• agoda-hemat.png

Dimas101031

<ASK> Itinerary 8D 7N Hokkaido to Osaka

16 posts in this topic

Halo, :terpesona

 

Mohon pendapat dari master-master mengenai itinerary saya 8D 7N dari Hokkaido ke Osaka (agak ambisius ya?) tapi berhubung saya pengen lihat salju di bulan november makanya saya flight langsung ke hokkaido -dan juga november belum peak season-.

 

Berikut rencana itinerary saya :

Day 1  - Sampai Sapporo Airport & keliling Sapporo

Day 2 - ke Hakodate & lanjut naik shinkansen ke Tokyo

Day 3 - Tokyo

Day 4 - Tokyo

Day 5 - Lake Kawaguchi

Day 6 - Kyoto

Day 7 - Osaka

Day 8 - Osaka & malamnya flight pulang.

 

Btw, saya mau nanya ?

1. apakah sudah ada yang pernah coba rute saya ini dengan kisaran waktu yang sama? Dan apakah ada yang pernah coba dari sapporo ke tokyo naik JR Pass? apakah capek?

2. Untuk trip ke Otaru apakah bisa sebentar? Estimasi 3 jam?

3.Sapporo - Tokyo apakah worth it untuk shinkansen (mampir Hakodate) ataukah lebih bagus naik pesawat?

4. Apakah di  dalam kota Sapporo, Kyoto & Osaka JR Pass berguna maximal?

 

 

Terima kasih.

 

Mohon bantuannya ya:melambai

Edited by Dimas101031

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 hours ago, Dimas101031 said:

Btw, saya mau nanya ?

1. apakah sudah ada yang pernah coba rute saya ini dengan kisaran waktu yang sama? Dan apakah ada yang pernah coba dari sapporo ke tokyo naik JR Pass? apakah capek?

2. Untuk trip ke Otaru apakah bisa sebentar? Estimasi 3 jam?

3.Sapporo - Tokyo apakah worth it untuk shinkansen (mampir Hakodate) ataukah lebih bagus naik pesawat?

4. Apakah di  dalam kota Sapporo, Kyoto & Osaka JR Pass berguna maximal?

Kayak nya Hakodate worth deh si @HarrisWang baru dari sana, coba cek profile nya dia pernah tulis Hakodate Field Report @Dimas101031

4. JR Pass di Osaka-Kyoto kurang berguna maximal apalagi di Kyoto lebih sering pake Buss (Kyoto Bus Pass)

Share this post


Link to post
Share on other sites

 

11 hours ago, Dimas101031 said:

Btw, saya mau nanya ?

1. apakah sudah ada yang pernah coba rute saya ini dengan kisaran waktu yang sama? Dan apakah ada yang pernah coba dari sapporo ke tokyo naik JR Pass? apakah capek?

2. Untuk trip ke Otaru apakah bisa sebentar? Estimasi 3 jam?

3.Sapporo - Tokyo apakah worth it untuk shinkansen (mampir Hakodate) ataukah lebih bagus naik pesawat?

4. Apakah di  dalam kota Sapporo, Kyoto & Osaka JR Pass berguna maximal?

@Dimas101031

1. saya sih belum pernah, tapi yang pasti kagak capek karena cuma duduk doank +  tempat duduknya nyaman kalau naik Shinkansen.

2. bisa kok kalau cuma sekadar lihat2, karena kalau naik Bus/Kereta cuma 30 menit dari Sapporo .

3. Tergantung kebutuhan, naik pesawat juga membutuhkan waktu mulai dari jam menunggu + waktu dari bandara ke central kotanya.

4. untuk area localnya kurang maksimal.

untuk daerah Sapporo didominasi oleh Kereta bawah tanah + Bus. tapi sebagian bus tercover oh JR Pass.

begitu juga untuk area Kyoto didominasi oleh Bus, sedangkan Osaka didominasi oleh Kereta Bawah Tanah.   yang dimana di kelola oleh perusahaan lain alias tidak tercover oleh JR Pass.

Share this post


Link to post
Share on other sites
11 hours ago, Dimas101031 said:

1. apakah sudah ada yang pernah coba rute saya ini dengan kisaran waktu yang sama? Dan apakah ada yang pernah coba dari sapporo ke tokyo naik JR Pass? apakah capek?

Saya pernah 2 kali nyoba rute: Tokyo-Hakodate-Sapporo-Hakodate-Tokyo-Osaka-Kyoto-Tokyo (keluar masuknya dari Tokyo dan full pake JR Pass)
Ngga capek sih, gw doyan naik kereta, apalagi keretanya shinkansen wkwkwkwkwk

Pas winter, pemandangan putih semua, gunung, danau, rumah rumah semua putih ketutup salju gitu. Gw sih enjoy aja :D 

11 hours ago, Dimas101031 said:

2. Untuk trip ke Otaru apakah bisa sebentar? Estimasi 3 jam?

Bisa, kalau cuma numpang foto. Dingin juga kan disana pas winter wkwkwkwk

11 hours ago, Dimas101031 said:

3.Sapporo - Tokyo apakah worth it untuk shinkansen (mampir Hakodate) ataukah lebih bagus naik pesawat?

Gw pernah 2 kali dan worth it bangat karna megang JR Pass, jadi ngga ngerasa rugi beli JR Pass mahal mahal wkwkwkwk

Tapi gw ngga langsung, selalu di Hakodate nginap 1 malam :D 
Jadi trip nya di pecah, ngga sekaligus 8 jam di jalan.

11 hours ago, Dimas101031 said:

4. Apakah di  dalam kota Sapporo, Kyoto & Osaka JR Pass berguna maximal?

Di Sapporo gw naik subway, tram doang dan itu ga covered JR Pass. Ga nyoba naik bus.

Di Kyoto nyobain beberapa line kereta yang memang JR punya, jadi kepake. Bus pernah naik tapi yang bukan JR Punya, jadi beli one day pass.

Sama juga di Osaka, pilihnya naik line yang emang covered by JR, macam Osaka Loop Line, Sanyo Line dkk. Jadi kalau udah tau megang JR Pass, cari alternatif naik keretanya yang memang JR Punya, biar ngga mubazir.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wahh thank you masukannya 
@deffa @kyosash @HarrisWang

:rate:rate

anw, sekitaran tanggal 18 november 2018 apakah udah ada salju ya di sapporo menurut pengalamannya dari kakak-kakak?:terpesona

 

soalnya pengen banget lihat salju, ampe bela2in flight ke sapporo, takutnya di tokyo,kyoto & osaka ga ada salju tanggal segitu. 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
51 minutes ago, Dimas101031 said:


anw, sekitaran tanggal 18 november 2018 apakah udah ada salju ya di sapporo menurut pengalamannya dari kakak-kakak?:terpesona

 

kagak bisa dipastikan, waktu saya di Sapporo sekitar akhir Oktober udah turun salju.  

kalau pertengahan November ada kemungkinan kok udah turun salju, rajin2 aja cek prediksi cuaca.

Share this post


Link to post
Share on other sites
12 minutes ago, HarrisWang said:

Bulan depan ga mampir Hakodate/Sapporo Mod... jauh jauh kesana emang mau ngejar saljuan wkwkwkwk

wkwkwkw jadi Kansai lagi? @HarrisWang:D

55 minutes ago, Dimas101031 said:

anw, sekitaran tanggal 18 november 2018 apakah udah ada salju ya di sapporo menurut pengalamannya dari kakak-kakak?:terpesona

 

Coba cek di Accuweather aj, mereka hampir akurat kok prakiraan cuacanya @Dimas101031

Share this post


Link to post
Share on other sites

 @kyosashwah thank you @deffa @HarrisWang

untuk fast responnya.

 

oh ya, satu lagi, kan saya berencana ke kawaguchi dari tokyo - kawaguchi - kyoto,

untuk rute ini apakah bisa seperti ini :

dari shinjuku naik bus express ke kawaguchi langsung, dan pulangnya naik bus ke mishima stasion dan lanjut naik shinkansen ke kyoto?

 

:melambai:melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites
1 hour ago, Dimas101031 said:

dari shinjuku naik bus express ke kawaguchi langsung, dan pulangnya naik bus ke mishima stasion dan lanjut naik shinkansen ke kyoto?

 

kemarin saya ke Kawaguchiko PP dari Shinjuku Bus Terminal, gak tau kalau ada rute dari Kawaguchiko langsung ke Mishima Station. @Dimas101031

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, Dimas101031 said:

oh ya, satu lagi, kan saya berencana ke kawaguchi dari tokyo - kawaguchi - kyoto,

untuk rute ini apakah bisa seperti ini :

dari shinjuku naik bus express ke kawaguchi langsung, dan pulangnya naik bus ke mishima stasion dan lanjut naik shinkansen ke kyoto?

 

@Dimas101031

Kawaguchi ini kawaguchiko yang di dekat Gunung Fuji atau daerah Saitama yah?

kalau yang dekat daerah Gunung Fuji.

iya bisa kok, cuma dari Kawaguchiko ke Mishimanya, frekuensi busnya agak jarang, sekitar 1-2 jam sekali. habis itu naik Shinkansen turun di Nagoya trus ganti Shinkansen ke Kyoto.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Gulali56
      Dari pertama kali ke Jepang, saya selalu penasaran sensasi onsen di negeri sakura ini, tetapi selalu kebentur waktu/jadwal yang mepet atau tdk pede dengan onsen yang rata-rata minim bhs inggris.
      Kebetulan  utk trip saya ini saya ada jadwal pesawat yang gak memungkinkan utk bolak balik airport ke kota. Jadi akhirnya gak hanya 1x nyoba tp nyoba 2x sekaligus .
      New Chitose Airport Onsen, terletak di lantai 4 di gedung terminal New Chitose Airport. Untuk nyari escalator nya harus ke lantai 2 bagian keberangkatan (departure) dan menuju  ke area shopping world nya.

      Untuk pengalaman onsen pertama kali, onsen ini recommended bgt karena info bhs inggris cukup memadai, bisa browsing website untuk liat-liat hrg maupun kondisi onsen.
      Pertama kali masuk kita harus melepas alas kaki dan memasukkannya ke tas kantong yang sudah disediakan baru menuju counter untuk cashier dan information.

       
      Di counter, front staff disana memiliki kemampuan bhs inggris yang cukup utk kasi tau kalau kita harus membayar diawal biaya masuk sebesar 1,500yen, nanti kita akan dikasi tas yang isinya handuk ,bathrobe dan gelang kunci sekaligus sebagai alat pembayaran. Disini kalau kita gak request yukata, kita akan dikasi bathrobe standard warna coklat bata. Pengalaman pertama kali karena saya bengong doank pas mas2 nya neranginnya gak bikin tambah jelas, saya terima2 aja bathrobe yang ini. Heheh.. terus nyesel ndiri karena pas udh ngeh, yukata yang lucu-lucu sudah habis.

      Visit yang ke-2, dari awal saya sudah langsung nunjuk yukata yang saya mau, jadi langsung dikasi tas isi yukata itu.
      Setelah terima tas handuk+yukata, saya titip koper besar saya ke area penitipan/ cloaking room. Plus titip tas sepatu saya. Baru setelah itu saya liat2 area onsen.
        
                 
      (arcade game)                                                                                                                                          (locker kecil berbayar pake gelang kita)
      Pada dasarnya disini cukup jelas,fasilitas mana yang nambah bayar ataupun all inclusive di 1500yen yang pertama kali kita bayar. Yang membutuhkan barcode dari gelang kunci kita itu menandakan fasilitas itu harus bayar lagi.
      Di onsen ini , ada self service drink machine yang isinya kopi, teh tawar, green tea dan mineral water. Warna merah dan biru itu untuk pilihan panas/dingin masing-masing minuman. Disebelahnya disediakan juga, gula (bubuk dan cair) beserta creamer nya.
         
      Onsen di Jepang ini tidak memperbolehkan memakai baju renang, karena nya dari awal sudah dipisahkan antara ruang ganti wanita dan pria. Dari ruang ganti akan ada pintu langsung menuju kolam pemandian air panas yang sudah terpisah.

      Perhatikan juga ya tulisan kanji diawal angka di gelang kunci , dan samakan dengan di loker nya. Krn ternyata angka2nya berulang di setiap baris loker. Saya pun kalau gak dibantu org local yg super helpful, juga tdk bakalan ngeh, maksain aja tuh kunci sampai berkali-kali.

        
      Disini toiletries nya super lengkap, dari handuk kecil buat basuh, sisir dan sikat gigi yang masih baru, sabun, shampoo,conditioner , lotion, pembersih muka, spray rambut , hairdryer sampai sikat badan semua disediakan gratis disini. Yang kurang itu pasta gigi aja.
      Ada juga vending machine yang menjual ikatan rambut, sampai celana dalam ganti.

      Krn nge-trip sendirian, saya gak terlalu self conscious  berbugil ria. Lah semua nya jg bugil dan gak kenal pulak. Jadilah sok santai sambil lirik2 ke org lokal harus bgmn dulu.

      Menuju ke kolam pemandiannya, kita diharuskan mandi di sisi sebelah kolam ada tempat mandi rame-rame yang kurleb seperti di foto (hsl google) cuman bedanya ada sekat2 jadi gak senggol2 amat. Masing-masing ada sabun cuci muka, sabun mandi, shampoo dan conditioner merek keluaran Kracie dari Kanebo. Ada juga bilik shower versi modern tp saya intip toiletries nya justru tidak ada, lagian mendingan mandi sambil duduk2 khan, apalagi sehabis long flight dari Jakarta-Narita-Sapporo.

      (hasil google bukan dari foto onsen di new chitose ini)
      Abis mandi langsung siap nyebur. Sebnrnya yang benar rendem kaki dulu biar badan gak kaget , tapi berhubung saat itu Sapporo sudah minus 6 derajat jadi baru berdiri sebentar sudah menggigil. Jadi saya langsung berendam seluruh badan saja.. setelah anget dan mati gaya, baru saya nyobain outdoor bath yang lbh beku lagi. Ternyata seru bgt lho, berendam air panas sementara kita bisa liat snowing.

      (ini foto dari website nya, susah curi-curi foto disini krn ada aja yg lagi rendem2)
      Di kolam pemandian ini ada akses ke wc juga, jadi tidak perlu jauh2 ke kamar ganti utk ke wc. Ada akses ke massage berbayar, maupun ke wet dan dry sauna yang gratis.
      Wet sauna itu kamar steam yang dindingnya ubin, sedangkan dry sauna itu yg dinding nya kayu. Semua nya saya coba. Inget ya kalo di wet/dry sauna itu maximal hanya 10-15menit, yang ada bisa dehidrasi badan kita.
      Setelah puas mencoba semua jenis sauna yang gratisan, akhirnya stlh bilas baru deh balik ke ruang ganti utk siap2 mo tidur di onsen. Yes… di onsen ini ada fasilitas relaxing room nya dimana kita bisa nginep overnight disini, cukup nambah 1,500 yen yg dibyr pas pulang nanti. Dari tambahan ini besok pagi kita akan dpt breakfast buffet.
      Relaxing room itu terdiri dari deretan kursi panjang seperti kursi pijat di reflexology, ada tv di masing2 kursi dan bisa reclining juga. Disediakan handuk utk selimut. Karena pada wkt pertama kesini, gak tll penuh, saya ambil handuknya 3lapis. Satu buat alas bdn, satu buat kepala dan satu buat selimut.

      Mohon jgn ditiru kerakusan saya ini.
      Sebnrnya ada private room jg, tp hrg room nya start from 5,000 yen. Berhubung saya mau optimal nyobainnya, saya cukup yg relaxing room saja. So far sih gak empuk2 amat tapi gak keras juga kursinya dipakai tidur. Yg jadi mslh krn saya cukup anxious utk early flight keesokan harinya, saya jadi gampang terbangun dengan suara ngorok orang sebelah, pdhal sudah pilih relaxing room yang khusus wanita.
      Yang tadinya mau bangun jam 6, malah dari tiap 2jam kebangun, yang ada jam 3pagi saya kebangun haus terus foto2 onsen diwaktu sepi.. hehe kalau byk org pasti dilarang foto2 disini.Sayangnya jam 3pagi pun ada aja yg berendem di outdoor bath jadinya saya gak bisa ambil foto disitu.
      Breakfast buffet di mulai dari jam 6pagi, ada miso soup, nasi, sosis, berbagai sayur fermentasi khas jpn dll. Jgn Tanya halal/tdk ya, saya jg tdk ngerti.


      Basically onsen di awal dan akhir perjalanan saya ke Hokaido ini merupakan highlight saya saking bahagianya beranget ria di bulan Februari di Hokaido.
       
      Untuk info lbh lanjut silakan browse: http://www.new-chitose-airport.jp/en/spend/relax/spa/
       
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Aleyna Azzahra
      Hi, aku lagi cari teman travelling ke Jepang kira-kira tanggal 9-15 Desember 2018. Nanti nginep di hostfam, kita bisa cari bareng-bareng di Couchsurfing.
      Rencananya mau ke Disneyland, Lake Kawaguchiko (Fuji), Ueno Zoo, dll
      Kalau tertarik bisa contact ke ID LINE aleynazhr, don’t hestitate to contact me ya! Kalau bisa secepatnya, mumpung ada promo dari Airasia!
      FYI, aku mahasiswi, umur 19 tahun. Kalau bisa travelmatenya juga seumuran, tapi kalo engga, juga gapapa!
    • By enda28
      Hallo semuanya, 
      saya ada rencana untuk pergi ke Jepang bulan Juli 2018 ini, adakah rekomendasi tempat untuk dikunjungi pada musim panas?
      masih bikin2 itin
      thank you
       
    • By Diana Megawati
      Hollaaaaa Jalan Jalaners,
      It's very looonggg time after my last post topic hehhee... Gw mau cerita nih, mau denger ? 
      Salah satu what to do list gw di tahun 2018 adalah gw mau mengunjungi negara sakura, Jepang dan Solo trip.
      Yap Jepang dan solo trip, why Japan ? why solo trip ? Jepang adalah negara yang sangat familiar sama gw, dari kecil gw paling suka nonton kartun Jepang, salah satu pilihan jurusan waktu kuliah adalah sastra Jepang, ehh udah kerja pun pernah dapat bos Jepang, dan yang tak kalah penting gw sangat tertarik dengan sejarah, makanan dan segala keunikannya. And  why SoloTrip ? Karena jujur gw pengen menikmati trip ini dengan segala cara yang gw mau (semau mau gw) #halaaahh... Dan karena Jepang itu luas, kali ini pilihan liburan gw jatuh ke daerah Kansai- Kyoto, Osaka, Kobe, Nara. So, tujuan kali ini adalah Airport Kansai Osaka atau KIX dengan periode 1-7 Juni 2018.
      Lets start !
      #1 Perburuan utama gw adalah ? YAP ! TIKET MURAH.
      Perburuan dimulai dengan membuka banyak tab di google (hahaha..) untuk membandingkan mana yang lebih worth it. Ada berbagai pilihan Airlines yang waktu itu berlomba-lomba memberikan harga promo, antara lain Air Asia, Philippines Airline, JAL, ANA dan Malaysia Airlines. Pengen murah ? Air Asia tapi tidak termasuk bagasi -fyi bagasi CGK-OSAKA-CGK sekitar 670.000 one way (SKIP), Philipines Airline ? lama transit & sampai Osaka malam hari (SKIP), JAL & ANA transit pindah bandara - CGK Narita, Haneda Osaka  no no no (SKIP) and finally pilihan gw jatuh ke Malaysia Airlines seharga 4,666 transit 2 jam di Kuala Lumpur, termasuk bagasi 30 kg, meals dan sampai Osaka jam 05.30 jadi akan lebih sedikit waktu terbuang dan lebih banyak waktu buat jalan-jalan. YES !
      #2 Bikin itinerary, iniiiii yang bikin pusinggg 7 keliling haha.. secara yaa nanti gw bakal sendirian di negeri orang, ga ngerti bahasanya kecuali arigatou dan sumimasen jadi ya hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Perlu berhari hari untuk memahami jalur transportasi termasuk kereta dan bus #sigh. Rencananya gw akan berkunjung ke Kyoto, Osaka, Nara dan Kobe, jadi itinerary awal gw bikin segala macam tempat yang mau gw datangi, untuk tempat wisata sendiri gw banyak-banyakin browsing mengenai tempat wisata di daerah Kansai dan transportasi menuju kesana. Salah satu website andalan gw https://infojepang.net, disini banyak banget informasi yang bisa kamu cari mengenai keseluruhan yang ada di Jepang. 
      #3 Persiapan, yang utama adalah persiapan mental hihi.. karena gw bakal sendiri disana dan dilarang frustasi atau stress secara namanya liburan harus happyyyyy.. untuk baju gw cuma bawa kaos dan celana simple yang ga ribet karena sedang musim panas di Jepang jadi ga perlu bawa jaket tebal. Lalu colokan/universal adaptor, ga mau sampai kehabisan baterai handphone khaaannn saayy... Untuk hotel gw memutuskan akan stay di 2 tempat aja untuk meminimalisir keribetan pindah pindah barang dll. 
      Karena tujuan pertama adalah Kyoto, gw menginap di Backpackers Hostel K's House Kyoto, 〒600-8142 Kyoto Prefecture, Kyoto, Shimogyo Ward (by google). Letaknya tidak jauh dari Shichijo Station sekitar 3 menit dan 10 menit dari Kyoto Station by walking distance. Rate-nya 487.499 by Traveloka untuk 2 malam yang artinya semalam sekitar 243.749,5, muuraaahhhh kan Gw ambil yang dorm 4 beds, shared bathroom & only female. So far, kamarnya oke bangeeeet bersih, rapi, dan didepan hostel ada cafe yang menyediakan menu sarapan 500 Yen per orang. I have no complain about it at all.

      Hotel kedua yang menjadi pilihan adalah Capsule Hotel Astil Dotonbori, 〒542-0071 Osaka Prefecture, Osaka, Chuo, Dotonbori, 2 Chome−2−2 (by google). Letaknya ngga jauh dari Stasiun Namba sekitar 3 mins by walking distance dan pas dipusat kota Dotonbori. Gw sangat sangat merekomendasikan hotel kapsul ini karena pelayanan yang luar biasa, toiletries semua tersedia sampai catokan, piyama, sandals. Setiap hari mereka memberikan semacam complimentary berupa roti sosis, mineral water, orange juice dan pilih salah satu antara masker/penutup mata/sandal sekali pake. Rate-nya 961.948 by Traveloka untuk 3 malah yang artinya per malam sekitar 320.650. Sangat sangaaaattt worth it. Satu lagi, receptionistnya bisa bahasa Inggris, Korea dan China juga jadi jangan ragu untuk bertanya bila mengalami kesulitan.

      Selama di Jepang gw mengandalkan kartu sakti yang bernama ICOCA (seperti flazz atau emoney kalau di Jakarta) untuk naik kereta dan bus di Kansai jadi gw ngga perlu ribet beli tiket setiap berpergian menggunakan kereta atau bus dan juga beli Kintetsu pass 1 day untuk berkeliling Nara karena harganya lebih murah apabila dibandingkan menggunakan ICOCA. Ada hal yang harus dipelajari mengenai penggunaan ICOCA dan train pass (Kintetsu, Kansai pass, JR pass, dll) biar ga rugi dan penggunaannya bisa maksimal, nah hal ini bisa kamu cari di internet mengenai berbedaan pass pass yang lain karena kalau gw jelasin disini bisa panjang lebaaaaarrr boookkkk.. intinya lo harus banyak banyak cari tau mengenai transportasi di Jepang biar ga bingung hehehe....
      Oiya satu lagi yang ngga boleh ketinggalan, yaituu WIFI ! Gw lebih milih sewa wifi daripada beli kartu Jepang atau membuka data internasional karena lebih gampang dan ga rempong kalo nantinya ada masalah dengan akses internet. Gw sewa WIFI Router di Java Mifi by Traveloka seharga 59.000/hari dan bisa pick up di Bandara sebelum keberangkatan janjian dengan kurirnya. Internetnya lancaaarrr jayaaaa, pernah ada masalah waktu pertama kali nyampe Jepang mengenai koneksi dan itu sekitar pukul 06.00 waktu Jepang yang berarti di Jakarta pukul 04.00 pagiii dan adminnya jawabnya cepeettt, voilaaa 10 menit selesai masalahnya internet kembali lancar sampai gw balik lagi ke Jakarta. Thumbsss up !
      #4 THE DAY ! YIPPIE HOORAAAYYY....
      Start from Jakarta at 15.45 di Terminal 3 keberangkatan internasional by Malaysia Airlines (MAS) menuju Kuala Lumpur, transit sekitar 2, 5 jam dan tepat pukul 22.10 lanjut menuju Osaka. 
      Gw sempat menikmati detik - detik sunrise selama di penerbangan, that was beautiful !  serasa terbang diatas kembang gula bewarna pink  
      Selamaaaaaattttttt Pagiiiii Osakaaaa..
      Tiba di Kansai Airport, ambil bagasi lalu celingak celinguk.. pas di imigrasi ditanyain sama mbak mbak petugas di Kansai, ditanyain mau ngapain di Jepang ya gw jawab aja liburan, alone ? YES ! eh shock dia kwkkww.. gw bilang tenang gw udah ada tiket balik ke Jakarta, ga mungkin jadi gembel di Jepang. Then, gw langsung menuju JR Ticket Office caranya ikutin aja arahan menuju Railways dari terminal kedatangan. Kantornya beroperasi mulai jam 06.00, gw beli ICOCA seharga 2000 yen (isinya 1500 yen, deposit 500 yen) dan Haruka one way dari Kansai menuju Kyoto (destinasi pertama) seharga 1600 yen. ICOCA ini bisa digunakan di hampir semua railways di daerah Kansai. Belinya barengan ya antara ICOCA & Haruka biar dapat diskon Haruka. Check here for further information https://www.westjr.co.jp/global/en/ticket/icoca-haruka/. So pengeluaran pertama di Jepang senilai 3.600 Yen untuk modal selama 6 hari di Jepang.

      Perjalanan dari Kansai ke Kyoto memakan waktu sekitar 86 menit, kereta di Jepang itu sangat sangat bisa diandalkan karena ketepatan waktunya jadi ngga perlu kuatir ketinggalan atau menunggu lama. Kalian bisa dapatkan informasi mengenai jadwal kereta, line kereta dan harganya di http://hyperdia.com (don't forget to bookmark this web). Sesampainya di Kyoto Station, alamaaaak ramai sekaliii.. gw sempet diem bentar memperhatikan orang orang lalu lalang memahami keadaan, liat plang plang informasi dan mulai jalan pelan pelan singgah dulu di family mart karena hausss banget, beli mineral water seharga 110 yen (14.520 kurs 132) mehongg yeee.. dari sini gw mulai membiasakan mahalnya hidup di Jepang hahaha... Setelah masa observasi singkat usai, gw jalan kearah keluar stasiun untuk mencari coin locker.
      Gw berencana menitipkan koper gw di loker stasiun untuk mempersingkat waktu dibanding gw harus ke hotel dan titip disana. Hampir di setiap stasiun di Jepang terdapat loker penyimpanan dengan harga bervariasi mengikuti besarnya loker, mulai dari 300 yen/hari untuk loker kecil 500 yen/hari untuk loker sedang dan 800 yen/hari untuk loker yang besar. Karena semua disini serba otomatis atau do it by yourself yaa cukup tekan menu English di setiap mesin untuk tahu cara menggunakannya. Hari itu gw sewa yang 500 yen/hari mengingat koper gw yang ngga terlalu gede. Caranya? gampang banget.. pilih loker yang lampunya hijau, buka lalu masukkan koper tekan lock --> pada screen monitor tekan tanda "masukkan bagasi", pastikan nomer loker sudah benar --> bayar bisa by ICOCA/uang koin --> keluar receipt DONE ! FYI, Kalau bayar menggunakan ICOCA bisa buang receipt karena bisa mengeluarkan bagasi cukup dengan tap kembali kartu ICOCA, namun bila pembayaran menggunakan koin, simpan receipt karena nantinya untuk mengeluarkan bagasi perlu scan barcode yang ada di receipt.
       Tujuan pertama gw, cari KOPI ! ada salah satu cafe di Kyoto yang udah gw incer lewat instagramnya "Kurasu.Kyoto". Cafe ini terletak ngga jauh dari Stasiun Kyoto, cukup berjalan kaki dengan bantuan google maps, maklum setelah perjalanan panjang dengan istirahat yang minimalis gw butuh kopi untuk men-charge tubuh gw agar bugar kembali hahaha... Mocha Coffee - 550 Yen, powerbooster pagi itu, dan honestly I have to say, Its coffee is so so  (got it?) I think, this is the best morning coffee in my entire life #lebaaayyyy.. but yes, You have to try Kurasu coffee once you visit Kyoto.

       
      ------------------------------------------------------------------------------------------ eh udah jam 02.00, Lanjut besok ya------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    • By anna22
      Hi,
      Tanggal 18 - 27 April 2018 kemarin, gw dan kedua ortu baru aja trip ke Jepang. Untuk FR detilnya nanti ya karena lagi sortir foto2 dulu. Tapi di tulisan ini, gw akan kasih sedikit gambaran tempat-tempat yang dikunjungi selama disana.
      18 April - Penerbangan pagi, sampai di Narita Sore, malamnya menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Jam 11 malam naik sleeper bus menuju Osaka.
      19 April - Menginap di Osaka 2 malam. Sampai Osaka, jalan2 menggunakan Osaka Amazing Pass for 1 day. Yang pada akhirnya tercapai adalah Osaka Castle, naik Giant Tempozan Ferris Wheel, Santa Maria Cruise, dan Tsutenkaku. Sempat makan di Matsuri (halal restaurant).
      20 April - ke Kyoto. Pertama menuju Arashiyama Bamboo Forest, lanjut ke Kinkakuji, dan Fushimi Inari Shrine. Sempat makan di Ayam-Ya (Halal Ramen). Malamnya mampir ke daerah Dotonburi Namba sebelum kembali ke Guesthouse.
      21 April - Menuju Kanazawa sebagai base menginap selama 2 malam. Pengennya di Toyama, tapi hotel-hotelnya mahal. Siangnya jalan-jalan di Kenrokuen Garden, makan siang di Omicho Market, dan sorenya ke Contemporary 21st century Art Museum.
      22 April - 1 hari dihabiskan di Tateyama Kurobe Alpine Route. Berawal dari Toyama, berakhir di Nagano, semuanya tercover oleh Tateyama Kurobe Option Ticket (9000 yen). Dari Nagano kembali ke Kanazawa (sekitar 1 jam menggunakan kereta cepat.
      23 April - pagi-pagi check out naik shinkansen menuju Aomori. Sampai ryokan di Aomori sekitar jam 2 siang. Jam 3 berangkat ke Hirosaki Station (45 menit) untuk menuju Hirosaki Park. Di tanggal 21 April s.d. 6 Mei 2018 sedang diadakan sakura festival. Disini tamannya buka sampai malam dan ada seperti pasar malam juga, mirip pasar malam di Indonesia lho, ada penjual makanan, permainan, rumah hantu, sampai pertunjukan motor (itu lho yang motornya bisa muter2 di dalam tong, tau kan? hehehehe).
      24 April - Check out untuk menuju Tokyo. Menginap di tokyo 3 malam (airbnb daerah Ryogoku). Sampai sekitar jam 11 siang, tapi mampir di Akihabara (stasiun transit) untuk makan Coco Curry Halal (enaaaak). Jam 1 bisa early check in. Sore-nya keluar jalan menuju Shibuya, Harajuku, dan Odaiba.
      25 April - Awalnya ingin ke Hitachi Seaside Park lalu ke Ashikaga Flower Park, tapi hari ini hujaaaaaan disertai angin. Jadilah kami hanya ke Hitachi Seaside park, tapi gatot sih secara hujan dan dingin serta gloomy parah. Baju dan sepatu basah. Sorenya lgsg balik aja ke Tokyo, tapi mampir ke Ueno-Ameyoko Market (karena emang akan transit di sini) untuk beli halal kebab dan ayam panggang.
      26 April - Akhirnya di hari ini menuju ke Ashikaga Flower Park. Cuaca pun mendukung. Disini juga sedang ada festival jadi bunga2nya sedang mekar. Yang utama adalah Bunga Wisteria. Sorenya dilanjutkan berbelanja di daerah Asakusa sekalian mampir ke Kaminarimon dan Sensoji Temple.
      27 April - Flight pulang ke Jakarta sebenarnya jam 6 sore. Tapi orang tua sudah kehabisan tenaga sehingga diputuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Papa Solat Jumat. Jadi check out jam 10, titip koper di Nippori, lanjut ke Yoyogi Uehara Station, merupakan station terdekat. Berhubung tidak ada tempat menunggu, gw dan Mama menunggu di station. Jam 2 siang langsung saja kami kembali ke Nippori St untuk ambil koper dan langsung ke Narita Airport.
      Melihat tempat-tempat diatas, mungkin ada yang kurang familiar dan bertanya-tanya "kenapa ga kesana, kenapa ga kesini?". Jadi perjalanan dengan orang tua itu harus disesuaikan juga dengan preferensi mereka, nah ortu gw suka dengan taman, bunga, dan pemandangan serta terutama tidak terlalu menguras fisik. Sayangnya di tengah-tengah perjalanan, Mama kena flu dan batuk. kemudian kakinya juga sakit (krn mmg sudah bawaan). Jadi pada akhirnya itinerary disesuaikan dan diubah sesuai kondisi tersebut.
      Saya pakai JR pass dgn ordinary type 7 days, osaka amazing pass, kyoto bus 1 day pass, Kanazawa bus 1 day pass, Tateyama Kurobe Alpine Option Ticket, dan PASMO.
      Nah untuk detil lebih lanjut serta foto2 nanti yaaa menyusul. Sekian.
      Terima kasih sudah membaca :)

    • By deffa
      Hola Deffa Here!!!
      Wah dah lama gak posting di forum, karena kesibukan baru di Jakarta. Iya, saya sekarang sudah stay di Jakarta yang tadi nya di Bandung (FYI aja sih  ).
      Anyway, bulan February lalu saya dan istri berkesempatan kembali lagi ke Jepang. Kali ini kami lakukan dalam 9 hari dengan rute Kansai - Kanto: Osaka - Kobe - Kyoto - Takayama - Shirakawago - Yokohama - Tokyo - Odaiba. 
      Nah, yang bikin agak beda adalah perjalanan kali ini kami ber 2,5 orang, maksudnya istri saya sedang hamil, jadi ini adalah Babymoon Trip. Sebenarnya babymoon trip ini tidak di planning sih, tiket AA sudah di beli dari tahun lalu dan kebetulan istri saya hamil deh jadi nya Babymoon.
      Untuk mengenang perjalanan Babymoon Trip saya dan istri yang pertama ini, maka saya berinisiatif membuat satu Video. Mungkin, jika kalian berkenan untuk menonton nya saya berterima kasih sekali, karena beberapa lokasi di video ini adalah tempat wisata terkenal di Jepang.
      Oh ya, kalau untuk cerita lengkap perjalanan kami nanti ya, karena pasti panjang dan perlu waktu untuk nulisnya.