• 0
Vita Fatimah Fahrini

Jual Tiket MotoGP Sepang 2018 - Main GrandStand

Question

Yang mau nonton motogp sepang 2018 dan belum beli tiket, aku ada 2 tiket main grandstand yg dijual karna gak jadi pergi.. yang berminat langsung EMAIL ke vitafatimahfahrini@gmail.com atau WA ke 081233422720. harga sama dengan di web sepangcircuit.com.

bentuknya E-Ticket ya..

bukan penipuan..

Share this post


Link to post
Share on other sites

1 answer to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Nindy Ratri K
      Hallo semuanya, selamat sore menjelang berbuka 
      dalam rangka memenuhi janji saya sama mas @deffa berikut saya sampaikan tabel itinerary saya selama 5D 4N singapura-johor. adapun yg jadi highlight saya kali ini sbb:
      D1: Johor
      D2: Chinatown, Chinese Garden, Universal, handerson, MBS, Garden by the Bay
      D3: Jalan nyusuri Downtown, Merlion, Orchad
      D4: Bugis, Little India, Kampong Glam
       
      pencapaiannya kali ini masih 80% dari rencana, tapi kalau nggak ada aral melintang seperti dalam perjalanan saya kemarin, saya optimis bisa 100% niih ite 
      kali ini saya nginepnya di the pod hostel, beach road. jadi titik berangkat dari beach road sana 
      semoga bisa menginspirasi dan membantu teman2 jalan2 sekalian 
       
      Waktu
      Lokasi
      Kegiatan
      Keterangan
       
       
      DAY 1
       pastikan tidak punya barang yang ditaruh di bagasi, krn ada setelah imigrasi
      15.00
      Kantor
      Sudah kumpul untuk berangkat ke bandara
      Dijemput Papa
      18.00
      Bandara Jkt
      Sudah sampai bandara
      Terminal 2D?
      18.30
      Bandara Jkt
      Persiapan dokumen dan check in
      Masuk bareng ke terminal check in
      19.00
      Bandara Jkt
      Sudah beres check in, persiapan imigrasi
      Paspor, boarding pass, pasang senyum ramah tjantik-tjantik
      19.30
      Dept Terml
      Sudah siap di terminal keberangkatan
      Makan malam, sholat,  isi air, pipis2
      21.35
      Pesawat
      Berangkat!!!
      Baca Doa, enjoy the flight
      00.25
      Pesawat
      Landing di Singapura (bukan singgah di dapur)
      Alhamdulillah
      00.40
       Changi
      Baru turun dari Pesawat
      Terminal 1
      01.00
      Changi
      Sudah selesai bersih2, siap2 tidur , Cari tempat tidur
      T1: Snooze Lounge, Transit East, Level 3, Transit Hall
       
       
      Terminal 2
      Sanctuary Lounge, Transit North Pier, opp E5, Transit Hall
      Oasis Lounge, Transit North Pier, Opp E11, Transit Hall
       
      Terminal 3
      Snooze Lounge, Transit North Mezzanine, near to Singapore Food Street, Transit Hall
       
      Terminal 4
      Snooze Lounge, Departure Transit, Level 2M, Transit Hall
       
       
      DAY 2
       
      2.00
      Changi
      Bangun, pasang penjagaan, kalo2 diusir
      Beresin barang. Yang cakep.
      2.30
      Changi
      Kalao ngga ada pemeriksaan tidur lagi
      Zzz
      6.00
      Changi
      Bangun, ganti baju yang cakep, bersih2.
       
      Operasi Skytrain: 5.00 am-2.30am
      Mandi nya di toilet ajaaahh… yang pojok (kloset jongkok) sabii
       
      6.30
      Imigrasi
      Cari yang waktunya bareng pesawat landing
      Pasang senyum dudul n manis
      7.00
      Staff Canteen
      Makan pagi (Buka jam 7.00am-9.00pm)
      Budget S$5
      8.00
      MRT
      Lewat Nicols highway
      Jam buka counter: 8.00am
      Dari Changi naik MRT, tuker di tanah Merah CG2 (jalur hijau), tuker ke biru.
      Transit di MacPherson, tuker ke orange.
      Turun di Nicoll Highway
      8.30
      The Pod
      Titip tas di hostel, dan Jalan ke Queen Street Terminal. Naik Causeway Link 2 warna kuning
       
      S$3.4 ajah
      9.20
      To JPO
      Malaysia-Johor
      Jalan ke queen street. Naik CW2 bis kuning. US$3,4
      16.00
      To SG
      Dalam perjalanan, nanti turun di Bugis lagi
       
      19.30
      SG
      Turun di terminal. Bisa ke Bugis, atau ke little india, atau ke kampong glam, bebas
       
      20.30
      Hostel
      Jalan kaki bets
      Bobok dehh
       
       
       
       
       
       
      DAY 3
       
      07.00
      Hostel
      Siap2 kita jalan
       
      08.00
      Chinatown
      Explore CT. lewat smith st.
      Naik Bis No. 961 dari Plaza Parkroyal. 8 Stop.
      Berenti di New Bridge Ctr.
      08.20
      Chinatown
      Rutenya: Buddha Tooth Relic, Sri Mariarman, Masjid Jame chulia. Belok ke Pagoda st. ada Tintin Shop Singapore, Chinatown heritage center.
       
      10.00
      Chinese Garden
      Perjalanan.
      MRT dari Chinatown. 9 Stop. Berenti di
      MRT Chinese Garden (EW25)
      11.00
      Chinese Garden
      Keliling disini. Foto2. siapkan kaki.
       
      12.30
      MRT
      Perjalanan ke vivo
      MRT Jalur Hijau. 4 stop. Turun di Buona Vista. Transit.
      MRT Jalur Kuning.
      13.30
      Vivo
      Ke Vivo City. Maksi dulu di Foodcourt
      Food Society
      14.00
      Sentosa
      Eksplore Sentosa: Bola Dunia, Merlion
       
      15.30
      Vivo
      Ke Henderson Bridge
      Naik 131 - Harbour Front Station Exit B. 14141. 5 stop. Turun di Aft Telok Blangah Hts  (14051)
      Bef Telok Blangah Hts (14059)
       
      16.30
      Henderson
      Abis foto2 disini, kita ke Supertree
       
      Naik 131. 10 stop. Turun di Intl Plaza
      Naik 400. 6 stop. Turun di Garden by the Bay
      17.15
      Supertree
      Garden By The Bay. Foto2 disini yang cakep
       
      18.30
      MBS
      Jalan kaki nyeberang. Kita audit MBS, ke Kasino. Makan Malam disini aja
      1983 A Taste of Nanyang
      Rasapura (B2)
      21.00
      Hostel
      @The Pod, Beach Road
      Naik Jalur Biru 2 Stop, Turun Bugis
      Naik Jalur Kuning 2 Stop, Turun Nicolls Highway
       
       
       
       
       
       
      DAY 4
       
      9.00
      Hostel
      YEP! BOLEH BANGUN SIANG #Paham
      Sarapan yaa, jangan lupa mandi
      Prepare for today's trip
      10.00
      Hotel Raffles
      Bisa Ekspolore sepanjang jalan selain raffles hotel, ada war memorial Park, Fountain of Wealth (Temasek Building, tp Agak ngalang), National Gallery, Supreme Court (aku mo foto disini), Parliament, Raffles Landing Site. Kalo mau eksplore Taman, ada Raffles House di Fort Canning.
      Nyeberang ke Plaza Par Royal
      Naik 107 atau 961 (3 Stop)
      Turun di Beach Rd - Opp Raffles Hotel
       
      Jalan Kaki yaa, menurut gugel 2,5 kilo, waktu tempuh 32 Menit termasuk Fountain of wealth (yang ngalang).
       
      Tanpa Fountain 1,2 kilo waktu tempuh 15 Menit.
      Jalan sante wae
       
       
       
      KURASU PLS
      Abis dari Raffless ke belakangnya. Cari Kurasu.
      Cari Odeon Tower. Lantai 2. District 6
      Kalo Skip Merlion, Naik 167 Dari Victorian Concert Hall. 8 Stop. Turun di Orchad Stn.
      11.15
      Merlion
      Foto2 lagi. Bidik esplanade, MBS dan Ferris Wheel nya
       
      12.00
      Esplanade
      Lihat2 aja. Siapa tau ada pertunjukkan yg bs ditonton.
       
      13.00
      Orchad
      Maksi di wisma Atria - Food Republic Andalan. Atau nanti cari food court lain di ion. Foto2
      Naik 36 dari The Esplanade (02061). 14 Stop. turun di  Tang Plaza (09047)
       
      14.00
      Botanic Garden
      Masuk dari Tanglin Entrance
      - Sun Garden
      - Anggrek Vanda Miss Joaquim
      Masuk dari Nassim Entrance
      - Evolution Garden (Pakis)
      - Palm Valley
      Tanglin bisa naik 174 dari Op Orchad Stn (belakangnya Ion). 5 stop. Turun di Opp Botanic
       
      Kalo mau ke Nassim, masuknya agak susye kl kendaraan umum. Naik Grab aja
      16.00
      To Bugis
      Beli jus, beli kaos2, beli egg tart buat mama. Early Dinner di belakang Bugis Street.
      Kita Naik Taksi lagi aja pake Grab. Sekitar SGD17. #mulaiborosh
       
      17.00
      Ke Merlion
      Kita nunggu sampe dapet pertunjukkan laser sambil foto2 lagi. (btw, kalo merlionnya mau disimpen buat sore aja jugak gpp. Liat sikon aja)
      Halte Bugis Junction. Naik 130. 4 Stop. Turun di UOE Bayfront.
      18.00
      Makan Sutra
      Coba cari makanan lucuk2 disini. Nyobain makan disini. Kalo mau jajan ajaa…
      Jalan aja
      20.00
      To Hostel
      @The POD
      Op Fullerton Naik 100. 5 Stop. Turun Op Plaza Parkroyal langsung Hostelnya
       
       
       
       
       
       
      DAY 5
       
      8.30
      Hostel
      Siang lagi??? YEP! Ga dilarang bangun siang kok. Kalo mau bangun pagi juga boleh
      Siap2
      9.30
      Hostel
      Udah selesai sarapan dan beberes buat check out
      Mantepp. Tas nya titip aja dulu
      9.30
      To Little India
      Sri Veeramakaliamman Temple
      Sri Srinivasa Perumal Temple Singapore
      Tan Teng Niah
       
      Sakya Muni Buddha Gaya Temple Read more at:
       
       
      Nyeberang ke Plaza Parkroyal
      980Sembawang Int (5 stop)
      Turun di Rochor Stn ganti sama
      23Rochor Canal Rd (2 stop)
      Turun di broadway hotel
       
      11.00
      To Bugis
      Kalok2 masih ada yg mau diliat and or dibeli. Yg jelas kita jugak keliling kampong glam. Foto2 disini. Nyobain café hitz bats disini.
      Naik dari Tekka Ctr
      67Tampines Int (3 stop)
      Turun di Opp Eminent Plaza ganti ke
      133Shenton Way Ter (5 stop)
      Turun di Opp Stamford Pr Sch
       
      11.20
      Kampong Glam
      Liat2 masjid, mural2, keliling2 deh
       
      12.30
      Bugis
      Ojo lali coba Route 12
       
      13.30
      Ke Hostel
      @The POD
       
      14.00
      GO
      To airport naik MRT
      Waktu tempuh +/- 1.20"
      15.00
      Changi
      Sampe di Changi
      Cece
      16.00
      Changi
      Monggo berburu Disini. Masuk Imigrasi dulu ojo lali. Bisa pijet2 jugak, ke bioskop
      Inget, XX Take off. Perhatikan waktu boarding. Biasanya 10-30 menit sebelumnya.
      18.00
      Changi
      Makan di Staff Canteen/Mc D
       
      20.00
      Pesawat
      Take off
      Bye SG
      21.00
      Pesawat
      Landing @soetta
      Hello Jakarta dan kerjaan
      21.30
      Soetta
      Selesai ambil bagasi, markipul
      Besok jalan2 lagii yaa amu amu dan amu ummaa
    • By Sari Suwito
      Masih melanjutkan liburan Hari Raya Idul Adha di Malaysia, tepatnya hari sabtu pagi sekitar jam 9 kami mengantarkan anaknya tuan rumah (usia sekitar 8 tahun) untuk pergi les bahasa Inggris, tempat les tak jauh dari rumah sih. Begitu sudah antar anak tersebut kami lanjut jalan-jalan ke pasar Seri Selayang, pasarnya seperti pasar kaget gitu, banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggiran jalan ada juga pedagang sayur mayur yang menempati lapak bangunan semi permanen gitu. Sepertinya para pedagang di pasar ini sengaja atau tak sengaja mengelompok berdasar asal mereka, ada lapak pedagang Indonesia, Melayu, India, dan China.

      Pasar ini memiliki court yang lumayan besar, aneka jenis makanan tersedia disini, jadilah kami sarapan disini, saya memilih untuk sarapan nasi lemak. Ga afdol kalau ke Malaysia ga makan nasi lemak...hehehe...

      Setelah selesai sarapan sebelum balik ke rumah, kami berbelanja buah-buahan dan martabak manis, oh ya disini martabak manis disebutnya apam balik lho. 

      Di rumah, sambil menunggu jam pulang les yang masih agak lama jadilah saya bersantai sambil nonton tv, sekitar jam 12 saya ganti baju untuk bersiap-siap jemput ke tempat les langsung jalan ke undangan open house temannya tuan rumah yang sudah pensiun. Jadi kalau di Malaysia itu kalau ada orang pensiun dia akan buat semacam pesta perpisahan, lalu di rumah akan undang teman-teman dan kerabat untuk makan-makan gitu.  
       
      Sekitar jam 12.30 kami bersiap untuk ke luar rumah, wolaaaa....ternyata diluar ada kabut asap yang lumayan tebal, tapi the show must go on lah. Sebelum ke tempat open house kami mampir ke Selayang Mall dulu, karena tuan rumah mau berfoto di depan kantor dinas pendidikan yang berada di lantai 3 mall selayang sekalian membeli eksternal drive. Oh ya, tuan rumah sebentar lagi juga memasuki masa pensiun, jadi dia mengumpulkan foto-foto di tempat dia dulu bekerja untuk dijadikan dokumentasi selama masa pengabdiannya.  Mungkin sedikit orang yang membuat hal ini...bisa jadi ide juga nich buat teman-teman lain.
      Selesai urusan di mall selayang, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi open house. Waah...rupanya acaranya meriah banget...sampe pake tenda seperti orang resepsi pernikahan, makanannya juga banyak ada masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand daaan ada juga kambing guling. hehehe.... 
      Selesai acara open house, kami lanjut menuju Shah Alam, kabut asap menyelimuti selama perjalanan, jadi harus hati hati dan waspada untuk menjaga keselamatan berlalulintas. 

      Karena ingin melihat indahnya lampu-lampu di i-city tentu baiknya pada saat hari mulai gelap, jadi untuk menunggu malam hari, kami berjalan-jalan dulu ke GM Klang, GM Klang ini merupakan pusat grosir (kalau sering baca 360 magazine-nya Air Asia, sering muncul tuh iklannya). Tempatnya lumayan luas dengan beberapa blok bangunan di luar bangunan utama-nya. Kami langsung menuju ke bangunan utamanya sih, menurut saya tempat ini semacam pasar asemka/mangga dua tapi dalam versi gedungnya tertata dan rapi gitu. 

      Yang di jual disini aneka produk, rata-rata produk import dari China sih, seperti casing HP, alat masak, pakaian, tas, sepatu, parfum, wall paper, dll.  Kami berjalan-jalan disini sampai jam sekitar jam 6 atau 7 malam, ga inget waktu itu tau-tau waktu keluar dari food court di lantai basement toko-toko sudah mulai tutup, jadilah kami langsung ke tempat parkir dan lanjut ke i-city. 
      Sekitar 20 menit akhirnya sampailah kami di i-city, hari sudah mulai gelap dari jauh sudah keliatan bianglala raksasa dengan lampu hias yang cantik.  Setelah memarkir mobil, kami langsung dech keluar dan berfoto-foto di area outdoornya. 


      I-city adalah area taman bermain terpadu yang menyuguhkan lampu-lampu hias yang dibentuk-bentuk dalam berbagai model di seluruh areanya. Ada bentuk pohon, bunga, burung flaminggo, kereta cinderella, dll. Biaya masuk ke area ini gratis, untuk parkir sih bayarnya RM 10, bisa bayar di mesin auto pay.
      Atraksi di i-city ini terbagi dalam 3 Gate, yaitu:
      Gate A:
      *City of digital lights
      *Giant Ferrish Wheel
      *Bumper Car
      *Circus Travel
      *Pirate Ship
       
      Gate B:
      *Water World
      *Under The Sea
      *SnoWalk
      *Ice Adventure
      *Jungle Train
       
      Gate C:
      *Red Carpet
      *House Of Horror
      *Trick Art Museum
      *Space Mission
      *Adventure Studio
      *Fun Drive
      *Thypoon
      *Sub Marine
      *5D Cinema
      *Jungle Adventure
      *Fitness Junior
      *Rocking Wheels
      *Itsy Bitsy
      Tiket masuk berupa kartu yang bisa di top up. Harga kartu RM 2. Satu kartu bisa dipakai untuk rame-rame, jadi tinggal isi aja nominal yang cukup untuk berame-rame. Berhubung tiket dan sisa deposit ga bisa di refund/ditukar menjadi uang tunai, maka isi aja secukupnya. Kan sayang kalau belum tentu balik lagi ke i-city. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung jam operasi, siang dan malam beda tarif, ada juga tarif normal dan mycard (kalau ga salah mycard ini untuk warga negara Malaysia). 
      Sebelum memutuskan untuk masuk ke salah satu atraksi saya sempatkan untuk berfoto-foto di bagian luar gedung Red Carpet, berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud di Bangkok, jadi saya tak tertarik untuk masuk ke Red Carpet, paling-paling juga mirip.



      Akhirnya saya memutuskan untuk masuk Trick Art Museum, dalam hati sih mungkin mirip-mirip dengan Trick Eye Museum De Mata di Jogja, tapi ga ada salahnya lah coba lihat apa aja koleksi di dalamnya. Harga tiket masuk Trick Art Museum RM 15/orang. 
      Berikut beberapa foto yang saya ambil di dalam Trick Art Museum i-City:








      Setelan keluar dari Trick Art Museum ternyata awish (anak kecil yang bersama kami) ingin main di wahana Itsy Bitsy. Jadi sementara dia bermain di dalam wahana saya sempatkan berfoto-foto di sekitar wahana tersebut.


      Sekitar jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat, untuk besok siangnya saya akan kembali ke Jakarta.
       
      NB:
      Transportasi umum untuk menuju i-city:
      Bus: dari KL naik RapidKL U80 tujuan terminal bus Shah Alam, kemudian naik bus U605 untuk menuju ke i-City.
      CommuterKTM: dari KL naik kereta KTM menuju stasiun Padang Jawa,  kemudian naik taxi untuk menuju ke i-City (ongkos taxi ke i-City kira-kira RM5 – RM7, mungkin harus nego dulu ya)
       
    • By satria11
      Jadi saya rencana akhir juni mau ke malaysia, nah tapi saya masih buta sama malaysia hihii. saran dong cara buat internetan disana, enaknya naik apa dari bandara buat ke kota nya terus buat nginep enaknya di daerah mana? mungkin master2 disini ada yg bisa jawab....
    • By Ahmad Andi Affandi
      Halo Jalan2ers ...jangan bosan sama saya ya ... , Kali ini mau cari teman nonton MotoGP di Chang International Circuit Buriram Thailand
      MotoGP Thailand berlangsung dari tanggal 5-7 Oktober 2018. Rencananya saya hanya menonton Sesi Race hari Minggu nya tgl 7 Oktober 2018.
      Saat ini kebetulan baru hanya punya Ticket Early Bird Side Stand seharga 1776.1 THB. Rencana Trip dari Sabtu 6-9 Oktober 2018. Itin Sementara sudah ada.
      So buat Jalan2ers yang hobi nonton MotoGP dan ada niat nonton disana boleh kontak ya.
       
      Day 1 Jakarta – Bangkok, Sabtu, 6 Oktober’18
      11:00               Check In at Soekarno Hata Int Airport
      13:10               Take off To Bangkok Don Mueang by Thai Lion SL 119
      17.00               Landed at Bangkok Don Mueang
      23.45 – 04.35  Bangkok to Buriram by Bus Nakhon Chai Air Gold Class (VIP)
      Day 2,Minggu, 7 Oktober’ 18
       Check In & Drop Bag at Fueang Fha Palace Hotel, Buri Ram     
      240/9 Jira Rd, Nai Muang, Buri Ram, 31000 Thailand
                              Go to Buriram United International Circuit
                              MotoGP Race ( 20 laps)
      Day 3 Senin, 8 Oktober’ 18
                               Check In at QOO Hotel, 54/56 Thani road, Buriram City Center, Buriram,
      Day 4  Selasa 9 Oktober’ 18
                             To Buri Ram Airport
      07:30               Check In at Buri Ram Airport (BFV)
      09:15               Take off To Bangkok Don Mueang by Air Asia FD 3523
      10.20               Landing at Bangkok Don Mueang (DMK)
                              At Siam Bangkok
      19:05               Take off To Soekarno Hata Int Airport by Thai Lion SL 118
      22.35               Landing at Soekarno Hata Int Airport
       
      Terima Kasih 
      Andy WA : 08111698889

    • By Tarmizi Arl
      PANDUAN WISATA DI KUCHING, MALAYSIA VIA PONTIANAK
      Hai Traveler...
      Pasti semua tau dengan Kucing kan? Hewan pemalas tapi menggemaskan. Nah, ternyata hewan yang sudah jadi sahabat manusia sejak zaman Mesir kuno ini menjadi inspirasi nama kota di negara bagian Sarawak, Malaysia. Kuching (dengan ‘h’ ditengah kata) adalah ibukota Sarawak, Malaysia. Banyak versi tentang asal nama Kuching, seperti karena dahulu banyaknya Kucing di wilayah ini, sampai versi yang katanya Kuching berakar dari bahasa mandarin yang berarti pelabuhan. Apapun itu, yang pasti memang kota ini menjadkan hewan Kucing menjadi maskotnya.
       
      Buat kalian yang berencana mencari alternatif perjalanan baru di Malaysia, maka Kota Kuching dapat menjadi tujuan wisata kalian. Karena di Kota yang dilalui sungai Sarawak ini, menyediakan beragam objek wisata andalan yang sangat menarik. Tahun lalu (tepatnya April 2014) saya berkesempatan datang ke Kota ini. Namun, perjalanan yang saya pilih ialah dengan singgah sejenak di Pontianak, Kalbar. Tentunya kalian dapat menikmati sejenak Sang Kota Khatuliswa, sebelum berlanjut ke Kuching.
       
      Mari kita berangkat !
       
      Hari 1
       
      Pilih lah perjalan sepagi mungkin dari kota kalian menuju Pontianak. Tentu saja agar lebih puas berkeliling Pontianak. Harga tiket promo jika kalian menggunakan pesawat dari jakarta ialah sekitar Rp450.000-Rp700.000.
      Pukul 09.00 pagi kami sampai di Bandara Supadio, Pontianak. Sebelum hari makin siang, langsung saja menuju agen Bus Damri untuk membeli tiket Bus Malam Pontianak-Kuching. Agen penjualan tiketnya sendiri berada di Jl.Pahlawan No.226/3 (0561-744859) atau di Jl.Sultan Hamid (0561-7076849). Dari stasiun kalian bisa naik taksi untuk menuju kota yang berjarak sekitar 15 km dari bandara.
      Sesampainya di Agen Damri, silahkan langsung membeli tiket Bus Malam ke Kuching dengan biaya Rp200.000,- . Jadwal keberangkatan ialah jam 9 malam. Dan biasanya di kantor agen ini juga banyak taksi yang menawarkan diri untuk mengantar kalian ke Terminal nanti malam. Ya, karena Terminal sendiri berada pinggir kota, jadi akan sulit jika tidak menggunakan jasa mobil taksi seperti ini. Tarif yang mereka tawarkan sekitar Rp150.000/mobil dan silahkan tawar menawar  untuk mendapat kesepakatan harga. Taksi akan menjemput kita di agen ini sekitar jam 7 malam atau sesuai kesepakatan saja dimana bertemunya.
      Setelah tiket aman, kalian bisa mencoba mencoba mendatangi beberapa tempat wisata di Pontianak seperti Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kadriah.
       
       
      Tugu Khatulistiwa (kiri) dan Keraton Kadriah (kanan)
      (sumber gambar : www.flickr.com dan www.haikudeck.com)
       
      Tugu Khatulistiwa sendiri berada di Jl. Khatuliswa. Disini terdapat museum khatulistiwa yang banyak membahas tentang garis imajiner bumi. Termasuk sejarah tugu khatulistiwa ini sendiri. Sekedar info, waktu terbaik datang kesini kabarnya ialah pada 21-23 maret atau 21-23 september, karena saat itu matahari tepat lurus diatas khatulistiwa alias tak ada bayangan di sini.
      Sedangkan Keraton Kadriah berada di jalan Tritura. Sekitar 9 km dari Tugu. Keraton ini menjadi saksi keberadaan kesultanan Pontianak dengan aristektur khas rumah adat Pontianak.
       
      Selepas berkeliling Pontianak, malam hari segeralah menuju Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang berada di Jl.Trans kalimantan.
       

      Terminal Bus Antar negara, Pontianak
       
      Sesampainya di terminal ini mungkin kalian sedikit kaget karena Terminalnya cukup besar untuk ukuran terminal, bahkan sudah mirip bandara. Fasilitasnya juga lengkap ditambah dengan kondisi yang tidak begitu crowded membuat kita cukup nyaman berada di terminal internasional ini.
       
      Pukul 21.00 bus pun berangkat, dan kalian bisa menikmati perjalanan malam ini dengan cara terbaik yaitu istirahat.
       
      Hari 2
       
      Ketika azan Subuh Berkumandang, kami sampai di Entikong yang menjadi Perbatasan Indonesia-Malaysia. Disini kalian akan diminta untuk turun dari bus dan mengantri di loket buat Cap Paspor. Ya... sedikit memakan waktu sih, karena antrian ternyata cukup panjang.
      Pukul 06.00 Bus kembali berangkat, dan langsung menuju Ke Kuching selama 2,5 jam kedepan.
      Sesampainya di Kuching, kalian akan di drop di Kuching Sentral. Terminal ini juga terkesan sangat modern. Disini kalian bisa bebersih karena toiletnya yang laik guna. Diterminal ini ada beragam loket Armada Bus jika kalian hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di serawak, termasuk hingga ke Brunei. Dan ada juga money changer jika kebetulan belum sempat tukar uang ringgit dari indonesia.
       

      Kuching Sentral
       
      Keluar dari terminal, kalian akan menemui sebuah loket Taksi resmi. Pembayaran taksi semua diatur langsung di loket, jadi kalian tinggal sebutkan tujuan lengkap dan akan keluar tarif yang ada. Kebetulan kami menginap di Hostel Saramo di Jl.Abell, dan kami kena biaya RM30 (sekitar Rp105.000) untuk menuju hostelnya.
      Hostel ini kami pilih karena tarifnya yang murah dan dekat dengan Kuching waterfront. Untuk kamar double bed hanya seharga RM50/hari (sekitar Rp175.000,-), dengan fasilitas AC,TV, dan Wifi.
       

      Fasilitas di dalam kamar Hostel
       
      Setelah istirahat sejenak di Hostel, Pukul 13.00 Kami keluar untuk berkeliling kuching. Tujuan utama kami ialah Monumen Kuching / Cat Statue.
       
      1. Monumen Kuching
       
      Selama di Kuching, kalian akan menemui banyak kucing, namun hanya berupa patung-patung yang menghiasi sudut kota.
      Monumen Kuching yang berada di persimpangan Jalan Tunku Abdul Rahman menjadi Statue utama yang menjadi landmark kota ini. Lokasinya cukup dekat dari hostel kami. Monumen ini seperti melambangkan satu keluarga Kucing. Ayah, ibu, dan anak-anaknya. Nampak seperti keluarga bahagia. Namun mereka tidak ikut program KB kerana anaknya ada 7 (kalo gaksalah itung).
       

      Monument Kuching
      (sumber gambar : www.cuti.my)
       
      Lanjut kembali ke tujuan berikutnya. Kami lakukan semua trip hari ini dengan berjalan kaki, karena memang lokasinya tidak begitu berjauhan dan tentunya kalian dapat lebih menikmati beragam atraksi wisata disini.
       
      2. Pink Mosqe / Kuching City Mosque
       
      Kuching City Mosque ini merupakan masjid besar di Kuching, dan juga terkenal dengan sebutan Pink Mosque karena warna utama nya ialah merah muda. Sangat eyecatching dari kejauhan. Masjid yang didepannya ada pemakaman ini, berada di Jalan market. Untuk kalian yang Muslim, jangan sia-siakan untuk sholat di sini.
       

      Pink Mosque
      (sumber  gambar : www.slowtrav.com)
       
      Selepas ashar, kami melanjutkan perjalanan kaki kami kembali ke arah timur yaitu untuk menikmati Kuching waterfront. Ya... tentu saja untuk menikmati berjalan di pinggiran sungai seperti ini, sore hingga malam hari adalah waktu yang tepat.
       
      3. Kuching Waterfront
       
      Kuching waterfront layaknya seperti pusat wisata di sini. Bagaimana tidak, sepanjang sekitar 1 km pinggir sungai sarawak ini dijadikan jalur wisata yang tertata dengan baik. Terdapat pedagang seperti pedagang kaki lima di indonesia namun dalam versi rapi dan tertata. Mereka menjual beragam aksesoris untuk cindramata, pakaian, bahkan makanan/minuman. Mereka umumnya baru membuka lapak saat sore hingga tengah malam.
       
       
      waterfront
       
      Suasana waterfront ini semakin indah karena tepat disisi sebrangnya, terdapat bangunan Gedung Dewan Sarawak. Gedung berwarna emas ini menjadi latar yang sangat indah ketika kita bersantai di waterfront.
       

      Gedung dewan sarawak
       
      Lampu-lampu jalan dan bangunan mulai menyala, yang artinya malam menjemput. Suasana waterfront pun akan semakin semarak dengan lampu-lampu nya dan mulai ramai dengan pengunjung. Begitupun Gedung Dewan Serawak yang terang menyala semakin menambah semarak suasana malam Kota Kuching.
       

       
      Suasana Malam waterfront
      (sumber  gambar : isadora)
       
      Untuk makan malam, kami memilih untuk meyebrangi sungai Sarawak ke Foodcourt yang ada di sebrang waterfront. Untuk menyebrang, kalian cukup membayar 5 sen saja untuk naik perahu per sekali jalan. Dalam waktu satu menit kita sudah sampai di sisi lain tepi sungai sarawak.
       

      Perahu Sungai sarawak
       
      4. Foodcourt Tepi Sungai
       
      Foodcourt ini pun menjadi penunjang konsep waterfront Kota kuching, karea lokasinya juga persis di tepi sungai. Dari sini, kalian bisa melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat di Pusat kota Kuching.
       
      Di foodcourt ini, kalian akan menemui beragam counter makanan yang menjual beragam jenis makanan. Dari yang khas malaysia, hingga menu-menu dari bermacam negara, termasuk indonesia seperti mie kocok bandung.
      Harganya pun standar seperti harga foodcourt di mal mal indonesia, jadi jangan khawatir dengan biaya makan disini.

      Food court
      (sumber gambar : www.syarliz.blogspot.com)
       
      Sudah puas dan kenyang, kami pun kembali naik perahu dan berjalan kaki lagi menuju Hostel untuk beristirahat.
       
      Hari 3
       
                  Hari ketiga dapat kalian manfaatkan untuk menjelajahi kuching lebih dalam. Tujuan wisata utama kami di hari ketiga ini ialah Cat Museum. Tapi, ssebelum menuju sana, kami manfaatkan untuk singgah dulu ke Fort Margherita.
       
      Menuju Fort Magherita pukul 09.00, kami kembali menyebrang dengan perahu, karena benteng ini memang berada disisi utara Sungai sarawak. Selepas dari perahu, kalian akan berjalan kaki kearah barat sekitar setengah jam melalui jalan-jalan kecil perumahan.
       
      5. Fort Margherita
       
      Benteng yang dibangun tahun 1879 ini berada persis di timur Gedung Dewan. Lokasinya yang cukup terpencil, menjadikan benteng ini tidak banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu memang benteng ini tidak begitu besar, dan tidak begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain untuk memuaskan hasrat berfoto ria.
       

      Fort Marghareta
      (sumber gambar : www.placeandsee.com)
       
       
      Perjalanan pun kami lanjutkan dengan harapan segera bertemu dengan jalan raya untuk mencari taksi. Namun ternyata cukup jauh jika berjalan kaki dari benteng ke jalan raya, sekitar 1,5 km. Jadi jika kalian tidak berminat berjalan kaki seperti kami, maka saya sarankan untuk menelpon taksi terlebih dahulu agar dijemput di Fort Margherita.
       
      Hampir setengah jam berjalan, sampailah kami di Sarawak State Government. Disini kami minta bantuan security untuk menelponkan kami taksi. Untungnya securitynya juga baik hati dan dengan senang hati mencarikan kami taksi.
      Setelah menanti,  taksi pun datang, dan membawaka kami ke Cat Museum dengan kesepekatan harga hanya RM20, cukup murah apalagi karena bisa share biaya sama teman trip.
       
      6. Cat Museum
       
      Muzium Kucing berada di atas perbukitan, sehingga kalian bisa melihat lanskap kota dari atas museum ini.
       

      Gedung Cat Museum
      (sumber gambar : www.comesarawak.blogspot.com)
       
      Tiket masuk nya GRATIS.. yakin? Hm... ternyata gak juga sih, karena jika kita bawa kamera hp kedalam maka kita kena biaya RM2, Camdig RM3, dan RM5 buat SLR . jadi ya tetep bayar itungannya karena kan sayang banget kalo masuk tapi gak foto-foto.
       
      Didalam Cat Museum ini jangan bayangkan ada kucing hidup kayak di pet shop. Museum ini berisi beragam hal tentang kucing seperti patung, lukisan, pernak pernik, dan beragam kisah dan sejarah kucing. Emang menarik? Bagi saya museum ini cukup menarik karena banyak hal baru yang akan kalian temui tentang kucing, apalagi setiap sisi dapat kalian manfaatkan untuk berselfie ria.
       

      Salah satu ruang di Museum Kucing
      (sumber gambar : www.sarawak.attractionmalaysia.com)
       
       
      Tak terasa, ternyata hampir 2 jam kami keliling museum ini. Selepas membeli oleh-oleh baju dan pernak pernik kucing yang dijual di museum ini, kami pun kembali ke Pusat kota. Lagi-lagi minta tolong security untuk menelpon taksi. Dan tujuan kami berikutnya ialah kawasan China Town
       
      7. China Town
       
      Selalu ada China town di kota-kota besar, termasuk Kuching yang multietnis ini. China Town di kota ini tidak begitu besar, namun cukup menjadi daya tarik wisata jika kalian berkesempatan datang ke Kuching.
       

      China Town
       
      Siang hari, kami putuskan untuk berkeliling Kuching dengan berjalan kaki kembali untuk menikmati bangunan-bangunan khas disini. Kotanya yang  kecil dan nyaman membuat kalian tak akan begitu lelah untuk berjalan kaki, apalagi objek wisata nya cukup berdekatan, seperti Klenteng Tua pek kong dan Chinesse History Museum.
       

      klenteng Tua pek kong
      (sumber gambar : www.sarawaktourism.com)
       
      8. Main Bazar
       
      Menjelang sore, kami sempatkan untuk mengunjungi Main bazar yang berada di sebrang jalan dari waterfront. Disini kalian bisa berbelanja souvenir khas sarawak. Selain itu terdapat juga kue khas Kek Lapis, atau kita biasa kenal dengan kue lapis.
       

      Main bazar
      (sumber gambar : www.airasia.com)
                 
      Malam hari terakhir di Kuching kami mencari tempat makan. Salah satu yang cukup terkenal ialah Top Spot Foodcourt. Foodcourt yang berada di atas gedung bertingkat ini, menjual beragam seafood yang menjadi andalannya. Namun dari segi biaya, dapat dikatakan cukup memasang harga yang tinggi disini. Jadi tidak disarankan untuk kalian yang mau berhemat. Tapi jangan khawatir, sebagaimana ibukota, untuk urusan makan malam, kalian tidak akan sulit mencarinya. Cobalah berkeliling main bazar dan sekitarnya, maka kalian tingal pilih rumah makan yang sesuai selera dan budget pastinya.
       
      Setelah perut terisi, kalian dapat manfaatkan sisa perjalanan dengan mengeskplor suasana malam Kota Kuching. Bangunan-bangunan tua disepanjang jalan dapat menjadi objek foto yang menarik karena sudah di tata dengan pencahayaan yang menarik.
       

      Old Court House
      (sumber gambar : isadora)
       
       
      Hari 4
       
                  Dihari terakhir di Kota Kuching ini, ada beberapa pilihan untuk kalian kembali ke tanah air. Seperti yang kami lakukan adalah mengambil penerbangan pagi tapi tidak langsung ke jakarta, melainkan ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. Penerbangan ke Jakarta memang harus transit ke KLIA, dan untuk itulah kami memilih untuk memisahkan penerbangan. Penerbangan pagi jam 7 kami ambil agar jam 9 sudah sampai ke KL dan bisa berkeliling di KL hingga malam. Dan malam kalian bisa kembali ke Jakarta.
      Alternatif lain ialah kembali menggunakan bus pagi ke Pontianak. Atau jika memang tidak memiliki waktu, silahkan pilih penerbangan ke Jakarta dengan transit singkat di KLIA.
       

      Kuching Int Airport
      (sumber gambar : www.etawau.com)
       
       
      Begitulah Field report saya selama di Kuching, sebuah Kota yang sangat sesuai untuk kalian yang ingin menenangkan pikiran dari keriuhan kota besar seperti Jakarta.
      Happy Traveling !
    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".