• agoda-hemat.png

  • 0
Sign in to follow this  
Baroness

Balkan (Croatia, Slovenia, Austria, Italy, Malta)

Question

Hi All,


Saya ada plan untuk backpack ke wilayah balkan en sekitarnya bulan april/mei 2019,
Tampat yang mau dikunjungi : Dubrovnik, Kotor, Mostar,Lake Bled,Hallstaat,Innsbruck,Cinque Terre,Pompeii,Siena/Verona dan Malta waktunya kurleb 2,5 minggu.
Tiket belum beli masih nunggu tiket promo, masih cari temen sekitar max 2-3 lg.

Budget kurleb 28jt include tiket.

Kalau berminat bisa kontak ke:countesscecil@gmail.com ya (serious only)

Share this post


Link to post
Share on other sites

10 answers to this question

  • 0
1 hour ago, Baroness said:

Hi All,


Saya ada plan untuk backpack ke wilayah balkan en sekitarnya bulan april/mei 2019,
Tampat yang mau dikunjungi : Dubrovnik, Kotor, Mostar,Lake Bled,Hallstaat,Innsbruck,Cinque Terre,Pompeii,Siena/Verona dan Malta waktunya kurleb 2,5 minggu.
Tiket belum beli masih nunggu tiket promo, masih cari temen sekitar max 2-3 lg.

Budget kurleb 28jt include tiket.

Kalau berminat bisa kontak ke:countesscecil@gmail.com ya (serious only)

wah ke Eropa Timur ya mba @Baroness

mantap semoga ada tambahannya

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 04/08/2018 at 8:04 PM, Baroness said:

Yup campuran timur en selatan tepatnya mas deffa,  balkan itu termasuk wilayah eropa paling murah lho, croatia & montenegro gak make euro.

Hoo I see tapi masih masuk Schengen ya visa nya? @Baroness

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
On 8/9/2018 at 8:43 AM, deffa said:

oohh I see, lagi cari2 info pengalaman bikin visa paling mudah diterima nya

ada yang bilang sih dari Kedutaan Belanda @Baroness

iya ada yg bil, termudah dr belanda dan perancis, makanya buat schedule submit aplikasi disana susah, saya malah gak pernah lewat kedua kedutaan itu, skrg sih asal datanya lengkap sesuai persyaratan dapet2 aja kok

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0
2 minutes ago, Baroness said:

iya ada yg bil, termudah dr belanda dan perancis, makanya buat schedule submit aplikasi disana susah, saya malah gak pernah lewat kedua kedutaan itu, skrg sih asal datanya lengkap sesuai persyaratan dapet2 aja kok

I see, ya bisa jadi referensi nih :D

thank you ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Zul Bahri
      Start: 1 Juli 2019, 7.58
      Berangkat tgl 1 july , balik tgl 10 july 2019,, udah ada 3 orang,
      Itin
      1. greece - athena
      2. albania - tirana
      3. macedonia- skopje
      4.bulgaria-sopia
      5.turki-istanbul
      Itin bisa kita obrolin,, tinggal di apartement supaya bisa masak sendiri demi penghematan,,hehehe bahri 089614805535





    • By denorra
      Halo temen temen semuanyaaaa....apa kabaaar?
      Setelah berhibenasi cukup lama dari forum ini, gue mau share perjalanan gue ke salah satu kota yg menurut orang2 salah satu yg tercantik di jagat raya, Yep, u got it rite! it's Prague, permatanya Benua Biru. Perjalana gue ke Praha sebenernya masih nyambung cerita shortcourse gue ke Wageningen taon lalu (njiiir lama bener, hahaha). Gue emang udah bertekad extend biar bisa ke Praha. Setelah brosing2, ternyata kalau naek kereta tu bisa 16 jam, yaolo, gempor lah ya. Akhirnya gue memutuskan naik pesawat. Dari Schipol gue mesti transit ke Muenchen. Bandara Jerman caem! bersih, modern, lux. Anywaaaaay...mau caem kek apaan juga, gue tetep lari2 nyari counter check in karena ternyata jaohnya ya ampuuuuuuun:((. Hampir semua penumpang sampe di konter cek in dengan kondisi terengah engah, hahahahha. Dari Muenchen akhirnya sampelah gue ke Prahaaa, woohoooo. Tapiiii, excitement gue msti ternoda dengan a bit of culture shock. Bener kata temen2 gue, orang2 Eropa Timur memang 'terasa' lebih 'kasar' daripada Eropa Barat. udahlah gausah gue critain gimana gue smpe bengong n syok nanggepin orang2 di bandara, terminal maupun stasiun ekreta yang sumpah ga helpful banget (menurut gue ya). Saking betenya, gue mutusin baik taksi aja dr bandara ke hotel (abis abis dah duit).
      Sampai di hotel, ya ampuuuun hotel gue luaaaaaaaas. gue padahal milih yg sekamar ber8, hahahaha. jangan dibandingin sama bekpek hostel di spore, hahahha. Intinya gue puas sm hostel gue. mana penghuninyua ramah ramah:). Mulailah gue jalan2 menyusuri kota Praha. besoknya gue ke Cesky krumlov naik kereta. menurut gue Cesky ni kek miniaturnya Praha.  Gue dateng pas wiken lebih dikit, jd kebayang ga betapa ramenya Prahaaaaa? seseeeeeeeeeeek:)).
      Jadi, gimana Praha? Cantiiik luar biasaaaaaaaaa..setiap sudut tu kek artistik banget. Saking cantiknya gue ampe engap! hahahah. Even ke Cesky, smuanya potret-able banget. Ampe bingung gue:)). Oiya gue mau kasi tips.
      1. kalau kelian tipe kek gue yg males ribet (brosing segala informasi smpe detil), siapin duit aja, hahah. praha relatif murah, tiket bis jg paketan bisa dipake seharian gitu
      2. gue termasuk yg ga ngoyo harus ke semua PoI semua destinasi wisata, gue maunya mah woles, enjoy. Nah jangan kek gue pergi pas wiken, amit2. Kalau kelian pernah ke Ams pas wiken, kek gitu persis. malesin!. apalagi kl cuaca panas.
      3. Kota kek Praha gitu harus dinikmati bareng, mau sm pasangan atau temen2, sendirian mnurt gue kurang asik
      4. siapin kamera yg caem, jangan kek gue, hahahha
      Udahlah gitu aja, capek ngetik panjang2:p









    • By Soul Seeker
      Pertama kali, terima kasih banyak buat mas @deffa buat kaus Jalan2 nya..... barang sudah diterima dengan aman dan sempurna di rumah. 
      Sesuai janji sebelumnya untuk buat FR, maka hari ini saya coba sharing pengalaman ke Dubrovnik pada bulan Juli 2017 kemaren. 
      Perjalanan ke Dubrovnik kebetulan salah satu perjalananku yang tidak direncanakan pada bulan Juli 2017.
      Setelah selesai urusan kantor yang membosankan selama seminggu di Paris, pada saat makan malam dengan teman, tiba2 di layar monitor TV muncul iklan Game of Thrones (GOT) dan pembicaraan kami pun beralih tentang GOT.
      Kalo yang belom tau GOT, serial ini termasuk 18++ ya, jadi jangan nonton bersama anak kecil atau pasangan tak resmi !!!! 
      Surprisingly teman ini bilang kalo kebanyakan setting King's Landing di GOT itu ada di sekitar Dubrovnik dan kebetulan juga dia tinggal di sana.
      Secara spontan, dia langsung ngusulin bagemana kalo maen2 ke tempatnya dia.
      Tanpa pikir panjang walau sedikit shock, malam itu juga kami cari ticket untuk pergi ke sana menggunakan LCC Flight EasyJet.
      Urusan visa juga dicek, dan sangat kebetulan sekali, visa Schengen bisa digunakan untuk masuk Crotia.
      Untungnya lagi kebetulan dapat direct flight yang ticket yang lumayan murah (160 Euro pp), jadi malam itu juga kami packing untuk siap2 berangkat besok paginya dan stay di sana untuk 2 hari saja.
       
      DAY 1 - DUBROVNIK
      Penerbangan ke Dubrovnik menggunakan EasyJet berangkat jam 6.55 pagi dari airport Paris Orly dan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 2.5 jam.
      Jadi jam 4 pagi udah bangun, cek out dan langsung ngacir pake Uber ke airport.
      Untuk penerbangan EasyJet, check in harus dilakukan sebelumnya by online, sehingga di airport tinggal drop bagage aja kalo perlu.
      Sempat was2 sebenarnya kalo aja ada isu, karena emang semuanya serba last minute, tapi syukurlah, semuanya berjalan lancar.....
      Sesampainya di Dubrovnik, udara hangat bulan Juli langsung menyambut semua pendatang yg turun dari pesawat.
      Sekilas melihat sekitar airport, landscapenya berbukit dan tanamannya pun khas tanaman yang tumbuh di savana, jadi sedikit mirip dengan kontur di Yunani utara.

      Dari airport, sempat browsing2 dulu (free wifi) bagemana cara ke kota dan akhirnya bisa tau kalo ada Shuttle Bus yang secara reguler berangkat dari airport ke Dubrovnik Old Town dengan biaya 40 Kuna (1 Kuna sekitar 2150 rupiah).
      Shuttle bus ini lokasinya agak di luar, ada tulisan ATLAS di depannya, jadi kalo mo hemat, ngga perlu naik taxi, coba liat aja counter bus ATLAS dan beli ticketnya di situ sekaligus nanyain di mana mesti nunggu.
      Nah nanti kalo busnya udah datang, tinggal masuk, cari duduk dan nungguin supirnya meriksa tiket aja..... penting di sini, kalo udah di dalam bus, ngga bisa bayar tiket, jadi harus balik lagi ke counter busnya untuk beli tiket.
      Karena frekuensi busnya cuma setiap 30 menit, kalo mesti balik lagi ke counternya, biasanya bus udah keisi penuh dan berarti harus nunggu 30 menit lagi untuk bus
      selanjutnya.
      Perjalanan menggunakan bus ke Old Town butuh sekitar 45 menit, dan terus terang pemandangannya bener2 bagus, jadi usahakan cari tempat duduk di sebelah kiri (kalo menghadap depan), karena di sebelah kirilah nanti pemandangan lautnya.


      Di Dubrovnik, bus nya persis berhenti di gerbang Old Townnya dan semua penumpang harus turun di sana.
      Kebetulan karena kami berdua mutusin tinggal di hostel aja (soalnya rumahnya agak jauh dari Old Town), jadi kami melanjutkan dengan bus lokal untuk cek in di hostel
      dan ninggalin bagasi dulu di hostelnya. 
      Kami kebetulan milih Hostel 365 for U dengan biaya 68 Euro untuk 2 malam per orang; hostel ini cukup baru dan bersih, dan kamarnya berisikan 6 tempat tidur.
      Setelah drop bagasi, barulah kami berangkat lagi ke Old Town menggunakan bus lokal.
      Di Dubrovnik ada 10 jalur bus dengan biaya 12 kuna per trip atau bisa menggunakan tiket harian sebesar 30 kuna.
      Nah... karena saya yakin bakal sering pake bus, makanya kami beli tiket harian aja.
      Sesampainya di Old Town Dubrovnik, kami pun menyusun agenda hari ini untuk keliling Old Town aja.
      Perjalanan dimulai dari menyisiri dinding benteng yang melingkari seluruh kota tuanya.


      Untuk menikmati pemandangan dan menyisiri seluruh benteng kota tuanya, butuh sekitar 3-4 jam.
      Saran saya, untuk menyiapkan botol air sebelum naik ke bentengnya karena di atas tempat jual air tidak terlalu banyak dan kontur bentengnya akan sering naik turun dan
      menguras banyak keringat.
      Selama menyusuri benteng kota tuanya, banyak sekali spot2 yang familiar bagi penggemar GOT, jadi siapkanlah kamera untuk mengambil gambar sebanyak mungkin !!!
      Di atas benteng kotanya juga ada tempat makan, jadi kalo mau istirahat sambil makan siang, pilihannya ada.
      Es krim juga banyak ditawarkan di sana, karena emang summer bulan Juli, terasa agak panas di sana.




      Setelah puas mengitari kota tua lewat bentengnya, barulah kami mulai menyusuri bagian dalam kota tuanya.
      Kota tua Dubrovnik, bener2 terjaga dan tertata dengan saat baik dan suasana medieval zaman pertengahan memang terasa kental sekali kalau kita menyusuri kota tuanya.
      Di sana juga kita bisa meminta peta secara gratis dari Departement Pariwisatanya sebagai acuan untuk melihat spot2 mana saja yang akan dilalui.
      Untuk menyusuri kota tuanya secara detail, ini membutuhkan 3-4 jam juga.

      Tak terasa setelah puas menyusuri kota tuanya, kami baru sadar perut tiba2 udah keroncongan.
      Ya pas lah, jam 8 malam, aktifitas malam dengan banyaknya restoran di kota tuanya juga bisa dikunjungin.
      Overall rasa makanan di sana sih sedang2 aja.... tapi yang pasti harga makanan di kota tuanya bener2 mahal coy.... :)
      Setelah selesai makan, kami pun pulang ke hostel untuk beristirahat.
       
       
      DAY 2 - LOKRUM, MOUNT SRD, FORT LOVRIJENAC
      Jam 7 pagi kami pun bangun dan segera mandi untuk menghindari antrian di hostel.
      Kebetulan malam sebelumnya juga kami kurang nyenyak tidurnya karena ada satu penghuni yang ngoroknya gede banget
      Jadi ya udahlah, mending bangun sekalian, dan siap2 untuk hari kedua.
      Untuk hari kedua, agenda utamanya kami akan menuju Lokrum, salah satu pulau yang bisa ditempuh selama 30 menit dari Dubrovnik.
      Lokrum juga menjadi salah satu tempatnya Game of Thrones, di sinilah singgasana Iron Thrones itu berada.
      Jam 8 pagi, setelah makan pagi, kami pun langsung berangkat ke Lokrum.
      Kapal menuju Lokrum bisa ditemui di kota tua Dubrovnik dengan biaya 40 kuna one way.
      Perjalanan ke sana betul2 menyenangkan karena airnya ternyata jernih banget, jadi ikan2 bener2 keliatan kalo kita duduk di bagian tepi kapalnya.



      Sesampainya di Lokrum, kami pun segera menuju ke counter Departemen Pariwisatanya untuk meminta peta Lokrum.
      Setelah melihat peta, ternyata Lokrum tidak besar2 amat, jadi kami perkirakan sekitar 3 jam kami sudah bisa menyelesaikan trip ini.
      Lokrum ini merupakan tempat bekas biara pada zaman dulu, dan masih banyak peninggalan gereja2 tua yang digunakan para biarawan untuk menyepi dan berdoa di zaman dulu.
      Di sini, saya baru sadar ternyata banyak burung merak liar di seluruh penjuru pulau.
      Sebagai orang Indonesia, udah sering dong liat Merak, cuma bagi bule2, populasi Merak ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri di Lokrum.
      Pulau ini juga dikelilingi karang2 terjal di semua penjuru pulaunya.
      Jadi viewnya juga betul2 menarik untuk diexplore dan difoto tentunya.
      Di salah satu spotnya, ada juga spot tempat orang lokal dan turis untuk mandi.
      Sempat terpikir untuk ikutan mandi, tapi karena ngga ada baju ganti ya akhirnya ngga jadi deh.
      Setelah puas muter2 Lokrum, akhirnya kami pun balik ke Old Town Dubrovnik menggunakan kapal ferry yang sama.



       


      Di tengah perjalanan balik dari Lokrum, keliatan lumayan banyak cable car menuju salah satu puncak bukit.
      Menurut teman, nama bukit itu Mount Srd dan di bukit itulah spot terbaik untuk melihat seluruh Dubrovnik dan dia pun menyarankan untuk pergi ke sana.
      Tanpa pikir panjang, aku pun menyetujui dan langsung menuju pos cable carnya sesampainya di Dubrovnik.
      Biaya untuk cable carnya sekitar 140 kuna untuk pulang balik.
      Antrian untuk cable car sih lumayan panjang, jadi kalo mo ke sini, kayaknya yang terbaik sih di pagi hari.
      Trip di cable carnya sendiri sekitar 15 menit, dan lereng pendakiannya lumayan curam, jadi betul menantang lah proses ke atasnya :)
      Sewaktu sampai ke atas, baru keliatan pemandangan Dubrovnik dan laut sekitarnya yang bener2 aduhai.......
      Di atas sini, ada restoran mahal tempat pasangan2 romantis makan malam sambil meliat sunset di ufuk barat.
      Kebetulan karena ngga ada pasangan, jadi ya acara sunset kami putusin diskip aja :)
      Di atas sana, angin yang berhembus cukup kuat, jadi sebaiknya membawa jaket yang cukup.
      Kami di atas sana tinggal selama 2 jam untuk makan siang (fast food) sambil menikmati pemandangan sebelum kami turun lagi ke Old Town.


      Seterusnya kami pun melanjutkan tour ke Fort Lovrijenac, yang di GOT merupakan salah satu gerbang King's Landing.
      Untuk ke fort ini, kita bisa menggunakan tiket yang sama pada saat naik dinding benteng kota tua, jadi jangan hilang ya tiketnya.
      Perlu waktu sekitar 30 menit jalan santai sambil mendaki bukit dan foto2 ke fort ini.
      Jadi sekali lagi, butuh persiapan air minum yang cukup, karena di tower ini ngga ada orang jual air.
      Di tower ini sendiri, sebenarnya ngga ada apa, hanya peninggalan tower kosong, tapi view Old Town dari sini betul2 indah.



       
      Setelah puas ngambil foto dan memutari tower ini, kami pun kembali kota tua untuk makan malam terakhir dan tentunya melakukan acara wajib.... cari oleh-oleh !!!
      Sekitar jam 10 malam pun kami balik ke hostel untuk beristirahat dan packing untuk saya siap pulang besok pagi jam 10 untuk penerbangan balik ke Paris dilanjutkan ke
      Jakarta malamnya.
      Secara keseluruhan..... Dubrovnik salah satu tempat yang layak dikunjungi untuk menikmati suasana kota2 zaman pertengahan.
      Dan tentunya jika kamu2 sekalian penggemar2 Game of Thrones, tempat ini adalah salah satu tempat yang harus dijelajah.
      Sekedar referensi untuk liat perbandingan gambar reality Dubrovnik vs gambar movienya Game of Thrones, bisa dilihat di sini  atau di sini.
      Buat GOT fans pasti udah hapal dong dengan opening songnya....
      Sekian sementara sharing FR tentang Dubrovnik !!! 
       
       
    • By norma sofisa
      Holiday season is coming!
      Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal.

       
      Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan.
      Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember.
      Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal.
      Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji.
      Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah.
       
      Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah
      Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya.
      Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat.
      Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal.

       
      Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah
      Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree).
      Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan.

       
      Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara
      Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho!
      Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan  gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November .
      Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal.
      Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas.

       
      White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan
      Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin.
      Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju!
      Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju?
      Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat.

      BONUS: Strategi Christmas Sale
      Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal!
      Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut.
      Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya..
      Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
    • By val_3373
      Hi Jalan2er,
      Ini membagikan secuil pengalaman saat berkunjung ke Croatia tahun ini dari perjalanan ke Eropa. Setelah mendapat cuti dan tiket , kamilalu membuat itinerari yang diperlukan untuk bertualamgam di eropa dan coatia menjadi salah satu pilihannya karena jatuh hati pada saat browsing tempat wisata di Croatia. Saya tidak pergi ke Zagreb salah satu kota cantik do Croatia tetapi yang menjadi incaran saya yaitu PLITVICE National Park yang sangat indah banget

      Photo ini diambil dari google dan gara2 photo ini maka itinerari berubah dari rencana awal hanya menjelajahi Eropa barat melenceg jauh menuju Croatiaa walaupun cuma 1 hari hahahahahaaaa.. Indah banget kan , siapa yang ngga jadi mupeng
      Plitvice berada di croatia tengah dan berjaraj tempuh sekitar 2.5 jam dari Kota Zagreb dan ada bus dari Zabreb menuju Plitvice dan berhenti tepat di pintu masuk Plitvice, Kalau saya ke Plitvice dengan mobil sewaan dari Budapest dan menginap di homestay sekitar Plitvice seharga Euro 80/kamar
      Harga tiket masuk ke Plitvice berubah sesuai dengan waktu kedatangan kita, harga termahal pada saat bulan July-Agustus yaitu sebesar 180 Kuna (mata uang Coatia) setara dengan Euro 24. dan karena saya berkunjung di bulan Juni, harga tiket masuk 110 Kuna sekitar Euro 15l Ada 2 pintu masuk menuju Plitvice yaitu Entrance 1 (Higher Lake) dan entrance 2 (lower lake). Papan petunjuk menuju Plitvice sangat kecil sehingga yang berangkat dengan mobil pribadi harus berjalan pelan2 untuk dapat melihat papan petunjuknya.Di dalam Taman National disediakan boat dan bus untuk menjelajahinya dan juga jalur trekking bagi yang suka tantangan. Maksud hati hanya sebentar di Plitvice untuk melihat view seperti gambar diatas  dan photo2 sebentar setelah itu menuju ke tempat wisata lain di croatia tetapi karena kami masuk dari Entrance 2 (lower lake ) dan tidak mengerti kami terjebak di dalam selama 4.5 jam trekking naik turun yang cukup melelahkan tertapi terbayarkan dengan pemandangan yang dilalui selama trekking tetapi view dari atas tidak kami dapat hiks..hiks.. hiks...  untuk mendapat view seperti atas kita harus masuk melalui entrance 1. Seandainya masuk dari Entrance 2, seharusnya langsung menuju station Bus dan naik Bus menuju Station 1. Walaupun akhirnya kami bisa juga ke station 1 tapi sudah kehabisan tenaga untuk trekking lagi hahahahahahaa.. akhirnya diputuskan untuk menyerah saja karena kaki sudah sangat pegal
      Berikut photo2 yang kami dapatkan selama trekking :

      oh  ya sebelum rekking siapan air minum karena selama jalur trekking tidak tersedia yang toko/warung hahahahaa....
      Setelah Plitvice rencana selanjutnya menuju sebuah danau yang bisa dipakai untuk berenang karena di Plitvice kita tidak bisa berenang tetapi apa daya begitu keluar dari Plitvice jalanan macet karena ada kecelakaan berhubung jalanan menuju plitvice sempit dan hanya bisadilalui 2 kendaraan saja,maka antrian panjang sekali dan kami tertahan sekitar 3 jam dijalanan tanpa bergerak dan rencana ke danau batal karena kami harus mengejar flight selanjutnya. Belum puas rasanya untuk explore Croatia dan berjanji untuk datang lagi ke Plitvice dan Croatia..
      Semoga FR ini bisa membantu temen2 yang ada rencana ke Croatia
      Salam Jalan2..
       
       


    • By denorra
      Halo jalan-jalaners!
      Iseng-iseng membunuh waktu, gue share pengalaman awal taon (telat bener, hihi) ke Luxemburg.
      Jadi karena alhamdulillah aplikasi beasiswa shortcourse gue ke Belanda diterima, gue uda siap2 sejak di Jakarta puasa senin kemis biar ga kebanyakan jajan. demi apah? iyap! demi jalan jalan bentaran:D
      shorcourse gue di kampung bernama Wageningen, nah kebetulan gue ada temen yg lg sekolah disitu. Ngobrol2 dan tercetuslah niatan ke luxemburg. Mayoritas temen2 gue yg sekolah ke belanda ngga rekomendasiin Lux sebagai tujuan. Setelah brosing2 baru tau, jadwal ke Lux tu ga 'semudah' ke negara lain. Dengan waktu yg cukup longgar di akhir pekan, gue sm temen2 mesti punya rencana yg matang. Satu2nya jadwal yg akomodatif adalah naik kereta ke Eindhoven jumat malem lanjut naik bis ke Lux. Kami sampe di Lux sekitaran jam 4 pagi. Gue tau sih Lux adalah salah satu negara terkaya dg tingkat kriminalitas yg rendah, tapi tetep aja ya booooo sampe ke engara orang pagi2 buta dan ngliat orang mabok jalan2 gitu serem juga. Anywaaaaaay..naiklah kami ke bus. Syok lagi karena di bus penuh sodara2! anak remaja remaji dress up abis mau ajojing, semntara gue dan temen2 kucel nahan kantuk, hahaha.
      Singkat cerita, bis di Lux kl wiken gratiiiis (asiiik). Trs di brosur2 tu tourism point-nya buanyak buanget. Uda kebayang ga mungkin kesampean semuanya kan ya. Ealah ternyata itu seputeran kota smuaa, hahahha. Jalan ampe gempor dr jam 10 pagi sampe jam 10 malem ngubengin tu kota. Trus suka ga sm Lux? suka bangeeeeeeeeeet. yg di atas tebing itu sepiii...kek kastil2, asiiik..di kota jg seruuu, national museumnya jg jooos. bangunan2 'modern' kelas dunia kek mengimbangi cultural/historical buildingnya gitu.
      langsung foto yaaaaaaaaaa:D













    • By Baroness
      Hi,
       
      Barangkali ada yang mau bareng trip sekitar maret/april 2018.
      Itinnya : Dubrovnik (Croatia), Kotor  (Montenegro), Lake Bled (Slovenia), Innbruck (Austria), Verona/Florence,Cinque Terre, Pompeii (Italy) and Malta.
      Waktunya 2 minggu, budget 25-27 juta all in.
      Kalo berminat bisa kontak wa:085880002870 (Serius Only)
      Thanks