Sign in to follow this  
Cayadi Budidarma

FR TOKYO - TOYAMA - ALPINE ROUTE - KYOTO - OSAKA- TOKYO 13 DAYS PART 1

12 posts in this topic

Hi...ini sekilas perjalanan saya dan keluarga selama 13 hari di Jepang. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang akan berkunjung ke sana .

Bagi saya ini perjalanan kedua ke Jepang sejak 2016 lalu. Semua perjalanan saya , saya beranikan diri untuk backpacker bersama keluarga dengan bantuan info-info dari googling dan terutama forum di jalan2.com ini. Jadi saya merasa ada kewajiban khusus untukk share pengalaman saya backpacker bersama keluarga di forum ini untuk membantu teman-teman lain juga untuk memberanikan diri melalukan perjalanan tanpa tour/travel ke Jepang. Semoga bermanfaat !

Persiapan

Tentunya hal pertama yang saya lakukan adalah hunting tiket pesawat . Setelah berminggu-minggu terus buka web airlines, dan pergi ke berbagai macam travel fair. Akhirnya saya membeli tiket pesawat di TRAVEL juga ;) ...hahaha. Saat itu ada travel fair yang berlangsung di JCC , namun karena saya enggan untuk kesana antri dari subuh2 ( menurut cerita kebanyakan orang ) untuk dapat tiket promo , so saya mencoba telpon salah satu travel di Jakarta , dan ternyata jawabannya " Promo di sana berlaku juga kok di kantor kami Pak ! What....????!! kabar gembira pertama datang ! Namun saya masih ragu karena harga tiket masih diluar budget ;) Hari itu juga setelah makan siang di kantor , masuklah sms dari salah satu CC mengenai promo cash back untuk travel fair JCC yang sedang berlangsung ......what ??? Ini pertanda nih dalam hati saya hahahaha...saya berpikir , "Ok..jika cash back ini berlaku juga di kantor travel tsb , akan saya selon aja beli . Lalu saya langsung telpon lagi ke travel tsb , dan ternyata jawabannya " Ya Pak..berlaku juga kok promo CC itu ...".....Kabar gembira kedua ;) Tanpa pikir panjang langsung saya book , dan sore itu juga saya tebus tiketnya ke kantor travel tsb yang tak jauh dari kantor saya. Akhirnya saya dapatkan tiket GARUDA INDONESIA , airlines kebanggaan Indonesia di tangan , dan dengan hati yang gembira saya kabarkan berita baik ini ke keluarga saya ..HEHEHE. Dalam pikiran saya untung juga saya tidak pergi ke travel fair , sudah jauh tempatnya , antri dari subuh, dan juga bayar lagi masuknya , nah ini tanpa antri dan mudah bisa mendapatkan promo yang sama di kantor travel tersebut . Ini menjadi pengalaman bagi saya dan saya juga bagikan ke teman-teman untuk selalu mengecek promo yang berlaku di kantor travel yang berpartisipasi di fair tersebut . 

BTW, tiket sudah saya dapatkan kira-kira 8 bulan sebelum hari H tanggal 4 Juni 2018. Dalam rentang waktu tersebut , saya mengurus VISA JAPAN , booking hotel-hotel di AGODA dan membaca-baca google serta forum ini untuk tempat wisata di sana yang bagus-bagus serta menyusun itinerary kami . Awalnya Alpine route tidak ada di itinerary kami. Cuma Tokyo - Osaka- Kyoto - Tokyo. Namun dengan semangat membaca pengalaman2 teman-teman dan hasil googling japan-guide , serta tripadvisor , selang beberapa bulan sebelum hari H , saya menemukan Tateyama Kurobe Alpine Route yang menurut saya sangat amazing ( hanya satu-satu nya snow wall di dunia ..katanya loh ; )

Langsung saya obrak abrik itinerary kami , saya bertekad wajib untuk ke sana ! Dan mencari tahu bagaimana, berapa harga tiketnya dan sebagainya ), bahkan saya harus meng cancel beberapa malam hotel di agoda untuk mengganti hotel baru di TOYAMA demi ke Alpine route ini.

Singkat kata jadi lah itinerary saya seperti di judul saya di atas . Sisa beberapa bulan saya terus menggali info dan menyusun rincian ititenary yang lebih akurat , serta membeli online berbagai macam tiket yang bias dibeli secara online seperti Universal Studios beserta Express Pass 7 nya , Tiket Disneyland , dan tentunya JR PASS 14 days. Untuk tiket Alpine route , saya email ke CS pengelola web Tateyama Kurobe Alpine Route dan mereka jawab tanggal itu tidak begitu ramai, dan saya tidak perlu booking , tinggal langsung saya beli di tiket-tiket counter yang sesuai web mereka. Lagipula tiket terusan (option ticket)  9000 YEN, dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - TOYAMA , tidak ada bisa dibeli secara online.

So , ya sudah....saya percaya dengan jawaban orang Jepang itu . Oh ya...perjalanan kali ini saya tidak sewa WIFI JEPANG , namun langsung beli paket roaming 1 BULAN 5GB , karena saya memakai TEL*****L.

Internet wajib selama perjalanan di Jepang , karena kita butuh HYPERDIA dan GOODLE MAPS.

Hari demi hari persiapan akhir , sampailah pada tanggal 4 JUNI .

 

DAY 1 Penerbangan JAKARTA - HANEDA

Tak banyak cerita menarik di sini , karena berangkat dari Jakarta jam 23:40 dan tiba di Haneda pagi sekitar jam 7.

Hanya sebelum itu memang tersiar kabar santer bahwa pilot GARUDA akan melakukan demo mogok kerja . Haizzz ini yang bikin deg-deg an hari-hari sebelumnya. Yah..semoga mereka bisa menyelesaikan permasalahan mereka tanpa mogok kerja deh ya.. karena ini menyangkut nama baik perusahaan dan Negara kita juga . Kalau mereka mogok , maka mereka pilot sendiri yang rugi kan kalau semua sudah tidak percaya GARUDA INDONESIA lagi. Loh..jadi curcol ;)

Anyway , pelayanan GA sangat baik di pesawat , pesawat juga bagus , dan flight ON TIME ;) Maju terus Garuda Indonesia !

 

DAY 2 TOKYO

Sesampainya di HANEDA AIRPORT , kami langsung menukarkan JR PASS kami di bandara ( Kantor JR EAST HANEDA ) , serta tak lupa membeli tiket OPTION ( terusan ) Tateyama Kurobe Alpine Route seharga Y9000 untuk dewasa , dana anak2  Y4500. Tak lupa juga untuk melengkapi perjalanan kami , saya juga membeli PASMO CARD untuk saya beserta istri serta kedua anak saya . PASMO CARD mungkin sudah banyak yang tahu , jadi saya tak uraikan lebih lanjut.

Namun JR pass dan PASMO ini menurut saya sudah cukup untuk melakukan perjalanan seantero JAPAN , tidak usah membeli kartu2 pass yang lain yang banyak macamnya di berbagai kota di JAPAN.

Dengan bermodal JR PASS, kami dapat naik TOKYO MONORAIL menuju HAMAMATSUCHO secara free, dan lanjut dari sana memakai JR line menuju AKIHABARA dan sambung lagi ke daerah KAMEIDO dimana hotel kami berada. ( MY STAYS KAMEIDO )

Dari Kameido Station ke hotel tersebut sekitar 15 menit jalan kaki , agak jauh memang buat geret2 koper sambal pakai backpack 60 liter hahhaha...namun semua perjalanan dari Haneda menuju Kameido station free dicover JR PASS. Itu kelebihannya bagi yang bisa memanfaatkan jalur JR.

Tentunya kami tidak bisa check in , karena jam check in jam 15, so kami titip semua bagasi kami ke front desk , dan langsung menuju ROPONGGI dan malamnya ke daerah GINZA.

2 Tahun lalu kami sudah menjelajah hampir semua TOKYO district dan FUJI HAKONE , jadi kali ini Tokyo tidak banyak yang kami rencanakan untuk kunjungi .Hanya ROPONGGI dan GINZA ini yang kami belum pernah , jadi kami memutuskan ke sana.

ROPONGGI HILLS tak banyak yang menarik sih menurut saya , hanya untuk shopping dan melihat LABA-LABA besar di Roponggi Hills dan stasiun TV ASAHI .

Sesudah dari GINZA, kami juga sempat pergi dan masuk ke salah satu bagian taman dari Tokyo Imperial Palace untuk sekedar menikmati dan menghabiskan waktu sore, yang mana ternyata sangat luas dan melelahkan karena ternyata kami tidak bisa melihat Imperial Palace nya sama sekali dari taman tersebut , ;) ( kemungkinan saya salah masuk bagian dari salah satu taman istana kali ya .....) 

IMG_4353.thumb.JPG.6cff0a3e3984669d4187d2aa0eb2c277.JPG

IMG_4343.thumb.JPG.d30e26cb43013819ea3ca0212ba64c70.JPG

IMG_4360.thumb.JPG.06ae1ed5206acf90cc4d2f7e6d22bbd9.JPG

 

IMG_4366.thumb.JPG.19da6d4faa03c55129f15a194e19966f.JPG

IMG_4365.thumb.JPG.10dcd196e1c3efe0f72ce509b60cedc4.JPG

IMG_4362.thumb.JPG.d5f717adbb7205e6bef21a5afdac8b32.JPG

IMG_4374.thumb.JPG.04eb44ec7f0896b5c536db599a32981d.JPG

IMG_4377.thumb.JPG.8276ad3fd5b86b3eadfa854f1644a5fb.JPG

Lelah mengitari taman, kami pulang ke hotel .

 

DAY 2  TOKYO - TOYAMA 

Malam sebelumnya , saya sudah reservasi ticket shinkansen TOKYO - TOYAMA , tentunya memakai JR PASS, untuk kereta sekitar jam 9 an. Namun hari kedua ini berhubung masih semangat ternyata saya dan keluarga bangun pagi sekitar jam 6 . Karena memang sengaja tidak pesan breakfast di hotel , biar cepat dan langsung kami check out sekitar jam 7 an dan membeli sarapan di luar . Sesampainya di Tokyo station , berhubung jam keberangkatan masih lama , maka saya masuk lagi ke kantor ticket shinkansen dan memajukan jam keberangkatan kami , dan ternyata memang diperbolehkan . Jadi kami berangkat ke TOYAMA lebih pagi 1 jam an. 

Untung bagi kami , karena bisa sampai TOYAMA lebih pagi, daripada menunggu di stasiun kereta TOKYO ;)

Sesampainya di TOYAMA , seperti biasa kami mencari lokasi hotel kami ( APA VILLA HOTEL TOYAMA ) melalui googlemaps, dan ternyata cuma perlu 5 menit jalan dari Toyama Station. Titip koper lagi di front desk , dan langsung mencari maps kota TOYAMA dan kami langsung jalan kaki untuk explore kota TOYAMA tersebut .

Tempat yang kami kunjungi pertama adalah TOYAMA castle dimana kami bisa masuk melihat2 ke dalam castle dan naik ke puncak castle nya . Castle ini sudah dijadikan museum dan tentunya untuk masuk harus membeli tiket.  Cukup menarik di dalamnya walaupun kecil . Pulang dari sana kami berjalan kaki melewati beberapa shrines ( kuil ) kecil sepanjang perjalanan.

Sebenarnya kami rencanakan untuk sewa sepeda dimana banyak tempat penyewaan sepeda di TOYAMA . Selagi bingung melihat2 mesin nya dan cara menyewa sepeda , tiba2 ada seorang bapak2 ramah berkata dalam Bahasa Inggris ke saya , singkatnya " Sepertinya kamu butuh suatu kartu untuk dapat meminjam sepeda yang terparkir ini , memang kelihatannya sederhana tapi system nya yang agak sulit untuk penyewaan sepeda di TOYAMA ini " . Ternyata Bapak ini obrol punya obrol juga penduduk TOYAMA dan dia juga tidak tahu bagaimana system sewa sepeda nya untuk turis ....HAHAHA...tapi minimal bapak ini sudah ramah sekali mencoba membantu saya yang sedang mencoba pakai kartu pasmo untuk membuka kunci sepeda . WKKWKWK.....Akhirnya saya menyerah dan selama di TOYAMA menggunakan kedua kaki untuk menjelajah . 

Makan malam kami masuk ke dalam suatu plaza , dimana beruntungnya sedang ada seorang "MAIKO" ( entah benar MAIKO atau GEIHA istilahnya ) ramah yang mau kami ajak berfoto .  

Sesudah itu kami langsung pulang karena mau mempersiapkan fisik untuk besok kami menjelajah KUROBE ALPINE route yang mana merupakan tujuan utama kami ke JEPANG ini.

IMG_4407.thumb.JPG.595383c05ef0b77f5f49b24529f1cb40.JPG

IMG_4418.thumb.JPG.d4b0ea2ff137da11df1f1c0078aa69e2.JPGIMG_4424.thumb.JPG.9e537821f454d2b8e6c8639f37b16244.JPG

IMG_4415.JPG

IMG_4423.JPG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAY 3   TOYAMA - TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE - NAGANO - TOYAMA

 

Bangun pagi dengan semangat 2018, sekitar jam 5.30 , karena ini lah tujuan utama travelling kami kali ini. Untuk keberangkatan pertama dari station DENTETSU TOYAMA ( letaknya pas disebelah nya station TOYAMA , yang merupakan station pemberhentian shinkansen dari tokyo station) kalau saya tidak salah ingat sejak jam 6 pagi sudah ada . Namun setelah berberes , bangunin anak-anak yang agak susah ;) dan beli sarapan seadanya dulu di LAWSON dan sejenisnya yang banyak berterbaran di pelosok Jepang , maka kami sampai di station Dentetsu Toyama sekitar jam 6.30. Kami tukarkan voucher Tateyama Kurobe Options yang dibeli di kantor JR EAST HANEDA dengan tiket aslinya , dan langsung kami disuruh antri untuk naik kereta dari DENTETSU TOYAMA menuju TATEYAMA station menggunakan kereta CHIHO RAILWAYS. Tepat jam 7 pagi , kereta berangkat.

BTW, saya anjurkan sepagi mungkin kalian berangkat dari DENTETSU TOYAMA , karena Alpine route ini really amazing dan seharian pun kita akan merasa kurang waktunya. Di akhir FR cerita ini , kalian akan tau kenapa saya bilang 1 harian pun akan kurang ;) ...Oh ya sehari sebelumnya juga saya sudah reservasi tiket shinkansen dari NAGANO kembali menuju TOYAMA sekitar jam 1800.

Berikut jalur TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE ( untuk lebih jelas nya kita dapat mengakses web resmi dari Alpine route ini, karena banyak alternatif yang sesuai waktu dan itinerary kita ) https://www.alpen-route.com/en/

 Namun saya mengambil jalur sesuai tiket option route 9000 YEN adults ini, yaitu dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - NAGANO . Bisa juga tiket ini digunakan terbalik jalurnya NAGANO _ ALPINE ROUTE - TOYAMA. Namun karena sesudahnya saya ingin ke KYOTO , maka saya pilih base di TOYAMA.

MOhon diperhatikan tiket ini hanya one way , jadi tidak bisa kembali melalui jalur yang sama menuju tempat asal. Ada juga pilihan round way TOYAMA - MURODO - KUROBEDAIRA ( KUROBE DAM ) - TOYAMA. Semua bisa kalian lihat di web resminya. Namun saya sih anjurkan ambil yang one way dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri , lalu kembali menggunakan shinkansen untuk balik ke TOYAMA atau NAGANO.

img_routemap.png.ea83315a49dd445c892ae396bb065e3a.png

Berikut pemandangan selama perjalanan dari dentetsu toyama ke tateyama, menggunakan TOYAMA CHIHO RAILWAY. Banyak anak-anak sekolah juga yang sedang berangkat ke sekolah saat itu yang jadi pemandangan yang menarik . Ternyata sekolah di Jepang masuknya agak siang ya..mungkin sekitar jam 8 atau 830 , karena mereka masih terlihat santai sekitar jam 730 an. Saya juga merasa masuk sekolah di Indonesia rasanya terlalu pagi jam 650 , sehingga banyak anak-anak masih mengantuk di  jam pertama pelajaran sehingga tidak efektif . IMHO .

IMG_4441.thumb.JPG.c0d7245bffdbb989e6ed75020201bdbc.JPG

IMG_4445.thumb.JPG.b022b5f0ce16c6286b8365fa5fa9e53f.JPGIMG_4449.thumb.JPG.b72c0bc529befa63b90ec676e882455b.JPG

 

 

IMG_4451.thumb.JPG.02f6b5c24b96b86ae4303ed7e4097e0f.JPG

 

Sepanjang perjalanan disuguhi view semacam ini ...oh indahnya hidup . Mungkin bagi anak-anak sekolah di sana naik kereta dengan pemandangan seperti ini sudah biasa dan melihat saya norak berfoto-foto ...hahhaha. Namun beruntung mereka memiliki kota/ kampung halaman seindah dan sesegar udara di sini. Setelah melewati beberapa station kecil yang sudah tampak tua( tidak seperti station-station yang kita lihat selama perjalanan shinkansen maupun di tokyo ), 1 jam tepat ( di Jepang semua serba on time pas-pas-pas waktunya ) maka kami sampai di TATEYAMA station .

 

TATEYAMA STATION - BIJODAIRA( menggunakan TATEYAMA CABLE CAR )===> mohon maaf banyak picture saya ga bisa berhasil UPLOAD ( UPLOAD FAILED ) jadi mungkin ada gambar yang penting untuk menggambarkan arah namun tidak bisa diupload , entah kenapa ...maklum agak GAPTEK nih saya...

IMG_4461.thumb.JPG.8e3b31b8c16ffaa24353b9f1021a6fe3.JPG

 

Cable car ini juga memasuki terowongan, dan lama perjalanan 7 menit kami sampai di BIJODAIRA station . Dari station sana sebenarnya saya baca di maps kita bisa menelusuri pohon pinus , dulu sebelum menuju MIDAGAHARA. Namun saya tanya ke petugas dimana track ke hutan pinus , beliau menjawab tutup dengan menyilangkan tangan di depan dada nya, dan berkata sedang tidak aman track ke hutan pinus. Saya sih percaya dengan tingkat keamanan di Jepang. Apa yang mereka bilang tidak aman pasti tidak aman , kita jangan nekat wkwkkwkw. 

Dari station Bijodaira ada 2 jalur antrian ....jangan sampai salah ! Saya hampir mengantri di antrian yang langsung ke MURODO !!! Haizzz karena mengikuti gerombolan orang terbanyak ;) dan ternyata mereka gerombolan tour dari HONGKONG jadi mungkin mereka terkejar waktu jadi langsung ke MURODO. Untungnya saya berbekal map di atas , jadi tahu tujuan selanjutnya jadi langsung pindah antrian yang paling kiri ( kalau ga salah tulisannya STOP OVER )...nah ini yang transit dulu di MIDAGAHARA. Beruntungnya saya sadar kesalahan fatal ini, karena jika saya langsung ke MURODO , saya tidak diperbolehkan balik lagi ke MIDAGAHARA . Setelah liat-liat toko souvenir sebentar , kami disuruh masuk ke BUS TATEYAMA HIGHLAND BUS menuju MIDAGAHARA. 

IMG_4454.thumb.JPG.c4c3fe90df0c849c31b3c645624c7871.JPGIMG_4455.thumb.JPG.3f2501af1c8d4949615f1b6047930aec.JPGIMG_4468.thumb.JPG.ed71623a0bee25733e35c87bc92ffd00.JPG

 

 

 

 

BUS dari BIJODAIRA ke MIDAGAHARA hanya beberapa orang saja didalamnya, serasa bus privat ( paling 10 orang hehhehe), jadi kami bebas memilih seat yang paling nyaman dan bagus untuk melihat pemandangan . Kemungkinan karena kami pergi ke sana bukan saat weekend dan high season , jadi selama perjalanan Alpine route ini kami sangat puas dan nyaman karena tidak banyak orang ... NAMUN ada kekurangannya juga tidak banyak orang ini....cerita agak membuat ciut hati menyusul hehhehe.

Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan hijau dan puncak gunung yang ada es nya ..benar-benar seperti di ALPINE SWISS ;). Bus pakai penjelasan dari TV memakai bahasa inggris juga , dan berhenti di beberapa titik yang dianggap bagus, seperti air terjun dan 1 pohon yang dianggap penting ( saya lupa namanya ) . Perjalanan sekitar 30 menit tak terasa karena disuguhi pemandangan sebagus ini . Tibalah kami di MIDAGAHARA 1930m. Turun dari bus.......lebih AMAZING lagi view nya...dan lagi kami bisa bersentuhan langsung dengan salju yang banyak , dan bisa menginjakan kaki di atas salju dan bermain-main . VIEW nya TOP ! Di sana ada 1 station kecil dengan petugas yang menanyakan jam berapa kami mau berangkat ke MURODO , dan kami bilang 1 jam lagi ..lalu di catat oleh petugas tersebut. 1 JAM puas kami bermain salju dan foto-foto , karena memang lokasi tidak begitu luas untuk di explor karena ada pembatas tali dimana kami tidak boleh over pass.

IMG_4497.thumb.JPG.3c253594f92dc926980e8aba96c90bc7.JPGIMG_4505.thumb.JPG.daf54560a2fb3ce9655e0df295e96b83.JPGIMG_4499.thumb.JPG.f24ab9eea8ceaff2fe18663af56fd31b.JPGIMG_4498.thumb.JPG.b222c7a14061a7b6704c2bb9bf1773e3.JPGSetelah 1 jam berangkatlah bus

TATEYAMA HIGHLAND BUS kami langsung menuju MURODO ( entah kenapa tidak berhenti di TENGUDAIRA sesuai map ). Namun selama perjalanan menuju MURODO kami pikir sebelumnya akan sama view nya dengan sebelumnya, namun SALAH BESAR !!! Makin ke MURODO , es bertambah banyak , view makin indah ! Dan mulai tampak SNOW WALL pendek , dan semakin menuju murodo SNOW WALL bertambah tinggi ...AMAZING !!!

 

MAAF KUOTA UPLOAD PICTURES NYA HABIS ...HHAHAHHAA...lanjut ke topic lanjutan di lapak yang lain ! ya.... SPOILER DIKIT...

IMG_4530.thumb.JPG.62a391b04630acfd493d59df1b57e948.JPGIMG_4537.thumb.JPG.f4f10be330f739dbb3f4a4f4679a5c1e.JPGIMG_4540.thumb.JPG.81dbef865f43a4e541681e531ebf4aa8.JPG

 

 

IMG_4498.AAE

IMG_4503.JPG

IMG_4504.JPG

IMG_4505.JPG

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya saya merasakan service Garuda tambah buruk belakangan ini, btw Roppongi lebih menarik di malam hari,  btw thank atas FR-nya :salut , ditunggu nih lanjutan-nya :senyum 

Share this post


Link to post
Share on other sites
8 hours ago, kyosash said:

iya saya merasakan service Garuda tambah buruk belakangan ini, btw Roppongi lebih menarik di malam hari,  btw thank atas FR-nya :salut , ditunggu nih lanjutan-nya :senyum 

Service sih bagus , hanya masalah pilot mau mogok kerjanya itu loh bikin orang bakal ragu untuk naik GARUDA lagi :o

Share this post


Link to post
Share on other sites
39 minutes ago, Cayadi Budidarma said:

berkat forum ini , jadi saya beranikan diri ....mantep jalan2.com

hahay sama2 mas dan thanks udah berbagi pengalamannya

saya belum ke Alpine Route dengan ini lumayan dapat referensi :D

@Cayadi Budidarma

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/21/2018 at 4:22 PM, Cayadi Budidarma said:

berkat forum ini , jadi saya beranikan diri ....mantep jalan2.com

keren keren.... haizzzz ayuk jalan2 lagi @deffa@twindry@HarrisWang@kyosash

om @Cayadi Budidarma mantap ini detail banget, dan emang alpine route itu sesuatu cuma aja cukup ngeri2 sedap pas high season cable carnya penuh banget

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By annelialk
      Halo, saya berdua dengan teman saya akan pergi ke Jepang tgl 1-9 Maret 2019. Tiket sudah fix. Tempat yang mau dikunjungi Tokyo-Kyoto-Osaka. Tapi itin belum fix. Kalau ada yang gabung, sila. Lumayan kalau bisa share cost buat penginapan... hehe.
    • By pejalankaki
      Halo Jalan2.com! 
      Siapa yang tidak tahu dengan Universal Studio Jepang? Tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi saat liburan ke Jepang. Di lokasi wisata yang ikonik ini, Travel Mates akan bertemu banyak karakter film yang pasti sudah nggak asing lagi deh! Tapi kalau kamu masih bingung mau ke mengunjungi spot yang mana dulu, Artikel HIS Travel rekomendasikan kamu ke spot Harry Potter yang super duper fantastis dulu, Travel Mates.
      Karena tempat yang satu ini menjadi para incaran para wisatawan manca negara yang ingin melihat langsung kastil atau bangunan yang mirip seperti di film Harry Potter.
      Setelah puas mengunjungi spot-spot yang seru, pastinya perut kamu butuh asupan kan? Selain karakter dan filmnya yang terkenal, Universal Studio Jepang juga memiliki menu kuliner yang wajib kamu cicipi ketika mengunjunginya. Pasti Travel Mates penasaran kan apa aja sih kuliner yang wajib dicicipi ketika mengunjungi Universal Studio Jepang?
      Yuk simak di bawah ini!
      Restoran The Three Broomsticks

      Sumber gambar: squarespace.com
      Buat kamu pecinta buku atau film Harry Potter pasti sering mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata beneran ada di dunia nyata lho, Travel Mates. Kalau kamu sedang mengunjungi Universal Studio Jepang, restoran ini ada di pintu Hogsmeade dengan tanda tulisan "Please Respect the Spell Limits". Dari pintu masuknya aja udah keren dan Harry Potter banget ya, Travel Mates?
      Kalau kamu belum tau, dalam buku-buku dan film Harry Potter, Three Broomsticks ini adalah penginapan dan restoran yang berada di Hogsmeade yang biasa dikunjungi oleh murid Hogwarts, termasuk Harry Potter dan teman-temannya.
      Untuk menu-menu makanan di sini juga mirip seperti yang ada di buku dan film Harry Potter, lho. Seperti Butterbeer, Fire Whisky, Gilly Water, dll. Untuk harganya sendiri mulai dari $2 - $9 per tiap menunya.
      Delicious Me! & POP-A-NANA

      Sumber gambar: https://idntimes.com
      Kalau baca nama restoran di atas, kira-kira menggambarkan karakter apa ya, Travel Mates? Dari logonya sih dominan warna kuning. Betul, apa lagi kalau bukan Minion! Di dua restoran ini kamu bisa cobain cemilan yang seru. Delicious Me! memiliki menu sandwich snack dengan rasa fruits and cream. Dan ketika memakannya Travel Mates akan menemukan rasa beberapa buah seperti stroberi, pisang, dan anggur yang dicampur dengan cream. Kamu akan diajak merasakan perpaduan biskuit yang manis dan buah yang segar dalam sekali gigit. Penasaran 'kan?
      Karena tempat ini berada di satu tempat, yaitu kawasan Minion Park, selanjutnya kamu harus mencoba mengunjungi restoran POP-A-NANA yang ada disebelahnya. Hayoo, apa makanan favorit Minion? Betul, jawabannya adalah banana atau pisang. Terinspirasi dari makanan favorit minion, restoran ini memiliki menu serba pisang, lho. Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah popcorn rasa pisang cokelat.
       Amity Landing Restaurant, Teror Hiu Jaws

      Sumber gambar: https://tdrexplorer.com
      Jaws, pasti kamu pernah melihat film yang satu ini. Teror hiu yang satu ini ternyata tidak hanya di film, tapi juga ada di Universal Studio Japan, Travel Mates. Tenang, teror yang satu ini bisa kamu serang balik kok, caranya dengan memakannya langsung. Seperti di filmnya, Universal Studio Jepang memiliki area Amity Village atau biasa dikenal dengan rumahnya habitat atau rumah Jaws. 
      Pulau yang dikelilingi oleh laut ini memiliki restoran yang unik, yaitu Amity Landing Restaurant. Siapa yang tau kalau Travel Mates bisa memakan Jaws dalam bentuk dessert yang menggemaskan di restoran satu ini? Dengan harga $4 kamu bisa mendapatkan menu Jaws Cake yang dibentuk swiss roll dan dilengkapi dengan cream soda. Kalo terornya seperti ini, pasti Travel Mates maunya di teror mulu. Betul?
      Discovery Restaurant, Restoran bertema Jurassic Park

      Sumber gambar: https://www.usj.co.jp
      Travel Mates ingin merasakan langsung dunia Jurassic Park? Restoran ini sangat cocok untuk mewujudkannya. Dengan membuat konsep interior yang sama seperti di film dan pilihan menu bertema hutan Jurassic Park, para pengunjung akan merasakan atmosfer langsung seperti apa kehidupan di dunia Jurassic Park. 
      Tapi kamu harus berhati-hati Travel Mates, karena di restoran ini akan ada dinosaurus yang tiba-tiba muncul dihadapan kamu ketika kamu sedang makan. Jadi sebelum kamu ke sini, lebih baik kamu berlatih dulu seperti Owen Grady di film Jurassic Park saat mengendalikan Velociraptor, ya!
       
      SUMBER
    • By Clemenz Cave
      Hi,
      I'm just looking for mates to travel with to Japan through Xmas till New Year's Eve, so about 5 days give or take. Anyone is welcomed! 
      For now its only me and myself, haven't got the itinerary written down yet much less the exact dates to go and back. 
      You can invite your friends along if you want, THE MORE THE MERRIER! :D
    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By vie asano
      Masih tentang Hiroshima. Pada tulisan Hiroshima's Guide for Travellers (1), saya sudah menyinggung tentang moda transportasi publik dan juga beberapa bangunan lain yang tersisa paska serangan bom atom 6 Agustus 1945 yang menghancurkan hampir seluruh kota Hiroshima. Tapi Hiroshima nggak melulu berisi cerita tentang bom atom lho. Kota ini sudah lama move on dari kehancuran paska serangan bom dengan kode nama little boy tersebut, dan kini memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Misalnya saja, untuk kategori wisata sejarah. Di Hiroshima terdapat 2 kastil yang cukup populer. Kastil pertama, Hiroshima Castle, aslinya dibangun oleh Terumoto Mori pada tahun 1590. Sayangnya kastil ini hancur oleh bom atom Hirosohima dan hanya menyisakan sedikit struktur aslinya. Kini Hiroshima Castle sudah selesai di rekonstruksi dan difungsikan sebagai museum yang mengangkat budaya samurai.
      Foto 01:
      Hiroshima Castle [foto: Fg2/wikimedia]
      Sedangkan kastil kedua adalah Fukuyama Castle yang terdapat di Fukuyama, Hiroshima. Sama seperti Hiroshima Catle, Fukuyama Castle ini bukanlah kastil asli, karena di Jepang kastil asli hanya berjumlah 12 saja (baca disini: Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original di Seluruh Jepang Lho!).
      Foto 02:
      Fukuyama Castle [foto: Jnn/wikimedia]
      Dari spot bersejarah, lanjut ke museum. Selain memiliki museum keren di Hiroshima Peace Memorial Park, Hiroshima juga punya stok museum bertema lain yang tak kalah kerennya. Contohnya adalah Mazda Museum. Dari namanya sudah bisa ditebak jika museum ini berkaitan dengan Mazda, dan memang benar adanya. Mazda memang salah satu produsen mobil yang memiliki peran penting dalam perekonomian Hiroshima, dan di Mazda museum ini wisatawan dapat melihat-lihat berbagai hal yang berkaitan dengan Mazda, mulai dari sejarah, proses perakitan mesin, dan lain-lain. Untuk bisa masuk ke museum ini sama sekali tidak dikenakan biaya. Hanya saja wisatawan wajib melakukan reservasi terlebih dulu.
      Foto 03:
      Salah satu display di Mazda Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Hiroshima memiliki beberapa museum seni dengan koleksi yang sangat baik, antara lain Hiroshima City Museum of Contemporary Art yang memiliki berbagai koleksi seni dari beberapa seniman Barat ternama seperti Andy Warhol. Museum seni lainnya, Hiroshima Prefectural Museum of Art, juga memiliki koleksi seni yang sangat baik mulai dari seni klasik hingga modern. Begitu juga dengan Hiroshima Museum of Art dengan koleksi andalannya adalah karya seni bergaya Eropa.
      Foto 04:
      Hiroshima Prefectural Museum of Art [foto: Taisyo/wikimedia]
      Namun jika tak tertarik dengan museum seni maupun jika membawa anak-anak, masih banyak jenis museum lainnya seperti Hiroshima Children's Museum yang memiliki aneka eksibisi yang akan disukai oleh si kecil; Hiroshima City Transportation Museum, dan lain-lain.
      Foto 05:
      Hiroshima Children's Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Dari museum, mari mengunjungi aneka kuil di Hiroshima. Ya, wisata kuil memang selalu menjadi salah satu aktifitas favorit untuk dilakukan di Jepang. Sayangnya, untuk kota Hiroshima sendiri minim kuil yang betul-betul menawarkan keunikan khas untuk wisatawan. Mungkin yang bisa masuk dalam kategori cukup unik adalah Mitaki-dera, kuil Budha yang memiliki pemandangan indah saat musim gugur. Tapi nggak perlu kecewa. Jika masih ingin melakukan wisata kuil, sekalian saja berkunjung ke Miyajima, karena disana ada kuil Itsukushima yang diakui sebagai salah satu dari Japan's 3 top scenic sight (2 lainnya adalah pine-clad island di Matsushima dan Amanohashidate. Untuk Amanohashidate, bisa dibaca disini: Amanohashidate part 1, Amanohashidate part 2). Info tentang Miyajima menyusul yah.
      Foto 06:
      Mitaki-dera [foto: Binabik155/wikimedia]
      Festival di Hiroshima
      Ada beberapa festival besar di Hiroshima, tapi saya hanya akan menyinggung yang paling populer saja. Salah satu festival terbesar dan terpopuler di Hiroshima adalah Hiroshima Flower Festival yang diadakan setiap tanggal 3-5 Mei setiap tahunnya (bertepatan dengan liburan Golden Week). Festival yang digelar di Hiroshima Peace Memorial Park ini dipenuhi dengan aneka pertunjukan meriah, mulai dari tari, nyanyi, parade, hingga pasar kaget. Tak heran jika setiap kali festival ini dilangsungkan, jumlah pengunjungnya bisa mencapai lebih dari 1 juta orang.
      Foto 07:
      Hiroshima Flower Festival [foto: Taisyo/wikimedia]
      Festival lain yang selalu mencuri perhatian wisatawan tentu saja adalah Hiroshima Lantern Festival, yang diselenggarakan di Hiroshima Peace Memorial Park setiap diperingatinya tanggal jatuhnya bom atom Hiroshima, yaitu 6 Agustus. Saya pernah menyinggung sedikit tentang festival tersebut pada tulisan Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end).
      Foto 08:
      Hiroshima Lantern Festival [foto: w00kie/flickr]
      Kuliner khas Hiroshima
      Akhirnyaaaa, sampai juga di bagian kuliner! Dan kuliner pertama ala Hiroshima yang akan saya ulas adalah Okonomiyaki.
      Lho, kok okonomiyaki? Bukannya okonomiyaki berasal dari Osaka?
      Ya, okonomiyaki memang populer sebagai kuliner khas Osaka. Saking populernya, Tokyo tak mau kalah dan akhirnya membuat versi tandingan dari okonomiyaki yaitu monjayaki (tempat paling populer untuk mencicipi kuliner ini ada di Tsukishima). Untuk Hiroshima, daerah ini memiliki okonomiyaki yang dibuat dengan gaya yang khas. Jika okonomiyaki khas Osaka dibuat dengan mencampuradukkan seluruh bahan ke dalam larutan tepung dan di goreng di wajan datar, okonomiyaki ala Hiroshima dibuat berlayer. Campurannya pun bervariasi, tak hanya sekedar kubis, telur, dan daging. Namun bisa dicampur juga dengan seafood (biasanya cumi maupun gurita), keju, dan juga mie (baik soba maupun udon). Kuantitas kubisnya pun jauh lebih banyak dibanding versi Osaka. Penampakan okonomiyaki ala Hiroshima kira-kira seperti berikut.
      Foto 09:
      Okonomiyaki ala Hiroshima, tahap persiapan. Kubisnya segunung! [foto: J. Miers/wikimedia]
      Foto 10:
      Hasil jadi okonomiyaki ala Hiroshima. Mie menjadi salah satu bahan dasarnya[foto: Daderot/wikimedia]
      Dan bandingkan dengan okonomiyaki versi Osaka.
      Foto 11:
      Okonomiyaki ala Osaka tahap setengah jadi [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Foto 12:
      Okonomiyaki ala Osaka [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Kuliner khas Hiroshima lainnya adalah momiji manju. Kue ini berbentuk seperti daun momiji (atau maple) dan diisi dengan pasta kacang merah. Nggak suka kacang merah? Jangan khawatir. Saat ini sudah banyak varian isian lain dari momiji manju, seperti coklat, keju, matcha, dan lain-lain.
      Foto 13:
      Momiji manju [foto: Daderot/wikimedia]
      Tiram merupakan kuliner khas lainnya dari Hiroshima. Tak sulit untuk menemukan tiram, karena aneka kuliner yang menggunakan tiram sebagai bahan dasarnya mudah ditemukan di berbagai restoran, ryokan, hingga stand pinggir jalan di Hiroshima. Tiram ini enak juga lho disantap mentah dengan dicocolkan ke dalam soy sauce. Bisa juga disantap setelah dibakar, seperti pada gambar berikut ini.
      Foto 14:
      Tiram bakar [foto: Daderot/wikimedia]
      ***
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca juga:
      Hiroshima: Dulu dan Sekarang
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (1)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (2)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end)
      Hiroshima's Guide for Travellers (1)
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta