Sign in to follow this  
nafariza

Air Terjun di Laut Ada di Teluk McKenzie, Australia: Percaya?

7 posts in this topic

Kalau mau ke air terjun, biasanya jalan2ers akan ke daerah pegunungan, benar tidak? Air terjun merupakan air yang jatuh dari ketinggian. Jadi air terjun di pegunungan akan ditemui dari sela2 bebatuan sebagai sumber mata air, atapun di ujung air sungai yang jatuh ke danau ataupun menyambung ke sungai lainnya yang berada di bawahnya.

Percaya atau tidak percaya, ada air terjun yang bisa jalan2ers temukan di tepi pantai. Tepatnya di Teluk McKenzie, New South Wales, Australia. Bagaimana mungkin bisa ada air terjun di tepi pantai? Dari ketinggian mana airnya jatuh?

Kalau tidak percaya, silahkan lihat ke gambar di bawah ini.

tumblr_mbzup3F7Mc1qjvnc4o1_1280.jpg

Di ujung bebatuan yang dekat ke pantai, muncullah air terjun. Ketinggian air berasal dari ombak dari laut yang menuju penggiran pantai. Akibat adanya bebatuan di tepi pantai, terciptalah air terjun di tepi pantai. Bagaimana menurut jalan2ers? :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

keliatan kaya tipuan kamera yah he2.

tapi beneran kayanya, ini kan karena batunya lebih tinggi dari pasir..

tapi aneh juga yah batu begitu besar ga terkikis sama air laut

saya juga sempet mikir itu tipuan kamera mbak. tapi masuk akal juga sih kalo itu beneran. walopun baru pertama kali denger bisa ada air terjun di laut.

kalo soal batu besar gak terkikis air laut juga mungkin mbak. liat aja batu karang. kokoh segede gaban di pinggir pantai kan :)

keren banget ya bisa kayak gitu.. jadi semacam air terjun mini ya hahahaha berarti ketinggiannya berubah-ubah ya kan dari ombak

hmm bener2 juga, ketinggian air terjunnya bisa berubah2 sesuai ketinggian ombaknya.. apa mungkin ya? :)

natural,tapi cantik dan unik,dari gambar ini,yang bikin tambah cantik..sunset nya,perpaduan yang ok.

gambarnya emang bagus banget mas :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By Santi Fitrianingsih
      Perjalanan ke Warnambool, Country site of Melbourne ( please visit this city, if u please J)
      Sampai juga di Melbourne airport. Waktu sudah jam 8 pagi,,,,wuuussshh angin dinginnya brrrrr….sampai di airpot, kita sudah dijemput sama teman teman kita di sini, namanya Ian dan Marja, saya pikir kita langsung ke city of Melbourne, eeeh ternyata kita di bawa kaboooorrr dari Melbourne.  Jadi ceritanya kita akan munuju countrysite Melbourne namanya Warnambool. Menempuh kurang lebih 3 - 4 jam dari Melbourne aiport ke Warnambool. Dalam perjalanan ke warnambool, setelah 1 jam lebih, kita berhenti di satu daerah namanya Steiglitz, di daerah ini ada kota tua yang sudah tidak berpenghuni, ditinggalkan begitu saja oleh orang2 nya, abandoned city, menurut sejarahnya, dikatakan bahwa dulu orang2 membuka daerah ini untuk tambang emas, tapi lama mereka tidak menemukan emasnya…bukan Ballarat yah, kalau ballarat, memang tambang emas zaman dulunya.


      lihat gabarnya hampir tidak ada orang, karena memang seperti kota Steiglitz yang di tinggalkan.
      Lanjut lagi dari Steiglitz ke arah Meredith, dan ini waktunya makan siang, isi perut dulu sebentar, kita makan pie brokoli, dan pie jamur, sama minum the, uenaaaaaaaaakk (atau saking laparnya) ….ga tau restoran apa itu, café pinggir jalan….. Hehehe…lupa foto juga, akhirnya foto di pinggir jalan Meredith – Steiglitz ajah deh
      Pinggir jalan abis makan pie di Meredith
      Sepanjang jalan menuju countryside pemandangannya bagus, jalan mulus, sesekali (yang ternyata sering kali) kita temukan pelangi JJ dan jarang sekali kami berpapasan dengan mobil, tidak ada lampu lalu lintas, no polisi, penduduknya pun jarang terlihat, yang ada malah sapi, dan domba di hamparan lapangan yang sangaaaat luas dan hijau.

      Heading to Warnambool, ada apa sih di Warnambool. Sebenarnya kita ke Warnambool ini untuk stay one nite sebelum besok rencana menyusuri Great Ocean Road dan balik ke Melbourne city. Yuk kita lihat di Warnambool ada apa….
      Check in dulu di Best Western Tudor Motor Inn, small hotel tapi asyik, kamar standart, dan bersih. Terletak di 519 Raglan Parade, Warnambool, pasti langsung ketemu gampang di cari, rate nya sekitar Rp. 900.000,00 – 1.000.000 an juta/malam.  (breakfastnya enak, dan porsinya buesaaarr hahaha).

       Ngapain yah, yuk taruh barang, trus kita jalan sekitar hotel, yup waktu menunjukkan hampir pukul 5 sore. Dan….wow mereka kebanyakan tutup jam segitu…..doenk. Yo  wis kita jalan jalan keliling warnambool ajah deh….dan bener donk sepiiiiiiii……astaga mendekati matahari terbenam sama sekali ngga ada orang di kota kecil ini persis kaya kota mati dan kita berlima masih keliling-keliling fofotoan…. Di bawah ini tampak sisi kotanya, banyak mobil parkir tapi orangnya hilang entah kemana. JJJ

      Cantiknya kota kecil ini, bersih, rapi, ga ada sampah, hanya daun daun jatuh saja yang megotori jalan, tentu saja karena ini musim gugur. Selalu ada Art n Gallery dan library walaupun di kota kecil, suka deh,,,,,take a pic dulu aaah.

      Lanjut lagi jalan menuju salah satu  ujung kota, Danau Pertobe, melihat matahari terbenam ceritanya…..viuuuh jauh juga. Sebenernya ada 1 site pantai tempat orang biasa lihat ikan paus, tapi agak jauh, bentar apa yah namanya Logan Beach Whale Watching Platform, tapi ngga akan keburu udah jam segini,,,,,hahaha seriusan ini ga ada orang satupun, bahkan convenient store sedikit sekali, hmmm…. baru tau kalo kota kecil di sini sampe begini.

      Di tepi danau Pertobe.
      Nikmati suasana musim gugur di negeri orang, good scenery, n enjoy the beauty of Warnambool sembari nunggu restoran buka jam 7 untuk makan malam…..dan bener dong … jam 7 teng restoran buka dan orang orang mulai keluar dari rumah itu juga bagi yang ingin makan di luar atau pergi ke bar. Saya sama sekali tidak melihat anak anak begitu sampai kota kecil ini. Aktivitas restoran juga tidak begitu lama setelah selesai makan malam, ngobrol sebentar dan pulang. Kecuali bar mereka buka sampai tengah malam.
      Amazing yah, masyarakat di sini, mereka benar-benar  tutup 2 jam (jam 5 sampai jam7) untuk istirahat, berkumpul dengan keluarga, atau bagi restoran ya bisa prepare untuk dinner.
      Untuk makan malam kali ini kami berlima memilih makan steak, setelah itu, back to hotel n tidur, karena beberapa dr kami lumayan jetlag.
      Zzzzz, siap siap besok pagi Great ocean road, silahkan baca postingan saya selanjutnya di 4 pitstop in Great Ocean Road.
      Terimakasih sudah baca yah, semoga berguna, feel free to ask.
      Mpit.

       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By Daniel Obernando Simandalahi
      Saya berencana ke Perth tanggal 27 November sampai 3 Desember 2017 (solo trip). Barangkali ada yang mau gabung, bisa berkabar ke obernandodaniel@gmail.com . Terimakasih :)
    • By Sahat
      Selamak pagi rekan-rekan jalan2ers, apa kabarnye? Ada yang sudah plan rencana jalan-jalannya tahun depan? Mungkin sudah pada banyak kali ya plan nya.
      SEBENARNYA INI MASIH TERLALU AWAL KALI YA, tapi Kebetulan saya ada plan untuk menghabiskan masa liburan hari raya idul fitri 2018 tahun depan di bali. Saya rencana berangkat ke bali tanggal 12 Juni 2018 dan balik ke Jakarta tanggal 23 Juni 2018 which is itu kira-kira 12 hari (tiket sudah issued). Tetapi setelah mikir-mikir menghabiskan 12 hari dibali sepertinya terlalu lama karena sebelumnya udah beberapa kali juga ke Bali. SO ane memutuskan kenapa gak pergi aja explore tempat lain. Setelah mikir-mikir berhari-hari wkwkwkkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkw Akhirnya ane memutuskan untuk mencoba explore daerah yang rada dekat dengan bali. taraaaaaaaaa. Ane issued tiket Bali-Perth Australia PP 15 Juni 2018-21 Juni 2018.
      So buat teman teman yang sekiranya punya jadwal sama atau yang tertarik mau join. Bisa kontak saya ya. Untuk daerah australia nya saya masih berfikir untuk explore Perth nya, jika nanti plan nya berubah mungkin bisa sekalian depart lagi ke Melbourne atau ke Sydney.
      Untuk Itinerary kasarnya sih kira2 seperti berikut:
      - Visiting Perth Bell Tower
      - Sunset at Perth Kings Park
      - Roadtrip From Perth to Kalbarri
      - The Nature's Window at Kalbarri National Park
      - E Shed Markets: Cheap Souvenirs in Perth
      - Kailis Fremantle: The Best Seafood and Fish Market in Town
      - Free walking city tours
      - Explore Fremantle by bike
      - Free movies and yoga in Northbridge
      - See Perth's Cultural side 
      - Cottesloe beach
      - Lunch with a view
      - Sample some of Perth’s fine craft beer
      - Little Creatures Brewery (cited by David Gower as one of the best places to go in the city) is set inside a massive converted boat shed right on Fishing Boat Harbour. Get an insider’s look at the process with free tours of the brewery at 1pm, 2pm and 3pm.
      - Taste the Swan Valley. Lets chillin here
      - Explore the city for free (You can get around the city using the free CAT (Central Area Transit) bus.
      - The Pinnacles 
       
      BTW, untuk itin dapat berubah, dan itin diatas hanya gambaran saja. Jika nanti memutuskan untuk terbang lagi ke melbourne/sydney. Itin akan di buat ulang.
       
      Bisa contact saya di line/hp/WA : 081397839967
       
      Hatur Nuhun
    • By JasmineK
      Hi,
      I've read lots of guides on exploring Sydney general, like this one: What, Where And How To Visit Sydney: The Things You Might Not Know. But then I'm also wondering if there're other ways to explore Sydney. What kind of places should I visit? I don't have a long time - 2-3 days, a week max. Where do you think I should go, and what do you think I should eat?
    • By Viviiy
      images: Instagram
      Sumatra Barat memiliki banyak potensi wisata alam yang belum begitu dikenal, termasuk tempat wisata di Padang Pariaman. Tujuan wisata alam terpopuler bukan hanya pantai, namun juga air terjun; salah satunya adalah air terjun Baburai. Air terjun ini berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman, dan baru dibuka untuk umum pada tahun 2013 lalu.
      Akan tetapi, penduduk setempat banyak yang sudah sering datang ke air terjun ini, tentunya karena keindahan panorama di sekitar air terjun serta kesegaran airnya. Jika Anda ingin menikmati keindahan alami air terjun yang belum banyak dikunjungi, Baburai bisa menjadi pilihan.
      Keindahan Alami Air Terjun Baburai
      Karena air terjun Baburai belum banyak dikunjungi, dan masih relatif baru sebagai tempat wisata, fasiliats di tempat ini belum begitu banyak. Air terjun ini dapat dicapai dengan berkendara selama sejam dari pusat kota, dan berjalan kaki selama sekitar 10 menit untuk akhirnya mencapai air terjun. Ada tangga batu yang dibangun agar pengunjung bisa mencapai air terjun dengan lebih mudah. Akan tetapi, semua susah-payah berjalan itu terbayar dengan keindahan alami air terjun ini.
      Air terjun Baburai sendiri mengambil namanya dari kata "baburai" yang bermakna "tergerai," seperti pada rambut panjang, karena bentuk air terjunnya yang ramping dan tinggi. Air terjun Baburai sangat jernih dan dingin, sehingga sering dimanfaatkan warga sekitar untuk berenang, bersantai, dan melepaskan stres. Tempat wisata ini biasanya sedikit ramai setiap hari Sabtu dan Minggu serta saat libur sekolah, dan kebanyakan pengunjungnya di waktu-waktu seperti ini adalah anak sekolah dan keluarga.
      Air terjun Baburai kini juga berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air berskala kecil serta penyedia air bersih bagi masyarakat sekitar. Sejauh ini, fasilitas yang ada masih belum banyak, dan terbatas pada pedagang makanan kecil-kecilan. Akan tetapi, air terjun Baburai jelas sudah menjadi primadona masyarakat sekitar sebagai tempat wisata di Padang Pariaman, dan penduduk sekitar berharap pemerintah setempat akan mengembangkan air terjun ini sehingga menarik lebih banyak pengunjung.
      Jika Anda kebetulan berada di Padang Pariaman, luangkan waktu untuk mengunjungi air terjun Baburai yang indah.
      SUMBER
    • By Atmosfer Wisata
      Mohon maaf, 10 desember 2016 channel youtube saya sudah kena suspend. Jadi, saya upload videonya di vidio.com.
      https://www.vidio.com/watch/550480-panorama-air-terjun-tarunggang

      Air terjun tarunggang berada di Desa Rumah Lengo, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu (STM Hulu), Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Negara Indonesia. Air Terjun Tarunggang memiliki ketinggian 15 meter dengan pemandangan tebing goa serta ada...


      Blog
      http://bit.ly/2dpupIu