Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Disya

Hey, perkenalkan saya Disya.

Recommended Posts

Halo, saya Disya.

Saya sudah menjadi anggota Jalan2 Inonesia di FB sejak tahun lalu dan membaca-baca share cerita perjalanan para anggota lain.

Dan berhubung saya sedang mengerjakan skripsi, saya ingin minta tolong anda untuk membantu mengisi kuesioner skripsi pariwisata ini. Kuesioner ini ditujukan bagi wisatawan yang pernah beriwsata ke Luar negeri sebelumnya. Mohon dibantu untuk mengisi kuesioner ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

di klik link dibawah ini.

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3HaVr12xb1H8JcCg0vgp_XOH0BrKyjIIg7a-FlCr811bEBg/viewform

 

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By firsttimebali
      Adakah yang pernah ke Bali sebelumnya? Adakah rekomendasi untuk hotel, vila, atau tur? Atau tempat terbaik untuk tinggal? Saya seorang musafir pertama kali ke Bali sehingga mulai menemukan opsi terbaik. Bepergian pada Februari tahun depan.
      Saya sudah melihat opsi villa dan hotel masih belum yakin mana yang harus dipilih. Saya menemukan situs ini https://www.balivillasandmore.com/ untuk villa dan berbicara dengan mereka dan untuk hotel saya menemukan situs ini https://balihotelsandmore.com/
      Adakah yang pernah menggunakannya?
      Saya melihat  beberapa paket tur ketika nanti saya ada di sana pada situs ini dan banyak pilihan berbeda https://www.balitoursandmore.com/ tetapi anak-anak saya ingin melakukan tur ini https://www.quadbikingbali.com/ Apa saja saran untuk paket dapat dipilih ??
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By bagus hadi
      METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah.
      Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang.
      “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin.
      Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya.
      Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run)   SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
    • By Nandamega
      Setelah sukses untuk bisa menjadi penyedia jasa layanan armda bus arus mudik di tahun lalu, kami salah satu penyedia jasa layanan sewa bus pariwisata Jakarta termotivasi untuk terus bisa memberikan layanan angkutan yang baik, aman, nyaman dan juga dengan harga yang terjangkau.

      Paket untuk sewa bus mudik lebaran dari kami sewabispariwisata.co.id dengan senantiasa menghadirkan armada bus dengan kualitas yang paling prima. Hal ini tidak lepas dari fakta bawa bus yang kami gunakan untuk layanan mudik lebaran adalah armda bus yang dikhususkan untuk angkutan wisata. Untuk anda yang mungkin ingin menggunakan jasa layanan kami pada acara mudik lebaran tahun depan, maka anda bisa melakukan beberapa tahap berikut ini :
      -          Tentukan tujuan anda
      Suatu tujuan mudik adalah salah satu hal yang sangat penting dalam menggunakan layanan jasa sewa bus pariwisata. Sebeb itu juga menjadi penentu harga sewa dan juga jenis bus yang paling sesuai untuk di pakai. Apabila tujuan anda semakin jauh, maka harga yang perlu anda bayarkan juga akan berbandir lurus.
      -          Jumlah peserta
      Ini juga sama seperti tujuan anda yang dimana factor jumlah peserta juga dapat mempengaruhi harga yang perlu anda bayarkan. Sebab dengan jumlah peserta tersebut, anda juga bisa memilih jenis armda yang sesuai dengan kebutuhan anda. Seperti contohnya jika peserta anda jumlahnya banyak mungkin yang bisa anda pilih adalah jenis armada bigbus.
      -          Fasilitas bus
      Seperti yang semua orang ketahui, acara mudik itu juga tidak akan pernah lepas dari sebuah acara macet. Tentu perjalanan mudik anda nantinya akan di hiasi dengan berbagai kemacetan yang dapat anda temukan dimana saja. Maka dari itu pilihlah jenis bus dengan fasilitas yang terbilang lengkap, itu agar dapat mengusir rasa jenuh ketika anda bertemu dengan kemacetan.
      -          Harga sewa bus
      Tentu harga adalah salah satu factor yang utama ketika akan menggunakan layanan ini. Karena jika anda telah membayar mahal untuk sebuah layanan sewa bus akan tetapi layanannya tidak memuaskan, tentu itu dapat membuat anda kapok untuk menggunakan layanan itu lagi.
      Sewa bis pariwisata memberikan kemudahan bagi anda yang ingin menyelenggarakan suatu acara, entah itu acara mudik lebaran ataupun acara berlibur bersama anggota keluarga. Crew professional kami pastinya akan memberikan solusi untuk anda yang sedang mencari sebuah alternative bus yang paling sesuai dengan kebutuhan anda. Dan kami pastikan bahwa perjalanan anda nantinya dapat berjalan dengan lancar.
       
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By vie asano
      Jepang selalu dikenal sebagai salah satu negara teraman di dunia. Biasanya, pembandingnya adalah tingkat kejahatan di Jepang yang jauh lebih kecil dibanding Amerika, serta image bahwa orang Jepang jauh lebih saling peduli dan cukup aktif membantu wisatawan asing dibanding orang Amerika. Sehingga predikat Jepang adalah negara yang aman begitu melekat dan seolah menjadi merk dagang bagi negara tersebut, dan sukses menarik banyak wisatawan asing untuk berkunjung ke negara ini.
      Pertanyaannya: Benarkah Jepang adalah negara yang betul-betul aman?
      Mari kita mulai dari mitos tentang keamanan di Jepang yang mudah didengar di berbagai forum:
      1. Jepang itu aman banget. Buktinya, kita bisa meninggalkan handphone maupun tas untuk menandai meja dan kursi di restoran tanpa takut akan hilang.
      2. Polisi di Jepang cepat tanggap kalau ada laporan, dan mereka rutin berkeliling menggunakan sepeda sehingga lingkungan di Jepang relatif aman.
      3. Sangat aman berjalan di malam hari, untuk wanita sekalipun, karena Jepang memang negara yang aman.
      4. Kalau kita kehilangan barang, tinggal lapor polisi saja. Biasanya yang menemukan barang tersebut akan mengantarkannya ke pos polisi terdekat.
      5. Konon, banyak orang mabuk sampe tidur di pinggir jalan, tapi mereka nggak kehilangan dompet, barang bawaan, maupun baju. Beda banget sama di Amrik sana!
      Dan banyak lagi mitos lainnya tentang keamanan di Jepang, khususnya yang biasa didengar oleh wisatawan asing.
        Itu baru mitos. Sekarang kita bicara tentang fakta-fakta tentang tingkat kejahatan di Jepang untuk membuktikan “benarkah Jepang adalah negara yang aman?
      1.Tingkat kejahatan di Jepang memang terbilang kecil. Kabarnya, jika dirata-ratakan, kurang dari 1 orang terbunuh dari setiap 100,000 populasi. Tepatnya, 0,83/100,000 per-tahun. Sangat kecil jika dibandingkan dengan angka rata-rata di Amerika (4,8) yang berarti 5,7 kali lebih tinggi dibanding Jepang.
      2.Jika dirata-ratakan dari 10 tingkat kejahatan yang biasa terjadi (diantaranya adalah perampokan, pencurian, dan pemerasan), tingkat kejahatan di Jepang berada di urutan kedua terendah dibawah Spanyol. Untuk kejahatan berat pun (seperti pemerkosaan dan pembunuhan) rata-rata tingkat kejahatan di Jepang termasuk salah satu yang terendah di dunia.
      3.Senjata api termasuk ilegal di Jepang, jadi tak sembarang orang bisa memilikinya.
      Dari uraian di atas, bisa disimpulkan jika tingkat kejahatan di Jepang memang relatif rendah, sehingga mungkin ada benarnya jika Jepang dikategorikan sebagai negara yang aman untuk dikunjungi.
      Diagram Crime Victim Rates yang disusun berdasarkan data tahun 2006 dan 2009. Foto:
      sumber Lalu, bagaimana realita tentang tingkat kejahatan di Jepang?
      Sebetulnya, kejahatan ada dimana saja. Walau Jepang di klaim sebagai negara yang aman, kejahatan tetap saja ada dan bisa menghampiri siapa saja. Kejahatan ringan seperti pencurian dan penjambretan, hingga kejahatan berat seperti pemerkosaan dan pembunuhan, masih saja ada di negara ini (walau jumlahnya kecil). Dan jangan lupakan juga beberapa kasus yang terbilang besar pernah terjadi di JEpang, contohnya seperti kasus Tokyo Sarin Gas Attack (1995). Serangan gas di berbagai kereta Tokyo Metro menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 1000 orang. Lalu ada peristiwa Akihabara Massacre (2008), dimana seorang pria berlari ke kerumunan dan menikam orang-orang. 6 pria dan 1 wanita tewas, dan 11 lainnya terluka. Dan masih ada beberapa contoh kejahatan lainnya yang membuktikan jika Jepang tak sepenuhnya aman. Oya, tambahan lainnya, ingat juga jika di Jepang masih ada beberapa kelompok yakuza yang identik dengan dunia hitam. Kesimpulannya: tak ada negara yang benar-benar aman, bahkan Jepang sekalipun.
      Diagram berbagai tingkat kejahatan pencurian di Jepang. Foto:
      sumber Saya ingin coba mengangkat masalah tingkat kejahatan di Jepang dan menghubungkannya dengan berbagai tindak kriminal yang kerap menyasar wisatawan asing. Dalam konteks travelling, berikut ini beberapa kasus kriminal yang beberapa kali terjadi di Jepang dan sayangnya, menimpa wisatawan asing.
      1. Scamming
      Kasus ini terbilang paling sering menimpa wisatawan asing, khususnya yang mencari hiburan malam maupun berniat menjelajah daerah-daerah yang terbilang rawan di Jepang (ya, bahkan di Jepang pun ada daerah yang tergolong rawan). Bahkan pemerintah Amerika pernah mengeluarkan travel warning ke Jepang berkaitan dengan hal tersebut. Biasanya beberapa modus yang digunakan adalah sebagai berikut:
      -Membujuk wisatawan untuk masuk ke sebuah bar (biasanya menggunakan gadis cantik, pria tampan, maupun penyebar selebaran), dan ternyata total tagihan di bar tersebut melebihi dugaan.
      -Meminta wisatawan untuk membayar menggunakan kartu kredit, namun ternyata yang ditagihkan melebihi seharusnya.
      -Memanfaatkan kelengahan wisatawan untuk menyelipkan sejumlah charge ekstra.
      -Membuat wisatawan mabuk di bar maupun di club, dan berbagai hal buruk lainnya akan menyusul (mulai dari dompet hilang, tagihan diluar kewajaran, pencurian kartu kredit, terbangun di pinggir jalan, dan banyak lagi).
      Bagaimana jika wisatawan tak bisa membayar apa yang ditagihkan pada mereka? Untuk bar dan pusat hiburan malam maupun dewasa, perlu diketahui jika tempat tersebut rata-rata dilindungi oleh kelompok yakuza tertentu. Setiap kali ada yang membuat masalah, maka akan berurusan dengan kelompok yakuza tersebut.
      Suasana di sebuah host club di Tokyo. Foto:
      sumber 2. Pelecehan seksual
      Walau terbilang aman, bukan berarti Jepang 100% aman, dan kasus wanita yang dilecehkan di depan umum bukan termasuk hal baru. Salah satu tempat yang paling rawan akan pelecehan adalah di kereta api, khususnya pada jam sibuk (dan dinamakan chikan). Biasanya yang menjadi sasarannya adalah para wanita, dan wanita asing pun tak luput dari resiko chikan.
      Kedua jenis kejahatan tadi termasuk yang paling sering menimpa wisatawan. Namun, bukan berarti itu tak bisa dihindari. Kunci utamanya adalah jangan lengah, tetap waspada, dan percaya pada common sense kalian. Dan yang paling penting, sebisa mungkin hindari daerah-daerah yang dianggap rawan, yang detailnya akan saya bagikan dalam tulisan lainnya. Semoga informasinya bermanfaat!
×
×
  • Create New...