Sign in to follow this  
Nindy Ratri K

Sharing Itinerary 5D 4N Singapore + Johor Bahru

2 posts in this topic

Hallo semuanya, selamat sore menjelang berbuka :melambai

dalam rangka memenuhi janji saya sama mas @deffa berikut saya sampaikan tabel itinerary saya selama 5D 4N singapura-johor. adapun yg jadi highlight saya kali ini sbb:

D1: Johor

D2: Chinatown, Chinese Garden, Universal, handerson, MBS, Garden by the Bay

D3: Jalan nyusuri Downtown, Merlion, Orchad

D4: Bugis, Little India, Kampong Glam

 

pencapaiannya kali ini masih 80% dari rencana, tapi kalau nggak ada aral melintang seperti dalam perjalanan saya kemarin, saya optimis bisa 100% niih ite :45

kali ini saya nginepnya di the pod hostel, beach road. jadi titik berangkat dari beach road sana 

semoga bisa menginspirasi dan membantu teman2 jalan2 sekalian :senyum

 

Waktu

Lokasi

Kegiatan

Keterangan

 

 

DAY 1

 pastikan tidak punya barang yang ditaruh di bagasi, krn ada setelah imigrasi

15.00

Kantor

Sudah kumpul untuk berangkat ke bandara

Dijemput Papa

18.00

Bandara Jkt

Sudah sampai bandara

Terminal 2D?

18.30

Bandara Jkt

Persiapan dokumen dan check in

Masuk bareng ke terminal check in

19.00

Bandara Jkt

Sudah beres check in, persiapan imigrasi

Paspor, boarding pass, pasang senyum ramah tjantik-tjantik

19.30

Dept Terml

Sudah siap di terminal keberangkatan

Makan malam, sholat,  isi air, pipis2

21.35

Pesawat

Berangkat!!!

Baca Doa, enjoy the flight

00.25

Pesawat

Landing di Singapura (bukan singgah di dapur)

Alhamdulillah

00.40

 Changi

Baru turun dari Pesawat

Terminal 1

01.00

Changi

Sudah selesai bersih2, siap2 tidur , Cari tempat tidur

T1: Snooze Lounge, Transit East, Level 3, Transit Hall

 

 

Terminal 2

Sanctuary Lounge, Transit North Pier, opp E5, Transit Hall

Oasis Lounge, Transit North Pier, Opp E11, Transit Hall

 

Terminal 3

Snooze Lounge, Transit North Mezzanine, near to Singapore Food Street, Transit Hall

 

Terminal 4

Snooze Lounge, Departure Transit, Level 2M, Transit Hall

 

 

DAY 2

 

2.00

Changi

Bangun, pasang penjagaan, kalo2 diusir

Beresin barang. Yang cakep.

2.30

Changi

Kalao ngga ada pemeriksaan tidur lagi

Zzz

6.00

Changi

Bangun, ganti baju yang cakep, bersih2.

 

Operasi Skytrain: 5.00 am-2.30am

Mandi nya di toilet ajaaahh… yang pojok (kloset jongkok) sabii

 

6.30

Imigrasi

Cari yang waktunya bareng pesawat landing

Pasang senyum dudul n manis

7.00

Staff Canteen

Makan pagi (Buka jam 7.00am-9.00pm)

Budget S$5

8.00

MRT

Lewat Nicols highway

Jam buka counter: 8.00am

Dari Changi naik MRT, tuker di tanah Merah CG2 (jalur hijau), tuker ke biru.

Transit di MacPherson, tuker ke orange.

Turun di Nicoll Highway

8.30

The Pod

Titip tas di hostel, dan Jalan ke Queen Street Terminal. Naik Causeway Link 2 warna kuning

 

S$3.4 ajah

9.20

To JPO

Malaysia-Johor

Jalan ke queen street. Naik CW2 bis kuning. US$3,4

16.00

To SG

Dalam perjalanan, nanti turun di Bugis lagi

 

19.30

SG

Turun di terminal. Bisa ke Bugis, atau ke little india, atau ke kampong glam, bebas

 

20.30

Hostel

Jalan kaki bets

Bobok dehh

 

 

 

 

 

 

DAY 3

 

07.00

Hostel

Siap2 kita jalan

 

08.00

Chinatown

Explore CT. lewat smith st.

Naik Bis No. 961 dari Plaza Parkroyal. 8 Stop.

Berenti di New Bridge Ctr.

08.20

Chinatown

Rutenya: Buddha Tooth Relic, Sri Mariarman, Masjid Jame chulia. Belok ke Pagoda st. ada Tintin Shop Singapore, Chinatown heritage center.

 

10.00

Chinese Garden

Perjalanan.

MRT dari Chinatown. 9 Stop. Berenti di

MRT Chinese Garden (EW25)

11.00

Chinese Garden

Keliling disini. Foto2. siapkan kaki.

 

12.30

MRT

Perjalanan ke vivo

MRT Jalur Hijau. 4 stop. Turun di Buona Vista. Transit.

MRT Jalur Kuning.

13.30

Vivo

Ke Vivo City. Maksi dulu di Foodcourt

Food Society

14.00

Sentosa

Eksplore Sentosa: Bola Dunia, Merlion

 

15.30

Vivo

Ke Henderson Bridge

Naik 131 - Harbour Front Station Exit B. 14141. 5 stop. Turun di Aft Telok Blangah Hts  (14051)

Bef Telok Blangah Hts (14059)

 

16.30

Henderson

Abis foto2 disini, kita ke Supertree

 

Naik 131. 10 stop. Turun di Intl Plaza

Naik 400. 6 stop. Turun di Garden by the Bay

17.15

Supertree

Garden By The Bay. Foto2 disini yang cakep :D

 

18.30

MBS

Jalan kaki nyeberang. Kita audit MBS, ke Kasino. Makan Malam disini aja

1983 A Taste of Nanyang

Rasapura (B2)

21.00

Hostel

@The Pod, Beach Road

Naik Jalur Biru 2 Stop, Turun Bugis

Naik Jalur Kuning 2 Stop, Turun Nicolls Highway

 

 

 

 

 

 

DAY 4

 

9.00

Hostel

YEP! BOLEH BANGUN SIANG #Paham

Sarapan yaa, jangan lupa mandi

Prepare for today's trip

10.00

Hotel Raffles

Bisa Ekspolore sepanjang jalan selain raffles hotel, ada war memorial Park, Fountain of Wealth (Temasek Building, tp Agak ngalang), National Gallery, Supreme Court (aku mo foto disini), Parliament, Raffles Landing Site. Kalo mau eksplore Taman, ada Raffles House di Fort Canning.

Nyeberang ke Plaza Par Royal

Naik 107 atau 961 (3 Stop)

Turun di Beach Rd - Opp Raffles Hotel

 

Jalan Kaki yaa, menurut gugel 2,5 kilo, waktu tempuh 32 Menit termasuk Fountain of wealth (yang ngalang).

 

Tanpa Fountain 1,2 kilo waktu tempuh 15 Menit.

Jalan sante wae

 

 

 

KURASU PLS

Abis dari Raffless ke belakangnya. Cari Kurasu.

Cari Odeon Tower. Lantai 2. District 6

Kalo Skip Merlion, Naik 167 Dari Victorian Concert Hall. 8 Stop. Turun di Orchad Stn.

11.15

Merlion

Foto2 lagi. Bidik esplanade, MBS dan Ferris Wheel nya

 

12.00

Esplanade

Lihat2 aja. Siapa tau ada pertunjukkan yg bs ditonton.

 

13.00

Orchad

Maksi di wisma Atria - Food Republic Andalan. Atau nanti cari food court lain di ion. Foto2

Naik 36 dari The Esplanade (02061). 14 Stop. turun di  Tang Plaza (09047)

 

14.00

Botanic Garden

Masuk dari Tanglin Entrance

- Sun Garden

- Anggrek Vanda Miss Joaquim

Masuk dari Nassim Entrance

- Evolution Garden (Pakis)

- Palm Valley

Tanglin bisa naik 174 dari Op Orchad Stn (belakangnya Ion). 5 stop. Turun di Opp Botanic

 

Kalo mau ke Nassim, masuknya agak susye kl kendaraan umum. Naik Grab aja

16.00

To Bugis

Beli jus, beli kaos2, beli egg tart buat mama. Early Dinner di belakang Bugis Street.

Kita Naik Taksi lagi aja pake Grab. Sekitar SGD17. #mulaiborosh

 

17.00

Ke Merlion

Kita nunggu sampe dapet pertunjukkan laser sambil foto2 lagi. (btw, kalo merlionnya mau disimpen buat sore aja jugak gpp. Liat sikon aja)

Halte Bugis Junction. Naik 130. 4 Stop. Turun di UOE Bayfront.

18.00

Makan Sutra

Coba cari makanan lucuk2 disini. Nyobain makan disini. Kalo mau jajan ajaa…

Jalan aja

20.00

To Hostel

@The POD

Op Fullerton Naik 100. 5 Stop. Turun Op Plaza Parkroyal langsung Hostelnya :D

 

 

 

 

 

 

DAY 5

 

8.30

Hostel

Siang lagi??? YEP! Ga dilarang bangun siang kok. Kalo mau bangun pagi juga boleh

Siap2

9.30

Hostel

Udah selesai sarapan dan beberes buat check out

Mantepp. Tas nya titip aja dulu

9.30

To Little India

Sri Veeramakaliamman Temple

Sri Srinivasa Perumal Temple Singapore

Tan Teng Niah

 

Sakya Muni Buddha Gaya Temple Read more at:

 

 

Nyeberang ke Plaza Parkroyal

980Sembawang Int (5 stop)

Turun di Rochor Stn ganti sama

23Rochor Canal Rd (2 stop)

Turun di broadway hotel

 

11.00

To Bugis

Kalok2 masih ada yg mau diliat and or dibeli. Yg jelas kita jugak keliling kampong glam. Foto2 disini. Nyobain café hitz bats disini.

Naik dari Tekka Ctr

67Tampines Int (3 stop)

Turun di Opp Eminent Plaza ganti ke

133Shenton Way Ter (5 stop)

Turun di Opp Stamford Pr Sch

 

11.20

Kampong Glam

Liat2 masjid, mural2, keliling2 deh

 

12.30

Bugis

Ojo lali coba Route 12

 

13.30

Ke Hostel

@The POD

 

14.00

GO

To airport naik MRT

Waktu tempuh +/- 1.20"

15.00

Changi

Sampe di Changi

Cece

16.00

Changi

Monggo berburu Disini. Masuk Imigrasi dulu ojo lali. Bisa pijet2 jugak, ke bioskop

Inget, XX Take off. Perhatikan waktu boarding. Biasanya 10-30 menit sebelumnya.

18.00

Changi

Makan di Staff Canteen/Mc D

 

20.00

Pesawat

Take off

Bye SG

21.00

Pesawat

Landing @soetta

Hello Jakarta dan kerjaan :D

21.30

Soetta

Selesai ambil bagasi, markipul

Besok jalan2 lagii yaa amu amu dan amu ummaa

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Nindy Ratri K

wah ampe ke jam nya ya, saya gak bisa bikin itin se detil ini, palingan cuma destinasi utama nya aja, selebih nya andalin Google Map di dekat itu ada apa aja wkwkkw

tapi mantap nih bisa jadi referensi bagi yang pertama kali :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Masih melanjutkan liburan Hari Raya Idul Adha di Malaysia, tepatnya hari sabtu pagi sekitar jam 9 kami mengantarkan anaknya tuan rumah (usia sekitar 8 tahun) untuk pergi les bahasa Inggris, tempat les tak jauh dari rumah sih. Begitu sudah antar anak tersebut kami lanjut jalan-jalan ke pasar Seri Selayang, pasarnya seperti pasar kaget gitu, banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggiran jalan ada juga pedagang sayur mayur yang menempati lapak bangunan semi permanen gitu. Sepertinya para pedagang di pasar ini sengaja atau tak sengaja mengelompok berdasar asal mereka, ada lapak pedagang Indonesia, Melayu, India, dan China.

      Pasar ini memiliki court yang lumayan besar, aneka jenis makanan tersedia disini, jadilah kami sarapan disini, saya memilih untuk sarapan nasi lemak. Ga afdol kalau ke Malaysia ga makan nasi lemak...hehehe...

      Setelah selesai sarapan sebelum balik ke rumah, kami berbelanja buah-buahan dan martabak manis, oh ya disini martabak manis disebutnya apam balik lho. 

      Di rumah, sambil menunggu jam pulang les yang masih agak lama jadilah saya bersantai sambil nonton tv, sekitar jam 12 saya ganti baju untuk bersiap-siap jemput ke tempat les langsung jalan ke undangan open house temannya tuan rumah yang sudah pensiun. Jadi kalau di Malaysia itu kalau ada orang pensiun dia akan buat semacam pesta perpisahan, lalu di rumah akan undang teman-teman dan kerabat untuk makan-makan gitu.  
       
      Sekitar jam 12.30 kami bersiap untuk ke luar rumah, wolaaaa....ternyata diluar ada kabut asap yang lumayan tebal, tapi the show must go on lah. Sebelum ke tempat open house kami mampir ke Selayang Mall dulu, karena tuan rumah mau berfoto di depan kantor dinas pendidikan yang berada di lantai 3 mall selayang sekalian membeli eksternal drive. Oh ya, tuan rumah sebentar lagi juga memasuki masa pensiun, jadi dia mengumpulkan foto-foto di tempat dia dulu bekerja untuk dijadikan dokumentasi selama masa pengabdiannya.  Mungkin sedikit orang yang membuat hal ini...bisa jadi ide juga nich buat teman-teman lain.
      Selesai urusan di mall selayang, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi open house. Waah...rupanya acaranya meriah banget...sampe pake tenda seperti orang resepsi pernikahan, makanannya juga banyak ada masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand daaan ada juga kambing guling. hehehe.... 
      Selesai acara open house, kami lanjut menuju Shah Alam, kabut asap menyelimuti selama perjalanan, jadi harus hati hati dan waspada untuk menjaga keselamatan berlalulintas. 

      Karena ingin melihat indahnya lampu-lampu di i-city tentu baiknya pada saat hari mulai gelap, jadi untuk menunggu malam hari, kami berjalan-jalan dulu ke GM Klang, GM Klang ini merupakan pusat grosir (kalau sering baca 360 magazine-nya Air Asia, sering muncul tuh iklannya). Tempatnya lumayan luas dengan beberapa blok bangunan di luar bangunan utama-nya. Kami langsung menuju ke bangunan utamanya sih, menurut saya tempat ini semacam pasar asemka/mangga dua tapi dalam versi gedungnya tertata dan rapi gitu. 

      Yang di jual disini aneka produk, rata-rata produk import dari China sih, seperti casing HP, alat masak, pakaian, tas, sepatu, parfum, wall paper, dll.  Kami berjalan-jalan disini sampai jam sekitar jam 6 atau 7 malam, ga inget waktu itu tau-tau waktu keluar dari food court di lantai basement toko-toko sudah mulai tutup, jadilah kami langsung ke tempat parkir dan lanjut ke i-city. 
      Sekitar 20 menit akhirnya sampailah kami di i-city, hari sudah mulai gelap dari jauh sudah keliatan bianglala raksasa dengan lampu hias yang cantik.  Setelah memarkir mobil, kami langsung dech keluar dan berfoto-foto di area outdoornya. 


      I-city adalah area taman bermain terpadu yang menyuguhkan lampu-lampu hias yang dibentuk-bentuk dalam berbagai model di seluruh areanya. Ada bentuk pohon, bunga, burung flaminggo, kereta cinderella, dll. Biaya masuk ke area ini gratis, untuk parkir sih bayarnya RM 10, bisa bayar di mesin auto pay.
      Atraksi di i-city ini terbagi dalam 3 Gate, yaitu:
      Gate A:
      *City of digital lights
      *Giant Ferrish Wheel
      *Bumper Car
      *Circus Travel
      *Pirate Ship
       
      Gate B:
      *Water World
      *Under The Sea
      *SnoWalk
      *Ice Adventure
      *Jungle Train
       
      Gate C:
      *Red Carpet
      *House Of Horror
      *Trick Art Museum
      *Space Mission
      *Adventure Studio
      *Fun Drive
      *Thypoon
      *Sub Marine
      *5D Cinema
      *Jungle Adventure
      *Fitness Junior
      *Rocking Wheels
      *Itsy Bitsy
      Tiket masuk berupa kartu yang bisa di top up. Harga kartu RM 2. Satu kartu bisa dipakai untuk rame-rame, jadi tinggal isi aja nominal yang cukup untuk berame-rame. Berhubung tiket dan sisa deposit ga bisa di refund/ditukar menjadi uang tunai, maka isi aja secukupnya. Kan sayang kalau belum tentu balik lagi ke i-city. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung jam operasi, siang dan malam beda tarif, ada juga tarif normal dan mycard (kalau ga salah mycard ini untuk warga negara Malaysia). 
      Sebelum memutuskan untuk masuk ke salah satu atraksi saya sempatkan untuk berfoto-foto di bagian luar gedung Red Carpet, berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud di Bangkok, jadi saya tak tertarik untuk masuk ke Red Carpet, paling-paling juga mirip.



      Akhirnya saya memutuskan untuk masuk Trick Art Museum, dalam hati sih mungkin mirip-mirip dengan Trick Eye Museum De Mata di Jogja, tapi ga ada salahnya lah coba lihat apa aja koleksi di dalamnya. Harga tiket masuk Trick Art Museum RM 15/orang. 
      Berikut beberapa foto yang saya ambil di dalam Trick Art Museum i-City:








      Setelan keluar dari Trick Art Museum ternyata awish (anak kecil yang bersama kami) ingin main di wahana Itsy Bitsy. Jadi sementara dia bermain di dalam wahana saya sempatkan berfoto-foto di sekitar wahana tersebut.


      Sekitar jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat, untuk besok siangnya saya akan kembali ke Jakarta.
       
      NB:
      Transportasi umum untuk menuju i-city:
      Bus: dari KL naik RapidKL U80 tujuan terminal bus Shah Alam, kemudian naik bus U605 untuk menuju ke i-City.
      CommuterKTM: dari KL naik kereta KTM menuju stasiun Padang Jawa,  kemudian naik taxi untuk menuju ke i-City (ongkos taxi ke i-City kira-kira RM5 – RM7, mungkin harus nego dulu ya)
       
    • By satria11
      Jadi saya rencana akhir juni mau ke malaysia, nah tapi saya masih buta sama malaysia hihii. saran dong cara buat internetan disana, enaknya naik apa dari bandara buat ke kota nya terus buat nginep enaknya di daerah mana? mungkin master2 disini ada yg bisa jawab....
    • By Nindy Ratri K
      Hallo,
      saya berencana pergi 5 hari 4 malam ke singapura,  rencana pengen beli Singapore Tourist Pass. tapi adanya yg 1, 2 atau 3 hari
      untuk trip 4 hari ini apakah saya bisa split 3 dan 1 yaa... dan apa memang bisa dipakai demikian? saya udah coba tanya sama penerbitnya, si EZ belum dijawab2 
      mohon kalau ada yg bisa membantu atau sumbang saran, monggo..
      terimakasih
    • By Vita Fatimah Fahrini
      Yang mau nonton motogp sepang 2018 dan belum beli tiket, aku ada 2 tiket main grandstand yg dijual karna gak jadi pergi.. yang berminat langsung EMAIL ke vitafatimahfahrini@gmail.com atau WA ke 081233422720. harga sama dengan di web sepangcircuit.com.
      bentuknya E-Ticket ya..
      bukan penipuan..
    • By Sahat
      Buat orang-orang yang sudah pernah ke singapore atau yang akan pergi ke singapore pasti sudah terbayang dengan mahalnya "living cost" dinegara ini.  Biaya hidup di singapore cukup tinggi, dan  kalau mau makan di food court , siap-siap mengeluarkan kocek mulai dari $3-12, dan air minum mineral saja mulai dari $1.2. Dan, sudah bukan rahasia lagi kalau harga makanan di airport cenderung mahal. Apalagi di bandara Changi singapore yang selalu mendapat predikat sebagai salah satu airport terbaik di dunia. Waduh, kebayang dong, mahalnya seperti apa mau makan  di sana? Nah karena beberapa hal ini, mulailah saya berpikir untuk menekan pengeluaran makan saya di singapore yang kebetulan hanya transit saja. Kebetulan trip kali ini saya transit di singapore (saya baru saja kembali dari trip Macau-Hongkong , Field Report nya menyusul) dan budget sisa dari perjalanan macau-hongkong sudah sangat-sangat minim. Mulailah memutar otak bagaimana caranya supaya bisa makan hemat dibandara changi ini. Modal connect ke Wifi Airport Changi mulailah search-search soal keberadaan si "Staff Canteen" yang sebelum-sebelumnya sudah pernah saya dengar dan baca dari berbagai sumber. Modal browsing tersebut, mulailah saya dan tiga teman saya yang lain mengeksplore bandara changi. Kebetulan pesawat kita dari Hongkong landed di Terminal 2, dan dari info yang kita baca bahwa staff canteen ini ada di Terminal 1. Mulailah kita pergi ke terminal 1 by sky train changi.
      Berikut Deskripsi lengkapnya:
      Di bandara changi singapore terdapat food court atau canteen yang bernama "staff canteen", kali ini saya akan membahas "staff canteen" yang ada di Terminal 1. Saya tidak terlalu tau jika diterminal lain juga ada atau tidak. Untuk itu saya akan membahas yg di Terminal 1 ya. Ok. Lets do it. Untuk makan di "staff canteen" terminal 1 changi ini Saya sudah membuktikannya sendiri, jadi ini bukan sekedar teori saja. Restoran ini sebenarnya lebih dikususkan untuk staff yang bekerja di bandara changi, tetapi tidak tertutup untuk public. Restoran ini tidak dimasukkan didalam denah bandara , sehingga tidak semua orang mengetahuinya. Restoran ini berada di Terminal 1 bandara Changi. Untuk dapat mengakses restoran ini, bisa dengan melihat Block Counter Check In armada AirAsia di block 12, berjalanlah ke arah departure hall (jangan masuk ke departure hall nya), kemudian belok kanan sampai mentok. Akan ada petunjuk Staff Canteen. Tepat di samping toilet, ada lift, masuk lift dan turun ke level B1. Nah di level B1 inilah akan anda jumpai langsung restorannya. Kisaran harga makanannya di range 2 SGD- 5SGD, cukup murah kan untuk ukuran singapore. Walaupun range harga nya cukup murah, food court disini menyajikan banyak varian menu, tempatnya juga cukup nyaman, adem dan sama saja seperti restoran food court lainnya, sangat nyaman.
      JadiTunggu apalagi, lets check it out.
       









    • By Tarmizi Arl
      PANDUAN WISATA DI KUCHING, MALAYSIA VIA PONTIANAK
      Hai Traveler...
      Pasti semua tau dengan Kucing kan? Hewan pemalas tapi menggemaskan. Nah, ternyata hewan yang sudah jadi sahabat manusia sejak zaman Mesir kuno ini menjadi inspirasi nama kota di negara bagian Sarawak, Malaysia. Kuching (dengan ‘h’ ditengah kata) adalah ibukota Sarawak, Malaysia. Banyak versi tentang asal nama Kuching, seperti karena dahulu banyaknya Kucing di wilayah ini, sampai versi yang katanya Kuching berakar dari bahasa mandarin yang berarti pelabuhan. Apapun itu, yang pasti memang kota ini menjadkan hewan Kucing menjadi maskotnya.
       
      Buat kalian yang berencana mencari alternatif perjalanan baru di Malaysia, maka Kota Kuching dapat menjadi tujuan wisata kalian. Karena di Kota yang dilalui sungai Sarawak ini, menyediakan beragam objek wisata andalan yang sangat menarik. Tahun lalu (tepatnya April 2014) saya berkesempatan datang ke Kota ini. Namun, perjalanan yang saya pilih ialah dengan singgah sejenak di Pontianak, Kalbar. Tentunya kalian dapat menikmati sejenak Sang Kota Khatuliswa, sebelum berlanjut ke Kuching.
       
      Mari kita berangkat !
       
      Hari 1
       
      Pilih lah perjalan sepagi mungkin dari kota kalian menuju Pontianak. Tentu saja agar lebih puas berkeliling Pontianak. Harga tiket promo jika kalian menggunakan pesawat dari jakarta ialah sekitar Rp450.000-Rp700.000.
      Pukul 09.00 pagi kami sampai di Bandara Supadio, Pontianak. Sebelum hari makin siang, langsung saja menuju agen Bus Damri untuk membeli tiket Bus Malam Pontianak-Kuching. Agen penjualan tiketnya sendiri berada di Jl.Pahlawan No.226/3 (0561-744859) atau di Jl.Sultan Hamid (0561-7076849). Dari stasiun kalian bisa naik taksi untuk menuju kota yang berjarak sekitar 15 km dari bandara.
      Sesampainya di Agen Damri, silahkan langsung membeli tiket Bus Malam ke Kuching dengan biaya Rp200.000,- . Jadwal keberangkatan ialah jam 9 malam. Dan biasanya di kantor agen ini juga banyak taksi yang menawarkan diri untuk mengantar kalian ke Terminal nanti malam. Ya, karena Terminal sendiri berada pinggir kota, jadi akan sulit jika tidak menggunakan jasa mobil taksi seperti ini. Tarif yang mereka tawarkan sekitar Rp150.000/mobil dan silahkan tawar menawar  untuk mendapat kesepakatan harga. Taksi akan menjemput kita di agen ini sekitar jam 7 malam atau sesuai kesepakatan saja dimana bertemunya.
      Setelah tiket aman, kalian bisa mencoba mencoba mendatangi beberapa tempat wisata di Pontianak seperti Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kadriah.
       
       
      Tugu Khatulistiwa (kiri) dan Keraton Kadriah (kanan)
      (sumber gambar : www.flickr.com dan www.haikudeck.com)
       
      Tugu Khatulistiwa sendiri berada di Jl. Khatuliswa. Disini terdapat museum khatulistiwa yang banyak membahas tentang garis imajiner bumi. Termasuk sejarah tugu khatulistiwa ini sendiri. Sekedar info, waktu terbaik datang kesini kabarnya ialah pada 21-23 maret atau 21-23 september, karena saat itu matahari tepat lurus diatas khatulistiwa alias tak ada bayangan di sini.
      Sedangkan Keraton Kadriah berada di jalan Tritura. Sekitar 9 km dari Tugu. Keraton ini menjadi saksi keberadaan kesultanan Pontianak dengan aristektur khas rumah adat Pontianak.
       
      Selepas berkeliling Pontianak, malam hari segeralah menuju Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang berada di Jl.Trans kalimantan.
       

      Terminal Bus Antar negara, Pontianak
       
      Sesampainya di terminal ini mungkin kalian sedikit kaget karena Terminalnya cukup besar untuk ukuran terminal, bahkan sudah mirip bandara. Fasilitasnya juga lengkap ditambah dengan kondisi yang tidak begitu crowded membuat kita cukup nyaman berada di terminal internasional ini.
       
      Pukul 21.00 bus pun berangkat, dan kalian bisa menikmati perjalanan malam ini dengan cara terbaik yaitu istirahat.
       
      Hari 2
       
      Ketika azan Subuh Berkumandang, kami sampai di Entikong yang menjadi Perbatasan Indonesia-Malaysia. Disini kalian akan diminta untuk turun dari bus dan mengantri di loket buat Cap Paspor. Ya... sedikit memakan waktu sih, karena antrian ternyata cukup panjang.
      Pukul 06.00 Bus kembali berangkat, dan langsung menuju Ke Kuching selama 2,5 jam kedepan.
      Sesampainya di Kuching, kalian akan di drop di Kuching Sentral. Terminal ini juga terkesan sangat modern. Disini kalian bisa bebersih karena toiletnya yang laik guna. Diterminal ini ada beragam loket Armada Bus jika kalian hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di serawak, termasuk hingga ke Brunei. Dan ada juga money changer jika kebetulan belum sempat tukar uang ringgit dari indonesia.
       

      Kuching Sentral
       
      Keluar dari terminal, kalian akan menemui sebuah loket Taksi resmi. Pembayaran taksi semua diatur langsung di loket, jadi kalian tinggal sebutkan tujuan lengkap dan akan keluar tarif yang ada. Kebetulan kami menginap di Hostel Saramo di Jl.Abell, dan kami kena biaya RM30 (sekitar Rp105.000) untuk menuju hostelnya.
      Hostel ini kami pilih karena tarifnya yang murah dan dekat dengan Kuching waterfront. Untuk kamar double bed hanya seharga RM50/hari (sekitar Rp175.000,-), dengan fasilitas AC,TV, dan Wifi.
       

      Fasilitas di dalam kamar Hostel
       
      Setelah istirahat sejenak di Hostel, Pukul 13.00 Kami keluar untuk berkeliling kuching. Tujuan utama kami ialah Monumen Kuching / Cat Statue.
       
      1. Monumen Kuching
       
      Selama di Kuching, kalian akan menemui banyak kucing, namun hanya berupa patung-patung yang menghiasi sudut kota.
      Monumen Kuching yang berada di persimpangan Jalan Tunku Abdul Rahman menjadi Statue utama yang menjadi landmark kota ini. Lokasinya cukup dekat dari hostel kami. Monumen ini seperti melambangkan satu keluarga Kucing. Ayah, ibu, dan anak-anaknya. Nampak seperti keluarga bahagia. Namun mereka tidak ikut program KB kerana anaknya ada 7 (kalo gaksalah itung).
       

      Monument Kuching
      (sumber gambar : www.cuti.my)
       
      Lanjut kembali ke tujuan berikutnya. Kami lakukan semua trip hari ini dengan berjalan kaki, karena memang lokasinya tidak begitu berjauhan dan tentunya kalian dapat lebih menikmati beragam atraksi wisata disini.
       
      2. Pink Mosqe / Kuching City Mosque
       
      Kuching City Mosque ini merupakan masjid besar di Kuching, dan juga terkenal dengan sebutan Pink Mosque karena warna utama nya ialah merah muda. Sangat eyecatching dari kejauhan. Masjid yang didepannya ada pemakaman ini, berada di Jalan market. Untuk kalian yang Muslim, jangan sia-siakan untuk sholat di sini.
       

      Pink Mosque
      (sumber  gambar : www.slowtrav.com)
       
      Selepas ashar, kami melanjutkan perjalanan kaki kami kembali ke arah timur yaitu untuk menikmati Kuching waterfront. Ya... tentu saja untuk menikmati berjalan di pinggiran sungai seperti ini, sore hingga malam hari adalah waktu yang tepat.
       
      3. Kuching Waterfront
       
      Kuching waterfront layaknya seperti pusat wisata di sini. Bagaimana tidak, sepanjang sekitar 1 km pinggir sungai sarawak ini dijadikan jalur wisata yang tertata dengan baik. Terdapat pedagang seperti pedagang kaki lima di indonesia namun dalam versi rapi dan tertata. Mereka menjual beragam aksesoris untuk cindramata, pakaian, bahkan makanan/minuman. Mereka umumnya baru membuka lapak saat sore hingga tengah malam.
       
       
      waterfront
       
      Suasana waterfront ini semakin indah karena tepat disisi sebrangnya, terdapat bangunan Gedung Dewan Sarawak. Gedung berwarna emas ini menjadi latar yang sangat indah ketika kita bersantai di waterfront.
       

      Gedung dewan sarawak
       
      Lampu-lampu jalan dan bangunan mulai menyala, yang artinya malam menjemput. Suasana waterfront pun akan semakin semarak dengan lampu-lampu nya dan mulai ramai dengan pengunjung. Begitupun Gedung Dewan Serawak yang terang menyala semakin menambah semarak suasana malam Kota Kuching.
       

       
      Suasana Malam waterfront
      (sumber  gambar : isadora)
       
      Untuk makan malam, kami memilih untuk meyebrangi sungai Sarawak ke Foodcourt yang ada di sebrang waterfront. Untuk menyebrang, kalian cukup membayar 5 sen saja untuk naik perahu per sekali jalan. Dalam waktu satu menit kita sudah sampai di sisi lain tepi sungai sarawak.
       

      Perahu Sungai sarawak
       
      4. Foodcourt Tepi Sungai
       
      Foodcourt ini pun menjadi penunjang konsep waterfront Kota kuching, karea lokasinya juga persis di tepi sungai. Dari sini, kalian bisa melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat di Pusat kota Kuching.
       
      Di foodcourt ini, kalian akan menemui beragam counter makanan yang menjual beragam jenis makanan. Dari yang khas malaysia, hingga menu-menu dari bermacam negara, termasuk indonesia seperti mie kocok bandung.
      Harganya pun standar seperti harga foodcourt di mal mal indonesia, jadi jangan khawatir dengan biaya makan disini.

      Food court
      (sumber gambar : www.syarliz.blogspot.com)
       
      Sudah puas dan kenyang, kami pun kembali naik perahu dan berjalan kaki lagi menuju Hostel untuk beristirahat.
       
      Hari 3
       
                  Hari ketiga dapat kalian manfaatkan untuk menjelajahi kuching lebih dalam. Tujuan wisata utama kami di hari ketiga ini ialah Cat Museum. Tapi, ssebelum menuju sana, kami manfaatkan untuk singgah dulu ke Fort Margherita.
       
      Menuju Fort Magherita pukul 09.00, kami kembali menyebrang dengan perahu, karena benteng ini memang berada disisi utara Sungai sarawak. Selepas dari perahu, kalian akan berjalan kaki kearah barat sekitar setengah jam melalui jalan-jalan kecil perumahan.
       
      5. Fort Margherita
       
      Benteng yang dibangun tahun 1879 ini berada persis di timur Gedung Dewan. Lokasinya yang cukup terpencil, menjadikan benteng ini tidak banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu memang benteng ini tidak begitu besar, dan tidak begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain untuk memuaskan hasrat berfoto ria.
       

      Fort Marghareta
      (sumber gambar : www.placeandsee.com)
       
       
      Perjalanan pun kami lanjutkan dengan harapan segera bertemu dengan jalan raya untuk mencari taksi. Namun ternyata cukup jauh jika berjalan kaki dari benteng ke jalan raya, sekitar 1,5 km. Jadi jika kalian tidak berminat berjalan kaki seperti kami, maka saya sarankan untuk menelpon taksi terlebih dahulu agar dijemput di Fort Margherita.
       
      Hampir setengah jam berjalan, sampailah kami di Sarawak State Government. Disini kami minta bantuan security untuk menelponkan kami taksi. Untungnya securitynya juga baik hati dan dengan senang hati mencarikan kami taksi.
      Setelah menanti,  taksi pun datang, dan membawaka kami ke Cat Museum dengan kesepekatan harga hanya RM20, cukup murah apalagi karena bisa share biaya sama teman trip.
       
      6. Cat Museum
       
      Muzium Kucing berada di atas perbukitan, sehingga kalian bisa melihat lanskap kota dari atas museum ini.
       

      Gedung Cat Museum
      (sumber gambar : www.comesarawak.blogspot.com)
       
      Tiket masuk nya GRATIS.. yakin? Hm... ternyata gak juga sih, karena jika kita bawa kamera hp kedalam maka kita kena biaya RM2, Camdig RM3, dan RM5 buat SLR . jadi ya tetep bayar itungannya karena kan sayang banget kalo masuk tapi gak foto-foto.
       
      Didalam Cat Museum ini jangan bayangkan ada kucing hidup kayak di pet shop. Museum ini berisi beragam hal tentang kucing seperti patung, lukisan, pernak pernik, dan beragam kisah dan sejarah kucing. Emang menarik? Bagi saya museum ini cukup menarik karena banyak hal baru yang akan kalian temui tentang kucing, apalagi setiap sisi dapat kalian manfaatkan untuk berselfie ria.
       

      Salah satu ruang di Museum Kucing
      (sumber gambar : www.sarawak.attractionmalaysia.com)
       
       
      Tak terasa, ternyata hampir 2 jam kami keliling museum ini. Selepas membeli oleh-oleh baju dan pernak pernik kucing yang dijual di museum ini, kami pun kembali ke Pusat kota. Lagi-lagi minta tolong security untuk menelpon taksi. Dan tujuan kami berikutnya ialah kawasan China Town
       
      7. China Town
       
      Selalu ada China town di kota-kota besar, termasuk Kuching yang multietnis ini. China Town di kota ini tidak begitu besar, namun cukup menjadi daya tarik wisata jika kalian berkesempatan datang ke Kuching.
       

      China Town
       
      Siang hari, kami putuskan untuk berkeliling Kuching dengan berjalan kaki kembali untuk menikmati bangunan-bangunan khas disini. Kotanya yang  kecil dan nyaman membuat kalian tak akan begitu lelah untuk berjalan kaki, apalagi objek wisata nya cukup berdekatan, seperti Klenteng Tua pek kong dan Chinesse History Museum.
       

      klenteng Tua pek kong
      (sumber gambar : www.sarawaktourism.com)
       
      8. Main Bazar
       
      Menjelang sore, kami sempatkan untuk mengunjungi Main bazar yang berada di sebrang jalan dari waterfront. Disini kalian bisa berbelanja souvenir khas sarawak. Selain itu terdapat juga kue khas Kek Lapis, atau kita biasa kenal dengan kue lapis.
       

      Main bazar
      (sumber gambar : www.airasia.com)
                 
      Malam hari terakhir di Kuching kami mencari tempat makan. Salah satu yang cukup terkenal ialah Top Spot Foodcourt. Foodcourt yang berada di atas gedung bertingkat ini, menjual beragam seafood yang menjadi andalannya. Namun dari segi biaya, dapat dikatakan cukup memasang harga yang tinggi disini. Jadi tidak disarankan untuk kalian yang mau berhemat. Tapi jangan khawatir, sebagaimana ibukota, untuk urusan makan malam, kalian tidak akan sulit mencarinya. Cobalah berkeliling main bazar dan sekitarnya, maka kalian tingal pilih rumah makan yang sesuai selera dan budget pastinya.
       
      Setelah perut terisi, kalian dapat manfaatkan sisa perjalanan dengan mengeskplor suasana malam Kota Kuching. Bangunan-bangunan tua disepanjang jalan dapat menjadi objek foto yang menarik karena sudah di tata dengan pencahayaan yang menarik.
       

      Old Court House
      (sumber gambar : isadora)
       
       
      Hari 4
       
                  Dihari terakhir di Kota Kuching ini, ada beberapa pilihan untuk kalian kembali ke tanah air. Seperti yang kami lakukan adalah mengambil penerbangan pagi tapi tidak langsung ke jakarta, melainkan ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. Penerbangan ke Jakarta memang harus transit ke KLIA, dan untuk itulah kami memilih untuk memisahkan penerbangan. Penerbangan pagi jam 7 kami ambil agar jam 9 sudah sampai ke KL dan bisa berkeliling di KL hingga malam. Dan malam kalian bisa kembali ke Jakarta.
      Alternatif lain ialah kembali menggunakan bus pagi ke Pontianak. Atau jika memang tidak memiliki waktu, silahkan pilih penerbangan ke Jakarta dengan transit singkat di KLIA.
       

      Kuching Int Airport
      (sumber gambar : www.etawau.com)
       
       
      Begitulah Field report saya selama di Kuching, sebuah Kota yang sangat sesuai untuk kalian yang ingin menenangkan pikiran dari keriuhan kota besar seperti Jakarta.
      Happy Traveling !