selama perjalanan dari aiport ke kota, tepatnya ke City Lodge, 150 Vincent Street. Mungkin sekitar 30 menitan kali ya. Malam itu dingin dan sedikit gerimis. Ya, bukan juga dingin - dingin sampai mengigil. Masih okey. Sejuk dan menyenangkan. Kotanya sepi. Tenang. Nyaman. Bersih. 

Pilihan nginap disini, bukan pilihan aku. Seperti yang aku tulis dipostingan sebelumnya, trip ke New Zealand, kali ini, benar- benar buta dan tidak tahu menahu. Semuanya, diurusin oleh travelmate yang super kece dan smart, Skydworld.

IMG-20180306-WA0034.jpg

Dapur , photo by Skydworld.

Bermalam di City Lodge untuk berempat, bayar Rp 1.107.620,- atau per orang Rp 276.905. Okey sih untuk harga segitu, menurutku ya. Walaupun kamarnya kecil, tapi masih bisa buat masak- masakan. Padahal ya, di basement ada dapur gede buat masak sepuasnya, ada perlengkapan dapur hingga alat makan, ada kulkas, kompor yang bisa kamu pakai sesuka hati kamu. Ingat, wajib bersihkan sendiri, apa yang kamu pakai. Kamar mandi didalam, ada air panas. Bersih dan nyaman sih. Kemaren itu, kalau tidak salah dapat lantai 1, ya, tenang, ada lift kok. 

DSC00114.JPG

Kamar tidur

Tidak ada wifi gratis yeahh.. kudu bayar lagi. Walaupun begitu, staff-nya oke- oke. Termasuk living room yang ada di basement juga. Ada tv gede buat nonton. Ada jadwal gitu lagi ada nobar film apa. Semuanya gratis. Kalau tidak mau nonton, kamu bisa nongkrong disalah satu sudut, entah mau baca buku, atau mau bengong tidak jelas. 

Seberang City Lodge, ada mini market gitu. Kalau butuh cemilan, snack dan sebagainya, tinggal ngesot. Malam itu, ketika sudah taruh bagasi, kami ngacir keluar ditengah malam yang semakin dingin, ditambah gerimis yang tidak diundang. 

20170623_104444.jpg

Chinesse store..

Sempat jalan kaki agak jauh ke arah keramaian bersumber. Ikutin irama dan jejak kaki. Menemukan secercah sinar yang menandakan, malam itu, Auckland masih ada kehidupannya. Walaupun sepi, walaupun, sebagaian besar toko- toko sudah pada tutup, tetap saja, ada yang bisa dilihat, masih ada beberapa mini market yang buka. Paling tidak, besok sudah pagi, sudah ada gambaran mau melangkah kemana kaki ini, selain tujuan utama adalah ambil mobil di Jucy. Disekitaran sini, ada super market ( macam Chinese store gitu ), terus ada foodcourt juga. Kalau kamu penyuka makanan Jepang, ya sudah cocok. Tinggal pilih saja, mau makan ditoko yang mana. Berjejer.

 

20170623_112031.jpg

 

Auckland, entahlah, buatku sih biasa saja. Tidak ada special. Mungkin, karena tidak punya kesempatan untuk menjelajah seisi kotanya juga kali ya. Jadinya, tidak menarik hati. Jadinya, biasa- biasa saja. 

20170623_114402.jpg

Jucy rental.

Kami hanya 1 malam saja di City Lodge, setelah beres- beres, langsung checked out. Titip tas. Terus jalan- jalan sekenanya saja. Sembari melewati jalan yang sudah dilalui semalam, sembari melihat ada apa sih di Auckland ini, ya sejalan itu juga, kami menuju Jucy rental untuk mengambil mobil. Tidak jauh buat kamu yang suka jalan kaki. 

Proses pengambilan mobil cukup memakan waktu. Ada 1 jam-an. Setelah kelar, untuk pertama kalinya, aku setir di New Zealand. Kali ini juga, menjadi pertama kali aku setir di negara orang lain. Deg- deg-an. Hermmm.... 

20170623_124439.jpg

Pasukan...

Kembali ke City Lodge untuk ambil bagasi. Selanjutnya, langsung tancap gas menuju Waitomo. 


Note: Foto - foto kondisi hostel tidak tahu kemana. Kehapus kali ya...  Padahal, aku fotoin detail banget setiap sudutnya...

 

With love,

 

@ranselahok

www.ranselahok.com

---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia--- 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
49 minutes ago, deffa said:

woh travelling ber 4 di NZ seru juga kayak nya. Berarti itu sewa mobil buat camper van-an gitu ya @Ahook_

gag bro... kemaren pas kesana, lagi winter, ada salju, jadi khawatir tidak terbiasa setir di jalanan yang penuh salju... jadi ya sewa yang biasa saja, lagian jauh lebih murah... hahahha.. btw.. itu seru banget... hahahaha @deffa

4 hours ago, kyosash said:

wah asyik nih rental mobil dinegara orang, bisa gerak bebas :D, btw nice share :salut 

hahaha.. iya, bebas mau kemana saja, mau berhenti dimana saja dan kapan saja... hahaha @kyosash

Share this post


Link to post
Share on other sites
2 hours ago, Ahook_ said:

gag bro... kemaren pas kesana, lagi winter, ada salju, jadi khawatir tidak terbiasa setir di jalanan yang penuh salju... jadi ya sewa yang biasa saja, lagian jauh lebih murah... hahahha.. btw.. itu seru banget... hahahaha @deffa

Ah, I see. Katanya dari kota ke kota jauh ya di NZ @Ahook_

Share this post


Link to post
Share on other sites
6 hours ago, deffa said:

I see, total berapa hari di NZ? @Ahook_

kemaren itu hampir 3 minggu gitu deh kalo gak salah ya.. lupa... hahaha @deffa

1 hour ago, twindry said:

seru juga. kayaknya bener banyak yg masih belum di tulis :D tiba2 udh NZ. kemaren jepang :ngakak nice share

Iya nih, Jepang yang 2 tahun lalu aja belum ditulis...  @twindry

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Ahook_ said:

kemaren itu hampir 3 minggu gitu deh kalo gak salah ya.. lupa... hahaha @deffa

Iya nih, Jepang yang 2 tahun lalu aja belum ditulis...  @twindry

 

13 minutes ago, deffa said:

Wah seru ini pasti ceritanya

ditunggu deh lanjutan NZ nya @Ahook_

selalu seru baca tulisan ko @Ahook_ ngak bosanin cara tulis nya :salut 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/8/2018 at 2:24 PM, twindry said:

 

selalu seru baca tulisan ko @Ahook_ ngak bosanin cara tulis nya :salut 

tersanjung deh... hahaha.. makasih yaa @twindry

On 3/8/2018 at 3:17 PM, AL-Akbar said:

mau tanya nih

kalo sewa mobil yang biasa (bukan camper) gt apakah bisa berhenti dan bermalam di camp ground juga?

@Ahook_

gag yakin ya, tapi harusnya bisa sih... mungkin cuma masalah kenyamanan saja sih, giman tidurnya sih di dlm mbl.. trus kalok besoknya masih mau setir lagi.Eh tergantung masing- masing juga sih ya.. haha

@AL-Akbar

On 3/8/2018 at 2:10 PM, deffa said:

Wah seru ini pasti ceritanya

ditunggu deh lanjutan NZ nya @Ahook_

wokeh.. makasih ya @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/8/2018 at 2:10 PM, deffa said:

Wah seru ini pasti ceritanya

ditunggu deh lanjutan NZ nya @Ahook_

bro @deffa aku punya postingan, pengalaman ikut event COUCHSURFING ASEAN kemaren di KUALA LUMPUR. Boleh share disini gak ya ? Mohon petunjuknya... makasih.,

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 3/10/2018 at 12:02 PM, Ahook_ said:

bro @deffa aku punya postingan, pengalaman ikut event COUCHSURFING ASEAN kemaren di KUALA LUMPUR. Boleh share disini gak ya ? Mohon petunjuknya... makasih.,

Boleh dnk, gak masalah kok, di sini yang penting berbagi pengalaman nya yang mungkin berguna bagi yang lain. @Ahook_

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Ahook_
      Tanggal 16 Mei 2018.
      Setelah trip Eropa berakhir di Italy, aku terbang dari Roma ke Kuala Lumpur dengan menumpang Emirates. Maksud hati istirahat 2 malam di Kuala Lumpur untuk menyesuaikan jam biologis yang terpaut 6 jam antara Malaysia dengan negara Eropa yang aku kunjungi. Sombong... Istirahat saja harus di Kuala Lumpur... Bukan begitu brosis, aku punya trip selanjutnya ke Cina tanggal 18 Mei 2018, yang akhirnya aku batalin di jam- jam terakhir. Untungnya, rencana trip 10 hari di China belum ada booking apapun. Walaupun sayang, mau bagaimana lagi, toh harus ada yang diutamakan...
      Nah, selama 2 malam, aku pilih menginap di daerah KL Sentral. Supaya tidak terlalu repot kalau mau bolak- balik KLIA. Dan kali ini, aku pilih POD - The Backpacker`s Home. Letaknya belokan pertama kalau kita turun dari Monorail. Kalau kamu naik bus dari KLIA ataupun naik kereta, ya dekat banget. Kalau yang cari penginapan, yang pertimbangkan masalah jarak dekat, hostel ini boleh-lah. 

      Living Room.
      Eh, hostel ini sekaligus ada cafe-nya. Karena itu, ada live music kalau malam hari. Penyanyinya, ya, penghuni hostel kali, yang punya bakat. Kurang jelas juga sih. Karena, selama 3 malam di sini ( perpanjang 1 malam karena batal ke Cina ), yang nyanyi ya penghuni hostel. Seru sih, bisa request lagu.
      Per malam, aku bayar Rp 100.000,- ya, masih lebih mahal dibanding Flip Bunc, yang letaknya juga disekitaran KL Sentral, tapi masih agak jauh. Free wifi kencang baik di living room maupun di kamar sampai kamar mandi sekalipun. Kebetulan, aku nginap di lantai 4. Eitss, ada lift kok. Lift-nya lega, tidak seperti lift pada umumnya di Hongkong. Oh ya, harga segitu untuk 4 beds mixed dorm ya. Masing- masing dapat loker dan handuk mandi. Dan sudah termasuk sarapan. Aku sendiri tidak pernah bangun pagi, jadi tidak pernah sarapan. Lha, baru bisa tidur jam 5 pagi. Masih belum bisa move on dari Eropa. Jam 5 pagi Malaysia, di Eropa baru jam 11 malam shayyyy...

      Kamar 4 beds..
      Lainnya, bersih. Soalnya nyaman, tergantung masing- masing orang. Kalau aku sih nyaman. Tenang. Kamar mandi juga lega, shower air panas ( airnya tidak terlalu panas ), wc pisah. Memang, untuk kamar isi 4 beds, agak sempit. Kamar sebelah, kamar isi 10 beds, aku lihat sih lega banget.
      Staff-nya ramah dan informatif sih. Ada deposit kunci 20 RM dan dikembalikan saat check out. Sepertinya hostel ini 24 jam. Staff-nya standby terus. Malam terakhir, aku sampai jam 3 pagi, duduk nyantai sambil nge-youtube di living room.

       
      Aku kasih nilai 7,5 ya untuk hostel ini. Mungkin, aku akan kembali lagi ke hostel ini kalau ada main ke KL. Ya, kalau ingin menginap sekitaran KL Sentral sini.
      Tambahan,
      Setelah kali pertama itu aku nginap disini, aku masih beberapa kali balik ke hostel ini jika ada transit di KL. Pasalnya ya itu, karena dekat banget dengan KL Sentral, akses paling cepat ke KLIA. 
      Tapi, terakhir kali, sebelum terbang ke London Oktober 2018 dan Casablanca Desember 2018 lalu, ada kejadian yang kurang menyenangkan buat aku. Parah.
      Ceritanya, yang waktu transit ke London, aku memang booked kamar dorm isi 10 orang. Aku dapat ranjang dekat pintu di kamar lantai 3. Saat sedang tidur sih tidak ada kendala apapun. Setelah checked out pun begitu. Tapi setelah di airport, badanku mulai keluar bintik- bintik merah. Gatal. Dan makin lama, makin banyak dan semakin besar bentolannya. Jadinya, sepanjang penerbangan ke London garuk terus. Dan baru sembuh, setelah 1 minggu di London. Aku cuma kasih minyak oles saja. Dan aku tidak bisa memastikan, sumbernya itu dari hostel ini apa bukan? Karena kan, baru mulai gatal, setelah di airport. Setelah checked out, aku masih ada pergi ke pasar. Asumsiku ya mungkin digigit serangga dari pasar. Aku diam dan tidak komplain. Setelah dari London, aku masih nginap di sini, tapi ranjangnya bagian atas dan dekat jendela, kamar yang sama. 

      Ini yang pertama.. Bentolan sekitar pundak sampai ke lengan.
      Ketika mau transit ke Casablanca Desember 2018 lalu, kali ini sudah confirmed dari ranjangnya yang penuh serangga. 1 jam-an gitu setelah rebahan, badanku terasa gatal- gatal. Aku masih berpikir positif, aku bersihin spreinya sendiri. Tapi, kok semakin gatal ya. Terkejut, ketika melihat bentolannya sudah gede- gede banget. Tidak tahan lagi, langsung protes ke staffnya tengah malam itu juga. Aku minta pindah ranjang. Aku kasih lihat dong bentolan- bentolannya. Ya staffnya, minta maaf ( doang ). 
      Keesokan paginya, ya ampun, bentolannya semakin banyak. Merah kayak delima. Aku kasihkan lihat lagi ke mereka. Dan staffnya bilang, memang sih, sudah saatnya semprot anti serangga. Buset. Oh ya, itu ranjang yang sama dengan ranjang yang aku tempati saat mau ke London sebelumnya, kamar lantai 3, dekat pintu, ranjang bagian bawah.

      Dan terparah adalah ketika mau ke Casablanca. Kaki kiri bengkak, bentolan juga ada di pundak, lengan dan paha. 
      Dan sekarang, nilai yang pernah aku kasih 7,5 sepertinya tinggal 5 sih. Seharusnya, aku tidak mau balik lagi ke hostel ini, jika memang ada transit lagi di KL. Harga dorm isi 10 orang lebih murah, sekitar Rp 80.000 dan sudah termasuk dapat sarapan juga.
      Artikel ini bukan untuk menjelekkan hostel ini. Hanya sekedar bagi pengalaman tidak menyenangkan saja. Karena tidak berlaku untuk semua, karena kebetulan ( juga bisa saja ). Karena itu, mau nginap di hostel manapun, lebih waspada saja. Baca dengan seksama reviews dari yang sudah pernah nginap sebelumnya. Baik dari sisi kebersihan maupun keamanannya. Ini adalah pengalaman aku. 
      Ada baiknya, sebelum rebahan diranjang, bersihkan dulu sejenak. Atau bawa sprei cadangan, kalau perlu...
      Sebetulnya, aku cocok sama hostel ini. Oke- oke saja. Karena memang sesuai harganya lah. Asik, santai dan paling penting karena lokasinya strategis banget. 
      Tapi, pengalaman digigit serangga di hostel ini bukan yang pertama kali dan bukan yang terparah. Next, aku akan bagi pengalaman, bagaimana digigit serangga sampai harus ke 4 dokter baru sembuh. Dan itu gigitannya, aku dapat dari Sydney, Australia. 
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By Ahook_
      Tanggal 16 Mei 2018.
      Setelah trip Eropa berakhir di Italy, aku terbang dari Roma ke Kuala Lumpur dengan menumpang Emirates. Maksud hati istirahat 2 malam di Kuala Lumpur untuk menyesuaikan jam biologis yang terpaut 6 jam antara Malaysia dengan negara Eropa yang aku kunjungi. Sombong... Istirahat saja harus di Kuala Lumpur... Bukan begitu brosis, aku punya trip selanjutnya ke Cina tanggal 18 Mei 2018, yang akhirnya aku batalin di jam- jam terakhir. Untungnya, rencana trip 10 hari di China belum ada booking apapun. Walaupun sayang, mau bagaimana lagi, toh harus ada yang diutamakan...
      Nah, selama 2 malam, aku pilih menginap di daerah KL Sentral. Supaya tidak terlalu repot kalau mau bolak- balik KLIA. Dan kali ini, aku pilih POD - The Backpacker`s Home. Letaknya belokan pertama kalau kita turun dari Monorail. Kalau kamu naik bus dari KLIA ataupun naik kereta, ya dekat banget. Kalau yang cari penginapan, yang pertimbangkan masalah jarak dekat, hostel ini boleh-lah. 

      Living Room.
      Eh, hostel ini sekaligus ada cafe-nya. Karena itu, ada live music kalau malam hari. Penyanyinya, ya, penghuni hostel kali, yang punya bakat. Kurang jelas juga sih. Karena, selama 3 malam di sini ( perpanjang 1 malam karena batal ke Cina ), yang nyanyi ya penghuni hostel. Seru sih, bisa request lagu.
      Per malam, aku bayar Rp 100.000,- ya, masih lebih mahal dibanding Flip Bunc, yang letaknya juga disekitaran KL Sentral, tapi masih agak jauh. Free wifi kencang baik di living room maupun di kamar sampai kamar mandi sekalipun. Kebetulan, aku nginap di lantai 4. Eitss, ada lift kok. Lift-nya lega, tidak seperti lift pada umumnya di Hongkong. Oh ya, harga segitu untuk 4 beds mixed dorm ya. Masing- masing dapat loker dan handuk mandi. Dan sudah termasuk sarapan. Aku sendiri tidak pernah bangun pagi, jadi tidak pernah sarapan. Lha, baru bisa tidur jam 5 pagi. Masih belum bisa move on dari Eropa. Jam 5 pagi Malaysia, di Eropa baru jam 11 malam shayyyy...

      Kamar 4 beds..
      Lainnya, bersih. Soalnya nyaman, tergantung masing- masing orang. Kalau aku sih nyaman. Tenang. Kamar mandi juga lega, shower air panas ( airnya tidak terlalu panas ), wc pisah. Memang, untuk kamar isi 4 beds, agak sempit. Kamar sebelah, kamar isi 10 beds, aku lihat sih lega banget.
      Staff-nya ramah dan informatif sih. Ada deposit kunci 20 RM dan dikembalikan saat check out. Sepertinya hostel ini 24 jam. Staff-nya standby terus. Malam terakhir, aku sampai jam 3 pagi, duduk nyantai sambil nge-youtube di living room.

       
      Aku kasih nilai 7,5 ya untuk hostel ini. Mungkin, aku akan kembali lagi ke hostel ini kalau ada main ke KL. Ya, kalau ingin menginap sekitaran KL Sentral sini.
      Tambahan,
      Setelah kali pertama itu aku nginap disini, aku masih beberapa kali balik ke hostel ini jika ada transit di KL. Pasalnya ya itu, karena dekat banget dengan KL Sentral, akses paling cepat ke KLIA. 
      Tapi, terakhir kali, sebelum terbang ke London Oktober 2018 dan Casablanca Desember 2018 lalu, ada kejadian yang kurang menyenangkan buat aku. Parah.
      Ceritanya, yang waktu transit ke London, aku memang booked kamar dorm isi 10 orang. Aku dapat ranjang dekat pintu di kamar lantai 3. Saat sedang tidur sih tidak ada kendala apapun. Setelah checked out pun begitu. Tapi setelah di airport, badanku mulai keluar bintik- bintik merah. Gatal. Dan makin lama, makin banyak dan semakin besar bentolannya. Jadinya, sepanjang penerbangan ke London garuk terus. Dan baru sembuh, setelah 1 minggu di London. Aku cuma kasih minyak oles saja. Dan aku tidak bisa memastikan, sumbernya itu dari hostel ini apa bukan? Karena kan, baru mulai gatal, setelah di airport. Setelah checked out, aku masih ada pergi ke pasar. Asumsiku ya mungkin digigit serangga dari pasar. Aku diam dan tidak komplain. Setelah dari London, aku masih nginap di sini, tapi ranjangnya bagian atas dan dekat jendela, kamar yang sama. 

      Ini yang pertama.. Bentolan sekitar pundak sampai ke lengan.
      Ketika mau transit ke Casablanca Desember 2018 lalu, kali ini sudah confirmed dari ranjangnya yang penuh serangga. 1 jam-an gitu setelah rebahan, badanku terasa gatal- gatal. Aku masih berpikir positif, aku bersihin spreinya sendiri. Tapi, kok semakin gatal ya. Terkejut, ketika melihat bentolannya sudah gede- gede banget. Tidak tahan lagi, langsung protes ke staffnya tengah malam itu juga. Aku minta pindah ranjang. Aku kasih lihat dong bentolan- bentolannya. Ya staffnya, minta maaf ( doang ). 
      Keesokan paginya, ya ampun, bentolannya semakin banyak. Merah kayak delima. Aku kasihkan lihat lagi ke mereka. Dan staffnya bilang, memang sih, sudah saatnya semprot anti serangga. Buset. Oh ya, itu ranjang yang sama dengan ranjang yang aku tempati saat mau ke London sebelumnya, kamar lantai 3, dekat pintu, ranjang bagian bawah.

      Dan terparah adalah ketika mau ke Casablanca. Kaki kiri bengkak, bentolan juga ada di pundak, lengan dan paha. 
      Dan sekarang, nilai yang pernah aku kasih 7,5 sepertinya tinggal 5 sih. Seharusnya, aku tidak mau balik lagi ke hostel ini, jika memang ada transit lagi di KL. Harga dorm isi 10 orang lebih murah, sekitar Rp 80.000 dan sudah termasuk dapat sarapan juga.
      Artikel ini bukan untuk menjelekkan hostel ini. Hanya sekedar bagi pengalaman tidak menyenangkan saja. Karena tidak berlaku untuk semua, karena kebetulan ( juga bisa saja ). Karena itu, mau nginap di hostel manapun, lebih waspada saja. Baca dengan seksama reviews dari yang sudah pernah nginap sebelumnya. Baik dari sisi kebersihan maupun keamanannya. Ini adalah pengalaman aku. 
      Ada baiknya, sebelum rebahan diranjang, bersihkan dulu sejenak. Atau bawa sprei cadangan, kalau perlu...
      Sebetulnya, aku cocok sama hostel ini. Oke- oke saja. Karena memang sesuai harganya lah. Asik, santai dan paling penting karena lokasinya strategis banget. 
      Tapi, pengalaman digigit serangga di hostel ini bukan yang pertama kali dan bukan yang terparah. Next, aku akan bagi pengalaman, bagaimana digigit serangga sampai harus ke 4 dokter baru sembuh. Dan itu gigitannya, aku dapat dari Sydney, Australia. 
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By Santi Fitrianingsih
      Belanja oleh oleh yuk di Auckland…..Nah ini penting …..
       
      Hai….just share mungkin bisa berguna…..hmm…. untuk oleh-oleh, di Auckland pusat kota, saya agak jarang temukan, (atau saya yang kurang eksplor yah, abis waktu mepet), ada 2 tempat yang saya temukan, dekat dengan hotel sky tower, di Victoria street ke arah pertokoan/menuju supermarket countdown Auckland Metro ada 1 toko souvenir, lalu ke arah pelabuhan tadi di dekat  Ferry Building (saya lupa di Queen street atau Albert street) ada 1 lagi nah yang ini agak besar. (harusanya di mall juga ada yah di pertokoan pinggir2nya, tapi saya ngga liat) 

      Jujur menurut saya untuk oleh2 seperti gantungan kunci, tas dll harga agak mahal karena di NZ semua barang begini import, made in china (kata yang jualnya), sedangkan yang murah adalah hasil bumi. Jadi selama di NZ nikmatilah makanan, daging, snack kacang kiloan macadamia, almond, sayur dan buah-buahan tentunya seperti apel, anggur, cherry, apricot dll apalagi kl musim, 3 dollar sekilo , dan daging. (walaupun masih lebih murah Thailand ya JJJ)
      Ada yang sering makan steak, nah new zealand meat kan ueeenaaaak tuh dan kalau di Indonesia  mahal, jadi saran saya sempatkan untuk memborong daging untuk dibawa ke Indonesia, karena murah, JJJ pergilah ke countdown supermarket, ngga usah ke pasar tradisionalnya, pilih daging, dari potongan steak, sosis, maupun daging slice yang buat roti (smoke ham), mau sapi, ayam,domba sapi maupun yang lain. Mintalah petugas disana untuk double wrap packingan dagingnya. Lalu belilah tas belanja countdown seharga 2-4 dollar, dalamnya ada aluminium foil, sesampai di hotel masukan ke freezer 1 malam, dan besoknya siap dibawa. Untuk kali ini saya beli 4 kilo daging masuk bagasi dan aman, lolos sampai Indo dengan mulus. Daging NZ yang saya beli sapi, segala bentuk, daging steak saya beli ngga sampai 15 dollar perkilonya tapi begitu dimasak berasa makan wagyu…..hahaha, enaaaaakk, teksturnya beda kali yeee (sapi luar negri J), smoke hamnya juga beda ga wangi asap n kenyal, enak banget, bisa langsung makan (nah kl mau irit makanan atau bingung makan pagi, bisa beli roti slice sama ham (buat makan pagi atau buat teman instant noodle)) , belum sosisnya, smoke ham n chicken…..semua di jamin aman. Pesta daging deh hihihihi….. Tips : untuk masak steak, bumbunya hanya garam dan merica, lalu tumis pake minyak zaitun, beri sedikit butter dan 1 tangkai rosemary, 4 menit setiap sisi daging dan steak medium rare pun di depan mata……berasa makan steak hotel….hahahah. lalu rasakan juicy dagingnya. Yuuuummm…
       
       
       
      Hmmm ada satu brand NZ namanya wild kiwi, saya sih suka, toko souvenir kaos buatannya rapih, ada pernak perniknya juga, boleh nih, buat koleksi pribadi or mu ngasih orang, agak mahal dikit, untuk di Auckland saya ngga ketemu, harusnya ada menurut google map, saya dapat hoodie wild kiwi waktu di Waitomo cave, ada juga di bandara (harganya sama).
      Alternatif blanja oleh-oleh, selain ke toko souvenir, dan borong daging, pergilah ke hypermart, kl di Auckland ada The Warehouse, nah biasanya mereka banyak promo, sesuai namanya di sini mau cari apa ajah ada, kalo beruntung bisa dapat barang dengan harga setengah harga di Indonesia, kemarin pas kesana mainan anak artikel tertentu lagi potongan harga 60%, only for 2 days, jadi saya hunting deh, 5 pieces anting seharga 3.5 dollar (cucok buat ngasih laaah), perlengkapan dapur lucu lucu mulai dari 2 dollar. Baju anak dewasa, kaos kaki, piyama lucu2,  stationery, coklatpun banyak promo….Nah ibu-ibu yang mau blanja monggo, jd ngga melulu harus ke toko souvenir buat oleh2, hehehehe. Tapi kalau  yang ini ngga ada tulisan New Zealand nya yah….JJ
      Oh iyah, sewaktu saya jalan sempat melihat penginapan untuk backpacker, ada Nomads Auckland Backpackers Hostel, Queen Street Backpakers, Surf n Snow Backpakers. Untuk referensinya saya ngga tau, bisa check di agoda atau booking.com. Untuk makanan kalau mau murah, biasanya ada beberapa kios di daerah pertokoan ato di supermarket kalau sudah siang ato sore makanan di diskon (sepertinya di semua negara juga sebagian besar ada diskon kalo sudah sore ato malem).
      hmmm, apa lagi yah, saya hanya sempat eksplor Auckland sedikit, semoga tulisaan ini bermanfaat.
      Next time ada berkat bisa kesana lagi, agak lama dan pengen keliling NZ pake campervan, doain yaaah, abis seru baca-baca yang pake campervan, no wonder mereka masak di campervan, abis murah daging dan sayuran, laper makan buah juga murah. J
      Terimakasih sudah membaca.
      Fell free to ask
      Mpit.
       
       
    • By lilswallow
      Halo ..
      Minta saran donk
      Mau eksplore north to south di NZ
      Roadtrip ni
      Bagusan mobil sedan + hotel/hostel/motel atau campervan ya?
      Ber 3 aja sih yang pergi
      Semua adults, gak ada anak - anak.
       
      Efektif nya ada 11 hari disana
      Barang kali ada yang pernah disana 11 hari
      Sekalian minta contekan donk
      :)
       
      Terima kasih sebelumnya
    • By Ahook_
      Tanggal 13 Mei 2017.

      Dari Lhasa berpindah ke Chengdu lewat jalur darat dengan menumpang kereta api yang menempuh 44 jam perjalanan. Bisa baca disini.

      Kemaren itu, aku juga sempat galau, ingin lebih cepat sampai di Chengdu dengan memakai pesawat terbang agar bisa nyambung ke Jiu Zhai Guo. Setelah pikir, kalau mau mencoba jalur kereta api Lhasa ke Chengdu di lain kesempatan, tentu akan sangat sulit lagi. Karena, bagiku, trip ke Tibet, cukup sekali dalam seumur hidup deh. Karena itu, aku baru beli tiket kereta api Lhasa – Chengdu 1 minggu sebelum berangkat dari Jakarta.

      Aku menghabiskan 2 malam 3 hari di Chengdu dari sisa perjalanan yang aku mulai dari Bali ke Nepal kemudian Tibet. Entahlah, entah cukup atau tidak 3 hari itu. Yang jelas, aku maksimalkan 3 hari itu di Chengdu, notabene adalah ibukota dari provinsi Si Chuan. Sebenarnya ya, kota Chengdu itu diluar dari ekpektasi aku, diluar dari dugaanku. Yang menurutku sih hanya sebuah kota kecil saja, ternyata, yang ada malah lebih dari sebuah kota modern.

      2 malam di Chengdu, aku nginap di Mrs. Panda Hostel, yang terletak di Lin Jiang Middle Road. Aku pesan via agoda.com seperti biasanya, dan baru aku pesan dihari terakhir aku di Lhasa, Tibet. Keputusan untuk nginap disini boleh dikatakan sangat tepat. Letaknya yang strategis, dekat banget dengan stasiun bus Xin Nan Men dan Metro Line Xin Nan Men. Jalan kaki sekitar 5 sampai 10 menitan. Tetanggaan doang.

      Kalau mau ke Jinli Street atau ke Wu Hou temple, bus stop 182 juga dekat kok. Tidak perlu pindah bus, langsung sampai ditujuan. Paling penting adalah ketika harus ke airport, tinggal jalan kaki saja, sekitar 20 menitan lah. Kamu bisa dapatkan petunjuk arah ini di mading hostel.

      Aku bayar Rp 338.231,- untuk 2 malam di Mrs. Panda Hostel, private room dengan kamar mandi diluar. Tidak ada sarapan pagi, ada AC, Wifi yang kadang lancar, kadang lemot, padahal mereka ada beberapa ID. Ada air minum gratis. Staffnya, erhm… cewe- cewe kece sih, kebanyakan sih ramah, kecuali ada 1, ntah bosnya atau managernya, bukan tidak ramah, tapi agak jutek kelihatannya. Bisa Bahasa Inggris. Hostel ini, banyak bule dan orang Jepang. Beberapa turis lokal dari kota lain juga ada. Tempatnya sih adem,  nyaman dan bersih. Okey-lah. Tempat nongkrongnya juga ada, santai banget. Seperti biasa, setelah check out, kamu boleh titip tas kamu. 

      Aku kalau ada kesempatan ke Chengdu, aku akan balik nginap disini saja. Mau kemana – mana gampang dan dekat, termasuk ke shopping center, pusat keramaian di Chengdu. Jalan kaki sekitar 20 menit atau kamu bisa naik Metro Line, 1 kali stop saja.
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia---
       
       
    • By Ahook_
      Tanggal 10 November 2016.
       
      Setelah menempuh perjalanan dari Phuket menggunakan bus umum dan beberapa kali pindah angkutan, aku tiba di Krabi sudah sore. Aku diturunkan pas didepan hostel yang aku sudah booked sebelumnya saat masih di Phuket. 
       
      Waktu aku checked in di Slumber Party Hostel, petugasnya yang orang bule itu bilang, kalau namaku tidak terdaftar di-list nama tamu mereka hari itu. Aku tunjukkin bukti konfirmasi dari Agoda. Ya, dia sih tidak ngotot. Dia berusaha cek dan tetap, memastikan bahwa aku bukan tamu mereka. Kemudian, pada solusinya, dia minta maaf, mungkin ada yang tidak beres dengan sistem mereka. Dia bilang kalau hari itu penuh, aku diminta untuk pindah ke hostel lain, yang menurutnya, juga bagian dari hostel mereka juga. Dia juga bilang, lagian, Slumber Party Hostel ini bakalan pesta sepanjang malam. Aku rasa, kamu tidak akan cocok disini. Disini berisik dan orang akan mabuk- mabukan. Okey, well...Akhirnya aku tahu alasannya, kenapa dia tolak aku ? 

      Tidak masalah sih buatku. Toh dipindahkan ke K- Bunk Hostel, tidak perlu bayar lagi dan hanya beberapa pintu dari hostel sebelumnya. Disini, memang, terasa lebih santai dan tidak berisik. Ya tapi, aku tahu kok hostel seperti apa Slumber Party itu ketika aku memutuskan untuk menginap disana. Nyatanya, mungkin aku terlihat kecil, Asian, mata sipit, dibanding mereka semua, yang notabene, bule semua. 

      Lobby hostel..
      K- Bunk bagus. Sama sajalah, yang namanya hostel mau semewah apa sih? Yang buat beda dari setiap hostel, menurutku adalah kreatifitas dari owner-nya saja bagaimana dalam menghadirkan suasana senyaman mungkin dan sebeda mungkin dari hostel lainnya. 
       
      Wifi, sudah pasti, free sepanjang hari. Tidak ada sarapan. Hostel ada cafe-nya, jadi kamu bisa beli makanan dari mereka. Harga? Aku rasa mahal ya. Baru kali ini, aku ketemu hostel yang petugasnya membacakan semua peraturan yang ada, walaupun sudah di-print out dan ditempel didekat meja. 

      Bentukan kamarnya...
      Kamarku berdelapan orang dan campur. Tapi malam itu, hanya ada 4 orang saja termasuk aku. Kamarnya lega, bersih dan okey-lah. Aku bayar Slumber Party Hostel via Agoda Rp 88.524,- berarti seharga itu juga aku nginap di K-Bunk. Yups, itu untuk satu malam. 
       
      Kamar mandi diluar, ada air panas dan ada lokernya. Repotnya sih, loker berada diluar kamar. Ya, kudu bolak- balik keluar kamar kalau kamu lupa ambil barang keperluan. Bunk bed-nya dilengkapi tirai. Kalau merasa terganggu, tarik saja tirainya. 

      Lobby hostel, sekalian cafe-nya.
      K- Bunk lumayan jauh dari Aonang Beach. Kalau kamu jalan kaki mungkin sekitar 30 menit kali ya. Kemaren tidak sempat perhatikan, karena berhenti untuk cari makan. Tapi, berada dipinggir jalan raya. Gampang buat naik turun tuk- tuk mau kemana saja. Mau ke pantai atau ke pasar malam. 
       
      Rasanya, hostel ini juga ada living room-nya. Bisa buat bersantai kalau kamu malas keluar jalan- jalan. Atau sekedar duduk manis didepan teras sambil celingak- celinguk melihat orang yang lalu - lalang, entah itu jalan kaki. naik tuk- tuk atau motor.

      Teras depan hostel
      Aku kasih nilai 7,5 deh untuk hostel ini. Petugasnya juga ramah. Oh ya, kamu dikasih key card sebagai access keluar masuk hostel. Jangan sampai hilang kawan, akibatnya, ya kudu bayar extra saja. 
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      IG: ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Siapa sih yang gak mau liburan ke New Zealand. Negara di Tenggara Australia ini dianugerahi keindahan alam yang memukau. Setiap sudut rasanya menjadi spot yang menarik untuk dikunjungi atau sekedar dipandangi untuk disyukuri. Apalagi kalau kamu pecinta film ‘The Lord of The Rings’, pasti terbayang sudah betapa menakjubkannya negara satu ini.
       
      Letak New Zealand di Peta
      Keindahan lanskap daratan New Zealand sangat dipengaruhi oleh letak geografisnya di tumpukan lempeng pasifik dan lempeng Indo-Australia. Hal ini membuat variasi topografinya yang kaya bahkan puncak-puncak gunungnya yang tajam. Selain itu, karena daratan New Zealand menjadi lokasi yang terpencil dan bahkan kabarnya menjadi kepulauan terakhir yang didiami manusia, membuat keanekaragaman hayati disana sangat tinggi nan khas.
      Sayangnya memang biaya untuk berlibur ke New Zealand terbilang fantastis. Kalau kamu memakai agen tur saja, tarif yang mereka patok untuk satu minggu pelesiran bisa mencapi Rp 50 Juta perorangnya. Padahal, satu minggu di New Zealand pun sebenarnya terlalu singkat dengan banyaknya objek menarik disana.
      Terlepas dari itu, nyatanya seberapapun biayanya, New Zealand akan membayar besarnya biaya tersebut dengan sesuatu yang jauh lebih besar lagi. Bisa dikatakan, ada rupa, ada harga. Tak salah jika setiap tahunnya kunjungan wisatawan mancanegara ke negara tersebut selalu saja tinggi.
      Lantas jika kamu berencana berlibur ke New Zealand, hal-hal apa saja yang perlu kamu ketahui seputar negara tersebut? Beikut beberapa diantaranya !
       
      1.Mau Bagian Utara atau Selatan? Atau Keduanya?
      Pelu kamu tahu bahwa New Zealand memiliki dua pulau utama, yaitu di pulau Utara dan pulau Selatan. Keduanya sama cantiknya dan sama menggodanya, meskipun memang jika harus memilih, banyak yang lebih condong ke Pulau Selatan.
       
      Pulau Utara dan Pulau Selatan NZ via tourism.net.nz
      Ibukota negaranya sendiri berada di Pulau Utara, di bagian ujung selatan pulau. Tetapi tentu lokasi ibukota negara bukan menjadi patokan bagian mana yang lebih cocok didatangi, apalagi karena bandara utama New Zealand juga berada di kedua pulau tersebut yaitu Auckland di pulau Utara dan Chrischurch di pulau Selatan. Jadi intinya, kedua pulau punya pesonanya sendiri, tinggal pilih berdasar kecondongan hati.
      Lalu, mengapa tidak keduanya? Ya, tentu saja bisa dan sah-sah saja. Asalkan budget cukup dan waktunya juga cukup. Dari banyak pengalaman, berlibur ke New Zealand sebaiknya bukan untuk 3-4 hari. Negara ini terlalu sesak akan keindahan untuk dikunjungi hanya dalam hitungan kurang dari seminggu. Selain itu, rugi juga kalau sudah mengeluarkan biaya besar dan pengurusan visa, tetapi hanya sebentar.
      Banyak yang beranggapan, mengeksplore satu bagian pulau saja, baik utara atau selatan, setidaknya butuh waktu satu minggu. Itu sudah waktu paling umum. Jadi jika kamu ingin mengunjungi kedua pulau, setidaknya kamu harus menyiapkan waktu sekitar 2 minggu agar perjalanan kamu bisa terasa santai dan nyaman.
       
      2. Biaya Hidup
      New Zealand menggunakan matauang Dollar New Zealand atau disingkat NZD. Kisaran kursnya terhadap rupiah di awal 2017 ini ialah sekitar IDR 9.400. Jenis uangnya juga ada koin dan kertas, Koin untuk nominal 10, 20, dan 50 sen, serta 1 dan 2 NZD. Sedangkan uang kertas untuk nomial NZD 5, 10, 20, 50, dan 100.
       
      Dollar NZ via radionz.co.nz
      Bagaimana dengan biaya hidup? Jika dibanding Indonesia sudah tentu biayanya jauh lebih mahal. Satu kali makan besar setidaknya kamu harus menyiapkan uang sekitar NZD 10-30. Burger atau Hotdog misalnya dijual dikisaran NZD 5-8. Penginapan juga sama mahalnya termasuk untuk transportasi apalagi taksi.
       
      3. Sewa Mobil untuk Berkeliling
      Jika ditanya cara apa yang paling baik untuk mengelilingi New Zealand, maka jawabnya ialah dengan menyewa mobil dan mengendara sendiri. Ada banyak jasa penyewaan atau rental mobil di sana. Mereka bahkan membuka counter di bandara-bandara. Beberapa perusahaan rental mobil yang mudah ditemui ialah Apex, Avis, Budget, dan Thrifty. Lebih baik, kalian sudah melakukan pemesanan secara online di website perusahaan masing-masing sebelum tiba di sana. Seperti Apex misalnya, kalian bisa booking online secara gratis dan pembayaran baru dilakukan ketika mengambil mobil dibandara. Menariknya lagi, mobil yang kita sewa di kota A bisa dikembalikan di kota B, tentunya asalkan ada kantor perusahaan rental mobil tersebut. Bagaimana dengan biaya? Biaya rental mobil ini ialah sekitar NZD 55 perhari untuk mobil sejenis sedan. Tetapi ada juga tambahan biaya asuransi sebesar sekitar NZD 12 perhari.
       
      Jenis Campervan via maui.co.nz
      Mau yang lebih unik? Kalian bisa menyewa mobil van atau biasa dikenal juga dengan motorhome atau mobil caravan atau campervan. Mobil ini bermuatan lebih besar karena didalamnya sudah ada tempat tidur, dapur, bahkan ada juga yang dilengkapi toilet. Karena berukuran besar, kalian harus memastikan bahwa kalian bisa dan aman mengendarainya.
      Keuntungan menggunakan campervan ialah kamu tidak perlu lagi pindah-pindah hotel karena kalian bisa menggunakan mobil ini untuk tidur dengan syarat memarkirkannya di lokasi-lokasi resmi atau campground secara gratis. Lokasi campground juga cukup menjanjikan karena banyak yang memiliki pemandangan indah termasuk di tepi danau, pantai, atau padang rumput.
      Beberapa perusahaan yang menyediakan mobil caravan ini seperti Britz, Maui, Wenderkreisen, dan Jucy. Selain itu untuk mempermudah pengguna campervan seperti mencari campground bahkan lokasi ATM, Toilet, atau SPBU, kalian bisa mendownload aplikasi Camper mate.
       
      Salah satu keindahan selama perjalanan di NZ via bruisedpassports.com
      Memilih untuk menyewa mobil atau campervan, bukan hanya karena soal penghematan, tetapi pesona negara ini tidak sekedar dari objek wisatanya saja. Sepanjang perjalanan menuju satu lokasi, maka sepanjang itupula kalian bisa melihat menakjubkannya alam New Zealand. Hamparan rumput saja sudah menjadi pemandangan yang rasanya sayang untuk dilewatkan karena karakter alam New Zealand yang sangat khas. Dengan mengendarai kendaraan sendiri, kalian bisa bebas berhenti dimanapun. Selain itu karena memang kebanyakan wisatawan melakukan Road Trip atau plesiran melintasi berbagai daerah, bukan menetap di satu kota.
      Perlu diketahui juga bahwa New Zealand menggunakan jalur kiri arau setir kanan, sama seperti Indonesia. Hal ini tentu bisa memberik kenyamanan bagi kita. Hal lain yang perlu diingat tentunya ialah soal SIM. Kalian wajib menggunakan SIM Internasional atau bisa juga menggunakan SIM A Indonesia asalkan sudah diurus resmi untuk terjemahan bahasa Inggris.
      Hal-hal lain yang perlu diwaspadai ketika berkendara di New Zealand ialah hewan yang mungkin menyebrang jalan. Ketika kalian sudah mulai memasuki area pedesaan, maka perhatikan dengan baik jalanan. Jangan sampai kalian menabrak hewan baik liar maupun ternak. Biasanya juga ada rambu-rambu pengingat tersebut di titik-titik yang rawan.
      Perhatikan juga dengan baik rambu-rambu lalu lintas seperti rambu give way di jalanan sempit, prioritas untuk pejalan kaki dan sepeda, dan termasuk kecepatan maksimum kendaraan karena di beberapa titik ada kamera pemantau dan patroli polisi yang siap menilang pelanggar.
       
      4. Ragam Jenis Penginapan
       
      Salah satu Motel di Omarama NZ via omarama.co.nz
      Tak kalah penting untuk kamu ketahui adalah soal akomodasi. Sebagai negara yang sangat populer untuk wisata, urusan penginapan juga tersedia dengan banyak pilihan. Bahkan, kamu juga bisa menyewa tempat di kawasan holiday park dan mendirikan tenda pribadi disana atau menyewa kabin khusus wisata. Itulah uniknya New Zealand, untuk urusan tidur pun kamu tetap dibawa dalam suasana liburan.
      Hotel, Motel, Hostel, Apartmen, hingga Villa semua bisa menjadi pilihan. Apalagi dengan round trip, kamu bisa mencoba semuanya sebagai bentuk pengalaman. Mau kesan khas lainnya? Coba menginap di Farm Stay. Seperti namanya, penginapan ini berada di daerah peternakan yang artinya juga berada di wilayah pedesaan.
       
      5. Kapan Baiknya ke New Zealand?
       
      Summer di Queenstown NZ via queenstownnz.co.nz
      Sebenarnya sepanjang tahun sah-sah saja pergi ke New Zealand. Tapi tentunya ada waktu-waktu yang punya keunggulan tersendiri. Musim semi misalnya, bisa menjadi salah satu waktu yang cocok kesana karena suhunya tidak terlalu dingin yaitu sekitar 12 hingga 22 derajat celcius. Biasanya musim semi berlangsung di antara September hingga November.
      Selain itu, Musim Panas juga sangat cocok karena suhunya lebih sesuai untuk kita yaitu di kisaran 20an derajat celcius. Musim panas biasanya berlangsung di antara bulan Desember hingga Fabruari. Selain itu, di musim panas waktu siang berlangsung lebih lama. Malam baru hadir sekitar jam 9 malam, sehingga kalian bisa berwisata lebih puas.
      Sedangkan Musim Gugur dengan cuaca yang cukup sejuk bisa kamu pilih untuk berlibur di bulan Maret hingga Mei. Sedangkan kalau kamu memang mau mencari cuaca dingin, maka datanglah diantara bulan Juni dan Agustus. Saat itu, suhu disana sekitar 10-16 derajat celcius.
      Bagaimana dengan salju? Biasanya salju di New Zealand terjadi di bulan-bulan Juni hingga Oktober. Salju biasanya turun di wilayah-wilayah pegunungan.
       
      6. Penduduk Ramah
      Selain alamnya yang sudah terlampau indah, New Zealand juga didukung dengan keramahan Kiwis, julukan untuk penduduk New Zealand. Ketika baru tiba di bandara pun, keramahan itu sudah lumrah didapat dari para petugas imigrasi. Ya, mungkin mereka terbawa aura positif dari alam yang cantik menjadikan penaduduk setempat bisa dengan ramahnya membantu wisatawan. Kamu yang tidak pandai berbahasa Inggrispun, mereka umumnya siap bersabar meladeni bahasa-bahasa isyarat yang terpaksa digunakan.
       
      Itu sekelumit hal-hal umum yang bisa menjadi bayangan kamu sebelum menginjakkan kaki ke New Zealand. Di artikel berikutnya, mari kita ulik pesona apa saja yang ada disana.