Sign in to follow this  
Cayadi Budidarma

FR TOKYO - TOYAMA - ALPINE ROUTE - KYOTO - OSAKA- TOKYO 13 DAYS PART 3

6 posts in this topic

DAY 4 TOYAMA - KYOTO

Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .

Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.

Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.

 

 

Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.

Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !

Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .

Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

IMG_4881.jpg.fdfa23cee96eb92f68db607767f2ddaa.jpgIMG_4894.jpg.48672d58e4b3fdddb1a7d43136fc5cb8.jpgIMG_4906.jpg.5a0fdf793809fd13869c0c564eb32d9b.jpgIMG_4919.jpg.6ae9e4def244f1feaf3932a1bdb88509.jpgIMG_4930.jpg.8aa973fbfe4e8951dfbd1e9992ae691c.jpg

Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .

Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

IMG_4933.jpg.a74012dcf7090fab4215c32a07204832.jpgIMG_4944.JPG.79de2cb5f02d04bf589074970a969030.JPG

 

Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .

Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

IMG_4958.jpg.c56031de2aea754b026cedd2064e78a7.jpgIMG_4960.jpg.15c5f12fda3e24bf229fc42304f8a370.jpgIMG_4964.jpg.1b29969b2cb9449f5d67b5335b736831.jpgIMG_4972.jpg.f0bf38b9f1db27d68a8ec6c16cfcd1f4.jpg

 

 

DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK

Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.

Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

IMG_4977.jpg.8b4d3d203ecc0f216a31b04f6f306296.jpgIMG_4978.jpg.69b2e56c8672bb1226f2c894ffac9f56.jpgIMG_4979.jpg.6cc76e6bf29cc14ce663f67a14413e7f.jpg

 

Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

IMG_4985.jpg.84ca3584cd80b4de4868f948a486d7f4.jpgIMG_4991.jpg.8cc0fed2ed75423f4fe0ba15253ecc64.jpgIMG_4998.jpg.289050a4e8daf3785f63bfc9bb676d97.jpgIMG_5008.jpg.b6a81823fe2b0c340991e913bef21691.jpgIMG_5016.jpg.fdea0bf261a17330aa9adff4ea03b765.jpg

Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.

Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

IMG_5020.jpg.c85dc3bd66853085a77731d9954504ce.jpgIMG_5021.jpg.05449884b8540956238dbdea34195736.jpgIMG_5023.jpg.8366ae9014411245c6de93faf8c1a6e7.jpgIMG_5025.jpg.1046657835335f708768c1c4bb22d65c.jpgIMG_5027.jpg.dae04c5525c333542c572575d7be7257.jpgIMG_5035.jpg.d7ca2d3de516f348f40ff108bc932ac6.jpgIMG_5043.jpg.211cdac8d02e0e18a4af0afcb8bcd782.jpgIMG_5046.jpg.c10d8d154f04dfcc7cf168632fa45dbc.jpgIMG_5060.JPG.5459a7d22d11a3e6199ef22d20f8845e.JPGIMG_5068.jpg.8d636d2e9a24b626b1911b37145163ea.jpgIMG_5077.jpg.bf71a3845f70abc8625748758a21ea6e.jpgIMG_5082.jpg.fb3ffa07e3c37ff914dbdd61860035ff.jpg

 

Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin ;)

River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .

Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.

Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.

Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.

Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.

 

 

IMG_5084.jpg.3f403af77bdc9dd4a6984393f6458fb9.jpgIMG_5086.jpg.eaf31d6494be024a4e91cb8e33030350.jpgIMG_5095.jpg.eed0c7333cdcb278f42bc4704733f6b4.jpgIMG_5097.jpg.093df71e3be3d9c16fdfb724f2064ccb.jpgIMG_5101.JPG.9226be6d6d50cc25bfaeedb35a9ff05f.JPGIMG_5108.jpg.e08e0e89e02617d72cd0b96fa1429416.jpgIMG_5115.jpg.6f1708c5e05ebab032292f20cd743efe.jpgIMG_5124.jpg.d9b45aa522d6fd9487d4ac11404414ac.jpgIMG_5128.jpg.10dd2b9209065dee9264f9cd3f37a42c.jpgIMG_5131.jpg.66fdc0e4e644bc6d2f83d28ca168ac7f.jpg

Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

IMG_5132.jpg.59566114ff6f96d39681ee61745ec3b9.jpgIMG_5133.jpg.5f1fbcfbb47a1f054d080af03852c7c0.jpgIMG_5134.jpg.a3172995d2c9cdb5f946fe08eea749a7.jpg

 

Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.

 

Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.

Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .

Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !

Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

IMG_5150.jpg.068340aa3fc058096c0e97ff2f3cdef3.jpgIMG_5152.jpg.e9df2bf8fb660e2d7a6ea1b4e85b66bc.jpgIMG_5165.jpg.4d2c95dc6b28433f8da510a2936187e0.jpgIMG_5177.JPG.1f691c39ce034d53e8232b7f92c47ca8.JPGIMG_5181.JPG.32c864d98c00bb565493d31491a81b27.JPG

 

Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.

Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

IMG_5186.jpg.f90484fe43e42d968c6b99093e2a4587.jpgIMG_5194.jpg.6b588adc1311caf2d88d81d7025b54b5.jpgIMG_5200.jpg.b0b45ac92cf02308c50981da46287869.jpg

 

Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .

Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh ;)

Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.

IMG_5213.jpg.183ba9f1e9210cd8fa8a4adc47e1db38.jpg

IMG_5207.jpg.f84c96f825b830ce006832c26a35b059.jpgIMG_5208.jpg.0fa9c2b68efcc984db33cac53892b24a.jpgIMG_5212.jpg.5537314545657b34967c712a4030dc2d.jpgIMG_5214.JPG.fb9e3daec80cdceeed350fc6333742c6.JPG

 

IMG_5215.JPG

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/23/2018 at 2:11 PM, Cayadi Budidarma said:

Foto nya kecil ?

Sudah banyak foto-foto Kyoto OSaka di forum ini , jadi saya upload seadanya saja Pak ;)

 

tiap perjalanan kan beda ceritanya. heheh jadi fotonya pasti beda2 juga

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By pejalankaki
      Halo Jalan2.com! 
      Siapa yang tidak tahu dengan Universal Studio Jepang? Tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi saat liburan ke Jepang. Di lokasi wisata yang ikonik ini, Travel Mates akan bertemu banyak karakter film yang pasti sudah nggak asing lagi deh! Tapi kalau kamu masih bingung mau ke mengunjungi spot yang mana dulu, Artikel HIS Travel rekomendasikan kamu ke spot Harry Potter yang super duper fantastis dulu, Travel Mates.
      Karena tempat yang satu ini menjadi para incaran para wisatawan manca negara yang ingin melihat langsung kastil atau bangunan yang mirip seperti di film Harry Potter.
      Setelah puas mengunjungi spot-spot yang seru, pastinya perut kamu butuh asupan kan? Selain karakter dan filmnya yang terkenal, Universal Studio Jepang juga memiliki menu kuliner yang wajib kamu cicipi ketika mengunjunginya. Pasti Travel Mates penasaran kan apa aja sih kuliner yang wajib dicicipi ketika mengunjungi Universal Studio Jepang?
      Yuk simak di bawah ini!
      Restoran The Three Broomsticks

      Sumber gambar: squarespace.com
      Buat kamu pecinta buku atau film Harry Potter pasti sering mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata beneran ada di dunia nyata lho, Travel Mates. Kalau kamu sedang mengunjungi Universal Studio Jepang, restoran ini ada di pintu Hogsmeade dengan tanda tulisan "Please Respect the Spell Limits". Dari pintu masuknya aja udah keren dan Harry Potter banget ya, Travel Mates?
      Kalau kamu belum tau, dalam buku-buku dan film Harry Potter, Three Broomsticks ini adalah penginapan dan restoran yang berada di Hogsmeade yang biasa dikunjungi oleh murid Hogwarts, termasuk Harry Potter dan teman-temannya.
      Untuk menu-menu makanan di sini juga mirip seperti yang ada di buku dan film Harry Potter, lho. Seperti Butterbeer, Fire Whisky, Gilly Water, dll. Untuk harganya sendiri mulai dari $2 - $9 per tiap menunya.
      Delicious Me! & POP-A-NANA

      Sumber gambar: https://idntimes.com
      Kalau baca nama restoran di atas, kira-kira menggambarkan karakter apa ya, Travel Mates? Dari logonya sih dominan warna kuning. Betul, apa lagi kalau bukan Minion! Di dua restoran ini kamu bisa cobain cemilan yang seru. Delicious Me! memiliki menu sandwich snack dengan rasa fruits and cream. Dan ketika memakannya Travel Mates akan menemukan rasa beberapa buah seperti stroberi, pisang, dan anggur yang dicampur dengan cream. Kamu akan diajak merasakan perpaduan biskuit yang manis dan buah yang segar dalam sekali gigit. Penasaran 'kan?
      Karena tempat ini berada di satu tempat, yaitu kawasan Minion Park, selanjutnya kamu harus mencoba mengunjungi restoran POP-A-NANA yang ada disebelahnya. Hayoo, apa makanan favorit Minion? Betul, jawabannya adalah banana atau pisang. Terinspirasi dari makanan favorit minion, restoran ini memiliki menu serba pisang, lho. Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah popcorn rasa pisang cokelat.
       Amity Landing Restaurant, Teror Hiu Jaws

      Sumber gambar: https://tdrexplorer.com
      Jaws, pasti kamu pernah melihat film yang satu ini. Teror hiu yang satu ini ternyata tidak hanya di film, tapi juga ada di Universal Studio Japan, Travel Mates. Tenang, teror yang satu ini bisa kamu serang balik kok, caranya dengan memakannya langsung. Seperti di filmnya, Universal Studio Jepang memiliki area Amity Village atau biasa dikenal dengan rumahnya habitat atau rumah Jaws. 
      Pulau yang dikelilingi oleh laut ini memiliki restoran yang unik, yaitu Amity Landing Restaurant. Siapa yang tau kalau Travel Mates bisa memakan Jaws dalam bentuk dessert yang menggemaskan di restoran satu ini? Dengan harga $4 kamu bisa mendapatkan menu Jaws Cake yang dibentuk swiss roll dan dilengkapi dengan cream soda. Kalo terornya seperti ini, pasti Travel Mates maunya di teror mulu. Betul?
      Discovery Restaurant, Restoran bertema Jurassic Park

      Sumber gambar: https://www.usj.co.jp
      Travel Mates ingin merasakan langsung dunia Jurassic Park? Restoran ini sangat cocok untuk mewujudkannya. Dengan membuat konsep interior yang sama seperti di film dan pilihan menu bertema hutan Jurassic Park, para pengunjung akan merasakan atmosfer langsung seperti apa kehidupan di dunia Jurassic Park. 
      Tapi kamu harus berhati-hati Travel Mates, karena di restoran ini akan ada dinosaurus yang tiba-tiba muncul dihadapan kamu ketika kamu sedang makan. Jadi sebelum kamu ke sini, lebih baik kamu berlatih dulu seperti Owen Grady di film Jurassic Park saat mengendalikan Velociraptor, ya!
       
      SUMBER
    • By Clemenz Cave
      Hi,
      I'm just looking for mates to travel with to Japan through Xmas till New Year's Eve, so about 5 days give or take. Anyone is welcomed! 
      For now its only me and myself, haven't got the itinerary written down yet much less the exact dates to go and back. 
      You can invite your friends along if you want, THE MORE THE MERRIER! :D
    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By vie asano
      Masih tentang Hiroshima. Pada tulisan Hiroshima's Guide for Travellers (1), saya sudah menyinggung tentang moda transportasi publik dan juga beberapa bangunan lain yang tersisa paska serangan bom atom 6 Agustus 1945 yang menghancurkan hampir seluruh kota Hiroshima. Tapi Hiroshima nggak melulu berisi cerita tentang bom atom lho. Kota ini sudah lama move on dari kehancuran paska serangan bom dengan kode nama little boy tersebut, dan kini memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Misalnya saja, untuk kategori wisata sejarah. Di Hiroshima terdapat 2 kastil yang cukup populer. Kastil pertama, Hiroshima Castle, aslinya dibangun oleh Terumoto Mori pada tahun 1590. Sayangnya kastil ini hancur oleh bom atom Hirosohima dan hanya menyisakan sedikit struktur aslinya. Kini Hiroshima Castle sudah selesai di rekonstruksi dan difungsikan sebagai museum yang mengangkat budaya samurai.
      Foto 01:
      Hiroshima Castle [foto: Fg2/wikimedia]
      Sedangkan kastil kedua adalah Fukuyama Castle yang terdapat di Fukuyama, Hiroshima. Sama seperti Hiroshima Catle, Fukuyama Castle ini bukanlah kastil asli, karena di Jepang kastil asli hanya berjumlah 12 saja (baca disini: Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original di Seluruh Jepang Lho!).
      Foto 02:
      Fukuyama Castle [foto: Jnn/wikimedia]
      Dari spot bersejarah, lanjut ke museum. Selain memiliki museum keren di Hiroshima Peace Memorial Park, Hiroshima juga punya stok museum bertema lain yang tak kalah kerennya. Contohnya adalah Mazda Museum. Dari namanya sudah bisa ditebak jika museum ini berkaitan dengan Mazda, dan memang benar adanya. Mazda memang salah satu produsen mobil yang memiliki peran penting dalam perekonomian Hiroshima, dan di Mazda museum ini wisatawan dapat melihat-lihat berbagai hal yang berkaitan dengan Mazda, mulai dari sejarah, proses perakitan mesin, dan lain-lain. Untuk bisa masuk ke museum ini sama sekali tidak dikenakan biaya. Hanya saja wisatawan wajib melakukan reservasi terlebih dulu.
      Foto 03:
      Salah satu display di Mazda Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Hiroshima memiliki beberapa museum seni dengan koleksi yang sangat baik, antara lain Hiroshima City Museum of Contemporary Art yang memiliki berbagai koleksi seni dari beberapa seniman Barat ternama seperti Andy Warhol. Museum seni lainnya, Hiroshima Prefectural Museum of Art, juga memiliki koleksi seni yang sangat baik mulai dari seni klasik hingga modern. Begitu juga dengan Hiroshima Museum of Art dengan koleksi andalannya adalah karya seni bergaya Eropa.
      Foto 04:
      Hiroshima Prefectural Museum of Art [foto: Taisyo/wikimedia]
      Namun jika tak tertarik dengan museum seni maupun jika membawa anak-anak, masih banyak jenis museum lainnya seperti Hiroshima Children's Museum yang memiliki aneka eksibisi yang akan disukai oleh si kecil; Hiroshima City Transportation Museum, dan lain-lain.
      Foto 05:
      Hiroshima Children's Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Dari museum, mari mengunjungi aneka kuil di Hiroshima. Ya, wisata kuil memang selalu menjadi salah satu aktifitas favorit untuk dilakukan di Jepang. Sayangnya, untuk kota Hiroshima sendiri minim kuil yang betul-betul menawarkan keunikan khas untuk wisatawan. Mungkin yang bisa masuk dalam kategori cukup unik adalah Mitaki-dera, kuil Budha yang memiliki pemandangan indah saat musim gugur. Tapi nggak perlu kecewa. Jika masih ingin melakukan wisata kuil, sekalian saja berkunjung ke Miyajima, karena disana ada kuil Itsukushima yang diakui sebagai salah satu dari Japan's 3 top scenic sight (2 lainnya adalah pine-clad island di Matsushima dan Amanohashidate. Untuk Amanohashidate, bisa dibaca disini: Amanohashidate part 1, Amanohashidate part 2). Info tentang Miyajima menyusul yah.
      Foto 06:
      Mitaki-dera [foto: Binabik155/wikimedia]
      Festival di Hiroshima
      Ada beberapa festival besar di Hiroshima, tapi saya hanya akan menyinggung yang paling populer saja. Salah satu festival terbesar dan terpopuler di Hiroshima adalah Hiroshima Flower Festival yang diadakan setiap tanggal 3-5 Mei setiap tahunnya (bertepatan dengan liburan Golden Week). Festival yang digelar di Hiroshima Peace Memorial Park ini dipenuhi dengan aneka pertunjukan meriah, mulai dari tari, nyanyi, parade, hingga pasar kaget. Tak heran jika setiap kali festival ini dilangsungkan, jumlah pengunjungnya bisa mencapai lebih dari 1 juta orang.
      Foto 07:
      Hiroshima Flower Festival [foto: Taisyo/wikimedia]
      Festival lain yang selalu mencuri perhatian wisatawan tentu saja adalah Hiroshima Lantern Festival, yang diselenggarakan di Hiroshima Peace Memorial Park setiap diperingatinya tanggal jatuhnya bom atom Hiroshima, yaitu 6 Agustus. Saya pernah menyinggung sedikit tentang festival tersebut pada tulisan Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end).
      Foto 08:
      Hiroshima Lantern Festival [foto: w00kie/flickr]
      Kuliner khas Hiroshima
      Akhirnyaaaa, sampai juga di bagian kuliner! Dan kuliner pertama ala Hiroshima yang akan saya ulas adalah Okonomiyaki.
      Lho, kok okonomiyaki? Bukannya okonomiyaki berasal dari Osaka?
      Ya, okonomiyaki memang populer sebagai kuliner khas Osaka. Saking populernya, Tokyo tak mau kalah dan akhirnya membuat versi tandingan dari okonomiyaki yaitu monjayaki (tempat paling populer untuk mencicipi kuliner ini ada di Tsukishima). Untuk Hiroshima, daerah ini memiliki okonomiyaki yang dibuat dengan gaya yang khas. Jika okonomiyaki khas Osaka dibuat dengan mencampuradukkan seluruh bahan ke dalam larutan tepung dan di goreng di wajan datar, okonomiyaki ala Hiroshima dibuat berlayer. Campurannya pun bervariasi, tak hanya sekedar kubis, telur, dan daging. Namun bisa dicampur juga dengan seafood (biasanya cumi maupun gurita), keju, dan juga mie (baik soba maupun udon). Kuantitas kubisnya pun jauh lebih banyak dibanding versi Osaka. Penampakan okonomiyaki ala Hiroshima kira-kira seperti berikut.
      Foto 09:
      Okonomiyaki ala Hiroshima, tahap persiapan. Kubisnya segunung! [foto: J. Miers/wikimedia]
      Foto 10:
      Hasil jadi okonomiyaki ala Hiroshima. Mie menjadi salah satu bahan dasarnya[foto: Daderot/wikimedia]
      Dan bandingkan dengan okonomiyaki versi Osaka.
      Foto 11:
      Okonomiyaki ala Osaka tahap setengah jadi [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Foto 12:
      Okonomiyaki ala Osaka [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Kuliner khas Hiroshima lainnya adalah momiji manju. Kue ini berbentuk seperti daun momiji (atau maple) dan diisi dengan pasta kacang merah. Nggak suka kacang merah? Jangan khawatir. Saat ini sudah banyak varian isian lain dari momiji manju, seperti coklat, keju, matcha, dan lain-lain.
      Foto 13:
      Momiji manju [foto: Daderot/wikimedia]
      Tiram merupakan kuliner khas lainnya dari Hiroshima. Tak sulit untuk menemukan tiram, karena aneka kuliner yang menggunakan tiram sebagai bahan dasarnya mudah ditemukan di berbagai restoran, ryokan, hingga stand pinggir jalan di Hiroshima. Tiram ini enak juga lho disantap mentah dengan dicocolkan ke dalam soy sauce. Bisa juga disantap setelah dibakar, seperti pada gambar berikut ini.
      Foto 14:
      Tiram bakar [foto: Daderot/wikimedia]
      ***
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca juga:
      Hiroshima: Dulu dan Sekarang
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (1)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (2)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end)
      Hiroshima's Guide for Travellers (1)
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By vie asano
      Nagasaki sudah selesai dikupas dan dikuliti dalam seri tulisan Nagasaki's Short Guide for Travellers (1) dan Nagasaki's Short Guide for Travellers (2-end). Saya juga sudah mengulik tentang Gunkanjima, salah satu pulau tak berpenghuni paling populer di dunia, yang bisa dibaca disini: Gunkanjima, Pulau Kapal Perang Berhantu di Nagasaki (1) dan Gunkanjima, Pulau Kapal Perang Berhantu di Nagasaki (2-end). Supaya adil dengan Hiroshima yang sama-sama jadi korban bom atom 1945, kali ini giliran Hiroshima yang akan dikupas dalam bentuk panduan (yang mudah-mudahan cukup) singkat untuk wisatawan.
      Mengapa saya masih ingin mengupas tentang Hiroshima sementara bahasan tentang Nagasaki sudah selesai? Kok nggak move on aja ke topik lainnya? Sejak saya mengenal Hiroshima saat membantu menyusun itinerary wisata (sudah disinggung pada tulisan [sharing] Itinerary Wisata Jepang 23-31 Mei 2014 2-end), saya berpendapat Hiroshima termasuk kota yang cukup asyik. Jika dilihat aksesnya dari Tokyo, jarak Tokyo-Hiroshima pun nggak sejauh Tokyo-Nagasaki (±8,5 jam via shinkansen), yaitu hanya kira-kira 4-5 jam saja menggunakan shinkansen. Jadi jika Nagasaki saya ulik cukup mendalam, kenapa nggak dengan Hiroshima? Bukankah Hiroshima juga memiliki daya tarik yang nggak kalah dengan Nagasaki, dan bahkan lebih cepat di akses dari Tokyo.
      Saya nggak akan panjang lebar membahas tentang hal-hal basic seputar Hiroshima, apalagi dari segi sejarah, karena sudah saya singgung pada tulisan Hiroshima: Dulu dan Sekarang. Jadi saya akan langsung mulai dengan moda transportasi publik di Hiroshima, aneka obyek wisata yang menarik, beberapa festival penting, dan tentu saja kulineran. Selamat menikmati.
      Moda transportasi publik di Hiroshima
      Hiroshima memiliki moda transportasi publik yang sedikit berbeda dengan Tokyo dan Kyoto. Jika Tokyo punya jaringan kereta dan subway yang rumit, serta Kyoto memiliki jaringan bus yang menjangkau berbagai sudut kota, maka Hiroshima memiliki jaringan tram yang sangat baik. Hampir sama dengan Nagasaki yang juga memiliki tram sebagai moda transportasi andalan. Bedanya, jaringan tram di Hiroshima lebih besar, dan populer dengan nickname Hiroden (singkatan dari Hiroshima Dentetsu Kabushiki-gaisha). Terdapat 8 line tram yang menghubungkan stasiun terbesar di Hiroshima, yaitu Stasiun Hiroshima, dengan berbagai area di kota tersebut. Tak heran jika Hiroshima disebut-sebut sebagai kota dengan jaringan tram terbesar di Jepang.
      Foto 01:
      Hiroden [foto: Taisyo/wikimedia]
      Tak sulit untuk naik hiroden di Hiroshima. Pada prinsipnya, naik hiroden tak berbeda dengan naik kereta. Wisatawan tinggal memilih jalur mana yang akan melewati obyek wisata yang diinginkan. Tarifnya flat, yaitu ¥160* untuk seluruh area di pusat kota, dan naik secara bertahap saat pergi keluar dari pusat kota. Bagi yang ingin praktis menjelajah kota, tinggal membeli tiket terusan yang berlaku selama 1 hari kalender. Harganya hanya ¥600* saja. Namun jika membayar ekstra ¥240*, bisa sekaligus mendapat tiket ferry pulang-pergi ke Miyajima. Miyajima merupakan salah satu side trip favorit dari Hiroshima, dan termasuk salah satu obyek wisata favorit di Jepang lho. Kalau mood nggak berubah, mudah-mudahan sempat mengulik tentang Miyajima.
      Foto 02:
      Hiroden [foto: Flyingbear/wikimedia]
      Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul adalah, apakah JR Pass berlaku untuk naik tram? Jawabannya tidak. Tapi jangan dulu kecewa, karena wisatawan bisa naik Maple-oop, sebuah bus wisata untuk turis yang dikelola oleh JR. Bus wisata ini akan menghubungkan Stasiun Hiroshima dengan berbagai obyek wisata favorit, dan asyiknya, naik Maple-oop ini dicover oleh JR Pass.
      Foto 03:
      Familiar dengan pemandangan ini? Lokasinya di Miyajima lho. Tunggu ulasan tentang Miyajima yah [foto: Jordy Meow/wikimedia]
      Obyek wisata populer di Hiroshima
      Khusus untuk obyek wisata, walau saya telah mengupas tentang Hiroshima Peace Memorial Park (baca disini: Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepengal Cerita Bom Atom 1945 1, Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 2, Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 3-end), namun ternyata masih ada beberapa obyek lain yang menjadi saksi hidup peristiwa bom atom Hiroshima. Maksudnya, A-Bomb Dome dan Rest House yang ada di Hiroshima Peace Memorial Park bukan satu-satunya, eh dua-duanya bangunan yang selamat paska bom atom Hiroshima. Masih ada lho beberapa bangunan lain di sekitar taman tersebut yang merupakan hasil renovasi bangunan yang selamat paska peristiwa tersebut. Misalnya saja bangunan bekas gedung Bank of Japan yang hanya berjarak 380 meter dari Hypocenter, atau titik pusat ledakan, termasuk salah satu yang relatif utuh karena strukturnya yang memang kuat. Kini bangunan ini dijadikan pusat aktifitas seni budaya dan dibuka untuk umum.
      Foto 04:
      Bekas gedung Bank of Japan [foto: Fg2/wikimedia]
      Bangunan lain yang relatif utuh paska ledakan bom atom adalah Fukuromachi Elementary School yang sebagian areanya kini difungsikan sebagai museum. Lalu ada juga bangunan bekas Hiroshima Mitsui Bank (kini jadi Andersen Bakery), dan banyak lagi. Intinya sih, jika memang alasan utama berkunjung ke Hiroshima karena tertarik dengan peristiwa bom atom Hiroshima, jangan terpaku dengan Hiroshima Peace Memorial Park. Cobalah berjalan-jalan di sekitar taman, siapa tahu Anda bisa menemukan harta karun peninggalan peristiwa 6 Agustus 1945 lainnya.
      Foto 05:
      Fukuromachi Elementary School [foto: Laika Ac/wikimedia]
      Dari Hiroshima Peace Memorial Park, saya ingin mengajak teman-teman untuk mengenal aneka taman indah lainnya yang dimiliki oleh kota Hiroshima. Shukkeien Garden termasuk salah satu taman tertua yang ada di Hiroshima (dibangun tahun 1620) dan dulunya dimiliki oleh Asano Nagaakira, penguasa Hiroshima. Taman bergaya Jepang ini termasuk salah satu yang wajib dikunjungi oleh para pecinta taman. Selain karena jaraknya yang tak begitu jauh dari Stasiun Hiroshima, juga karena harga tiketnya relatif murah (Â¥250* untuk pengunjung dewasa).
      Foto 06:
      Shukkeien Garden [foto: Jakob Halun/wikimedia]
      Taman lain yang menarik untuk dikunjungi adalah National Bihoku Hills Park atau Bihoku-kyuryo Park. Sesuai namanya, tempat ini merupakan sebuah taman nasional, tepatnya taman nasional ke-11 di Jepang (dan pertama di wilayah Chugoku). Fasilitas di taman ini cukup lengkap, mulai dari taman bunga, rumah kaca, hingga lapangan golf.
      Foto 07:
      National Bihoku Hills Park [foto: OS6/wikimedia]
      Lanjut lagi tentang aneka obyek wisata menarik di Hiroshima pada tulisan berikutnya yah.
      ***
      * Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H buat Jalan2ers yang merayakan! Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada salah-salah kata, baik yang disengaja maupun tidak.
      Setelah beberapa hari absen menulis karena mudik, saya kangen sharing-sharing info lagi di blog sederhana ini. Berhubung masih dalam suasana mudik, kali ini saya ingin sharing info festival khas Jepang yang melibatkan tradisi mudik. Eits, jangan salah. Di Jepang juga ada tradisi mudik lho. Jika di Korea tradisi mudik biasa dilakukan saat perayaan Chuseok (bisa dibaca disini: Mengenal Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan) dan Seollal (Lunar New Year), maka di Jepang tradisi mudik biasa dilakukan menjelang perayaan Obon atau Obon Festival. Apakah Obon Festival itu?
      Sekilas tentang Obon Festival
      Obon Festival, biasa disebut Obon atau Bon saja, merupakan salah satu festival khas agama Budha yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur. Perayaan ini diangkat dari kisah Maha Maudgalyayana (Mokuren), salah seorang murid Budha yang telah kehilangan ibunya untuk selamanya. Mokuren memiliki penglihatan jika arwah sang ibu menderita, dan dia pun akhirnya bertanya pada Budha bagaimana caranya menolong sang ibu. Budha kemudian memerintahkannya melakukan beberapa ritual melalui pendeta Budha yang telah selesai menjalankan retret musim panas mereka. Mokuren menuruti perintah tersebut, dan dia lalu melihat arwah ibunya kini jauh lebih bahagia. Ritual tersebut kemudian disebarluaskan dan dilakukan oleh banyak orang, dan dikenal dengan nama Obon.
      Kapan perayaan Obon itu?
      Obon dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di seluruh Jepang, walau biasanya berkisar antara bulan Juli dan Agustus. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem penanggalan Jepang. Semula Jepang menganut kalender Bulan, namun pada periode Meiji berganti mengikuti kalender Gregorian. Akibatnya, perayaan Obon yang biasanya jatuh pada bulan ke-7 mengalami pergeseran tanggal. Ada yang tetap merayakan Obon pada tanggal ke-15 pada bulan ke-7 berdasarkan kalender bulan (disebut Kyu Bon); ada yang merayakan pada tanggal ke-15 bulan ke-7 pada kalender Matahari (disebut Shichigatsu Bon); dan ada juga yang merayakan berdasarkan pada kalender Bulan, namun perayaannya mengambil waktu tanggal 15 Agustus (disebut Hachigatsu Bon). Bon yang terakhir ini yang banyak dirayakan di seluruh Jepang, sementara Kyu Bon masih dirayakan di daerah tertentu seperti wilayah Utara area Kanto, Shikoku, Chugoku, dan Okinawa.
      Apa yang dilakukan saat perayaan Obon?
      Inti dari perayaan Obon adalah menghormati arwah leluhur. Secara singkatnya sih orang Jepang percaya jika arwah leluhur akan mengunjungi mereka pada periode perayaan Obon. Karenanya, pada perayaan Obon orang-orang akan menggantungkan lentera di depan rumah mereka untuk memandu arwah leluhur agar bisa menemukan jalan kembali ke rumah.
      Foto 01:
      Lentera di depan rumah saat perayaan Obon [foto: Katorisi/wikimedia]
      Selain menggantungkan lentera, orang Jepang juga akan mempersembahkan makanan bagi para leluhur tersebut. Makanan persembahan tersebut akan disajikan di altar rumah, maupun di kuil. Ritual lainnya adalah mengunjungi makam para leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, mereka akan menarikan bon odori (lihat pada bagian tentang bon odori). Barulah pada akhir periode Obon lentera-lentera tersebut akan dihanyutkan di sungai untuk menuntun kembali para arwah kembali ke alamnya.
      Foto 02:
      Menghanyutkan lentera pada akhir perayaan Obon [foto: JamesAlexanderJack/wikimedia]
      Tentang Bon Odori
      Perayaan Obon tak bisa dipisahkan dari Bon Odori, alias Bon Dance. Tarian ini juga relatif populer ditampilkan di berbagai matsuri yang ada di Indonesia lho. Biasanya sih salah satu lagu favorit untuk mengiringi Bon Odori ini adalah soundtrack-nya anime Chibi Maruko-chan (lupa judulnya apa). Tentunya itu untuk Bon Odori versi Indonesia yah.
      Foto 03:
      Bon Odori [foto: Jiang Dong-Qin/wikimedia]
      Bagi yang masih bingung, Bon Odori merupakan tarian yang ditampilkan pada perayaan Obon. Tarian ini terinspirasi dari luapan kegembiraan yang ditunjukkan oleh Mokuren saat mengetahui jika arwah sang ibu sudah terbebas dari penderitaan. Koreografi dan lagu yang biasa digunakan saat Bon Odori berbeda untuk setiap daerah di Jepang, namun tipikalnya tarian ini dilakukan sambil mengitari sebuah pusat (biasanya yang menjadi pusat adalah yagura/panggung kayu khusus untuk festival). Para penari (biasanya pengunjung yang akan diajak berpartisipasi) akan melakukan serangkaian gerakan sambil bergerak mengitari pusat tersebut.
      Dampak perayaan Obon bagi pariwisata Jepang
      Sampai disini mungkin ada yang bingung yah. Katanya Obon berhubungan dengan mudik? Trus mana nih bagian mudiknya?
      Nah, info ini salah satu yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang pada periode Obon (kira-kira 13-15 Agustus). Periode Obon merupakan salah satu periode liburan populer di Jepang. Pada perayaan Obon, orang-orang akan kembali pulang ke kampung halaman untuk ikut menyambut arwah leluhur, maupun sekedar meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga besar. Bahasa Indonesia-nya sih, mudik!
      Lalu apa dampaknya aktifitas mudik tersebut pada pariwisata Jepang? Tentu saja ada, karena pada masa liburan Obon dianggap sebagai peak season. Harga tiket dan akomodasi akan jauh lebih mahal dibanding low season. Dan tak heran juga jika pada masa tersebut berbagai tempat wisata akan penuh sesak, toko banyak yang tutup, dan jalanan juga lebih ramai dari biasanya. Jadi, jika ingin lebih menikmati suasana liburan, hindari pergi ke Jepang pada periode Obon yah! Sebagai penutup, untuk tahun 2014 ini traffic di Jepang diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 9 Agustus (saat orang-orang mulai meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman) dan baru berakhir pada tanggal 16-17 Agustus (saat pemudik kembali pulang ke kota besar). Namun jika sudah terlanjur ada rencana liburan ke Jepang saat periode Obon, sekalian saja nikmati suasana festival. Berkunjunglah ke berbagai kuil karena selalu ada kemeriahan pada periode Obon.
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.