Sign in to follow this  
costantes

Bunaken Manado ( Favorit Posting ) di Blog Gw

1 post in this topic

informasi promosi wisata yang ada di blog yang gw kelola, pada saat ini populer postingnya di ambil alih oleh tempat wisata yang ada di pulau sulawesi tepatnya sulawesi utara, yaitu Bunaken Beahes, Manado

http://indotourists.blogspot.com/2012/10/bunaken-manado.html

also read: Tourist Attractions and Beahes in Indonesia

at Central Sulawesi

1. togean island

2. lore lindu national park

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By chrizz_msweb
      Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia, keindahan bawah lautnya terkenal sampai
      manca negara. Saya telah membuktikannya sendiri, selama freediving beberapa kali di
      Indonesia, yang terbaik menurut saya adalah di Bunaken.
      Sayang keindahan Indonesia ini tampaknya lebih banyak dinikmati orang asing daripada
      orang Indonesia sendiri. Terutama sejak Cina membuka penerbangan langsung ke Menado.
      Sepanjang saya di sana, hanya satu rombongan turis lokal yang saya temui. Sisanya adalah
      orang asing. Maklum kegiatan yang menarik di Bunaken adalah diving, bahkan snorkeling 
      seperti dianggap kegiatan nomor dua di sini. Mungkin olahraga diving masih terlalu mahal
      untuk ukuran kantong orang2 Indonesia.

      Karena tujuan utama saya adalah untuk freediving, susah susah gampang di Bunaken. Kapal
      dari operator diving hanya mau mengantarkan turis yang diving. Seperti nebeng turis lain
      yang diving ceritanya. Saat saya sedikit memaksa, mereka mengatakan mau mengantarkan
      tapi tetap dengan tarif diving.  Rugi, saya membawa perlengkapan seperti snorkel dan fin
      sendiri,  juga tidak memerlukan BCD atau regulator seperti orang diving.

      Tidak kehabisan akal, saya mencari penduduk lokal di warung yang bisa menyewakan kapal
      unuk snorkeling. Tak lupa juga mengajak turis lokal lain (satu-satunya rombongan turis
      lokal yang satu hotel dengan kami) untuk patungan. Mereka juga tidak diving, tentu saja
      mereka lebih senang dengan kapal penduduk lokal ini daripada kapal dari diving operator
      yang harganya gila gila an bila tidak dibarengi turis yang diving. Lumayan, kami
      mendapatkan harga 500 ribu untuk 5 orang. Tentu saja kapal nya kalah jauh dengan kapal
      dari diving operator, tapi inilah yang lebih pas di kantong.
      Banyak sekali spot yang menarik untuk snorkeling atau diving di bunaken. Keunggulan
      utamanya adalah jenis terumbu karang yang berbentuk wall. Di tempat lain jarang saya
      menemukan wall sebagus di Bunaken. Yang terbaik menurut saya adalah spot bernama Cela 
      Cela. Disebut Cela Cela karena banyak terdapat lubang atau celah di kumpulan terumbu
      karang,  di celah ini saya menemukan Lion Fish. Agak susah mengambil gambar nya,  saya
      harus sedikit masuk ke celah tersebut, dan harus berhati-hati juga jangan sampai terkena
      Lion Fish tersebut. Lion Fish memiliki racun di duri nya yang indah.
      Spot lain yang saya rekomendasikan adalah Lekuan. Di sini banyak terdapat penyu. Mereka
      suka bersarang di celah terumbu karang yang berbentuk wall. Guide kita menunjukkan ada
      penyu sedang tidur di sarangnya. Mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup memotret
      penyu di sarang nya yang alami, biasa saya melihat penyu di perarian saja. 
      Di spot yang dangkal, lebih banyak ikan berwarna-warni. Salah satu yang menarik adalah
      Trumpet Fish berwarna kuning. Tidak setiap tempat bisa menjumpai Trumpet Fish. Tidak
      seperti Nemo (Clown Fish) yang bisa dijumpai di hampir semua tempat yang banyak Anemon
      nya.

      Sayang tidak terdapat ikan besar di Bunaken. Tidak ada Manta atau Whale Shark seperti di
      Lombok atau Kalimantan. Memang di Bunaken lebih terkenal dengan sususan terumbu karang
      nya. Namun yang menarik difoto bukan cuma ikan, banyak juga jenis tanaman yang menarik.
      Selain ikan, penyu, dan tanaman,  yang menarik difoto tentu saja turis lain yang sedang
      diving. Di Bunaken banyak orang belajar diving atau sekedar Fun Diving. Fun Diving
      adalah diving ditarik oelh instruktur, tidak perlu sertifikat, namun di kedalaman
      maksimal sekitar 6 meter.  Fun Diving inilah yang paling gampang difoto. Ingat bahwa
      semakin dalam maka cahaya matahari makin sedikit dan warna makin cenderung kebiru-
      biruan.
      Tidak banyak saya melihat turis yang freediving seperti saya. Freediving adalah kegiatan
      diving tanpa menggunakan tabung oksigen. Hanya mengandalkan fin, masker, dan kekuatan
      tahan nafas. Cara ini lebih praktis untuk saya, tidak perlu pusing memikirkan tetek
      bengek seperti safety stop, decompression time, license, dan lain lain. Dan tentunya,
      lebih bersahabat di kantong. Di kedalaman sekitar 6 meter saya menemukan kerang.
      Apa yang bisa kita nikmati di Bunaken selain pemandangan bawah laut nya ?  Jujur, tidak
      banyak. Hampir tidak ada apa-apa di sini. Bila tidak ada rencana basah-basahan, tidak
      disarankan untuk ke Bunaken. Beruntung saya mendapatkan foto sunset yang lumayan.
       
      Foto Lengkapnya : http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2017/08/freediving-di-bunaken.html
       
       
       



    • By jajaq
      Setelah hampir 2 tahun bermukim di Manado, kurang afdol kalau belum pernah tawaf 1 putaran di danau terbesar di pulau nyiur melambai ini. Danau Tondano yang besar tak hanya indah, namun juga menjadi sumber mata pencaharian penduduk di desa-desa pinggir danau Tondano. Airnya untuk pengairan, lalu nelayan mencari ikan, karamba-karamba untuk budidaya ikan air tawar ada disini.
         Gereja     Bungalow  Mengelilingi danau Tondano memerlukan waktu kurang lebih satu jam, belum termasuk singgah untuk makan jagung bakar dan sate kolombi (sejenis moluska yang hidup di sawah) di Boulevard Tondano atau di restoran yang ada di pinggir danau.
      Udara sejuk, langit biru, keramahan penduduk melengkapi perjalanan di atas roda dua.
      Sebelumnya saya hanya mengagumi 2 macam tenggelamnya matahari, tenggelamnya matahari di antara langit dan air laut, matahari yang hilang diantara hiruk pikuk ibukota. Sekarang bertambah satu lagi, matahari yang tenggelam pelan dibalik bukit, sisa sinarnya berpendar melewati awan dan memantul di atas air danau.
      ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Sedikit informasi, untuk makan di Boulevard Tondano tidak mahal. Harga standar makanan di Manado, untuk cemilan dan minum tidak akan menghabiskan lebih dari Rp. 50.000,-/ 2 orang. Jangan takut bertanya tentang harga ke penjualnya. Sedangkan untuk makan siang di restoran yang ada di pinggir danau Tondano, cukup siapkan uang sekitar Rp. 100.000,- untuk dua orang, harga sudah ada di menu.
       Karamba Ikan   Sate Kolombi (sejenis moluska) di Boulevard Tondano    Senja di Tondano    Pencari ikan    
        Senja di Desa Eris    
        masih ambil dari blog saya di http://jejalanjajan.com/satu-putaran-di-danau-tondano/
    • By Alfa Dolfin
      Kebetulan dalam tubuh ku mengalir darah Kawanua. Aku lebih suka memakai sebuatan Kawanua ketimbang Manado. Lebih mengeskpresikan sikap persahabatan, keterbukaan, senang berkawan. Tidak murni sich karena aku kelahiran Jakarta. Ortu ku, dua-dua-nyua, juga bukan dari sana. Opa ku baik dari mama n papa berasal dari bumi Kawanua mesi sejak aku lahir mereka sudah tiada. 
      Setelah berkali-kali menolak akhirnya suatu saat mendapat kesempatan pertama kali menginjak tanah leluhur. Bukan Family Visit merupakan Dive Trip. Maksudnya trip ke Manado untuk diving, nyelam, di Bunaken. Tentu tidak selalu plesiran di bawah air. Wisata atas airnya ternyata juga menarik. Problem terjadi saat harus berurusan dengan panganan, alias ransum tuk masuk ke perut. 
      Tuk urusan perut memang dari keluarga kami masih bisa di hitung pake jari menikmati masakan Kawanua. Doeloe mama ku pernah sekali masak bubur Manado. Cuma akhirnya kapok ngga mau masak lagi setelah mendapat jawaban, ngga enak.... Wah kebangetan ya aku bilang gitu. Lah mama waktu itu nanya, enak ngga bubur manado bikinannya...? sebelum jawab, aku tanya balik, "mama mau dapat jawaban jujur atau bohong?". Ya jujur dong, kata mama. Maka aku pun tanpa ragu menjawab : ngga enak ma. Singkatnya, aku sangat asing dengan masakan Kawanua. Tahunya bubur Manado dan es kacang merah. Lainnya...ah lebih baik aku ngga tahu menahu dech. Aneh-aneh...ngeri...apalagi aku penyayang doggy. Infonya disana daging doggy cukup familiar....ooooo my GOD.... hewan setia begitu di jadikan panganan...no...no.... Kebetulan aku juga tidak suka ikan. Ikan apa saja baik air tawar atau laut. Alergi berat. Sejak jaman SD. Makanya udah tuer gini ngga pinter-pinter karena bilang dibilang ngga pernah makan ikan. Padahal di Kawanua terkenal ikan Tude yang rasanya gileeeee nikmatnya. Kata yang sudah pernah lho...
      Pertanyaan sejak pertama kali tiba di sana, mau makan apa...? Karena waktu itu pergi rame-rame, ber-10, mereka pilih masakan khas setempat. wah gawat nich pasti aku cuma manyun aja. Karena ngga jamin ada es kacang merah. Benar saja. Mampir di salah satu resto dekat danau Tondano ya akhirnya aku cuma menjadi penonton setia. Saat rekan-rekan asyik menyantap aku cuma minum softdrink....n ngemil "Djarum Super". Maap ya kawan-kawan...aku smokers. Rekan-rekan membujuk ku tuk ikut menyantap, namun tetap saja aku ngga bergeming. Rasa lapar pun hilang.... Lalu makan apa? masa ngga makan selama di Manado...?
      Waktunya balik ke hotel di Tasir Ria, pinggiran kota Manado. Kami sempat melewati kota Manado. Sebenarnya selama perjalanan perut lapar...tapi ya karena ngga ada yang bisa dinikmati, ya terpaksa manyun. "stop...stop pak....", pinta ku spontan ke driver mobil yang kami sewa begitu melihat plan sebuah resto yang terkenal. eee loe mau kemana...?, tanya rekan-rekan ku heran. "sory ya sekarang giliran gw makan. Kalian khan udah tadi.... udah bernyanyi nich perut...":, sahut ku. Spontan teman-teman teriak....huuuuu......Loe aneh ya. Jauh-jauh ke sini malah cari KFC (maksudnya Kentucky Fried Chicken). Masih mimpi ada di jakarta ya...?"berisik loe yeee....gantian sekarang loe nonton gw makan...", sahut ku ngga mau kalah. Ya...lega aku berjumpa resto KFC. Akhirnya ada juga yang bisa aku makan disini..... Jadilah KFC menjadi makanan penyelamat ku di bumi Kawanua pertama kali. Bukan promosi lho....
       
      cheers
      Note : Karena kami menginap di Tasik Ria, yang infonya punya bule Prancis, menu burger menjadi pilihan utama. Kemudian, visit selanjutnya aku mengakali mencari resto atau warung orang Jawa, yang berharap lebih cocok di lidah. Tercatat 5x kali aku ke bumi Kawanua, namun sama sekali tidak pernah mengunjungi family disana. Ya karena aku memang tidak kenal...selain itu menghindari risiko di suguhi panganan yang "macem-macem". 
       
    • By Alfa Dolfin
      Salah aktivitas yang aku suka saat bepergian naik pesawat bukan melirik pramugari yang cakep-cakep... Ngga kog. Moto, tepatnya. Lebih tepatnya lagi moto view. Momen landing, take off, biasanya momen bagus untuk ambil gambar. Salah satu yang momen yang bagus saat jelang landing di Manado. Selama kita duduk di seat kiri n tidak terhalang pesawat, akan mendapat suguhan...:

      Ini labh Gunung Manado Tua yang tampil cantik dan megah, serta pulau Bunaken di sebelah kanan yang terkenal keindahan bawah lautnya.

      Momen yang cepat berlalu, segera aku shoot pulau Bunaken, latar belakangnya kalau tidak salah Pulau Nain.

      Setelah itu kita akan segera landing di Bandara Sam Ratulangi. Di kalangan pilot, landing disini termasuk sulit dan berisiko. 
      salam
       
    • By Alfa Dolfin
      "Ah kata siapa Bunaken udah hancur...Ngga tuch...". Beberapa kali aku mendengar kalau bawah laut Bunaken sudah banyak yang hancur. Karang-karangnya rusak. Banyak pencemaran. Barangkali ia di spot tertentu saja. Tapi aku sudah membuktikan sendiri. 5 hari kami turun (nyelam) di beberapa spot bagus di Bunaken. Satu hari rata-rata nyelam 3x di spot yang beda. berarti aku sudah menikmati 15 spot bawah laut bunaken. Ternyata masih ada kurang lebih 60 spot penyelaman yang bagus di Bunaken....
      Salah satu spot bernama : Muka Kampung. Memang letaknya di depan pemukiman di Pulau Bunaken. Yang istimewa di spot ini ada "rumah" penyu. Wuaaaa penyu...? aku termasuk suka jika bersua penyu. Di hari yang sudah di sepakati jadwalnya, kami turun di spot ini. Kami turun di sekitar 14 meter...sekitar 15 menit guide memberikan kode ada penyu yang lagi "tidur" di rumahnya. kami pun mengerti hand signalnya. segera kami mendekat untuk moto. Berada di jarak yang ideal beberapa rekan termasuk aku segera memainkan kamera bawah alut. 

      lagi asyik moto tiba-tiba sang penyu sisik (entah apa nama latinnya) merasa terusik dan berusaha kabur. Sebelum kabur ada rekan kami yang mencoba menghalangi misalnya memegang cakangnya. langsung guide kami menegor keras melalui hand signal, bahwa tindakan itu dilarang keras...!! akhirnya rekan kami di warning saat di permukaan. Aku pun sempat moto guide ku yang segera menyingkir memberikan jalan bagi si penyu untuk pergi.... Hehehe...ini salah satu pengalaman seru turun di Bunaken.
      Salam
      Note : mohon maaf kesulitan mengecilkan foto. Sudah coba beberapa tombol kog gagal ya. 
    • By Carol Laurent
      Halloo semua..
      mau cerita-cerita sedikit nih tentang kota Bitung kota kelahiran aku...
       
      Kota Bitung adalah salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, terletak kurang lebih 45 km dari pusat kota Manado, kota Bitung adalah kota kecil yang memiliki pesona wisata yang tidak kalah menarik, karena letak kota Bitung ada di kaki Gunung Duasudara dan memiliki pesisir pantai yang indah sebagai potensi wisata.
       

       
      Di Bitung terdapat pelabuhan laut yang cukup besar untuk kapal Pelni maupun khusus kapal niaga, just info saat ini Pelabuhan Bitung dijadikan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau free trade zone (FTZ) kawasan Asia Pasifik.
       



       
      2. Pantai Tanjung Merah
          Pantai ini jg menjadi kawasan wisata yang cukup ramai

       
      Btw postingnya ini dulu yah, coz pake comp di kantor dan udah jam pulang mau cabuttt dl heheheh....
       
      masih ada beberapa pantai dan tempat yang lain yang lain sih yang mau aku share
       
      Semoga bermanfaat...
       
       
       
       
       
       

    • By thoxy
      Hallo sobat jalan2, kali ini aku akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman pertamaku snorkeling di Bunaken. Pengalaman pertama di Bunaken? yaa. Sebagai orang Manado, aib banget dah rasanya yaa kalau udah tuir begini belom pernah menginjakkan kaki (bukan nginjak2 karang lho yaa) di salah satu taman laut terkenal di dunia yang letaknya di kampung halaman sendiri. hehe...
      mohon maaf sebelumnya, postingan ini sedikit repost atau diringkas dari blog-ku di sini (part I) dan di sini (part II)
       
      Bunaken, 26 Desember 2014
      Entah sudah berapa banyak ulasan tentang Bunaken. Aku lihat di group ini juga sudah ada beberapa. Nah, ini  kutambah satu lagi nih.
       
      Siapa yang tidak kenal dengan Taman Nasional Bunaken? ayo tunjuk tangan??? kebangetan dah kalo belom pernah denger. Namanya sudah mendunia. Taman Nasional yang terletak di teluk Manado, Sulawesi Utara ini terdiri dari Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Montehage, Pulau Siladen, Pulau Nain dan Tanjung Pisok. Terletak di Segi Tiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), menjadikannya rumah bagi ratusan spesies terumbu karang, ikan dan mamalia laut. Makanya nggak heran lah kalo pesona taman lautnya itu menjadi magnet bagi para penyelam dari berbagai penjuru dunia. Jangankan para penyelam, yang nggak bisa nyelampun penasaran dengan keindahannya. Tidak hanya taman lautnya lho sobat, daratannya pun punya berbagai kekayaan ekosistem lainnya, seperti rusa, kuskus - bukan nama forum itu lho yaa - burung laut, kepiting dan hutan mangrove. Terdaftar sebagai Taman Laut pada tahun 1991, menjadikannya pula sebagai salah satu taman laut pertama di Indonesia. Kemudian terdaftar di UNESCO pada tahun 2005.
       

      Peta sebagian Sulawesi Utara, Bunaken di sebelah kiri atas (sumber: dephut.go.id)
       
      Nggak sulit kog kalau mau ke Bunaken. Dari pusat kota Manado, hanya berjarak beberapa menit saja ke Pelabuhan Calaca, sebuah pelabuhan kecil dimana terdapat banyak boat yang siap membawa anda ke Bunaken. Berhati-hati dalam memilih atau me-nego boat adalah suatu keharusan. Jangan sampe bernasib sama seperti kami kemaren. Panjang ceritanya, nggak usah ku posting di sini kali yaaa... nanti lah di sesi tanya jawab kalo penasaran. hehehe....

      Pelabuhan Calaca, Manado di sore hari
       
      Rata-rata harga sewa per boat Rp. 750.000,- sehari (PP). Biasanya tukang perahu akan membuka dengan harga lebih dar Rp. 800.000,-. Tinggal ditawar saja. Bisa juga menyewa perahu Katamaran, yang ada kacanya di bagian bawah buat liat-liat karang. Mungkin akan lebih mahal. Jangan lupa pastikan tersedia life jacket.
       
      Perjalanan yang ditempuh hampir satu jam. Sebaiknya datengnya pagi. BIar adem. Manado itu fanass.. hehe..
       
      Hampir tiba di pulau Bunaken, kami kemudian beralih sejenak dari speedboat ke kapal katamaran. Ini optional. Buat sobat yang takut nyebur, ya pake ginian. Tapi kalau niatnya mau snorkeling,  sesi ini di-skip saja lah. toh pemandangan langsung di bawah laut nanti lebih paknyuuuss... lakinya maknyuusss... hehe...

      ini nih yang namanya katamaran

      nah, itu lagi pada liatin kaca..

      nih view-nya.
       
      Kurang lengkap rasanya kalau tidak menginjakkan kaki di pulau Bunakennya. BIaya masuk Taman Laut Bunaken Rp. 7.500,- untuk wisatawan domestik dan Rp. 200.000,- untuk wisatawan asing atau apabila sobat ada yang merasa bule'. hehe... Di sini bisa menyewa perlengkapan snorkeling (wetsuit, snorkel, mask, fins) Rp. 150.00,-, kamera underwater Rp. 300.000,-, guide Rp. 150.000,- (optional), dan perlengkapan selam menyelam (gak sempat nanya). Mahal? menurutku sih iya. Apalagi setelah melihat kondisi fins-nya. Makanya aku bawa sendiri perlengkapannya.

      Pantai Bunaken
       
      Ada juga yang jualan cinderamata dan kaos khas Bunaken. Buat sobat yang mahir malang melintang dalam dunia tawar menawar, jurus anda tidak akan berlaku banget di sini. Yah, sukur2 dikasih korting Rp. 5000,-. Pendirian para penjualnya susah untuk digoyahkan... hehe...
       
      Nggak usah sesi mandi2 di sini kali yaa.. Pantainya sih menurutku biasa aja. Airnya juga agak kabur. Oh, ya. Yang terpenting dari semua aktifitas di pulau ini adalah sesi foto di icon pulaunya. Itu tuh, yang biasanya dilakukan orang-orang kebanyakan kalau dateng ke sini.

      narsis di sini wajib sob. hehehe.. Nyesel banget kemaren kaos Jalan2.com ketinggalan di rumah, padahal udah niat mau dipake foto di sini... hehe....
       
      Dari sekian banyak spot snorkeling atau diving di seputaran perairan Taman Laut Bunaken, kami dikasih 2 spot saja. Pantai Barat dan Timur. Oh, ya. Jangan lupa pada saat tawar menawar, pastikan juga spot-spotnya. Kadang hanya dikasih satu spot saja, padahal bisa 2 spot.
       
      Sorkeling di Pantai Barat Bunaken.
      Di sini karangnya sudah banyak yang rusak. Tapi ikan-ikannya banyaaakk bangeuuuuddhh... Easy going bin friendly lagi ikan2nya tuh. BIsa diajak ramah-tamah. hehe... di sini visibilitinya sangat bagus. Airnya sangat jernih. Tidak salah memang di beberapa artikel ada yang menyebutkan kalau taman laut Bunaken ini merupakan salah satu taman laut dengan visibility terbaik di dunia. Buat yang baru belajar atau belom lancar snorkeling, tempat ini bisa menjadi pilihan karena area dangkalnya lumayan luas. Tapi hati-hati kalau sudah mendekati bagian jurangnya. Kalo gak bisa berenang, gak pake pelampung trus panik yaa bahaya. Tapi justru di jurang inilah daya tariknya menurutku. Coba deh freediving di situ, pasti seru. Buat sobat yang suka wall diving, di sinilah tempatnya.

      siap2 mau turun snorkeling. tampak perbatasan antara sisi dangkal dan jurangnya yang dalam.

      tuh, ikannya lagi ramah tamah... hehe

      tuh, jurangnya.. hehe

      yang suka wall diving??

      freediving ke bawah seru juga lho

      Karena pengetahuanku yang masih kurang tentang perikanan dan kelautan, jadi nggak bisa menceritakan lebih lanjut spesies apa yang ada di foto itu. Nggak tahu sob, cuman asal jepret aja. hehe.... Pokoknya begitu kira-kira sedikit penampakannya.
       
      Oh, yaa. Menurutku, waktu yang tepat mengunjungi spot ini adalah saat cuaca cerah di jam siang, saat matahari mulai bergeser ke Barat. Cahaya sepertinya akan maksimal di sini.
       
      setelah belum puas dengan spot di Pantai Barat ini, kami beralih ke pantai Timur yang katanya lebih bagus terumbu karangnya. yuuukkk sob...
       
       
      Sorkeling di Pantai Timur Bunaken.
      Langsung saja yaa ke penampakan permukaan laut di Pantai Timur Bunaken.

      kalau diliperhatikan dari atas, di sini airnya kelihatan lebih hijau dari pantai barat tadi. Hal ini menyiratkan bahwa sepertinya keadaan terumbu karang bawah laut di spot ini lebih sehat dan lebih bagus dari spot pertama. Oke, mari kita buktikan....

      eh, beneran... di sini lebih rimbun. Karang-karangnya sehat wal afiat adanya. Banyak soft coralnya juga yang menari-nari dihempas arus laut yang untungnya tidak deras. hehe... mari kita explore lebih jauh lagi sob.

      aaaakkk... kaget juga ketemu sama ular laut ini. Baru kali ini aku melihat dari dekat, ternyata bentuknya kayak ular di darat. Tapi lebih pintar berenangnya. Untunglah ular laut ini katanya tidak agresif. Makanya dia cuek aja waktu aku coba ambil fotonya ini. Meski begitu, aku tetap nggak berani donk yaa deket2. Bisa-nya lebih mematikan dari cobra lho...
       
      oke, mari kita lanjutkan ke pemandangan yang lain. hehe...

       
      Nah, gimana? Terumbu karangnya bagus2 nggak? Ikannya di sini banyak banget. Sama seperti spot pertama tadi, di sini ikan-ikannya juga ramah-ramah dan suka dekat-dekat dengan manusia. Jangan lupa biskuitnya. Meski tidak dikasih biskuit, mereka pasti mendekat. Jangan biarkan mereka kecewa. Kalau dikasih makan, mereka lebih senang lagi. Jangan lupa pembungkus makanannya dibawah pulang yaa. hehe... Ikannya kurang banyak ya? nih kutambahin lagi...


      w
      wooyyyy... bisa geser nggak sih nih ikan2? aku lagi foto terumbu karangnya malah mereka menghalangi di depan.   heheheheheh
       
      Oke sobat jalan2, demikian sedikit catatanku waktu liburan sehari di Bunaken akhir tahun kemaren. Mohon maaf kalo kurang berkenan. Foto2 di atas itu mah nggak terlalu bagus, nggak  seberapa dibanding kalo sobat liat langsung, beeuuuhhhhh.. ajeeeebbb banget dah...
       
      Masih pengen kembali ke sini. Masih pengen banget menjelajahi spot-spot yang lain. Semoga suatu saat nanti kita bisa sama2 bareng liburan di sini. Thankss udah membaca
      regards,
      Thox