Sign in to follow this  
Icha Kitchen Ware

Snorkleng at GiliLabak

3 posts in this topic

Spoiler
Spoiler

 

 

Gili Labak memang keren abis untuk snorkleng,  Benar- benar pulau yang bersih airnya, juga trumbu karang serta ikan ikannya.

sayangnya saya tidak bisa menemukan banyak ikan & bintang laut... mungkin karena banyak pengunjung. dan jadwal tour yg singkat.

Lain kali akan menginap supaya lebi puas disana.

sayangnya peralatan yang di sediakan kurang nyaman, dikarenakan peralatan yang seharusnya sudah di perbarui.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Titi Setianingsih
      Jumpa lagi gaaeesss,,para JJ'er yang ruar biasa loyal sama KJJI

      Tangan sudah gatel nih, lama gak nulis, semoga report saya kali ini menarik. Pingin share info jalan2 kami (baca : Moms RM) di seputar Jawa Timur tepatnya Pulau Madura dan Probolinggo. Kami kesana tanggal 15 - 18 Pebruari 2018 kemarin, berangkat dari Jakarta dengan menggunakan kereta api Ekonomi AC dari Stasiun Senen, ambil yang jam 14.00 dan sampai di Stasiun Surabaya Pasar Turi kurang lebih jam 01.40. Hampir 12 jam di kereta, pasti cape ya ? Tapi karena kami tidur di kereta jadi rasa2nya gak cape, bahkan mobil rental sudah siap menanti dan kami langsung cuzz ke Pulau Madura, di stasiun hanya cuci muka dan sikat gigi saja.

      Begitu sampai Sampang madura, kami singgah shalat Subuh sekalian janjian sama teman JJ'er yang ada disana, dia sengaja nyegat kami dijalan krn tdk bisa ikutan jalan2 sehingga cukup ketemu sebentar dan tak lupa kasih bekal buat kami. Sarapan pagi masih di Sampang, di pinggir jalan yang kebetulan banyak perahu2 nelayan tertambat, jadi sambil sarapan sambil ambil foto keren, sinar mentari pagi itu sungguh cetar, sementara di Jakarta sana lagi dilanda banjir. Sungguh misteri alam yang masih menjadi rahasia Sang Maha Pencipta.


      HARI PERTAMA, 16 PEBRUARI 2018
      Tujuan kami ke Gili Labak, lokasinya masuk ke wilayah Kabupaten Sumenep, Kabupaten tertimur di Pulau Madura. Sebagai gambaran, di Madura itu ada 4 kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kalau dari Jembatan Suramadu, kekiri itu ke Kab. Bangkalan, kalau mau ke Sumenep ke kanan. Lumayan lama dari Jembatan Suramadu ke Sumenep, kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kendaraan roda 4. Jadi kurang lebih jam 9an kami sampai di pelabuhan kalianget, yang merupakan salah satu penyeberangan menuju Gili Labak. Kami go show aja jadi nyar kapalpun dadakan, yang ternyata juga ketemu calo, sehingga harga sewa kapal lumayan mahal, kami dikenai Rp. 800.000,- PP, itupun sudah ditawar terlebih dahulu.



      Perjalanan menuju Gili Labak kurang lebih 2jam, mentari sudah panas menyengat, tapi cuaca seperti itulah yang cucok buat foto2 di pantai, foto jadi cerah dan keren. Ini sesuatu banged kan ?



      Menurut bapak pengemudi kapal, bermain di Gili Labak cocoknya bulan Maret-April, kalau bulan Pebruari angin sedang besar, jadi dikhawatirkan ombak akan besar. Dan nyatanya, kapal2 besar banyak yang bersandar di kalianget karena dilarang berlayar oleh Kepala Pelabuhan. Entah kenapa kapal kecil macam yang kami naiki masih boleh berlayar ke Gili Labak, cuma pesannya gak boleh pulang sore2, maksimal jam 15.00 harus sudah balik ke dermaga kalianget.


      Tapi namanya Mommy2 kalau udah deket air laut dan pasir mana mau cepat pulang ? Gak ada puas2nya foto dengan berbagai gaya, walau kami gak snorkling krn waktunya yg kurang tepat, cukup puaslah kami menikmati indahnya Gili Labak, pasirnya yg putih, airnya yang jernih, cemara buaya berjejer dengan anggunnya, dan perahu2 kecil berseliweran kesana kemari, juga masih ada yang berani main banana boat, semua perlu keberanian pastinya.


      Dan begitu sudah mendekati jam 15.00 kamipun sudah berada kembali di kapal, apa yang terjadi ? Beberapa kali kapal balik ke pantai, angin sudah lumayan kencang, kami semua was2, tapi bapak pengemudi kapal memang sangat cakap dan pemberani, ombak yang bergulung-gulung itupun diterjangnya (memang arah pulang itu melawan arus ombak), dan yang ada di kapal hanya bisa bantu dengan doa, semoga kami semua selamat sampai dermaga kembali.

      Alhamdulillah, kurang lebih jam 17 kami mendarat kembali di pelabuhan Kalianget, salut utk si Bapak, dentuman kapalnya yang keras tertabrak ombak masih terngiang di telinga, kami semua menatap penuh harap kepengin mendapat jawaban yang melegakan dari si Bapak,,,Bapak itu bilang tidak apa2, dan kamipun kasih kode jempol buat si Bapak.
      Di pojok dermaga ada kamar mandi untuk bilas, dengan tarif Rp. 5.000,-. Sesudah mandi kami mencari makan di sekitar alun2 Sumenep. Dan mata kami tertuju pada sebuah rumah makan yang lumayan bagus, yaitu Rumah Makan kartini, alamatnya di Jl Diponegoro No. 83 Sumenep. Begitu masuk memang lumayan bagus tempatnya, menunya juga lumayan banyak, ada rawon, sate, sop buntut dll, dan ada yang aneh menurut kami yaitu cakee, akhirnya kamipun coba menu yang lain daripada yang lainnya. Rupanya setelah dirasa-rasa mirip2 dengan capcay cuma beda bumbunya, tentu saja kurang nendang bagi yang belum makan nasi. Sambil makan kami browsing2 hotel buat menginap malam ini, maklum ketika di Jakarta browsing via Traveloka tak ada satupun yang muncul nama hotel di Sumenep. Begitu di Sumenep kok muncul ?


      Selesai makan malam, kami singgah ke masjid Jamik atau sekarang disebut sebagai Masjid Agung Sumenep, yang merupakan icon Pulau Madura juga. Masjid ini sudah berumur ratusan tahun, dididirikan tahun 1.779, dengan arsitektur China dan India menjadikan masjid ini menjadi terkenal dan bahkan merupakan 10 besar masjid tertua di Indonesia, jika wisata religi ke wilayah Madura pasti mampir ke Masjid ini. Beruntung kamipun disempatkan singgah, lokasi ada di depan alun2 Kota Sumenep. 


      Selesai foto2 kami langsung menuju hotel untuk istirahat, kami menginap di Hotel Surabaya yang berlokasi di Jalan Mustika No. 1 Sumenep, lokasinya masuk gang, kami kebagian yang per kamarnya Rp. 140.000 single bed, jika menggunakan extra bed nambah Rp. 40.000 lagi, lumayan murah ya ?

      HARI KEDUA, 17 PEBRUARI 2018
      Pagi hari kurang lebih jam 06.00 kami check out dari hotel, dan mencari bekal sarapan untuk menuju Pulau Gili Iyang, disebut juga Pulau Oksigen karena di daerah ini memiliki kadar Oksigen tertinggi di dunia (ini menurut hasil penelitian dari Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jawa Timur), hal ini juga yang membuat kami mendatangi pulau ini saking penasarannya. 



      Kami terlebih dahulu menuju Pelabuhan Dungkek supaya bisa menyeberang ke Pulau Gili Iyang, dengan menyewa perahu kayu seharga Rp. 500.000,- PP. Waktu menyeberang kurang lebih hanya 45 menit jadi terasa singkat dan tidak was2. Begitu sampai di Gili Iyang sudah ada odong2 yang menunggu kami, okelah kami naik odong2 karena kalau jalan kaki akan lama dan cape tentunya. Sewa odong2 untuk keliling pulau seharga Rp. 150.000,- dan kami sewa 2 buah odong2. Ternyata ada beberapa tempat wisata yang ditawarkan di Pulau Gili Iyang, bukan hanya Titik Oksigen saja, tapi masih banyak yg lainnya seperti pantai, goa dan batu2an unik.


      Per-tama2 kami singgah ke Titik Oksigen, di titik inilah posisi kadar Oksigen tertingginya, dan kebetulan ada sebuah rumah yang dihuni oleh pasangan suami istri yang usianya sudah diatas 100 tahun tapi masih nampak muda dan sehat, sayangnya mereka tidak mempunyai keturunan sehingga kami tidak bisa membandingkan dengan anak2nya ? Sedikit keraguan muncul, jika ada anaknya maka kami akan bisa membuktikan seusia berapakah anaknya tersebut ? Juga cucunya dan cicitnya barangkali ? Tapi faktanya, di pulau ini banyak sekali orang tua, dan ibu2nya juga kuat2 karena terlihat mereka bisa angkat kayu ataupun galon di kepalanya, sementara suaminya hanya membantu menaikkan barang itu ke kepalanya,,,,(tergetar hati melihat pemandangan seperti ini)


      Sesudah ngobrol dengan pasangan suami istri tersebut, perjalanan kami lanjutkan ke Batu Cangga, tidak jauh jika dicapai dengan odong2, namun untuk menuju ke lokasi kita tetap harus melewati tahapan jalan kaki. Tapi tak usah khawatir, berjalan diantara kebun2 yang berdaun hijau dan rimbun bisa menjadi terapi awet muda, bukankah ini Pulau Oksigen ?

      Oh ya, di lokasi ini kami dipungut biaya masuk Rp. 3.000,- katanya untuk perbaikan fasilitas. Dan nyatanya betul, ketika kami browsing tempat ini awalnya tidak ada bambu pengaman sama sekali, jadi kita kudu merambat seperti cicak ke tebing2 batu itu untuk mencapai Batu Cangganya, sangat berbahaya. kalau sekarang, sepanjang tebing dipagari dengan bambu untuk pengaman, supaya kita tidak kecebur ke laut,,,,na'udzubillah, jangan lah yaaaa,,,makanya kudu hati2 dan waspada lihat jalanan, karena jalanannya licin dan sempit.




      Begitu sampai Batu Cangga, mata kita terbelalak dan mulut kita berdecak kagum, batu unik di tebing lautan luas, pastinya tidak semua orang bisa sampai sini ? benar2 emejing,,,


      Untuk yang pobia ketinggian disarankan tidak usah kesini, karena didepan kita bener2 laut yang dalam, takutnya lompat, jika perlu bawa pendamping yang benar2 tahu kondisi kita.
      Setelah puas foto2 di Batu Cangga, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ropet, Madura kaya akan pantai, namun setiap pantai mempunya keindahan yang berbeda. Kalau di pantai Ropet merupakan spot sunrise yang indah (katanya) karena kami pas sampai sininya sudah siang. Tapi dengan datang di siang hari juga tidak akan menyesal, karena pantainya benar2 cantek, paduan airnya antara hijau dan biru, juga batu2annya unik2.





      Jangan bosan gaeesssss,,,perjalanan masih panjang, kami malam ini targetnya nginap di Surabaya karena besoknya harus melakukan perjalanan lagi ke Probolinggo, jadi hari kedua ini benar2 padat acara, full time di jalan. Dan supaya Pulau Madura benar2 terkelilingi, maka kami ambil jalan pulang lewat Pantai Utara Pulau jawa, pantainya jangan ditanya, pasti indah dan mengagumkan. Salah satu pantai yang kami singgahi yaitu Pantai Slopeng masih di Sumenep. Kabarnya disini terdapat gundukan pasir yang unik, yang saya bayangkan seperti Gumuk Pasir atau apalah, tapi ini sudah menjadi tanah yang padat menyerupai bukit jadi sudah tidak seperti pasir yang asli lagi. Alhasil kami hanya main2 di pantainya saja, masih dengan pasir putihnya yang menawan.



      Kami hanya singgah sebentar di pantai ini karena waktu sudah menunjukkan jam 16.00, dan masih ada satu lagi yang menjadi target kami yaitu air terjun Toroan. Konon, air terjun ini merupakan air terjun satu2nya di Madura, dan air terjun yang sangat unik krn airnya langsung menuju ke laut. disamping itu jika datang sore hari akan bertepatan dengan matahari tenggelam / sunset, keindahannya sangat langka, dan ini view yang sangat kami idamkan. Ketika di sepanjang jalan terlihat air laut pasang, kami sudah ber-debar2 jangan sampai nanti tidak bisa turun ke air terjun. Nampaknya keberuntungan masih berada dipihak kami, meski air laut pasang, tapi kami masih bisa menikmatinya, hanya saja tidak bisa dekat2 dengan air karena ombaknya lumayan gede. Subhanallah, ini kali pertama saya lihat pemandangan yang luar biasa indah ini.



      Alhamdulillah, hari ini tercapainya semua spot yang dituju, cuaca mendukung sekali, terima kasih Ya Allah atas karuniaMU kepada kami semua. Makan malam kami singgah ke Bebek Songkem, karena kalau ke Bebek Sinjai sudah dipastikan tutup. 
      Perjalanan berikutnya menuju Surabaya dan cuzz ke Hotel Walisongo di Jl Petukangan sekitar Ampel, hotel murah yang per malamnya hanya Rp. 100.000an, jika nambah extra bed nambah Rp. 85.000,- (kalau ada yang murah kenapa pilih yang mahal to ?).
      HARI KETIGA, 18 PEBRUARI 2018.
      Jam 05.00 kami bergegas keluar hotel untuk menuju Probolinggo, tujuan kami adalah ke Gili Ketapang, spot snorkling yang lagi ramai pengunjung, kabarnya karena murah dan tidak harus menyeberang terlalu lama. Dan nyatanya kami hanya menyeberang sekitar 45 menit dari pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Dengan paket sebesar Rp. 100.000,- kita sudah bisa menikmati snorkling, foto underwater, dan makan siang termasuk ongkos kapal PP. Bagi kami Mommy2 yang jarang2 mainan underwater, snorkling di Gili Ketapang sudah cukup menghibur, hitung2 buat latihan. Dan dengan adanya snorkling ini maka jalan2 kami menjadi lengkap, semua terlihat puas dan biaya juga hemat karena kami sharecost.





      Sekian cerita jalan2 kami ya Gaeeesssss,,,semoga bermanfaat untuk referensi jalan2, dan terima kasih untuk yang sudah membaca sampai tuntas tas tas...!! Terima kasih juga yang sudah berkontribusi di jalan2 ini
      SALAM JALAN2 INDONESIA,,,,,!!
       
    • By Fath17
      Vitamin sea..
      Yuk bagi yg butuh vitamin sea segera merapat gengs..

      >> Trip GILI LABAK-MADURA <<
      Start Surabaya 240.000/pax
      >> Start Lamongan-Gresik +20K
      Tanggal pemberangkatan : 
      26 - 27 November sisa 5seat
      03 - 04 Desember sisa 9seat
      11 - 12 Desember booked 4seat
      17 - 18 Desember
      Explore Gili Iyang - Madura
      Every weekend of Desember
      Fasilitas :
       Welcome Drink
       Transportasi Surabaya – Kali Anget PP (Full AC)
       Ticket Kapal PP (Dermaga Kali Anget – Gili Labak)
       Snorkeling Gear (Goggle & Life Jacket, No Fin)
       Makan 2X (Breakfast & Lunch)
       Local Tour Guide
       Dokumentasi Underwater
       Retribusi + Tiket masuk Gili Labak
       Rest Area
       Asuransi Perjalanan
      ____________________________
      Punya kelompok, teman, grup yg mau jalan sendiri Private trip..??
      Jogja..? Malang selatan..? Bali..??
      Pulau Harapan & Pulau Pari Kep. Seribu...???
      Call for best price!
      More info :
      Cek @jm_adventour
      BB D0626312
      SMS/WA 085731563466
      PHONE : 082210899919
      Cek Lapak : http://kask.us/iee0V


    • By Fath17
      >>>>> JOMBLO FUN CAMPING <<<<<
      ____ON MARCH 11 – 13 2016____
      Hai para Backpacker & manteman yg suka lanjalan juga nge-Trip..
      Bosen dengan gaya Fun Camping yg gitu-gitu doank..?? Jalan-jalan, selfie, wefie, bahkan ta jarang buang sampah sembarangan, right!  
      Gabung yuk ama Fun Camping kita yg gak biasa ni, dab  “Jomblo Fun Camping” di Gili Labak-Sumenep 11-13 Maret 2016. Kita bakal punya Fun Camping di isi dg Mini Games, Bersih Pulau, Hunting Landscape & Belajar bareng tentang Milkyway Photography sama fotografer muda kita @dee_explorer lhooo....
      So, siapkan waktu, sisihkan uangmu, kita jaga kebersihan & abadikan keindahan Indonesia sambil lanjalan ya mBlo...
      >> Fasilitas :
       Welcome Drink + Snack
       Transportasi Surabaya – Kali Anget PP (Full AC)
       Ticket Kapal PP (Dermaga Kali Anget – Gili Labak)
       Snorkeling Gear 1day (Goggle & Life Jacket, No Fin)
       Tenda Camp (4pax / Tent)
       Makan 4X (Breakfast, Lunch)
       Morning coffee
       Fish Barbeque 
       Local Tour Guide
       Dokumentasi Upwater & Underwater
       Mini Outbond Game Jomblo
       Retribusi + Tiket masuk Gili Labak
       Learning Landscape & Milkyway Fotografi
       Rest Area 
       Sticker/Souvenir
       Asuransi Perjalanan


      RUNDOWN / ITINERARY
      Hari Pertama
      22.30 - 23.00 Penjemputan di Meeting Point (Bungurasih / Gubeng / Juanda)
      23.00 - 04.00 Perjalanan Surabaya – Kali Anget
      04.00 – 05.00 Tiba di Rest Area Kali Anget & Sholat Subuh
      05.00 – 07.00 Perjalanan dari Kalianget menuju Gili Labak
      07.00 - 08.30 Tiba di Gili Labak, Break & Breakfast (include)
      08.30 - 09.00 Briefing & Prepare Snorkeling
      09.00 - 11.00 Snorkeling di Bibir Pantai Gili Labak
      11.00 - 12.00 ISHOMA (Istirahat,Sholat, Makan) (include)
      12.00 - 14.30 Snorkeling di Spot berbeda
      14.30 - 15.30 ISTIRAHAT & SHOLAT
      15.30 - 17.00 Free Time
      17.00 – 18.00 Hunting Sunset & Keliling Pulau
      18.00 - 19.30 FREE TIME & SHOLAT
      19.30 - 21.00 BBQ ikan & Unggun Gembira (Dinner is Exclude)
      21.00 - 05.00 Acara Bebas & Istirahat ( Milkyway Learning PhotoGraphy)
      Hari Kedua
      05.00 - 05.30 Sholat Subuh
      05.30 - 07.00 Morning Coffee & Sunrise Hunter
      07.00 - 07.30 Breakfast(include) & Prepare Mini Game Outbond
      07.30 - 10.30 Mini Game Outbond + Bersih - Bersih Lokasi Acara
      10.30 - 12.00 Pembagian Door Prize Mini Game Outbond
      12.00 - 13.00 ISHOMA (include)
      13.00 – 14.00 Check-Out & Berkumpul di Pelabuhan
      14.00 - 14.30 Prepare Kembali ke Kali Anget
      14.30 - 16.30 Kembali dari Gili Labak ke Kali Anget
      16.30 - 17.00 Prepare kembali ke Surabaya
      17.00 - 21.00 Perjalanan Kali Anget – Surabaya
      21.00 - . . . . Tiba di Surabaya dan Sayonara . . . . .


      ALL ONLY IDR 375.000 / pax 
      *LIMITED Kuota / Seat

      SYARAT & KETENTUAN :
       Minimum pemberangkatan 14 pax / Peserta
       Seat DP Rp 150.000 / Pax paling lambat H – 2 
       Cancel diatas tanggal H – 2, DP hangus atau mencari pengganti
       Pelunasan sisa pembayaran saat Hari H di Meeting Point
       Go Show / bisa datang saat hari H selama kapasitas masih ada / memungkinkan.

      More info :
      BB 32363EBA
      SMS/WA 085731563466
      PHONE : 082210899919    

    • By Fujiyama Travel
      IDR 275k/pax
      Itinerary :
      02.00-03.00 Kumpul di Meeting Poin Surabaya
      03.00-07.00 perjalanan Surabaya-Sumenep
      07.00-07.30 penyebrangan ke gili labak
      07.30-12.00 snorkeling time dan keliling gili
      12.00-13.00 bersih-bersih, makan siang
      13.00-13.30 kembali ke pelabuhan kalianget
      13.30-17.30 perjalanan sumenep-surabaya, end tour
      Fasilitas:
      1. Transportasi Standar Pariwisata AC (tol, parkir,bbm)
      2. Snack untuk sarapan
      3. BBQ untuk makan siang
      4. Free Mineral water
      4. tour guide local
      5. dokumentasi underwater
      6. perahu cepat PP gili labak
      7. jaket pelampung
      8. snorkel
      9. Kacamata renang
      10. guest house (utk bersih-bersih)
      Jadwal Trip :
      31 Oktober
      1 November
      Info lebih lanjut, segera hubungi kami :
      Fujiyama travel
      Pin BBM 54AD772B
      WA/sms/telp 0821-3131-9868
      fujiyama.travel8@gmail.com
    • By chrizz_msweb
      Bila mendengan kata Gili, traveler pasti langsung membayangkan Gili Meno atau Gili Trawangan di Bali. Sebenar nya ada Gili lain yang tidak terletak di Lombok, yaitu Gili Labak di dekat Madura. Gili Labak ini tidak kalah dengan gili-gili lain di Bali.

      Untuk menuju Gili Labak, dari Jakarta saya terbang menuju Surabaya terlebih dahulu. Di Surabaya, tidak ada bis Trans Surabaya. Beda dengan Jakarta, Jogja, atau Semarang yang transportasi bis nya memiliki jalur tersendiri. Dari Bandara Juanda Surabaya, harus naik bis biasa ke terminal Bungurasih. Beruntung ada bis langsung ke Madura melewati jembatan Suramadu. Sebelum ada Suramadu, harus naik kapal lagi untuk menuju Madura.
      Terminal bis di Madura adalah terminal Sumenep. Dari sini, kita bisa sewa mobil menuju pelabuhan Kalianget. Sebaiknya periksa dulu jadwal kapal dari pelabuhan Kalianget. Saya kehabisan kapal hingga harus menginap semalam di Madura, baru besok nya bisa melanjutkan perjalanan ke Gili Labak. Untuk menginap di Madura, kebanyakan menginap di hotel Wijaya yang murah meriah, hanya sekitar 200 ribu semalam.
       

      Spot snorkeling di Gili Labak terletak di dekat pantai, jadi tidak perlu sewa kapal lagi untuk snorkeling. Namun sebaiknya tanya ke penduduk lokal, di mana bagian yang terdapat terumbu karang yang bagus. Air nya tidak terlalu bening pada saat saya melakukan freediving, penduduk lokal mengatakan bahwa kondisi air paling bening biasanya pada bulan Oktober. Terumbu karang yang terletak dekat pantai sudah banyak yang rusak, namun agak jauh dari pantai di kedalaman sekitar 8-10 meter kondisi terumbu karang nya banyak dan sangat cantik.
       
      Kebetulan saat saya ke sana, 17 Agustus, ada kegiatan SOLL (Save Our Littoral Life) yang diadakan oleh TNI AL. Kegiatan tersebut adalah penanaman kembali terumbu karang, bibit terumbu karang sudah disediakan dan kita tinggal mengikat nya ke dasar laut di kerangka yang sudah disediakan. Segera saya mendaftar jadi sukarelawan, kesempatan untuk berpartisipasi untuk keindahan terumbu karang, bukan hanya mengagumi keindahannya seperti yang selama ini saya lakukan.
      Kegiatan dimulai dengan upacara di dasar laut. Sayang air laut menjadi keruh karena terlalu banyak orang yang ikut serta dalam upacara. Foto underwater yang saya ambil hampir semua buram.
       

      Setelah upacara, penanaman terumbu karang pun dimulai. Bibit terumbu karang diikat di kerangka yang sudah disediakan di kedalaman sekitar 1.5 meter. Walaupun hanya 1.5 meter, cukup susah secara badan kita bergerak terus terkena arus, terlebih lagi saya tidak menggunakan scuba.  Para TNI menggunakan scuba bisa memasang terumbu karang dengan lebih efisien, tidak perlu bolak balik naik turun seperti saya. Namun saya cukup puas bisa terlibat kegiatan ini.
      Di malam hari, keindahan lain dari Gili Labak muncul. Gili Labak adalah pulau kecil tidak sampai 5 hektar, dan listrik berasal dari diesel yang hanya cukup untuk penerangan seadanya. Bahkan jumlah rumah tidak cukup untuk menampung semua tamu sehingga banyak yang tidur di luar. Saya beruntung masih mendapatkan kamar untuk menginap dengan biaya hanya seratus ribu rupiah,  walaupun sebenarnya lebih tepat disebut gudang alat snorkel daripada kamar. Dalam kondisi gelap seperti ini, bintang tampak dengan indah nya. Bahkan gugusan Bima Sakti bisa kita lihat dengan jelas.
       

      Untuk memotret bima sakti, perlu setingan khusus seperti bukaan besar, speed lambat, dan iso tinggi. Foto di bawah saya ambil dengan ISO 2500, F4, dan waktu 24 detik. Foreground diterangi dengan senter agar tidak jadi siluet.
       
      Keindahan lain dari Gili Labak adalah Sunrise nya.  Sunset biasa saja, namun Sunrise di bagian belakang pulau sangat menarik. Tidak terdapat pulau lain di sisi Timur Gili Labak, jadi Sunrise tidak terhalang sama sekali. Juga terdapat kapal nelayan yang bersandar dengan jumlah pas, tidak terlalu banyak. Cocok untuk dijadikan foreground.
       
      Sayang kapal yang menjemput kita kembali ke Madura berangkat pagi. Jadi saya tidak sempat freediving lagi. Masih ingin menikmati lagi keindahan dasar laut Madura, padahal kemarin non stop di air dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore.
       
      Full Story and Picture: http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2015/09/backpacking-gili-labak-madura.html